Krishnamurti Subtitles

Apa yang akan memutuskan rantai dalam mana otak terperangkap?

Madras (Chennai) - 14 January 1981

Seminar 1



0:18 Achyut Patwardhan (AP): Tuan,
jika saya boleh memulai.
  
0:30 Telah terjadi degenerasi
yang meluas,
  
0:38 dapat diamati di seluruh dunia
di banyak negara,
  
0:43 tetapi khususnya di negara ini,
 
0:46 sepertinya kita sedang mendekati
suatu titik krisis
  
0:52 di mana kelangsungan hidup budaya
ini tampaknya dalam bahaya.
  
1:00 Tetapi pikiran reflektif telah
menyadari
  
1:07 bahwa meskipun ada banyak perhatian
yang diberikan
  
1:12 terhadap penyalahgunaan sumber daya
seperti polusi air dan polusi udara,
  
1:18 dan semua bentuk polusi lainnya,
 
1:22 mendasar pada ini adalah suatu
degenerasi tertentu
  
1:28 di sumber batin manusia,
 
1:30 di sumber otak manusia.
 
1:35 Apakah mungkin bagi kita untuk
menjelajahi,
  
1:39 apakah sumber degenerasi ini dapat
dilacak, dapat ditemukan,
  
2:01 dan suatu proses membersihkannya
ditemukan;
  
2:09 apakah ada atau ada suatu proses
regenerasi alternatif
  
2:15 yang mungkin dapat kita
ketemukan,
  
2:17 dalam mencoba menemukan sifat
dan tingkat proses yang luas ini,
  
2:26 yang tampaknya membawa seluruh
peradaban zaman kita berakhir.
  
2:35 Krishnamurti (K):Teruskan, Tuan, saya
akan masuk nanti, Anda lanjutkan.
  
2:53 Penanya (T): Jika saya boleh masuk
ke dalam pertanyaan
  
2:55 yang diangkat oleh Patwardhanji,
 
2:58 persoalan tentang degenerasi.
Sepertinya ada dimana-mana,
  
3:02 tetapi di sini tampaknya lebih dari
di mana pun.
  
3:07 Persoalan ini ditanyakan
tahun lalu
  
3:09 dan telah membuat cukup banyak
orang berpikir,
  
3:13 saya telah masuk ke dalam persoalan
ini dan saya ingin mengatakan,
  
3:19 sebelum kita masuk ke
dalam persoalan ini
  
3:21 sehubungan dengan budaya ini,
budaya India ini,
  
3:24 apakah kita mencintai.
 
3:28 Saya menanyakan hal yang
sangat penting ini,
  
3:32 karena ini mendasar bagi persoalan
yang telah diangkat sekarang.
  
3:38 Kata cinta sepertinya merupakan kata
yang langka dalam budaya kita.
  
3:44 Di Rig Veda, di Upanishad dan
bahkan di Gita,
  
3:50 tidak ada penyebutan kata cinta.
 
3:55 Sekarang, masuk ke
realitas antropologis, bahasa,
  
4:01 saya berbicara dalam dua bahasa,
Telugu dan Kannada.
  
4:07 Dalam dua bahasa ini,
 
4:08 dan menurut saya adalah benar untuk
sebagian besar bahasa India,
  
4:13 tidak ada kata tentang cinta.
 
4:20 Kami pinjam suatu kata,
kata Sansekerta,
  
4:24 dan kami tambahkan sufiks padanya
dan membuatnya menjadi sebuah kata.
  
4:31 Ini adalah benar untuk dua
bahasa yang saya tahu.
  
4:35 Misalnya,
kita mempunyai kata prema
  
4:37 dan kita pakai akhiran
'isu' atau 'madu',
  
4:42 yakni premisu atau premamadu,
yang berarti 'cinta melakukan'.
  
4:49 Begitulah cara Anda
menggunakan istilah itu.
  
4:51 Dan saya pikir,
bahkan dalam bahasa Hindi,
  
4:54 Saya pikir, orang yang tahu bahasa
itu seyogianya mengoreksi saya,
  
4:58 kata yang biasa kita temui,
bahkan di film adalah, prem karna,
  
5:04 mohabbat karna. Sekali lagi
kami menggunakan kata 'do',
  
5:12 kami pinjam kata itu dari Sansekerta,
'love', dan kami katakan, 'love do'.
  
5:16 Dan saya pikir itu suatu jenis keku-
rangan yang amat serius dengan kami.
  
5:20 Kami tahu ada
budaya-budaya tertentu,
  
5:22 di mana mereka tidak memiliki
kata berbohong.
  
5:25 Jika mereka begitu primitif, mungkin,
mereka begitu jujur,
  
5:28 sehingga mereka tidak merasa perlu
untuk berdusta, berbohong.
  
5:33 Dan kita juga tahu tahun lalu bahwa
di antara orang Eskimo,
  
5:36 mereka tidak punya kata persaingan.
Jadi jika kita, dalam budaya ini,
  
5:42 membutuhkan kata itu,
kata cinta,
  
5:46 bagaimana mungkin
kita tidak memiliki kata ini?
  
5:50 Apakah itu menunjukkan pada Anda
sesuatu yang serius amat mendasar,
  
5:54 suatu kekurangan yang sangat
besar dalam diri kita?
  
5:57 Saya ingin membahas ini.
 
5:58 AP: Saya pikir ini akan mengalihkan
diskusi ini sama sekali ke hal lain,
  
6:03 karena seluruh penyelidikan kita
harus difokuskan pada apa adanya.
  
6:12 Anda sendiri memulai dengan pernya-
taan bahwa kita tidak memiliki ini.
  
6:19 Ketika kita tidak memilikinya,
 
6:20 apa pun yang kita katakan tentang
itu, hanyalah spekulatif.
  
6:23 Jadi saya katakan,
sisihkan itu untuk saat ini
  
6:26 dan mari kita mulai dengan
di mana kita berada,
  
6:28 yaitu, bahwa kita menerima
fakta degenerasi,
  
6:32 dan jika kita tahu penyebabnya,
kita akan menyelesaikannya.
  
6:36 Jadi saya katakan,
kita tidak tahu penyebabnya.
  
6:40 Mungkinkah kita memulai penjelajahan
kita dengan batin yang berkata,
  
6:48 'Saya melihat fakta degenerasi,
 
6:50 saya tidak tahu penyebabnya,
saya bersedia untuk mengeksplorasi '?
  
6:59 Brij Khare (BK): Saya
pikir ini terlalu cepat bagi saya,
  
7:02 karena saat tukang kayu
memulai pekerjaannya di pagi hari,
  
7:06 dia mengasah pahatnya dan
memeriksa palunya,
  
7:11 dan saya bertanya-tanya apakah kita
bisa melakukan hal sama saat ini,
  
7:16 sebelum kita masuk ke konten
yang akan kita buat.
  
7:22 Apakah yang benar-benar alat kita,
yang tukang kayu punya?
  
7:29 Ini akan menjadi minat saya atau
seperti yang dikatakan Krishnaji
  
7:36 PJ: Apa yang Anda anggap
sebagai alat penyelidikan?
  
7:39 BK: Ya, ini yang ingin saya
cari tahu.
  
7:42 Secara pribadi,
saya pikir itu telah ditunjukkan,
  
7:45 bersama dengan observasi
dari masalah,
  
7:49 dan itu adalah otak manusia.
 
7:52 PJ: Tidak, alatnya. Artinya, apakah
otak adalah alat untuk mencari tahu?
  
8:01 PJ: Tidak, jika otak adalah alat
untuk mencari tahu,
  
8:04 dan penyelidikannya adalah ke
dalam pergerakan otak,
  
8:13 BK: Ini adalah ciri dari batin
atau otak manusia
  
8:17 untuk benar-benar menjadi
pengamat bagi dirinya sendiri.
  
8:23 AP: Saya mengerti maksud Anda.
 
8:26 Semua yang saya katakan adalah
bahwa saya membuka suatu peta,
  
8:29 dan lalu saya katakan, kita mulai
dari titik yang kita semua berbagi,
  
8:36 bahwa ada fakta ini,
Anda tidak dapat menjelaskannya,
  
8:41 fakta dari proses degenerasi
yang sangat cepat,
  
8:45 yang mungkin hampir mengancam
kelangsungan budaya ini.
  
8:49 Saya mulai dengan ini dan saya
berkata, apakah mungkin bagi kita,
  
8:53 tanpa hipotesis lain apa pun,
untuk menjelajahi
  
9:00 sedemikian rupa sehingga kita
dapat menemukan,
  
9:07 apakah mungkin untuk
membersihkan otak
  
9:11 dari sumber,
dari mana polusi ini dimulai.
  
9:15 PJ: Tapi dengan menggabungkan
dua pertanyaan ini,
  
9:18 apakah mungkin untuk
mengatakan,
  
9:21 apakah alat-alat yang tersedia
bagi kita memadai
  
9:30 untuk melihat bahkan polusi ini yang,
seperti yang kita bicarakan,
  
9:34 apakah mereka memadai untuk bahkan
masuk ke sifat pencemaran?
  
9:40 Jika mereka itu adalah esensi dari
pencemaran itu sendiri,
  
9:44 dapatkah
mereka menyelidiki polusi,
  
9:47 dan oleh karena itu
dapatkah kita menyelidiki
  
9:50 alat-alatnya?
Saya pikir itu adalah
  
9:51 BK: Ya, tepat sekali.
 
9:53 Tukang kayu harus memeriksa
 
9:54 jenis alat-alat apa yang dia miliki,
apa yang dia butuhkan,
  
9:58 dia harus memeriksa-pahat,
palu dan yang lain-lain.
  
10:02 Apa yang kita miliki hari ini,
pada saat ini,
  
10:04 untuk memeriksa dengan tepat
pertanyaan yang telah diajukan?
  
10:08 T:Saya pikir, apakah itu bahkan bukan
suatu pertanyaan yang lebih sulit,
  
10:15 yaitu, persoalan tentang
alat-alat itu sendiri,
  
10:18 apakah seseorang dapat memungut
sesuatu yang dapat kita lihat,
  
10:23 seperti membuka peta, dan pergi ke
area di mana kita melihat kekacauan,
  
10:30 dan kemudian bertanya
apa yang mengalir dari itu,
  
10:36 dan melihat apa penyebabnya
dan sebagainya.
  
10:39 Tapi ada satu hal-
 
10:41 Saya sedang memikirkan tentang
persoalan degenerasi itu sendiri,
  
10:45 entah bagaimana, tampaknya menandakan
semacam skala waktu.
  
10:53 Misalnya, seseorang dapat melihat
fakta yang sama
  
10:56 dan mengatakan bahwa itu
bukanlah degenerasi,
  
10:59 tetapi ini adalah suatu proses
evolusi atau semacamnya,
  
11:02 jelas ada kekacauan,
 
11:04 mungkin, ada kekacauan, ya,
tapi degenerasi
  
11:10 B K: Maaf, tetapi Anda telah
menjauh dari pemeriksaan alat.
  
11:14 Anda sedang berbicara
tentang pembuatannya.
  
11:16 T:Saya tahu tapi saya bertanya-tanya
apakah pemeriksaan alat itu saja
  
11:24 tidak membawa kita kemana-mana.
 
11:26 PJ: Menurut saya kedua pertanyaan
itu bukannya tidak saling terkait.
  
11:29 T: Benar, tidak.
 
11:31 G. Narayan (GN):
Dan berbicara tentang alat,
  
11:32 Saya pikir bahasa adalah alat
yang sangat penting.
  
11:34 AP:Saya tidak ingin membawa masalah
apa pun yang merugikan penyelidikan.
  
11:42 Itulah mengapa saya tidak mengajukan
pertanyaan tentang alat atau apa pun,
  
11:45 tetapi saya katakan,
saya temukan
  
11:47 bahwa alat tidak memadai.
Saya kesampingkan.
  
11:50 Sunanda Patwardhan (SP): Tapi sebelum
Anda melakukan itu, dia berkata,
  
11:52 'Apakah alat penyelidikan dan
apa yang kita selidiki?'
  
11:55 AP: Saya akan mengatakan bahwa
saya hanya bisa membuka peta,
  
11:59 bahwa ada proses degenerasi
yang sangat cepat ini,
  
12:04 yang mengancam kelangsungan
hidup.
  
12:07 Sekarang,
bagaimana kita memahaminya?
  
12:11 BK: Misalkan saya tidak setuju
dengan pengamatan Anda.
  
12:13 AP: Anda tidak setuju bahwa
ada degenerasi?
  
12:15 BK: Seandainya ya, maka
pertanyaannya
  
12:17 K:Anda tidak bisa menduga, Tuan,
 
12:19 atau Anda katakan tidak ada
degenerasi, bukan menduga.
  
12:25 AP: Kalau Anda katakan tidak
ada degenerasi,
  
12:27 masalah ini sepenuhnya adalah
imajiner, itu satu posisi,
  
12:31 yang amat bisa diperdebatkan,
tapi saya merasa bahwa
  
12:35 PJ: Tapi Achyutji, Anda harus
melihat poin Dr Khare ini.
  
12:38 Ada validitas tertentu dalam
hal itu,
  
12:41 artinya, kami menyatakan bahwa
ada keadaan degenerasi,
  
12:45 Anda menyatakan bahwa
ada keadaan degenerasi,
  
12:48 baik di luar maupun di dalam;
 
12:50 bahwa itu adalah bagian
dari kondisi manusia saat ini,
  
12:55 yang dirinya sendiri
mempercepat proses degeneratif
  
13:03 dan karenanya, degenerasi berada di
depan pintu kita dan di dalam orang.
  
13:07 Dia berkata dengan apa kita
akan menyelidiki ini,
  
13:12 karena kecuali jika Anda bertanya
pada diri sendiri,
  
13:15 dengan apa Anda akan
menyelidiki,
  
13:17 Anda akan terus berputar di dalam
lingkaran degenerasi.
  
13:22 Jadi pertanyaannya tidak salah.
 
13:27 AP: Seperti yang saya lihat, manusia
meneruskan proses kemajuan teknologi,
  
13:37 yang sedang menghimpun momentum
dan dia terjebak dalam proses itu,
  
13:43 sehingga di satu sisi dia tampak
benar-benar maju,
  
13:50 tapi pada intinya,
intinya membusuk,
  
13:55 dan kerusakan pada intinya ini
adalah penyebab semua konflik,
  
14:01 semua kebingungan, semua disintegrasi
masyarakat yang kita saksikan,
  
14:07 dan saya katakan, apakah
mungkin untuk tidak diliput,
  
14:11 tidak terjebak dalam ilusi,
 
14:14 oleh karena manusia telah pergi
ke Saturnus, dll.,
  
14:17 atau mengirim satelit ke
Saturnus,
  
14:20 untuk tidak terjebak dalam
gerakan palsu
  
14:24 yang tampaknya sedang maju
berkembang,
  
14:28 tetapi untuk datang ke sumbernya,
 
14:29 yaitu bahwa pada akarnya ada
sesuatu yang sekarat,
  
14:33 dan itu adalah sesuatu yang penting,
yang memberi makna.
  
