Krishnamurti Subtitles

Apa yang akan memutuskan rantai dalam mana otak terperangkap?

Madras (Chennai) - 14 January 1981

Seminar 1



0:18 Achyut Patwardhan (AP): Achyut Patwardhan (AP): Tuan,
Sir, if I may start. jika saya boleh memulai.
   
0:30 There has been a Telah terjadi degenerasi
widespread degeneration, yang meluas,
   
0:38 observable all over the dapat diamati di seluruh dunia
world in many countries, di banyak negara,
   
0:43 but particularly in tetapi khususnya di negara ini,
this country  
   
0:46 it seems that we are reaching sepertinya kita sedang mendekati
a point of crisis suatu titik krisis
   
0:52 where the very survival of this di mana kelangsungan hidup budaya
culture seems to be in jeopardy. ini tampaknya dalam bahaya.
   
1:00 But reflective minds Tetapi pikiran reflektif telah
have come to realize menyadari
   
1:07 that though there is a great bahwa meskipun ada banyak perhatian
deal of attention being paid yang diberikan
   
1:12 to the misuse of resources like water terhadap penyalahgunaan sumber daya
pollution and the pollution of air, seperti polusi air dan polusi udara,
   
1:18 and all the other dan semua bentuk polusi lainnya,
forms of pollution,  
   
1:22 basic to this mendasar pada ini adalah suatu
is a certain degeneration degenerasi tertentu
   
1:28 at the very source of the human mind, di sumber batin manusia,
   
1:30 at the source of the human brain. di sumber otak manusia.
   
1:35 Would it be possible Apakah mungkin bagi kita untuk
for us to explore menjelajahi,
   
1:39 whether this source of degeneration apakah sumber degenerasi ini dapat
can be traced, can be located, dilacak, dapat ditemukan,
   
2:01 and a process of dan suatu proses membersihkannya
cleansing it be found; ditemukan;
   
2:09 whether there is or there is an apakah ada atau ada suatu proses
alternative process of regeneration regenerasi alternatif
   
2:15 upon which we might come, yang mungkin dapat kita
  ketemukan,
   
2:17 in trying to discover the nature dalam mencoba menemukan sifat
and extent of this vast process dan tingkat proses yang luas ini,
   
2:26 which seems to be bringing the entire yang tampaknya membawa seluruh
civilization of our times to an end. peradaban zaman kita berakhir.
   
2:35 Krishnamurti (K): Go on, sirs, I'll Krishnamurti (K):Teruskan, Tuan, saya
come in a little later, you carry on. akan masuk nanti, Anda lanjutkan.
   
2:53 Questioner (Q): If I may go into that Penanya (T): Jika saya boleh masuk
question Patwardhanji has raised, ke dalam pertanyaan
   
2:55   yang diangkat oleh Patwardhanji,
   
2:58 the question of degeneration. persoalan tentang degenerasi.
It seems to be everywhere, Sepertinya ada dimana-mana,
   
3:02 but here it seems to be tetapi di sini tampaknya lebih dari
more than anywhere else. di mana pun.
   
3:07 This question was asked last year and Persoalan ini ditanyakan
it has set quite a few people thinking tahun lalu
   
3:09   dan telah membuat cukup banyak
  orang berpikir,
   
3:13 I have gone into this question saya telah masuk ke dalam persoalan
and I should like to say, ini dan saya ingin mengatakan,
   
3:19 before we go into this question sebelum kita masuk ke
  dalam persoalan ini
   
3:21 with regard to this culture, sehubungan dengan budaya ini,
this Indian culture, budaya India ini,
   
3:24 whether we love. apakah kita mencintai.
   
3:28 I'm asking this very Saya menanyakan hal yang
important question sangat penting ini,
   
3:32 because this is fundamental to the karena ini mendasar bagi persoalan
question that has been raised now. yang telah diangkat sekarang.
   
3:38 The word love seems to be Kata cinta sepertinya merupakan kata
a rare word in our culture. yang langka dalam budaya kita.
   
3:44 In Rig Veda, in the Upanishads Di Rig Veda, di Upanishad dan
and even in the Gita bahkan di Gita,
   
3:50 there is no mention tidak ada penyebutan kata cinta.
of the word love.  
   
3:55 Now, coming down to the Sekarang, masuk ke
anthropological reality, language, realitas antropologis, bahasa,
   
4:01 I speak two languages, Telugu and saya berbicara dalam dua bahasa,
Kannada. Telugu dan Kannada.
   
4:07 In these two languages, Dalam dua bahasa ini,
   
4:08 and I think is is true dan menurut saya adalah benar untuk
of most of the Indian languages, sebagian besar bahasa India,
   
4:13 there is no word about love. tidak ada kata tentang cinta.
   
4:20 We borrow a word, a Sanskrit word, Kami pinjam suatu kata,
  kata Sansekerta,
   
4:24 and we add a suffix to it dan kami tambahkan sufiks padanya
and make it into a word. dan membuatnya menjadi sebuah kata.
   
4:31 This is true of two Ini adalah benar untuk dua
languages that I know. bahasa yang saya tahu.
   
4:35 For instance, we have this word prema Misalnya,
and we use the suffix isu or madu, kita mempunyai kata prema
   
4:37   dan kita pakai akhiran
  'isu' atau 'madu',
   
4:42 which is premisu or premamadu, yakni premisu atau premamadu,
which is 'love do'. yang berarti 'cinta melakukan'.
   
4:49 That's how you use that term. Begitulah cara Anda
  menggunakan istilah itu.
   
4:51 And I think, even in Hindi, Dan saya pikir,
  bahkan dalam bahasa Hindi,
   
4:54 I think the people who know Saya pikir, orang yang tahu bahasa
the language should correct me, itu seyogianya mengoreksi saya,
   
4:58 the usual word that we come across, kata yang biasa kita temui,
even in films is, prem karna, bahkan di film adalah, prem karna,
   
5:04 mohabbat karna. mohabbat karna. Sekali lagi
Once again we use a word do, kami menggunakan kata 'do',
   
5:12 we borrow the word from Sanskrit, kami pinjam kata itu dari Sansekerta,
love, and we say, 'love do'. 'love', dan kami katakan, 'love do'.
   
5:16 And I think it's a very Dan saya pikir itu suatu jenis keku-
serious kind of a lack with us. rangan yang amat serius dengan kami.
   
5:20 We know there are certain cultures Kami tahu ada
where they don't have the word lying. budaya-budaya tertentu,
   
5:22   di mana mereka tidak memiliki
  kata berbohong.
   
5:25 If they are so primitive, perhaps, Jika mereka begitu primitif, mungkin,
they are so primitively honest mereka begitu jujur,
   
5:28 that they don't have the need sehingga mereka tidak merasa perlu
to prevaricate, to tell a lie. untuk berdusta, berbohong.
   
5:33 And we also know last year Dan kita juga tahu tahun lalu bahwa
that among the Eskimos di antara orang Eskimo,
   
5:36 they don't have this word competition. mereka tidak punya kata persaingan.
So if we, in this culture, Jadi jika kita, dalam budaya ini,
   
5:42 have the need of the word, membutuhkan kata itu,
the word love, kata cinta,
   
5:46 how is it that we bagaimana mungkin
don't have this word? kita tidak memiliki kata ini?
   
5:50 Does it point to you something Apakah itu menunjukkan pada Anda
very fundamentally serious, sesuatu yang serius amat mendasar,
   
5:54 a certain very profound lack in us? suatu kekurangan yang sangat
I should like to discuss this. besar dalam diri kita?
   
5:57   Saya ingin membahas ini.
   
5:58 AP: I think this would side-track AP: Saya pikir ini akan mengalihkan
the discussion altogether diskusi ini sama sekali ke hal lain,
   
6:03 because our whole question karena seluruh penyelidikan kita
must be focused on what is. harus difokuskan pada apa adanya.
   
6:12 You have yourself begun by a Anda sendiri memulai dengan pernya-
statement that we don't have this. taan bahwa kita tidak memiliki ini.
   
6:19 When we don't have it, anything we Ketika kita tidak memilikinya,
say about it is just speculative.  
   
6:20   apa pun yang kita katakan tentang
  itu, hanyalah spekulatif.
   
6:23 So I say set it aside Jadi saya katakan,
for the time being sisihkan itu untuk saat ini
   
6:26 and let us start with where we are, dan mari kita mulai dengan
  di mana kita berada,
   
6:28 which is, that we accept yaitu, bahwa kita menerima
the fact of degeneration, fakta degenerasi,
   
6:32 and if we knew the causes dan jika kita tahu penyebabnya,
we would deal with it. kita akan menyelesaikannya.
   
6:36 So I say we do not Jadi saya katakan,
know the causes of it. kita tidak tahu penyebabnya.
   
