Krishnamurti Subtitles

Kebebasan adalah langkah pertama dan terakhir

Brockwood Park - 5 September 1976

Public Talk 4



0:22 We have been talking, during Kita telah berbicara
these four discussions, dialogues selama 4 diskusi, dialog ini
   
0:32 about many things, tentang banyak hal,
   
0:34 things which are concerned hal-hal yang berkaitan dengan kita
with our daily, human living sehari-hari, kehidupan manusia
   
0:48 – the problems of fear, pleasure -masalah ketakutan, kenikmatan
   
0:55 and the great burden dan beban besar
of sorrow of human beings. dari dukacita manusia.
   
1:03 And yesterday we talked about, Dan kemarin kita bicara,
went into together, menyelidiki bersama
   
1:12 time, the nature of time, waktu, sifat waktu,
the nature of love and death. sifat cinta dan kematian.
   
1:25 I think this morning, Saya pikir, pagi ini
we ought to talk over, together, kita harus membicarakan bersama
   
1:32 something that is sesuatu yang sangat penting
of fundamental importance, secara mendasar,
   
1:43 which every human being yang seharusnya setiap manusia
should be involved in, terlibat di dalamnya
   
1:49 because it concerns our life, karena ini menyangkut hidup kita,
our daily activity, kegiatan kita sehari-hari,
   
1:59 how we waste our days and years bagaimana kita membuang hari-
  hari dan tahun-tahun kita
   
2:05 and what is it all about, dan tentang apa semua itu,
and what is it all for? untuk apa semua itu?
   
2:15 We’re born and we die Kita terlahir dan kita mati
   
2:21 and during those years of pain, dan sepanjang tahun-tahun penuh rasa
joy and pleasure and sorrow, sakit, sukacita, kenikmatan, dukacita itu,
   
2:30 the everlasting struggle and effort, pergulatan dan daya upaya tanpa henti,
   
2:33 what is it all about, tentang apa semua itu,
what is it all for? untuk apa semua itu?
   
2:40 I think this is a very important Saya pikir, pertanyaan ini sangat penting,
question, one should ask oneself. harus ditanyakan seseorang pada dirinya.
   
2:48 It’s very easy to reply, Sangat mudah memberikan jawaban,
   
2:54 a rational explanation penjelasan rasional ataupun yang neurotik,
or a neurotic one,  
   
3:01 or a very intellectual, emotional, atau penjelasan yang sangat
romantic explanation. intelektual, emosional, romantis.
   
3:07 But if you put aside all those, Namun, jika Anda kesampingkan
naturally itu semua, yang dengan sendirinya
   
3:12 and, obviously, dan jelas-jelas
being rather superficial agak dangkal itu
   
3:16 – however intellectual it may be, - walaupun bisa jadi sangat intelektual,
   
3:19 I think this is a very saya pikir, sangatlah penting
important question to ask, mengajukan pertanyaan ini
   
3:25 and to find an answer for oneself, dan menemukan jawaban
  bagi diri seseorang,
   
3:30 not dependent on some priest, tidak tergantung pada pastor
on some guru, tertentu, pada guru tertentu
   
3:36 on some philosophical concept pada konsep atau formula
or formula filosofis tertentu
   
3:42 which do not answer the real question. yang tidak menjawab
  pertanyaan sesungguhnya.
   
3:49 They offer very obvious, superficial, Mereka menawarkan teori-teori yang sangat
non-realistic theories. mudah, dangkal, tak realistis.
   
4:02 And so, it seems to me, it’s very Jadi, saya lihat, sangatlah penting
important to go into this question. membahas pertanyaan ini.
   
4:13 What does it all mean – our existence? Apa makna semua itu -eksistensi kita?
   
4:21 Has it any meaning at all, Apakah setidaknya ada maknanya,
as we live it sembari kita menghidupinya
   
4:28 – going to the office or the factory -berangkat ke kantor atau pabrik
   
4:30 for the next forty years hingga 40 tahun atau 50 tahun ke depan,
or fifty years,  
   
4:37 trying to climb the ladder of success, mencoba meniti jenjang kesuksesan,
accumulate money, mengumpulkan uang,
   
4:44 pleasure, experience, knowledge kenikmatan, pengalaman, pengetahuan
   
4:50 – and so, at the end die? -lalu pada akhirnya mati?
   
4:57 And some of the scientists say, Dan beberapa ilmuwan berkata,
‘Through knowledge, we ascend’ "Melalui pengetahuan, kita bangkit,"
   
5:06 – the ascent of man, -kebangkitan manusia
through knowledge. melalui pengetahuan.
   
5:10 Is that so? Seperti itukah?
   
5:14 We have an infinite amount Kita punya pengetahuan tak berbatas
of knowledge, about many things mengenai banyak hal
   
5:23 – biologically, archaeologically, -dari sisi biologi, arkeologi,
historically, and so on and so on – sejarah, dan seterusnya, dan seterusnya-
   
5:30 but, apparently, knowledge has namun tampaknya, pengetahuan belum
not changed man radically, deeply. mengubah manusia secara radikal, mendalam.
   
5:40 We are, more or less, what we have Kita, kurang lebih, sama dengan kita
been for a million years and more dari sejuta tahun atau lebih silam
   
5:47 – struggle, conflict, pain, pleasure, -pergulatan, konflik,
  rasa sakit, kenikmatan,
   
5:53 and the everlasting dan pertempuran eksistensial yang abadi.
battle of existence.  
   
6:01 Seeing all that in every country Menyaksikan itu semua di setiap negeri
and in every climate, dan di setiap iklim,
   
6:08 what is it all about? tentang apa semua itu?
   
6:18 To find that out, Untuk mengetahui hal itu,
not asserting anything, tanpa menegaskan apa pun,
   
6:26 not believing in anything, tanpa meyakini apa pun,
not having any ideals, tanpa mempunya ideal apa pun,
   
6:32 but merely observing, very deeply, namun hanya mengamati,
  sangat mendalam,
   
6:37 it becomes necessary to find out, sangatlah penting untuk menemukan,
   
6:40 otherwise, we lead jika tidak, hidup kita akan
a very mechanistic life. menjadi sangat mekanis.
   
6:46 Our brains have become used Otak kita telah menjadi terbiasa
to a mechanical way of life. dengan cara hidup mekanis.
   
6:55 Part of this brain must be Bagian dari otak ini harus mekanis
mechanical and necessarily so, dan perlu mekanis
   
7:03 in the acquisition of knowledge dalam pemerolehan pengetahuan
and the expression of that knowledge, dan pengungkapan pengetahuan itu,
   
7:07 skilfully, in every way of life, secara terampil, dalam setiap
in every action, cara hidup, dalam setiap tindakan,
   
7:12 outwardly, technologically. secara lahiriah, dari sisi teknologi.
   
7:19 But this knowledge Tetapi, pengetahuan yang telah
that one has acquired diperoleh seseorang ini
   
7:27 – and we can pile up knowledge -dan kita bisa menumpuk pengetahuan
more and more and more, lebih banyak dan lebih banyak lagi,
   
7:33 but that does not answer tapi itu tidak menjawab
the fundamental question: pertanyaan yang mendasar:
   
7:43 what is the meaning, apa maknanya, kedalamannya hidup kita?
the depth of our life?  
   
7:55 One sees, one observes Seseorang melihat, seseorang mengamati
that there must be unity of mankind, bahwa pasti ada kesatuan pada umat manusia
   
8:05 because that’s the only way karena itulah satu-satunya cara kita
we’ll survive physically, biologically bertahan hidup secara fisik, biologis,
   
8:11 not divisions – bukan pemisah-misahan
the Europeans, the Americans, -bangsa Eropa, Amerika,
   
8:15 the Russians, the Hindus and so on, Rusia, Hindu, dan seterusnya,
   
8:18 not divisions, bukan pemisah-misahan, kesatuan
the complete, total unity of mankind. umat manusia secara lengkap, total.
   
8:24 And politics and politicians are not Dan politik dan politisi tak akan menjawab
going to solve that problem, ever. masalah itu, tak akan pernah.
   
8:30 On the contrary, they will maintain Sebaliknya, mereka akan mempertahankan
the division, it’s very profitable. pemisah-misahan, itu sangat menguntungkan.
   
8:38 So, as that is an important and Jadi, itu adalah kebutuhan penting
an essential necessity of existence dan esensial akan eksistensi
   
8:47 that there must be bahwa pasti ada kesatuan
unity of all mankind, di antara seluruh umat manusia,
   
8:52 and that cannot be dan itu tidak bisa diwujudkan
brought about through legislation, melalui perundang-undangan,
   
8:57 through bureaucratic dogmas melalui dogma birokratis
or rules and all the rest of it. atau peraturan dan yang lainnya.
   
9:06 So, when you observe all this Jadi, saat Anda amati semua ini
as a human being, living in chaos sebagai manusia, hidup dalam kekacauan
   
9:14 in a world that has, almost, gone mad di dunia yang sudah, nyaris, menjadi gila
   
9:19 – the armaments, -senjata, perdagangan senjata demi laba,
the selling of them for profit,  
   
9:28 killing people, pembunuhan orang-orang
in the name of ideas and countries, dalam nama idealisme dan negara,
   
9:34 for God, and all the rest of it. demi Tuhan, dan yang lainnya.
   
