Krishnamurti Subtitles

Hidup dengan Kematian

Brockwood Park - 7 June 1981

Conversation with Pupul Jayakar 2



0:08 P: Krishnaji,
salah satu dari pertanyaan-pertanyaan
  
0:15 yang saya rasa berada
di titik terdalam
  
0:22 dari batin manusia
 
0:26 adalah muncul dan lenyapnya keberadaan.
 
0:31 Kehidupan dan kematian.
 
0:34 Itu ada di antara dua hal ini,
 
0:37 ketakjuban akan kelahiran
 
0:39 dan ketakutan akan kematian.
 
0:42 bahwa seluruh hidup manusia
benar-benar...
  
0:50 seluruh desakan,
tuntutannya, keinginannya,
  
0:56 ketakutannya, kecemasannya,
bertumpu di antara dua kutub ini.
  
1:03 K: Kelahiran dan kematian.
P: Kelahiran dan kematian.
  
1:09 Pada tingkat tertentu, kita memahami
kelahiran dan kematian,
  
1:14 namun, menurut saya, hanyalah
pengertian dari batin dangkal,
  
1:20 kecuali kita mengerti secara mendalam
 
1:24 seluruh persoalan eksistensi,
 
1:28 yang ada di antara
kedua hal ini,
  
1:31 seluruh persoalan yang terletak
di dalam berakhirnya sesuatu:
  
1:38 ketakutan, kecemasan,
 
1:41 kegelapan dan bayang-bayang
yang melingkupi satu kata itu.
  
1:47 K: Mengapa Anda menggunakan
kata 'persoalan'?
  
1:55 Mengapa Anda menjadikan
 
1:58 interval antara kelahiran dan
kematian sebagai persoalan?
  
2:03 Kenapa Anda menyebutnya persoalan?
 
2:06 P: Kelahiran dan kematian adalah fakta,
 
2:11 namun batin tak bisa
membiarkannya begitu saja.
  
2:16 Batin melekati satu hal
dan menolak yang lain.
  
2:21 K: Tidak, tapi saya hanya bertanya...
P: Dan karenanya itu adalah persoalan.
  
2:25 K: Mengapa Anda menggunakan kata
'persoalan', itu pertanyaan saya.
  
2:29 P: Persoalan karena adanya bayang-bayang
yang melingkupi satu kata,
  
2:35 yaitu, sukacita dan kemegahan
 
2:38 dari apa yang kita lihat sebagai hidup
 
2:42 dan tuntutan untuk mempertahankannya
dengan cara apapun
  
2:46 dan untuk menghindari apa yang
bersifat pengakhiran.
  
2:49 K: Saya mengerti.
P: Itulah persoalan.
  
2:52 Dari situ muncullah nestapa,
 
2:55 dari situ muncullah ketakutan,
dari situ...
  
2:58 K: ...semua penderitaan.
P: ...semua tuntutan.
  
3:02 K: Jadi apa pertanyaannya?
 
3:04 P: Jadi, bagaimana kita mengeksplorasi
ini, bagaimana kita bisa bebas
  
3:10 dari kegelapan yang
melingkupi kata itu?
  
3:13 Bagaimana batin ini bisa melihat
kematian secara sederhana
  
3:19 dan mengamatinya apa adanya?
 
3:22 Namun kita tak pernah bisa mengamatinya.
 
3:26 K: Jadi, apakah Anda semata-mata
memikirkan apa itu kematian,
  
3:28 atau periode penting
antara hidup dan mati?
  
3:36 Apakah Anda memasukkan
seluruh proses kehidupan,
  
3:43 dengan segala kompleksitas,
penderitaan, kebingungan,
  
3:47 ketidakpastiannya, semua itu,
dan pengakhiran?
  
3:51 Apakah Anda prihatin
 
3:55 - saya menggunakan kata
'prihatin' -
  
3:59 untuk menemukan
apa arti kematian
  
4:05 dan apa proses panjang pergulatan,
 
4:09 konflik, penderitaan, dsb.
 
4:13 - yang kepadanya kita melekat
dan menghindari yang lain -
  
4:16 atau apakah Anda menanyakan
seluruh gerak dari itu?
  
4:22 P: Anda lihat,
 
4:25 ada suatu gerak
keseluruhan eksistensi,
  
4:29 yang di dalamnya terdapat
kehidupan dan kematian.
  
4:32 Namun jika Anda menerima
dan membuat lingkupnya sangat luas,
  
4:43 saya tidak yakin Anda bisa
sampai pada...
  
4:52 kesedihan yang mendalam
dan nestapanya kematian.
  
4:59 K: Saya mengerti.
 
5:00 P: Dan saya ingin menyelidiki
nestapanya kematian, karena...
  
5:06 K: Apakah hanya itu,
atau Anda menyelidiki
  
5:09 - sebentar,
jika seseorang menanyakan -
  
5:11 nestapanya kematian,
pengakhiran nestapa,
  
5:18 atau apakah Anda menyelidiki
 
5:21 seluruh proses
kehidupan, kematian,
  
5:27 yang di dalamnya termasuk nestapa,
ketakutan dan semua itu?
  
5:31 P: Saya rasa dalam satu kalimat itu,
apa yg Anda katakan adalah benar,
  
5:38 itu adalah seluruh gerak
kehidupan dan kematian
  
5:43 yang adalah eksistensi.
 
5:45 Anda bicara tentang
pengakhiran nestapa.
  
5:48 K: Ya.
 
5:50 P: Pengakhiran nestapa.
 
5:52 Saya bicara tentang ketakutan dan
kesedihan yang mendalam,
  
5:55 yakni nestapanya kematian.
 
5:58 K: Oh, tepat, tepat,
tepat, tepat.
  
6:00 P: Anda paham, keduanya
sedikit berbeda.
  
6:02 K: Ya, saya paham.
Nestapanya kematian.
  
6:05 P: Ada kenestapaan, semacam kesedihan
yang mendalam, akan sesuatu yang ada,
  
6:09 dan sesuatu yang berhenti,
 
6:12 sesuatu yang sangat menakjubkan,
 
6:14 indah, yg mengisi hidup seseorang,
dan suatu pengetahuan
  
6:18 yang bersembunyi di baliknya,
bahwa hal itu harus berakhir.
  
6:23 K: Jadi, apa itu pengakhiran?
 
6:29 Apa yg Anda maksud dengan 'pengakhiran'?
 
6:33 Apa itu pengakhiran?
 
6:35 P: Pengakhiran adalah:
'apa yang tadinya ada'
  
6:40 berhenti hadir
secara indrawi.
  
6:44 Apa yang ada, berkelanjutan,
berhenti hadir, untuk selamanya.
  
6:52 Kata 'selamanya'.
 
