Krishnamurti Subtitles

Apa yang akan Menimbulkan Perubahan pada Otak?

Brockwood Park - 24 June 1983

Conversation with Pupul Jayakar 1



0:39 Krishnaji, ada
fenomena yang asing,
  
0:47 berlangsung di dunia
sekarang ini
  
0:50 di mana orang-orang Timur menjangkau
ke Barat untuk mencari nafkah
  
0:58 dan orang-orang Barat ke Timur
untuk menjangkau - dalam tanda petik -
  
1:06 'kebijaksanaan', untuk mengisi
semacam kekosongan yang terjadi.
  
1:16 Apakah maksud Anda
adanya semacam batin India
  
1:27 yang kira-kira memiliki
petunjuk-petunjuk yang sama,
  
1:31 atau yg mengandung unsur yg sama dari
penderitaan, keserakahan, kemarahan, dsb,
  
1:39 namun tanah tumbuhnya
 
1:42 hal-hal ini berbeda.
K: Apakah Anda menanyakan
  
1:45 - jika saya boleh menyela -
yang Anda tanyakan ini
  
1:50 apakah bahwa pikiran Timur,
kebudayaan Timur,
  
1:56 cara hidup Timur,
itu berbeda dari Barat?
  
2:03 P: Ya, tentu saja cara hidup India
berbeda dari Barat.
  
2:09 K: Memang.
 
2:10 P: Karena pengkondisian keduanya
berbeda.
  
2:17 Tapi sedikit banyak
mereka saling melengkapi.
  
2:22 K: Dengan cara apa?
 
2:23 P: Dalam arti bahwa Timur,
atau lebih spesifik India,
  
2:31 mungkin kurang bisa
secara persis mewujudkan
  
2:39 suatu abstraksi
menjadi aksi konkret.
  
2:45 K: Maksudnya, mereka
hidup lebih abstraktif?
  
2:48 P: Ya. Mereka tidak begitu
ambil pusing dengan aksi,
  
2:52 contohnya aksi di
bidang lingkungan.
  
2:57 K: Jadi menurut Anda,
apa yg menjadi keprihatinan mereka?
  
3:02 P: Sekarang ini tentunya ada
perubahan besar yang terjadi,
  
3:05 sangat sukar mengatakan
apa itu batin India.
  
3:09 Karena sekarang ini batin India
pada tingkat tertentu
  
3:14 mencari kenyamanan materi...
 
3:19 K: ...kemajuan teknologi...
 
3:21 P: Ya, kemajuan teknologi.
 
3:23 K: ...penggunaannya dalam
hidup sehari-hari.
  
3:26 P: Juga konsumerisme.
K: Ya, konsumerisme.
  
3:28 P: Itu telah meresap sangat jauh
ke dalam spirit India.
  
3:34 K: Jadi pada akhirnya
apa perbedaan antara
  
3:38 batin India, kebudayaan India,
dan kebudayaan Barat?
  
3:44 P: Mungkin, di samping materialisme ini
 
3:53 hingga batas tertentu ada
proses menggali.
  
4:04 Saat hal itu memasuki ranah...
 
4:10 K: Parapsikologi?
P: Bukan, bukan parapsikologi,
  
4:14 parapsikologi sangatlah
berkembang di Barat.
  
4:18 Tetapi saya berbicara tentang
menggali ke dalam diri sendiri,
  
4:24 menggali ke dalam,
 
4:26 wawasan tentang hal-hal.
 
4:30 Selama berabad-abad,
batin India telah dididik
  
4:42 berdasarkan perasaan seperti ini.
 
4:50 Di mana, pada waktu tertentu
di Barat,
  
4:54 ada gerakan untuk menjauh.
 
4:56 Dan selalu ada gerakan
untuk menjauh,
  
4:58 semenjak era Yunani kuno,
 
5:01 menuju ke luar,
ke lingkungan.
  
5:05 K: Saya mengerti. Namun di hari lainnya
saya dengar dari televisi
  
5:11 - seorang India yang sangat
terkenal sedang diwawancarai -
  
5:15 katanya, saat ini
dunia teknologi di India
  
5:18 memanusiakan batin India.
 
5:22 P: Saya mengerti hal itu.
 
5:25 K: Saya bertanya-tanya, apa yang
ia maksud dengan memanusiakan.
  
5:28 Bukannya hidup dalam
abtraksi, teori,
  
5:32 kompleksitas ide dan sebagainya,
 
5:38 dunia teknologi justru malah
mendekatkan orang-orang pada bumi.
  
5:43 P: Dan mungkin saja itu diperlukan
sampai batas terntentu.
  
5:46 K: Tentu saja hal itu diperlukan.
 
5:48 P: Jadi, jika kedua batin tersebut
memiliki esensi yang berbeda...
  
5:56 K: Saya sangat mempertanyakan itu,
apakah pikiran India
  
6:04 - maaf, bukan itu maksud saya -
 
6:06 apakah pikiran memang bisa
dikatakan sebagai Barat atau Timur.
  
6:12 Hanya ada pikiran,
bukan pikiran Timur,
  
6:15 ataupun pikiran Barat.
 
6:16 Ungkapan pikiran bisa saja
berbeda di India,
  
6:22 dan di sini bisa saja berbeda,
 
6:24 tapi tetap saja hal itu
merupakan proses pikiran.
  
6:29 P: Namun juga tidak benar bahwa
apa yang terkandung dalam sel otak
  
6:36 di Barat dan apa yang, mungkin,
pengetahuan berabad-abad
  
6:42 dan yang disebut dengan
kebijaksanaan di Timur
  
6:45 telah memberikan muatan
pada sel-sel otak
  
6:48 yang membuatnya membentuk persepsi
dengan cara berbeda?
  
6:53 K: Saya bertanya-tanya seberapa akuratkah
hal yang Anda katakan itu.
  
6:58 Saya ingin memepertanyakan
perkataan Anda, jika boleh.
  
7:04 Menurut saya, ketika saya pergi ke India,
materialisme sudah lebih banyak saat ini
  
7:09 dibandingkan yang dulu.
P: Ya.
  
7:12 K: Orang-orang lebih risau tentang uang,
jabatan, kekuasaan, dan semua itu.
  
7:17 Dan tentu saja, terdapat
kelebihan jumlah penduduk,
  
7:22 dan segala macam kompleksitas
peradaban modern.
  
7:29 Apa Anda hendak mengatakan
bahwa batin India
  
7:35 memiliki tendensi lebih besar
untuk mencari ke dalam diri
  
7:46 dibandingkan dengan di Barat?
 
7:48 P: Saya hendak mengatakan bahwa
sepertinya batin Barat memiliki....
  
7:53 K: Teknikal....
 
7:54 P: Tidak hanya teknologi,
namun juga lingkungan....
  
7:58 K: Ya, lingkungan, ekonomi,
dan sebagainya - ekologi.
  
8:02 P: ...ada gerakan ke luar.
Ada lingkungan dalam,
  
8:08 ada lingkungan luar. Dan saya pikir,
jika Anda memahaminya demikian,
  
8:12 menurut saya lingkungan luar
merupakan keprihatinan Barat,
  
8:18 dan lingkungan dalam
merupakan
  
8:19 keprihatinan Timur,
keprihatinan India.
  
8:22 K: Itu adalah keprihatinan,
namun hanya keprihatinan
  
8:26 dari amat, amat sedikit orang!
 
8:28 P: Namun hanya segelintir orang
yang membentuk kebudayaan itu.
  
8:34 Bagaimanakah suatu kebudayaan terbentuk?
 
8:36 K: Itu adalah pertanyaan yang
harus kita diskusikan. Lebih baik,
  
8:40 sebelum kita mendiskusikannya,
apakah memang ada perbedaan
  
8:46 antara pikiran Timur dan Barat?
 
8:51 Saya ingin membuktikan hal itu.
 
8:53 Ataukah hanya terdapat suatu
fenomena luar biasa
  
8:59 di mana dunia dibagi menjadi
Timur dan Barat.
  
9:03 P: Tapi apa yang membaginya?
 
9:06 K: Faktor geografis, pertama.
 
9:10 Secara politik, secara ekonomi,
 
9:14 dengan peradaban yang jauh lebih kuno
 
9:19 - jika saya boleh menggunakan kata itu -
dibandingkan dengan Barat.
  
9:23 Seluruh batin India,
jika kita bisa gunakan kata 'batin'
  
9:31 berkenaan dengan semua itu.
 
9:33 Dunia Barat jauh lebih prihatin terhadap
- sejauh yang saya perhatikan
  
9:38 walaupun bisa saja saya keliru -
prihatin terhadap urusan duniawi.
  
