Krishnamurti Subtitles

Mengapa Kita Takut Menjadi Tiada?

Brockwood Park - 25 June 1983

Conversation with Pupul Jayakar 2



0:38 P: Sir, recently I read a short P: Pak, baru-baru ini saya membaca
report in one of the newspapers berita di sebuah surat kabar
   
0:49 that a spaceship bahwa sebuah pesawat ruang angkasa
had been released telah diluncurkan.
   
0:54 which would travel Pesawat itu akan melintasi
to the outer spaces of the universe, luar angkasa dari jagad raya
   
1:03 and that it would be dan akan menjadi bagian
part of the universe, dari jagad raya.
   
1:15 there will be no ending to it Tiada akhir bagi pesawat itu
because there'll be no friction, karena tak akan ada friksi,
   
1:22 no time, that there tak ada waktu,
would be no ending. sehingga tak ada akhir.
   
1:27 Is there... Adakah...
Is the within of the self... Adakah bagian-dalam-dari-diri...,
   
1:33 of the human brain, dari otak manusia,
the human mind benak manusia,
   
1:39 - call it what you will - -bagaimanapun Anda menyebutnya-
is there a within of things, adakah bagian-dalam-dari,
   
1:48 whether of man, entah dari manusia,
of the tree, of nature, dari pohon, alam,
   
1:54 which is a space yang merupakan ruang
without ending? tanpa akhir?
   
1:58 Is it a mirror image Apakah itu sebuah cerminan
of that vastness which exists? dari keluasan yang ada?
   
2:07 K: Are you asking, if I may K: Apakah Anda menanyakan, jika saya
repeat what you have said, boleh mengulangi perkataan Anda,
   
2:18 that, within the human brain bahwa dalam otak manusia
   
2:25 - I'd like to distinguish between -saya ingin membedakan
the brain and the mind, antara otak dan pikiran,
   
2:31 which we will yang akan kita diskusikan
discuss a little later - sebentar lagi-
   
2:35 whether in the human brain apakah di dalam otak manusia
there is, or there can be, ada, atau mungkin ada,
   
2:51 a space without end, suatu ruang tanpa akhir,
an eternity, out of time? suatu keabadian, di luar waktu?
   
3:09 We can speculate about it a great Kita bisa berspekulasi sangat banyak
deal, as philosophers have done, tentang itu seperti dilakukan para filsuf,
   
3:15 but that speculation namun spekulasi itu
is not actuality. bukanlah aktualitas.
   
3:21 P: No. But it was P: Bukan. Namun, itu suatu wawasan
an insight into outer space. tentang ruang angkasa.
   
3:31 K: The human brain K: Otak manusia
has set a machine telah menciptakan sebuah mesin
   
3:34 that has entered yang mampu memasuki
into the whole… keseluruhan...
   
3:37 P: No, but it was an insight first P: Tetapi, ada wawasan lebih dulu
into the possibility of that, tentang kemungkinan itu,
   
3:43 which now made it possible for them yang telah
  membuat mereka bisa
   
3:46 to experiment and prove it. menguji coba dan
  membuktikan hal tersebut.
   
3:49 K: To produce a machine K: Yaitu menciptakan mesin
that will go beyond the... yang mampu menembus...
   
3:55 it will enter into the universe. yang akan memasuki alam semesta.
P: If you do not posit a thing P: Jika Anda tidak meyakini suatu hal,
   
4:00 then you cannot even... Anda bahkan tak dapat...
   
4:02 K: No, I question whether K: Tidak, saya mempertanyakan apakah
- I want to be clear on this point - -saya ingin hal ini jelas-
   
4:07 whether we are now, in our apakah kita kini, dalam percakapan ini,
conversation, we are speculating, sedang berspekulasi
   
4:11 or theorising, or we are really atau berteori, atau kita sungguh-sungguh
trying to find out in ourselves berupaya menemukan dalam diri kita
   
4:21 whether there is apakah kebesaran semacam itu ada,
such immensity,  
   
4:25 whether there is, actually, apakah sesungguhnya ada suatu gerakan
a movement  
   
4:33 which is not of time, yang lepas dari waktu,
which is eternal. Right? yang abadi. Betul?
   
4:39 P: How do you start P: Bagaimana mengawali
an enquiry like this? penyelidikan semacam ini?
   
4:43 By examination, Dengan memeriksa
or posing the question. atau mengajukan pertanyaan?
   
4:47 If you don't pose the question... Jika tidak mengajukan pertanyaan...
K: We have posed the question. K: Kita sudah mengajukan pertanyaan.
   
4:50 P: We have to pose a question. P: Harus ajukan pertanyaan.
K: We have put the question. K: Sudah.
   
4:52 P: Now, whether what comes out of it P: Sekarang, apakah hasilnya
is speculation or examination merupakan spekulasi atau penyelidikan,
   
5:05 depends on how you approach it. itu tergantung cara kita mendekatinya.
But the question has to be put. Namun, pertanyaannya harus diajukan.
   
5:08 K: We have put the question. K: Kita sudah mengajukannya.
We have put the question Kita sudah bertanya,
   
5:14 whether the brain apakah otak dapat memahami
can understand - not understand - -bukan memahami-
   
5:25 realise the truth that there is dapat menyadari kebenaran tentang adanya
either eternity, or not eternity. keabadian atau ketidakabadian?
   
5:41 That is a question, we have Ini sebuah pertanyaan, kita sudah
asked that question. Right? mengajukannya. Betul?
   
5:46 Now, you ask: how do we Kini Anda bertanya, bagaimana cara kita
begin to enquire into it? untuk mulai menyelidikinya?
   
5:54 How do you begin to feel Bagaimana Anda mulai merasakannya
gently, hesitantly, secara perlahan, tak pasti,
   
5:59 your way into this really jalan Anda menuju pertanyaan
fundamental question, yang sangat fundamental ini,
   
6:05 a question that has been asked suatu pertanyaan yang telah diajukan
for thousands of years, sejak beribu tahun silam,
   
6:12 whether man is bound to time apakah manusia memang terjerat waktu
forever, or there is, untuk selamanya, ataukah ada,
   
6:21 or there can be, atau akan ada,
not imaginatively, not romantically, bukan imajinasi, bukan romantika,
   
6:27 but actually, can there be, namun nyata-nyata,
within the brain... adakah di dalam otak...
   
6:35 or the brain realises itself atau bisakah otak menyadari keberadaannya
in a state of eternity. dalam tataran keabadian?
   
6:44 That's the question Itulah pertanyaan
we are asking. yang kita ajukan.
   
6:47 P: Even to proceed into this, P: Bahkan untuk membahas hal ini,
   
6:51 you started Anda mulai dengan
by drawing a distinction menegaskan perbedaan
   
6:54 between the brain antara otak
and the mind. dengan batin.
   
6:58 Would you elaborate? Dapatkah Anda
  memperjelasnya?
   
7:04 K: We are saying that the brain K: Kita berkata bahwa otak
is conditioned, telah terkondisi,
   
7:10 at least some of it. setidaknya sebagian dari otak.
   
7:14 That conditioning is brought about Pengkondisian ini timbul
through experience. dari pengalaman.
   
7:19 That conditioning Pengkondisian ini
is knowledge. merupakan pengetahuan.
   
7:24 And that conditioning is memory. Dan pengkondisian ini merupakan ingatan.
And experience, knowledge, Dan pengalaman, pengetahuan,
   
7:31 memory, are limited ingatan bersifat terbatas
and so thought is limited. sehingga pikiran pun bersifat terbatas.
   
7:36 Now, we have been functioning Hingga saat ini,
within the area of thought. kita masih mempergunakan pikiran.
   
7:46 And to discover something new Namun, untuk menemukan sesuatu
there has to be, yang baru, harus ada saat,
   
7:51 at least temporarily, paling tidak untuk sementara,
or for a period, atau untuk suatu periode,
   
7:56 when thought is not in movement, ketika pikiran tak bergerak,
when thought is in abeyance. ketika pikiran ditangguhkan.
   
8:05 P: The brain is a material thing. P: Otak adalah benda berwujud.
K: Yes. K: Ya.
   
8:10 P: It has its own activity. P: Dia punya aktivitasnya sendiri.
   
8:16 K: Yes. It has its own activity K: Ya. Dia punya aktivitasnya sendiri
not imposed by thought. yang tidak diatur oleh pikiran.
   
8:26 P: But, for centuries, P: Tapi, selama berabad-abad,
the operation of the brain jalannya otak
   
8:32 has been telah menjadi
the operation of thought. jalannya pikiran.
   
8:35 K: That's all. K: Tepat.
That's all we are saying. Itulah yang kita bicarakan.
   
8:37 That's all we are saying, that Itulah yang kita bicarakan,
the whole movement of the brain, bahwa seluruh pergerakan otak,
   
8:45 at least that part of the brain setidaknya sebagian dari otak
which has now been used, yang selama ini kita gunakan,
   
8:49 is conditioned by thought. telah terkondisi oleh pikiran.
   
8:53 And thought is always Dan sifat pikiran
limited, selalu terbatas
   
8:57 and therefore sehingga ia selalu terkondisi
it is conditioned to conflict. untuk berkonflik.
   
9:03 That which is limited Apa pun yang terkondisi
must create division. pasti akan menciptakan pemisahan.
   
9:08 P: What is mind then? P: Lalu apa itu batin?
   
9:10 K: Mind is K: Batin adalah dimensi
a wholly different dimension yang sama sekali berbeda.
   
9:18 which has no contact yang tidak bersangkut-paut
with thought. dengan pikiran.
   
