Krishnamurti Subtitles

Bagaimanakah seseorang dapat mempunyai ketertiban total?

Brockwood Park - 27 August 1978

Public Talk 2



0:50 K:Bisakah kita lanjutkan...
 
0:52 dengan apa yang kita bahas
di pagi hari kemarin?
  
1:02 Sebelum kita
menyimak hal itu...
  
1:07 bolehkah saya menunjukkan...
 
1:14 bahwa orang seharusnya memiliki
sedikit rasa kurang percaya...
  
1:21 menyangsikan, tidak asal menerima
apa yang dikatakan oleh pembicara...
  
1:29 tetapi mempertanyakan,
menyelidiki, mencari tahu...
  
1:36 ke dalam apa yang dia katakan atau
apa yang kita sendiri pikirkan...
  
1:40 apakah ada yang benar,
apakah ada yang keliru...
  
1:46 atau apakah yang dikatakan itu
sesuatu yang nyata...
  
1:51 yang dapat dipergunakan
dalam hidup sehari-hari.
  
1:56 Jadi bila seseorang
hanya sekedar menerima...
  
1:59 kata-kata, sepert sebagian besar
dari kita lakukan...
  
2:02 kita adalah pengumpul kata-kata
dan ungkapan-ungkapan...
  
2:09 dan oleh karenanya kita
melewatkan begitu banyak hal.
  
2:14 Jadi apa yang kita
sedang bicarakan...
  
2:21 adalah bahwa pengenalan diri sendiri,
yaitu mengenal diri sendiri...
  
2:28 adalah hal yang
paling penting...
  
2:32 bukannya menurut pendapat
psikolog tertentu...
  
2:35 analis atau
menurut si pembicara...
  
2:41 tetapi mengenal diri sendiri secara
nyata seperti apa seseorang adanya.
  
2:47 Bukan dengan menyangkal atau
menerima apa adanya...
  
2:53 tetapi mengamati...
 
2:57 melihat ke dalam diri
secara amat sangat mendalam.
  
3:04 Dan apakah apa yang Anda
temukan di dalam dirimu...
  
3:08 bukan sesuai pendapat
orang lain...
  
3:11 tetapi sesungguhnya untuk dirimu
sendiri apa yang Anda lihat...
  
3:14 dan yang Anda lihat
di dalam tindakan-tindakanmu,...
  
3:16 di dalam reaksi-reaksimu
dan seterusnya...
  
3:20 waspada akan itu...
 
3:24 mengenal diri sendiri.
 
3:29 Mengenal diri sendiri berarti,
bukankah begitu...
  
3:36 tidak pernah tahu dan
mengenali 'apa adanya',...
  
3:45 yaitu, menemukan diri sendiri
secara baru setiap kali...
  
3:52 bukannya sesuai dengan
suatu bentuk ingatan...
  
3:55 akan sesuatu yang Anda pernah lihat
sebelumnya di dalam dirimu...
  
3:59 dan mengenalinya, serta terus
mengenalinya sepanjang waktu.
  
4:06 Saya harap saya sedang
membuat hal ini jelas,...
  
4:10 yaitu, saya ingin
mengenal diriku...
  
4:13 karena bila saya tidak
mengenal diriku sendiri...
  
4:16 maka tidak mungkin ada tindakan
yang benar, perilaku yang benar...
  
4:21 atau saya tidak memiliki
dasar untuk sesuatu...
  
4:29 kejelasan.
 
4:33 Orang bisa menipu
secara luar biasa...
  
4:36 hidup dalam semacam dunia ilusi,
sebuah dunia khayalan...
  
4:42 namun mengenal diri sendiri demikian
tuntasnya, membebaskan batin...
  
4:47 dari segala keruwetannya...
 
4:52 dari semua kegelisahannya...
 
4:56 ocehannya yang tiada hentinya
dan seterusnya.
  
5:02 Di dalam penelitian itu,
kita katakan kemarin...
  
5:07 kita dikemudikan oleh bahasa.
 
5:12 Bahasa memakai kita bukannya
kita yang memakai bahasa.
  
5:17 Kita telah membahas ke dalam
hal itu secara cukup tuntas kemarin.
  
5:21 Dan juga kita katakan...
 
5:30 bahwa si pembicara
sedang tidak berada di sini...
  
5:34 Anda sendirilah yang berbicara
kepada dirimu sendiri...
  
5:38 dan mendengarkan dirimu sendiri
untuk mencari tahu...
  
5:42 apa yang sesungguhnya sedang
berlangsung di dalam dirimu...
  
5:45 di bawah permukaan,
dalam wilayah psikologis dirimu.
  
5:50 Kita mengenal sangat baik akan apa
yang berlangsung di sekitar kita...
  
5:53 sedikitnya bila Anda telah
memiliki cukup informasi...
  
5:57 tetapi sangat sedikit dari kita
yang mengetahui...
  
5:59 secara tepat di mana
kita berada...
  
6:02 apa saja reaksi kita dan apakah
mungkin untuk bisa ke luar darinya.
  
6:10 Dan juga telah kita
katakan kemarin...
  
6:12 bahwa akar paling dasar
dari rasa takut...
  
6:17 yang mana kebanyakan dari kita
hidup di dalamnya, adalah waktu.
  
6:23 Waktu kronologis...
 
6:26 seperti kemarin,
hari ini dan besok...
  
6:28 dan juga seluruh
pergerakan dari pikiran.
  
6:32 Itu adalah dua unsur
yang menimbulkan rasa takut.
  
6:39 Dan unsur lain yang ada
di dalamnya itu adalah ingatan.
  
6:44 Ingatan akan rasa
takut masa lalu...
  
6:50 dan sedang berpegangan
pada ingatan itu...
  
6:54 serta memproyeksikan
ketakutan yang akan datang.
  
7:00 Kita telah membahas
tentang hal itu kemarin.
  
7:03 Jadi kalau boleh kita ingin
menyimak lebih lanjut...
  
7:09 berbagai unsur tentang
diri kita.
  
7:12 Sebagian besar dari kita, secara
psikologis, hidup di dalam kekacauan.
  
7:20 Saya tak tahu apakah
Anda tidak menyadarinya.
  
7:23 Kita dikendalikan oleh,
tak hanya bahasa...
  
7:28 tapi juga oleh begitu banyaknya
tekanan dari luar:
  
7:34 ekonomi, sosial, politik,
kebangsaan...
  
7:38 berbagai kepercayaan agama
dan sebagainya.
  
7:42 Tetapi secara psikologis tekanan
yang terbesar adalah nafsu...
  
7:49 pada kebanyakan dari kita.
 
7:54 Seperti yang kita
katakan kemarin...
  
7:55 mari kita saling berkomunikasi
satu sama lain.
  
8:01 Anda tidak hanya cuma mendengarkan
seseorang yang sedang berbicara...
  
8:06 yang sama sekali
tidaklah penting.
  
8:09 Yang penting adalah apa yang
diucapkan, bukan orangnya.
  
8:14 Itu seperti halnya bila Anda
memiliki sebuah telpon...
  
8:17 Anda tidak memberi nilai tinggi
pada pesawat telponnya...
  
8:21 Anda menjaga kebersihannya
akan tetapi apa yang dikatakan...
  
8:25 melalui telpon itulah yang
paling penting.
  
8:28 Sama halnya dengan orang
yang sedang berbicara di sini...
  
8:31 dia sama sekali tidak penting.
 
8:35 Saya ingin menunjuk pada
hal ini berulang-ulang kali:...
  
8:40 orangnya sama sekali
tidaklah penting.
  
8:45 Tetapi apa yang dikatakan
adalah penting.
  
8:49 Maka penghormatan yang Anda
berikan kepada orang ini...
  
8:51 atau ketidak-sukaan Anda pada
orangnya, atau ini atau itu Anda...
  
8:55 semua omong kosong itu
amat sedikit nilainya.
  
9:00 Anda tidak akan, bila Anda memiliki
sebuah pesawat telepon yang bagus...
  
9:02 Anda tak membantingnya, Anda menjaga
kebersihannya, Anda menghargainya.
  
9:10 Tetapi pesawat telepon itu sendiri
tak bernilai sama sekali...
  
9:14 namun apa yang dikatakan melalui
telepon itu yang menjadi berarti.
  
9:18 Sama juga di sini
orangnya tidaklah penting.
  
