Krishnamurti Subtitles

Apakah ada kemauan bebas?

Brockwood Park - 23 June 1978

Buddhist Scholars Discussion 3



0:17 Giddu Narayan: I am suggesting that Giddu Narayan:Saya
Dr Rahula puts all the questions menyarankan agar Dr Rahula...
   
0:20   mengajukan semua pertanyaannya,
   
0:23 that he has noted down, yang ia telah catat,
   
0:25 so that in the course sehingga
of the discussion dalam perjalanan diskusi,
   
0:28 we can cover most of the ground. kita bisa meliput sebagian
  besar medan.
   
0:33 And I have also got Dan saya juga punya satu atau
one or two things to say. dua hal untuk dikatakan.
   
0:35 I would like also to put it Saya juga ingin
  mengutarakannya,
   
0:37 so that the discussion can sehingga diskusi dapat berpusat
centre round the questions. sekitar pertanyaan-pertanyaan.
   
0:45 Walpola Rahula: Walpola Rahula:Mengapa tidak
Why not put your question first? mengutarakan pertanyaan Anda dahulu?
   
0:48 GN: My question is, GN: Pertanyaan saya adalah
in the Mahayana philosophy... dalam filosofi Mahayana...
   
0:54 Krishnamurti: Could you explain Krishnamurti: Bisakah
  Anda menjelaskan
   
0:55 what Mahayana is Mahayana itu apa dalam
in the Buddhist philosophy? filsafat Buddhis?
   
0:59 GN: As coming from Nagarjuna, GN:Seperti yang datang
  dari Nagarjuna,
   
1:02 probably the greatest thinker, mungkin pemikir terhebat,
second century: abad kedua:
   
1:09 he talked a great deal dia banyak bicara tentang
about sunyata, sunyata,
   
1:13 void, kehampaan,
   
1:15 and it has a very close dan itu memiliki hubungan yang
association with insight. sangat dekat dengan wawasan.
   
1:19 And I believe the whole Dan saya percaya keseluruhan
of later Buddhist thought pemikiran Buddhis yang belakangan...
   
1:24 owes its strength to this berkekuatan berkat gagasan
Nagarjuna’s idea of sunyata sunyata Nagarjuna ini,
   
1:32 as being something sebagai sesuatu yang
which is pure, pristine. murni, asli.
   
1:39 And there is no insight Dan tidak ada wawasan
without sunyata. tanpa sunyata.
   
1:44 I will put it that way. Saya katakannya seperti itu.
   
1:46 And then he also said that Dan kemudian dia juga mengatakan
without understanding the outer bahwa tanpa memahami bagian luar...
   
1:52 there is no possibility tidak ada kemungkinan untuk
of going to the inner. masuk ke batin.
   
1:56 Then he also made a statement Kemudian dia juga membuat pernyataan
which seems to be fallacious: yang sepertinya keliru:
   
2:01 samsara is nirvana, samsara adalah nirwana,
and nirvana is samsara. dan nirvana adalah samsara.
   
2:06 David Bohm: David Bohm: Apakah nirwana
What nirvana and samsara? dan samsara?
   
2:09 K: Sir, you are using K: Tuan, Anda menggunakan
Sanskrit words, kata-kata Sansekerta,
   
2:11 perhaps some of us may understand, mungkin sebagian dari kita
  bisa mengerti,
   
2:13 but you have to explain it tetapi Anda harus menjelaskannya
very carefully. dengan sangat hati-hati.
   
2:15 GN: Samsara is worldly life with all GN: Samsara adalah kehidupan
its travail, suffering and dukkha, duniawi dengan semua...
   
2:19   kesusahan, penderitaan
  dan dukkha,
   
2:22 with all its sorrow dengan semua kesedihannya
– samsara. - samsara.
   
2:25 Nirvana is a state of freedom, Nirvana adalah kondisi kebebasan,
bliss, liberation. kebahagiaan, kebebasan.
   
2:31 He said samsara is nirvana, Dia mengatakan samsara adalah
and nirvana is samsara. nirwana, dan nirvana adalah samsara.
   
2:36 And this is explained Dan ini dijelaskan oleh
by the Buddhist scholars para ahli Buddhis...
   
2:40 through Pratitysamutpada, melalui Pratitysamutpada,
   
2:43 the whole thing is interrelated, semuanya saling terkait,
conditioned origination. asal-mula yang terkondisi.
   
2:47 So this has a very Jadi ini memiliki pengaruh
powerful influence yang sangat kuat...
   
2:50 over the Buddhist thought today, atas pemikiran Buddhis hari ini,
as I understand it. seperti yang saya mengerti.
   
2:55 And I would like Dan saya ingin ini diperiksa...
this to be examined  
   
2:58 in the context of what dalam konteks apa yang
we have been talking about. telah kita bicarakan.
   
3:02 K: I haven’t understood K: Saya belum mengerti
the statement. pernyataan itu.
   
3:05 GN: The first thing is GN: Hal pertama adalah
the importance of sunyata. pentingnya sunyata.
   
3:13 K: What do you mean K: Apa yang Anda maksud dengan
by that word ‘sunyata’? kata 'sunyata' itu?
   
3:17 WR: From the Buddhist point of view WR: Dari sudut pandang Buddhis
I will explain. akan saya jelaskan.
   
3:22 Sunyata literally means Sunyata secara harfiah berarti
voidness, void, emptiness. kehampaan, hampa, kekosongan.
   
3:30 K: Nothingness. Sunyata. K: Ketiadaan. Sunyata.
I know the meaning. Saya tahu artinya.
   
3:33 WR: That is the literal meaning. WR: Itu arti harfiahnya.
   
3:35 But the significance is Tetapi yang penting adalah,
   
3:36 that it is attributed bahwa ini dikaitkan oleh para
by western Buddhist scholars ahli Buddhis barat...
   
3:40 mostly to Nagarjuna. terutama ke Nagarjuna.
That is incorrect. Itu tidak benar.
   
3:45 It is the Buddha Adalah Sang Buddha yang
who said this first, pertama mengatakan ini,
   
3:48 and Nagarjuna as a great thinker, dan Nagarjuna
philosopher, sebagai pemikir besar, filsuf,
   
3:51 developed it into a system. mengembangkannya
  menjadi suatu sistem.
   
3:54 Whereas Buddha said it Sedangkan Buddha mengatakannya
in a very simple way. dengan cara yang sangat sederhana.
   
3:57 And Ananda who was Buddha’s nearest Dan Ananda yang merupakan kolega,
associate, companion, disciple, sahabat, murid terdekat Buddha,
   
4:05 asked one day, ‘Sir, it is said Suatu hari bertanya, ‘Tuan, konon
the world is sunya, empty, dunia ini sunya, kosong,
   
4:14 what does it mean, apa artinya,
to what extent is it sunya?’ sampai sejauh mana sunya? '
   
4:18 He said, Dia berkata,
‘Ananda, it is without self’ 'Ananda, itu adalah tanpa diri'
   
4:25 – he used the word - dia menggunakan kata
‘atta’, ‘atman’ – ‘atta’, ‘atman’ -
   
4:28 ‘without self ‘Tanpa diri dan apa pun yang
and anything pertaining to self, berkaitan dengan diri,
   
4:32 therefore it is sunya’. oleh karenanya, itu sunya '.
   
4:35 It is very clearly explained. Sangat terang dijelaskannya.
   
4:37 In many other places Di banyak tempat lain dia
he told a man, memberi tahu orang,
   
4:40 ‘See the world as sunya ‘Lihatlah dunia sebagai sunya,
and you are liberated’. dan Anda terbebaskan’.
   
4:46 And these are Dan ini adalah
the original statements. pernyataan-pernyataan aslinya.
   
4:49 Nagarjuna took these ideas Nagarjuna
  mengambil ide-ide ini...
   
4:51 and developed them dan mengembangkannya melalui
by his Madhyamkiarika Madhyamkiarika-nya,
   
4:55 based on Pratityasamutpada berdasarkan Pratityasamutpada,
that is dependent origination, asal-mula yang saling bergantungan,
   
5:00 I would rather call it Saya lebih suka menyebutnya
conditioned genesis, asal-mula terkondisi,
   
5:04 and on that philosophy dan berdasarkan filosofi itu,
   
5:07 that is everything is yakni, segalanya saling
interdependent, relative, tergantung, bertalian,
   
5:11 nothing is absolute, tidak ada yang mutlak, semuanya
everything is cause and effect, adalah sebab dan akibat,
   
5:16 and cause cannot be dan penyebab tidak dapat
separated from the result, dipisahkan dari hasilnya,
   
5:18 except if it can dissipate, kecuali jika itu bisa menghilang,
it’s a continuity. itu adalah suatu kontinuitas.
   
5:22 That is time also. Itu waktu juga.
   
5:26 And on this philosophy Nagarjuna Dan atas dasar filosofi ini...
developed very highly as a system,  
   
5:27   Nagarjuna mengembangkannya sangat
  tinggi sebagai suatu sistem,
   
5:32 this teaching of sunyata ajaran sunyata ini sebagai
as void, empty. hampa, kosong.
   
5:38 And that is exactly Dan itulah yang juga
what Krishnaji says also. dikatakan oleh Krishnaji.
   
5:43 There is no self, and you see it Tidak ada diri, dan Anda melihatnya,
and every problem is solved. dan setiap masalah terselesaikan.
   
5:49 There is no complication, Tidak ada komplikasi,
there is no problem. tidak ada masalah.
   
5:53 That is how I see it Begitulah cara saya melihatnya
in relation to his explanation. sehubungan dengan penjelasannya.
   
5:57 Then the second thing you said Lalu hal kedua yang Anda katakan
– what was the second question? - apa pertanyaan kedua?
   
6:01 GN: The relationship GN: Hubungan antara bagian luar
between the outer and the inner. dan bagian dalam.
   
6:06 WR: That is exactly WR: Itulah apa yang persis
what Krishnaji and Dr Bohm Krishnaji dan Dr Bohm...
   
6:13 discussed as ‘Actuality and Truth’ telah bahas sebagai
or ‘Reality and Truth’, 'Aktualitas dan Kebenaran',
   
6:15   atau 'Realitas dan Kebenaran',
   
6:17 and it is published dan diterbitkan
in that new book, dalam buku baru itu,
   
6:20 that is yang adalah Samrhitisatya dan
Samrhitisatya and Paramarthasatya, Paramarthasatya,
   
6:23 these are also accepted ini juga merupakan dalil yang
Buddhist philosophical propositions. diterima dalam filosofi Buddhis.
   
6:30 Samrhitisatya is conventional, Samrhitisatya adalah
  konvensional,
   
6:32 that is what we do, itulah yang kita lakukan,
talk and eat and all these things, bicara dan makan dan semua ini,
   
6:36 within duality, within relativity. dalam ruang lingkup dualitas,
  dalam relativitas.
   
6:42 You can’t say Anda tidak bisa
this is false, this table. mengatakan ini salah, meja ini.
   
6:45 But in another sense this is not so. Tetapi dalam arti lain
  tidak demikian.
   
6:50 But Samrhitisatya is Tetapi Samrhitisatya adalah
that conventional truth. kebenaran konvensional itu.
   
6:54 Paramarthasatya is the ultimate, Paramarthasatya adalah
absolute truth. kebenaran tertinggi, absolut.
   
6:58 These two also Keduanya juga tidak bisa
cannot be separated. dipisahkan.
   
7:01 GN: That’s right. GN: Itu benar.
   
7:03 WR: Now Nagarjuna clearly says WR:Nagarjuna dengan jelas mengatakan
in one place, in Madhyamika Karika, di satu tempat, di Madhyamika Karika,
   
7:07 one who cannot see and orang yang tidak bisa melihat dan
does not see the conventional truth tidak melihat kebenaran konvensional,
   
7:13 is incapable of arriving tidaklah mampu mencapai
at the ultimate truth. kebenaran tertinggi.
   
7:18 The third question you raised was, Pertanyaan ketiga yang Anda ajukan,
I think, nirvana and samsara. saya pikir, nirwana dan samsara.
   
7:27 That is also, Nagarjuna says Itu juga, kata Nagarjuna...
   
7:32 – clearly, I remember - dengan jelas, saya ingat kata-kata
the words even by heart. itu bahkan di luar kepala.
   
7:35 He says that nirvana has no Dia mengatakan bahwa nirwana sama
difference whatsoever from samsara sekali tidak berbeda dengan samsara,
   
7:41 and samsara has no difference dan samsara tidak memiliki
whatsoever from nirvana. perbedaan apa pun dengan nirwana.
   
7:45 To clarify the word ‘samsara’, Untuk memperjelas kata
  'samsara',
   
7:47 in the strict definition samsara dalam definisi ketat, samsara adalah
is the continuity of our existence. kelanjutan dari keberadaan kita.
   
7:58 And I remember once I put Dan saya ingat, pernah saya ajukan
this question to Krishnaji in Paris, pertanyaan ini ke Krishnaji di Paris,
   
8:04 personally, there was nobody secara pribadi, tidak ada seorang
except him and myself. pun selain dia dan saya sendiri.
   
8:08 K: Two wise people! K: Dua orang bijak!
   
8:12 WR: I don’t know. WR: Saya tidak tahu.
   
8:13 But I put it to Krishnaji, Tapi saya ajukan ke Krishnaji,
   
8:15 there is a great Nagarjuna ada pernyataan Nagarjuna
statement like this, yang hebat seperti ini,
   
8:19 it is very interesting sangat menarik untuk
to say it today, mengatakannya hari ini,
   
8:23 I asked him what he thought. Saya bertanya
  pendapatnya bagaimana.
   
8:25 Then to my surprise he said, Lalu saya terkejut, ketika dia
‘Who is Nagarjuna?’ berkata, 'Siapa Nagarjuna itu?'
   
8:29 I said, ‘That is your compatriot’, Saya berkata,
  'Dia adalah orang senegara Anda',
   
8:34 because he was from Andhra, karena dia dari Andhra,
supposed to be from Andhra. seharusnya dari Andhra.
   
8:37 K: Oh! K: Oh!
   
8:41 WR: And then I explained to him WR:Dan kemudian saya jelaskan kepada-
who Nagarjuna was historically nya siapa Nagarjuna secara historis,
   
8:46 as a thinker and a philosopher. sebagai pemikir dan filsuf.
   
8:48 I said in Buddhist history Saya katakan dalam sejarah Buddhis,
he is perhaps the boldest thinker. dia mungkin pemikir paling berani.
   
8:53 Then he asked me, Lalu dia bertanya, apa
what were his attainments. pencapaiannya.
   
8:58 I said we can’t say, that we don’t Saya bilang kita tidak bisa
know, only we know his writings, katakan, kita tidak tahu,
   
9:01   kita hanya tahu tulisannya,
   
9:02 through writings about him, melalui tulisan tentang dia,
   
9:05 but about his attainments, tetapi tentang pencapaiannya,
spiritual realisation realisasi spiritual,
   
9:09 we can’t say anything. kami tidak bisa mengatakan
  apa-apa.
   
9:11 Then Krishnaji paused Kemudian Krishnaji berhenti
for a minute sejenak...
   
9:14 and asked me, ‘What did dan bertanya kepada saya, 'Apa yang
Buddha say about all this?’ Buddha katakan tentang semua ini?',
   
9:19 I said nothing. Saya bilang, tidak ada.
   
9:21 ‘That is correct’, 'Itu betul',
   
9:23 then you said with the finger, lalu Anda berkata dengan jari,
this I remember very well, ini saya ingat sekali,
   
9:27 at Suarès, whose house? di Suarès, rumah siapa?
K: Suarès. K: Suarès.
   
9:30 WR: ‘That is right’. WR: 'Itu benar'.
   
9:32 Because I was always doubtful Karena saya selalu ragu...
   
9:35 and I did not accept dan saya tidak menerima
Nagarjuna’s statement pernyataan Nagarjuna...
   
9:39 so clearly, definitely saying yang begitu jelas, tegas mengatakan
nirvana and sunyama were the same. nirwana dan sunyama adalah sama.
   
9:44 K: I am not quite sure K: Saya tidak yakin bahwa
that we understand, all of us. kita mengerti, kita semua.
   
9:48 WR: Yes, will you explain WR: Ya, apakah Anda akan
this position, sir? menjelaskan posisi ini, Tuan?
   
9:50 K: No, may I ask this, K:Tidak, bolehkah saya
to explain a little more? meminta ini,
   
9:52   untuk menjelaskan
  sedikit lebih banyak?
   
9:54 What does samskara mean actually? Apa sebenarnya arti samskara?
WR: Samsara. WR: Samsara.
   
9:58 K: Samskara in Sanskrit. K: Samskara dalam bahasa
  Sansekerta.
   
10:00 WR: Samsara, Sanskrit, Pali, WR: Samsara, Sanskerta, Pali,
both – Samsara. dua-duanya - Samsara.
   
10:03 Samskara is another thing. Samskara adalah hal lain.
   
10:07 GN: Samskara is a different word. GN: Samskara adalah kata
  yang berbeda.
   
10:15 WR: Samsara literally means WR: Samsara secara harfiah berarti
wandering, going off, going round. mengembara, pergi, berkeliling.
   
10:21 K: And Samskara means? K: Dan Samskara artinya?
WR: Samskara means construction, WR:Samskara berarti konstruksi,
   
10:25 that is all our thinking. itu adalah semua pemikiran kita.
K: The past. K: Masa lalu.
   
10:30 WR: It belongs to the past. WR: Itu adalah masa lalu.
K: That’s right. K: Itu benar.
   
10:32 WR: It belongs to the past. WR: Itu dari masa lalu.
K: Yes, I understood that. K: Ya, saya mengerti itu.
   
10:35 WR: Yes, that belongs to the past. WR: Ya, itu dari masa lalu.
   
10:37 All our samskaras Semua samskara kita...
   
10:39 are work of the memory, adalah karya dari memori, pengeta-
knowledge, learning and all that. huan, pembelajaran dan semua itu.
   
10:43 K: Like an old man K: Seperti orang tua yang kembali
going back and living in the past. dan hidup dalam masa lalu.
   
10:47 That’s it. Itu dia.
   
10:48 WR: But samsara is continuity. WR:Tapi samsara adalah kontinuitas.
K: Continuity, I understand. K: Kontinuitas, saya mengerti.
   
10:53 WR: Nirvana, we can’t define. WR:Nirvana,
K: No, whatever it is. kita tidak bisa definisikan.
   
10:56   K:Tidak, apa pun itu adanya.
   
10:59 WR: Whatever it is, WR: Apa pun itu adanya,
   
11:00 it is never defined itu tidak pernah didefinisikan
in positive terms by the Buddha. secara positif oleh Sang Buddha.
   
11:03 Always whenever he was asked, Selalu setiap kali dia ditanya, dia
he said, no, that is not nirvana. berkata, tidak, itu bukan nirwana.
   
11:09 K: Quite, K:Tepat sekali,
   
11:09 so you have asked your questions? jadi Anda telah mengajukan pertan-
GN: Yes, I’ve asked. yaan? GN:Ya, saya sudah bertanya.
   
11:12 K: Now, sir, K:Sekarang, Tuan, Anda sebaiknya
you better ask your questions too mengajukan pertanyaan Anda juga...
   
11:16 in relation to what he has said. sehubungan dengan apa
  yang dia telah katakan.
   
11:21 WR: The question is not from him, WR:Pertanyaannya bukan dari dia,
from you. dari Anda.
   
11:25 My question I am asking from you. Pertanyaan saya yang saya minta
K: What? dari Anda. K: Apa?
   
11:28 WR: There are many questions, WR:Ada banyak pertanyaan, tetapi
but as we have not much time. karena kita tidak punya banyak waktu.
   
11:32 K: We have got plenty of time, sir. K:Kita punya banyak waktu, Tuan.
   
11:34 WR: One question is WR: Satu pertanyaan adalah...
   
11:38 – both I will say at once, - yang kedua akan saya
so you can take them – segera susulkan, -
   
11:42 one question is, satu pertanyaan adalah,
   
11:44 that in western philosophy, bahwa dalam filsafat barat,
western thought, pemikiran barat,
   
11:48 free will has played keinginan bebas telah memainkan
a very important part. bagian yang sangat penting.
   
11:52 K: Free will. K:Keinginan bebas. WR:Keinginan
WR: Free will – absolute free will. bebas - keinginan bebas absolut.
   
11:54 K: Free will. K: Keinginan bebas.
WR: Yes, free will. WR: Ya, keinginan bebas.
   
11:58 According to the same philosophy Menurut filosofi yang sama yang
that Mr Narayan said, dikatakan Bp Narayan,
   
12:04 conditional relations, hubungan yang bersyarat,
   
12:06 that is cause and effect, yang adalah sebab dan akibat,
   
12:10 according to that philosophy, menurut filosofi itu, Buddhisme,
Buddhism,  
   
12:13 such a thing is impossible hal seperti itu tidak mungkin,
   
12:15 because all our thinking, karena semua pemikiran kita,
   
12:16 all our construction, all our work, semua konstruksi kita,
all our knowledge is conditioned. semua pekerjaan kita,
   
12:19   semua pengetahuan kita,
  terkondisi
   
12:21 K: Yes. K: Ya.
   
12:22 WR: Therefore WR: Karena itu,
if there is a free will, jika ada keinginan bebas,
   
12:25 it is free only in a relative sense itu bebas hanya dalam arti relatif
and it is not absolute freedom. dan itu bukan kebebasan absolut.
   
12:34 That is the Buddhist position. Itu adalah posisi Buddhis.
   
12:35 That is one question I put. Itu adalah satu pertanyaan yang saya
K: Let’s talk it over, sir. ajukan. K:Mari kita bicarakan, Tuan.
   
12:43 What is will? Keinginan itu apa?
What is will? Keinginan itu apa?
   
12:50 How do you explain what will is? Bagaimana Anda menjelaskan
  keinginan itu apa?
   
12:55 WR: Will is WR:Keinginan adalah yang Anda
that you decide, you want. putuskan, Anda kehendaki.
   
