Krishnamurti Subtitles

Bagaimanakah seseorang dapat mempunyai ketertiban total?

Brockwood Park - 27 August 1978

Public Talk 2



0:50 K: May we continue K:Bisakah kita lanjutkan...
   
0:52 with what we were talking dengan apa yang kita bahas
about yesterday morning? di pagi hari kemarin?
   
1:02 Before we go into that Sebelum kita
  menyimak hal itu...
   
1:07 may I point out bolehkah saya menunjukkan...
   
1:14 that one should have bahwa orang seharusnya memiliki
quite a bit of scepticism sedikit rasa kurang percaya...
   
1:21 doubt, not accepting menyangsikan, tidak asal menerima
what the speaker is saying apa yang dikatakan oleh pembicara...
   
1:29 but questioning, tetapi mempertanyakan,
investigating, enquiring menyelidiki, mencari tahu...
   
1:36 into what he is saying or ke dalam apa yang dia katakan atau
what we are thinking ourselves apa yang kita sendiri pikirkan...
   
1:40 if there is any truth, apakah ada yang benar,
if there is any falsehood apakah ada yang keliru...
   
1:46 or if what is being atau apakah yang dikatakan itu
said is factual sesuatu yang nyata...
   
1:51 which is applicable yang dapat dipergunakan
to daily life. dalam hidup sehari-hari.
   
1:56 So if one merely accepts Jadi bila seseorang
words, as most of us do hanya sekedar menerima...
   
1:59   kata-kata, sepert sebagian besar
  dari kita lakukan...
   
2:02 we are collectors kita adalah pengumpul kata-kata
of words and phrases dan ungkapan-ungkapan...
   
2:09 and thereby we dan oleh karenanya kita
miss a great deal. melewatkan begitu banyak hal.
   
2:14 So what we are talking about Jadi apa yang kita
  sedang bicarakan...
   
2:21 is that self-knowledge, adalah bahwa pengenalan diri sendiri,
that is knowing oneself yaitu mengenal diri sendiri...
   
2:28 is the greatest importance adalah hal yang
  paling penting...
   
2:32 not according to bukannya menurut pendapat
some psychologist psikolog tertentu...
   
2:35 analyst or according analis atau
to the speaker menurut si pembicara...
   
2:41 but knowing oneself tetapi mengenal diri sendiri secara
actually as one is. nyata seperti apa seseorang adanya.
   
2:47 Not denying nor Bukan dengan menyangkal atau
accepting what is menerima apa adanya...
   
2:53 but observing tetapi mengamati...
   
2:57 looking into oneself melihat ke dalam diri
very, very deeply. secara amat sangat mendalam.
   
3:04 And whether what you Dan apakah apa yang Anda
find in yourself temukan di dalam dirimu...
   
3:08 not according bukan sesuai pendapat
to somebody else orang lain...
   
3:11 but actually for yourself tetapi sesungguhnya untuk dirimu
what you see sendiri apa yang Anda lihat...
   
3:14 and what you perceive in your actions, dan yang Anda lihat
in your reactions and so on di dalam tindakan-tindakanmu,...
   
3:16   di dalam reaksi-reaksimu
  dan seterusnya...
   
3:20 to be aware of that waspada akan itu...
   
3:24 to know oneself. mengenal diri sendiri.
   
3:29 Knowing oneself implies, Mengenal diri sendiri berarti,
doesn't it bukankah begitu...
   
3:36 not having known tidak pernah tahu dan
and recognising 'what is'. mengenali 'apa adanya',...
   
3:45 That is, to discover yaitu, menemukan diri sendiri
oneself anew each time secara baru setiap kali...
   
3:52 not according bukannya sesuai dengan
to a remembrance suatu bentuk ingatan...
   
3:55 of something that you have akan sesuatu yang Anda pernah lihat
seen before in yourself sebelumnya di dalam dirimu...
   
3:59 and recognise it, and keep dan mengenalinya, serta terus
on recognising all the time. mengenalinya sepanjang waktu.
   
4:06 I hope I am making this clear. Saya harap saya sedang
  membuat hal ini jelas,...
   
4:10 That is, I want yaitu, saya ingin
to know myself mengenal diriku...
   
4:13 because if I don't karena bila saya tidak
know myself mengenal diriku sendiri...
   
4:16 there is no possibility of maka tidak mungkin ada tindakan
right action, right behaviour yang benar, perilaku yang benar...
   
4:21 or I have no atau saya tidak memiliki
foundation for any dasar untuk sesuatu...
   
4:29 clarity. kejelasan.
   
4:33 One can deceive so immensely Orang bisa menipu
  secara luar biasa...
   
4:36 live in a kind of illusory hidup dalam semacam dunia ilusi,
world, a make-belief world sebuah dunia khayalan...
   
4:42 but to know oneself so namun mengenal diri sendiri demikian
completely frees the mind tuntasnya, membebaskan batin...
   
4:47 from all its entanglements dari segala keruwetannya...
   
4:52 from all its worries dari semua kegelisahannya...
   
4:56 its everlasting ocehannya yang tiada hentinya
chattering and so on. dan seterusnya.
   
5:02 In that enquiry, we were Di dalam penelitian itu,
saying yesterday kita katakan kemarin...
   
5:07 we are driven by language. kita dikemudikan oleh bahasa.
   
5:12 Language uses us rather Bahasa memakai kita bukannya
than we use language. kita yang memakai bahasa.
   
5:17 We went into that fairly Kita telah membahas ke dalam
thoroughly yesterday. hal itu secara cukup tuntas kemarin.
   
5:21 And also we said Dan juga kita katakan...
   
5:30 that the speaker bahwa si pembicara
not being here sedang tidak berada di sini...
   
5:34 you yourself are Anda sendirilah yang berbicara
speaking to yourself kepada dirimu sendiri...
   
5:38 and listening to dan mendengarkan dirimu sendiri
yourself to find out untuk mencari tahu...
   
5:42 what exactly is going apa yang sesungguhnya sedang
on within yourself berlangsung di dalam dirimu...
   
5:45 within the skin, within di bawah permukaan,
the psychological area of yourself. dalam wilayah psikologis dirimu.
   
5:50 We know very well what Kita mengenal sangat baik akan apa
is happening around us yang berlangsung di sekitar kita...
   
5:53 at least if you are sedikitnya bila Anda telah
fairly well informed memiliki cukup informasi...
   
5:57 but very few of us know tetapi sangat sedikit dari kita
exactly where we are yang mengetahui...
   
5:59   secara tepat di mana
  kita berada...
   
6:02 what our reactions are and if apa saja reaksi kita dan apakah
it is possible to go beyond them. mungkin untuk bisa ke luar darinya.
   
6:10 And also we were Dan juga telah kita
saying yesterday katakan kemarin...
   
6:12 that the basic root of fear bahwa akar paling dasar
in which most of us live, is time. dari rasa takut...
   
6:17   yang mana kebanyakan dari kita
  hidup di dalamnya, adalah waktu.
   
6:23 Chronological time Waktu kronologis...
   
6:26 as yesterday, seperti kemarin,
today and tomorrow hari ini dan besok...
   
6:28 and also the whole dan juga seluruh
movement of thought. pergerakan dari pikiran.
   
6:32 Those are the two factors Itu adalah dua unsur
which bring about fear. yang menimbulkan rasa takut.
   
6:39 And the other factor Dan unsur lain yang ada
in that is remembrance. di dalamnya itu adalah ingatan.
   
6:44 The remembrance Ingatan akan rasa
of a past fear takut masa lalu...
   
6:50 and holding on to dan sedang berpegangan
that remembrance pada ingatan itu...
   
6:54 and projecting a future fear. serta memproyeksikan
  ketakutan yang akan datang.
   
7:00 We were talking Kita telah membahas
about that yesterday. tentang hal itu kemarin.
   
7:03 So if we may we would Jadi kalau boleh kita ingin
like to go into further menyimak lebih lanjut...
   
7:09 factors of ourselves. berbagai unsur tentang
  diri kita.
   
7:12 Most of us, psychologically, Sebagian besar dari kita, secara
live in disorder. psikologis, hidup di dalam kekacauan.
   
7:20 I do not know if you Saya tak tahu apakah
are not aware of it. Anda tidak menyadarinya.
   
7:23 We are driven by, Kita dikendalikan oleh,
not only language tak hanya bahasa...
   
7:28 but also by a great many tapi juga oleh begitu banyaknya
pressures from outside: tekanan dari luar:
   
7:34 economic, social, ekonomi, sosial, politik,
political, national kebangsaan...
   
7:38 the religious berbagai kepercayaan agama
beliefs and so on. dan sebagainya.
   
7:42 But psychologically the greatest Tetapi secara psikologis tekanan
pressure is desire yang terbesar adalah nafsu...
   
7:49 with most of us. pada kebanyakan dari kita.
   
7:54 As we said yesterday Seperti yang kita
  katakan kemarin...
   
7:55 please we are communicating mari kita saling berkomunikasi
with each other. satu sama lain.
   
8:01 You are not merely listening Anda tidak hanya cuma mendengarkan
to the person who is talking seseorang yang sedang berbicara...
   
8:06 who is not at all important. yang sama sekali
  tidaklah penting.
   
8:09 What is said is important, Yang penting adalah apa yang
not the person. diucapkan, bukan orangnya.
   
8:14 It is like if you Itu seperti halnya bila Anda
have a telephone memiliki sebuah telpon...
   
8:17 you don't give great importance Anda tidak memberi nilai tinggi
to the telephone pada pesawat telponnya...
   
8:21 you keep it clean Anda menjaga kebersihannya
but what is said akan tetapi apa yang dikatakan...
   
8:25 through the telephone melalui telpon itulah yang
becomes all important. paling penting.
   
8:28 Similarly the person Sama halnya dengan orang
who is speaking here yang sedang berbicara di sini...
   
8:31 is not at all important. dia sama sekali tidak penting.
   
8:35 I would like to point this Saya ingin menunjuk pada
out over and over again: hal ini berulang-ulang kali:...
   
8:40 the person is not orangnya sama sekali
important at all. tidaklah penting.
   
8:45 But what is said is important. Tetapi apa yang dikatakan
  adalah penting.
   
8:49 So your admiration Maka penghormatan yang Anda
for the person berikan kepada orang ini...
   
8:51 or your dislike of the person, atau ketidak-sukaan Anda pada
or your this, that orangnya, atau ini atau itu Anda...
   
8:55 all that nonsense is semua omong kosong itu
of very little importance. amat sedikit nilainya.
   
9:00 You don't, if you have Anda tidak akan, bila Anda memiliki
a good telephone sebuah pesawat telepon yang bagus...
   
9:02 you don't smash it, you Anda tak membantingnya, Anda menjaga
keep it clean, you respect it. kebersihannya, Anda menghargainya.
   
9:10 But the telephone itself Tetapi pesawat telepon itu sendiri
is of no value at all tak bernilai sama sekali...
   
9:14 but what is said through namun apa yang dikatakan melalui
the telephone becomes significant. telepon itu yang menjadi berarti.
   
9:18 Similarly here the person Sama juga di sini
is not important. orangnya tidaklah penting.
   
9:24 Have you understood that Apakah Anda telah memahaminya
clearly and definitely? dengan jelas dan tegas?
   