9:24 Apakah Anda telah memahaminya
dengan jelas dan tegas?
  
9:28 Kita mengatakan bahwa kita hidup di
dalam kekacauan, secara psikologis.
  
9:34 Kita mungkin memiliki sebuah ruangan
yang rapi, cukup berolah raga...
  
9:41 melakukan apa yang disebut yoga -
saya tak ingin membahas kata itu...
  
9:46 apa artinya itu, bagaimana
asal mulanya dan lain sebagainya...
  
9:49 ini bukan saatnya.
 
9:53 Tetapi kita menjaga ketertiban
di luar, kelihatannya begitu...
  
9:58 tapi yang ada adalah
kekacauan,
  
10:01 kekacauan yang sungguh
mencengangkan di dunia ini.
  
10:04 Mungkin kekacauan
itu ditimbulkan...
  
10:07 oleh kekacauan psikologis
masing-masing orang.
  
10:13 Kekacauan artinya ada kontradiksi
di dalam diri sendiri...
  
10:18 memikirkan sesuatu,
melakukan hal lain yang berbeda...
  
10:23 mengatakan sesuatu dan
melakukan hal sebaliknya...
  
10:26 dari apa yang Anda telah ucapkan...
 
10:29 atau dalam keadaan
bimbang, tak jelas,
  
10:32 berkontradiksi, dan seterusnya.
 
10:36 Semua itu menunjukkan
adanya kekacauan.
  
10:39 Dan juga di mana
ada kontradiksi...
  
10:43 di situ pasti ada perjuangan,
di mana ada pemisahan...
  
10:46 di situ pastilah ada perselisihan
dan seterusnya.
  
10:49 Kesemuanya itu adalah kondisi
kekacauan di dalam mana kita hidup.
  
10:55 Itu adalah sebuah fakta
yang nyata.
  
10:59 Dan untuk menciptakan adanya
ketertiban secara psikologis...
  
11:06 apa yang seseorang
harus lakukan?
  
11:11 Saya harap Anda menantang
dirimu sendiri...
  
11:16 dan bukannya menerima
tantangan saya.
  
11:21 Mengenal secara sadar...
 
11:25 sadar bahwa seseorang
sedang dalam kekacauan...
  
11:28 secara psikologis, apa yang
seseorang harus lakukan?
  
11:32 Bagaimana seseorang
menciptakan ketertiban?
  
11:36 Karena tanpa adanya
ketertiban...
  
11:38 secara psikologis maupun
lahiriah...
  
11:42 orang mesti hidup dalam
keruwetan...
  
11:45 sementara dunia ini semakin lama
semakin menjadi tambah ruwet...
  
11:50 menghancurkan,
kejam...
  
11:52 yang menunjukkan adanya kekacauan
yang luar biasa di dunia ini.
  
11:59 Dan mungkin kekacauan itu dipro-
yeksikan oleh kita masing-masing...
  
12:03 karena kita hidup di
dalam kekacauan.
  
12:08 Jadi kita sekarang bertanya:
 
12:11 bagaimana seseorang bisa
memiliki ketertiban yang lengkap,
  
12:14 ketertiban yang total
dalam dirinya...
  
12:17 apakah itu mungkin?
 
12:21 Di mana ada ketertiban, di situ
ada energi yang sangat besar.
  
12:28 Di mana ada kekacauan
di situ ada penghamburan energi...
  
12:34 pemborosan energi.
 
12:37 Jadi kita akan bersama-sama
menyelidiki...
  
12:41 saya tidak menyelidiki ke dalam diri
saya sendiri tapi bersama-sama...
  
12:44 kita mencari tahu,
menggali ke dalam pertanyaan ini:
  
12:48 apakah ketertiban itu...
 
12:52 dan apakah bisa ada ketertiban
tanpa memahami kekacauan?
  
13:01 Jadi kita bersama-sama
menyelidiki untuk mencari tahu...
  
13:09 kondisi yang sesungguhnya ini, fakta
bahwa kita hidup dalam kekacauan...
  
13:15 apakah itu sebuah fakta, bukan se-
buah uraian lisan tentang kekacauan?
  
13:24 Kata-kata bukanlah
hal yang sebenarnya.
  
13:29 Uraian mengenai kekacauan itu
bukanlah kekacauan yang sesungguhnya.
  
13:35 Uraian tentang sebuah gunung...
 
13:37 walau bagaimanapun indahnya di-
lukiskan, keindahan dari lembahnya...
  
13:41 cahayanya, saljunya,
alur garisnya terhadap langit...
  
13:47 keseluruhan rasa akan keagungannya,
keindahan gunung itu...
  
13:52 dapat diuraikan dengan cara
yang paling indah...
  
13:55 namun uraian tersebut bukanlah
fakta yang sesungguhnya.
  
14:00 Bagi kebanyakan dari kita
uraian sudah dirasa cukup.
  
14:06 Dan begitulah kita terperangkap
di dalam uraian itu...
  
14:08 bukannya dengan fakta
yang sesungguhnya.
  
14:11 Jadi sewaktu kita sedang bertanya:
apakah kekacauan itu?
  
14:16 apakah itu sebuah
pendapat dari apa yang...
  
14:20 Anda pikir semestinya
adalah ketertiban...
  
14:24 dan membandingkan
dengan apa yang...
  
14:26 Anda pikir semestinya
adalah ketertiban...
  
14:28 di situ ada kekacauan, yang mana
sekali lagi adalah kekacauan total.
  
14:35 Saya harap Anda sedang
mengikuti ini semua.
  
14:40 Jadi kita akan mencari tahu
apakah kekacauan itu...
  
14:45 dan memiliki
satu pandangan terang...
  
14:52 satu persepsi kilat akan keseluruhan
struktur dari kekacauan itu...
  
14:57 lalu dari situlah timbul
ketertiban.
  
15:00 Ketertiban itu bukannya
berdasarkan suatu pola...
  
15:04 berdasarkan suatu cetakbiru,
 
15:06 berdasarkan pendapat
orang bijak tertentu...
  
15:08 atau ahli filsafat tertentu, atau
penipu tertentu yang berkedok agama.
  
15:14 Dan kebanyakan para pendeta
dan hirarki...
  
15:17 dan semua sisanya itu adalah
para penipu kelas tinggi.
  
15:25 Bahkan Paus yang baru,
saya harap. (Ketawa)
  
15:35 Jadi (tertawa)
 
15:44 Jadi, apakah pertama-tama
kita menyadari bahwa...
  
15:48 kita hidup dalam kekacauan?
 
15:52 Bukan definisi dari
kata tersebut...
  
15:55 tetapi fakta yang sesungguhnya
dari kontradiksi...
  
16:01 dari pemisahan...
 
16:03 aku dan milikku dan
Anda dan milikmu...
  
16:07 kita dan mereka dan
semua pemisahan itu...
  
16:09 yang berlangsung
di dalam diri kita sendiri...
  
16:12 pertikaian yang terus-menerus.
 
16:17 Semua itu menandakan
adanya kekacauan.
  
16:23 Dan bagaimana Anda
mengamati kekacauan itu?
  
16:29 Misalnya sebagai contoh,
seperti yang kita pakai kemarin...
  
16:34 keterikatan dalam bentuk apapun ada-
lah sebuah unsur dari kekacauan...
  
16:41 dan juga sebuah unsur, seperti
yang kita tunjukkan kemarin...
  
16:45 seperti yang kita
temukan kemarin...
  
16:48 bagian dari ketakutan.
 
16:51 Maka keterikatan...
 
16:56 pada seseorang, pada suatu ide,
pada suatu kesimpulan, pada...
  
16:58 suatu kesimpulan, pada sebuah
kenangan di masa lalu...
  
17:00 pada sebuah perlengkapan furnitur
dan seterusnya dan seterusnya...
  
17:03 memang membiakkan
kekacauan.
  
17:10 Apakah kita melihat
kenyataan itu?
  
17:17 Dan kebebasan dari
keterikatan tersebut...
  
17:23 tanpa menjadi terisolasi,
tak berperasaan, tidak peduli...
  
17:31 apakah itu menciptakan
ketertiban tertentu?
  
17:37 Karena apa yang kita
sedang bahas ini adalah...
  
17:40 bahwa bila kita telah
menertibkan segala sesuatunya...
  