9:27 Let me explain. Saya akan jelaskan.
   
9:31 Brain, that part of the brain Otak, atau sebagian dari otak
which has been functioning yang selama ini bekerja
   
9:40 as an instrument of thought, sebagai alat bagi pikiran,
   
9:43 that brain has been conditioned, otak tersebut telah terkondisi,
that part of the brain. bagian otak tersebut.
   
9:48 And as long as that part Dan selama bagian dari otak tersebut
of the brain remains in that state tetap berada dalam tataran yang sama,
   
9:52 there is no communication, tidak ada komunikasi,
entire communication, with the mind. komunikasi menyeluruh, dengan batin.
   
9:59 So, when that conditioning Maka, ketika pengkondisian
is not, tidak terjadi,
   
10:03 then there is communication terjadilah komunikasi
   
10:06 between that mind, which is antara batin itu, yang berada pada dimensi
totally on a different dimension, yang sama sekali berbeda,
   
10:12 that can communicate yang bisa berkomunikasi
with the brain dengan otak
   
10:16 and act, using thought. dan bertindak,
  menggunakan pikiran.
   
10:21 P: But you have already posited... P: Kalau begitu, Anda sudah membenarkan...
K: Oh definitely. K: Oh, tentu.
   
10:26 P: ...a state which is P: ... adanya suatu tataran
outside the realm of thought. di luar pikiran.
   
10:31 K: That's right. Therefore K: Itu benar. Jadi,
outside the realm of time. di luar waktu.
   
10:40 P: As time seems to be P: Waktu menjadi
the essential core of this problem... inti utama dari persoalan ini...
   
10:48 K: Time and thought. K: Waktu dan pikiran.
   
10:53 P: Thought is the product of time. P: Pikiran timbul dari waktu.
I mean, thought is time. Maksud saya, pikiran adalah waktu.
   
10:57 K: That's the real point. K: Itu sangat benar.
   
11:04 Where do you start, Mulai dari mana,
you mean? maksud Anda?
   
11:06 P: No. Perhaps if we could go P: Bukan. Mungkin bila kita bisa
into this whole business mendalami seluruh persoalan
   
11:12 of the flow of time, and at what tentang arus waktu, kapan
instant is interception possible? pencegatan bisa terjadi?
   
11:24 K: What do you mean, 'interception', K: Apa maksud Anda, “pencegatan”,
because I don't quite understand karena saya kurang mengerti
   
11:27 the usage of that word. pemakaian kata itu.
Nobody can... Tak seorang pun bisa...
   
11:33 P: I am not talking P: Maksud saya,
of an interceptor… bukan seorang pencegat...
   
11:36 K: That's it. K: Itu dia.
P: …but the... P: melainkan...
   
11:40 K: …ending of it. K: akhir dari itu.
P: I was going to use another word, P: Tadinya saya ingin gunakan kata lain,
   
11:43 but you can use namun Anda
the word 'ending'. bisa gunakan kata “akhir”.
   
11:45 K: Let's use simpler words. K: Mari gunakan kata-kata
  yang lebih sederhana.
   
11:49 P: Time is P: Waktu bermula sejak beribu-
from a past immemorial. ribu tahun lalu.
   
11:52 K: Yes, which is thought! K: Ya, yang adalah pikiran!
   
11:54 P: Thought is also P: Pikiran juga bermula
from a past immemorial, sejak beribu-ribu tahun lalu,
   
11:57 projecting into a future berproyeksi ke masa depan
which is also eternal. yang juga abadi.
   
12:01 K: The movement of thought. K: Gerak pikiran.
P: Eternal. P: Abadi.
   
12:04 K: No. The future is conditioned K: Masa depan dikondisikan
by the past, as a human psyche. oleh masa lalu, sebagai nurani manusia.
   
12:15 P: So unless the human being ends, P: Jadi, kecuali manusia berakhir,
unless he ceases to be... kecuali dia berhenti ada...
   
12:22 K: Ceases to be conditioned. K: Berhenti terkondisi.
   
12:33 P: No, but you will still P: Tetapi, Anda akan tetap
use thought. menggunakan pikiran.
   
12:37 K: No. K: Tidak.
   
12:38 P: The content will undergo P: Isinya akan mengalami perubahan,
a change,  
   
12:41 but the mechanism of thought tetapi mekanisme pikiran
will continue. akan berlanjut.
   
12:46 K: The mechanism of thought K: Mekanisme pikiran akan berlanjut...
will continue... Let's put it round. Coba kita lihat dari sisi lainnya.
   
12:55 Now thought is the chief Begini, pikiran adalah instrumen utama
instrument we have. Right? yang kita punya. Betul?
   
13:00 P: Yes. P: Ya.
   
13:02 K: And that instrument, after thousands K: Dan instrumen itu, setelah ribuan tahun
of years of various efforts, melalui berbagai daya-upaya,
   
13:13 actions, has not only made berbagai tindakan, instrumen ini
that instrument dull, tak hanya telah menjadi tumpul,
   
13:17 it has reached the end tetapi juga telah mencapai
of its tether! batas akhirnya!
   
13:21 Because thought is limited Karena pikiran ini terbatas
and time is limited. Right? dan waktu pun terbatas. Betul?
   
13:29 Therefore it is conditioned, Maka, ia terkondisi,
divided terpecah-pecah,
   
13:34 and in perpetual state dan terus-menerus
of turmoil. berada dalam kekacauan.
   
13:40 Now, can that end? Nah, dapatkah itu berhenti?
That is the question. Itulah pertanyaannya.
   
13:45 P: Now, I used P: Nah, tadi saya
the word 'interception'. menyebutkan kata “pencegatan”.
   
13:51 This movement of the past, Gerak masa lalu sebagai pikiran,
as thought, as the yesterday... sebagai hari kemarin...
   
13:59 K: ...as today. K: ... sebagai hari ini.
P: But what is the today? P: Namun, apa itu hari ini?
   
14:07 K: Today is the movement K: Hari ini adalah gerak masa lalu,
of the past, modified. Memory. termodifikasi. Ingatan.
   
14:17 We are a bundle of memories! Kita ini setumpuk ingatan.
P: That is true. P: Itu betul.
   
14:23 But the contact with time... Namun, kontak dengan waktu...
   
14:29 K: Now wait a minute, what do you K: Tunggu sebentar,
mean contact with time? apa maksudnya kontak dengan waktu?
   
14:31 Time is thought! Waktu adalah pikiran!
   
14:33 P: Time as a psychological P: Waktu sebagai
process proses psikologis.
   
14:36 - I am not talking of contact... -maksud saya, bukan kontak...
K: Of course. Leave all that. K: Tentu. Lewatkan itu semua.
   
14:39 P: But contact with time P: Namun, kontak dengan waktu
as a psychological process sebagai proses psikologis
   
14:48 is in the present, isn't it? terjadi di masa kini, bukan?
There can only be awareness… Di situ hanya ada kesadaran...
   
14:53 K: Pupulji, let's be very clear. K: Pupulji, kita perjelas dahulu.
Time is thought. Right? Waktu adalah pikiran. Betul?
   
14:59 Don't separate time as though Jangan melihat waktu
something different from thought. seolah-olah ia terpisah dari pikiran.
   
15:03 P: No, time is thought. P: Waktu adalah pikiran.
K: So it is time-thought. K: Jadi, itu adalah waktu-pikiran.
   
15:07 P: Yes. As the past, P: Ya. Sebagaimana masa lalu,
present and the future. masa kini, dan masa depan.
   
15:12 K: Are you asking, K: Apakah Anda menanyakan,
what is the now? apa itu masa kini?
   
15:16 P: Yes, because this interception P: Ya, karena "pencegatan"
I am talking about yang saya sebutkan tadi
   
15:20 - let me use my word - izinkan saya gunakan kata itu dulu
till you wipe it away... sampai Anda nanti menggantinya...
   
15:24 K: All right. Interception, K: Baik. Pencegatan
I don't quite understand. saya tak begitu paham.
   
15:26 P: Interception is contact with, P: Pencegatan adalah kontak dengan,
contact with the fact. kontak dengan fakta.
   
15:32 K: Contact with the fact that K: Kontak dengan fakta
the whole movement of thought... bahwa segala gerak pikiran...
   
15:39 P: Not even all that, P: Belum sampai ke situ,
just contact with 'what is'. baru kontak dengan "yang-ada"
   
15:43 K: Which is what: K: Yaitu
now? masa kini?
   
15:45 P: Whatever is. P: Apa pun.
Your statement now, Pernyataan Anda sekarang,
   
15:48 whatever you are saying now semua yang tengah Anda ucapkan
and my listening to you dan saya yang mendengarkan Anda
   
15:53 is the contact with 'what is'. adalah kontak dengan "apa adanya".
K: Ah, I understand. K: Saya paham.
   
15:55 That is - may I put it Yakni -boleh saya ulangi
the way I understand it? sesuai pemahaman saya?
   
16:02 The past, the present Masa lalu, masa kini,
and the future dan masa depan
   
16:05 is a movement ialah gerak
of time-thought. waktu-pikiran.
   
16:09 How do you realise it? Bagaimana Anda dapat menyadarinya?
   
16:13 P: Yes, how... P: Ya, bagaimana...
   
16:15 K: How do you come to see K: Bagaimana Anda melihat
the truth of it, the fact of it? kebenaran di dalamnya, faktanya?
   
16:25 P: You know, sir, there is P: Anda tahu, Pak, ada sesuatu
such a thing as tactile touch. yang kita sebut sentuhan taktil.
   