6:40 Is it possible for us to start our Mungkinkah kita memulai penjelajahan
exploration with a mind which says, kita dengan batin yang berkata,
   
6:48 'I see the fact of degeneration, 'Saya melihat fakta degenerasi,
   
6:50 I don't know its causation, saya tidak tahu penyebabnya,
I am willing to explore'? saya bersedia untuk mengeksplorasi '?
   
6:59 Brij Khare (BK): Brij Khare (BK): Saya
I think this is too fast for me, pikir ini terlalu cepat bagi saya,
   
7:02 because when a carpenter karena saat tukang kayu
begins his work in the morning memulai pekerjaannya di pagi hari,
   
7:06 he sharpens his chisels dia mengasah pahatnya dan
and examines his hammer, memeriksa palunya,
   
7:11 and I am wondering if we can dan saya bertanya-tanya apakah kita
do the same thing at this time bisa melakukan hal sama saat ini,
   
7:16 before we get into the content sebelum kita masuk ke konten
as to what we are going to make. yang akan kita buat.
   
7:22 What is it that really is our Apakah yang benar-benar alat kita,
tool that the carpenter has? yang tukang kayu punya?
   
7:29 This would be my interest Ini akan menjadi minat saya atau
or as Krishnaji says... seperti yang dikatakan Krishnaji
   
7:36 PJ: What would you consider PJ: Apa yang Anda anggap
the tools of enquiry? sebagai alat penyelidikan?
   
7:39 BK: Yes, BK: Ya, ini yang ingin saya
this is what I'd like to find out. cari tahu.
   
7:42 Personally, Secara pribadi,
I think it has been indicated, saya pikir itu telah ditunjukkan,
   
7:45 along with the observation bersama dengan observasi
of the problem, dari masalah,
   
7:49 and that is it's the human brain. dan itu adalah otak manusia.
   
7:52 PJ: No, the tool. That is, PJ: Tidak, alatnya. Artinya, apakah
is the brain the tool of enquiry? otak adalah alat untuk mencari tahu?
   
8:01 PJ: No, PJ: Tidak, jika otak adalah alat
if the brain is the tool of enquiry untuk mencari tahu,
   
8:04 and the enquiry is into dan penyelidikannya adalah ke
the movement of the brain, dalam pergerakan otak,
   
8:13 BK: This is the characteristic BK: Ini adalah ciri dari batin
for the human mind or brain atau otak manusia
   
8:17 to really be an untuk benar-benar menjadi
observer for itself. pengamat bagi dirinya sendiri.
   
8:23 AP: I can see your point. All AP: Saya mengerti maksud Anda.
that I said was that I open a map,  
   
8:26   Semua yang saya katakan adalah
  bahwa saya membuka suatu peta,
   
8:29 and then I say that we start from a dan lalu saya katakan, kita mulai
point which is shared by all of us, dari titik yang kita semua berbagi,
   
8:36 that there is this fact, bahwa ada fakta ini,
you cannot explain it away, Anda tidak dapat menjelaskannya,
   
8:41 the fact of a very rapid fakta dari proses degenerasi
process of degeneration yang sangat cepat,
   
8:45 which might almost threaten yang mungkin hampir mengancam
the survival of this culture. kelangsungan budaya ini.
   
8:49 I start with this and I say, Saya mulai dengan ini dan saya
is it possible for us, berkata, apakah mungkin bagi kita,
   
8:53 without any other hypothesis, tanpa hipotesis lain apa pun,
to explore untuk menjelajahi
   
9:00 in such a way that we can discover sedemikian rupa sehingga kita
  dapat menemukan,
   
9:07 whether it is possible to apakah mungkin untuk
cleanse the brain membersihkan otak
   
9:11 of that source from which dari sumber,
this pollution starts. dari mana polusi ini dimulai.
   
9:15 PJ: But taking these two questions PJ: Tapi dengan menggabungkan
together, is it possible to say, dua pertanyaan ini,
   
9:18   apakah mungkin untuk
  mengatakan,
   
9:21 are the tools which are apakah alat-alat yang tersedia
available to us adequate bagi kita memadai
   
9:30 to view even this pollution which, untuk melihat bahkan polusi ini yang,
as we were talking about, seperti yang kita bicarakan,
   
9:34 are they adequate to even go apakah mereka memadai untuk bahkan
into the nature of the pollution? masuk ke sifat pencemaran?
   
9:40 If they are of the essence Jika mereka itu adalah esensi dari
of pollution themselves, pencemaran itu sendiri,
   
9:44 can they investigate the pollution, dapatkah
  mereka menyelidiki polusi,
   
9:47 and therefore can we investigate dan oleh karena itu
the tools? I think that is the... dapatkah kita menyelidiki
   
9:50   alat-alatnya?
  Saya pikir itu adalah
   
9:51 BK: Yes, precisely. BK: Ya, tepat sekali.
   
9:53 The carpenter has to examine what Tukang kayu harus memeriksa
sort of tool he has, what he needs,  
   
9:54   jenis alat-alat apa yang dia miliki,
  apa yang dia butuhkan,
   
9:58 he has to sort it out-the chisel, dia harus memeriksa-pahat,
the hammer and what not. palu dan yang lain-lain.
   
10:02 What do we have today, Apa yang kita miliki hari ini,
at this moment in time, pada saat ini,
   
10:04 to examine precisely the untuk memeriksa dengan tepat
question that has been raised? pertanyaan yang telah diajukan?
   
10:08 Q: I was wondering whether that might T:Saya pikir, apakah itu bahkan bukan
be even a more difficult question, suatu pertanyaan yang lebih sulit,
   
10:15 that is, the question yaitu, persoalan tentang
of the tools themselves, alat-alat itu sendiri,
   
10:18 whether one can take up apakah seseorang dapat memungut
something which we can see, sesuatu yang dapat kita lihat,
   
10:23 open the map as it were, and get seperti membuka peta, dan pergi ke
to an area where we see disorder, area di mana kita melihat kekacauan,
   
10:30 shall we say, dan kemudian bertanya
and then ask what flows from that, apa yang mengalir dari itu,
   
10:36 and see what sort dan melihat apa penyebabnya
of causes and so on. dan sebagainya.
   
10:39 But there was one point- Tapi ada satu hal-
   
10:41 I was thinking about this Saya sedang memikirkan tentang
question of degeneration itself, persoalan degenerasi itu sendiri,
   
10:45 somehow it seems to import entah bagaimana, tampaknya menandakan
a sort of time-scale. semacam skala waktu.
   
10:53 For instance, Misalnya, seseorang dapat melihat
one can look at the same facts fakta yang sama
   
10:56 and say that it is not degeneration dan mengatakan bahwa itu
  bukanlah degenerasi,
   
10:59 but it's an evolutionary tetapi ini adalah suatu proses
process or something like that, evolusi atau semacamnya,
   
11:02 clearly there is a disorder, jelas ada kekacauan,
   
11:04 perhaps, there is disorder, mungkin, ada kekacauan, ya,
yes, but degeneration... tapi degenerasi
   
11:10 B K: I'm sorry, but you have moved B K: Maaf, tetapi Anda telah
away from the examination of the tool. menjauh dari pemeriksaan alat.
   
11:14 You're talking about Anda sedang berbicara
the making of it. tentang pembuatannya.
   
11:16 Q: I know but I was wondering whether T:Saya tahu tapi saya bertanya-tanya
the examination of the tools by itself apakah pemeriksaan alat itu saja
   
11:24 takes us anywhere. tidak membawa kita kemana-mana.
   
11:26 PJ: I don't think the two questions PJ: Menurut saya kedua pertanyaan
are independent of each other. itu bukannya tidak saling terkait.
   
11:29 Q: That's right, it's not. T: Benar, tidak.
   
11:31 G. Narayan (GN): G. Narayan (GN):
And speaking of the tool, Dan berbicara tentang alat,
   
11:32 I think the language is Saya pikir bahasa adalah alat
a very important tool. yang sangat penting.
   
11:34 AP: I don't want to bring in any AP:Saya tidak ingin membawa masalah
issues to prejudice the enquiry. apa pun yang merugikan penyelidikan.
   
11:42 That's why I did not raise the Itulah mengapa saya tidak mengajukan
question of any tools or anything, pertanyaan tentang alat atau apa pun,
   
11:45 but I say, I discover that the tetapi saya katakan,
tool is inadequate. I put it aside. saya temukan
   
11:47   bahwa alat tidak memadai.
  Saya kesampingkan.
   
11:50 Sunanda Patwardhan (SP): Sunanda Patwardhan (SP): Tapi sebelum
But before you do that, he says, Anda melakukan itu, dia berkata,
   
11:52 'What are the tools of enquiry 'Apakah alat penyelidikan dan
and what are we examining?' apa yang kita selidiki?'
   