17:47 maka di situ ada suatu energi yang
amat besar, energi yang dahsyat.
  
17:55 Dan orang
membutuhkan energi itu...
  
18:00 untuk masuk kedalam dirinya sendiri
secara sangat mendalam.
  
18:06 Jadi kita sekarang bertanya,
menemukan untuk diri kita sendiri...
  
18:11 pertama-tama adalah kekacauan itu
di dalam mana kita hidup...
  
18:14 dan hakekat dari
kekacauan tersebut...
  
18:17 yang mana adalah bagian
dari keterikatan, ketakutan...
  
18:20 dan kenikmatan
dan seterusnya...
  
18:30 dan tanpa menggiringnya
ke satu arah tertentu...
  
18:34 berharap bahwa itu
akan membawa ketertiban...
  
18:37 tetapi hanya dengan
mewaspadai kekacauan ini...
  
18:41 tanpa adanya gerakan apapun
yang menjauhinya.
  
18:45 Apakah kita saling memahami?
 
18:53 Apakah si pembicara telah
membuat hal ini jelas?
  
18:58 Dengan demikian, bolehkah saya
masuk kedalamnya? Baiklah.
  
19:02 Misalnya saya hidup
dalam kekacauan...
  
19:06 yang terjadi di dalam...
 
19:08 Saya boleh saja memiliki ketertiban
yang menakjubkan di luar...
  
19:12 tapi di dalam mungkin saya sedang
dalam kekacauan yang parah.
  
19:19 Dan saya bertanya pada diriku
sendiri, apa yang harus saya lakukan?
  
19:24 Apakah kekacauan tersebut adalah
sesuatu yang berbeda dengan saya?
  
19:29 Atau sayalah kekacauan itu?
 
19:32 Anda memahami pertanyaan ini?
 
19:36 Mari, ini hal yang benar-benar
penting untuk dipahami
  
19:40 karena bila kekacauan ini
sesuatu yang berbeda dari saya...
  
19:44 maka saya dapat berbuat
sesuatu terhadapnya...
  
19:48 maka saya dapat
merubah bentuk polanya...
  
19:50 berpindah dari satu sudut
ke sudut yang lain...
  
19:53 atau menciptakan ketertiban
yang bersifat psikologis...
  
19:56 dengan menindasnya, mengendalikannya,
dengan cara ini dan itu.
  
19:59 Saya dapat melakukan sesuatu
terhadapnya.
  
20:04 Tetapi bila kekacauan itu bukanlah
sesuatu yang berbeda dari saya...
  
20:09 yang mana adalah sebuah fakta, bahwa
kekacauan tersebut adalah saya...
  
20:15 maka permasalahannya timbul,
apa yang akan terjadi setelah itu?
  
20:22 Anda mengikuti semua ini?
 
20:27 Anda tidaklah mendengarkan saya, Anda
sedang mendengarkan dirimu sendiri.
  
20:32 Maka mungkin Anda akan
menciptakan suatu perubahan.
  
20:35 Tetapi bila Anda hanyalah sekedar
mendengarkan si pembicara...
  
20:38 Anda bisa saja mendengarkan dia
selama sisa hidupmu...
  
20:41 dan saya harap Anda
tidak melakukannya...
  
20:46 dan bila Anda hanya sekedar
mendengar...
  
20:48 pada dia, Anda
tidak akan berubah.
  
20:49 Tetapi bila Anda sendiri melihat
bahwa Anda hidup dalam kekacauan...
  
20:54 dan kekacauan itu
tidaklah berbeda darimu...
  
20:58 secara mendasar, bahwa pada dasarnya
Anda adalah kekacauan itu...
  
21:06 maka apa yang terjadi?
 
21:11 Sebelumnya, Anda bisa lakukan
sesuatu terhadapnya...
  
21:16 karena Anda memisahkan
dirimu dari padanya...
  
21:19 dan Anda bertindak
terhadapnya...
  
21:23 dan oleh karenanya dalam hal itu
terdapatlah konflik terus-menerus...
  
21:26 pengkhianatan, suatu hari
Anda bisa melakukannya...
  
21:29 hari berikutnya Anda tidak bisa
melakukannya dan seterusnya...
  
21:32 terus berfluktuasi
hari demi hari.
  
21:35 Sedangkan faktanya adalah,
Andalah kekacauan itu.
  
21:44 Itu adalah fakta, bukan sebuah
kesimpulan yang mana si pembicara...
  
21:47 telah mewaspadainya dan sekarang
sedang mencoba untuk...
  
21:51 memaksakannya pada Anda,
yang mana tidaklah dia lakukan.
  
21:54 Kita tidak sedang membuat propaganda
dalam bentuk apapun...
  
21:57 mencoba untuk meyakinkan Anda
akan suatu hal apapun.
  
22:04 Tetapi bila kekacauan itu
adalah saya...
  
22:09 Saya tidak bisa melakukan
suatu hal apapun terhadapnya...
  
22:12 yang mana berarti saya tidak
bisa berbuat sesuatu...
  
22:14 terhadapnya seperti yang biasanya
saya lakukan sebelumnya.
  
22:17 Maka saya tetap berada di
dalam kekacauan total ini.
  
22:25 Apakah Anda melakukan ini sewaktu
kita sedang membicarakannya?
  
22:28 Atau apakah ini hanya sekedar
penghimpunan ungkapan kata-kata?
  
22:35 Yang mana adalah, saya tidaklah
berbeda dari kekacauan itu.
  
22:40 Kekacauan itu ada karena saya
telah memisahkan diriku sendiri...
  
22:45 dari apa yang telah saya
namakan kekacauan.
  
22:48 Itu adalah salah satu dari
unsur-unsur utama kekacauan.
  
22:53 Saya telah temukan itu.
 
22:56 Di mana ada satu
pemisahan di antara saya...
  
23:01 dan apa yang saya
amati secara psikologis...
  
23:05 maka pemisahan itu adalah salah satu
dari unsur-unsur utama kekacauan.
  
23:12 Maka, ketika saya menyebut diriku
seorang Hindu, atau seorang Muslim,
  
23:17 atau seorang Kristen, Katolik atau
seorang Inggris atau Perancis...
  
23:21 atau Jerman, atau apapun itu...
 
23:22 pemisahan itu adalah
sebuah unsur dari kekacauan...
  
23:28 orang Yahudi dan
orang Arab, Anda...
  
23:30 telah mendapatkan
sebuah contoh yang jelas...
  
23:33 itu berlangsung setiap hari.
 
23:35 Maka secara psikologis...
 
23:38 bila ada pemisahan
antara kekacauan dan diriku...
  
23:42 dengan begitu saya mendorong
dan memelihara kekacauan.
  
23:50 Sedangkan faktanya adalah
kekacauan itu adalah saya sendiri...
  
23:56 dan karenanya, pemahaman itu, kebe-
naran dari itu membawa ketertiban.
  
24:06 Apakah Anda sedang
mengikuti ini?
  
24:11 Anda semua sangat senyap.
 
24:17 Itu terserah Anda. Q:Saya sedang
menantikan hal itu terjadi.
  
24:23 K:Bapak itu mengatakan bahwa dia se-
dang menunggu hal itu untuk terjadi.
  
24:27 Saya khawatir Anda harus
menunggu lama tentunya! (Ketawa)
  
24:34 Itu adalah sebuah fakta,
itu tidak bisa terjadi pada Anda.
  
24:38 Anda sendiri melihat apa
yang sedang berlangsung...
  
24:43 dengan demikian fakta
yang sesungguhnya...
  
24:46 kebenaran dari hal itulah yang
membebaskan batin dari kekacauan.
  
24:53 Penyebab dari kekacauan ini...
 
24:56 adalah pemisahan sebagai saya
dan berbeda dari kekacauan.
  
25:02 Anda paham?
 
25:09 Jadi, sesuai dengan itu dapatkah kita
membawa ketertiban dalam hidup kita?
  
25:18 Itu adalah,
dengan mempelajari seni...
  
25:23 menaruh semuanya
pada tempatnya yang benar.
  
25:29 Itulah ketertiban.
 
25:32 Tetapi Anda tidak dapat menaruh ben-
da-benda di tempatnya yang benar...
  
25:35 kecuali orang yang menaruhnya
pada tempatnya yang benar...
  
25:40 adalah sangat tertib juga.
 
25:43 Anda paham?
 