14:36 Saat kita memulai
penyelidikan ini,
  
14:39 saya ingin memulainya
dengan asumsi yang minimal,
  
14:42 pra-anggapan yang minimal dan
alat-alatnya akan menampakkan diri.
  
14:47 Tidak ada alat yang dilarang.
 
14:50 T: Tidakkah menurut Anda
ini adalah
  
14:52 S. Rinpoche (SR): Apakah maksud
sebenarnya dari regenerasi?
  
15:03 Itu tidak terlalu jelas
bagi saya.
  
15:07 AP: Apakah maksud dari
degenerasi?
  
15:10 SR: Kami berbicara tentang
regenerasi,
  
15:13 kita berbicara tentang regenerasi ha-
nya sebagai suatu proses perubahan,
  
15:17 bahwa semua ini ada,
yang dapat kita sebut regenerasi,
  
15:23 atau kita bisa menyebutnya
evolusi.
  
15:25 Dan juga kita berbicara tentang
alat-alat penyelidikan.
  
15:32 Jika kita terjebak di dalam
 
15:35 diferensiasi dari
alat-alat penyelidikan
  
15:39 dan degenerasi
sebagai hal yang terpisah,
  
15:43 maka kita mungkin tidak sampai
pada kesimpulan apapun.
  
15:48 K: Benar sekali.
 
15:50 SR: Jadi menurut saya kita harus
mendekati persoalan itu
  
15:57 dengan penjuru dan
sudut pandang yang berbeda.
  
16:03 K: Bolehkah saya juga menyela?
 
16:08 Saya pikir kita telah lebih atau
kurang, kita semua telah setuju,
  
16:12 ada kemerosotan, ada korupsi secara
moral, secara intelektual
  
16:20 dan juga hampir secara fisik.
 
16:23 Ada kekacauan, kebingungan; perang
membawa kesengsaraan, keputusasaan,
  
16:36 di mana berpikir adalah penuh
dengan kesedihan.
  
16:40 Sekarang, apakah kita dekati kondisi
sekarang ini sebagai seorang Kristen,
  
16:51 atau sebagai seorang Budhis atau
sebagai seorang Hindu,
  
16:54 Vedantis, Islam,
dan seterusnya,
  
16:57 atau apakah kita mendekati masalah
ini tanpa mengambil sikap apa pun,
  
17:07 tanpa mengambil posisi apapun
seperti seorang komunis,
  
17:12 yang pergi
ke suatu titik tertentu,
  
17:15 dia setuju bahwa kesedihan,
adalah beban umat manusia,
  
17:21 tetapi dia mengatakan,
untuk mengubah kesedihan itu,
  
17:24 Anda harus memperbaiki
masyarakat.
  
17:29 Jadi jika kita bisa mengesampingkan
- saya sekadar,
  
17:30 saya dengan hormat
menyarankan ini,
  
17:34 jika kita bisa kesampingkan semua
tempat pijakan kita, posisi kita,
  
17:39 lalu mungkin kita bisa melihat
masalahnya dengan jelas.
  
17:43 Masalahnya cukup sederhana.
 
17:47 Pengetahuan,
baik dalam dunia teknologi
  
17:52 atau pengetahuan di
dunia psikologis,
  
17:56 pengetahuan yang diturunkan,
 
17:59 kedua-duanya,
secara ilmiah di dunia teknologi
  
18:04 dan pengetahuan yang diturunkan
melalui tradisi, buku dan sebagainya,
  
18:09 mungkin, pengetahuan mungkin
adalah akar dari semua ini.
  
18:14 Saya mengusulkan ini,
 
18:16 tolong diskusikan ini.
Saya tidak sedang menentukan,
  
18:22 pembicara tidak memiliki
posisi,
  
18:25 dia tidak mengambil posisi apapun,
sebagai orang Hindu, Budhis, Kristen,
  
18:30 atau apa pun lainnya, komunis,
sosialis dan lain-lain.
  
18:35 Orang melihat kekacauan ini
di seluruh dunia:
  
18:39 salah urus di bidang ekonomi,
sosial, di tingkat pemerintah,
  
18:46 di tingkat yang paling miskin dan
paling rendah,
  
18:49 ada kebingungan dan
keputusasaan luar biasa,
  
18:52 ketidakpastian.
 
18:54 Benar, Tuan? Nah, itulah masalahnya.
Bagaimana kita mendekatinya?
  
19:01 Benar,
Achyutji, bolehkah saya...?
  
19:02 AP: Ya Tuan, itu sebabnya saya tidak
mau mengajukan masalah lain
  
19:08 tentang alat mana yang harus kita gu-
nakan, yang mana harus kita tolak,
  
19:13 saya mengatakan semua ini akan
terungkap dengan sendirinya
  
19:15 dalam proses penyelidikan yang
sedang berlangsung,
  
19:19 jika penyelidikannya ditopang oleh
semangat kritis dan skeptis,
  
19:24 yang cukup jelas bahwa
saya tidak punya
  
19:28 jawaban apa pun untuk
kemerosotan ini dengan diri saya.
  
19:33 Jika saya punya,
 
19:35 jika saya membayangkan,
 
19:36 bahwa saya telah membaca Vedanta
dan jawabannya ada di sini,
  
19:39 atau jika saya membayangkan
bahwa saya memiliki Marxisme
  
19:42 dan ada jawabannya di sini,
 
19:44 dan hanya ada beberapa modifikasi
yang diperlukan,
  
19:48 dan sesuatu itu
 
19:51 kita membutuhkan kebangkitan di mana
beberapa kayu mati harus dipotong,
  
19:54 itu berarti kita mulai dengan
semacam pengondisian,
  
20:03 yang seseorang bersedia untuk diubah
di bawah tekanan penyelidikan.
  
20:08 Posisi ini, saya rasa, akan
merusak penyelidikan kita.
  
20:14 Karena itu saya tidak ingin mengata-
kan apapun yang melebihi daripada
  
20:18 menyatakan,
bahwa masalahnya didasarkan
  
20:20 pada suatu fakta,
fakta yang dapat diamati,
  
20:23 dan selama proses penyelidikan,
 
20:26 batasan setiap alat akan
menampakkan dirinya.
  
20:29 PJ: Tapi Krishnaji telah membawa
sesuatu yang amat-
  
20:38 suatu pernyataan, suatu
unsur ke dalam penyelidikan ini,
  
20:40 yang telah Anda lakukan,
 
20:45 yang menuntut banyak
pemeriksaan,
  
20:50 yakni, pengetahuan itu sendiri,
pengetahuan teknologi, keterampilan
  
20:59 -lihat implikasi dari itu-
pengetahuan teknologi, keterampilan,
  
21:04 semua itu yang telah diperoleh
otak manusia selama ribuan tahun,
  
21:11 itu sendiri adalah sumber
degenerasi/kemerosotan.
  
21:22 Pertama-tama saya harus
menerima tantangan itu.
  
21:26 Dia telah memberikan tantangan
pada situasi tersebut.
  
21:29 Dan bagaimana saya menanggapi
tantangan itu?
  
21:34 K: Tantangan itu mungkin
sama sekali salah.
  
21:36 PJ: Tidak,
saya harus tanggapi itu,
  
21:38 Entah saya harus menemukan
kebenarannya atau...
  
21:45 BK: Saya tetap bilang bahwa kita
mungkin secara anatomis, biologis,
  
21:54 secara fisiologis tidak memadai
untuk menghadapi situasi:
  
21:58 sosial, ekonomi, politik, dan
kita tidak punya -
  
22:03 saya takut untuk menggunakan kata-
alat-alat yang sesuai,
  
22:07 karena jelas kita telah menciptakan
raksasa di seluruh dunia,
  
22:12 tidak hanya di India,
 
22:14 tapi polusi di Madras
tidak seburuk di Los Angles.
  
22:19 Itu lebih membunuh daripada
polusi (di s-)ini.
  
22:23 Apa yang saya sarankan,
mungkin, adalah,
  
22:25 jika kita sungguh dapat melihat jika
ada akar penyebab dari semua ini.
  
22:32 K: Itu yang kita sedang tanyakan
pada diri kita , Tuan.
  
22:37 Apakah akar penyebabnya?
 
22:44 AP: Saya setuju dengan apa yang
dia katakan sekarang.
  
22:47 K: Yakni, apa akar penyebabnya?
 
22:49 Mari kita pegang itu untuk
saat ini.
  
22:50 Tidak melibatkan kata-kata seperti
alat-alat dan lainnya.
  
22:53 BK: Baiklah, akar masalah.
 
22:55 K: Dan apa akar masalahnya.
Penyebab utama.
  
22:59 Kita tidak memeriksa gejalanya.
 
23:01 BK: Tidak.
 
23:02 K: Kita semua tahu gejala-gejalanya.
Bisakah kita mencari tahu,
  
23:10 melalui penyelidikan skeptis,
apa akar dari semua ini.
  
23:20 SR: Pengaruh pengetahuan
pada batin kita,
  
23:25 atau di otak kita,
perlu untuk diperiksa saya kira.
  
23:29 K: Ya Tuan.
 
23:31 SR: Dan kemudian akar
penyebabnya, mungkin,
  
23:35 dari suatu tempat bisa
ditemukan.
  
23:42 Pendekatan kita, pertimbangan
kita tentang pengetahuan,
  
23:49 perolehan pengetahuan,
 
23:52 berada di bawah kondisi
pengetahuan dan tradisi.
  
24:00 Kita telah menempatkan
batin kita jauh dari realitas
  
24:10 dan apa pengaruh pengetahuan
pada batin kita,
  
24:17 mungkin bisa dibahas
lebih jelas.
  
24:22 K: Tuan, bisakah kita berdiskusi,
jika saya boleh menyarankan,
  
24:26 apa yang kita maksud dengan
kata pengetahuan itu?
  
24:31 K: Tuan, saya mohon maaf,
maaf, maaf.
  
24:33 Jagannath Upadhyaya (JU):
Sekarang akan
  
24:39 berbicara dalam bahasa Hindi
- 1 men 40 dtk
  
24:44 Upaya penerjemahan oleh AP mengikuti ..
 
26:26 AP (menerjemahkan) Ada dua poin dari
mana kita melihat masalah ini.
  
26:37 Yang satu adalah individu dan
yang lainnya adalah masyarakat.
  
26:42 Masalah muncul dalam diri individu
dan masalah muncul dalam masyarakat,
  
26:50 dan mereka berhadapan dengan
individu.
  
26:53 Individu dalam dirinya sebagian meru-
pakan entitas dalam dirinya sendiri,
  
27:01 tetapi sebagian besar dia adalah
produk masyarakat. Jadi
  
27:10 JU: (Dalam bahasa Hindi)-
 
27:20 PJ: Saya kira Kapila ingin
menerjemahkannya.
  
27:23 K: Saya tidak mengerti
 
27:25 PJ:Saya pikir mereka berdua tahu
bahasa Hindi dengan sangat baik
  
27:33 Kapila Vatsyayan (KV): Apa yang
Jagannath Upadhyayaji telah katakan,
  
27:36 adalah kita harus memulai
penyelidikan ini dari dua poin:
  
27:41 satu,
individu dan masyarakat.
  
27:44 Individu memiliki satu dimensi yang
merupakan dimensi hakiki
  
27:48 dan di sana, dia bebas
-kata yang dia gunakan.
  
27:54 Pada saat yang sama ada
dimensi lain dari individu,
  
28:00 yang selalu berinteraksi
dengan masyarakat.
  
28:06 Dan untuk memeriksa persoalan,
oleh karena itu,
  
28:11 dia ingin menarik
perhatian kita ke
  
28:15 masalah-masalah individu
dan masyarakat
  
28:18 pertama-tama secara terpisah,
 
28:21 kemudian individu dalam hubungannya
dengan dirinya pada satu tingkat,
  
28:25 individu dalam hubungannya
dengan masyarakat pada tingkat lain,
  
28:29 dan hubungan dari proses-proses itu
dalam masyarakat. Demikian.
  
28:40 JU:
(Hindi - selama 1 mnt 24 dtk).
  
30:05 KV: Dia berharap kita tidak
mundur ke masa kuno,
  
30:08 tetapi membatasi dirinya pada
 
30:10 tiga atau empat ratus tahun
terakhir dari
  
30:14 peradaban, dan masalah-masalah
yang muncul dalam peradaban
  
30:18 selama tiga,
empat ratus tahun terakhir.
  
30:23 Dan dia percaya jika kita
melakukan itu,
  
30:29 mungkin kita dapat mengidentifikasi
penyebab-penyebabnya,
  
30:36 dan dalam hal ini dia ingin menekan-
kan bahwa adalah sifat alami hubungan
  
30:46 antara individu dan masyarakat,
 
30:50 dan saat-saat apa ketika individu
memperoleh kedudukan lebih penting
  
30:56 dan saat-saat apa ketika masyarakat
menjadi lebih penting.
  
31:01 Dan apa sifat dari hubungan
itu satu dengan yang lain,
  
31:09 dan di mana
keseimbangan terganggu.
  
31:13 Sebelumnya dia telah membuat
satu pernyataan lain,
  
31:15 yang mungkin terkait dengan apa
yang dia katakan sekarang,
  
31:17 dan itu adalah transmisi dari apakah
itu pengetahuan atau pengalaman,
  
31:24 itu juga harus dilihat dalam kaitan
dengan dua poin yang telah dia buat.
  
31:30 K: Bolehkah saya? Saya mempertanyakan
apakah individu betul ada.
  
31:39 Saya mempertanyakan-ketika saya
mengatakan saya mempertanyakan
  
31:42 saya tidak menegaskan
apa pun-
  
31:46 saya mempertanyakan apakah masyarakat
bukanlah suatu abstraksi.
  
31:58 Apa yang aktual adalah
hubungan manusia,
  
32:03 hubungan satu dengan yang lain.
 
32:07 Anda bisa menyebut itu
masyarakat-relasi,
  
32:11 tapi kenyataannya adalah
hubungan antara dia
  
32:15 dan yang lainnya,
intim atau sebaliknya.
  
32:19 Sekarang, mari kita mulai mencari
tahu apakah kita ini individu,
  
32:26 atau kita terprogram untuk berpikir
bahwa kita adalah individu-individu,
  
32:32 yang telah didorong oleh
semua agama:
  
32:36 jiwa menurut orang Kristen
dan seterusnya.
  