9:39 Observing, seeing all this, Mengamati, melihat ini semua
all over the world, di seluruh dunia,
   
9:45 what is a human being to do apa yang harus dilakukan
and what for? oleh seorang manusia dan untuk apa?
   
9:58 So, I think it becomes Maka, saya pikir, menemukan
very important to find out, menjadi sangat penting,
   
10:07 to discover for oneself, menemukan untuk diri sendiri,
if one is at all serious jika seseorang betul-betul serius
   
10:14 – and one must be serious in life, -dan seseorang harus serius dalam hidup,
   
10:18 otherwise, one does not jika tidak, ia tidak benar-benar
really live at all, hidup, sama sekali,
   
10:24 it’s only the very, very serious man hanyalah orang yang sangat, sangat serius
   
10:27 – which doesn’t mean he has -yang tidak berarti bahwa ia
no laughter, no smile – tak bisa tertawa, tak tersenyum-
   
10:32 but that seriousness tetapi keseriusan yang menuntut
which demands a total commitment komitmen secara total
   
10:41 to the whole issue of life. terhadap keseluruhan
  permasalahan kehidupan.
   
10:49 And religions have tried Dan agama-agama telah mencoba
to offer the meaning to life menawarkan makna kehidupan
   
11:01 – that is, organised, propagandistic, -yakni agama yang ritualistis,
ritualistic religion. propagandis, terorganisasi.
   
11:10 But, in spite of 2,000 years Tetapi, walaupun sudah 2.000 tahun
or 10,000 years, as in Asia, atau 10.000 tahun, seperti di Asia,
   
11:18 man has merely asserted manusia baru sekadar menegaskan
certain principles, prinsip-prinsip tertentu,
   
11:25 certain ideals, certain conclusions, ideal tertentu, kesimpulan tertentu,
   
11:30 but they’re all verbal, namun semua itu verbal,
superficial, non-realistic. dangkal, tidak realistis.
   
11:41 So, we are faced, then, Maka, kita pun dihadapkan,
when we look at all this, saat kita melihat ini semua
   
11:47 and realising that our brain dan menyadari bahwa
is almost mechanical, otak kita nyaris mekanis,
   
11:53 caught in a groove, caught in a habit, terjebak dalam alur, terjebak
caught in tradition, dalam kebiasaan, terjebak dalam tradisi,
   
11:59 in the conditioning dalam pengkondisian
which education has given, yang telah dilakukan pendidikan,
   
12:05 cultivating only knowledge, hanya menanamkan pengetahuan, informasi,
information  
   
12:12 and so making the brain dan, dengan begitu, membuat otak
more and more mechanistic, menjadi makin dan makin mekanis,
   
12:20 one inevitably demands or asks seseorang pasti menuntut atau bertanya
– if one is, again, serious – -jika seseorang, sekali lagi, serius-
   
12:29 what does life mean? apa makna hidup?
What is it all about? Tentang apa semua itu?
   
12:43 If we are to enquire into this, Jika kita akan menyelidiki ini
very deeply, dengan sangat mendalam,
   
12:48 there must be great doubt. harus ada keragu-raguan besar.
   
12:53 Doubt, scepticism is essential, Keragu-raguan, skeptisisme itu esensial
   
12:59 because that brings karena itu memberikan suatu
a certain quality of freedom of mind, kualitas kemerdekaan batin tertentu
   
13:05 through negation of everything dengan menegasikan semua
that man has put together. yang telah dikumpulkan manusia.
   
13:12 His religions, his rituals, Agamanya, ritualnya, dogmanya,
his dogmas, his beliefs, his faith kepercayaannya, imannya,
   
13:17 are all the movement of thought, semua itu merupakan gerak pikiran
   
13:22 and thought is a material process, dan pikiran adalah suatu proses material,
as we’ve been talking about, sebagaimana telah kita bicarakan,
   
13:28 which even the scientists accept. yang bahkan diterima oleh para ilmuwan.
   
13:34 And thought has not Dan pikiran tidak
solved the problems, menyelesaikan masalah ini,
   
13:41 thought has not been able pikiran tidak mampu menggali
to delve deeply into itself. ke dalam dirinya sendiri.
   
13:50 Thought has merely, Pikiran hanyalah,
being itself a fragment, sebab dia sendiri adalah fragmen,
   
13:57 broken up all existence sudah memecah-mecah keseluruhan eksistensi
into fragmentations. menjadi fragmentasi.
   
14:06 So, there is the quality Maka, ada kualitas dalam otak ter-
of this brain, which is mechanistic sebut, yang bersifat mekanis
   
14:11 – and necessarily so, -dan itu diperlukan
in certain areas, pada beberapa area,
   
14:16 and psychologically, inwardly, dan secara psikologis, ke-dalam,
   
14:21 in the very psychological structure of dalam struktur psikologis batin manusia
the human mind, there is no freedom. itu sendiri, tidak ada kemerdekaan.
   
14:32 It is conditioned, Ia terkondisi,
it is bound by belief, ia terbelenggu oleh kepercayaan,
   
14:38 by so-called ideals, by faith. oleh yang disebut ideal, oleh iman.
   
14:45 So, when one doubts all that, Maka, saat seseorang meragukan itu semua,
sets all that aside, mengesampingkan itu semua,
   
14:53 actually – not theoretically – sesungguhnya -bukan teoretis-
factually, accurately, meticulously, secara faktual, akurat, cermat,
   
15:00 puts aside all that, mengesampingkan itu semua,
then what have you left? lalu apa yang Anda sisakan?
   
15:16 Many people have gone that far Banyak orang telah pergi
– total negation – sejauh itu -negasi total-
   
15:26 and that gives you dan itu memberi Anda suatu
a certain quality of freedom kualitas kemerdekaan tertentu
   
15:35 – total negation of everything -negasi total terhadap semua
that thought has constructed, yang telah dikonstruksikan,
   
15:45 projected, divided – diproyeksikan, dipisah-pisahkan pikiran-
religiously, economically, socially, secara religius, ekonomi, sosial
   
15:55 and when you negate all that, dan saat Anda menegasikan itu semua,
because they have not answered, karena mereka tak memberi jawaban,
   
16:03 they have not solved any mereka tidak memecahkan apa pun
of our human, deep problems, permasalahan mendalam, kemanusiaan kita,
   
16:09 like sorrow, fear and death. seperti dukacita, ketakutan, dan kematian.
   
16:19 So, is a mind capable Jadi, apakah batin
– your mind – capable, -batin Anda- mampu,
   
16:26 if you’re at all serious, jika Anda setidaknya serius,
to put aside all that, and begin? mengesampingkan itu semua dan mulai?
   
16:37 One is afraid to do that Seseorang takut melakukan itu
   
16:42 because one says to oneself, karena seseorang berkata pada dirinya,
‘If I deny everything that thought...’ 'Bila saya ingkari semua yang pikiran...'
   
16:52 which is a mechanical yang adalah proses mekanis waktu, ukuran,
process of time, measure,  
   
16:57 which is the response of memory yang adalah respons ingatan
and, therefore, a material process, dan, karena itu, suatu proses material,
   
17:02 and that material process dan proses material itu membawa lebih
brings more and more suffering, dan lebih banyak penderitaan,
   
17:08 more agony, more anxiety, lebih banyak penderitaan-mendalam,
fear to mankind, kecemasan, ketakutan pada manusia,
   
17:19 when you see that, saat Anda melihat itu
   
17:22 and when you realise the nature dan saat Anda menyadari sifat pikiran
of thought and go beyond, negate it, dan melampauinya, menegasikannya,
   
17:32 then what is there? maka apa yang ada di situ?
   
17:36 And to find out what is there, Dan untuk menemukan apa yang ada di situ,
we must begin with freedom, kita harus memulai dengan kemerdekaan
   
17:41 because freedom is sebab kemerdekaan adalah langkah
the first and last step, yang pertama dan terakhir,
   
17:45 both democratically, inwardly – baik secara demokratis, ke-dalam-
otherwise, man is merely a machine, jika tidak, manusia hanyalah sebuah mesin,
   
17:54 if there is no freedom jika tidak ada kemerdekaan
– not to choose. -bukan untuk memilih.
   
17:59 We have said, we think, rather, Kita berkata, kita pikir, sepertinya,
that through choice, we are free bahwa dengan pilihan, kita merdeka
   
18:06 – because we can choose, we are free. -karena kita bisa memilih, kita merdeka.
   
18:13 But choice exists, only, Namun, pilihan muncul, hanyalah,
when the mind is confused. jika batin bingung.
   
18:21 There’s no choice Tidak ada pilihan
when the mind is very clear. di kala batin sangat jernih.
   
18:31 When you see things very clearly, Saat Anda melihat dengan sangat jelas,
without any distortion, tanpa distorsi apa-apa,
   
18:40 without any illusion, tanpa ilusi apa-apa,
   
18:42 then there is no choice. maka tidak ada pilihan.
   
18:48 A mind that is choiceless Batin yang tanpa pilihan
is a free mind, adalah batin yang merdeka
   
18:55 and a mind that chooses dan batin yang memilih
   
18:59 and, therefore, establishes dan, dengan demikian, menciptakan
a series of conflicts, contradictions, serangkaian konflik, kontradiksi,
   
19:06 such a mind is never free batin semacam itu tak pernah merdeka
because it is, in itself, confused, karena ia, dalam dirinya sendiri, bingung,
   
19:11 divided, broken up. terpisah-pisah, terpecah-pecah.
   
