Krishnamurti Subtitles

Adakah suatu keadaan batin tanpa diri?

Brockwood Park - 23 June 1978

Buddhist Scholars Discussion 2



0:22 Krishnamurti: Ya, Tuan,
Anda menginginkan untuk memulai.
  
0:26 Walpola Rahula:
Pagi ini dan sore ini,
  
0:30 saya ingin minta Anda tiga atau empat
hal untuk menjelaskan kepada saya.
  
0:38 Dan untuk waktu yang lama
pertanyaan-pertanyaan ini...
  
0:41 K: Bicaralah
sedikit lebih keras, Tuan.
  
0:44 WR:... ada di batin saya dan sangat
sering saya memikirkan Anda,
  
0:48 untuk bertemu dengan Anda dan
mendiskusikan hal-hal ini,
  
0:51 bukan di tempat seperti ini, tapi
secara pribadi antara Anda dan saya,
  
0:55 tapi adalah tidak mungkin untuk
mendapatkan kesempatan ini,
  
0:58 dan akhirnya, sekarang saya
berterima kasih kepada...
  
1:00 Tuan Narayan karena
mengatur ini.
  
1:05 Kita lanjutkan yang kemarin
tentang sesuatu,
  
1:08 saya pikir Anda
mengatakan hal terakhir,
  
1:13 saya pikir itu tentang ketamakan
dan sebagai hal yang buruk,
  
1:22 ide itu diberikan oleh
kata-kata,
  
1:25 tapi jika Anda melihatnya tanpa kata,
mungkin itu bukan hal yang sama.
  
1:30 Dan tentu saja memang begitu,
 
1:35 karena hal itu sendiri tidak memi-
liki kata ketika Anda melihatnya.
  
1:47 Dalam terminologi Buddhis
ada tiga tingkat pengetahuan:
  
1:55 satu adalah Shrutabhi Pradnya -
yaitu kita mendapatkan kebijaksanaan,
  
2:04 pengetahuan tertentu melalui
mempelajari buku-buku, guru;
  
2:12 lalu ada pengembangan lebih lanjut,
Chintamayi Pradnya:
  
2:16 itu adalah kebijaksanaan...
 
2:18 yang Anda dapatkan dengan berpikir,
bermeditasi sesuai dengan itu,
  
2:24 pengetahuan Anda, masih dalam
kata-kata, itu masih dalam bahasa;
  
2:30 tetapi kebijaksanaan tertinggi
adalah Bhavanamayi Pradnya,
  
2:37 yang melampaui kata-kata,
 
2:39 tidak memiliki kata, tidak memiliki
nama, tidak memiliki terminologi.
  
2:44 Itu berarti, Anda melihat
sesuatu tanpa sepatah kata.
  
2:49 Saya pikir itulah yang Anda
maksud ketika Anda berkata,
  
2:55 ketika Anda melihat hal itu,
 
2:57 semua refleksi,
himpunan makna kita, lenyap.
  
3:07 Itu adalah bagaimana
saya memahaminya.
  
3:09 Saya tidak tahu apakah itu
yang Anda maksudkan.
  
3:17 K: Mungkin kita akan
membahasnya, Tuan,
  
3:20 tetapi Anda juga mengatakan...
 
3:22 Anda ingin mengajukan beberapa
pertanyaan lain.
  
3:24 WR:Benar. Itu sangat menarik.
 
3:30 Saya sangat berterima kasih
kepada Anda untuk itu.
  
3:31 K:Sama sekali tidak, Tuan
 
3:33 WR: Ini adalah hal-hal yang
sudah lama ada di batin saya.
  
3:41 Tuan, Anda tahu kata Arhant
dalam terminologi Buddhis.
  
3:45 Arhant adalah orang yang telah me-
wujudkan kebenaran, yang terbebaskan,
  
3:50 orang yang bebas dan itu adalah
istilah yang sangat dikenal.
  
3:58 Dan pertanyaan itu diajukan kepada
Sang Buddha, sangat sering,
  
4:02 oleh para penganutnya dan
oleh berbagai orang:
  
4:05 apa yang terjadi pada seorang
Arhant setelah kematiannya?
  
4:10 Dan kemudian orang itu
bertanya,
  
4:14 'Apakah dia berada setelah kematian-
nya?' Sang Buddha berkata, 'Tidak'.
  
4:19 'Maka dia tidak berada.'
Sang Buddha berkata, 'Tidak'.
  
4:25 'Lalu dia berada dan tidak berada'.
Buddha berkata, 'Tidak'.
  
4:32 'Maka dia tidak berada dan
juga bukan tidak berada'.
  
4:38 Ini adalah Chatushkoti, bersudut
empat. Dia berkata, 'Tidak'.
  
4:44 Tidak satu pun dari
istilah-istilah itu, berada...
  
4:46 atau tidak berada, ada atau
tidak ada,
  
4:49 dapat diterapkan ke
keadaan itu.
  
4:53 Semua istilah itu, istilah-istilah
relatif, dualistik,
  
4:56 hanya digunakan dalam
pengetahuan kita,
  
5:00 dalam pengalaman kita,
dalam dunia empiris.
  
5:10 Tetapi ini di luar dari itu,
 
5:12 oleh karena itu Anda tidak dapat
menerapkan kata-kata itu.
  
5:18 Jawaban ini ada di mana-mana;
 
5:20 di banyak tempat dia ditanyai
pertanyaan-pertanyaan ini,
  
5:23 dan apa tanggapan Anda
tentang ini?
  
5:30 Dia mengatakan bahwa Anda tidak bisa
mengatakan berada, atau tidak berada.
  
5:35 K:Bisakah kita
bicarakan bersama, Tuan,
  
5:45 apakah kehidupan dan
apakah kematian,
  
5:49 dan apakah keadaan batin...
 
5:57 yang sudah mati atau sedang dalam
proses kematian?
  
6:08 Bisakah saya dengan cara
mengatakannya seperti itu...
  
6:10 merupakan bantuan untuk
menjawab pertanyaan itu?
  
6:15 WR: Saya tidak tahu.
 
6:17 K:Nah, betapapun, saya kira Arhat
dikenal juga dalam filsafat India,
  
6:29 Filsafat Hindu,
 
6:31 karena, bukan berarti saya telah
membaca buku apapun,
  
6:33 tetapi saya telah membahasnya.
 
6:40 Manusia di seluruh dunia,
sejauh yang bisa diketahui,
  
6:45 selalu bertanya atau percaya apa
kematian itu,
  
6:58 apakah ada kehidupan setelah
kematian, apakah ada kesinambungan,
  
7:04 dan jika tidak ada kesinambungan,
apa gunanya hidup?
  
7:12 Bagaimanapun, hidup adalah
peristiwa yang mengerikan,
  
7:17 dengan banyak masalah, kekuatiran,
kecemasan, dan seterusnya,
  
7:22 jika tidak ada perhargaan untuk
hidup dengan pantas, dengan benar,
  
7:32 apa gunanya menjadi baik, baik hati,
mulia, dan sebagainya?
  
7:42 Bisakah kita mendekati pertanyaan
Anda dari sudut pandang itu?
  
7:48 Ataukah Anda ingin bertanya,
 
7:54 apakah keadaan batin yang tidak
memiliki diri sama sekali?
  
8:04 WR:Itu benar, itu benar,
itu adalah suatu Arhant.
  
8:07 K:Itulah yang ingin saya gapai.
 
8:09 WR: Benar, benar.
K: Ya.
  
8:14 Bisakah kita mendalaminya, lewat itu?
WR:Saya kira itu pendekatan bagus,
  
8:21 karena itu adalah seorang Arhant
yang tidak memiliki diri sama sekali.
  
8:27 K: Apakah itu mungkin?
 
8:30 Kita sedang bertanya.
WR: Ya.
  
8:31 K: Saya tidak mengatakan itu bisa
atau tidak bisa, kita bertanya,
  
8:34 melanjutkan melalui eksplorasi
dan mencari tahu,
  
8:38 bukan melalui percaya
atau tidak percaya.
  
8:48 Jadi, diri itu apa?
 
8:55 Nama, bentuk...
 
8:59 - sebentar, Tuan, izinkan saya
bertanya, kita sedang bertanya.
  
9:04 Bentuknya, tubuhnya,
organismenya,
  
9:12 namanya,
 
9:15 nama mengidentifikasikan dirinya
dengan badannya,
  
9:21 karakteristik, ciri, tertentu mengi-
dentifikasikan diri dengan si 'aku',
  
9:27 Saya kuat, saya lemah, saya punya ka-
rakter yang baik, saya tidak buruk.
  
9:33 Jadi karakteristiknya diidentifikasi
oleh pikiran sebagai si 'aku'.
  
9:41 Kecenderungan diidentifikasi oleh
pikiran sebagai si 'aku'.
  
9:45 Pengalaman,
pengetahuan yang terhimpun...
  
9:52 diidentifikasi oleh pikiran
sebagai si 'aku',
  
9:56 dan si 'aku' adalah apa yang
saya miliki,
  
10:02 properti saya, rumah saya, perabot
saya, istri saya, buku-buku saya.
  
10:09 Semua itu - kekerasan, kesenangan,
rasa takut, penderitaan...
  
10:16 - semua itu dengan nama,
dengan bentuk, identifikasi,
  
10:19 merupakan si-diri.
 
10:26 Jadi apa akar dari diri itu?
 
10:38 Apakah akar dari diri...
 
10:43 pengalaman yang diperoleh
- saya sedang bertanya, Tuan -
  
10:52 pengalaman yang diperoleh...
 
10:57 - kita sedang menyelidiki
akar dari itu,
  
11:01 bukan hanya ekspresi dari itu.
Benar, Tuan?
  
11:09 Apakah saya baik-baik saja?
 
11:14 Saya ingin tertawa sedikit!
 
11:18 WR: Ya, itu sangat penting.
 
11:31 K: Jadi seluruh proses
identifikasi...
  
11:39 - rumah saya, nama saya,
milik saya,
  
11:45 saya akan jadi apa, kesuksesan,
 
11:49 kekuasan, posisi, gengsi.
 
11:52 Proses identifikasi adalah esensi
dari diri.
  
11:59 Jika tidak ada identifikasi,
apakah ada diri?
  
12:11 Anda paham, Tuan?
WR: Ya, Tuan, saya ikuti.
  
12:16 K: Jadi bisakah
identifikasi ini berakhir?
  
12:22 Yaitu, identifikasi adalah
gerakan pikiran.
  
12:35 Jika pikiran tidak mengatakan
itu adalah perabot saya,
  
12:41 mengidentifikasikan dirinya
dengan itu,
  
12:44 karena memberi kesenangan,
posisi, keamanan - semua itu,
  
12:50 jadi akar dari diri adalah
gerakan pikiran.
  
