Krishnamurti Subtitles

Dapatkah Kita Hidup Tanpa Beban Ribuan Hari Kemarin?

Brockwood Park - 23 June 1982

Conversation with Pupul Jayakar 2



0:18 P: Pak, saya bertanya-tanya apakah
seseorang bisa mendiskusikan
  
0:35 keajaiban dan sifat kelahiran
dalam batin manusia,
  
0:41 bukan kelahiran dalam arti
memiliki bayi,
  
0:50 tetapi suatu batin yg letih, lawas,
tidak mampu mempersepsi,
  
1:03 bisakah itu memperbaharui dirinya,
atau secara total memiliki persepsi baru?
  
1:14 Saya pikir itu adalah suatu problem
bagi banyak di antara kita.
  
1:25 Seiring bertambah tua,
seseorang menemukan
  
1:35 kecekatan batinnya,
 
1:40 kapasitas pencerapan,
 
1:45 dan memahami secara mendalam,
kemungkinan meredup.
  
1:50 K: Apakah Anda menanyakan,
apakah mungkin menjaga batin
  
1:59 sangat muda,
dan sekalipun kuno?
  
2:07 P: Ya. Anda memakai kata 'kuno'.
Saya juga ingin menyelidiki
  
2:12 sifat dari apa yg dimaksud
dengan kata 'kuno'.
  
2:22 Jika kita bisa menyelidiki
sifat tersebut, pertama-tama,
  
2:27 karena Anda telah memakainya,
 
2:29 dan saya telah mendengar Anda
memakainya beberapa kali.
  
2:34 Jelas saja bukan,
kualitas kuno tersebut,
  
2:41 itu tidak berhubungan dengan waktu
sebagai kemarin.
  
2:44 K: Ya, mari kita selidiki.
 
2:48 P: Apakah sifat dari
kuno ini?
  
2:52 K: Bagaimanapun, otak manusia,
sejauh yg dipahami seseorang,
  
3:01 dan jika Anda telah mendengar beberapa...
- di televisi,
  
3:06 ilmuwan berbicara soal
kualitas otak
  
3:10 bagaimana otak bekerja dan seterusnya -
 
3:13 itu memiliki sifat protektifnya sendiri,
 
3:16 reaksi kimiawi protektif
ketika ada kegoncangan,
  
3:21 ketika ada rasa sakit
dan sebagainya.
  
3:26 Bagaimanapun juga kita,
atau otak kita,
  
3:29 sangat, sangat kuno,
 
3:33 sangat, sangat lawas.
 
3:36 Itu telah berevolusi dari kera,
manusia...
  
3:43 kera yg berdiri,
dan seterusnya, hingga sekarang.
  
3:47 Itu telah berevolusi sepanjang waktu,
melalui pengalaman-pengalaman luar biasa,
  
3:53 memperoleh amat banyak pengetahuan,
 
3:57 baik pengetahuan ke luar maupun
pengetahuan ke dalam,
  
4:01 dan itu pun sungguh sangat,
sangat kuno.
  
4:05 Dan itu bukan, sejauh yg bisa saya pahami,
sejauh yg bisa saya lihat,
  
4:11 itu bukan otak personal.
 
4:15 Itu bukan otak saya
dan otak Anda.
  
4:19 Tidak bisa.
 
4:20 P: Namun jelas
otak Anda dan otak saya
  
4:25 memiliki kualitas kuno yg berbeda
di dalamnya.
  
4:31 K: Tunggu. Jangan membicarakan milik
saya atau Anda untuk saat ini.
  
4:35 P: Dengan membuat suatu pernyataan...
 
4:39 K: Saya hanya menyelidiki awalnya,
meletakkan dasar.
  
4:47 Jika itu diterima,
bahwa kita sangat lawas,
  
4:50 sangat kuno, dalam arti itu,
 
4:57 dan bahwa otak kita bukanlah
otak individualistis
  
5:03 - kita mungkin telah menciutkan itu,
mungkin kita pikir itu individual,
  
5:09 itu personal, itu adalah 'otak saya,
tapi itu tak bisa berevolusi
  
5:15 sepanjang waktu sebagai otak saya!
P: Jelas tidak.
  
5:18 K: Maksud saya, absurd berpikir demikian.
P: Itu jelas.
  
5:22 K: Tidak, mungkin itu jelas
tapi kebanyakan dari kita berpikir
  
5:25 itu adalah otak personal,
itu adalah otak saya.
  
5:29 Karenanya dari situ lahir
seluruh konsep individualistis.
  
5:36 Tinggalkan itu untuk sementara.
 
5:38 Sekarang, apakah kita hendak mengatakan
bahwa batin yg kuno itu
  
5:44 - otak atau batin, untuk saat ini
biarkan batin sendirian,
  
5:48 mari kita menyelidiki otak -
otak yg demikian kuno,
  
5:52 yg telah sangat berkondisi,
 
5:58 dan telah kehilangan... atau mungkin
sangat, sangat dalam melekat
  
6:05 dalam bawah sadar, di kedalaman,
yg telah menjadi
  
6:11 sangat, sangat kesat, dangkal,
semu dan vulgar.
  
6:21 Anda paham maksud saya?
 
6:23 P: Tapi batin yg kuno,
seperti yg barusan Anda katakan,
  
6:31 adalah hasil dari evolusi
dalam waktu.
  
6:35 K: Dalam waktu, tentu saja.
Evolusi berarti waktu.
  
6:38 P: Dalam waktu. Sekarang pencarian yg
telah berlangsung selama berabad-abad...
  
6:46 K: Sejak awal waktu manusia
harus telah mempertanyakan.
  
6:50 P: ...telah mempertanyakan apakah mungkin
untuk membebaskan ini dari itu,
  
6:56 karena bersama waktu juga terpasang
kualitas penuaan ini,
  
7:04 terpasang dengan rasa kuno.
 
7:07 K: Ya, ya.
Saya mengerti pertanyaan itu.
  
7:11 P: Jadi apakah Anda berbicara tentang
- ketika Anda katakan ada perlunya
  
7:16 memiliki batin kuno -
apakah Anda bicara tentang suatu otak
  
7:22 yg di dalamnya terpasang juga...
 
7:27 K: Kualitas kemerosotannya sendiri.
Tentu saja.
  
7:33 P: Mengapa itu perlu?
Itu memang demikian!
  
7:37 K: Tidak, itu memang demikian
karena pengalaman,
  
7:44 pengetahuan, telah membatasinya,
 
7:52 telah mengkondisikannya,
telah mempersempitnya.
  
7:58 Benar?
 
8:00 Semakin kita meraih pengetahuan,
 
8:04 semakin lebih terjadi
keterbatasan dirinya.
  
8:11 P: Tidak, kelihatannya Anda menyiratkan
dua hal, Krishnaji.
  
8:18 Satu adalah rasa kuno,
sebagai beban masa lalu,
  
8:26 yg memberinya rasa yg amat lawas.
 
8:31 K: Itu lawas.
P: Karena itu telah berpengalaman
  
8:33 selama jutaan tahun,
dan seluruh pengalaman tersebut...
  
8:37 K: Yg telah mengkondisikannya,
yg telah mempersempitnya - terbatas.
  
8:41 P: Tapi yg kuno yg Anda bicarakan,
 
8:45 apakah Anda membicarakan apa
 
8:48 yg telah dialaminya
sepanjang waktu?
  
