Krishnamurti Subtitles

Kenikmatan adalah faktor keterkondisian

Brockwood Park - 29 August 1976

Public Talk 2



0:19 May we go on talking about Bisakah kita melanjutkan
what we said, yesterday morning? pembicaraan kita kemarin?
   
0:34 We were saying how important it is Kita membicarakan betapa pentingnya
   
0:39 that there should be transformation suatu transformasi dalam
in the human consciousness. kesadaran manusia.
   
0:49 I think it is fairly obvious Saya pikir itu cukup jelas
   
0:50 why it is so absolutely mengapa sangat mutlak diperlukan
necessary and urgent. dan mendesak.
   
0:58 One can observe right throughout Seseorang bisa mengamati di seluruh dunia,
the world, there is great disorder ada kekacauan besar
   
1:06 – politically, religiously, - secara politik, agama, ekonomi
economically  
   
1:10 and in our social relationship dan dalam hubungan sosial kita
– which is society. - yaitu masyarakat.
   
1:17 There are wars, cruelty, Ada perang, kekejaman,
every form of distortion setiap bentuk distorsi
   
1:30 and, apparently, no religious person dan, rupanya, tidak ada orang atau
or group of people, kelompok religius,
   
1:35 have transformed themselves, yang telah mentransformasi diri mereka,
radically, secara radikal,
   
1:40 and so affected dan mempengaruhi keseluruhan
the whole of human consciousness. kesadaran menusia.
   
1:47 And what we were saying, yesterday Dan apa yang kita katakan, kemarin
   
1:49 was that when there is adalah ketika ada transformasi manusia,
human transformation,  
   
1:59 that is, there is a transformation yang adalah, transformasi
   
2:03 in the content of your consciousness di dalam isi kesadaran Anda,
– which is you – - yaitu Anda -
   
2:08 then that very transformation kemudian transformasi itu mempengaruhi
affects the whole of mankind. seluruh umat manusia.
   
2:16 Which, again, is fairly clear Yang, lagi-lagi, cukup jelas
   
2:20 and I hope one understands this fact dan saya berharap seseorang mengerti
  fakta ini
   
2:24 that where there is bahwa di mana ada transformasi radikal,
radical transformation,  
   
2:33 actual, not theoretical, not aktual, bukan teoritis, bukan
an ideational or a hypothetical change perubahan ideasional atau hipotetis
   
2:43 but actual transformation melainkan transformasi aktual dalam
in our consciousness, kesadaran kita,
   
2:47 in you, as a human being, di dalam Anda, sebagai manusia,
   
2:49 then that transformation brings kemudian transformasi tersebut menimbulkan
about quite a different atmosphere atmosfer yg cukup berbeda
   
2:56 in the consciousness of the world. di dalam kesadaran dunia ini.
I think this is clear, Saya pikir ini jelas,
   
3:03 because one can see how people karena seseorang bisa melihat
  bagaimana orang-orang
   
3:07 – however neurotic, like Hitler, - sekalipun neurotik, seperti Hitler,
this person and that – orang ini dan itu -
   
3:10 have affected the world. telah mempengaruhi dunia ini.
   
3:16 So, it is necessary, Jadi, itu penting,
if we are at all serious, jika kita benar-benar serius,
   
3:22 if we are at all concerned jika kita benar-benar prihatin pada
with human behaviour, human condition, perilaku manusia, kondisi manusia,
   
3:29 and the urgency dan mendesaknya transformasi tersebut,
of that transformation,  
   
3:34 we must examine, together, kita harus memeriksa, bersama-sama,
our consciousness, kesadaran kita,
   
3:42 that is, what you are, what we are. yaitu, apa itu Anda, apa itu kita.
   
3:49 And, apparently, very few have applied Dan, rupanya, terlalu sedikit yg telah
themselves to this transformation. menerapkan transformasi utk diri mereka.
   
3:58 They have talked about it, Mereka telah berbicara tentang hal itu,
volumes have been written about it, berjilid-jilid telah ditulis tentang itu,
   
4:05 by the psychologists, oleh psikolog, filsuf, dan para analis.
philosophers and the analysts.  
   
4:09 But, in fact, very few human beings Tapi, nyatanya, terlalu sedikit manusia
have radically transformed themselves. yg secara radikal telah bertransformasi.
   
4:18 They are concerned with the outer Mereka prihatin terhadap hiasan luar,
trimmings, the frills, the branches, embel-embel, ranting-ranting,
   
4:26 but have not tackled tetapi tidak untuk mengatasi
the very root of our existence akar eksistensi kita
   
4:32 to find out what is totally wrong untuk menemukan apa yg salah total dengan
with us, why we behave like this. kita, kenapa kita berperilaku seperti ini.
   
4:39 So, what we were saying, yesterday, Jadi, apa yg kita katakan, kemarin,
if we may continue with it today, jika boleh kita lanjutkan hari ini,
   
4:50 that in our consciousness, adalah bahwa dalam kesadaran kita,
there are three principal factors: ada tiga faktor prinsip:
   
4:58 fear, with all ketakutan, dengan semua
the complications of fear komplikasi ketakutan
   
5:03 – please, observe it in yourself, - tolong, amati itu dalam dirimu, jangan
don’t merely listen to my words. semata-mata mendengar kata-kata saya.
   
5:09 Description is not the described. Deskripsi bukanlah apa yg dideskripsikan.
The word is not the thing. Kata bukanlah bendanya.
   
5:18 Unless one observes oneself through Kecuali seseorang mengamati dirinya lewat
what is described – the description – yg dideskripsikan - deskripsinya -
   
5:27 then you can go into yourself maka Anda bisa mempelajari diri sendiri &
and observe the described – the fact. mengamati yg dideskripsikan - faktanya.
   
5:34 So, we were saying, yesterday, jadi, kita mengatakan, kemarin,
there are three factors, ada tiga faktor,
   
5:39 major factors in our consciousness faktor pokok dalam kesadaran kita
which is fear, pleasure, yaitu ketakutan, kesenangan,
   
5:47 the pursuit of pleasure pengejaran akan kesenangan
and great sorrow, dan dukacita yg besar,
   
5:52 sorrow implying grief, Dukacita menyiratkan kesedihan,
travail, anxiety, kesukaran, kecemasan,
   
5:58 every form of neurotic behaviour, setiap bentuk perilaku neurotik,
all that is in our consciousness. yg semua itu ada dalam kesadaran kita.
   
6:10 And is it possible Dan mungkinkah untuk mengubah
to change that consciousness kesedaran tersebut,
   
6:15 – to bring about a profound revolution - menimbulkan revolusi yg mendalam
in that consciousness? di dalam kesadaran tersebut?
   
6:30 And if you are Dan jika Anda benar-benar prihatin
really concerned about it tentang itu
   
6:33 we can then share the thing, kemudian kita bisa berbagi hal,
together. bersama.
   
6:36 But if you are merely Akan tetapi kalau Anda hanya
playing with words and theories, bermain kata-kata dan teori,
   
6:40 and beliefs and dogmas, dan kepercayaan dan dogma, dan
and joining this group or that group, bergabung dengan kelompok ini atau itu,
   
6:44 this guru or that guru, guru ini atau guru itu,
   
6:46 then, I’m afraid, we have very maka, saya khawatir, kita hanya memiliki
little in common with each other. sedikit kesamaan satu sama lain.
   
6:53 So, if you’re concerned, then Jadi, kalau Anda prihatin, maka kemarin
we were talking yesterday about fear. kita bicara tentang ketakutan.
   
7:03 We said that fear Kita katakan bahwa ketakutan
is the movement of thought, adalah gerak pikiran,
   
7:14 movement of thought, as time. gerak pikiran, sebagai waktu.
   
7:19 It is very simple. Itu sangat sederhana.
Don’t let’s complicate it. Jadi jangan dirumitkan.
   
7:22 Time, in the sense, Waktu, dalam artian,
one is afraid of tomorrow, seseorang takut tentang hari esok,
   
7:29 or one is afraid of things atau seseorang takut akan hal-hal yg
that have happened in the past telah terjadi di masa lampau
   
7:34 and not wanting it repeated, dan tidak menginginkannya terulang,
again, in the future. lagi, di masa depan.
   
7:38 So, thought is a movement in time. Jadi, pikiran adalah gerak dalam waktu.
   
7:50 Right? Benar?
   
7:52 And fear is part of that Dan ketakutan adalah bagian dari
movement of thought. gerak pikiran tersebut.
   
8:04 Right? Benar?
   
8:06 Please, look at it. Tolong, lihatlah itu.
We are communicating with each other. Kita berkomunikasi satu sama lain.
   
8:14 Communication implies sharing Komunikasi menyiratkan berbagi
not only the verbal meaning tak hanya dalam makna verbal
   
8:23 but the actual substance of the word tapi substansi aktual dari kata
   
8:28 – the significance of the word – - signifikansi kata -
the depth of the word. kedalaman kata.
   
8:33 So, we are, together, exploring. Jadi, kita, bersama-sama, menyelidiki.
   
8:39 We are not telling you what to do, Kita tidak bilang apa yg harus
  Anda lakukan,
   
8:45 because we are used karena kita terbiasa pada
to this habit of following others, tabiat ikut-ikutan orang lain,
   
8:52 therefore, we establish an authority karena itu, kita membentuk otoritas dan
and then accept that authority lalu menyetujui otoritas tersebut
   
8:58 because, in ourselves, karena, di dalam diri kita,
we are disorderly kita kacau
   
9:02 and out of that disorder, dan dari kekacauan itu,
we create an authority kita menciptakan otoritas
   
9:09 who we hope will help us yg kita harapkan akan menolong kita
to get out of our confusion. keluar dari kebingungan kita.
   