13:02 K: No, what is the origin, K: Tidak, apa asalnya,
the beginning of will? permulaan dari keinginan?
   
13:15 I will do this, Saya ingin melakukan ini, saya
I won’t do that. tidak mau melakukan itu.
   
13:21 Now, what is the meaning of will? Sekarang,
  apa arti dari keinginan?
   
13:33 WR: The meaning of will WR:Arti dari keinginan adalah
is to want to do. mau untuk melakukan.
   
13:36 K: No, no. K: Tidak, tidak.
   
13:39 All right, let me go on then. Baiklah,
  biarkan saya melanjutkan.
   
13:41 Is it not desire? Bukankah itu hasrat?
   
13:45 WR: It is a desire. WR: Itu adalah hasrat.
   
13:47 K: Desire accentuated, heightened, K:Hasrat yang ditonjolkan,
strengthened, which we call will. yang dipuncakkan,
   
13:50   yang diperkuat,
  yang kita sebut keinginaan.
   
13:55 DB: It seems to me DB: Sepertinya menurut saya, bahwa
that we make it determined. kita membuatnya menjadi ketentuan.
   
13:58 We determine the object of desire. Kita menentukan objek dari hasrat.
We say, ‘I am determined’. Kita berkata, 'Saya bertekad'.
   
14:02 K: In that there is determination. K:Di dalamnya ada tekad.
DB: It gets fixed there. DB:Itu dispastikan di situ.
   
14:05 K: I desire that, K: Saya menginginkan itu,
   
14:08 and to achieve that dan untuk mencapai itu
I make an effort. saya berupaya.
   
14:12 That effort, Upaya itu, motif
the motive of that effort is desire. dari upaya itu adalah hasrat.
   
14:18 So will is desire. Jadi, keinginan adalah hasrat.
   
14:21 Right? Benar?
   
14:24 WR: It is a form of desire. WR: Itu adalah suatu bentuk
  dari hasrat.
   
14:28 K: It is a form of desire. K: Itu adalah suatu
  bentuk dari hasrat.
   
14:31 Now, can desire ever be free? Sekarang, pernahkah hasrat bisa
WR: Absolutely. bebas? WR:Benar sekali.
   
14:36 That is what I wanted Itulah yang ingin saya
to hear from you. dengar dari Anda.
   
14:44 No, you don’t like to say that Tidak, Anda tidak ingin mengatakan
but I want to say it. itu, tetapi saya ingin mengatakannya.
   
14:50 K: Desire can never be free. K:Hasrat tidak pernah bisa bebas.
   
14:52 It can change the objects of desire: Itu dapat merubah objek
  kehasratannya:
   
14:55 I can desire one year Saya dapat berhasrat pada
to go to buy this, satu tahun untuk membeli ini,
   
14:58 the next year that, change, tahun berikutnya beli itu,
  berubah,
   
15:00 but desire is constant, tetapi hasrat adalah tetap,
the objects vary. objeknya beragam.
   
15:06 And the strengthening of desire: Dan penguatan hasrat:
   
15:11 I will do that, saya akan melakukan itu,
the will is in operation. keinginan sedang beroperasi.
   
15:17 Will is desire. Keinginan adalah hasrat.
   
15:22 Now can desire ever be free? Sekarang, apakah hasrat
  bisa bebas?
   
15:27 WR: No. WR: Tidak.
   
15:29 K: But we say free will exists K: Tapi kita katakan
  keinginan bebas ada,
   
15:33 because I can choose karena saya dapat memilih
between this and that, antara ini dan itu,
   
15:40 between this job and that job, antara pekerjaan ini dan
I can go pekerjaan itu, saya bisa pergi...
   
15:43 – except in totalitarian states – - kecuali di negara totaliter -
   
15:46 I can go from England Saya bisa pergi dari Inggris
to France freely. ke Prancis dengan bebas.
   
15:50 So the idea of free will Jadi ide keinginan bebas
is cultivated dikembangkan...
   
15:57 with a sense that human beings dengan perasaan bahwa manusia
are free to choose. adalah bebas untuk memilih.
   
16:07 What does that mean Apa artinya itu - memilih?
– to choose?  
   
16:14 I can choose between Saya dapat memilih antara
blue jeans and something else, jeans biru dan yang lainnya,
   
16:20 between this car and that car, antara mobil ini dan mobil itu,
between that house and so on, antara rumah itu dan seterusnya,
   
16:24 but why should I choose at all? tetapi mengapa saya harus
  memilih?
   
16:31 Apart from material things, Terlepas dari hal-hal materi,
   
16:33 apart from certain books and so on, terlepas dari buku-buku tertentu
  dan sebagainya,
   
16:39 why is there choice? mengapa ada pilihan?
   
16:45 I am a Catholic, Saya seorang Katolik,
I give up Catholicism saya tinggalkan agama Katolik...
   
16:48 and become a Zen Buddhist. dan menjadi seorang
  Buddhis Zen.
   
16:51 And if I am a Zen, Dan jika saya seorang Zen,
I become something else, saya menjadi sesuatu yang lain,
   
16:54 and I choose. dan saya memilih. Mengapa?
Why?  
   
16:58 Why is there choice at all, Mengapa harus ada pilihan,
   
17:02 which gives one the impression yang memberi kesan bahwa
that I am free to choose? saya bebas untuk memilih?
   
17:12 Right, sir? Benar, Tuan?
   
17:14 So I am asking why is there Jadi saya bertanya mengapa,
the necessity of choice at all? harus ada kebutuhan memilih?
   
17:23 If I am a Catholic, Jika saya seorang Katolik,
   
17:26 and saw the whole dan melihat keseluruhan makna
significance of Catholicism, kepercayaan Katolik,
   
17:32 with its abstractions, dengan abstraksi nya, dengan
with its rituals, dogmas, ritual nya, dogma-dogma nya,
   
17:36 you know, the whole circus in it, Anda tahu,
  seluruh sirkus di dalamnya,
   
17:40 and I abandon that, dan saya tinggalkan itu,
   
17:42 why should I join something else? mengapa saya harus bergabung
  dengan yang lainnya?
   
17:44 Because when I have Karena ketika saya telah
investigated this menyelidiki ini,
   
17:46 I have investigated saya sudah menyelidiki
all the religions. semua agama.
   
17:50 I wonder... saya penasaran...
   
17:53 So choice must exist only Jadi pilihan harus ada
when the mind is confused. hanya ketika batin bingung.
   
18:06 No? Tidak?
   
18:07 When it is clear, Ketika sudah jelas,
there is no choice. tidak ada pilihan.
   
18:19 Is that right? Apakah itu benar?
   
18:21 WR: Right, I think you have WR: Benar, saya pikir Anda telah
answered the question, menjawab pertanyaannya,
   
18:24 to me you have bagi saya, Anda telah
answered the question. menjawab pertanyaan itu.
   
18:26 K: I haven’t fully answered it. K: Saya belum sepenuhnya
  menjawabnya.
   
18:28 DB: I think that DB: Saya pikir bahwa
the western philosophers para filsuf barat...
   
18:30 might not agree with them, mungkin tidak setuju dengan mereka,
I am not sure. saya tidak yakin.
   
18:32 K: They won’t agree, of course. K: Mereka tidak akan setuju,
  tentu saja.
   
18:33 DB: They say that choice DB: Mereka mengatakan bahwa
is not desire, pilihan itu bukan hasrat,
   
18:35 that will is not desire bahwa
but will is something else. keinginan itu bukan hasrat,
   
18:36   tetapi keinginan
  adalah sesuatu yang lain.
   
18:38 I think that is my impression. Saya pikir itu kesan saya. K:Ya,
K: Yes, will is something else. keinginan adalah sesuatu yang lain.
   
18:41 DB: Will is a free act, a sane act. DB:Keinginan adalah tindakan bebas,
K: The will is something inherited tindakan waras.
   
18:43   K:Keinginan adalah sesuatu
  yang diwariskan...
   
18:48 or it is part of the genetic atau itu bagian dari proses genetik,
process, to will, to be. untuk menginginkan, untuk menjadi.
   
18:56 DB: But I think, for example, DB: Tapi saya pikir, misalnya,
I can’t say I know much about it,  
   
18:58   saya tidak bisa mengatakan
  saya tahu banyak tentang ini,
   
19:00 but Catholic philosophers may say tetapi para filsuf Katolik
when Adam sinned he willed wrongly, mungkin mengatakan,
   
19:03   ketika Adam melakukan dosa,
  ia berkeinginan salah,
   
19:05 let’s say, katakanlah,
he made a wrong choice, dia membuat pilihan yang salah,
   
19:10 and he set us off on this way. dan dia melepaskan kita
  ke jalan seperti itu.
   
19:12 K: You see, K: Anda tahu, itu cara
that is a very convenient sangat nyaman...
   
19:15 way of explaining away everything. untuk menjelaskan semuanya.
   
19:17 DB: I understand that. DB:Saya mengerti itu. K:Pertama-
K: First invent Adam and Eve, tama ciptakan Adam dan Hawa,
   
19:20 the serpent, the apple, and god, ular, apel, dan tuhan,
   
19:24 then put everything lalu letakkan semuanya sebagai
as the primal crime. kejahatan fundamental.
   
19:30 WR: Yes, a lot of creation in that, WR: Ya, banyak ciptaan
mental creation. di dalamnya, ciptaan mental.-
   
19:36 DB: I think if one observes, DB: Saya pikir jika seseorang
one can see mengamati, ia dapat melihat,
   
19:38 that will is the result of desire. bahwa keinginan adalah hasil
  dari hasrat.
   
19:39 But I think people Tapi saya pikir orang-orang
have the impression punya kesan,
   
19:42 that will is bahwa keinginan adalah sesuatu
something entirely different. yang sama sekali berbeda.
   
19:44 K: Yes, K: Ya,
   
19:47 will is part of something sacred. keinginan adalah bagian dari
  sesuatu yang sakral.
   
19:51 DB: That’s what many people think. DB: Itulah yang dipikirkan oleh
  banyak orang.
   
19:52 K: Something derived K: Sesuatu berasal dari
from a divine being. makhluk ilahi.
   
20:02 WR: According WR: Menurut filosofi barat.
to the western philosophy.  
   
20:04 K: More or less. K: Lebih atau kurang.
   
20:06 I don’t know very much Saya tidak tahu banyak tentang
of western philosophy filsafat barat...
   
20:08 but from people tetapi dari orang-orang yang
with whom I have talked, berbicara dengan saya,
   
20:12 and they may not dan mereka mungkin tidak mempunyai
be sufficiently informed, informasi yang cukup,
   
20:15 but they have given tapi mereka memberi saya kesan,
me the impression  
   
20:19 that will is something bahwa keinginan adalah sesuatu
not quite human, yang tidak terlalu manusiawi,
   
20:23 not quite desire, bukan melulu hasrat,
   
20:26 not quite something bukan melulu sesuatu yang
that you cultivate. Anda kembangkan.
   
20:30 It is born out of the original sin, Itu lahir dari dosa asal,
   
20:36 original god, tuhan asli, dan sebagainya,
and so on, so on. dan seterusnya.
   
20:43 But if one puts all that aside, Tetapi jika orang kesampingkan semua
which is theoretical, itu, yang adalah teoritis sifatnya,
   
20:49 problematical and bermasalah dan agak takhayul,
rather superstitious,  
   
20:52 if you put all that aside, jika Anda kesampingkan
  semua itu,
   
20:54 then what is will lalu apakah keinginan itu dan
and what is choice, apakah pilihan itu,
   
20:57 and what is action dan apakah tindakan
without choice and will? tanpa pilihan dan keinginan?
   
21:05 You follow? Anda ikuti? Itulah masalahnya.
That is the problem.  
   
21:09 Is there any action Apakah ada suatu tindakan...
   
21:11 which is not compounded with will? yang tidak diperkuat
  dengan keinginan?
   
21:29 You understand? Anda paham? Saya tidak tahu apa
I don’t know what the Buddha... yang Buddha...
   
21:35 GN: Would you say that GN:Apakah Anda mengatakan, wawasan
insight is not the result of will, bukan hasil dari keinginan,
   
21:42 has nothing to do with will? tidak ada hubungannya
  dengan keinginan?
   
21:43 K: Oh, nothing whatever to do K:Oh, tiada hubungan apa pun dengan
with will, or desire, or memory. keinginan, atau hasrat, atau memori.
   
21:50 GN: So insight is something which is GN:Jadi wawasan adalah sesuatu yang
free from will, and also analysis. bebas dari kemauan, dan juga analisa.
   
21:58 WR: Yes. Insight is seeing. WR:Ya. Wawasan adalah melihat.
   
22:04 And in that seeing Dan dalam melihat itu
there is no choice, tidak ada pilihan,
   
22:08 there is no discrimination, tidak ada diskriminasi,
there is no judgement, tidak ada penilaian,
   
22:11 there are no moral or immoral tidak ada nilai moral atau tidak-
values, value judgements. bermoral, pertimbangan nilai.
   
22:15 You see. Anda melihat.
   
22:17 GN: So insight is not GN: Jadi wawasan bukan hasil
the result of will, dari keinginan,
   
22:20 nor is it the result of analysis. juga bukan hasil analisis.
   
22:23 K: No. K: Bukan.
WR: No. WR: Bukan.
   
22:25 K: You see, K: Anda lihat,
this is becoming theoretical. ini sedang menjadi teoritis.
   
22:27 You are making it so theoretical. Anda membuatnya menjadi
  begitu teoretis.
   
22:31 GN: Because through analysis... GN: Karena melalui analisis...
K: Excuse me, sir. K: Maaf, Tuan.
   
22:34 You are making it theoretical, Anda membuatnya teoretis,
you have defined it, Anda telah mendefinisikannya,
   
22:39 it is not this, bukan ini,
it is not that, it’s not that, bukan itu, bukan itu,
   
22:42 and you think you have insight. dan Anda pikir Anda memiliki wawasan.
Have you? Sudahkah Anda?
   
22:43 GN: No, I don’t think GN: Tidak, saya tidak berpikir
I have insight. saya memiliki wawasan.
   
22:44 K: Then why do you discuss it? K: Lalu mengapa Anda
  mendiskusikannya?
   
22:46 GN: No, because we have been GN: Tidak, karena kita telah
discussing insight so far, membahas wawasan sejauh ini,
   
22:50 or we have been seeing. atau kita telah sedang melihat.
   
22:52 K: Now, Narayan, if I may point out, K: Sekarang, Narayan,
  kalau boleh saya tunjukkan,
   
22:54 we are talking over together action kita bersama-sama sedang
  berbincang tentang tindakan...
   
22:59 in which there is no choice, di mana tidak ada pilihan, di mana
in which there is no effort as will. tidak ada usaha sebagai keinginan.
   
23:08 Is there such action? Apakah ada tindakan seperti itu?
   
23:17 I don’t know, sir, please. Saya tidak tahu, Tuan.
   
23:21 WR: There is such an action. WR: Ada tindakan seperti itu.
   
23:25 K: You know it? Or is it a theory? K: Anda tahu itu? Atau itu teori?
Forgive me, I must be clear. Maafkan saya, saya harus jelas.
   
23:34 Forgive me, sir, Maafkan saya, Tuan,
I want to move away, saya ingin menyingkir,
   
23:36 if you will forgive me, jika Anda memaafkan saya,
and I am not being impudent, dan saya tidak kurang hormat,
   
23:41 one should move away from theories, seseorang harus menyingkir dari
from ideas, from conclusions. teori, dari ide, dari kesimpulan.
   
23:49 But find out for oneself Tetapi temukan sendiri
the truth of that matter: kebenaran hal itu:...
   
23:54 which is, is there an action yaitu, apakah ada tindakan...
   
23:56 in which there is no di mana sama sekali tidak ada
effort of will at all upaya dari keinginan...
   
24:02 and therefore no choice? dan karena itu tidak ada
  pilihan?
   
24:05 So what is correct action Jadi apakah tindakan
  yang benar...
   
24:09 in which there is no will, di mana tidak ada keinginan, tidak
no choice, no desire ada pilihan, tidak ada hasrat...
   
24:14 – because will is - karena keinginan adalah bagian
part of desire and so on? dari hasrat dan sebagainya?
   
24:27 To find that out Untuk mengetahuinya, seseorang
one must be very clear harus sangat jelas...
   
24:31 – mustn’t one? – - bukankah begitu? -
   
24:33 of the nature of desire. mengenai sifat dari hasrat.
   
24:44 And desire is part of sensation, Dan hasrat adalah bagian
  dari sensasi,
   
24:49 and desire being part of sensation, dan karena hasrat adalah
  bagian dari sensasi,
   
24:53 and thought identifies itself dan pikiran mengidentifikasikan
with that sensation, dirinya dengan sensasi itu,
   
24:59 and through identification dan melalui identifikasi
the ‘I’ is built up, the ego, si 'aku' dibangun, ego,
   
25:06 and the ego then says, dan ego kemudian berkata,
‘I must’, or ‘I will not’. 'saya harus', atau 'saya tidak mau'.
   
25:15 So we are trying to find out Jadi kita mencoba mencari tahu
if there is an action apakah ada tindakan,
   
25:22 not based on the principle tidak didasarkan pada
of ideals, prinsip cita-cita,
   
25:28 on desire, on will, pada hasrat, pada keinginan,
   
25:34 not spontaneous – that word tidak spontan - kata itu adalah
is rather a dangerous word kata yang agak berbahaya,
   
25:38 because nobody is spontaneous, karena tidak ada orang
  yang spontan,
   
25:43 one thinks one can be spontaneous, seseorang berpikir, seseorang
  bisa spontan,
   
25:45 but there is no such thing tetapi tidak ada hal
  seperti itu,
   
25:47 because one must be karena seseorang harus benar-benar
totally free to be spontaneous. bebas untuk menjadi spontan.
   
25:52 Do you follow? Apakah Anda mengikuti?
   
25:54 So is there such action? Jadi apakah ada tindakan
  seperti itu?
   
26:03 Because most of our action Karena sebagian besar
has a motive. tindakan kita memiliki motif.
   
26:10 Right? Benar?
   
26:13 And motive means movement, Dan motif berarti gerakan,
   
26:19 I want to build a house, Saya ingin membangun rumah,
I want that woman or that man, saya ingin wanita itu atau pria itu,
   
26:27 I am hurt psychologically saya terluka secara psikologis
or biologically, atau biologis,
   
26:32 and my motive is to hurt back dan motif saya adalah untuk
  menyakiti kembali...
   
26:36 – so there is always - jadi selalu ada semacam motif
some kind of motive in action, dalam tindakan,
   
26:44 which we do in daily life. yang kita lakukan
  dalam kehidupan sehari-hari.
   
26:46 So then action is Jadi tindakan dikondisikan
conditioned by the motive. oleh motif.
   
26:53 The motive is part Motifnya adalah bagian dari
of the identification process. proses identifikasi.
   
27:02 So if I understand Jadi jika saya mengerti
– not ‘understand’ – - bukan 'mengerti' -
   
27:05 if there is a perception jika ada persepsi dari
of the truth kebenaran...
   
27:09 that identification bahwa identifikasi itu membangun
builds the whole nature seluruh sifat...
   
27:12 and the structure of the self, dan struktur dari diri,
   
27:15 then is there an action lalu adakah tindakan yang tidak
which doesn’t spring from thought? muncul dari pikiran?
   
27:26 I don’t know, am I right, sir? Saya tidak tahu,
  apakah saya benar, Tuan?
   
27:28 DB: Yes, could we ask why DB:Ya, bisakah kita bertanya mengapa
– before we go into that – - sebelum kita membahas itu -
   
27:30 why there is identification, mengapa ada identifikasi,
why is it that this is so prevalent? mengapa ini begitu lazim?
   
27:34 K: Why does thought identify? K:Mengapa pikiran mengidentifikasi?
DB: With sensation and other things. DB:Dengan sensasi dan hal-hal lain.
   
27:42 K: Why is there identification K: Mengapa ada
with something? identifikasi dengan sesuatu?
   
27:46 DB: Specially sensation. DB:Terutama sensasi.
K: Yes, sensation. K: Ya, sensasi.
   
27:55 Answer it, sirs. I don’t know. Jawab itu, Tuan-Tuan. Saya tidak
You are all experts. tahu. Anda semua ahli.
   
28:02 GN: Is it the very nature GN:Apakah itu sifat pikiran
of thought to identify untuk mengidentifikasi,
   
28:08 or are there forms of thought atau adakah bentuk pikiran yang tidak
which don’t identify with sensation? mengidentifikasi dengan sensasi?
   
28:19 K: Narayan, why do you K:Narayan, mengapa Anda...
   
28:21 – if I may again most politely - jika saya boleh sekali lagi dengan
and respectfully, etc., etc. – sangat sopan dan dengan hormat,
   
28:25 why do you put that question? mengapa Anda
  mengajukan pertanyaan itu?
   
28:28 Is it a theoretical question Apakah ini pertanyaan teoretis
or an actual question? atau pertanyaan aktual?
   
28:32 Why do you, Narayan, identify? Mengapa Anda, Narayan,
  mengidentifikasi?
   
28:39 GN: Let me put it this way... GN:Biarkan saya
  mengajukannya begini...
   
28:42 K: No, I won’t put it differently. K:Tidak, saya tidak akan
  mengatakannya secara berbeda.
   
28:45 GN: The one thing GN:Satu hal yang bisa saya
I can identify with is sensation, identifikasi adalah dengan sensasi,
   
28:48 I have nothing else Saya tidak memiliki hal lain untuk
to identify with. diidentifikasi dengannya.
   
28:53 K: So why do you give K: Jadi mengapa Anda memberi
importance to sensation? arti penting pada sensasi?
   
29:01 Do you say, I am a sensate being Apakah Anda berkata, saya adalah
and nothing else? makhluk bersensasi dan tiada lainnya?
   
29:05 GN: No, no. GN: Tidak, tidak.
K: Ah, that’s it. K: Ah, itu dia.
   
29:11 GN: If I have to identify GN:Jika saya harus mengidentifikasi
with anything, dengan apa pun,
   
29:13 it can only be with sensation. itu hanya bisa dengan sensasi.
   