25:45 Wajar.
 
25:47 Jadi kita sedang mencoba mencari
tahu apakah ketertiban itu...
  
25:53 dan apa kekacauan itu.
 
25:56 Kekacauan hanya bisa
dilenyapkan...
  
26:01 bila pemisahan antara
aku dan orang lain...
  
26:04 tidak ada lagi,
secara psikologis.
  
26:09 Dan orang
harus mempelajari seni...
  
26:15 menaruh segala sesuatu
pada tempatnya yang benar.
  
26:19 Uang, yang mana sebagian besar dari
kita, bila kita memilikinya banyak...
  
26:24 melekat padanya,
bila Anda memilikinya sedikit...
  
26:27 Anda menginginkan yang lebih banyak
lagi, dan seterusnya dan seterusnya.
  
26:29 Uang telah menjadi bukan main
pentingnya didunia ini.
  
26:35 Dan juga seks telah menjadi
amat sangat penting.
  
26:41 Saya tak akan membicarakan
hal itu, itu penting.
  
26:44 Anda tahu betapa pentingnya
hal itu di dalam kehidupanmu.
  
26:50 Dan bila Anda memberi nilai demikian
besar pentingnya pada sesuatu...
  
26:56 fakta itu sendiri di mana Anda
memberi pada sesuatu hal tertentu...
  
27:01 nilai kepentingan yang besar,
adalah kekacauan.
  
27:05 Benar?
 
27:08 Bila saya memberi nilai kepentingan
amat besar pada latihan...
  
27:14 yang disebut yoga...
 
27:17 maka saya menaruhnya
secara total di luar proporsi.
  
27:24 Jadi meletakkan segala sesuatunya
pada tempatnya yang sesuai...
  
27:27 berarti memberikan nilai yang benar
pada segala sesuatunya.
  
27:32 Benar?
 
27:34 Dapatkah kita melakukannya?
 
27:39 Apakah kita ingin
melakukannya?
  
27:43 Atau apakah itu semua
terlalu sulit?
  
27:48 Atau Anda berkata, 'Ayolah, kita
sudah hidup begitu banyak tahun...
  
27:52 dalam kesemrawutan ini,
biarkan saya melanjutkannya.
  
27:55 Jangan ikut campur
dengan kesemrawutan ini'.
  
28:01 Dan begitulah Anda menerima kesemra-
wutan itu dan Anda terbiasa padanya.
  
28:06 Anda bilang kita telah menjadi
nyaman dengan kesemrawutan ini...
  
28:11 dan kita tidak ingin
mengubahnya.
  
28:15 Tetapi seseorang yang
secara serius merasa prihatin...
  
28:18 tak hanya dengan dunia
di luar kita...
  
28:21 tapi juga di dalam diri...
 
28:26 menempatkan uang, seks, segala sesua-
tunya pada tempatnya yang tepat...
  
28:30 adalah untuk mempelajari
indahnya kebebasan.
  
28:36 Tanpa itu tidak ada kebebasan.
 
28:43 Jadi kemudian masalah
yang berikutnya adalah:
  
28:45 kita hidup di bawah tekanan amat
besar, makin lama makin banyak.
  
28:52 Tekanan - berbagai tekanan
yang bersifat kelembagaan...
  
28:57 berbagai tekanan politik,
ekonomi, sosial...
  
29:00 dan seterusnya dan
seterusnya dan seterusnya.
  
29:03 Dan kita katakan mungkin
tekanan yang paling besar...
  
29:07 dalam diri sebagian besar dari kita
adalah nafsu yang ingin bertindak...
  
29:14 tekanan dari nafsu yang
sangat kuat.
  
29:18 Benar? Apakah kita mengikuti
semua ini?
  
29:21 Boleh saya lanjutkan?
Q: Ya.
  
29:27 K: Saya harap Anda sedang menyak-
sikan semuanya ini dalam dirimu.
  
29:30 Karena Anda bisa
mendengarkan kata-kata ini...
  
29:33 untuk masa 10 tahun, 15 tahun,
20 tahun berikutnya...
  
29:36 tapi pada ujung dari itu
Anda berkata,...
  
29:38 'saya berada di tempat
seperti dulu saya berada'.
  
29:40 Karena Anda tidak
menerapkan...
  
29:45 Anda tidak mengatakan,
'Saya akan mencari tahu'.
  
29:52 Anda hanyalah hidup
dalam tahap kata-kata saja.
  
29:58 Hal selanjutnya adalah:...
 
30:00 mengapa ada suatu tekanan
yang sedemikian kuatnya...
  
30:05 dari nafsu dalam diri
sebagian besar dari kita?
  
30:09 Tekanan seksual,
tekanan dari nafsu untuk seks...
  
30:13 nafsu untuk memperoleh pengalaman,
nafsu untuk jadi populer, terkenal...
  
30:17 nafsu untuk
- Anda tahu, semua lainnya itu...
  
30:20 apa saja aktifitas dari nafsu.
 
30:25 Nafsu untuk pencerahan, yang adalah
jenis nafsu yang paling bodoh!
  
30:32 Karena pencerahan tidaklah
datang melalui nafsu.
  
30:37 Anda boleh pergi ke semua...
 
30:39 puncak-puncak tertinggi di
pegunungan Himalaya...
  
30:42 tapi Anda tidak akan pernah
menemukan pencerahan di sana.
  
30:48 Ini ada di mana Anda berada,
tidak di India, atau di Jepang...
  
30:52 atau di tempat tertentu yang lain
- atau bahkan di Roma. (Ketawa)
  
31:00 Maaf untuk berbicara tentang Roma
karena saya baru saja mendengar...
  
31:02 pagi ini mengenai Paus
yang baru terpilih! (Ketawa)...
  
31:18 Maka, bila seseorang waspada
di dalam dirinya, akan dirinya...
  
31:24 orang melihat bagaimana nafsu
begitu luar biasa kuatnya...
  
31:34 nafsu akan kekuasaan,
untuk menguasai orang-orang...
  
31:39 Nafsu untuk,...
 
31:42 Anda tahu semuanya tentang ini, saya
tidak perlu masuk ke dalam rincian.
  
31:45 Anda mengenal itu semua
dengan sangat, sangat baik.
  
31:48 Dan kita hidup di bawah
tekanan ini.
  
31:53 Dan dengan demikian, tak hanya secara
jasmaniah seseorang menjadi sakit...
  
31:58 ketegangan darinya,
tetapi juga secara kejiwaan...
  
32:02 itu adalah satu kesulitan yang besar,
itu adalah satu masalah yang besar.
  
32:09 Saya bernafsu, sebagai contoh,
untuk menjadi...
  
32:11 orang yang paling
mengagumkan...
  
32:14 dan itu adalah satu ketegangan
yang terus menerus...
  
32:19 untuk menjadi seorang penting,
jadi seorang penting,...
  
32:22 untuk meraih suatu hasil.
 
32:28 Maka seseorang dapat melihat nafsu,
tanpa dipahaminya...
  
32:32 keseluruhan hakekat dan
struktur dari nafsu...
  
32:35 adalah salah satu dari
unsur-unsur kekacauan.
  
32:38 Benar?
 
32:40 Mari apakah kita melihatnya?
 
32:44 Tolong janganlah menerima
apa yang saya katakan...
  
32:47 itu sama sekali tidak penting.
 
32:49 Apakah itu di dalam dirimu merupakan
suatu kenyataan yang mana...
  
32:52 Anda telah menemukannya
untuk dirimu sendiri...
  
32:55 menyaksikan nafsu tersebut dalam
semua ragam bentuknya...
  
33:01 dan beraneka ragam ekspresi
memang melahirkan kebingungan...
  
33:06 melahirkan kekacauan. Benar?
 
33:15 Dan sebagian besar orang telah
mengatakan kendalikanlah nafsu...
  
33:18 tindaslah nafsu,
atau salurkan nafsu...
  
33:24 pergilah ke bentuk nafsu yang
paling ekstrim...
  
33:26 - mereka telah melakukan
semua tipuan ini.
  
33:29 Bicaralah dengan
biarawan siapa saja...
  
33:33 dan mereka akan memberi
tahu Anda bahwa...
  
33:35 kita mesti menindas
setiap bentuk nafsu...
  
33:37 nafsu jasmani, atau
apapun bentuk nafsunya...
  