19:19 So, if one is willing to go so far, Jadi, jika seseorang mau
  pergi sejauh ini,
   
19:25 then we can begin to find out barulah kita bisa
  mulai menemukan
   
19:28 what is the meaning apa makna seluruh eksistensi ini.
of all this existence.  
   
19:36 Please, as we said, Tolonglah, sebagaimana kita katakan,
during these talks and before, dalam percakapan ini dan sebelumnya,
   
19:43 we are exploring together, kita sedang menjelajahi bersama,
   
19:50 we are sharing kita sedang berbagi
our explorations together, eksplorasi kita bersama,
   
19:57 because there is no authority. karena tidak ada otoritas.
   
20:01 Though the speaker sits on a platform Sekalipun pembicara ini duduk
because it’s convenient, di atas panggung dengan alasan kenyamanan,
   
20:07 people can see, orang bisa melihat,
   
20:10 the platform doesn’t panggung ini tidak memberinya
give him any authority, otoritas apa pun,
   
20:17 and he doesn’t accept any authority. dan ia tidak menerima
  otoritas apa pun.
   
20:21 So, we are together Jadi, kita bersama-sama
and we mean together, dan kita maksud bersama-sama
   
20:30 exploring and finding out menjelajahi dan menemukan
for ourselves, together, untuk diri kita, bersama-sama,
   
20:39 if there is any meaning apakah makna kehidupan
to life at all, betul-betul ada,
   
20:47 any depth to life at all sesuatu yang mendalam
  dari kehidupan
   
20:50 or, merely, a passing event ataukah, tak lebih,
  sebuah peristiwa yang berlalu
   
20:56 in a long series di dalam rangkaian panjang
of historical processes. proses sejarah.
   
21:08 So, to explore in any field, Jadi, untuk mengeksplorasi bidang apa pun,
there must be freedom, harus ada kemerdekaan,
   
21:20 freedom to examine kemerdekaan untuk memeriksa
   
21:22 so that, in that very examination, sehingga, dalam pemeriksaan itu pula,
there is no distortion. tak ada distorsi.
   
21:35 When there is distortion, there is Ketika ada distorsi, ada motif
a motive behind that distortion, di balik distorsi itu,
   
21:42 a motive to find an answer, motif untuk menemukan jawaban,
a motive which you would like to have motif yang ingin Anda miliki
   
21:49 or which you think atau yang Anda pikir
will solve our problems, akan memecahkan masalah kita,
   
21:52 a motive which may be based motif yang mungkin didasari
on past experience, past knowledge pengalaman lampau, pengetahuan lampau
   
21:59 – and all knowledge is the past – -dan semua pengetahuan
  adalah masa lampau-
   
22:02 and if there is any motive, dan jika ada motif apa pun,
there must be distortion. pasti ada distorsi.
   
22:07 So, can the mind, can our mind, Jadi, bisakah batin, bisakah batin kita,
which is our common mind yakni batin kita yang lazim,
   
22:13 because we have the same karena kita mempunyai isi
content in our consciousness, yang sama di dalam kesadaran kita,
   
22:25 all human beings, whether they live in semua manusia, entah mereka tinggal di
the Far East, Middle East or Far West, Timur Jauh, Timur Tengah, atau Barat Jauh,
   
22:31 go through this process of fear, menjalani proses penuh ketakutan,
agony, torture, anxiety, penderitaan-mendalam, siksaan, kecemasan,
   
22:38 fear and endless conflict ketakutan dan konflik tanpa akhir
– inwardly and outwardly. -baik di-dalam maupun di-luar.
   
22:45 That’s the common Itulah lazimnya kesadaran manusia.
consciousness of mankind.  
   
22:50 So, when you examine Jadi, saat Anda memeriksa
your own consciousness, kesadaran Anda sendiri,
   
22:54 you’re looking into Anda sedang melihat
the consciousness of man ke dalam kesadaran manusia
   
23:01 and, therefore, it’s not a personal, dan, dengan begitu, itu bukan pemeriksaan
individualistic examination. yang personal, individualistis.
   
23:07 On the contrary, you are looking Sebaliknya, Anda melihat
into the consciousness of the world ke dalam kesadaran dunia ini
   
23:14 – which is you – which is a fact, -yakni Anda- yang adalah fakta, jika Anda
when you go into it, very deeply. menyelidikinya dengan sangat mendalam.
   
23:24 So, a mind that is free, Jadi, suatu batin yang merdeka, yang
which is a tremendous demand, merupakan tuntutan yang mahahebat,
   
23:37 which demands that you, as yang menuntut Anda, sebagai manusia,
a human being, are committed totally untuk berkomitmen secara total
   
23:47 to the transformation pada transformasi
of the content of consciousness terhadap isi kesadaran
   
23:54 – because the content -karena isinyalah
makes the consciousness. yang membentuk kesadaran.
   
24:01 And we are concerned Dan kita prihatin
with the transformation, dengan transformasi ini,
   
24:08 with the total psychological akan revolusi psikologis total
revolution of this consciousness, terhadap kesadaran ini,
   
24:18 and to explore it, dan untuk menjelajahinya,
you need great energy. Anda butuh energi sangat besar.
   
24:27 And that energy comes into being when Dan energi itu muncul
there is no dissipation of energy. saat tidak ada penghamburan energi.
   
24:38 One dissipates through Orang menghamburkan ketika mencoba
trying to overcome ‘what is,’ mengatasi "apa adanya",
   
24:47 to deny ‘what is,’ to escape menyangkal "apa adanya", lari dari "apa
from ‘what is,’ or analyse ‘what is.’ adanya", atau menganalisis "apa adanya".
   
25:01 Because the analyser, as we said, Karena si penganalisis,
  sebagaimana kita katakan
   
25:03 during all these many talks di sepanjang banyak ceramah
over many years, selama bertahun-tahun,
   
25:07 the analyser is the analysed. si penganalisis
  adalah yang-dianalisis.
   
25:12 The analyser is not different Si penganalisis tidak berbeda
from that which he analyses. dengan apa yang dianalisis.
   
25:20 When you’re envious or angry Ketika Anda dengki atau marah
or greedy – whatever it is – atau serakah -apa pun itu-
   
25:27 when you analyse the process of greed, ketika Anda analisis proses keserakahan,
the analyser is, himself, ‘greed’ si penganalisis sendirilah "keserakahan"
   
25:35 – that which he analyses -apa yang dia analisis
is not separate from him. tidak terpisah darinya.
   
25:41 And this is a fundamental reality. Dan ini adalah realitas mendasar.
   
25:52 So, we’re asking what is the meaning Jadi, kita bertanya, apa makna
and the significance of life, dan pentingnya hidup,
   
26:02 if there is any, at all. jika itu betul-betul ada.
   
26:11 If we say there is, you’ve already Jika kita bilang ada, Anda sudah
committed yourself to something, mengkomitkan diri Anda pada sesuatu,
   
26:17 therefore, you cannot examine, maka Anda tidak dapat memeriksa,
   
26:22 you’ve already started Anda sudah memulainya
with distortion. dengan distorsi.
   
26:27 Or if you say, there is nothing, Atau jika Anda bilang, tak ada,
no meaning to life, tidak ada makna hidup,
   
26:30 that, also, itu juga merupakan
is another form of distortion. bentuk lain dari distorsi.
   
26:37 So, one must be Jadi, seseorang harus merdeka
completely free of both secara keseluruhan dari keduanya
   
26:44 – both the positive -baik penegasan positif
and the negative assertions. maupun negatif.
   
26:52 So, as we said, Jadi, sebagaimana kita katakan,
this is part of meditation. ini bagian dari meditasi.
   
27:01 This is the real Inilah awal yang sebenarnya
beginning of meditation. dari meditasi.
   
27:14 The gurus that come over Para guru yang datang
to this country from India, ke negeri ini dari India
   
27:18 and are springing up all over dan bermunculan di seluruh
the world, like so many mushrooms, dunia, seperti jamur yang banyak,
   
27:26 they have brought to this word, mereka telah membawa
a great many meanings. banyak arti pada kata ini.
   
27:35 There is the transcendental meditation Ada meditasi transendental
   
27:39 – and I wish they hadn’t -dan saya harap, mereka belum
used that lovely word – menggunakan kata yang manis itu-
   
27:46 which is the repetition yang adalah pengulangan
of certain words kata-kata tertentu
   
27:50 and there’re really, in Sanskrit, dan dalam bahasa Sansekerta,
very, very few mantras, ada sangat, sangat sedikit mantra
   
27:57 which we won’t go into, now. yang tidak akan
  kita bahas sekarang.
   
28:02 And the repetition of those words, Dan mengulangi kata-kata ini,
   
28:06 given at a certain price yang diberikan dengan
on the market, harga tertentu di pasar,
   
28:12 give you, if you repeat memberi Anda, jika Anda ulangi
every morning for twenty minutes, setiap pagi selama 20 menit,
   
28:16 in the afternoon, twenty minutes, pada sore hari, 20 menit,
   
28:18 and another twenty minutes dan 20 menit lagi
in the evening, pada malam hari,
   
28:22 they bring you a certain quality itu akan memberi Anda kualitas
of quietness, constant repetition. ketenangan tertentu, pengulangan konstan.
   