29:14 DB: Is there a duality DB: Apakah ada dualitas
in identification? dalam identifikasi?
   
29:17 K: Of course. K: Tentu saja.
DB: Could we make it clear? DB: Bisakah kita memperjelasnya?
   
29:20 K: In identification, K: Dalam identifikasi, seperti
as you point out, sir, yang Anda tunjukkan, Tuan,
   
29:22 there is duality, ada dualitas, pengidentifikasi dan
the identifier and the identified. yang diidentifikasi.
   
29:27 DB: Is it possible that you are DB: Apakah mungkin Anda
trying to overcome the duality mencoba mengatasi dualitas...
   
29:30 by identifying, by saying, dengan mengidentifikasi, dengan
‘I am not different’, mengatakan, 'saya tidak berbeda',
   
29:34 when you are, ketika Anda beridentifikasi, atau
or when you feel you aren’t. ketika Anda merasa Anda tidak.
   
29:39 K: You see, K: Anda lihat,
   
29:42 I don’t want to enter into saya tidak ingin masuk ke
the field of ideologies, theories. bidang ideologi, teori.
   
29:48 To me, Bagi saya, saya tidak tertarik.
I have no interest in it.  
   
29:52 But I really, in investigating Tapi saya benar-benar, dalam
I want to find out, menyelidiki saya ingin mencari tahu,
   
29:56 perhaps I have found out, mungkin saya sudah tahu,
but talking over together, tetapi membicarakan bersama,
   
30:00 is there an action adakah tindakan di mana
in which the self is not? diri tidak ada?
   
30:09 In daily life, not in nirvana, Dalam kehidupan sehari-hari,
  bukan dalam nirwana,
   
30:12 when I have reached freedom ketika saya telah mencapai
and all the rest of it, kebebasan dan semuanya itu,
   
30:16 I want to do it in this life, saya ingin melakukannya dalam
as I live. kehidupan ini, selagi saya hidup.
   
30:24 Which means I have to find out, Yang berarti
  saya harus mencari tahu,
   
30:26 the mind has to find out an action batin harus mencari tahu suatu tin-
which has no cause, dakan yang tidak memiliki penyebab,
   
30:34 which means no motive; yang berarti tidak ada motif;
   
30:37 an action which is not suatu tindakan yang bukan
the result, or the effect, hasil, atau efek,
   
30:41 of a series of causes dari serangkaian sebab
and effects. dan akibat.
   
30:47 If that exists, Jika itu ada,
action is always bound, chained. tindakan selalu diikat, dirantai.
   
30:57 Am I making myself clear? Apakah saya membuat diri saya jelas?
WR: Yes, go on. WR: Ya, lanjutkan.
   
31:03 K: So is there such an action? K: Jadi apakah ada tindakan
  seperti itu?
   
31:10 DB: Well, it seems to me DB: Sepertinya menurut saya,
we can’t find it kita tidak bisa menemukannya...
   
31:11 as long as we are identifying. selama kita melakukan identifikasi.
K: That’s right. K: Itu benar.
   
31:15 That’s why I said Itu sebabnya saya katakan,
   
31:16 as long as identification exists selama identifikasi ada, saya
I can’t find the answer. tidak dapat menemukan jawabannya.
   
31:21 DB: But why does thought identify? DB: Tapi mengapa pikiran
  mengidentifikasi?
   
31:24 K: Why does thought K: Mengapa pikiran mengidentifikasi
identify with sensations? dengan sensasi?
   
31:28 DB: Is that irresistible or is that DB: Apakah itu tidak dapat
just something you can put aside? ditolak atau...
   
31:31   hanya sesuatu yang dapat
  Anda sisihkan?
   
31:33 K: I don’t know K: Saya tidak tahu apakah itu
if that is irresistible tidak dapat ditolak...
   
31:35 or if it is part of sensation. atau jika itu adalah bagian
  dari sensasi.
   
31:41 DB: How is that? DB: Bagaimanakah itu?
K: Let’s investigate. K: Mari kita selidiki.
   
31:44 I don’t like to... Saya tidak ingin...
   
31:45 DB: You think DB: Anda pikir sensasi ada
that sensation is behind that? di balik itu?
   
31:48 K: Perhaps. K: Mungkin.
   
31:51 When I say ‘perhaps’, Ketika saya mengatakan
  'mungkin',
   
31:54 that word is used kata itu digunakan untuk
for the purpose of investigation, tujuan penyelidikan,
   
31:57 not ‘I don’t know’, but let’s bukan ‘saya tidak tahu’, tetapi mari
investigate. But it may be. kita selidiki. Tapi mungkin saja.
   
32:04 So why have sensations Jadi mengapa sensasi menjadi
become so important in life, begitu penting dalam kehidupan,
   
32:14 sexual sensations, sensasi seksual, sensasi
the sensation of power, kekuasaan,
   
32:19 whether occult power apakah kekuasaan gaib atau kekuasaan
or political power, economic power, politik, kekuasaan ekonomi,
   
32:24 or power of a woman over a man atau kekuasaan seorang wanita
or a man over a woman, atas seorang pria,
   
32:25   atau seorang pria atas
  seorang wanita,
   
32:28 power of environment, kekuasaan lingkungan,
   
32:31 the influence of the environment, pengaruh lingkungan,
the pressures – why? tekanan-tekanan - mengapa?
   
32:35 Why has thought yielded Mengapa pikiran menyerah pada
to this pressure? Right, sir? tekanan ini? Benar, Tuan?
   
32:41 DB: Does sensation necessarily DB: Apakah sensasi perlu
produce a pressure? menghasilkan tekanan?
   
32:47 K: It does when it is identified. K: Itu terjadi ketika
  diidentifikasi.
   
32:49 DB: Yes, but then DB:Ya, tapi kemudian adalah
it is the two together. keduanya bersama-sama.
   
32:51 K: I know, K: Saya tahu, tapi mari
but let’s examine a little further. kita periksa sedikit lebih jauh.
   
32:54 What do we mean by sensation? Apa yang kita maksud dengan
  sensasi?
   
33:10 DB: Well, it seems to me DB: Menurut saya,
   
33:11 that we may have bahwa kita mungkin memiliki
a remembered sensation of pleasure. sensasi kenikmatan yang diingat.
   
33:16 K: Senses, K: Indera, kerja dari indra...
the operation of the senses  
   
33:19 – touching, tasting, seeing, - menyentuh, merasakan, melihat,
smelling, hearing. mencium, mendengar.
   
33:23 DB: The experience DB: Pengalaman
that happens then; yang terjadi kemudian;
   
33:27 and also the memory of it. dan juga memori darinya.
   
33:30 K: No, the memory is only when K: Tidak, memori hanya
there is an identification with it. ketika ada identifikasi dengannya.
   
33:37 DB: I agree, yes. DB: Saya setuju, ya.
   
33:38 K: When there is no identification K: Ketika tidak ada identifikasi,
the senses are senses. indera adalah indera.
   
33:46 But why does thought Tetapi mengapa pikiran mengidentifi-
identify itself with senses? kasikan dirinya dengan indera?
   
33:52 DB: Yes, that is not yet clear. DB: Ya, itu belum jelas.
   
33:54 K: I know, K: Saya tahu,
we are going to make it clear. kita akan membuatnya jelas.
   
33:58 DB: Are you saying that DB: Apakah Anda mengatakan
when the sensation is remembered, bahwa ketika sensasi itu diingat,
   
34:04 then we have identification? lalu kita punya identifikasi?
K: Yes. K: Ya.
   
34:09 DB: Can we make that more clear? DB: Bisakah kita membuatnya
  lebih jelas?
   
34:11 K: Let’s make it a little K:Mari kita buat sedikit lebih jelas.
more clear. Let’s work at it. Mari kita kerjakan itu.
   
34:20 There is perceiving Ada persepsi suatu danau
a pleasurable lake, yang menyenangkan,
   
34:29 seeing a beautiful lake, melihat suatu danau yang indah,
   
34:34 what takes place in that seeing? apa yang terjadi dalam
  tindakan melihat itu?
   
34:38 There is not only optical nerve, Tidak hanya saraf optik,
seeing by the eye, melihat oleh mata,
   
34:45 but also the senses are awakened, tetapi juga indera dibangunkan,
   
34:52 the smell of the water, bau air,
the trees on the lake... pohon-pohon di danau...
   
34:59 DB: Could we stop a moment? DB: Bisakah kita berhenti
  sebentar?
   
35:01 When you say seeing, of course Ketika Anda mengatakan melihat,
you see through the visual sense. tentu saja...
   
35:03   Anda melihat melalui
  indera penglihatan.
   
35:05 K: I am using pure visual sense. K: Saya menggunakan
  indera visual murni.
   
35:07 DB: Now, therefore you already have DB: Sekarang, karena itu Anda
  sudah memiliki...
   
35:09 the visual sense indera visual terbangun hanya
awakened merely to see. untuk melihat.
   
35:11 Is that what you mean? Apakah itu yang Anda maksud?
   
35:13 K: Yes. K: Ya. Saya hanya melihat.
I am just seeing.  
   
35:16 DB: Visually. DB: Secara visual.
K: Visually, optically, K: Secara visual, secara optik,
   
35:18 I am just seeing, Saya hanya melihat,
then what takes place? lalu apa yang terjadi?
   
35:22 DB: And the other senses DB: Dan indera-indera lain
start to operate. mulai beroperasi.
   
35:24 K: And the other senses K: Dan indera-indera lain
start operating. mulai beroperasi.
   
35:27 Why doesn’t it stop there? Mengapa tidak berhenti di situ?
   
35:30 DB: What is the next step? DB: Apa langkah selanjutnya?
   
35:31 K: The next step is K: Langkah selanjutnya adalah
thought comes in pikiran masuk...
   
35:35 – how beautiful that is, - betapa indahnya itu, saya
I wish I could remain here. berharap bisa tetap ada di sini.
   
35:39 DB: So thought identifies it? DB:Jadi pikiran mengidentifikasinya?
K: Yes. K: Ya.
   
35:41 DB: It says, ‘It is this’. DB:Itu berkata, 'Inilah dia'.
K: Yes, K: Ya,
   
35:43 because in that there is pleasure. karena dalam itu ada
  kesenangan.
   
35:46 DB: In what? DB: Dalam apa?
   
35:48 K: Seeing K: Melihat dan
and the delight of seeing, kesenangan dalam melihat,
   
35:51 then thought coming lalu pikiran mulai beroperasi
into operation and saying dan berkata,
   
35:54 ‘I must have more, I must 'A saya harus punya lebih
build a house here, it is mine’. banyak, saya harus...
   
35:55   membangun rumah di sini,
  ini milik saya'.
   
35:57 DB: But why does thought do that? DB: Tapi mengapa pikiran
  melakukan itu?
   
36:00 K: Why does thought interfere K: Mengapa pikiran masuk, mengganggu
with senses – is that it? indera - betul demikian?
   
36:07 Now wait a minute, sir. Tunggu sebentar, Tuan.
   
36:10 The moment the senses take pleasure, Saat indera menikmati,
   
36:17 say, ‘How delightful’ mengatakan,
  'Betapa menyenangkannya'
   
36:22 and stop there, dan berhenti di sana,
   
36:25 thought doesn’t enter. pikiran tidak masuk.
   
36:27 K: Right? K: Benar?
DB: That’s right. DB: Itu benar.
   
36:31 K: Now why does thought enter? K: Sekarang,
  mengapa pikiran masuk?
   
36:37 If it is painful, thought avoids it. Jika menyakitkan,
  pikiran menghindarinya.
   
36:42 DB: Right. DB: Benar.
   
36:45 K: It doesn’t identify itself K:Pikiran tidak mengidentifikasi
with that. dirinya dengan itu.
   
36:47 DB: It identifies against it, DB:Pikiran mengidentifikasi
it says, ‘I don’t want it’. dengan menentangnya,
   
36:48   katanya, 'Saya tidak
  menginginkannya',
   
36:50 K: No, leave it alone, K: Tidak, biarkan saja,
go away from it, pergilah dari itu,
   
36:54 either deny it baik menyangkalnya atau
or move away from it. menjauh darinya.
   
36:58 But if it is pleasurable, Tetapi jika itu menyenangkan,
when the senses begin to enjoy, ketika indera mulai menikmati,
   
37:04 say, ‘How nice’, katakan, "Betapa baiknya",
   
37:05 then thought begins lalu pikiran mulai mengiden-
to identify itself with it. tifikasikan dirinya dengan itu.
   
37:10 DB: But why, I mean? DB:Tapi karena apa,
  maksud saya?
   
37:12 K: Why, because of pleasure. K: Kenapa, karena kesenangan.
   
37:16 DB: But why doesn’t thought give it DB:Tapi mengapa pikiran
up when it sees how futile this is? tidak menyerah...
   
37:18   ketika melihat betapa
  sia-sianya ini?
   
37:22 K: Oh, that’s much later. K: Oh, itu lama sekali kemudian.
DB: That’s a long way off. DB: Jauh sekali.
   
37:24 K: When it becomes painful, K: Ketika itu menjadi
  menyakitkan,
   
37:25 when it is aware identification saat menyadari identifikasi melahir-
breeds both pleasure and fear, kan baik kesenangan dan rasa takut,
   
37:32 then it begins to question. lalu mulai mempertanyakan.
   
37:35 DB: Well, are you saying DB: Ya, apakah Anda mengatakan
thought has made bahwa pikiran telah membuat...
   
37:36 a simple mistake in the beginning, kesalahan sederhana di awal,
a kind of innocent mistake? semacam kesalahan polos?
   
37:40 K: Yes, that’s right. K: Ya, itu benar.
   
37:41 Thought has made a mistake Pikiran telah membuat kesalahan da-
in identifying with something, lam mengidentifikasi dengan sesuatu,
   
37:47 that brings to it pleasure, yang membawa kesenangan
  padanya,
   
37:50 or there is pleasure in something. atau ada kesenangan
  dalam sesuatu.
   
37:53 DB: And thought tries to take over. DB:Dan pikiran mencoba mengambil
K: To take over. alih. K:Untuk mengambil alih.
   
37:56 DB: To make it permanent, perhaps. DB:Untuk membuatnya permanen,
  barangkali.
   
38:00 K: Permanent, right, K: Permanen, benar,
which means memory. yang berarti memori.
   
38:06 A remembrance of the lake Kenangan akan danau dengan
with the daffodils, and the trees, bunga bakung, dan pohon-pohon,
   
38:10 and the water and sunlight, dan air dan sinar matahari,
and all the rest of it. dan semua lainnya.
   
38:13 DB: I understand now DB:Saya mengerti sekarang,
thought has made a mistake pikiran telah membuat kesalahan...
   
38:16 and later it discovers this mistake, dan belakangan
  ia menemukan kesalahan ini,
   
38:18 but it seems to be too late tapi sepertinya sudah
because it doesn’t know how to stop. terlambat...
   
38:19   karena tidak tahu,
  harus bagaimana untuk berhenti.
   
38:21 K: It is now conditioned. K: Sekarang terkondisi.
   
38:24 DB: So can we make it clear DB:Jadi bisakah kita perjelas kenapa
why it cannot give it up, you see. pikiran tidak bisa melepaskannya.
   
38:27 K: Why it cannot give it up? K: Mengapa pikiran tidak bisa
  melepaskannya?
   
38:28 That’s our whole problem. Itu seluruh masalah kita. DB:Apakah
DB: Do we try to make it more clear? kita coba membuatnya lebih jelas?
   
38:33 K: Why doesn’t thought K: Mengapa pikiran tidak...
   
38:34 give up something melepaskan sesuatu,
   
38:36 which it knows or is aware yang ia ketahui atau sadari
that it is painful? bahwa itu menyakitkan?
   
38:40 DB: Yes. DB: Ya.
K: It is destructive. K: Itu destruktif, menghancurkan.
   
38:44 Why? Mengapa?
   
38:48 Go on, why, sir? Teruskan, kenapa Tuan?
   
38:56 Sir, let’s take a simple example: Tuan, mari kita ambil contoh
  sederhana:...
   
39:02 psychologically one is hurt. secara psikologis seseorang
  terluka.
   
39:07 DB: Well, that is later. DB: Ya, itu kemudian.
   
39:08 K: I am taking that as an example, K:Saya mengambil itu sebagai contoh,
doesn’t matter later or... tidak masalah nanti atau...
   
39:13 One is hurt. Seseorang terluka.
   
39:14 Why can’t one Mengapa seseorang tidak bisa segera
immediately give up that hurt, melepaskan rasa sakit itu,
   
39:19 because knowing that hurt is going karena tahu bahwa rasa sakit itu
to create a great deal of damage? akan menciptakan banyak kerusakan?
   
39:26 That is, when I am hurt Yaitu, ketika saya terluka saya
I build a wall round myself bangun tembok di sekeliling saya,
   
39:29 not to be hurt more; untuk tidak lebih disakiti;
   
39:30 there is fear, and isolation, ada rasa takut, dan isolasi, tinda-
neurotic actions – all that follows. kan neurotik - semua itu mengikuti.
   
39:44 Thought has created Pikiran telah menciptakan
the image about myself, imaji tentang diri sendiri,
   
39:48 and that image gets hurt. dan imaji itu terluka.
   
39:51 Why doesn’t thought say, Mengapa pikiran tidak
  mengatakan,
   
39:52 ‘Yes, by Jove, I have seen this’, ‘Ya, astaga, saya telah lihat ini’,
drop it immediately? lepaskan segera?
   
39:57 Right? It is the same question. Benar? Itu pertanyaan yang sama.
DB: Yes. DB: Ya.
   
40:01 K: Because when it drops the image K: Karena ketika pikiran melepaskan
there is nothing left. gambar, tidak ada yang tersisa.
   
40:06 DB: Then you have DB: Lalu Anda punya bahan lain,
another ingredient  
   
40:07 because thought wants to hold on karena pikiran ingin
to the memory of the image. mempertahankan memori gambar.
   
40:12 K: Hold on to the memories K:Bertahan pada memori yang
which have created the image. telah menciptakan gambar.
   
40:16 DB: And which may create it again, DB: Dan yang dapat
  menciptakannya lagi,
   
40:18 and thought feels dan pikiran merasa mereka
they are very precious. sangat berharga.
   
40:21 K: Yes, they are very precious, K: Ya, mereka sangat berharga,
nostalgic and all the rest of it. bernostalgia dan lain-lainnya.
   
40:26 DB: So somehow it gives DB:Jadi, entah bagaimana itu memberi
very high value to all that. nilai amat tinggi pada semua itu.
   
40:30 How did it come to do that? Bagaimana itu bisa
  melakukannya?
   
40:34 K: Why has it made K: Mengapa pikiran membuat
the image so valuable? imaji itu sangat berharga?
   
40:38 DB: Yeah. DB: Ya.
   
40:41 Why has the image Mengapa citra
become so important menjadi begitu penting...
   
40:44 which thought has created? yang pikiran telah telah
  ciptakan?
   
40:47 DB: If I may say DB: Kalau boleh saya katakan,
   
40:48 that in the beginning bahwa pada awalnya
it was a simple mistake, itu adalah kesalahan sederhana,
   
40:51 and thought made dan pikiran membuat imaji
an image of pleasure, dari kesenangan,
   
40:53 and it seemed to become dan itu tampaknya menjadi sangat
very important, precious, penting, berharga,
   
40:57 and was unable to give it up. dan tidak bisa melepaskannya.
   
41:02 K: Yes, why doesn’t it? K:Ya, mengapa
  tidak dilakukannya?
   
41:04 Sir, if I give up pleasure, Tuan, jika saya lepaskan
  kesenangan,
   
41:07 if thought gives up pleasure, jika pikiran melepaskan kesenangan,
what is there left? apa yang tersisa?
   
41:13 DB: It can’t seem to return DB:Tampaknya tidak bisa
to the state in the beginning kembali ke keadaan semula...
   
41:15 when there was nothing. ketika tidak ada apa-apa.
   
41:17 K: Ah, that is the pristine state. K:Ah, itu adalah keadaan yang
That is the thing. asli, murni. Itu masalahnya.
   
41:21 DB: It is unable DB:Itu tidak dapat kembali ke
to return to that state. kondisi itu.
   
41:22 K: It can’t because thought K: Itu tidak bisa karena pikiran
– you know, all the rest of it. - Anda tahu, semua itu.
   
41:25 DB: Well, DB: Ya, saya pikir yang
I think what happens is that terjadi adalah...
   
41:27 when thought thinks ketika pikiran berpikir untuk
of giving up pleasure, melepaskan kesenangan,
   
41:29 which has become very precious, yang telah menjadi sangat
  berharga,
   
41:31 then the mere maka sekedar memikirkan itu
thought of that is painful. adalah menyakitkan.
   
41:36 K: Yes, the giving up is painful. K: Ya, melepaskan adalah
  menyakitkan.
   
41:37 DB: And therefore DB: Dan karena itu,
thought runs away from that. pikiran lari dari itu.
   
41:40 K: Yes, so it clings to pleasure. K: Ya, jadi pikiran berpegang erat
  pada kesenangan.
   
41:44 DB: It does not wish DB:Pikiran tidak ingin
to face the pain. menghadapi rasa sakit.
   
41:46 K: Till there is K: Sampai ada imbalan yang
a better reward for pleasure, lebih baik untuk kesenangan,
   
41:49 which will be a better pleasure. yang akan menjadi kesenangan
  yang lebih baik.
   
41:50 DB: That’s no change, is it? DB:Itu bukan perubahan, bukan?
K: Of course. K: Tentu saja.
   
41:54 DB: But thought seems DB: Tetapi pikiran tampaknya telah
to have fallen into a trap jatuh ke dalam jebakan...
   
41:57 which it has made, yang ia telah buat,
   
41:59 because it has innocently karena ia telah dengan polosnya
remembered pleasure, mengingat kesenangan,
   
42:04 and then gradually dan kemudian secara bertahap
made it important, membuatnya penting,
   
42:06 and then it has become too painful dan kemudian itu menjadi
  terlalu menyakitkan...
   