12:58 Maukah Anda...
 
13:02 WR: Ya. Iya.
 
13:11 K:Jadi kematian adalah pengakhiran
dari gerakan itu.
  
13:18 Atau apakah kematian
merupakan kelanjutan...
  
13:20 dari gerakan itu ke
kehidupan selanjutnya?
  
13:26 Anda paham?
WR: Sepenuhnya.
  
13:31 K: Arhant, atau Arhat
atau orang yang terbebaskan,
  
13:36 mengapa dia harus menunggu
sampai akhir,
  
13:45 sampai dia mencapai apa yang
disebut kematian?
  
13:50 Jadi, ketika kita mewaspadai...
 
13:56 akar dari diri adalah gerakan...
 
14:03 pikiran dalam waktu, dalam jarak,
dari sini ke sana,
  
14:12 dan semua konflik, kesengsaraan, ke-
bingungan, diciptakan oleh pikiran...
  
14:22 - benar Tuan? -
adalah si diri.
  
14:31 Jadi, ketika pikiran berakhir...
 
14:36 - itu adalah suatu bentuk
kematian saat hidup.
  
14:43 WR: Ya.
K: Benar?
  
14:47 K:Sekarang,
bisakah pikiran berakhir?
  
14:56 Untuk mewujudkan itu atau
menginginkan pikiran untuk berakhir ,
  
15:02 kita bermeditasi, kita berlatih,
kita sadar,
  
15:05 kita mengalami semua siksaan
yang disebut meditasi.
  
15:12 Benar, Tuan?
 
15:15 Apakah Anda menyetujui itu?
 
15:18 WR: Agama populer.
K: Tidak, tidak.
  
15:23 Anda lihat - tolong, Tuan,
jika saya boleh menunjukkan,
  
15:31 manusia biasa tidak tertarik
dengan semua ini. Benar?
  
15:37 Dia ingin birnya,
apa pun yang dia inginkan,
  
15:40 dia tidak tertarik dengan
semua ini,
  
15:43 karena, mungkin, pendidikan
yang salah, kondisi sosial,
  
15:50 posisi ekonomi,
pengaruh lingkungan,
  
15:54 dan mungkin agama-agama...
 
15:57 telah membantu menjaga orang itu
tetap di sana, populer,
  
16:03 para elit ada di tempat lain...
 
16:09 - Paus, para kardinal.
Anda mengikuti?
  
16:14 Jadi saya tidak akan, jika
saya boleh menunjukkan, Tuan,
  
16:18 saya tidak akan
mengatakan 'populer'.
  
16:24 Kecenderungan manusia itulah
yang kita bicarakan.
  
16:29 Setiap manusia telah
mengidentifikasi dirinya sendiri...
  
16:35 dan karenanya mengondisikan
dirinya...
  
16:39 dengan sesuatu atau lainnya,
dengan dewa, dengan nirwana,
  
16:43 dengan moksha, dengan surga,
dengan firdaus dan sebagainya.
  
16:50 Sekarang, selagi hidup,
 
16:54 dapatkah kematian itu, yang meru-
pakan akhir dari pikiran, terjadi?
  
17:02 Tidak di akhir hidup seseorang,
 
17:04 yang kemudian merupakan suatu
penyangkalan diri dalam kuburan.
  
17:13 Tidak ada artinya.
 
17:14 WR: Bolehkah saya setuju dengan
Anda ketika Anda mengatakan,
  
17:17 tidak perlu menunggu sampai
akhir hidup Anda, sampai mati,
  
17:23 dan Buddha
menunjukkan hal yang sama.
  
17:31 Ketika pertanyaan ini diajukan
kepadanya,
  
17:35 pertanyaan juga diajukan...
 
17:37 apa yang akan terjadi pada
Buddha setelah kematiannya.
  
17:40 Dia tanya kepada pengikutnya ‘Buddha
itu apa? Apakah itu tubuh ini? '
  
17:47 - seperti yang Anda katakan,
namanya, bentuknya, semua ini.
  
17:54 Tepat seperti Anda katakan, bentuk
dan nama dalam terminologi Buddhis...
  
17:56 disebut Naamrupa.
 
17:57 K: Naamrupa, itu ada dalam
bahasa Sanskerta juga.
  
18:05 WR:Dan pengikut itu berkata,
'Tidak'.
  
18:08 Maka Anda, bahkan sekarang, tidak
dapat menentukan Sang Buddha, hidup,
  
18:15 lalu bagaimana Anda bisa
mengatakan setelah kematian?
  
18:18 K:Tuan, jika saya boleh tanya,
 
18:19 saya harap Anda tidak
menganggap saya lancang,
  
18:23 mengapa kita membawa masuk Buddha?
Kita berbincang sebagai manusia.
  
18:28 WR: Hanya karena saya
mengangkat pertanyaan...
  
18:31 dari sudut pandang Buddha.
 
18:33 K: Ah, tidak, sebagai manusia,
 
18:35 Saya ingin tahu apa yang terjadi
setelah kematian.
  
18:41 Atau apa arti penting kematian.
 
18:45 Atau bisakah orang hidup dalam
kehidupan sehari-hari,
  
18:52 bukan sebagai biarawan,
sebagai orang suci,
  
18:57 semua itu,
 
18:59 kehidupan sehari-hari,
tanpa diri?
  
19:04 WR: Tentu saja pertanyaan
saya bukan itu.
  
19:08 Orang yang telah
mewujudkan kebenaran,
  
19:12 yang telah terbebaskan, bebas,
 
19:16 kepada dia, apa yang terjadi.
 
19:19 Itu pertanyaannya.
 
19:20 K:Saya tidak akan pernah
mengajukan pertanyaan itu karena...
  
19:23 dia mungkin saja mengatakan ini
yang terjadi...
  
19:25 atau dia mungkin bilang itu yang
terjadi atau tidak ada yang terjadi.
  
19:33 Lalu itu menjadi teori bagi saya,
yang merupakan ide.
  
19:44 WR: Saya ingin dari Anda
sedikit lebih dari itu.
  
19:48 K: Ah, Anda mau dari saya.
 
19:51 WR: Bukan teori.
 
19:54 K: Jika Anda menginginkannya dari
orang yang sedang berbicara ini,
  
19:58 Anda harus menyelidiki,
karena dia sedang menyelidiki.
  
20:05 Dan karena itu dia bertanya,
 
20:07 apakah mungkin untuk hidup
dalam kehidupan sehari-hari,
  
20:12 tidak pada akhir keberadaan
seseorang,
  
20:16 kehidupan sehari-hari
tanpa proses identifikasi ini?
  
20:23 Yang mewujudkan struktur
dan sifat diri,
  
20:32 yang merupakan hasil pikiran?
 
20:39 Bisakah gerakan pikiran berakhir
saat saya hidup?
  
20:48 Itulah pertanyaannya,
 
20:50 daripada apa yang terjadi ketika
saya mati.
  
20:58 Si 'aku'
hanyalah gerakan pikiran.
  
21:04 Pikiran itu sendiri sangat terbatas.
Benar?
  
21:10 Itu adalah bagian dari
gerakan besar,
  
21:15 itu adalah bagian kecil,
terpisah-pisah.
  
21:19 Jadi selama pikiran, terbatas, yang
terpisah-pisah, suatu fragmen,
  
21:32 apa pun yang diciptakannya,
 
21:35 akan tetap terbatas,
terpisah-pisah.
  
21:40 Benar?
 
21:42 Jadi dapatkah manusia, Anda atau
saya atau siapa pun dari kita,
  
21:49 dapatkah kita hidup tanpa
gerakan pikiran,
  
21:54 yang merupakan esensi
dari diri?
  
22:04 Misalkan, saya katakan, ya,
itu bisa dilakukan...
  
22:10 - apa nilainya bagi Anda?
 
22:18 Irmgard Schloegl:Begitu identifi-
kasi itu benar-benar terputus,
  
22:23 begitu identifikasi pikiran dan
'aku' benar-benar terputus...
  
22:33 K: Tidak, tidak terputus, berakhir.
IS: Itu yang saya maksud, berakhir.
  
22:37 K: Ketika Anda memutuskan
sesuatu, itu bisa berlanjut,
  
22:40 tetapi ini adalah suatu akhir.
 
22:43 IS: Tidak akan pernah bisa kembali
dengan cara yang sama lagi,
  
22:46 itu adalah akhir
yang tidak bisa dibatalkan.
  
22:49 K: Yang saya katakan adalah, misal-
kan pembicara, orang ini berkata,
  
22:55 ya, itu mungkin,
saya tahu itu mungkin, lalu apa?
  
23:03 Apa nilainya bagi Anda?
 
23:07 IS: Itulah yang secara pribadi
saya harap bisa kita diskusikan.
  
23:10 K: Saya akan ke situ.
Apa nilai itu bagi Anda?
  
23:15 Entah Anda menerimanya,
 
23:17 atau Anda berkata,
jangan bodoh dan pergi,
  
23:23 karena itu tidak mungkin dan
Anda meninggalkannya.
  
23:27 Tetapi jika Anda ingin menyelidikinya
dan berkata, apakah itu mungkin,
  
23:35 mari cari tahu...
 
23:43 - bukan sebagai ide namun sebagai
yang aktual dalam hidup sehari-hari.
  
23:51 Benar, Tuan? Benar.
 
23:57 Seseorang bergabung dengan
kita!
  
24:01 Giddu Narayan:Dr. Rahula kita telah
berbicara dalam konteks ini...
  
24:05 mengenai nilai meditasi Buddhis,
atau meditasi,
  
24:10 persiapan, latihan, kewaspadaan.
 
24:17 Apa nilai dari semua ini,
 
24:22 yang disebutkan dalam
literatur Buddhis,
  
24:24 yang dipraktekkan sebagai hal
yang sangat penting...
  
24:29 dalam kaitannya dengan
pengakhiran pikiran?
  
24:38 WR: Akhir dari pikiran,
atau diri?
  
24:42 GN: Katakanlah Satipatthana,
perhatian penuh.
  
24:45 WR: Satipatthana,
perhatian penuh...
  
24:47 atau lebih tepatnya kehadiran
kewaspadaan - rasa perhatian penuh.
  
24:55 Ya, Satipatthana memiliki banyak
aspek, tidak hanya satu,
  
25:01 tapi yang terpenting adalah...
 
25:04 perhatian penuh, kewaspadaan
dalam segala hal.
  
25:07 Bahkan sekarang apa yang kita
lakukan di sini adalah meditasi,
  
25:11 bukan duduk dengan
kaki bersilang...
  
25:14 seperti patung di bawah pohon
atau di dalam gua,
  
25:17 itu bukan meditasi, itu hanya
latihan eksternal.
  