32:42 Saya bertanya
dengan sangat dalam
  
32:47 apakah konsep individu itu
adalah aktual.
  
32:53 Anda mungkin berpikir
Anda adalah seorang individu
  
32:57 dan Anda bertindak
sebagai seorang individu
  
33:01 dan semua masalah yang timbul
dari konsep sebagai individu itu,
  
33:08 dan kemudian Anda mengajukan pertan-
yaan, masyarakat dan hubungan.
  
33:17 Tetapi masyarakat boleh jadi
merupakan suatu abstraksi total.
  
33:22 Yang nyata, aktual, adalah
hubungan antara dua manusia,
  
33:27 yang menciptakan seluruh
masyarakat yang mengerikan.
  
33:34 T: Apakah kata individu ini...
 
33:36 K: Sebentar... Saya tidak tahu...
Anda terjemahkan pada dia.
  
33:40 AP: Tidak, dia mengerti bahasa Ing-
gris Tuan, dia hanya tidak berbicara.
  
33:43 K: Maafkan saya jika saya...
 
33:44 KV: Tidak,
saya pikir tidak apa-apa.
  
33:47 Tuan Upadhyayaji,
apakah Anda ingin mengatakan sesuatu?
  
33:53 Radha Burnier (RB):
Anda lalu menyiratkan
  
33:56 bahwa semua hubungan rusak,
 
33:58 karena, untuk setiap individu,
hubungan adalah antara
  
34:03 apa yang dia anggap sebagai dirinya
adalah sebagai individu dan...
  
34:07 K: Itu adalah intinya.
 
34:09 KV: Dan yang lainnya adalah
dari orang lain.
  
34:10 K: Tentu saja, itu intinya.
 
34:12 RB: Jadi tidak ada hubungan
yang tidak rusak.
  
34:15 K: Itu seluruh inti saya.
 
34:18 SR: Itu adalah hal yang sebenarnya,
yang kita semua harus coba pahami.
  
34:31 JU: (Hindi).
 
34:47 KV: Jika boleh Tuan, seizin
Bapak. (.. Hindi - 1 mnt 27 dtk)
  
36:16 JU: (Hindi selama 1 mnt 15 dtk).
 
37:32 KV: Tuan, yang dia ajukan adalah
individu itu tidak ada.
  
37:40 SP: Itu adalah suatu ilusi.
 
37:43 K: Dia setuju dengan apa
yang saya katakan?
  
37:45 KV: Ya setuju .. tapi dia bilang ada
khayalan(delusi) bahwa dia...
  
37:51 ...dan bahwa ada dua tingkat khayalan
yang sedang dikerjakan seseorang.
  
37:56 K: Aha, ha, ha.
 
37:57 PJ: Begini, kalau saya memahaminya,
dia bilang, individual itu tiada,
  
38:05 tapi dia menipu dirinya sendiri
bahwa dia adalah individu.
  
38:07 K:
Ah, tapi itu yang saya katakan.
  
38:09 PJ: Masyarakat tiada, tapi ada
khayalan bahwa masyarakat ada.
  
38:16 Sekarang,
sementara dua delusi ini,
  
38:19 keberadaan individu dan
keberadaan masyarakat itu ada,
  
38:25 konflik antara keduanya juga
harus diselesaikan.
  
38:32 K: Ah, ah, ah...
 
38:34 PJ: Apakah saya benar?
 
38:35 Sunanda Patwardhan (SP):
Anda benar.
  
38:36 K: Apakah itu benar?
 
38:38 SP: Benar.
 
38:39 G. Narayan (GN):
Apakah saya mengerti,
  
38:41 bahwa meskipun individu adalah ilusi
dan masyarakat adalah ilusi,
  
38:49 kita telah mewujudkannya menjadi
suatu realitas
  
38:51 dan semua efek dari itu
adalah fakta, apakah itu yang...?
  
38:55 SP: Ya benar itu, yakni...
 
38:56 PJ:...menipu diri kita sendiri dan
karenanya itu adalah hal yang nyata.
  
38:59 GN: Itu adalah hal yang nyata,
meskipun,
  
39:01 dari apresiasi yang lebih realistis
atau lebih dalam, itu adalah ilusi,
  
39:07 tetapi karena kita berada di
dalamnya dan itu nyata bagi kita,
  
39:10 semua efeknya ada di sana.
 
39:13 K:Apakah lalu Anda mengatakan, semua
ini, otak saya yang telah diprogram
  
39:22 -individu, masyarakat, dan hak
individu, kebebasan individu,
  
39:26 ekspresi individu,
pemenuhan individu,
  
39:30 dan masyarakat berhadapan dengan
individu, komunitas, semua konflik-
  
39:34 apakah Anda mengakui bahwa
otak telah diprogram?
  
39:38 Jangan sebut itu ilusi...
 
39:41 GN: Diprogram, ya.
 
39:42 SP: Benar begitu.
 
39:44 GN: Sudah diprogram, yaitu...
 
39:45 K: Sekarang tunggu sebentar,
saya belum selesai.
  
39:47 Diprogram untuk berpikir
seperti ini.
  
39:50 GN: Ya.
 
39:52 K: Oleh karena itu,
ini bukan ilusi.
  
39:54 GN: Tidak, programnya nyata.
 
39:55 K: Program adalah ilusi,
bukan hasilnya.
  
40:02 AP: Ini yang paling penting, Tuan,
ini yang paling vital.
  
40:05 K: Apa itu? Saya sudah lupa.
 
40:06 AP: Untuk mengatakan bahwa
individu adalah ilusi,
  
40:10 atau untuk mengatakan bahwa
masyarakat adalah ilusi
  
40:13 adalah mengatakan bahwa kita telah
menciptakan masalah imajiner,
  
40:17 yang kita diskusikan secara
spekulatif.
  
40:20 Sebenarnya kita sedang mendiskusikan
situasi manusia yang sebenarnya,
  
40:24 kondisi manusia.
 
40:25 Kondisi manusia adalah fakta,
kondisi manusia adalah,
  
40:29 bahwa dia merosot, bahwa dia tidak
bahagia dan menderita, dalam konflik,
  
40:35 dan pada titik menghancurkan
dirinya sendiri.
  
40:37 Fakta ini tidak bisa
disangkal.
  
40:39 K. Anda salah menangkap
maksud saya, Achyutji,
  
40:41 Anda tidak menangkap
maksud saya.
  
40:42 AP: Tidak, Krishnaji mengatakan
sesuatu yang sangat penting.
  
40:44 Kepada kaum tradisionalis dia berkata
dan kepada kaum Marxis dia berkata...
  
40:48 PJ: Pada saya dia bilang...
bukan ke tradisionalis.
  
40:51 AP: Tidak, saya menggunakan
kata-kata ini,
  
40:54 karena dia telah membawa kata,
diprogram...
  
40:56 ...yang menurut saya adalah kata
yang tepat sekali.
  
40:59 PJ: Tapi Achyutji, tolong
lihat ini.
  
41:02 Dia mengatakan jangan
menyebutnya ilusi,
  
41:10 itu bukan ilusi dalam
pengertian itu.
  
41:13 Otak belum menciptakannya.
 
41:16 Otak itu sendiri adalah itu, karena
telah diprogram untuk menjadi itu.
  
41:25 K: Maukah Anda mengulangi apa
yang telah saya katakan?
  
41:34 Saya lupa apa yang dia katakan,
maukah Anda mengulanginya?
  
41:37 RB: Sangat sederhana,
Anda bilang itu bukan ilusi,
  
41:39 itu hanya pemrograman.
 
41:41 K: Pemrograman, ya. Mengapa
Anda menyebutnya ilusi?
  
41:47 Jika Anda menyebutnya ilusi maka
programnya adalah ilusi.
  
41:53 Jadi jika Anda mengakui
memprogram otak adalah ilusi,
  
41:57 Anda menghapus semuanya.
 
42:04 Saya tidak tahu apakah Anda...
Bisakah Anda jelaskan?
  
42:06 KV: Sekarang, kata
pemrograman ini adalah penting.
  
42:13 KV: (Hindi).
 
43:17 K: Itu kata yang tepat.
Itu benar.
  
43:19 Komputer diprogram dan
kita diprogram.
  
43:22 KV: Kita diprogram,
itulah yang saya katakan...
  
43:24 AP: (Hindi).
 
43:33 JU: (Hindi).
 
43:42 K: Apa intinya?
 
43:45 SP: Dia ingin mengatakan
sesuatu sekarang.
  
43:51 JU: (Hindi).
 
44:17 (Berbagai orang berbicara
bahasa Hindi).
  
44:48 PJ: Dia bilang kalau saya
tinggalkan itu...
  
44:51 ...Jika saya menghapusnya,
lalu hubungan itu apa?
  
44:56 K: Ah, itu yang pertama,
bukan jika,
  
45:01 bukan kapan dan jika dan semua frasa
bersyarat yang Anda gunakan,
  
45:06 tetapi apakah kita benar-benar
mewaspadai,
  
45:09 apakah kita benar-benar
melihat faktanya,
  
45:13 bukan teori dari fakta,
tapi fakta sebenarnya,
  
45:19 bahwa kita bukan individu.
 
45:22 JU: (Hindi selama 3 mnt 21 dtk)
 
48:45 SR: Pengajuan saya yang paling
mendasar masih tetap di sini.
  
48:53 Maksud saya adalah setiap kali kita
berbicara tentang suatu hubungan
  
49:00 kita selalu menerima begitu saja
adanya dua poin,
  
49:11 di antara mana kita
berbicara tentang hubungan.
  
49:15 Jadi pengajuan saya adalah
sebelum memeriksa hubungan,
  
49:19 kita harus memeriksa
kedua poin tersebut.
  
49:23 Meninggalkan dua poin tersebut,
berbicara tentang hubungan,
  
49:27 maka keseluruhan proses
menjadi semacam akademis,
  
49:32 dan ini menjadi lebih rumit.
Jadi kita harus kembali ke intinya.
  
49:40 PJ: Begini Tuan, seperti yang saya
pahami, Jagannath Upadhyayaji berkata
  
49:42 -lalu ini adalah tindak lanjut
dari itu-
  
49:46 bahwa Anda telah mengatakan
bahwa
  
49:52 si diri, aktifitas yang berpusat
pada si diri,
  
49:56 si individu, telah-dia menjelaskannya
sedikit lebih banyak--
  
50:02 harus dinegasikan pada
setiap titik, dihapus.
  
50:08 Oleh karenanya,
itu telah ditampilkan.
  
50:11 Tetapi ketika kita mengamati, entah
yang di-luar atau yang di-dalam
  
50:18 -yang di-luar terkadang mendominasi,
terkadang yang di-dalam mendominasi-
  
50:23 tetapi interaksi antara
yang di-luar dan yang di-dalam,
  
50:27 yaitu, interaksi antara keduanya
 
50:33 interaksi antara keduanya
selalu terlihat.
  
50:41 Selalu ada interaksi di
antara keduanya.
  
50:45 Anda bisa menyebutnya
individu dan masyarakat,
  
50:48 Anda bisa memberinya
nama apa pun,
  
50:50 tetapi ada interaksi di
antara keduanya.
  
50:53 K: Saya mempertanyakan itu.
 
50:54 PJ: Ini intinya.
 
50:57 Oleh karena itu jika Anda
mengatakan tiadakan individu
  
51:00 dan hanya berbicara tentang
hubungan,
  
51:05 seperti yang dikatakan
Rinpocheji,
  
51:07 Anda tidak dapat melakukannya,
 
51:08 karena Anda harus memeriksa
ke dua poin tersebut.
  
51:10 K: Ya, benar, itu benar.
 
51:14 Ya Tuan. Saya bukan
satu-satunya pembicara di sini.
  
51:17 BK: Saya punya pertanyaan dari
Upadhyayaji:
  
51:19 apakah individu yang Anda bicarakan
ini, (vyakti-Hindi untuk individu),
  
51:25 apakah itu termasuk hewan?
Hewan termasuk?
  
51:31 K: Oh, ya, oh, ya.
 
51:35 BK: Karena itu ketika Anda...
 
51:38 K: Tentu, tentu saja.
 
51:40 BK: Karena kita sedang menggambarkan
gejala pikiran kebinatangan ini,
  
51:46 katakanlah demikian,
 
51:47 sebab itu Anda tidak dapat mengatakan
bahwa kita harus membicarakan
  
51:50 hal ini hanya untuk kurun waktu
tiga ratus, empat ratus tahun
  
51:53 tapi itu kembali ke awal,
ketika kita tinggal di pepohonan.
  
52:00 K: Apa gunanya Tuan? Saya
tidak terlalu mengikuti argumen ini.
  
52:02 PJ:Tidak, seluruh intinya, Tuan,
 
52:04 bahwa tidak ada gunanya Anda
mengatakan bahwa itu diprogram.
  
52:10 Anda bilang itu diprogram,
lalu kemana kita pergi dari sana?
  
52:14 K:Ah, saya akan tunjukkan ke mana
kita pergi
  
52:16 dari sana, jika Anda bergerak,
tidak terpaku.
  
52:18 Tapi apakah kita
menerima itu, bukan...?
  
52:21 PJ:Tidak, kita tidak bisa terima...
Selama ada dua...
  
52:24 K: Saya mempertanyakan itu.
 
52:25 PJ:Jadi Tuan, ini
adalah kesulitan mendasarnya.
  
52:30 Selama mereka itu
ada dua...
  
52:31 SR:Itu adalah pertanyaan kami.
 
52:33 K: Ah, ya, Tuan,
itu adalah pertanyaan kita.
  
52:35 PJ:
Anda bilang itu diprogram?
  
52:38 K: Tidak, saya katakan hanya
ada hubungan.
  
52:42 PJ: Sekarang Anda menyingkirkan hu-
bungan keluar dari konteks keduanya.
  
52:48 K: Ya.
 
52:49 PJ: Anda lihat,
Anda menyingkirkan...
  
52:50 K: Artinya, otak menghubungkan
dirinya dengan masa lalu.
  
52:57 PJ: Siapa yang menghubungkan
dirinya sendiri?
  
52:59 K: Otak itu sendiri yang berhubungan,
otak adalah masa lalu.
  
53:02 PJ: Bukan. Lalu siapa yang
berhubungan dengan siapa?
  
53:06 K: Itu tidak berhubungan
dengan siapapun.
  
53:08 Ia berfungsi di dalam lingkarannya
sendiri, dengan wilayahnya sendiri.
  
53:15 Ini jelas.
 
53:16 SP: Tuan, tapi otak saya, otak
 
53:18 menghubungkan dirinya dengan
otak lain
  
53:21 dengan mana ia memiliki
kesamaan-kesamaan tertentu.
  