42:08 to give it up. untuk melepaskannya.
K: Give it up. K: Melepaskan.
   
42:10 DB: Because any change from DB:Karena perubahan apa pun dari
the immediate removal of pleasure seketika penghapusan kesenangan...
   
42:12 is very painful. adalah sangat menyakitkan.
   
42:14 K: Because it has nothing else than K:Sebab setelah itu tidak ada yang
afterwards, then it is frightened. lain yang dimilikinya, maka ia ketakutan.
   
42:18 DB: But you see, DB: Tapi Anda lihat,
   
42:19 in the beginning it was not pada awalnya tidak ada rasa takut
frightened to have nothing else. untuk tidak memiliki apa-apa.
   
42:22 K: Yes. K: Ya.
DB: Now it is. DB: Sekarang ia takut.
   
42:24 K: Yes. K: Ya.
In the beginning, Pada awalnya,
   
42:27 that means the beginning itu berarti pada awalnya, awal
being the beginning of man. dari keberadaan manusia.
   
42:31 DB: Yes. DB: Ya.
   
42:32 K: In the beginning of man K: Di awal manusia - dapatkah kita
– can we question even that? mempertanyakan bahkan hal itu?
   
42:37 DB: Perhaps not. DB: Mungkin tidak.
   
42:38 K: Beginning of the ape. K: Awal mula kera.
   
42:41 DB: If you go far enough back. DB:Jika Anda mundur cukup jauh.
   
42:44 You want to say Anda ingin mengatakan bahwa itu
it has been going a long time, sudah lama berlangsungnya,
   
42:46 but thought has built this trap tetapi pikiran telah
which has gradually got worse. membangun jebakan ini...
   
42:48   yang secara bertahap
  menjadi makin buruk.
   
42:53 K: Sir, could we say, K:Tuan, dapatkah kita katakan,
as the brain is very old karena otak sudah sangat tua...
   
42:58 – all our brains are very old – - semua otak kita sudah
  sangat tua -
   
43:02 merely tracing it back hanya sekedar melacaknya
further and further, kembali semakin jauh,
   
43:11 you can never find out. Anda tidak pernah bisa
  mengetahuinya.
   
43:12 But I can say Tetapi saya dapat mengatakan,
my brain is now as it is,  
   
43:13   bahwa otak saya sekarang
  adalah seperti begini adanya,
   
43:16 which is very old, conditioned, yang adalah sangat tua,
in terms of pleasure and pain. terkondisi,
   
43:19   dalam kaitan dengan
  kesenangan dan kesakitan.
   
43:23 DB: Yes. They say DB: Ya. Mereka mengatakan
that the old brain is bahwa otak tua itu...
   
43:25 also the emotional juga bagian emosional
part of the brain. dari otak.
   
43:27 K: Of course, emotional K: Tentu saja, emosional dan
and all the rest of it, sensory. semua lainnya, indrawi.
   
43:33 So where are we now? Jadi sekarang di mana kita?
   
43:36 DB: Well, we say that this brain DB:Ya, kita katakan bahwa otak ini
has conditioned itself telah mengkondisikan dirinya sendiri,
   
43:39 by continual memory oleh memori yang terus-menerus
of the image of pleasure, dari imaji kesenangan,
   
43:44 the unpleasantness of giving it up ketidaknyamanan dari melepaskannya
and the fear. dan rasa takut.
   
43:46 K: So it clings to something K: Jadi ia melekat pada
which it knows. sesuatu yang dikenalnya.
   
43:48 DB: Which it knows DB: Yang diketahui dan
and which is very precious to it. yang sangat berharga untuknya.
   
43:51 K: But it doesn’t know K: Tetapi tidak tahu bahwa itu
that it is going to breed fear. akan membiakkan rasa takut.
   
43:55 DB: Even when it knows DB: Bahkan ketika tahu,
it still clings. itu masih melekat.
   
43:56 K: But it would much rather K: Tapi ia jauh lebih baik
run away from fear melarikan diri dari rasa takut,
   
43:59 hoping the pleasure will continue. berharap kesenangan akan
  berlanjut.
   
44:01 DB: But I think eventually DB: Tapi saya pikir pada akhirnya
it starts to become irrational ia mulai menjadi tidak rasional,
   
44:03 because it creates pressures karena itu menciptakan tekanan,
   
44:06 which make the brain irrational yang membuat otak irasional dan
and unable to get this straight. tidak dapat meluruskan ini.
   
44:12 K: Yes. K: Ya.
   
44:18 Where are we now Di mana kita sekarang
at the end of this? di akhir dari ini?
   
44:21 We started off, sir, Kita memulai, Tuan, bukankah,
didn’t we, Dr Bohm, with – Dr Bohm, dengan -
   
44:25 is there an action in which apakah ada tindakan di mana
there is no motive, no cause, tidak ada motif, tidak ada sebab,
   
44:33 the self doesn’t enter si diri sama sekali tidak
into it at all? masuk ke dalamnya?
   
44:42 Of course there is. Tentu saja ada.
   
44:46 There is when the self is not, Ada, saat diri tiada,
   
44:53 which means no identifying yang berarti, tidak ada
process takes place. proses identifikasi terjadi.
   
44:58 There is the perceiving Ada persepsi akan suatu
of a beautiful lake danau yang indah...
   
45:01 with all the colour and the glory dengan semua warna dan kemuliaan
and the beauty of it, dan keindahannya,
   
45:04 and that’s enough. dan itu sudah cukup.
   
45:06 Not the cultivating of memory Bukan memupuk memori,
   
45:10 which is developed yang dikembangkan melalui
through the identification process. proses identifikasi.
   
45:20 Right? Benar?
   
45:25 DB: This always raises the question: DB: Ini selalu
  menimbulkan pertanyaan:...
   
45:26 how are we going to stop bagaimana kita
this identification? menghentikan identifikasi ini?
   
45:30 K: I don’t think there is a ‘how’. K: Saya rasa
  tidak ada 'bagaimana'.
   
45:32 DB: Right, but then what do we do? DB: Benar,
  tapi lalu apa yang kita lakukan?
   
45:34 K: Which means meditation, control, K: Yang berarti meditasi, peng-
practice, practice, practice. endalian, latihan, latihan, latihan.
   
45:43 And that way makes the mind Dan cara itu membuat pikiran
mechanical, dull menjadi mekanis, kuyu...
   
45:49 – forgive me – - maafkan aku -
   
45:51 and literally incapable dan benar-benar tidak mampu
of receiving anything new. menerima sesuatu yang baru.
   
46:00 Irmgard Schloegl: If it imitates, Irmgard Schloegl: Jika itu meniru,
if it just imitates it, jika itu hanya meniru itu,
   
46:04 this is precisely what happens. inilah tepatnya apa
  yang terjadi.
   
46:08 If these practices are done with Jika praktik ini dilakukan dengan
imitation, imitation, imitation. imitasi, imitasi, imitasi.
   
46:14 WR: That means if that practice WR: Itu berarti jika praktik itu
becomes an imitation... menjadi tiruan...
   
46:18 IS: Then this is IS: Maka ini adalah kondisi
a terrible condition. yang mengerikan.
   
46:20 WR:...then the mind is mechanical. WR:...maka batin itu
  adalah mekanis.
   
46:22 K: What do you mean ‘imitation’? K:Apa maksud Anda dengan
  'imitasi'?
   
46:25 IS: If you tell me IS:Jika Anda memberi tahu saya, ji-
– if I make it very simple – ka saya membuatnya sangat sederhana,
   
46:29 just three times a day hanya tiga kali sehari letakkan
put your hand on the floor tangan Anda di lantai...
   
46:33 and something will happen. dan sesuatu akan terjadi.
K: And I do it. K: Dan saya melakukannya.
   
46:35 IS: And I do it, IS: Dan saya melakukannya,
I do not think about it, saya tidak memikirkannya,
   
46:37 I do not enquire about it, Saya tidak menanyakannya, saya
I do not say, ‘Why? tidak mengatakan,, Mengapa?
   
46:40 Now, what happens, Sekarang, apa yang terjadi,
why should I?’, mengapa saya harus? ’,
   
46:43 if I do not question it, jika saya tidak
  mempertanyakannya,
   
46:45 if I just mechanically do it, jika saya secara mekanis melakukan-
nothing will happen, nya, tidak ada yang akan terjadi,
   
46:48 I will get only saya hanya akan menjadi
more and more fuzzy. semakin kabur.
   
46:52 But if I enquire into it, why, Tetapi jika saya menanyakannya, meng-
what for, what is my reaction... apa, untuk apa, apa reaksi saya...
   
46:56 K: My question is: K: Pertanyaan saya adalah:...
   
46:57 I have listened to somebody saya telah mendengarkan
who says, put your hand there, seseorang yang mengatakan,
   
47:00   letakkan tangan Anda di sana,
   
47:02 and then I begin to enquire, dan kemudian
  saya mulai menyelidiki,
   
47:04 but I don’t accept anybody tapi saya tidak menerima siapa pun
telling me yang memberi tahu saya,
   
47:08 that I must put my hand there, bahwa saya harus meletakkan
  tangan saya di sana,
   
47:09 then I don’t have to enquire. maka saya tidak perlu
  menyelidiki.
   
47:14 Do you remember Apakah Anda ingat kisah seorang guru
that famous story of a guru yang terkenal itu?
   
47:19 – he had a favourite cat, - dia punya kucing kesayangan,
and he had many disciples. dan dia punya banyak murid.
   
47:26 Every morning, Setiap pagi, sebelum mereka semua
before they all started meditation, memulai meditasi,
   
47:30 he caught hold of the cat, dia pegang kucing itu, meletakkannya
put it on his lap, and meditated. di pangkuannya, dan bermeditasi.
   
47:34 And when he died, the disciples Dan ketika dia meninggal, para murid
had to search around for a cat. harus mencari seekor kucing.
   
47:43 WR: I have heard it differently. WR: Saya sudah mendengarnya
  secara berbeda.
   
47:44 The cat was tied up Kucing itu diikat sehingga dia tidak
so he could not come and listen. bisa datang dan mendengarkan.
   
47:48 K: Same thing. K: Hal yang sama.
   
47:54 You see, Anda lihat,
   
47:58 our minds are mechanical anyhow, bagaimanapun batin kita
  mekanis adanya,
   
48:01 have been made mechanical. telah dibuat mekanis.
   
48:05 Can’t we investigate Bisakah kita selidiki...
   
48:07 why we have become mechanical, mengapa kita menjadi mekanis,
   
48:12 rather than practise that alih-alih berlatih apa yang
which is non-mechanical, non-mekanis,
   
48:19 which may be mechanical. yang boleh jadi mekanis adanya.
   
48:27 IS: We can, IS: Kita bisa,
   
48:30 since there have been people karena ada orang yang telah
who have become whole before us... menjadi utuh sebelum kita...
   
48:42 K: I don’t know. K: Saya tidak tahu.
IS: Or it seems. IS: Atau sepertinya.
   
48:47 If I stand out of my quest. Jika saya ke luar dari penyelidikan
K: I don’t know anybody. saya. K:Saya tidak kenal siapa pun.
   
48:48 IS: It seems likely. IS: Sepertinya mungkin.
K: You see, you accept it. K: Anda lihat, Anda menerimanya.
   
48:52 IS: I am looking at it IS: Saya melihatnya sebagai
as a possible proposition. suatu dalil kemungkinan.
   
48:56 K: I don’t know. K: Saya tidak tahu.
I start with myself. Saya mulai dengan diri saya sendiri.
   
48:59 I don’t look to somebody Saya tidak mencari seseorang
who is enlightened. yang tercerahkan.
   
49:03 I don’t know. Saya tidak tahu. Mereka mungkin
They may deceive themselves. menipu diri mereka sendiri.
   
49:07 IS: This is why IS: Ini sebabnya saya
I am trying to find... mencoba mencari...
   
49:11 K: So one must start with oneself. K: Jadi seseorang harus
  mulai dengan diri sendiri.
   
49:15 Oneself is already second-hand, Diri sendiri adalah sudah barang be-
living in the shadow of others, kas, hidup dalam bayangan orang lain,
   
49:22 so why look to others? jadi mengapa melihat ke orang
So here I am. lain? Jadi, inilah saya.
   
49:29 From there I begin. Dari situlah saya mulai.
It’s so simple, Ini sedemikian sederhananya,
   
49:33 whereas the other leads sedangkan yang lain menyebabkan
to so many complications. begitu banyak kerumitan.
   
49:38 IS: I do not necessarily IS: Saya tidak perlu melihatnya
see it as a complication. sebagai kerumitan.
   
49:42 If I have an idea Jika saya punya ide,
   
49:44 that there is something bahwa ada sesuatu yang
that is more than my illusion, ebih dari ilusi saya,
   
49:48 my suffering, penderitaan saya, keadaan secara umum
my general state of dissatisfaction dari ketidakpuasan saya,
   
49:52 in which I am dalam mana saya berada dan yang
and which I have to face, harus saya hadapi,
   
49:55 if I do not think jika saya tidak berpikir bahwa ada
that there is any possibility, suatu kemungkinan,
   
49:59 then I might not even try. maka saya mungkin bahkan
  tidak mencoba.
   
50:02 If I see that Jika saya melihat bahwa
there might be a possibility, boleh jadi ada kemungkinan,
   
50:05 I do not need to take it for truth, saya tidak perlu menerimanya
  sebagai kebenaran,
   
50:07 but it gives me the sense tapi itu memberi saya
  suatu perasaan,
   
50:09 that it is worthwhile bahwa ada baiknya mencoba bekerja
trying to work with myself dengan diri saya sendiri...
   
50:13 as my own subject of experiment, sebagai subjek percobaan saya
to work it out. sendiri, untuk menyelesaikannya.
   
50:17 K: Why do you want a motive? K: Mengapa Anda
  menginginkan motif?
   
50:22 IS: I think it is almost impossible IS: Saya pikir hampir mustahil untuk
not to start with that motive, tidak memulai dengan motif itu,
   
50:26 because that starts from self. karena itu dimulai dari diri.
   
50:28 K: No, madam, K: Tidak, Nyonya,
   
50:31 we are talking about the same thing, kita berbicara tentang hal
aren’t we? yang sama, bukan?
   
50:36 I just want to know myself, Saya hanya ingin tahu sendiri,
   
50:41 not because I suffer, bukan karena saya menderita,
I go through, you know, yang saya alami, Anda tahu,
   
50:45 I just want to know what I am, saya hanya ingin tahu
  saya ini apa,
   
50:48 not according to anybody, tidak menurut siapa pun, tetapi hanya
but just know about myself. tahu tentang diri saya sendiri.
   
50:51 So I begin to enquire, Jadi saya mulai menyelidiki,
   
50:54 I begin to look in the mirror, saya mulai melihat ke cermin,
which is myself. yaitu diri saya sendiri.
   
51:00 The mirror says, Cermin berkata,
your reactions are these, reaksi-reaksi Anda adalah ini,
   
51:06 and as long as you have dan selama Anda memiliki
these reactions, reaksi-reaksi ini,
   
51:10 you are going to pay heavily, Anda akan membayar
  mahal sekali,
   
51:12 you are going to suffer. Anda akan menderita.
So that is all. Jadi itu saja.
   
51:15 So now how am I, Jadi sekarang bagaimana saya,
an ordinary human being, manusia biasa,
   
51:19 knowing all my reactions, mengetahui semua
  reaksi-reaksi saya,
   
51:22 ugly, pleasant, hateful, jelek, menyenangkan, penuh kebencian,
all the reactions one has, semua reaksi yang seseorang miliki,
   
51:28 to bring about an observation untuk menghasilkan pengamatan
in which there is no motive di mana tidak ada motif...
   
51:38 to restrain or to expand untuk menahan
reactions? atau memperluas reaksi?
   
51:43 I wonder Saya bertanya-tanya apakah saya
if I am making myself clear. membuat diri saya jelas.
   
51:45 IS: Yes. IS: Ya.
   
51:46 K: How am I to observe myself K:Bagaimana saya bisa mengamati
without a cause? diri sendiri tanpa alasan?
   
51:54 The cause generally is Penyebabnya umumnya adalah
punishment and reward. hukuman dan ganjaran.
   
51:58 Which is obviously too absurd, Yang jelas terlalu mustahil,
like a dog being trained. seperti anjing yang dilatih.
   
52:05 So can I look at myself Jadi bisakah saya melihat
without any motive? diri sendiri tanpa motif?
   
52:15 Go on, sirs. Teruskan, Tuan-Tuan.
   
52:19 IS: At this stage of enquiry, IS:Pada tahap penyelidikan ini,
   
52:24 where I am beginning di mana saya mulai mencoba
to try to do it, melakukannya,
   
52:28 to start with, I cannot do it, untuk memulainya, saya
I am too conditioned. tidak bisa melakukannya,
   
52:30   saya terlalu terkondisikan.
   
52:32 K: No, I wouldn’t admit that. K: Tidak, saya
  tidak akan mengakuinya.
   
52:36 You are always asking for help. Anda selalu meminta bantuan.
   
52:39 IS: No, but I can in the same way IS: Tidak, tapi saya bisa dengan
as I can do a physical training, cara yang sama...
   
52:41   seperti saya bisa melakukan
  latihan fisik,
   
52:44 I can be able slowly, Saya bisa dengan perlahan,
but not immediately, tetapi tidak segera,
   
52:50 to look, to bear the proximity untuk melihat, untuk memikul
of those things kedekatan hal-hal itu,
   
52:55 that I do normally yang biasanya saya lakukan, bukan
not like to see in myself. seperti melihat dalam diri saya.
   
52:59 K: I understand that, madam. K: Saya mengerti itu, Nyonya.
   
53:00 Which is like: I have no muscles Itu seperti: saya tidak punya otot
to do certain exercises, untuk melakukan latihan tertentu,
   
53:06 in a week’s time I have those dalam waktu seminggu saya
muscles by doing exercises. memiliki...
   
53:08   otot-otot itu dengan
  melakukan latihan-latihan.
   
53:12 That same mentality Mentalitas
is carried over, yang sama itu terbawa,
   
53:15 I don’t know myself, saya tidak mengenal
  diri saya sendiri,
   
53:17 but I will gradually tetapi secara bertahap saya akan
learn about myself. belajar tentang diri saya.
   
53:21 IS: I’s not that I need IS:'Saya' bukan sesuatu yang per-
to gradually learn lu saya pelajari secara bertahap...
   
53:22 – we have to be very careful here – - kita harus sangat
  berhati-hati di sini -
   
53:24 it is not that I need to gradually bukan sesuatu yang perlu
learn about myself, secara bertahap saya...
   
53:26   pelajari tentang diri saya,
   
53:28 it is only that I have hanya saja saya harus
to develop the courage, mengembangkan keberanian,
   
53:34 the strength to bear myself. kekuatan untuk membawa diri.
   
53:37 K: It is the same thing, K: Itu adalah hal yang sama,
it is the same thing. itu adalah hal yang sama.
   
53:40 I haven’t the strength, Saya tidak memiliki kekuatan,
   
53:43 physical strength kekuatan fisik untuk melakukan
to do certain exercises: latihan tertentu:...
   
53:46 the same mental operation operasi mental yang sama
goes psychologically berjalan secara psikologis...
   
53:50 – I am weak, - Saya lemah,
but I must get strong. tetapi saya harus menjadi kuat.
   
53:54 IS: It is not IS: Bukannya saya harus
that I must get strong. menjadi kuat.
   
53:56 I think this is where Saya pikir ini adalah di mana
one gets oneself into a... seseorang masuk ke...
   
54:00 K: Cul-de-sac. K:jalan buntu.
IS: Yes, IS: Ya,
   
54:02 it is not for the motive, bukan karena motif,
   
54:04 it is the very real itu adalah penderitaan dan
suffering and looking, penglihatan yang sangat nyata,
   
54:09 and suffering and looking, dan menderita dan mencari,
suffering and looking, menderita dan mencari,
   
54:14 and there is a changing factor in it dan ada unsur perubahan
  di dalamnya,
   
54:16 which in the end makes it possible. yang pada akhirnya membuatnya
  mungkin.
   
54:18 K: Which is again K: Yang lagi-lagi adalah
gradual, evolution. bertahap, evolusi.
   
54:25 I say that is totally Saya katakan itu sepenuhnya...
   
54:27 – if I may point out, - jika boleh saya tunjukkan,
I am not correcting you – saya tidak mengoreksi Anda -
   
54:31 that will lead nowhere, bahwa itu tidak akan membawa ke
that is an illusion. mana pun, itu hanya ilusi.
   
54:34 IS: It need not lead to anywhere, IS: Tidak perlu membawa
  ke mana pun,
   
54:37 but if it is continued tetapi itu dilanjutkan dalam
in that spirit, with that attitude, semangat itu, dengan sikap itu,
   
54:41 not I get something out of it, bukan saya mendapatkan
  sesuatu dari itu,
   
54:43 then there is a sudden change lalu suatu perubahan mendadak mungkin
possible and it does occur. terjadi dan itu memang terjadi.
   
54:49 Whether we have done it, Apakah kita yang sudah
  melakukannya,
   
54:51 and I would like to make dan saya ingin menyampaikan
another point on that: poin lain tentang itu:
   
54:53 whether we have done it apakah kita telah melakukannya
starting with that motive dimulai dengan motif itu...
   
54:57 and changed and began slowly dan berubah dan
the other way, mulai secara perlahan ke arah lain,
   
55:00 or whether we have done it atau apakah kita telah melakukannya
unbeknownst to ourselves, tanpa sepengetahuan kita,
   
55:03 so that it can suddenly happen sehingga
  bisa tiba-tiba terjadi...
   
55:06 on the basis of the life atas dasar kehidupan
that we have lived, yang kita jalani,
   
55:09 does really not benar-benar tidak ada bedanya.
make any difference.  
   
55:11 K: Madam, either you have insight K: Nyonya, atau Anda memiliki
immediately, or you don’t have it. wawasan seketika,
   
55:14   atau Anda tidak memilikinya.
   