25:21 Banyak orang menganggapnya
sebagai meditasi.
  
25:25 Apa yang kita lakukan di sini tidak
akan ada yang mengira...
  
25:27 kita sedang bermeditasi.
 
25:28 Tetapi bagi saya ini adalah jenis
meditasi yang paling dalam,
  
25:32 juga ada dalam Satipatthana,
ini disebut Dhammavipassana,
  
25:39 untuk melihat atau mengikuti,
atau untuk mengamati,
  
25:43 atau untuk mewaspadai berbagai
subyek, topik, doktrin,
  
25:50 hal-hal seperti itu,
berbagai hal;
  
25:52 itu adalah sisi intelektualnya.
 
25:55 Lalu ada juga meditasi,
 
25:58 perhatian penuh pada semua yang Anda
lakukan, apa pun yang Anda lakukan,
  
26:02 makan, minum atau berkeliling,
berbicara...
  
26:04 - semuanya perhatian penuh.
 
26:07 Dan semua itu mengarah pada
apa yang dia katakan.
  
26:12 GN:Itu mengarah ke... WR:Itu
mengarah ke apa yang dia katakan.
  
26:15 GN:Hal itu yang benar-benar
saya ingin pahami.
  
26:18 WR:Itu membawa Anda untuk meng-
akhiri proses berpikir dari diri.
  
26:27 GN: Ya.
K: Tuan,
  
26:30 Saya harap Anda tidak
menganggap saya kurang sopan...
  
26:32 atau tidak hormat dengan apa
yang dikatakan Sang Buddha.
  
26:36 Saya pribadi belum membaca
hal-hal ini.
  
26:39 Saya tidak ingin membaca
apa pun tentang semua ini.
  
26:46 Itu semua boleh benar,
atau tidak benar,
  
26:49 itu semua boleh berupa ilusi
atau bukan ilusi,
  
26:53 itu semua boleh jadi
dihimpun oleh para pengikut...
  
26:57 dan apa para pengikut lakukan pada
para guru mereka adalah mengerikan...
  
27:04 - memelintir semuanya.
 
27:06 Jadi saya katakan, lihat,
 
27:10 saya tidak ingin memulai...
 
27:12 dengan seseorang memberi tahu
saya apa yang harus dilakukan...
  
27:16 atau apa yang harus dipikirkan.
 
27:18 Saya tidak punya otoritas.
 
27:20 Jadi saya katakan, lihat,
sebagai manusia,
  
27:23 menderita,
mengalami kesengsaraan,
  
27:26 seks dan nakal, dan teror dan
semua lainnya,
  
27:32 dalam menyelidiki semua itu,
 
27:34 saya sampai pada titik, yang
adalah pikiran.
  
27:40 Itu saja.
 
27:42 Saya tidak perlu tahu semua
literatur di dunia,
  
27:48 yang hanya akan mengondisikan
pikiran yang lebih lanjut.
  
27:53 Jadi maafkan saya karena
mengatakannya demikian:
  
27:57 saya kesampingkan semua itu.
 
28:02 Kami telah melakukan ini -
orang Kristen,
  
28:03 saya telah bertemu dengan para
biarawan Kristen Benediktin,
  
28:10 Jesuit, cendekiawan hebat, selalu
mengutip, mengutip, mengutip,
  
28:17 percaya ini begitu,
ini tidak demikian.
  
28:22 Anda paham, Tuan?
 
28:23 Saya harap Anda tidak berpikir
saya tidak sopan.
  
28:26 WR: Tidak, tidak sama sekali.
 
28:28 Saya sepenuhnya setuju dengan Anda
dan itu adalah sikap saya juga.
  
28:32 Saya mengutip ini dan
berbicara untuk memeriksanya.
  
28:39 K:Begini, saya hanya memulai dengan
apa yang merupakan fakta, bagi saya.
  
28:47 Fakta itu apa,
 
28:49 tidak menurut filsuf-filsuf tertentu
dan guru agama dan para imam,
  
28:54 sebuah fakta - saya menderita,
 
28:58 Saya mempunyai rasa takut,
saya memiliki tuntutan seksual.
  
29:06 Bagaimana saya harus berurusan dengan
semua hal yang sangat rumit ini,
  
29:14 yang membentuk hidup saya,
 
29:16 dan saya benar-benar sangat sedih,
tidak bahagia.
  
29:21 Dari situlah saya mulai,
 
29:22 bukan dari apa yang dikatakan orang,
itu tidak ada artinya.
  
29:28 Anda mengikuti, Tuan?
 
29:29 Saya tidak meremehkan, maafkan saya,
Sang Buddha, saya tidak akan.
  
29:35 WR:Itu saya tahu, saya tahu...
 
29:37 Anda mempunyai rasa hormat
tertinggi kepada Buddha.
  
29:40 Itu saya tahu.
 
29:41 Tapi kita memiliki sikap
yang sama...
  
29:43 dan saya ingin memeriksanya
bersama Anda.
  
29:47 Itu sebabnya
saya mengajukan pertanyaan.
  
29:48 Bukan sebagai teori.
K: Tidak, Tuan, tidak tepat, Tuan,
  
29:50 maafkan saya karena
mengatakannya tidak tepat.
  
29:56 Saya mulai dengan sesuatu
yang umum bagi kita semua.
  
30:02 Benar?
 
30:05 Tidak menurut Sang Buddha,
 
30:07 tidak menurut tuhan Kristen tertentu
atau Hindu atau kelompok tertentu...
  
30:14 - bagi saya semua itu
sama sekali tidak relevan,
  
30:18 mereka tidak punya tempat
karena saya menderita,
  
30:23 saya ingin mencari tahu
bagaimana mengakhirinya...
  
30:26 atau haruskah saya teruskan
selama sisa hidup saya...
  
30:29 - penderitaan ini,
kebrutalan ini,
  
30:31 penyimpangan seksual ini atau
keinginan seksual,
  
30:36 Anda tahu, semua lainnya.
 
30:39 Benar, Tuan?
 
30:42 Jadi saya melihat akar dari
semua kebingungan ini,
  
30:48 ketidakpastian, ketidakamanan,
 
30:53 kerja keras, usaha,
 
30:57 akar dari ini adalah si diri,
si 'aku'.
  
31:02 Benar, Tuan?
 
31:03 Sekarang mungkinkah
untuk bebas dari si 'aku'...
  
31:10 yang menghasilkan
semua kekacauan ini,
  
31:13 baik secara lahiriah,
secara politis, secara religius,
  
31:16 secara ekonomi dan
semua lainnya itu,
  
31:18 dan juga batiniah,
 
31:20 perjuangan konstan, pertempuran
konstan, upaya konstan ini?
  
31:28 Benar?
 
31:30 Jadi saya bertanya:
dapatkah pikiran berakhir?
  
31:38 Jadi pikiran
tidak memiliki masa depan...
  
31:42 - apa yang berakhir...
 
31:45 kemudian memiliki awal yang
sama sekali berbeda,
  
31:51 bukan awal dari si 'aku',
 
31:55 mengakhiri
dan nantinya memulai lagi.
  
32:01 Benar, Tuan?
 
32:06 Dengan cara apa pikiran itu bisa
berakhir? Itulah masalahnya.
  
32:13 Sang Buddha pasti
telah membicarakannya.
  
32:17 Benar, Tuan?
 
32:21 Saya tidak berpikir tentang Kristen,
sejauh yang saya tahu,
  
32:26 telah menyentuh poin ini.
 
32:28 Mereka berkata, berikan dirimu
kepada Tuhan, Kristus,
  
32:31 serahkan dirimu padanya.
 
32:33 Tetapi si diri terus berjalan.
 
32:36 Mereka sama sekali belum
mendalami ini,
  
32:38 hanya orang Hindu dan Budhis
yang melakukannya,
  
32:41 dan mungkin beberapa yang lain.
 
32:48 Jadi bisakah pikiran ini
berakhir?
  
32:55 Kemudian imam datang dan berkata,
ya itu bisa berakhir,
  
33:00 hanya identifikasikan diri Anda
dengan Kristus,
  
33:03 dengan Sang Buddha.
Anda mengikuti?
  
33:07 Identifikasikan,
lupakan diri Anda.
  
33:11 WR:Itu adalah sikap Kristen.
 
33:13 K:Kristen,
juga suatu bagian dari Hindu.
  
33:17 WR:Tapi bukan Buddhisme.
Saya harus mempertahankannya.
  
33:21 K: Saya tahu.
 
33:23 Ya Tuan.
GN: Saya percaya,
  
33:24 banyak pemikiran Buddhis juga
telah merosot ke dalam ini.
  
33:28 WR:Ya, ya, tentu saja, merosot,
 
33:31 yaitu, mazhab tertentu,
 
33:34 tetapi saya bermaksud mengatakan
sesuai dengan ajaran Buddha.
  
33:38 K: Ah, tidak, Anda tahu...
 
33:40 IS:Apakah sebaiknya kita katakan,
 
33:44 adalah sifat manusia untuk
bersandar pada sesuatu,
  
33:48 dan inilah yang secara
otomatis terjadi...
  
33:51 dan inilah yang kita coba
untuk hindari.
  
33:56 K: Jadi inilah saya, manusia biasa,
cukup berpendidikan,
  
34:02 tidak menurut sekolah, perguruan
tinggi, cukup berpendidikan,
  
34:06 telah mengamati apa yang
sedang dilalui dunia...
  
34:11 dan dia berkata,
 
34:13 ‘Saya adalah dunia, saya
tidak berbeda dari dunia,
  
34:17 karena saya menderita, saya telah
ciptakan dunia yang mengerikan ini,
  
34:22 orang tua saya,
kakek nenek saya,
  
34:24 orang tua semua orang
telah menciptakan ini ’.
  
34:27 Benar, Tuan?
 
34:29 Jadi bagaimana mungkin
pikiran berakhir?
  
34:39 Orang-orang tertentu berkata,
ya,
  
34:41 yang adalah agar bermeditasi,
mengendalikan, tundukkan.
  
34:46 IS: Tidak, tidak.
K: Tunggu.
  
34:47 Saya mengatakan orang-orang ter-
tentu, Nyonya. IS: Saya mohon maaf.
  
34:52 K:Orang-orang tertentu
mengatakan, tundukkan,
  
34:55 identifikasikan diri dengan
yang tertinggi,
  
35:00 yang adalah, masih
tetap merupakan gerak pikiran.
  
35:03 Orang-orang tertentu berkata,
 
35:12 padamkan semua indera.
 
35:16 Benar, Tuan?
 
35:18 Mereka telah melakukannya,
 
35:20 berpuasa, lakukan
segalanya untuk hal ini.
  