53:22 K: Tidak, tidak, tidak...
 
53:23 PJ: Anda lihat apa yang
dia katakan?
  
53:25 Bahwa Anda tidak pernah
berhubungan dengan orang lain.
  
53:27 K: Tidak pernah.
 
53:28 PJ: Otak itu sendiri
menciptakan yang lain
  
53:32 dan berhubungan dengan
yang lain itu.
  
53:33 K: Ya, itu benar,
itu adalah seluruh intinya.
  
53:36 BK: Tapi Tuan, Anda bilang...
 
53:38 K: Ah, tunggu, mari kita perjelas,
saya sendiri tidak begitu jelas.
  
53:44 SP: Tidak, kita harus
mengambil ini.
  
53:47 GN: Ada, dia mengatakan
bahwa otak...
  
53:50 K: Ulangi apa yang saya katakan,
maukah Anda?
  
53:53 PJ: Tidak,
barusan apa yang dikatakan...
  
53:54 GN: Saya ulangi, saya akan tiba pada
apa yang Anda katakan.
  
53:56 K: Ya, tolong, tunggu sebentar.
 
53:58 PJ: Barusan apa yang dikatakan.
 
54:01 GN: Bolehkah saya mengatakan
sesuatu sehingga...
  
54:02 AP: Tidak, pertama-tama dia ingin
Anda mengulangi apa yang dia katakan.
  
54:06 GN: Anda mengatakan bahwa
tidak ada hubungan karena
  
54:13 otak menciptakan yang lain dan
kemudian berhubungan.
  
54:18 Nyatanya hanya ada otak manusia.
 
54:21 K: Tuan, tidak, otak hanya
mementingkan dirinya sendiri-benar?
  
54:31 -keamanannya sendiri, masalahnya
sendiri, kesedihannya sendiri.
  
54:36 Dan yang lainnya juga, tapi otak ti-
dak pernah berhubungan dengan apapun.
  
54:48 Tidak ada yang lain.
 
54:50 Yang lainnya itu adalah gambaran
yang diciptakan oleh pikiran,
  
54:54 yang adalah otak.
Saya tidak tahu apakah Anda...
  
54:57 BK: Saya melihat itu,
saya melihat itu.
  
54:59 K: Mari kita perlahan-lahan Tuan,
mari kita perlahan-lahan.
  
55:02 RB: Anda mengatakan
bahwa hubungan itu sendiri
  
55:05 adalah bagian dari
pemrograman.
  
55:07 K: Tidak, tidak, saya tidak akan
menyebutnya pemrograman.
  
55:09 Menjauhlah dari kata itu
untuk saat ini.
  
55:11 RB: Tidak ada yang lain.
Tidak ada hubungan.
  
55:16 K: Itu benar.
Tidak, tidak ada hubungan.
  
55:20 RB: Ya, hubungan selalu
antara dua...
  
55:23 K: Tapi tidak ada hubungan,
saya sudah mengatakan itu.
  
55:25 SR: Ya itu intinya.
 
55:27 SP: Maksud Tuan,
yang lain tidak ada?
  
55:29 RB: Tidak ada yang lain.
 
55:31 K: Tidak ada yang lain...
 
55:34 ...Anda ada, tapi hubungan
saya dengan Anda
  
55:39 dibuat oleh imaji yang
saya buat tentang Anda,
  
55:46 dan karena itu hubungan saya
adalah dengan imaji yang saya miliki.
  
55:50 Oleh karena itu
otak saya yang... dll, dll...
  
55:54 PJ: Semua yang terjadi ada
di dalam otak saya.
  
56:01 K: Oh, jelas Pupul, jelas
sekali!
  
56:04 BK: Tuan, adakah bagian otak yang
juga mempertanyakannya?
  
56:07 K: Ah, tunggu, Tuan, tunggu.
Tidak tidak...
  
56:10 Mari kita perjelas ini dulu,
sebelum kita membahas lebih lagi...
  
56:15 Apakah ini jelas,
Tuan: hubungan saya dengan Anda
  
56:21 didasarkan pada pikiran yang
saya miliki tentang Anda,
  
56:28 imaji yang telah saya buat
tentang Anda?
  
56:32 Hubungannya bukan dengan Anda,
dengan imaji yang saya miliki,
  
56:39 oleh karena itu tidak ada
hubungan.
  
56:41 SR: Ya, jelas sekali.
 
56:44 JU: Saya ingin memahami ini.
 
56:48 K: Ya Tuhan,
apakah Anda mewaspadainya, Pupul?
  
56:52 Pupulji, apakah Anda mewaspadai
apa yang kita bicarakan?
  
56:56 Itu luar biasa...
saya rasa saya tidak menangkapnya.
  
57:00 PJ: Menurut saya sudah jelas.
 
57:01 T: Sangat jelas.
 
57:03 K: Tidak, Tuan, sudah jelas, tapi
saya rasa kita tidak melihat
  
57:05 makna yang luar biasa dari
hal ini.
  
57:08 T:...yang luar biasanya dari ini,
ya, Tuan.
  
57:11 BK: Yang saya kurang paham Tuan,
bagaimana pemrogramannya...
  
57:15 K: Oh, tidak... Pemrograman
dalam arti bahwa... Tuan,
  
57:19 komputer diprogram.
Itu akan percaya pada Tuhan,
  
57:23 ia akan percaya pada Veda, ia
akan percaya pada ini, itu, hal lain.
  
57:26 Ia akan mengatakan ada Tuhan,
ia akan mengatakan tidak ada Tuhan,
  
57:29 ia akan mengatakan apapun yang
telah diberitahu padanya.
  
57:32 Itulah pemrogramannya.
 
57:34 Otak saya juga telah diprogram
seperti itu:
  
57:37 saya seorang Hindu,
saya seorang Buddhis,
  
57:38 Saya seorang Kristen, saya percaya
pada Tuhan, saya tidak percaya,
  
57:41 Anda mengikuti?
 
57:42 BK: Ya.
 
57:43 K: Jadi, mari kita tinggalkan
itu untuk saat ini.
  
57:45 Kita katakan, apakah itu benar bahwa
tidak ada yang lain,
  
57:56 dan karena itu tidak ada hubungan
dengan yang lain.
  
58:00 AP: Tuan,
saya mempertanyakan ini.
  
58:01 K: Tunggu Tuan, sebentar,
biarkan saya selesaikan,
  
58:03 Anda boleh mempertanyakan sebanyak
yang Anda suka.
  
58:06 Saya hanya menyelidikinya, tolong,
saya mungkin salah-Anda ikuti?
  
58:11 Saya tidak berpikir saya salah.
Saya akan tetap berpegang pada ini.
  
58:17 Buktikan kepada saya bahwa
saya salah, lalu saya akan ubah.
  
58:22 Otak saya, yang merupakan
otak umum umat manusia-betul?
  
58:30 -itu bukan otak saya,
itu otak umum umat manusia,
  
58:36 otak umum yang telah ada
selama lima, sepuluh juta tahun,
  
58:41 telah, melalui pengalaman,
pengetahuan, dll.,
  
58:45 otak itu
 
58:48 telah membangun bagi dirinya sendiri
sebuah imaji tentang dunia
  
58:55 dan imaji tentang istri saya. Betul?
 
59:01 Istri hanyalah sarana kesenangan
saya, kesepian saya, dll.,
  
59:10 dia tidak ada sepanjang
urusan saya.
  
59:14 Sepanjang yang menyangkut
diri saya,
  
59:16 dia ada sebagai imaji dalam diri saya
yang telah diciptakan pikiran.
  
59:22 Karena itu tidak ada hubungan.
 
59:25 Jika saya mengakuinya
-tidak mengakuinya-
  
59:28 tapi benar-benar melihatnya dan
mengubah seluruh gerakan,
  
59:32 maka mungkin kita
akan tahu apa cinta itu.
  
59:36 Kemudian saya mempunyai
suatu hubungan.
  
59:39 Bukan, hubungan lalu
sama sekali berbeda.
  
59:45 AP: Tuan,
saya mempertanyakan posisi ini...
  
59:48 K: Ah, tidak, tidak,
itu bukan posisi.
  
59:50 AP: Tidak Tuan, pernyataan ini.
 
59:52 K: Ah, ah, ah...
 
59:55 AP: Tidak Tuan,
Anda sudah menyatakan sesuatu
  
1:00:00 seolah-olah itu adalah
deskripsi suatu fakta.
  
1:00:06 K: Itu adalah deskripsi untuk
mengkomunikasikan fakta kepada saya.
  
1:00:10 AP: Benar.
Sekarang, saya katakan...
  
1:00:12 K: Ah, tidak, tunggu. Pertanyakan
faktanya, bukan deskripsinya.
  
1:00:17 AP: Tidak, saya
mempertanyakan faktanya.
  
1:00:19 Menurut saya, faktanya adalah dunia
ini penuh dengan begitu banyak orang,
  
1:00:24 mereka terbagi menjadi
bangsa-bangsa,
  
1:00:26 mereka telah membagi diri
menjadi beraneka ragam hal.
  
1:00:30 Saya tidak bisa membenarkan penyeder-
hanaan berlebihan dari suatu situasi
  
1:00:35 di mana masalah itu sendiri
 
1:00:40 direduksi menjadi apa yang
terjadi dalam diri saya,
  
1:00:47 karena saya mengatakan, sesuatu
sedang terjadi di luar,
  
1:00:50 sesuatu terjadi dalam diri saya,
 
1:00:52 dan ada interaksi, dan
itulah masalahnya.
  
1:00:59 K: Anda mengatakan, dunia,
bukan alam,
  
1:01:04 bukan keindahan bumi
dan semua itu...
  
1:01:07 AP: Tidak, manusia.
 
1:01:08 K: Manusia. Anda mengatakan,
sejauh yang saya mengerti,
  
1:01:14 bahwa ada interaksi antara
dunia psikologis dan dunia saya
  
1:01:24 -Benar? -
ini adalah apa yang Anda maksud.
  
1:01:25 Saya mengatakan hanya ada
satu dunia, dunia psikologis saya.
  
1:01:29 AP: Tuan,
dunia psikologis Anda...
  
1:01:31 K: Itu bukan penyederhanaan
yang berlebihan, sebaliknya.
  
1:01:36 T: Jika saya boleh berkata,
 
1:01:39 Anda mengatakan bahwa
hubungan saya dengan istri saya
  
1:01:43 adalah ide saya atau apa pun.
 
1:01:46 Tapi bagaiman imaji itu datang?
 
1:01:49 Sebab kedatangan imaji,
harus ada individu itu,
  
1:01:52 ada titik pemicu imaji itu.
 
1:01:54 K: Ah, ah, tidak, Tuan.
Lihat, Tuan...
  
1:01:56 T: Maaf, ada titik yang memicu
imaji itu.
  
1:01:59 Anda lihat, istri di luar sana, saya
telah membuat imaji dirinya.
  
1:02:05 Untuk penciptaan imaji, dia harus
berada di sana sebagai objek.
  
1:02:08 K: Tidak.
 
1:02:09 T: Tetapi
sesuatu harus memicu itu.
  
1:02:11 K: Tuan, lihat, istri saya, saya
telah menikahinya, dia ada di sana.
  
1:02:18 Saya sudah mempunyai
hubungan seksual dengannya.
  
1:02:21 Hubungan seksual itu direkam.
 
1:02:25 T: Ya, Tuan.
 
1:02:27 K: Tercatat, itu adalah reaksi
sensorik, reaksi sensual, terekam.
  
1:02:35 Jadi saya telah menciptakan-
itu menjadi pusat dari indera saya.
  
1:02:43 Saya benar dalam hal ini.
 
1:02:45 T: Jika boleh Tuan, sebelum saya
bertemu dengan istri saya...
  
1:02:49 K: Di situ ada, Tuan, ikuti
dari hewan,
  
1:02:54 naluri prokreasi ada di sana,
itu adalah naluri biologis.
  
1:03:03 T: Ya Tuan, sebelum rekaman
berlangsung, ada pertemuan-
  
1:03:08 Saya sedang menuju ke titik itu-
 
1:03:09 ada pertemuan dari suatu individu,
yang tidak dikenal...
  
1:03:12 K: Ah, seorang wanita.
 
1:03:14 T: Seorang wanita, ya, wanita.
 
1:03:15 K: Jangan menyebutnya
individu yang tidak dikenal.
  
1:03:18 T: Wanita, dan...
 
1:03:22 K: Dengan suatu nama dan
suatu bentuk. Lanjutkan.
  
1:03:24 T: Dan sebelum proses ini,
apa pun prosesnya, dimulai,
  
1:03:31 harus ada objek fisik.
 
1:03:34 K: Ada, wanita itu di sana.
 
1:03:36 T: Dan itu...apa itu?
 
1:03:39 K: Apa? Saya tidak mengikuti.
 
1:03:43 T: Maksud saya, Tuan, Anda sekarang
telah menyisihkan objek itu.
  
1:03:47 K: Saya tidak.
 
1:03:48 PJ: Tidak, dia tidak
menyisihkan...
  
1:03:49 T: Sebelum proses berlangsung...
 
1:03:50 K: Tuan, lihat, ada wanita itu-mari
kita hadapi fakta sederhana, Tuan-
  
1:03:55 ada wanita dan pria itu,
 
1:03:59 wanita itu, pria itu, tertarik secara
seksual, secara sensorik.
  
1:04:09 T: Ya, Tuan, ini secara tepat
menyiratkan,
  
1:04:11 jika Anda bisa mendalaminya
dengan sangat ilmiah,
  
1:04:14 daya tarik menyiratkan dua hal...
 
1:04:16 K: Apa?
 
1:04:18 T: Atraksi menyiratkan suatu objek.
 
1:04:20 K: Saya bilang, Tuan,
ada perempuan dan ada pria.
  
1:04:23 PJ:Jika saya boleh berkata demikian,
saya kira Krishnaji tidak...
  
1:04:26 T: Saya tidak bertanya, Tuan...
 
1:04:27 PJ: Tidak, tapi saya tidak
berpikir adanya...
  
1:04:29 Saya tidak berpikir bahwa
pertanyaan
  
1:04:32 keberadaan enam manusia
sedang dipertanyakan
  
1:04:37 T: Tidak,
tapi itu adalah inti dari diskusi
  
1:04:39 karena dikatakan bahwa semuanya
adalah suatu proses...
  
1:04:42 T: Tidak, tidak,
itu tidak dipertanyakan.
  
1:04:44 PJ: Lihat, bukan enam manusia itu
yang sedang
  
1:04:46 -mengatakan bahwa tidak ada
enam manusia,
  
1:04:50 tetapi degenerasi bukanlah fakta
dari enam manusia,
  
1:04:55 degenerasi adalah apa
yang sedang terjadi...
  