9:28 We are saying we live in Kita mengatakan bahwa kita hidup di
disorder, psychologically. dalam kekacauan, secara psikologis.
   
9:34 We may have an orderly room, Kita mungkin memiliki sebuah ruangan
do proper exercises yang rapi, cukup berolah raga...
   
9:41 do so-called yoga - melakukan apa yang disebut yoga -
I won't go into that word saya tak ingin membahas kata itu...
   
9:46 what it means, how it began apa artinya itu, bagaimana
and all the rest of it asal mulanya dan lain sebagainya...
   
9:49 it is not the moment. ini bukan saatnya.
   
9:53 But we keep order outwardly, Tetapi kita menjaga ketertiban
apparently di luar, kelihatannya begitu...
   
9:58 but there is disorder, tapi yang ada adalah
astonishing disorder in the world. kekacauan,
   
10:01   kekacauan yang sungguh
  mencengangkan di dunia ini.
   
10:04 Perhaps that disorder Mungkin kekacauan
is brought about itu ditimbulkan...
   
10:07 by each one's oleh kekacauan psikologis
psychological disorder. masing-masing orang.
   
10:13 Disorder means Kekacauan artinya ada kontradiksi
contradiction in oneself di dalam diri sendiri...
   
10:18 thinking one thing, memikirkan sesuatu,
doing another melakukan hal lain yang berbeda...
   
10:23 saying one thing and do the opposite mengatakan sesuatu dan
to what you have said melakukan hal sebaliknya...
   
10:26   dari apa yang Anda telah ucapkan...
   
10:29 or being uncertain, not clear, atau dalam keadaan
contradictory, and so on. bimbang, tak jelas,
   
10:32   berkontradiksi, dan seterusnya.
   
10:36 All that indicates disorder. Semua itu menunjukkan
  adanya kekacauan.
   
10:39 And also where there Dan juga di mana
is contradiction ada kontradiksi...
   
10:43 there must be effort, di situ pasti ada perjuangan,
where there is division di mana ada pemisahan...
   
10:46 there must be di situ pastilah ada perselisihan
conflict and so on. dan seterusnya.
   
10:49 All that is a state of Kesemuanya itu adalah kondisi
disorder in which we live. kekacauan di dalam mana kita hidup.
   
10:55 That is an obvious fact. Itu adalah sebuah fakta
  yang nyata.
   
10:59 And to bring about Dan untuk menciptakan adanya
order psychologically ketertiban secara psikologis...
   
11:06 what is one to do? apa yang seseorang
  harus lakukan?
   
11:11 I hope you are Saya harap Anda menantang
challenging yourself dirimu sendiri...
   
11:16 and not accepting dan bukannya menerima
my challenge. tantangan saya.
   
11:21 Knowing consciously Mengenal secara sadar...
   
11:25 aware that one is in disorder sadar bahwa seseorang
psychologically, what is one to do? sedang dalam kekacauan...
   
11:28   secara psikologis, apa yang
  seseorang harus lakukan?
   
11:32 How is one to bring about order? Bagaimana seseorang
  menciptakan ketertiban?
   
11:36 Because without order Karena tanpa adanya
  ketertiban...
   
11:38 psychologically secara psikologis maupun
as well as outwardly lahiriah...
   
11:42 one must live in chaos orang mesti hidup dalam
  keruwetan...
   
11:45 as the world is becoming sementara dunia ini semakin lama
more and more chaotic semakin menjadi tambah ruwet...
   
11:50 destructive, violent menghancurkan,
  kejam...
   
11:52 which shows a great deal yang menunjukkan adanya kekacauan
of disorder in the world. yang luar biasa di dunia ini.
   
11:59 And perhaps that disorder Dan mungkin kekacauan itu dipro-
is projected by each one of us yeksikan oleh kita masing-masing...
   
12:03 because we live in disorder. karena kita hidup di
  dalam kekacauan.
   
12:08 So we are asking: Jadi kita sekarang bertanya:
   
12:11 how is one to have complete, bagaimana seseorang bisa
total order in oneself memiliki ketertiban yang lengkap,
   
12:14   ketertiban yang total
  dalam dirinya...
   
12:17 is that possible? apakah itu mungkin?
   
12:21 Where there is order Di mana ada ketertiban, di situ
there is tremendous energy. ada energi yang sangat besar.
   
12:28 Where there is disorder there Di mana ada kekacauan
is the dissipation of energy di situ ada penghamburan energi...
   
12:34 wastage of energy. pemborosan energi.
   
12:37 So we are going to Jadi kita akan bersama-sama
enquire together menyelidiki...
   
12:41 I am not enquiring saya tidak menyelidiki ke dalam diri
into myself but together saya sendiri tapi bersama-sama...
   
12:44 we are enquiring, kita mencari tahu,
exploring into this question: menggali ke dalam pertanyaan ini:
   
12:48 what is order apakah ketertiban itu...
   
12:52 and can there be order dan apakah bisa ada ketertiban
without understanding disorder? tanpa memahami kekacauan?
   
13:01 So we are enquiring Jadi kita bersama-sama
together to find out menyelidiki untuk mencari tahu...
   
13:09 this actual state, the fact kondisi yang sesungguhnya ini, fakta
that we live in disorder bahwa kita hidup dalam kekacauan...
   
13:15 is that a fact, not a verbal apakah itu sebuah fakta, bukan se-
description of the disorder? buah uraian lisan tentang kekacauan?
   
13:24 The word is not the thing. Kata-kata bukanlah
  hal yang sebenarnya.
   
13:29 The description of the disorder Uraian mengenai kekacauan itu
is not actual disorder. bukanlah kekacauan yang sesungguhnya.
   
13:35 The description of a mountain Uraian tentang sebuah gunung...
   
13:37 however beautifully painted, walau bagaimanapun indahnya di-
the beauty of the valley lukiskan, keindahan dari lembahnya...
   
13:41 the light, the snow, cahayanya, saljunya,
the lines against the sky alur garisnya terhadap langit...
   
13:47 the whole sense of dignity, keseluruhan rasa akan keagungannya,
beauty of that mountain keindahan gunung itu...
   
13:52 can be described dapat diuraikan dengan cara
most beautifully yang paling indah...
   
13:55 but the description namun uraian tersebut bukanlah
is not the actual fact. fakta yang sesungguhnya.
   
14:00 For most of us Bagi kebanyakan dari kita
description is sufficient. uraian sudah dirasa cukup.
   
14:06 And so we are caught Dan begitulah kita terperangkap
in the description di dalam uraian itu...
   
14:08 not with the actual fact. bukannya dengan fakta
  yang sesungguhnya.
   
14:11 So when we are asking: Jadi sewaktu kita sedang bertanya:
what is disorder? apakah kekacauan itu?
   
14:16 is that an idea of what apakah itu sebuah
you think should be order pendapat dari apa yang...
   
14:20   Anda pikir semestinya
  adalah ketertiban...
   
14:24 and in comparison with what dan membandingkan
you think should be order dengan apa yang...
   
14:26   Anda pikir semestinya
  adalah ketertiban...
   
14:28 there is disorder, di situ ada kekacauan, yang mana
which again is total disorder. sekali lagi adalah kekacauan total.
   
14:35 I hope you are Saya harap Anda sedang
following all this. mengikuti ini semua.
   
14:40 So we are going to find Jadi kita akan mencari tahu
out what is disorder apakah kekacauan itu...
   
14:45 and having an insight dan memiliki
  satu pandangan terang...
   
14:52 a quick perception of satu persepsi kilat akan keseluruhan
the whole structure of disorder struktur dari kekacauan itu...
   
14:57 then out of that comes order. lalu dari situlah timbul
  ketertiban.
   
15:00 That order is not Ketertiban itu bukannya
according to a pattern berdasarkan suatu pola...
   
15:04 according to a blueprint, berdasarkan suatu cetakbiru,
according to some sage  
   
15:06   berdasarkan pendapat
  orang bijak tertentu...
   
15:08 or some philosopher, atau ahli filsafat tertentu, atau
or some religious quack. penipu tertentu yang berkedok agama.
   
15:14 And most religious Dan kebanyakan para pendeta
priests and hierarchy dan hirarki...
   
15:17 and all the rest dan semua sisanya itu adalah
of it are super quacks. para penipu kelas tinggi.
   
15:25 Even the new pope, Bahkan Paus yang baru,
I hope. (Laughter) saya harap. (Ketawa)
   
15:35 So Jadi (tertawa)
(laughs)  
   
15:44 So, are we aware first that Jadi, apakah pertama-tama
we live in disorder? kita menyadari bahwa...
   
15:48   kita hidup dalam kekacauan?
   
15:52 Not the definition Bukan definisi dari
of that word kata tersebut...
   
15:55 but the actual fact tetapi fakta yang sesungguhnya
of contradiction dari kontradiksi...
   
16:01 of division dari pemisahan...
   
16:03 me and mine aku dan milikku dan
and you and yours Anda dan milikmu...
   
16:07 we and they and all that division kita dan mereka dan
that goes on within ourselves semua pemisahan itu...
   
16:09   yang berlangsung
  di dalam diri kita sendiri...
   
16:12 the constant conflict. pertikaian yang terus-menerus.
   
16:17 All that indicates disorder. Semua itu menandakan
  adanya kekacauan.
   
16:23 And how do you Dan bagaimana Anda
observe that disorder? mengamati kekacauan itu?
   
16:29 Say for example, Misalnya sebagai contoh,
as we took yesterday seperti yang kita pakai kemarin...
   
16:34 attachment in any form keterikatan dalam bentuk apapun ada-
is a factor of disorder lah sebuah unsur dari kekacauan...
   
16:41 and also a factor, as dan juga sebuah unsur, seperti
we pointed out yesterday yang kita tunjukkan kemarin...
   
16:45 as we discovered yesterday seperti yang kita
  temukan kemarin...
   
16:48 a part of fear. bagian dari ketakutan.
   
16:51 So attachment Maka keterikatan...
   
16:56 to a person, to an idea, to pada seseorang, pada suatu ide,
a conclusion, to a past memory pada suatu kesimpulan, pada...
   
16:58   suatu kesimpulan, pada sebuah
  kenangan di masa lalu...
   
17:00 to a piece of furniture pada sebuah perlengkapan furnitur
and so on and so on dan seterusnya dan seterusnya...
   
17:03 does breed disorder. memang membiakkan
  kekacauan.
   
17:10 Do we see that fact? Apakah kita melihat
  kenyataan itu?
   
17:17 And the freedom Dan kebebasan dari
from attachment keterikatan tersebut...
   
17:23 without becoming isolated, tanpa menjadi terisolasi,
callous, indifferent tak berperasaan, tidak peduli...
   
17:31 does that bring apakah itu menciptakan
about certain order? ketertiban tertentu?
   
17:37 Because what we are Karena apa yang kita
talking about is sedang bahas ini adalah...
   
17:40 that when we have put bahwa bila kita telah
everything in order menertibkan segala sesuatunya...
   
17:47 then there is a great deal maka di situ ada suatu energi yang
of energy, tremendous energy. amat besar, energi yang dahsyat.
   
17:55 And one needs that energy Dan orang
  membutuhkan energi itu...
   