16:30 K: I can touch, yes, textile touch. K: Bisa saya sentuh, ya, sentuhan tekstil.
P: Now... P: Nah...
   
16:35 K: Not textile, tactile. K: Bukan tekstil, taktil.
   
16:44 How do you touch this thing? Bagaimana Anda menyentuh hal ini?
P: How do you touch this thing. P: Bagaimana menyentuh hal ini.
   
16:47 K: How do you K: Bagaimana Anda
- to use your word - -memakai istilah Anda-
   
16:49 come into contact with it. melalukan kontak dengan ini.
With the fact? Dengan fakta...
   
16:53 With the fact that I am Dengan fakta bahwa saya
a whole series of memories, adalah sekumpulan ingatan,
   
17:00 which is time-thought. yang adalah waktu-pikiran.
   
17:02 P: No. Let us be more P: Mari kita bicara
concrete. lebih konkret.
   
17:11 The thought that I am going away Pikiran bahwa saya
this afternoon, akan pergi nanti sore
   
17:20 and that I will be dan bahwa saya
leaving you. akan meninggalkan Anda,
   
17:23 It is a thought. itu adalah pikiran.
K: It is a thought. K: Itu adalah pikiran.
   
17:26 It is an actuality. Itu adalah sesuatu yang aktual.
P: An actuality. P: Sesuatu yang aktual.
   
17:29 But out of that there is Tapi di dalamnya, ada suatu kepedihan
a certain pain of leaving you, karena akan meninggalkan Anda,
   
17:36 which is the emotional, yang adalah
psychological element elemen emosional, psikologis
   
17:45 which come to cover up yang menyelimuti
the fact. fakta tadi.
   
17:50 K: Yes, which is what? K: Ya, artinya?
You know the french: 'Partir, Anda tahu syair Prancis,
   
17:54 un peu mourir'. "Partir, un peu mourir."
P: Yes. So how does one… P: Ya. Jadi, bagaimana seseorang...
   
18:02 What is to be contacted? Kontak dengan apa? Bukan
Not the fact that I am going away. dengan fakta, saya akan pergi.
   
18:06 K: But, what? K: Namun, apa?
P: But this pain. P: Namun, kepedihan itu.
   
18:10 K: The pain. K: Kepedihan.
I understand. Saya paham.
   
18:14 Are you asking... Apakah Anda menanyakan...
The pain of going, Kepedihan karena pergi,
   
18:23 the pain of a thousand kepedihan dari ribuan sakit,
aches, of years kepedihan bertahun-tahun, berabad-abad,
   
18:27 and centuries of pain, of loneliness kesepian, duka,
and sorrow and all that, dan sebagainya,
   
18:34 grief, the agony, the anxiety nestapa, penderitaan, kemasygulan,
and all that, dan sebagainya,
   
18:41 is that separate apakah semua itu terpisah
from me who is to feel it? dari saya yang merasakannya?
   
18:47 P: It may not be separate. P: Tak bisa dipisahkan.
K: It is me! K: Itulah saya!
   
18:53 P: At what point, P: Pada titik manakah, bagaimana
how do I touch it? saya bersentuhan dengan itu?
   
18:57 K: I don't quite understand K: Saya tak begitu paham
your usage of 'how do I touch it'. "bagaimana bersentuhan dengan itu".
   
19:09 P: It is only in the present… P: Hanyalah pada masa kini...
K: I see what you mean. K: Saya paham maksud Anda.
   
19:15 P: The whole of this edifice P: Keseluruhan gagasan ini
rests on that. dibangun di atas itu.
   
19:19 K: Ya, that's what I said. K: Ya. Itu
That's what I said. yang saya katakan.
   
19:20 The now contains the past, Sekarang mengandung masa lalu,
the future and the present. masa depan, dan masa kini.
   
19:26 Right? Betul?
P: Yes. P: Ya.
   
19:28 K: Let's understand this. K: Mari kita pahami ini.
   
19:30 The present is the whole past Masa kini merupakan keseluruhan
and the future. masa lalu dan masa depan.
   
19:40 This is the present. Inilah masa kini.
   
19:42 The present is me, with all the Masa kini adalah saya,
memories of thousand years, dengan ingatan dari ribuan tahun lalu.
   
19:52 and that thousand years dan ribuan tahun itu
being modified all the time, termodifikasi setiap waktu.
   
19:58 and the future - all that is now, dan masa depan - semua itu sekarang,
the present. Right? masa kini. Betul?
   
20:05 P: But the present also P: Masa kini pun bukanlah
is not a static thing. It's over… benda statis. Dia berlalu...
   
20:15 K: Of course, of course, K: Tentu, tentu,
of course. tentu.
   
20:16 The moment you have said, it's gone. Begitu Anda mengatakannya, dia berlalu.
P: It's gone. P: Dia berlalu.
   
20:21 So what is it Jadi apa yang
that you actually see? sesungguhnya Anda lihat?
   
20:24 What is it Apa yang sesungguhnya
you actually observe? Anda amati?
   
20:27 K: Actually observe the fact… K: Sesungguhnya, amati fakta...
P: What fact? P: Fakta apa?
   
20:31 K: The fact K: Fakta itu
- just a minute - the fact -tunggu sebentar- fakta bahwa
   
20:33 that the present is the whole masa kini adalah
movement of time and thought. seluruh gerak waktu dan pikiran.
   
20:44 To see the truth of that Untuk melihat kebenaran di dalamnya
- let's not use the word 'see' - -mari gunakan kata selain "melihat"-
   
20:51 have an insight, mendapatkan wawasan,
perception into that, pencerapan tentang itu,
   
20:58 that the now bahwa sekarang
is all time and thought. adalah waktu dan pikiran.
   
21:13 P: Does that perception P: Apakah pencerapan itu
emanate from the brain? timbul dari dalam otak?
   
21:20 K: Either it emanates, comes K: Antara timbul dari otak,
from perceiving with the eyes, datang seiring mencerap lewat mata,
   
21:25 nerves and so on, or that saraf dan sebagainya,
perception is an insight atau pencerapan itu adalah wawasan
   
21:31 which has nothing to do yang tak berkaitan sama sekali
with time and thought. dengan waktu dan pikiran.
   
21:39 P: But it arises P: Namun, dia muncul
within the brain? dari dalam otak?
   
21:42 K: Yes. Or outside the brain, K: Ya. Atau dari luar otak,
you are asking? maksud Anda?
   
21:47 P: It's very important. P: Ini sangat penting.
   
21:48 K: I know, that's why K: Saya tahu, maka
I want to be clear. saya ingin ini jelas.
   
21:50 Is it within the sphere of the brain, Apakah ia terdapat dalam belahan otak
or it is that insight atau ia adalah wawasan itu
   
22:01 which comes when there is yang timbul saat ada
the freedom from its conditioning, kebebasan dari pengondisian,
   
22:08 which is the operation of the mind, yang adalah cara kerja batin,
which is supreme intelligence. yang adalah kecerdasan tertinggi.
   
22:13 You follow? Mengertikah Anda?
   
22:17 P: I don't follow. P: Saya tak mengerti.
K: Aha. Let's be clear. K: Aha. Mari kita perjelas.
   
22:21 The brain, whatever part it is, Otak, bagian mana pun,
is conditioned terkondisi
   
22:28 by time and thought, oleh waktu dan pikiran,
time-thought. waktu-pikiran.
   
22:33 As long as that conditioning remains, Selama pengkondisian masih ada,
insight is not possible. wawasan tak bisa muncul.
   
22:42 You may have occasional insight Anda bisa mendapat wawasan sesekali.
into something, but pure insight, Tetapi, wawasan murni,
   
22:49 which means comprehension yang berarti pemahaman
of the totality of things tentang totalitas segala hal
   
22:56 - yes, I'll use the word 'totality', -ya, saya gunakan kata "totalitas",
not 'wholeness' bukan "keutuhan"
   
23:03 because that word is now karena kini kata itu
being used so much - sering sekali digunakan-
   
23:06 it is the perception wawasan murni adalah
of completeness. Right? pencerapan seluruhnya. Betul?
   
23:14 That insight Wawasan itu tak
is not of time-thought. berkaitan dengan waktu-pikiran.
   
23:21 Therefore that insight Maka, wawasan itu
is part of that brain adalah bagian dari otak
   
23:25 which is yang berada
in a different dimension. di dimensi berbeda.
   
23:34 P: Without sight P: Tanpa pengelihatan,
there cannot be insight. tak akan ada wawasan.
   
23:38 K: That's all I am saying. K: Itulah yang saya katakan.
   
23:43 P: So seeing, perceiving… P: Jadi, melihat,
  mencerap...
   
23:47 Perceiving, I am using this word. Saya pakai "mencerap".
K: Yes, perceiving. K: Ya, mencerap.
   
23:49 P: Perceiving - listening is contained P: Mencerap
in perceiving - -mendengarkan terkandung di dalamnya-
   
23:57 seems to be the essential tampaknya adalah inti penting
essence of insight. dari wawasan.
   
24:05 K: Would you repeat K: Bisa Anda ulangi
that again, slowly? pelan-pelan?
   
24:12 P: Let us take the word 'insight' P: Mari kita ambil kata "wawasan"
- it is: seeing into. -artinya 'melihat ke dalam'.
   
24:16 K: Into, seeing into. K: Ke dalam, melihat ke dalam.
P: Seeing into. P: Melihat ke dalam.
   
24:23 Seeing into seeing? Melihat ke dalam melihat?
   