9:44 P: Tetapi apa yang membelokkannya
ke arah itu?
  
9:47 K: Iklim.
 
9:50 Iklim - iklim yang lebih,
jauh lebih dingin -
  
10:00 dan seluruh penemuan,
juga semua teknologi modern
  
10:06 datang dari bagian Utara dunia ini,
orang-orang di Utara.
  
10:10 P: Ya, akan tetapi jika penyebabnya
bukan sekadar iklim, maka...
  
10:13 K: Tidak, bukan sekadar iklim.
 
10:15 P: Meksiko, Afrika, Afrika ekuatorial...
K: Tentu saja tidak, tentu saja tidak.
  
10:19 P: ...akan memiliki batin yang sama.
K: Tidak, tidak...
  
10:22 P: Berarti bukan itu.
K: Ini tak hanya soal iklim.
  
10:25 P: Jadi, itu bukan jawabannya.
K: Iklim adalah salah satunya
  
10:28 dan seluruh hal yang disebut
cara hidup religius di Barat
  
10:35 sangat, sangatlah berbeda
dari Timur.
  
10:37 P: Itulah yang saya maksud.
 
10:41 Pada suatu titik,
 
10:47 orang-orang dari suatu ras,
seakan, terbagi.
  
10:53 K: Terbagi, ya, sejak peradaban
Sumeria dan seterusnya.
  
10:55 P: Terbagi. Dan arah
yang dituju Barat
  
11:06 merupakan hasil penemuan
dari dialog mereka dengan alam,
  
11:13 yang dari situ memunculkan teknologi,
 
11:15 yang dari situ memunculkan segala
penemuan ilmiah hebat, kebenaran.
  
11:20 India juga berdialog dengan alam
dan dengan diri...
  
11:24 K: Namun alam yang berbeda.
P: ...alam yang berbeda.
  
11:29 Dialognya memang berbeda.
 
11:34 K: Jadi apakah Anda ingin mengatakan
bahwa pikiran Timur, pikiran India,
  
11:43 lebih prihatin dengan persoalan
religius daripada pikiran Barat?
  
11:49 K: Di sini, di Barat,
segala halnya lebih dangkal,
  
11:53 walaupun mereka kira
itu cukup mendalam.
  
11:57 Dan di sana, di India, tradisi,
sastra, dan segala halnya menyatakan:
  
12:04 dunia ini tidaklah begitu penting
daripada pemahaman diri,
  
12:09 atau pemahaman
tentang alam semesta,
  
12:12 pemahaman tentang
prinsip tertinggi, Brahman.
  
12:18 P: Kecepatan batin
untuk mulai menyelidiki
  
12:34 mungkin saja berbeda dari Barat,
di mana pertanyaan, wawasan,
  
12:43 dan pengetahuan yang dalam
berada di arah yang berlainan.
  
12:47 K: Tentu saja. Tetapi di sini,
dalam hal agama,
  
12:52 keraguan, ketidakpercayaan, dan pertanyaan
benar-benar diingkari.
  
13:00 Iman adalah satu-satunya yang penting.
 
13:02 Dalam agama India,
dalam Buddhisme dan seterusnya,
  
13:05 keraguan, pertanyaan, keingintahuan,
semuanya menjadi penting.
  
13:15 P: Di luar itu, sekarang bagaimanapun juga
kedua kebudayaan ini berada dalam krisis.
  
13:24 K: Ya, tentu saja. Akankah Anda
mengatakan bahwa tak hanya budaya
  
13:29 namun seluruh kesadaran manusia
sedang berada dalam krisis?
  
13:34 P: Akankah Anda membedakan antara
kesadaran manusia dengan kebudayaan?
  
13:38 K: Tidak.
 
13:39 P: Sedikit banyak keduanya sama.
K: Tidak, pada dasarnya tidak.
  
13:43 P: Jadi krisis ini pada dasarnya
membuat mereka mencari
  
13:52 jalan keluar
dari diri mereka sendiri.
  
13:55 Mereka merasakan kekurangan dan karena itu
beralih ke kebudayaan lain.
  
14:01 Hal ini terjadi pada negara-negara
di Barat maupun di Timur.
  
14:03 K: Ya. Tetapi Anda tahu, Pupulji, saya
mempertanyakan apakah pencarian mereka,
  
14:11 dari pandangan materialistis mereka,
- jika saya boleh menggunakan kata itu -
  
14:16 mereka tertangkap oleh
segala macam takhayul, romantik,
  
14:20 gagasan gaib, dan guru-guru mereka
yang pernah datang kemari,
  
14:28 dan semua itu.
Apa yang ingin saya cari tahu yaitu
  
14:32 apakah kesadaran manusia, jika sedang
dalam krisis, sebagaimana adanya,
  
14:39 apakah mungkin untuk tidak hanya
menyelesaikan krisis tersebut,
  
14:47 tanpa perang
yang menghancurkan kemanusiaan,
  
14:53 apakah manusia dapat
 
14:56 melampaui batasannya.
 
15:01 Saya tidak tahu
apakah maksud saya cukup jelas.
  
15:05 P: Pak, boleh saya bertanya?
K: Tentu saja, ini diskusi.
  
15:11 P: Yang "di dalam" dan "di luar"
ibarat bahan dan pencarian ke dalam.
  
15:19 Seperti dua gambaran cermin
dari dua arah ini
  
15:25 di mana manusianya telah bergerak.
 
15:30 Masalah yang sesungguhnya adalah
jika manusia harus bertahan hidup,
  
15:38 keduanya harus menjadi...
K: Mereka harus hidup bersama-sama.
  
15:42 P: Tidak hidup bersama-sama, akan tetapi
terwujudnya suatu kebudayaan manusia
  
15:48 yang mengandung keduanya.
 
15:53 K: Apa yang Anda maksud
dengan kata 'kebudayaan'?
  
15:55 Apa yang Anda maksud
dengan kebudayaan?
  
15:58 P: Bukankah kebudayaan adalah
segala sesuatu yang dipunyai otak?
  
16:03 K: Memang, apakah anda
memaksudkan pelatihan otak
  
16:08 dan penghalusan otak?
 
16:12 P: Suatu pelatihan otak
dan penghalusan otak.
  
16:15 K: Dan ekspresi dari penghalusan tersebut
di dalam aksi
  
16:20 dalam perilaku,
dalam relasi,
  
16:23 dan juga proses penyelidikan
 
16:31 yang mengarah ke sesuatu
 
16:34 yang secara total tidak tersentuh
oleh pemikiran?
  
16:39 Aku berkata: inilah kebudayaan.
 
16:42 P: Apakah Anda memasukkan penyelidikan
ke dalam kebudayaan?
  
16:51 K: Tentu. P: Tidakkah kebudayaan itu
suatu lingkaran tertutup?
  
16:57 K: Anda dapat membuatnya demikian
atau mematahkan hal itu dan melampauinya.
  
17:04 P: Namun sekarang ini kebudayaan
adalah lingkaran tertutup,
  
17:07 saat ini kebudayaan seperti itulah
yg eksis.
  
17:11 K: Karena itu saya
ingin paham
  
17:13 apa yg Anda maksud
dgn kata "kebudayaan"?
  
17:15 P: Seperti yang kita pahami hari ini,
Krishnaji, ini merupakan persepsi kita,
  
17:19 cara kita memandang suatu hal,
pemikiran kita, perasaan kita,
  
17:23 perilaku kita,
penggunaan indera kita.
  
17:30 - Anda bisa terus
menambahkan hal-hal.
  
17:32 K: Itulah, agama,
iman, kepercayaan, takhyul.
  
17:36 P: Yang "di luar" dan "di dalam
yang terus bertumbuh.
  
17:40 Dapat bertumbuh namun semuanya
bertumbuh dalam watak itu,
  
17:44 dan tetap menjadi suatu watak,
Dan ketika Anda bicara tentang pencarian
  
17:51 yang tidak ada hubungannya dengan ini,
apakah Anda akan merangkumnya dalam...
  
17:58 K: Pencarian?
 
18:00 P: ...penyelidikan, pencarian,
pengamatan...
  
18:02 K: Saya mengerti.
 
18:03 P: ...bisa pakai kata apapun.
K: Tentu.
  
18:05 P: Namun apakah Anda akan
memasukkannya ke ranah kebudayaan? Ya.
  
18:10 K: Tentu saja.
 
18:12 Apakah yang Anda maksud - saya
mencoba mengklarifikasi persoalannya
  
18:16 apakah yang Anda maksud itu:
seluruh gerakan kebudayaan
  
18:23 seperti gelombang datang
dan pergi,
  
18:31 seperti pasang dan surut.
 
18:34 Ikhtiar manusia adalah proses
naik dan turun.
  