18:00 to go most profoundly untuk masuk kedalam dirinya sendiri
into oneself. secara sangat mendalam.
   
18:06 So we are asking, Jadi kita sekarang bertanya,
discovering for ourselves menemukan untuk diri kita sendiri...
   
18:11 first the disorder pertama-tama adalah kekacauan itu
in which we live di dalam mana kita hidup...
   
18:14 and the nature dan hakekat dari
of that disorder kekacauan tersebut...
   
18:17 which is part of yang mana adalah bagian
attachment, fear dari keterikatan, ketakutan...
   
18:20 and pleasure and so on dan kenikmatan
  dan seterusnya...
   
18:30 and without directing dan tanpa menggiringnya
it in a particular direction ke satu arah tertentu...
   
18:34 hoping that berharap bahwa itu
will bring order akan membawa ketertiban...
   
18:37 but just to be aware tetapi hanya dengan
of this disorder mewaspadai kekacauan ini...
   
18:41 without any movement tanpa adanya gerakan apapun
away from it. yang menjauhinya.
   
18:45 Are we meeting each other? Apakah kita saling memahami?
   
18:53 Is the speaker making Apakah si pembicara telah
the thing clear? membuat hal ini jelas?
   
18:58 That is, may I go into it? Dengan demikian, bolehkah saya
All right. masuk kedalamnya? Baiklah.
   
19:02 Suppose I live in disorder Misalnya saya hidup
  dalam kekacauan...
   
19:06 inwardly yang terjadi di dalam...
   
19:08 I may have marvellous Saya boleh saja memiliki ketertiban
order outwardly yang menakjubkan di luar...
   
19:12 but inwardly perhaps tapi di dalam mungkin saya sedang
I am in great disorder. dalam kekacauan yang parah.
   
19:19 And I ask myself, Dan saya bertanya pada diriku
what am I to do? sendiri, apa yang harus saya lakukan?
   
19:24 Is that disorder Apakah kekacauan tersebut adalah
different from me? sesuatu yang berbeda dengan saya?
   
19:29 Or I am that disorder? Atau sayalah kekacauan itu?
   
19:32 You understand this question? Anda memahami pertanyaan ini?
   
19:36 Please, this is really Mari, ini hal yang benar-benar
important to understand penting untuk dipahami
   
19:40 because if the disorder karena bila kekacauan ini
is different from me sesuatu yang berbeda dari saya...
   
19:44 then I can do maka saya dapat berbuat
something about it sesuatu terhadapnya...
   
19:48 then I can change maka saya dapat
the pattern merubah bentuk polanya...
   
19:50 move from one corner berpindah dari satu sudut
to another corner ke sudut yang lain...
   
19:53 or bring atau menciptakan ketertiban
psychological order yang bersifat psikologis...
   
19:56 by suppressing, by control, dengan menindasnya, mengendalikannya,
by this and by that. dengan cara ini dan itu.
   
19:59 I can do something about it. Saya dapat melakukan sesuatu
  terhadapnya.
   
20:04 But if the disorder is Tetapi bila kekacauan itu bukanlah
not different from me sesuatu yang berbeda dari saya...
   
20:09 which is a fact, yang mana adalah sebuah fakta, bahwa
that the disorder is me kekacauan tersebut adalah saya...
   
20:15 then the problem arises, maka permasalahannya timbul,
what happens then? apa yang akan terjadi setelah itu?
   
20:22 You are following all this? Anda mengikuti semua ini?
   
20:27 You are not listening to me, Anda tidaklah mendengarkan saya, Anda
you are listening to yourself. sedang mendengarkan dirimu sendiri.
   
20:32 Then perhaps you will Maka mungkin Anda akan
bring about a change. menciptakan suatu perubahan.
   
20:35 But if you merely Tetapi bila Anda hanyalah sekedar
listen to the speaker mendengarkan si pembicara...
   
20:38 you can listen to him Anda bisa saja mendengarkan dia
for the rest of your life selama sisa hidupmu...
   
20:41 and I hope you won't dan saya harap Anda
  tidak melakukannya...
   
20:46 and if you merely listen dan bila Anda hanya sekedar
to him you won't change. mendengar...
   
20:48   pada dia, Anda
  tidak akan berubah.
   
20:49 But if you yourself see Tetapi bila Anda sendiri melihat
that you live in disorder bahwa Anda hidup dalam kekacauan...
   
20:54 and that disorder is dan kekacauan itu
not different from you tidaklah berbeda darimu...
   
20:58 fundamentally, basically secara mendasar, bahwa pada dasarnya
you are that disorder Anda adalah kekacauan itu...
   
21:06 then what takes place? maka apa yang terjadi?
   
21:11 Before, you could do Sebelumnya, Anda bisa lakukan
something about it sesuatu terhadapnya...
   
21:16 because you separated karena Anda memisahkan
yourself from it dirimu dari padanya...
   
21:19 and you operated on it dan Anda bertindak
  terhadapnya...
   
21:23 and therefore in that dan oleh karenanya dalam hal itu
there was constant conflict terdapatlah konflik terus-menerus...
   
21:26 betrayal, one day pengkhianatan, suatu hari
you could do it Anda bisa melakukannya...
   
21:29 the next day you couldn't hari berikutnya Anda tidak bisa
do it and so on and so on melakukannya dan seterusnya...
   
21:32 fluctuating from day to day. terus berfluktuasi
  hari demi hari.
   
21:35 Whereas the fact is, Sedangkan faktanya adalah,
you are that disorder. Andalah kekacauan itu.
   
21:44 That is a fact, not a conclusion Itu adalah fakta, bukan sebuah
which the speaker kesimpulan yang mana si pembicara...
   
21:47 has come to and is trying to telah mewaspadainya dan sekarang
impose it on you, which he is not. sedang mencoba untuk...
   
21:51   memaksakannya pada Anda,
  yang mana tidaklah dia lakukan.
   
21:54 We are not doing Kita tidak sedang membuat propaganda
propaganda of any kind dalam bentuk apapun...
   
21:57 trying to convince mencoba untuk meyakinkan Anda
you of anything. akan suatu hal apapun.
   
22:04 But when the disorder is me Tetapi bila kekacauan itu
  adalah saya...
   
22:09 I can't do anything Saya tidak bisa melakukan
about it suatu hal apapun terhadapnya...
   
22:12 which means I can't operate yang mana berarti saya tidak
on it as I used to before. bisa berbuat sesuatu...
   
22:14   terhadapnya seperti yang biasanya
  saya lakukan sebelumnya.
   
22:17 So I remain in Maka saya tetap berada di
this total disorder. dalam kekacauan total ini.
   
22:25 Are you doing this Apakah Anda melakukan ini sewaktu
as we are talking? kita sedang membicarakannya?
   
22:28 Or is it just a Atau apakah ini hanya sekedar
verbal accumulation? penghimpunan ungkapan kata-kata?
   
22:35 Which is, I am not different Yang mana adalah, saya tidaklah
from that disorder. berbeda dari kekacauan itu.
   
22:40 That disorder exists because Kekacauan itu ada karena saya
I have divided myself telah memisahkan diriku sendiri...
   
22:45 from what I have dari apa yang telah saya
called disorder. namakan kekacauan.
   
22:48 That is one of the major Itu adalah salah satu dari
factors of disorder. unsur-unsur utama kekacauan.
   
22:53 I have discovered that. Saya telah temukan itu.
   
22:56 Wherever there is a Di mana ada satu
separation between me pemisahan di antara saya...
   
23:01 and psychologically dan apa yang saya
what I observe amati secara psikologis...
   
23:05 that division is one of maka pemisahan itu adalah salah satu
the major factors of disorder. dari unsur-unsur utama kekacauan.
   
23:12 That is, when I call myself Maka, ketika saya menyebut diriku
a Hindu, or myself a Muslim seorang Hindu, atau seorang Muslim,
   
23:17 or a Christian, Catholic atau seorang Kristen, Katolik atau
or a British or a French seorang Inggris atau Perancis...
   
23:21 or German, atau Jerman, atau apapun itu...
or whatever it is  
   
23:22 the division is pemisahan itu adalah
a factor of disorder sebuah unsur dari kekacauan...
   
23:28 the Jew and the Arab, you orang Yahudi dan
have got an obvious example orang Arab, Anda...
   
23:30   telah mendapatkan
  sebuah contoh yang jelas...
   
23:33 everyday that is happening. itu berlangsung setiap hari.
   
23:35 So psychologically Maka secara psikologis...
   
23:38 when there is division between bila ada pemisahan
disorder and myself antara kekacauan dan diriku...
   
23:42 I am encouraging dengan begitu saya mendorong
and cultivating disorder. dan memelihara kekacauan.
   
23:50 Whereas the fact is Sedangkan faktanya adalah
the disorder is myself kekacauan itu adalah saya sendiri...
   
23:56 and therefore the realisation, dan karenanya, pemahaman itu, kebe-
the truth of that brings order. naran dari itu membawa ketertiban.
   
24:06 Are you following this? Apakah Anda sedang
  mengikuti ini?
   
24:11 You are all very silent. Anda semua sangat senyap.
   
24:17 It's up to you. Itu terserah Anda. Q:Saya sedang
Q: I am waiting for it to happen. menantikan hal itu terjadi.
   
24:23 K: The gentleman says he is K:Bapak itu mengatakan bahwa dia se-
waiting for it to happen. dang menunggu hal itu untuk terjadi.
   
24:27 I'm afraid you will have to wait Saya khawatir Anda harus
a long time then! (Laughter) menunggu lama tentunya! (Ketawa)
   
24:34 It is a fact, it can't Itu adalah sebuah fakta,
happen to you. itu tidak bisa terjadi pada Anda.
   
24:38 You yourself see Anda sendiri melihat apa
what is going on yang sedang berlangsung...
   
24:43 therefore the actual fact dengan demikian fakta
  yang sesungguhnya...
   
24:46 the truth of the matter kebenaran dari hal itulah yang
frees the mind from disorder. membebaskan batin dari kekacauan.
   
24:53 The cause of this disorder Penyebab dari kekacauan ini...
   
24:56 is the separation as me adalah pemisahan sebagai saya
and different from disorder. dan berbeda dari kekacauan.
   
25:02 You understand? Anda paham?
   
25:09 So, similarly can we Jadi, sesuai dengan itu dapatkah kita
bring order in our life? membawa ketertiban dalam hidup kita?
   
25:18 That is, to learn the art Itu adalah,
  dengan mempelajari seni...
   
25:23 of putting everything menaruh semuanya
in its right place. pada tempatnya yang benar.
   
25:29 That is order. Itulah ketertiban.
   
25:32 But you cannot put things Tetapi Anda tidak dapat menaruh ben-
in their right place da-benda di tempatnya yang benar...
   
25:35 unless the man who puts kecuali orang yang menaruhnya
the thing in the right place pada tempatnya yang benar...
   
25:40 is also very orderly. adalah sangat tertib juga.
   
25:43 You understand? Anda paham?
   
25:45 Naturally. Wajar.
   
25:47 So we are trying to Jadi kita sedang mencoba mencari
find out what is order tahu apakah ketertiban itu...
   
25:53 and what is disorder. dan apa kekacauan itu.
   