11:55 AP: I will say that AP: Saya akan mengatakan bahwa
I can only open the map saya hanya bisa membuka peta,
   
11:59 that there is this very rapid bahwa ada proses degenerasi
process of degeneration yang sangat cepat ini,
   
12:04 which threatens survival. yang mengancam kelangsungan
  hidup.
   
12:07 Now, how do we understand it? Sekarang,
  bagaimana kita memahaminya?
   
12:11 BK: Suppose I disagree BK: Misalkan saya tidak setuju
with your observation. dengan pengamatan Anda.
   
12:13 AP: You disagree that AP: Anda tidak setuju bahwa
there is a degeneration? ada degenerasi?
   
12:15 BK: Suppose I do, BK: Seandainya ya, maka
then the question... pertanyaannya
   
12:17 K: You can't suppose, sir, K:Anda tidak bisa menduga, Tuan,
   
12:19 either you say atau Anda katakan tidak ada
there is no degeneration, not suppose. degenerasi, bukan menduga.
   
12:25 AP: If you say there AP: Kalau Anda katakan tidak
is no degeneration, ada degenerasi,
   
12:27 this problem is totally imaginary, masalah ini sepenuhnya adalah
that is one position, imajiner, itu satu posisi,
   
12:31 which is quite arguable, yang amat bisa diperdebatkan,
but I feel that... tapi saya merasa bahwa
   
12:35 PJ: But Achyutji, you must PJ: Tapi Achyutji, Anda harus
see this point of Dr Khare. melihat poin Dr Khare ini.
   
12:38 There is some validity Ada validitas tertentu dalam
in that point. hal itu,
   
12:41 That is, we are stating that artinya, kami menyatakan bahwa
there is a state of degeneration, ada keadaan degenerasi,
   
12:45 you are stating that there Anda menyatakan bahwa
is a state of degeneration, ada keadaan degenerasi,
   
12:48 both outside and within; baik di luar maupun di dalam;
   
12:50 that it is part of the very bahwa itu adalah bagian
condition of man today, dari kondisi manusia saat ini,
   
12:55 the degenerative process yang dirinya sendiri
having itself accelerated mempercepat proses degeneratif
   
13:03 and therefore degeneration being dan karenanya, degenerasi berada di
at our doorstep and within one. depan pintu kita dan di dalam orang.
   
13:07 He says with what will Dia berkata dengan apa kita
we enquire into this, akan menyelidiki ini,
   
13:12 because unless you ask yourself the karena kecuali jika Anda bertanya
question, with what you will enquire, pada diri sendiri,
   
13:15   dengan apa Anda akan
  menyelidiki,
   
13:17 you will keep on going round Anda akan terus berputar di dalam
within the circle of degeneration. lingkaran degenerasi.
   
13:22 So the question is not incorrect. Jadi pertanyaannya tidak salah.
   
13:27 AP: As I see it, man is continuing a AP: Seperti yang saya lihat, manusia
process of technological advancement meneruskan proses kemajuan teknologi,
   
13:37 which is gathering momentum and yang sedang menghimpun momentum
he is caught up in that process dan dia terjebak dalam proses itu,
   
13:43 so that at one end he seems sehingga di satu sisi dia tampak
to be really advancing, benar-benar maju,
   
13:50 but at the core, tapi pada intinya,
the core is decaying, intinya membusuk,
   
13:55 and this decay at the core is dan kerusakan pada intinya ini
the cause of all the conflicts, adalah penyebab semua konflik,
   
14:01 all the confusion, all the semua kebingungan, semua disintegrasi
disintegration of society that we see, masyarakat yang kita saksikan,
   
14:07 and I say, dan saya katakan, apakah
is it possible not to be taken up, mungkin untuk tidak diliput,
   
14:11 not to be caught up tidak terjebak dalam ilusi,
in the illusion  
   
14:14 that because man has gone to Saturn, oleh karena manusia telah pergi
etc. or sent a satellite to Saturn, ke Saturnus, dll.,
   
14:17   atau mengirim satelit ke
  Saturnus,
   
14:20 not to be caught up in a phoney untuk tidak terjebak dalam
movement which seems to be progress, gerakan palsu
   
14:24   yang tampaknya sedang maju
  berkembang,
   
14:28 but to come to the source, which is tetapi untuk datang ke sumbernya,
that at the root something is dying,  
   
14:29   yaitu bahwa pada akarnya ada
  sesuatu yang sekarat,
   
14:33 and that is something vital, dan itu adalah sesuatu yang penting,
which has given meaning. yang memberi makna.
   
14:36 When we start this enquiry, I want Saat kita memulai
to start it with minimal assumptions, penyelidikan ini,
   
14:39   saya ingin memulainya
  dengan asumsi yang minimal,
   
14:42 minimal pre-suppositions and the pra-anggapan yang minimal dan
tools will reveal themselves. alat-alatnya akan menampakkan diri.
   
14:47 No tool is barred. Tidak ada alat yang dilarang.
   
14:50 Q: Don't you think it is a... T: Tidakkah menurut Anda
  ini adalah
   
14:52 S. Rinpoche (SR): What is the S. Rinpoche (SR): Apakah maksud
real intention of regeneration? sebenarnya dari regenerasi?
   
15:03 That is not very clear to me. Itu tidak terlalu jelas
  bagi saya.
   
15:07 AP What is the intention AP: Apakah maksud dari
of degeneration? degenerasi?
   
15:10 SR: SR: Kami berbicara tentang
We are speaking of regeneration, regenerasi,
   
15:13 we are speaking of regeneration kita berbicara tentang regenerasi ha-
only a process of change, nya sebagai suatu proses perubahan,
   
15:17 that all this exists, bahwa semua ini ada,
that we may call a regeneration yang dapat kita sebut regenerasi,
   
15:23 or we may call it evolution. atau kita bisa menyebutnya
  evolusi.
   
15:25 And also we are speaking of Dan juga kita berbicara tentang
the tools of examination. alat-alat penyelidikan.
   
15:32 If we are trapped in the Jika kita terjebak di dalam
   
15:35 differentiation of the diferensiasi dari
tools of examination alat-alat penyelidikan
   
15:39 and the degeneration dan degenerasi
as a separate thing, sebagai hal yang terpisah,
   
15:43 then we may not arrive maka kita mungkin tidak sampai
at any conclusion. pada kesimpulan apapun.
   
15:48 K: Quite right. K: Benar sekali.
   
15:50 SR: So I think we should SR: Jadi menurut saya kita harus
approach the question mendekati persoalan itu
   
15:57 with some different angle dengan penjuru dan
and different viewpoint. sudut pandang yang berbeda.
   
16:03 K: May I also interrupt? K: Bolehkah saya juga menyela?
   
16:08 I think we have more or less, Saya pikir kita telah lebih atau
all of us have agreed kurang, kita semua telah setuju,
   
16:12 there is degeneration, there is ada kemerosotan, ada korupsi secara
corruption morally, intellectually moral, secara intelektual
   
16:20 and also almost physically. dan juga hampir secara fisik.
   
16:23 There is chaos, confusion; the Ada kekacauan, kebingungan; perang
wars bring misery, bring despair, membawa kesengsaraan, keputusasaan,
   
16:36 where to think is to di mana berpikir adalah penuh
be full of sorrow. dengan kesedihan.
   
16:40 Now, do we approach this present Sekarang, apakah kita dekati kondisi
condition as a Christian, sekarang ini sebagai seorang Kristen,
   
16:51 or as a Buddhist or as a Hindu, atau sebagai seorang Budhis atau
Vedantist, Islam and so on, so on, sebagai seorang Hindu,
   
16:54   Vedantis, Islam,
  dan seterusnya,
   
16:57 or do we approach this problem atau apakah kita mendekati masalah
without taking any stand, ini tanpa mengambil sikap apa pun,
   
17:07 without taking any tanpa mengambil posisi apapun
position as a communist seperti seorang komunis,
   
17:12 who goes up to a certain point, yang pergi
  ke suatu titik tertentu,
   
17:15 he agrees that sorrow is dia setuju bahwa kesedihan,
the burden of mankind, adalah beban umat manusia,
   
17:21 but he says to change that sorrow tetapi dia mengatakan,
you must recondition society. untuk mengubah kesedihan itu,
   
17:24   Anda harus memperbaiki
  masyarakat.
   
17:29 So if we could put aside-I am just, Jadi jika kita bisa mengesampingkan
I am respectfully suggesting this - saya sekadar,
   
17:30   saya dengan hormat
  menyarankan ini,
   
17:34 -if we could put aside all jika kita bisa kesampingkan semua
our stands, our positions, tempat pijakan kita, posisi kita,
   
17:39 then perhaps we would be able lalu mungkin kita bisa melihat
to look at the problem clearly. masalahnya dengan jelas.
   