18:42 Dan tidak pernah menyelidiki
apakah proses ini bisa berhenti.
  
18:48 Anda mengerti? Yang saya maksud adalah:
kita bertindak dan bereaksi.
  
18:54 Itulah sifat menusia. Bertindak dan
bereaksi, seperti pasang surut.
  
19:03 Saya bereaksi, dari reaksi itu saya
bertindak, kemudian bereaksi lagi
  
19:08 bolak-balik.
Bukan begitu?
  
19:11 Sekarang, saya bertanya
apakah reaksi
  
19:25 terhadap penghargaan dan hukuman
 
19:31 dapat dihentikan dan
berubah total?
  
19:37 Kita bekerja, kita hidup,
dan reaksi-reaksi kita didasarkan
  
19:43 pada penghargaan dan hukuman.
 
19:45 Benar begitu?
P: Ya.
  
19:48 K: Baik secara fisik,
psikologis, segala cara.
  
19:53 Dan hanya itulah yang kita tahu,
secara mendalam.
  
20:02 Sekarang saya menanyakan -
- ada reaksi terhadap penghargaan
  
20:07 dan tindakan menghindari hukuman,
dan seterusnya, seperti gelombang -
  
20:13 apakah ada arah tindakan lain
 
20:16 yang tidak didasarkan pada
tindakan atau reaksi?
  
20:21 Anda memahami
apa yang saya maksud?
  
20:26 P: Karena tindakan atau reaksi
merupakan impuls sel-sel otak,
  
20:37 itu takkan pernah...
K: Itu pengkondisian.
  
20:39 P: Dan itu adalah impuls
sel-sel otak.
  
20:41 K: Ya, tentu saja.
 
20:42 P: Begitulah cara sel-sel otak
merespon, dan juga menerima
  
20:45 melalui indera
dan cara...
  
20:49 Sekarang, pertanyaan Anda...
 
20:57 K: Pertanyaan kita adalah, sebenarnya,
kita menyelidiki apa itu kebudayaan.
  
21:02 P: Apa itu kebudayaan.
Dan kita sudah mulai menyelidiki.
  
21:05 K: Sedikit.
P: Sedikit.
  
21:06 Ini dapat diperluas
lebih lanjut,
  
21:08 namun tetap berada
di ranah yang sama.
  
21:11 K: Di ranah yang sama
namun dapat diperluas.
  
21:15 P: Apakah Anda hendak mengatakan
bahwa kebudayaan adalah
  
21:18 apa yang terkandung
dalam sel-sel otak?
  
21:21 K: Tentu saja.
P: Ada yang lain?
  
21:27 K: Semua ingatan masa lampau kita.
 
21:29 P: Ya, jika Anda mengambil semua itu,
apakah ada yang lain?
  
21:36 K: Saya paham. Sekarang,
ini adalah pertanyaan yang sulit
  
21:40 karena seseorang harus berhati-hati,
sangat hati-hati
  
21:45 jika ada hal lain - jika -
maka hal lain tersebut
  
21:51 dapat bekerja dalam sel-sel otak
yang terkondisi. Benar?
  
21:59 Jika ada suatu hal dalam otak.
Maka aktivitas
  
22:03 hal yang lain itu
dapat membawa kebebasan
  
22:07 dari kebudayaan
yang sempit dan terbatas ini.
  
22:13 Namun adakah suatu hal lain?
 
22:15 Di dalam otak.
 
22:17 P: Bahkan mereka mengatakan bahwa
secara psikologis, Krishnaji,
  
22:21 kerja sel-sel otak saat ini
 
22:24 hanyalah bagian yang sangat kecil
dari kapasitasnya.
  
22:28 K: Dari kapasitasnya -
mengapa?
  
22:31 P: Karena pengkondisian
membatasinya,
  
22:35 dan ia takkan pernah bebas
dari proses-proses yang...
  
22:40 K: ...membatasinya. Yang berarti bahwa
pikiran itu terbatas.
  
22:46 P: Ya, seperti seluruh telur yang
diletakkan dalam satu keranjang.
  
22:51 K: Pikiran itu terbatas.
 
22:53 Dan kita semua bekerja
dalam keterbatasan itu,
  
23:01 karena terbatasnya pikiran,
juga pengalaman,
  
23:04 pengetahuan juga selamanya terbatas,
juga ingatan, dan pikiran.
  
23:10 Jadi pikiran itu terbatas.
 
23:12 P: Di mana tempat indera dan
proses perseptif dalam hal ini?
  
23:18 K: Bukan, ini membawa pada
pertanyaan lain yaitu:
  
23:23 dapatkah indera-indera bekerja
tanpa campur tangan pikiran?
  
23:31 Anda paham maksud saya?
 
23:33 P: Sebagaimana mereka bekerja saat ini,
Krishnaji, mereka seperti punya 1 sumber.
  
23:42 Pergerakan indera,
ketika bekerja,
  
23:44 adalah pergerakan pikiran.
 
23:46 K: Itu saja.
Karenanya itu terbatas!
  
23:50 P: Jadi ketika Anda bertanya,
apakah memungkinkan bagi mereka...
  
23:59 Apa yang dilakukan seseorang
dengan pertanyaan seperti itu?
  
24:03 K: Saya menyeldiki, saya menyelidiki
dengan banyak keraguan
  
24:09 dan sejumlah tertentu
skeptisisme,
  
24:13 apakah otak - yang telah berkembang
ribuan tahun,
  
24:21 mengalami kesedihan, kesepian,
dan keputusasaan tak terkatakan ,
  
24:26 dan semua sisanya, dan
pencariannya untuk melepaskan diri
  
24:29 dari ketakutannya sendiri
melalui tiap ikhtiar religius -
  
24:37 apakah sel-sel otak tersebut,
di dalam diri mereka, dapat berubah,
  
24:44 menyebabkan mutasi
dalam diri mereka.
  
24:48 Sebaliknya 'kebudayaan baru'
yang sama sekali berbeda...
  
24:53 P: Tapi jika itu tidak menyebabkan
mutasi dalam diri mereka
  
24:58 dan tidak ada hal lain...
 
25:03 K: Ya, saya memahami
pertanyaan Anda.
  
25:05 P: Anda tahu,
ini adalah suatu paradoks.
  
25:08 K:Ya, ini juga merupakan
pertanyaan tiada akhir.
  
25:12 Maksud saya, umat Hindu mengajukannya
sejak lama, berabad-abad lalu
  
25:21 - Anda mungkin tahu jauh
lebih banyak daripada saya -
  
25:23 tapi mereka mengajukan pertanyaan ini,
 
25:26 yang adalah, apakah ada suatu
perantara asing, Tuhan,
  
25:33 prinsip tertinggi
dan seterusnya,
  
25:35 diri yg lebih tinggi - itu adalah cara yg
salah untuk... 'diri yang lebih tinggi'
  
25:39 kita akan gunakan utk saat ini.
 
25:41 P: Prinsip tertinggi, mungkin.
 
25:44 K: Apakah itu dapat bekerja
dalam otak yang terkondisi.
  
25:51 P: Ataukah, Pak, bahwa:
itu dapat dibangkitkan dalam otak?
  
25:57 Terdapat dua hal.
Pertama adalah kerja...
  
26:02 K: ...perantara asing.
P: ...perantara, atau energi yang bekerja.
  
26:06 Atau, dari dalam sel-sel otak,
 
26:09 bagian yang belum dimanfaatkan
dari sel-sel otak,
  
26:12 suatu kebangkitan yg mentransformasikan.
K: Saya memahami pertanyaan ini.
  
26:18 Ya.
 
26:22 Saya paham pertanyaan ini.
 
26:23 Mari menyelidikinya,
mari mendiskusikannya.
  
26:26 Apakah ada perantara asing,
 
26:30 - mari menyebutnya energi asing
untuk saat ini -
  
26:33 yang akan menyebabkan
mutasi di sel-sel otak
  
26:38 yang terkondisi?
 
26:42 Benar?
 
26:44 P: Boleh saya mengatakan sesuatu?
K: Silahkan.
  
26:48 P: Masalahnya adalah energi benar-benar
tak pernah menyentuh sel-sel otak.
  
26:57 Ada sangat banyak rintangan
yang dibuat seseorang
  
27:01 sehingga aliran energi
dari alam, dari...
  
27:05 K: Energi.
 
27:06 P: Energi seakan tak pernah menyentuh
dan mencipta. Mencipta!
  
27:18 K: Apa yg sedang kita diskusikan,
Pupulji?
  
27:20 P: Kita sedang mendiskusikan kemungkinan
dari kebudayaan manusia.
  
27:25 K: Kebudayaan yang tidak...
 