33:41 supaya bisa melayani Tuhan atau
Yesus atau - siapapun Tuhan itu.
  
33:47 Dan makanya selalu ada
penindasan ini...
  
33:51 pengendalian, konflik yang
terus menerus...
  
33:56 Anda bernafsu akan sesuatu,
Anda menindasnya...
  
33:59 Anda merasionalisasikannya,
Anda mengendalikannya,...
  
34:02 Anda menyingkir darinya
dan seterusnya.
  
34:06 Jadi apa yang kita
sedang coba lakukan...
  
34:09 apa yang kita sedang
katakan adalah:
  
34:11 mari kita cari tahu
hakekat dari nafsu...
  
34:16 bagaimana itu timbul,
dan apakah...
  
34:20 kita bisa beri nafsu
tempatnya yang tepat...
  
34:26 dan tidak secara apapun menindasnya,
mengendalikannya, menghancurkannya.
  
34:32 Benar?
 
34:35 Kita akan menyimak hal itu.
 
34:39 Jadi seseorang harus
mencari tahu seluruh hakekat...
  
34:43 dan struktur dari nafsu.
 
34:50 Temukan untuk diri sendiri...
 
34:56 bukannya dengan diberi tahu tentang
apa hakekat dan struktur dari nafsu.
  
35:01 Kemudian bila Anda
menerimanya...
  
35:04 Anda akan kembali tahun depan atau
selama tiga puluh tahun berikutnya...
  
35:06 dan berkata, 'Baiklah, itu persis
di mana saya sekarang ini berada...
  
35:10 Saya memulainya dan Anda
telah meninggalkan...
  
35:12 saya di mana saya sebelumnya
berada setelah 30 tahun'.
  
35:14 Karena orang telah hidup
pada kata-kata...
  
35:18 tidak sesungguhnya masuk ke
dalamnya untuk dirimu sendiri.
  
35:27 Mengapa nafsu telah menjadi
demikian luar biasa pentingnya?
  
35:35 Itu didorong melalui
pendidikan...
  
35:41 dalam segala bentuknya,
masyarakat...
  
35:44 semuanya di sekitar kita
mendorong proses nafsu ini.
  
35:53 Saya ingin mencari tahu kenapa
nafsu telah menjadi penting...
  
35:58 dalam diri sendiri dan
apakah nafsu itu.
  
36:05 Maka saya pertama-tama harus
memahami hakekat dari sensasi.
  
36:10 Benar?
 
36:11 Persepsi inderawi, indera-indera.
 
36:14 Saya harus memahami bagaimana
indera-indera ini bekerja.
  
36:20 Boleh kita lanjutkan?
 
36:29 Indera-indera berupa indera peraba,
penciuman, perasa dan sebagainya.
  
36:39 Dan kita tak pernah berfungsi
dengan semua indera itu bekerja.
  
36:49 Saya ingin tahu apakah
Anda memahami hal ini.
  
36:54 Tidak?
 
36:58 Cita rasa menjadi begitu
luar biasa pentingnya...
  
37:02 bila Anda seorang
ahli pencicip makanan...
  
37:04 bila Anda menyukai makanan enak,
anggur dan segala macamnya itu...
  
37:09 cita rasa menjadi
luar biasa pentingnya.
  
37:14 Atau bila Anda seseorang
yang sensitif, musik.
  
37:18 Hanya musiklah yang menjadi penting,
mendengarkan suara yang indah...
  
37:22 dan jarak di antara nada-nada,
dan kwalitas dari suara.
  
37:28 Atau sesuatu.
 
37:31 Jadi indera-indera kita
terpecah belah, terpisah-pisah...
  
37:37 kita tak pernah melihat sesuatu deng-
an semua indera kita selengkapnya.
  
37:44 Benar?
 
37:47 Apakah kita saling memahami
satu sama lain?
  
37:50 Bisakah Anda
memandang sesuatu...
  
37:52 pergerakan laut...
 
37:57 lintasan awan-awan...
 
38:01 embusan angin di antara
pepohonan, memandang itu semua...
  
38:04 dengan semua indera Anda sepenuhnya
berkembang dan menyaksikannya.
  
38:10 Bisakah kita melakukan itu?
 
38:12 Maka bila
Anda melakukan itu,...
  
38:15 Anda akan menyaksikan,
sebagai sebuah uji coba...
  
38:18 Anda tidak menerima apa
yang saya sedang katakan...
  
38:21 ujilah untuk dirimu sendiri
- maka Anda akan melihat...
  
38:25 bahwa di sana tidak ada pusat
dari mana Anda mengamatinya.
  
38:34 Di sana tidak ada pemisahan...
 
38:36 yang disebabkan oleh si pusat
yang mengatakan...
  
38:39 'Saya berbeda dari itu'.
 
38:44 Sewaktu Anda mengamati segala
sesuatunya secara menyeluruh...
  
38:47 seorang wanita atau pria atau
seorang anak kecil...
  
38:52 atau teman wanita Anda,
suami, istri...
  
38:56 dengan seluruh indera
terbangun...
  
38:59 maka tidak ada satu indera tertentu
yang menuntut suatu tindakan.
  
39:07 Apakah Anda sedang mengikuti
semua ini?
  
39:09 Apakah Anda melakukannya saat
kita sedang membicarakannya?
  
39:14 Jadi indera memiliki tempat mereka
yang sebenarnya...
  
39:20 tetapi mereka menjadi bersifat
menghancurkan, memecah belah...
  
39:24 dan saling berkonflik sewaktu
satu indera tertentu...
  
39:28 dikembangkan dan yang lainnya
diam atau setengah diam.
  
39:34 Sedangkan sewaktu Anda
mengamati sesuatu...
  
39:38 secara menyeluruh dengan
semua inderamu...
  
39:41 maka di situ tidak ada perpecahan
di dalam dirimu.
  
39:48 Jadi nafsu adalah bagian dari
sensasi-sensasi ini...
  
39:54 adalah awal dari sensasi.
 
39:59 Benar?
 
40:01 Itu adalah sebuah fakta,
bukankah begitu?
  
40:06 Melihat seorang wanita cantik
atau seorang pria...
  
40:07 atau seorang anak kecil,
atau sebuah mobil...
  
40:09 atau suatu gunung, atau rumah dengan
proporsi yang elok, atau kebun...
  
40:15 dan persepsi, sensasi dan
nafsunya bangkit.
  
40:18 Betul?
 
40:19 Dan nafsu itu...
 
40:23 sensasi itu, persepsi, sensasi
menciptakan sebuah gambaran...
  
40:29 dan kemudian nafsu
mulai beroperasi.
  
40:32 Itu adalah seluruh pergerakan
dari nafsu.
  
40:36 Ini adalah sebuah fakta yang seder-
hana, nyata, fakta sehari-hari...
  
40:39 yang mana dapat Anda amati...
 
40:43 bila Anda memperhatikannya.
 
40:50 Jadi di mana konflik itu, kesulitan
itu, kebingungan itu berawal...
  
40:57 dalam pergerakan nafsu ini?
 
41:00 Benar? Anda sedang mengikuti?
 
41:03 Katakanlah, sebagai contoh, saya
melihat suatu pohon yang indah,...
  
41:06 atau suatu kebun yang elok.
 
41:10 Saya memiliki sebidang
tanah...
  
41:12 dan saya ingin memiliki sebuah
kebun yang indah seperti itu...
  
41:14 untuk diriku sendiri.
 
41:17 Tepatnya, disana ada persepsi,...
 
41:20 sensasi, pembentukan gambaran
yang mana adalah pikiran - benar?
  
41:29 dan kemudian pikiran mengejar
apa yang telah diamatinya itu...
  
41:33 yang mana telah
membuatnya senang.
  
41:37 Jadi di mana ada
pergerakan pikiran...
  
41:43 yang berhubungan dengan sensasi
maka nafsu membawa konflik.
  
41:50 Anda sedang memahami hal ini?
 
41:56 Apakah ini jelas,
atau apakah saya terlalu...?
  
41:58 Tidak, tidak, saya melihat
halnya tidak demikian.
  
42:00 Saya harus mengulanginya
dengan cara yang berbeda.
  
42:04 Ada persepsi tentang
sebuah rumah yang indah...
  
42:09 berproporsi baik,
dan berikut semua lainnya itu.
  