6:54 K: Apakah ini?
Saya tidak terlalu mengerti.
  
6:56 P: Pak, sesuatu itu ada, dan,
 
7:01 dalam sifat 'keberadaannya' itu terdapat
 
7:07 suatu akhir,
 
7:09 hilangnya sesuatu itu,
ke dalam keabadian!
  
7:13 Kata 'keabadian'...
 
7:14 K: Mengapa menggunakan
kata keabadian?
  
7:16 P: Karena ada kemutlakan di dalamnya.
 
7:19 K: Pengakhiran.
P: Dalam kematian.
  
7:22 Tidak ada hari esok dalam kematian.
 
7:24 K: Sebentar. Pengakhiran apa?
 
7:29 P: Akhir dari apa yang berkelanjutan.
 
7:34 Nestapanya adalah
pengakhiran itu.
  
7:36 K: Pengakhiran penderitan
dan pengakhiran...
  
7:42 apa? - bukan keabadian?
 
7:44 P: Tidak, nestapa akan sesuatu yang
sangat luar biasa, mati.
  
7:50 K: Sebentar
- apakah itu sangat luar biasa?
  
7:53 P: Izinkan saya menyampaikannya
dengan lebih gamblang.
  
7:56 K: Ya.
 
7:58 P: Anda. Anda,
 
8:01 dan tiadanya Anda
adalah kesedihan yang mendalam.
  
8:06 K: Ya. Anda...
 
8:08 P: Bukan 'Anda' secara umum...
Anda!
  
8:14 K: Sebentar, apa yg dimaksud
dengan 'Anda'?
  
8:16 P: Anda, Krishnamurti.
K: Baiklah.
  
8:19 P: Dan dalam kata itu,
dalam pernyataan itu,
  
8:24 terdapat kesedihan yg luar biasa mendalam
dari berhentinya Krishnamurti.
  
8:29 K: Saya mengerti.
 
8:34 Kesedihan yg mendalam dari berhentinya K,
 
8:37 atau K dalam dirinya sendiri yg berakhir?
 
8:42 Anda paham apa yg saya katakan?
 
8:44 P: Bagaimana Anda membedakan
kedua hal itu?
  
8:52 K: Kematian tidak terelakkan
bagi orang ini.
  
8:56 Benar?
P: Ya.
  
8:59 K: Ia akan mati suatu hari nanti.
P: Ya.
  
9:04 K: Baginya itu tak masalah.
P: Ya.
  
9:09 K: Tak ada ketakutan,
tak ada kesedihan mendalam,
  
9:13 tapi Anda melihat orang itu
dan berkata,
  
9:17 'Astaga,
ia akan mati.'
  
9:21 P: Ya.
 
9:21 K: Jadi - jika saya boleh memakai
istilah 'kesedihan mendalam'
  
9:25 seperti yg tadi Anda katakan
- adalah kesedihan mendalam Anda.
  
9:29 P: Adalah kesedihan mendalam saya.
K: Ya. Mengapa?
  
9:35 P: Bukankah demikian?
 
9:36 K: Mengapa harus demikian?
P: Memang demikian.
  
9:39 K: Tidak, jangan...
P: Mengapa Anda menanyakan sebabnya?
  
9:42 K: Tidak, saya tertarik
untuk tahu sebabnya...
  
9:47 Seseorang meninggal,
 
9:51 apapun adanya ia,
cantik, jelek, semua itu,
  
9:56 eksistensi manusia terkandung
di dalam orang itu.
  
10:00 Dan ia meninggal,
yang memang sudah semestinya.
  
10:04 Dan saya melihat orang itu,
saya telah hidup bersamanya,
  
10:12 saya menyayangi orang itu,
dan orang itu meninggal.
  
10:17 Saya mengalami kesedihan mendalam. Benar?
P: Ya.
  
10:23 K: Mengapa?
 
10:27 Mengapa saya ada dalam keadaan
yg mengerikan
  
10:31 - kesedihan mendalam, air mata,
kesepian yang putus asa -
  
10:36 mengapa saya berada dalam kenestapaan ini?
 
10:46 Kita tidak mendiskusikannya
secara intelek.
  
10:49 P: Tidak.
K: Tidak.
  
10:50 Saya bicara tentang hal ini secara
amat serius. Mengapa harus begitu?
  
10:55 Saya telah kehilangan orang itu.
Ia sangat saya sayangi,
  
11:00 sahabat,
dan semua itu,
  
11:04 dan ia berakhir.
 
11:07 Saya pikir sangatlah penting
untuk memahami pengakhiran.
  
11:17 Pengakhiran.
 
11:21 Karena ada hal yg sama sekali baru
 
11:24 ketika ada pengakhiran,
bagi apapun.
  
11:30 P: Itu sebabnya saya bertanya:
Anda tak bisa mempertanyakan sebabnya.
  
11:35 K: Tidak, mengapa di sini semata-mata
adalah sebagai penyelidikan.
  
11:42 P: Tapi tidakkah itu tak terelakkan?
 
11:47 Ia yg merupakan keharuman
bagi eksistensi saya, berhenti.
  
11:54 K: Ya, saya mencintainya.
P: Ya.
  
11:55 K: Ia adalah sahabat saya
- secara seksual, dan semua itu -
  
12:01 bersamanya saya merasa penuh, kaya.
P: Ya.
  
12:06 K: Dan orang itu berakhir.
 
12:11 Benar?
Bukankah itu nestapa?
  
12:15 K: Ya.
 
12:18 Anak atau saudara laki-laki saya
meninggal, itu adalah nestapa yg dahsyat.
  
12:24 P: Ya.
 
12:28 K: Saya bercucuran air mata, kecemasan,
 
12:31 dan batin kemudian berkata,
'saya harus menemukan kenyamanan',
  
12:35 dan menciptakan ide bahwa saya akan
bertemu ia di kehidupan berikutnya,
  
12:38 dan mulailah semua hal itu.
 
12:41 Sekarag, saya bertanya pada diri sendiri
 
12:45 mengapa manusia membawa nestapa ini
bersamanya.
  
12:52 Saya tahu ini penuh dengan nestapa,
saya tahu ini menghancurkan.
  
12:58 Ini seakan seluruh eksistensi
telah tumbang.
  
13:05 Bagaikan pohon yang menakjubkan
dirobohkan dalam sekejap,
  
13:11 ditebang dalam sekejap.
Terjadi begitu saja.
  
13:19 Saya pikir saya ada dalam nestapa
 
13:22 karena saya tak pernah benar-benar
mengerti, secara mendalam,
  
13:25 apa itu pengakhiran.
 
13:30 Saya sudah hidup empat puluh,
lima puluh, delapan puluh tahun lamanya.
  