8:52 K: Kita akan menyelidikinya.
Untuk saat ini.
  
8:54 Pertama mari kita lihat
betapa kunonya itu
  
8:58 dalam artian normal.
 
9:04 Dan bagaimana itu telah, dalam
pengalamannya selama jutaan tahun,
  
9:12 telah membatasi dirinya sendiri.
 
9:16 Oleh karena itu di situ
ada kualitas kemerosotannya.
  
9:24 Dan dunia modern,
hidup di dunia modern,
  
9:27 dengan seluruh kegaduhannya,
dengan seluruh kegoncangan yg mengerikan,
  
9:32 dan penderitaan perang dan sebagainya,
 
9:38 telah membuatnya lebih terbatas lagi,
lebih mengandung konflik.
  
9:52 Karena keterbatasan tersebut
membawa konfliknya sendiri.
  
9:58 P: Pak, ada suatu batin, yg karena rasa
 
10:10 jutan tahun ini, memberi kepadanya
suatu kepadatan dan bobot.
  
10:16 K: Ya, ya, tepat.
 
10:19 P: Maka ada batin yg rapuh.
 
10:22 K: Yang adalah?
P: Rapuh, yg mudah berkarat.
  
10:29 K: Tidak, batin dan otak,
saat ini mari kita...
  
10:33 Apa yg Anda bicarakan?
P: Saya bicara ttg otak.
  
10:36 K: Otak, jangan pakai kata 'batin'.
 
10:37 P: Baiklah, saya akan gunakan
kata 'otak'.
  
10:39 Otak memiliki bobot tertentu padanya,
dan suatu kepadatan untuk itu, yang...
  
10:49 K: Ya, kekesatan padanya,
suatu bobot padanya - tepat.
  
10:53 P: Suatu bobot padanya. Itukah yg
Anda maksud dengan kuno?
  
10:59 K: Apa?
 
11:00 P: Itukah yg Anda maksud
dengan kuno?
  
11:02 K: Kurang tepat. Saya ingin
menyelidikinya sedikit, dengan lambat.
  
11:12 Jika kita mengakui bahwa otak adalah...
dengan evolusinya sendiri,
  
11:19 telah mengkondisikan dirinya,
 
11:25 dan oleh karena itu
secara inheren
  
11:31 memiliki kualitas destruksinya sendiri,
 
11:38 dan entah kualitas tersebut
dapat dihentikan
  
11:44 - dalam artian kemerosotannya -
 
11:49 bisakah sel otak
memperbaharui dirinya
  
11:52 terlepas dari keterkondisiannya
- Anda memahami apa yg saya katakan? -
  
11:57 terlepas dari penderitaannya,
kegagalannya, kesengsaraannya,
  
12:03 semua kerumitan dunia modern
di mana kita hidup,
  
12:08 entah otak itu bisa
memperbaharui dirinya
  
12:11 sehingga mencapai keasliannya.
 
12:17 Bukan keaslian
dalam arti individualitas,
  
12:20 tapi keaslian:
dalam asal-usulnya.
  
12:24 P: Apakah Anda ingin mengatakan
bahwa seorang bayi,
  
12:29 sel-sel otak bayi
adalah asli dalam artian tersebut?
  
12:34 K: Tidak. Tentu bukan.
Tentu bukan.
  
12:37 P: Jadi apakah yg dimaksud dengan asli...
keaslian sel-sel otak?
  
12:51 K: Mari selidiki sedikit.
 
12:56 Apakah - kata 'asli',
apa artinya kata itu?
  
13:01 Unik, spesial.
 
13:07 P: Tidak, itu mempunyai kualitas
'untuk yg pertama kalinya'.
  
13:11 K: Kualitas murni.
P: Ya.
  
13:14 K: Asli berarti demikian.
Yg tidak tersentuh,
  
13:20 yg tidak terkontaminasi
oleh pengetahuan.
  
13:24 P: Ya.
 
13:29 K: Bisakah - itulah pertanyaannya -
bisakah otak
  
13:33 yg telah terkondisi
selama satu, atau dua juta tahun,
  
13:38 menjangkaunya, atau menghapus
 
13:41 keterkondisiannya dan menjangkau
suatu kualitas
  
13:43 kesegaran murni
dari sebuah otak?
  
13:50 Saya tidak tahu, bisa jadi
ini suatu pertanyaan yg salah sama sekali.
  
13:55 P: Tapi itu... Saya pikir,
secara ilmiah, mereka akan bilang
  
14:04 bahwa sel-sel otak
sekarat sepanjang waktu.
  
14:08 K: Sepanjang waktu.
 
14:09 P: Oleh karena itu jumlah
sel-sel otak yg tersedia...
  
14:15 K: Dan juga
memperbaharui dirinya.
  
14:18 Tampaknya sel-sel tertentu mati
dan sel-sel tertentu terlahir kembali.
  
14:24 Itu bukan:
sekarat sepanjang waktu
  
14:26 sehingga otak menjadi
berkeping-keping, mati.
  
14:29 P: Tidak, namun fakta tentang
penuaan adalah
  
14:33 bahwa pembaharuan tidak menyimpan...
 
14:36 K: Ya, begitulah.
 
14:39 Ya - itu poin keseluruhannya,
bukan begitu, sungguh -
  
14:46 mungkinkah bagi otak
yg telah terkondisi,
  
14:52 dan yg karenanya,
seperti yg Anda katakan,
  
14:56 mempunyai kualitas yg terpasang
dari kemerosotannya sendiri,
  
15:01 bisakah kualitas itu berhenti,
berakhir, hilang?
  
15:07 P: Ya.
 
15:09 K: Itulah, bisakah otak tetap muda,
muda dalam artian segar,
  
15:15 hidup, mempunyai suatu
kualitas keaslian.
  
15:20 P: Ya.
Bagaimana Anda akan...
  
15:25 K: ...melanjutkan dari itu.
 
15:30 Saya pikir kita harus menyelidiki
pertanyaan ini,
  
15:33 apa itu kesadaran?
 
15:37 Benar?
 
15:39 Karena itu adalah bagian dari otak kita,
bagian dari seluruh keberadaan kita,
  
15:43 yg adalah kesadaran kita.
 
15:46 Benar?
 
15:49 Apa itu kesadaran?
 
15:54 Tak hanya sadar terhadap hal-hal,
dari luar dan dari dalam,
  
16:04 tapi seluruh isi
dari kesadaran.
  
16:09 Karena tanpa isinya
tidak ada kesadaran,
  
16:12 seperti yg kita ketahui.
 
16:15 Jadi, bisakah isinya, yg
membuat kesadaran ini,
  
16:24 bisakah isi tersebut
berakhir dengan sendirinya
  
16:33 sehingga ada dimensi yg
sama sekali berbeda dari kesadaran?
  
16:38 Anda paham?
 
16:39 Karena otak atau batin
mempunyai kualitas kesadaran.
  
16:48 Benar?
Itulah kesadaran!
  
16:54 Isinya adalah kesadaran.
 
16:57 P: Ya, demikian.
K: Demikian.
  
17:00 Isinya adalah: kenikmatan,
kepercayaan, kegirangan,
  
17:04 sensasi, reaksi-reaksi,
iman, penderitaan mendalam,
  
17:09 kenikmatan, penderitaan,
afeksi, dan sebagainya,
  
17:13 seluruhnya itu adalah kesadaran.
 
17:18 Benar?
 