27:27 P: ...baik kebudayaan India
atau Barat,
  
27:31 yang memuat seluruh umat manusia,
jika saya boleh berkata demikian.
  
27:37 K: Seluruh kemanusiaan. Bukan hanya
Barat, atau Timur atau...
  
27:41 P: Dan memiliki wawasan.
 
27:45 Pembagian antara
yang di luar dan di dalam berakhir.
  
27:51 Dan wawasan adalah wawasan,
bukan wawasan yg masuk ke yg di luar,
  
27:55 maupun bukan wawasan yg masuk
ke yg di dalam.
  
27:57 K: Jadi apa pertanyaannya?
 
27:59 P: Maka, untuk itu,
alatnya adalah sel-sel otak,
  
28:04 sarana yang bekerja
adalah sel-sel otak.
  
28:07 K: Sel-sel otak.
P: Sel-sel otak.
  
28:10 Sekarang, sesuatu
harus terjadi di otak!
  
28:15 K: Ya.
Saya katakan itu dapat terjadi.
  
28:19 Tanpa gagasan tentang
adanya perantara luar
  
28:30 yang entah bagaimana akan membersihkan
otak yang telah terkondisi,
  
28:36 atau menciptakan perantara luar,
 
28:41 seperti yang telah dilakukan
sebagian besar agama, benar?
  
28:49 Atau, dapatkah otak yang terkondisi
 
28:55 terbangun dari pengkondisiannya
 
29:02 dan dengan demikian mencerap
keterbatasannya,
  
29:07 dan...
tetap di sana untuk beberapa saat?
  
29:17 Saya tidak tahu apakah
maksud saya jelas.
  
29:24 Anda lihat, setiap waktu,
bukankah, kita mencoba melakukan sesuatu.
  
29:34 Sesuatu yang pelakunya berbeda
dari apa yang dilakukan.
  
29:41 Benar?
 
29:43 Saya menyadari, misalnya,
seandainya saya menyadari
  
29:46 bahwa otak saya terkondisi
 
29:50 dan karenanya seluruh aktivitas saya,
perasaan saya,
  
29:53 dan relasi saya dengan orang lain,
itu terbatas, saya menyadarinya.
  
30:01 Dan kemudian saya berkata: batasan itu
harus dipatahkan.
  
30:09 Maka saya bertindak
terhadap keterbatasan itu.
  
30:14 Namun 'saya' juga terbatas,
 
30:17 'saya' tidak terpisah
dari yang lain.
  
30:21 Jika kita dapat menjembataninya,
bahwa 'saya' menjadi tidak terpisah
  
30:27 dari keterbatasan
yang hendak dipatahkan.
  
30:31 Benar?
 
30:33 Keterbatasan diri
 
30:38 maupun keterbatasan pengkondisian,
keduanya sama saja,
  
30:43 mereka tidak terpisah.
 
30:45 'Saya' tidak terpisah
dari sifat-sifatnya sendiri.
  
30:51 P: Dan dari apa yang diamatinya.
 
30:56 K: Dan satu bagian mengamati
bagian lain.
  
31:06 P: Ketika Anda berkata
 
31:09 bahwa kita setiap saat
mencoba melakukan sesuatu...
  
31:12 K: Bertindak pada yang lainnya.
P: ...bertindak pada yang lainnya...
  
31:19 K: Bagaimanapun juga,
seluruh hidup kita adalah demikian,
  
31:24 selain dari dunia teknologi
dan seterusnya.
  
31:29 Saya adalah ini
dan saya harus mengubah itu.
  
31:35 Maka otak sekarang terkondisi
dengan pembagian ini,
  
31:42 pelaku berbeda dari
tindakan yang dilakukannya.
  
31:48 P: Tentu saja demikian, ya.
 
31:51 K: Dan begitulah
pengkondisian berlangsung.
  
31:54 Namun ketika seseorang menyadari
bahwa pelaku adalah tindakannya,
  
32:02 maka seluruh pandangan
sama sekali berubah.
  
32:09 Mari kita kembali sejenak
untuk saat ini.
  
32:14 Bukankah kita menanyakan, Pupulji,
 
32:20 apa yang membawa perubahan
pada otak manusia?
  
32:25 P: Itulah poin penting
yang sebenarnya.
  
32:28 Apakah yang membuatnya berakhir?
 
32:40 K: Ya. Mari kita lebih mendalaminya.
 
32:45 Manusia telah hidup di bumi
selama kurang lebih jutaan tahun.
  
32:49 Dan kita masih seprimitif
dulu, secara psikologis.
  
32:55 Dan kita pada dasarnya
belum banyak berubah.
  
33:00 Kita saling membinasakan,
kita mencari kekuasaan, jabatan,
  
33:04 kita korup
- segala hal yang dilakukan umat manusia
  
33:08 di dunia pada saat ini,
secara psikologis.
  
33:11 Dan, apa yang akan membuat umat manusia,
kemanusiaan, mengubah semua itu?
  
33:24 P: Wawasan luas.
K: Sebentar. Wawasan.
  
33:27 Sekarang, apakah kebudayaan
mencegah semua ini?
  
33:37 Anda memahami pertanyaan saya?
 
33:39 Budaya India,
mari kita ambil contoh budaya India:
  
33:47 beberapa orang, seperti para
pemikir hebat di India,
  
33:51 sudah pernah mempertanyakan
hal ini, bukan?
  
33:54 Dan mayoritas orang
hanya mengulang, mengulang,
  
33:58 mengulang, mengulang -
hanya tradisi, hal yang mati,
  
34:02 dan mereka hidup dengan
hal yang mati.
  
34:05 Benar?
 
34:06 Sekarang, dan di sini juga,
tradisi memainkan bagian besar...
  
34:12 P: Ya, karena itu merupakan jalan lain
- beberapa orang memiliki wawasan luas
  
34:16 dalam sains, dan kemudian sisanya...
 
34:22 K: Sehingga melihat semua ini,
apa yang menyebabkan umat manusia
  
34:29 secara radikal menyebabkan
mutasi dalam diri mereka?
  
34:39 Kebudayaan telah mencoba
menghasilkan perubahan semacam itu
  
34:42 pada perilaku manusia.
Benar?
  
34:47 Maksud saya agama mengatakan,
'Berperilakulah seperti ini, jangan lakukan ini,
  
34:50 jangan membunuh',
namun mereka terus membunuh,
  
34:54 'jadilah bersahabat'
dan mereka tidak bersahabat,
  
34:57 'Saling mengasihi satu sama lain'
dan mereka tidak - pahamkah Anda?
  
35:01 Terdapat maklumat, sanksi,
 
35:05 dan kita melakukan semua
yang berlawanan.
  
35:09 P: Namun kebudayaan
benar-benar telah runtuh.
  
35:12 K: Itulah yang ingin saya ketahui.
 
35:14 Apakah kebudayaan telah runtuh dan
tak lagi bernilai sama sekali,
  
35:19 dan manusia sekarang
berada dalam kebingungan.
  
35:25 Jika Anda pergi ke Amerika, misalnya,
mereka tidak punya tradisi. Benar?
  
35:31 Setiap orang melakukan hal yg mereka suka,
ia melakukan yang ia inginkan.
  
35:37 Dan mereka melakukan hal yang sama
di sini dengan cara berbeda.
  
35:40 Jadi apa yang akan menyebabkan
mutasi pada sel-sel otak,
  
35:49 yang kemudian...
 
35:52 P: Jadi apa yang Anda katakan adalah
bahwa itu benar-benar tak masalah
  
35:57 apakah matriks India
berbeda, atau
  
35:59 matriks Barat berbeda...
K: Tidak sama sekali.
  
36:02 P: ...permasalahannya mirip:
mutasi dalam otak manusia.
  
36:07 K: Ya, mari kita berpegang pada hal itu.
Maksud saya, bagaimanapun, orang India,
  
36:13 bahkan orang India yang miskin pun
menderita seperti di sini
  
36:18 - kesepian, keputusasaan, penderitaan,
semua itu - sama seperti di sini.
  
36:24 Jadi marilah kita lupakan Timur dan Barat
 
36:29 dan lihat apa yang dapat mencegah
terjadinya mutasi ini.
  
36:43 P: Pak, adakah cara selain mencerap
hal yang aktual?
  
36:57 K: Yang aktual.
 
37:00 Inilah hal yang kita pertahankan
selama 60 tahun,
  
37:03 bahwa 'what is', yang aktual,
lebih penting
  
37:09 daripada gagasan tentang apa yang aktual.
 
37:13 Acuan, berbagai konsep, dan kesimpulan
 
37:18 tidaklah bernilai sama sekali karena
Anda jauh dari fakta,
  
37:23 dari apa yang terjadi.
 