13:36 Selama periode tersebut saya tak pernah
menyadari artinya pengakhiran.
  
13:44 P: Saya mengerti.
 
13:46 K: Pengakhiran,
 
13:51 mengakhiri sesuatu yang sangat
saya sayangi.
  
14:02 Katakanlah, misalnya, sepenuhnya
mengakhiri kepercayaan,
  
14:09 sepenuhnya mengakhiri kemelekatan.
 
14:15 Pengakhiran itu, bukan...
 
14:19 pengakhiran itu
 
14:21 dalam rangka melanjutkannya
ke arah yang lain.
  
14:29 P: Apa yg membuat batin
tidak sanggup...
  
14:35 K: ...mengakhiri.
 
14:37 P: Mengakhiri.
Itu adalah pertanyaan yang...
  
14:41 K: Itulah ketakutan, tentu saja.
 
14:47 Contohnya
 
14:49 - saya mengambil contoh
sangat sederhana
  
14:53 yang lumrah
bagi kita semua -
  
14:57 untuk mengakhiri secara lengkap
tanpa motif atau arah apapun,
  
15:02 kemelekatan,
 
15:11 dengan segala kompleksitasnya,
denga segala implikasinya,
  
15:18 tidak ada kemelekatan pada
apapun juga,
  
15:25 pada pengalaman, pada memori,
pada pengetahuan Anda.
  
15:29 Itulah yg akan terjadi ketika
kematian datang!
  
15:39 Bagaimanapun juga,
pengakhiran pengetahuan
  
15:45 - yg dilekati oleh seseorang -
 
15:51 pengetahuan bahwa orang itu meninggal.
 
15:56 Saya sudah hidup bersamanya,
saya sudah menyayanginya,
  
15:59 saya sudah mengurusnya,
kami sangat dahsyat...
  
16:04 - semua itu -
 
16:05 keindahan dan pertentangan
dan semua yg terlibat di dalamnya.
  
16:10 Mengakhiri secara total, mutlak,
ingatan tentang semua itu.
  
16:24 Itulah kematian. Benar?
 
16:27 Itulah yg akan terjadi
 
16:31 ketika anak, saudara laki-laki, istri,
maupun suami, meninggal.
  
16:40 P: Anda sering mengatakan
 
16:48 'Hidup, memasuki rumah kematian'.
 
16:51 K: Ya.
P: Anda telah menggunakan frasa itu.
  
16:54 Apalah sebenarnya artinya?
 
16:56 K: Ya, saya sudah melakukannya.
P: Apa maksudnya itu?
  
17:00 K: Maksudnya:
mengundang kematian selagi masih hidup.
  
17:05 Bukan bunuh diri,
saya bukan berbicara tentang itu,
  
17:08 ataupun mengkonsumsi pil dan pergi.
 
17:13 Saya bicara tentang pengakhiran.
 
17:22 Menurut saya ini sangat penting.
 
17:24 Kata itu sendir mengandung
arti yg mendalam:
  
17:30 pengakhiran akan sesuatu.
 
17:36 Pengakhiran ingatan
 
17:39 - saya mengambilnya sebagai
contoh yg sederhana.
  
17:42 Ingatan tentang pengalaman
di mana saya telah menyayangi,
  
17:50 berpegang pada sesuatu yg telah
memberi saya kebahagiaan besar,
  
17:54 rasa mendalam dan kesejahteraan.
 
17:58 Dan terhadap ingatan itu saya melekat.
 
18:05 Dan saya hidup dalam ingatan itu,
 
18:07 walaupun saya melakukan
pekerjaan sehari-hari
  
18:10 dan berangkat ke kantor
atau apapun itu,
  
18:12 namun ingatan itu
sangatlah membahagiakan,
  
18:16 sangatlah penting,
saya berpegang padanya.
  
18:22 Dan karena itu saya tak pernah
mencari tahu apa artinya mengakhiri.
  
18:33 Menurut saya ada itu adalah hal besar,
setidaknya saya kira demikian,
  
18:36 ada hal besar dalam mengakhiri,
setiap hari,
  
18:42 semua yg telah Anda kumpulkan
secara emosional.
  
18:53 P: Kemelekatan...
 
18:59 dapat Anda akhiri.
 
19:01 K: Itulah pengakhiran,
itulah kematian!
  
19:03 P: Itu bukan kematian.
 
19:07 K: Jadi apa itu kematian?
 
19:08 Organisme yg berakhir?
 
19:11 P: Kematian...
 
19:14 K: Atau imaji yg telah saya bangun
tentang Anda?
  
19:18 P: Anda tahu, ketika Anda menguranginya
sedemikian, maka saya katakan
  
19:21 imaji yg telah saya bangun
tentang diri Anda.
  
19:24 Tapi lebih dari sekadar itu.
 
19:27 K: Apa yg lebih?
 
19:29 Tentu saja ada jauh lebih dari itu
 
19:31 namun saya hanya menyelidikinya.
 
19:34 P: Lebih dari itu.
 
19:35 K: Bahwa saya telah hidup bersama Anda,
 
19:38 menyayangi Anda, dan semua itu,
 
19:40 dan imaji tentang Anda telah
tertanam dalam pada saya.
  
19:48 P: Ya.
 
19:50 K: Dan
 
19:54 - saya tidak membicarakan ... -
 
19:56 Anda meninggal, dan imaji itu
menjadi semakin kuat,
  
20:05 secara alami.
 
20:06 P: Ya.
 
20:10 K: Saya memberi bunga, memberi
kata-kata puitis, dan semacamnya.
  
20:19 Namun itu hanya imaji yg hidup.
 
20:24 Dan saya bicara tentang
pengakhiran imaji itu.
  
20:31 P: Pak...
 
20:32 K: Karena saya tak bisa...
 
20:34 batin tak dapat masuk ke dalam
dimensi yg sama sekali baru
  
20:39 jika ada bayang-bayang ingatan
tentang apapun.
  
20:54 Karena 'itu' kekal,
 
20:58 'itu' abadi.
 
21:04 Dan, jika batin hendak masuk
ke dalam 'itu',
  
21:07 tidak boleh ada unsur waktu
di dalamnya.
  
21:18 Saya pikir ini logis,
rasional.
  
21:23 Dan apa yg menjadi keberatan kita?
 
21:26 P: Tapi hidup tidak... tidak dihidupi...
K: Tentu saja hidup.
  
21:30 P: ...secara logis dan rasional...
K: Tentu tidak. Tidak demikian.
  
21:33 P: Maksud saya, logis dan rasional...
 
21:36 K: Tentu saja, tidak, tapi
pengakhiran segala sesuatu
  
21:43 yg telah Anda kumpulkan secara
psikologis, yg adalah waktu.
  