28:29 You can just as well repeat Anda bisa juga mengulangi
‘Ave Maria’ or ‘Coca Cola’ "Ave Maria" atau "Coca Cola"
   
28:35 or any other mechanical repetition. atau apa pun pengulangan mekanis lainnya.
   
28:41 It’ll certainly give you Itu pasti akan memberi Anda
a certain quality of quietness, suatu kualitas ketenangan tertentu,
   
28:48 but this is mechanistic quietness namun ini adalah
  ketenangan mekanistis
   
28:53 because you have reduced the brain karena Anda telah mereduksi otak
to constantly repeat, repeat, repeat menjadi mengulang, mengulang, mengulang
   
28:59 – if you have tried it, -jika Anda sudah mencoba,
even for two minutes, bahkan selama 2 menit,
   
29:01 how mechanical it becomes, betapa mekanis jadinya,
it becomes quiet. ia akan menjadi tenang.
   
29:06 But that’s no more transcendental Namun, itu tidak lebih transendental
than anything else. ketimbang apa pun lainnya.
   
29:15 And, thereby, Dan dengan demikian, kita kira,
we think we’ll experience something kita akan mengalami sesuatu
   
29:22 that’s beyond yang melampaui
the material process of thought. proses material pikiran.
   
29:30 So, there is this, Jadi, hal ini ada, yakni
that man seeks experience, manusia mencari pengalaman,
   
29:43 he seeks experience other than ia mencari pengalaman yang lain
the ordinary, daily experience. dari pengalaman biasa sehari-hari.
   
29:54 We are bored or tired or fed up with Kita bosan atau penat atau muak akan semua
all the experiences we have of life, pengalaman hidup yang kita punya
   
30:02 and we hope to capture some experience dan kita berharap untuk menangkap
which is not the product of thought. pengalaman yang bukan produk pikiran.
   
30:15 And to experience Dan untuk mengalami -kata itu
– the word means ‘to go through,’ berarti 'melewati,'
   
30:23 to go through with anything melewati apa saja
and end it, dan mengakhirinya,
   
30:26 not remember it and carry it on. tidak mengingatnya
  dan tidak membawa-bawanya.
   
30:30 But we don’t do that. Tapi, kita tidak melakukan itu.
   
30:33 To recognise an experience, Untuk mengenali suatu pengalaman,
you must have already known it, Anda pasti sudah mengetahuinya lebih dulu,
   
30:41 otherwise, it’s not a new experience. jika tidak, itu bukan
  suatu pengalaman baru.
   
30:45 So, a mind that demands experience Jadi, batin yang menuntut pengalaman
– please, listen to this – -tolong, dengarkanlah ini-
   
30:51 other than the mere, physical, selain sekadar pengalaman fisik,
psychological, everyday experience psikologis sehari-hari
   
30:59 – that demands something -yang menuntut sesuatu yang jauh
far greater and above all this, lebih hebat dan di atas ini semua,
   
31:09 what it will experience yang akan dialaminya
is its own projection adalah proyeksinya sendiri
   
31:14 and, therefore, it is still dan, dengan demikian, batin itu
mechanistic, still materialistic, tetap mekanistis, tetap materialistis,
   
31:20 which is the product of thought. yang merupakan produk pikiran.
   
31:24 So, when you do not demand Jadi, ketika Anda tidak menuntut
any experience, pengalaman apa pun,
   
31:32 when there is no distortion ketika tidak ada distorsi dan,
and, therefore, no illusion dengan begitu, tidak ada ilusi
   
31:38 and one has understood dan seseorang telah memahami
the whole meaning of desire, keseluruhan arti hasrat
   
31:43 which we went into many times yang telah kita bahas berkali-kali
during these and other talks, selama ceramah ini dan lainnya,
   
31:47 which is sensation plus thought yakni sensasi ditambah pikiran
is desire, with its image. adalah hasrat, dengan citranya.
   
31:52 And so, desire is also a distortion Jadi, hasrat juga adalah distorsi
in the process of examination. di dalam proses penyelidikan.
   
32:01 I hope you are following all this. Saya harap Anda
  memahami ini semua.
   
32:09 Then only, the mind, Barulah dengan demikian, batin,
the whole structure of consciousness, keseluruhan struktur kesadaran,
   
32:21 being free, yang merdeka,
is capable of looking at itself, mampu melihat dirinya,
   
32:30 looking at itself melihat dirinya
without any distortion, tanpa distorsi apa pun,
   
32:33 as you see, in a clear mirror, sebagaimana Anda melihat, di sebuah
your face. cermin yang terang, wajah Anda.
   
32:39 The mirror reflects exactly Cermin itu memantulkan persis
what your face is. seperti apa wajah Anda.
   
32:44 There is no distortion Tidak ada distorsi
– unless the mirror is distorted. -kecuali cermin itu terdistorsi.
   
32:52 So, in that way, the mind, Jadi, dengan begitu, batin
   
32:55 which includes the brain yang meliputi otak dan seluruh
and all the nervous organisms, organisme saraf,
   
32:58 the whole totality which is the mind, seluruh totalitasnya,
is now free yakni batin itu, kini merdeka
   
33:05 – absolutely without -mutlak tanpa
any distorting movement. gerak distorsi apa pun.
   
33:12 Distortion takes place Distorsi terjadi
when there is effort. ketika ada daya upaya
   
33:18 Right? Benar?
   
33:19 Effort implies ‘me’ and Daya upaya menyiratkan "si aku"
something I’m going to achieve dan sesuatu yang ingin saya capai
   
33:28 – division between me and that. -pemisahan-misahan antara
  saya dengan hal itu.
   
33:32 That division, invariably, Pemisahan itu,tanpa kecuali,
brings conflict, menimbulkan konflik,
   
33:37 as in the nationalities and so on. seperti dalam hal
  kebangsaan dan sebagainya.
   
33:42 Wherever there is division, Di mana pun ada pemisah-misahan,
there must be conflict, and so pasti ada konflik, maka
   
33:47 meditation comes only when there is meditasi terjadi hanya ketika ada
the complete ending of conflict. pengakhiran konflik dengan sempurna.
   
34:00 Therefore, Dengan demikian, apa pun
every other form of meditation bentuk meditasi lainnya
   
34:04 where there is effort, yang mengandung daya upaya,
practice, control latihan, pengendalian,
   
34:10 has no meaning. tidaklah bermakna.
   
34:15 Right? Please don’t accept Benar? Tolong jangan menerima
what the speaker is saying apa yang dikatakan pembicara,
   
34:20 but examine, we are examining tetapi periksa, kita sedang
together, sharing together, memeriksa bersama, berbagi bersama,
   
34:25 therefore, it’s very important not maka sangatlah penting untuk tidak
to accept a thing that’s being said, menerima apa pun yang dikatakan,
   
34:30 but examine it. tetapi memeriksanya.
   
34:33 Questioner: (Inaudible) Penanya: (Tidak terdengar)
   
34:35 K: Later on, we’ll ask questions, sir, K: Nanti kita akan ajukan pertanyaan,
if you don’t mind. Pak, jika Anda tak keberatan.
   
34:40 So, we have to go Jadi, kita harus membahas
into the question of control, pertanyaan tentang pengendalian
   
34:45 because we’re going to go karena kita akan membahas
into the question of control, pertanyaan tentang pengendalian,
   
34:48 awareness and attention. kesadaran, dan perhatian.
   
34:54 All these are necessary to find out Ini semua perlu untuk menemukan
if there is a meaning to life, apakah ada makna kehidupan
   
34:59 or no meaning, at all. ataukah tidak ada makna,
  sama sekali.
   
35:10 We are educated from childhood Kita dididik sejak kecil untuk
to control our feelings, mengendalikan perasaan kita,
   
35:16 you know, Anda tahu, seluruh
the whole process of control. proses pengendalian.
   
35:24 In control, there is the controller Dalam pengendalian,
  terdapat si pengendali
   
35:29 and the thing dan hal yang sedang dikendalikan.
that is being controlled.  
   
35:34 Right? Benar?
   
35:37 The controller thinks he’s different Si pengendali berpikir, dia berbeda
from that which he desires to control. dari hal yang dia ingin kendalikan.
   
35:47 So, he has already divided himself as Jadi, dia sudah memisahkan dirinya sebagai
the ‘controller’ and the ‘controlled.’ "pengendali" dan "yang-dikendalikan".
   
35:54 And hence, there is always conflict. Dengan demikian, selalu ada konflik,
   
35:58 That is, one fragment of thought yakni salah satu fragmen pikiran
says to itself, berkata pada dirinya,
   
36:05 ‘I must control "Saya harus mengendalikan
other fragments of thought.’ fragmen pikiran yang lain."
   
36:11 But thought which says, Namun, pikiran yang berkata, "Saya
‘I must control other fragments’ harus mengendalikan fragmen lainnya,"
   
36:16 is, itself, a part of thought ia sendiri adalah bagian dari
– a fragment of thought. pikiran -suatu fragmen pikiran.
   