17:43 The problem is fairly simple. Masalahnya cukup sederhana.
   
17:47 Knowledge, Pengetahuan,
either in the technological world baik dalam dunia teknologi
   
17:52 or knowledge in the atau pengetahuan di
psychological world, dunia psikologis,
   
17:56 knowledge which is handed down pengetahuan yang diturunkan,
   
17:59 both scientifically kedua-duanya,
in the technological world secara ilmiah di dunia teknologi
   
18:04 and knowledge handed down through dan pengetahuan yang diturunkan
tradition, through books and so on, melalui tradisi, buku dan sebagainya,
   
18:09 may be, knowledge may be the root mungkin, pengetahuan mungkin
of all this. I am proposing this, adalah akar dari semua ini.
   
18:14   Saya mengusulkan ini,
   
18:16 please discuss this. I am not laying tolong diskusikan ini.
down, the speaker has no position, Saya tidak sedang menentukan,
   
18:22   pembicara tidak memiliki
  posisi,
   
18:25 he doesn't take any position, dia tidak mengambil posisi apapun,
as a Hindu, Buddhist, Christian sebagai orang Hindu, Budhis, Kristen,
   
18:30 or any other-communist, atau apa pun lainnya, komunis,
socialist and all the rest of it. sosialis dan lain-lain.
   
18:35 One perceives this chaos Orang melihat kekacauan ini
throughout the world: di seluruh dunia:
   
18:39 mismanagement economically, salah urus di bidang ekonomi,
socially, at the government level, sosial, di tingkat pemerintah,
   
18:46 at the poorest, lowest level, there is di tingkat yang paling miskin dan
utter confusion and despair, paling rendah,
   
18:49   ada kebingungan dan
  keputusasaan luar biasa,
   
18:52 uncertainty. ketidakpastian.
   
18:54 Right, sir? Now, that is the Benar, Tuan? Nah, itulah masalahnya.
problem. How do we approach it? Bagaimana kita mendekatinya?
   
19:01 Right, Achyutji, may I...? Benar,
  Achyutji, bolehkah saya...?
   
19:02 AP: Yes, sir, that's why I did not AP: Ya Tuan, itu sebabnya saya tidak
want to posit any other problem mau mengajukan masalah lain
   
19:08 about which tools we should use, tentang alat mana yang harus kita gu-
which tools we should reject, nakan, yang mana harus kita tolak,
   
19:13 I said all this will reveal itself saya mengatakan semua ini akan
in the ongoing process of the enquiry terungkap dengan sendirinya
   
19:15   dalam proses penyelidikan yang
  sedang berlangsung,
   
19:19 if the enquiry is sustained by jika penyelidikannya ditopang oleh
a critical, sceptical spirit, semangat kritis dan skeptis,
   
19:24 which is quite clear yang cukup jelas bahwa
that I do not have saya tidak punya
   
19:28 any answer jawaban apa pun untuk
to this degeneration with me. kemerosotan ini dengan diri saya.
   
19:33 If I have, Jika saya punya,
   
19:35 if I imagine that I have read jika saya membayangkan,
Vedanta and the answer is in this,  
   
19:36   bahwa saya telah membaca Vedanta
  dan jawabannya ada di sini,
   
19:39 or if I imagine that I have Marxism atau jika saya membayangkan
and there is an answer in this, bahwa saya memiliki Marxisme
   
19:42   dan ada jawabannya di sini,
   
19:44 and there is some-only modifications dan hanya ada beberapa modifikasi
are necessary yang diperlukan,
   
19:48 and that something has... dan sesuatu itu
   
19:51 we need a revival in which kita membutuhkan kebangkitan di mana
some deadwood should be cut, beberapa kayu mati harus dipotong,
   
19:54 that means we are starting with itu berarti kita mulai dengan
some kind of a conditioning semacam pengondisian,
   
20:03 which one is willing to modify yang seseorang bersedia untuk diubah
under the compulsion of the enquiry. di bawah tekanan penyelidikan.
   
20:08 This position, I feel, Posisi ini, saya rasa, akan
would vitiate our enquiry. merusak penyelidikan kita.
   
20:14 Therefore I did not want Karena itu saya tidak ingin mengata-
to say anything beyond kan apapun yang melebihi daripada
   
20:18 stating the problem which is menyatakan,
based on a fact, of observable fact, bahwa masalahnya didasarkan
   
20:20   pada suatu fakta,
  fakta yang dapat diamati,
   
20:23 and in the course of the enquiry dan selama proses penyelidikan,
   
20:26 the limitation of each batasan setiap alat akan
tool will reveal itself. menampakkan dirinya.
   
20:29 PJ: But Krishnaji has brought in PJ: Tapi Krishnaji telah membawa
a very- sesuatu yang amat-
   
20:38 a statement, an element into suatu pernyataan, suatu
this enquiry which you have posited, unsur ke dalam penyelidikan ini,
   
20:40   yang telah Anda lakukan,
   
20:45 which demands a great yang menuntut banyak
deal of examination. pemeriksaan,
   
20:50 That is, that knowledge per se, yakni, pengetahuan itu sendiri,
technological knowledge, skill pengetahuan teknologi, keterampilan
   
20:59 -see the implications of -lihat implikasi dari itu-
it-technological knowledge, skill, pengetahuan teknologi, keterampilan,
   
21:04 all that the human brain has semua itu yang telah diperoleh
acquired through millennia, otak manusia selama ribuan tahun,
   
21:11 is itself the source itu sendiri adalah sumber
of the degeneration. degenerasi/kemerosotan.
   
21:22 First I must take that challenge. Pertama-tama saya harus
  menerima tantangan itu.
   
21:26 He has put a challenge Dia telah memberikan tantangan
into the situation. pada situasi tersebut.
   
21:29 And how do I respond Dan bagaimana saya menanggapi
to that challenge? tantangan itu?
   
21:34 K: That challenge K: Tantangan itu mungkin
may be utterly wrong. sama sekali salah.
   
21:36 PJ: No, I must respond to it, PJ: Tidak,
  saya harus tanggapi itu,
   
21:38 I must either discover Entah saya harus menemukan
the truth of it or the... kebenarannya atau...
   
21:45 BK: I still say that perhaps we BK: Saya tetap bilang bahwa kita
are anatomically, biologically, mungkin secara anatomis, biologis,
   
21:54 physiologically inadequate secara fisiologis tidak memadai
to deal with the situation: untuk menghadapi situasi:
   
21:58 social, economic, political, sosial, ekonomi, politik, dan
and we don't have - kita tidak punya -
   
22:03 I'm afraid to saya takut untuk menggunakan kata-
use the word- appropriate tools, alat-alat yang sesuai,
   
22:07 because obviously we have created karena jelas kita telah menciptakan
a behemoth all over the world, raksasa di seluruh dunia,
   
22:12 not just in India, tidak hanya di India,
   
22:14 but the pollution in Madras is tapi polusi di Madras
not as bad as in Los Angles. tidak seburuk di Los Angles.
   
22:19 That is more killing Itu lebih membunuh daripada
than this pollution. polusi (di s-)ini.
   
22:23 What I'm suggesting perhaps is, Apa yang saya sarankan,
  mungkin, adalah,
   
22:25 if we can really see if there jika kita sungguh dapat melihat jika
is a root cause to all of this. ada akar penyebab dari semua ini.
   
22:32 K: That's what K: Itu yang kita sedang tanyakan
we are asking ourselves, sir. pada diri kita , Tuan.
   
22:37 What is the root cause of it? Apakah akar penyebabnya?
   
22:44 AP: I would agree AP: Saya setuju dengan apa yang
with what he says now. dia katakan sekarang.
   
22:47 K: That is, what is K: Yakni, apa akar penyebabnya?
the root cause of it?  
   
22:49 Let's stick to that for the moment. Mari kita pegang itu untuk
  saat ini.
   
22:50 Not introduce words like Tidak melibatkan kata-kata seperti
tools and all the rest of it. alat-alat dan lainnya.
   
22:53 BK: Alright, root cause. BK: Baiklah, akar masalah.
   
22:55 K: And what is the root cause. K: Dan apa akar masalahnya.
Root cause. Penyebab utama.
   
22:59 We are not examining the symptoms. Kita tidak memeriksa gejalanya.
   
23:01 BK: No. BK: Tidak.
   
23:02 K: We all know the K: Kita semua tahu gejala-gejalanya.
symptoms. Can we find out, Bisakah kita mencari tahu,
   
23:10 through sceptical investigation, melalui penyelidikan skeptis,
what is the root of all this. apa akar dari semua ini.
   
23:20 SR: The effect of knowledge SR: Pengaruh pengetahuan
on our mind pada batin kita,
   
23:25 or on our brain atau di otak kita,
is to be examined I think. perlu untuk diperiksa saya kira.
   