35:26 Jadi seseorang datang,
seperti saya, dan berkata,
  
35:29 usaha adalah esensi dari diri.
 
35:36 Betul?
 
35:40 Apakah kita paham itu?
 
35:43 Atau sudahkah itu menjadi ide
dan kita melaksanakannya?
  
35:50 Anda paham
apa yang saya bicarakan?
  
35:52 Saya tidak tahu apakah saya
membuat diri saya jelas.
  
35:55 Itu adalah...
 
36:00 GN: Jika Anda mengatakan upaya
adalah esensi dari diri,
  
36:10 apakah ada persiapan lagi,
 
36:19 pelatihan awal...
 
36:22 K: Tidak, tidak.
GN:...untuk datang ke situasi itu?
  
36:26 Atau apakah seseorang
datang ke itu tanpa upaya?
  
36:32 IS:Jika saya mengerti Anda dan
mohon koreksi saya jika tidak,
  
36:37 Anda maksudkan, justru upaya yang
saya lakukan untuk datang ke itu,
  
36:42 itu sendiri sudah berkontribusi
pada khayalan saya.
  
36:47 K:Bagi si pembuat upaya,
 
36:53 yang sudah mengidentifikasikan diri
dengan sesuatu yang lebih besar,
  
36:56 dan berusaha untuk mencapainya.
 
37:00 Itu masih merupakan
gerak pikiran.
  
37:02 IS: Dan itu masih merupakan
suatu tawar-menawar...
  
37:03 - jika saya melakukan ini,
atau melepas ini,
  
37:06 maka saya
akan mendapatkan itu.
  
37:11 K: Jadi, bagaimana Anda, jika saya
boleh tanya, mendengar - mendengar?
  
37:18 Bagaimana Anda mendengar?
 
37:21 IS: Mendengar.
 
37:27 K: Seseorang seperti saya
berkata,
  
37:29 upaya apa pun bentuknya,
hanya memperkuat diri.
  
37:38 Sekarang bagaimana Anda
menerima pernyataan itu?
  
37:43 IS: Saya sepenuhnya setuju.
 
37:45 K: Tidak, bukan setuju atau
tidak setuju, astaga!
  
37:49 Bagaimana Anda mendengarnya?
 
37:56 IS: Biarkan itu menerpa.
K: Tidak, tidak.
  
38:03 David Bohm:Apakah kita mendengar
dengan cara yang sama...
  
38:06 seperti kita membuat
identifikasi,
  
38:08 yaitu, secara umum kita mendengar
melalui masa lalu,
  
38:13 melalui ide-ide kita sebelumnya,
melalui apa yang kita ketahui?
  
38:23 IS: Itu pasti.
DB: Tapi benarkah itu?
  
38:29 IS:Jika seseorang bisa membuka diri
dan hanya mendengarkan.
  
38:34 K:Ah, tidak, tidak, tidak.
 
38:40 Ketika Anda makan,
 
38:44 Anda makan karena Anda lapar.
 
38:49 Perut menerima makanan,
 
38:54 tidak ada ide
dari menerima makanan.
  
39:00 Jadi bisakah Anda mendengarkan
- dengarkan -
  
39:05 tanpa ide dari penenerimaan,
 
39:14 atau menyetujui atau menyangkal,
atau berdebat,
  
39:19 sekedar mendengar saja
sebuah pernyataan?
  
39:21 Ini mungkin palsu, mungkin benar,
tetapi hanya mendengar saja.
  
39:25 Dapatkah Anda melakukannya?
 
39:28 IS: Saya akan mengatakan ya.
 
39:34 K:Lalu, jika Anda mendengar
seperti itu, apa yang terjadi?
  
39:43 IS: Tidak terjadi apa-apa.
K: Tidak, Nyonya,
  
39:46 jangan langsung berkata, 'tidak ter-
jadi apa-apa'. Apa yang terjadi?
  
39:51 Saya mendengarkan sebuah
pernyataan,
  
39:54 pikiran itu adalah akar dari diri.
 
39:59 Setelah menjelaskan dengan
hati-hati,
  
40:04 modus pikiran yang
mengidentifikasikan dirinya...
  
40:08 dengan bentuk, dengan nama,
 
40:10 dengan ini dan itu
dan yang lainnya.
  
40:12 Jadi setelah menjelaskan dengan
sangat hati-hati,
  
40:18 dikatakan bahwa
pikiran adalah akar dari diri.
  
40:25 Sekarang bagaimana Anda menerima,
mendengar kebenaran dari fakta itu,
  
40:34 bahwa pikiran itu adalah
akar dari diri?
  
40:39 Apakah ini suatu ide,
suatu kesimpulan,
  
40:44 atau itu adalah suatu fakta mutlak
yang tidak dapat dibatalkan?
  
40:55 WR:Jika Anda bertanya kepada saya,
itu adalah fakta.
  
40:59 Saya mendengarkannya, menerimanya.
Saya melihatnya.
  
41:05 K:Apakah Anda mendengarkan
sebagai seorang Buddhis...
  
41:08 - maafkan saya karena
mengatakannya seperti itu?
  
41:10 WR: Saya tidak tahu.
K: Tidak, Anda harus tahu.
  
41:12 WR: Saya sama sekali tidak
mengidentifikasi apa pun.
  
41:14 Saya tidak mendengarkan Anda sebagai
seorang Buddhis atau non-Buddhis.
  
41:17 K: Saya bertanya, Tuan,
 
41:18 apakah Anda mendengarkan sebagai
seorang Buddhis - sebentar -
  
41:21 apakah Anda mendengarkan
sebagai seorang pribadi...
  
41:25 yang telah banyak membaca
tentang Buddha,
  
41:28 dan apa yang Buddha katakan dan
dengan demikian membandingkan...
  
41:35 - sebentar, sebentar -
 
41:37 dan dengan demikian Anda
telah pergi dari mendengar.
  
41:44 Betul?
 
41:45 Jadi, apakah Anda mendengar...
 
41:48 - saya tidak menjadi personal,
Tuan, maafkan saya.
  
41:50 WR: Ya, ya.
K: Apakah Anda mendengarkan?
  
41:52 WR: Oh, Anda bisa amat bebas
terhadap saya...
  
41:53 - saya tak akan salah pahami Anda
dan Anda tak akan salah pahami saya.
  
41:57 Saya tidak takut tentang itu.
K: Tidak, tidak.
  
42:00 Saya sama sekali tidak keberatan
Anda salah pahami saya.
  
42:03 Saya bisa memperbaikinya.
WR: Ya.
  
42:10 K: Apakah Anda
mendengarkan ide, kata-kata...
  
42:15 dan implikasi
dari kata-kata itu,
  
42:21 atau apakah Anda mendengar tanpa
suatu rasa pemahaman verbal apa pun,
  
42:30 yang telah Anda
lalui dengan cepat,
  
42:33 dan Anda berkata, ya, saya melihat
kebenaran absolut dari itu?
  
42:45 WR: Itulah yang saya katakan.
 
42:47 K: Apakah Anda?
WR: Ya.
  
42:48 K: Tidak, Tuan.
Kemudian selesailah sudah.
  
42:55 Ini seperti melihat sesuatu
yang sangat berbahaya,
  
42:57 ini sudah berakhir,
 
42:59 Anda tidak menyentuhnya.
 
43:07 Saya berpikir,
apakah Anda melihatnya.
  
43:09 IS:Mengapa tidak menyentuhnya?
 
43:11 DB: Menurut saya ada
kecenderungan...
  
43:14 untuk mendengarkan melalui kata-
kata, seperti yang Anda sampaikan,
  
43:17 dan kata itu mengidentifikasi...
 
43:20 dan identifikasi itu masih
berlangsung,
  
43:22 sementara orang itu
berpikir dia mendengarkan.
  
43:25 Ini masalahnya. Sangat halus.
 
43:32 WR: Ya, dengan kata lain,
ini adalah mendengarkan,
  
43:34 Anda menggunakan
kata itu dalam melihat,
  
43:37 dalam pengertian itu.
K: Tidak.
  
43:39 Tuan, saya mendengar.
 
43:41 Ketika Anda mengatakan
sesuatu kepada saya,
  
43:43 apa yang telah dikatakan
Sang Buddha, saya mendengar.
  
43:47 Saya katakan, dia hanya mengutip
dari apa yang dikatakan Buddha,
  
43:52 tetapi dia tidak mengatakan sesuatu
yang ingin saya ketahui.
  
43:57 Dia memberi tahu saya
tentang Buddha,
  
43:59 tetapi saya ingin tahu
apa yang Anda pikirkan,
  
44:00 bukan apa yang
dipikirkan Buddha,
  
44:05 karena dengan begitu kita menjalin
hubungan antara Anda dan saya,
  
44:09 dan bukan di antara Anda,
Buddha dan saya?
  
44:12 Saya berpikir,
apakah Anda melihatnya.
  
44:18 WR:Itu juga berarti Anda
mendengar pemikiran umum.
  
44:24 K:Saya mendengar apa yang
Anda katakan tentang Buddha.
  
44:26 Saya hanya mendengar.
 
44:28 Saya tidak tahu.
 
44:29 Anda mengutip, mungkin apa yang
Anda kutip adalah sempurna,
  
44:35 Anda mengutip mungkin dengan
benar dan seterusnya,
  
44:38 tetapi Anda tidak mengungkapkan
diri kepada saya...
  
44:42 dan saya mengungkapkan diri
kepada Anda.
  
44:46 Karena itu kita memiliki hubungan
melalui Sang Buddha,
  
44:52 bukan hubungan langsung.
 
44:54 Saya pikir apakah Anda...
 
45:06 Saya sayang anjing saya dan Anda
sayang anjing itu juga,
  
45:11 tapi Anda sayang anjing itu...
 
45:13 dan hubungan kita
didasarkan pada anjing itu.
  
45:19 Saya tidak tahu apakah
saya membuat diri saya jelas.
  
45:21 Saya tidak membandingkan
Buddha dengan anjing!
  
45:29 IS: Boleh saya coba...
 
45:32 untuk mengatakan apa yang Anda coba
- tidak mencoba -
  
45:38 apa yang Anda cari adalah...
 
45:40 tanggapan pengalaman pribadi kami
terhadap pernyataan Anda.
  
45:47 K: Tidak,
pengalaman pribadi Anda...
  
45:50 adalah juga pengalaman
semua orang lain,
  
45:55 ini bukan pribadi.
 
45:57 IS: Meskipun ini disampaikan
secara individual, karena...
  
46:00 K:Ini bahkan bukan jika
Anda dan saya menderita,
  
46:04 itu adalah penderitaan,
 
46:06 bukan penderitaan saya
dan penderitaan Anda.
  