55:15 IS: Yes, that is true IS: Ya, itu benar,
   
55:16 but what led up to it, tetapi apa yang mengarah ke sana,
that is the point. itulah intinya.
   
55:19 K: Ah, there is no preparation, K: Ah, tidak ada persiapan,
which means time, yang berarti waktu,
   
55:23 which means cultivating, yang berarti membina,
identification, the ‘me’. mengidentifikasi, si 'aku'.
   
55:28 IS: No. IS: Tidak.
K: Of course. K: Tentu saja.
   
55:29 The moment you allow time Saat Anda memberikan waktu,
it is the cultivation of the self. itu adalah kultivasi diri.
   
55:35 IS: Not necessarily. IS: Belum tentu.
   
55:38 K: Why do you say, not necessarily? K: Mengapa Anda mengatakan,
  belum tentu?
   
55:43 IS: If I do it for something IS:Jika saya melakukannya
that I want to gain out of it, untuk sesuatu,
   
55:46   yang dari mana saya ingin
  dapatkan imbalan,
   
55:48 then it is certainly maka itu tentunya merupakan
a cultivation of the self. suatu kultivasi diri.
   
55:54 K: Madam, when you say, K: Nyonya, ketika Anda mengatakan,
as we said just now, seperti yang kita katakan tadi,
   
56:00 insight is devoid wawasan adalah tanpa waktu
of time and memory. dan memori.
   
56:06 Insight is timeless, Wawasan adalah tanpa-waktu,
it must happen. itu harus terjadi.
   
56:10 You can’t gradually come to it, Anda tidak bisa secara bertahap
  datang ke itu,
   
56:13 it is not a thing itu bukan sesuatu
cultivated by thought. yang dipupuk oleh pikiran.
   
56:19 So to have an insight into oneself Jadi untuk memiliki wawasan ke
instantly, not by degrees. dalam diri sendiri secara seketika,
   
56:23   bukan bertahap.
   
56:27 Is that possible? Apakah itu mungkin?
IS: Yes. IS: Ya.
   
56:30 K: No, don’t say, yes, K: Tidak, jangan katakan, ya,
we are enquiring. kita sedang bertanya.
   
56:32 IS: Then I would say with my IS: Lalu saya akan katakan dengan ke-
own conviction and experience, yakinan dan pengalaman saya sendiri,
   
56:37 I would say yes. Saya akan mengatakan ya.
   
56:40 K: Say yes to what? K: Mengatakan ya untuk apa?
IS: It is possible. IS: Itu adalah mungkin.
   
56:46 K: That means, K: Itu berarti,
if you have an insight, jika Anda memiliki wawasan,
   
56:54 that insight wipes away the self, wawasan itu menghapus si diri,
   
57:01 not momentarily, tidak sementara,
not momentarily. tidak sementara.
   
57:09 So would you say, Jadi, apakah Anda akan berkata,
   
57:14 action then is without motive? tindakan lalu tanpa motif?
   
57:19 Do you know such action; Apakah Anda tahu tindakan
  seperti itu;
   
57:23 not occasionally, tidak kadang-kadang, tetapi
but living an everyday life? menjalani kehidupan sehari-hari?
   
57:35 I don’t want to be occasionally fed, Saya tidak ingin diberi makan
but I want to be fed every day. sesekali,
   
57:37   tetapi saya ingin diberi makan
  setiap hari.
   
57:41 I don’t want to be Saya tidak ingin sesekali
occasionally happy, bahagia,
   
57:45 I want to have – Saya ingin memiliki -
you know, all the rest of it. Anda tahu, seterusnya.
   
57:49 As insight is devoid of time Karena wawasan adalah tanpa waktu dan
and divorced from memory, thought, tercerai dari memori, pikiran,
   
57:59 therefore is there an action oleh karena itu adakah tindakan
born of insight? yang lahir dari wawasan?
   
58:08 You understand? Anda paham?
   
58:24 WR: If you have insight WR:Jika Anda memiliki wawasan...
   
58:26 – I don’t say ‘had’ because - Saya tidak mengatakan
that means memory again, the past. 'sudah',
   
58:27   sebab itu berarti memori
  lagi, masa lalu.
   
58:30 K: Have insight. K: Punya wawasan.
WR: If you have insight, WR: Jika Anda memiliki wawasan,
   
58:35 there is no exception, tidak ada kekecualian,
all your actions are without motive. semua tindakan Anda tanpa motif.
   
58:43 K: Again, forgive me K: Sekali lagi, maafkan saya...
   
58:45 – are we talking - apakah kita berbicara secara
theoretically or actually? teoritis atau secara aktual?
   
58:48 WR: Actually. WR: Secara aktual.
   
58:51 K: That means action is correct, K: Itu berarti, tindakan adalah
accurate, right through life. benar, akurat, sepanjang hidup.
   
59:03 WR: Yes. WR: Ya.
   
59:06 You may make mistakes, sir, Anda mungkin membuat
technically. kesalahan, Tuan, secara teknis.
   
59:11 K: No, I am not K: Tidak, saya tidak berbicara
talking of technically. mengenai teknis.
   
59:13 WR: But there is no self, there is WR:Tapi tidak ada diri, tidak ada mo-
no motive if you have that insight. tif, jika Anda memiliki wawasan itu.
   
59:19 Every action... Setiap tindakan...
   
59:21 K: Have you got that insight? K:Apakah Anda punya
Not you, sir, has one insight, wawasan itu?
   
59:22   Bukan Anda, Tuan,
  apakah seseorang memiliki wawasan,
   
59:25 that insight into the whole wawasan ke dalam seluruh
nature of the self, sifat diri,
   
59:32 not arguments, not inductions, bukan argumen, bukan induksi,
not deductions, not conclusions, bukan deduksi, bukan kesimpulan,
   
59:38 but have an insight tetapi memiliki wawasan ke
into the nature of the self? dalam sifat diri?
   
59:44 And therefore the self, Dan karena itu si diri,
   
59:48 if there is an insight jika ada wawasan ke dalam diri,
into the self,  
   
59:50 then action will inevitably maka tindakan pasti akan mengikuti
follow from that insight. dari wawasan itu.
   
59:59 IS: May I make one point clear IS:Boleh saya jelaskan satu poin
that I feel strongly about, yang sangat saya rasakan,
   
1:00:04 it is not that I have the insight, itu bukan karena saya memiliki
that is not possible. wawasan, itu tidak mungkin.
   
1:00:09 There is that insight. Ada wawasan itu.
   
1:00:12 K: What? Is there such insight? K:Apa? Apakah ada wawasan
IS: There is the insight. seperti itu? IS: Ada wawasan.
   
1:00:16 It is not as if I have it. Bukan saya seperti memilikinya.
   
1:00:19 GN: It is not that I have insight, GN: Bukannya saya memiliki
there is insight. wawasan, ada wawasan.
   
1:00:24 K: I have no insight, K: Saya tidak memiliki
I am only blind. wawasan, saya hanya buta.
   
1:00:26 If I say, Jika saya mengatakan,
‘I have an insight into that’, 'Saya memiliki wawasan ke dalam itu',
   
1:00:29 I am a little bit mentally deranged. Saya sedikit gila mental.
   
1:00:38 So what are we talking about? Jadi apa yang kita bicarakan?
   
1:00:41 You asked a question, sir. Anda mengajukan pertanyaan,
  Tuan.
   
1:00:44 WR: Of course, we have gone WR:Tentu saja, kita sudah sangat jauh
very far away from my question. menyimpang dari pertanyaan saya.
   
1:00:47 K: I know. K: Saya tahu.
   
1:00:49 WR: Now let us forget that question WR: Sekarang mari kita lupakan saja
altogether, that was answered. pertanyaan itu, itu sudah dijawab.
   
1:00:52 K: Let’s go back to it. K:Mari kita kembali ke situ.
   
1:00:55 WR: No, that question WR: Tidak, pertanyaan itu
you have answered. sudah Anda jawab.
   
1:00:59 Then there is another question, Lalu ada pertanyaan lain,
also related. juga terkait.
   
1:01:03 You see, there is Anda lihat, ada...
   
1:01:05 – perhaps you are - mungkin Anda mengetahui
aware of this theory – teori ini -
   
1:01:08 many people... banyak orang...
   
1:01:10 that we think in a language, bahwa kita berpikir dalam suatu
there is a belief. bahasa, ada suatu kepercayaan.
   
1:01:16 Many people say that. Banyak orang mengatakan itu.
K: What? K: Apa?
   
1:01:17 WR: You think in a language. WR: Anda berpikir dalam
  suatu bahasa.
   
1:01:19 Very often they ask me: Sangat sering mereka bertanya
in which language do you think. kepada saya:...
   
1:01:21   dalam bahasa apa Anda berpikir.
   
1:01:24 I say, I don’t know. Saya katakan, saya tidak tahu.
There is no language in thinking. Tidak ada bahasa dalam berpikir.
   
1:01:28 Thought has no language, Pikiran tidak memiliki bahasa,
   
1:01:31 and the thought is dan pikiran itu segera
immediately interpreted ditafsirkan...
   
1:01:34 into the nearest language. ke dalam bahasa terdekat.
   
1:01:41 K: Sir, could you convey your K:Tuan, bisakah Anda menyampaikan
thought to me without the word? pikiran Anda kepada saya tanpa kata?
   
1:01:45 WR: That is the thing. WR: Itu masalahnya.
   
1:01:46 When you convey thought, Ketika Anda menyampaikan
it is indefinite. pikiran, itu kabur.
   
1:01:49 K: No, sir. Can you convey your K: Tidak, Tuan.
thought to me without the word? Bisakah Anda menyampaikan
   
1:01:52   pikiran Anda ke saya
  tanpa kata?
   
1:01:58 WR: That depends on the level. WR: Itu tergantung pada tataran.
K: Which means what? K: Yang artinya apa?
   
1:02:04 WR: I don’t know WR: Saya tidak tahu apakah
whether you accept it, Anda menerimanya,
   
1:02:07 or whether you have that experience: atau apakah Anda memiliki
  pengalaman itu:...
   
1:02:12 without talking, without words, tanpa berbicara, tanpa kata-kata,
there is communication. ada komunikasi.
   
1:02:16 K: That is, sir, there can only be K: Yaitu, Tuan, hanya bisa ada
communication, communion komunikasi, komuni,
   
1:02:22 when you and I ketika Anda dan saya berada pada
are on the same level tataran yang sama...
   
1:02:27 and with the same intensity, dan dengan intensitas yang sama,
at the same time. pada saat bersamaan.
   
1:02:33 Right? Benar?
   
1:02:37 Which is what? Yang artinya?
   
1:02:45 When you and I Ketika Anda dan saya berada
are on the same level, pada tataran yang sama,
   
1:02:50 with the same intensity, dengan intensitas yang sama,
at the same time, pada saat bersamaan,
   
1:02:55 what is that thing? keadaan bagaimana itu?
   
1:03:02 Then words are not necessary. Maka kata-kata tidak perlu.
   
1:03:04 WR: No. WR: Tidak.
K: What is that thing? K: Keadaan bagaimana itu?
   
1:03:10 WR: You can say if you like, WR: Anda dapat katakan, jika
that it is thought. Anda suka, bahwa itu pikiran.
   
1:03:17 K: No, no. K: Tidak, tidak.
   
1:03:23 Sir, when both of us are like that, Tuan, ketika kita berdua seperti
what is the quality of that state? itu, apa kualitas keadaan itu?
   
1:03:33 Not the absence of thought, Bukan tidak adanya pikiran,
   
1:03:36 but the quality, tetapi kualitas, aroma,
the perfume, the thing. keadaan itu.
   
1:03:46 Wouldn’t you call that love? Apakah Anda tidak
  menyebut itu cinta?
   
1:03:53 WR: Yes. WR: Ya.
K: No, don’t, don’t. K: Tidak, jangan, jangan.
   
1:03:56 WR: But you asked me, WR:Tapi Anda bertanya kepada saya, a-
or just you are going to answer it. tau hanya Anda yang akan menjawabnya.
   
1:04:00 I get confused when you put it to me Saya bingung ketika Anda
  menanyakannya kepada saya...
   
1:04:03 and people are expecting dan orang-orang mengharapkan
me to answer it. saya untuk menjawabnya.
   
1:04:08 K: Sir, when two people K: Tuan, ketika dua orang...
   
1:04:12 have this extraordinary memiliki kualitas luar biasa
quality of this state, dari keadaan ini,
   
1:04:18 words are not necessary. kata-kata tidak perlu.
   
1:04:23 There is that quality Ada kualitas cinta yang ada,
of love which exists,  
   
1:04:27 therefore the words oleh karena itu kata-kata
become unnecessary. menjadi tidak perlu.
   
1:04:31 There is instant communication. Ada komunikasi instan.
   
1:04:43 Now, for most of us, Sekarang, bagi kebanyakan dari kita,
language drives us. bahasa menguasai kita.
   
1:04:55 Right? Benar?
   
1:04:57 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:04:59 Language drives us, Bahasa menguasai kita,
pushes us, shapes us. mendorong kita, membentuk kita.
   
1:05:06 Our minds are Pikiran kita dikondisikan
conditioned by language, oleh bahasa,
   
1:05:10 which is language, words, yang merupakan bahasa, kata-kata,
drive us, force us. menguasai kita, memaksa kita.
   
1:05:15 I am an Englishman Saya orang Inggris...
   
1:05:19 – the language, - bahasa, dan
and the contents of that language. konten bahasa itu.
   
1:05:25 Right? Benar?
   
1:05:28 And if we use words Dan jika kita menggunakan kata-kata
without the language directing us, tanpa bahasa mengarahkan kita,
   
1:05:39 words then have kata-kata kemudian memiliki arti
an entirely different meaning. yang sama sekali berbeda.
   
1:05:52 GN: The language doesn’t drive you, GN: Bahasa tidak menguasai Anda,
but you drive the language. tetapi Anda menguasai bahasa.
   
1:05:55 K: That’s right. K: Itu benar.
   
1:05:57 DB: I think that ordinarily DB: Saya pikir biasanya kita
we are identified with our language, diidentifikasi dengan bahasa kita,
   
1:06:01 and therefore it is driving us, dan karenanya, itu
  menguasai kita,
   
1:06:04 but if we are free tetapi jika kita bebas
of identification... dari identifikasi...
   
1:06:07 K: That’s why, sir, K: Itu sebabnya, Tuan,
   
1:06:09 it is extraordinary sungguh luar biasa bagaimana
how language has made us. bahasa membentuk kita.
   
1:06:11 I am a communist. Saya seorang komunis.
   
1:06:14 DB: That’s an identification. DB: Itu suatu identifikasi.
K: That’s it, that’s it. K: Itu dia, itu dia.
   
1:06:17 DB: But do you think DB: Tapi menurut Anda,
   
1:06:18 that language is bahwa bahasa adalah
the major source of identification? sumber utama identifikasi?
   
1:06:21 K: One of them. K: Salah satunya.
   
1:06:22 DB: One of the big ones. DB: Salah satu dari yang besar.
K: Yes. K: Ya.
   
1:06:27 WR: I don’t know WR: Saya tidak tahu
whether it would be useful, apakah ini akan berguna,
   
1:06:29 I would like to remind here Saya ingin mengingatkan
  di sini...
   
1:06:31 of a very important Mahayana dari suatu sikap filosofis Buddhis
Buddhist philosophical attitude. Mahayana yang sangat penting,
   
1:06:37 That is, it is said that the world yakni, dikatakan bahwa dunia
is caught up in language. terperangkap dalam bahasa.
   
1:06:42 Naamkaya, Padakaya Vyanjana... Naamkaya, Padakaya Vyanjana...
   
1:06:44 K: In Sanskrit too. K: Dalam bahasa Sanskerta juga.
WR: Yes, these are Sanskrit words. WR: Ya, ini kata-kata Sanskerta.
   
1:06:50 And it is said Dan dikatakan manusia biasa
the ordinary man is stuck in words terjebak dalam kata-kata,
   
1:06:57 just like an elephant in the mud, seperti gajah di dalam lumpur,
   
1:07:01 and so one must go beyond words dan karenanya seseorang harus melam-
– Nam, Pada, Vyanjana, paui kata-kata - Nam, Pada, Vyanjana,
   
1:07:08 to see them. untuk melihat mereka.
   
1:07:12 Because as long as you are, Karena selama Anda, seperti yang Anda
as you say, driven by language... katakan, dikuasai oleh bahasa...
   
1:07:18 K: Are you? K: Apakah Anda?
   
1:07:23 WR: Are you asking personally? WR: Apakah Anda bertanya
  secara pribadi?
   
1:07:25 K: Yes, are you? K: Ya, apakah Anda?
Am I? Apakah saya?
   
1:07:31 Dr Bohm, Dr Bohm, apakah dia dikuasai
is he driven by language? oleh bahasa?
   
1:07:41 WR: That I can’t see. WR: Itu tidak bisa saya lihat.
You answer that. Anda jawab itu.
   
1:07:46 K: I can answer for myself, K:Saya bisa jawab untuk diri sendiri,
but I am asking you. tetapi saya bertanya kepada Anda.
   
1:07:52 WR: Yes, you answer for yourself. WR:Ya, Anda jawab untuk Anda sendiri.
K: Oh, absolutely. K: Oh, tentu saja.
   
1:07:56 WR: That’s enough. WR: Sudah cukup.
   
1:07:59 K: That’s not enough. K: Itu tidak cukup.
   
1:08:03 GN: But I think the more skilful, GN: Tapi saya pikir semakin
  terampil,
   
1:08:06 or scholarly atau secara ilmiah orang menjadi
one becomes in language, ahli dalam bahasa,
   
1:08:10 I suppose there is saya kira ada kemungkinan
a greater possibility yang lebih besar...
   
1:08:12 of being caught in language. untuk tertangkap dalam bahasa.
   
1:08:15 WR: Yes. Certainly. WR: Ya. Pasti.
   
1:08:20 GN: Whereas the rustic might just GN:Sedangkan orang pedesaan mungkin
use it for simple communication. hanya menggunakannya...
   
1:08:23   untuk komunikasi sederhana.
   
1:08:26 K: Sir, that was your question K: Tuan, itu pertanyaan Anda,
   
1:08:29 whether thought has words, apakah pikiran memiliki
  kata-kata,
   
1:08:35 whether thought is part of words. apakah pikiran adalah bagian
  dari kata-kata.
   
1:08:47 Does the word create the thought, Apakah kata itu menciptakan
  pikiran,
   
1:08:50 or thought create the word? atau pikiran menciptakan kata?
Egg? Telur?
   
1:08:57 DB: You once asked the question, DB:Anda pernah mengajukan pertanyaan,
is there a thought without the word? apakah ada pikiran tanpa kata?
   
1:09:01 K: That’s what I want to... K: Itulah yang ingin saya...
   
1:09:03 That is very interesting, sir, Itu sangat menarik, Tuan, apakah
shall we go into it a little bit? kita akan membahasnya sedikit?
   
1:09:08 Do you want to go into it, sir? Apakah Anda
  ingin mendalaminya, Tuan?
   
1:09:10 WR: Is there a thought WR: Apakah ada pikiran
without the word. tanpa kata.
   
1:09:11 DB: That is the question. DB: Itu pertanyaannya.
   
1:09:17 WR: I think thought has no word. WR: Saya pikir,
  pikiran tidak memiliki kata.
   
1:09:19 Thought has no word. Pikiran tidak memiliki kata.
Thought is an image. Pikiran adalah sebuah imaji.
   
1:09:25 K: No, we are using the word K: Tidak, kami menggunakan kata
in the sense dalam arti...
   
1:09:29 to include the symbol, the image, termasuk simbol, imaji,
the picture, the word gambar, kata...
   
1:09:37 – all that. - semua itu.
   
1:09:38 DB: You see, the word can easily DB: Soalnya, kata bisa dengan mudah
be turned into an image, diubah menjadi imaji,
   
1:09:40 for example, by an artist, misalnya, oleh seorang seniman,
   
1:09:42 a description can be turned suatu deskripsi dapat diubah
by an artist into an image, oleh artis menjadi imaji,
   
1:09:45 or vice versa, the image could atau sebaliknya,
be described and turned into words.  
   
1:09:46   imaji bisa dideskripsikan dan
  diubah menjadi kata-kata.
   
1:09:50 So they have an equivalent content. Jadi mereka memiliki konten
  yang setara.
   
1:09:58 K: Sir, what is K:Tuan, apa asal usul pikiran?
the origin of thought?  
   
1:10:05 If you had to find out, Jika Anda harus mencari tahu,
   
1:10:07 not what the Buddha said, bukan apa yang dikatakan
  Sang Buddha,
   
1:10:09 if you, as a human being, jika Anda, sebagai manusia,
had to find out something, harus mencari tahu sesuatu,
   
1:10:16 you must find out Anda harus mencari tahu,
   
1:10:17 otherwise your head jika tidak, kepala Anda
will be chopped off; akan dipenggal;
   
1:10:21 it is something tremendously itu adalah sesuatu yang sangat
important that you must find out, penting yang harus Anda cari tahu,
   
1:10:26 what will you do: apa yang akan Anda lakukan:...
   
1:10:26 what is the origin of thought? apa asal mula pikiran?
   
1:10:44 God made the world and the word Tuhan menciptakan dunia dan
was incarnate... What is it? kata menjelma... Apa itu?
   
1:10:48 At the beginning of the Bible, Di awal Alkitab, Kejadian.
Genesis.  
   
1:10:51 I’ve forgotten it. Saya sudah lupa itu.
DB: I’ve forgotten it, DB: Saya sudah lupa,
   
1:10:53 I can’t remember the Genesis. Saya tidak bisa mengingat
  Kejadian.
   
1:10:55 K: I’m sorry, this is common, K: Maaf, ini umum,
you hear it on... Anda dengar di...
   
1:11:02 K: Please sir, answer that question. K: Tolong Tuan,
  jawab pertanyaan itu.
   
1:11:08 WR: Is there an origin? WR: Apakah ada asal mulanya?
   