24:27 K: No. Seeing into - just K: Bukan. Melihat ke dalam
a minute, let's look at that word. -sebentar, mari kita cermati,
   
24:33 Seeing, comprehending Melihat, memahami totalitas
the totality of something, suatu hal,
   
24:44 the vastness of something. keluasan dalam suatu hal.
   
24:51 Right? Betul?
   
24:55 Insight is possible only Wawasan
when there is cessation hanya mungkin di saat
   
25:02 of thought and time. berhentinya pikiran dan waktu.
   
25:05 Thought and time Pikiran dan waktu
are limited, bersifat terbatas.
   
25:07 therefore such limitation Keterbatasan itu
cannot have insight. tak bisa mendatangkan wawasan.
   
25:20 P: To understand P: Untuk memahami
what you are saying perkataan Anda,
   
25:24 I have to have an open ear saya harus punya telinga yang mendengar
and eyes that see. dan mata yang melihat.
   
25:31 Out of that sound, out of Dari suara, dari wujud,
that form, out of that whole... dari keseluruhan itu...
   
25:39 K: The meaning of the words K: Makna kata-kata itu
and so on and so on, yes. dan sebagainya. Ya.
   
25:41 P: ...arises a seeing P: ... timbullah pengelihatan
which goes beyond. yang melampaui.
   
25:50 I am trying to get Saya berusaha
at something. mencapai sesuatu.
   
25:52 K: What are you trying K: Mencapai apa?
to get at? I don't… Saya tak...
   
25:54 P: I am trying to get at... P: Saya berusaha mencapai...
You talk of insight. Anda bicara wawasan.
   
26:03 Now, insight cannot arise Nah, wawasan tak bisa muncul
without attention. tanpa perhatian.
   
26:10 K: No. Don't introduce K: Jangan dulu
the word 'attention'. masukkan kata "perhatian".
   
26:13 P: Or sight, seeing. P: Atau pengelihatan,
  melihat.
   
26:14 K: If we can stick K: Bila kita bisa
to the same thing, that is, tetap pada hal yang sama,
   
26:20 insight cannot exist as long as wawasan tidak ada
time-thought play a part. selama waktu-pikiran berperan.
   
26:27 P: You see, it's like which P: Ini seperti mana yang lebih dulu.
comes first. Which comes first? Mana yang lebih dulu?
   
26:36 K: What do you mean? K: Apa maksud Anda?
   
26:37 P: In consciousness, P: Dalam kondisi sadar,
in my approach to this, menurut pendekatan saya,
   
26:43 I can't start with insight. Saya tak bisa
  mulai dari wawasan.
   
26:46 I can only start Saya hanya bisa mulai
with observation. dari mengamati.
   
26:49 K: You can only start K: Anda hanya bisa mulai
by realising the truth that time, dari menyadari kebenarannya,
   
26:56 psychological time and thought bahwa waktu, waktu psikologis dan pikiran
are always limited. selalu bersifat terbatas.
   
27:02 That's a fact! Itu fakta!
P: Krishnaji, that is a fact. P: Krishnaji, itu fakta.
   
27:07 K: Wait, start from that. K: Sebentar, mulai dari situ.
And therefore whatever it does Maka, apa pun yang dilakukannya
   
27:13 will always be limited akan selalu bersifat terbatas
and therefore contradictory, sehingga selalu kontradiktif,
   
27:16 therefore divisive sehingga terpecah-pecah
and endless conflict. dan konflik tiada akhir.
   
27:21 That's all I am saying. Itulah yang saya katakan.
You can see the fact of that. Anda bisa melihat fakta di dalam itu.
   
27:25 P: You can see the fact of that P: Anda bisa melihat fakta itu
outside of yourself. di luar diri Anda.
   
27:28 K: Wait, wait. You can K: Tunggu, tunggu.
see it politically... Anda bisa melihat secara politis...
   
27:31 P: You can see it P: Bisa di luar
outside of yourself. diri Anda.
   
27:32 K: No, wait. You can see it K: Sebentar. Anda bisa
politically, religiously, melihat secara politis, keagamaan,
   
27:35 all throughout the world, di penjuru dunia,
this is a fact, that time and thought, ini fakta, bahwa waktu dan pikiran,
   
27:41 in their activity, have brought about dengan cara kerjanya,
havoc in the world. telah membawa kehancuran di dunia.
   
27:47 That's a fact. Itu fakta.
P: Yes, yes. P: Ya, ya.
   
27:50 K: Now. K: Sekarang
   
27:55 So the question is: pertanyaannya,
can that limitation ever end? dapatkah keterbatasan itu berhenti?
   
28:04 Or is man conditioned forever Ataukah manusia
  terkondisi selamanya
   
28:08 to live within untuk hidup
the time-thought area? di tataran waktu-pikiran?
   
28:12 P: You see, the difficulty P: Nah, kesulitan
of understanding this is: untuk memahami ini
   
28:17 what is the relationship adalah
of the brain cells apa kaitan sel otak
   
28:25 and the action of the senses dan fungsi pancaindera
   
28:30 - I am not using the word -saya tak memakai kata "pikiran"
'thought' at the moment - untuk sementara-
   
28:34 on a statement like this: dalam pernyataan macam ini,
'Do you see the fact "Bisakah Anda lihat faktanya
   
28:41 that time, thought are limited?' bahwa waktu, pikiran terbatas?"
K: ...are limited. K: ... terbatas.
   
28:49 P: What does it exactly mean, P: Apa persisnya artinya,
how does one see that? bagaimana seseorang melihat itu?
   
28:56 It is like telling me Itu seperti memberitahu saya,
that you are an illusion. bahwa Anda adalah ilusi.
   
29:04 K: What? K: Apa?
P: It is exactly like telling me P: Itu persis seperti memberitahu saya
   
29:08 that Pupul is an illusion. bahwa Pupul adalah ilusi.
K: No, I didn't say that. K: Tidak, saya tak berkata begitu.
   
29:11 P: But I am saying it. P: Saya yang mengatakannya.
K: No, you are not an illusion. K: Bukan, Anda bukan ilusi.
   
29:15 P: No, sir, it is exactly that. P: Tapi Pak, justru persis begitu.
K: No. K: Tidak.
   
29:18 P: Because the moment P: Sebab saat Anda katakan,
you say,  
   
29:22 'After all, Pupul is a "Bagaimanapun, Pupul
psychological bundle of the past...' adalah tumpukan psikologis masa lalu..."
   
29:29 K: Psychological movement of K: Gerak psikologis
time and thought, waktu dan pikiran,
   
29:33 which is the psyche. yakni nurani.
P: Which is the psyche. P: Yakni nurani.
   
29:36 K: That psyche is limited. K: Nurani itu terbatas.
P: …is limited. P: ... terbatas.
   
29:40 K: Whatever it does K: Apa pun yang
is limited. dilakukannya, dia terbatas.
   
29:44 P: Then I would ask, what is wrong P: Lalu saya akan bertanya,
with it being limited? apa salahnya keterbatasan?
   
29:48 K: Nothing is wrong. K: Tak ada yang salah.
   
29:50 If you want to live in perpetual Bila Anda mau hidup dalam
conflict there's nothing wrong. konflik berlarut-larut, tak ada salahnya.
   
29:55 P: All right, move further. P: Baiklah,
  lanjutkan.
   
30:00 To end it, is not only to say, Mengakhiri tidaklah sekadar
to feel that it is limited, mengatakan, merasakan bahwa ia terbatas,
   
30:06 but there must be an ending to it. namun mesti ada pengakhiran.
K: I said there is. K: Saya katakan, ada.
   
30:13 P: What is the nature P: Bagaimana sifat
of this ending? pengakhiran itu?
   
30:16 K: What do you mean ending? K: Apa maksud Anda "pengakhiran"?
P: Just seeing... P: Hanya melihat...
   
30:18 K: Let's take the word 'ending'. K: Kita ambil kata "pengakhiran".
I must be clear what, you and I, Saya harus jelas, Anda dan saya,
   
30:22 we are both saying, understanding kita membicarakan, memahami
the meaning of the same word, makna kata yang sama,
   
30:26 to end something - to end bahwa mengakhiri sesuatu
attachment, to end... not to smoke, -mengakhiri kemelekatan..., tidak merokok,
   
30:33 not to do this or that, to put tidak melakukan ini atau itu,
an end to it - the ending. mengakhirinya - pengakhiran.
   
30:40 P: The flow ceases to flow. P: Aliran berhenti mengalir.
K: Yes, if you like to… K: Ya, jika Anda mau...
   
30:46 The movement of thought and time Gerak pikiran dan waktu
ceases, psychologically. berhenti, secara psikologis.
   
30:56 What is your difficulty? Apa kesulitan Anda?
   
30:57 You are making it terribly Anda membuatnya amat rumit,
complex, a simple thing. padahal sederhana.
   
31:00 P: There is P: Ada titik pencerapan
a point of perception  
   
31:04 which is a point of insight. yang merupakan titik wawasan.
What is that point of insight? Apa titik wawasan itu?
   
31:08 K: What do you mean, K: Apa maksud Anda
'point of insight'? "titik wawasan"?
   
31:10 P: Where I see this... P: Di mana saya melihatnya...
In what time-space do I see it? Pada waktu-ruang apa saya melihatnya?
   
31:16 K: Look, Pupul, K: Ayo, Pupul,
just let's be simple. kita bicara sederhana saja.
   
31:22 Time and thought Waktu dan pikiran
has divided the world, telah memecah-mecah dunia,
   
31:26 politically, geographically, secara politis, geografis,
religiously, that's a fact. religius, itu fakta.
   