37:26 Kelihatannya itu sangatlah sulit
 
37:30 karena kita terperangkap dalam ide-ide.
 
37:37 P: Tapi di dalam mencerap yang aktual...
K: Terperangkap dalam ide-ide.
  
37:47 P: ...tidak ada gerakan otak.
 
37:49 K: Itulah yang saya maksud.
 
37:51 Faktanya, jika seseorang mengamati
dengan sangat teliti,
  
37:56 di dalam diri mereka
timbul perubahan.
  
38:02 Saya tidak tahu apakah...
 
38:08 Duka manusia bukanlah duka Barat
maupun duka Timur. Benar?
  
38:15 Itu adalah duka manusia.
 
38:18 Dan kita selalu mencoba
untuk menjauhi duka.
  
38:28 Sekarang, dapatkah kita memahami kedalaman
 
38:31 dan makna duka
 
38:35 - bukan memahami secara intelektual
namun benar-benar
  
38:38 menggali ke dalam
sifat asal duka?
  
38:44 Dan duka bukanlah milik Anda
maupun saya!
  
38:55 Jadi apa yang menghambat atau
mengalangi otak manusia
  
39:04 dari menyelidiki jauh
ke dalam dirinya?
  
39:09 P: Pak, saya ingin menanyakan satu hal:
Anda menggunakan kata 'menggali',
  
39:15 Anda menggunakan kata-kata
'menyelidiki ke dalam diri seseorang',
  
39:19 keduanya adalah kata-kata
yang berkaitan dengan gerakan.
  
39:24 Namun Anda mengatakan:
akhir dari gerakan...
  
39:29 K: Tentu, tentu saja. Gerakan
 
39:32 adalah waktu, gerakan adalah pikiran...
 
39:35 Akhir dari gerakan
- dapatkah itu benar-benar berakhir,
  
39:44 atau apakah menurut kita
itu dapat berakhir?
  
39:50 Anda memahami pertanyaan saya?
 
39:54 Lagipula, semua orang
yang pernah memikirkan
  
40:01 tentang hal ini,
baik di masa lalu maupun sekarang,
  
40:12 selalu memisahkan
entitas yang menyelidiki
  
40:18 dan hal yang diselidiki.
 
40:22 Itulah keberatan saya.
 
40:25 Menurut saya itu adalah penghalang besar.
 
40:28 P: Jadi ketika Anda menggunakan kata
'penyelidikan',
  
40:31 Anda menggunakannya sebagai persepsi.
P: Persepsi, mengamati, memperhatikan.
  
40:39 Sekarang, kita akan membicarakannya
sebentar lagi, jika kita punya waktu.
  
40:44 Namun saya ingin kembali pada
hal ini, jika boleh:
  
40:49 apa yang akan membuat
umat manusia mengubah
  
40:57 - sangat sederhananya -
cara mereka berperilaku?
  
41:04 Sangat sederhananya.
 
41:07 Kebrutalan mengerikan ini,
apa yang akan mengubahnya?
  
41:14 Siapa yang akan mengubahnya?
 
41:16 Bukan politisi,
bukan pendeta, bukan masyarakat
  
41:22 yang bicara soal lingkungan,
 
41:24 dan para ahli ekologi,
dan seterusnya.
  
41:27 Mereka tidak mengubah umat manusia.
 
41:30 Siapa yang akan mengubahnya, jika manusia
itu sendiri tidak ingin berubah,
  
41:35 siapa yang akan mengubahnya?
 
41:39 Gereja telah mencoba
mengubah manusia
  
41:42 - benar? -
dan itu tidaklah berhasil.
  
41:47 Agama telah mencoba,
di seluruh dunia, untuk memanusiakan
  
41:51 atau membuat manusia
lebih cerdas, lebih peka,
  
41:56 memiliki kasih sayang dsb. -
mereka tak berhasil.
  
42:01 Kebudayaan tidak berhasil.
 
42:04 P: Anda mengatakan semua ini, Krishnaji,
namun hal itu sendiri
  
42:10 tidak memberikan manusia
pada persepsi tentang fakta tersebut.
  
42:16 K: Jadi apakah yang membuatnya demikian?
 
42:21 Anda, mungkin,
contohnya,
  
42:23 Anda dan orang lain
mempunyai suatu persepsi,
  
42:27 saya tidak, jadi apa akibat dari
persepsi Anda pada saya?
  
42:35 Dan lagi, jika Anda memiliki persepsi
dan kekuasaan, jabatan,
  
42:39 saya menyembah atau membunuh Anda.
 
42:42 Benar? Jadi saya mengajukan
pertanyaan yang lebih mendalam:
  
42:46 Saya benar-benar ingin tahu
mengapa umat manusia,
  
42:51 setelah beribu tahun lamanya,
menjadi seperti ini.
  
42:57 Satu kelompok melawan
kelompok lainnya,
  
42:59 satu suku melawan
suku lainnya,
  
43:01 satu bangsa melawan
bangsa lainnya.
  
43:04 Kengerian yang terus berlangsung.
 
43:14 Kebudayaan baru,
akankah itu membawa perubahan?
  
43:22 Apakah manusia mau berubah?
 
43:26 Ataukah mereka akan berkata, 'Semuanya
baik-baik saja, mari kita melanjutkannya,
  
43:31 kita akan berkembang
sampai ke suatu tahap, pada akhirnya'.
  
43:35 P: Kebanyan orang merasa demikian.
 
43:36 K: Ya. Demikianlah hal yang sangat
mengerikan mengenai itu.
  
43:42 'Pada akhirnya. Berikan
saya seribu tahun,
  
43:46 kita semua akan menjadi
umat manusia yang menakjubkan.
  
43:49 Yang adalah sangat absurd!
 
43:52 Sementara itu kita saling
menghancurkan satu sama lain.
  
43:56 P: Pak, bolehkah saya bertanya
pada Anda?
  
44:03 Apa momen aktual
dalam menghadapi fakta?
  
44:12 Apakah sebenarnya,
aktualitas dari hal tersebut?
  
44:18 K: Apa itu fakta, Pupul?
 
44:21 Kita kali pernah berdiskusi
bersama sekelompok orang di sini.
  
44:25 Fakta adalah suatu hal yang telah
dilakukan, diingat,
  
44:31 dan apa yang sedang dilakukan, sekarang.
 
44:34 P: Sedang dilakukan sekarang.
K: Sedang dilakukan, bertindak sekarang,
  
44:39 dan apa yang telah
terjadi kemarin,
  
44:46 dan fakta tersebut diingat -
ingatan.
  
44:51 P: Atau bahkan muncul dari gelombang
ketakutan, kengerian, apa saja.
  
44:59 Bagaimana seseorang
secara aktual...
  
45:01 K : Saya katakan -
tidak, tunggu.
  
45:03 Mari kita memperjelas pernyataan Anda:
'apa adanya', fakta.
  
45:09 Benar? Fakta tentang hari kemarin,
atau insiden minggu lalu, telah pergi,
  
45:17 namun saya mengingatnya.
Benar?
  
45:21 Ada ingatan tentang sesuatu
 
45:23 - menyenangkan atau tidak -
yang terjadi,
  
45:27 yang merupakan fakta,
yang tersimpan dalam otak
  
45:30 Dan apa yang sedang dilakukan sekarang,
juga merupakan fakta, diwarnai masa lalu,
  
45:37 dikontrol masa lalu,
dibentuk masa lalu.
  
45:40 Jadi dapatkah saya melihat
seluruh gerakan ini sebagai fakta?
  
45:52 P: Melihatnya sebagai fakta...
 
45:54 K: Seluruh gerakan - masa depan,
masa kini, masa lalu.
  
45:58 P: Melihatnya sebagai fakta adalah
melihatnya tanpa klise.
  
46:04 K: Tanpa klise, tanpa prasangka,
tanpa bias.
  
46:08 P: Atau tanpa apapun
di sekelilingnya.
  
46:12 K: Itu benar.
Yang artinya?
  
46:19 P: Meniadakan, pertama-tama,
meniadakan semua respons
  
46:24 yang muncul, melingkungi.
K: Meniadakan ingatan.
  
46:30 Tetap di sana untuk
beberapa saat.
  
46:32 P: Ingatan yang
muncul dari sana.
  
46:34 K: Dari fakta tentang kenikmatan
atau penderitaan minggu lalu,
  
46:38 penghargaan atau hukuman.
Apakah itu mungkin?
  
46:46 P: Ya, itu mungkin.
K: Mungkin. Mengapa?
  
46:50 P: Karena perhatian itu sendiri
sebenarnya...
  
46:56 K: ...menghilangkan ingatan.
 