42:14 Kemudian di situ ada sensasi.
 
42:22 Itu wajar, itu perlu...
 
42:27 bila tidak maka saya buta,
indera saya tidak tajam, waspada.
  
42:35 Tetapi masalah dimulai
pada saat pikiran...
  
42:39 menciptakan gambaran berupa
sedang memiliki rumah seperti itu...
  
42:45 dan sedang bekerja
untuk itu...
  
42:47 mengidentifikasi dirinya dengan
rumah tersebut dan seterusnya.
  
42:50 Jadi di mana pikiran mulai
ikut campur dengan persepsi...
  
42:57 maka di situ ada pemisahan...
 
43:00 lalu nafsu dimulai.
Anda mengikuti ini?
  
43:04 Apakah ini jelas?
 
43:05 Tidak, bukan apa yang saya katakan,
untuk dirimu sendiri.
  
43:13 Apakah Anda juga sedang bekerja
sekeras seperti kita semua?
  
43:17 Di dalam sini terasa panas.
 
43:19 Apakah Anda sedang bekerja dengan
sama kerasnya? Saya harap begitu.
  
43:21 Tak apalah. Terserah Anda.
 
43:25 Maka pertanyaannya adalah:
 
43:30 adalah wajar untuk memiliki
persepsi, sensasi...
  
43:38 itu adalah wajar...
 
43:44 tapi bisakah saat itu berhenti
dan pikiran tidak masuk ke dalam...
  
43:48 dan menciptakan satu
gambaran dan mengejar...
  
43:51 gambaran itu yang mana
menjadi nafsu?
  
43:53 Anda memahami apa yang saya katakan?
Anda mengerti pertanyaan saya?
  
44:02 Tegasnya, persepsi,
sensasi adalah wajar, sehat...
  
44:10 tapi sewaktu pikiran masuk ke dalam,
menciptakan gambaran...
  
44:17 lalu gambaran itu dikejar sebagai
nafsu, maka gangguan timbul.
  
44:24 Belum pernahkah Anda memperhatikan
hal ini dalam dirimu sendiri?
  
44:26 Anda bisa melihat sebuah
mobil yang bagus...
  
44:30 dan d isana ada sensasi...
 
44:34 dan gambaran dari Anda sedang mengen-
darai di dalamnya, mengemudikannya...
  
44:38 tenaga yang Anda miliki
dan semuanya itu.
  
44:42 Namun ketika sedang melihat mobil
itu, sensasi, dan berhenti disitu.
  
44:49 Bisakah Anda melakukannya?
 
44:52 Anda coba dan lihat apa
yang terlibat di dalamnya.
  
45:01 Di situ tidak ada pengendalian.
 
45:04 Anda melihat seluruh
implikasi dari nafsu...
  
45:09 bagaimana timbulnya...
 
45:11 bagaimana pikiran lalu menciptakan
suatu gambaran dan mengejarnya.
  
45:19 Sedangkan persepsi, sensasi dan
sedang melihat mobil itu...
  
45:24 atau gunung itu, gadis itu, atau
pemuda itu, atau apapun adanya.
  
45:28 Maka tidak
ada konflik di sana...
  
45:31 tidak ada penindasan
terhadap nafsu...
  
45:36 maka Anda akan memiliki energi
yang sangat besar itu...
  
45:41 yang mana telah dihabiskan oleh per-
gerakan pikiran dalam bentuk nafsu.
  
45:53 Apakah ini jelas?
 
45:56 Jadi hal berikutnya adalah...
 
45:58 kita menyelidiki
ke dalam diri kita...
  
46:02 mengapa begitu kuatnya kita hidup
pada pengaruh ingatan-ingatan?
  
46:10 Anda memahami pertanyaan saya?
 
46:15 Mengapa umat manusia hidup di masa
lalu, yakni mengingat-ingatnya?
  
46:23 Betul?
 
46:26 Anda semua terlihat begitu bingung.
 
46:32 Anda pernah memiliki suatu
hari yang menyenangkan...
  
46:35 dan Anda mengingatnya...
 
46:38 dan itu tersimpan
sebagai sebuah ingatan...
  
46:42 dan Anda amat senang di dalam ingatan
itu, Anda hidup dalam ingatan itu...
  
46:48 atau Anda hidup dalam
suatu ingatan seksual...
  
46:52 atau ingatan akan pencapaian
tertentu yang pernah dapat Anda raih.
  
46:57 Maka ingatan telah menjadi luar
biasa pentingnya untuk kita semua...
  
47:02 sebagai pengalaman,
sebagai pengetahuan.
  
47:06 Saya bertanya,
kita bertanya, kenapa?
  
47:10 Anda paham?
 
47:13 Bukannya kita tidak boleh
mengingat...
  
47:15 jelas Anda harus mengingat bagaimana
cara mengemudikan sebuah mobil...
  
47:19 di mana alamat rumahmu dan
seterusnya dan seterusnya...
  
47:21 pengetahuan bersifat tehnis
yang seseorang telah miliki...
  
47:24 tetapi secara psikologis...
 
47:26 kenapa ingatan memiliki arti demi-
kian pentingnya dalam kehidupan kita?
  
47:37 Benar?
 
47:38 Anda sedang mengajukan pertanyaan
ini kepada dirimu sendiri.
  
47:42 Jadi apakah ingatan itu?
 
47:45 Apakah unsur dari ingatan?
 
47:51 Ada suatu kejadian yang menyenangkan
atau menyakitkan...
  
47:56 suatu kejadian yang membawa
suatu senyuman atau air mata...
  
48:03 dan itu tercatat dalam otak.
 
48:06 Benar?
 
48:08 Wajar. Ini sederhana.
 
48:11 Dan pencatatan itu
menjadi ingatan itu...
  
48:16 pencatatan itu adalah ingatan akan
kejadian yang menyenangkan itu...
  
48:23 atau kejadian yang
menyakitkan itu.
  
48:27 Sekarang pertanyaannya adalah:
 
48:30 mengapa kita mesti mencatat
apapun secara psikologis?
  
48:37 Anda paham pertanyaan saya?
 
48:42 Saya telah mengajukan
sebuah pertanyaan:
  
48:46 mengapa otak harus mencatat
sebuah kejadian...
  
48:54 yang menyakitkan atau
menyenangkan?
  
48:59 Otak bisa mencatat hal-hal
yang berbahaya - benar?
  
49:07 seperti sebuah tebing yang curam,
seperti seekor hewan yang buas...
  
49:10 atau ular yang berbahaya,
atau seseorang yang berbahaya...
  
49:13 seorang penjahat dan seterusnya,
otak bisa mencatatnya.
  
49:17 Semua itu adalah fakta yang
nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  
49:21 Tapi kenapa otak harus
mencatat rasa sakit hati...
  
49:26 pujian, hinaan...
 
49:31 perasaan bahwa Anda adalah
begini dan semuanya itu...
  
49:35 mengapa mesti harus ada pencatatan
bersifat psikologis itu?
  
49:40 Anda telah memahami pertanyaannya,
bukankah demikian?
  
49:44 Apakah kita saling memahami
satu sama lain?
  
49:51 Apakah sudah waktunya saya berhenti?
Q: Tidak!
  
49:57 K:Tolong beritahu saya,
bila sudah jam setengah satu.
  
50:08 Sekarang kita bertanya:
 
50:11 adalah salah satu unsur
dari otak untuk mencatat...
  
50:20 atas dasar kebutuhan.
 
50:22 Saya mesti mencatat pengetahuan
yang bersifat teknis...
  
50:27 bila saya sedang bekerja
dengan mesin-mesin...
  
50:29 dan seterusnya dan
seterusnya...
  
50:31 Dan juga bila saya seorang penulis
atau seorang dokter bedah...
  
50:35 seorang doktor dan selanjutnya,
itu harus dicatat.
  
50:39 Tapi kita bertanya:
 
50:40 mengapa seseorang mesti secara psi-
kologis mencatat sesuatu apapun itu?
  
50:51 Paling tidak lihatlah
pertanyaannya dulu.
  
50:59 Apakah itu perlu?
 
51:04 Apakah itu membawa
suatu kejelasan?
  
51:10 Apakah itu membawa energi yang lebih
besar, kebebasan dan seterusnya?
  
51:17 Atau pencatatan yang
bersifat psikologis...
  