9:17 On the contrary, we are saying, Sebaliknya, kita mengatakan, bahwa
in the matters of the mind, psyche, dalam hal batin, psike,
   
9:23 in the matters of spiritual things dalam perkara-perkara spiritual
– if I may use that word ‘spiritual,’ - jika saya boleh gunakan kata 'spirtual',
   
9:31 it rather stinks, but doesn’t matter, itu agak bau, tapi tidak apa,
we’ll use that word – kita gunakan saja kata itu -
   
9:39 there is no authority, tidak ada otoritas, tidak ada guru,
there’s no guru,  
   
9:47 though this country is inundated meskipun negeri ini dan dunia Barat
and the Western world  
   
9:51 – by the gurus, from India. - dibanjiri oleh guru-guru, dari India.
   
9:58 So, we are saying, Jadi, kita mengatakan, komunikasi
communication means sharing, berarti berbagi,
   
10:04 thinking together, observing together berpikir bersama, menyelidiki bersama
   
10:10 – together, not the speaker says - bersama, bukan pembicara mengatakan
something, you accept it or deny it, sesuatu, Anda menyetujui atau menolaknya,
   
10:16 but sharing, actually together, tapi berbagi, betul-betul bersama,
what we are observing, in ourselves. apa yg kita amati, dalam diri kita.
   
10:25 So, we’ve said, thought is Jadi, kita telah mengatakan, pikiran
a movement in time, as measure adalah gerak dalam waktu, sebagai ukuran
   
10:34 and that fear is dan ketakutan adalah gerak pikiran.
the movement of thought.  
   
10:42 When there is no movement of thought, Ketika tidak ada gerak pikiran, di situ
there is no fear. tidak ada ketakutan.
   
10:53 We went into it, yesterday, Kita menyelidiknya, kemarin,
fairly deeply, cukup mendalam,
   
10:59 and perhaps I can go into it dan barangkali saya bisa menyelidikinya
very, very briefly now, again, sekarang dgn sangat, sangat singkat, lagi,
   
11:05 which is, fear – the root of fear, yaitu, ketakutan - akar dari ketakutan,
   
11:13 not the various expressions of fear, bukan berbagai ekspresi ketakutan,
various objects of fear, berbagai obyek ketakutan,
   
11:18 but the root of fear, tapi akar dari ketakutan,
which is so destructive, yg begitu dekstruktif,
   
11:23 which brings about such darkness, yg menimbulkan kegelapan,
paralysis of the mind kelumpuhan batin
   
11:30 – that fear, does it come about - ketakutan itu, apakah itu terjadi
through the word ‘fear’ melalui kata 'ketakutan'
   
11:41 or is it independent of the word? atau apakah itu bebas dari kata?
   
11:45 Please, observe, examine your fear Tolong, amati, selidiki ketakutan Anda dgn
in that way, as we are describing. cara itu, seperti yg kita gambarkan.
   
11:52 Does fear exist without the word Apakah ketakutan eksis tanpa kata itu
   
11:57 or does the word ‘fear’ create fear? atau kata 'ketakutan' menciptakan
That’s one problem. ketakutan? Itu satu permasalahan.
   
12:02 Then, how do you observe fear? Lalu, bagaimana Anda mengamati ketakutan?
   
12:13 When you say, ‘I know I’m afraid,’ Ketika Anda bilang, 'Saya tahu saya
how do you know? takut,' bagaimana Anda tahu?
   
12:21 Is your knowledge based Apakah pengetahuan itu berdasarkan
on past experiences of fear? pengalaman masa lampau tentang ketakutan?
   
12:29 So, you are looking at the fresh fear Jadi, apakah Anda melihat ketakutan yg
with the eyes of the past segar dengan mata dari masa lampau
   
12:37 and, therefore, dan, karena itu, memberikan pada
giving to that new fear, strength. ketakutan baru itu, kekuatan.
   
12:43 You’ve understood? Mengertikah Anda?
   
12:48 That is, I’m afraid of something Artinya, saya takut terhadap sesuatu yg
I have done, or something I might do, sudah, atau akan saya lakukan,
   
12:58 and that thing, dan sesuatu itu, saya beri nama
I have named it as ‘fear.’ 'ketakutan'.
   
13:06 When I have named it, Ketika saya menamainya,
I have recognised it. saya mengenalinya.
   
13:12 And the recognition of it Dan pengenalan terhadap sesuatu itu hanya
only strengthens the fact of fear. memperkuat fakta tentang ketakutan.
   
13:18 Now, is it possible to be aware of Nah, mungkinkah utk mewaspadai ketakutan
that fear, the new expression of fear, tersebut, ekspresi baru tentang ketakutan,
   
13:28 and not name it, and observe it? dan tidak menamainya, dan mengamatinya?
You’ve understood?  
   
13:41 Is this clear? Pahamkah Anda?
May we go on, from there? Bisakah kita melanjutkan, dari sana?
   
13:45 That is, to look at the new Artinya, melihat kepada yg baru
   
13:58 or the fresh form of sensation atau yg segar dari bentuk sensasi
which we call ‘fear’ yg kita sebut 'ketakutan'
   
14:03 without categorising it, tanpa mengkategorisasi, tanpa
without putting it into a frame meletakkannya ke dalam bingkai
   
14:13 and, thereby, giving it vitality. dan, dengan demikian,
  memberinya vitalitas.
   
14:21 So, is it possible to observe Jadi mungkinkah mengamati ketakutan itu
that fear without naming, tanpa menamai,
   
14:30 without trying to suppress, analyse, tanpa mencoba menekan, menganalisis,
escape from it, just to observe it? melarikan diri dari itu, hanya mengamati?
   
14:38 And you cannot observe it Dan Anda tak bisa mengamatinya jika Anda
if you’ve put it in a frame, telah meletakkannya ke dalam bingkai,
   
14:44 because we’ve already karena kita sudah menangkap
captured it and held it. dan memegangnya.
   
14:49 So, what then becomes important is Jadi, yg kemudian menjadi penting adalah
how you observe your fear, bagaimana Anda mengamati ketakutan Anda,
   
14:58 how you look at it. bagaimana Anda melihatnya.
   
15:01 Do you look at it Apakah Anda melihatnya sebagai
as an entity separate from fear? entitas yg terpisah dari ketakutan?
   
15:10 You understand this? Anda paham ini?
   
15:12 That is, do you say, Artinya, apakah Anda bilang, 'Ketakutan
‘Fear is different from me’ berbeda dari saya'
   
15:18 – or, the fact is, fear is you? - atau, faktanya yaitu,
Right? ketakutan adalah Anda? Benar?
   
15:25 Please, this is very important Tolong, ini sangat penting untuk dipahami
to understand  
   
15:29 because on this whole thing karena pada semua ini tergantung
depends our investigation: investigasi kita:
   
15:35 how you observe. bagaimana Anda mengamati.
   
15:40 Do you observe as a separate entity Apakah Anda mengamati sebagai entitas
– the observer – yg terpisah - si pengamat -
   
15:49 and look at that fear, dan melihat kepada ketakutan tersebut,
which is the observed, yg adalah yg diamati,
   
15:53 something different, sesuatu yg berbeda, sesuatu yg
something separated from you? terpisah dari Anda?
   
16:01 If it is separated from you Jika itu terpisah dari Anda
then there is a gap, maka ada jurang,
   
16:07 there’s an interval. ada jeda.
   
16:10 Then, you try to suppress it, Kemudian, Anda mencoba menekan itu,
you try to control it, Anda mencoba mengendalikan itu,
   
16:16 you try to run away from it, Anda mencoba lari dari itu,
analyse it – menganalisis itu -
   
16:19 and so there’s constant battle dan berlangsunglah di situ
going on. suatu pertempuran yg konstan.
   
16:25 Where there is division, Di mana ada pemecah-mecahan,
there must be conflict, pastilah di situ ada konflik,
   
16:30 like in nationalities, seperti dalam kebangsaan,
in every class difference, and so on. dalam seluruh perbedaan kelas, dsb.
   
16:34 Wherever there is division Di mana ada pemisahan antara
between the Catholic, Protestant, Katolik, Protestan,
   
16:38 Hindu, Muslim – whatever it is – Hindu, Muslim - apa pun itu -
   
16:43 there must be conflict, di situ pasti ada konflik, pergulatan,
struggle, pain. rasa sakit.
   
16:50 So, one has to find out, very Seseorang harus mencari tahu, dgn sangat
carefully, why this division exists. hati-hati, mengapa pemisahan ini eksis.
   
16:58 Is it an illusion Apakah itu ilusi
or is it an actuality? atau apakah itu aktualitas?
   
17:07 Like anger, Seperti kemarahan,
   
17:09 anger is not separate from you kemarahan tak terpisah dari Anda
– when you say, ‘I’m angry,’ - saat Anda berkata, 'Saya marah,'
   
17:11 you are anger, it’s part of you. Anda adalah kemarahan,
  itu bagian dari Anda.
   
17:15 But when you are afraid, Tapi ketika Anda takut, itu bukan
it’s not part of you. bagian dari Anda.
   
17:19 You say, ‘I’m going to do Anda berkata, 'Saya akan melakukan
something about it.’ sesuatu tentang itu.'
   
17:24 So, you have created a division, Jadi Anda menciptakan pemisahan,
and hence, conflict. dan karenanya, konflik.
   
