Krishnamurti Subtitles

Bagaimana Seseorang Menyelidiki ke dalam Sumber Segala Kehidupan?

Brockwood Park - 21 June 1982

Conversation with Pupul Jayakar 1



0:08 Hal apa yang paling
menarik bagi Anda
  
0:15 untuk ditanyakan, suatu hal
 
0:19 yang tak hanya
memanggil Barat,
  
0:23 tetapi juga memanggil
batin India
  
0:27 yang telah memikirkan hal tersebut
mungkin lebih lama
  
0:34 daripada dunia Barat?
 
0:36 Mempertimbangkan keduanya,
dunia Barat dan Timur,
  
0:40 menurut Anda,
apa yang
  
0:44 paling bermakna,
dan bertahan lama,
  
0:49 bukan sekadar makna sementara,
melainkan sesuatu yang bertahan lama,
  
0:56 yang berarti?
 
1:13 P: Pak, sebagian besar hidup kita
sangatlah sia-sia.
  
1:24 K: Ya.
 
1:33 P: Dan kecuali seseorang
menemukan dalam dirinya
  
1:50 -saya ingin gunakan
kata yang tepat
  
1:55 mungkin... kemampuan untuk melompat
keluar dari kesia-siaan.
  
2:02 K: Untuk...? P: Melompat
keluar dari kesia-siaan.
  
2:09 Agar batin mempunyai
sumber yang kreatif
  
2:16 sehingga ia dapat bergerak,
apa pun yang dilakukannya.
  
2:23 Yang penting bukanlah
apa yang dilakukannya,
  
2:28 melainkan kebutuhan
akan sesuatu
  
2:32 yang baru,
yang tidak tercemar,
  
2:37 supaya seperti apa
pun keadaannya,
  
2:44 Anda tampak
melampaui keadaan,
  
2:49 dan itu
hanya terjadi
  
2:53 ketika batin tidak
tergantung pada apa pun,
  
2:58 ketika batin punya suatu
ruang, suatu pencerapan.
  
3:10 Dan saya bertanya-
tanya selama ini.
  
3:13 Mungkin pertanyaan
ini sukar.
  
3:17 Namun, ini
pertanyaan yang
  
3:24 telah saya renungkan
beberapa bulan terakhir,
  
3:33 yakni apa yang mendasari
yang kreatif?
  
3:41 K: Saya ingin tahu
apa yang Anda maksud kreatif.
  
3:45 Maksud saya, seorang seniman
menganggap dirinya kreatif,
  
3:49 seorang penyair,
seorang pemikir,
  
3:54 atau semacam penemuan baru
yang dilakukan seorang ilmuwan.
  
4:01 Apakah Anda menyebut
semua itu kegiatan kreatif?
  
4:06 P: Mungkin.
 
4:08 K: Namun, itu terbatas.
Mereka mungkin tak mengakuinya.
  
4:15 P: Pak, mengapa Anda
memasukkan kata "terbatas"?
  
4:19 K: Tak usah gunakan "terbatas".
Parsial.
  
4:23 P: Itu pula. Mengapa saya masukkan...
Saya tak tahu yang lainnya.
  
4:29 K: Bukan.
 
4:33 Hal itu parsial
karena tidak punya
  
4:37 kaitan dengan kehidupan
mereka sehari-hari.
  
4:41 P: Lagi-lagi...
 
4:43 K: Bukan. Seseorang bisa saja
menjadi ilmuwan besar
  
4:47 seraya menjalani hidup yang sangatlah
sedang-sedang saja.
  
4:52 Dan ilmuwan tersebut
bisa membuat temuan luar biasa
  
4:57 lalu menyebut itu kreatif.
 
5:00 P: Anda lihat,
itu alasan
  
5:02 saya tak bicara
tentang "tindakan kreatif".
  
5:10 K: Melainkan batin kreatif.
 
5:12 P: Melainkan suatu dasar,
batin,
  
5:19 suatu pencerapan yang
terkandung dalam yang kreatif.
  
5:33 K: Saya pikir, kita mesti
memperjelasnya,
  
5:36 pertanyaan ini,
jika Anda tak keberatan.
  
5:40 P: Anda tak pernah
menjawab pertanyaan apa pun
  
5:50 tentang dasar dari manifestasi,
misalnya.
  
5:53 Mari kita bahas di
tataran paling sederhana
  
5:58 munculnya
segala sesuatu.
  
6:04 K: Kelahiran, segala sesuatu.
P: Kelahiran.
  
6:08 K: Entah seorang bayi, pohon
yang baru, atau seekor burung.
  
6:17 P: Apa saja yang terlibat?
 
6:21 K: Apakah Anda
menanyakan,
  
6:26 apa sumber
dari segala kehidupan,
  
6:33 baik yang-mewujud
maupun yang-tidak-mewujud?
  
6:36 P: Ya. Saya ingin memeriksa,
jika ini memungkinkan,
  
6:43 apa yang Anda katakan barusan
-yang-tidak-mewujud dan...
  
6:54 yang-mewujud
dan yang-pramewujud.
  
6:57 Saya bahkan tak gunakan
kata "yang-tak-mewujud".
  
7:00 Momen seketika
tepat sebelum pewujudan terjadi.
  
7:05 K: Atau kelahiran terjadi.
P: Satu momen singkat itu.
  
7:13 K: Apakah kita
membahas topik ini
  
7:18 dalam pembicaraan panjang lebar
teknologi, ilmu pengetahuan,
  
7:24 ataukah kita memeriksa
-memeriksa-
  
7:28 ke dalam sesuatu
yang Anda dan saya tidak ketahui?
  
7:32 Tunggu dulu,
saya ingin membuatnya jelas.
  
7:37 Karena, bagaimanapun juga,
kelahiran seorang bayi adalah
  
7:42 -kita tahu itu,
Bagaimana itu muncul.
  
7:47 P: Namun, seseorang bisa tahu
bagaimana itu muncul,
  
7:52 tetapi, tetap tidak mengetahui…
 
7:55 K: Apa?
 
7:56 P: … kualitas kehidupan
yang menjalarinya.
  
8:03 Mengetahui bahwa seorang bayi
lahir karena…
  
8:07 K: Melalui berbagai proses.
 
8:09 P: … itu tak memberi Anda
pengalaman kelahiran, Pak.
  
8:14 Aktualitas kelahiran
sangatlah berlainan
  
8:17 dari penggambaran
mengenai kelahiran.
  
8:20 K: Ya.
P: Demikian pula hal-hal lainnya.
  
8:23 K: Penggambaran
bukanlah bendanya,
  
8:27 atau penjelasan
bukanlah yang aktual.
  
8:29 P: Tapi, Anda tak bisa
jalani hidup ini
  
8:31 tanpa mendalami
kemunculan-menjadi-eksistensi ini.
  
8:38 K: Saya tak begitu paham
apa yang ingin Anda sampaikan.
  
8:46 Saya tak sedang membandel,
tapi saya kurang paham.
  
8:52 Jika kita membicarakan
apa sumber segala kehidupan,
  
8:59 apa awal mula
segala eksistensi,
  
9:07 tidak mundur ke belakang
dan mundur dan mundur
  
9:11 -Pahamkah Anda maksud saya?-
tetapi berupaya menemukan
  
9:16 atau menjumpai sesuatu
yang adalah awal mula segala sesuatu.
  
9:25 Maksud saya, bermacam orang religius
berkata, “Tuhan,
  
9:33 Tuhan adalah asal-muasal
segala sesuatu.”
  
9:35 Namun, itu hanya kata-kata
yang tak menyampaikan
  
9:46 batin yang menyidik
apa awal mula itu.
  
9:52 Pahamkah Anda maksud saya?
P: Ya.
  
9:53 K: Sekarang kita mendiskusikan itu,
berdialog tentang itu,
  
10:00 untuk menggali sangat, sangat dalam
menuju asal mula segala kehidupan,
  
10:07 tanpa keyakinan apa pun,
tanpa dogma apa pun, dan seterusnya?
  
10:11 Ataukah kita sedang
berdialog teoretis,
  
10:25 semacam berpindah-pindah antara
yang aktual dengan yang tak aktual
  
10:33 dan mencoba memeriksa
sesuatu menggunakan pikiran?
  
10:42 Saya tak tahu apakah
ini jelas...
  
10:43 P: Saya paham
perkataan Anda.
  
10:47 Anda tahu, Pak, kita telah mempersempit
makna kata “kreatif” menjadi
  
10:56 seperti yang Anda katakan, melukis
atau menulis buku
  
10:59 atau membuat
penemuan dalam ilmu pengetahuan,
  
11:03 meski pada dasarnya,
keseluruhan makna sebatang pohon,
  
11:17 seorang manusia,
bumi, langit…
  
11:21 K: Manusia telah
menanyakan ini.
  
11:23 P: Tentu, dia menanyakan ini.
 
11:25 K: Dia telah menanyakan
apa makna semua ini,
  
11:28 dan apa asal mula
semua ini.
  
11:30 P: Di mana semua ini muncul?
 
11:32 K: Apa yang menjadi dasar
munculnya semua ini?
  
11:37 Itu yang Anda tanyakan.
-betul begitu? P: Ya.
  
11:42 K: Apa sumber segala eksistensi,
segala kehidupan, segala tindakan?
  
11:49 Betul?
 
11:50 Sekarang bagaimana
seseorang menyelidiki itu?
  
11:58 Bagaimana pendekatannya?
 
12:02 Bagaimana kita dapat
menyidik sesuatu
  
12:09 yang menuntut
suatu kebebasan luar biasa,
  
12:13 suatu rasa batin yang tak terkondisi
 
12:18 yang luar biasa, jika boleh
saya katakan. Tidakkah demikian?
  
12:32 Suatu kebebasan -mungkin kata “kebebasan”
itu sendiri adalah cinta.
  