51:23 adalah salah satu unsur
yang memusnahkan...
  
51:30 sukacita yang sebenarnya.
 
51:37 Saya akan masuk ke dalam
hal itu sekarang.
  
51:40 Kita katakan bahwa otak
di dalam aktifitasnya...
  
51:46 mesti mencatat hal-hal
tertentu, itu perlu.
  
51:51 Tapi kita sekarang bertanya:
secara psikologis, secara batiniah...
  
51:55 mengapa otak itu harus
mencatat?
  
51:58 Apakah itu sebuah kebiasaan yang
kita telah terjatuh ke dalamnya...
  
52:01 sehingga waktu Anda menghina saya,
saya mencatatnya seketika itu juga?
  
52:06 Sewaktu Anda memuji saya,
seketika itu juga saya mencatatnya.
  
52:11 Kenapa?
 
52:15 Ketika Anda memuji saya,
Anda adalah temanku...
  
52:16 ketika Anda menghina saya,
Anda bukanlah temanku...
  
52:19 dan seterusnya dan seterusnya,
seterusnya.
  
52:22 Sekarang kita bertanya:
 
52:24 bisakah secara psikologis
pencatatan ini berhenti?
  
52:28 Lihat apa artinya itu.
 
52:30 Maka itu berarti suatu
pembaharuan dari otak.
  
52:39 Sehingga otak menjadi
sangat hidup, muda, segar...
  
52:44 karena otak tidak mencatat
apapun yang tidak perlu.
  
52:49 Saya bertanya-tanya apakah
Anda mengikuti ini semua.
  
52:53 Sekarang, apakah itu mungkin?
 
52:57 Secara intelektual
seseorang bisa melihat...
  
52:59 keindahan darinya,
secara lisan.
  
53:04 Anda bilang, 'Wah, itu mestinya
sesuatu yang sungguh luar biasa...
  
53:06 secara intelektual untuk tidak
mencatat secara psikologis'.
  
53:12 Itu tidak berarti seseorang
adalah dungu tidak bertenaga,...
  
53:15 atau kosong,
atau semuanya itu...
  
53:18 tapi di sana ada
suatu kebebasan...
  
53:20 suatu rasa lega yang
luar biasa...
  
53:22 rasa semangat muda
yang luar biasa...
  
53:25 otak tidak menua,
tidak menjadi lelah.
  
53:29 Jadi orang harus mencari tahu
apakah itu mungkin.
  
53:36 Karena semakin kita
bertambah tua...
  
53:41 otak semakin lama semakin
menjadi mekanis...
  
53:45 makin tambah terpaku di dalam
sebuah alur, dalam sebuah jalur...
  
53:52 dan menjadi keras, getas,
tidak luwes, tidak waspada.
  
54:01 Sekarang apakah ini mungkin,
untuk tidak mencatat...
  
54:04 sama sekali secara psikologis?
 
54:13 Anda memahami pertanyaannya?
 
54:15 Apakah pertanyaannya jelas?
Ya?
  
54:18 Sekarang, mari kita lanjutkan
untuk mencari tahu.
  
54:20 Mencari tahu, itu tidaklah berarti
bahwa saya akan memberitahu Anda...
  
54:23 dan kemudian Anda menemukannya
dan bilang, 'Ya, itu memang begitu'.
  
54:26 Lalu Anda akan kembali
30 tahun kemudian:...
  
54:29 'saya masih berada di mana
saya sekarang berada'...
  
54:31 'di mana saya memulainya'
 
54:36 Kita mengatakan otak
butuh rasa aman...
  
54:43 keamanan untuk berfungsi
secara efisien.
  
54:49 Otak mesti mencatat fakta-
fakta tertentu...
  
54:54 bagaimana mengemudikan mobil,
mengarang surat dan seterusnya...
  
54:59 teknologi dan sebagainya.
 
55:02 Kemudian otak itu telah menyadari
bahwa menempatkan perintah...
  
55:12 memberikan perintah untuk mencatat
hanya hal-hal yang perlu...
  
55:21 yang mana membawa
ketertiban. Benar?
  
55:25 Maka kita bisa meneruskan
untuk mencari tahu...
  
55:28 kenapa otak atau batin,
secara psikologis mencatat.
  
55:39 Apakah itu membawa keamanan,
menghindari bahaya?
  
55:43 Apakah itu mencegah
sakit hati yang berikutnya...
  
55:46 kehancuran berikutnya,
penghalang-penghalang berikutnya?
  
56:01 Atau kita secara tidak sadar
telah menanamkan...
  
56:05 kebiasaan melakukan pencatatan.
 
56:09 Kita telah mencatatnya di sana,
jadi kenapa tidak di sini?
  
56:16 Dari sana kita berpindah
ke sini...
  
56:19 secara psikologis,
pencatatan lahiriah itu perlu...
  
56:24 tetapi secara psikologis, dari
sana kita telah berpindah ke sini.
  
56:31 Dan apakah itu
benar-benar perlu?
  
56:36 Sebuah contoh yang
sangat sederhana:...
  
56:40 semenjak kecil kita
secara psikologis disakiti...
  
56:45 oleh orang tua, oleh anak-anak
lainnya, oleh sekolah...
  
56:50 perguruan tinggi, universitas, bila
Anda beruntung dan sebagainya...
  
56:53 kita disakiti,
kita terluka secara psikologis.
  
56:56 Dan luka itu tercatat.
 
57:00 Dan dengan telah disakiti
di situ ada perlawanan...
  
57:05 pengasingan diri, rasa takut
dan semua lainnya itu.
  
57:10 Sekarang apakah memang perlu untuk
mencatat ketika Anda menghina saya?
  
57:20 Anda paham pertanyaan saya?
 
57:23 Apakah mungkin untuk
mencegah pencatatan?
  
57:29 Anda sedang memahami
pertanyaan saya?
  
57:31 Saya harap! Benar?
 
57:35 Itu adalah mungkin hanya sewaktu
Anda sedang menghina saya...
  
57:43 atau sedang memuji saya...
 
57:47 bagi semua indera saya untuk
dibangkitkan dan mendengarkan.
  
57:52 Anda memahami ini?
 
57:54 Maka di situ tidak ada
reaksi sama sekali.
  
58:01 Apakah semua ini
bahasa Yunani? (Ketawa)
  
58:10 Saya melihat pentingnya memiliki otak
yang segar, muda, cemerlang, jernih.
  
58:20 Itu benar-benar penting.
 
58:27 Apakah mungkin untuk
memelihara kejernihan itu...
  
58:30 kecermatan itu,
ketegasan itu...
  
58:35 dengan keindahan dari semua itu
yang tersirat sampai saya meninggal?
  
58:42 Itu tidak mungkin sewaktu
di situ ada pencatatan...
  
58:46 akan hal-hal yang tidak
mutlak diperlukan.
  
58:49 Benar?
 
58:52 Jadi orang harus
mencari tahu...
  
59:03 mengapa apapun bentuk pencatatan
yang bersifat psikologis...
  
59:08 yang mana menjadi kenangan,
ingatan...
  
59:13 apakah mungkin untuk
tidak melakukannya?
  
59:16 Seseorang menemukan, bila Anda
memasukinya secara mendalam,...
  
59:18 itu adalah mungkin.
 
59:20 Itu memungkinkan hanya bila Anda
benar-benar penuh perhatian...
  
59:24 di saat penghinaan,
di saat pujian.
  
59:31 Benar? Apakah Anda
pernah mencobanya?
  
59:35 Suatu hari seorang laki-laki
berkata kepada saya,...
  
59:37 'Kamu adalah orang yang
teramat bodoh...
  
59:39 Anda terperangkap dalam kehidupan
yang membosankan'
  
59:44 agak kurang sopan
tapi begitulah. (Ketawa)
  
59:50 Maka saya pergi ke kamar saya
dan saya berkata...
  
59:52 'Apakah itu suatu fakta?
Saya ingin mencari tahu'
  
59:56 Seseorang mungkin terperangkap
dalam kebosanan...
  
59:59 dan seseorang mungkin adalah
orang yang teramat bodoh.
  
1:00:04 Dia menyelidikinya...
 
1:00:08 dan dengan mengamati secara cermat
Anda tidak mencatat bahwa Anda...
  
1:00:13 Anda tidak melakukan pencatatan,
Anda memerhatikan kata-katanya...
  