25:56 Disorder can be Kekacauan hanya bisa
dissolved only dilenyapkan...
   
26:01 when the division between bila pemisahan antara
me and the other aku dan orang lain...
   
26:04 ceases to be, tidak ada lagi,
psychologically. secara psikologis.
   
26:09 And one has to learn the art Dan orang
  harus mempelajari seni...
   
26:15 of putting things menaruh segala sesuatu
in their proper place. pada tempatnya yang benar.
   
26:19 Money, which most of us, Uang, yang mana sebagian besar dari
if we have lots of it kita, bila kita memilikinya banyak...
   
26:24 cling to it, if you melekat padanya,
have little of it bila Anda memilikinya sedikit...
   
26:27 you want more of it, Anda menginginkan yang lebih banyak
and so on and so on. lagi, dan seterusnya dan seterusnya.
   
26:29 Money has become tremendously Uang telah menjadi bukan main
important in the world. pentingnya didunia ini.
   
26:35 And also sex has become Dan juga seks telah menjadi
tremendously important. amat sangat penting.
   
26:41 I am not going to talk Saya tak akan membicarakan
about it, it is important. hal itu, itu penting.
   
26:44 You know how important Anda tahu betapa pentingnya
it is in your life. hal itu di dalam kehidupanmu.
   
26:50 And when you give something Dan bila Anda memberi nilai demikian
such great importance besar pentingnya pada sesuatu...
   
26:56 that very fact that you fakta itu sendiri di mana Anda
are giving a particular memberi pada sesuatu hal tertentu...
   
27:01 thing great importance nilai kepentingan yang besar,
is disorder. adalah kekacauan.
   
27:05 Right? Benar?
   
27:08 If I give tremendous Bila saya memberi nilai kepentingan
importance to exercise amat besar pada latihan...
   
27:14 so-called yoga yang disebut yoga...
   
27:17 then I am putting that maka saya menaruhnya
totally out of proportion. secara total di luar proporsi.
   
27:24 So putting everything Jadi meletakkan segala sesuatunya
in its proper place pada tempatnya yang sesuai...
   
27:27 implies giving everything berarti memberikan nilai yang benar
its right value. pada segala sesuatunya.
   
27:32 Right? Benar?
   
27:34 Can we do that? Dapatkah kita melakukannya?
   
27:39 Do we want to do that? Apakah kita ingin
  melakukannya?
   
27:43 Or is it all much too difficult? Atau apakah itu semua
  terlalu sulit?
   
27:48 Or you say, 'Please, we have Atau Anda berkata, 'Ayolah, kita
lived for so many years sudah hidup begitu banyak tahun...
   
27:52 in this mess, let me go on. dalam kesemrawutan ini,
Don't interfere with this mess'. biarkan saya melanjutkannya.
   
27:55   Jangan ikut campur
  dengan kesemrawutan ini'.
   
28:01 And so you accept the mess Dan begitulah Anda menerima kesemra-
and you are accustomed to it. wutan itu dan Anda terbiasa padanya.
   
28:06 You say we've become Anda bilang kita telah menjadi
comfortable with this mess nyaman dengan kesemrawutan ini...
   
28:11 and we don't dan kita tidak ingin
want to alter it. mengubahnya.
   
28:15 But a man who is Tetapi seseorang yang
seriously concerned secara serius merasa prihatin...
   
28:18 not only with tak hanya dengan dunia
the world outside of us di luar kita...
   
28:21 but also inwardly tapi juga di dalam diri...
   
28:26 to give money, sex, menempatkan uang, seks, segala sesua-
everything its proper place tunya pada tempatnya yang tepat...
   
28:30 is to learn adalah untuk mempelajari
the beauty of freedom. indahnya kebebasan.
   
28:36 Without that there Tanpa itu tidak ada kebebasan.
is no freedom.  
   
28:43 So then the next problem is: Jadi kemudian masalah
  yang berikutnya adalah:
   
28:45 we live under great kita hidup di bawah tekanan amat
pressure, more and more. besar, makin lama makin banyak.
   
28:52 Pressure Tekanan - berbagai tekanan
- institutional pressures yang bersifat kelembagaan...
   
28:57 political pressures, economic berbagai tekanan politik,
pressures, social pressures ekonomi, sosial...
   
29:00 and so on and dan seterusnya dan
so on and so on. seterusnya dan seterusnya.
   
29:03 And we said perhaps Dan kita katakan mungkin
the greatest pressure tekanan yang paling besar...
   
29:07 in most of us is the desire dalam diri sebagian besar dari kita
that wants to act adalah nafsu yang ingin bertindak...
   
29:14 the pressure of tekanan dari nafsu yang
tremendous desire. sangat kuat.
   
29:18 Right? Are we Benar? Apakah kita mengikuti
following all this? semua ini?
   
29:21 May I go on? Boleh saya lanjutkan?
Q: Yes. Q: Ya.
   
29:27 K: I hope you are watching K: Saya harap Anda sedang menyak-
all this in yourself. sikan semuanya ini dalam dirimu.
   
29:30 Because you can Karena Anda bisa
listen to these words mendengarkan kata-kata ini...
   
29:33 for the next 10 years, untuk masa 10 tahun, 15 tahun,
15 years, 20 years 20 tahun berikutnya...
   
29:36 but at the end of that you say, tapi pada ujung dari itu
'I am where I was'. Anda berkata,...
   
29:38   'saya berada di tempat
  seperti dulu saya berada'.
   
29:40 Because you don't apply Karena Anda tidak
  menerapkan...
   
29:45 you don't say, Anda tidak mengatakan,
'I am going to find out'. 'Saya akan mencari tahu'.
   
29:52 You merely live at Anda hanyalah hidup
the level of words. dalam tahap kata-kata saja.
   
29:58 The next thing is: Hal selanjutnya adalah:...
   
30:00 why is there such mengapa ada suatu tekanan
a tremendous pressure yang sedemikian kuatnya...
   
30:05 of desire in most of us? dari nafsu dalam diri
  sebagian besar dari kita?
   
30:09 The pressure of sex, Tekanan seksual,
the pressure of desire for sex tekanan dari nafsu untuk seks...
   
30:13 desire for experience, nafsu untuk memperoleh pengalaman,
desire to be popular, famous nafsu untuk jadi populer, terkenal...
   
30:17 desire to nafsu untuk
- you know, all the rest of it - Anda tahu, semua lainnya itu...
   
30:20 what the activities apa saja aktifitas dari nafsu.
of desire are.  
   
30:25 Desire for enlightenment, Nafsu untuk pencerahan, yang adalah
which is the most stupid desire! jenis nafsu yang paling bodoh!
   
30:32 Because enlightenment Karena pencerahan tidaklah
doesn't come through desire. datang melalui nafsu.
   
30:37 You may go to all the highest Anda boleh pergi ke semua...
peaks in the Himalayas  
   
30:39   puncak-puncak tertinggi di
  pegunungan Himalaya...
   
30:42 but you will never tapi Anda tidak akan pernah
find illumination there. menemukan pencerahan di sana.
   
30:48 It is where you are, Ini ada di mana Anda berada,
not in India, or in Japan tidak di India, atau di Jepang...
   
30:52 or in some other place atau di tempat tertentu yang lain
- or even Rome. (Laughter) - atau bahkan di Roma. (Ketawa)
   
31:00 Sorry to talk about Rome Maaf untuk berbicara tentang Roma
because I have just heard karena saya baru saja mendengar...
   
31:02 this morning about the Pope pagi ini mengenai Paus
being elected! (Laughter) yang baru terpilih! (Ketawa)...
   
31:18 So, if one is aware in Maka, bila seseorang waspada
oneself, of oneself di dalam dirinya, akan dirinya...
   
31:24 one sees how desire is orang melihat bagaimana nafsu
so extraordinarily strong begitu luar biasa kuatnya...
   
31:34 desire for power, nafsu akan kekuasaan,
to dominate people untuk menguasai orang-orang...
   
31:39 Desire for you know all this, Nafsu untuk,...
I don't have to go into details.  
   
31:42   Anda tahu semuanya tentang ini, saya
  tidak perlu masuk ke dalam rincian.
   
31:45 You know it all very, very well. Anda mengenal itu semua
  dengan sangat, sangat baik.
   
31:48 And we live under this pressure. Dan kita hidup di bawah
  tekanan ini.
   
31:53 And so not only physiologically Dan dengan demikian, tak hanya secara
one becomes ill jasmaniah seseorang menjadi sakit...
   
31:58 the strain of it, ketegangan darinya,
but also psychologically tetapi juga secara kejiwaan...
   
32:02 it is a great travail, itu adalah satu kesulitan yang besar,
it is a great problem. itu adalah satu masalah yang besar.
   
32:09 I desire, say for example, to Saya bernafsu, sebagai contoh,
be the most marvellous person untuk menjadi...
   
32:11   orang yang paling
  mengagumkan...
   
32:14 and it is a dan itu adalah satu ketegangan
constant strain yang terus menerus...
   
32:19 to become somebody, to be untuk menjadi seorang penting,
somebody, to achieve a result. jadi seorang penting,...
   
32:22   untuk meraih suatu hasil.
   
32:28 So one can see desire, Maka seseorang dapat melihat nafsu,
without being understood tanpa dipahaminya...
   
32:32 the whole nature and keseluruhan hakekat dan
the structure of desire struktur dari nafsu...
   
32:35 is one of the factors adalah salah satu dari
of disorder. unsur-unsur kekacauan.
   
32:38 Right? Benar?
   
32:40 Please do we see that? Mari apakah kita melihatnya?
   
32:44 Please don't accept Tolong janganlah menerima
what I am saying apa yang saya katakan...
   
32:47 that is totally unimportant. itu sama sekali tidak penting.
   
32:49 Is that in yourself a fact which Apakah itu di dalam dirimu merupakan
you have discovered for yourself suatu kenyataan yang mana...
   
32:52   Anda telah menemukannya
  untuk dirimu sendiri...
   
32:55 seeing that desire in menyaksikan nafsu tersebut dalam
all its multiple forms semua ragam bentuknya...
   
33:01 and multiple expressions dan beraneka ragam ekspresi
does breed confusion memang melahirkan kebingungan...
   
33:06 does breed disorder. melahirkan kekacauan. Benar?
Right?  
   
33:15 And most people Dan sebagian besar orang telah
have said control desire mengatakan kendalikanlah nafsu...
   
33:18 suppress desire, tindaslah nafsu,
or fulfil desire atau salurkan nafsu...
   
33:24 go to the extreme of desire pergilah ke bentuk nafsu yang
- they have done all these tricks. paling ekstrim...
   
33:26   - mereka telah melakukan
  semua tipuan ini.
   
33:29 Talk to any monk Bicaralah dengan
  biarawan siapa saja...
   
33:33 and they will tell you dan mereka akan memberi
we must suppress any desire tahu Anda bahwa...
   
33:35   kita mesti menindas
  setiap bentuk nafsu...
   
33:37 carnal desire, nafsu jasmani, atau
or any form of desire apapun bentuk nafsunya...
   
33:41 in order to serve God or Jesus or supaya bisa melayani Tuhan atau
- whoever God is. Yesus atau - siapapun Tuhan itu.
   
33:47 And so there is always Dan makanya selalu ada
this suppression penindasan ini...
   