17:30 Whereas, when you observe fear, Sedangkan, saat Anda mengamati ketakutan,
that fear is you, part of you, itu adalah Anda, bagian dari Anda,
   
17:41 so the observer is the past. jadi si pengamat adalah masa lalu.
   
17:47 Please, understand this, very deeply. Tolong, pahami ini, dgn sangat mendalam.
   
17:50 The observer is the past. Si pengamat adalah masa lalu.
   
17:54 He has accumulated a great deal Ia telah mengakumulasi sejumlah besar
of knowledge, experience pengetahuan, pengalaman,
   
18:00 and with that memory, he looks. dan dengan ingatan itu, ia memandang.
   
18:06 So, the past meets the present Jadi, masa lampau bertemu masa sekarang
   
18:11 and says, dan berkata, 'Saya berbeda dari
‘I am different from the present,’ masa sekarang,'
   
18:16 whereas, the observer padahal, si pengamat adalah yg diamati.
is the observed. Right? Benar?
   
18:22 Please, get this. Tolong, pahami ini.
   
18:24 The thinker is the thought. Pemikir adalah pikiran. Tidak ada pemikir
There is no thinker without thought. tanpa pikiran.
   
18:31 The experiencer is the experience. Yg mengalami adalah pengalaman. Benar?
Right?  
   
18:41 Let’s look into it a little bit more. Mari kita lihat ke dalam sedikit lagi.
   
18:44 That is, when you experience Artinya, ketika Anda mengalami sesuatu,
something, you must recognise it, Anda harus mengenali itu,
   
18:51 otherwise, it’s not an experience. jika tidak, itu bukanlah pengalaman.
Right? Benar?
   
18:57 So, recognition means Jadi, pengenalan berarti Anda sudah
you’ve already known it, mengetahuinya,
   
19:04 so, it’s nothing new. jadi, tidak ada yg baru.
   
19:08 So, the experiencer is the experience. Jadi, yg mengalami adalah pengalaman.
   
19:13 Like the analyser, when you go Seperti seorang penganalisis, ketika Anda
to an analyst or the analyser, datang pada analis atau yg menganalisis,
   
19:17 when you analyse yourself ketika Anda menganalisis diri Anda
– the analyser is the analysed. - yg menganalisis adalah yg dianalisis.
   
19:24 Right? See this, clearly. Benar? Lihat ini, dengan jelas.
For God’s… Understand? Demi Tuhan... Mengerti?
   
19:28 If you once understand Sekali Anda memahami prinsip dasar ini
this basic principle  
   
19:31 then, we can go much further. maka, kita bisa pergi lebih jauh.
   
19:34 Which is, you eliminate conflict, Yg adalah, Anda menghilangkan konflik,
altogether sama sekali
   
19:43 – inwardly, as well as outwardly. - dalam hati, maupun secara lahiriah.
Right? Benar?
   
19:51 So, when you observe fear, Jadi, ketika Anda mengamati ketakutan,
   
19:56 are you observing it as a separate apa Anda mengamati itu sbg orang terpisah
person and fear is not part of you dan ketakutan bukan bagian dari Anda
   
20:06 and, therefore, dan, karena itu, Anda berada dalam konflik
you are in conflict with it? dengan itu?
   
20:09 But when the thinker is the thought, Tapi ketika si pemikir adalah pikiran,
the observer is the observed, si pengamat adalah yg diamati,
   
20:18 what takes place? apa yg terjadi?
You understand my question, now? Anda paham pertanyaan saya sekarang?
   
20:23 You have eliminated conflict, Anda telah menghilangkan konflik,
altogether. sama sekali.
   
20:28 Therefore, you have the energy, Dengan demikian, Anda mempunyai energi,
the attention to give to that fact perhatian untuk diberikan pada fakta itu
   
20:34 – which you call ‘fear.’ - yg Anda sebut 'ketakutan'.
   
20:37 It’s only when you are not attentive, Hanyalah ketika Anda tidak memperhatikan,
fear continues. ketakutan berlanjut.
   
20:43 Right. Is this somewhat clear? Benar. Apakah ini agak jelas?
   
20:51 So, this is what we were saying, Jadi, inilah yg kita katakan,
yesterday kemarin
   
20:56 – it took an hour and a quarter – - itu butuh satu seperempat jam -
   
20:58 we’re trying to make a résumé of it, kita mencoba membuat ringkasannya
in a few minutes. dalam beberapa menit.
   
21:03 So, we must go on Jadi, kita harus lanjutkan dengan faktor
with another factor, which is yg lain, yg adalah
   
21:08 as we said, in human consciousness seperti kita katakan, dalam
which is so limited, kesadaran manusia yg amat terbatas,
   
21:14 so conditioned by these three factors: sangat terkondisi oleh tiga faktor ini:
fear, pleasure, sorrow ketakutan, kenikmatan, duka cita
   
21:23 – it is limited by that - itu dibatasi oleh itu
   
21:26 and the content of consciousness dan isi kesadaran adalah kesadaran,
is consciousness, isn’t it? benar begitu?
   
21:34 The house is what is inside. Rumah adalah apa yg ada di dalam.
   
21:38 So, our consciousness has Jadi, kesadaran kita mempunyai
these three main factors tiga faktor utama ini
   
21:48 and unless these main factors dan kecuali ketiga faktor utama ini
are understood and gone beyond, dimengerti dan dilampaui,
   
21:54 our consciousness is limited, kesadaran kita terbatas, terkondisi oleh
is conditioned by these three factors tiga faktor ini
   
22:03 and, therefore, there can be dan, karenanya, tidak bisa ada
no radical transformation. transformasi radikal.
   
22:08 We are concerned Kita prihatin pada transformasi radikal,
with the radical transformation,  
   
22:12 not trimming bukan merapikan
the outward edges of life, batas-batas luar kehidupan,
   
22:16 but the deep problems tapi masalah mendalam
which confront man, yg menantang manusia,
   
22:21 and to change them, radically. dan mengubah mereka, secara radikal.
   
22:24 So, now we’re going Jadi, sekarang kita akan bicara tentang
to talk about pleasure, kenikmatan,
   
22:30 which is one of the greatest yg merupakan salah satu faktor terbesar
factors in our life. dalam hidup kita.
   
22:37 We’re not saying it’s right or wrong, Kita tidak bilang itu benar atau salah,
it’s good or bad, baik atau buruk,
   
22:44 we are looking at it, we are kita melihat itu, kita menyelidiki
exploring the content of pleasure, isi kenikmatan,
   
22:50 why human beings, mengapa umat manusia, tepat di
right throughout the world, seluruh dunia,
   
22:55 have pursued pleasure telah memburu kenikmatan dalam
in different forms: bentuk-bentuk berbeda:
   
23:02 pleasure through religion kenikmatan melalui agama
   
23:05 – essentially, - secara esensial, ketika Anda mencari
when you seek what you call ‘God,’ apa yg Anda sebut 'Tuhan',
   
23:08 it is, ultimately, pleasure. itu adalah, pada akhirnya, kenikmatan.
   
23:12 Pleasure in multiple forms – sexual Kenikmatan dalam berbagai bentuk -
pleasure, pleasure of possession, kenikmatan seksual, kenikmatan memiliki,
   
23:23 pleasure of attachment, kenikmatan kemelekatan, di dalam mana
in which is involved fear terlibat ketakutan
   
23:27 – but we’ll go into it, presently – - tapi kita akan masuk ke dalamnya,
  sesaat lagi -
   
23:31 pleasure in achievement, in success, kenikmatan pencapaian, dalam kesuksesan,
pleasure in arrogance, kenikmatan keangkuhan,
   
23:41 pleasure in having kenikmatan memiliki reputasi mahahebat.
a tremendous reputation.  
   
23:47 So, there are these extraordinary Jadi, ada bentuk-bentuk luar biasa dari
forms of complicated pleasure. kompleksitas kenikmatan.
   
23:53 Why do human beings pursue this? Mengapa umat manusia memburu ini?
   
24:00 It’s not only in the modern age Ini tidak hanya di zaman modern,
but also, from the ancient of times, tapi juga dari zaman kuno,
   
24:05 this has been ini telah menjadi salah satu faktor utama.
one of the major factors.  
   
24:10 And religion, throughout the world, Dan agama, di seluruh dunia,
has said telah mengatakan
   
24:13 – organised religion, - agama yg terorganisasi, yg didasarkan
which is based on authority, belief, pada otoritas, kepercayaan,
   
24:18 superstition and all the rest of it – takhayul dan semua itu -
   
24:21 organised religions have said, agama yg terorganisasi telah mengatakan,
‘You must eliminate pleasure, 'Anda harus melenyapkan kenikmatan,
   
24:29 which is desire, yg adalah hasrat,
   
24:33 because,’ they said, karena,' mereka bilang, 'jika Anda mencari
‘if you are seeking pleasure kenikmatan
   
24:40 you cannot find God, Anda tidak dapat menemukan Tuhan,
or you cannot serve God.’ atau Anda tidak dapat melayani Tuhan.'
   
24:44 So, we are saying, Jadi, kita katakan, mari selidiki itu,
let us explore it,  
   
24:49 not deny it or accept it, bukan menolak atau menerimanya,
nor say, ‘What is wrong with it, bukan mengatakan, 'Apa yg salah dgn itu,
   
24:56 why shouldn’t I seek pleasure?’ mengapa saya tak boleh
  mencari kenikmatan?'
   