31:30 Right? Betul?
   
31:33 Can't you see the fact? Tidakkah Anda lihat fakta ini?
P: No, sir. I look outside... P: Tidak, Pak. Saya melihat di luar...
   
31:36 K: Wait, wait. Don't look outside. K: Tunggu, tunggu.
  Jangan lihat di luar.
   
31:39 P: No. I don't see the fact. P: Tidak. Saya tak
  lihat faktanya.
   
31:41 K: What do you mean K: Apa maksud Anda?
you don't see the fact?  
   
31:42 P: Because if I saw the fact, P: Sebab jika saya lihat faktanya,
really saw the fact... sungguh melihat faktanya...
   
31:46 K: You would stop that kind of thing. K: Hentikan tingkah Anda ini.
P: ...it would be all over. P: ... semua itu akan berlalu.
   
31:49 K: That's all I am saying. K: Itulah yang saya katakan.
P: Why sir, if it is such a simple thing, P: Pak, jika ini begitu sederhana,
   
31:55 which I don't think it is, namun saya tak yakin begitu,
because it has such devious ways. karena tipuannya begitu banyak.
   
32:00 K: No. That's the whole point K: Tidak. Itulah maksudnya
- I am saying something -saya mengatakan sesuatu
   
32:05 which we have not probably... yang mungkin belum kita...
put into different words - ungkapkan dengan kata lain-
   
32:10 if you have an insight jika Anda mendapat wawasan
that the movement of thought and time bahwa gerak pikiran dan waktu
   
32:15 are divisive, at whatever level, terpecah-pecah, di tingkat apa pun,
in whatever realm, di tataran apa pun,
   
32:20 in whatever area, it is di wilayah mana pun,
a movement of endless conflict. itu adalah gerak konflik tanpa akhir.
   
32:28 That's a fact. Britain fought Itu fakta. Inggris berperang
for some island, that's a fact. demi sebuah pulau, itu fakta.
   
32:39 Because British, British, Sebab Inggris, Inggris,
French, French, Prancis, Prancis,
   
32:42 German, Russian Jerman, Rusia
- they are all divisive. -mereka semua terpisah-pisah.
   
32:46 And India against Dan India
somebody... melawan bangsa lain...,
   
32:48 this is the whole movement inilah seluruh gerak
of time and thought. That's a fact! waktu dan pikiran. Itu fakta!
   
32:52 P: Yes, but you can see it P: Ya. Tapi, Anda bisa melihatnya
when it is a matter outside of you. jika fakta itu di luar Anda.
   
32:55 K: That's the point. If you can K: Itu intinya. Jika Anda bisa
see it outside, this movement, melihat gerak ini di luar Anda,
   
33:01 what it does in the world, what apa dampaknya terhadap dunia,
misery it has caused in the world, derita yang dibawanya di dunia,
   
33:09 then... Inwardly, the psyche maka... Di-dalam,
is time and thought, nurani ini adalah waktu dan pikiran,
   
33:19 is the movement adalah gerak
of time and thought. waktu dan pikiran.
   
33:24 This movement has created Gerak tersebut telah
that! menimbulkan semua itu!
   
33:29 Simple. Sederhana.
   
33:31 The psychological movement, Gerak psikologis,
the divisive psychological movement gerak psikologis yang terpecah-pecah
   
33:38 has created telah menciptakan
the external fact. fakta di luar kita.
   
33:43 Right? I am a Hindu, Betul? Saya Hindu,
I feel secure. saya merasa aman.
   
33:49 I am a German, I feel Saya seorang Jerman, saya merasa
secure in the word, aman dalam kata itu,
   
33:53 in the feeling dalam perasaan bahwa saya
that I belong to something. adalah bagian dari sesuatu.
   
33:56 P: You see, Krishnaji, I would P: Krishnaji, menurut saya,
say that all these: being a Hindu, semua ini: menjadi Hindu,
   
34:04 greed, all those, serakah, semua itu,
one has seen telah dipahami
   
34:10 as a product of this sebagai hasil
movement of time-thought. dari gerak waktu-pikiran.
   
34:16 K: That is all I am saying. K: Itulah yang saya katakan.
P: But that, it's not quite... P: Namun, itu kurang...
   
34:21 K: What is your difficulty, K: Apa kesulitan Anda,
Pupul? Pupul?
   
34:22 P: There is, within it all, P: Di dalamnya, terdapat
a sense of 'I exist'. perasaan bahwa "saya ada".
   
34:31 K: I don't realise K: Saya tidak tahu
the psyche is that! bahwa nurani seperti itu!
   
34:35 P: That's essentially P: Pada dasarnya,
the nature of… itu adalah sifat ...
   
34:39 K: Why doesn't it? Because K: Lalu mengapa tidak begitu?
- it is simple enough, Karena -ini cukup sederhana,
   
34:43 why do you make it complex? - mengapa Anda merumitkannya?-
because I have thought karena saya kira,
   
34:46 the psyche is something other nurani berlainan
than the conditioned state. dengan pengkondisian.
   
34:53 I thought there was Saya kira ada sesuatu
something in me, dalam diri saya.
   
34:56 or in the brain, or in somewhere, atau dalam otak, atau di suatu tempat,
which is timeless, yang kekal,
   
35:01 which is God, yakni Tuhan,
which is this, which is that, yakni ini, yakni itu,
   
35:04 and that, if I could only reach that, dan jika saja saya bisa meraihnya,
everything would be right. semua akan jadi benar.
   
35:09 That's part Itulah bagian
of my conditioning. dari pengkondisian saya.
   
35:13 Because I am uncertain, Karena saya tidak pasti,
confused, kebingungan,
   
35:16 God will give me safety, Tuhan akan beri keselamatan,
protection, certainty. That's all. perlindungan, jaminan. Semua itu.
   
35:26 God, or a highest principle, Tuhan atau hukum tertinggi
or some kind of conviction. atau suatu kepercayaan.
   
35:30 P: What is the nature of the ground P: Apa ciri pokok yang
from which insight springs? dapat memunculkan wawasan?
   
35:33 K: I have told you. K: Sudah saya katakan.
Insight can only take place Wawasan hanya bisa muncul
   
35:38 when there is freedom bila ada kebebasan
from time and thought. dari waktu dan pikiran.
   
35:48 P: It is a sort of unending... P: Suatu keadaan tanpa pengakhiran...
K: No, it is not. K: Bukan, bukan itu.
   
35:54 You are complicating a very Anda merumitkan fakta yang
simple fact, as most of us do. sangat sederhan, seperti kebanyakan orang.
   
36:05 If one wants to live Jika kita ingin
at peace, hidup damai,
   
36:09 which... to live in peace only yakni... hidup dalam damai
is to flower, hanyalah dengan mekar,
   
36:17 is to understand dengan memahami
the extraordinary world of peace. luar biasanya dunia yang damai.
   
36:24 Peace cannot be brought about Kedamaian tak bisa diciptakan
by thought. dengan pikiran.
   
36:29 P: You see, P: Anda tahu,
please understand, Krishnaji, tolonglah pahami, Krishnaji,
   
36:35 it is the brain itself otak sendirilah
which listens to that statement. yang mendengarkan pernyataan tadi.
   
36:41 K: Yes, it listens. K: Ya, dia mendengarkan.
And then what happens? Lalu apa yang terjadi?
   
36:45 Just a minute. Tunggu sebentar.
What happens? Apa yang terjadi?
   
36:47 If it listens it is quiet. Jika dia mendengarkan, dia diam.
P: It is quiet. P: Dia diam.
   
36:53 K: It isn't ruminating, K: Dia tidak memamah,
it is not going on : dia tidak menanggapi,
   
36:56 'By Jove, what does he mean?' "Demi Tuhan, apa maksudnya?"
it is not rattling, it is quiet. Dia tidak mengoceh, dia diam.
   
37:01 Right? Betul?
Wait, wait. Tunggu, tunggu.
   
37:04 When it is actually Jika ia sungguh-sungguh
- not induced quietness - -bukan dibuat-buat-
   
37:06 actually when it listens, sungguh diam saat ia mendengarkan,
and there is quietness, dan ada keheningan,
   
37:12 then there is insight. muncullah wawasan.
   
37:18 I don't have to explain Saya tak perlu
ten different ways memaparkan 10 macam
   
37:22 the limitation of thought, keterbatasan pikiran.
it is so. Pikiran memang terbatas.
   
37:30 P: I see what you're saying. P: Saya paham maksud Anda.
   
37:37 Is there anything Adakah yang lebih maju
further then… daripada...
   
37:44 K: Oh yes, there is. K: Oh ya, ada.
   
37:48 There is a great deal more. Ada lebih banyak lagi,
   
37:56 Which is: yakni
is listening a sound? apakah mendengarkan suatu bunyi?
   
38:10 A sound within an area. Bunyi di dalam
  suatu area.
   
38:14 Or I am listening Ataukah saya mendengarkan
to what you are saying perkataan Anda
   
38:19 without the verbal sound? tanpa bunyi verbal?
   
38:29 If there is a verbal sound Jika ada bunyi verbal,
I am not listening, saya tidak mendengarkan.
   
38:34 I am only Saya sekadar memahami kata-kata.
understanding the words.  
   
38:37 But you want to convey to me Namun, Anda ingin sampaikan pada saya
something much more than the words, lebih dari sekadar kata-kata,
   
38:43 so, if the words are making jadi, jika kata-kata menimbulkan
a sound in my hearing bunyi di pendengaran saya,
   
38:50 I can't deeply understand saya tak bisa memahami
the depth of what you are saying. perkataan Anda secara mendalam.
   