46:13 Tetapi ketika ada identifikasi
dengan penderitaan,
  
46:15 maka itu adalah
penderitaan saya.
  
46:21 Dan saya katakan,
saya harus bebas dari itu.
  
46:23 Tetapi sebagai manusia
di dunia kita menderita.
  
46:31 Kita sedang menyimpang
ke tempat lain.
  
46:34 DB:Menurut saya persoalan
identifikasi ini adalah yang utama,
  
46:38 itu sangat halus,
 
46:39 terlepas dari semua yang Anda
katakan identifikasi masih berjalan.
  
46:43 K: Tentu saja.
 
46:46 DB: Tampaknya dibangun ke
dalam diri kita.
  
46:52 IS: Dan ini menimbulkan
pertanyaan...
  
46:54 apakah identifikasi itu
dapat diakhiri,
  
46:58 jika saya mengerti
dengan benar.
  
47:03 DB: Identifikasi mencegah mendengar
dengan bebas, secara terbuka,
  
47:09 karena seseorang mendengarkan
melalui identifikasi.
  
47:12 K: Apa arti identifikasi?
 
47:15 Mengapa manusia mengidentifikasi
diri mereka dengan sesuatu...
  
47:21 - mobil saya, rumah saya,
istri saya...
  
47:24 anak-anak saya, negara saya,
tuhan saya
  
47:27 Anda ikuti?
Mengapa?
  
47:31 IS:Untuk menjadi sesuatu, mungkin.
K: Mari kita selidiki mengapa.
  
47:38 Tidak hanya mengidentifikasi
dengan hal-hal lahiriah,
  
47:41 tetapi juga secara batiniah mengi-
dentifikasi dengan pengalaman saya,
  
47:48 identifikasi dengan pengalaman dan
mengatakan, ini pengalaman saya.
  
47:54 Mengapa manusia
melalui ini sepanjang waktu?
  
48:02 DB:Pada satu tahap Anda berkata,
 
48:04 kita mengidentifikasi dengan
sensasi kita, misalnya,
  
48:08 indera kita,
 
48:11 dan ini tampaknya sangat kuat.
 
48:15 Apa jadinya jika tidak meng-
identifikasi dengan sensasi kita?
  
48:19 K: Ya.
 
48:23 Jadi ketika seseorang
mendengarkan,
  
48:27 apakah saya mendengarkan...
 
48:30 untuk mengidentifikasi diri saya
dengan fakta itu...
  
48:33 yang sedang dia bicarakan...
 
48:36 atau tidak ada identifikasi
sama sekali...
  
48:39 dan karena itu saya mampu
mendengar...
  
48:42 dengan telinga
yang sama sekali berbeda?
  
48:55 Apakah saya mendengar dengan telinga
pendengaran saya,
  
49:02 atau apakah saya mendengar...
 
49:09 dengan perhatian penuh?
 
49:16 Anda paham, Tuan? Apakah saya
mendengar dengan penuh perhatian?
  
49:21 Atau, pikiran saya mengembara
dan berkata, ‘Ya ampun,
  
49:24 ini agak membosankan dan
apa yang dia bicarakan?'
  
49:28 - jadi saya menjauh.
 
49:30 Tetapi bisakah
saya hadir sepenuhnya,
  
49:33 sehingga hanya ada
tindakan mendengar...
  
49:38 dan tidak ada yang lain, tidak ada
identifikasi, tidak mengatakan, ya,
  
49:42 itu ide bagus, ide buruk,
itu benar, itu palsu,
  
49:48 yang semuanya adalah
proses identifikasi,
  
49:51 tetapi tanpa gerakan-gerakan itu,
bisakah saya mendengarkan?
  
50:06 Ketika saya mendengar
seperti itu, lalu apa?
  
50:14 Kebenaran bahwa pikiran adalah
esensi dari diri...
  
50:19 dan si diri menciptakan semua
kesengsaraan ini,
  
50:24 selesailah sudah.
 
50:27 Saya tidak harus bermeditasi,
saya tidak harus berlatih,
  
50:31 itu berakhir ketika saya
melihat bahaya dari hal ini.
  
50:42 Jadi, bisakah kita mendengar
demikian penuhnya,
  
50:49 sehingga ada
ketidak-hadiran diri?
  
51:06 Dan dia berkata, dapatkah saya me-
lihat, mengamati sesuatu tanpa diri,
  
51:13 yang merupakan negara saya,
saya suka langit itu,
  
51:17 itu adalah langit yang indah dan
semua lainnya itu.
  
51:24 Jadi tolong.
 
51:25 Jadi pengakhiran dari pikiran,
 
51:29 yang merupakan pengakhiran atau pemu-
tusan pada kedalaman akar dari diri,
  
51:37 - perumpamaan yang buruk,
tetapi ambil itu -
  
51:44 ketika ada yang begitu aktif,
penuh perhatian,
  
51:48 perhatian yang tidak
mengidentifikasi,
  
51:55 lalu apakah diri itu ada?
 
52:11 Saya butuh jas,
 
52:15 mengapa harus ada identifikasi
dalam mendapatkan jas?
  
52:26 Saya paham, pemahaman itu ada.
 
52:32 Jadi mendengar secara aktif
menyiratkan mendengarkan indera.
  
52:44 Benar, Tuan?
 
52:46 Kepada selera saya,
seluruh gerakan sensorik.
  
52:55 Maksud saya, Anda tidak bisa menghen-
tikan indera, maka Anda akan lumpuh.
  
53:01 Tetapi begitu saya mengatakan
'Itu adalah rasa yang luar biasa,
  
53:04 saya harus memiliki lebih
banyak dari itu',
  
53:06 memulailah seluruh identifikasi.
 
53:09 DB: Menurut saya, bahwa itu adalah
kondisi umum umat manusia...
  
53:13 untuk mengidentifikasi dengan indera.
K: Tentu saja.
  
53:16 DB: Sekarang, bagaimana kita
akan mengubahnya?
  
53:18 K: Itulah seluruh masalahnya,
Tuan.
  
53:20 Manusia telah dididik, dikondisikan
selama ribuan tahun...
  
53:26 untuk mengidentifikasi diri
dengan segalanya,
  
53:30 - guru saya, rumah saya, tuhan saya,
negara saya, raja saya, ratu saya...
  
53:38 dan semua bisnis mengerikan itu
yang berlangsung.
  
53:47 DB:Anda melihat masing-masing dari
semua itu ada suatu sensasi.
  
53:51 K: Ini adalah suatu sensasi,
yang Anda sebut pengalaman.
  
54:01 Maaf, kami...
 
54:08 WR:Jadi kita harus sampai pada
poin kita. K: Ya, yang mana...
  
54:13 WR:Dengan yang kita mulai.
 
54:23 K: Ketika diri berakhir...
 
54:28 - itu bisa berakhir, jelas -
 
54:32 itu hanya pada orang-orang yang
paling bodoh...
  
54:34 dan orang-orang yang sangat
terbebani dengan pengetahuan,
  
54:39 dan mengidentifikasi diri mereka
dengan pengetahuan,
  
54:42 yang bilang "Akankah saya menjadi?"
dan semua itu.
  
54:47 Ketika ada akhir dari diri,
apa yang terjadi?
  
54:54 Bukan di akhir hidup saya,
 
54:58 tidak ketika otak menjadi...
atau sedang mundur,
  
55:06 ketika otak sangat sangat aktif,
tenang, hidup,
  
55:16 lalu apa yang terjadi ketika
diri tiada?
  
55:32 Sekarang, bagaimana Anda
bisa temukan, Tuan?
  
55:37 Katakanlah, X telah
mengakhiri diri sepenuhnya,
  
55:44 tidak memungutnya di hari kemudian,
di hari lain,
  
55:50 tetapi mengakhirinya sepenuhnya,
 
55:54 dia berkata, ya,
 
55:58 ada kegiatan yang
sama sekali berbeda...
  
56:01 yang bukan diri.
 
56:06 Apa gunanya itu bagi saya atau
siapa pun di antara kita?
  
56:11 Dia berkata,
ya, itu bisa berakhir;
  
56:15 itu adalah dunia
yang berbeda sama sekali,
  
56:19 dimensi yang berbeda,
 
56:21 bukan suatu dimensi sensorik,
 
56:25 bukan dimensi yang diproyeksikan
secara intelektual,
  
56:30 sesuatu yang sama sekali
berbeda.
  
56:36 Saya katakan dia pasti orang gila,
penipu, atau munafik,
  
56:44 itu tidak membuat...
tapi saya ingin mencari tahu,
  
56:47 bukan karena dia mengatakannya demi-
kian, tetapi saya ingin mencari tahu.
  
56:52 Bisakah saya, sebagai manusia,
 
56:56 hidup di dunia yang sangat jelek,
kejam dan keras ini,
  
57:03 secara ekonomi, sosial, moral
dan semua lainnya.,
  
57:07 hidup tanpa diri?
Saya ingin mencari tahu.
  
57:11 Dan saya ingin mencari tahu
bukan sebagai ide,
  
57:14 Saya ingin melakukannya,
itu adalah gairah saya.
  
57:21 Lalu saya mulai menyelidiki,
 
57:25 mengapa ada identifikasi
dengan bentuk,
  
57:30 dengan nama,
 
57:34 - tidak begitu penting apakah
Anda K atau W atau Y.
  
57:40 Jadi Anda memeriksa ini
dengan sangat hati-hati,
  
57:45 tidak untuk mengidentifikasi
diri Anda dengan apa pun,
  
57:51 dengan sensasi, dengan ide-ide,
dengan negara, dengan pengalaman.
  
57:59 Anda paham, Tuan?
 
58:03 Dapatkah Anda melakukannya?
 
58:06 Tidak samar-samar dan sesekali, te-
tapi sesuatu yang harus Anda lakukan,
  
58:15 dengan gairah, dengan intensitas,
untuk mencari tahu.
  
58:28 Itu berarti saya harus meletakkan
semuanya di tempat yang benar.
  
58:38 Betul?
 
58:40 Karena saya harus hidup,
saya harus punya makanan,
  
58:43 saya tidak perlu mengidentifikasi di-
ri saya dengan makanan ini atau itu,
  
58:47 saya makan makanan yang
benar dan selesailah sudah,
  
58:49 karena itu ia memiliki tempat
yang tepat.
  
58:51 Tapi ada semua
tuntutan tubuh, seks,
  
58:57 letakkan itu di tempat
yang benar.
  
59:03 Siapa akan memberitahu saya untuk
meletakkannya di tempat yang tepat?
  
59:07 Anda paham, Tuan?
 
59:10 Guru saya, paus,
 
59:16 ada tulisan suci?
 
59:19 Jika mereka melakukannya,
 
59:22 saya mengidentifikasi
diri saya dengan mereka...
  