12:37 Dibutuhkan
kualitas batin tertentu
  
12:41 yang praktis
sekaligus sensitif
  
12:46 dan memiliki kualitas
welas asih yang besar.
  
12:50 P: Saya tak bisa mulai dari situ
karena saya tak tahu apa yang…
  
12:54 K: Bukan, bagaimana mencapai
titik itu lalu dari situ, bergerak?
  
12:57 P: Kalau menurut Anda begitu,
saya tak bisa menjawab.
  
13:01 K: Anda terjebak.
P: Sebab saya tak dapat bergerak.
  
13:04 K: Bukan, saya hanya bertanya.
Saya tak berkata, harus dari situ.
  
13:09 Bukankah itu proses
penyelidikan??
  
13:11 P: Saya katakan, pertanyaan
ini muncul dalam batin saya.
  
13:17 dan saya ingin bergerak
dengan pertanyaan ini ke sana.
  
13:22 Jika saya katakan, batin harus bebas
dan dengan begitu, ada cinta,
  
13:28 dan dengan begitu…
Lalu apa yang saya perbuat?
  
13:31 K: Anda tak bisa berbuat apa-apa.
 
13:33 Tapi, bagaimana Anda
menyelidiki sesuatu
  
13:39 yang telah ditanyakan
manusia selama berjuta tahun,
  
13:45 dan diberi nama
dan manusia puas dengan itu?
  
13:49 Tapi, bukan itu yang kita lakukan.
 
13:52 Kita berkata, bagaimana
batin menyelidiki sesuatu
  
13:59 yang pasti luar biasa,
 
14:05 yang pasti mempunyai
kualitas yang, bukan saja universal,
  
14:16 kosmik -jika boleh saya katakan-
bagaimana batin saya…
  
14:22 batin seseorang,
mendalami pertanyaan macam ini?
  
14:31 Mendalami sesuatu
dari tertib tertinggi?
  
14:37 Bagaimana penyelidikan seseorang bermula?
Dari mana?
  
14:56 Jika Anda menyelidiki dengan pikiran,
Anda tak akan pergi jauh.
  
15:02 P: Tidak. Tidak, saya tidak… Anda
bertanya, bagaimana penyelidikan bermula.
  
15:10 K: Ya. Bagaimana cara, bagaimana
pendekatan yang dilakukan batin
  
15:16 yang ingin menyelidiki sesuatu
 
15:20 yang tidak diketahuinya
-atau disadarinya-
  
15:24 sesuatu yang menuntut
kualitas kehalusan mendalam,
  
15:30 kapasitas tertib mendalam,
dan sebagainya, yang luar biasa.
  
15:39 Dari mana saya mulai?
 
15:44 P: Jelas-jelas, dari mengetahui adanya
kekacauan dalam diri seseorang.
  
15:56 Langkah pertama.
K: Yakni, saya mulai,
  
15:58 saya adalah, bagaimanapun, yang-mewujud.
 
16:02 Saya manusia yang dilahirkan.
 
16:07 Saya tahu
proses kelahiran,
  
16:10 bagaimana seorang anak
muncul,
  
16:12 bukan itu yang kita bicarakan.
 
16:14 Sekarang saya menyelidik
ke dalam diri saya.
  
16:25 Dari mana saya mulai?
 
16:29 Lakukan langkah demi langkah,
 
16:30 ini akan mengambil waktu,
tetapi dari mana saya mulai?
  
16:43 P: Saya mulai dari sekeliling saya,
dari yang di dalam saya.
  
16:50 K: Ya.
P: Sangat jelas, Pak.
  
16:52 Tak mungkin ada titik-tolak
lainnya untuk penyelidikan ini.
  
16:55 K: Maka, dunia di luar,
dunia di dalam.
  
17:00 Apa kriteria yang
dapat saya…
  
17:07 untuk mengukur
yang-di-luar dan yang-di-dalam?
  
17:11 Bagaimana pengukurannya?
 
17:13 Saya gunakan,
bukan “penilaian”,
  
17:15 saya sengaja gunakan
kata “pengukuran”.
  
17:18 P: Namun, perlukah
mengukur?
  
17:22 K: Jika saya menyelidiki ke dalam
diri saya di dalam sebuah biara,
  
17:28 saya bisa menipu diri saya
sehebat-hebatnya.
  
17:35 Namun, jika saya punya pengukuran
-izinkan saya gunakan kata ini sebentar-
  
17:41 terhadap apa yang terjadi sebenarnya
di dunia di luar saya,
  
17:47 untuk mengamati semua itu
tanpa bias apa pun,
  
17:56 dan untuk mengaitkan apa yang terjadi itu
dengan yang terjadi di dalam,
  
18:02 sehingga saya melihat
bahwa itu satu gerak,
  
18:05 bukan dua gerak terpisah.
 
18:09 P: Pak, saya tidak tinggal di biara.
 
18:12 Saya ada di tengah-tengah kehidupan.
K: Itu betul.
  
18:16 P: Dan, berada di tengah-tengah kehidupan,
saya melihat tindakan di berbagai tingkat,
  
18:24 terhubung dengan saya,
tidak terhubung dengan saya.
  
18:27 Saya juga melihat tanggapan di dalam saya
terhadap tindakan, semua kemampuan
  
18:35 yang mungkin telah,
selama bertahun-tahun,
  
18:45 dapat saya...
bahkan bergeming tanpa bereaksi.
  
18:51 Saya melihat itu semua.
Dan bergerak ke dalam itu
  
18:57 -saya bergerak bersama itu- bukan
ke dalam itu, melainkan bersama itu.
  
19:00 K: Anda adalah itu!
 
19:02 P: Karena itu... K: Jangan
bilang, "bersama itu".
  
19:04 P: Ya. Saya adalah itu.
K: Anda adalah ini!
  
19:07 P: Anda lihat, lebih mudah
dengan gerak di dalam
  
19:13 untuk berkata, "Saya adalah itu".
 
19:16 Jauh lebih sulit untuk melihatnya
dengan hal-hal di luar.
  
19:20 Jika Anda memberitahu bahwa saya
adalah semua perang yang sedang terjadi,
  
19:27 sulit sekali bagi
saya untuk melihatnya.
  
19:29 K: Bukan, kita bertanggung jawab
atas semua perang yang sedang terjadi.
  
19:35 P: Ya...
K: Dalam makna kata yang mendalam.
  
19:37 P: Namun, itu hal yang berjarak
dari saya. Anda mesti mengerti.
  
19:42 Itu berjarak...
 
19:43 tanggung jawab itu
adalah tanggung jawab berjarak.
  
19:47 Saya katakan, ya,
mungkin jika saya bawa
  
19:50 hingga ke pokok asalnya,
saya bertanggung jawab.
  
19:54 Namun, saya tak bisa menghubungkannya
sebagaimana saya menghubungkan
  
20:00 tanggapan dari dalam saya.
K: Saya mengerti.
  
20:03 P: Tentu, tanggapan dari
dalam saya adalah tanggapan hidup,
  
20:06 yang mengandung
daya hidup lebih besar.
  
20:10 K: Pertanyaan saya berikutnya,
sebelum menyimpang dari diskusi kita,
  
20:14 mengapa Anda tak merasakan
tanggung jawab total?
  
20:22 Atas peperangan, kekejian,
 
20:27 hal-hal mengerikan
yang terjadi di muka bumi,
  
20:29 mengapa seseorang tak merasa
bertanggung jawab secara total?
  
20:35 P: Bagaimana bisa seseorang
bertanggung jawab secara total?
  
20:41 Karena dilahirkan?
 
20:42 K: Bukan karena terlibat.
P: Bukan. Karena dilahirkan?
  
20:46 K: Bukan.
 
20:47 P: Maka, Anda... Maka,
ini soal rasa bersalah.
  
20:50 K: Bukan, sebagai manusia dewasa
 
20:55 yang masih hidup,
segala tradisi saya,
  
21:00 segala cara hidup saya,
cara berpikir, bertindak,
  
21:06 -sebagai nasionalis, ini atau itu-
telah ikut menyumbang pada ini,
  
21:11 pada situasi dunia
masa kini!
  
21:22 P: Pak, Anda membuat
ini demikian sulit.
  
21:26 Seseorang melakukan
pembunuhan sadis.
  
21:30 Saya tak bisa katakan, saya ber-
tanggung jawab atas pembunuhan itu.
  
21:34 Maka Anda tahu, ketika Anda
membawanya hinga sejauh itu,
  
21:38 mustahil saya mampu
merasakan bahwa itu nyata.
  
21:42 K: Abaikan dulu itu.
 
21:43 Saya sempat bertanya.
Abaikan itu.
  
21:45 P: Abaikan itu.
Tapi, mari mendalami ini...
  
21:53 mari memeriksa
dasar dari eksistensi
  
21:58 yang adalah “sifat-keberadaan”
kehidupan.
  
22:05 K: “Sifat-keberadaan” -kata kerja, ada.
Jadi, apa?
  
22:12 P: Jadi, satu-satunya cara memeriksa
adalah bergerak dalam diri seseorang,
  
22:20 apa pun artinya.
 
22:26 K: Baiklah. Kita ambil dulu
kata “pergi” atau “bergerak”
  
22:32 atau “masuk” ke dalam keseluruhan
diri seseorang.
  
22:41 P: Ya.
 
22:43 K: Masuk ke dalamnya, bukan
sebagai pengamat dari luar.
  
22:47 Saya adalah semua itu.
 
22:48 P: Ya. Bahkan saya tak
menyatakan apakah saya ini.
  
22:54 K: Ya.
 
22:54 P: Saya tak menyatakan.
Biarkan saya menemukan -menyingkap.
  
23:00 K: Lebih cocok menyingkap
daripada menemukan.
  
23:02 P: Menyingkap apakah saya ini.
Dan, ketika menyingkap,
  
23:11 saya mengerti, seseorang sedang
menyingkap keseluruhan eksistensi manusia.
  