24:58 but we are trying to explore the whole tapi kita sedang mencoba menyeldiki
structure and the nature of pleasure seluruh struktur dan sifat kenikmatan
   
25:07 – if you are willing. - jika Anda mau.
   
25:09 If pleasure is all important to you, Jika kenikmatan adalah satu-satunya yg
then don’t examine it, penting bagi Anda, maka tak usah selidiki,
   
25:14 because it’s going karena itu akan merusak banyak hal.
to destroy a lot of things.  
   
25:25 As we said, yesterday also, Seperti kita katakan juga kemarin, untuk
to understand pleasure, deeply, memahami kenikmatan, secara mendalam,
   
25:35 what is its significance, apa pentingnya, apa manfaatnya,
what is its worth,  
   
25:38 we must examine, very closely, kita harus menyelidiki, sangat dekat,
what is thinking, apa itu berpikir,
   
25:44 because part of pleasure karena bagian dari kenikmatan adalah
is thinking, imagining, berpikir, berimajinasi,
   
25:50 making pictures, making images. membuat gambar-gambar, membuat citra.
You understand? Anda paham?
   
25:57 So, we must go into the question, Jadi, kita harus selidiki pertanyaannya,
very deeply, if you want to, secara sangat mendalam, jika Anda ingin,
   
26:04 into the problem or into the question ke dalam masalahnya atau ke dalam
of what is thinking. pertanyaan tentang apa itu berpikir.
   
26:11 As we said, also, yesterday, Seperti kita sebutkan juga kemarin,
this is part of meditation, ini adalah bagian dari meditasi,
   
26:17 the investigation penyelidikan atau pemeriksaan terhadap
or the examination of fear, ketakutan,
   
26:23 the examination and pemeriksaan dan pemahaman tentang
the understanding of pleasure kenikmatan
   
26:27 and the ending of sorrow, dan pengakhiran dukacita, adalah bagian
is part of meditation. dari meditasi.
   
26:33 Not the repetition of some mantra, Bukan pengulangan beberapa mantra,
sitting in a corner duduk di sudut
   
26:38 and going off into some dan pergi ke beberapa jenis penglihatan
kind of nonsensical visions, yg tidak masuk akal,
   
26:44 but this is the foundation tapi ini adalah fondasi
– please, see this – - tolong, lihat ini -
   
26:48 this is the foundation of meditation. ini adalah fondasi dari meditasi.
   
26:52 If you are not deeply established Jika Anda tidak secara mendalam
in this foundation, terpancang dalam fondasi ini,
   
26:59 your meditation is bound meditasi Anda terikat untuk membawa pada
to lead to illusion – meaningless. ilusi - itu sia-sia.
   
27:06 So, we’re going to, now, together, Jadi, sekarang kita akan bersama
examine what is thinking. memeriksa apa berpikir.
   
27:14 Because all our structure Karena seluruh struktur kita, seluruh
all our action, all our beliefs, tindakan kita, seluruh kepercayaan kita,
   
27:20 all our religions – though they say seluruh agama kita - walaupun mereka
it’s revelation – all the rest of it, katakan itu pewahyuan - semua itu,
   
27:27 is essentially based on thought. secara esensial berdasar pada pikiran.
   
27:32 Right? Benar?
You cannot possibly deny that. Anda tidak mungkin dapat menolak itu.
   
27:41 So, we are going to look into, first, Jadi, kita akan memeriksanya dulu,
before we examine what is pleasure sebelum kita menguji apa itu kenikmatan,
   
27:47 we must first look pertama-tama kita harus memeriksa
at what is thinking. apa itu berpikir.
   
27:52 Please don’t accept what I am saying, Tolong jangan menerima apa yg saya
what the speaker is saying, ucapkan, apa yg diucapkan pembicara,
   
27:57 look at your own movement of thinking. lihat pada gerak berpikir Anda.
   
28:05 What is thinking Apa itu berpikir - bukan berpikir tentang
– not thinking about something, sesuatu,
   
28:10 but thinking itself, per se. tapi berpikir itu sendiri,
What is thinking? pada hakekatnya. Apa itu berpikir?
   
28:19 Is there a thinking without word, Adakah berpikir tanpa kata, tanpa simbol,
without a symbol,  
   
28:27 without a picture, without an image? tanpa gambar, tanpa citra? Anda paham?
You understand?  
   
28:36 Have you ever thought without a word Pernahkah Anda berpikir tanpa sebuah kata
   
28:43 or is word related to thinking? atau apakah kata berhubungan
  dengan berpikir?
   
28:52 And if word is related to thinking, Dan jika kata berhubungan dengan berpikir,
   
28:55 then word becomes tremendously maka kata menjadi amat sangat penting,
important, which it has in our life. seperti dalam kehidupan kita.
   
29:02 When you mention the word ‘God,’ Ketika Anda menyebut kata 'Tuhan',
you, somehow Anda, entah bagaimana
   
29:05 – some extraordinary transformation - beberapa transformasi yg luar biasa
takes place. terjadi.
   
29:09 And when you also say, ‘There is Dan saat Anda katakan, 'Tidak ada Tuhan,
no God, God is dead,’ it stirs you. Tuhan sudah mati,' itu menggerakkan Anda.
   
29:17 So, we are slave to words. Jadi, kita adalah budak kata-kata.
   
29:22 ‘I’m an Englishman’ 'Saya adalah orang Inggris'
   
29:24 – immediately, there’s - mendadak, ada semacam rasa penting,
a certain sense of importance,  
   
29:28 or a Hindu – whatever it is. atau seorang Hindu - atau apapun itu.
   
29:31 So, thinking, as we said, Jadi, berpikir, seperti kita katakan,
   
29:37 is a movement of measure adalah gerak pengukuran yg adalah waktu,
which is time,  
   
29:45 from the past, through the present, dari masa lalu, melalui masa kini,
modified to the future. dimodifikasi ke masa depan.
   
29:54 That’s the whole movement of thought. Itulah seluruh gerak pikiran.
   
29:59 Thinking then is born out of Berpikir kemudian lahir dari pengalaman,
experience, knowledge as memory, pengetahuan sebagai ingatan,
   
30:11 which is stored up in the brain, yg disimpan dalam otak, yg adalah jelas.
which is obvious.  
   
30:17 So, please, this is very important Jadi, tolong, ini sangat penting
   
30:20 because we’re going to discuss, karena sekarang kita akan mendiskusikan,
presently, what is death. apa itu kematian.
   
30:24 So, you must understand this, Jadi, Anda harus memahami ini,
very deeply, sangat mendalam,
   
30:28 that thought is a movement. bahwa pikiran adalah gerakan.
   
30:34 Movement means time Gerakan berarti waktu
   
30:38 – from here to there, - dari sini ke situ, apa yg berlangsung
what has been to what should be – dan apa yg harusnya berlangsung -
   
30:43 and so on and so on dsb. dsb. - yg ideal dan yg aktual.
– the ideal and the actual.  
   
30:50 All this is a movement of time, Semua ini adalah gerak waktu,
which is thought. yg adalah pikiran.
   
30:57 Thought is stored up Pikiran disimpan di dalam otak,
in the brain, in the cells di dalam sel-selnya
   
31:03 – I’m not an expert, - saya bukan seorang ahli, saya sekadar
I’ve just watched myself. mengamati diri sendiri.
   
31:15 Now, here arises a very interesting Sekarang, di sini muncul masalah yg amat
problem, if we can go into it, menarik, jika kita bisa menyelidikinya,
   
31:21 which is: can time have a stop? yg adalah: bisakah waktu berhenti?
   
31:27 Not the chronological time, Bukan waktu kronologis, ketika Anda naik
when you catch a train and bus kereta api dan bus
   
31:32 – don’t confuse it, - jangan bingung, nanti Anda
then you will lose your bus. ketinggalan bus.
   
32:04 We are saying, or asking, Kita mengatakan, atau bertanya,
can time have a stop? bisakah waktu berhenti?
   
32:11 Can the movement of thought Bisakah gerak pikiran berakhir?
come to an end?  
   
32:19 That is, it can come to an end. Yg artinya, itu bisa berakhir. Saya akan
I’II show it if you would go into it. tunjukkan jika Anda akan menyelidikinya.
   
32:24 The past which is all your memories, Masa lalu yg adalah seluruh kenangan Anda,
experiences, pengalaman,
   
32:30 remembrances, traditions, ingatan, tradisi, semua itu
all the rest of it  
   
32:34 – the past, in which we live, - masa lalu, di mana kita hidup,
of which we are – yg adalah kita -
   
32:41 that movement meets the present, gerak tersebut mengalami masa kini,
and ends there. dan berakhir di sana.
   
32:48 What we do is, meet the present, Apa yg kita lakukan adalah, mengalami masa
have it modified and move on, kini, memodifikasinya dan berjalan terus,
   
32:55 so give continuity, all the time. jadi memberi kontinuitas, sepanjang waktu.
You’ve understood this? Anda mengerti ini?
   
33:04 I’ve a problem – sexual, Saya memiliki masalah - seksual,
the whatever problem be. apapun masalahnya.
   
33:08 I think about it, meet it and end it. Saya berpikir tentang itu, mengalami itu,
  dan mengakhirinya.
   
33:17 So, this is part of meditation Jadi, ini adalah bagian dari meditasi
   
33:21 which we’ll discuss yg akan kita diskusikan ketika kita
when we talk about meditation berbicara tentang meditasi
   
33:24 because it’s very important to find karena sangatlah penting untuk mengetahui
out if psychological time has an end. apakah waktu psikologis memiliki akhir.
   