59:24 karena mereka memberi saya
bantuan...
  
59:27 untuk meletakkan barang-barang
di tempat yang tepat,
  
59:29 yang adalah
omong kosong belaka.
  
59:35 Benar, Tuan?
 
59:39 Paus tidak dapat memberi tahu saya:
seks memiliki tempat yang tepat,
  
59:45 dan dia berkata, jangan bercerai,
menikahlah,
  
59:48 pernikahan Anda adalah
dengan tuhan - semua itu.
  
59:53 Dan saya mandek.
 
59:57 Mengapa saya harus mematuhi
paus,
  
1:00:00 atau guru, atau tulisan suci
atau politisi?
  
1:00:07 Jadi saya harus mencari tahu...
 
1:00:10 apa tempat yang tepat untuk
seks atau uang.
  
1:00:19 Benar, Tuan?
Apa tempatnya yang tepat?
  
1:00:29 Bagaimana saya mencari tahu
tempat yang tepat untuk seks,
  
1:00:34 yang merupakan salah satu tuntutan
fisik mendesak yang paling kuat,
  
1:00:42 yang orang-orang religius katakan,
putuskan, hancurkan. Benar, Tuan?
  
1:00:47 Tekan itu, ambil sumpah untuk
melawannya dan semua lainnya.
  
1:00:52 Saya katakan, maaf, itu tidak
berarti apa-apa bagi saya.
  
1:00:55 Jadi saya ingin mencari tahu,
tempat apa yang tepat baginya.
  
1:00:58 Bagaimanakah saya mencari tahu?
 
1:01:08 Saya punya kunci untuk itu.
Benar?
  
1:01:12 Yakni, non-identifikasi
dengan sensasi,
  
1:01:17 itulah kuncinya.
 
1:01:25 Benar, Tuan?
 
1:01:32 Jadi non-identifikasi dengan
sensasi
  
1:01:38 yang diterjemahkan dalam
pengalaman modern...
  
1:01:44 - saya harus mengalami seks.
 
1:01:50 Benar?
 
1:01:52 Jadi itu adalah,
 
1:01:57 identifikasi dengan
sensasi membuat si diri.
  
1:02:05 Jadi mungkinkah untuk tidak
mengidentifikasi dengan sensasi?
  
1:02:12 Ya, sensasi, saya lapar,
 
1:02:19 tetapi seks sedikit lebih kuat.
 
1:02:21 Jadi saya punya kunci untuk itu,
Anda paham?
  
1:02:28 Kebenarannya.
 
1:02:33 Benar, Tuan?
 
1:02:37 Jadi, ya, saya merasa seksual,
baik.
  
1:02:44 Non-identifikasi,
itulah kebenarannya.
  
1:02:50 Jika saya benar-benar
melihat kebenarannya,
  
1:02:54 maka seks, uang,
semuanya memiliki tempat yang tepat.
  
1:03:08 WR: Dengan kata lain,
bolehkah saya katakan,
  
1:03:11 bahwa Anda dapat melihat,
Anda harus melihat...
  
1:03:15 atau Anda melihat tanpa diri.
K: Ah, bukan, bukan, bukan.
  
1:03:22 WR: Identifikasi itu adalah diri.
K:Bukan, saya berkata,
  
1:03:31 ada kebenarannya,
 
1:03:33 bahwa identifikasi dengan sensasi,
dengan ini, dengan itu,
  
1:03:38 membangun struktur diri.
 
1:03:43 Benar?
 
1:03:45 Apakah itu kebenaran yang absolut,
tidak dapat dibatalkan,
  
1:03:50 bergairah, menetap?
 
1:03:57 Atau itu sekedar ide,
yang telah saya terima,
  
1:04:00 ya, itu benar,
 
1:04:03 dan saya bisa merubah ide
itu besok?
  
1:04:05 Tetapi hal ini tidak dapat
dibatalkan.
  
1:04:22 Seseorang harus punya uang...
 
1:04:27 - uang memberi saya kebebasan,
 
1:04:31 uang memberi Anda kebebasan melaku-
kan apa yang Anda suka, kebebasan,
  
1:04:36 seks, jika Anda
menginginkannya,
  
1:04:38 uang memberi Anda suatu rasa
kebebasan bergerak,
  
1:04:41 kekuasaan, posisi,
- Anda tahu, semuanya yang lain..
  
1:04:44 Jadi non-identifikasi dengan uang.
Anda ikuti?
  
1:04:52 DB:Dan itu berarti akhir dari
keinginan untuk apa pun.
  
1:04:57 K: Tidak, pada akhirnya keinginan
memiliki arti yang sangat kecil.
  
1:05:08 Tetapi itu tidak berarti
saya adalah orang yang loyo.
  
1:05:14 DB:Apakah Anda maksudkan, iden-
tifikasi memberi pada keinginan...
  
1:05:16 makna yang berlebihan?
 
1:05:18 K: Tentu saja.
 
1:05:26 Jadi, setelah meletakkan semuanya,
di tempat yang benar...
  
1:05:29 - bukan 'setelah meletakkan' -
saya tidak meletakkannya,
  
1:05:31 itu terjadi karena saya telah
melihat kebenaran dari hal ini,
  
1:05:37 jadi semuanya jatuh
di tempat yang tepat.
  
1:05:43 Benar?
 
1:05:44 Tidak, saya tidak bisa
memberi tahu Anda,
  
1:05:46 saya tidak bisa mengatakan ya,
benar atau salah.
  
1:05:48 WR:Tidak, tidak, saya paham
apa yang Anda katakan.
  
1:05:53 K: Lalu apakah tempat yang
dimiliki pikiran?
  
1:06:02 Anda paham, Tuan?
WR: Ya.
  
1:06:04 K: Apakah tempat yang
dimiliki pikiran?
  
1:06:10 Apakah dia benar punya tempat?
 
1:06:15 Jelas, ketika saya berbicara saya
menggunakan kata-kata,
  
1:06:21 kata-kata berhubungan dengan memori
dan sebagainya, seterusnya,
  
1:06:24 jadi ada pikiran di sana
- bukan dengan saya,
  
1:06:27 ada sedikit pemikiran
ketika saya berbicara,
  
1:06:29 mari, jangan kita dalami
hal ini.
  
1:06:33 Jadi pikiran mempunyai tempat.
 
1:06:39 Benar, Tuan?
 
1:06:42 Ketika saya harus naik kereta api,
ketika saya harus ke dokter gigi,
  
1:06:47 ketika saya pergi untuk melakukan
sesuatu, pikiran memiliki tempatnya.
  
1:06:53 Dan pikiran tidak punya tempat
secara psikologis,
  
1:06:59 ketika ada proses identifikasi
terjadi.
  
1:07:05 Betul?
 
1:07:07 Saya ingin tahu apakah Anda...
 
1:07:10 GN:Apakah Anda menyiratkan,
bahwa karena tidak ada pikiran...
  
1:07:16 proses identifikasi
telah kehilangan kekuatannya?
  
1:07:19 K: Tidak, ia tidak kehilangan
kekuatannya.
  
1:07:22 GN: Atau itu tidak terjadi
sama sekali.
  
1:07:24 K:Tidak, baru saja kami katakan,
 
1:07:31 bahwa memiliki kunci,
atau hidup dengan fakta,
  
1:07:43 hidup dengan kebenaran,
 
1:07:45 identifikasi itu
mewujudkan struktur
  
1:07:50 dan sifat diri,
 
1:07:52 yang menciptakan semua masalah
yang tak terhitung banyaknya,
  
1:07:57 melihat kebenaran itu, hidup
dengan kebenaran itu...
  
1:08:01 - hidup, itu ada di otak saya,
 
1:08:03 di tenggorokan saya, di kerongkongan
saya, itu bagian dari darah saya,
  
1:08:08 melihat kebenaran dari itu,
kebenaran itu ada di sana.
  
1:08:22 Dan karenanya pikiran
memiliki tempat yang tepat.
  
1:08:27 Saya telah menaruh uang, seks
- bukan saya.
  
1:08:31 GN: Anda menyiratkan...
 
1:08:36 IS: Itu jatuh ke tempatnya.
WR: Ya.
  
1:08:42 K:Tidak, Tuan. Saya ingin melangkah
lebih jauh ke dalam ini. Lanjutkan.
  
1:08:46 GN: Jika wawasan,
gairah, kebenaran, adalah kuat...
  
1:08:50 K:Tidak, Anda lihat, Anda
menggunakan kata 'kuat'.
  
1:08:54 GN:Ya, saya menggunakannya.
K:Tidak, saya katakan itu tidak kuat.
  
1:08:58 GN: Ini memiliki kekuatan
sendiri.
  
1:08:59 K:Tidak, Anda tidak dapat
menggunakan kata-kata itu.
  
1:09:02 GN:Sekarang, jika ia tidak memiliki
kekuatan, pikiran memaksakan dirinya.
  
1:09:08 K:Bukan, Bukan,
itu bukan kekuatan.
  
1:09:11 DB:Anda mengatakan,
itu adalah identifikasi...
  
1:09:12 yang membuat pikiran
melakukan semua hal yang salah.
  
1:09:16 K:Itu benar.
 
1:09:17 Identifikasi yang telah membuat
pikiran melakukan hal-hal yang salah.
  
1:09:19 DB:Akan baik-baik saja
kalau tidak.
  
1:09:22 K: Kalau tidak,
pikiran memiliki tempatnya.
  
1:09:23 DB:Pikiran akan bekerja dengan baik,
masuk akal.
  
1:09:27 Tetapi ketika Anda mengatakan
tidak ada identifikasi,
  
1:09:29 Anda maksudkan,
diri adalah kosong,
  
1:09:31 bahwa ia tidak memiliki
muatan, bukan?
  
1:09:33 K: Hanya ada sensasi.
 
1:09:36 DB: Sensasi-sensasi,
tetapi mereka tidak diidentifikasi.
  
1:09:38 K: Tidak diidentifikasi.
 
1:09:39 GN: Melalui pikiran.
K: Tidak diidentifikasi.
  
1:09:42 DB: Maksud Anda, mereka itu
hanya sekedar berlangsung?
  
1:09:44 K: Ya, sensasi sedang
berlangsung.
  
1:09:45 DB: Di luar atau di dalam.
K: Di dalam.
  
1:09:52 GN:Dan Anda juga menyiratkan
tidak ada ketergelinciran kembali.
  
1:09:57 K: Tentu saja tidak.
 
1:10:00 Ketika Anda melihat sesuatu
yang paling berbahaya,
  
1:10:03 Anda tidak mundur atau terus maju,
itu berbahaya.
  
1:10:13 Tuan, lalu apakah itu kematian?
 