36:23 So, when you see all that, Jadi, saat Anda melihat itu semua,
the controller is the controlled. si pengendali adalah yang-dikendalikan.
   
36:29 Right? I hope you see this. Benar? Saya harap Anda melihat ini.
   
36:33 This is very important because Ini sangatlah penting karena
   
36:37 when this is realised ketika ini disadari sepenuhnya,
completely, deeply, secara mendalam,
   
36:43 not verbally, not theoretically, bukan verbal, bukan teoretis,
but actually, melainkan senyatanya,
   
36:50 then conflict comes to an end. maka konflik pun berakhir.
   
37:00 That is, Artinya, tidak ada pemisah-
there is no division in oneself. misahan dalam diri seseorang.
   
37:10 There is not the controller Tidak ada si pengendali
and the controlled dan yang-dikendalikan
   
37:14 different from the controller. yang berbeda
  dari si pengendali.
   
37:19 The experiencer is the experience. Yang-mengalami
  adalah pengalaman.
   
37:24 They are not two different Itu bukan dua entitas
entities or movements. atau gerak yang berbeda.
   
37:31 The thinker is the thought, Si pemikir adalah pikiran,
   
37:34 there is no thinker tidak ada pemikir
if there is no thought. jika tidak ada pikiran.
   
37:39 So, when one realises this profoundly, Jadi, ketika seseorang menyadari ini
as a truth, as a law, dengan mendalam sebagai kebenaran, hukum,
   
37:49 then all effort comes to an end. maka semua daya upaya berakhir.
   
37:58 And it’s very important Dan sangatlah penting
in the investigation dalam penyelidikan
   
38:07 with which we are concerned, now, yang kini menjadi perhatian kita,
   
38:12 that this effort comes to an end. agar daya upaya ini berakhir.
   
38:16 Because effort, also, Sebab daya upaya, juga,
is a distorting factor. merupakan faktor distorsi.
   
38:24 So, meditation can only Maka, meditasi
come into being hanya dapat muncul
   
38:31 when there is no effort of any kind, ketika tidak ada
  daya upaya macam apa pun
   
38:36 and it is necessary dan bermeditasi itu penting
to meditate to find out untuk menemukan
   
38:40 if there is any meaning apakah betul-betul
to life at all, ada makna hidup
   
38:44 or if there is a meaning. atau apakah ada
  suatu makna.
   
38:48 And meditation is also laying Dan meditasi juga adalah meletakkan
the foundation of right conduct, dasar untuk tingkah laku benar,
   
39:02 right in the sense, accurate, benar dalam pengertian, akurat,
not according to an ideal, tidak tergantung suatu ideal,
   
39:09 not according to a pattern, tidak tergantung suatu pola,
not according to any formula tidak tergantung formula apa pun
   
39:16 – but action which takes place -melainkan tindakan yang terjadi
   
39:23 when there is complete observation ketika ada pengamatan penuh terhadap
of what is going on, in oneself. yang sedang terjadi, dalam diri seseorang.
   
39:34 From that, action takes place. Dari situ, tindakan terjadi.
   
39:39 So, one must establish this through Jadi, seseorang harus memancangkan ini
meditation and right relationship. melalui meditasi dan hubungan yang benar.
   
39:52 Relationship between human beings, Hubungan di antara umat manusia
   
39:55 which means no conflict yang berarti tidak ada
between human beings. konflik di antara manusia.
   
39:59 The conflict exists only when there is Konflik timbul hanya jika ada
division between the two images, pemisah-misahan antara kedua citra
   
40:04 which we have talked about yang sudah sering
a great deal. kita perbincangkan.
   
40:06 The image which you have and which she Citra yang Anda miliki dan yang ia miliki
has about you and you have about her. tentang Anda dan Anda miliki tentang dia.
   
40:12 The images make the division, Citra itu menciptakan pemisah-misahan
which we have gone into, yang telah kita bahas,
   
40:17 we won’t go into it, now, kita tak akan membahasnya sekarang
because it would take too long. karena akan terlalu lama.
   
40:22 And, if there is to be meditation, Dan bila akan bermeditasi,
   
40:27 there must be no psychological fear, harus tidak ada ketakutan
whatsoever. psikologis, apa pun juga.
   
40:33 Therefore, the ending of sorrow Maka, pengakhiran dukacita
and what we talked about yesterday, dan yang kita perbincangkan kemarin,
   
40:40 compassion, and love. welas asih dan cinta.
   
40:42 That’s the basis, Itulah basisnya,
the foundation of meditation. dasar dari meditasi.
   
40:48 Without that, you can sit under a tree Tanpa itu, Anda bisa
  duduk di bawah pohon
   
40:51 for the rest of your life, selama sisa hidup Anda,
cross-legged, kaki disilangkan
   
40:54 and you’ll still be sitting there dan Anda akan tetap duduk di sana,
under the tree for ever and ever. di bawah pohon itu selama-lamanya.
   
41:02 Or, you may breathe properly Atau Anda bisa bernapas teratur -Anda
– you know all the tricks one plays – tahu semua trik yang dimainkan orang-
   
41:06 none of those is going to help. tak satu pun dari itu
  akan membantu.
   
41:11 You may remember a certain teacher, Mungkin Anda ingat guru tertentu
and to him came a disciple. dan datang seorang murid kepadanya.
   
41:25 And the disciple took a position – Dan si murid mengambil posisi
   
41:27 sitting properly, cross-legged, -duduk dengan benar, kaki disilangkan,
the so-called Indian lotus posture, yang disebut postur teratai India,
   
41:33 and shut his eyes. dan memejamkan matanya.
   
41:35 And the teacher says, Dan guru itu berkata, "Temanku,
‘My friend, what are you doing?’ apa yang kaulakukan?"
   
41:41 He said, ‘I’m breathing properly, Katanya, "Saya bernapas teratur,
I’m sitting straight, saya duduk tegak,
   
41:46 and controlling my thoughts so that I dan mengendalikan pikiran saya agar saya
can reach the highest consciousness.’ mampu mencapai kesadaran tertinggi."
   
41:56 So, the teacher picks up two stones Jadi, si guru memungut 2 batu
and keeps on rubbing them. dan menggosok-gosokkannya.
   
42:04 And the disciple wakes up, looks, Dan si murid terbangun, melihat,
says, ‘Master, what are you doing?’ berkata, "Guru, apa yang kaulakukan?"
   
42:12 He says, ‘I’m rubbing two stones Jawabnya, "Saya menggosok-gosokkan 2 batu
to make one of them into a mirror.’ untuk membuat salah satu menjadi cermin."
   
42:19 And the disciple says, ‘Master, don’t Dan si murid berkata, "Guru, tidak tahukah
you know, you can never do that?’ Anda, Anda tak pernah bisa melakukannya?"
   
42:24 He said, ‘I know that, but do you know Jawabnya, "Saya tahu itu,
  tapi tahukah Anda,
   
42:27 you can sit like that Anda bisa duduk seperti itu
for the next ten thousand years…?’ hingga puluhan ribu tahun...?"
   
42:31 – all the rest of it. -dan seterusnya.
   
42:37 So, when you have really, deeply Jadi, saat Anda sungguh, dengan mendalam
established a way of life telah memancangkan suatu cara hidup
   
42:49 which, in itself, is not an end. yang, di dalam dirinya,
  bukanlah suatu pengakhiran.
   
42:54 That’s only the beginning of it. Itu baru permulaannya.
   
42:59 Then, we can proceed to find out Maka, kita bisa melanjutkannya
  untuk menemukan
   
43:04 whether the mind, apakah batin,
which is the totality yakni keseluruhannya
   
43:08 – the brain and all the rest – -otak dan seterusnya-
which is the entire consciousness, yang adalah seluruh kesadaran,
   
43:15 is quiet, without any distortion, hening, tanpa distorsi apa pun,
   
43:22 because it’s necessary to be quiet. karena perlulah hening.
   
43:26 Because it’s only Karena hanya ketika
when the mind is quiet, still, batin hening, tenang,
   
43:30 you can hear properly. Anda bisa mendengar
  sebagaimana mestinya.
   
43:40 We never hear anything, completely. Kita tak pernah mendengar
  apa saja, secara lengkap.
   
43:44 We never listen to anything, totally. Kita tak pernah menyimak
  apa saja, secara total.
   
43:48 While we are listening, there’s Sementara menyimak,
already a distortion taking place distorsi sudah terjadi
   
43:55 – what you hear, -apa yang Anda dengar,
either you agree or disagree, entah Anda setuju atau tidak,
   
43:58 or you compare what you hear atau membandingkan yang Anda dengar
with what you already know, dengan yang Anda sudah tahu,
   
44:02 or your mind is chattering. atau batin Anda berceloteh.
   
44:08 So, it’s never actually listening Jadi, ia tidak pernah
  sesungguhnya menyimak
   
44:12 either to your wife, entah menyimak istri Anda,
to your husband – anything, suami Anda -apa pun
   
44:18 because it’s already crowded. karena ia sudah penuh sesak.
   
44:23 So, it is necessary Jadi, penting bagi batin
for the mind to be quiet untuk hening,
   
44:31 to listen to any conversation, untuk menyimak percakapan
like now. apa pun, seperti sekarang.
   