33:34 Because that which ends, only then Karena jika itu berakhir, barulah kemudian
something new can take place, sesuatu yg baru dapat terjadi,
   
33:43 not if there is constant continuity. bukan kalau ada kontinuitas konstan.
   
33:48 Then, it’s merely mechanical. Kemudian, itu semata-mata mekanis.
   
33:53 I won’t go into that, now, Saya tak akan menyelidikinya sekarang,
because we’ll come to it, later. krn kita akan membahasnya belakangan.
   
33:57 So, thought, we said, Jadi, pikiran, kita katakan, adalah suatu
is a movement of time and measure gerak dari waktu dan ukuran
   
34:03 and it is stored in the brain. dan itu tersimpan dalam otak.
   
34:09 That is our process of thinking. Itulah proses berpikir kita.
So, thought is that. Jadi, pikiran adalah itu.
   
34:17 Now, what is pleasure? Sekarang, apa itu kenikmatan?
   
34:24 What is the difference Apa perbedaan antara kenikmatan,
between pleasure, enjoyment, joy kesenangan, sukacita
   
34:33 and there are, at rare moments dan ada saat-saat langka dalam hidup
in human life, ecstasy? manusia, ekstase?
   
34:39 Not hysteria, but ecstasy. Bukan histeria, tapi ekstase.
   
34:49 So, there are these factors: Jadi, ada faktor-faktor ini: ekstase,
ecstasy, joy, enjoyment and pleasure. sukacita, kesenangan, dan kenikmatan.
   
35:02 Four different factors Empat faktor berbeda dalam apa yg
in this so-called pleasure. dinamakan kenikmatan.
   
35:09 What is pleasure? Apa itu kenikmatan?
   
35:16 Is there pleasure at the moment, Adakah kenikmatan itu pada saat ini,
at the second, or is pleasure after? detik ini, atau kenikmatan itu sesudahnya?
   
35:26 You’re following all this? Anda memahami semua ini.
   
35:28 Please, do go into this with me, Tolong, selidiki bersama saya, sedikit.
a little bit.  
   
35:33 You aren’t tired, I hope, Semoga Anda tidak lelah pagi ini,
this morning, are you? iya bukan?
   
35:35 No – good. Tidak - bagus.
   
35:42 We’re asking, is pleasure Kita bertanya, apakah kenikmatan pada
at this second or is it after? detik ini atau sesudahnya?
   
36:03 You may hear but there’re Anda mungkin saja mendengar
lots of people over there namun ada banyak orang di sana
   
36:22 I’m glad you have had patience. saya senang Anda telah bersabar.
   
36:34 We were talking about pleasure. Kita berbicara tentang kenikmatan.
   
36:43 And it’s very important Dan sangat penting mengerti,
to understand, I think, saya pikir,
   
36:48 what great part it plays in our lives, betapa besar peran yg dimainkannya
  dalam hidup kita,
   
36:56 and we have accepted it dan kita telah menerimanya sebagai
as a natural thing hal yg natural
   
37:01 and never really examined it, dan tidak pernah benar-benar memeriksanya,
very deeply. secara mendalam.
   
37:09 We were saying that thought is Kita mengatakan pikiran adalah
a movement in time and measure. gerak di dalam waktu dan ukuran.
   
37:19 And we are asking what is, Dan kita bertanya apa sebenarnya
actually, pleasure? kenikmatan itu?
   
37:25 Is there that awareness Adakah kesadaran tentang sentimen itu
of that sentiment or that feeling, atau perasaan itu,
   
37:29 at the actual moment of experience, pada saat aktual dari pengalaman,
of perception, of observation, persepsi, observasi,
   
37:37 or does it come a second after? ataukah itu datang pada detik sesudahnya?
   
37:43 You understand my question? Anda mengerti pertanyaan saya?
   
37:48 If it comes a second after, Jika itu datang pada detik sesudahnya,
then it’s the movement of thought. maka itu adalah gerak pikiran.
   
37:58 But at the actual second Tapi pada detik aktual dari melihat
of seeing some marvellous beauty keindahan tertentu yg luar biasa
   
38:07 – the sunset, a lovely tree - matahari terbenam, pohon yg indah
in a field or a beautiful face – di lapangan atau wajah yg cantik -
   
38:15 at that moment of perception, pada saat persepsi,
there is no pleasure, tidak ada kenikmatan,
   
38:20 there is only perception. hanya ada persepsi.
   
38:24 But, a few seconds later, Tapi, beberapa detik kemudian,
memory begins to operate. kenangan mulai beroperasi.
   
38:32 That is, thought says, Artinya, pikiran berkata, 'Saya harus
‘I must have more of it.’ mempunyai lebih dari itu.'
   
38:39 So, at the moment, Jadi, pada saat persepsi,
there is no recording. tidak ada rekaman.
   
38:49 Please, this is very important Tolong, ini sangat penting untuk dipahami.
to understand.  
   
38:51 At the moment of any action Pada saat setiap tindakan yg
which we consider pleasurable, kita pandang menyenangkan,
   
38:55 at that second, there is pada saat itu, sama sekali tidak ada
no registration in the mind… pencatatan di dalam batin...
   
39:00 in the brain, at all. di dalam otak, sama sekali.
   
39:03 The registration takes place Pencatatan terjadi ketika pikiran berkata,
when thought says, ‘I must have more.’ 'Saya harus memiliki lebih.'
   
39:13 Haven’t you observed this in yourself? Sudahkah Anda mengamati ini
  dalam diri sendiri?
   
39:17 So, it is only Jadi, hanyalah ketika pikiran
when thought takes over, mengambil alih,
   
39:26 then the registration process lalu proses pencatatan dalam otak terjadi.
in the brain takes place.  
   
39:33 Right? Benar?
   
39:37 And so, thought then pursues it Dan kemudian, pikiran lalu mengejar itu
– in image, in desire, - dalam khayalan, dalam hasrat,
   
39:48 in image and so on. dalam khayalan dan sebagainya.
   
39:51 So, at the moment of actual incident, Jadi, pada saat kejadian aktual,
actual happening, peristiwa aktual,
   
39:58 the brain is not registering, at all. otak tidak mencatat apapun.
   
40:03 This is very important to understand Ini sangat penting untuk dipahami
   
40:05 because the function of the brain karena fungsi otak adalah mencatat,
is to register,  
   
40:13 and it wants to register dan itu ingin mencatat karena
because in that registration dalam pencatatan
   
40:19 there’s security. Right? ada keamanan. Benar?
   
40:27 And the brain can only operate Dan otak hanya bisa beroperasi secara
perfectly, when it is secure, sempurna, ketika ia aman,
   
40:32 either in neurotic action entah itu tindakan neurotik atau
or a neurotic belief, keyakinan neurotik,
   
40:36 there, in that, there is security. di situ ada keamanan.
   
40:39 So, registration takes place Jadi, pencatatan terjadi demi keamanan
in order to be secure  
   
40:49 or continue the pleasure atau untuk melanjutkan kenikmatan
of that incident. akan kejadian tersebut.
   
40:59 So, pleasure is non-existent Jadi, kenikmatan tidak ada pada saat aksi,
at the moment of action,  
   
41:05 at the moment of perception, pada saat persepsi, itu hanya terjadi
it only takes place after. sesudahnya.
   
41:13 So, can there be Jadi, bisakah tidak ada pencatatan
no registration after, sesudahnya,
   
41:21 only perception hanya persepsi
   
41:23 and not a continuity of that dan bukan kontinuitas dari apa yg
which you call ‘pleasure’? Anda sebut 'kenikmatan'?
   
41:27 Have you understood what I’m saying? Apakah Anda mengerti maksud saya?
   
41:33 Is this somewhat clear? Apakah agak jelas? Tunggu sebentar.
Wait a minute.  
   
41:36 You see a mountain, Anda lihat gunung, diselimuti salju,
snow-capped, marvellous sight, pemandangan menakjubkan,
   
41:45 dignity, stability, endurance bermartabat, mantap, tangguh, - sebuah
– an extraordinary thing to observe. hal yg luar biasa untuk diamati.
   
41:54 Then the very dignity and the beauty Lantas martabat dan keindahan dan
and the majesty of that mountain kemegahan gunung tersebut
   
42:02 absorbs all your thought. meresapi seluruh pikiran Anda.
   
42:07 It’s so great you are absorbed in it. Itu sangat bagus,
  Anda teresap ke dalamnya,
   
42:10 But, a second later, Tapi, beberapa detik kemudian,
registration takes place pencatatan terjadi
   
42:14 – how marvellous that was! - betapa menakjubkannya itu!
   
42:18 The registration and the expression Pencatatan dan ekspresi dalam kata-kata,
in words, ‘How marvellous it is,’ 'Betapa menakjubkannya itu,'
   
42:24 is the movement of thought. adalah gerak pikiran.
   
42:29 So, pleasure is the continuity Jadi, kenikmatan adalah suatu kontinuitas
of that which has happened. dari apa yg telah berlangsung.
   
42:38 This is very simple. Ini sangat sederhana.
   
42:40 Sexually, in observation, Hal yg sifatnya seksual, dalam pengamatan,
it is always after. itu selalu setelah.
   
42:49 Now, we are saying, Sekarang, kita katakan, bisakah hanya
can there be an observation only, pengamatan saja,
   
42:58 and not the movement of thought dan gerak pikiran tidak mengganggu
interfering with that observation? pengamatan?
   