23:29 K: Yes, sir. K: Ya Tuan.
   
23:31 SR: And then the root cause, perhaps, SR: Dan kemudian akar
from somewhere may be found out. penyebabnya, mungkin,
   
23:35   dari suatu tempat bisa
  ditemukan.
   
23:42 Our approach, our consideration Pendekatan kita, pertimbangan
about knowledge, acquiring knowledge kita tentang pengetahuan,
   
23:49   perolehan pengetahuan,
   
23:52 are under the conditions berada di bawah kondisi
of the knowledge and tradition. pengetahuan dan tradisi.
   
24:00 We've put our mind Kita telah menempatkan
far from the reality batin kita jauh dari realitas
   
24:10 and what is the effect of dan apa pengaruh pengetahuan
knowledge on our mind pada batin kita,
   
24:17 perhaps could be discussed mungkin bisa dibahas
more clearly. lebih jelas.
   
24:22 K: Sir, could we discuss, K: Tuan, bisakah kita berdiskusi,
if I may suggest, jika saya boleh menyarankan,
   
24:26 what do we mean apa yang kita maksud dengan
by that word knowledge? kata pengetahuan itu?
   
24:31 K: Sir, I beg your pardon, K: Tuan, saya mohon maaf,
sorry, sorry. maaf, maaf.
   
24:33 Jagannath Upadhyaya (JU): Will Now Jagannath Upadhyaya (JU):
Speak in Hindi - 1 min 40 secs Sekarang akan
   
24:39   berbicara dalam bahasa Hindi
  - 1 men 40 dtk
   
24:44 Translation attempt by AP follows.. Upaya penerjemahan oleh AP mengikuti ..
   
26:26 AP (Translates) There are two points AP (menerjemahkan) Ada dua poin dari
from which we look at this problem. mana kita melihat masalah ini.
   
26:37 One is the individual Yang satu adalah individu dan
and the other is society. yang lainnya adalah masyarakat.
   
26:42 Problems arise in the individual Masalah muncul dalam diri individu
and problems arise in society dan masalah muncul dalam masyarakat,
   
26:50 and they confront the individual. dan mereka berhadapan dengan
  individu.
   
26:53 The individual in himself is Individu dalam dirinya sebagian meru-
partly an entity in himself pakan entitas dalam dirinya sendiri,
   
27:01 but largely he is the tetapi sebagian besar dia adalah
product of society. So... produk masyarakat. Jadi
   
27:10 JU: (In Hindi) JU: (Dalam bahasa Hindi)-
   
27:20 PJ: I think Kapila PJ: Saya kira Kapila ingin
wants to translate it. menerjemahkannya.
   
27:23 K: I don't understand... K: Saya tidak mengerti
   
27:25 PJ: I think they would both PJ:Saya pikir mereka berdua tahu
know Hindi very well... bahasa Hindi dengan sangat baik
   
27:33 Kapila Vatsyayan (KV): Kapila Vatsyayan (KV): Apa yang
What Jagannath Upadhyayaji has said Jagannath Upadhyayaji telah katakan,
   
27:36 is that we have to begin adalah kita harus memulai
this enquiry from two points: penyelidikan ini dari dua poin:
   
27:41 one, satu,
the individual and the society. individu dan masyarakat.
   
27:44 The individual has one dimension Individu memiliki satu dimensi yang
which is an intrinsic dimension merupakan dimensi hakiki
   
27:48 and there, dan di sana, dia bebas
he is free-the word that he used. -kata yang dia gunakan.
   
27:54 At the same time there is the Pada saat yang sama ada
other dimension of the individual dimensi lain dari individu,
   
28:00 which is in constant yang selalu berinteraksi
interaction with society. dengan masyarakat.
   
28:06 And in order to examine Dan untuk memeriksa persoalan,
the question, therefore, oleh karena itu,
   
28:11 he wishes to draw our attention to dia ingin menarik
  perhatian kita ke
   
28:15 the problems of the individual masalah-masalah individu
and the society dan masyarakat
   
28:18 first separately, pertama-tama secara terpisah,
   
28:21 then the individual in relation kemudian individu dalam hubungannya
to himself on one level, dengan dirinya pada satu tingkat,
   
28:25 the individual in relation to individu dalam hubungannya
society on the other level, dengan masyarakat pada tingkat lain,
   
28:29 and the relationship of the processes dan hubungan dari proses-proses itu
within the society. That's it. dalam masyarakat. Demikian.
   
28:40 JU: (Hindi - for 1 min 24 secs). JU:
  (Hindi - selama 1 mnt 24 dtk).
   
30:05 KV: He wishes us not to go KV: Dia berharap kita tidak
back into the ancient past mundur ke masa kuno,
   
30:08 but is confining himself to the last tetapi membatasi dirinya pada
three or four hundred years of  
   
30:10   tiga atau empat ratus tahun
  terakhir dari
   
30:14 civilization, and the problems peradaban, dan masalah-masalah
that have arisen in civilisation yang muncul dalam peradaban
   
30:18 during the last three, selama tiga,
four hundred years. empat ratus tahun terakhir.
   
30:23 And he believes that if we do that Dan dia percaya jika kita
  melakukan itu,
   
30:29 perhaps we might be able mungkin kita dapat mengidentifikasi
to identify the causes, penyebab-penyebabnya,
   
30:36 and in this he wants to stress that dan dalam hal ini dia ingin menekan-
it is the nature of the relationship kan bahwa adalah sifat alami hubungan
   
30:46 between the individual antara individu dan masyarakat,
and the society,  
   
30:50 and what are the moments when the dan saat-saat apa ketika individu
individual acquires greater importance memperoleh kedudukan lebih penting
   
30:56 and what are the moments when dan saat-saat apa ketika masyarakat
society acquires greater importance. menjadi lebih penting.
   
31:01 And what is the nature of that Dan apa sifat dari hubungan
relationship with one to the other, itu satu dengan yang lain,
   
31:09 and where the balances dan di mana
are disturbed. keseimbangan terganggu.
   
31:13 Earlier he had made Sebelumnya dia telah membuat
one other statement, satu pernyataan lain,
   
31:15 which is probably relevant yang mungkin terkait dengan apa
to what he has said now, yang dia katakan sekarang,
   
31:17 and that is that the transmission of dan itu adalah transmisi dari apakah
whether it is knowledge or experience, itu pengetahuan atau pengalaman,
   
31:24 that also has to be seen in relation itu juga harus dilihat dalam kaitan
to these two points that he has made. dengan dua poin yang telah dia buat.
   
31:30 K: May I? I question whether K: Bolehkah saya? Saya mempertanyakan
there is individual at all. apakah individu betul ada.
   
31:39 I question-when I say I question Saya mempertanyakan-ketika saya
I am not asserting anything- mengatakan saya mempertanyakan
   
31:42   saya tidak menegaskan
  apa pun-
   
31:46 I question whether society saya mempertanyakan apakah masyarakat
is not an abstraction. bukanlah suatu abstraksi.
   
31:58 What is actually Apa yang aktual adalah
is human relationship, hubungan manusia,
   
32:03 relationship with each other. hubungan satu dengan yang lain.
   
32:07 You may call that Anda bisa menyebut itu
relationship society, masyarakat-relasi,
   
32:11 but the fact is relationship tapi kenyataannya adalah
between him hubungan antara dia
   
32:15 and another, dan yang lainnya,
intimate or otherwise. intim atau sebaliknya.
   
32:19 Now, let's begin to find out Sekarang, mari kita mulai mencari
whether we are individuals, tahu apakah kita ini individu,
   
32:26 or we are programmed to atau kita terprogram untuk berpikir
think we are individuals, bahwa kita adalah individu-individu,
   
32:32 which has been encouraged yang telah didorong oleh
by all the religions: semua agama:
   
32:36 the soul according to the jiwa menurut orang Kristen
Christians and so on, so on. dan seterusnya.
   
32:42 I am questioning very deeply Saya bertanya
  dengan sangat dalam
   
32:47 whether the concept of apakah konsep individu itu
an individual is actual. adalah aktual.
   
32:53 You may think you are an individual Anda mungkin berpikir
and you act as an individual Anda adalah seorang individu
   
32:57   dan Anda bertindak
  sebagai seorang individu
   
33:01 and all the problems arising out dan semua masalah yang timbul
of that concept as an individual, dari konsep sebagai individu itu,
   
33:08 and then you pose the question, dan kemudian Anda mengajukan pertan-
society and the relationship. yaan, masyarakat dan hubungan.
   
33:17 But society may be a total Tetapi masyarakat boleh jadi
abstraction. merupakan suatu abstraksi total.
   