39:00 So I want to find out Maka, saya ingin menemukan
something much more... sesuatu yang lebih...
   
39:07 which we started with, yang menjadi awal kita,
the present. masa kini.
   
39:13 The present is the now, Masa kini adalah sekarang,
   
39:16 the now is the whole movement masa sekarang adalah keselutuhan
of time-thought. Right? gerak waktu-pikiran. Betul?
   
39:23 It is the whole structure. Itu keseluruhan strukturnya.
   
39:31 If the structure Jika struktur waktu
of time and thought ends dan pikiran berhenti,
   
39:37 the now has totally masa sekarang akan
a different meaning. mengandung makna yang sangat berbeda.
   
39:43 The now then is Maka, masa sekarang
nothing. adalah ketiadaan.
   
39:50 I mean, when we use Maksud saya, saat kita
the word 'nothing', gunakan kata "ketiadaan",
   
39:57 zero contains nol mengandung semua angka.
all the figures. Right? Betul?
   
40:01 So nothing contains all. Artinya, ketiadaan
  mengandung semuanya.
   
40:10 But we are afraid Namun, kita takut
to be nothing. menjadi tiada.
   
40:15 P: When you say P: Saat Anda mengatakan,
it contains the all, ketiadaan mengandung semua,
   
40:19 you mean, is it apakah, maksud Anda,
the essence of all human itu esensi umat manusia,
   
40:27 and racial and environmental, esensi rasial, lingkungan,
and nature and the cosmos, as such? dan lingkungan, dan kosmos, seperti itu?
   
40:34 K: No, I would rather… K: Tidak, saya lebih suka...
You see, I am talking of the fact Anda tahu, saya bicara fakta
   
40:40 of a realisation tentang menyadari
that there is nothing. bahwa ada ketiadaan.
   
40:52 The psyche is a bundle Nurani merupakan tumpukan
of memories - right? ingatan, betul?
   
40:56 And those memories Dan ingatan itu
are dead. sudah mati.
   
41:00 They operate, they function, Ingatan bekerja, berfungsi,
but they are the outcome namun mereka adalah luaran
   
41:04 of past experience dari pengalaman lampau
which has gone. yang telah lewat.
   
41:10 I am a movement Saya adalah gerak ingatan.
of memories. Right? Betul?
   
41:14 Now, if I have an insight into that, Nah, jika saya punya wawasan tentang itu,
there is nothing. itulah ketiadaan.
   
41:22 I don't exist. Saya tidak ada.
   
41:27 P: You said something P: Anda menyebut bunyi.
about sound.  
   
41:31 K: Yes. K: Ya.
P: And listening. P: Dan mendengarkan.
   
41:36 K: Listening without sound. K: Mendengarkan tanpa bunyi.
You see the beauty of it? Anda lihat keindahan di dalamnya?
   
41:43 P: Yes, it is possible when P: Ya, itu mungkin
the mind itself is totally still. bila batin itu sendiri sungguh hening.
   
41:49 K: No, don't bring in K: Tidak, jangan masukkan
the mind for the moment. batin dahulu.
   
41:51 When the brain is quiet, Ketika otak hening,
absolutely quiet, benar-benar hening,
   
41:54 therefore there is no sound maka tak ada bunyi
made by the word. yang ditimbulkan kata-kata.
   
42:02 P: There is no sound P: Tidak ada bunyi
made by the word. yang ditimbulkan kata-kata.
   
42:05 K: Of course. k: Tentu.
That is real listening. Itu mendengarkan yang sesungguhnya.
   
42:10 The word has given me Kata-kata telah memberi saya
what you want to convey. Right? apa yang ingin Anda ungkapkan. Betul?
   
42:14 You want to tell me, Anda ingin memberitahu saya,
'I am going this afternoon.' "Saya akan berangkat siang ini."
   
42:18 I listen to that… Saya mendengarkan...
   
42:19 P: But the brain has not been P: Namun, otak belum aktif
active in listening. saat mendengarkan.
   
42:21 K: Yes. K: Ya.
   
42:24 And the brain, when active, Dan otak, saat aktif,
is noise, is sound. ada keriuhan, ada bunyi.
   
42:33 Let's go back to something Mari kita kembali ke hal yang lebih
more - we will include, -kita akan menyertakan,
   
42:36 come back to this sound kembali ke bahasan
business because bunyi ini karena
   
42:38 it is very interesting ini sangat menarik,
what is sound. apa itu bunyi.
   
42:44 Sound can only exist, Bunyi hanya ada,
pure sound can only exist bunyi murni hanya ada
   
42:49 when there is space and silence, ketika terdapat ruang dan keheningan.
otherwise it is just noise. Jika tidak, timbullah keriuhan.
   
43:07 So I would like to come back Jadi, saya ingin kembali
to the question: ke pertanyaan tadi:
   
43:15 all one's education, semua pendidikan seseorang,
all one's past experience semua pengalaman lampau
   
43:21 and knowledge dan pengetahuan
is a movement in becoming, adalah gerak proses-menjadi,
   
43:27 both inwardly, psychologically baik ke-dalam, secara psikologis,
as well as outwardly. maupun ke-luar.
   
43:35 Becoming is the accumulation Proses-menjadi
of memory. adalah akumulasi ingatan.
   
43:44 Right? Betul?
   
43:46 More and more and more memories, Lebih dan lebih dan lebih banyak ingatan,
which is called knowledge. yang disebut pengetahuan.
   
43:53 Right? Betul?
   
43:55 Now, as long as Kini, sepanjang gerak itu
that movement exists, masih ada,
   
44:02 there is fear ada rasa takut
of being nothing. akan menjadi-tiada.
   
44:10 But when one really sees Tapi, ketika seseorang sungguh
the insight of the fallacy, melihat wawasan
   
44:15 the illusion bahwa ada kepalsuan, ilusi
of becoming something, tentang menjadi sesuatu,
   
44:18 therefore that very perception, maka pencerapan itu,
that insight, to see wawasan itu,
   
44:22 there is nothing, this becoming melihat bahwa terdapat ketiadaan,
is endless time-thought bahwa proses-menjadi adalah waktu-pikiran
   
44:29 and conflict, there dan konflik tanpa akhir,
is an ending of that. terdapat pengakhiran di situ.
   
44:34 That is, the ending of the Yakni, pengakhiran gerak
movement which is the psyche, yang adalah nurani,
   
44:40 which is time-thought. yang adalah waktu-pikiran.
   
44:42 The ending of that Pengakhiran tersebut
is to be nothing. adalah menjadi-tiada.
   
44:50 Right? Betul?
   
44:53 Nothing then contains Maka, tiada itu
the whole universe. mencakup keseluruhan jagad raya.
   
44:59 Not my petty little fears and Bukan ketakutan remeh saya,
petty little anxieties and problems, bukan kecemasan dan masalah remeh saya,
   
45:07 and my sorrow with regard bukan kesedihan saya
to - you know - a dozen things. atas -Anda tahu- lusinan hal.
   
45:15 After all, Pupulji, Bagaimanapun, Pupulji,
nothing means ketiadaan bermakna
   
45:22 the entire world of compassion. seluruh dunia dengan welas asih.
Compassion is nothing. Welas asih adalah tiada.
   
45:33 And therefore that nothingness Dengan demikian, tiada itu
is supreme intelligence. adalah kecerdasan tertinggi.
   
45:38 That's all there is. Itu semualah
  yang ada.
   
45:43 I don't know Saya tak tahu apakah
if I am conveying this. saya menyampaikan ini.
   
45:46 So why are human beings Nah, mengapa manusia
- just ordinary, intelligent - -kebanyakan manusia, cerdas-
   
45:53 frightened of being nothing? takut akan menjadi-tiada?
   
46:01 If I see that I am really Jika saya melihat, sesungguhnya
a verbal illusion, saya adalah ilusi verbal,
   
46:09 that I am nothing bahwa saya bukan apa-apa,
but dead memories, that's a fact! hanya ingatan lampau, itu fakta!
   
46:19 But I don't like to think Namun, saya tak suka membayangkan,
I am just nothing but memories. saya tak lebih daripada ingatan lampau.
   
46:25 But the truth is Namun kebenarannya,
I am memories. saya adalah ingatan.
   
46:29 If I had no memory, either Jika saya tak punya ingatan,
I am in a state of amnesia, or antara saya berada dalam kondisi amnesia
   
46:36 I understand the whole movement atau saya telah memahami seluruh
of memory, which is time-thought, gerak ingatan, yakni waktu-pikiran,
   
46:41 and see the fact: as long as dan melihat fakta ini:
there is this movement selama gerak ini masih ada,
   
46:45 there must be endless pasti timbul konflik,
conflict, struggle, pain. pergulatan, kepedihan tanpa akhir.
   
46:51 And when there is Dan ketika timbul
an insight into that wawasan tentang hal itu,
   
46:55 nothing means ketiadaan bermakna
something entirely different. sesuatu yang sama sekali berbeda.
   
47:00 And that nothing Dan ketiadaan itu
is the present. adalah masa kini.
   
47:07 It is not Itu bukanlah
varying present, masa kini yang bervariasi,
   
47:12 it is not one day this, bukan suatu hari, yang ini;
and one day the next day. lalu esoknya, yang lain lagi.
   
47:18 Being nothing is: Menjadi-tiada
no time, adalah tanpa waktu,
   
47:22 therefore it is not ending one day maka itu bukanlah menutup satu hari
and beginning another day. lalu membuka hari lainnya.
   