33:51 control, constant conflict pengendalian, konflik yang
  terus menerus...
   
33:56 you desire something, Anda bernafsu akan sesuatu,
you suppress it Anda menindasnya...
   
33:59 you rationalise it, you control it, Anda merasionalisasikannya,
you run away from it and so on. Anda mengendalikannya,...
   
34:02   Anda menyingkir darinya
  dan seterusnya.
   
34:06 So what we are trying to do Jadi apa yang kita
  sedang coba lakukan...
   
34:09 what we are saying is: apa yang kita sedang
  katakan adalah:
   
34:11 let's find out mari kita cari tahu
the nature of desire hakekat dari nafsu...
   
34:16 how it arises, and whether we bagaimana itu timbul,
can give desire its proper place dan apakah...
   
34:20   kita bisa beri nafsu
  tempatnya yang tepat...
   
34:26 and not in any way suppress it, dan tidak secara apapun menindasnya,
control it, destroy it. mengendalikannya, menghancurkannya.
   
34:32 Right? Benar?
   
34:35 We are going to go into that. Kita akan menyimak hal itu.
   
34:39 So one must find out the whole Jadi seseorang harus
nature and the structure of desire. mencari tahu seluruh hakekat...
   
34:43   dan struktur dari nafsu.
   
34:50 Find out for oneself Temukan untuk diri sendiri...
   
34:56 not be told what is the nature bukannya dengan diberi tahu tentang
and the structure of desire. apa hakekat dan struktur dari nafsu.
   
35:01 Then if you accept it Kemudian bila Anda
  menerimanya...
   
35:04 you will come back next year Anda akan kembali tahun depan atau
or the next thirty years selama tiga puluh tahun berikutnya...
   
35:06 and say, 'Well, that dan berkata, 'Baiklah, itu persis
is exactly where I am di mana saya sekarang ini berada...
   
35:10 I began and you have left Saya memulainya dan Anda
me where I was after 30 years'. telah meninggalkan...
   
35:12   saya di mana saya sebelumnya
  berada setelah 30 tahun'.
   
35:14 Because one has Karena orang telah hidup
lived on words pada kata-kata...
   
35:18 not actually gone tidak sesungguhnya masuk ke
into it for yourself. dalamnya untuk dirimu sendiri.
   
35:27 Why has desire become so Mengapa nafsu telah menjadi
extraordinarily important? demikian luar biasa pentingnya?
   
35:35 It is encouraged Itu didorong melalui
through education pendidikan...
   
35:41 in every form, society dalam segala bentuknya,
  masyarakat...
   
35:44 all things around us encourage semuanya di sekitar kita
this process of desire. mendorong proses nafsu ini.
   
35:53 I want to find out why desire Saya ingin mencari tahu kenapa
has become important nafsu telah menjadi penting...
   
35:58 in oneself dalam diri sendiri dan
and what is desire. apakah nafsu itu.
   
36:05 So I must first understand Maka saya pertama-tama harus
the nature of sensation. memahami hakekat dari sensasi.
   
36:10 Right? Benar?
   
36:11 Sensory perception, senses. Persepsi inderawi, indera-indera.
   
36:14 I must understand Saya harus memahami bagaimana
the way of the senses. indera-indera ini bekerja.
   
36:20 May we go on? Boleh kita lanjutkan?
   
36:29 The senses being touch, Indera-indera berupa indera peraba,
smell, taste and so on. penciuman, perasa dan sebagainya.
   
36:39 And we never function with Dan kita tak pernah berfungsi
all the senses in operation. dengan semua indera itu bekerja.
   
36:49 I wonder if you understand this. Saya ingin tahu apakah
  Anda memahami hal ini.
   
36:54 No? Tidak?
   
36:58 Taste becomes so Cita rasa menjadi begitu
extraordinarily important luar biasa pentingnya...
   
37:02 if you are a gourmet bila Anda seorang
  ahli pencicip makanan...
   
37:04 if you like good food, bila Anda menyukai makanan enak,
wine and all the rest of it anggur dan segala macamnya itu...
   
37:09 taste becomes cita rasa menjadi
extraordinarily important. luar biasa pentingnya.
   
37:14 Or if you are sensitive, music. Atau bila Anda seseorang
  yang sensitif, musik.
   
37:18 Only music becomes important, Hanya musiklah yang menjadi penting,
hearing a lovely sound mendengarkan suara yang indah...
   
37:22 and the space between sounds, dan jarak di antara nada-nada,
and the quality of sound. dan kwalitas dari suara.
   
37:28 Or something. Atau sesuatu.
   
37:31 So our senses are Jadi indera-indera kita
broken up, fragmented terpecah belah, terpisah-pisah...
   
37:37 we never see anything kita tak pernah melihat sesuatu deng-
with all our senses completely. an semua indera kita selengkapnya.
   
37:44 Right? Benar?
   
37:47 Are we understanding each other? Apakah kita saling memahami
  satu sama lain?
   
37:50 Can you look at something Bisakah Anda
  memandang sesuatu...
   
37:52 the movement of the sea pergerakan laut...
   
37:57 the way of the clouds lintasan awan-awan...
   
38:01 the wind among the trees, embusan angin di antara
to look at it all pepohonan, memandang itu semua...
   
38:04 with all your senses dengan semua indera Anda sepenuhnya
fully flowering and looking. berkembang dan menyaksikannya.
   
38:10 Can we do that? Bisakah kita melakukan itu?
   
38:12 Then when you do that Maka bila
you will see as a test Anda melakukan itu,...
   
38:15   Anda akan menyaksikan,
  sebagai sebuah uji coba...
   
38:18 you are not accepting Anda tidak menerima apa
what I am saying yang saya sedang katakan...
   
38:21 test it for yourself ujilah untuk dirimu sendiri
- then you will see - maka Anda akan melihat...
   
38:25 that there is no centre bahwa di sana tidak ada pusat
from which you are observing. dari mana Anda mengamatinya.
   
38:34 There is no division caused Di sana tidak ada pemisahan...
by the centre who says  
   
38:36   yang disebabkan oleh si pusat
  yang mengatakan...
   
38:39 'I am different from that'. 'Saya berbeda dari itu'.
   
38:44 When you observe Sewaktu Anda mengamati segala
things totally sesuatunya secara menyeluruh...
   
38:47 a woman or seorang wanita atau pria atau
a man or a child seorang anak kecil...
   
38:52 or your girl friend, atau teman wanita Anda,
husband, wife suami, istri...
   
38:56 with all the senses dengan seluruh indera
awakened terbangun...
   
38:59 then there is no one particular maka tidak ada satu indera tertentu
sense demanding an action. yang menuntut suatu tindakan.
   
39:07 You are following all this? Apakah Anda sedang mengikuti
  semua ini?
   
39:09 Are you doing it as we Apakah Anda melakukannya saat
are talking about it? kita sedang membicarakannya?
   
39:14 So senses have Jadi indera memiliki tempat mereka
their right place yang sebenarnya...
   
39:20 but they become tetapi mereka menjadi bersifat
destructive, divisive menghancurkan, memecah belah...
   
39:24 and conflicting when dan saling berkonflik sewaktu
one particular sense satu indera tertentu...
   
39:28 is developed and the others dikembangkan dan yang lainnya
are dormant or semi-dormant. diam atau setengah diam.
   
39:34 Whereas when you observe something Sedangkan sewaktu Anda
entirely with all your senses mengamati sesuatu...
   
39:38   secara menyeluruh dengan
  semua inderamu...
   
39:41 then there is no maka di situ tidak ada perpecahan
division in yourself. di dalam dirimu.
   
39:48 So desire is part of Jadi nafsu adalah bagian dari
these sensations sensasi-sensasi ini...
   
39:54 is the beginning adalah awal dari sensasi.
of sensation.  
   
39:59 Right? Benar?
   
40:01 That is a fact, isn't it? Itu adalah sebuah fakta,
  bukankah begitu?
   
40:06 See a beautiful woman or Melihat seorang wanita cantik
a man or a child, or a car atau seorang pria...
   
40:07   atau seorang anak kecil,
  atau sebuah mobil...
   
40:09 or a mountain, or a lovely atau suatu gunung, atau rumah dengan
proportioned house, or a garden proporsi yang elok, atau kebun...
   
40:15 and perception, dan persepsi, sensasi dan
sensation and the desire arises. nafsunya bangkit.
   
40:18 Right? Betul?
   
40:19 And the desire Dan nafsu itu...
   
40:23 that sensation, perception, sensasi itu, persepsi, sensasi
sensation creates the image menciptakan sebuah gambaran...
   
40:29 and then desire dan kemudian nafsu
begins to operate. mulai beroperasi.
   
40:32 That is the whole Itu adalah seluruh pergerakan
movement of desire. dari nafsu.
   
40:36 This is a simple, obvious, daily Ini adalah sebuah fakta yang seder-
fact which you can observe hana, nyata, fakta sehari-hari...
   
40:39   yang mana dapat Anda amati...
   
40:43 if you are paying attention. bila Anda memperhatikannya.
   
40:50 So where does the conflict, Jadi di mana konflik itu, kesulitan
the trouble, the confusion begin itu, kebingungan itu berawal...
   
40:57 in the movement of desire? dalam pergerakan nafsu ini?
   
41:00 Right? You are following? Benar? Anda sedang mengikuti?
   
41:03 Say, for example, I see a beautiful Katakanlah, sebagai contoh, saya
tree, or a lovely garden. melihat suatu pohon yang indah,...
   
41:06   atau suatu kebun yang elok.
   
41:10 I have got a piece of land Saya memiliki sebidang
  tanah...
   
41:12 and I'd like to have such dan saya ingin memiliki sebuah
a beautiful garden myself. kebun yang indah seperti itu...
   
41:14   untuk diriku sendiri.
   
41:17 That is, there is perception Tepatnya, disana ada persepsi,...
   
41:20 sensation, the image-making sensasi, pembentukan gambaran
which is thought - right? yang mana adalah pikiran - benar?
   
41:29 and then thought pursues dan kemudian pikiran mengejar
that which it has observed apa yang telah diamatinya itu...
   
41:33 which it has pleased. yang mana telah
  membuatnya senang.
   
41:37 So wherever there is Jadi di mana ada
the movement of thought pergerakan pikiran...
   
41:43 with regard to sensation yang berhubungan dengan sensasi
then desire brings conflict. maka nafsu membawa konflik.
   
41:50 Are you understanding this? Anda sedang memahami hal ini?
   
41:56 Is this clear, or am I too? Apakah ini jelas,
No, no, I see it is not. atau apakah saya terlalu...?
   
41:58   Tidak, tidak, saya melihat
  halnya tidak demikian.
   
42:00 I have to repeat it differently. Saya harus mengulanginya
  dengan cara yang berbeda.
   
42:04 There is perception Ada persepsi tentang
of a beautiful house sebuah rumah yang indah...
   
42:09 well-proportioned, berproporsi baik,
all the rest of it. dan berikut semua lainnya itu.
   
42:14 Then there is sensation. Kemudian di situ ada sensasi.
   
42:22 That is normal, Itu wajar, itu perlu...
that is essential  
   
42:27 otherwise I am blind, bila tidak maka saya buta,
my senses are not acute, aware. indera saya tidak tajam, waspada.
   