33:22 What is real, actual, is the Yang nyata, aktual, adalah
relationship between two human beings, hubungan antara dua manusia,
   
33:27 which creates the whole, yang menciptakan seluruh
monstrous society. masyarakat yang mengerikan.
   
33:34 Q: Does this word individual... T: Apakah kata individu ini...
   
33:36 K: Just... I don't know... K: Sebentar... Saya tidak tahu...
You translate it to him. Anda terjemahkan pada dia.
   
33:40 AP: No, he understands English, AP: Tidak, dia mengerti bahasa Ing-
sir, he only doesn't speak. gris Tuan, dia hanya tidak berbicara.
   
33:43 K: Forgive me if I... K: Maafkan saya jika saya...
   
33:44 KV: No, I think that is fine. KV: Tidak,
  saya pikir tidak apa-apa.
   
33:47 Mr Upadhyayaji, Tuan Upadhyayaji,
would you like to say something? apakah Anda ingin mengatakan sesuatu?
   
33:53 Radha Burnier (RB): Radha Burnier (RB):
You are implying then Anda lalu menyiratkan
   
33:56 that all relationship is corrupt, bahwa semua hubungan rusak,
   
33:58 because, for every individual karena, untuk setiap individu,
the relationship is between hubungan adalah antara
   
34:03 what he considers to apa yang dia anggap sebagai dirinya
be himself as an individual and... adalah sebagai individu dan...
   
34:07 K: That's the whole point. K: Itu adalah intinya.
   
34:09 KV: KV: Dan yang lainnya adalah
And the otherness of the others. dari orang lain.
   
34:10 K: Of course, K: Tentu saja, itu intinya.
that's the whole point.  
   
34:12 RB: So there is no relationship RB: Jadi tidak ada hubungan
which is not corrupt. yang tidak rusak.
   
34:15 K: That's my whole point. K: Itu seluruh inti saya.
   
34:18 SR: That is the real point which SR: Itu adalah hal yang sebenarnya,
we all must try to understand. yang kita semua harus coba pahami.
   
34:31 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
34:47 KV: If I may sir, with your KV: Jika boleh Tuan, seizin
permission. (.. Hindi - 1min 27 secs) Bapak. (.. Hindi - 1 mnt 27 dtk)
   
36:16 JU: (Hindi for 1 min 15 secs). JU: (Hindi selama 1 mnt 15 dtk).
   
37:32 KV: Sir, what he has submitted KV: Tuan, yang dia ajukan adalah
is that the individual is not. individu itu tidak ada.
   
37:40 SP: Is an illusion. SP: Itu adalah suatu ilusi.
   
37:43 K: K: Dia setuju dengan apa
He is agreeing to what I'm saying? yang saya katakan?
   
37:45 KV: Yes agreed.. but he says there is KV: Ya setuju .. tapi dia bilang ada
the delusion that he is... khayalan(delusi) bahwa dia...
   
37:51 ...and that there are two level ...dan bahwa ada dua tingkat khayalan
delusions that one is working on. yang sedang dikerjakan seseorang.
   
37:56 K: Aha, ha, ha. K: Aha, ha, ha.
   
37:57 PJ: See, if I understand it, PJ: Begini, kalau saya memahaminya,
he says, individual is not, dia bilang, individual itu tiada,
   
38:05 but he deludes himself that he is. tapi dia menipu dirinya sendiri
  bahwa dia adalah individu.
   
38:07 K: Ah, but that's what I said. K:
  Ah, tapi itu yang saya katakan.
   
38:09 PJ: Society is not, but there PJ: Masyarakat tiada, tapi ada
is the delusion that society is. khayalan bahwa masyarakat ada.
   
38:16 Now, while these two delusions Sekarang,
  sementara dua delusi ini,
   
38:19 of the individual existence keberadaan individu dan
and society's existence exists, keberadaan masyarakat itu ada,
   
38:25 this conflict between the two also konflik antara keduanya juga
must be resolved. harus diselesaikan.
   
38:32 K: Ah, ah, ah... K: Ah, ah, ah...
   
38:34 PJ: Am I right? PJ: Apakah saya benar?
   
38:35 Sunanda Patwardhan (SP): Sunanda Patwardhan (SP):
You are right. Anda benar.
   
38:36 K: Is that correct? K: Apakah itu benar?
   
38:38 SP: Correct. SP: Benar.
   
38:39 G. Narayan (GN): G. Narayan (GN):
Do I understand Apakah saya mengerti,
   
38:41 that though the individual is an bahwa meskipun individu adalah ilusi
illusion and society is an illusion, dan masyarakat adalah ilusi,
   
38:49 we have made a reality out of it kita telah mewujudkannya menjadi
  suatu realitas
   
38:51 and all the effects of it are fact, dan semua efek dari itu
is that what...? adalah fakta, apakah itu yang...?
   
38:55 SP: Yes, that's right, that's... SP: Ya benar itu, yakni...
   
38:56 PJ: ...deluded ourselves PJ:...menipu diri kita sendiri dan
and so it is a real thing. karenanya itu adalah hal yang nyata.
   
38:59 GN: It's a real thing, though GN: Itu adalah hal yang nyata,
  meskipun,
   
39:01 from a more realistic or a dari apresiasi yang lebih realistis
deeper appreciation, it is illusion, atau lebih dalam, itu adalah ilusi,
   
39:07 but as we are in it and it's real to tetapi karena kita berada di
us, all the effects of it are there. dalamnya dan itu nyata bagi kita,
   
39:10   semua efeknya ada di sana.
   
39:13 K: Are you saying then, all this, K:Apakah lalu Anda mengatakan, semua
my brain which has been programmed ini, otak saya yang telah diprogram
   
39:22 -individual, society, and the -individu, masyarakat, dan hak
individual right, individual freedom, individu, kebebasan individu,
   
39:26 individual expression, ekspresi individu,
individual fulfilment, pemenuhan individu,
   
39:30 and society opposed to individual, dan masyarakat berhadapan dengan
community, all the conflict- individu, komunitas, semua konflik-
   
39:34 are you admitting that the apakah Anda mengakui bahwa
brain has been programmed? otak telah diprogram?
   
39:38 Don't call it an illusion... Jangan sebut itu ilusi...
   
39:41 GN: Programmed, yes. GN: Diprogram, ya.
   
39:42 SP: That's it, that is right. SP: Benar begitu.
   
39:44 GN: It's programmed, that is... GN: Sudah diprogram, yaitu...
   
39:45 K: Now, wait a minute, K: Sekarang tunggu sebentar,
I haven't finished. saya belum selesai.
   
39:47 Programmed to think in this way. Diprogram untuk berpikir
  seperti ini.
   
39:50 GN: Yes. GN: Ya.
   
39:52 K: Therefore it's not illusion. K: Oleh karena itu,
  ini bukan ilusi.
   
39:54 GN: No, the programme is real. GN: Tidak, programnya nyata.
   
39:55 K: Programme is an illusion, K: Program adalah ilusi,
not the result. bukan hasilnya.
   
40:02 AP: This is the most vital point, AP: Ini yang paling penting, Tuan,
sir, this is the most vital point. ini yang paling vital.
   
40:05 K: What is that? I've forgotten . K: Apa itu? Saya sudah lupa.
   
40:06 AP: To say that the AP: Untuk mengatakan bahwa
individual is an illusion individu adalah ilusi,
   
40:10 or to say that atau untuk mengatakan bahwa
society is an illusion masyarakat adalah ilusi
   
40:13 is to say that we have adalah mengatakan bahwa kita telah
created an imaginary problem menciptakan masalah imajiner,
   
40:17 which we are discussing yang kita diskusikan secara
speculatively. spekulatif.
   
40:20 Actually we are discussing an actual Sebenarnya kita sedang mendiskusikan
situation of man, situasi manusia yang sebenarnya,
   
40:24 the condition of man. kondisi manusia.
   
40:25 The condition of man is a fact, Kondisi manusia adalah fakta,
the condition of man is, kondisi manusia adalah,
   
40:29 that he is degenerating, that he is bahwa dia merosot, bahwa dia tidak
unhappy and in agony, in conflict, bahagia dan menderita, dalam konflik,
   
40:35 and on the point of destroying dan pada titik menghancurkan
himself. This fact cannot be denied. dirinya sendiri.
   
40:37   Fakta ini tidak bisa
  disangkal.
   
40:39 K You're missing my point, K. Anda salah menangkap
Achyutji, you're missing my point. maksud saya, Achyutji,
   
40:41   Anda tidak menangkap
  maksud saya.
   
40:42 AP: No, Krishnaji says AP: Tidak, Krishnaji mengatakan
something very important. sesuatu yang sangat penting.
   
40:44 To the traditionalist he says Kepada kaum tradisionalis dia berkata
and to the Marxist he says... dan kepada kaum Marxis dia berkata...
   