1:04:58 K: Berlangsung di sini.
 
1:05:00 KV: Ide saya tentang siapa
Anda...
  
1:05:02 SP: Proses merekam dan
menanggapi dari rekaman itu.
  
1:05:06 AP:Terhadapa apa saya katakan ini
terlalu menyederhanakan karena
  
1:05:12 ada interaksi antar individu...
 
1:05:15 K: Antara dua manusia
-perempuan dan pria.
  
1:05:18 AP: Tidak, antara wanita dan pria,
antara Rusia dan Amerika...
  
1:05:21 K: Tetaplah, untuk saat ini,
pada wanita dan pria.
  
1:05:25 AP: Baik Tuan.
 
1:05:26 Tuan, masalahnya adalah saat Anda
membatasi menjadi dua individu,
  
1:05:32 bukannya
kepada sekelompok individu...
  
1:05:35 K: Saya akan... nanti,
saya bisa... seluruh dunia adalah...
  
1:05:40 Saya bisa sampai pada titik itu,
tapi mulai dengan ini, Tuan.
  
1:05:45 AP: Tuan, saya merasa begitu Anda
menggunakan kata interaksi...
  
1:05:52 K: Saya tidak menggunakan kata itu,
Anda yang menggunakan kata itu.
  
1:05:58 T: Ya, ya...
 
1:06:00 PJ: Achyutji, saya ingin menanyakan
Anda satu hal.
  
1:06:03 Siapapun yang telah mengamati
pikiran dalam beroperasi
  
1:06:08 melihat validitas
dari apa yang dia katakan.
  
1:06:14 Saya tidak akan melampaui itu,
saya mengatakan validitas dari ini,
  
1:06:18 bahwa Anda mungkin secara
fisik adalah manusia,
  
1:06:25 tetapi Anda dalam kaitan dengan saya,
ada sebagai imaji dalam pikiran saya,
  
1:06:31 dan hubungan saya adalah dengan ima-
ji itu di batin saya, di otak saya.
  
1:06:38 AP: Maksud saya adalah...
 
1:06:39 K: Oleh karena itu tidak
ada interaksi.
  
1:06:41 Oleh karena itu, tidak ada 'Anda'
yang berinteraksi dengan saya.
  
1:06:45 AP: Soalnya, disitulah...saya meng-
alami kesulitan pada titik awalnya.
  
1:06:52 Saya mengatakan bahwa, kecuali Anda
menerima keberadaan individu lain
  
1:06:57 sebagai entitas yang valid seperti
Anda, tidak ada hubungan.
  
1:07:02 K: Saya mengatakan itu.
 
1:07:04 KV: Bukan itu yang dia
pertanyakan.
  
1:07:05 K: Ya, Anda jelaskanlah, Nyonya.
Lawan dia, lanjutkan, Nyonya.
  
1:07:08 AP:Silahkan lakukan, silahkan,
karena yang saya katakan adalah,
  
1:07:10 bahwa jika Anda mengatakan
bahwa saya,
  
1:07:14 imaji saya, reaksi saya
terhadap imaji itu,
  
1:07:18 saat Anda melakukan ini,
Anda berimplikasi mendevaluasi
  
1:07:30 atau meniadakan apa yang muncul
sebagai tantangan dari pihak lain,
  
1:07:36 karena apa yang muncul sebagai
tantangan dari pihak yang lain
  
1:07:40 adalah realitas
yang sama pentingnya
  
1:07:43 seperti dorongan atau
tanggapan saya sendiri.
  
1:07:48 Dorongan dan tanggapan saya
tidak lebih valid
  
1:07:51 dari pada punya pihak
orang lain.
  
1:07:54 T: Saya kira, Tuan, itu adalah poin
yang sangat valid karena
  
1:07:56 Anda menyingkirkan
 
1:07:59 objek yang menggerakkan sesuatu,
yang merupakan suatu kenyataan.
  
1:08:04 GN: Achyutji,
menurut saya ada perbedaan...
  
1:08:10 AP: Kalian semua bisa menjawab.
Dia juga bisa menjawab.
  
1:08:13 GN:Sekarang, yang utama adalah, jika
saya memahaminya dengan benar,
  
1:08:18 otak menciptakan imajinya sendiri
dan terkait dengan imaji itu,
  
1:08:25 dan itu membuat banyak kesulitan
 
1:08:30 dan mencegah hubungan yang nyata.
 
1:08:32 Itulah intinya. Faktanya, ketika otak
terkaitkan dengan imajinya sendiri,
  
1:08:38 semua masalah disebabkan dari itu
dan tidak ada interaksi.
  
1:08:44 Dan jika harus ada interaksi
-apakah saya benar?...
  
1:08:46 K: Ya Tuan.
 
1:08:48 GN:...jenis hubungan yang benar,
kecuali jika ini berhenti,
  
1:08:51 pihak yang lain ditafsirkan menurut
kemudahan dan kenyamanan saya dan...
  
1:08:55 K: Tentu saja, demikian
sangat sederhananya, apa...
  
1:08:57 AP: Tapi saat Anda menggunakan
kata pemrograman...
  
1:09:00 K:
Ah, saya sudah tinggalkan itu.
  
1:09:03 AP: Anda sudah tinggalkan itu Tuan,
tapi apa yang terjadi pada Anda,
  
1:09:06 karena Anda berbicara
tentang otak.
  
1:09:09 Tidak, menurut saya, itu
adalah gerak
  
1:09:13 yang timbul dengan imaji yang khas
(sui generis) di otak
  
1:09:17 atau apakah ini merupakan tanggapan
terhadap tantangan dari luar?
  
1:09:20 Menurut saya ini adalah tanggapan
terhadap tantangan dari luar.
  
1:09:24 K: Ya.
 
1:09:25 PJ: Achyutji,
Anda berbicara apa?
  
1:09:27 Tanggapannya ada di otak.
Bagaimana bisa...?
  
1:09:33 K: Tuan, Tuan,
bolehkah saya... sedikit...?
  
1:09:38 Pusat dari otak adalah semua
reaksi; reaksi sensorik.
  
1:09:47 Saya melihat seorang wanita...
 
1:09:49 AP: Bisa siapa saja.
 
1:09:50 K:Tidak. Saya melihat seorang wanita,
semua tanggapan sensorik terbangun.
  
1:09:55 Kemudian otak menciptakan imaji
 
1:10:01 - wanita dan pria yang tidur
dan semua seks, semua bisnis itu.
  
1:10:04 AP: Makanan juga.
 
1:10:08 K: Makanan, makanan, oke.
Oh, demi Tuhan.
  
1:10:14 AP: Lebih penting.
 
1:10:15 K: Saya harap bukan makanan
India Selatan
  
1:10:17 atau makanan India Utara
atau yang lainnya.
  
1:10:19 Mari kita lanjutkan, Tuan.
Dimana saya?
  
1:10:25 Tanggapan sensorik disimpan
di otak.
  
1:10:32 Otak kemudian bereaksi sebagai
pikiran, melalui indera,
  
1:10:38 memori dan semua lainnya, lalu sensa-
si ini bertemu dengan seorang wanita
  
1:10:44 dan semua tanggapan,
tanggapan biologis berlangsung.
  
1:10:50 Kemudian imaji diciptakan.
 
1:10:55 Imaji kemudian menjadi yang paling
penting, bukan wanita itu.
  
1:10:58 Wanita itu mungkin diperlukan
 
1:11:00 untuk kesenangan saya,
untuk lain-lainnya saya.
  
1:11:04 tetapi tidak ada hubungan dengannya
kecuali secara fisik.
  
1:11:12 Itu cukup sederhana.
 
1:11:13 PJ: Lalu pertanyaannya...
 
1:11:14 AP: Ada rasa takut tertentu
 
1:11:18 yang mengintai di pikiran saya,
yang harus saya ungkapkan...
  
1:11:23 ...yakni, apakah ini proses
pemusatan-diri yang diperhalus?
  
1:11:30 K: Ya memang,
saya mengatakan itu.
  
1:11:34 KV: Itu logis.
 
1:11:35 AP: Tetapi jika itu adalah proses
pemusatan-diri yang halus
  
1:11:39 hal itu segera memunculkan
mimpi buruk kaum Muslimin,
  
1:11:43 yang telah sama sekali
menyangkal keberadaan wanita,
  
1:11:48 itu adalah hak prerogatif pria.
 
1:11:50 K: Tidak, tidak, tidak,...
hentikan itu,
  
1:11:51 tidak ada orang Muslim bisa
melakukan itu,
  
1:11:54 dia seorang gila jika dia
melakukan itu.
  
1:11:57 Wanita harus disimpan di
latar belakang
  
1:11:59 tetapi saya memiliki imaji
darinya.
  
1:12:01 Apa yang kita bicarakan!
 
1:12:04 BK: Bisakah kita mengambil satu
langkah lagi?
  
1:12:06 Bisakah ada suatu hubungan
mental?
  
1:12:10 K: Apa yang Anda maksudkan,
mental?
  
1:12:11 BK: Imaji. Imaji dapat
diperhalus,
  
1:12:14 dimodifikasi, dimanipulasi,
seiring berjalannya waktu,
  
1:12:20 sehingga bisa..
 
1:12:21 K: Otak melakukan itu sepanjang
waktu. Kita bergerak pindah dari...
  
1:12:25 PJ: Tidak, tapi menurut saya, kalau
kita bisa bertahan di titik pusat,
  
1:12:28 pertanyaan hakiki kemudian
muncul,
  
1:12:30 dan saya ingin bertanya
kepada Krishnaji:
  
1:12:34 apa tindakan
 
1:12:36 atau apa tantangannya
atau apa yang memicu...
  
1:12:43 ...pengakhiran dari mesin
pembuat imaji ini
  
1:12:48 sehingga kontak langsung
dimungkinkan?
  
1:12:51 SR: Ya.
 
1:12:53 K: Apa itu?
 
1:12:54 AP: Saya akan...Saya akan pergi
dengan Anda sepanjang jalan.
  
1:12:56 K: Tunggu, tunggu,
biarkan saya memahaminya.
  
1:12:58 PJ: Saya katakan,
alih-alih bergerak,
  
1:12:59 saya katakan faktanya memang
begitu
  
1:13:02 dan saya pikir ini cukup jelas
bahwa memang begitu,
  
1:13:06 apa jebakannya,
di dalam mana kita terperangkap,
  
1:13:11 kita katakan demikian,
tetapi kita terus melanjutkan...
  
1:13:15 K: Itu pertanyaan yang
sebenarnya.
  
1:13:17 PJ: Oleh karena itu...
 
1:13:18 K: Mengapa otak berfungsi secara
mekanis seperti begini?
  
1:13:23 PJ: Tidak, kemudian saya bertanya
pada Anda tindakannya apa,
  
1:13:28 apa tantangannya,
apa yang...
  
1:13:32 K: Ya, ya...?
 
1:13:33 PJ:...yang akan mengakhiri ini...
 
1:13:35 K: Menghancurkan itu.
 
1:13:37 PJ:...supaya ada kontak langsung?
 
1:13:39 K: Itu adalah semuanya.
 
1:13:40 RB: Kontak langsung dengan apa?
 
1:13:42 PJ: Kontak langsung dengan
'apa adanya'.
  
1:13:44 K: Tunggu,
mari kita perjelas pertanyaannya.
  
1:13:47 Otak telah terbiasa dengan
gerak sensorik, imajiner ini-
  
1:13:56 gerak pencitraan, bukan
gerak imajinasi-gerak pencitraan.
  
1:14:04 Sekarang Pupulji bertanya,
apa yang akan memutus rantai ini.
  
1:14:09 Itu pertanyaannya-benar, Tuan?
 
1:14:11 PJ: Ini pertanyaan dasarnya.
 
1:14:13 K: Baiklah, itu sangat sederhana,
saya akan menjawabnya sekarang.
  
1:14:16 Teruskan, diskusikan ini sedikit
lebih lanjut.
  
1:14:21 PJ: Karena ini adalah...
 
1:14:25 K: Tuan berkata apa?
 
1:14:31 JU: (Hindi untuk 1 menit).
 
1:15:36 PJ: Anda lihat apa yang
dia katakan, Tuan.
  
1:15:37 Dia berkata, jika kita menerima ini
seperti demikian halnya...
  
1:15:41 K: Ah, saya tidak menerimanya,
saya tidak menerimanya.
  
1:15:43 PJ:Mohon lihat ini. Implikasinya ada-
lah bahwa segala sesuatu yang muncul,
  
1:15:52 itu muncul dari diri kita sendiri,
dari diri...
  
1:15:55 K: Itulah.
 
1:15:57 PJ: Keluar dari diri sendiri. Tidak
ada yang muncul dari tantangan luar.
  
1:16:04 K: Saya mengatakan itu.
Tidak ada luar dan dalam,
  
1:16:11 hanya ada otak yang menanggapi
reaksi tertentu, yang adalah logis.
  
1:16:17 PJ: Sudah Anda dengar?
Tidak ada luar dan dalam.
  
1:16:21 SP: Yang ada hanya otak.
 
1:16:24 JU: (Hindi untuk menit).
 
1:17:27 PJ: (Hindi).
 
1:17:29 JU dan Lainnya: (Hindi).
 
1:17:37 PJ: Menurut saya dua kutub itu
sudah ditentukan.
  
1:17:46 JU, PK & KP:
(Hindi untuk 2 menit lebih):
  
1:19:59 PJ: Kalau boleh saya katakan begini,
pertanyaan yang dia ajukan adalah:
  
1:20:04 Anda itu apa bagi kami?
 
1:20:08 Anda telah menyatakan ini.
 
1:20:10 K: Apa?
 
1:20:12 PJ: Anda sudah membuat pernyataan,
saya dengar. Saya mendengar.
  
1:20:19 Apa yang Anda katakan bukanlah
bagian dari gerakan otak saya.
  
1:20:24 K: Apa?
 
1:20:25 PJ: Tidak ada tantangan luar...
 
1:20:31 K: Tidak...
 
1:20:32 PJ:...bahwa imaji itu lahir dari
 
1:20:35 mesin pembuat imaji dari
otak itu sendiri;
  
1:20:40 bahwa si diri memproyeksikan
citranya tentang orang lain,
  
1:20:44 dan kemudian semua yang Anda katakan,
bukanlah bagian dari otak saya.
  
1:20:51 K: Mengapa?
 
1:20:53 PJ: Itu bukan.
Itu sesuatu yang baru bagi saya.
  
1:20:55 K: Tidak, tidak, tidak...!
 
1:20:57 BK: Tuan, dia bilang bahwa dia
diprogram berbeda...
  