47:32 You see, it is really Anda tahu, benar-
quite interesting benar menarik
   
47:34 if one goes into this problem, jika seseorang mendalami persoalan ini,
not theoretically but actually. bukan secara teoretis, namun nyata-nyata.
   
47:41 The astrophysicists are trying Ahli astrofisika berupaya
to understand the universe. memahami jagad raya.
   
47:48 They can only understand Mereka hanya paham
in terms of gases, and... tentang gas dan...,
   
47:53 but the immensity of it, namun bukan kebesaran jagad raya,
as part of this human being, sebagai bagian umat manusia,
   
48:05 not out there, here. bukan di luar sana,
  melainkan di sini.
   
48:12 Which means... There must be Ini berarti.. Pasti tak ada
no shadow of time and thought. bayang-bayang waktu dan pikiran.
   
48:23 Pupul, after all, Pupul, bagaimanapun,
that is real meditation, itulah meditasi sesungguhnya,
   
48:26 that's what 'shunya' means itulah makna "shunya"
in Sanskrit. dalam bahasa Sansekerta.
   
48:34 But we have interpreted it Namun, kita telah menafsirkannya
ten, hundred different ways, dengan puluhan, ratusan cara
   
48:37 commentaries, komentar berbeda,
about this and that, tentang ini-itu,
   
48:39 but the actual fact is namun fakta sebenar-benarnya ialah
we are nothing! Except words. kita adalah tiada! Kecuali kata-kata.
   
48:47 And opinions, judgements - Dan pendapat, penilaian
that's all petty affairs. -semua itu hal remeh
   
48:52 And therefore our life sehingga hidup kita pun
becomes petty. menjadi remeh.
   
49:03 So to grasp, to understand Artinya, menangkap, memahami
that in the zero bahwa dalam nol,
   
49:10 contains all the numbers. terkandung semua angka.
   
49:14 Right? So in nothing, Betul? Maka, dalam ketiadaan,
all the world seluruh dunia
   
49:18 - not the pain, etc... -bukan kepedihan dan sebagainya...
that's all so small. semua itu hanya hal kecil.
   
49:30 I know, it sounds... Saya tahu, ini terdengar...
when I am suffering Saat saya menderita,
   
49:33 that is the only thing hanya itulah
I have. yang ada pada saya.
   
49:39 Or when there is fear, Atau ketika rasa takut timbul,
that is the only thing. itulah satu-satunya yang ada.
   
49:43 But I don't see Namun, saya tidak melihatnya
it is such a petty little thing! sebagai hal kecil remeh!
   
49:59 So having listened to all this, Maka, setelah mendengarkan semua ini,
what is it you realise? apa yang Anda sadari?
   
50:15 If you could put it into words, Jika Anda bisa menuangkannya
Pupulji, it would be rather good. dalam kalimat, Pupulji, itu cukup bagus.
   
50:20 What is it that you, and those Apakah yang Anda
who are going to listen dan orang-orang yang akan mendengarkan
   
50:25 to all this - it may be semua perkataan ini
rubbish, it may be true - -bisa jadi sampah, bisa jadi kebenaran-
   
50:30 who are going to yang akan
listen to all this, mendengarkan semua ini,
   
50:32 what do they capture, realise, apa yang mereka
  tangkap, sadari,
   
50:36 see the immensity lihat dalam besarnya
of all this? semua ini?
   
50:59 P: It is really an ending of the P: Sesungguhnya ini adalah pengakhiran
psychological nature of the self, dari ciri-ciri psikologis "diri"
   
51:11 because that is becoming… karena proses-menjadi...
K: Wait a minute, Pupulji, K: Tunggu sebentar, Pupulji,
   
51:14 I have asked a question because saya mengajukan pertanyaan tadi
it is going to be very helpful karena akan sangat membantu kita
   
51:19 to all of us if you could, jika Anda bisa,
as you listen to all this, seraya mendengarkan,
   
51:25 what is your response, apa respons Anda,
what is your reaction, apa reaksi Anda,
   
51:28 what have you realised, apa yang Anda sadari, apa yang
what have you... say 'By Jove! membuat Anda... berujar, "Demi Tuhan!
   
51:32 I have got it, I have got Saya dapat, saya mendapatkan
the perfume of it'? keharumannya!"
   
51:37 P: Sir, it's very… P: Pak, ini sangat...
Don't ask me that question Jangan tanyakan itu pada saya
   
51:43 because anything I say karena apa pun jawaban saya
would sound… akan terdengar...
   
51:56 Because as you were speaking Karena seraya Anda bicara,
there was immensity. ada suatu kebesaran.
   
52:08 K: Yes. K: Ya.
   
52:11 Now wait a minute. Sekarang tunggu dulu.
There was that, I could feel it. Itu ada, saya dapat merasakannya.
   
52:17 There was the tension Ada tegangan
of that. yang ditimbulkannya.
   
52:20 But is it temporary, Namun, apakah itu sementara,
is it for the moment, apakah untuk saat ini,
   
52:25 for a second untuk sedetik
and it is gone? kemudian itu lenyap?
   
52:30 And then the whole business Kemudian semua
of remembering it, urusan mengingat itu,
   
52:33 capturing it, menangkap itu,
inviting it... mengundangnya...
   
52:35 P: Oh no, I think P: Oh tidak, saya pikir, seseorang
one has moved from there at least. telah beralih dari situ, paling tidak.
   
52:46 And another thing Dan hal berikutnya
one realises, yang disadari yaitu
   
52:52 the most difficult thing in the world hal tersulit di dunia adalah
is to be totally simple. menjadi sederhana sepenuhnya.
   
52:59 K: To be simple, K: Menjadi sederhana,
that's right. itu benar.
   
53:04 If one is really simple, Jika seseorang benar-benar sederhana,
from that, you can understand dari situ, Anda bisa memahami
   
53:09 the enormous kompleksitas yang sangat rumit
complexity of things. dalam suatu hal.
   
53:12 But we start Namun, kita mulai
with all the complexities dari segala kerumitan
   
53:14 and never see the simplicity. dan tak pernah
  melihat kesederhanaannya.
   
53:19 That's our training. Itulah latihan kita.
   
53:24 We have trained our brain Kita telah melatih otak
to see the complexity untuk melihat kerumitan
   
53:28 and then try to find dan berupaya mencari
an answer to the complexity. jawab atas kerumitan itu.
   
53:35 But we don't see Namun, kita tak melihat
the extraordinary simplicity of life betapa sederhananya kehidupan
   
53:44 - of facts, rather. -fakta, lebih tepat.
   
53:52 P: In the Indian tradition, P: Dalam tradisi India,
if I may move away a little... jika saya boleh bergeser sedikit...
   
53:55 K: I am glad. K: Dengan senang hati.
   
53:57 P: Out of sound were born all the P: Dari bunyi, timbullah segala elemen,
elements, all the Panchamahabhutas. semua Panchamahabhutas.
   
54:08 K: You see... K: Anda tahu...
   
54:12 P: The sound which reverberates P: Bunyi yang bergaung
and is yet not heard. namun tidak terdengar.
   
54:20 K: That's it, that's it. K: Itu dia,
  itu dia.
   
54:28 But after all, Pupulji, Bagaimanapun, Pupulji,
especially in the Indian tradition, khususnya dalam tradisi India,
   
54:36 from the Buddha to Nagarjuna, sejak Buddha hingga Nagarjuna,
and the ancient Hindus, dan masa Hindu kuno,
   
54:43 have said there is that telah disebutkan adanya
state of nothingness, tataran ketiadaan,
   
54:48 which, they said, you must yang di dalamnya, menurut mereka,
deny the whole thing. Anda harus mengingkari semua hal.
   
54:54 Nagarjuna says - he came to that Nagarjuna berkata -ia sampai
point, as far as I understand, pada titik itu, sejauh saya paham,
   
54:58 I may be mistaken, saya bisa keliru
what I have been told - tentang yang saya dengar ini-
   
55:03 that he denied everything, bahwa ia mengingkari segalanya,
every movement of the psyche. segala gerak nurani.
   
55:12 P: Every movement of the P: Segala gerak sel-sel otak
brain cells as becoming. dalam proses-menjadi.
   
55:17 K: Yes, yes. K: Ya, ya.
   
55:19 Now, it is there in the books, Nah, itu dikatakan dalam kitab
or it is there in tradition. atau termuat dalam tradisi.
   
55:27 Why haven't they Mengapa mereka
pursued that? tidak mengejar hal itu?
   
55:31 Even the most Bahkan yang paling cerdas
intelligent of them, dari antara mereka,
   
55:35 even the most religious devotee yang paling berbakti
- not to some structure -bukan pada struktur tertentu,
   
55:42 but to the feeling of the divine, melainkan perasaan-keilahian,
the sense of something sacred - rasa-yang-kudus-
   
55:52 why haven't they pursued, mengapa mereka tidak mengejarnya,
denying - not the world, pengingkaran -bukan atas dunia,
   
55:57 you can't deny the world. Anda tak bisa mengingkari dunia.
They have denied the world, Mereka telah mengingkari dunia
   
56:03 and made a mess dan membuat hidup
of their own lives! - mereka sendiri berantakan!-
   
56:08 but, the total negation melainkan meniadakan
of the 'me'. "si-aku" secara total.
   
56:16 P: Really, you know, renunciation P: Sungguh, menolak-yang-duniawi
- let me use that word - -izinkan saya gunakan kata ini-
   
56:24 is the negation of the 'me'. artinya meniadakan "si-aku".
   