17:19 Dan sepanjang isi tersebut,
yg adalah semua ini, eksis, itu harus,
  
17:29 karena konfliknya,
kebingungannya di dalam kesadaran,
  
17:33 pastilah mengauskan diri sendiri.
 
17:37 Dan itu sebabnya otak
menjadi lawas
  
17:41 - dalam arti
lawas, penuaan, mati.
  
17:46 Tidak ada kesegaran padanya.
 
17:48 P: Sekarang, Pak, apakah
isi kesadaran
  
17:55 identik dengan sel-sel otak?
K: Ya. Tentu saja.
  
18:03 P: Kemudian, sebagai isi
dari kesadaran,
  
18:07 karena sifatnya sendiri,
aus...
  
18:11 K: ...melalui konflik.
Tidak, tidak - hati-hati.
  
18:14 P: Ya, saya mengerti itu.
 
18:16 Proses itu mengauskan
sel-sel otak...
  
18:20 K: ...konflik - gangguan,
kegoncangan, tekanan...
  
18:25 P: Jadi yg fisik
dan yg psikologis
  
18:31 benar-benar merupakan hal yg sama
yg ada di sana.
  
18:34 K: Ya. Itu benar.
 
18:37 Reaksi fisik,
reaksi psikologis,
  
18:41 keduanya adalah reaksi.
 
18:42 P: Karena otak bersifat fisik.
 
18:44 Isi dari kesadaran
adalah psikologis.
  
18:48 K: Yg juga adalah proses dari yg fisik.
 
18:53 Tentu saja.
P: Ya.
  
18:57 K: Jadi baik yg psikologis
maupun yg fisik,
  
19:01 dengan reaksi-reaksinya,
menimbulkan pikiran nyeri,
  
19:05 pikiran menderita,
pikiran nikmat,
  
19:09 pikiran pencapaian,
ambisi, dsb., dsb.,
  
19:12 dan kepercayaan, iman,
adalah ini semua!
  
19:15 P: Yg menciptakan gangguan dan...
 
19:26 Tapi sifat sel-sel otak adalah
terus-menerus mati.
  
19:30 K: Ya. Mereka berlanjut,
tradisi berlanjut.
  
19:35 P: Yg ini terpasang, yg itu juga.
K: Tentu, itu ada di situ.
  
19:38 P: Oleh karena itu...
 
19:40 K: Dan juga proteksinya sendiri,
reaksinya sendiri,
  
19:44 reaksi-reaksi kimia
- dari apa yg seseorang dengar -
  
19:49 sel-sel itu,
dengan reaksi-reaksinya,
  
19:54 mereka memproduksi zat kimianya
untuk melindungi dirinya.
  
19:58 P: Namun demikian juga
waktu terpasang.
  
20:00 K: Tentu, bagaimanapun juga
itu adalah produk waktu.
  
20:04 P: Waktu terpasang dalam sel-sel otak.
 
20:06 K: Sekarang pertanyaan sesungguhnya adalah
apakah semua kesadaran ini,
  
20:12 dengan isinya, berakhir,
 
20:16 dalam artian: konflik berakhir
secara total.
  
20:22 P: Tapi, dengan konflik yg berakhir
secara total, akankah waktu berakhir?
  
20:30 K: Ya. Bagaimanapun juga
itulah yg para sannyasi, rahib,
  
20:38 orang-orang bijaksana telah selidiki,
apakah waktu mempunyai suatu akhir.
  
20:45 Benar? Tentu saja, mereka semua
telah menanyakan pertanyaan ini.
  
20:50 P: Ya, tapi sekarang Anda
berbicara tentang waktu
  
20:53 sebagai suatu proses psikologis
dari konflik.
  
20:56 K: Konflik, ya.
 
20:57 P: Bukan waktu sebagai durasi,
atau jam, atau...
  
21:00 K: Bukan, bukan, bukan.
 
21:04 Jadi apa yg sedang
kita coba cari tahu,
  
21:08 atau lebih tepatnya
menyelidiki bersama-sama?
  
21:10 P: Apa itu yg akan membawa
 
21:15 kualitas kelahiran ini ke dalam batin?
 
21:21 K: Kualitas kelahiran dalam artian...
 
21:24 Bukan, mari kita perjelas apa
yg Anda maksud dengan 'kelahiran'.
  
21:29 Suatu elemen yg baru, segar,
masuk ke dalamnya.
  
21:34 P: Terus-menerus - saya tak akan
menggunakan kata 'terus-menerus'.
  
21:38 K: Tidak, Anda tak boleh.
P: Saya akan hapus kata 'terus-menerus'.
  
21:41 Tetapi sesuatu yg dilahirkan dengan
kesegaran suatu kelahiran,
  
21:53 dan kemurnian kelahiran...
K: Tidak, tunggu sebentar - hati-hati.
  
21:56 Apa yg Anda maksud dengan 'kelahiran'?
Seorang bayi telah lahir,
  
22:00 dan otaknya telah memiliki
kualitas ayahnya, ibunya,
  
22:07 dan juga tradisinya,
itu secara bertahap...
  
22:12 ungkapkan semua itu.
 
22:13 P: Akan tetapi 'kelahiran' juga mempunyai
suatu kualitas yg baru.
  
22:18 Kelahiran adalah baru, ia bukan yg lampau,
dan ia demikian adanya.
  
22:23 K: Ah, Anda memakai 'kelahiran'
dalam artian - biar saya perjelas -
  
22:30 yg lawas dilahirkan.
 
22:35 Batin kuno,
otak kuno,
  
22:39 yg bukan milik saya,
bukan pula milik Anda,
  
22:42 itu adalah otak universal,
terlahir kembali di dalam seorang bayi.
  
22:48 P: Itu terlahir kembali
di dalam seorang bayi.
  
22:50 K: Dan bayi itu, selagi menjadi dewasa,
otaknya adalah otak umum.
  
22:58 P: Tapi apa yg terlahir kembali di dalam
suatu batin yg bebas?
  
23:03 Apakah itu kelahiran kembali dari yg kuno?
 
23:08 K: Tidak, mari kita perjelas,
Pupulji.
  
23:10 Pertama, mungkinkah bebas dari
keterkondisian otak ini,
  
23:20 yg telah membawa
pembusukannya sendiri,
  
23:28 dan apakah kesadaran bisa secara total
mengakhiri konfliknya.
  
23:36 Kemudian, dari itu,
datanglah kelahiran yg baru.
  
23:40 Saya tidak tahu apakah Anda memahami
perkataan saya.
  
23:42 Sepanjang otak saya - maaf,
alergi saya - sepanjang otak seseorang,
  
23:52 yg adalah kesadaran seseorang,
ada dalam konflik,
  
23:57 tidak bisa ada elemen baru memasukinya.
 
24:03 Itu jelas.
 
24:06 Maukah Anda mengakuinya?
 
24:10 Tidak secara verbal,
tapi lihatlah faktanya,
  
24:13 bahwa selama saya
bertarung, bertarung, bertarung,
  
24:16 berjuang untuk menjadi sesuatu.
 
24:18 P: Saya pikir seseorang melihat itu.
 
24:20 K: Baiklah. Nah, kalau seseorang
melihatnya, tidak sekadar secara verbal,
  
24:25 tapi secara aktual di dalam batin
melihatnya, kemudian pertanyaan muncul
  
24:32 apakah mungkin mengakhiri itu?
 