1:20:59 K: Ah, ah, ah. Tidak, tidak, tidak.
Apa yang kita bicarakan.
  
1:21:09 PJ: Tuan, pertanyaannya adalah,
 
1:21:12 apa hubungan Anda
 
1:21:16 dengan saya atau dengan
Jagannath Upadhyayaji atau dengan X?
  
1:21:20 Apakah Anda bukan tantangan
bagi saya,
  
1:21:25 dan karena itu,
apakah itu bukan sesuatu...?
  
1:21:28 K: Sekarang, apa yang kita maksud
dengan Anda?
  
1:21:32 PJ:Krishnaji. Apakah pernyataan
Krishnaji atau apa yang dia katakan,
  
1:21:38 yang saya dengarkan, bukan
tantangan bagi otak ini sendiri?
  
1:21:44 K: Memang begitu.
 
1:21:45 PJ: Kalau begitu...
 
1:21:47 K: Tunggu, saya tahu apa
yang akan Anda katakan, ya.
  
1:21:49 PJ: Kalau demikian halnya,
 
1:21:51 maka ada gerakan lain selain
gerakan otak.
  
1:21:56 K: Tunggu, tunggu.
K membuat pernyataan.
  
1:22:09 Ini adalah tantangan bagi Anda hanya
jika Anda dapat menanggapinya,
  
1:22:15 kalau tidak,
itu bukan tantangan. Benar?
  
1:22:22 PJ: Saya tidak mengerti itu.
 
1:22:24 AP: Itu sudah pasti.
 
1:22:25 Begini, seseorang yang berjalan di
jalan tidak membuat kesan pada saya,
  
1:22:30 tidak ada catatan, oleh karena
itu tidak ada tanggapan.
  
1:22:32 PJ:Saya sedang mendengarkan dia.
 
1:22:33 AP: Tidak, dengar,
 
1:22:34 ada kemungkinan sesuatu terjadi
 
1:22:39 dan saya tidak menanggapi
dengan cara apa pun.
  
1:22:42 Ada yang lain, yang dia katakan
sesuatu, dan segera membangkitkan...
  
1:22:49 K: Suatu reaksi.
 
1:22:50 AP:...suatu reaksi.
 
1:22:51 K: Sekarang, saya ingin menantang
Anda semua. Benar? Itulah hidup saya.
  
1:23:00 Saya ingin menantang Anda. Bagaimana
Anda menanggapi tantangan itu?
  
1:23:03 Baik sebagai Budhis, sebagai Kristen,
sebagai Hindu, Muslim
  
1:23:09 atau sebagai politisi,
sebagai bla, bla, bla.
  
1:23:13 Jadi, bagaimana Anda
menanggapi tantangan?
  
1:23:20 Entah Anda merespons dengan inten-
sitas yang sama seperti tantangan
  
1:23:25 atau Anda tidak menanggapi
sama sekali.
  
1:23:30 Hai Capito (Anda paham)?
Saya berbicara bahasa Italia.
  
1:23:44 Anda mengajukan
tantangan pada saya.
  
1:23:48 Atau saya memahami tantangannya,
 
1:23:51 menanggapi itu sekuat
tantangan Anda,
  
1:23:55 atau itu tidak mempengaruhi
saya sama sekali.
  
1:24:00 Untuk menghadapi tantangan, Anda dan
saya harus saling berhadapan-benar?
  
1:24:06 bukan badaniah,
tapi saling berhadapan.
  
1:24:10 PJ: Ya, lalu dia melangkah lebih
jauh dan berkata:
  
1:24:15 Jika Anda adalah suatu
tantangan,
  
1:24:18 lalu mengapa Anda menyangkal bahwa
mungkin ada tantangan dari luar?
  
1:24:25 K: Ah, sangat berbeda.
 
1:24:29 PJ: Ini pertanyaannya.
Anda bilang...
  
1:24:33 K: Saya mengerti, saya menangkapnya,
saya mengerti.
  
1:24:39 JU: (Diterjemahkan)
Dapatkah Anda membuat ini jelas
  
1:24:45 dengan bantuan sebuah
contoh?
  
1:24:51 K:Tantangan dari luar adalah tantang-
an yang diciptakan oleh pikiran.
  
1:25:01 Saya tidak tahu apakah saya telah
membuatnya jelas.
  
1:25:03 SP: Ya Tuan.
 
1:25:05 K: Benar? Achyutji? Anda
tidak yakin.
  
1:25:08 AP: Tidak yakin.
 
1:25:10 K:Mari kita mulai lagi. Orang komunis
menantang orang berkepercayaan.
  
1:25:25 Orang komunis adalah
seorang berkepercayaan,
  
1:25:31 dan karena itu dia menantang
kepercayaan lain,
  
1:25:34 jadi itu menjadi suatu perlindungan,
reaksi terhadap kepercayaan lain.
  
1:25:38 Itu bukan tantangan.
 
1:25:40 AP: Itu bukan tantangan.
 
1:25:41 K: Tidak, itu bukan tantangan.
 
1:25:43 AP: Saya setuju, tidak ada kesulitan
untuk menyetujui ini.
  
1:25:45 K: Sekarang, orang ini tidak memiliki
kepercayaan, tidak-semua itu.
  
1:25:52 AP: Tidak ada sikap.
 
1:25:54 K: Dan dari titik itu dia
menantang,
  
1:26:00 yang sama sekali berbeda dengan
tantangan dari luar,
  
1:26:03 dari komunis. Saya tidak tahu apakah
saya sudah membuaynya jelas.
  
1:26:07 PJ: Apakah tantangan ini,
yang Anda sebut...
  
1:26:10 yang merupakan tantangan
dari non-pusat (no-centre)?
  
1:26:13 K: Itulah perbedaannya.
 
1:26:14 PJ: Tantangan dari non-pusat.
 
1:26:16 K: Jika Anda menantang saya,
 
1:26:19 karena Anda menantang reputasi saya,
bla, bla, bla,
  
1:26:23 lalu saya bereaksi terhadapnya
 
1:26:27 karena saya melindungi citra yang
saya miliki tentang diri saya,
  
1:26:33 dan Anda menantang dari citra
Anda tentang Anda, dll.
  
1:26:39 Ini adalah tantangan antara dua imaji
yang telah diciptakan pikiran. Benar?
  
1:26:45 Tetapi jika Anda menantang saya,
yang adalah tantangan kemutlakan
  
1:26:53 vous avez compris (Anda paham)?
 
1:26:55 Maksud saya, Anda paham?
-itu sama sekali berbeda.
  
1:27:02 Jika Tuan Upadhyaya menantang saya,
dan saya seorang Buddhis atau Hindu,
  
1:27:16 tantangannya adalah proses bertahan,
membela diri,
  
1:27:21 menentang dan menyerang-benar?
 
1:27:28 dan ketika dia menantang saya, jika
saya seorang Hindu, Budhis, apapun,
  
1:27:34 itu adalah proses yang sama yang
sedang terjadi. Ini bukan tantangan!
  
1:27:40 Suatu tantangan berasal dari sesuatu
yang sama sekali berbeda.
  
1:27:47 Ini tantangan bagi seorang politisi
yang asyik dengan nasionalisme,
  
1:27:53 bisa dikatakan busuk, nasionalisme
adalah kehancuran umat manusia.
  
1:27:58 Dia berkata, 'Pergi sana,'.
Baginya itu bukan tantangan,
  
1:28:02 karena dia hanya tinggal di dalam
benteng dan menolak serangan apapun.
  
1:28:13 Saya tidak tahu apakah saya
telah membuat jelas maksud saya.
  
1:28:15 PJ: Tuan,
saya kira kita perlu kembali ke...
  
1:28:19 K: Kerusakan.
 
1:28:20 PJ: Tidak. Ya.... kami mulai karena
Anda tahu, kami mendapatkan...
  
1:28:25 K: Saya bersedia kembali
ke kerusakan.
  
1:28:28 KV: Bagaimana Anda
memutuskan rantai ini...
  
1:28:32 K: Saya akan menjawabnya.
 
1:28:34 P: Tuan, otak saya merespon
mesin pembuat imaji yang lain
  
1:28:41 dengan cara yang sama seperti
 
1:28:43 tantangan yang diciptakan oleh
orang seperti Anda.
  
1:28:47 Apakah itu merespons dengan
cara yang sama?
  
1:28:50 K: Ya, ya.
 
1:28:51 SP: Kesulitannya juga begitu.
 
1:28:53 PJ: Tidak, tidak, intinya adalah
seseorang bisa menjawab.
  
1:28:56 Jika suatu imaji terbentuk maka itu
adalah bagian dari hal yang sama,
  
1:29:00 tapi hal yang saya benar-benar,
Krishnaji,
  
1:29:08 bagaimana bisa gerakan ini...
 
1:29:13 K: Untuk mengakhiri.
Itulah yang Anda katakan.
  
1:29:15 Bagaimana siklus ini - sebentar,
agar jelas - siklus pengalaman,
  
1:29:25 pengetahuan,
memori, pikiran, tindakan,
  
1:29:33 tindakan, kembali lagi ke
pengetahuan:
  
1:29:36 ini adalah lingkaran di dalam mana
Anda tertangkap-benar, Tuan?
  
1:29:42 SR: Jelas Tuan.
 
1:29:44 PJ: Hubungan sebab dan akibat,
ini benar-benar,
  
1:29:46 ini benar-benar menanyakan
bagaimana aliran sebab-akibat...
  
1:29:50 K: Saya akan mendalaminya,
tapi saya ingin
  
1:29:52 pertama-tama menjadi jelas
tentang masalah ini.
  
1:29:57 JU: (Hindi).
 
1:30:11 PJ: Proses ini berjalan,
Anda telah membawanya ke tindakan,
  
1:30:16 tantangan, sensasi, persepsi, dll
-tindakan.
  
1:30:21 K: Belajar dari tindakan itu,
kembali lagi pengetahuan.
  
1:30:25 PJ: Tidak, ya. Oleh karena itu Anda
belajar dari tindakan itu.
  
1:30:27 Apakah belajar tentang tindakan itu
kembali dan disimpan ke...?
  
1:30:32 K: Tentu, tentu saja.
 
1:30:34 K: Jelas sekali,
inilah yang kita lakukan.
  
1:30:39 JU: (Hindi).
 
1:30:54 K: Saya mengerti.
 
1:30:56 PJ: Itu bertindak. Di antara itu,
banyak penyebab telah masuk.
  
1:31:03 K: Setuju, sekarang tunggu sebentar.
Dengar Pupulji, itu cukup jelas.
  
1:31:09 JU: (Hindi).
 
1:31:19 PJ: Semuanya yang kembali
dan disimpan lagi...
  
1:31:23 K: Bukan 'kembali'.
 
1:31:25 GN: Bolehkah saya mengatakan
sesuatu?
  
1:31:26 Anda telah mengatakan bahwa program
tersebut bekerja seperti ini:
  
1:31:31 pengalaman, pengetahuan, memori,
pikiran, tindakan,
  
1:31:37 tindakan lebih lanjut memperkuat
pengalaman, seluruh siklus diulang.
  
1:31:42 K: Itu saja,
itu saja yang saya katakan.
  
1:31:44 GN: Yang saya sarankan adalah, apapun alirannya..
 
1:31:48 K: Adalah di dalam itu.
 
1:31:50 GN: Itu termasuk dalam
kurikulum ini.
  
1:31:56 K: Kurikulum, Anda benar sekali!
 
1:32:05 JU: (Hindi 48 detik).
 
1:32:35 PJ: (Hindi)
 
1:32:36 JU: (Hindi -45 detik)
 
1:33:22 PJ: Anda lihat, ini adalah...
 
1:33:24 K: Tunggu, Pupulji...
 
1:33:25 SR: Yang saya pahami,
 
1:33:28 seluruh proses berpikir Upadhyayaji
hanyalah satu hal yang pasti:
  
1:33:37 ada yang dalam dan ada yang luar
 
1:33:41 yang telah Anda pastikan demikian,
dan Anda hanya mengulangi ini.
  
1:33:46 Jadi jika kita memikirkannya, hal ini
saja, maka lebih mudah dipahami.
  
1:33:55 GN: Saya tidak tahu, saya hanya
ingin mengatakan satu atau dua hal.
  
1:33:57 Anda tidak menyangkal
realitas dunia luar,
  
1:34:04 K: Itu dia, bagaimana bisa...
 
1:34:06 GN: Ditambah ada alam,
manusia lain...
  
1:34:09 K: Dan perang.
 
1:34:10 GN:... mereka adalah benda,
semua ini nyata.
  
1:34:12 K: Dan perang adalah nyata.
 
1:34:13 GN: Perang, semuanya nyata.
 
1:34:15 K: Kebangsaan...
 
1:34:16 GN: Jadi orang lain itu nyata.
 
1:34:17 Tetapi apa yang Anda maksudkan adalah
karena proses pembuatan imaji ini
  
1:34:23 dan siklus ini yang berulang
sepanjang waktu,
  
1:34:28 sebenarnya tidak ada kontak,
 
1:34:30 tetapi kontak hanya dengan
imaji-imaji kita sendiri.
  
1:34:33 K: Dan, ya, ya.
 
1:34:35 GN: Dan ini memastikan
tiadanya kontak, (a),
  
1:34:41 dan (b), itu juga membuat
banyak keonaran.
  
1:34:43 K: Itu dia.
 
1:34:45 PJ: Pada dasarnya, apakah Anda tidak
melihat bahwa apa yang diisyaratkan
  
1:34:48 adalah tiadanya kebebasan sejati
pada titik mana pun.
  
1:34:54 K: Tidak ada kebebasan.
 
1:34:56 PJ: Karena kita terjebak dalam hal
ini, maka tidak ada kebebasan.
  
1:34:59 GN: Tapi yang ingin saya
katakan adalah
  
1:35:02 bahwa ini tidak menyangkal
keberadaan dunia luar...
  
1:35:05 yang harus kita lihat, jika tidak,
kita melalui saya dan masyarakat.
  
1:35:08 K: Ah, ah, ah...
 
1:35:09 KV: Anda tidak bisa menyangkal.
 
1:35:10 K: Saya tidak menyangkal...
 
1:35:12 GN: Saya ingin mendapatkan
klarifikasi tentang ini.
  
1:35:13 K: Oh, tentu saja, saya tidak me-
nyangkal, kami tidak menyangkal itu.
  
1:35:15 GN: Kami tidak menyangkal
dunia luar sebagai ilusi.
  
1:35:17 K: Uh?
 
1:35:19 Kami tidak menyangkal realitas dari
dunia luar sebagai suatu ilusi,
  
1:35:23 kami tidak menyangkal
realitas dunia luar.
  