23:18 Hal itu dapat dimengerti.
K: Itu cukup mudah.
  
23:22 P: Ya. Maka, dalam perjalanan
untuk menyingkap ini,
  
23:29 maksud saya, hal-
hal dangkal disapu bersih,
  
23:33 jadi kita tak akan membahasnya.
K: Tidak, itu cukup sederhana.
  
23:39 P: Namun, begitu yang dangkal,
ruangan itu telah disapu…
  
23:45 K: Tidakkah penting juga
 
23:53 siapa yang menyapu ruangan itu?
 
24:00 Apa artinya ini,
setelah menyapu ruangan, apa itu?
  
24:05 Pahamkah Anda pertanyaan saya?
 
24:08 Apakah penyapuan, atau pembersihan,
atau penyingkapan,
  
24:15 sepenuhnya meninggalkan
 
24:20 semua reaksi dangkal,
 
24:26 pengkondisian dangkal,
 
24:31 kemudian mencoba
masuk ke dalam sifat
  
24:37 atau gerak
yang mengkondisikan batin.
  
24:53 P: Jelas-jelas, Pak, Anda tak bisa bilang
 
24:55 bahwa setelah menyapu ruangan itu,
 
24:58 pekerjaan selesai –debu mengumpul lagi.
K: Ya.
  
25:03 P: Maka, menyapu adalah gerak
yang merupakan bagian dari hidup.
  
25:15 Anda tak bisa…
 
25:16 Tetapi, elemen-elemen yang lebih kasar
tentu bisa dihilangkan.
  
25:33 Hal-hal yang lebih halus
bertahan di sudut-sudut
  
25:42 yang tak bisa
Anda jangkau.
  
25:45 Tetapi, hal-hal yang lebih kentara,
itu bisa disapu.
  
25:49 K: Ya. Hal-hal yang kentara bisa…
P: Ya.
  
25:52 K: Namun, kita harus sedikit lebih…
P: Mari kita bahas.
  
25:56 K: Apa hal yang
lebih kentara itu?
  
25:58 P: Anda tahu, misalnya,
Krishnaji, ambisi atau iri hati.
  
26:05 K: Ya, kebencian.
P: Atau kebencian.
  
26:07 K: Tapi, Anda tahu, Pupulji, sungguh,
untuk bebas dari kebencian,
  
26:14 untuk menghapusnya –tidak,
hanya membahasnya sebentar-
  
26:18 bebas dari kebencian berarti
sesuatu yang luar biasa.
  
26:23 Bebas dari segala
rasa agresi,
  
26:30 segala rasa…
 
26:34 Tidak ada musuh.
 
26:42 Musuhnya adalah Anda!
 
26:45 P: Tetapi, kebencian itu berbeda
 
26:53 dari kualitas agresi.
 
26:59 Biar saya jelaskan…
Mari kita bahas itu sebentar, Pak.
  
27:06 K: Agresi berkaitan
dengan kebencian
  
27:10 sebab suatu bangsa yang agresif
 
27:13 atau orang yang agresif
pasti menyakiti sesamanya.
  
27:19 P: Bukan, tetapi…
 
27:20 K: Menyakiti itu menumbuhkan kebencian.
Itu bagian dari gerak yang sama.
  
27:30 P: Ya, itulah mengapa saya katakan,
ada hal-hal yang lebih kasar
  
27:34 lalu ada hal-hal yang lebih halus.
 
27:37 Kebencian, siapa pun
yang telah mengenal kebencian,
  
27:43 tahu bahwa kebencian
adalah suatu hal yang sangat kuat
  
27:48 dan sangat merusak.
 
27:55 Tapi, agresi dapat menjadi,
hingga taraf tertentu,
  
27:59 bahkan bagian dari sifat seseorang.
 
28:04 Bisa jadi Anda adalah…
watak Anda…
  
28:11 K: … dari hewan dan seterusnya.
P: Bukan, makhluk yang utuh,
  
28:14 sebagai manusia, Anda lebih
tegas daripada orang lain.
  
28:19 Itulah agresi. Dan
menjadi tegas bukanlah kebencian.
  
28:25 K: Baiklah. Baiklah.
Bergerak. Ayo, bergerak.
  
28:28 P: Yang lebih halus –itulah mengapa
saya membedakan
  
28:31 hal-hal yang lebih kasar
yang bisa disapu bersih.
  
28:38 K: Tapi, bagaimana seseorang tahu
apa yang kasar dan apa yang halus?
  
28:43 Batin apa yang mengatakan,
ini adalah…
  
28:47 P: Itulah mengapa saya pikir,
satu-satunya cara untuk bergerak ke sini
  
28:54 adalah dengan mengerti
bahwa tidak ada yang sepele.
  
29:00 K: Bahwa tak ada reaksi yang…
P: Yang sepele.
  
29:04 K: … tak hanya sepele, bersumber
dari pengkondisian seseorang.
  
29:14 P: Anda tahu, Pak,
baru-baru ini saya melihat
  
29:18 proses penuangan
sebuah kuali logam yang sangat besar,
  
29:24 berdiameter sekitar 7 kaki.
 
29:27 kesalahan sekecil apa pun,
tak peduli sekecil apa pun
  
29:32 akan meretakkan kuali itu.
 
29:34 Dan persis seperti itulah.
 
29:35 Tak peduli sekecil,
sehalus apa pun,
  
29:41 itu tetap meretakkan
penyelidikan.
  
29:47 K: Saya paham itu.
 
29:50 Bukankah Anda mengatakan pada saya
bahwa dibutuhkan latihan keras,
  
29:59 disiplin tinggi, dan
rasa kendali yang sangat besar
  
30:13 sebagaimana sang perajin
yang melakukan pekerjaannya menakjubkan,
  
30:16 dibutuhkan perhatian
dan energi yang besar
  
30:20 dan tangan yang sangat, sangat terampil
dan seterusnya?
  
30:24 P: Bukankah demikian?
K: Oh ya, memang demikian.
  
30:27 Di sinilah, menurut saya
 
30:33 seseorang mengambil kata “bebas” dari Anda.
 
30:39 K: Bebas?
 
30:43 P: Mengambil dan mengartikannya
sebagai semacam
  
30:48 kekenduran jiwa.
K: Oh, bukan. Bukan.
  
30:51 P: Tolong, mari kita bicarakan ini.
Ini sangatlah penting…
  
30:54 K: Itu bukan kekenduran
jiwa. Demi Tuhan.
  
30:56 P: Karena itu bisa berarti
bahwa saya tak mengakui otoritas,
  
31:01 saya tak menganggap
penting melakukan sesuatu.
  
31:06 Saya bisa hidup sia-sia,
saya bisa hidup remeh.
  
31:14 Tak jadi soal...
 
31:15 K: Kata “kebebasan” itu sendiri,
Pupulji, sejauh saya memahaminya,
  
31:19 dari membaca beberapa
kamus, berarti,
  
31:24 kata itu sendiri
adalah ‘cinta kasih, cinta’.
  
31:29 P: Serta disiplin yang tinggi.
 
31:35 Izinkan saya gunakan kata “disiplin”,
saya menggunakannya…
  
31:38 K: Saya tahu Anda menggunakan
kata “disiplin”, namun tidak yakin…
  
31:41 P: Saat saya menggunakan
kata “disiplin”,
  
31:47 saya memaksudkannya sebagai
tuntutan akan pengawasan penuh
  
31:56 agar hal-hal sepele
tidak menyelinap masuk.
  
31:59 K: Ya. Namun, apakah pengawasan penuh
-yang adalah kesadaran
  
32:04 jika kita menggunakan
kata yang sama-
  
32:07 apakah memerlukan pelatihan,
apakah memerlukan disiplin?
  
32:12 P: Itu tidak membutuhkan…
 
32:14 K: Mari kita pahami
makna kata “disiplin”.
  
32:18 P: Anda tahu, disiplin -jika saya katakan
bahwa saya harus duduk pada pagi hari,
  
32:24 melipat kaki dan menatap dinding
dan memusatkan pandang
  
32:29 dan melihat bahwa batin saya
tak berpikir-
  
32:31 itu salah satu jenis disiplin.
 
32:36 Tapi, membangkitkan batin
terhadap fakta bahwa batin mesti
  
32:43 menyadari tiap gerak di dalamnya
juga adalah disiplin.
  
32:50 K: Saya bertanya-tanya bagaimana
Anda memakai kata itu,
  
32:53 karena disiplin,
tidakkah itu dipakai secara umum
  
32:57 sebagai pelatihan, kesesuaian,
peniruan, pengekangan?
  
33:06 P: Tapi bukan, Pak,
ada ketekunan dalam…
  
33:09 tanpa ketekunan,
tak ada yang mungkin.
  
33:14 Maka, Anda bisa membuang
kata “disiplin”,
  
33:17 Anda masukkan kata “ketekunan”.
 
33:20 K: Tunggu sebentar, tunggu sebentar.
Perlahan-lahan.
  
33:23 Tekun, itu berarti menyadari
 
33:28 apa yang Anda lakukan,
apa yang Anda pikirkan,
  
33:32 menyadari reaksi-reaksi Anda.
 
33:39 Dan, dari reaksi-reaksi itu,
mengamati tindakan yang muncul,
  
33:45 dan, dalam pengamatan itu,
dalam kesadaran itu,
  
33:55 apakah tindakan dikendalikan,
dimasukkan dalam kerangka tertentu?
  
34:07 P: Tidak, jelas...
 
34:08 K: Yang membuat saya keberatan adalah
-jika boleh, bisa didiskusikan-
  
34:13 yang membuat saya keberatan
adalah kata “disiplin” seluruhnya.
  
34:17 P: Tapi, Anda telah menjadi,
jika boleh saya katakan,
  
34:19 alergi terhadap kata itu.
 
34:21 K: Tidak, saya tidak alergi.
 
34:23 Saya punya alergi,
tapi saya tidak alergi pada kata itu.
  