24:36 Mengakhiri, yg saya maksud, mengakhiri
penderitaan, mengakhiri ketakutan.
  
24:41 P: Lihatlah, Krishnaji,
bahayanya datang
  
24:48 bahwa Anda dapat mengakhiri itu tanpa
memperbaharui. Tolong dengar, Pak.
  
24:56 Ada kemungkinan untuk mengakhiri
semua hal ini
  
25:05 dan sekalipun bersifat pengurangan.
 
25:09 K: Ah, tidak, yg kita maksudkan dengan
kata 'mengakhiri' adalah 2 hal yg berbeda.
  
25:20 P: Mengakhiri apa?
K: Mengakhiri 'itu yang apa adanya'.
  
25:26 P: Mengakhiri 'itu yang apa adanya'.
 
25:28 K: Yang adalah kesadaran saya.
Seluruh pikiran yg telah saya punyai,
  
25:34 seluruh kompleksitas
yg telah berakumulasi
  
25:40 sepanjang waktu,
pengakhiran tersebut.
  
25:47 Jadi kita harus jelas dulu tentang
apa yg kita maksud dengan mengakhiri.
  
25:50 Entah Anda mengakhirinya dengan
tindakan sengaja dari kemauan,
  
26:00 atau ideal yg disengaja,
maksud, dengan tujuan unggul.
  
26:11 P: Anda lihat, Krishnaji, ketika
pengakhiran benar-benar terjadi,
  
26:17 yg adalah penghentian ini,
 
26:21 batin sungguh-sungguh diam,
 
26:28 hal itu terjadi tanpa alasan apapun.
 
26:33 K: Ya. Kadang-kadang, kadang-kadang,
mari perlahan.
  
26:38 P: Kadang-kadang itu terjadi tanpa alasan.
 
26:41 Bukan karena suatu hal.
K: Kehendak.
  
26:46 P: Jadi apakah itu berarti Anda
mengandalkan pada kesempatan?
  
26:53 K: Bukan, bukan, bukan.
Mari kita perjelas, Pupulji,
  
26:59 apa yg kita maksud dengan 'pengakhiran'.
 
27:02 Apakah pengakhiran... apakah pengakhiran
menciptakan lawannya sendiri?
  
27:08 P: Tidak karena...
K: Hati-hati, biarkan saya...
  
27:11 Kita umumnya memaksudkan demikian. Saya
mengakhiri ini, supaya mendapatkan itu.
  
27:15 P: Tidak, saya tidak bicara
pengakhiran yg itu.
  
27:18 K: Jadi, yg saya maksud pengakhiran, suatu
persepsi total dari 'apa adanya itu',
  
27:29 persepsi total dari kesadaran saya,
 
27:34 keseluruhannya, persepsi lengkap kesadaran
 
27:37 - yg adalah wawasan.
 
27:41 Wawasan tersebut tidak memiliki
suatu motif, suatu ingatan,
  
27:46 itu adalah pencerapan seketika dan
pengakhiran dari itu adalah...
  
27:55 Ada sesuatu yg di luar
yg tidak tersentuh oleh pikiran.
  
28:02 Itulah yg saya maksud
dengan pengakhiran.
  
28:05 P: Apakah jutaan tahun tersebut yg Anda
sebut kuno...
  
28:12 K: Bukan, itu adalah bagian dari otak
yg kuno, tentu saja, secara natural.
  
28:16 P: Bukan. Apakah totalitas
 
28:20 jutaan tahun tsb melihat dirinya sendiri?
 
28:24 K: Ya, begitulah.
Itulah persoalan sesungguhnya.
  
28:31 Pupul, mari kita membuatnya
lebih sederhana
  
28:35 atau sedikit lebih jelas.
 
28:39 Kita katakan, bukan begitu, lihat poinnya,
bahwasanya kesadaran kita
  
28:44 telah dibudidayakan sepanjang waktu?
Benar?
  
28:48 P: Ya, itu mudah.
K: Tunggu sebentar.
  
28:51 Dan... apapun reaksinya
untuk pengakhiran tersebut
  
28:58 akan melanjutkan
rangkaian reaksi berikutnya.
  
29:04 Artinya, jika saya ingin mengakhiri itu,
 
29:08 nantinya keinginan itu menciptakan obyek
lain untuk didapatkan.
  
29:14 P: Ya.
 
29:17 K: Jadi adakah suatu kemungkinan
pencerapan
  
29:23 tanpa gerak masa depan?
 
29:28 Anda mengerti maksud saya?
 
29:33 Pengakhiran tidak punya masa depan.
Hanya pengakhiran.
  
29:44 Tapi kalau otak bilang,
'Saya tidak bisa mengakhiri seperti itu
  
29:48 karena saya butuh masa depan
untuk bertahan'.
  
29:55 Saya tidak tahu apa saya sudah
menyampaikannya.
  
29:56 P: Ya, karena terpasang di dalamnya
adalah masa depan.
  
30:00 K: Ya, tentu saja. Jadi adakah suatu
pengakhiran, tuntutan psikologis,
  
30:10 konflik... pengakhiran semua itu
- pengakhiran! -
  
30:16 tanpa suatu pemikiran tentang
'Apa yg akan terjadi kalau saya berakhir?'
  
30:22 Saya tidak tahu apakah saya
menyampaikan sesuatu.
  
30:26 Karena, lihat, saya bisa
menghentikan sesuatu
  
30:31 kalau Anda menjamin sesuatu yg lain
untuk saya.
  
30:35 Saya akan menyerahkan penderitaan
jika Anda menjamin
  
30:39 bahwa saya pasti bahagia
dengan pengakhirannya.
  
30:43 Atau ada beberapa imbalan luar biasa
yg menunggu saya.
  
30:47 Karena keseluruhan otak saya
telah dikonstruksi...
  
30:51 - sebagai bagian dari kesadaran
yg berdasarkan imbalan dan hukuman.
  
30:57 Hukuman adalah pengakhiran,
dan imbalan adalah perolehan.
  
31:02 Sekarang, selama dua elemen ini
eksis di dalam otak, masa depan,
  
31:11 keberlanjutan saat sekarang akan terus
berlangsung, mengalami modifikasi, dsb.
  
31:15 Benar?
 
31:17 Jadi dapatkah dua prinsip ini,
imbalan dan hukuman, berakhir?
  
31:31 Ketika penderitaan berakhir,
otak tidak mencari
  
31:36 eksistensi masa depan di surga.
 
31:45 P: Tapi sekalipun itu tidak mencari
masa depan di surga,
  
31:53 penderitaan itu sendiri
membuat otak berkarat.
  
31:58 Penderitaan itu sendiri
membuat otak berkarat.
  
32:00 K: Ya. Tapi Anda lihat, Pupulji,
sangat penting untuk dipahami
  
32:07 bahwa otak secara konstan
mencari keamanan,
  
32:13 itu harus mempunyai keamanan.
 
32:17 Itu sebabnya tradisi, ingatan,
 
32:20 masa lalu mempunyai makna yg luar biasa.
 
32:26 Benar? Itu membutuhkan keamanan.
Bayi itu membutuhkan keamanan.
  
32:33 Otak kita butuh keamanan,
 
32:35 keamanan pangan, pakaian dan papan.
 
32:39 Keamanan adalah iman kepada Tuhan,
iman kepada cita-cita,
  
32:47 iman kepada masa depan masyarakat
yg lebih baik
  
32:54 - semua ini adalah sebab-sebab
yg berkontribusi
  
32:59 dalam membuat otak berkata,
'Saya harus betul-betul aman
  
33:06 jika tidak saya tidak bisa berfungsi'.
 