44:38 To listen to any person, Untuk menyimak siapa pun,
to a bird, to the wind, seekor burung, angin,
   
44:44 the mind must, naturally, be quiet batin harus,
  tentu saja, hening
   
44:48 to listen to the beauty untuk menyimak keindahan
of a bird singing. nyanyian seekor burung.
   
44:53 So, the mind must be quiet Jadi, batin harus hening untuk
to find out, to investigate, menemukan, menyelidiki,
   
45:02 to look, to observe melihat, mengamati apakah hidup
if life has any meaning at all, betul-betul mempunyai makna,
   
45:08 or if there is something most profound ataukah ada sesuatu
  yang paling dalam
   
45:16 – which we are doing now, -yang sedang kita lakukan sekarang,
I hope, together. saya harap, bersama-sama.
   
45:21 That is, your mind after laying down Artinya, batin Anda, setelah
the foundation of behaviour, meletakkan dasar tindak-tanduk,
   
45:34 conduct, order perilaku, tertib
   
45:37 in this confusion of existence, ke dalam kebingungan
  eksistensial ini,
   
45:42 naturally, the mind becomes quiet. tentu saja, batin
  menjadi hening.
   
45:50 Now, in that quietness, is there Nah, dalam keheningan itu, adakah
an observer who says, ‘I am quiet’? pengamat yang berkata, "Saya hening"?
   
45:55 You understand my question? Pahamkah Anda pertanyaan saya?
   
46:05 When you’re happy, walking Saat Anda sedang bahagia,
along a street, or in the woods, melangkah di jalan atau di hutan
   
46:11 or sitting in the sun, atau duduk di bawah matahari,
when you’re quietly happy, saat Anda dengan hening bahagia,
   
46:17 when you say, ‘Am I happy?’, saat Anda berkata, "Bahagiakah saya?",
then that happiness has gone. maka kebahagiaan itu sudah pergi.
   
46:23 Right? Have you not noticed? Benar? Tidakkah Anda perhatikan?
It’s a very simple fact. Itu fakta yang sangat sederhana.
   
46:28 The moment you’re conscious of Begitu Anda menyadari sesuatu
something which gives you happiness, yang membuat Anda bahagia,
   
46:35 that happiness disappears. kebahagiaan itu sirna.
   
46:39 So, when you say, Jadi, saat Anda berkata, "Apakah
‘Am I silent, is my mind silent? ’, saya diam, apakah batin saya diam?",
   
46:45 it is no longer silent. Right? ia tidak lagi diam. Benar?
   
46:52 There are different kinds of silence: Ada jenis-jenis
  keheningan yang berbeda:
   
46:56 the silence between two words, keheningan di antara 2 kata,
   
47:01 the silence between keheningan di antara
two notes of the piano, 2 nada pada piano,
   
47:06 the silence between two noises, keheningan di antara 2 kebisingan,
   
47:11 the silence between two thoughts keheningan di antara 2 pikiran
– an interval between two thoughts – -suatu interval di antara 2 pikiran-
   
47:22 the silence after a long battle keheningan usai pertempuran panjang
with oneself – the weariness, dengan diri sendiri -keletihan,
   
47:31 the silence between two wars, keheningan di antara 2 peperangan,
which we call ‘peace.’ yang kita sebut "perdamaian".
   
47:38 So, all those are silences Jadi, semua keheningan itu
which are the product of noise yang adalah produk dari kebisingan
   
47:51 – between two noises, between -antara 2 kebisingan, antara
two thoughts, between two notes, 2 pikiran, antara 2 nada,
   
47:55 between two wranglings. antara 2 percekcokan.
   
48:02 That is not silence. Itu bukan keheningan.
   
48:05 There is silence which is Ada keheningan yang tidak
not produced or cultivated, dihasilkan ataupun ditanamkan,
   
48:14 so that there is no ‘me’ maka tidak ada "si aku" yang
to observe that silence, mengamati keheningan itu,
   
48:20 there’s only silence, quietness. hanya ada keheningan, kesenyapan.
   
48:26 Then we can ask that question, Maka, kita bisa mengajukan
in that silence, pertanyaan itu, dalam keheningan itu,
   
48:35 if there any meaning or not at all. apakah ada makna
  atau tidak sama sekali.
   
48:42 You really don’t ask Anda tak benar-benar mengajukan
that question in that silence pertanyaan di dalam keheningan,
   
48:45 but we have started tetapi kita sudah memulai
with that question. dengan pertanyaan itu.
   
48:49 We have not answered that question. Kita belum menjawab
  pertanyaan itu.
   
48:52 We must find an answer Kita harus menemukan sebuah
to that question. jawaban atas pertanyaan itu.
   
48:57 We have prepared Kita sudah mempersiapkan lahannya,
the field or, rather, the mind, atau, lebih tepat, batin
   
49:02 that is capable, now, of finding out. yang mampu, sekarang,
  untuk menemukan.
   
49:11 Have we gone together, so far? Sudahkah kita melangkah bersama,
A little bit, at least? sejauh ini? Sedikit, setidaknya?
   
49:29 Where do you find the answer? Di mana Anda menemukan jawabannya?
   
49:34 You understand my question? Pahamkah Anda pertanyaan saya?
   
49:36 We put a question which is, Kita mengajukan pertanyaan,
has life any meaning? yakni apakah hidup punya makna?
   
49:45 We have said various religions Kita sudah berkata, berbagai agama
have offered a substitute, a symbol. menawarkan pengganti, simbol.
   
49:54 A symbol, a myth is not actual, Suatu simbol, mitos yang tidak aktual,
it’s a romantic thing. itu suatu hal yang romantik.
   
50:04 But when we have started Namun, saat kita sudah
with that question, memulai dengan pertanyaan itu,
   
50:09 we must find out kita harus menemukan siapa yang
who is going to answer that question. akan menjawab pertanyaan itu.
   
50:15 Am I going to answer it, Apakah saya akan menjawabnya,
that is, as a human being yakni, sebagai manusia
   
50:20 – answer that question – -menjawab pertanyaan itu-
   
50:22 or, in that very silence, atau di dalam keheningan itu
the answer is? pula, ada jawabannya?
   
50:30 You understand my question? Pahamkah Anda pertanyaan saya?
   
50:35 Am I making myself somewhat clear? Apakah ini agak jelas?
   
50:46 That is, when there is no distortion Artinya, ketika tidak terdapat distorsi
   
50:53 – and distortion exists only -dan distorsi muncul hanya
when there is motive, ketika terdapat motif,
   
50:57 distortion exists distorsi muncul ketika
when there is effort, terdapat daya upaya,
   
51:00 distortion exists where there is distorsi muncul ketika terdapat
a demand for experience, tuntutan akan pengalaman,
   
51:04 distortion exists distorsi muncul ketika
when there is division terdapat pemisahan
   
51:06 between the observer and the observed, antara si pengamat
  dan yang-diamati,
   
51:11 the thinker and the thought and so on si pemikir dan pikiran
  dan seterusnya
   
51:13 – all those are distorting factors. -semua itu adalah faktor distorsi.
   
51:20 When there is no distortion Saat tidak ada distorsi dan, dengan
and therefore, no wastage of energy, demikian, tidak ada penghamburan energi,
   
51:27 now, in that silence, sekarang dalam keheningan itu,
there is this energy ada energi ini
   
51:33 which has been dissipated, yang telah dihamburkan,
   
51:35 but now, that dissipation has ceased. tapi kini penghamburan itu
  telah berhenti.
   
51:39 So, in that silence, Sekarang dalam keheningan itu,
there is great energy. ada energi besar.
   
51:45 Right? Benar? Apakah itu aktual
Is that actual, with each of us bagi kita masing-masing
   
51:49 – or we are still floundering -ataukah kita masih terombang-ambing
somewhere in the middle? di suatu tempat, di tengah-tengah?
   
51:55 You understand my question? Pahamkah Anda pertanyaan saya?
   
52:00 Because there must be Karena harus ada
that energy, that vitality, energi itu, vitalitas itu,
   
52:07 that strength to see… words! kekuatan itu untuk
  melihat... kata-kata!
   
52:21 Because the word is not the thing, Karena kata bukanlah bendanya,
the description is not the described. deskripsi bukanlah yang-dideskripsikan.
   
52:28 So, is there anything Jadi, apakah ada sesuatu yang
beyond this energy and silence? melampaui energi dan keheningan ini?
   
52:41 Is this energy a mechanical thing Apakah energi ini
  suatu hal mekanis
   
52:48 – because mechanical thought -karena pikiran mekanis
has tremendous energy – memiliki energi mahahebat-
   
53:00 to go to the moon, to create untuk pergi ke bulan, untuk ciptakan
the instrument to go to the moon. instrumen untuk pergi ke bulan.
   
53:06 There must be a great deal of energy Haruslah ada sejumlah besar energi
to put all that together, untuk menggabungkan itu semua,
   
53:10 a million parts together. satu juta bagian bersama-sama.
   
53:13 That demands great co-operation Itu menuntut kerja sama yang besar
of three hundred thousand people antara 300.000 orang
   
53:17 to put that thing together. untuk menggabungkan
  benda itu.
   
53:22 That is, that energy is derived Artinya, energi itu diperoleh
from knowledge, dari pengetahuan,
   
53:26 experience, memory, pengalaman, ingatan,
response of thought. respons pikiran.
   