1:11:11 K: Is there? K:Adakah?
WR: Is there an origin? WR:Apakah ada asal mulanya?
   
1:11:13 K: Must be. K:Harusnya ada.
WR: Why must? WR: Kenapa harus?
   
1:11:16 K: Otherwise – K: Kalau tidak -
in you, sir, what is the origin? di dalam Anda, Tuan, apa asalnya?
   
1:11:24 WR: No origin. WR: Tidak ada asal mula.
   
1:11:26 K: Of course, sir, there must be K: Tentu saja, Tuan,
a beginning of thought. harus ada awal dari pikiran.
   
1:11:33 WR: That is again a fallacy, WR: Itu lagi-lagi salah, suatu
a wrong way of looking at it. cara memandang yang salah.
   
1:11:39 K: No, no, no. K: Tidak, tidak, tidak.
   
1:11:41 WR: By asking WR: Dengan bertanya,
everything must have a beginning. semuanya harus memiliki permulaan.
   
1:11:44 K: No, I am not asking K: Tidak, saya tidak bertanya
everything has a beginning. semuanya memiliki permulaan.
   
1:11:47 I am just asking Saya hanya bertanya untuk
in order to find out, mencari tahu,
   
1:11:52 what is the beginning of thought. apa awal dari pikiran.
   
1:11:58 How did thought begin? Bagaimana pikiran dimulai?
   
1:12:03 With the dog Dengan anjing
– you follow, sir? – - Anda ikuti, Tuan? -
   
1:12:06 with the animals, dengan binatang,
everything that is living, semua yang hidup,
   
1:12:10 they all think in various ways, mereka semua berpikir dalam berbagai
or feel, and so on, cara, atau merasakan, dan sebagainya,
   
1:12:14 there must be a beginning of that. pasti ada permulaan dari itu.
What is that in human beings? Itu apa dalam diri manusia?
   
1:12:38 IS: If we had no desire at all, IS: Jika kita sama sekali
we would have no thought. tidak memiliki hasrat,
   
1:12:40   kita tidak akan punya
  pikiran.
   
1:12:42 K: No, it is not a question of that. K: Tidak, itu bukan pertanyaan
  tentang itu.
   
1:12:45 DB: Are you discussing thought DB: Apakah Anda
  mendiskusikan pikiran...
   
1:12:46 without identification tanpa identifikasi atau
or with identification? dengan identifikasi?
   
1:12:48 K: No, sir. K: Tidak, Tuan.
   
1:12:52 How did thought begin in myself? Bagaimana pikiran dimulai
  dalam diri saya?
   
1:12:56 Was it handed down by my father, Apakah itu diturunkan oleh
by my parents, by education, ayah saya,
   
1:12:59   oleh orang tua saya,
  oleh pendidikan,
   
1:13:02 by environment, by the past? oleh lingkungan, oleh masa lalu?
I want to know. Saya ingin tahu.
   
1:13:11 What made me think? Apa yang membuat saya berpikir?
   
1:13:17 Go on, sir. Teruskan, Tuan.
   
1:13:19 What made you think? Apa yang membuat Anda berpikir?
   
1:13:28 WR: The question is this, WR: Pertanyaannya adalah ini,
   
1:13:29 you are putting Anda menaruh beberapa alasan
some cause behind this, di balik ini,
   
1:13:33 but I would say, tetapi saya akan mengatakan, tidak
nothing made me think, ada yang membuat saya berpikir,
   
1:13:36 it is in the nature itu adalah sifat alami dari
of yourself thinking. Anda sendiri berpikir.
   
1:13:40 K: No. K: Tidak.
   
1:13:41 WR: There is no other origin, cause. WR:Tiada asal mula lain, penyebab.
K: Oh yes, there is. K: Oh ya, ada.
   
1:13:45 I’ll show you. Saya akan tunjukkan pada Anda.
WR: What is that? WR: Apa itu?
   
1:13:46 K: I’ll tell you in a minute. K: Saya akan memberi tahu Anda
  sebentar lagi.
   
1:13:49 K: No, I am not K: Tidak, saya
the final authority, sir. bukan otoritas final, Tuan.
   
1:13:52 I’d like to talk it over. Saya ingin membicarakannya.
   
1:13:58 If I had no memory, Jika saya tidak memiliki memori,
would there be thinking? akankah ada pikiran?
   
1:14:04 WR: I ask you again, WR: Saya bertanya pada Anda lagi,
what is the origin of memory? apa asal mula memori?
   
1:14:07 K: That’s fairly simple to answer. K: Itu cukup sederhana
  untuk dijawab.
   
1:14:13 I remember seeing you in Paris Saya ingat melihat Anda di Paris
– which I don’t – - yang tidak saya lakukan -
   
1:14:18 but suppose I remember tapi seandainya saya ingat
seeing you in Paris melihat Anda di Paris,
   
1:14:21 – that is recorded, isn’t it? - itu direkam, bukan?-
   
1:14:26 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:14:30 WR: That is generally accepted WR: Secara umum itu diterima,
that it is recorded in the brain. bahwa itu direkam di otak.
   
1:14:35 K: No, it is an ordinary fact. K: Tidak, itu fakta biasa.
WR: No, that I do not accept. WR: Tidak, itu saya tidak setuju.
   
1:14:40 It is an old 19th-century, Itu adalah teori tua
20th-century theory abad ke-19, abad ke-20...
   
1:14:45 that everything is recorded bahwa semuanya direkam
in the brain somewhere. di suatu tempat dalam otak.
   
1:14:48 K: No, sir. K: Tidak, Tuan.
Look, I met you this week, Lihat, saya bertemu Anda minggu ini,
   
1:14:54 you come back a year later Anda kembali setahun kemudian
– I hope you will – - saya harap Anda akan -
   
1:14:58 and then I say, yes, sir, dan kemudian saya berkata, ya, Tuan,
I recognise you. Right? saya mengenali Anda. Benar?
   
1:15:04 How does that recognition Bagaimana pengenalan itu
take place? terjadi?
   
1:15:09 WR: Very good you carried on WR: Bagus sekali Anda
  telah melanjutkan,
   
1:15:11 because this is a question karena ini adalah pertanyaan yang
that I want to ask you. ingin saya tanyakan kepada Anda.
   
1:15:16 How does memory arise? Bagaimana ingatan muncul?
   
1:15:19 I didn’t ask it, Saya tidak menanyakannya,
   
1:15:20 but this is the question that tapi ini pertanyaan yang sangat
I very much wanted to ask you. ingin saya tanyakan pada Anda.
   
1:15:23 K: I am doing that, sir. K: Saya sedang melakukan itu,
  Tuan.
   
1:15:24 I meet you now, Saya bertemu Anda sekarang, dan
and in a year’s time you come back dalam waktu satu tahun Anda kembali,
   
1:15:29 – I hope you will – - saya harap Anda akan -
for a discussion. untuk suatu diskusi.
   
1:15:32 Then I say, yes, sir, Mr Rahula, Lalu saya berkata, ya, Tuan Rahula,
we met last year. kita bertemu tahun lalu.
   
1:15:38 How does that take place? Bagaimana itu terjadi?
Very simple. Memory. Sangat sederhana. Memori.
   
1:15:45 The brain has recorded that memory Otak telah merekam memori itu,
   
1:15:48 of meeting you, dari bertemu dengan Anda,
learning your name. mengetahui nama Anda.
   
1:15:54 So that is memory, Jadi itu adalah memori,
   
1:15:58 and when I meet you next time dan ketika lain kali saya bertemu
I recognise you. Anda, saya mengenali Anda.
   
1:16:04 Right? There is nothing... Benar? Tidak ada...
   
1:16:06 WR: How does it happen? WR: Bagaimana itu terjadi?
   
1:16:09 That is the question. Itu pertanyaannya.
K: It is very simple. K: Ini sangat sederhana.
   
1:16:13 You have been introduced to me, Anda telah diperkenalkan
  kepada saya,
   
1:16:16 we have sat down here kita telah duduk di sini selama
for two afternoons and a morning, dua sore dan satu pagi hari,
   
1:16:23 and that is remembered, dan itu diingat,
   
1:16:25 when you come back next year, ketika Anda kembali tahun depan,
I say, yes. saya katakan, ya.
   
1:16:30 If I didn’t remember, Jika saya tidak ingat,
I wouldn’t recognise you. saya tidak akan mengenali Anda.
   
1:16:36 Right? Benar?
   
1:16:38 So recording goes on – Jadi rekaman berlanjut -
   
1:16:41 it is not the 19th, or 1st century ini bukan abad ke-19,
or the 20th century atau abad ke-1 atau ke-20-,
   
1:16:44 – recording must go on. - rekaman harus berlanjut.
   
1:16:50 The elaborate educating process Proses mendidik yang rumit dalam
of learning a technique, mempelajari suatu teknik,
   
1:16:56 how to drive a car, cara mengendarai mobil,
or go to the moon, whatever it is, atau pergi ke bulan, apa pun itu,
   
1:17:00 it is careful itu adalah akumulasi memori
accumulation of memory, yang cermat,
   
1:17:07 which then acts. yang kemudian bertindak.
   
1:17:12 There is nothing wrong in that, Tidak ada yang salah dalam hal itu,
is there? bukan?
   
1:17:18 WR: How does it happen? WR: Bagaimana itu terjadi?
   
1:17:20 K: Sir, I don’t know K: Tuan, saya tidak tahu
how to drive a car, cara mengendarai mobil,
   
1:17:23 so I go to the man who teaches me jadi saya pergi ke orang yang meng-
how to drive a car. ajari saya cara mengendarai mobil.
   
1:17:27 I take twenty four lessons, Saya mengambil
  dua puluh empat pelajaran,
   
1:17:29 at the end of it I am inspected pada ujung akhirnya
  saya diperiksa...
   
1:17:31 and the man says, dan orang itu berkata,
‘You are pretty good’. 'Anda cukup bagus'.
   
1:17:33 And you say I have learnt it Dan Anda katakan saya telah mempela-
by driving with him, jarinya dengan mengemudi bersama dia,
   
1:17:38 he is telling me, dia memberitahu saya,
be careful, turn to the left, hati-hati, belok ke kiri,
   
1:17:41 he is guiding me all the time. dia membimbing saya
  sepanjang waktu.
   
1:17:43 So at the end of twenty four lessons Jadi pada akhir pelajaran
I am a good driver. I hope. ke dua puluh empat,
   
1:17:45   saya seorang pengemudi yang baik.
  Saya harap.
   
1:17:49 And that’s all. Dan itu saja.
   
1:17:53 There is nothing Tidak ada yang benar atau
right or wrong about it. salah tentang hal itu.
   
1:17:57 In the same way I meet you today, Dengan cara yang sama saya
next year I will remember, bertemu Anda hari ini,
   
1:18:01   tahun depan saya akan ingat,
   
1:18:04 which is, there is remembrance, yaitu, ada proses mengingat, yang
which is the recording process. merupakan proses perekaman.
   
1:18:12 No? It is so simple. Tidak? Ini sangat sederhana.
   
1:18:15 WR: Still it is not WR: Masih tidak sepenuhnya
completely clear to me. jelas bagi saya.
   
1:18:20 Let us admit it is recorded, Mari kita akui itu direkam,
   
1:18:22 how does that record come up bagaimana catatan itu muncul ketika
when we meet next year? kita bertemu tahun depan?
   
1:18:28 K: Oh, when I see you. K:Oh, ketika saya melihat Anda.
   
1:18:31 That memory springs up and says, Memori itu muncul dan berkata,
oh, he is Mr Rahula. oh, dia adalah Tuan Rahula.
   
1:18:38 And the recording is the image, Dan rekamannya adalah imaji,
pleasurable or not pleasurable. menyenangkan atau tidak menyenangkan.
   
1:18:44 WR: I hope it will be pleasurable! WR: Saya harap itu adalah
  menyenangkan!
   
1:18:51 K: And that is recorded, K: Dan itu direkam,
   
1:18:53 and when I meet you next time, dan ketika saya bertemu Anda
I meet you. lain kali, saya menyambut Anda.
   
1:18:56 But if it is not pleasurable Tetapi jika itu tidak
I say, ‘Well, what a bore’. menyenangkan,
   
1:18:58   saya mengatakan,
  'Yah, sungguh membosankan'.
   
1:19:02 And I turn away Dan saya berbalik dan berbicara
and talk about something else. tentang sesuatu yang lain.
   
1:19:06 So this whole process is recorded Jadi seluruh proses ini direkam -...
– how I’ve learnt to drive a car,  
   
1:19:09   bagaimana saya belajar
  mengendarai mobil,
   
1:19:12 how I’ve learnt to speak English, bagaimana saya belajar berbicara
French, German, whatever it is, bahasa Inggris,
   
1:19:13   Perancis, Jerman,
  apa pun itu,
   
1:19:17 there must be recording. harus ada rekaman.
   
1:19:20 No? Tidak?
   
1:19:24 WR: Certainly it is so. WR: Tentu saja begitu.
K: But you said 19th century... K: Tapi Anda bilang abad ke-19...
   
1:19:29 WR: What I want to say is, WR: Yang ingin saya katakan adalah,
it is not in the brain. itu tidak ada di dalam otak.
   
1:19:34 That is the thing. Itu masalahnya.
   
1:19:36 K: Where is it? K: Di mana itu?
   
1:19:37 WR: It is in the nature of what we WR: Ini ada di dalam sifat yang
call generally the mental faculty. biasa kita sebut kemampuan mental.
   
1:19:44 Just as eye, ear, nose, etc., Sama seperti mata, telinga,
  hidung, dll.,
   
1:19:47 the mind faculty, the mental faculty kemampuan batin, kemampuan mental
also is a faculty. juga adalah suatu kemampuan.
   
1:19:51 K: Yes. K: Ya.
   
1:19:52 WR: That is one WR: Itu adalah salah satu
of the potentialities. dari potensi.
   
1:19:58 K: It is the faculty K: Adalah kemampuan otak
of the brain to record. untuk merekam.
   
1:20:05 WR: It is not the physical brain. WR: Ini bukanlah otak fisik.
   
1:20:10 That is my point. Itu adalah poin saya.
   
1:20:12 K: Ah, you have gone off K: Ah, Anda telah pergi ke
into something else. sesuatu yang lain.
   
1:20:14 WR: Yes, that is what I say. WR: Ya,
  itulah yang saya katakan.
   
1:20:15 GN: You are saying GN: Yang Anda katakan itu adalah
that the mental faculty bahwa kemampuan mental...
   
1:20:17 is spread all over the body, tersebar di seluruh tubuh,
not necessarily in the head? tidak perlu di kepala?
   
1:20:21 Is that... Apakah itu... ketika Anda
when you say it is not in the brain. mengatakan itu tidak ada di otak?
   
1:20:23 WR: Our mental faculty WR: Kemampuan mental kita adalah
is one of the sense organs, salah satu organ indera,
   
1:20:27 there are five ada lima organ indera fisik.
physical sense organs.  
   
1:20:30 You see, the eye has the power Anda lihat, mata memiliki kemampuan
to see and to examine, untuk melihat dan memeriksa,
   
1:20:35 the ear can’t do it, telinga tidak bisa melakukannya,
it can hear only. hanya bisa mendengar.
   
1:20:40 And there is the mental faculty Dan ada kemampuan mental,
   
1:20:42 just like eye, ear, nose, tongue sama halnya dengan mata, telinga, hi-
– all the physical faculties dung, lidah - semua kemampuan fisik,
   
1:20:47 – there is the mental faculty, - ada kemampuan mental,
   
1:20:49 which eye, ear, nose, yang mana mata,
tongue and body telinga, hidung, lidah dan tubuh...
   
1:20:54 deals with the external world, berurusan dengan dunia luar,
material world. dunia material.
   
1:20:58 But the world is not Tapi dunia belum selesai
finished by that, dengan itu,
   
1:21:01 the bigger part of the world bagian dunia yang lebih besar
is not touched by that. tidak tersentuh oleh itu.
   
1:21:05 K: What is the bigger part K: Apa bagian yang lebih besar
of the world? dari dunia?
   
1:21:07 WR: The bigger part of the world? WR: Bagian dunia yang
  lebih besar?
   
1:21:09 That is what we were talking about, Itulah yang kita sedang
these sensations, bicarakan, sensasi ini,
   
1:21:12 and all these things are not touched dan semua hal ini tidak disentuh
by the body, or anything like that. oleh tubuh, atau semacamnya.
   
1:21:17 Then the mind faculty, Kemudian kemampuan batin,
the mental faculty kemampuan mental...
   
1:21:21 is the thing that has adalah hal yang memiliki banyak,
many, many aspects, banyak aspek,
   
1:21:29 many potentialities; banyak potensi;
one is this memory. satu adalah memori ini.
   
1:21:33 And what I want to clarify from you Dan apa yang ingin saya dapatkan
is how does it happen, penjelasan dari Anda...
   
1:21:36   adalah, bagaimana hal itu
  terjadi,
   
1:21:39 and of course you begin dan tentu saja Anda mulai dengan
with the idea of the brain... gagasan otak...
   
1:21:42 K: No. K: Tidak.
   
1:21:43 WR:...the recording in the brain, WR:...rekaman dalam otak, dan
and with which I disagree. dengan mana saya tidak setujui.
   
1:21:47 K: Sir, let’s cut out the brain, K: Tuan, mari kita tinggalkan
for the moment. otak, untuk saat ini.
   
1:21:52 I meet you today Saya bertemu Anda hari ini dan saya
and I see you a week later. melihat Anda seminggu kemudian.
   
1:21:57 There is the process Ada proses pengenalan.
of recognition.  
   
1:22:01 All right. Baiklah.
   
1:22:02 That’s one part of the faculty. Itu salah satu bagian
  dari kemampuan.
   
1:22:06 The other part of the faculty Bagian lain dari kemampuan
is to think logically, adalah berpikir secara logis,
   
1:22:14 or not logically. atau tidak secara logis.
   
1:22:16 So there are several aspects, Jadi ada beberapa aspek,
   
1:22:21 faculties which are kemampuan-kemampuan yang
made up in the mind. dibuat dalam batin.
   
1:22:27 You cannot have mind Anda tidak dapat memiliki
without the brain. batin tanpa otak.
   
1:22:32 WR: Yes. WR: Ya.
   
1:22:34 Certainly not only the brain, Tentu bukan hanya otak,
   
1:22:36 but without the body, tapi tanpa tubuh, tanpa perut,
without the stomach,  
   
1:22:39 without the heart. tanpa jantung.
K: What? K: Apa?
   
1:22:40 GN: He includes all the physical. GN: Dia memasukkan semua
  unsur fisik.
   
1:22:43 WR: Without the physical existence WR: Tanpa keberadaan fisik,
you can’t have the mind. Anda tidak dapat memiliki batin.
   
1:22:46 K: That’s all. K: Itu saja.
WR: Why only brain? WR: Kenapa hanya otak?
   
1:22:49 K: Therefore the mind K: Karena itu batin adalah
is part of the senses, bagian dari indera,
   
1:22:57 the mind is part of the thought, batin adalah bagian
  dari pikiran,
   
1:23:02 emotions, certain faculties, emosi, kemampuan-kemampuan tertentu,
to think and so on, so on. untuk berpikir dan seterusnya.
   
1:23:10 Is that outside, Apakah itu di luar,
   
1:23:13 or the whole structure atau seluruh struktur dari
of the organism, organisme,
   
1:23:18 the whole brain, body, seluruh otak,
eyes, ears, tubuh, mata, telinga,
   
1:23:22 all that is part of this mind semua itu adalah bagian dari batin
which is the process of thinking. ini yang merupakan proses berpikir.
   
1:23:32 No? Tidak?
   
1:23:34 DB: Are you saying mind is thought, DB:Apakah Anda mengatakan batin ada-
or is it more than thought as well? lah pikiran, atau lebih dari pikiran?
   
1:23:41 K: I don’t know but... K: Saya tidak tahu tapi...
DB: That includes thought. DB: Itu termasuk pikiran.
   
1:23:43 K: I don’t want to say that. K: Saya tidak ingin mengatakan itu.
DB: Just say thought. DB: Katakan saja pikiran.
   
1:23:46 I only want to say the mind K: Saya hanya
  ingin mengatakan batin...
   
1:23:49 as long as it is functioning selama itu berfungsi dalam
within the field of thought, bidang pikiran,
   
1:23:55 is limited. adalah terbatas.
   
1:23:56 DB: You mean consciousness, DB: Maksud Anda kesadaran,
the mind is that. batin adalah itu.
   
1:23:58 K: Yes, consciousness K: Ya,
is limited. kesadaran adalah terbatas.
   
1:24:03 DB: We say it is limited by these DB: Kita katakan itu dibatasi oleh
faculties, wherever they are. kemampuan-kemampuan ini,
   
1:24:06 K: Yes, that’s right, di mana pun mereka berada.
whatever they are.  
   
1:24:06   K: Ya, itu benar,
  apa pun mereka itu.
   
1:24:14 DB: But as far DB: Tapi mengenai pengenalan,
as recognition goes,  
   
1:24:16 people are even making machines orang bahkan membuat mesin...
   
1:24:18 that can imitate yang bisa meniru proses
the process of recognition. pengenalan.
   
1:24:20 K: Of course. K: Tentu saja.
   
1:24:22 DB: You know you can recognise DB: Anda tahu, Anda sudah bisa
simple things already mengenali hal-hal sederhana...
   
1:24:24 by means of a computer. dengan menggunakan komputer.
   
1:24:26 IS: And yet, if I have met you IS: Namun, jika saya bertemu Anda
just for a moment hanya sebentar...
   
1:24:34 and there was not a sufficient dan tidak ada dampak yang cukup dari
impact of you of that meeting image, Anda terhadap imaji pertemuan itu,
   
1:24:41 I will next week pass you by minggu depan saya akan melewati Anda
and not recognise you. dan tidak mengenali Anda.
   