33:10 Benar?
 
33:15 Jadi secara fisik tidak ada keamanan,
karena itu akan mati,
  
33:22 itu tahu itu akan mati.
 
33:26 Secara psikologis tidak betul-betul
memiliki keamanan.
  
33:32 Apakah saya terlalu cepat?
 
33:34 P: Tidak, bukan itu. Dengan semua ini...
 
33:39 K: Itu adalah bagian kesadaran saya.
 
33:41 P: ...saya tetap mengatakan bahwa
ada satu tuntutan utama.
  
33:50 K: Yg adalah untuk bertahan hidup.
P: Bukan, Pak.
  
33:53 K: Apa itu tuntutan utama?
 
33:54 P: Tuntutan utama adalah untuk
mempunyai batin...
  
34:02 untuk mempunyai otak
 
34:11 yg memberikan rasa keberadaan baru.
 
34:16 K: Ah, sekarang - tunggu,
siapa yg menuntut itu? Sebentar.
  
34:18 Siapa sebenarnya yg menginginkan
otak seperti itu?
  
34:22 Bukan sebagian terbesar orang.
 
34:27 Bukan. Mereka bilang, tolong, biarkan
hal-hal itu tetap seperti itu.
  
34:31 P: Bukan, kita tak bicara tentang
kebanyakan orang.
  
34:33 Saya berdikskusi dengan Anda,
atau 'X' berdiskusi dengan Anda.
  
34:36 K: Mari kita perjelas.
 
34:38 P: Jadi begitulah pada dasarnya.
Maksud saya, keamanan...
  
34:46 banyak cara untuk
mendapatkan keamanan.
  
34:49 Banyak cara untuk
mendapatkan keamanan.
  
34:53 K: Saya mempertanyakan - tidak! Saya
mempertanyakan apakah ada keamanan
  
34:56 dalam artian: kita menginginkan keamanan!
 
34:59 P: Jadi otak tidak pernah mengerti...
 
35:03 K: Oh ya, itu akan.
 
35:05 P: Otak tidak pernah akan mengerti karena
terpasang di dalamnya yg sangat...
  
35:10 K: Bukan, tapi itu sebabnya saya katakan
pencerapan penting.
  
35:18 P: Pencerapan tentang apa?
 
35:20 K: Pencerapan tentang 'sebenarnya
apa adanya', pertama-tama.
  
35:24 Bergeser dari situ, pelan-pelan,
pelan-pelan.
  
35:26 P: Pencerapan tentang 'apa adanya'
termasuk
  
35:33 hal-hal kreatif yg telah dilakukannya,
 
35:36 hal-hal bodoh yg telah dilakukannya,
apa yg dianggapnya pantas,
  
35:41 apa yg dianggapnya tidak pantas,
 
35:44 jadi pencerapan tentang semua ini
dan pengakhiran tentang semua ini.
  
35:49 K: Tidak, tidak, sebentar,
hati-hati, Pupul,
  
35:53 mari perlahan,
jika Anda tidak keberatan.
  
35:56 Pencerapan tentang apa yg
sebenarnya berlangsung, benar?
  
36:03 Baik secara fisik, yg di luar dan
yg di dalam.
  
36:06 Apa yg sedang berlangsung di sekitar saya,
dan, secara psikologis,
  
36:13 yg di dalam,
apa yg sedang terjadi.
  
36:19 Itulah 'apa adanya'.
P: Ya.
  
36:26 K: Sekarang, pertanyaannya adalah: bisakah
'apa adanya' diubah? Benar?
  
36:39 Yg adalah kesadaran saya,
 
36:44 yg adalah bagian dari otak.
 
36:49 P: Tetapi, di dalam mengosongkan
kesadaran tersebut...
  
37:03 sebuah pengosongan dari kesadaran...
 
37:07 K: Bukan, dengan mengajukan pertanyaan
tersebut, mungkinkah itu?
  
37:11 Anda paham?
 
37:15 Mungkinkah mengosongkan atau menghapus,
keseluruhan masa lampau?
  
37:27 Masa lampau adalah waktu,
 
37:29 keseluruhan masa lampau saya,
keseluruhan isi
  
37:32 kesadaran saya adalah masa lampau,
yg dapat memproyeksikan masa depan,
  
37:39 tapi itu masih mengakar pada masa lampau.
Benar?
  
37:45 Sekarang mungkinkah untuk mengosongkan
hal-hal ini?
  
37:50 Benarlah ini suatu pertanyaan mahahebat,
 
37:53 bukan sekadar pertanyaan ideologis
atau intelektual.
  
37:58 Mungkinkah secara psikologis
 
38:04 untuk tidak memiliki
beban ribuan hari kemarin?
  
38:13 Pengakhiran itu adalah awal mula sesuatu
yg baru, adalah yg baru.
  
38:16 P: Anda menggunakan sebuah frasa barusan:
mungkinkah
  
38:24 untuk tidak memiliki
beban ribuan hari kemarin.
  
38:31 Masalahnya ada di dalam beban atau
di dalam ribuan hari kemarin?
  
38:36 K: Ribuan hari kemarin adalah beban.
 
38:41 Anda tak bisa memisahkan keduanya.
P: Tidak, tidak, tidak.
  
38:45 K: Bagaimana Anda memisahkan keduanya?
 
38:48 P: Karena ribuan hari kemarin
adalah fakta.
  
38:52 K: Adalah fakta. Oh, Anda maksudkan
dalam artian itu.
  
38:55 Tapi saya bicara tentang...
P: Beban adalah
  
39:05 ketika saya telah memberikan
suatu isi yg khusus
  
39:10 pada banyak pengalaman
yg telah saya punyai,
  
39:14 akan tetapi ribuan hari kemarin adalah...
 
39:21 K: Tunggu sebentar. Adakah di situ
ribuan hari kemarin
  
39:25 jika di situ tidak ada ingatan
tentang kesedihan ribuan tahun,
  
39:31 - atau apapun itu -
 
39:33 bisakah saya pisahkan?
- Saya bisa pisahkan berdasarkan kalender.
  
39:39 P: Ya, Anda bisa, Pak. Anda bisa pisahkan
ribuan hari kemarin
  
39:45 dari beban ribuan hari kemarin.
 
39:48 K: Tunjukkan pada saya bagaimana. Mari
kita perjelas, pertama, maksud kita.
  
39:51 Ketika kita katakan ribuan hari kemarin,
dengan ensiklopedia,
  
39:57 dengan buku, dengan kalender,
 
40:00 saya bisa mengatakan
Mesir adalah empat ribu...
  
40:03 P: Bukan, tapi mari kita ambil
kehidupan seseorang.
  
40:06 K: Ya, kehidupan seseorang, yg adalah
40, 50, atau 80,
  
40:09 90, atau apapun itu, atau 20.
 
40:15 P: Anda bisa memisahkan ribuan
hari kemarin kehidupan seseorang
  
40:20 dari sakit, kesedihan, beban, semua itu,
 
40:24 yg adalah beban dari ribuan hari kemarin.
 
40:27 Jadi Anda bisa memotong...
K: Apa?
  
40:31 P: ...sakit dan kesedihan dan...
 
40:33 K: Bisakah Anda?
P: Mengapa tidak?
  