21:48 Dan untuk memahami yg abadi,
yg tanpa waktu,
  
21:52 batin haruslah bebas dari semua itu.
 
21:55 Itulah yg saya maksudkan.
 
21:57 Dan karenanya harus ada pengakhiran.
 
22:08 P: Dengan demikian tidak ada
eksplorasi tentang pengakhiran?
  
22:13 K: Oh ya.
 
22:15 P: Apa itu eksplorasi
tentang pengakhiran?
  
22:18 K: Tidak.
Apa itu pengakhiran?
  
22:27 Berakhirnya keberlangsungan.
 
22:32 P: Itu benar-benar merupakan...
 
22:39 K: Keberlangsungan dari
pikiran terntentu,
  
22:44 arah tertentu,
 
22:47 keinginan tertentu.
 
22:58 Inilah yg memberi
keberlangsungan pada hidup.
  
23:03 Kelahiran dan kematian,
dalam interval besar itu
  
23:08 ada keberlangsungan mendalam
seperti sungai.
  
23:17 Volume airnya membuat
sungai itu menakjubkan,
  
23:24 maksud saya, seper Gangga,
Rhein, dst,
  
23:31 sungai-sungai besar di dunia,
Amazon, dst.
  
23:36 Namun kita hidup di permukaan
sungai kehidupan kita yg sangat luas.
  
23:48 Dan untuk menyaksikan keindahannya.
 
23:53 Dan kita tak bisa menyaksikan keindahannya
jika selalu berada di permukaan.
  
23:58 Dan pengakhirannya merupakan
keberlangsungan permukaan itu.
  
24:03 Saya tak tahu apakah Anda paham.
 
24:04 P: Pengakhirannya merupakan
keberlangsungan dari permukaan itu?
  
24:07 K: Tidak.
 
24:09 P: Pengakhirannya merupakan
pengakhiran dari permukaan itu.
  
24:14 K: Pengkahiran permukaan itu.
 
24:26 P: Apa yg mati?
 
24:38 K: Semua yg telah saya kumpulkan,
lahir dan batin.
  
24:50 Saya telah membangun bisnis yang bagus
 
24:57 yang mendatangkan banyak uang,
 
25:00 saya punya selera yang baik,
rumah bagus,
  
25:03 istri dan anak-anak yang baik,
taman yang indah.
  
25:12 Dan sepanjang hidup, saya mengusahakan
keberlangsungan hal-hal itu.
  
25:17 Saya mengakhiri itu.
 
25:25 P: Pak, jika Anda tak keberatan apakah
saya boleh sedikit mengeksplorasi?
  
25:30 Anda hendak mengatakan pada saya
 
25:33 bahwa seiring kematian
jasmani Krishnamurti,
  
25:36 kesadaran Krishnamurti akan berakhir?
 
25:41 Tolong, saya sangat menitikberatkan ini.
 
25:45 K: Ada dua hal yg Anda katakan:
 
25:47 kesadaran K,
 
25:50 dan akhir dari jasmani.
P: Akhir dari jasmani.
  
25:55 K: Jasmaninya akan berakhir,
itu jelas.
  
25:58 Digunakan di saat tak tepat, kecelakaan,
sakit, dsb. - itu akan berakhir.
  
26:05 Jadi, apa yg merupakan
kesadaran dari orang itu?
  
26:13 P: Welas asih yg amat besar,
tanpa akhir, dan berlimpah
  
26:18 - saya mengambil contoh itu.
 
26:20 K: Ya.
 
26:24 Saya tak akan menyebutnya 'kesadaran'.
 
26:33 P: Saya menggunakan kata 'kesadaran'
 
26:35 karena hal itu berkaitan dengan
jasmani Krishnamurti.
  
26:41 K: Ya, tapi itu bukan...
 
26:42 P: Karena itu dikaitakan dengan
jasmani Krishnamurti.
  
26:45 Saya tak dapat memikirkan kata yg lain.
 
26:48 Saya bisa katakan 'batin Krishnamurti'.
 
26:50 Saya bisa katakan 'kesadaran'.
 
26:52 K: Tetap dengan kata 'kesadaran',
 
26:54 jika Anda tak keberatan,
dan mari kita membahasnya.
  
27:00 Kesadaran umat manusia
adalah isinya.
  
27:07 P: Ya.
 
27:09 K: Benar?
 
27:10 Isi tersebut adalah
keseluruhan gerak pikiran.
  
27:19 Pembelajaran bahasa,
 
27:21 karier,
keahlian, kepercayaan,
  
27:25 dogma, ritual, penderitaan,
kepedihan, kecemasan, kesepian,
  
27:30 rasa takut yg amat sangat,
 
27:34 semua itu adalah gerak pikiran.
 
27:41 P: Ya.
 
27:45 K: Jika gerak pikiran berakhir,
 
27:51 kesadaran, seperti yg kita tahu,
tiada.
  
28:00 P: Namun pikiran, yg kita tahu
merupakan suatu gerak
  
28:04 dalam kesadaran,
 
28:07 tidak ada dalam batin Krishnamurti.
 
28:11 Katakanlah demikian.
 
28:13 Akan tetapi, ada suatu keadaan
yg memanifestasikan dirinya
  
28:21 ketika saya berkontak dengan ia,
atau ketika saya...
  
28:25 Hal itu memanifestasikan diri.
 
28:26 Dengan demikian, sekalipun Anda gunakan...
jangan mengecilkannya menjadi pikiran.
  
28:31 K: Tidak, seseorang sangatlah hati-hati
dalam menunjukkan sesuatu.
  
28:37 Kesadaran, seperti yg kita tahu,
 
28:40 adalah gerak pikiran
 
28:42 - buruk, terhormat, semua itu.
P: Ya, ya, ya.
  
28:45 K: Itu adalah gerak pikiran,
itu adalah gerak waktu.
  
28:49 P: Ya. Ya, saya paham.
 
28:52 K: Pahamilah dengan jelas.
P: Ya.
  
28:54 K: Artinya, kesadaran manusia,
 
28:57 sebagaimana yg kita tahu, adalah itu.
 
28:59 P: Ya.
 
29:02 K: Ketika pikiran, setelah menyelidiki,
dst., dst.,
  
29:07 berakhir
 
29:11 - tidak di dunia material,
di dunia psikologis -
  
29:17 pikiran berakhir,
 
29:25 kesadaran,
sebagaimana kita tahu, tidak!
  
29:32 P: Pak, Anda dapat memakai
kata lain apapun.
  
29:34 K: Saya tetap dgn kata itu.
 
29:36 P: Tapi ada suatu keadaan
 
29:39 yg memanifestasikan dirinya
sebagai Krishnamurti.
  
29:43 K: Ya, ya...
P: Sekarang, saya harus gunakan kata apa?
  