1:10:20 Itu adalah persoalan yang dengannya
kita mulai. WR:Ya, ya, itu benar.
  
1:10:25 K: Apakah itu kematian?
 
1:10:31 Kematian seperti yang
kita ketahui,
  
1:10:35 itu adalah sel-sel otak,
dan seterusnya, mati.
  
1:10:44 Benar?
 
1:10:45 Tubuh makin mundur,
 
1:10:48 tidak ada oksigen
dan semuanya itu.
  
1:10:51 Saya bukan sesuatu...
jadi matilah dia
  
1:10:56 Sensasi mati bersamanya.
 
1:11:01 Betul?
 
1:11:14 Sekarang di mana saya?
 
1:11:15 DB: Sensasi, Anda katakan,
mati bersama tubuh.
  
1:11:18 K: Dengan tubuh.
 
1:11:19 DB: Tidak ada sensasi.
K: Tidak ada sensasi.
  
1:11:23 Benar?
 
1:11:25 WR: Ya.
 
1:11:29 K:Sekarang, apakah ada kehidupan
dengan sensasi sepenuhnya terbangun,
  
1:11:35 - mereka terbangun,
mereka hidup -
  
1:11:39 tetapi non-identifikasi dengan
sensasi...
  
1:11:46 mencabut,
menyingkirkan si diri.
  
1:11:55 Kami mengatakan itu.
 
1:12:00 Sekarang apa kematian itu?
 
1:12:02 Apakah mungkin untuk menjalani ke-
hidupan sehari-hari dengan kematian,
  
1:12:07 yang merupakan akhir dari diri?
 
1:12:14 Bukan begitu, Tuan?
WR: Ya.
  
1:12:18 K: Saya tidak bertanya.
 
1:12:20 Teruskan, seseorang
lanjutkan sebentar.
  
1:12:25 WR: Saya mengikutinya.
 
1:12:27 GN:Apakah menurut Anda, ada banyak
pembicaraan tentang wawasan,
  
1:12:32 meditasi pandangan terang,
vipassana,
  
1:12:36 apakah wawasan adalah hal yang
bertahan dan tidak hilang kembali?
  
1:12:43 Apakah wawasan
berkualitas demikian?
  
1:12:46 WR:Persis apa yang dia sekarang kata-
kan adalah meditasi pandangan terang.
  
1:12:54 Apa yang dia katakan sekarang
adalah meditasi pandangan terang.
  
1:12:59 GN:Tidak, saya bertanya, apakah wa-
wasan bertahan tanpa acuan ke waktu?
  
1:13:05 K: Jangan gunakan
kata-kata 'bertahan', 'terakhir'.
  
1:13:10 GN: Semua wawasan
adalah proses sesaat.
  
1:13:12 K: Saat Anda memiliki wawasan,
selesailah sudah.
  
1:13:14 GN:Selesai, ya.
WR:Begitu Anda melihatnya, selesai.
  
1:13:17 K: Saya memiliki wawasan tentang
seluruh sifat diri, selesai.
  
1:13:22 Saya memiliki wawasan.
WR:Itulah tepatnya yang dia katakan.
  
1:13:24 GN: Sudah lengkap.
 
1:13:25 WR:Di dalam dirinya sudah lengkap
dan tidak ada jalan untuk kembali.
  
1:13:28 GN: Tidak akan kembali,
kalau tidak itu bukan wawasan.
  
1:13:33 WR: Anda sudah melihatnya,
dan Anda tahu itu...
  
1:13:35 dan tidak ada ketergelinciran balik,
tidak akan kembali.
  
1:13:40 IS: Siapa yang melihatnya?
 
1:13:41 Dengan kata-kata itu
kita selalu mendapat masalah.
  
1:13:44 WR: Tidak, ini hanya bahasa.
 
1:13:47 Tidak ada yang-melihat terpisah
dari melihat.
  
1:13:50 GN:Tidak ada yang-melihat terpisah
dari melihat.
  
1:13:52 DB:Apakah Anda mengatakan wawasan
mengubah orang tersebut?
  
1:13:56 K: Itulah yang
kita diskusikan kemarin;
  
1:13:58 wawasan tidak hanya
mengubah keadaan pikiran,
  
1:14:03 tetapi sel-sel otak itu sendiri
mengalami perubahan.
  
1:14:05 WR:Benar sekali.
 
1:14:07 DB: Karena itu sel-sel otak,
 
1:14:07 berada di keadaan yang berbeda,
berperilaku berbeda,
  
1:14:10 tidak perlu mengulangi
wawasan itu.
  
1:14:12 WR: Seluruh sistem
berubah dengannya.
  
1:14:15 K: Berhati-hatilah, Tuan, jangan...
- bisa itu begitu, atau tidak begitu.
  
1:14:22 Jadi ada sesuatu yang tertinggal
pada saya sekarang:
  
1:14:27 tertinggal pada saya pertanyaan
tentang kematian itu apa.
  
1:14:31 Apakah akhir dari diri,
kematian?
  
1:14:37 Kematian dalam arti kata
yang umum diterima.
  
1:14:44 Jelas bukan,
 
1:14:48 karena darah beredar,
 
1:14:51 otak bekerja...
WR:Ini tidak dalam pengertian medis.
  
1:14:54 K:...jantung memompa
dan lain-lainnya.
  
1:14:57 DB: Masih hidup.
K: Masih hidup,
  
1:15:01 tetapi si diri tidak ada,
 
1:15:07 karena tidak ada identifikasi
dalam bentuk apa pun.
  
1:15:11 Saya tahu, Tuan,
ini adalah hal yang luar biasa.
  
1:15:16 Non-identifikasi dengan
apa pun:
  
1:15:20 dengan pengalaman, kepercayaan,
suatu negara, dengan ide, cita-cita,
  
1:15:25 istri, suami, cinta
- tiada identifikasi sama sekali.
  
1:15:38 Apakah itu kematian?
 
1:15:48 Orang yang menyebut itu
adalah kematian...
  
1:15:51 berkata, Tuhan,
jika saya tidak mengidentifikasi...
  
1:15:53 diri saya dengan
sesuatu atau lainnya,
  
1:15:55 saya bukan apa-apa.
 
1:16:00 Jadi mereka takut untuk
tidak menjadi apa-apa.
  
1:16:05 Lalu, lakukanlah identifikasi.
 
1:16:11 Tapi ketiadaan,
yang adalah bukan apa-apa,
  
1:16:18 - Anda paham, Tuan? - bukan apa-apa,
 
1:16:22 oleh karenanya, itu adalah keadaan
batin yang sangat berbeda.
  
1:16:29 Sekarang, itu adalah kematian.
 
1:16:33 Sementara ada kehidupan, sensasi-
sensasi, jantung berdetak,
  
1:16:37 darah beredar, bernapas,
otak aktif, tidak rusak,
  
1:16:45 tidak, ini... tidak rusak,
 
1:16:52 otak kita dalam keadaan rusak.
 
1:16:58 DB: Bisakah kerusakan ini
disembuhkan?
  
1:17:00 Apakah mungkin untuk
menyembuhkan kerusakan itu?
  
1:17:02 K: Wawasan,
itulah yang ingin saya capai.
  
1:17:09 Otak kita rusak.
 
1:17:14 Selama ribuan tahun kita
telah terluka,
  
1:17:20 secara psikologis, dalam batin,
 
1:17:22 dan luka itu adalah bagian dari sel
otak kita, ingatan akan luka-luka,
  
1:17:30 propaganda selama 2000 tahun,
bahwa saya seorang Kristen,
  
1:17:33 bahwa saya percaya kepada Yesus
Kristus,yang merupakan suatu luka;
  
1:17:40 atau saya seorang Buddhis - Anda
ikuti, Tuan? - Ini suatu luka.
  
1:17:47 Jadi otak kita rusak.
 
1:17:55 Untuk menyembuhkan
kerusakan itu...
  
1:17:59 adalah agar mendengar dengan
sangat hati-hati,
  
1:18:07 mendengar,
 
1:18:09 dan dalam mendengar itu, memiliki
wawasan tentang apa yang dikatakan,
  
1:18:13 dan karena itu segera ada
perubahan dalam sel-sel otak.
  
1:18:25 Karena itu,
tidak ada identifikasi,
  
1:18:29 lengkap dan total.
 
1:18:31 Lalu, apakah itu cinta?
 
1:18:39 Anda tahu,
saya mempertanyakan ini, Tuan.
  
1:18:53 Ada pembicaraan hebat tentang
kasih sayang, bukankah,
  
1:18:56 dalam literatur Buddhis.
 
1:18:58 Berbelas kasih, jangan membunuh,
jangan menyakiti.
  
1:19:04 Tempat apa yang dimiliki cinta
dalam kasih sayang?
  
1:19:14 Mencintai pria atau wanita, atau an-
jing atau sepotong batu, kucing liar,
  
1:19:24 mencintai sesuatu,
awan, pohon-pohon,
  
1:19:29 tempat apa yang...
 
1:19:30 - atau alam, apapun - cinta,
 
1:19:34 rumah yang dipasang
oleh arsitek,
  
1:19:37 sesuatu yang indah, batu bata
- untuk menyukainya,
  
1:19:43 yang bukan mengidentifikasi dengan
batu bata, dengan rumah.
  
1:19:57 Kematian saat hidup -
apakah itu cinta,
  
1:20:05 di mana tidak ada kemelekatan.
 
1:20:11 WR:Benar demikian, benar.
 
1:20:15 K: Jadi, tempat apa yang
dimiliki cinta,
  
1:20:19 mencintai seorang wanita,
seorang pria - Anda paham? -
  
1:20:25 tidak mengidentifikasi - tolong -
tidak...
  
1:20:28 mengidentifikasi
dengan sensasi seks...
  
1:20:32 dengan seorang wanita, atau
dengan seorang pria,
  
1:20:39 dan tetap mencintai orang itu.
 
1:20:47 Anda paham?
 
1:20:49 Ketika ada cinta itu, cinta itu
bukan wanita yang saya cintai,
  
1:20:54 itu adalah cinta global. Saya
berpikir apakah Anda melihat.
  
1:21:00 Jangan setuju, Tuan. WR:Tidak,
tidak setuju, saya melihatnya.
  
1:21:05 K:Tempat apa yang dimiliki
kualitas itu dengan welas kasih?
  
1:21:13 Atau apakah welas
sama dengan cinta?
  
1:21:19 WR: Tidak.
 
1:21:28 GN: Mengapa Anda
mengatakan tidak?
  
1:21:29 WR: Welas kasih hanya untuk
orang yang menderita.
  
1:21:43 Cinta - tidak ada diskriminasi,
 
1:21:51 sedangkan welas kasih diarahkan
kepada mereka yang menderita.
  