40:36 K: Memotong - apa yg Anda maksud dengan
'memotong'?
  
40:39 P: Mencerap. Barusan Anda menyebut itu.
Mencerap 'apa adanya'.
  
40:44 K: Oh ya! Tapi itu bukanlah memotong
dalam artian
  
40:47 - Anda tahu, memotong menyiratkan
dua bagian.
  
40:54 P: Anda lihat, di sinilah
kesulitannya muncul.
  
40:57 Bisakah saya memotong fakta 30 tahun, 50,
60 tahun?
  
41:03 Tidak, saya tak bisa melakukan itu.
 
41:06 Tubuh saya usianya 65 tahun.
K: Tentu. Saya tak pernah berkata begitu.
  
41:09 Saya tak bisa bunuh diri.
 
41:13 Saya telah hidup 87 tahun
 
41:15 - apakah saya 87, ya, atau 88,
 
41:17 yg manakah saya, 87 - saya telah hidup
87 tahun,
  
41:23 tentu itu eksis,
 
41:25 tapi saya bicara tentang ingatan-ingatan
dari itu.
  
41:30 Tentu itu yg saya bicarakan.
 
41:32 Saya mengatakan,
ribuan hari kemarin eksis.
  
41:36 P: Keduanya dapat dipotong.
Anda dapat membaginya.
  
41:41 K: Ahaha, saya tak dapat membaginya.
 
41:46 Tubuh saya tidak eksis sepanjang
ribuan hari kemarin.
  
41:51 Saya maksudkan ribuan hari kemarin
dalam artian...
  
41:54 P: Anda berbicara tentang batin yg kuno
dari manusia.
  
42:01 K: Saya tak dapat memotongnya.
Seluruh otak itu,
  
42:06 dan seluruh proses material dari organisme
adalah bagian dari ini.
  
42:11 P: Lalu apa yg saya lakukan dengan batin
yg kuno?
  
42:15 Dengan batin yg kuno, bukan...
Anda paham, Pak, seseorang mengerti
  
42:20 apa yg harus dilakukan seseorang dengan
hari kemarin yg dangkal,
  
42:30 dengan beban dari
hari kemarin yg dangkal.
  
42:32 K: Anda tahu apa artinya itu?
 
42:35 Benarkah saya telah menghapus, atau
mengakhiri, ribuan hari kemarin,
  
42:42 dengan seluruh kedangkalannya,
kepicikannya, kesempitannya,
  
42:47 brutalitasnya, kekejamannya,
ambisinya, dsb.,
  
42:52 - yg semuanya dangkal -
 
42:56 bisakah saya menghapus semua itu,
bisakah semua itu berakhir?
  
43:01 Saya bisa katakan, 'Saya bisa memotong'
- tapi siapa pisaunya,
  
43:07 yg adalah pisau, yg adalah suatu
entitas yg memotongnya?
  
43:13 Itu adalah bagian dari itu.
 
43:15 P: Tidak, tapi saya tidak memotong satu
rasa sakit.
  
43:20 K: Saya memotong keseluruhan hal.
 
43:23 P: Jika saya mendiskriminasikan
dan bilang,
  
43:26 'Saya akan memotong ini, dan bukan ini'...
 
43:28 K: Tidak, itu terlalu konyol.
 
43:29 P: Namun ketika saya katakan,
'Saya memotong'
  
43:33 Saya memotong keseluruhan beban.
 
43:38 K: Tunggu sebentar, Pupulji,
saya paham.
  
43:39 Jangan bilang - jika saya boleh -
'Saya' memotong.
  
43:43 P: 'Saya' tidak memotong.
 
43:45 K: Mari kita perjelas.
 
43:47 P: Mari potong, hapus kata 'Saya'.
 
43:50 K: Anda lihat, saya keberatan
- jika Anda tidak keberatan -
  
43:52 memotong tidak berarti...
 
43:58 Anda tahu, ketika Anda memotong sesuatu,
ada dua bagian!
  
44:03 P: Ya, apa yg saya coba
untuk sampaikan adalah...
  
44:09 Anda tahu, di sinilah terjadi
banyak kebingungan.
  
44:13 K: Saya tahu, kebingungan verbal terjadi -
semantik.
  
44:16 P: Anda tak dapat memotong 87 tahun,
 
44:20 atau 65 tahun, 66 tahun.
 
44:22 K: Tentu saja tidak. Anda bukan 87 tahun!
 
44:25 P: Saya berusia 66 tahun.
 
44:27 Tapi Anda dapat memotong - memotong -
kata itu keliru.
  
44:33 K: Jangan gunakan kata itu.
 
44:35 P: Anda menggunakan kata:
melihat 'apa adanya'.
  
44:39 K: Pengakhiran 'apa yang',
yg sepenuhnya berbeda.
  
44:43 P: Mengapa Anda ingin membedakan
 
44:46 antara pengakhiran 'apa adanya'
dan memotong?
  
44:49 K: Pengakhiran, bagi saya, berarti
tidak ada kelanjutan
  
44:55 dari apa yg telah terjadi.
 
44:57 P: Apa artinya memotong?
 
44:59 K: Memotong berarti
 
45:03 - Anda tahu, ketika saya memotong
sebatang kayu
  
45:05 ada dua bagian yg sama!
 
45:12 P: Ya, saya pikir itu adalah hal semantik.
 
45:15 K: Semantik.
 
45:17 Tapi saya bertanya: apakah,
pertama-tama, mungkin
  
45:24 untuk mengakhiri secara tuntas keseluruhan
isi kesadaran saya,
  
45:33 dari kesadaran manusia yg telah tumbuh
selama ribuan tahun.
  
45:39 Dan isi tersebut adalah semua kebingungan,
kevulgaran, kekasaran,
  
45:45 dan kepicikan, keremehan dari
kehidupan yg bodoh.
  
45:50 P: Namun itu juga merupakan kebaikan.
 
45:52 K: Oh ya, itu semua tercakup.
 
45:53 Sekarang tunggu sebentar,
saya pastilah sangat...
  
45:56 Kebaikan adalah sesuatu
yg sepenuhnya berbeda.
  
45:59 Kebaikan tidak punya lawan.
 
46:09 Kebaikan bukanlah hasil dari
sesuatu yg tidak baik.
  
46:17 Pengakhiran dari apa
yg tidak baik adalah kebaikan.
  
46:24 Itu adalah persoalan yg berbeda.
 
46:27 Sekarang, mungkinkah
mengakhiri semua konflik ini?
  
46:40 Jika tidak ada pengakhiran konflik
- konflik dapat dimodifikasi...
  
46:45 P: Tidak, Pak. Ada pengakhiran konflik.
 
46:53 K: Mengapa Anda berkata demikian?
 
46:56 P: Ada pengakhiran konflik.
 
46:58 K: Apakah ada? Ataukah kelupaan tentang
apa yg telah menyebabkan konflik,
  
47:07 atau benar-benar pengakhiran,
sehingga...
  
47:10 P: Apakah Anda ingin mengatakan, Pak,
 
47:13 fakta tentang pengakhiran konflik
 
47:17 adalah kelahiran yg baru?
 
47:22 K: Ya.
 
47:27 Anda mengerti implikasi konflik,
 
47:31 kedalamannya, bukan kedangkalannya
 
47:34 bahwa saya bukan lagi
orang Inggris, Prancis, atau
  
47:37 saya bukan milik negara ini,
atau negara itu,
  
47:39 atau agama ini,
atau ras itu.
  