34:27 P: Karena Anda mengartikannya sebagai
‘memasukkan ke dalam sebuah kerangka’.
  
34:34 K: Ya, tapi tunggu dulu.
 
34:37 Dan maksud saya juga,
 
34:42 persis tindakan belajar itu
adalah disiplinnya sendiri.
  
34:49 P: Ya. Ya. Tapi, bagaimana
tindakan belajar itu muncul?
  
34:57 Anda tahu, mundurlah
selangkah, jauh ke belakang.
  
35:02 Dari mana datangnya
kebutuhan akan mengamati?
  
35:10 K: Kebutuhan?
P: Mengapa saya perlu mengamati?
  
35:15 K: Untuk alasan yang sangat sederhana,
 
35:17 apakah mungkin bagi batin manusia
 
35:20 untuk mengubah sesuatu,
untuk mengubah dirinya,
  
35:25 untuk mengubah dunia
yang tengah memasuki
  
35:28 wilayah bencana sedemikian.
 
35:32 P: Ya, tapi jika saya mulai dari
premis itu…
  
35:37 K: Bukan premis,
demikian adanya!
  
35:39 P: Baiklah. Jika saya mulai dari situ
atau jika saya mulai dari duka
  
35:43 yang seringkali merupakan
dasar nyata untuk mulai…
  
35:48 K: Itu sangat rumit. Ya.
 
35:50 P: Dasarnya benar-benar duka.
 
36:01 Saya pikir, kita sudah melenceng.
 
36:04 Jadi, mari kembali
ke pertanyaannya.
  
36:08 K: Kita mulai dengan
 
36:12 awal mula, dasar kehidupan.
 
36:17 Lalu, untuk menyelidikinya,Anda
harus menyelidiki ke dalam diri,
  
36:23 karena Anda adalah
ekspresi dari semua itu!
  
36:27 P: Ya, ya.
 
36:29 K: Anda adalah kehidupan.
 
36:32 Sekarang awal mula itulah
yang kita coba diskusikan. Betul?
  
36:38 P: Ya, awal mula. Keadaan
yang memunculkan itu.
  
36:44 K: Dan saya hanya dapat melakukannya
dengan memahami diri saya.
  
36:47 P: Ya, ya.
 
36:49 K: Mari gunakan kata-kata sederhana
-memahami diri saya.
  
36:52 Diri saya amat sangatlah rumit.
 
36:58 Bagaimana saya mendekati
-saya baru saja menanyakan-
  
37:01 bagaimana saya mendekati
permasalahan nan rumit,
  
37:08 yang tak mudah didiagnosis,
 
37:12 tak mudah dikatakan,
“Ini benar,” “Ini salah,”
  
37:15 "Harus begini,
harus tak begitu,"
  
37:17 itu seperti entitas yang hidup,
rumit, berantakan, kacau.
  
37:28 P: Tapi, tidakkah itu karena
seseorang mulai dengan perhatian,
  
37:37 yakni mencari entitas yang tertib,
 
37:43 sehingga seseorang,
menemukan kekacauan, terperangkap?
  
37:48 K: Saya tak mencari tertib...
 
37:50 P: Dalam kasus tersebut,
jika Anda melihat
  
37:53 tanpa kecemasan akan
apa yang Anda lihat…
  
37:58 K: Tidak, tidak, kita melewatkan sesuatu.
 
38:03 Saya katakan, dunia ada dalam kekacauan.
 
38:07 Saya mengamatinya. Saya melihat,
saya juga ada dalam kekacauan.
  
38:11 Saya mulai dari situ.
P: Ya.
  
38:13 K: Saya ada dalam kekacauan.
 
38:16 Manusia telah hidup dan menciptakan
kekacauan besar dalam diri mereka,
  
38:22 demikian pula di luar.
Tinggalkan dulu itu sejenak.
  
38:26 Sekarang bagaimana
saya mengerti -menyadari-
  
38:29 asal mula kekacauan?
 
38:33 Pahamkah Anda perkataan saya?
 
38:35 Karena jika saya dapat mulai
mengerti asal mula kekacauan,
  
38:40 saya dapat bergerak makin dan
makin dan makin dalam menuju sesuatu
  
38:44 yang mungkin adalah
kekacauan total, namun tertib.
  
38:48 Pahamkah Anda maksud saya?
 
38:51 P: Tidakkah dengan bersikap
sesederhana mungkin terhadap itu?
  
38:59 K: Ya, saya mencoba menjadi seperti itu.
Saya ada dalam kekacauan.
  
39:07 P: Saya memiliki
instrumen penyelidikan tertentu.
  
39:11 Saya punya mata,
telinga, indera saya.
  
39:15 K: Ya, ya. Anda tidak menyelidiki
menggunakan telinga atau mata Anda
  
39:21 P: Begitukah?
 
39:24 Anda tak menyelidiki
dengan mata, telinga?
  
39:26 K: Sedikit. Ya. Saya menyelidiki
saat melihat sekeliling, saat membaca…
  
39:30 P: Dan saat Anda melihat
diri Anda.
  
39:33 K: Dapatkah saya melihat diri saya
menggunakan mata, mata optis?
  
39:39 Saya bisa melihat diri saya di cermin,
 
39:42 namun saya tak bisa melihat
kerumitan diri saya dengan mata.
  
39:48 Saya harus sadar, dengan sensitif,
 
39:54 tanpa pilihan, akan keadaan ini.
 
40:00 P: Mengapa Anda berkata, Pak, Anda
tak dapat menyadari menggunakan mata?
  
40:06 K: Sekali lagi, apa maksud Anda
“dengan mata”? Mata di-dalam?
  
40:10 P: Bukan. Melainkan ada cara
melihat ke luar
  
40:15 dan ada cara melihat ke dalam.
 
40:19 K: Melihat ke dalam. Baiklah.
Melihat ke dalam dengan mata Anda?
  
40:24 P: Melihat ke dalam,
mendengarkan ke dalam.
  
40:27 K: Ya. Sekarang kita harus
sedikit hati-hati di sini
  
40:30 karena ini menyesatkan.
 
40:32 P: Ya, mari kita membahasnya.
Apakah ada cara lain?
  
40:42 K: Ya, saya pikir, ada.
 
40:44 P: Mari bahas cara
yang-lain tersebut.
  
40:46 Tapi, pertama-tama, mari kita bahas
cara tersebut, apa pun itu.
  
40:51 Apakah mata, telinga,
bukan bagian dari cara yang-lain itu?
  
40:58 K: Bernapas, mendengar,
melihat, merasakan.
  
41:08 Sebenarnya, itu adalah
tanggapan sensoris. Betul?
  
41:15 Sebenarnya. Saya melihat warna itu.
Saya mendengar keributan.
  
41:21 Saya mencecap sesuatu dan sebagainya.
Itu adalah tanggapan sensoris.
  
41:25 P: Ya. Tapi, tidakkah ada melihat
kemarahan, reaksi kemarahan,
  
41:32 dan mendengarkan reaksi kemarahan?
 
41:36 K: Apakah Anda mendengarkan kemarahan
dengan telinga ataukah mengamatinya?
  
41:43 P: Bagaimana Anda mengamati kemarahan?
 
41:48 K: Dengan, saat Anda marah,
melihat sebab dan akibat kemarahan.
  
41:57 P: Saat Anda marah, tidak bisa.
K: Tidak bisa. Maka, setelah itu…
  
42:03 P: Anda melihat sifat batin
 
42:06 yang berada dalam keadaan marah.
 
42:09 Tapi, Anda “melihat” sifatnya…
 
42:11 Kata yang Anda gunakan
adalah “melihat” sifat batin.
  
42:14 K: Baiklah. Saya tak akan…
 
42:19 P: Ini sangat penting, Krishnaji.
 
42:22 K: Saya mengerti yang Anda katakan bahwa
 
42:24 persis tindakan mendengarkan,
tindakan merasakan,
  
42:32 ke-dalam, apakah itu
melihat dengan mata,
  
42:40 mendengar dengan telinga sensori Anda?
 
42:48 P: Anda tahu, jika Anda berkata demikian,
 
42:52 Anda tak akan pernah mencapai intinya
 
42:57 karena telinga sensoris sangat terbiasa
mendengarkan ke luar sehingga
  
43:05 telinga tak pernah bisa mengerti apa
telinga itu. Jika Anda ambil dan coba
  
43:10 dan mendorongnya ke dalam,
Anda tak pernah mencapainya.
  
43:13 K: Namun, apakah membantu
jika kita bicara tentang pencerapan?
  
43:17 P: Tidak, Pak. Menurut saya, akan
membantu jika Anda bicara tentang
  
43:23 melihat, mendengarkan
dengan mata dan telinga
  
43:30 karena ada melihat,
mendengarkan dengan mata dan telinga.
  
43:33 K: Nah, tunggu sebentar.
Saya mendengar Anda membuat pernyataan.
  
43:38 Dari mendengar,
saya mengerti kata-kata
  
43:43 dan paham arti dari apa yang
Anda sampaikan. Betul? Betul?
  
43:47 P: Ya.
 
43:48 K: Komunikasi verbal telah terjadi.
 
43:52 Namun, makna yang lebih dalam…
 
43:57 P: Tetapi, itu juga tengah terjadi.
 
44:02 Sementara mendengarkan dan melihat Anda,
 
44:07 saya juga mendengarkan
dan melihat batin saya sendiri,
  
44:12 dasar batin saya.
K: Bukan.
  
44:14 P: Kalau begitu, apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
  
44:18 K: Siapa yang mendengarkan?
 
44:20 P: Ada mendengarkan. Saya tak
katakan siapa yang mendengarkan.
  
44:24 K: Mendengarkan.
P: Ada mendengarkan.
  
44:28 K: Tapi, sebentar saja, Pupulji,
seseorang harus jelas tentang hal ini.
  