42:35 But the trouble begins Tetapi masalah dimulai
the moment thought pada saat pikiran...
   
42:39 creates the image of menciptakan gambaran berupa
owning a house like that sedang memiliki rumah seperti itu...
   
42:45 and working for it dan sedang bekerja
  untuk itu...
   
42:47 identifying oneself mengidentifikasi dirinya dengan
with that house and so on. rumah tersebut dan seterusnya.
   
42:50 So where thought begins to Jadi di mana pikiran mulai
interfere with the perception ikut campur dengan persepsi...
   
42:57 then there is division maka di situ ada pemisahan...
   
43:00 then desire begins. lalu nafsu dimulai.
You've followed this? Anda mengikuti ini?
   
43:04 Is this clear? Apakah ini jelas?
   
43:05 No, not what I am saying, Tidak, bukan apa yang saya katakan,
for yourself. untuk dirimu sendiri.
   
43:13 Are you also working as Apakah Anda juga sedang bekerja
hard as we are all working? sekeras seperti kita semua?
   
43:17 It is hot in here. Di dalam sini terasa panas.
   
43:19 Are you working as hard? Apakah Anda sedang bekerja dengan
I hope so. sama kerasnya? Saya harap begitu.
   
43:21 It doesn't matter. Tak apalah. Terserah Anda.
It is up to you.  
   
43:25 So the question is: Maka pertanyaannya adalah:
   
43:30 it is natural to have adalah wajar untuk memiliki
the perception, sensation persepsi, sensasi...
   
43:38 that is natural itu adalah wajar...
   
43:44 but can that moment stop tapi bisakah saat itu berhenti
and not thought come in dan pikiran tidak masuk ke dalam...
   
43:48 and create an image and pursue dan menciptakan satu
that image which becomes desire? gambaran dan mengejar...
   
43:51   gambaran itu yang mana
  menjadi nafsu?
   
43:53 You understand what I'm saying? Anda memahami apa yang saya katakan?
You understand my question? Anda mengerti pertanyaan saya?
   
44:02 That is, perception, Tegasnya, persepsi,
sensation is normal, healthy sensasi adalah wajar, sehat...
   
44:10 but when thought comes in, tapi sewaktu pikiran masuk ke dalam,
creates the image menciptakan gambaran...
   
44:17 then the image is pursued as lalu gambaran itu dikejar sebagai
desire, then the trouble begins. nafsu, maka gangguan timbul.
   
44:24 Haven't you noticed Belum pernahkah Anda memperhatikan
it in yourself? hal ini dalam dirimu sendiri?
   
44:26 You can see a beautiful car Anda bisa melihat sebuah
  mobil yang bagus...
   
44:30 and there is the sensation dan d isana ada sensasi...
   
44:34 and the image of you dan gambaran dari Anda sedang mengen-
driving in it, driving it darai di dalamnya, mengemudikannya...
   
44:38 the power you tenaga yang Anda miliki
have and all that. dan semuanya itu.
   
44:42 But whereas seeing the car, Namun ketika sedang melihat mobil
sensation, and stop there. itu, sensasi, dan berhenti disitu.
   
44:49 Can you do it? Bisakah Anda melakukannya?
   
44:52 You try it and see Anda coba dan lihat apa
what is involved in it. yang terlibat di dalamnya.
   
45:01 In that there is no control. Di situ tidak ada pengendalian.
   
45:04 You see the whole Anda melihat seluruh
implication of desire implikasi dari nafsu...
   
45:09 how it arises bagaimana timbulnya...
   
45:11 how thought then creates bagaimana pikiran lalu menciptakan
the image and pursues it. suatu gambaran dan mengejarnya.
   
45:19 Whereas perception, Sedangkan persepsi, sensasi dan
sensation and looking at the car sedang melihat mobil itu...
   
45:24 or the mountain, the girl, atau gunung itu, gadis itu, atau
or the boy, or whatever it is. pemuda itu, atau apapun adanya.
   
45:28 Then there is no conflict Maka tidak
  ada konflik di sana...
   
45:31 there is no tidak ada penindasan
suppression of desire terhadap nafsu...
   
45:36 then you have maka Anda akan memiliki energi
the enormous energy yang sangat besar itu...
   
45:41 that has been used up by yang mana telah dihabiskan oleh per-
the movement of thought as desire. gerakan pikiran dalam bentuk nafsu.
   
45:53 Is this clear? Apakah ini jelas?
   
45:56 So the next point is Jadi hal berikutnya adalah...
   
45:58 we are investigating kita menyelidiki
into ourselves ke dalam diri kita...
   
46:02 why do we live so greatly mengapa begitu kuatnya kita hidup
on remembrances? pada pengaruh ingatan-ingatan?
   
46:10 You understand my question? Anda memahami pertanyaan saya?
   
46:15 Why human beings live in Mengapa umat manusia hidup di masa
the past, which is to remember? lalu, yakni mengingat-ingatnya?
   
46:23 Right? Betul?
   
46:26 You all look so puzzled. Anda semua terlihat begitu bingung.
   
46:32 You have had a pleasant Anda pernah memiliki suatu
day and you remember it hari yang menyenangkan...
   
46:35   dan Anda mengingatnya...
   
46:38 and it is stored dan itu tersimpan
up as a memory sebagai sebuah ingatan...
   
46:42 and you delight in that memory, dan Anda amat senang di dalam ingatan
you live in that memory itu, Anda hidup dalam ingatan itu...
   
46:48 or you live in atau Anda hidup dalam
a sexual memory suatu ingatan seksual...
   
46:52 or the memory of some achievement atau ingatan akan pencapaian
that has been possible for you. tertentu yang pernah dapat Anda raih.
   
46:57 So remembrance has become Maka ingatan telah menjadi luar
extraordinarily important for all of us biasa pentingnya untuk kita semua...
   
47:02 as experience, as knowledge. sebagai pengalaman,
  sebagai pengetahuan.
   
47:06 I am asking, we are asking, why? Saya bertanya,
  kita bertanya, kenapa?
   
47:10 Do you understand? Anda paham?
   
47:13 Not that we must not remember Bukannya kita tidak boleh
  mengingat...
   
47:15 of course you must remember jelas Anda harus mengingat bagaimana
how to drive a car cara mengemudikan sebuah mobil...
   
47:19 where your home is di mana alamat rumahmu dan
and so on and so on seterusnya dan seterusnya...
   
47:21 the technological knowledge pengetahuan bersifat tehnis
one has acquired yang seseorang telah miliki...
   
47:24 but psychologically tetapi secara psikologis...
   
47:26 why has remembrance kenapa ingatan memiliki arti demi-
such importance in our life? kian pentingnya dalam kehidupan kita?
   
47:37 Right? Benar?
   
47:38 You are asking this Anda sedang mengajukan pertanyaan
question yourself. ini kepada dirimu sendiri.
   
47:42 So what is remembrance? Jadi apakah ingatan itu?
   
47:45 What is the factor Apakah unsur dari ingatan?
of remembrance?  
   
47:51 There was an incident that Ada suatu kejadian yang menyenangkan
was pleasurable or painful atau menyakitkan...
   
47:56 an event that brought suatu kejadian yang membawa
a smile or a tear suatu senyuman atau air mata...
   
48:03 and that is registered dan itu tercatat dalam otak.
in the brain.  
   
48:06 Right? Benar?
   
48:08 Naturally. This is simple. Wajar. Ini sederhana.
   
48:11 And that registration Dan pencatatan itu
becomes the memory menjadi ingatan itu...
   
48:16 that registration is the remembrance pencatatan itu adalah ingatan akan
of that delightful event kejadian yang menyenangkan itu...
   
48:23 or that painful event. atau kejadian yang
  menyakitkan itu.
   
48:27 Now the question is: Sekarang pertanyaannya adalah:
   
48:30 why should we register mengapa kita mesti mencatat
psychologically anything? apapun secara psikologis?
   
48:37 You understand my question? Anda paham pertanyaan saya?
   
48:42 I have put a question: Saya telah mengajukan
  sebuah pertanyaan:
   
48:46 why should the brain mengapa otak harus mencatat
register an event sebuah kejadian...
   
48:54 which was painful yang menyakitkan atau
or pleasurable? menyenangkan?
   
48:59 It may register things Otak bisa mencatat hal-hal
that are dangerous - right? yang berbahaya - benar?
   
49:07 like a precipice, seperti sebuah tebing yang curam,
like a dangerous animal seperti seekor hewan yang buas...
   
49:10 or dangerous snake, atau ular yang berbahaya,
or a dangerous person atau seseorang yang berbahaya...
   
49:13 a crook and so on, seorang penjahat dan seterusnya,
it may register. otak bisa mencatatnya.
   
49:17 Those are all Semua itu adalah fakta yang
obvious daily facts. nyata dalam kehidupan sehari-hari.
   
49:21 But why should the brain Tapi kenapa otak harus
register the hurt mencatat rasa sakit hati...
   
49:26 the flattery, the insult pujian, hinaan...
   
49:31 the feeling that you are perasaan bahwa Anda adalah
this and all the rest of it begini dan semuanya itu...
   
49:35 why should there be registration mengapa mesti harus ada pencatatan
psychologically at all? bersifat psikologis itu?
   
49:40 You have got the question, Anda telah memahami pertanyaannya,
haven't you? bukankah demikian?
   
49:44 Are we meeting each other? Apakah kita saling memahami
  satu sama lain?
   
49:51 Is it time for me to stop? Apakah sudah waktunya saya berhenti?
Q: No! Q: Tidak!
   
49:57 K: Dites moi, je vous prie, K:Tolong beritahu saya,
quant il est midi et demi. bila sudah jam setengah satu.
   
50:08 Now we are asking: Sekarang kita bertanya:
   
50:11 it is one of the factors adalah salah satu unsur
of the brain to register dari otak untuk mencatat...
   
50:20 of necessity. atas dasar kebutuhan.
   
50:22 I must register Saya mesti mencatat pengetahuan
technological knowledge yang bersifat teknis...
   
50:27 if I am working with machines bila saya sedang bekerja
and so on and so on. dengan mesin-mesin...
   
50:29   dan seterusnya dan
  seterusnya...
   
50:31 And also if I write Dan juga bila saya seorang penulis
or if I am a surgeon atau seorang dokter bedah...
   
50:35 a doctor and so on, seorang doktor dan selanjutnya,
it must be registered. itu harus dicatat.
   
50:39 But we are asking: Tapi kita bertanya:
   
50:40 why should one psychologically mengapa seseorang mesti secara psi-
register anything at all? kologis mencatat sesuatu apapun itu?
   
50:51 At least see the question first. Paling tidak lihatlah
  pertanyaannya dulu.
   
50:59 Is it necessary? Apakah itu perlu?
   
51:04 Does it bring a clarity? Apakah itu membawa
  suatu kejelasan?
   
51:10 Does it bring greater energy, Apakah itu membawa energi yang lebih
freedom and so on? besar, kebebasan dan seterusnya?
   
51:17 Or psychological registration Atau pencatatan yang
  bersifat psikologis...
   
51:23 is one of the factors adalah salah satu unsur
that destroys yang memusnahkan...
   