53:31 And thought in its activity has Dan pikiran dalam aktivitasnya memiliki
its own energy which is mechanistic, energinya sendiri yang mekanitis,
   
53:39 which is a material process. yang adalah proses material.
   
53:42 Now, that energy is totally different Sekarang energi itu
  sama sekali berbeda
   
53:44 from the energy dengan energi yang kita
which we are talking about. perbincangkan saat ini.
   
53:48 I wonder if you’re aware Saya bertanya-tanya, apa Anda
of what we’re talking about? sadar yang kita bicarakan.
   
53:53 Am I mesmerising all of you? Apakah saya mempesona Anda semua?
   
54:04 You see, the speaker is Anda lihat, pembicara
very serious about all this. sangatlah serius tentang ini semua.
   
54:10 He has spent fifty years Dia telah menghabiskan 50 tahun
and more in this lebih dalam hal ini
   
54:17 and as most minds are caught dan sebagaimana kebanyakan batin
in grooves, deep or shallow, terjebak dalam alur, dalam atau dangkal,
   
54:27 one is constantly watching seseorang mengamati secara konstan
if the brain forms a groove apakah otak membentuk alur
   
54:35 and feels secure in that groove dan merasa aman dalam alur itu
and remains in that groove. dan tetap tinggal dalam alur itu.
   
54:43 We are asking the same thing Kita sedang menanyakan hal
of each one of us. yang sama pada kita masing-masing.
   
54:52 And when one stays in a groove Dan saat seseorang tetap tinggal dalam
– belief, dogmas, religions – suatu alur -kepercayaan, dogma, agama-
   
54:56 whatever the groove be, apa pun alurnya, seindah
however beautiful, however pleasant, apa pun, semenyenangkan apa pun,
   
55:00 however comforting, senyaman apa pun,
   
55:02 then that mind becomes maka batin itu menjadi
mechanical, repetitive, mekanis, repetitif,
   
55:09 so it loses its depth, its beauty. maka kehilangan
  kedalamannya, keindahannya.
   
55:17 So, we are asking, Maka, kita bertanya, apakah
is the silence mechanistic keheningan itu mekanistis
   
55:23 – a product of thought which says, -produk pikiran yang berkata,
‘There must be something beyond me "Pasti ada sesuatu yang melampaui saya
   
55:32 and, therefore, to find that out, dan karenanya, untuk
I must be silent, menemukan itu, saya harus hening,
   
55:37 I must control myself, I must saya harus kendalikan diri, saya harus
subjugate everything to find out’ tundukkan semua untuk menemukan"
   
55:47 – which is still -yang tetaplah
the movement of thought. Right? gerak pikiran. Benar?
   
55:50 So, we must find out Jadi, kita harus menemukan
the difference between concentration, perbedaan antara konsentrasi
   
56:00 awareness and attention, dengan kesadaran
  dan perhatian
   
56:04 because these three karena ketiganya
we’re concerned with. menjadi keprihatinan kita.
   
56:07 Concentration implies, to focus one’s Konsentrasi menyiratkan, memfokuskan
energy in a particular direction, energi seseorang pada tujuan tertentu,
   
56:24 excluding all other directions. Right? mengecualikan semua
  tujuan lainnya. Benar?
   
56:30 I concentrate on a page, on a word. Saya berkonsentrasi pada sebuah
  halaman, pada sebuah kata.
   
56:37 The word near Kata di dekatnya
or the word very far away, atau kata yang sangat jauh,
   
56:40 to concentrate on that berkonsentrasi pada hal itu
demands your energy menuntut agar energi Anda
   
56:45 applied to that one particular thing, dikerahkan pada
  satu hal tertentu,
   
56:49 therefore, you are excluding maka Anda mengecualikan
all other things, semua hal lainnya,
   
56:54 you are building a wall – resistance. Anda mendirikan sebuah
  tembok -resistensi.
   
57:01 That is concentration. Itulah konsentrasi.
   
57:05 Then, there is awareness, Lalu ada kesadaran
which is fairly simple yang cukup sederhana
   
57:10 if you don’t give jika Anda tidak memberi
a lot of complications to it. banyak kerumitan padanya.
   
57:14 To be aware. Sadar.
   
57:15 To be aware of the marquee, its shape, Sadar akan tenda, bentuknya, orang-
the people sitting round you, orang yang duduk di sekeliling Anda,
   
57:23 the colour of their dress warna pakaian mereka
– to be aware of all this. -sadar akan semua hal ini.
   
57:31 But that awareness Tetapi, kesadaran itu
then begins to choose. lalu mulai memilih.
   
57:37 To choose that colour better Memilih warna itu yang lebih baik
than the other colour, daripada warna yang lain,
   
57:42 to choose what it would like, memilih apa yang disukai,
what it would not like. apa yang tidak disukai.
   
57:46 So, to be aware without choice Jadi, sadar tanpa memilih
– you understand? – -pahamkah Anda?-
   
57:52 just to observe the total thing sekadar mengamati keseluruhan
without any choice. benda itu tanpa pilihan apa pun.
   
58:03 I hope you’re doing this, Saya harap Anda lakukan ini
as we are talking. sembari kita sedang bicara.
   
58:06 And there is attention. Dan ada perhatian.
   
58:11 Attention implies there is no centre Perhatian menyiratkan, tak ada pusat
from which you are attending. yang dari situ, Anda hadir.
   
58:21 When there is a centre Ketika ada pusat
from which you’re attending, yang dari situ, Anda hadir,
   
58:25 that’s merely an extension itu semata-mata perluasan
of the centre. Right? dari pusat tersebut. Benar?
   
58:31 The centre is me or you, Pusatnya adalah
  saya atau Anda
   
58:36 and if you’re aware from that centre dan bila Anda sadar dari pusat itu,
that attention is limited. Right? perhatian itu terbatas. Benar?
   
58:45 But there is an attention Tetapi, ada suatu perhatian
which has no centre. yang tidak memiliki pusat.
   
58:53 The centre exists Pusat muncul ketika ada
when there is choice, in awareness. pilihan, dalam kesadaran.
   
58:59 Are you following all this? Pahamkah Anda ini semua?
   
59:07 You understand? Concentration, Pahamkah Anda? Konsentrasi,
awareness, awareness with choice. kesadaran, kesadaran dengan pilihan.
   
59:15 When there is choice, Ketika ada pilihan,
there is always ‘me’ selalu ada "si aku"
   
59:20 – my experience, my knowledge – -pengalaman saya, pengetahuan saya-
‘me,’ separate from you. "si aku" yang terpisah dari Anda.
   
59:26 That ‘me’ chooses, "Si aku" itu memilih,
   
59:31 where there is choice, there is ‘me’ di mana ada pilihan, ada "si aku"
and, therefore, it’s still limited. dan dengan demikian, itu masih terbatas.
   
59:37 Now, we’re talking about attention, Sekarang kita membicarakan perhatian yang
in which there is no centre at all. di dalamnya, tak ada pusat sama sekali.
   
59:43 Therefore, if you do it now, Dengan demikian, jika Anda melakukannya
as you’re sitting there, sekarang sembari Anda duduk di situ,
   
59:49 you will see, when there is no centre, akan Anda lihat, ketika tak ada pusat,
your attention is vast, perhatian Anda luas,
   
59:54 there is no boundary. tidak ada batasan.
   
59:57 And this is necessary because… Dan ini dibutuhkan karena...
it is necessary ini dibutuhkan
   
1:00:03 so that the mind is now agar batin sekarang tanpa pilihan,
without choice, completely attentive. seluruhnya penuh-perhatian.
   
1:00:15 Completely. Seluruhnya. Pada
With your nerves, with everything saraf Anda, pada semuanya
   
1:00:19 – it’s completely attentive -ia seluruhnya penuh-perhatian
and, therefore, no centre. dan karenanya, tak ada pusat.
   
1:00:23 There is no ‘me,’ Tak ada "si aku" yang berkata,
who says, ‘I am attentive.’ "Saya penuh-perhatian."
   
1:00:31 Now, in that attention, Nah, dalam perhatian itu,
there is silence, terdapat keheningan,
   
1:00:39 silence which contains this energy keheningan yang berisi energi
which is no longer dissipated. yang tak lagi terhamburkan.
   
1:00:45 Then, let’s proceed from there. Maka, mari kita
  lanjutkan dari situ.
   
1:00:48 To proceed from here Melanjutkan dari sini
must be either actual or verbal. mesti aktual ataupun verbal.
   
1:00:58 You understand? Pahamkah Anda?
   
1:01:00 Either your mind is moving, Entah batin Anda bergerak, bukan
not in time – I won’t go into that – dalam waktu -saya tak akan bahas itu-
   
1:01:08 is capable of mampu melakukan suatu jenis
a different kind of movement, gerak yang berbeda,
   
1:01:12 and when you describe that movement, dan saat Anda menggambarkan
it’s either verbal or actual. gerak itu, entah itu verbal atau aktual.
   
1:01:20 If you’re caught in the verbal Bila Anda terjebak dalam deskripsi
description, then you’re lost. Right? verbal, Anda pun tersesat. Benar?
   
1:01:26 Then you’re playing with words, Maka, Anda bermain dengan
arguments and all the rest. kata-kata, argumen, dan sisanya.
   