44:32 Tidak ada… Kita harus,
sedikit lebih hati-hati.
  
44:37 P: Tidak, Pak. Tapi, dalam tindakan
yang di dalamnya Anda penuh perhatian
  
44:43 -ambillah tindakan
yang di dalamnya Anda penuh perhatian-
  
44:46 bagaimana keadaan tindakan
yang penuh perhatian tersebut?
  
44:52 K: Seperti apa keadaan tindakan
 
44:56 yang timbul dari perhatian penuh?
 
44:59 P: Perhatian penuh.
 
45:02 K: Saya pikir, ini jelas.
Saya akan menjawabnya.
  
45:07 Pertama, untuk menjawab pertanyaan itu,
 
45:09 kita harus mengerti
apa yang kita sebut perhatian penuh.
  
45:18 Perhatian. Itu bukan konsentrasi.
 
45:23 P: Bukan, Pak…
K: Tidak, saya ingin jelas tentang ini.
  
45:26 P: Bukan.
K: Tentu, bukan.
  
45:27 Jadi, perhatian berarti
bahwa tidak ada pusat
  
45:31 dari apa yang Anda perhatikan.
 
45:34 P: Tidak, tentu tidak.
 
45:36 K: Tidak. Jangan katakan, “Tentu tidak.”
Lihat apa yang tersirat di situ.
  
45:40 P: Anda tahu, Pak, saya ingin
bertanya satu hal pada Anda.
  
45:44 Apakah kita masih
membersihkan pinggirannya?
  
45:49 K: Tidak. Tidak, saya tak mau…
 
45:52 P: Jika Anda tidak lagi
membersihkan pinggirannya…
  
45:55 K: Argumen dan penyelidikan pinggir
sangat kurang berarti.
  
45:58 P: Maka, saat Anda bertanya demikian,
kecuali saya paham apa perhatian itu,
  
46:04 saya bahkan tak bisa
mengambil langkah pertama.
  
46:07 K: Tidak. Jadi, saya hanya ingin jelas.
 
46:10 Perhatian berarti -apa artinya?-
saya memperhatikan sepenuhnya.
  
46:19 P: Anda tahu, memperhatikan sepenuhnya
berarti “si-aku” tidak hadir di situ.
  
46:25 K: Ya. Itulah hal sesungguhnya.
 
46:30 Ketika ada perhatian, tidak ada “si-aku”.
 
46:33 Itu bukan, “Saya memperhatikan.”
 
46:37 Hanya ada keadaan batin
yang seluruhnya penuh perhatian
  
46:45 P: Sehingga seluruh indra…
 
46:50 K: Ya, seluruh tubuh, seluruh…
 
46:53 P: seluruh jasmani dan batin Anda bangkit,
jika boleh saya katakan.
  
46:56 K: Ya.
Anda bisa gunakan kata itu.
  
46:59 P: Dan jika Anda berada dalam keadaan saat
seluruh jasmani dan batin itu bangkit,
  
47:03 Anda dapat mendengarkan, mengamati.
K: Ya, ya.
  
47:10 P: Sekarang bisakah kita
bergerak maju dari sini?
  
47:13 Anda tak mau bergerak dari sana.
K: Kita melantur.
  
47:15 Saya ingin menyelidiki
ke dalam diri saya. Betul?
  
47:20 Betul?
Itulah yang kita katakan.
  
47:22 Karena saya adalah kehidupan.
Dalam penyelidikan tentang apa saya ini,
  
47:30 saya bisa,
jika penyelidikan saya tepat,
  
47:33 akurat, tidak menyimpang,
saya bisa sampai…
  
47:38 Dasar, awal mula
segala kehidupan bisa ditemukan
  
47:45 -akan disingkap.
 
47:47 P: Jika Anda mulai dari situ,
akan saya katakan, pada langkah pertama,
  
47:53 Anda akan temukan
bahwa “si-aku” ada di situ.
  
47:56 K: Ya, ya. Langkah pertama: lihat dengan
jelas, dengar dengan jelas.
  
48:01 P: Tapi, “si-aku” ada di situ.
K: Tentu saja.
  
48:03 P: Maka, ada pengamat
dan ada yang-diamati
  
48:06 K: Tentu saja.
 
48:08 P: Nah, melihat itu,
juga untuk…
  
48:16 K: Nah, tunggu dulu, Pupul,
jangan melenceng dari situ.
  
48:19 Saya tahu, ada pengamat
dan yang-diamati.
  
48:26 Apakah demikian?
Saya menyelidiki.
  
48:31 Saya telah menerimanya serta-merta…
 
48:34 P: Tidak. Pertama, jelas Pak,
saat saya memulai penyelidikan,
  
48:41 saya mulai dari si pengamat.
 
48:42 K: Ya, saya mulai dari si pengamat.
 
48:44 P: Sekarang saya bertanya -atau
Anda telah bertanya, maka
  
48:50 -pikiran itu ada dalam batin saya-
“Adakah si pengamat?”
  
48:58 K: Apakah si pengamat
berbeda dengan yang-diamati?
  
49:03 P: Ya. Nah, dengan pernyataan
itu di dalam saya,
  
49:08 saya mencari si pengamat.
 
49:10 K: Ya, ya, siapa si pengamat.
P: Dan mencari si pengamat.
  
49:14 K: Ya, menyelidiki sifat si pengamat.
 
49:18 Nah, mari kita bahas pelan-pelan.
 
49:22 Karena jika saya memahami si pengamat,
 
49:28 -jika ada pemahaman tentang si pengamat-
 
49:32 maka mungkin si pengamat
bisa melihat semunya
  
49:43 pemisahan antara si
pengamat dengan yang-diamati.
  
49:48 P: Siapa yang akan melihat?
 
49:52 K: Bukan “siapa yang akan melihat,” me-
lainkan pencerapan tentang apa yang benar.
  
49:59 Pencerapan, bukan “siapa melihat”.
Mencerap.
  
50:03 P: Bukan. Maka, melihat apa yang benar
tentang si pengamat
  
50:14 akan mengakhiri keadaan
pemisah-misahan tersebut.
  
50:18 K: Pemisah-misahan. Ya.
 
50:21 Ya, itulah yang sudah
saya katakan ribuan kali.
  
50:25 P: Akhir dari pemisah-misahan.
K: Ya.
  
50:31 P: Dan pengakhiran… Ini bukan
satu proses, satu tindakan,
  
50:38 di mana saya mengakhiri
proses pemisah-misahan.
  
50:40 Anda bisa katakan, itu terjadi
sekali dan Anda melihat segalanya,
  
50:44 tapi, tidak seperti itu terjadinya.
 
50:47 K: Tidak. Itu dinyatakan
secara umum begitu.
  
50:50 P: Ya. Untuk seketika,
demikianlah itu.
  
50:54 K: Bukan… Teruskan,
apa yang Anda coba katakan?
  
50:57 P: Yang saya katakan adalah
ketekunan -kita sudah gunakan kata ini-
  
51:02 ketekunan atau disiplin adalah
 
51:07 menjaga agar penyelidikan itu tetap hidup
dalam diri seseorang.
  
51:14 K: Dan itu tidak memerlukan, saya katakan,
itu tidak memerlukan latihan.
  
51:22 P: Tidak, saya tak menyinggung
latihan. Anda memasukkannya.
  
51:25 K: Tadi Anda menyebut kata “disiplin”
-baru saja Anda menyebutnya.
  
51:29 P: Tidak, tidak. Tapi, saya
gunakan kata “disiplin”
  
51:32 tanpa memasukkan dahulu kata “latihan”.
 
51:36 Menurut saya, disiplin adalah
bahwa saya tak bisa berharap untuk
  
51:43 memahami ini kecuali jika
batin bangkit untuk ini
  
51:53 dan batin tekun bangkit untuk ini.
 
51:56 K: Ya. Baiklah, saya tak akan
memasukkan apa pun. Akan saya teruskan.
  
52:00 P: Anda tak bisa ingkari itu.
 
52:01 K: Tidak, tidak, batin harus tekun,
harus penuh pengawasan,
  
52:05 harus memperhatikan, halus,
ragu, harus menjadi semua itu.
  
52:13 P: Batin harus mengamati
dan tinggal dalam pengamatan,
  
52:22 menemukan rumah baru
untuk dirinya di dalam pengamatan.
  
52:26 K: Pupul, kita melantur lagi,
mungkin saya yang melantur.
  
52:29 Saya katakan, saya menyelidiki ke dalam
diri saya. P: Ya, itulah penyelidikan.
  
52:36 K: Bagaimana saya menyelidiki diri
saya, kecuali lewat reaksi-reaksi saya:
  
52:42 cara saya berpikir,
cara saya bertindak,
  
52:45 cara saya menanggapi lingkungan,
 
52:52 hubungan saya dengan sesama.
 
52:54 P: Ya. Dan saya temukan,
jika saya mulai dari sana,
  
52:57 saya temukan bahwa, seiring saya
amati diri saya dahulu –tanggapan,
  
53:03 reaksi, semuanya cepat,
kebingungan, terus-menerus…
  
53:07 K: Saya tahu, berlawanan.
P: Berlawanan.
  
53:09 namun persis dalam pengamatan ini,
suatu ruang muncul di sini.
  
53:20 K: Suatu ruang, suatu tertib.
Itu berarti…
  
53:26 P: Ini baru awalnya, Pak.
Ini baru awalnya.
  
53:30 K: Saya tahu.
 
53:32 Ya. Kita tetap berada di awal.
 
53:35 P: Itu pertanyaan saya.
K: Saya bosan berada di awal terus!
  
53:38 Maaf!
P: Jadi, mari kita lanjutkan.
  
53:45 K: Pupul, saya ingin menanyakan suatu hal.
 
53:51 Pentingkah melalui semua ini?
 
53:58 Mengamati reaksi saya,
mengamati respons saya,
  
54:04 menyelidiki dengan tekun
relasi saya dengan yang lain,
  
54:09 Intim atau tidak?
 