51:30 real joy. sukacita yang sebenarnya.
   
51:37 I'll go into it presently. Saya akan masuk ke dalam
  hal itu sekarang.
   
51:40 We said the brain Kita katakan bahwa otak
in its activity di dalam aktifitasnya...
   
51:46 must register certain mesti mencatat hal-hal
things, it is necessary. tertentu, itu perlu.
   
51:51 But we are asking: Tapi kita sekarang bertanya:
psychologically, inwardly secara psikologis, secara batiniah...
   
51:55 why should mengapa otak itu harus
the brain register? mencatat?
   
51:58 Is it a habit that Apakah itu sebuah kebiasaan yang
we have fallen into kita telah terjatuh ke dalamnya...
   
52:01 that when you insult me sehingga waktu Anda menghina saya,
I register it immediately? saya mencatatnya seketika itu juga?
   
52:06 When you flatter me, Sewaktu Anda memuji saya,
I register it immediately. seketika itu juga saya mencatatnya.
   
52:11 Why? Kenapa?
   
52:15 When you flatter me Ketika Anda memuji saya,
you are my friend Anda adalah temanku...
   
52:16 when you insult me ketika Anda menghina saya,
you are not my friend Anda bukanlah temanku...
   
52:19 and so on and so on, so on. dan seterusnya dan seterusnya,
  seterusnya.
   
52:22 Now we are asking: Sekarang kita bertanya:
   
52:24 can this registration bisakah secara psikologis
stop psychologically? pencatatan ini berhenti?
   
52:28 See what it means. Lihat apa artinya itu.
   
52:30 Then that means regeneration Maka itu berarti suatu
of the brain. pembaharuan dari otak.
   
52:39 So the brain becomes Sehingga otak menjadi
extraordinarily alive, young, fresh sangat hidup, muda, segar...
   
52:44 because it is not registering karena otak tidak mencatat
that which is not necessary. apapun yang tidak perlu.
   
52:49 I wonder if you follow all this. Saya bertanya-tanya apakah
  Anda mengikuti ini semua.
   
52:53 Now, is that possible? Sekarang, apakah itu mungkin?
   
52:57 Intellectually one can see Secara intelektual
the beauty of it, verbally. seseorang bisa melihat...
   
52:59   keindahan darinya,
  secara lisan.
   
53:04 You say, 'By Jove, it must Anda bilang, 'Wah, itu mestinya
be most extraordinary sesuatu yang sungguh luar biasa...
   
53:06 intellectually to have no secara intelektual untuk tidak
psychological registration'. mencatat secara psikologis'.
   
53:12 It doesn't mean one is a vegetable, Itu tidak berarti seseorang
or empty, or all that adalah dungu tidak bertenaga,...
   
53:15   atau kosong,
  atau semuanya itu...
   
53:18 but there is a freedom tapi di sana ada
  suatu kebebasan...
   
53:20 an extraordinary suatu rasa lega yang
sense of elation luar biasa...
   
53:22 an extraordinary rasa semangat muda
sense of youthfulness yang luar biasa...
   
53:25 the brain doesn't otak tidak menua,
get old, worn out. tidak menjadi lelah.
   
53:29 So one must find out Jadi orang harus mencari tahu
if it is possible. apakah itu mungkin.
   
53:36 Because as we grow older Karena semakin kita
  bertambah tua...
   
53:41 the brain gets more otak semakin lama semakin
and more mechanical menjadi mekanis...
   
53:45 more and more fixed makin tambah terpaku di dalam
in a groove, in a track sebuah alur, dalam sebuah jalur...
   
53:52 and becomes hard, dan menjadi keras, getas,
brittle, not pliable, quick. tidak luwes, tidak waspada.
   
54:01 Now is this possible, not to Sekarang apakah ini mungkin,
register psychologically at all? untuk tidak mencatat...
   
54:04   sama sekali secara psikologis?
   
54:13 You have got the question? Anda memahami pertanyaannya?
   
54:15 Is the question clear? Yes? Apakah pertanyaannya jelas?
  Ya?
   
54:18 Now, let's proceed to find out. Sekarang, mari kita lanjutkan
  untuk mencari tahu.
   
54:20 Find out, it doesn't mean Mencari tahu, itu tidaklah berarti
that I am going to tell you bahwa saya akan memberitahu Anda...
   
54:23 and then you discover dan kemudian Anda menemukannya
it and say, 'Yes, it is so'. dan bilang, 'Ya, itu memang begitu'.
   
54:26 Then you will come back 30 Lalu Anda akan kembali
years later: 'I'm still where I am' 30 tahun kemudian:...
   
54:29   'saya masih berada di mana
  saya sekarang berada'...
   
54:31 'where I started' 'di mana saya memulainya'
   
54:36 We said the brain Kita mengatakan otak
needs security butuh rasa aman...
   
54:43 safety to function keamanan untuk berfungsi
efficiently. secara efisien.
   
54:49 It must register Otak mesti mencatat fakta-
certain facts fakta tertentu...
   
54:54 how to drive a car, write bagaimana mengemudikan mobil,
letters and so on and so on mengarang surat dan seterusnya...
   
54:59 technology and so on. teknologi dan sebagainya.
   
55:02 Then the brain has realised Kemudian otak itu telah menyadari
that putting order bahwa menempatkan perintah...
   
55:12 giving order to register only memberikan perintah untuk mencatat
things that are necessary hanya hal-hal yang perlu...
   
55:21 which is to yang mana membawa
bring order. Right? ketertiban. Benar?
   
55:25 Then we can Maka kita bisa meneruskan
proceed to find out untuk mencari tahu...
   
55:28 why the brain or the psyche, kenapa otak atau batin,
psychologically registers. secara psikologis mencatat.
   
55:39 Does it bring safety, Apakah itu membawa keamanan,
avoids danger? menghindari bahaya?
   
55:43 Does it prevent further hurts Apakah itu mencegah
  sakit hati yang berikutnya...
   
55:46 further destruction, kehancuran berikutnya,
further obstructions? penghalang-penghalang berikutnya?
   
56:01 Or we have cultivated unconsciously Atau kita secara tidak sadar
the habit of registering. telah menanamkan...
   
56:05   kebiasaan melakukan pencatatan.
   
56:09 We have registered there, Kita telah mencatatnya di sana,
so why not here? jadi kenapa tidak di sini?
   
56:16 From there we have Dari sana kita berpindah
moved to here ke sini...
   
56:19 psychologically, from secara psikologis,
outwardly it is necessary pencatatan lahiriah itu perlu...
   
56:24 but psychologically, from tetapi secara psikologis, dari
there we have moved to here. sana kita telah berpindah ke sini.
   
56:31 And is that necessary at all? Dan apakah itu
  benar-benar perlu?
   
56:36 A very simple example: Sebuah contoh yang
  sangat sederhana:...
   
56:40 from childhood we are semenjak kecil kita
hurt psychologically secara psikologis disakiti...
   
56:45 by parents, by other oleh orang tua, oleh anak-anak
children, by the school lainnya, oleh sekolah...
   
56:50 college, university, if you perguruan tinggi, universitas, bila
are lucky and so on and so on Anda beruntung dan sebagainya...
   
56:53 we are hurt, we are kita disakiti,
wounded psychologically. kita terluka secara psikologis.
   
56:56 And that wound is registered. Dan luka itu tercatat.
   
57:00 And having been hurt Dan dengan telah disakiti
there is resistance di situ ada perlawanan...
   
57:05 isolation, fear pengasingan diri, rasa takut
and all the rest of it. dan semua lainnya itu.
   
57:10 Now is it necessary when you Sekarang apakah memang perlu untuk
insult me to register at all? mencatat ketika Anda menghina saya?
   
57:20 You understand my question? Anda paham pertanyaan saya?
   
57:23 Is it possible to Apakah mungkin untuk
prevent registration? mencegah pencatatan?
   
57:29 You are understanding Anda sedang memahami
my question? pertanyaan saya?
   
57:31 I hope! Right? Saya harap! Benar?
   
57:35 It is possible only when Itu adalah mungkin hanya sewaktu
you are insulting me Anda sedang menghina saya...
   
57:43 or flattering me atau sedang memuji saya...
   
57:47 for all my senses to bagi semua indera saya untuk
be awakened and listening. dibangkitkan dan mendengarkan.
   
57:52 You understand this? Anda memahami ini?
   
57:54 Then there is no Maka di situ tidak ada
reception at all. reaksi sama sekali.
   
58:01 Is this all Greek? Apakah semua ini
(Laughter) bahasa Yunani? (Ketawa)
   
58:10 I see the importance to have Saya melihat pentingnya memiliki otak
fresh, young, bright, clear brain. yang segar, muda, cemerlang, jernih.
   
58:20 That is utterly important. Itu benar-benar penting.
   
58:27 Is it possible to Apakah mungkin untuk
maintain that clarity memelihara kejernihan itu...
   
58:30 that precision, decision kecermatan itu,
  ketegasan itu...
   
58:35 with that beauty of all dengan keindahan dari semua itu
that is implied till I die? yang tersirat sampai saya meninggal?
   
58:42 It is not possible Itu tidak mungkin sewaktu
when there is registration di situ ada pencatatan...
   
58:46 of things which are akan hal-hal yang tidak
not absolutely necessary. mutlak diperlukan.
   
58:49 Right? Benar?
   
58:52 So one has to find out Jadi orang harus
  mencari tahu...
   
59:03 why any form of mengapa apapun bentuk pencatatan
psychological registration yang bersifat psikologis...
   
59:08 which becomes memory, yang mana menjadi kenangan,
remembrance ingatan...
   
59:13 is it possible not to do it? apakah mungkin untuk
  tidak melakukannya?
   
59:16 One discovers, if you go into Seseorang menemukan, bila Anda
it deeply, it is possible. memasukinya secara mendalam,...
   
59:18   itu adalah mungkin.
   
59:20 It is possible only when Itu memungkinkan hanya bila Anda
you are really attentive benar-benar penuh perhatian...
   
59:24 at the moment of insult, di saat penghinaan,
at the moment of flattery. di saat pujian.
   
59:31 Right? Have you tried this? Benar? Apakah Anda
  pernah mencobanya?
   
59:35 The other day a man said to me, Suatu hari seorang laki-laki
'You are a damn fool berkata kepada saya,...
   
59:37   'Kamu adalah orang yang
  teramat bodoh...
   
59:39 you are stuck in a rut' Anda terperangkap dalam kehidupan
  yang membosankan'
   
59:44 rather impolite but agak kurang sopan
there it is. (Laughter) tapi begitulah. (Ketawa)
   
59:50 So I went to my Maka saya pergi ke kamar saya
room and I said dan saya berkata...
   
59:52 'Is that a fact? 'Apakah itu suatu fakta?
I want to find out' Saya ingin mencari tahu'
   
59:56 One may be stuck in a rut Seseorang mungkin terperangkap
and one may be a damn fool. dalam kebosanan...
   
59:59   dan seseorang mungkin adalah
  orang yang teramat bodoh.
   
1:00:04 One investigates it Dia menyelidikinya...
   
1:00:08 and by watching very carefully dan dengan mengamati secara cermat
you don't register that you are Anda tidak mencatat bahwa Anda...
   