47:41 Itu semua adalah hal yg sangat dangkal.
 
47:43 Saya bicara tentang apa yg
tertanam dalam...
  
47:46 P: Anda bicara tentang konflik
sebagai pemisahan dari yg lain,
  
47:50 rasa keterpisahan.
 
47:52 K: Pemisahan. Itulah hal
yg sesungguhnya. Isolasi.
  
48:05 Yg tanpa bisa dielakkan
menurunkan konflik.
  
48:14 Mungkinkah itu?
Apa artinya itu?
  
48:24 Jadi otak sepenuhnya...
tidak ada konflik.
  
48:31 Sekarang tunggu sebentar. Masalahnya
dapat timbul - Anda paham? -
  
48:35 namun masalah ini ditangani,
segera berakhir.
  
48:41 Masalah berarti konflik.
 
48:45 P: Mengapa masalah harus timbul?
 
48:48 K: Kata ini,
penggunaan yg umum menurut kamus,
  
48:54 masalah adalah sesuatu yg dilontarkan
pada Anda, yg merupakan tantangan.
  
49:03 Masalah berarti itu.
Sesuatu yg harus Anda hadapi.
  
49:10 Kita memecahkan masalah
secara intelektual,
  
49:17 atau fisik
dst. dst.,
  
49:21 yg masih saja
menciptakan masalah lebih lanjut.
  
49:26 Seperti para politisi,
apa yg mereka lakukan.
  
49:30 Anda menaklukkan, dan hasil dari
apa yg Anda taklukkan adalah
  
49:34 faktor lainnya yg membawa Anda
pada serangkaian masalah lain.
  
49:38 Anda memelihara masalah ini
terjadi sepanjang waktu.
  
49:43 Saya mengatakan bahwa
tidak ada masalah.
  
50:00 Secara fisik maupun psikologis
tidak ada masalah,
  
50:05 jika saya tak bisa tinggal di Brockwood
selama beberapa bulan, baiklah,
  
50:08 saya tak tinggal di Brockwood, jika tak
ada yg memberi saya makan, baiklah
  
50:11 - Anda paham?
 
50:14 Tidak ada masalah.
 
50:21 Jika hal baru timbul,
 
50:24 otak saya
tidak mampu menyelesaikannya
  
50:28 dan dengan demikian hal itu
menjadi sebuah masalah...
  
50:31 P: Anda ingin mengatakan, Pak...
 
50:33 K: Itulah inti dari itu.
 
50:36 P: ...untuk kelahiran dari yg baru...
 
50:38 K: Begitulah, Anda mengerti. Pasti.
 
50:44 Dan karenanya kelahiran yg baru
adalah yg paling kuno.
  
50:50 Anda paham?
 
50:53 P: Dapatkah kita sedikit menyelidikinya?
 
50:56 Akankah Anda sedikit mengatakan
sesuatu tentang itu?
  
51:01 K: Akhirnya itu adalah dasar
 
51:06 di luar mana tidak ada dasar yg lain.
 
51:12 Itu adalah asal mula di luar mana
tidak ada asal mula yang lain
  
51:38 Anda mengerti, Pupulji, ini benar-benar
sebuah masalah - bukan masalah -
  
51:42 ini benar-benar merupakan pertanyaan
 
51:45 apakah otak dapat terbebas
 
51:51 dari ketergantungannya sendiri.
 
52:00 Bagaimanapun juga, mengakhiri sesuatu
 
52:05 bukanlah kebebasan sepenuhnya, bukan?
 
52:10 Saya dapat mengakhiri, katakanlah sebagai
contoh luka saya - jika saya punya luka -
  
52:17 Saya bisa mengakhirinya dengan
sangat sederhana.
  
52:23 Tapi gambaran yg telah saya ciptakan
tentang diri saya,
  
52:33 gambaran-gambaran itu dilukai,
 
52:37 dan pembuat gambaran itu
adalah masalahnya.
  
52:43 Benar?
 
52:45 Jadi itu semakin dan semakin menuntun pada
suatu hal lain, yang adalah:
  
52:50 menghidupi hidup tanpa gambaran apapun.
 
53:01 Dan karenanya tidak ada luka,
tidak ada ketakutan,
  
53:03 dan jika tidak ada ketakutan,
tidak ada rasa aman, Tuhan,
  
53:09 kenyamanan
dan semua itu.
  
53:18 Akankah Anda berkata: yg paling kuno,
yg sangat sedikit akan...
  
53:27 - tidak, saya bahkan tak akan
mengatakannya -
  
53:29 yg merupakan sumber dari segala kehidupan
 
53:34 pastilah yg kuno dari yg kuno,
 
53:39 di luar segala pikiran tentang
yg lama atau yg baru.
  
53:44 Itulah asal mula segala kehidupan.
 
53:51 Ketika batin - yg mencakup otak -
ketika batin itu
  
53:57 mencapai titik dasar tersebut
yg asli secara total,
  
54:04 baru, tidak terkontaminasi
- apakah itu mungkin?
  
54:14 Meditasi telah menjadi salah satu
sarana untuk mencapainya.
  
54:24 Mengheningkan batin telah menjadi
cara yg diharapkan seseorang
  
54:30 dapat membantu, akan menimbulkan
munculnya itu.
  
54:36 Anda paham, kita semua berusaha
untuk datang ke sana.
  
54:39 Itulah yg saya maksud.
Itu tidak membutuhkan upaya.
  
54:44 Kata 'upaya' berarti konflik.
 
54:53 Anda paham, apa yg tak mempunyai konflik
 
54:59 tak bisa didekati melalui konflik.
 
55:03 Tentu saja tidak.
 
55:11 P: Dalam artian ini, apakah itu
sungguh berarti bahwa
  
55:14 sama sekali tidak ada pendekatan yg
parsial dalam ajaran Anda?
  
55:21 K: Tidak mungkin. Bagaimana bisa ada?
 
55:26 Jika saya mendekatinya melalui
bermacam bagian,
  
55:29 seperti yg telah dikatakan umat Hindu
 
55:32 - Karma Yoga dan semua itu -
itu hanyalah sebagian.
  
55:39 Anda tak bisa mendekatinya!
 
55:46 Itu adalah masalah yg sesungguhnya.
 
55:49 P: Apa yg Anda lakukan?
Anda adalah manusia biasa.
  
55:52 K: Tidak, Anda tak bisa lakukan apapun.
Mula-mula, Anda tak bisa lakukan apapun.
  
55:56 Anda hanya bisa melakukan aktivitas fisik.
 
56:01 Secara psikologis Anda tak bisa
melakukan apapun.
  
56:05 P: Apa yg Anda maksud dengan
aktivitas fisik?
  
56:08 K: Membuat taman, membangun rumah,
 
56:11 teknologi, bla bla bla.
P: Tapi yg bersifat fisik sedang terjadi.
  
56:15 Yg bersifat fisik sedang terjadi.
K: Itu sedang terjadi.
  
56:18 P: Jadi apa yg dilakukan seseorang?
 
56:20 K: Tapi jika tak ada ketakutan psikologis
 
56:25 maka tak akan ada
pembagian negara dst., dst.
  
56:30 - tak akan ada pembagian.
Anda paham?
  
56:32 P: Ya, tapi faktanya yaitu
ada ketakutan psikologis.
  