54:11 Haruskah saya melalui semua ini?
 
54:17 Ataukah...
 
54:21 P: Anda tahu, Pak,
saya akan katakan sesuatu sekarang.
  
54:25 Faktanya, seseorang sudah
melalui semua ini.
  
54:29 Faktanya, sejarah dari…
 
54:33 K: Mungkin Anda sudah melalui ini
 
54:35 karena Anda sudah menerima pola itu.
 
54:37 P: Tidak.
 
54:38 K: Tunggu sebentar saja,
tunggu sebentar, tunggu sebentar.
  
54:42 Anda lihat,
kita semua telah melakukannya,
  
54:46 para pemikir, para sannyasi,
rahib, dan yang lainnya…
  
54:51 P: Dan Krishnamurti.
K: Saya tidak yakin.
  
54:54 P: Itulah maksudnya.
 
54:56 K: Saya tidak yakin. Tunggu sebentar.
 
55:01 Saya ingin mendiskusikan hal ini
dengan sangat serius karena itu…
  
55:04 P: Entah Anda telah, dalam
30 tahun terakhir, melompat…
  
55:16 K: Tunggu sebentar, mari
kita lihat dahulu sejenak.
  
55:19 Kita telah menerima pola
pemeriksaan, analisis ini
  
55:25 dan menyidik reaksi-reaksi ini,
memberi perhatian padanya,
  
55:32 mengawasi, merenungi diri,
dan sebagainya, sebagainya, sebagainya.
  
55:38 Ada sesuatu di dalamnya
yang terdengar salah.
  
55:46 Paling tidak, bagi saya.
 
55:48 P: Anda bermaksud mengatakan,
seseorang terperangkap
  
55:55 di dalam seluruh kebingungan
dari keberadaan…
  
55:57 K: Dia bahkan tak akan
mendengarkan semua ini.
  
56:02 P: Harus ada ruang
agar dapat sekadar mendengarkan.
  
56:06 Bagaimana ruang itu muncul?
 
56:08 K: Karena antara Anda telah menderita
dan Anda berkata, “Saya harus menemukan,”
  
56:14 atau Anda menderita dan berkata,
“Tuhan ada, saya mencintainya
  
56:19 itu menghibur saya."
 
56:20 P: Tidak. Jadi, Anda
masih belum menjawab saya.
  
56:23 Anda berkata, apakah
perlu melalui semua ini.
  
56:26 K: Saya menanyakan itu.
Saya pikir, mungkin tidak perlu.
  
56:30 P: Maka, tunjukkan caranya pada saya.
Anda tak bisa membuat…
  
56:34 K: Tunggu, akan saya tunjukkan
sebentar lagi,
  
56:38 selama Anda menerima proses analitis ini,
 
56:44 -yang untuk sementara ini kita sebut
proses analitis
  
56:47 berupa penyelidikan, pengamatan tekun
atas reaksi Anda, semua itu-
  
56:51 kita gunakan satu kata untuk itu,
 
56:52 untuk introspeksi diri yang analitis ini,
 
56:56 untuk pengamatan terus-menerus ini,
mengamati.
  
57:00 P: Ini tidak analitis.
K: Baiklah, singkirkan itu.
  
57:03 Terus-menerus mengamati,
terus-menerus menyelidiki -pahamkah Anda?
  
57:10 Saya rasa, seperti saya katakan, manusia
telah lakukan itu ribuan…
  
57:17 P: Dia tak melakukannya.
K: Oh, dia melakukannya.
  
57:20 P: Tidak melakukannya. Dia
melakukan sesuatu yang sangat berbeda.
  
57:23 K: Apa yang dilakukannya?
 
57:24 P: Dia melihat batinnya
dan berupaya menekannya.
  
57:30 K: Itu bagian dari polanya:
menekan, melarikan diri, mensubstitusi,
  
57:36 mentransendensikan, semua itu
ada dalam kerangka tersebut!
  
57:39 P: Itu tak sama dengan mengamati
 
57:44 tanpa berusaha melakukan
sesuatu terhadap pengamatan itu.
  
57:47 K: Bukan. Saya bertanya, Pupul
-kita tidak menyentuh pertanyaan saya,
  
57:52 jika saya boleh menunjukkan,
mungkin saya salah-
  
57:56 Anda tidak menjawab pertanyaan saya.
Haruskah saya melalui semua ini?
  
58:02 P: Anda mengucapkan kata “harus”.
“Haruskah saya” itu sangat…
  
58:06 K: Baiklah. Saya tak akan gunakan “harus”.
Pentingkah,
  
58:09 perlukah, esensialkah
saya melalui semua ini?
  
58:18 P: Tidak, tapi Anda coba mengatakan,
dari tengah-tengah kekacauan,
  
58:24 Anda dapat melompat
ke keadaan non-khaos total?
  
58:29 K: Saya tak katakan demikian.
Lihat, Anda berupaya menangkap…
  
58:32 Tidak, tidak, saya tidak
mengatakan begitu.
  
58:37 P: Jadi, apa yang Anda katakan?
Apakah Anda mengatakan…
  
58:40 K: Tidak. Tunggu sebentar.
Saya berkata sangat jelas, saya berkata,
  
58:45 kemanusiaan telah melalui
proses ini, beberapa dengan tekun,
  
58:55 beberapa mengorbankan
segalanya, dan sebagainya.
  
59:01 Ini telah menjadi pola eksistensi kita.
 
59:04 Beberapa telah
melakukannya. Betul? Betul?
  
59:08 Menyelidiki, menganalisis, mencari,
memeriksa diri sendiri,
  
59:15 mengawasi dengan tekun
setiap tindakan dan seterusnya.
  
59:19 Pada akhirnya, mungkin
ia hanyalah entitas mati
  
59:23 dengan konsep tertentu,
konsep khayali.
  
59:26 P: Mungkin tidak.
K: Mungkin tidak,
  
59:29 Dan sangat sedikit, sangat, sangat
sedikit yang telah keluar dari situ.
  
59:35 P: Jadi, saya katakan, mungkin tidak.
 
59:38 Tapi, waktu Anda berkata, “perlukah ini?”,
maka Anda harus…
  
59:44 K: Saya tahu, jika ini tidak perlu,
tunjukkan pada saya yang-lain!
  
59:49 P: Tunjukkanlah yang-lain.
K: Itu yang Anda katakan.
  
59:51 Akan saya tunjukkan pada Anda.
 
59:58 Tapi, pertama-tama,
keluarlah dari sini.
  
1:00:05 P: Anda tahu, Pak…
K: Tunggu, tunggu, tunggu.
  
1:00:07 Akan saya tunjukkan.
 
1:00:09 P: Tapi, lihat yang Anda katakan.
K: Saya tahu, saya menanyakan itu.
  
1:00:14 P: Jika saya keluar dari yang-lain,
itu sudah di sana.
  
1:00:18 K: Tentu saja. Keluarlah.
Itu yang saya katakan.
  
1:00:21 Jangan ambil waktu
untuk melalui semua ini.
  
1:00:24 P: Tidak. Tapi, apa yang
dimaksud dengan “keluar dari situ”?
  
1:00:27 K: Akan saya katakan maksud saya.
 
1:00:31 Saya mengenali
-izinkan saya bicara sebentar saja-
  
1:00:35 Saya mengenali dengan sangat jelas,
mencerap, apa pun kata yang Anda pakai,
  
1:00:40 bahwa proses
pengamatan diri sendiri ini,
  
1:00:45 ketekunan, dan seterusnya,
 
1:00:47 manusia telah berupaya keras
 
1:00:51 selama jutaan tahun,
dengan cara berbeda.
  
1:00:54 Dan entah bagaimana batinnya
tidak jernih pada akhirnya,
  
1:01:00 dia memperoleh beberapa fiksasi, dia
memperoleh beberapa ide, dan seterusnya.
  
1:01:05 Entah bagaimana, kualitas gerak
ini sangat, sangatlah dangkal.
  
1:01:17 Sekarang jika Anda mendengarkan itu,
bahwa sangat dangkal melakukan semua ini,
  
1:01:28 dan Anda melihat kebenaran
bahwa ini dangkal,
  
1:01:35 artinya batin Anda yang kacau
kini hening,
  
1:01:38 mendengarkan untuk menemukan.
Betul?
  
1:01:43 Batin tradisional Anda yang
kebingungan berkata, “Saya terbiasa
  
1:01:50 dengan pengamatan tekun
terhadap semua kegiatan saya,
  
1:01:57 dan itu benar-benar
sangat, sangatlah superfisial.”
  
1:02:02 Jika Anda melihat benarnya
kedangkalan itu, Anda keluar dari situ!
  
1:02:11 Itu seperti menyingkirkan
sesuatu yang sama sekali tak berarti.
  
1:02:24 Tunggu sebentar, biarkan saya
ungkapkan dari sisi sebaliknya.
  
1:02:27 Batin saya kacau,
hidup saya kacau.
  
1:02:34 Anda datang dan berkata, “Tekunlah,
penuh pengawasan terhadap tindakan Anda,
  
1:02:44 terhadap pikiran Anda,
hubungan Anda -tekun-
  
1:02:47 sama sekali penuh
pengawasan setiap waktu.”
  
1:02:55 Dan saya berkata, “Itu mustahil
 
1:03:00 karena batin saya tak memungkinkan
ketekunan sepanjang waktu.
  
1:03:05 Batin tidak tekun, batin lalai.”
 
1:03:12 Dan saya bergulat di antara
keduanya, tekun dan lalai.
  
1:03:21 Dan saya melihat manusia
sudah melakukan ini…
  
1:03:27 P: Tapi, Anda bermaksud
mengatakan, Krishnaji,
  
1:03:32 batin yang tak mampu mengamati…
 
1:03:37 K: Tidak, saya mengatakan
batin yang sedia mendengarkan.
  