1:24:44 K: Of course. K: Tentu saja.
DB: That’s the point, DB: Itu intinya,
   
1:24:45 it has to be recorded itu harus direkam dengan
with some energy, you see. sejumlah energi,
   
1:24:48 IS: That is what I mean, IS: Itu yang saya maksud,
there must be sufficient energy. harus ada energi yang cukup.
   
1:24:51 K: Of course, all recording K: Tentu saja, semua perekaman
must have energy. harus memiliki energi.
   
1:24:54 DB: If you don’t turn on DB: Jika Anda tidak menyalakan
the microphone, nothing is recorded. mikrofon, tidak ada yang direkam.
   
1:25:00 WR: And many things that we see WR: Dan banyak hal yang kita lihat
and hear we don’t remember, dan dengar kita tidak ingat,
   
1:25:05 only things that leave hanya hal-hal yang
a certain impression. meninggalkan kesan tertentu.
   
1:25:08 DB: You see, DB: Anda lihat,
I think it is fairly clear saya pikir ini cukup jelas,
   
1:25:10 how the record bagaimana catatan itu
could give rise to a recognition bisa menimbulkan pengenalan...
   
1:25:14 and the next experience. dan pengalaman berikutnya.
   
1:25:15 The next time you see the person Lain kali Anda melihat orang itu,
the record is compared with. catatan dibandingkan dengannya.
   
1:25:22 WR: It comes back. WR: Itu kembali.
DB: It comes back, yes. DB: Ya, kembali.
   
1:25:25 WR: It is exactly like the computer. WR: Persis seperti komputer.
   
1:25:29 K: So our brains are computers. K: Jadi otak kita adalah
  komputer.
   
1:25:33 WR: I should say, no, not the brain. WR: Saya harus mengatakan,
  tidak, bukan otak.
   
1:25:36 K: What is the brain? K:Otak itu apa?
WR: The brain may be the basis. WR: Otak mungkin adalah dasarnya.
   
1:25:39 Why do you only say brain, Mengapa Anda hanya
why not the whole body, whole heart, mengatakan otak,
   
1:25:41   mengapa tidak seluruh badan,
  seluruh jantung.
   
1:25:43 without heart can you think? tanpa jantung, bisakah Anda berpikir?
K: No. K: Tidak.
   
1:25:46 Therefore, sir, we said that. Karena itu, Tuan,
  kami telah katakan itu.
   
1:25:49 The brain, the mind, Otak, batin,
   
1:25:52 the mind contains the brain, batin mengandung otak,
the feelings, the heart, perasaan, hati,
   
1:25:55 the whole structure. seluruh struktur.
DB: All the nerve centres. DB: Semua pusat saraf.
   
1:25:57 K: We are using K: Kami menggunakan kata 'batin'
the word ‘mind’ as consciousness, sebagai kesadaran,
   
1:26:04 which is I cannot have consciousness yang mana, saya tidak dapat memiliki
if the heart doesn’t function. kesadaran jika hati tidak berfungsi.
   
1:26:09 WR: That is why I used WR: Itu sebabnya saya menggunakan
the word mental faculty kata kemampuan mental...
   
1:26:12 instead of the mind alih-alih kata batin
or consciousness, atau kesadaran,
   
1:26:15 the word faculty embracing, kata kemampuan merangkul,
involving all that department. melibatkan semua departemen itu.
   
1:26:23 K: What do you mean K: Apa yang Anda maksud dengan
by the word faculty? kata kemampuan?
   
1:26:26 What does the word mean, sir? Apa arti kata itu, Tuan?
   
1:26:29 DB: To have some DB: Memiliki kapasitas dan
capacity and ability ketrampilan tertentu...
   
1:26:31 – capacity to do something. - kapasitas untuk melakukan
  sesuatu.
   
1:26:36 WR: The ability to do, WR:Ketrampilan untuk melakukan,
like when you say a visual faculty.  
   
1:26:38   seperti ketika Anda katakan,
  suatu kemampuan visual.
   
1:26:41 K: No, sir, ability to do K:Tidak, Tuan, ketrampilan untuk me-
depends on knowledge. lakukan tergantung pada pengetahuan.
   
1:26:49 If I didn’t know Jika saya tidak tahu cara
how to play the piano, memainkan piano,
   
1:26:54 that is, I learnt it. yaitu, saya mempelajarinya.
   
1:26:56 WR: No, excuse me, sir, WR: Tidak, maafkan saya, Tuan,
you are going away from the point. Anda sedang menjauh dari intinya.
   
1:26:58 I said the mind faculty, Saya mengatakan kemampuan
  batin,
   
1:27:00 mind has the power, the capacity, Batin memiliki kodrat, kapasitas,
the potentiality to do all that. potensi untuk melakukan semua itu.
   
1:27:06 And those are different Dan itu adalah aspek-aspek
aspects of the thing. yang berbeda dari hal itu.
   
1:27:09 K: Oh, I see. K: Oh, saya paham.
   
1:27:10 DB: The faculty is inborn, DB:Kemampuan itu bawaan sejak lahir,
are you saying? demikian yang Anda maksudkan?
   
1:27:12 WR: Inborn, innate, WR:Bawaan sejak lahir, bawaan asli,
in itself it has the power. dalam dirinya sendiri ada kodratnya.
   
1:27:15 And you can’t ask Dan Anda tidak bisa bertanya
why and from where. mengapa dan dari mana.
   
1:27:18 K: No, I want to ask that. K: Tidak,
  saya ingin menanyakan itu.
   
1:27:21 I won’t accept the mind Saya tidak akan menerima batin
has the inborn faculty. memiliki kemampuan bawaan.
   
1:27:26 DB: To think. DB: Untuk berpikir.
   
1:27:30 K: Inborn which means it is not K: Bawaan yang berarti itu bukan
genetic, it is not heredity. genetik, itu bukan keturunan.
   
1:27:34 DB: No, inborn means genetic. DB: Tidak,
  bawaan berarti genetik.
   
1:27:36 WR: No, no, that is not right. WR: Tidak, tidak, itu
  tidak benar.
   
1:27:40 Say the mind just like our eyes Katakanlah,
has the power to see. batin seperti halnya...
   
1:27:44   mata kita, memiliki ketrampilan
  untuk melihat.
   
1:27:47 K: So the mind has the power... K:Jadi batin memiliki ketrampilan...
WR:...to do all those tricks, WR:...untuk melakukan semua trik itu,
   
1:27:52 all those things semua hal yang diajarkan
that we are taught kepada kita...
   
1:27:54 – the memory, reaction - memori, reaksi dan sensasi,
and sensation, and all that. dan semua itu.
   
1:27:58 K: The mind is K:Batin adalah energi aktif
the active energy to do all this. untuk melakukan semua ini.
   
1:28:04 DB: Also the physical structure DB: Juga struktur fisik ada
is all over the body. di seluruh tubuh.
   
1:28:08 I think that it is a good analogy Saya pikir itu adalah analogi
  yang bagus...
   
1:28:09 to say that the eye untuk mengatakan bahwa mata memiliki
has certain possibilities, kemungkinan-kemungkinan tertentu,
   
1:28:11 and in this whole body already dan di seluruh tubuh ini, bayi sudah
the infant has the ability to think, memiliki kemampuan untuk berpikir,
   
1:28:17 already built into him sudah dibangun ke dalam dirinya
because of the heredity. karena faktor keturunan.
   
1:28:23 K: How has this ‘built in’ K:Bagaimana 'terbangun di dalam' ini
come into being? terwujud?
   
1:28:28 DB: By growing in the same way DB: Dengan cara tumbuh yang sama
that the eye grew. seperti mata tumbuh.
   
1:28:30 You see, the eye has a tremendous... Mata mempunyai yang luar biasa...
K: Which means evolution. K:Yang artinya evolusi.
   
1:28:33 DB: Evolution, yes. DB: Evolusi, ya.
K: Wait, wait, go slowly. K: Tunggu, tunggu, perlahan.
   
1:28:36 Which means, Yang berarti, sejak awal,
right from the beginning,  
   
1:28:42 it has evolved till we are itu telah berevolusi...
now monkeys, greater monkeys.  
   
1:28:43   sampai kita sekarang menjadi
  kera, kera yang besar.
   
1:28:47 Sorry! Maaf!
   
1:28:48 WR: Again, sir, I question that. WR: Sekali lagi, Tuan, saya
  mempertanyakan itu.
   
1:28:51 You took for granted Anda menerima begitu saja
Darwin’s theory. teori Darwin.
   
1:28:55 K: I don’t take Darwin, K: Saya tidak membawa Darwin,
I see this happening in the world. saya melihat ini terjadi di dunia.
   
1:28:59 WR: When you say WR: Ketika Anda mengatakan
we are evolved from the monkey. kita berevolusi dari kera.
   
1:29:05 K: We have evolved K:Kita telah berevolusi dari manusia
from imperfect man; yang tidak sempurna;
   
1:29:11 or not evolved from perfect man. atau tidak berevolusi dari
  manusia sempurna.
   
1:29:17 We are going down the hill Kita sedang menuruni bukit,
instead of up the hill, bukannya mendaki bukit,
   
1:29:20 or we are going uphill, atau kita sedang mendaki ,
therefore we are imperfect man.  
   
1:29:21   oleh karena itu, kita adalah
  manusia yang tidak sempurna.
   
1:29:23 DB: I wonder if we want DB:Saya bertanya-tanya, apakah kita
to discuss all these things, ingin membahas semua hal ini,
   
1:29:26 they are really details mereka adalah detail yang
that are not certain. benar-benar tidak pasti.
   
1:29:34 WR: That is why I object to that WR: Itu sebabnya saya
statement about the monkey evolving. keberatan dengan...
   
1:29:37   pernyataan tentang kera
  yang berevolusi.
   
1:29:41 We don’t know about it. Kita tidak tahu tentang itu.
   
1:29:43 K: I don’t know, sir, K:Saya tidak tahu, Tuan, saya tidak
I don’t know how we have evolved, tahu bagaimana kita telah berkembang,
   
1:29:47 but I do know tapi saya tahu hal yang sangat
the very simple thing which is, sederhana, yaitu,
   
1:29:50 without recording tanpa perekaman tidak
there is no thought. ada pikiran.
   
1:30:02 WR: That means that WR:Itu artinya,
thought is memory. bahwa pikiran adalah memori.
   
1:30:05 K: Of course. K: Tentu saja.
   
1:30:08 Thought is memory, Pikiran adalah memori,
which is experience, yang merupakan pengalaman,
   
1:30:13 which is knowledge, stored up yang merupakan pengetahuan,
  disimpan...
   
1:30:16 – it doesn’t matter where, - tidak masalah di mana,
in my big toe, stored up – di jempol kaki saya, disimpan -
   
1:30:21 and when it is challenged, dan ketika ditantang,
it operates. ia beroperasi.
   
1:30:26 DB: Well, we have also said DB:Ya, kita juga mengatakan,
thought is the ability... pikiran adalah ketrampilan...
   
1:30:28 to reason logically and along untuk berpikir logis dan bersama
with the memory, all that together. dengan memori, semua itu bersama.
   
1:30:35 K: Think logically, or illogically, K:Berpikir logis, atau tidak logis,
and so on. dan sebagainya.
   
1:30:39 DB: All that is DB:Semua itu adalah yang Anda
what you have called faculties. sebut kemampuan.
   
1:30:41 WR: Yes, I used that word because WR:Ya, saya gunakan kata itu
it uses a bigger field than reason. karena mencakup...
   
1:30:45   bidang yang lebih besar
  daripada berpikir.
   
1:30:48 DB: But you are saying DB:Tapi Anda mengatakan itu masih
it still depends on memory. tergantung pada memori.
   
1:30:52 K: Of course, a sense K: Tentu saja,
of recording is memory. arti merekam adalah memori.
   
1:30:55 DB: Without memory none of DB: Tanpa memori, tidak ada
the other faculties could operate. kemampuan lain yang bisa beroperasi.
   
1:30:58 K: Of course. K: Tentu saja.
   
1:31:01 I see that thing, Saya melihat hal itu,
   
1:31:05 it has been called a tree, itu pernah dinamakan suatu pohon,
I call it a tree. saya menyebutnya pohon.
   
1:31:12 That’s all. Itu saja.
It is recorded all the time. Itu direkam sepanjang waktu.
   
1:31:18 Without that recording Tanpa perekaman itu,
   
1:31:22 there is no beginning of thought, tidak ada awal dari pikiran,
there is no thought. tidak ada pikiran.
   
1:31:36 Sir, if you were born Tuan, jika Anda dilahirkan
in the Catholic world di dunia Katolik...
   
1:31:40 and conditioned dan dikondisikan
by the Catholic world, oleh dunia Katolik,
   
1:31:43 you would be thinking Anda akan berpikir sejalan
along the Catholic world, dunia Katolik,
   
1:31:46 Christ, you know, Kristus, Anda tahu,
the whole business of it. seluruhnya itu.
   
1:31:49 So you are conditioned Jadi Anda dikondisikan oleh
by propaganda, propaganda,
   
1:31:55 by books, by priests, oleh buku-buku, oleh para pendeta,
by all the circus that goes on, oleh semua sirkus yang berlangsung,
   
1:32:00 as you are conditioned in India, seperti halnya Anda dikondisikan
or Ceylon and so on. di India, atau Sri Langka, dsb.
   
1:32:04 So what is the origin, Jadi apa asal mula,
the beginning of this conditioning? awal dari pengondisian ini?
   
1:32:10 Why does man condition himself? Mengapa manusia
  mengondisikan dirinya sendiri?
   
1:32:15 For security, to avoid danger? Demi keamanan,
  untuk menghindari bahaya?
   
1:32:24 Obviously. Jelas sekali.
   
1:32:32 I believe in Christ, Saya percaya pada Kristus,
   
1:32:35 because I have been brought up karena saya dibesarkan di
in the Christian world, dunia Kristen,
   
1:32:38 that’s my conditioning, itu pengondisian saya,
   
1:32:46 and this life is a miserable life, dan kehidupan ini adalah yang
unhappy life, menyedihkan, yang tidak bahagia,
   
1:32:51 but I believe in Christ tapi saya percaya pada Kristus,
   
1:32:53 which gives me a certain yang memberi saya rasa nyaman
sense of comfort, strength tertentu, kekuatan...
   
1:32:59 to face this appalling thing, untuk menghadapi hal yang
the world, mengerikan ini, dunia,
   
1:33:03 so it gives me great comfort. jadi itu memberi saya rasa
  kenyamanan luar biasa.
   
1:33:08 That’s all. Demikianlah.
   
1:33:13 It gives me security Itu memberi saya keamanan dalam
in an insecure world, dunia yang tidak aman,
   
1:33:20 psychologically, secara psikologis,
the Father is looking after me. Bapak menjaga saya.
   
1:33:26 That’s all. Demikianlah.
   
1:33:30 And the Hindus, Dan orang-orang Hindu,
the Buddhists, the Islams, Budhis, Islam,
   
1:33:32 they are all in the same category. mereka semua berada dalam
  kategori yang sama.
   
1:33:39 So the instinctual response Jadi respons naluriah manusia
of a human being is to feel secure, adalah untuk merasa aman,
   
1:33:47 like a child, sir, obviously. seperti seorang anak kecil,
  Tuan, jelas.
   
1:33:51 No? Tidak?
   
1:33:54 WR: How does it come about, WR: Bagaimana itu terjadi,
that sense of security, rasa aman itu,
   
1:33:59 the feeling of security, perasaan aman,
what is the origin of that? apa asal mula itu?
   
1:34:02 K: The mother and the child, K: Ibu dan anak, bayi,
the baby,  
   
1:34:06 they must have a little security, mereka harus memiliki
  keamanan sedikit,
   
1:34:09 the baby must have security, bayi harus memiliki keamanan,
physical security, keamanan fisik,
   
1:34:17 it must have food at the right time, ia harus mendapatkan makanan
  pada waktu yang tepat,
   
1:34:19 the right hour, jam yang tepat, dan seterusnya.
and all the rest of it.  
   
1:34:22 DB: Does the baby have a feeling DB:Apakah si bayi memiliki perasaan
of security at the same time? aman pada saat yang sama?
   
1:34:26 K: Probably, I don’t know, K: Mungkin, saya tidak tahu,
not being a baby, karena bukan bayi,
   
1:34:28 I don’t remember it, saya tidak mengingatnya, tetapi
but I am sure it feels safe. saya yakin ia merasa aman.
   
1:34:32 DB: It feels safe. DB:Ia merasa aman.
   
1:34:33 K: Safe, looked after, quiet, K: Aman, diurus, tenang,
   
1:34:36 the moment it cries saat ia menangis,
the mother is there si ibu ada di situ...
   
1:34:40 to change the diapers, untuk mengganti popok, untuk
to feed it and all the rest of it. memberi makan dan seterusnya.
   
1:34:45 What’s wrong with that? Apa yang salah dengan itu?
   
1:34:48 From that physical security Dari keamanan fisik itu kita beralih
we turn to psychological security ke keamanan psikologis,
   
1:34:57 which Christ gives me. yang diberikan Kristus
  kepada saya.
   
1:35:02 It may be nonsense, Mungkin itu omong kosong,
   
1:35:07 unreasonable tidak masuk akal
and all kinds of things, dan segala macam hal,
   
1:35:09 but I like that, at least tapi saya suka itu, setidaknya saya
I have comfort in some illusion. punya kenyamanan dalam ilusi.
   
1:35:16 But I don’t call it illusion. Tapi saya tidak
  menyebutnya ilusi.
   
1:35:19 If you call it illusion, Jika Anda menyebutnya ilusi,
I will kick you. saya akan tendang Anda.
   
1:35:23 So we go on that way. Jadi kita terus ke jalan itu.
   
1:35:25 You have your security Anda memiliki keamanan Anda
in something, dalam sesuatu,
   
1:35:28 I have my security and another has Saya memiliki keamanan saya dan
his security in Islam, and so on. yang lain memiliki keamanannya...
   
1:35:31   dalam Islam,
  dan seterusnya.
   
1:35:38 So each one of us clings to our own Jadi masing-masing dari kita
particular form of security, berpegang teguh pada...
   
1:35:40   bentuk keamanan kita
  masing-masing,
   
1:35:43 whether it is reasonable, sane, apakah itu masuk akal, waras,
rational, that doesn’t matter. rasional, itu tidak masalah.
   
1:35:54 DB: It seems to me that it is DB:Bagi saya sepertinya itu mirip
similar to the pleasure question dengan persoalan kesenangan,
   
1:35:56 that is you register yaitu, Anda mencatat
the feeling of pleasure rasa senang...
   
1:35:59 and then try to build it up. dan kemudian mencoba
  membangunnya.
   
1:36:01 K: But I can’t give up, K: Tapi saya
  tidak bisa melepaskan,
   
1:36:03 I can’t say, saya tidak bisa mengatakan, baik,
well, I’ll let go of Christ, saya akan melepaskan Kristus,
   
1:36:05 I say, my God, I can’t. saya berkata,
  ya Tuhan, saya tidak bisa.
   
1:36:06 DB: It is the same with pleasure, DB:Sama halnya dengan kesenangan, An-
you can’t give up pleasure. da tidak bisa melepaskan kesenangan.
   
1:36:09 K: Of course, of course, K: Tentu saja, tentu saja,
the same problem. masalah yang sama.
   
1:36:13 IS: I think it is harder IS: Saya pikir, adalah lebih sulit
with pleasure dengan kesenangan,
   
1:36:15 because people nowadays karena orang-orang sekarang ini,
   
1:36:17 do seem as though they give up tampak seolah-olah mereka melepaskan
or change their religions atau mengubah agama mereka...
   
1:36:20 without too much difficulty, tanpa terlalu banyak kesulitan,
   
1:36:22 but we are all much more tetapi kita semua lebih menentang
against giving up our pleasure untuk melepaskan kesenangan kita,
   
1:36:26 when it really comes to it. ketika itu benar-benar dihadapi.
   
1:36:28 K: Ah, well, that’s a different K: Ah, itu masalah yang
matter altogether. sama sekali berbeda.
   
1:36:32 Physical pleasure... Kesenangan fisik...
   
1:36:35 IS: Or pleasures of the mind. IS: Atau kesenangan batin.
K: Of course. K: Tentu saja.
   
1:36:40 WR: But where are we going? WR:Tapi kemana kita sedang
  tuju?
   
1:36:44 K: Where are we going K: Kemana kita sedang tuju
– I haven’t finished yet. - saya masih belum selesai.
   
1:36:47 We haven’t discussed Kita belum membahas
the central issue of life: masalah utama kehidupan:...
   
1:36:51 what is action apakah tindakan
without this enormous complex tanpa kerumitan besar ini...
   
1:37:00 of motives, reactions, dari motif, reaksi, penyesalan,
regrets, pain, sorrow. rasa sakit, kesedihan.
   
1:37:11 Can a human being live in action Bisakah
without all this dreadful confusion? manusia hidup bertindak...
   
1:37:14   tanpa semua kebingungan yang
  mengerikan ini?
   
1:37:19 That’s all. Itu saja.
   
1:37:24 And you say, yes, you can live. Dan Anda berkata, ya,
  Anda bisa hidup.
   
1:37:30 And you tell me, Dan Anda memberi tahu saya,
if you are a Christian, jika Anda seorang Kristen,
   
1:37:34 believe in god, percayalah pada Tuhan,
believe in Christ, percayalah pada Kristus,
   
1:37:37 he will save you from all this. dia akan menyelamatkan Anda
  dari semua ini.
   
1:37:39 And I am so unhappy, I say, Dan saya sangat tidak bahagia,
for god’s sake, and I cling to it.  
   
1:37:40   saya katakan, demi Tuhan, dan saya
  berpegang teguh pada itu.
   
1:37:45 And if you are X, you say, Dan jika Anda X, Anda berkata,
   
1:37:46 I believe in all the things saya percaya pada semua hal yang
that the Buddha has said, telah dikatakan Sang Buddha,
   
1:37:50 that to me is good enough. bagi saya itu cukup baik.
   
1:37:51 I will take comfort in that: Saya akan terhibur dengan itu:
Buddham Sharanam gachchami. Buddham Sharanam gachchami.
   