29:47 K: Anda sepenuhnya benar,
 
29:49 saya tidak meminta Anda
mengubah kata. Tetapi...
  
30:00 Anda, misalnya, melalui meditasi
 
30:07 - meditasi yg sesungguhnya,
 
30:09 bukan meditasi palsu
yg terjadi di dunia ini,
  
30:11 meditasi yg sesungguhnya -
 
30:15 Anda mencapai titik yg mutlak.
 
30:19 P: Ya.
 
30:23 K: Dan saya melihat hal ini, merasakannya.
 
30:30 Bagi saya, ini adalah keadaan
yg luar biasa.
  
30:33 Kontak itu... melalui Anda,
saya merasakan keluasan ini.
  
30:44 Dan seluruh dorongan, usaha keras saya,
mengatakan bahwa saya harus merebut,
  
30:54 memiliki, atau kata apapun
yg Anda gunakan. Benar?
  
30:57 Namun Anda memilikinya.
 
30:59 Bukan 'Anda' yg memiliki
- namun itu sudah ada.
  
31:02 Bukan Anda, Pupulji, yg memilikinya
- itu sudah ada di situ.
  
31:08 Bukan milik Anda atau saya
- itu sudah ada di situ.
  
31:11 P: Tapi itu ada di situ
lantaran Anda.
  
31:15 K: Ah!
P: Anda mengerti, Pak?
  
31:17 K: Ah, itu ada di situ bukan karena saya -
itu sudah ada di situ!
  
31:21 P: Di mana?
 
31:31 K: Baiklah. Itu tidak memiliki tempat.
 
31:44 P: Saya hanya dapat menerimanya
hingga tingkat tertentu.
  
31:47 Tidak, Pak, saya tak akan menerimanya.
 
31:51 K: Pertama, itu bukanlah milik
Anda ataupun saya. Benar?
  
31:56 P: Saya hanya tahu
 
32:02 bahwa hal itu memanifestasi
dalam diri Krishnamurti.
  
32:05 K: Dalam diri X. Ya.
 
32:08 P: Dengan demikian, ketika Anda katakan
itu tak memiliki tempat,
  
32:11 saya tidak dapat menerimanya.
 
32:13 K: Tentu saja.
P: Itu memiliki tempat...
  
32:16 K: Karena Anda telah
mengidentifikasikan K dengan 'itu'.
  
32:22 P: Tetapi K adalah 'itu'.
 
32:24 K: Ya, mungkin saja, namun
 
32:28 K berkata bahwa hal itu
tak ada hubungannya
  
32:31 dengan K atau siapapun
- itu sudah ada di situ.
  
32:41 Keindahan
 
32:44 bukanlah milik Anda atau saya,
itu sudah ada di situ,
  
32:50 di pepohonan,
 
32:52 di bunga-bunga - Anda paham? -
itu sudah ada di situ.
  
32:55 P: Tapi, Pak, penyembuhan
dan welas asih
  
33:00 yg ada di dalam K
tidak ada di luar sana.
  
33:05 K: Tidak, tentu tidak.
 
33:06 P: Jadi penyembuhan dan welas asih K,
 
33:09 itulah yg saya bicarakan.
 
33:13 K: Tapi 'itu' bukanlah K,
ini.
  
33:19 P: Tapi itu manifestasi
dan akan berhenti memanifetasi,
  
33:24 itulah yg saya tanyakan,
katakan.
  
33:26 K: Saya mengerti. Saya paham.
P: Tolong pahami, Pak.
  
33:29 K: Tentu saja, tentu saja.
 
33:30 Saya mengerti apa yg Anda
coba katakan.
  
33:34 Saya mempertanyakannya.
 
33:38 P: Apa yg Anda maksud dengan
mempertanyakannya?
  
33:45 K: Itu dapat mewujud melalui X.
 
33:50 'Itu' yg terwujud
 
33:54 atau hal yg mewujud,
bukanlah milik K.
  
34:05 P: Bisa saja bukan milik...
 
34:07 K: Hal itu tidak ada hubungannya
dengan K, X.
  
34:13 P: Saya siap untuk menerima
hal itu juga,
  
34:16 bahwa itu bukanlah milik K.
 
34:19 Namun K dan 'itu'
tidak terpisahkan.
  
34:22 K: Ya, baiklah, tapi, Anda tahu,
 
34:26 bahwa ketika Anda mengidentifikasikan
'itu' dengan seseorang...
  
34:33 P: Saya tak dapat...
 
34:35 K: ...tak terpisahkan. Anda paham, kita
menuju suatu hal yg sangat halus.
  
34:39 P: Ya, say ingin pelan-pelan
masuk ke dalamnya.
  
34:43 K: Tepat.
 
34:45 P: Anda tahu,
 
34:52 contohnya Buddha,
 
34:54 apapun kesadaran Buddha,
 
34:57 atau hal yg memanifestasi melaluinya,
 
34:59 hal itu berhenti.
 
35:01 Hal itu berhenti,
berhenti bermanifestasi.
  
35:04 K: Saya mempertanyakannya.
 
35:08 Saya ragu apabila...
 
35:10 Tidak...
Mari kita menjadi sangat hati-hati.
  
35:14 Anda mengatakan
 
35:17 - mari bicara tentang Buddha saja
daripada tentang saya -
  
35:22 Anda mengatakan bahwa kesadaran
orang itu, Buddha,
  
35:27 berhenti ketika ia meninggal.
 
35:32 Benar?
 
35:34 Itu mewujud melaluinya.
 
35:37 P: Itu mewujud melaluinya, ya.
 
35:39 K: Dan ia adalah 'itu'.
P: Ia adalah 'itu', ya.
  
35:42 K: Dan ketika ia meninggal, Anda
mengatakan bahwa 'itu' menghilang'.
  
35:49 P: Tidak, saya tak punya pengetahuan untuk
mengatakan bahwa itu menghilang.
  
35:53 Saya hanya berkata
 
35:56 bahwa hal itu tak dapat lagi dikontak.
Pahamilah ini, Krishnaji.
  
36:01 K: Tentu saja tidak.
 
36:04 P: Mengapa Anda katakan
'tentu saja tidak'?
  
36:12 K: Karena
 
36:15 - meditasi, semua itu -
ia mengalami pencerahan
  
36:18 maka itu datang padanya.
 
36:20 P: Ya, ya.
 
36:21 K: Oleh sebab itu ia dan 'itu' adalah...
 
36:24 tidak ada pemisahan.
P: Ya.
  
36:27 K: Saya, muridnya, mengatakan,
'Ya Tuhan, ia meninggal.
  
36:34 Dan bersama kematiannya
seluruhnya berakhir'.
  
36:37 P: Berakhir.
 