1:03:44 Saya tak bicara tentang perhatian.
 
1:03:46 P: Tapi, tolong dengarkan saya, Pak.
 
1:03:48 Menurut Anda, batin bisa berada
dalam tataran mendengarkan?
  
1:03:53 K: Itu sangat sederhana.
P: Begitukah?
  
1:03:55 K: Ya. Saya berkata, “Dengarkan saja
sebuah kisah yang akan saya
  
1:03:59 ceritakan pada Anda” -Anda tertarik.
 
1:04:02 Batin Anda hening,
Anda sangat ingin mengetahui
  
1:04:04 tentang apa cerita ini dan seterusnya.
 
1:04:07 P: Maaf, Pak. Yang terjadi
tidaklah seperti itu, tidak.
  
1:04:11 K: Tidak? Sebentar,
sebentar.
  
1:04:13 Tunggu sebentar,
jangan berkata tidak, Pupulji.
  
1:04:18 P: Anda tahu, Krishnaji…
 
1:04:19 K: Saya minta -tunggu sebentar-
saya minta Anda, Pupulji,
  
1:04:23 untuk mendengarkan
apa yang saya katakan.
  
1:04:26 P: Saya mendengarkan.
K: Tunggu, tunggu –dengarkan.
  
1:04:29 Akan saya jelaskan apa yang
saya maksud dengan mendengarkan.
  
1:04:34 Tidak hanya dengan telinga sensoris,
melainkan dengan telinga
  
1:04:39 yang tak memiliki gerak,
 
1:04:46 yang sungguh mendengarkan,
yang tidak menerjemahkan,
  
1:04:52 yang tidak membandingkan,
tidak mencari-cari -mendengarkan.
  
1:04:58 Saya mendengarkan apa yang Anda katakan,
sedemikian menyeluruh…
  
1:05:07 Maka, jika Anda mendengarkan demikian,
seseorang datang dan berkata,
  
1:05:12 “Jangan melalui
semua proses nan tekun ini,
  
1:05:19 itu semu, itu dangkal."
 
1:05:22 Jika Anda mendengarnya,
kebenarannya, apa yang terjadi?
  
1:05:33 Apa yang sesungguhnya terjadi
 
1:05:36 saat Anda melihat
sesuatu yang sungguh benar?
  
1:05:46 Nah, apakah proses nan tekun ini…
 
1:05:52 proses ini makan waktu -betul?
 
1:05:57 Saya tak punya waktu,
hidup saya sangat singkat.
  
1:06:05 Saya punya sangat banyak masalah,
 
1:06:08 dan Anda menambah yang lain: bertekunlah.
 
1:06:13 Dan saya berkata, tolong,
saya letih karena masalah-masalah,
  
1:06:20 dan Anda menambahkan
satu masalah lagi pada saya.
  
1:06:26 Dan saya berkata, tolonglah
-Anda punya masalah,
  
1:06:32 saya tahu Anda punya banyak
masalah yang semuanya berkelindan.
  
1:06:38 Lupakan itu sejenak dan dengarkan saya.
 
1:06:45 Itu saja.
 
1:06:51 P: Pak, jika memang begitu,
jika memang begitu –dengarkan, Pak.
  
1:06:56 K: Saya dengarkan.
 
1:06:57 P: Jika saya dapat mendengarkan -dan saya
sungguh dengarkan- musik dengan cara itu…
  
1:07:04 K: Ah, musik itu berbeda.
 
1:07:06 P: Tapi, mendengarkan -jika saya
mendengarkan musik dengan cara demikian,
  
1:07:09 semestinya itu mengubah saya
secara total. Tidakkah begitu?
  
1:07:14 K: Tidak. Tentu tidak.
P: Lalu?
  
1:07:20 K: Kita bergerak ke hal yang lain.
 
1:07:24 P: Anda bicara tentang batin yang telah
 
1:07:28 -saya menggunakan kata ini
dalam tanda petik-
  
1:07:36 batin yang telah “matang”,
mendengarkan pernyataan seperti itu.
  
1:07:41 K: Tidak. Anda tahu, Pupul,
saya tidak yakin
  
1:07:48 kita belum membuat
batin kita sedemikian mentah
  
1:07:51 hingga kita tak mampu
mendengarkan apa pun.
  
1:07:56 P: Tapi, bagaimana, Anda lihat, Krishnaji,
 
1:08:00 Anda mulai dengan
membuat hal-hal mustahil.
  
1:08:04 K: Tentu saja!
 
1:08:09 Tidak. Lihat kebenarannya. Sesuatu
yang mustahil dan Anda harus…
  
1:08:17 P: Tapi, energi semacam itu
yang dibutuhkan
  
1:08:21 untuk berurusan dengan
hal-hal yang mustahil…
  
1:08:23 K: Seperti itulah.
 
1:08:26 Ini sudah menjadi mungkin,
urusan ketekunan ini.
  
1:08:31 Urusan ketekunan ini, saya
katakan, sungguh sepele!
  
1:08:40 P: Saya akan bertanya, seperti apa batin
 
1:08:45 yang mampu berurusan dengan
pernyataan mustahil macam itu?
  
1:08:51 Seperti apa sifat batin tersebut?
 
1:08:57 K: Sesuatu yang sama sekali mustahil
adalah noneksisten
  
1:09:08 Kita mengira, semuanya mungkin!
 
1:09:11 P: Tidak.
K: Saya mulai…
  
1:09:14 P: Anda lihat, itu cara
Anda mendapatkan, Pak.
  
1:09:17 Anda mengatakan -yang Anda
katakan barusan- adalah noneksisten,
  
1:09:25 jadi, dengan batin
yang noneksisten, mendengarkan.
  
1:09:31 K: Tidak. Lihat, Pupulji, jika
Anda dan saya, kita berdua, setuju
  
1:09:37 -sebentar, bahkan untuk sementara-
 
1:09:40 bahwa proses nan tekun ini
tak membawa kita ke mana pun.
  
1:09:47 Itu telah membawa pada
berbagai kegiatan yang
  
1:09:50 mungkin berfaedah dan seterusnya,
 
1:09:52 namun penyelidikan yang mengatakan,
 
1:09:59 “Saya harus sampai ke
sumber dari berbagai hal”
  
1:10:04 -tidak dengan cara seperti ini, jelas!
 
1:10:06 P: Jelas, itu saya terima.
K: Demikianlah.
  
1:10:09 Tidak, jika Anda terima bahwa
bukanlah melalui kesadaran nan tekun…
  
1:10:16 P: Tapi, Pak, bahkan untuk
sampai pada suatu titik
  
1:10:20 di saat saya berkata, itu tidak bisa
sampai ke situ melalui ini…
  
1:10:27 K: Dengan demikian, apa yang
terjadi pada batin Anda?
  
1:10:30 Maka, Anda telah menyingkirkan ini.
P: Ya.
  
1:10:33 K: Nah, apa yang terjadi
pada batin Anda yang berkata,
  
1:10:36 “Ini terlalu sepele,
terlalu dangkal, buang, buang saja,”
  
1:10:40 maka seperti apa kualitas batin Anda?
 
1:10:54 P: Saya tahu apa yang
Anda coba katakan, Pak.
  
1:10:59 K: Jawablah pertanyaan saya.
 
1:11:02 Seperti apa kualitas batin
yang terperangkap dalam proses
  
1:11:07 penyelidikan nan tekun,
ketekunan yang makan waktu ini,
  
1:11:15 saat batin melihat bahwa
itu tak bernilai fundamental
  
1:11:21 -nilai dalam arti bahwa
proses nan tekun ini akan membawa
  
1:11:26 atau membantu memahami, menjumpai,
atau menyingkap asal mula itu?
  
1:11:34 Proses ini tidak,
karena makan waktu
  
1:11:40 -“yang lain” mungkin tak
punya waktu sama sekali!!
  
1:11:46 P: Tapi, lihat bahayanya perkataan Anda.
 
1:11:50 Bahaya dalam perkataan Anda adalah
 
1:11:55 bahwa saya tak khawatir
untuk menyapu ruangannya.
  
1:12:01 K: Tidak, tidak. Saya menyelidiki
ke dalam diri saya.
  
1:12:10 Persis penyelidikan tersebut
menuntut batin dan hati,
  
1:12:18 keseluruhan eksistensi tertib.
 
1:12:24 P: Anda mulai
dengan yang mustahil.
  
1:12:26 K: Tentu saya mulai dengan
yang mustahil, Pupulji.
  
1:12:28 Jika tidak, apa yang mungkin?
Semua yang mungkin telah dilakukan!
  
1:12:31 P: Tidak, Pak...
 
1:12:33 K: Tidak, Anda telah lakukan
semua hal yang mungkin!
  
1:12:37 Orang telah berpuasa,
berkorban, lakukan semua
  
1:12:42 untuk menemukan asal mula hal-hal.
 
1:12:47 Itu sudah mungkin.
 
1:12:51 Dan sekarang yang mungkin itu
tak membawa ke mana-mana!
  
1:12:56 Itu telah membawa faedah tertentu,
faedah sosial, dan seterusnya
  
1:13:00 dan itu juga telah membawa pada
kesengsaraan besar umat manusia.
  
1:13:12 Jika Anda berkata pada saya,
proses nan tekun ini makan waktu
  
1:13:21 dan dengan demikian terikat-waktu,
 
1:13:29 dan selama Anda melakukan ini,
 
1:13:34 Anda hanya mengais di permukaan.
 
1:13:39 Permukaannya mungkin sangat luar biasa,
 
1:13:42 sangat bagus dan menyenangkan
dan memuliakan dan semua itu,
  
1:13:46 namun itu hanya di permukaan.
 
1:13:49 Jika Anda mengakuinya, tak hanya
mengakui, tetapi sungguh melihatnya,
  
1:13:59 -merasakannya, di dalam darah
Anda, bahwa itu semu!-
  
1:14:10 Anda telah keluar dari sesuatu,
 
1:14:14 yakni, dari yang biasa
menuju sesuatu yang luar-biasa.
  