1:35:26 K: Sama sekali tidak.
 
1:35:27 AP: Anda tidak menyangkal realitas
dunia luar sebagai benda,
  
1:35:31 tetapi Anda menyangkal realitas
dunia luar sebagai pribadi.
  
1:35:35 PJ: Tidak.
 
1:35:36 K: Ah, tidak, Anda telah
melenceng ke sesuatu lain.
  
1:35:39 PJ: Anda menyangkal realitas
 
1:35:42 imaji-imaji yang dibuat batin saya
tentang dunia luar.
  
1:35:48 K: Ya Tuan. Achyutji, marilah,
Tuan.
  
1:35:53 JU: (Hindi - 48 detik)
 
1:36:42 PJ: (Hindi 38 detik)
 
1:37:20 K: Tuan, semua yang saya
katakan adalah,
  
1:37:25 pengetahuan seperti yang kita ada
sekarang, pengetahuan psikologis,
  
1:37:30 adalah kerusakan dari batin, otak.
 
1:37:33 Dan dia berkata, mohon, saya
mengerti proses ini, sangat baik,
  
1:37:43 yang merupakan pengalaman
dan semua itu.
  
1:37:45 Bagaimana memutuskan rantai itu, itu
adalah masalah utama. Benar?
  
1:37:51 AP:
Saya kira itu masalah sentralnya.
  
1:37:53 K: Sentral, yaitu-tidak,
 
1:37:55 yang merusak otak dan karena
itu merusak dunia.
  
1:37:59 AP: Itu benar.
 
1:38:00 K: Merusak sungai, merusak langit,
merusak hubungan,
  
1:38:05 itu merusak segalanya-benar?
 
1:38:08 Nah, bagaimana rantai ini, apapun
Anda sebut itu, diputuskan.
  
1:38:17 Mengapa Anda mengajukan
pertanyaan itu?
  
1:38:26 BK: Tuan, lalu pertanyaan Achyutji
adalah...
  
1:38:28 K: Ah, tidak,
saya mengajukan pertanyaan:
  
1:38:29 Mengapa Anda ingin memutuskan
rantai ini?
  
1:38:35 Itu adalah pertanyaan yang logis,
pertanyaan yang absah. Mengapa?
  
1:38:40 Satyendra (S): Karena pada dasarnya
ada konflik dan rasa sakit.
  
1:38:44 Karena pada dasarnya ada perasaan
konflik dalam diri sendiri...
  
1:38:49 K: Dari?
 
1:38:50 S: Perasaan sakit.
 
1:38:52 K: Yang adalah...
 
1:38:54 S: suatu rasa sakit.
 
1:38:55 K: Tunggu, Tuan,
ini pertanyaan penting,
  
1:38:56 dalami sedikit lagi.
 
1:38:59 Apakah memutuskan rantai
mempunyai penyebab, motif?
  
1:39:10 Jika ya, Anda kembali ke
rantai yang sama.
  
1:39:12 Itu maksud saya semuanya.
Benar, Tuan?
  
1:39:20 T: Setuju.
 
1:39:21 K: Ah, tidak, bukan setuju, lihat
saja...maksud saya, bagi saya...
  
1:39:24 AP: Saya paham, Tuan,
saya bilang...
  
1:39:26 K: Tidak Tuan, sebaliknya, hanya-
 
1:39:40 jika itu membuat saya senang,
saya berkata,
  
1:39:42 saya berkata,
'Mohon, tinggalkan saya sendirian.'
  
1:39:47 AP: Tidak...
 
1:39:48 K:Nah, sebentar Tuan, biar saya sele-
saikan, Anda akan mendapat giliran.
  
1:39:52 Jadi saya harus sangat jelas
dalam diri saya,
  
1:39:57 - Saya tidak bisa membujuk Anda
untuk menjadi jelas- dalam diri saya,
  
1:39:59 bahwa saya tidak memiliki arah
atau motif atau harapan dari ini.
  
1:40:08 Benar? Saya harus benar-benar jelas.
Apakah kita?
  
1:40:15 T: Saya tidak yakin.
 
1:40:17 K: Lalu apa yang kita lakukan?
 
1:40:20 Q: Misalkan di
sana... Maaf Tuan...
  
1:40:22 K: Ah, ha, ha, ha...
 
1:40:24 Lihat, Tuan, Anda seorang pengacara,
saya datang kepada Anda,
  
1:40:27 Anda ingin semua fakta dari saya se-
bagai klien Anda, kebenaran- betul? -
  
1:40:38 dan Anda juga berkata, 'Apa motif
Anda?'. Di sini sama saja.
  
1:40:46 T: Bolehkah saya mengajukan
pertanyaan?
  
1:40:47 K: Tuan...
 
1:40:49 S: Karena dalam banyak hal
itu sentral pada,
  
1:40:53 dan orang terus mengajukan pertanya-
an: Bagaimana orang dapat memutus,
  
1:40:59 dan saya juga dapat melihat jawaban-
nya mirip dengan cara Anda berikan.
  
1:41:02 Tetapi dapatkah saya mengajukan
pertanyaan ini:
  
1:41:04 apakah memungkinkan, mengingat
masing-masing dari kita,
  
1:41:10 mengingat otak yang kita miliki,
mengingat otak yang saya miliki...
  
1:41:14 K: Ah, ah, ah, saya tidak
setuju.
  
1:41:18 Tidak! Anda tahu, Anda sudah mulai
dengan langkah yang salah.
  
1:41:21 S: Benar, tapi saya sadar akan
diri saya, apa adanya,
  
1:41:24 bolehkah saya mengajukan
pertanyaan dengan cara ini:
  
1:41:29 apakah pada dasarnya
cara memandang sesuatu...
  
1:41:36 K: mm, mm, mm mm ..
 
1:41:37 S: Tidak, bukan demikian.
 
1:41:38 K: Ini suatu fakta.
 
1:41:40 S: Bukan demikian, apakah ini masalah
kemampuan berpikir? Tidak tidak...
  
1:41:46 Ini bukan kepastian.
Ini bukan masalah logika,
  
1:41:51 K: Ini bukan masalah logika,
ini bukan masalah analisis...
  
1:41:54 S: Ini bukan soal analisis.
 
1:41:55 K: Ini bukan masalah-
 
1:41:57 Tunggu sebentar, Tuan, jangan menga-
baikannya begitu cepat. Anda lihat...
  
1:42:01 S: Ini bukan masalah logika.
 
1:42:03 K: Tidak ..
 
1:42:06 K: Ini masalah pengamatan biasa
dari apa yang terjadi.
  
1:42:14 S: Tanpa imaji.
Tanpa pikiran membentuk imaji.
  
1:42:19 K: Bukan, Tuan, bukan.
 
1:42:20 S: Bukan?
 
1:42:22 K: Intinya begini: otak adalah
pusat dari semua respons sensorik.
  
1:42:31 Betul? Respons-respons sensorik
 
1:42:34 yang telah menciptakan memori,
pengalaman, pikiran, semua itu,
  
1:42:39 pikiran, tindakan, dan ia
terperangkap di dalamnya.
  
1:42:44 Dan otak terperangkap di dalamnya,
yang-saya tidak akan mendalaminya-
  
1:42:50 yang adalah parsial,
tidak pernah lengkap-betul? -
  
1:42:56 dan karena itu mencemari semua yang
dilakukannya: hubungan saya,
  
1:43:03 segalanya yang dilakukannya.
 
1:43:06 Jika Anda sekali mengakuinya, sebagai fakta, bukan sebagai teori, bukan sebagai...
 
1:43:09 sebagai fakta, bukan
sebagai teori, bukan sebagai...
  
1:43:11 Betul? Lalu bagaimana
lingkaran itu dipatahkan?
  
1:43:19 Itulah seluruh intinya,
yang kita semua tanyakan.
  
1:43:25 PJ: Tuan, mungkin menjadi
lebih jelas kalau saya bertanya,
  
1:43:32 dan itu adalah:
praktis setiap ajaran...
  
1:43:38 yang terkait
dengan proses mediasi,
  
1:43:44 menganggap indra sebagai
penghalang ..
  
1:43:50 K: Mm, ya, ya.
 
1:43:51 PJ:...untuk pengakhiran,
atau pemutusan (tidak terdengar)...
  
1:43:57 PJ: Tuan, saya tanyakan
peran apa, peran apa...
  
1:44:03 K: R-O-L-E? (peran)
 
1:44:04 PJ: R-O-L-E, peran apakah Anda
berikan pada indera
  
1:44:10 dalam membebaskan batin.
Anda lihat...Tidak...
  
1:44:16 K: Ah, ah, ah...
 
1:44:17 PJ: Anda tahu, saya paham,
saya mungkin salah mengatakannya...
  
1:44:21 K: Ya.
 
1:44:22 PJ:...tapi peran apa yang Anda
berikan pada indra? Titik.
  
1:44:25 K: Itu cukup, titik.
 
1:44:26 RB: Menurut saya Pupulji,
Anda tidak benar dalam mengatakan
  
1:44:28 bahwa mereka semua menganggap
indra sebagai penghalang
  
1:44:34 sebab ketika mereka mengatakan indra,
batin mereka masukkan ke dalamnya.
  
1:44:38 PJ: Tidak, tapi mereka juga
memperhatikan indra.
  
1:44:41 RB: Tidak, tetapi mereka tidak pernah
memisahkan batin dari indera.
  
1:44:44 PJ: Mungkin mereka tidak
memisahkan.
  
1:44:46 Bagaimanapun, semua pertapaan,
semua tapas,
  
1:44:54 semua praktik yoga adalah -seperti
yang saya pahami, saya mungkin salah-
  
1:45:01 adalah untuk memastikan bahwa
gerak indra keluar ke arah objek...
  
1:45:07 telah dimusnahkan.
 
1:45:10 K: Tidak, saya tidak akan-
 
1:45:15 K: Saya tidak tahu apa yang
dikatakan orang dahulu...
  
1:45:18 PJ: Sekarang,
bagaimana menurut Anda?
  
1:45:20 KV: Saya pikir,
mungkin pemahaman kita tentang,
  
1:45:23 setidaknya beberapa gerakan di-
 
1:45:27 ini adalah murni interpretasi sejarah
yang saya,
  
1:45:29 tidak dalam hal diskusi kita,
 
1:45:32 bahwa setidaknya dalam apa yang
secara luas disebut Hindu atau,
  
1:45:39 saya bahkan tidak akan mengatakan
Hindu, tetapi saya akan mengatakan
  
1:45:41 pemikiran India kuno,
 
1:45:44 indra tidak bisa disangkal.
 
1:45:48 KV: Itu sangat penting untuk seluruh
budaya dan di mana dia memulai,
  
1:45:55 bahwa yang pertama-tama adalah
persepsi sensorik.
  
1:45:58 Jika Anda kembali ke imaji ini yang
telah kita bicarakan beberapa kali
  
1:46:03 mengenai Kathopanishad...bahwa tidak
ada kereta yang bergerak tanpa kuda,
  
1:46:13 kuda adalah yang utama.
 
1:46:15 AP: Indra adalah yang utama.
 
1:46:17 KV: Indra adalah yang utama, karena-
nya indra tidak untuk dimusnahkan.
  
1:46:21 PJ: Lalu apa peran mereka?
 
1:46:22 KV: Mereka harus dipahami,
dikendalikan...
  
1:46:25 K: Ah, ah, ah...
 
1:46:26 SP: Tidak dikontrol tapi
dimengerti.
  
1:46:30 KV: Saya minta maaf untuk itu, te-
tapi mereka tidak untuk dihancurkan,
  
1:46:35 Maksud saya, mereka yang utama.
Mereka seperti unsur, ia berkata,
  
1:46:38 dari realitas luar.
Dia tidak menyangkal yang di luar..
  
1:46:43 PJ: Tidak,
itu yang saya coba gapai.
  
1:46:45 Saya berkata: apa peran indra?
 
1:46:50 KV: Ah, itu bagus, itu bagus.
 
1:46:51 PJ: Anda lihat, mungkin interpretasi
saya tentang posisi India salah,
  
1:46:56 Saya akan membatalkannya,
tapi...
  
1:46:58 K: Saya akan memberi tahu Anda.
Indra-
  
1:47:02 -jika pikiran,
yang menciptakan keinginan-
  
1:47:08 saya tidak tahu apakah saya
membuat diri saya jelas,
  
1:47:11 jika indra tanpa
gangguan dari pikiran
  
1:47:17 dengan imajinya tentang indra,
maka indra memiliki
  
1:47:21 arti yang amat kecil..
 
1:47:25 PJ: Indra mempunyai arti
yang amat kecil.
  
1:47:27 K:Arti pentingnya. Tunggu sebentar,
biar saya jelaskan sedikit lagi,
  
1:47:35 dengan perlahan, perlahan, perlahan.
Saya menjelajahi diri saya sendiri.
  
1:47:39 Saya jelas tentang itu,
tetapi ekspresi nya,
  
1:47:42 dan memasukkannya ke
dalam bahasa.
  
1:47:46 Indra memiliki tempatnya, benar?
-Saya tidak-
  
1:47:51 Jika Anda menusuk jarum,
saya harus bereaksi;
  
1:47:54 jika saya melihat pohon yang indah,
maksud saya, itu keindahan
  
1:47:59 Keindahan pohon
sangat mencengangkan.
  
1:48:03 Jika saya melihat seorang wanita,
jika saya tertarik,
  
1:48:07 respons sensorik, sensual, saya-
 
1:48:14 Sekarang, di manakah keinginan
mengganggu indera? Itulah intinya,
  
1:48:21 bukan apakah indra itu penting atau
tidak penting-di mana hasrat dimulai.
  
1:48:31 Jika orang mengerti itu, indrawi...
Anda berkata, ya,
  
1:48:36 mengapa begitu luar biasa penting
untuk itu, atau tidak penting.
  
1:48:46 Apa? Apakah saya sudah
terpeleset ke luar? Benar?
  
1:48:51 Benar?
Tidak, saya tidak terpeleset...
  
1:48:57 RB: Kedengarannya seperti
 
1:48:59 Anda sedkit berkontradiksi
karena...
  
1:49:03 K: Uh? Anda...?
 
1:49:07 RB: Kedengarannya Anda bertentangan
dengan diri Anda sendiri karena...
  
1:49:11 K: Tidak, tidak, saya akan
tunjukkan kepada Anda.
  
1:49:13 RB:Tidak Tuan, bolehkah saya?
 
1:49:14 Sebab Anda telah mengatakan,
bukan baru sekarang,
  
1:49:18 tetapi Anda telah mengatakan
bahwa jika Anda dapat mengamati
  
1:49:22 dengan semua indra Anda...
 
1:49:24 K: Itu dia.
 