43:08 Have you tried this ever in your life? Pernahkah Anda coba ini dalam hidup Anda?
   
43:14 To see something beautiful, Melihat suatu keindahan, mengamatinya,
observe it and then end it there, dan kemudian mengakhirinya di situ,
   
43:23 not let thought take over tidak membiarkan pikiran mengambil alih
and pursue it, dan mengejarnya,
   
43:29 through image, lewat khayalan, lewat hasrat,
through desire and all the rest of it? dan lain sebagainya?
   
43:34 So, in order to understand Jadi, supaya mengerti makna keseluruhan
the full meaning of pleasure, dari kenikmatan,
   
43:41 one has to examine not only thought seseorang harus menguji tidak hanya
but also of desire. pikiran tapi juga hasrat.
   
43:49 One must understand desire. Seseorang harus mengerti hasrat.
   
43:52 Again, religions have said, Lagipula, agama telah mengatakan,
‘Wipe out desire, control desire, 'Hapuskan hasrat, kendalikan hasrat,
   
44:00 be without desire.’ jadilah tanpa hasrat.'
   
44:03 I don’t know Saya tidak tahu apakah Anda sudah pernah
if you have been to a monastery, ke biara,
   
44:06 watched the priests, talked to them, melihat imam, berbicara dengan mereka,
   
44:09 and you will see this fear of desire dan Anda akan melihat ketakutan akan
  hasrat
   
44:17 because desire must be expressed, karena hasrat harus diekspresikan,
   
44:20 otherwise, it becomes jika tidak, itu menjadi api yg menyala,
a burning flame, inside. di dalamnya.
   
44:28 So, one must understand Jadi, seseorang harus mengerti
what is desire. apa itu hasrat.
   
44:32 What is desire? Apa itu hasrat?
   
44:40 When you are asked that question, Ketika Anda ditanya pertanyaan itu,
   
44:43 what‘s your inward response apa respon di dalam Anda terhadap
to that question pertanyaan itu
   
44:46 – what is desire? - apa itu hasrat?
   
44:51 Probably, you’ve never even asked it. Mungkin, Anda tidak pernah menanyakan itu.
   
44:55 If you ask it, what is it? Jika Anda menanyakan itu, apa itu?
   
44:59 It’s obviously sensation, Sudah jelas itu adalah sensasi,
the beginning of it, sensation: awal dari itu, sensasi:
   
45:06 seeing something beautiful, melihat sesuatu yg indah, gaun, mobil,
a dress, a car, a woman, man, perempuan, laki-laki,
   
45:13 whatever it is – see, perception, apapun itu - melihat, persepsi,
   
45:16 then contact, sensation, lalu kontak, sensasi,
   
45:22 then thought comes. kemudian pikiran muncul.
   
45:27 That is, sensation, Artinya, sensasi, ditambah pikiran
plus thought equals desire. sama dengan hasrat.
   
45:33 Desire then creates the image. Hasrat kemudian menciptakan khayalan.
Right? Benar?
   
45:39 This is simple. Sederhana saja.
   
45:41 Sensation, thought, desire Sensasi, pikiran, hasrat, dan khayalan yg
and the image that desire creates. diciptakan oleh hasrat.
   
46:02 I used to know a chap Saya pernah mengenal seorang pria
   
46:09 who used to put aside yg biasa menyisihkan sepotong gula
a piece of sugar for the flies, untuk lalat-lalat,
   
46:27 while he was eating. sementara ia sedang makan.
   
46:31 So, thought is the response of memory Jadi, pikiran adalah respon dari kenangan
   
46:39 and if there was no memory, dan jika tidak ada kenangan, di situ
there would be disorder. ada ketidaktertiban.
   
46:45 Right? Of course. Benar? Tentu saja.
   
46:50 Memory is necessary Kenangan diperlukan untuk berfungsi dalam
to function in daily life: kehidupan sehari-hari:
   
46:58 technologically, educationally, secara teknologis, edukasi, membaca,
reading, learning a language, belajar bahasa,
   
47:02 driving a car, and so on and so on. menyetir mobil, dsb. dsb.
   
47:05 Memory and the remembrance Kenangan dan ingatan yg tersimpan dalam
stored up in the brain, is necessary, otak itu perlu,
   
47:14 but the disorder comes tapi gangguan muncul ketika
when there is no order tidak ada tertib
   
47:23 in the structure of memory. dalam struktur kenangan.
   
47:27 I’m getting on to something new! Saya memahami sesuatu yg baru!
   
47:35 That is, one recognises Artinya, seseorang sadar kenangan perlu
memory is necessary as knowledge sebagai pengetahuan
   
47:45 – learning a language, and so on – - belajar bahasa, dan sebagainya -
   
47:50 but memory becomes disorder, tapi kenangan menjadi gangguan secara
psychologically, psikologis,
   
47:59 because memory is mechanical. karena kenangan bersifat mekanis. Benar?
Right?  
   
48:09 So, our relationship with another, Jadi, relasi kita dengan yg lain,
   
48:12 if it is mechanical which is memory – kalau itu mekanis yaitu kenangan - maka
then there is no relationship. tidak ada hubungan.
   
48:18 I wonder if you see this. Saya bertanya-tanya apakah Anda
  melihat ini.
   
48:20 Then, therefore, Kemudian, karenanya, tidak ada tertib
there is no order in relationship. dalam hubungan.
   
48:26 Right? Benar?
   
48:29 So, one must be aware Jadi, orang harus waspada tentang gangguan
of this disorder and order. dan ketertiban.
   
48:39 Disorder takes place in relationship Gangguan terjadi dalam hubungan ketika
when memory operates. kenangan beroperasi.
   
48:47 I wonder if you get the point of this. Saya bertanya-tanya apakah Anda
  mendapatkan poin ini.
   
48:52 You are my wife, or my husband. Anda adalah istri saya, atau suami saya.
   
48:59 We have lived together Kita sudah hidup bersama - seks, jengkel,
– sex, annoyance, jealousy, cemburu,
   
49:04 antagonism, irritation, bermusuhan, terganggu, menggerutu,
nagging, possession posesif,
   
49:10 and all the strain of relationship. dan semua ketegangan dalam hubungan.
   
49:18 That is disorder. Itu adalah gangguan.
   
49:21 Right? Benar?
Please see, that is disorder Tolong lihat, itulah gangguan
   
49:26 because we are operating on memory karena kita beroperasi pada kenangan
   
49:34 and, therefore, memory dan, karena itu, kenangan yg sifatnya
which is mechanical in relationship, mekanis dalam hidup manusia,
   
49:40 in human relationship, dalam hubungan manusia, menjadi gangguan.
becomes disorder.  
   
49:43 Ah, captured it? Have you got it? Menangkapkah Anda? Mengertikah Anda?
   
49:50 That is, memory is essential Yg artinya, kenangan adalah esensial
at a certain level, in a certain area, sampai titik tertentu, di bidang tertentu,
   
50:01 but in human relationship tetapi dalam hubungan manusia ketika
when there is the operation of memory, di situ beroperasi kenangan,
   
50:07 then that brings disorder. maka itu menimbulkan gangguan.
   
50:14 Look at it a little more closely. Lihatlah agak lebih dekat lagi.
   
50:16 That is, in our relationship Yg artinya, dalam hubungan kita
with each other, satu dengan yg lain,
   
50:21 we create images of each other kita menciptakan gambaran-gambaran
  satu sama lain
   
50:28 and the relationship is dan hubungan itu ada di antara
between these two images. kedua gambaran ini.
   
50:32 These images are mechanical. Gambaran-gambaran ini mekanis.
   
50:40 They are put together by thought Mereka disatukan oleh pikiran
as remembrance sebagai ingatan
   
50:46 – you did this yesterday, - Anda melakukan ini kemarin,
I told you that, etc., etc. saya mengatakan pada Anda, dsb., dsb.
   
50:52 – memory, which is mechanical. - kenangan, yg adalah mekanis.
   
50:57 So, when in relationship, Jadi, ketika di dalam hubungan, dalam
in human relationship, hubungan manusia,
   
51:01 mechanistic action takes place, di situ terjadi aksi mekanistik,
there is bound to be disorder, pasti menjadi gangguan,
   
51:07 and that’s why there’s such strain dan itu sebabnya ada ketegangan sedemikian
in our relationship with each other. rupa dalam hubungan kita satu dgn yg lain.
   
51:17 Right? Benar?
   
51:22 So, order is necessary for the brain Jadi, ketertiban itu perlu untuk otak
to function properly, efficiently. untuk berfungsi secara tepat dan efisien.
   
51:30 When there is order, Ketika ada ketertiban, otak beristirahat,
the brain is at rest,  
   
51:35 it hasn’t to work itu tidak bekerja untuk menghasilkan
to bring about order. ketertiban.
   
51:41 Right? That’s what takes place Benar? Itulah yg terjadi ketika
when we are sleeping kita sedang tidur
   
51:46 – memory tries to assert order. - kenangan mencoba untuk
  menegaskan ketertiban.
   
51:51 When there is so much disorder Ketika terlalu banyak gangguan di sekitar
around us, in ourselves, kita, di dalam diri kita,
   
51:55 there is some part of the brain ada beberapa bagian otak
which says, yg berkata,
   
51:57 ‘For God’s sake, let me 'Demi Tuhan, biar saya letakkan beberapa
put some order in all this mess.’ ketertiban dalam semua kekacauan ini.'
   