46:59 Itu artinya, dapatkah otak
menjadi sangat penuh perhatian
  
47:09 sehingga insiden yang terjadi
pada minggu lalu,
  
47:14 fakta bahwa itu terjadi,
dan akhir dari fakta tersebut - akhiri,
  
47:17 tidak terus ada dalam memori.
 
47:21 Anak laki-laki saya meninggal.
 
47:26 Dan saya telah sengsara.
 
47:28 Namun memori tentang anak lai-laki
itu sangatlah...
  
47:38 sangat kuat di dalam otak saya
 
47:42 sehingga saya terus mengingatnya.
 
47:47 P: Muncul.
K: Muncul dan lenyap.
  
47:52 Jadi dapatkah otak berkata,
'Ya, anak laki-laki saya telah meninggal,
  
47:58 dan inilah akhirya.
 
48:01 P: Apakah orang berkata demikian?
Atau, ketika ada kemunculan...
  
48:07 K: Dan kemudian suatu akhir?
 
48:10 Yg artinya adalah kemunculan dan
pengakhiran yg tiada henti.
  
48:13 P: Tidak, tapi
ada yang muncul.
  
48:17 K: Yaitu ingatan.
 
48:19 Mari kita camkan kata tersebut.
P: Yaitu ingatan.
  
48:21 Ke luar itu terdapat perasaan sakit.
 
48:24 K: Sakit.
 
48:26 P: Meniadakan perasaan sakit itu
tidak hanya mengakhirinya,
  
48:32 namun juga kemunculannya.
K: Yang artinya?
  
48:38 Tolong sedikit diperdalam.
Apa artinya itu?
  
48:42 Anak laki-laki saya meninggal.
 
48:46 Saya mengingat segala hal yang ia -
dst., dst.
  
48:50 Dan ada fotonya di atas piano
 
48:53 atau dalam rak di atas tungku,
 
48:56 dan ada ingatan yang
terus-menerus - benar? -
  
49:00 mengalir masuk dan keluar.
 
49:06 Itulah fakta.
 
49:08 P: Namun meniadakan perasaan sakit
dan mengakhirinya,
  
49:15 tidakkah itu merupakan
tindakan langsung pada otak?
  
49:18 K: Itulah yang ingin saya ingin katakan.
Yang artinya?
  
49:23 Anak laki-laki saya meninggal, itu fakta
- benar? - saya tak dapat mengubahnya.
  
49:30 Ia telah pergi. Kedengarannya kejam,
namun ia memang telah pergi.
  
49:37 Namun saya selalu membawanya, bukan?
 
49:42 Otak membawanya sebagai memori,
 
49:45 dan peringatannya
selalu ada di sana.
  
49:48 Saya melanjutkan hidup. Saya tak pernah
berkata, 'Ia telah pergi, itu faktanya'.
  
49:53 Namun saya tinggal dalam memori,
yang merupakan hal yang sudah mati!
  
49:58 Memori tidaklah aktual.
 
50:03 Dan saya menanyakan:
akhir dari fakta.
  
50:11 Anak laki-laki saya telah pergi. Bukan
berarti saya telah kehilangan cinta kasih.
  
50:20 Anak laki-laki saya telah pergi,
itu faktanya.
  
50:23 P: Tapi apa yang tersisa
ketika suatu fakta dipersepsikan?
  
50:38 K: Dapatkah saya mengatakan sesuatu tanpa
harus mengagetkan? Tiada.
  
50:48 Anak laki-laki saya telah pergi, atau
saudara laki-laki, istri, siapapun. Pergi.
  
50:54 Yang bukan merupakan pernyataan tegas
dari kekejaman
  
51:00 atau menyangkal afeksi saya,
cinta kasih saya.
  
51:11 Bukan cinta kasih akan anak saya,
 
51:15 namun identifikasi cinta kasih
pada anak laki-laki saya.
  
51:23 Saya tak tahu apakah saya...
 
51:24 P: Anda menggambarkan perbedaan antara
cinta kasih akan anak laki-laki saya...
  
51:31 K: ...dan cinta kasih.
P: Dan cinta kasih.
  
51:34 K: Jika saya mengasihi anak laki-laki saya
dalam arti terdalam kata tersebut,
  
51:38 saya mengasihi manusia, kemanusiaan.
 
51:44 Bukan saja mengasihi anak laki-laki saya,
saya mengasihi seluruh manusia,
  
51:52 bumi, pepohonan,
seluruh jagat raya.
  
51:56 Namun itu adalah
persoalan yang berbeda.
  
51:59 Jadi Anda mengajukan pertanyaan
yang sangat bagus, yaitu:
  
52:03 apa yang terjadi
ketika terdapat persepsi,
  
52:08 persepsi murni dari fakta,
tanpa bias,
  
52:14 tanpa segala macam pelarian
dan seterusnya,
  
52:20 untuk melihat fakta secara utuh,
apakah itu mungkin?
  
52:29 Ketika saya berada dalam penderitaan
karena kematian anak saya,
  
52:33 maksudnya saya merasa kehilangan.
 
52:37 Itu adalah guncangan besar.
 
52:40 Itu adalah hal buruk yang telah terjadi.
 
52:43 Dan ketika itu Anda tak dapat
berkata apapun pada orang itu. Benar?
  
52:48 Saat ia keluar dari kebingungan,
kesepian, keputusasaan,
  
52:55 dan penderitaan ini, maka mungkin saja
ia akan menjadi cukup peka
  
53:01 untuk mempersepsikan fakta.
 
53:05 P: Sekarang, saya selalu kembali
pada satu hal:
  
53:10 persepsi tentang fakta ini,
tidakkah membutuhkan
  
53:17 K: ...perhatian yang amat besar.
P: ...banyak mengamati?
  
53:21 K: Mengamati tentu saja,
tentu saja.
  
53:25 P: Anda tak dapat mengatakannya pada
seseorang yg baru saja kehilangan...
  
53:27 K: Tidak, itu kejam.
 
53:32 Namun seseorang yang mengatakan,
 
53:35 'Anak laki-laki saya meninggal,
tentang apa semua ini,
  
53:37 kematian itu wajar bagi seluruh umat
manusia, mengapa kita ada...'
  
53:43 Seseorang yang peka,
bertanya, menyelidiki,
  
53:49 Ia bangkit, ia ingin menemukan
sebuah jawaban untuk semua ini.
  
53:54 P: Pak, pada suatu tingkat
ini terkesan sangat sederhana.
  
53:59 K: Saya tahu. Dan saya pikir
kita harus membuatnya tetap sederhana,
  
54:03 tidak membawa banyak teori dan gagasan
intelektual ke dalamnya.
  
54:09 P: Jadi apa sebabnya - apakah batin
takut dengan hal yang sederhana?
  
54:17 K: Tidak, saya pikir kita
sangatlah intelektual,
  
54:21 itu telah menjadi bagian dari
pendidikan kita, budaya kita.
  
54:27 Gagasan-gagasan amat sangat penting,
konsep-konsep sangat diperlukan.
  
54:35 Itu adalah bagian dari kebudayaan kita.
Seseorang yang mengatakan,
  
54:39 'Tolong, gagasan tidak begitu penting,
faktalah yang sangat penting',
  
54:45 ia pasti luar biasa sederhana.
 
54:47 P: Anda tahu, Pak,
hal yang Anda katakan,
  
54:50 di seluruh bidang kebudayaan India
 
54:56 yang tertinggi adalah
meleburnya diri.
  
55:01 Dan Anda berkata, Anda berbicara tentang
meleburnya fakta,
  
55:05 yang pada intinya merupakan
meleburnya diri.
  
55:08 K: Ya.
 
55:13 Namun meleburnya diri telah
menjadi konsep.
  
55:18 Dan kita memuja suatu konsep,
 
55:22 seperti yang dilakukan orang-orang
di seluruh dunia.
  
55:27 Konsep diciptakan oleh pikiran,
 
55:31 atau, melalui analisis dan seterusnya,
menjadi suatu konsep
  
55:39 dan berpeganglah pada konsep tersebut
sebagai suatu hal yang luar biasa penting.
  
55:45 Jadi, kita kembali pada poin:
apa yang membuat umat manusia,
  
55:52 di seluruh dunia,
berkelakuan baik?
  
55:57 Bukan berkelakuan seperti saya atau Anda.
Berkelakuan baik: jangan membunuh,
  
56:02 jangan takut, jangan...
- Anda pasti mengerti -
  
56:06 memiliki afeksi besar dan sebagainya,
apa yang menyebabkan hal itu?
  
56:12 Tiada yang berhasil.
 
56:15 Pengetahuan tidaklah membantunya.
Benar?
  