1:21:59 GN: Anda membuat perbedaan itu
antara welas kasih dan cinta.
  
1:22:02 WR: Ya.
 
1:22:03 GN: Apakah itu dalam bahasa Buddhis?
WR: Ya, bahasa Budhis.
  
1:22:08 Itu adalah Maitri dan Karuna.
Jika Anda menggunakan dua kata ini.
  
1:22:13 K: Maitri dan Karuna.
 
1:22:16 WR:Karuna adalah welas kasih...
 
1:22:18 dan cinta adalah maitri, itu
adalah lebih dari welas kasih.
  
1:22:26 K: Saya hanya...
 
1:22:40 Tuan, apakah orang mencintai
tanpa identifikasi,
  
1:22:46 yang menyiratkan tidak ada diri,
tidak ada kemelekatan?
  
1:22:51 WR: Itu adalah cinta sejati.
K: Tidak, saya bertanya,
  
1:22:58 Anda sebagai manusia,
bukan sebagai seorang Buddhis,
  
1:23:02 sebagai manusia tanpa
identifikasi,
  
1:23:08 dengan indra Anda
dan sebagainya, seterusnya,
  
1:23:12 apakah Anda mencintai seorang wanita
atau seorang pria atau seorang anak,
  
1:23:17 atau langit atau batu
atau anjing liar,
  
1:23:22 tanpa mengidentifikasi?
 
1:23:33 Mereka semua menderita...
 
1:23:38 - wanita itu menderita,
pria menderita,
  
1:23:45 anjing memiliki kehidupan
yang mengerikan, anjing liar,
  
1:23:50 dikejar oleh semua orang
dan ditendang oleh semua orang.
  
1:23:57 Dan ketika tidak ada identifikasi,
apakah Anda mencintai anjing itu,
  
1:24:04 atau apakah Anda memiliki belas kasih untuk anjing itu?
 
1:24:12 Apakah kasih sayang suatu ide...
 
1:24:17 - saya harus memiliki welas kasih un-
tuk penderitaan, untuk orang miskin,
  
1:24:22 untuk yang tergila-gila,
yang demensia?
  
1:24:27 DB: Saya masih berpikir,
pertanyaannya adalah,
  
1:24:29 adakah cinta bagi seseorang
yang tidak menderita?
  
1:24:34 Misalkan ada seseorang
yang tidak menderita.
  
1:24:38 K: Misalkan seseorang yang
teramat bahagia,
  
1:24:40 karena dia menulis buku atau cerita
menegangkan yang bagus...
  
1:24:43 dan mendapat banyak uang, berkata,
hidup yang amat menyenangkan.
  
1:24:45 DB: Maksud saya tepatnya
tidak begitu.
  
1:24:47 Bisa dibilang bahwa dia
menderita dalam batinnya.
  
1:24:49 K: Itulah yang saya tanyakan.
 
1:24:52 DB: Tapi apakah akan ada cinta
jika tidak ada penderitaan?
  
1:24:58 Yaitu, dalam hal manusia
terbebas dari itu.
  
1:25:01 K: Apakah akan ada cinta
tanpa penderitaan?
  
1:25:04 Atau, apakah Anda maksudkan,
 
1:25:06 seorang manusia harus melalui
penderitaan untuk memiliki cinta?
  
1:25:10 DB: Ya, belum tentu.
 
1:25:12 K: Anda lihat, ketika Anda
mengatakannya seperti itu,
  
1:25:14 itu yang disiratkan, bukan?
 
1:25:16 DB:Ya, satu pandangan adalah,
Anda bisa mengatakan satu hal,
  
1:25:20 bahwa mungkin ada cinta, entah ada
penderitaan atau tidak.
  
1:25:24 Dan yang lain adalah welas kasih
seperti cara umat Buddhis memakainya,
  
1:25:27 adalah bahwa ini hanya
untuk penderitaan.
  
1:25:30 K: Saya mempertanyakan itu.
 
1:25:34 GN: Saya tidak begitu merasa,
karuna itu, welas kasih,
  
1:25:37 hanya untuk mereka yang
menderita.
  
1:25:39 Saya pikir ia memiliki kualitas
yang lebih luas dari itu.
  
1:25:42 WR: Tidak, di sini ada empat
kualitas yang disebut Brahma Viharas,
  
1:25:47 kualitas-kualitas tertinggi ini...
 
1:25:50 - maitri, karuna, mudita, upekkha.
 
1:25:54 Maitri mencakup baik penderitaan...
 
1:25:57 dan bukan penderitaan,
seperti yang Anda katakan;
  
1:25:59 karuna hanya mencakup
penderitaan;
  
1:26:02 mudita diarahkan pada
orang-orang yang bahagia,
  
1:26:07 Anda mengidentifikasi
dengan kebahagiaan itu,
  
1:26:10 di dunia tidak ada
sukacita simpatik seperti itu;
  
1:26:17 upekkha adalah
keseimbangan batin.
  
1:26:22 Keempat kualitas ini
disebut Brahma Viharas,
  
1:26:26 kualitas tertinggi, ilahi.
 
1:26:32 Dan klasifikasi itu,
 
1:26:35 ketika Anda memakai kata 'cinta',
yang itu jauh lebih besar.
  
1:26:41 K: Tidak, saya belum sampai
ke welas kasih, Tuan.
  
1:26:43 Saya hanya ingin tahu,
 
1:26:46 sebagai manusia apakah
saya mencintai seseorang...
  
1:26:50 - anjing, cerobong asap, awan,
langit yang indah itu -
  
1:26:54 tanpa mengidentifikasi?
 
1:26:59 Bukan sebagai teori
tetapi fakta.
  
1:27:03 Saya tidak ingin menipu diri sendiri
dalam teori, atau dalam ide,
  
1:27:08 Saya ingin tahu apakah
saya mencintai pria itu,
  
1:27:10 atau wanita itu, atau anak itu,
atau anjing itu,
  
1:27:14 tanpa mengatakan,
'Ini adalah anjing saya, istri saya,
  
1:27:16 rumah saya, batu bata saya',
 
1:27:27 secara aktual, bukan abstraksi.
 
1:27:32 IS: Jika identifikasi
dengan ‘aku’ hilang,
  
1:27:37 selama saya merasa
'aku' bertindak sebagai diri,
  
1:27:41 Saya tidak bisa melakukannya.
K: Tidak, Nyonya.
  
1:27:43 Saya katakan yang sebenarnya adalah,
identifikasi yang melahirkan diri,
  
1:27:49 yang menyebabkan
semua masalah, kesengsaraan.
  
1:27:52 IS: Dan jika itu terlihat...
 
1:27:54 K:Saya mengatakan itu,
itu adalah...
  
1:27:56 realitas mutlak yang tidak
dapat dibatalkan,
  
1:27:59 itu ada dalam darah saya,
 
1:28:01 saya tidak bisa menyingkirkan
darah saya, itu ada di situ.
  
1:28:04 IS: Kalau begitu saya tidak bisa
tidak mencintai. K: Tidak, tidak.
  
1:28:08 Anda terlalu cepat.
IS: Saya mohon maaf.
  
1:28:14 K:Bukan ‘Saya tidak bisa
tidak mencintai’ - betulkah?
  
1:28:22 WR: Jika Anda melihatnya.
 
1:28:25 K: Tidak, tidak.
 
1:28:30 Apakah Anda melihat kebenaran,
kebenaran,
  
1:28:37 bahwa identifikasi
adalah akar dari diri,
  
1:28:44 dengan pikiran
dan semua lainnya?
  
1:28:46 Itu adalah fakta mutlak,
 
1:28:49 seperti kobra,
seperti binatang berbahaya,
  
1:28:54 seperti suatu tebing curam, seperti
minum racun yang mematikan.
  
1:29:03 Jadi tidak ada identifikasi,
sama sekali,
  
1:29:08 ketika Anda melihat bahaya.
 
1:29:11 Lalu apa hubungan saya
dengan dunia,
  
1:29:19 dengan alam, dengan wanita,
pria, anak saya?
  
1:29:30 Ketika tidak ada identifikasi,
 
1:29:32 apakah ada ketidakpedulian,
tidak berperasaan, kebrutalan
  
1:29:40 - katakanlah,
'Saya tidak mengidentifikasi'...
  
1:29:42 dan mengangkat
hidung Anda ke udara?
  
1:29:47 WR: Itu adalah sangat egois.
K: Tidak, tidak egois.
  
1:29:52 Apakah ini yang akan terjadi?
 
1:29:55 WR: Tidak. K: Tidak, Tuan, Anda
tidak bisa hanya mengatakan, tidak.
  
1:30:01 Kenapa tidak?
 
1:30:04 Itu akan terjadi
jika itu intelektual.
  
1:30:10 IS: Itu bukan kebenaran.
K: Saya punya cita-cita.
  
1:30:15 WR: Itulah yang saya katakan,
Anda belum melihat.
  
1:30:17 K: Tidak.
 
1:30:20 Saya bertanya, Tuan,
 
1:30:25 apakah non-identifikasi ini
suatu ideal, suatu kepercayaan,
  
1:30:31 sebuah ide
yang akan saya jalani...
  
1:30:35 dan karena itu hubungan saya
dengan anjing,
  
1:30:37 dengan istri, dengan suami,
dengan perempuan, atau apa pun itu,
  
1:30:41 menjadi sangat dangkal, santai.
 
1:30:47 Hanya saat kebenaran...
 
1:30:50 ketika identifikasi itu benar-benar
diputus dari kehidupan seseorang,
  
1:30:58 lalu tidak ada ketidakpekaan,
 
1:31:02 karena itu nyata.
 
1:31:10 Kita masih belum menyelesaikan
persoalan tentang kematian.
  
1:31:13 Sekarang
jam satu lewat lima menit...
  
1:31:15 dan kita harus berhenti
untuk makan siang.
  
1:31:18 WR: Dan di sore hari,
 
1:31:20 saya punya
beberapa pertanyaan lagi...
  
1:31:22 K: Baik, Tuan.
WR:...suatu daftar dari hal-hal.
  
1:31:26 K: Mari kita telusuri mereka.
 
1:31:29 WR: Dan ini sudah lama bekerja
di batin saya.
  
1:31:32 K:Mari kita lakukan. WR: Saya ingin
membahasnya dengan Anda...
  
1:31:35 dan hari ini hanya ada satu sesi
yang kita miliki, siang ini.
  
1:31:41 GN:Jam empat.
WR:Jam empat.
  
1:31:43 K:Anda ingin beberapa sesi lagi?
 
1:31:46 WR: Tidak mungkin hari ini,
karena kita akan makan siang.
  
1:31:51 K: Tidak, siang ini
kita akan bertemu.