1:00:17 Anda memerhatikan faktanya
apakah Anda benar atau tidak...
  
1:00:20 apakah Anda terperangkap dalam
hidup yang membosankan.
  
1:00:24 Apakah Anda terperangkap dalam
kehidupan yang membosankan?
  
1:00:28 Anda paham?
 
1:00:29 Apakah Anda demikian adanya?
 
1:00:31 Tidak, carilah tahu,
tolong jangan menjawab saya.
  
1:00:35 Seseorang menyebut Anda dengan kata-
kata yang dikatakannya pada saya...
  
1:00:38 Saya harap lebih sopan, dan Anda ing-
in mencari tahu apakah benar begitu.
  
1:00:45 Anda tidak menyangkal maupun
menerima tapi sekedar...
  
1:00:48 mengamatinya, mencari tahu.
 
1:00:52 Bila Anda terperangkap dalam
kebosanan, itu cukup jelas...
  
1:00:56 Anda akan segera menemukan bahwa
Anda terperangkap dalam kebosanan.
  
1:01:01 Jadi pencatatan tidak berlangsung
sewaktu Anda waspada...
  
1:01:08 sadar, secara total waspada dengan
segenap indera Anda terbuka...
  
1:01:13 di situ tidak ada apapun yang
untuk dicatat secara psikologis.
  
1:01:17 Anda mau melakukannya?
 
1:01:20 Tidak, Anda tidak mau...
 
1:01:26 karena kenikmatan telah menjadi be-
gitu luar biasa pentingnya bagi kita.
  
1:01:31 Benar?
 
1:01:37 Bila Anda mengamati dirimu
dengan penuh perhatian...
  
1:01:41 Anda akan melihat peranan apa
yang besar, mungkin yang terbesar...
  
1:01:47 yang dimainkan oleh kenikmatan
dalam hidup kita.
  
1:01:50 Kenikmatan untuk menemukan
Tuhan, atau pencerahan...
  
1:01:54 kenikmatan untuk terbebas,
kenikmatan memiliki uang...
  
1:01:57 harta milik, istri yang menawan
atau suami...
  
1:02:01 Anda tahu dan semuanya perihal itu,
kenikmatan seksual...
  
1:02:05 kenikmatan dari kekuasaan,
politisi dengan kenikmatan mereka...
  
1:02:15 akan kekuasaan yang
sangat besar.
  
1:02:26 Dan demikianlah pencatatan...
 
1:02:29 akan kenikmatan di dalam sebagian
besar dari kehidupan kita...
  
1:02:31 sangatlah hebatnya.
 
1:02:34 Benar?
 
1:02:42 Dan pengejaran
kenikmatan tersebut...
  
1:02:47 telah menjadi unsur
yang dominan:...
  
1:02:51 yaitu ingatan akan sebuah
kenikmatan yang lalu...
  
1:02:54 dan pengejaran akan kenikmatan
lalu itu sebagai ingatan...
  
1:03:00 dan nafsu di belakangnya dan
mencarinya sampai dapat...
  
1:03:03 meminta, menuntut,
menginginkan.
  
1:03:12 Seluruh organisasi-organisasi keaga-
maan kita berdasarkan atas hal itu.
  
1:03:19 Itu suatu hiburan
yang besar...
  
1:03:24 itu memberikan kenikmatan yang
besar, yaitu sensasi besar...
  
1:03:27 bahwa Anda berada di kehadiran
benda-benda suci dan sebagainya.
  
1:03:35 Jadi kita katakan, pencatatan
dari kenikmatan...
  
1:03:40 dari suatu kejadian yang telah mem-
berikan Anda kesenangan besar...
  
1:03:43 dicatat dan usaha untuk mendapat-
kannya dalam kehidupan kita.
  
1:03:50 Sekarang pertanyaannya adalah:
apakah kenikmatan itu?
  
1:03:58 Sewaktu Anda sedang
menikmati sesuatu...
  
1:04:02 pada saat itu Anda
tidak mengatakan...
  
1:04:05 'Betapa menyenangkannya itu, betapa
indahnya' - Anda sedang di dalamnya.
  
1:04:12 Hanya sedetik kemudian pikiran
mendatangi dan berkata...
  
1:04:16 'Betapa indahnya saat itu...
 
1:04:20 betapa indahnya tadi itu, betapa
besarnya sensasi...
  
1:04:22 yang telah diberikannya
kepada saya...
  
1:04:25 suatu pengalaman yang
betapa indahnya...
  
1:04:28 maka di situ pencatatan
telah terjadi...
  
1:04:31 selanjutnya pikiran beroperasi.
Anda mengikuti ini semua?
  
1:04:39 Kita sedang membicarakan
tentang semua ini...
  
1:04:40 karena ini adalah bagian dari
memahami diri sendiri...
  
1:04:46 tidak dari buku, tidak dari
perkataan, tidak dari uraian...
  
1:04:49 tetapi memahami diri sendiri
secara sesungguhnya.
  
1:04:56 Memahami bukan berarti mengumpulkan
ingatan mengenai diri sendiri...
  
1:05:02 dan dari akumulasi itu
mengamati.
  
1:05:07 Bila Anda mengamati melalui akumulasi
maka Anda hanyalah...
  
1:05:11 sedang mengakumulasikan apa yang
Anda telah kenal sebelumnya.
  
1:05:15 Tapi sebaliknya bila Anda mengamat
secara segar setiap kali...
  
1:05:22 maka itu seperti sebuah
sungai yang luas...
  
1:05:25 dengan sejumlah air mengalir,
bergerak.
  
1:05:34 Jadi apakah kenikmatan?
 
1:05:38 Apakah itu waktu, apakah itu
pikiran sebagai rasa takut?
  
1:05:48 Kita telah mengatakan bahwa akar
dari rasa takut adalah waktu.
  
1:05:52 Akar dari rasa takut
adalah pikiran.
  
1:05:58 Pikiran yang mana adalah mengingat
- kenangan...
  
1:06:02 mengingat kejadian-kejadian tertentu
yang menyebabkan rasa takut...
  
1:06:05 tercatat,
ingatan akan hal itu...
  
1:06:09 dan di waktu lain keseluruhan
ingatan ini di proyeksikan.
  
1:06:16 Anda sedang mengamati?
 
1:06:22 Jadi apakah kenikmatan adalah waktu
dan pergerakan dari pikiran?
  
1:06:29 Atau mereka berdua
adalah sama...
  
1:06:33 pikiran dan waktu pada intinya
adalah sama?
  
1:06:39 Jadi pikiran adalah pergerakan
dari kenikmatan...
  
1:06:49 yang tidak berarti Anda tak bisa me-
mandang sebatang pohon yang indah...
  
1:06:52 dan menikmatinya...
 
1:06:54 seseorang yang elok, sebuah lukisan
bagus atau satu lembah yang indah...
  
1:06:59 dengan semua bayangan
berwarna ungu di dalamnya.
  
1:07:03 Pandanglah itu...
 
1:07:06 tetapi seketika itu menjadi sesuatu
yang tercatat dan ingatan...
  
1:07:12 itu tidaklah lagi...
 
1:07:17 kegembiraan,
itu menjadi sebuah kenikmatan...
  
1:07:21 yang mana adalah ingatan akan hal-
hal yang telah terjadi sebelumnya.
  
1:07:26 Sekarang bila Anda melihat
keseluruhan hakekat dari hal ini...
  
1:07:31 secara lengkap...
 
1:07:34 maka kenikmatan memiliki
tempatnya...
  
1:07:36 kegembiraan dan
oleh karenanya secara psikologis...
  
1:07:40 ke dalam tidaklah ada pencatatan
dari kejadian itu.
  
1:07:45 Batin akan, otak akan
menjadi luar biasa hidupnya...
  
1:07:51 muda, segar tanpa ada reaksi-
reaksi apapun yang tidak sehat.
  
1:07:58 Selesai.
 
1:08:08 Saya sudah berhenti
tepat pada waktunya.
  
1:08:12 Tolong, jika saya boleh
memintanya dari Anda,..
  
1:08:14 jangan bertepuk tangan,
itu sesuatu yang...
  
1:08:16 Anda bertepuk tangan untuk dirimu
sendiri, bukan untuk saya...
  
1:08:20 atau bertepuk tanganlah sewaktu
saya tidak berada disini. (Ketawa)