36:39 K: Saya katakan itu tidak berakhir.
 
36:49 Hal baik tak akan pernah berakhir.
 
36:58 Karena kejahatan - jika saya boleh pakai
kata itu tanpa terlalu banyak
  
37:05 makna kegelapan di dalamnya -
 
37:09 kejahatan tetap berlangsung di dunia.
 
37:15 Benar?
 
37:16 Kejahatan itu sepenuhnya berbeda
dari kebaikan.
  
37:23 Jadi, kebaikan mewujud...
kebaikan akan selalu ada,
  
37:31 telah hadir selalu sebagaimana -
bukan lawan dari itu -
  
37:38 kejahatan sendiri terus berlanjut.
 
37:43 P: Namun kita melenceng, Pak.
K: Saya tahu, saya tahu.
  
37:47 P: Agak melenceng.
 
37:48 K: Saya tak yakin,
 
37:48 itu tak masalah.
Teruskan saja.
  
37:56 P: Anda mengatakan bahwa itu
tidak menghilang bersama...
  
38:00 K: Kebaikan tak pernah bisa hilang.
 
38:02 P: Saya bicara tentang
 
38:05 welas asih yg penuh pencerahan
dari makhluk tersebut.
  
38:14 Namun sekarang saya bisa
berkontak dengannya.
  
38:17 K: Ya. Anda bisa berkontak dengannya
meskipun ia sudah tidak ada lagi.
  
38:27 Itulah seluruh intinya.
 
38:31 Itu tak ada hubungannya dengan
orang tersebut.
  
38:40 P: Yg Anda katakan tentang menjadi cahaya
bagi diri Anda sendiri,
  
38:45 apakah hal ini termasuk
di dalam mengontak
  
38:49 tanpa keberadaan orangnya?
 
38:51 Apa yg termasuk di dalamnya,
ketika Anda berkata
  
38:53 bahwa itu bisa dikontak tanpa
keberadaan orangnya?
  
38:56 K: Bukan dikontak,
itu adalah kata yg jelek.
  
38:58 Itu dapat dicerap, dihidupi, itu dapat...
 
39:04 itu sudah ada di situ untuk Anda
untuk dijangkau dan dipegangi.
  
39:14 Dan untuk menjangkau dan menerimanya
Anda harus...
  
39:20 pikiran, sebagaimana kesadaran
yg kita ketahui,
  
39:25 harus berakhir.
 
39:38 Karena pikiran benar-benar merupakan
musuh dari 'itu'.
  
39:53 Pikiran jelas-jelas adalah
musuh welas asih.
  
40:00 Benar?
 
40:07 Dan untuk memiliki api ini,
bukanlah pengorbanan besar yg dibutuhkan,
  
40:14 ini dan itu,
tetapi bangkitnya kecerdasan
  
40:19 yg melihat
gerak pikiran,
  
40:22 dan kesadarannya yg
mengakhiri pikiran.
  
40:33 Itulah meditasi yg sesungguhnya.
Benar?
  
40:38 P: Lalu di mana pentingnya
kematian?
  
40:43 K: Tidak ada.
 
40:49 Tidak, tidak.
Itu tidak ada maknanya
  
40:53 karena Anda hidup dengan kematian
setiap waktu.
  
41:02 Karena Anda mengakhiri semuanya
setiap waktu.
  
41:10 Menurut saya kita
tak melihat pentingnya
  
41:13 atau indahnya pengakhiran.
 
41:20 Yg kita lihat yaitu
 
41:23 keberlangsungan dengan
gelombang keindahannya dan dengan...
  
41:29 semua yg dangkal.
 
41:31 P: Pak, katakanlah besok saya akan pergi.
 
41:35 Apakah saya memisahkan diri saya
sepenuhnya dari Anda?
  
41:37 K: Tidak, tidak dari saya.
 
41:40 Anda memisahkan diri Anda dari 'itu',
dari keabadian
  
41:47 dengan seluruh welas asih dst.,
 
41:53 jika itu bukan lagi...
suatu memori.
  
41:58 Anda paham?
 
42:03 Sederhana, bukan?
 
42:06 Saya bertemu Buddha.
 
42:11 Saya telah sungguh-sungguh
mendengarkannya.
  
42:17 Ia memberi kesan yg sangat luar biasa.
 
42:20 Seluruh kebenaran yg ia katakan
tetap tinggal di dalam saya.
  
42:26 Dan ia pun pergi.
 
42:35 Ia telah berkata pada saya,
dengan sangat hati-hati,
  
42:38 'Jadilah cahaya bagi diri Anda'.
 
42:44 Maka kebenaran tinggal bersama saya,
 
42:48 itu adalah benih yg
mekar dalam diri saya.
  
42:54 Jadi jika ia pergi,
benih itu akan mekar.
  
43:01 Saya bisa saja merindukannya,
saya katakan, 'Saya berduka,
  
43:04 ia adalah seorang teman,
saya kehilangan seorang teman,
  
43:08 atau seseorang yg sangat
saya sayangi.
  
43:13 Tetapi apa yg penting adalah
 
43:16 benih kebenaran
yg telah ditanam
  
43:23 oleh kewaspadaan saya, kesadaran saya,
pendengaran yg intens.
  
43:29 Benih itu akan mekar.
 
43:34 Sebaliknya apa gunanya
seseorang memiliki itu?
  
43:42 Jika X mempunyai
pencerahan luar biasa ini
  
43:49 - jika kita bisa pakai kata itu -
 
43:51 keluasan, welas asih, kasih sayang,
dan semua itu,
  
43:58 jika hanya dia,
orang itu memilikinya,
  
44:01 dan ia meninggal,
apa intinya - apa?
  
44:08 P: Pak, bolehkah saya bertanya?
 
44:13 Apa alasan bagi keberadaannya?
 
44:17 Setelah itu apa alasan bagi keberadaannya?
 
44:25 K: Apa alasan bagi keberadaan,
bagi kehadirannya?
  
44:29 P: Ya.
K: Untuk memanifestasikan 'itu'.
  
44:39 Untuk menjadi perwujudan dari 'itu,
untuk menjadi... Anda tahu, semua itu.
  
44:45 Mengapa harus ada alasan?
 
44:51 Bunga tak punya alasan.
 
44:56 Keindahan tak punya alasan,
ia ada.
  
45:01 Tapi jika saya mencoba menemukan alasan,
bunga tersebut tidak.
  
45:08 Saya tidak memistifikasi semua ini,
 
45:13 membuatnya berkabut,
yg menjadikannya misterius,
  
45:18 bukan itu.
 
45:21 Semua yg saya katakan,
itu sudah ada di situ
  
45:25 bagi semua orang untuk menjangkau
dan memeganginya.
  
45:33 Dan demikian juga kematian, Pupulji,
merupakah hal...
  