1:38:02 So my actions are based Jadi tindakan saya didasarkan
on reward and punishment. pada imbalan dan hukuman.
   
1:38:12 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:38:15 If I do this, I will reach nirvana, Jika saya melakukan ini,
  saya akan mencapai nirwana,
   
1:38:20 if I don’t, I’ll go to hell, jika saya tidak,
  saya akan masuk ke neraka,
   
1:38:23 which is the Christian idea yang merupakan ide Kristen
and all the rest of it. dan seterusnya.
   
1:38:29 One has thrown all that overboard, Seseorang telah
  membuang semua itu,
   
1:38:32 being fairly intelligent karena cukup cerdas dan
and educated, berpendidikan,
   
1:38:35 one says, that is all nonsense. dia bilang, itu semua
  omong kosong.
   
1:38:38 I want to find out saya ingin mencari tahu
if there is an action apakah ada tindakan...
   
1:38:40 without any shadow tanpa bayangan apa pun dari
of effort and regret. usaha dan penyesalan.
   
1:38:48 You understand, sir? Anda paham, Tuan?
   
1:38:54 It is important to find out, Penting untuk mencari tahu, tidak se-
not theoretically or casually cara teoritis atau secara santai...
   
1:38:57 – it is a burning question for me, - ini adalah pertanyaan yang
  membara bagi saya,
   
1:39:00 a passionate thing I must find out? bergairah, yang harus saya
  cari tahu?
   
1:39:07 because I don’t want to enter karena saya tidak ingin masuk ke da-
into the cage, in the rat race. lam sangkar, dalam persaingan keras.
   
1:39:17 So what shall we do? Jadi apa yang harus kita
  lakukan?
   
1:39:21 What is right action Apa tindakan yang benar dalam
under all circumstances semua situasi,
   
1:39:26 which doesn’t depend yang tidak tergantung
on circumstances pada keadaan...
   
1:39:30 – my wife says, do this, - istri saya berkata,
  lakukan ini,
   
1:39:32 I love you, but you must do this, saya mencintai Anda, tetapi Anda
or something else. harus melakukan ini,
   
1:39:35   atau sesuatu yang lain.
   
1:39:39 I put away all those Saya singkirkan semua pengaruh
influences or pressures, atau tekanan itu,
   
1:39:43 but I want to find out tapi saya ingin mencari tahu,
   
1:39:46 if there is an action jika ada tindakan yang lengkap
which is complete in itself. dalam dirinya sendiri.
   
1:39:56 So I must understand: Jadi saya harus mengerti:...
   
1:39:59 is there an action which is total, apakah ada tindakan yang total,
   
1:40:04 which is complete, whole, yang adalah lengkap, utuh,
not partial. tidak parsial.
   
1:40:12 Which means can I observe myself Yang berarti dapatkah saya
wholly, not in fragments? mengamati diri saya...
   
1:40:18   sepenuhnya,
  bukan dalam fragmen-fragmen?
   
1:40:32 Or through the fragment Atau melalui fragmen
instantly see the whole? seketika melihat keseluruhan?
   
1:40:41 So is there an action Jadi adakah tindakan yang utuh?
which is whole?  
   
1:40:50 I say, yes, there is, definitely. Saya katakan, ya, pasti ada.
   
1:41:01 Don’t you ask me, what is that? Tidakkah Anda bertanya
  kepada saya, apa itu?
   
1:41:02 WR: I wanted to ask, WR: Saya ingin bertanya, tetapi
but I was waiting for the reply. saya menunggu jawabannya.
   
1:41:05 K: Ask it! K: Tanyakan itu!
   
1:41:07 WR: I want to ask, what is that? WR: Saya ingin bertanya,
  apa itu?
   
1:41:15 K: First of all, can you see K: Pertama-tama,
with your eyes the tree as a whole? dapatkah Anda melihat...
   
1:41:19   dengan mata Anda,
  pohon itu sebagai suatu keutuhan?
   
1:41:35 Can you see your wife, Bisakah Anda melihat istri Anda,
or your husband, atau suami Anda,
   
1:41:39 or your girlfriend, or boyfriend, atau pacar perempuan Anda, atau pacar
as a whole entity? pria Anda, sebagai entitas utuh?
   
1:41:51 Do you understand my question? Apakah Anda paham
  pertanyaan saya?
   
1:41:54 Can you see anything totally, Bisakah Anda melihat sesuatu
  secara total,
   
1:41:58 or you are always seeing partially? atau Anda selalu melihat
  secara parsial?
   
1:42:03 WR: When you use the word ‘totally’, WR: Ketika Anda menggunakan
what is the meaning? kata 'sepenuhnya', apa artinya?
   
1:42:07 K: Holistic, whole. K:Menyeluruh, utuh.
   
1:42:11 Don’t go into something else. Jangan masuk ke hal lain.
   
1:42:13 Can I see you as a whole being? Bisakah saya melihat Anda sebagai
  suatu keberadaan yang utuh?
   
1:42:29 You understand? Anda paham?
   
1:42:31 Can I see humanity as myself, Dapatkah saya melihat umat manusia
  sebagai diri saya sendiri,
   
1:42:41 which is the whole? yang adalah keseluruhan?
   
1:42:45 That’s good enough. Itu cukup bagus.
   
1:42:47 Can I see humanity as myself? Bisakah saya melihat umat manusia
  sebagai diri saya sendiri?
   
1:42:54 Because humanity is like me, Karena umat manusia adalah seperti
suffering, miserable, confused, saya, menderita, sengsara, bingung,
   
1:43:01 agony, terrified, insecure, kesakitan, ketakutan,
sorrow-ridden – like another. merasa tidak aman,
   
1:43:05   penuh kesedihan
  - seperti orang lainnya.
   
1:43:10 Right? Betul?
   
1:43:12 So in seeing man, humanity, Jadi dalam melihat manusia, umat ma-
I see myself. nusia, saya melihat diri saya.
   
1:43:22 WR: Or rather the other way: WR: Atau lebih tepat sebaliknya:...
by seeing yourself you see humanity.  
   
1:43:24   dengan melihat diri sendiri,
  Anda melihat kemanusiaan.
   
1:43:28 K: Which is me. K: Yang adalah saya.
   
1:43:32 It doesn’t matter whether you say, Tidak masalah apakah
I see myself as humanity, Anda berkata,
   
1:43:33   saya melihat diri saya
  sebagai umat manusia,
   
1:43:35 then humanity is me. maka umat manusia adalah saya.
   
1:43:40 I am not separate from humanity. Saya tidak terpisah dari
  umat manusia.
   
1:43:43 I don’t say, I’m an elite, I’m this; Saya tidak mengatakan,
I am like the rest of the gang. saya seorang elit, saya ini;
   
1:43:46   saya sama
  seperti anggota geng lainnya.
   
1:43:50 Not the mafiosa Bukan mafiosa, anggota Mafia,
but the ordinary gang. melainkan geng biasa.
   
1:43:59 So I see the world as myself, Jadi saya melihat dunia sebagai diri
which is the whole. saya, yang merupakan keseluruhan.
   
1:44:11 That’s simple, sir – no, not simple, Itu sederhana, Tuan - tidak,
it is – would that be right, sir? tidak sederhana, itu adalah...
   
1:44:15   - apakah itu benar,Tuan?
   
1:44:18 DB: I was wondering if, DB:Saya bertanya-tanya apakah,
what you said, apa yang Anda katakan,
   
1:44:20 we could consider kita bisa mempertimbangkan
the tree for a moment. pohon itu sejenak.
   
1:44:23 K: The tree is too petty. K:Pohon itu terlalu kecil.
I don’t want to... Saya tidak ingin...
   
1:44:26 DB: It is not clear when you say DB:Tidak jelas ketika Anda
you see the tree as a whole. katakan, Anda...
   
1:44:27   Anda melihat pohon itu
  sebagai suatu keutuhan.
   
1:44:30 K: The whole thing – K: Seluruhnya - untuk melihat
to see something wholly, sir. sesuatu seluruhnya, Tuan.
   
1:44:33 DB: Just see it all, right? DB: Lihat saja semuanya, benar?
   
1:44:36 IS: I think we are in a slight IS: Saya pikir kita sedikit dalam
language difficulty kesulitan bahasa,
   
1:44:39 because we have karena kita tidak punya
no other possibilities. kemungkinan lain.
   
1:44:43 This, ‘I see as a whole’, Ini, 'Saya melihat secara
  keseluruhan',
   
1:44:48 really it means that the self sungguh itu berarti bahwa si diri
or the fallacy of the self, atau kekeliruan diri,
   
1:44:52 has clearly been seen into telah jelas terlihat dan
and has broken down, telah runtuh,
   
1:44:56 because otherwise however much karena jika tidak, betapa pun...
I see the tree as a whole,  
   
1:44:58   saya melihat pohon itu
  sebagai suatu keseluruhan,
   
1:44:59 it is still my thought. itu masih pikiran saya.
   
1:45:02 K: That is the ultimate thing. K: Itu adalah hal utama.
IS: Yes. IS: Ya.
   
1:45:05 K: But can you see your husband, K: Tapi bisakah Anda melihat suami
your wife, or your girlfriend, Anda, istri Anda, atau pacar Anda,
   
1:45:15 as a whole being? sebagai manusia utuh?
   
1:45:19 Totally, you know. Secara total.
   
1:45:22 You can, can’t you? Anda bisa, bukan?
   
1:45:25 How does that happen Bagaimana itu terjadi ketika Anda
when you can see somebody wholly? dapat melihat seseorang seutuhnya?
   
1:45:33 IS: The tremendous IS: Kehangatan yang luar biasa
– but not my – warmth. - tapi bukan kehangatan milik saya.
   
1:45:37 K: No, no... K: Tidak, tidak...
IS: Warmth comes in. IS: Kehangatan masuk.
   
1:45:47 K: If you love that tree, K: Jika Anda mencintai pohon itu,
you will see it wholly. Anda akan melihatnya seutuhnya.
   
1:45:54 IS: But we have also to be careful IS:Tapi kita juga harus hati-hati
what we mean by love. dengan yang kita maksud dengan cinta.
   
1:45:57 K: Keep it very simple, don’t K:Buatlah sangat sederhana, jangan
intellectualise it for the moment, intelektualisasikan untuk saat ini,
   
1:45:59 we’ll do it later. kita akan melakukannya nanti.
   
1:46:01 If I love somebody, Jika saya mencintai seseorang,
   
1:46:04 love, not possessive, acquisitive, cinta, tidak menguasai, serakah,
all the rest of that nonsense, semua omong kosong itu,
   
1:46:09 if I love, jika saya mencintai,
the whole thing is there, semuanya ada di situ,
   
1:46:16 the totality of that man totalitas pria atau wanita itu
or woman is there. ada di situ.
   
1:46:21 So can I see myself wholly Jadi bisakah saya melihat
– myself being humanity? diri saya seutuhnya...
   
1:46:23   - diri saya adalah umat manusia?
   
1:46:26 I am not different from humanity. Saya tidak berbeda
  dengan umat manusia.
   
1:46:31 I am not an individual. Saya bukan seorang individu.
   
1:46:34 That’s all phoney. Semua itu palsu.
   
1:46:36 I am the rest of the world, Saya adalah seluruhnya dari dunia,
I am the world. saya adalah dunia.
   
1:46:41 Can I see that as a whole? Bisakah saya melihat itu
  secara utuh?
   
1:46:48 I am not a communist, sir, Saya bukan komunis, Tuan,
   
1:46:51 because the communists say that too, karena para komunis
  mengatakan itu juga,
   
1:46:53 but I am not that stupid communists. tapi saya bukan komunis
  bodoh itu.
   
1:46:58 WR: Why do you want WR: Mengapa Anda ingin
to deny communism like that? menyangkal komunisme seperti itu?
   
1:47:01 K: No, no, no. K: Tidak, tidak, tidak.
   
1:47:04 WR: What is wrong WR: Apa yang salah jika Anda
if you are a communist? seorang komunis?
   
1:47:06 K: No, you have misunderstood. K: Tidak, Anda salah paham.
   
1:47:10 Communists are full of theories Komunis penuh dengan teori...
   
1:47:12 and putting those theories dan mempraktikkan
into practice teori-teori itu...
   
1:47:14 and shaping man dan membentuk manusia
according to a theory. menurut suatu teori.
   
1:47:18 I am not talking about that, Saya tidak berbicara tentang itu,
leave that for the moment. tinggalkan itu untuk saat ini.
   
1:47:19 I am sorry I brought it in. Maaf saya membawanya ke sini.
   
1:47:24 To look at myself Untuk melihat diri sendiri...
   
1:47:27 – I can only see myself as a whole - saya hanya bisa melihat
  diri saya secara utuh...
   
1:47:29 when I am actually ketika saya secara aktual adalah
the rest of mankind. umat manusia.
   
1:47:33 DB: You mean in essence, DB: Maksud Anda pada dasarnya,
   
1:47:35 you mean that essentially maksud Anda bahwa pada dasarnya saya
I am the same as the whole. adalah sama dengan keseluruhannya.
   
1:47:39 K: Essentially, basically. K: Intinya, pada dasarnya.
DB: The basic qualities. DB: Kualitas dasar.
   
1:47:43 K: I may have a long nose, K: Saya mungkin memiliki hidung
or short nose, panjang, atau hidung pendek,
   
1:47:44 and crooked eyes, or blue eyes dan mata bengkok,
  atau mata biru...
   
1:47:47 – I am not talking about that. - saya tidak berbicara tentang itu.
IS: A basic human being. IS:Seorang manusia secara mendasar.
   
1:47:49 K: As a human being. K: Sebagai manusia.
   
1:47:54 Then there is no individual effort, Maka tidak ada upaya individual,
   
1:48:02 nor collective effort. maupun upaya kolektif.
   
1:48:08 Right? Benar?
   
1:48:19 K: When one sees oneself as a whole, K: Ketika seseorang melihat diri
the parts disappear. sebagai suatu keseluruhan,
   
1:48:23   bagian-bagian menghilang.
   
1:48:28 But we think by collecting the parts Tetapi kita berpikir, dengan
we make the whole. mengumpulkan bagian-bagian,
   
1:48:32   kita membuat keseluruhan.
   
1:48:40 So when I see myself as a whole, Jadi ketika saya melihat diri saya
then the parts disappear, sebagai suatu keutuhan,
   
1:48:44   maka bagian-bagiannya
  hilang,
   
1:48:47 therefore the self is not. karena itu si diri tiada.
   
1:48:58 Sir, when I see that thing, Tuan, ketika saya melihat benda itu,
that tree, completely... pohon itu, sepenuhnya...
   
1:49:04 I can only see it completely Saya hanya bisa melihat
if I don’t condemn, sepenuhnya jika saya tidak mengutuk,
   
1:49:07 if I don’t say, jika saya tidak mengatakan, 'Ini
‘It’s my tree, it’s my garden’. pohon saya, ini adalah kebun saya'.
   
1:49:12 Right? Betul?
   
1:49:13 You understand what I am saying? Anda paham apa yang saya katakan?
WR: Yes, yes. WR: Ya, ya.
   
1:49:16 K: So when I love that tree, K: Jadi ketika saya
I see it as a whole. menyayangi pohon itu,
   
1:49:20   saya melihatnya sebagai
  suatu keutuhan.
   
1:49:35 DB: Would you say then DB: Apakah Anda mau mengatakan
that it is similar to all trees? bahwa itu sama dengan semua pohon?
   
1:49:43 Like saying, Seperti mengatakan, jika saya melihat
if I see myself as a whole, diri saya sebagai suatu keutuhan,
   
1:49:45 I am the same as all mankind. Saya sama
  dengan semua umat manusia.
   
1:49:48 K: So all trees I love. K: Jadi semua pohon saya sayangi.
   
1:49:50 DB: Is that the same? DB: Apakah itu sama?
K: Of course, obviously. K: Tentu saja, jelas.
   
1:49:53 DB: It doesn’t depend DB: Itu tidak bergantung pada
on that single tree. satu pohon itu.
   
1:49:55 It is not just this tree Bukan hanya pohon ini
that you love. yang Anda sayangi.
   
1:49:56 K: It isn’t that elm that I love. K:Itu bukan pohon elm itu
  yang saya sayangi.
   
1:49:58 DB: That is right here DB: Itu yang ada di sini,
in this place. di tempat ini.
   
1:49:59 K: Trees I love, K: Pohon-pohon saya sayangi,
   
1:50:01 whether they are in your garden, apakah mereka di kebun Anda, atau
or my garden, or somewhere else. di kebun saya, atau di tempat lain.
   
1:50:03 DB: Wherever it is. DB: Dimanapun itu.
K: On the field. K: Di lapangan.
   
1:50:05 DB: So it doesn’t matter, DB: Jadi tidak masalah,
the particulars. detail-detail khasnya.
   
1:50:07 K: That’s it. K: Tepat.
   
1:50:09 IS: And it doesn’t matter which side IS: Dan tidak masalah di sisi
it is because they are the same. mana itu, karena mereka sama.
   
1:50:15 I love the tree and see it whole Saya sayang pohon dan melihatnya utuh
because I love it, karena saya menyayanginya,
   
1:50:21 that doesn’t matter, itu tidak masalah, yang
the one and the other is the same. satu dan yang lain adalah sama.
   
1:50:25 This is the same. Ini sama saja.
   
1:50:26 K: Look, I raised K:Lihat, saya mengajukan pertanyaan
the question of seeing wholly untuk melihat seutuhnya,
   
1:50:30 because what is action karena, tindakan apakah yang
which is not fragmented, tidak terfragmentasi,
   
1:50:36 not broken up tidak terbagi-bagi sebagai
as a business man, as the artist, pengusaha, sebagai artis,
   
1:50:39 as a lecturer, sebagai dosen, sebagai profesor,
as a professor, as a priest sebagai pendeta...
   
1:50:45 – an action which is total. - suatu tindakan yang total.
   
1:50:50 Don’t say, if the self is not, Jangan katakan, jika diri tiada,
then you will have it. maka Anda akan memilikinya.
   
1:50:55 But I have a self, Tapi saya punya diri,
   
1:51:00 one is caught in the self; seseorang terperangkap dalam diri;
or rather the self is there. atau lebih tepatnya diri itu ada.
   
1:51:11 DB: But you are suggesting, DB: Tapi Anda mengacukan,
   
1:51:12 see the self whole lihat diri secara utuh, dan
and then it won't be there. kemudian itu tidak akan ada.
   
1:51:16 K: Yes, sir. K: Ya, Tuan.
   
1:51:21 DB: Therefore would you also say DB: Karena itu apakah Anda
that you have to love the self? juga mau mengatakan,
   
1:51:23   bahwa Anda harus
  mencintai si diri?
   
1:51:26 K: That is a dangerous statement. K: Itu pernyataan yang berbahaya.
I was going to make it Saya sedang akan membuatnya,
   
1:51:28 and I stopped myself in time dan saya hentikan diri saya tepat
because that is what... pada waktunya karena itu yang...
   
1:51:33 DB: Some people have said. DB:Orang-orang tertentu
  telah katakan.
   
1:51:35 K: Advertising – people say, K: Iklan - orang mengatakan,
love, reward yourself, cintai, hadiahi dirimu sendiri,
   
1:51:39 love your hair, use this shampoo. cintai rambut Anda,
DB: Could you say instead  
   
1:51:40   gunakan sampo ini. DB:Dapatkah
  sebagai gantinya Anda katakan...
   
1:51:43 you are mankind, Anda adalah umat manusia,
you love mankind? Anda mencintai umat manusia?
   
1:51:47 K: Ah, no. K: Ah, tidak.
DB: That’s not true. DB: Itu tidak benar.
   
1:51:48 K: Now, be careful. K: Sekarang, berhati-hatilah.
   
1:51:49 DB: Because the analogy DB: Karena analoginya sepertinya
seems to be limited. terbatas.
   
1:51:53 K: Analogies are limited. K: Analogi-analogi terbatas.
   
1:51:56 IS: So are words in themselves. IS: Begitu juga kata-kata
  dalam dirinya.
   
1:51:58 K: Any more questions, sir? K: Ada pertanyaan lagi, Tuan?
   
1:52:03 We will stop Kita akan berhenti kecuali Anda
unless you have any more questions. memiliki pertanyaan lain.
   
1:52:07 WR: There is no end WR: Tidak ada akhir untuk
to these questions, pertanyaan-pertanyaan ini,
   
1:52:09 therefore let us finish today oleh karena itu mari kita akhiri
like that, hari ini seperti itu,
   
1:52:14 unless the other people, kecuali orang lain,
Mr Narayan, other people... Tn. Narayan, orang lain...
   
1:52:20 But you have answered Tetapi Anda telah menjawab semua
all my questions, pertanyaan saya,
   
1:52:23 and thank you very much for all your terima kasih banyak atas semua pen-
very enlightening explanations. jelasan Anda yang amat mencerahkan.
   
1:52:30 And also I must thank Mr Narayan Dan juga saya harus berterima kasih
for arranging this. kepada Tn. Narayan yang mengatur ini.
   
1:52:33 K: And all these people. K: Dan semua orang ini.
   
1:52:36 WR: Of course, they are all one. WR: Tentu saja, mereka semua
  adalah tunggal.
   
1:52:38 K: No, no. K: Tidak, tidak.
   
1:52:41 WR: When I thank you or Narayan, WR: Ketika saya mengucapkan terima
or everybody else, kasih kepada Anda atau Narayan,
   
1:52:43   atau semua orang,
   
1:52:44 I have thanked all the people. Saya telah berterima kasih
  kepada semua orang.
   
1:52:46 K: No, you don’t thank me K: Tidak, Anda tidak berterima
and therefore thank everybody, kasih kepada saya...
   
1:52:47   dan karena itu berterima kasih
  kepada semua orang,
   
1:52:49 we are all thankful. kita semua bersyukur.
   
1:52:51 WR: Yes, thankful to everybody. WR: Ya,
IS: We all thank each other. terima kasih untuk semuanya.