56:21 P: Bukankah itu disebabkan karena
rasa takut adalah bayangannya?
  
56:26 K: Ketakutan, dan kita juga ingin
mengetahui masa depan.
  
56:34 P: Yang adalah bagian dari ketakutan.
K: Ya.
  
56:36 Kita ingin tahu karena kita -
sederhana saja -
  
56:41 kita mencari jaminan
dalam begitu banyak hal
  
56:45 dan kita semua telah gagal.
 
56:48 Dan sekarang kita mengatakan jaminan
harus ada di suatu tempat.
  
56:56 Dan saya mempertanyakan apakah
memang ada jaminan di suatu tempat,
  
56:59 bahkan di dalam Tuhan. Itu adalah
proyeksi ketakutan seseorang.
  
57:06 P: Tindakan peleburan apa yang
terjadi pada sel-sel otak,
  
57:14 pada otak itu sendiri?
 
57:16 K: Saya akan gunakan kata
'wawasan'.
  
57:24 Wawasan bukanlah tentang
ingatan,
  
57:32 bukan tentang pengetahuan dan waktu,
yang merupakan pikiran.
  
57:38 Maka saya katakan bahwa wawasan
adalah ketidakhadiran total
  
57:45 dari seluruh gerak pikiran
 
57:47 sebagai waktu dan ingatan
dan pikiran.
  
57:52 Jadi ada persepsi langsung.
 
57:59 Itu seperti halnya: saya telah
pergi ke utara
  
58:02 selama 10 ribu tahun terakhir,
 
58:06 otak saya terbiasa mengarah ke utara.
 
58:10 Kemudian seseorang ikut serta
dan berkata,
  
58:13 'Itu tidak membawamu ke manapun.
Pergilah ke arah timur.'
  
58:20 Ketika saya berbalik arah ke timur,
 
58:24 sel-sel otak telah berubah.
 
58:31 Karena saya memiliki wawasan bahwa
pergi utara tak membawa saya ke manapun.
  
58:37 Tunggu, saya akan menyampaikannya
secara berbeda.
  
58:40 Seluruh gerak pikiran,
yang terbatas,
  
58:47 dan bertindak di dunia sekarang,
 
58:50 adalah tindakan yang amat penting,
dikendalikan oleh pikiran.
  
58:55 Pikiran tak menyelesaikan satu pun masalah
kita, kecuali yg sifatnya teknologi.
  
59:04 Benar? Jika saya paham, saya pasti
telah berhenti mengarah ke utara.
  
59:21 Dan saya pikir, pengakhiran
dari arah tertentu,
  
59:28 pengakhiran suatu gerakan
yang sedang berlangsung
  
59:32 selama ribuan tahun,
 
59:37 pada saat itu
terdapat suatu wawasan,
  
59:42 yang menyebabkan perubahan,
mutasi sel-sel otak.
  
59:53 Seseorang sangat jelas memahami hal ini.
 
59:56 Namun seseorang menanyakan
apa yang membuat kemanusiaan berubah.
  
1:00:04 Apa yang akan membuat anak laki-laki
atau anak perempuan saya berubah?
  
1:00:16 Mereka mendengar semua ini,
mereka membaca sesuatu tentang hal ini,
  
1:00:21 dari ahli biologi, psikologi, dsb.
 
1:00:27 kemudian mereka melanjutkan
cara-cara lama.
  
1:00:34 Apakah tradisi lama sangat kuat?
 
1:00:44 Saya telah memikirkan tentang diri saya
selama ribuan tahun terakhir
  
1:00:51 dan saya masih berpikir
tentang diri saya.
  
1:00:58 'Saya harus memenuhi diri saya,
 
1:01:01 saya harus hebat,
harus menjadi sesuatu'.
  
1:01:04 Inilah kondisi saya,
tradisi saya.
  
1:01:10 Apakah masa lalu
amat sangat kuat?
  
1:01:21 Dan masa lalu menjelma
sepanjang waktu. Benar?
  
1:01:31 Apakah ini bagian dari kebudayaan kita,
melanjutkan kondisi kita?
  
1:01:46 P: Menurut saya ini adalah
bagian dari kebudayaan kita.
  
1:01:54 K: Lihatlah itu, maksud saya, saya telah
mengamati hal ini dengan sangat serius,
  
1:02:00 bagaimana tradisi memliki
benteng yang luar biasa
  
1:02:03 - bukan tradisi takhyul,
saya tak membicarakan hal itu -
  
1:02:07 tetapi keberlanjutan suatu hal
yang bergerak dari masa lalu,
  
1:02:15 - paham? - masa lalu kita bawa
terus-menerus.
  
1:02:23 Dan kitalah itu.
 
1:02:28 Kebudayaan dapat menjadi bagian
dari rintangan kita,
  
1:02:34 konsep religius
dapat menjadi rintangan kita.
  
1:02:46 Jadi apa yang harus dilakukan otak?
 
1:02:58 Orang-orang mengatakan
sebagian otak adalah sesuatu yang lama,
  
1:03:03 dan bagian lain otak adalah sesuatu
yang sama sekali baru,
  
1:03:08 dan jika kita dapat membuka diri
pada sesuatu yang baru,
  
1:03:16 perubahan dapat terjadi.
 
1:03:20 Karena, menurut para ahli ini,
 
1:03:24 kita menggunakan hanya sebagian
yang amat kecil dari otak.
  
1:03:29 P: Jelas, ketika ada perhatian,
fragmen telah berakhir.
  
1:03:36 K: Ya, tepat sekali. Kita dapat
mengatakannya seperti ini
  
1:03:43 - apa itu perhatian, kita bisa
menjelaskan, memperdalam -
  
1:03:47 pada akhirnya
seorang pendengar berkata,
  
1:03:50 'Baiklah, saya mengerti semua itu,
tapi saya adalah saya!
  
1:03:56 Saya mengerti hal ini
secara intelektual, verbal,
  
1:03:58 tapi itu tidak menyentuh kedalaman
keberadaan saya!'
  
1:04:02 P: Tapi bukankah itu merupakan
pertanyaan pada kontak pertama
  
1:04:07 dengan pikiran di dalam batin.
 
1:04:11 K: Saya tidak begitu paham.
P: Pak, saya merasa
  
1:04:15 bahwa kita berbicara tentang
mengamati pikiran.
  
1:04:19 Itu adalah hal yang
sama sekali berbeda
  
1:04:22 dari keadaan memperhatikan
yang aktual...
  
1:04:26 K: Yang adalah, pikiran menyadari
dirinya sendiri.
  
1:04:30 P: Ya.
Seketika itu juga.
  
1:04:36 K: Saya paham.
 
1:04:47 Kita menjauh dari...
 
1:04:49 Saya khawatir bahwa kita menjauhi
permasalahan pokok.
  
1:04:54 Dunia ini menjadi semakin dangkal,
 
1:05:01 semakin berkiblat pada uang,
jika saya boleh mengatakannya,
  
1:05:06 uang, kekuasaan, jabatan,
pemenuhan diri,
  
1:05:10 identifikasi diri,
saya, saya, saya, saya.
  
1:05:18 Semua ini didorong oleh segala sesuatu
di sekitar Anda, benar?
  
1:05:27 Sekarang Anda, yang sudah melakukan
perjalanan, sudah melihat semua ini juga,
  
1:05:32 apa yang Anda lakukan terhadap
semua perkara ini?
  
1:05:41 Ada orang-orang yang luar biasa cerdas,
orang-orang pandai,
  
1:05:48 dan orang-orang paling bodoh,
yang neurotik,
  
1:05:52 orang-orang yang telah membuat kesimpulan
 
1:05:56 dan tak pernah pergi dari
kesimpulan tersebut,
  
1:06:00 seperti para komunis
- dunia totaliter adalah demikian -
  
1:06:05 mereka telah membuat
 
1:06:07 kesimpulan tertentu
yang sifatnya final!
  
1:06:09 P: Namun semua itu adalah komitmen
yang tak dapat Anda sentuh.
  
1:06:14 Anda hanya dapat menyentuh
mereka yang tak berkomitmen.
  
1:06:18 K: Dan siapakah orang-orang yang
tak berkomitmen itu?
  
1:06:22 P: Saya akan katakan hari ini:
itu adalah salah satu tanda kesehatan.
  
1:06:29 K: Apakah mereka orang muda?
 
1:06:32 P: Saat ini, yg belum pernah terjadi
dalam 20 atau 30 tahun terakhir,
  
1:06:38 ada orang-orang yang tidak berkomitmen
pada apapun.
  
1:06:44 K: Saya mempertanyakan
- saya sangat ingin...
  