52:02 So, it puts order Jadi, itu meletakan ketertiban di dalam
in the mechanical activity of life: aktivitas mekanis kehidupan:
   
52:09 going to the office, working, berangkat ke kantor, bekerja, semua itu,
all that, or the factory, and so on. atau pabrk, dan sebagainya.
   
52:15 But it tries to bring order, Namun itu mencoba membawa ketertiban,
also, in our relationship juga, dalam hubungan kita
   
52:20 by creating an image of you, of her, dengan menciptan gambaran
  tentang Anda, dia,
   
52:29 and hopes, thereby, to have dan dengan demikian berharap, untuk
an orderly life, which is mechanistic. memiliki hidup yg tertib, yg mekanistik.
   
52:36 I wonder if you see this, clearly? Saya bertanya-tanya, apakah Anda
  melihat ini dgn jelas?
   
52:38 Therefore, there’s always struggle Maka dari itu, selalu ada pergulatan
between man and woman. di antara laki-laki dan perempuan.
   
52:46 That is, in all relationships, Artinya, dalam semua hubungan, bukan hanya
not only with man and woman, laki-laki dan perempuan,
   
52:50 in all relationships. dalam semua hubungan.
   
52:52 When we reduce relationship Ketika kita mereduksi hubungan ke dalam
into a mechanical process, proses mekanis,
   
52:56 there is bound to be disorder. di situ ada keterikatan
  yg menjadi gangguan.
   
53:01 Right? This is a fact. Benar? Ini fakta.
   
53:04 Now, to observe the fact. Sekarang, untuk mengamati fakta.
   
53:09 Right? How do you observe the fact? Benar? Bagaimana Anda mengamati fakta?
   
53:13 Is the fact different from you? Apakah fakta berbeda dari Anda?
So, you are the fact. Jadi, Anda adalah fakta.
   
53:19 So, you are the image. Jadi, Anda adalah gambaran.
   
53:24 You may have a dozen images Anda bisa memiliki selusin gambaran
   
53:26 – when you go to the office, - saat berangkat ke kantor,
you have an image there, Anda punya gambaran di sana,
   
53:28 when you’re working in a factory, saat bekerja di pabrik,
you have an image there, Anda punya gambaran di sana,
   
53:31 when you’re a secretary, saat menjadi sekretaris,
you have an image there Anda punya gambaran di sana
   
53:33 – and so on and on - dsb. dsb. dalam hubungan Anda -
in your relationships –  
   
53:34 we have dozens of images, masks. kita memiliki selusin gambaran, topeng.
   
53:40 And so, these images are Jadi, gambaran-gambaran ini terus-menerus
perpetually creating disorder. menciptakan gangguan.
   
53:48 I’m a Catholic, you’re a Protestant. Saya seorang Katolik,
  Anda seorang Protestan.
   
53:51 Disorder – which is an image, Gangguan - yg adalah gambaran, disatukan
put together by thought, oleh pikiran,
   
53:56 thought which has been conditioned, pikiran yg telah terkondisi, terdidik
educated to be a Catholic sebagai Katolik
   
54:02 – as a Protestant, or a non-believer, - sebagai Protestan, atau tidak beriman,
as a Communist, and so on. sebagai Komunis, dsb.
   
54:07 So, there must be order right Jadi, sepanjang hidup harus ada ketertiban
through life in our relationships, dalam hubungan-hubungan kita,
   
54:19 therefore, one must understand maka dari itu, orang harus mengerti
the process of desire. proses hasrat.
   
54:24 See how complex it all is Lihat betapa kompleksnya semua itu
   
54:26 – but it’s very simple, - namun sangat sederhana, sekali Anda
if you once grasp the root of it. sudah menyambar akarnya.
   
54:32 There is the disorder Ada gangguan dalam hubungan mekanistik
of mechanistic relationship  
   
54:40 and order in mechanical dan ketertiban dalam
processes of life proses hidup yg mekanis
   
54:45 and, therefore, dan, karena itu, seseorang harus
one has to understand desire. mengerti hasrat.
   
54:48 Desire is, we said, Hasrat adalah, kita mengatakan,
sensation plus thought is desire sensasi plus pikiran adalah hasrat
   
54:53 – with its images. - yg merupakan gambaran-gambaran.
   
54:57 And pleasure is Dan kenikmatan adalah gerak dari pikiran,
the movement of thought,  
   
55:11 unaware of the whole yg tidak sadar akan seluruh
structure of pleasure. struktur kenikmatan.
   
55:16 Where there is pleasure, Di mana ada kenikmatan,
there must be fear. di situ pasti ada ketakutan.
   
55:19 I wonder if you get this. Saya bertanya-tanya kalau Anda
Isn’t it? memahami ini. Bukankah demikian?
   
55:23 It’s two sides of the same coin. Itu adalah dua sisi dari koin yg sama.
   
55:26 If you pursue pleasure, Jika Anda mengejar kenikmatan, Anda juga
you are also pursuing fear. mengejar ketakutan.
   
55:33 Right? Do you see? Benar? Anda melihat? Tidak? Astaga!
No? Oh, my God!  
   
55:43 We’re not saying Kita tidak bilang bahwa Anda tak perlu
you should not pursue pleasure mengejar kenikmatan
   
55:46 but see the implications of it. tapi lihatlah implikasinya.
   
55:50 I seek pleasure Saya mencari kenikmatan dan jika saya tak
and if I don’t have it, I’m annoyed, mendapatkannya, saya terganggu.
   
55:57 I feel frustrated, angry Saya merasa frustrasi, marah - yg kemudian
– which then breeds fear. membiakkan ketakutan.
   
56:05 So, they’re always going together, Jadi, mereka selalu pergi bersama-sama,
fear and pleasure. ketakutan dan kenikmatan.
   
56:13 Right? Benar?
   
56:16 So, thought is the movement Jadi, pikiran adalah gerak yg
giving life to both. memberi hidup pada keduanya.
   
56:25 Do you understand, now? Apakah Anda mengerti, sekarang?
   
56:29 If I have no thought of tomorrow, Jika saya tidak punya pikiran tentang
I wouldn’t be afraid, would I? hari esok, saya tak akan takut, bukan?
   
56:38 At the moment of an incident, Pada saat kejadian, bahaya,
danger, there is no fear. tidak ada ketakutan.
   
56:44 It’s only after. Itu hanyalah sesudahnya.
   
56:49 The ‘after’ is 'Sesudah' adalah gerak pikiran.
the movement of thought.  
   
56:53 So, you see, this is very important. Jadi, Anda lihat, ini sangat penting.
   
56:55 Can the brain not register at all Bisakah otak tidak mencatat sama sekali
and so give movement to thought? sehingga memberi gerak pada pikiran?
   
57:10 I’II explain, just look at it. Akan saya jelaskan,
  sekadar melihatlah saja.
   
57:15 You see a sunset. Anda melihat matahari terbenam. Saya
I take that as the most simple thing, anggap itu sbg hal yg paling sederhana,
   
57:19 though it’s time-worn walaupun sudah usang tapi
but doesn’t matter. tidak ada masalah.
   
57:24 You look at a sunset. Anda melihat matahari terbenam.
   
57:27 At that moment of perception, Pada saat pencerapan itu, keindahan,
the beauty, the colour, warna,
   
57:32 you follow, the whole of it Anda mengikuti, keseluruhannya itu
– there is no registration, - tidak ada pencatatan,
   
57:36 there is just the mere observation hanya ada pengamatan belaka terhadap
of an astonishing sight. pemandangan yg mengagumkan.
   
57:43 It is so. Right? Itu memang demikian. Benar?
   
57:46 Then thought comes and says, Kemudian pikiran muncul dan berkata,
‘How marvellous that was, 'Betapa menakjubkannya itu,
   
57:50 I must write a poem about it, saya harus menulis puisi tentang ini.
   
57:53 I must write it in my letter to my Saya harus menulisnya dalam surat kepada
friend, or paint it, verbalise it,’ teman, atau melukisnya, mengungkapkannya,'
   
58:00 all the movement of thought. semua itu gerak pikiran.
   
58:03 Now, to observe the sunset and Sekarang, mengamati matahari terbenam dan
not let thought come into it at all, sama sekali tak membiarkan pikiran muncul,
   
58:13 that requires great attention, yg memerlukan perhatian besar,
   
58:20 not to let the movement tidak membiarkan gerak pikiran
of thought take over, mengambil alih,
   
58:25 which is the pursuit of pleasure. yg adalah pengejaran kenikmatan.
   
58:30 Have you got something of this? Dapatkah Anda mengambil sesuatu di sini?
   
58:34 Do it! You will find out Lakukan! Anda akan menemukan
what an extraordinary thing it is, betapa luar biasanya itu,
   
58:38 that the brain bahwa otak yg terbiasa mencatat
which is accustomed to register  
   
58:42 – and it is necessary for it - dan perlu baginya untuk mencatat,
to register,  
   
58:44 to bring mechanical order membawa tertib mekanis ke dalam
in a certain field – bidang tertentu -
   
58:49 but when it registers and tapi ketika itu mencatat dan mengejar
pursues what it has registered, apa yg dicatatnya,
   
58:54 then pleasure is the continuity of it, kemudian kenikmatan adalah lanjutannya,
which brings about fear, also. yg menghasilkan ketakutan juga.
   
59:01 You understand? Anda mengerti?
   
59:03 So, can you observe only, Jadi, dapatkah Anda mengamati saja,
without registering? tanpa mencatat?
   
59:11 You understand my question, now? Anda mengerti pertanyaan saya, sekarang?
   