45:38 layaknya kelahiran, yg tentunya merupakan
 
45:40 peristiwa luar biasa bagi sang ibu,
 
45:45 dan mungkin bagi sang ayah,
 
45:49 namun kelahiran dan kematian
sangatlah jauh terpisah
  
45:57 - Anda paham?
 
46:00 Dan semua kesukaran dari
keberlangsungan itu,
  
46:09 adalah kesengsaraan manusia.
 
46:14 Dan jika keberlangsungan itu
 
46:19 dapat berakhir setiap hari,
 
46:21 Anda hidup dengan kematian.
 
46:25 Yang merupakan suatu
 
46:29 pembaharuan total dari sesuatu
yg tidak memiliki keberlangsungan.
  
46:36 Itulah sebabnya saya pikir
betapa pentingnya memahami
  
46:40 makna kata 'pengakhiran'.
 
46:47 Pengakhiran sepenuhnya dari pengalaman,
 
46:54 atau hal yg telah dialami
 
46:57 dan tersisa dalam
batin sebagai ingatan.
  
47:11 Dapatkah kita - kita masih
punya beberapa waktu -
  
47:16 dapatkah kita membahas pertanyaan
 
47:22 apakah umat manusia bisa hidup
 
47:26 - selain pengetahuan fisik,
 
47:30 menyetir mobil,
 
47:32 menulis surat,
dan semua pengetahuan itu -
  
47:34 dapatkah ia hidup tanpa
 
47:41 waktu dan pengetahuan?
 
47:50 Anda mengerti maksud saya?
 
47:54 P: Bukankah yg sudah kita katakan
sejauh ini, hidup dengan pengakhiran,
  
48:01 adalah hal yg selalu kita pertanyakan?
 
48:04 K: Ya. Itulah sebabnya
saya mempertanyakannya.
  
48:07 P: Artinya, ketika batin
 
48:13 mampu hidup dengan pengakhiran,
 
48:18 ia mampu hidup dengan
pengakhiran waktu
  
48:23 dan pengakhiran pengetahuan.
K: Tepat sekali.
  
48:26 Maksud saya, ini bisa saja
hanyalah banyaknya kata-kata.
  
48:29 P: Tidak, tapi, Pak,
tidakkah itu termasuk...
  
48:36 Salah satu halnya adalah:
Anda tak bisa berbuat apa-apa,
  
48:41 tapi Anda bisa mengamatinya
dan mendengarkan.
  
48:47 Dan di dalam...
 
48:50 Sekarang saya ingin lebih
memperdalam... jika boleh.
  
48:53 K: Silahkan.
P: Ada arus pengetahuan.
  
48:56 K: Ada arus pengetahuan, ya.
 
48:58 P: Arus pengetahuan.
 
49:00 Ketika saya berkata:
dapatkah saya bebas, atau tidak bebas,
  
49:04 atau memeganginya, atau melepasnya,
 
49:06 itu adalah satu unsur
dari arus pengetahuan
  
49:09 yg membuat pernyataan itu.
 
49:11 K: Tentu saja.
P: Karena itu...
  
49:12 K: ...tak ada maknanya.
K: Tak ada maknanya.
  
49:14 Sekarang, arus pengetahuan manusia
muncul dengan cepat
  
49:18 - karena tantangan atau apapun,
ia muncul dengan cepat.
  
49:22 Satu-satunya hal yg mungkin
adalah kebangkitan
  
49:27 di mana kemunculan itu surut.
 
49:30 K: Dan kita mencerap,
ia surut. Tepat.
  
49:32 Mekar dan layunya itu.
P: Surut.
  
49:34 Apakah ada hal lain yg dapat
dilakukan seseorang
  
49:40 di samping menyadari
muncul dan surutnya ini?
  
49:47 K: Apakah Anda hendak mengatakan,
 
49:56 untuk benar-benar memahami...
 
49:59 untuk memiliki kebaikan itu
- saati ini katakanlah demikian -
  
50:04 Anda tak dapat melakukan apapun?
 
50:07 Itukah yg Anda maksud?
P: Anda tak dapat berbuat apapun.
  
50:11 K: Saya tak sepenuhnya yakin dengan itu.
 
50:14 P: Itulah yg ingin saya ketahui.
Beritahu saya.
  
50:21 K: Tidakkah itu seperti
 
50:24 suatu pernyataan menyimpulkan:
'Saya tak dapat berbuat apapun'?
  
50:30 P: Tidak, Pak. Entah saya bisa lakukan...
K: Mari kita cari tahu.
  
50:34 P: Anda paham,
 
50:37 entah saya bisa lakukan
- pertanyaannya kemudian menjadi...
  
50:41 K: ...apa yg bisa saya lakukan?
P: Apa yg bisa saya lakukan.
  
50:42 K: Saya mengerti.
P: Jika saya katakan tak bisa melakukan...
  
50:46 K: Apa yg membuat Anda berkata:
'Saya tidak bisa'?
  
50:49 P: Karena...
 
50:51 K: Tidak, kita selidiki bersama,
bantu saya, mari kita selidiki.
  
50:55 Apa yg membuat Anda berkata, 'Saya
tak dapat melakukan apapun terhadap itu'?
  
51:00 Terhadap apa?
 
51:02 P: Terhadap munculnya arus pengetahuan.
 
51:05 K: Tidak, tidak.
 
51:06 P: Ya, itulah yg sedang
kita bicarakan.
  
51:09 Ada suatu arus pengetahuan.
 
51:11 K: Ya, ada arus pengetahuan
- itu saja.
  
51:12 Entah itu dapat mengungkapkan dirinya...
 
51:14 P: Entah saya adalah entitas yg terpisah
dari arus pengetahuan itu...
  
51:18 K: Anda tidak terpisah.
 
51:20 P: Dalam penyelidikan, saya melihat...
K: Anda tidak terpisah.
  
51:23 P: ...seseorang tidak.
K: Itu cukup sederhana.
  
51:25 P: Sekarang, jika sayalah
arus pengetahuan itu
  
51:28 maka kemunculan arus itu...
 
51:31 K: Saya mengerti.
Saya mengerti itu.
  
51:32 Jika Anda menyatakan
 
51:36 bahwa saya adalah arus
pengetahuan tersebut,
  
51:39 dan saya tak bisa berbuat
apapun terhadapnya karena
  
51:42 itu adalah permainan kata.
 
51:44 P: Saya paham
 
51:45 sekali Anda mengatakannya,
itu dapat menjadi suatu...
  
51:49 K: Ya.
 
51:52 P: Tapi apa yg mungkin?
Apa yg...
  
51:59 Bagaimana keadaan batin itu?
 
52:02 K: Itu lebih baik.
P: Bagaimana keadaan batin...
  