1:00:13 you don't register, Anda tidak melakukan pencatatan,
you listen to the word Anda memerhatikan kata-katanya...
   
1:00:17 you listen to the fact Anda memerhatikan faktanya
whether you are or not apakah Anda benar atau tidak...
   
1:00:20 whether you apakah Anda terperangkap dalam
are stuck in a rut. hidup yang membosankan.
   
1:00:24 Are you stuck in a rut? Apakah Anda terperangkap dalam
  kehidupan yang membosankan?
   
1:00:28 You understand? Anda paham?
   
1:00:29 Are you? Apakah Anda demikian adanya?
   
1:00:31 No, find out, Tidak, carilah tahu,
don't answer me please. tolong jangan menjawab saya.
   
1:00:35 Somebody calls you what Seseorang menyebut Anda dengan kata-
somebody called me kata yang dikatakannya pada saya...
   
1:00:38 I hope more politely, and you Saya harap lebih sopan, dan Anda ing-
want to find out if it is so. in mencari tahu apakah benar begitu.
   
1:00:45 You neither deny nor accept Anda tidak menyangkal maupun
but just watch it, find out. menerima tapi sekedar...
   
1:00:48   mengamatinya, mencari tahu.
   
1:00:52 If you are stuck in a rut, Bila Anda terperangkap dalam
it is fairly obvious kebosanan, itu cukup jelas...
   
1:00:56 you'll soon find Anda akan segera menemukan bahwa
out you are in a rut. Anda terperangkap dalam kebosanan.
   
1:01:01 So registration does not take Jadi pencatatan tidak berlangsung
place when you are alert sewaktu Anda waspada...
   
1:01:08 awake, totally aware sadar, secara total waspada dengan
with all your senses open segenap indera Anda terbuka...
   
1:01:13 there is nothing to be di situ tidak ada apapun yang
registered psychologically. untuk dicatat secara psikologis.
   
1:01:17 Will you do it? Anda mau melakukannya?
   
1:01:20 No, you won't Tidak, Anda tidak mau...
   
1:01:26 because pleasure has become karena kenikmatan telah menjadi be-
immensely important for us. gitu luar biasa pentingnya bagi kita.
   
1:01:31 Right? Benar?
   
1:01:37 If you observe Bila Anda mengamati dirimu
yourself very carefully dengan penuh perhatian...
   
1:01:41 you will see what great part, Anda akan melihat peranan apa
perhaps the greatest part yang besar, mungkin yang terbesar...
   
1:01:47 pleasure plays in our life. yang dimainkan oleh kenikmatan
  dalam hidup kita.
   
1:01:50 The pleasure to find God, Kenikmatan untuk menemukan
or illumination Tuhan, atau pencerahan...
   
1:01:54 the pleasure to be free, kenikmatan untuk terbebas,
the pleasure to have money kenikmatan memiliki uang...
   
1:01:57 possessions, harta milik, istri yang menawan
lovely wife or husband atau suami...
   
1:02:01 you know and all that Anda tahu dan semuanya perihal itu,
business, pleasure of sex kenikmatan seksual...
   
1:02:05 pleasure of power, the politicians kenikmatan dari kekuasaan,
with their pleasure politisi dengan kenikmatan mereka...
   
1:02:15 of immense power. akan kekuasaan yang
  sangat besar.
   
1:02:26 And so the registration Dan demikianlah pencatatan...
   
1:02:29 of pleasure in most of akan kenikmatan di dalam sebagian
our lives is tremendous. besar dari kehidupan kita...
   
1:02:31   sangatlah hebatnya.
   
1:02:34 Right? Benar?
   
1:02:42 And the pursuit of pleasure Dan pengejaran
  kenikmatan tersebut...
   
1:02:47 has become a dominant factor: telah menjadi unsur
  yang dominan:...
   
1:02:51 that is the remembrance yaitu ingatan akan sebuah
of a past pleasure kenikmatan yang lalu...
   
1:02:54 and the pursuit of that past dan pengejaran akan kenikmatan
pleasure as remembrance lalu itu sebagai ingatan...
   
1:03:00 and desire behind dan nafsu di belakangnya dan
it and searching out mencarinya sampai dapat...
   
1:03:03 asking, demanding, wanting. meminta, menuntut,
  menginginkan.
   
1:03:12 Our whole religious organisations Seluruh organisasi-organisasi keaga-
are based on that. maan kita berdasarkan atas hal itu.
   
1:03:19 It is a vast entertainment Itu suatu hiburan
  yang besar...
   
1:03:24 it gives great pleasure, itu memberikan kenikmatan yang
which is great sensation besar, yaitu sensasi besar...
   
1:03:27 that you are in the presence bahwa Anda berada di kehadiran
of holy things and so on. benda-benda suci dan sebagainya.
   
1:03:35 So we said, the registration Jadi kita katakan, pencatatan
of pleasure dari kenikmatan...
   
1:03:40 of an event that dari suatu kejadian yang telah mem-
gave you great delight berikan Anda kesenangan besar...
   
1:03:43 is registered and dicatat dan usaha untuk mendapat-
the pursuit of it in our life. kannya dalam kehidupan kita.
   
1:03:50 Now the question is: Sekarang pertanyaannya adalah:
what is pleasure? apakah kenikmatan itu?
   
1:03:58 When you are Sewaktu Anda sedang
enjoying something menikmati sesuatu...
   
1:04:02 at the moment pada saat itu Anda
you don't say tidak mengatakan...
   
1:04:05 'How pleasurable it is, how lovely' 'Betapa menyenangkannya itu, betapa
- you are in it. indahnya' - Anda sedang di dalamnya.
   
1:04:12 Only a second later Hanya sedetik kemudian pikiran
thought comes along and says mendatangi dan berkata...
   
1:04:16 'What a lovely 'Betapa indahnya saat itu...
time that was  
   
1:04:20 how beautiful that was, betapa indahnya tadi itu, betapa
what a great sensation it gave me besarnya sensasi...
   
1:04:22   yang telah diberikannya
  kepada saya...
   
1:04:25 what a lovely experience' suatu pengalaman yang
  betapa indahnya...
   
1:04:28 so there is registration maka di situ pencatatan
has taken place telah terjadi...
   
1:04:31 then thought is in operation. selanjutnya pikiran beroperasi.
You are following all this? Anda mengikuti ini semua?
   
1:04:39 We are talking about all this Kita sedang membicarakan
  tentang semua ini...
   
1:04:40 because it is part karena ini adalah bagian dari
of knowing oneself memahami diri sendiri...
   
1:04:46 not from books, not from tidak dari buku, tidak dari
words, not from description perkataan, tidak dari uraian...
   
1:04:49 but actually knowing oneself. tetapi memahami diri sendiri
  secara sesungguhnya.
   
1:04:56 Knowing doesn't mean accumulating Memahami bukan berarti mengumpulkan
memory about oneself ingatan mengenai diri sendiri...
   
1:05:02 and from that dan dari akumulasi itu
accumulation observe. mengamati.
   
1:05:07 If you observe through Bila Anda mengamati melalui akumulasi
accumulation you are only maka Anda hanyalah...
   
1:05:11 accumulating what sedang mengakumulasikan apa yang
you have already known. Anda telah kenal sebelumnya.
   
1:05:15 But whereas if you are Tapi sebaliknya bila Anda mengamat
observing afresh each time secara segar setiap kali...
   
1:05:22 then it is like maka itu seperti sebuah
a vast river sungai yang luas...
   
1:05:25 with a volume of dengan sejumlah air mengalir,
water flowing, moving. bergerak.
   
1:05:34 So what is pleasure? Jadi apakah kenikmatan?
   
1:05:38 Is it time, is it Apakah itu waktu, apakah itu
thought as fear? pikiran sebagai rasa takut?
   
1:05:48 We said the root Kita telah mengatakan bahwa akar
of fear is time. dari rasa takut adalah waktu.
   
1:05:52 The root of fear is thought. Akar dari rasa takut
  adalah pikiran.
   
1:05:58 Thought which is remembering Pikiran yang mana adalah mengingat
- remembrance - kenangan...
   
1:06:02 remembers certain mengingat kejadian-kejadian tertentu
events that caused fear yang menyebabkan rasa takut...
   
1:06:05 registered, tercatat,
the remembrance of it ingatan akan hal itu...
   
1:06:09 and the next time this whole dan di waktu lain keseluruhan
remembrance is projected. ingatan ini di proyeksikan.
   
1:06:16 You are watching? Anda sedang mengamati?
   
1:06:22 So is pleasure time and Jadi apakah kenikmatan adalah waktu
the movement of thought? dan pergerakan dari pikiran?
   
1:06:29 Or they are both the same Atau mereka berdua
  adalah sama...
   
1:06:33 thought and time are pikiran dan waktu pada intinya
essentially the same? adalah sama?
   
1:06:39 So thought is the movement Jadi pikiran adalah pergerakan
of pleasure dari kenikmatan...
   
1:06:49 which doesn't mean you can't look yang tidak berarti Anda tak bisa me-
at a beautiful tree and enjoy it mandang sebatang pohon yang indah...
   
1:06:52   dan menikmatinya...
   
1:06:54 a beautiful person, a painting seseorang yang elok, sebuah lukisan
or a lovely valley bagus atau satu lembah yang indah...
   
1:06:59 with all the purple dengan semua bayangan
shadows in it. berwarna ungu di dalamnya.
   
1:07:03 Look at it Pandanglah itu...
   
1:07:06 but the moment it becomes tetapi seketika itu menjadi sesuatu
registered and remembrance yang tercatat dan ingatan...
   
1:07:12 it is no longer itu tidaklah lagi...
   
1:07:17 delight, it becomes kegembiraan,
a pleasure itu menjadi sebuah kenikmatan...
   
1:07:21 which is the remembrance of yang mana adalah ingatan akan hal-
things that have happened before. hal yang telah terjadi sebelumnya.
   
1:07:26 Now if you see the whole Sekarang bila Anda melihat
nature of this keseluruhan hakekat dari hal ini...
   
1:07:31 completely secara lengkap...
   
1:07:34 then pleasure maka kenikmatan memiliki
has its place tempatnya...
   
1:07:36 delight and therefore kegembiraan dan
psychologically oleh karenanya secara psikologis...
   
1:07:40 inwardly there is no ke dalam tidaklah ada pencatatan
registration of that event. dari kejadian itu.
   
1:07:45 The mind then, the brain then Batin akan, otak akan
becomes extraordinarily alive menjadi luar biasa hidupnya...
   
1:07:51 young, fresh without muda, segar tanpa ada reaksi-
any neurotic reactions. reaksi apapun yang tidak sehat.
   
1:07:58 Finished. Selesai.
   
1:08:08 I've stopped just in time. Saya sudah berhenti
  tepat pada waktunya.
   
1:08:12 Please, if I may request you, Tolong, jika saya boleh
don't clap, it's such a memintanya dari Anda,..
   
1:08:14   jangan bertepuk tangan,
  itu sesuatu yang...
   
1:08:16 you're clapping for Anda bertepuk tangan untuk dirimu
yourself, not for me sendiri, bukan untuk saya...
   
1:08:20 or clap when I am atau bertepuk tanganlah sewaktu
not here. (Laughter) saya tidak berada disini. (Ketawa)