59:17 Q: Just... It’s a very Q: Hanya saja... Itu adalah hal yg
difficult thing to do because... sangat sulit utk dilakukan sebab...
   
59:22 K: I have stated it, sir. K: Saya sudah menyatakan itu, Pak.
   
59:25 If you understand it, Jika mengerti, jangan
don’t state it in your words. mengatakannya dgn kalimat Anda.
   
59:27 Try to follow, otherwise Cobalah ikuti, kalau tidak Anda akan
you will put it into words memasukkannya ke dalam kata-kata
   
59:30 and then it becomes your… dan kemudian itu menjadi...
you may be twisting it. Anda bisa saja memutarbalikkannya.
   
59:34 So, please, just listen. Jadi, tolong, dengarkan saja.
   
59:40 I am aware that I’m afraid, Saya sadar bahwa saya takut,
psychologically. secara psikologis.
   
59:49 And not to register that fact Dan tidak mencatat faktanya pada saat ini,
at the moment,  
   
1:00:02 which requires tremendous alertness, yg membutuhkan kewaspadaan luar biasa,
you understand? Doesn’t it? Anda paham? Bukan begitu?
   
1:00:08 Otherwise, you mechanically operate. Jika tidak, Anda akan beroperasi
  secara mekanis.
   
1:00:10 ‘I’m afraid, I must control it, 'Saya takut, saya harus mengontrolnya,
I must run away from it’ saya harus meloloskan diri dari itu,'
   
1:00:13 – all the rest of it. - semua sisanya.
   
1:00:15 But when you observe, Namun ketika Anda mengamati,
in that observation, dalam observasi itu,
   
1:00:20 is it possible not to register at all? mungkinkah tidak mencatat sama sekali?
   
1:00:27 I see a beautiful face – observe it. Saya melihat wajah yg rupawan - amati itu.
   
1:00:34 That’s all! Hanya itu!
   
1:00:38 But we don’t do that. Tapi kita tidak melakukannya.
   
1:00:42 All the mechanistic habits, Seluruh kebiasaan mekanis,
movement of thought comes into being. gerak pikiran muncul.
   
1:00:47 This requires – as I said – Ini membutuhkan - seperti saya katakan -
great attention, perhatian besar,
   
1:00:51 which is its own discipline, yg adalah disiplinnya sendiri,
   
1:00:55 so that the brain is free sehingga otak bebas mengamati saja
to observe only  
   
1:01:05 and not act mechanically. dan tidak beraksi secara mekanis.
   
1:01:10 You see the point? Anda melihat poinnya?
   
1:01:13 Now, all this Sekarang, semua ini bukan suatu
is not a process of analysis. proses analisis.
   
1:01:24 To me, analysis is a waste of time, Bagi saya, analisis itu membuang waktu,
   
1:01:30 whether you psychoanalyse, entah Anda mempsikoanalisakannya,
all the rest of it. semua itu.
   
1:01:33 It’s a waste of time Itu membuang waktu karena penganalisa
because the analyser is the analysed. adalah yg dianalisa.
   
1:01:39 Now, can you see the totality Sekarang, bisakah Anda melihat sekilasan,
of pleasure, at one glance totalitas kenikmatan,
   
1:01:48 – the whole structure of it? - keseluruhan strukturnya?
   
1:01:50 You understand my question? Pahamkah Anda maksud saya?
   
1:01:54 We’ve said, what is pleasure, Kita telah mengatakan, apa itu kenikmatan,
we’ve been through that. kita sudah melalui itu.
   
1:01:58 Right? Pleasure is Benar? Kenikmatan adalah gerak pikiran
the movement of thought  
   
1:02:00 after the actuality has gone. Right? setelah aktualitas berlalu. Benar?
   
1:02:07 We said that. That is the movement Kita mengatakan itu. Bahwa itu adalah
of pleasure and the pursuit of it. gerak kenikmatan dan pengejarannya.
   
1:02:11 Now, what is desire – and the whole Sekarang, apakah hasrat - dan seluruh
movement of thought. Right? gerak pikiran. Benar?
   
1:02:17 Movement of thought, desire, Gerak pikiran, hasrat, kejadian yg
actual happening of incident terjadi sebenarnya
   
1:02:26 and then the continuity dan kemudian kontinuitas yg diberikan
given to it by thought. kepadanya oleh pikiran.
   
1:02:30 Can you see the totality Bisakah Anda melihat totalitas dari
of the structure of pleasure? struktur kenikmatan?
   
1:02:36 Not bit by bit. Bukan sedikit demi sedikit.
You understand my question? Anda paham pertanyaan saya?
   
1:02:40 I wonder if you do. Saya bertanya-tanya apakah Anda paham.
   
1:02:43 To see something, totally, Untuk melihat sesuatu secara total,
   
1:02:47 to see something totally melihat sesuatu secara total adalah
is not to have direction. tanpa mempunyai arah.
   
1:02:52 I wonder if you see this? Saya bertanya-tanya apakah Anda
When you look at a map melihat ini? Ketika Anda melihat peta,
   
1:02:57 and you have a particular place dan Anda punya tempat tertentu yg ingin
you want to go to, Anda kunjungi,
   
1:03:03 which is a direction, yg adalah arah,
   
1:03:05 then you don’t look at the rest of it, maka Anda tak lihat selebihnya,
   
1:03:07 you go from here to Bramdean, Anda pergi dari sini ke Bramdean,
to London, so on, then it’s finished. ke London, dsb., lalu itu selesai.
   
1:03:14 So, to look at the whole of the map Jadi, untuk melihat keseluruhan peta
   
1:03:20 is possible only dimungkinkan hanya jika Anda
when you have no direction. tidak punya arah.
   
1:03:23 Direction means motive. Arah berarti motif. Saya bertanya-tanya
I wonder if you’ve got it. kalau Anda memahami ini.
   
1:03:29 So, to see the totality and the nature Jadi, untuk melihat totalitas dan sifat
and the structure of pleasure dan struktur kenikmatan
   
1:03:35 which is thought, desire and the yg adalah pikiran, hasrat, dan
movement of thought after the incident gerak pikiran setelah kejadian
   
1:03:40 – to see the totality of it. - untuk melihat totalitas tersebut.
   
1:03:44 If you see the totality, Kalau Anda melihat totalitasnya, maka
then you can describe it in detail, Anda bisa mendeskripsikannya secara rinci,
   
1:03:50 but the description in detail meskipun deskripsi rinci tersebut takkan
will not give you the whole picture. memberi Anda gambaran keseluruhan.
   
1:03:55 I wonder if you get it. Saya bertanya-tanya
  apakah Anda paham.
   
1:03:56 So, to see something totally Jadi, untuk melihat sesuatu secara total
– your wife, your husband, - istri Anda, suami Anda,
   
1:04:05 your politics, the whole of it – politik Anda, seluruhnya itu -
   
1:04:10 is possible only when there is dimungkinkan hanya ketika tidak ada motif
no motive which gives direction. yg memberi arah.
   
1:04:16 Got it? Paham?
   
1:04:23 So, pleasure is Jadi, kenikmatan adalah gerak pikiran,
the movement of thought,  
   
1:04:32 which is entirely different yg sepenuhnya berbeda dari apa yg
from that which is enjoyable. menyenangkan.
   
1:04:40 You enjoy. Anda menikmatinya.
   
1:04:43 Say, I mean, if you like food, Katakanlah, maksud saya, jika Anda
you enjoy food, suka makanan, Anda menikmati makanan,
   
1:04:48 but thought comes over and says, namun pikiran muncul dan berkata,
   
1:04:52 ‘I must have the same 'Saya harus mempunyai makanan yg sama
kind of food, tomorrow.’ besok.'
   
1:04:57 Then, the habit begins. Lalu, kebiasaan mulai.
   
1:05:00 Then, the breakdown of the habit, Lalu, perincian dari kebiasaan tsb.,
   
1:05:02 which thought says, di mana pikiran berkata, 'Saya harus
‘I must break it down’ mematahkannya'
   
1:05:04 so, all the conflict begins. demikianlah, semua konflik dimulai.
   
1:05:07 Whereas, if you are fond of food, Sedangkan, kalau Anda suka makanan,
taste it, enjoy it and end it there. cicipilah, nikmati, dan akhiri di situ.
   
1:05:16 You understand? Anda mengerti?
   
1:05:17 Not to say, ‘I must have it Bukan berkata, 'Saya harus memilikinya
tomorrow, or this evening.’ besok, atau malam ini.'
   
1:05:25 So, in the same way to observe Jadi, sama caranya untuk mengamati
your wife, your husband, istri Anda, suami Anda,
   
1:05:32 everything around you, segala sesuatu di sekitar Anda,
without registering tanpa mencatat,
   
1:05:38 and, therefore, dan oleh karena itu memberinya
giving it a continuity. kontinuitas.
   
1:05:43 Then that gives the brain Kemudian itu memberi otak suatu
a tremendous freedom. kemerdekaan yg dahsyat.
   
1:05:48 You have established order Anda telah memancangkan ketertiban
where it should be orderly di mana memang harus tertib
   
1:05:51 and you have cleared away dan Anda telah membersihkan segala
all disorder in relationship, gangguan dalam hubungan,
   
1:06:01 because then there is no picture, karena kemudian di situ tidak ada gambaran
there is no image between you and her antara Anda dan dia
   
1:06:05 or between another. atau antara yg lainnya.
You’ve got this? Good! Anda sudah mendapatkannya? Bagus!
   
1:06:10 That’s enough for today, isn’t it? Itu cukup untuk hari ini, bukan?