56:29 K: Yes, but the 'me' exists still! K: Ya, tapi "si-aku" tetap ada!
I may renounce my house, Saya bisa mengingkari rumah saya,
   
56:38 I may get away from my Saya bisa lari
memories but - you follow? dari ingatan -Anda paham?
   
56:42 P: Basically the renunciation P: Pada dasarnya, penolakan-terhadap-
is never in the outer. yang-duniawi tidak pernah di-luar.
   
56:46 K: Inside. Which means what? K: Di-dalam. Yang artinya apa?
Don't be attached. Jangan melekat.
   
56:51 Even Bahkan pada
to your highest principle. keyakinan tertinggi Anda.
   
56:59 Don't be attached Jangan melekat
to your loin cloth. pada cawat Anda.
   
57:05 So I think what is happening is Jadi menurut saya, yang terjadi
that we are caught, adalah kita terperangkap
   
57:12 really caught in a net of words, sungguh terperangkap dalam jaring kata-
in theories, not in actuality. kata, dalam teori, bukan aktualitas.
   
57:20 I suffer, I must find a way Saya menderita, saya harus
to end that, temukan jalan untuk mengakhirinya,
   
57:26 not escape into some kind bukan melarikan diri
of silly illusions. ke semacam ilusi konyol.
   
57:31 Why have human beings not faced Mengapa umat manusia tidak juga
the fact and changed the fact? menghadapi fakta dan mengubah fakta?
   
57:40 You follow my question? Anda paham
  pertanyaan saya?
   
57:43 Is it because we are living Apakah karena kita hidup
with illusions of ideas, dalam ilusi tentang gagasan,
   
57:51 ideals and conclusions impian, kesimpulan,
and all that - unrealities? dan semua itu -angan-angan?
   
58:03 It is so obvious, Ini sangat jelas,
all this. semua ini.
   
58:04 P: We are living P: Kita hidup
with the history of mankind. dengan sejarah umat manusia.
   
58:08 That is the history of mankind. Itulah sejarah umat manusia.
K: That is the history of mankind. K: Itulah sejarah umat manusia.
   
58:11 And mankind is me. Dan umat manusia
  adalah saya.
   
58:14 And me is this Dan adalah ini
- endless misery. -derita tanpa akhir.
   
58:29 And so, if you want Bila Anda ingin mengakhiri
to end misery, end the 'me'. penderitaan, akhirilah "si-aku".
   
58:36 The ending of me Pengakhiran "si-aku"
is not an action of will. bukanlah tindakan keinginan.
   
58:41 The ending of me doesn't Pengakhiran "si-aku"
come about through fasting bukanlah hasil berpuasa
   
58:45 - you know all that -Anda tahu semua
childish business urusan kekanak-kanakan
   
58:47 that human beings yang telah dilalui
have gone through, umat manusia,
   
58:50 who have been yang disebut
called 'saints'. "orang kudus".
   
58:55 P: It is really the ending P: Sesungguhnya itu
of time, isn't it, sir? pengakhiran waktu bukan, Pak?
   
58:57 K: Yes, isn't it. K: Ya. Bukankah begitu?
   
59:00 The ending of time-thought. Pengakhiran waktu-pikiran.
   
59:02 That means to listen Ini berarti
without the sound, mendengarkan tanpa bunyi,
   
59:07 listen to the universe mendengarkan jagad raya
without a sound. tanpa bunyi apa pun.
   
59:32 We were talking Kami bercakap-cakap
the other day in New York, baru-baru ini di New York,
   
59:36 and there was a man, dan ada seorang pria,
a doctor seorang dokter
   
59:39 -I believe he was -saya yakin ia
very well known. sangat terkemuka.
   
59:45 He said, all these questions Ia bilang, semua
are all right, sir, pertanyaan ini benar, Pak;
   
59:47 but the fundamental issue namun persoalan paling
is whether the brain cells mendasar, apakah sel-sel otak
   
59:54 which have been yang telah
conditioned terkondisi
   
59:56 can really bring about bisa benar-benar melakukan
a mutation in themselves. mutasi pada dirinya sendiri?
   
1:00:01 Then the whole thing Maka, semuanya pun
is simple. menjadi sederhana.
   
1:00:06 I said it is possible Saya jawab, itu hanya dapat
only through insight terjadi melalui wawasan
   
1:00:13 and we went in, as we have dan kami mendalaminya,
gone into it now. seperti kita mendalaminya sekarang.
   
1:00:20 You see, nobody is willing Anda tahu, tak seorang pun
to listen to this in its entirety. mau mendengarkan ini hingga tuntas.
   
1:00:28 They listen partially, Mereka mendengarkan sebagian,
agree, in the sense menerima
   
1:00:33 go together up to a certain berjalan bersama hingga jarak
distance, and stop there. tertentu, lalu berhenti di situ.
   
1:00:43 If man really says, 'I must Jika manusia sungguh berkata,
have peace in the world, "Saya harus damai di dunia,
   
1:00:49 therefore I must live maka saya harus
peacefully' hidup dengan damai,"
   
1:00:52 then there is maka tercipta
peace in the world. kedamaian di dunia.
   
1:00:55 But he doesn't want Namun, ia tak mau
to live in peace, hidup dalam damai,
   
1:00:58 he does everything semua tindakannya
opposite to that: berlawanan dengan itu:
   
1:01:03 his ambition, his arrogance, ambisi, keangkuhan, ketakutannya
his silly petty fears and all that. yang remeh, dan semua itu.
   
1:01:15 So we have reduced Jadi, kita telah mereduksi
the vastness of all this keluasan semua ini
   
1:01:20 to some petty little reactions. menjadi reaksi-reaksi remeh.
Do you realise that, Pupul? Sadarkah Anda akan hal itu, Pupul?
   
1:01:29 And so we live Dan kita pun menghidupi
such petty lives. hidup yang remeh:
   
1:01:35 I mean, this applies Maksud saya, ini berlaku
from the highest to the lowest. dari yang teratas hingga terbawah.
   
1:02:04 P: What is sound to you, sir? P: Apa itu bunyi
  menurut Anda, Pak?
   
1:02:13 K: Sound is the tree. K: Bunyi adalah pohon.
   
1:02:24 Sound - wait a minute - Bunyi -tunggu sebentar-
take music, ambil contoh musik,
   
1:02:31 whether the pure entah nyanyian puji-
Indian chanting, pujian India yang murni,
   
1:02:38 Vedic chanting, nyanyian pujian Weda,
and the Gregorian chanting, dan nyanyian pujian Gregorian,
   
1:02:44 they are ketiganya saling
extraordinarily close together. berkait erat.
   
1:02:49 And one listens to all Dan seseorang mendengarkan
the songs of praise semua nyanyian pujian itu
   
1:02:54 - which are, you know -yang adalah,
what they are... Anda tahu apa itu...-
   
1:02:58 Then you listen Lalu Anda mendengarkan
to the sound of the waves, bunyi ombak,
   
1:03:05 the sound of strong wind bunyi angin kencang
among the trees, di sela pepohonan,
   
1:03:10 sound of a person whom you have bunyi orang yang telah tinggal
lived with for many years. bersama Anda bertahun-tahun.
   
1:03:18 You get used to all this. Anda menjadi terbiasa
  dengan itu semua.
   
1:03:24 But if you don't get used Namun, jika Anda tidak menjadi
to all this, terbiasa dengan itu semua,
   
1:03:30 then sound bunyi pun menjadi
has an extraordinary meaning. punya makna luar biasa.
   
1:03:41 Then you hear everything Maka, Anda mendengar
afresh. semuanya segar.
   
1:03:47 Say, for instance, Katakanlah, Anda memberitahu
you tell me time and thought saya, waktu dan pikiran
   
1:03:53 is the whole movement adalah seluruh gerak dalam
of man's life, therefore limited. hidup manusia, maka terbatas.
   
1:04:00 Now, you have communicated Nah, Anda telah menyampaikan
to me a simple fact, pada saya sebuah fakta sederhana,
   
1:04:08 and I listen to it. dan saya
  mendengarkannya.
   
1:04:10 I listen to it Saya mendengarkannya
without the sound of the word, tanpa bunyi kata-kata itu,
   
1:04:15 I have captured the significance, saya telah menangkap betapa
the depth of that statement. pentingnya, dalamnya pernyataan Anda.
   
1:04:24 And I can't lose it! Dan saya tak mungkin
  melupakannnya!
   
1:04:27 It isn't I have heard it now Itu bukanlah mendengar saat ini
and it is gone when I go outside. lalu melupakannya begitu saya keluar.
   
1:04:34 I have listened to it Saya telah mendengarkannya
in its entirety. dalam kepenuhannya.
   
1:04:39 That means the sound Artinya, bunyi telah menghantarkan
has conveyed the fact that it is so. fakta bahwa demikianlah adanya.
   
1:04:48 And what is so Dan yang demikian adanya
is absolute, always. adalah yang mutlak, selalu.
   
1:04:58 I believe, in the Saya yakin,
Hebraic tradition, dalam tradisi Ibrani,
   
1:05:04 only Jehovah, the nameless one, hanyalah Yahweh, yang-tak-bernama,
can say 'I am', yang bisa berkata "saya ada",
   
1:05:11 like 'Tatvamasi' and so on sebagaimana "Tatvamasi"
in Sanskrit. dan sebagainya dalam Sansekerta.
   
1:05:23 I think that's enough. Saya pikir,
  ini cukup.