1:01:30 But if it is actual, real, Tapi, bila itu aktual, nyata,
that which is going on, sesuatu yang sedang berlangsung,
   
1:01:39 then, that question pertanyaan itu pun
is still unanswered: masih belum terjawab:
   
1:01:45 is there a meaning to life, adakah makna hidup
or none at all? atau tak ada sama sekali?
   
1:02:07 Which is, to put it differently, Artinya, dengan kata lain,
is there anything sacred in life? adakah sesuatu yang sakral dalam hidup?
   
1:02:18 Sacred in the sense – holy. Sakral dalam arti -suci.
   
1:02:25 The word ‘whole’ means health, Kata "utuh" (whole) berarti sehat,
sanity and a quality of sacredness, kewarasan, dan suatu kualitas kesakralan,
   
1:02:38 that’s the word ‘whole.’ itulah kata "utuh".
   
1:02:40 The word ‘whole’ means that: Kata "utuh" berarti itu:
health, sanity and holy. sehat, waras, dan suci.
   
1:02:49 Now, is the mind, your mind, healthy? Kini apakah batin,
  batin Anda, sehat?
   
1:03:01 That is, both your body and Artinya, tubuh Anda dan
your mind completely healthy, batin Anda seluruhnya sehat
   
1:03:06 so that there is no neurotic movement. agar tak ada gerak neurotik.
   
1:03:12 Right? Benar?
   
1:03:14 Even though your body may not Sekalipun tubuh Anda mungkin
be healthy, if it interferes tidak sehat, bila itu turut campur,
   
1:03:18 then that illness distorts the mind, maka penyakit itu mendistorsi
the activity of mind, batin, aktivitas batin,
   
1:03:24 then it’s impossible. Right? maka ini menjadi
  mustahil. Benar?
   
1:03:26 But even though you can be Namun, sekalipun Anda bisa
not completely healthy, tidak sepenuhnya sehat,
   
1:03:31 you can know you’re not healthy, Anda bisa tahu Anda tidak sehat,
be aware of it, menyadari hal itu,
   
1:03:35 know its limitation and therefore, tahu keterbatasannya dan dengan begitu,
leave it there. You follow? biarkan itu di situ. Pahamkah Anda?
   
1:03:41 So, we are now asking Jadi, kini kita bertanya,
if the whole of the mind is whole apakah keseluruhan batin utuh
   
1:03:53 – healthy, sane and holy? -sehat, waras, dan suci?
   
1:04:03 Is your mind like that? Seperti itukah batin Anda?
   
1:04:07 Please, Tolonglah, ini membutuhkan
this requires tremendous enquiry penyelidikan mahahebat
   
1:04:11 – you understand? – -pahamkah Anda?-
into oneself, ke dalam diri seseorang,
   
1:04:14 so that there is agar tidak ada nuansa menyimpang
no false note in it, no hypocrisy, di dalamnya, tidak ada kemunafikan,
   
1:04:22 never going beyond actually ‘what is.’ tidak pernah melangkah keluar
  dari yang secara aktual "apa adanya".
   
1:04:30 That requires great attention, Itu membutuhkan perhatian mahahebat,
great energy to look at yourself. energi besar untuk melihat diri Anda.
   
1:04:38 Not to analyse yourself, Tidak untuk menganalisis diri Anda,
but to observe what is going on. tapi mengamati yang sedang berlangsung.
   
1:04:47 So, it is only such a mind Maka, hanya batin seperti itulah
that can find the answer. yang dapat menemukan jawabannya.
   
1:04:59 It’s only such a mind that discovers Hanya batin seperti itulah yang menemukan
– you have to, at least… -Anda harus, paling tidak...
   
1:05:06 unfortunately, I describe it and sayangnya, saya mendeskripsikannya
therefore, it becomes something unreal dan karenanya, itu menjadi tidak nyata
   
1:05:12 – there is something beyond -ada sesuatu yang melampaui
all this travail, all this misery, semua kesukaran, kesengsaraan ini,
   
1:05:20 if you are capable, if you give your jika Anda cakap, jika Anda berikan seluruh
whole energy, time, capacity to this. energi, waktu, kapasitas Anda untuk ini.
   
1:05:27 Otherwise, one leads Jika tidak, seseorang menempuh hidup
a very shallow, meaningless life yang sangat dangkal, tanpa makna
   
1:05:34 – and the inevitable death -dan kematian yang tak terelakkan
coming after. yang akhirnya menjemput.
   
1:05:39 So, the whole of this is meditation, Maka, keseluruhan ini adalah meditasi,
from the beginning to the end. sejak awal hingga akhirnya.
   
1:05:47 The beginning is Awalnya adalah
to understand oneself, memahami diri sendiri,
   
1:05:52 not according to any philosopher, bukan menurut filsuf apa pun,
any psychologist or any analyst, psikolog apa pun, atau analis apa pun,
   
1:05:58 but for yourself, yourself is mankind, melainkan bagi diri Anda sendiri, Anda
the rest of the world. adalah umat manusia, selebihnya dunia ini.
   
1:06:05 When you look at yourself Ketika Anda menatap diri Anda,
   
1:06:07 you’re looking at every Anda sedang menatap
human being in the world. setiap manusia di dunia ini.
   
1:06:13 And then, you have to see Maka, Anda harus melihat
what your consciousness is apa kesadaran Anda itu
   
1:06:23 – your consciousness is its content – -kesadaran Anda adalah isinya-
   
1:06:26 the misery, the confusion, kesengsaraan, kebingungan,
the anxiety, the fears, kecemasan, ketakutan,
   
1:06:30 the attachments, the property, kemelekatan, harta benda,
the wife – you follow? – istri -pahamkah Anda?-
   
1:06:33 all that is your consciousness, itu semua adalah
  kesadaran Anda,
   
1:06:37 which is the consciousness yang adalah kesadaran
of every human being. setiap manusia.
   
1:06:41 It may have frills around it, Mungkin saja ada embel-embelnya,
but in its essence it is the same. tetapi pada intinya, itu sama.
   
1:06:49 From there, you can go Dari situ, Anda bisa menyelidiki
into the question of fear. pertanyaan tentang ketakutan.
   
1:06:58 Psychological fear Ketakutan psikologis harus
must be totally ended. dihentikan secara total.
   
1:07:03 We went into that Kita telah membahasnya dan
and also, we went into pleasure. kita juga membahas kenikmatan.
   
1:07:07 We talked about sorrow Kita bicara tentang dukacita
and the ending of sorrow. dan pengakhiran dukacita.
   
1:07:13 The ending of sorrow – Pengakhiran dukacita -maka,
then only there is love, compassion. hanya di situlah ada cinta, welas asih.
   
1:07:19 Otherwise, there is no compassion. Jika tidak, tidak ada welas asih.
   
1:07:22 That is the solid earth Itulah dataran kokoh
   
1:07:28 upon which your feet yang di atasnya, kaki Anda
are firmly established, rooted terpancang teguh, berakar
   
1:07:33 – so that there is no deception. -supaya tidak ada muslihat.
   
1:07:38 Then, effort. Selanjutnya,
  daya upaya.
   
1:07:41 Where there is effort, Di mana ada daya upaya,
there must be distortion. pasti ada distorsi.
   
1:07:45 So can one live a life, a daily life, Jadi, bisakah seseorang menempuh hidup,
without a single effort? hidup sehari-hari, tanpa daya upaya?
   
1:07:58 Find out what it means. Temukanlah apa artinya itu.
   
1:08:04 It is possible to live Hidup tanpa satu pun
without a single effort. daya upaya itu mungkin.
   
1:08:08 That comes only when you understand Itu terjadi hanya jika Anda paham
contradictions in yourself. kontradiksi dalam diri Anda.
   
1:08:15 Observe the contradiction in oneself, Amati kontradiksi
  dalam diri seseorang,
   
1:08:20 not try to change it, not try to alter tidak mencoba mengubahnya,
the contradiction, just to observe. menggantinya, hanya mengamati.
   
1:08:25 The very observation is its own Pengamatan itu sendiri
ending of the contradiction. adalah pengakhiran kontradiksi.
   
1:08:32 You understand? Pahamkah Anda?
   
1:08:34 When there is a total observation Ketika ada pengamatan total yang
in which is total attention di dalamnya, ada perhatian total,
   
1:08:39 then any contradiction in yourself, maka kontradiksi apa pun
comes to an end. di dalam diri Anda berakhir.
   
1:08:45 You can test it out, actually, Anda bisa mengujinya, secara
everyday, for yourself. aktual, setiap hari, pada diri Anda.
   
1:08:49 So, one can live a life Maka, seseorang bisa menempuh hidup
in which there is no conflict. yang di dalamnya, tidak ada konflik.
   
1:08:56 Then only, the real, Maka barulah dimulai meditasi
deeper meditation begins, yang sesungguhnya, lebih dalam
   
1:09:06 and then you have kemudian Anda mendapatkan
that energy of silence, energi dari keheningan itu
   
1:09:12 in which there is no illusion, yang di dalamnya,
  tidak ada ilusi,
   
1:09:18 and that is, dan itu adalah, sebagaimana
as we said at the beginning, kita katakan di awal,
   
1:09:24 the first step is the last step, langkah pertama adalah langkah terakhir,
which is freedom. yang berarti kemerdekaan.