40:48 PJ: To me he says... PJ: Pada saya dia bilang...
not to the traditionalist. bukan ke tradisionalis.
   
40:51 AP: No, I used these words because he AP: Tidak, saya menggunakan
has brought in a word, programmed... kata-kata ini,
   
40:54   karena dia telah membawa kata,
  diprogram...
   
40:56 ...which I think ...yang menurut saya adalah kata
is a very key word. yang tepat sekali.
   
40:59 PJ: But Achyutji, please see this. PJ: Tapi Achyutji, tolong
  lihat ini.
   
41:02 He says don't call it illusion, Dia mengatakan jangan
it is not illusion in that sense. menyebutnya ilusi,
   
41:10   itu bukan ilusi dalam
  pengertian itu.
   
41:13 The brain has not created it. Otak belum menciptakannya.
   
41:16 The brain itself is that, because Otak itu sendiri adalah itu, karena
it has been programmed to be that. telah diprogram untuk menjadi itu.
   
41:25 K: Would you kindly K: Maukah Anda mengulangi apa
repeat what I said? yang telah saya katakan?
   
41:34 I've forgotten what he said, Saya lupa apa yang dia katakan,
would you kindly repeat? maukah Anda mengulanginya?
   
41:37 RB: It's very simple, you said RB: Sangat sederhana,
that it is not an illusion, Anda bilang itu bukan ilusi,
   
41:39 it is just programming. itu hanya pemrograman.
   
41:41 K: Programming, yes. K: Pemrograman, ya. Mengapa
Why do you call it an illusion? Anda menyebutnya ilusi?
   
41:47 If you call it an illusion then Jika Anda menyebutnya ilusi maka
the programme is the illusion. programnya adalah ilusi.
   
41:53 So if you admit Jadi jika Anda mengakui
programming the brain is illusion, memprogram otak adalah ilusi,
   
41:57 you wipe out the whole thing. Anda menghapus semuanya.
   
42:04 I don't know if you... Saya tidak tahu apakah Anda...
Would you kindly explain? Bisakah Anda jelaskan?
   
42:06 KV: Now, KV: Sekarang, kata
this word programming is important. pemrograman ini adalah penting.
   
42:13 KV: (Hindi) KV: (Hindi).
   
43:17 K: That's the word. That's correct. K: Itu kata yang tepat.
  Itu benar.
   
43:19 The computer is programmed Komputer diprogram dan
and we are programmed. kita diprogram.
   
43:22 KV: We are programmed, KV: Kita diprogram,
that is what I'm talking... itulah yang saya katakan...
   
43:24 AP: (Hindi). AP: (Hindi).
   
43:33 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
43:42 K: What is the point? K: Apa intinya?
   
43:45 SP: He wants to say something now. SP: Dia ingin mengatakan
  sesuatu sekarang.
   
43:51 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
44:17 (Various people speaking Hindi) (Berbagai orang berbicara
  bahasa Hindi).
   
44:48 PJ: He says if I leave that... PJ: Dia bilang kalau saya
  tinggalkan itu...
   
44:51 ...If I wipe that out ...Jika saya menghapusnya,
then what is relationship? lalu hubungan itu apa?
   
44:56 K: Ah, that's the first thing, not if, K: Ah, itu yang pertama,
  bukan jika,
   
45:01 not when and if and all the bukan kapan dan jika dan semua frasa
conditional phrases which you use, bersyarat yang Anda gunakan,
   
45:06 but do we actually realize, tetapi apakah kita benar-benar
do we actually see the fact, mewaspadai,
   
45:09   apakah kita benar-benar
  melihat faktanya,
   
45:13 not the theory of the fact, bukan teori dari fakta,
but the actual fact, tapi fakta sebenarnya,
   
45:19 that we are not individuals. bahwa kita bukan individu.
   
45:22 JU: (Hindi for 3 mins 21 secs) JU: (Hindi selama 3 mnt 21 dtk)
   
48:45 SR: My very basic submission SR: Pengajuan saya yang paling
still remains here. mendasar masih tetap di sini.
   
48:53 My point is that whenever Maksud saya adalah setiap kali kita
we speak of a relationship berbicara tentang suatu hubungan
   
49:00 we always take for granted kita selalu menerima begitu saja
there are two points, adanya dua poin,
   
49:11 in between which we speak di antara mana kita
about the relationship. berbicara tentang hubungan.
   
49:15 So my submission is that before Jadi pengajuan saya adalah
examining the relationship, sebelum memeriksa hubungan,
   
49:19 we must examine the two points. kita harus memeriksa
  kedua poin tersebut.
   
49:23 Leaving the two points, Meninggalkan dua poin tersebut,
speaking about relationship, berbicara tentang hubungan,
   
49:27 then the whole process maka keseluruhan proses
becomes sort of academic menjadi semacam akademis,
   
49:32 and this becomes more complicated. dan ini menjadi lebih rumit.
So we must come back to the point. Jadi kita harus kembali ke intinya.
   
49:40 PJ: See, sir, as I understand it, PJ: Begini Tuan, seperti yang saya
Jagannath Upadhyayaji said pahami, Jagannath Upadhyayaji berkata
   
49:42 -then this was the -lalu ini adalah tindak lanjut
follow-up of that- dari itu-
   
49:46 that you have been saying that the bahwa Anda telah mengatakan
self, the self-centred activity, bahwa
   
49:52   si diri, aktifitas yang berpusat
  pada si diri,
   
49:56 the individual, si individu, telah-dia menjelaskannya
has-he elaborated it a little more- sedikit lebih banyak--
   
50:02 has to be negated at harus dinegasikan pada
every point-wiped out. setiap titik, dihapus.
   
50:08 Therefore it has been brought up. Oleh karenanya,
  itu telah ditampilkan.
   
50:11 But when we observe whether Tetapi ketika kita mengamati, entah
it is the outer or the inner yang di-luar atau yang di-dalam
   
50:18 -outer sometimes predominates, -yang di-luar terkadang mendominasi,
sometimes the inner predominates- terkadang yang di-dalam mendominasi-
   
50:23 but the interaction between tetapi interaksi antara
the outer and the inner, yang di-luar dan yang di-dalam,
   
50:27 that is, the interaction between yaitu, interaksi antara keduanya
the two-let me bring it into-  
   
50:33 the interaction between interaksi antara keduanya
the two is always evident. selalu terlihat.
   
50:41 There is always an Selalu ada interaksi di
interaction between the two. antara keduanya.
   
50:45 You can call it an individual and Anda bisa menyebutnya
society, you can give it any name, individu dan masyarakat,
   
50:48   Anda bisa memberinya
  nama apa pun,
   
50:50 but there is an interaction tetapi ada interaksi di
between the two. antara keduanya.
   
50:53 K: I question that. K: Saya mempertanyakan itu.
   
50:54 PJ: This is the point. PJ: Ini intinya.
   
50:57 Therefore if you say wipe out the Oleh karena itu jika Anda
individual mengatakan tiadakan individu
   
51:00 and just talk of relationship, dan hanya berbicara tentang
  hubungan,
   
51:05 as Rinpocheji said, seperti yang dikatakan
  Rinpocheji,
   
51:07 you cannot do it because Anda tidak dapat melakukannya,
you have to examine the two points.  
   
51:08   karena Anda harus memeriksa
  ke dua poin tersebut.
   
51:10 K: Yes, that's right, that's right. K: Ya, benar, itu benar.
   
51:14 Yes, sir. Ya Tuan. Saya bukan
I'm not the only speaker here. satu-satunya pembicara di sini.
   
51:17 BK: BK: Saya punya pertanyaan dari
I have a question from Upadhyayaji: Upadhyayaji:
   
51:19 does this individual that you speak apakah individu yang Anda bicarakan
of, (vyakti-Hindi for individual), ini, (vyakti-Hindi untuk individu),
   
51:25 does that include the animal? apakah itu termasuk hewan?
Animal is included? Hewan termasuk?
   
51:31 K: Oh, yes, oh, yes. K: Oh, ya, oh, ya.
   
51:35 BK:Therefore when you... BK: Karena itu ketika Anda...
   
51:38 K: Of course, of course. K: Tentu, tentu saja.
   
51:40 BK: Because we are describing the BK: Karena kita sedang menggambarkan
symptom of this animalistic mind, gejala pikiran kebinatangan ini,
   
51:46 let's put it this way, katakanlah demikian,
   
51:47 therefore you cannot say that we sebab itu Anda tidak dapat mengatakan
should talk about bahwa kita harus membicarakan
   
51:50 only three hundred, four hundred hal ini hanya untuk kurun waktu
year time period tiga ratus, empat ratus tahun
   
51:53 but it goes back to the beginning tapi itu kembali ke awal,
when we were living in the trees. ketika kita tinggal di pepohonan.
   