56:35 K: Memang demikian. Oleh karena itu
Anda tak akan pernah mendapatkan,
  
56:39 otak yg telah hidup dalam
isolasi psikologis,
  
56:43 yg berarti konflik, tak akan mungkin bisa
sampai pada dasar itu.
  
56:50 Dasar yg merupakan sumber dari
segala kehidupan.
  
56:56 Tentu saja tidak.
 
56:58 Bagaimana bisa batin saya yg picik,
 
57:01 khawatir akan diri saya yg menjijikkan,
datang ke sana?
  
57:05 P: Itu lebih sia-sia, Pak. Kemudian
seluruh hidup menjadi lebih sia-sia,
  
57:11 jika setelah melakukan semuanya Anda
belum mengambil langkah pertama.
  
57:16 Jadi di manakah Anda?
 
57:20 K: Apa itu langkah pertama?
 
57:22 Tunggu, mari selidiki,
apa itu langkah pertama?
  
57:24 P: Saya akan katakan bahwa langkah pertama
adalah melihat 'apapun adanya'.
  
57:32 K: Melihat 'apa adanya'.
Tunggu, tunggu, tunggu.
  
57:37 Bagaimana Anda melihatnya,
bagaimana Anda mendekatinya?
  
57:40 Padanya bergantung keseluruhan
dari 'apa adanya',
  
57:46 atau Anda hanya melihat sebagian dari
'apa adanya'.
  
57:54 Jika Anda melihat keseluruhan dari
'apa adanya' - selesai.
  
58:00 P: Lihat, itu tak hanya berjalan
demikian.
  
58:04 K: Tentu saja tidak.
 
58:05 Karena batin kita, pikiran kita
terpecah-pecah,
  
58:09 oleh sebab itu saya mendekati kehidupan,
atau 'apa adanya yg sebenarnya'
  
58:12 dengan batin saya yg terpecah-pecah,
 
58:14 otak yg terpecah-pecah
yg telah rusak...
  
58:16 P: Sekali lagi saya katakan, seiring
waktu, yg terpecah-pecah makin berkurang.
  
58:25 Jangan memarahi saya. Itu memang demikian.
 
58:28 K: Saya tahu yg Anda ingin sampaikan.
Itu sederhana.
  
58:30 P: Seiring waktu, yg terpecah-pecah
makin berkurang.
  
58:33 Dan adalah mungkin untuk mendengarkan
Anda, untuk batin menjadi tenang,
  
58:39 tidak membuat gerakan apapun,
tidak melakukan usaha apapun,
  
58:47 tapi itu masih saja bukan langkah pertama!
 
58:51 K: Tidak. Saat Anda katakan, tolong,
Anda menggunakan kata,
  
58:55 langkah pertama untuk mengamati,
atau mencerap 'apa adanya'. Benar?
  
59:00 Itulah yg Anda katakan.
 
59:03 Jika saya mencerapnya sebagian, maka,
Anda tahu,
  
59:10 itu membawa pada komplikasi
lebih jauh. Benar?
  
59:14 Persepsi parsial menciptakan
masalah parsial. Benar?
  
59:21 Nah, apakah mungkin untuk melihat
seluruh kerumitan 'apa adanya'?
  
59:32 Untuk melihat keseluruhan dan bukan
pecahannya?
  
59:40 Itu berarti - tunggu sebentar -
itu berarti saya harus melihat
  
59:43 apakah saya menjalani hidup yg
terpecah-pecah, kehidupan terpecah-pecah.
  
59:55 Di situlah saya akan memulai.
 
1:00:06 Karena jika saya mendekati kehidupan,
 
1:00:10 yg adalah kesadaran saya, yg adalah
cara saya berpikir, merasa,
  
1:00:14 bertindak dan semua itu,
 
1:00:19 jika saya mendekatinya secara
terpecah-pecah maka saya tersesat.
  
1:00:27 Itulah yg terjadi di dunia. Mereka
sepenuhnya tersesat.
  
1:00:36 Orang-orang yg memerintah kita,
orang-orang yg memberitahu kita
  
1:00:38 apa yg benar atau salah,
semua itu.
  
1:00:50 Apakah mungkin untuk memandang kehidupan
sebagai satu kesatuan tanpa keterpecahan?
  
1:00:56 Pupul, itulah...
 
1:00:58 P: Mengapa batin yg kuno tak melihat ini?
 
1:01:06 K: Itu tak bisa, tak akan.
Bagaimana ketertiban yg total, lengkap...
  
1:01:13 P: Namun Anda berkata bahwa yg kuno...
 
1:01:17 K: Tunggu sebentar, itulah yg kuno,
 
1:01:20 dasar yg asli adalah yg paling kuno.
 
1:01:23 P: Tidak, itu ada di sana.
K: Tidak, tidak.
  
1:01:28 P: Apa yg Anda maksud dengan tidak?
K: Kecuali...
  
1:01:34 Itu ada di sana sebagai sebuah ide,
 
1:01:38 yg merupakan apa yg semua orang telah
pertahankan, 'Tuhan ada di sana'.
  
1:01:46 Itu hanyalah suatu ide, suatu konsep,
suatu proyeksi dari keinginan kita
  
1:01:52 untuk nyaman, bahagia, untuk -
semua itu.
  
1:02:05 Bisakah saya menjalani kehidupan,
bisakah manusia menjalani kehidupan
  
1:02:10 di mana tidak ada tindakan
yg terpecah-pecah?
  
1:02:40 Jika seseorang berkata, 'Dari mana saya
mulai?', saya jawab, 'Mulailah dari sana'.
  
1:02:45 Cari tahulah sendiri apakah Anda menjalani
hidup yg terpecah-pecah.
  
1:02:52 Anda tentu mengerti apa maksudnya
hidup yg terpecah-pecah:
  
1:02:58 mengatakan suatu hal dan melakukan
hal yg lain,
  
1:03:00 seluruh cara hidup yg terpecah-pecah,
yg adalah isolasi,
  
1:03:09 dan karena itu saya tak punya hubungan
dengan istri saya,
  
1:03:13 atau dengan seluruh kemanusiaan.
 
1:03:20 Jadi mulailah dari sana.
 
1:03:26 Anda tahu apa maksud dari itu?
 
1:03:28 Penyelidikan luar biasa apa yg harus
Anda lakukan untuk mencari tahu?
  
1:03:40 P: Apa itu penyelidikan?
 
1:03:42 K: Pengamatan.
 
1:03:47 Mengamati secara sangat jelas tanpa
prasangka apapun,
  
1:03:51 tanpa tujuan, tanpa sebab,
 
1:03:55 bagaimana hidup saya terpecah-pecah.
Hanya mengamati itu.
  
1:04:01 Bukan mengatakan, 'Saya terpecah-pecah,
karenanya saya harus menjadi utuh'.
  
1:04:05 Gagasan tentang menjadi utuh
adalah keterpecahan yg lainnya.
  
1:04:14 Jadi, suatu dampak dari mengamati
jalannya keterpecahan.
  
1:04:32 Yg berarti pikiran itu sendiri
adalah suatu pecahan. Benar?
  
1:04:43 Dan itulah sebab dari keterpecahan.
 
1:04:51 Saya menjadi sesuatu yg berbeda dari Anda.
 
1:04:58 P: Jadi kelahiran dari yg baru...
 
1:05:01 K: ...tidaklah mungkin kecuali jika Anda
memiliki ini. Tentu saja.
  
1:05:22 Lebih baik berhenti.