52:08 K: ...yg...
 
52:09 P: ...yg sangat sensitif,
 
52:13 yg sangat sensitif bagi kemunculan
dan juga pengakhiran?
  
52:18 Anda tahu, harus ada...
K: Ah, mengapa Anda menggunakan...
  
52:22 Jika itu sensitif,
itu tak pernah muncul
  
52:29 ataupun berakhir.
 
52:31 Itu sebabnya saya harus
sedikit hati-hati terhadapnya.
  
52:34 P: Itu sebabnya saya berkata,
kita tak tahu keadaan tersebut.
  
52:38 Saya benar-benar tak tahu keadaan tersebut
di mana itu sangat sensitif
  
52:42 bahwa tidak ada kemunculan.
Faktanya ada kemunculan.
  
52:46 K: Kemunculan.
Sebentar.
  
52:50 Tak bisakah Anda melakukan
sesuatu terhadap kemunculan?
  
52:56 Tidak mencoba mengubahnya, mencoba
 
53:02 memodifikasinya maupun merasionalisasi,
melarikan diri, semua itu.
  
53:08 Bisakah Anda melihat
munculnya kemarahan
  
53:16 dan menyadarinya,
 
53:21 membiarkannya mekar dan berakhir?
 
53:28 Saya menggunakan kata
'mekar'
  
53:30 agar tidak menjadi kasar tentang hal itu,
 
53:33 memukul seseorang.
Melihat kemarahan muncul,
  
53:40 dan lihat itu membutuhkan ungkapan
kekerasan dari kemarahan,
  
53:47 dan amati keseluruhan
gerak kemarahan tersebut,
  
53:51 biarkan mekar.
Begitu ia mekar ia pun mati,
  
53:56 seperti bunga,
 
53:58 di pagi hari ia tumbuh
dan layu di malam hari.
  
54:00 P: Ini,
tak pernah saya mengerti.
  
54:05 Batin yg mampu mengamati,
 
54:11 bagaimana kemarahan muncul?
 
54:16 Bagaimana itu dapat
mengamati kemunculan?
  
54:19 K: Tunggu, tunggu, tunggu.
Mungkin saja batin
  
54:23 tidak mengerti
seluruh gerak kekerasan.
  
54:26 P: Tidak, tapi saya ingin
menanyakan pada Anda
  
54:28 hal yg selalu membingungkan saya.
 
54:31 Bagaimana seseorang mengamati
- mengamati -
  
54:36 tanpa pengamat?
 
54:38 K: Ah, sekarang Anda berbicara hal lain.
 
54:40 P: Karena jika tidak...
K: Tentu.
  
54:41 P: ...Anda terperangkap.
Mengamati dengan pengamat...
  
54:46 K: Tentu saja, secara umum
saya berbicara tentang batin manusia
  
54:50 yg telah memisahkan dirinya
 
54:53 sebagai pengamat dan yg diamati.
 
54:56 P: Ya, lalu Anda bisa
mengamati munculnya kemarahan.
  
55:00 K: Tunggu.
Apa yg terjadi?
  
55:02 Batin dapat melakukan sesuatu.
 
55:04 P: Ya, Anda bisa mengamati
munculnya kemarahan,
  
55:10 Anda bisa melihat perwujudan-perwujudannya
 
55:14 dan tidak turut campur dengan
perwujudan-perwujudan itu.
  
55:17 K: Biarkan itu layu.
P: Dan kemudian biarkan itu surut.
  
55:18 P: Ya, surut.
 
55:20 Itu dapat Anda lakukan.
Itu sajalah yg saya bicarakan.
  
55:23 P: Itu benar.
Itu dapat dilakukan.
  
55:26 Dan itulah apa yg batin...
suatu batin yg kita sebut bangun,
  
55:31 itulah yg dilakukan oleh batin.
K: Ya.
  
55:34 Itu saja yg saya ingin katakan.
Itu dapat melakukan sesuatu.
  
55:38 - Anda paham? - bukan mengatakan,
'Saya tak bisa melakukan apapun'.
  
55:42 Batin yg mengatakan,
'Saya tak bisa melakukan apapun'
  
55:46 tidak bergerak.
 
55:49 Benar?
 
55:56 Hanya batin yg mengatakan
 
55:57 'Saya dapat melakukan sesuatu',
yg bergerak.
  
56:02 Hanya batin yg mengatakan,
'Saya tak dapat melakukan apapun',
  
56:06 dengan demikian merupakan batin
yg sepenuhnya tenang.
  
56:10 Tapi itu adalah... Anda mengerti?
 
56:15 Itu bagaikan mengatakan pada
seorang murid, 'Tenanglah'.
  
56:21 Anak malang, ia bahkan
tak tahu apa artinya.
  
56:24 Ia penuh semangat, meloncat,
bicara, berteriak, menangis,
  
56:30 Baginya itulah hidup.
 
56:44 Jadi sudahkah kita, dalam dialog ini,
 
56:51 melihat makna kematian?
 
56:55 Keindahan luar biasa dalam
mengakhiri sesuatu?
  
57:18 Bahkan, berhenti belajar,
 
57:32 berhenti menuntut pengalaman,
 
57:39 pengakhiran apapun yg telah Anda
 
57:46 perjuangkan, inginkan, miliki.
 
57:51 Menurut saya, di dalamnya
terdapat keindahan yg dahsyat.
  
57:58 Itu sebabnya saya pikir
 
58:01 kematian memiliki keindahan
dan vitalitas yg luar biasa.
  
58:14 Apakah itu cukup?
 
58:18 P: Apakah menurut Anda akan ada
 
58:24 suatu pembelajaran dari batin,
di dalam batin,
  
58:30 untuk menghadapi kematian penghabisan?
 
58:39 K: Apa yg dapat dipelajari
dari sana, Pupul?
  
58:42 Ini sangatlah menarik.
 
58:44 Tidak ada yg dapat dipelajari
selain hal-hal biasa.
  
58:50 Apa yg dapat dipelajari?
P: Tidak, tapi batin...
  
58:54 Pernyataan Anda...
 
58:57 batin harus menerimanya
tanpa hasutan.
  
59:02 K: Ya, ya. Tanpa...
 
59:05 P: Tanpa hasutan.
 
59:07 Menerima pernyataan seperti itu
tanpa hasutan
  
59:12 adalah satu-satunya cara
 
59:14 yg, ketika kematan datang,
di situ mungkin tidak ada hasutan.
  
59:20 K: Begitulah. Itu benar.
 
59:23 Benar. Bukan...
 
59:27 P: Saya menggunakan kata 'hasutan'
K: Saya mengerti.
  
59:51 Bisakah kita kita berhenti?
Baiklah, sudah selesai.