1:06:46 P: Sungguh, Pak, menurut saya demikian.
Di satu sisi Anda melihat
  
1:06:52 kemerosotan luar biasa
dari segala hal,
  
1:06:55 di sisi lain, di suatu tempat, ada
gerakan yang menjauhi komitmen ini.
  
1:07:03 Mereka bisa saja tak tahu
ke mana harus berbelok,
  
1:07:06 mereka mungkin saja tak punya arah,
mereka mungkin saja...
  
1:07:10 K: Tapi mereka bukan bagian dari apa-apa.
P: Bukan bagian dari apa-apa.
  
1:07:15 K: Orang-orang seperti itu ada,
saya tahu.
  
1:07:20 P: Maksud saya mereka bisa saja...
 
1:07:24 K: Anda lihat, mereka menjadi sedikit
kabur, mereka menjadi agak bingung.
  
1:07:27 P: Ya, karena mereka mengubah ini
menjadi konsep.
  
1:07:31 Sangat mudah untuk mengubah
apa yang Anda katakan menjadi konsep.
  
1:07:35 K: Tentu, tentu saja.
 
1:07:39 P: Dan untuk membuat dalil
yang memuat perkataan Anda.
  
1:07:42 Namun suatu kebudayaan
yang sangat hidup
  
1:07:45 karena hanya hidup
dalam wawasan...
  
1:07:49 K: Saya tak akan memakai
kata 'kebudayaan'.
  
1:07:53 P: Karena Anda mulai dengan kata
'kebudayaan' sebagai sesuatu
  
1:08:00 yang memuat lebih dari sekadar...
maka saya memakainya.
  
1:08:07 Namun mungkin
kebudayaan manusialah yang
  
1:08:14 akan menjadi kebudayaan batin
yang berdiam di dalam wawasan.
  
1:08:19 K: Budaya yang - ya.
 
1:08:25 P: Dalam keadaan seperti itu, jika saya
boleh bertanya, apa yang terjadi pada
  
1:08:31 seluruh peradaban yang telah
dilihat dan diketahui dunia ini
  
1:08:35 dan terkandung di dalamnya?
K: Pergi.
  
1:08:38 Peradaban Mesir...
P: Tidak, mereka mungkin saja pergi
  
1:08:41 namun tetap terkandung dalam
ras manusia.
  
1:08:43 K: Tentu, tentu,
itu sama dengan...
  
1:08:48 P: Tetapi ketika Anda menghapuskannya...
 
1:08:53 K: Yang berarti, Pupulji, sebenarnya,
apa itu kebebasan?
  
1:09:02 Apakah kita sadar bahwa kita adalah
tawanan dari fantasi,
  
1:09:09 imajinasi dan kesimpulan,
gagasan kita sendiri
  
1:09:12 - kita adalah tawanan dari hal-hal itu.
Apakah kita menyadarinya?
  
1:09:16 P: Saya pikir kita menyadarinya.
 
1:09:20 K: Pupul, jika kita menyadarinya,
jika Anda penuh perhatian pada semua itu,
  
1:09:24 hal ini terbakar habis.
 
1:09:27 P: Ini, tentu saja,pada titik tertentu
di mana kita tak bisa...
  
1:09:32 karena... Anda tidak mengakui
keadaan-antara!
  
1:09:40 K: Itu tidak mungkin.
P: Inilah permasalahannya.
  
1:09:46 K: Itu seperti seseorang yang bengis
dan mencoba untuk menjadi tidak bengis,
  
1:09:52 keadaan-antara
ia orang bengis.
  
1:09:58 P: Tidak, belum tentu.
 
1:10:03 Bukankah itu juga merupakan pertanyaan
tentang seluruh gerak waktu?
  
1:10:08 K: Waktu dan pikiran dan seterusnya,
yang merupakan? Pembatasan.
  
1:10:14 Jika kita terlebih dahulu mengakui,
atau melihat fakta
  
1:10:18 bahwa pikiran, di segala arah,
memang terbatas,
  
1:10:25 dalam segala bidang - ilmu bedah,
teknologi, komputer, dan sebagainya -
  
1:10:32 dan juga pikiran menyelidiki
dirinya sendiri, pikiran dibatasi,
  
1:10:39 penyelidikan Anda akan menjadi
sangat, sangat, sangat terbatas.
  
1:10:42 P: Perbedaannya adalah, Pak,
saya mungkin paham, akan tetapi perhatian
  
1:10:49 yg diperlukan untuk tetap hidup
tak ada di sana.
  
1:11:00 K: Tidak. Saya tahu.
P: Itu adalah kuantum,
  
1:11:04 kapasitas, kekuatan perhatian yang...
 
1:11:09 K: Anda paham, bagaimana Anda
memiliki semangat itu?
  
1:11:13 Bagaimana Anda memiliki gerak energi
yang berkelanjutan,
  
1:11:21 yang tidak dihamburkan oleh pikiran,
oleh aktivitas apapun?
  
1:11:30 Dan saya pikir itu hanya terjadi
ketika Anda memahami penderitaan
  
1:11:35 dan pengakhiran penderitaan,
 
1:11:38 kemudian welas asih dan cinta kasih
dan semua itu.
  
1:11:42 Inteligensia itu adalah energi yang
tidak akan menurun,
  
1:11:52 bukan salah satu dari kualitas manusia.
 
1:11:56 P: Maksud Anda itu tidak
meningkat maupun menurun?
  
1:11:58 K: Tidak.
 
1:12:03 Bagaimana bisa?
 
1:12:05 Untuk meningkat dan menurun Anda harus
sadar bahwa hal itu meningkat dan menurun,
  
1:12:10 dan siapakah sadar itu, dsb.
P: Tidak, bahkan tidak demikian.
  
1:12:14 Namun mungkinkah,
sepanjang hari, untuk memegangnya...
  
1:12:21 K: Itu ada di sana.
Anda tidak memegangnya.
  
1:12:25 Itu seperti parfum
yang berada di sana.
  
1:12:31 Itulah mengapa saya pikir
seseorang harus memahami
  
1:12:35 seluruh perngkondisian
kesadaran kita.
  
1:12:40 Anda paham maksud saya?
Saya pikir ini adalah studi,
  
1:12:45 penyelidikan, eksplorasi yang nyata
terhadap kesadaran,
  
1:12:50 yang merupakan kesamaan dari
semua kemanusiaan.
  
1:12:56 Dan kita tak pernah menyelidikinya.
Kita menyelidiki seperti seorang profesor
  
1:13:02 atau ahli psikologi menyelidikinya, kemudian
kita mempelajarinya, namun tak pernah berkata
  
1:13:06 'Lihat, saya hendak mempelajari kesadaran
yang adalah saya,
  
1:13:10 saya akan memeriksanya'.
 
1:13:12 P: Tidak, ada yg mengatakannya. Saya tak
bisa bilang tak ada. Ada yg mengatakannya.
  
1:13:19 K: Tapi seseorang tidak melakukannya.
P: Seseorang melakukannya.
  
1:13:22 K: Secara parsial.
 
1:13:24 P: Saya tak akan menerimanya.
 
1:13:26 Seseorang melakukannya, seseorang
mengikutinya, seseorang menyelidikinya.
  
1:13:30 K: Lalu apa?
Apakah Anda sampai pada ujung akhirnya?
  
1:13:32 P: Tidak, mendadak seseorang mendapati
bahwa seseorang tidak memperhatikan.
  
1:13:41 K: Tidak, menurut saya tiada perhatian
bukan masalah.
  
1:13:49 Bisa saja Anda lelah,
otak Anda telah cukup menyelidiki,
  
1:13:53 itu sudah cukup untuk hari ini.
Tak ada yang salah dengan itu.
  
1:14:02 Namun Anda lihat, lagi-lagi
saya keberatan dengan pertanyaan
  
1:14:06 tentang perhatian
dan tiada perhatian.
  
1:14:15 P: Tapi itu adalah pertanyaan mendasar
dalam batin sebagian besar orang.
  
1:14:20 Pada dasarnya, jika Anda bertanya...
 
1:14:23 K: Saya tak akan mengatakannya demikian.
 
1:14:27 Saya akan katakan bahwa di mana
ada pengakhiran dari sesuatu secara total,
  
1:14:35 ada awal baru dengan momentumnya sendiri.
 
1:14:40 Itu tak ada kaitannya dengan 'saya'!
 
1:14:45 Itu artinya seseorang harus
sepenuhnya bebas dari diri.
  
1:14:56 Dan bebas dari diri adalah
sesuatu yang sangat sulit
  
1:15:00 karena ia bersembunyi
di bawah batu-batu yang berbeda,
  
1:15:05 pohon-pohon yang berbeda,
aktivitas-aktivitas yang berbeda.
  
1:15:16 Saya kira itu cukup.