1:49:25 RB: Ya, oleh karena itu Anda tidak
dapat menyangkal pentingnya indera.
  
1:49:28 K: Tidak, saya tidak... Saya tidak
menyangkal, Anda telah salah paham.
  
1:49:32 T: Hasrat-hasrat.
 
1:49:34 K: Tidak, saya berkata, hati-hati,
saya berkata jika orang menanggapi
  
1:49:37 pohon itu,
 
1:49:40 melihat padanya, dengan matahari
menyinarinya setelah hujan,
  
1:49:42 itu penuh keindahan.
 
1:49:45 RB: Ya.
 
1:49:46 K: Saya menanggapi,
 
1:49:47 maksud saya,
ketika ada tanggapan total
  
1:49:50 terhadap keindahan itu,
terhadap itu,
  
1:49:52 tidak ada aku, tidak ada pikiran,
 
1:49:54 tidak ada pusat
dari mana ia merespons.
  
1:49:57 RB: Ya.
 
1:49:59 Mary Zimbalist (MZ):
Dan tidak ada hasrat.
  
1:50:00 K: Itu keindahan, bukan lukisannya, bukan puisi, bukan...
 
1:50:06 Tanggapan total dari semua
indra Anda pada itu.
  
1:50:13 Kita tidak bisa, kita tidak lakukan,
karena pikiran menciptakan citra,
  
1:50:22 dari mana keinginan muncul.
 
1:50:26 Kemudian keinginan itu berwujud
-semuanya itu.
  
1:50:33 K: Tidak ada kontradiksi.
 
1:50:35 PJ: Jika saya boleh bertanya
kepada Upadhyayaji,
  
1:50:38 bagaimana umat Budhhis
memandang indra?
  
1:50:44 Saya akan sangat tertarik
untuk mengetahui
  
1:50:46 apa tempat indera bagi umat Buddhis
-atau Rinpocheji.
  
1:50:52 K: Buddhis atau Vedantis atau
Kristen atau... Lanjutkan, Tuan,
  
1:50:57 lanjutkan,
saya hanya bercanda, Tuan.
  
1:51:00 AP: (Hindi)
 
1:51:12 JU: (Hindi).
 
1:51:32 PJ: Tanpa pengamat tidak mungkin
ada observasi.
  
1:51:39 Menurut Vedanta, tanpa pengamat
tidak akan ada pengamatan.
  
1:51:44 K: Ah, itu tidak masuk akal...
maksud saya...
  
1:51:58 JU: (Hindi 1 mnt 18 dtk).
 
1:53:16 AP: Di Vedanta.
 
1:53:18 PJ: (Kepada KV):
Anda terjemahkan itu.
  
1:53:29 K: Nyonya, tolong.
 
1:53:32 KV: Menurut saya cukup jelas,
Tuan,
  
1:53:35 namun, dalam hal itu dia mendudukkan
Vedantik terkait dengan pengamat,
  
1:53:43 yang diamati.
 
1:53:45 Tidak mungkin ada pengamatan
kecuali ada pengamat.
  
1:53:51 Ini adalah proposisi pertama.
 
1:53:52 Proposisi kedua adalah,
 
1:53:54 bahwa yang keluar dari
pengamat dan yang diamati,
  
1:54:02 itu menghasilkan-di sini
dia menggunakan kata darshan,
  
1:54:09 AP: Yang adalah apa adanya,
 
1:54:11 tapi Darshan, seperti yang dia guna-
kan di sini, adalah sebagai definisi,
  
1:54:15 dia tidak memakai itu
sebagai penekanan,
  
1:54:17 adalah dalam kerangka Vedanta dia
menggunakan kata darshan itu...
  
1:54:23 GN: Melihat.
 
1:54:24 KV: dan karena itu darshan dan atma
(jiwa) lalu menjadi tak terpisahkan.
  
1:54:32 PJ: Dan Buddhis?
 
1:54:36 JU: (Hindi).
 
1:54:52 SP: Hanya ada melihat jika
yang melihat tiada.
  
1:54:54 K: Apa?
 
1:54:55 SP: Ada hanya melihat kalau
yang melihat tiada.
  
1:54:57 K: Tentu saja!
 
1:55:05 JU: (Hindi).
 
1:55:14 SP: Tidak ada perbedaan antara
yang melihat dan melihat.
  
1:55:17 K: Pengamat adalah yang diamati.
 
1:55:19 SP: Pengamat adalah yang diamati,
itu benar, Tuan.
  
1:55:21 K: Benar, Tuan?
 
1:55:22 PJ: Itu dia.
 
1:55:25 K: Sekarang, saya boleh, Tuan?
Sekarang,
  
1:55:26 lihat saja, apa yang terjadi
di sini.
  
1:55:30 Kita melekat pada sikap Vedantis
dan sikap Buddhis.
  
1:55:36 Kita sama sekali tidak keluar dari
bidang itu. Benar, Tuan?
  
1:55:42 Saya tidak mengkritik dia atau
apapun. Sekarang, kita kembali.
  
1:55:51 Sekarang,
inilah seluruh intinya.
  
1:55:55 Otak terjebak dalam gerakan ini,
gerakan ini adalah waktu;
  
1:56:05 gerakan ini adalah gerakan
pikiran. Benar, Tuan?
  
1:56:15 Dan Anda bertanya, bagaimana rantai
yang dibangun oleh pikiran itu,
  
1:56:24 dan pikiran-tolong lihat-pikiran
yang terbatas sifatnya,
  
1:56:31 karena ia lahir dari pengetahuan, dan
pengetahuan selalu tidak lengkap,
  
1:56:35 tidak pernah bisa lengkap, oleh
karena itu pikiran tidak lengkap,
  
1:56:39 sebab itu, rantai yang diciptakan
oleh pikiran
  
1:56:43 tidaklah lengkap.
Benar, Tuan?
  
1:56:48 T: Ya.
 
1:56:49 K: Tunggu sebentar,
biarkan saya selesaikan.
  
1:56:51 PJ: Rantai yang diciptakan
oleh pikiran adalah tidak lengkap.
  
1:56:55 K: Tentu saja.
 
1:56:56 AP: Karena pengetahuan
tidak lengkap.
  
1:56:58 KV: Karena pengetahuan
tidak lengkap.
  
1:57:00 K: Pengetahuan
telah menciptakan rantai ini.
  
1:57:02 Katakanlah dengan sepuluh
cara berbeda. Benar?
  
1:57:10 Lalu Anda mengajukan pertanyaan:
bagaimana rantai itu putus?
  
1:57:18 Nah, hati-hati, kita harus masuk ke
dalam ini sedikit berhati-hati.
  
1:57:21 Siapa yang menanyakan
pertanyaan ini?
  
1:57:30 KV: Yang terpenjara yang
menanyakan pertanyaan itu.
  
1:57:34 K: Ah, ha. Anda adalah itu.
 
1:57:39 SP: Persis.
 
1:57:41 K: Jadi siapa yang bertanya?
 
1:57:44 T: Orang yang sama yang berpikir
bahwa pengetahuan itu tidak lengkap.
  
1:57:47 K: Ah, ah, ah,
Anda tidak paham intinya.
  
1:57:49 PJ: Adalah yang itu yang
dirinya sendiri tidak lengkap...
  
1:57:52 SP: Adalah menanyakan
dirinya sendiri.
  
1:57:53 T: Ya.
 
1:57:54 SP: Menanyakan dirinya sendiri.
 
1:57:55 K: Tunggu, tunggu.
Apakah Anda amat yakin?
  
1:57:58 SP: Jika tidak...
 
1:57:59 K: Tidak, jangan, lihat saja.
Otak terjebak dalam hal ini.
  
1:58:07 Apakah otak mengajukan pertanyaan,
atau keinginan mengajukan pertanyaan,
  
1:58:18 yang mengatakan, 'Saya harus keluar
dari situ'. Apakah saya benar?
  
1:58:30 Achyutji, Anda terlihat ragu-ragu.
Saya tidak mengajukan pertanyaan.
  
1:58:40 Lihat perbedaannya, saya tidak
mengajukan pertanyaan itu.
  
1:58:44 AP: Itu dia.
 
1:58:45 K: Apa?
 
1:58:46 AP: Itu lebih baik,
itu saya mengerti.
  
1:58:49 K: Ah. Tunggu, Tuan, saya tidak
yakin kita saling memahami.
  
1:58:53 AP: Tuan, ketika Anda bilang, apakah
otak menanyakan pertanyaan itu,
  
1:58:59 ataukah keinginan menanyakan
pertanyaan itu...
  
1:59:01 K: Yang adalah otak.
 
1:59:02 AP: Yang adalah otak,
itu sebabnya saya macet,
  
1:59:06 itu sebabnya saya macet dan
saya diam karena...
  
1:59:10 K: Saya tidak mengajukan
pertanyaan itu.
  
1:59:11 AP:...saya melihat itu dan ketika
Anda mengatakan
  
1:59:12 saya tidak mengajukan
pertanyaan itu,
  
1:59:14 tapi saya hanya mengamati
fakta ini.
  
1:59:16 K: Tidak, saya tidak mengatakan...
saya tidak...
  
1:59:17 Anda mengikuti?
Anda mendahului saya.
  
1:59:19 PJ: Bukankah kita yang bertanya?
Saya mengajukan pertanyaan itu.
  
1:59:22 AP: Jika Anda melihat...
 
1:59:24 K: Ah, ah... Achyutji,
Achyutji, hati-hati,
  
1:59:27 hati-hatilah,
'Jika Anda melihat...'
  
1:59:29 itu lagi-lagi Anda mewujudkan
dua ujung. Hanya ada rantai ini.
  
1:59:34 AP: Ada rantai ini.
 
1:59:35 K: Itu saja.
 
1:59:37 AP: Hanya itu
yang diketahui orang.
  
1:59:39 K: Tidak! Hanya ada rantai itu.
Benar? Jangan mengajukan pertanyaan.
  
1:59:46 PJ: Anda lihat...
 
1:59:50 K: Saat Anda mengajukan pertanyaan,
Anda mencoba menemukan jawaban,
  
1:59:55 Anda tidak sedang melihat
rantainya.
  
1:59:57 Saya tidak tahu, apakah saya
membuatnya jelas.
  
1:59:59 AP: Saya kira itu jelas.
 
2:00:00 K: Ah, tidak, Anda tidak-
Anda adalah rantainya.
  
2:00:07 Benar? Anda adalah itu, Anda tidak
dapat mengajukan pertanyaan apa pun.
  
2:00:15 Saya tiba pada poin berikutnya,
 
2:00:16 yakni, apa yang terjadi
jika Anda lakukan itu?
  
2:00:25 Saat Anda melakukan itu, tidak ada
gerakan. Benar? Apakah saya benar?
  
2:00:38 PJ: (Hindi) (To JU):
Pertanyaan ini yang adalah...
  
2:00:42 AP: Dia telah paham.
 
2:00:46 K: Gerakan itu telah menciptakan ini.
Saya tidak tahu apakah Anda...
  
2:00:51 Dan jika tidak ada gerakan,
itu berakhir.
  
2:00:55 Ada dimensi yang sama sekali berbeda
yang sedang berlangsung.
  
2:01:07 Jadi saya harus mulai dengan tidak
mengajukan pertanyaan,
  
2:01:12 tapi apakah rantai itu fakta
bagi saya-fakta, ..
  
2:01:16 saya melihatnya beroperasi dalam
kehidupan sehari-hari.
  
2:01:26 Dan rantai ini adalah keinginan, has-
rat, dalam arti tanggapan sensorik.
  
2:01:37 Jika semua indera merespon,
tidak ada keinginan. Tentu saja.
  
2:01:46 Tetapi hanya jika respon sensorik
adalah parsial,
  
2:01:50 kemudian pikiran muncul dan
menciptakan imaji,
  
2:01:53 dari imaji itu mucul keinginan.
 
2:02:00 Kemudian semuanya, Anda tahu,
semua hal dimulai.
  
2:02:04 Jadi, apakah ini fakta bagi saya,
seperti rasa sakit adalah fakta,
  
2:02:11 bahwa ini adalah rantai tempat
otak bekerja.
  
2:02:17 Apa pun yang dilakukannya,
ia harus beroperasi di dalam ini
  
2:02:20 -politis, religius, apapun-itu harus
beroperasi di dalam wilayah itu.
  
2:02:29 BK: Saya ada pertanyaan Tuan,
yaitu...
  
2:02:32 Saya sangat mengerti apa
yang Anda katakan
  
2:02:36 dan pertanyaan saya sendiri
adalah, sungguh,
  
2:02:40 bagaimana untuk lebih berhubungan
dengan observasi itu.
  
2:02:45 PJ: Bagaimana untuk lebih berhubungan
dengan observasi itu.
  
2:02:48 K: Bagaimana untuk...?
 
2:02:50 PJ: Tetap berhubungan dengan
observasi itu.
  
2:02:53 T: Keterkondisian saya begitu kuat
sehingga...
  
2:02:55 K: Tuan, Tuan, lihat,
saya mempunyai sakit badaniah,
  
2:03:00 Saya langsung minum pil-benar?
-pergi ke dokter dan sebagainya.
  
2:03:05 Proses yang sama beroperasi-Anda iku-
ti? Saya berpikir apakah ini jelas...
  
2:03:14 Sudahkah jelas, Tuan?
Proses sakit fisikal, dokter, pil,
  
2:03:23 gerakan yang sama diambil alih oleh jiwa. untranslated
 
2:03:29 Batin berkata,
'Apa yang harus saya lakukan?
  
2:03:31 Beri saya pil, suatu
jalan keluar.'
  
2:03:36 Tapi sakit fisik saya bisa tangani,
Anda tahu, pil atau dokter,
  
2:03:42 tapi sakit psikologis,
yaitu ini,
  
2:03:53 otak berkata, 'Itu dia. Saya tidak
akan bergerak dari situ. Begitu.'
  
2:04:02 Saat Anda berkata, 'Saya ingin keluar
dari situ,' maka masalahnya dimulai.
  
2:04:07 Saya tidak tahu apakah saya...
Ini adalah terpisah...
  
2:04:10 PJ: Tuan, saya kira sekarang jam
setengah duabelas.
  
2:04:13 AP: Pukul setengah duabelas.
 
2:04:15 K: Pukul setengah duabelas?
Bagus, dua jam.
  
2:04:24 Tolong, Tuan,
saya bukan oracle Delphic.
  
2:04:31 Seperti yang kami katakan,
penelitian skeptis,
  
2:04:36 penyelidikan skeptis,
adalah proses spiritual yang benar,
  
2:04:43 benar Tuan? -adalah religi yang be-
nar, jika Anda bisa katakan demikian,