1:14:24 Dan kita tidak bersedia melakukan itu.
Kita ingin melalui semua ini.
  
1:14:29 Kita memperlakukannya
seperti belajar bahasa.
  
1:14:36 Belajar bahasa adalah tindakan disiplin,
 
1:14:40 perhatian nan tekun
dan sebagainya, sebagainya.
  
1:14:45 Kita membawa mentalitas yang sama
ke dalam yang-lain.
  
1:14:51 Itulah yang membuat saya keberatan.
 
1:14:54 P: Tapi, saya mengesampingkan yang-lain.
 
1:14:57 K: Ahaha, ini bukan permainan.
 
1:15:00 P: Tidak, saya tidak bermain-main.
Anda mengesampingkan yang-lain.
  
1:15:07 K: Yang artinya -hati-hati, Pupul...
 
1:15:09 P: Yang artinya bahkan melihat-
mendengarkan ada dalam pengakhiran,
  
1:15:31 jika boleh saya katakan begitu.
K: Apa artinya itu?
  
1:15:35 Gerak ketekunan telah berhenti.
 
1:15:46 Betul? Tentu saja.
 
1:15:50 Jika itu semu, itu telah pergi!
 
1:16:01 Jadi, apa yang terjadi pada batin saya?
 
1:16:08 Batin saya telah terperangkap
dalam penyelidikan tekun dan sebagainya
  
1:16:16 yang terikat-waktu
dan sekarang batin berkata,
  
1:16:18 “Ya ampun, saya melihat
bahwa ini sama sekali dangkal.”
  
1:16:26 Dan seperti apa keadaan batin
 
1:16:30 yang telah menyingkirkan sesuatu
 
1:16:34 yang telah dibawa-bawa manusia
selama jutaan tahun?
  
1:16:40 Seperti apa keadaan batin itu?
 
1:16:46 Betul?
 
1:16:48 Itu batin yang segar. Betul?
 
1:16:51 Itu batin yang baru seluruhnya.
 
1:16:59 Dan batin seperti itulah yang
diperlukan untuk menyelidiki
  
1:17:03 -bukan menyelidiki- perlu
untuk menyingkap asal mula.
  
1:17:21 Jika saya bicara seperti ini pada
orang yang sangat disiplin, religius,
  
1:17:30 dia bahkan tak akan mau mendengarkan.
 
1:17:36 Dia akan berkata, “Semua yang
kaubicarakan itu omong kosong.”
  
1:17:40 Tapi, Anda dalam dialog kita,
Anda berkata, “Mari membahasnya,”
  
1:17:44 sehingga Anda berada dalam posisi
mendengarkan, menemukan.
  
1:17:54 Namun, jika Anda terus
mengulangi proses nan tekun ini,
  
1:17:58 Anda sama saja seperti yang lainnya.
 
1:18:34 Nah, batin seperti itu…
 
1:18:46 Pertama-tama, batin
seperti itu tidak dirantai.
  
1:19:01 Betul?
 
1:19:04 Batin tidak dirantai pada waktu.
 
1:19:08 Yakni, proses nan tekun ini
 
1:19:12 adalah proses-menjadi sesuatu,
 
1:19:17 adalah mengklarifikasi,
memahami, melampaui.
  
1:19:27 Maka, batin ini tak memiliki pelampauan,
batin tidak menjadi sesuatu.
  
1:19:34 Akankah Anda pergi sejauh itu?
 
1:19:48 P: Anda tahu, tepat pada
saat gerak berhenti…
  
1:19:53 K: Saya bertanya, akankah Anda pergi
sejauh itu, hingga melihat faktanya:
  
1:19:59 batin semacam itu tak dapat memiliki
 
1:20:04 ketergantungan, kemelekatan apa pun,
dan sebagainya, batin itu...
  
1:20:21 P: Ya, itu saya mengerti,
karena… seiring gerak berhenti…
  
1:20:36 K: Gerak dalam proses-menjadi.
 
1:20:38 P: Semua yang sudah Anda bicarakan ini
 
1:20:40 adalah gerak dalam proses-menjadi.
K: Itu benar.
  
1:20:46 Yakni pengabadian diri
dalam bentuk yang berbeda,
  
1:20:51 dalam jejaring kata-kata yang berbeda.
 
1:21:05 Anda tahu, jika Anda
mengatakan hal ini pada saya
  
1:21:09 dan saya mulai menyingkap sumbernya
 
1:21:15 -dan bagi saya, itu adalah semangat,
saya ingin menemukan,
  
1:21:18 saya tak sekadar bermain-main,
dan bagi saya, ini sangatlah perlu-
  
1:21:31 ketika penyingkapan atas
sumber segala kehidupan itu,
  
1:21:40 ketika ada penyingkapan itu
dan itu hadir di situ,
  
1:21:43 hidup saya, tindakan saya, semuanya
menjadi berbeda. Pasti.
  
1:21:53 Namun, proses nan tekun
yang lainnya, Tuhan saya,
  
1:21:55 saya akan mati pada ujungnya!
 
1:22:01 Lihatlah, itulah mengapa saya merasakan…
pemahaman tentang hal itu
  
1:22:05 sebagai faktor yang menghabiskan waktu
yang sangat merusak.
  
1:22:12 Menghabiskan waktu diperlukan
untuk mempelajari teknik,
  
1:22:16 namun ini bukanlah
teknik untuk dipelajari.
  
1:22:48 P: Pak, Anda memiliki batin
seorang… keseluruhan…
  
1:22:57 Anda benar-benar mempunyai
batin yang antik.
  
1:23:00 K: Apa?
 
1:23:00 P: Anda benar-benar mempunyai batin
yang antik, batin dengan keantikan besar.
  
1:23:06 K: Antik dalam arti…
 
1:23:08 P: … yang mengandung keseluruhan manusia…
 
1:23:15 K: Bagaimanapun juga, lihatlah,
Pupul, itulah mengapa
  
1:23:18 perlu memahami “saya adalah dunia”.
 
1:23:24 Pahamkah Anda? Saya adalah dunia.
 
1:23:28 P: Tak seorang pun bisa membuat
pernyataan seperti itu.
  
1:23:32 K: Seseorang harus membuatnya,
jika tidak, di mana Anda
  
1:23:36 ketika Anda melihat semua perusakan
ini, kekejian, peperangan, pembunuhan
  
1:23:42 yang tak kunjung usai?
 
1:23:57 Seseorang yang mencintai -mencintai-
dia bukanlah orang Inggris,
  
1:24:01 orang Argentina, Israel,
Arab, atau apa pun.
  
1:24:05 Dia tidak bisa membunuh sesama.
 
1:24:09 Jadi… Saya melihat proses ini
telah berlangsung terus
  
1:24:18 hingga ribuan dan ribuan tahun,
 
1:24:23 semua orang berusaha menjadi sesuatu.
 
1:24:27 Dan semua pekerja nan tekun
 
1:24:30 membantu manusia untuk menjadi sesuatu.
 
1:24:34 Penerangan, pencerahan,
adalah untuk mencapai pencerahan.
  
1:24:39 Itu sangat absurd!
 
1:24:56 P: Anda tahu, Pak, dengan Anda…
K: Bukan “dengan saya”.
  
1:25:03 P: Dengarkan saja, Pak.
 
1:25:05 Keseluruhan gerak dari yang-tidur
telah berakhir
  
1:25:19 K: Yakni, ketekunan telah berakhir.
Proses-menjadi berakhir.
  
1:25:24 P: Segala hal yang tidur dalam...
 
1:25:29 K: Saya pikir, Pupulji, janganlah
membuat ini menjadi elitis,
  
1:25:37 semacam “Ini hanya untuk beberapa,
 
1:25:40 hanya elitlah yang bisa mempunyai
batin semacam ini.”
  
1:25:44 Saya menolak menerima itu.
 
1:25:48 Itu berarti mundur dan kembali
pada pemisahan yang dulu,
  
1:25:51 yakni yang elit dan yang non-elit.
 
1:26:00 Siapa pun yang memperhatikan,
yang ingin mendengar,
  
1:26:09 yang sungguh berkata,
“Saya harus menemukan sumber kehidupan”,
  
1:26:18 bersemangat untuk itu,
tak sekadar sepintas lalu,
  
1:26:25 maka ia akan mendengarkan -bukan
pada saya, dia akan mendengarkan.
  
1:26:30 Itu ada di udara.
 
1:26:47 Lihatlah, bagaikan Sang Buddha yang
diharapkan mencapai pencerahan.
  
1:26:54 Pikirkanlah pernyataan semacam itu!
 
1:27:00 Duduk di bawah pohon,
bermeditasi, berpuasa, berjuang
  
1:27:07 -pahamkah Anda?
 
1:27:09 Dan pada akhirnya,
suatu hari, itu datang padanya.
  
1:27:17 Itu sama sekali tak bermakna.
 
1:27:23 Itu berarti bahwa Anda
membiarkan waktu menjadi
  
1:27:26 faktor dalam pencerahan,
 
1:27:34 waktu menjadi faktor dari
pengertian yang sedemikian mendalam.
  
1:27:55 Kita akhiri?
Enam, tujuh kurang dua puluh.
  
1:28:26 Orang-orang berkomitmen,
itulah alasannya.
  
1:28:29 Berkomitmen pada sesuatu atau hal lain.
 
1:28:33 Berkomitmen pada pengetahuan,
berkomitmen pada tradisi,
  
1:28:37 berkomitmen pada suatu negara,
suatu ide, dan sebagainya.
  
1:28:42 Mereka berkomitmen.
 
1:28:43 Dan dengan berkomitmen,
mereka tak akan melepas.
  
1:28:47 Mereka bahkan tak akan mau mendengarkan.
 
1:29:11 Cukup.