52:00 K: What is the point, sir? K: Apa gunanya Tuan? Saya
I don't quite follow this argument. tidak terlalu mengikuti argumen ini.
   
52:02 PJ: No, the whole point is, sir, PJ:Tidak, seluruh intinya, Tuan,
   
52:04 that it is no use your saying bahwa tidak ada gunanya Anda
that it is programmed. mengatakan bahwa itu diprogram.
   
52:10 You say it is programmed, Anda bilang itu diprogram,
and then where do we go from there? lalu kemana kita pergi dari sana?
   
52:14 K: Ah, I'll show you where we K:Ah, saya akan tunjukkan ke mana
go from there, if you move. kita pergi
   
52:16   dari sana, jika Anda bergerak,
  tidak terpaku.
   
52:18 But do we accept that, not...? Tapi apakah kita
  menerima itu, bukan...?
   
52:21 PJ: No, we cannot accept... PJ:Tidak, kita tidak bisa terima...
As long as there are two... Selama ada dua...
   
52:24 K: I question that. K: Saya mempertanyakan itu.
   
52:25 PJ: So, sir, this is the basic PJ:Jadi Tuan, ini
difficulty. As long as they are two... adalah kesulitan mendasarnya.
   
52:30   Selama mereka itu
  ada dua...
   
52:31 SR: That is our question. SR:Itu adalah pertanyaan kami.
   
52:33 K: Ah, yes, sir, K: Ah, ya, Tuan,
that's our question. itu adalah pertanyaan kita.
   
52:35 PJ: PJ:
You are saying it is programmed? Anda bilang itu diprogram?
   
52:38 K: No, I am saying there K: Tidak, saya katakan hanya
is only relationship. ada hubungan.
   
52:42 PJ: Now, you're removing relationship PJ: Sekarang Anda menyingkirkan hu-
out of the context of the two. bungan keluar dari konteks keduanya.
   
52:48 K: Yes. K: Ya.
   
52:49 PJ: You see, you're removing... PJ: Anda lihat,
  Anda menyingkirkan...
   
52:50 K: That is, the brain K: Artinya, otak menghubungkan
relating itself to the past. dirinya dengan masa lalu.
   
52:57 PJ: Who relating itself? PJ: Siapa yang menghubungkan
  dirinya sendiri?
   
52:59 K: The brain itself relating, K: Otak itu sendiri yang berhubungan,
brain is the past. otak adalah masa lalu.
   
53:02 PJ: No. PJ: Bukan. Lalu siapa yang
Then who is relating to whom? berhubungan dengan siapa?
   
53:06 K: It is not relating to anybody. K: Itu tidak berhubungan
  dengan siapapun.
   
53:08 It is functioning within its Ia berfungsi di dalam lingkarannya
own circle, with its own area. sendiri, dengan wilayahnya sendiri.
   
53:15 This is obvious. Ini jelas.
   
53:16 SP: Sir, but my brain, this brain SP: Tuan, tapi otak saya, otak
is relating itself to the other brain  
   
53:18   menghubungkan dirinya dengan
  otak lain
   
53:21 to which it has certain similarities. dengan mana ia memiliki
  kesamaan-kesamaan tertentu.
   
53:22 K: No, no, no... K: Tidak, tidak, tidak...
   
53:23 PJ: You see what he's saying? PJ: Anda lihat apa yang
You are never related to another. dia katakan?
   
53:25   Bahwa Anda tidak pernah
  berhubungan dengan orang lain.
   
53:27 K: Never. K: Tidak pernah.
   
53:28 PJ: The brain itself creates the other PJ: Otak itu sendiri
and relates to that other. menciptakan yang lain
   
53:32   dan berhubungan dengan
  yang lain itu.
   
53:33 K: Yes, that's right, K: Ya, itu benar,
that's the whole point. itu adalah seluruh intinya.
   
53:36 BK: But, sir, you said... BK: Tapi Tuan, Anda bilang...
   
53:38 K: Ah, wait, let's get this clear, K: Ah, tunggu, mari kita perjelas,
I am not quite clear myself. saya sendiri tidak begitu jelas.
   
53:44 SP: No, we have to get this. SP: Tidak, kita harus
  mengambil ini.
   
53:47 GN: There is, GN: Ada, dia mengatakan
he has said that the brain... bahwa otak...
   
53:50 K: Repeat what I said, would you mind? K: Ulangi apa yang saya katakan,
  maukah Anda?
   
53:53 PJ: No, just now what was said... PJ: Tidak,
  barusan apa yang dikatakan...
   
53:54 GN: I am repeating, GN: Saya ulangi, saya akan tiba pada
I'll come to what you said. apa yang Anda katakan.
   
53:56 K: Yes, please, just a minute. K: Ya, tolong, tunggu sebentar.
   
53:58 PJ: Just now what was said. PJ: Barusan apa yang dikatakan.
   
54:01 GN: May I say something so that... GN: Bolehkah saya mengatakan
  sesuatu sehingga...
   
54:02 AP: No, he wants you to AP: Tidak, pertama-tama dia ingin
repeat what he said, first. Anda mengulangi apa yang dia katakan.
   
54:06 GN: You are saying that GN: Anda mengatakan bahwa
there is no relationship because tidak ada hubungan karena
   
54:13 the brain creates otak menciptakan yang lain dan
the other and then relates. kemudian berhubungan.
   
54:18 In fact there is Nyatanya hanya ada otak manusia.
only the human brain.  
   
54:21 K: Sir, No, the brain K: Tuan, tidak, otak hanya
is only concerned with itself-right? mementingkan dirinya sendiri-benar?
   
54:31 -its own security, its own -keamanannya sendiri, masalahnya
problems, its own sorrow, its own... sendiri, kesedihannya sendiri.
   
54:36 And the other is also, but the Dan yang lainnya juga, tapi otak ti-
brain is never related to anything. dak pernah berhubungan dengan apapun.
   
54:48 There is no other. The other Tidak ada yang lain.
is the image created by thought  
   
54:50   Yang lainnya itu adalah gambaran
  yang diciptakan oleh pikiran,
   
54:54 which is the brain. yang adalah otak.
I don't know if you... Saya tidak tahu apakah Anda...
   
54:57 BK: I see that, I see that. BK: Saya melihat itu,
  saya melihat itu.
   
54:59 K: Let's go slowly, sir, K: Mari kita perlahan-lahan Tuan,
let's go slowly. mari kita perlahan-lahan.
   
55:02 RB: You are saying that relationship RB: Anda mengatakan
itself is part of the programming. bahwa hubungan itu sendiri
   
55:05   adalah bagian dari
  pemrograman.
   
55:07 K: No, no, K: Tidak, tidak, saya tidak akan
I wouldn't call it programming. menyebutnya pemrograman.
   
55:09 Move away from that Menjauhlah dari kata itu
word for the moment. untuk saat ini.
   
55:11 RB: There is no other. RB: Tidak ada yang lain.
There is no relationship. Tidak ada hubungan.
   
55:16 K: That's right. K: Itu benar.
No, there is no relationship. Tidak, tidak ada hubungan.
   
55:20 RB: Yes, relationship RB: Ya, hubungan selalu
is always between two... antara dua...
   
55:23 K: But there is no relationship, K: Tapi tidak ada hubungan,
I've said that. saya sudah mengatakan itu.
   
55:25 SR: Yes, that is the point. SR: Ya itu intinya.
   
55:27 SP: You mean, SP: Maksud Tuan,
the other does not exist? yang lain tidak ada?
   
55:29 RB: There is no other. RB: Tidak ada yang lain.
   
55:31 K: There is no other... K: Tidak ada yang lain...
   
55:34 ...You exist, ...Anda ada, tapi hubungan
but my relationship with you saya dengan Anda
   
55:39 is created by the image dibuat oleh imaji yang
I have created about you, saya buat tentang Anda,
   
55:46 and therefore my relationship dan karena itu hubungan saya
is with the image which I have. adalah dengan imaji yang saya miliki.
   
55:50 Therefore it is my brain which... Oleh karena itu
etc. , etc... otak saya yang... dll, dll...
   
55:54 PJ: The whole happening PJ: Semua yang terjadi ada
is within my brain. di dalam otak saya.
   
56:01 K: Oh, obviously, K: Oh, jelas Pupul, jelas
Pupul, it's so clear! sekali!
   
56:04 BK: Sir, is there a part of the BK: Tuan, adakah bagian otak yang
brain that is also questioning it? juga mempertanyakannya?
   
56:07 K: Ah, wait, sir, wait. No, no... K: Ah, tunggu, Tuan, tunggu.
  Tidak tidak...
   
56:10 Let's get this clear first, Mari kita perjelas ini dulu,
before we go into a little more... sebelum kita membahas lebih lagi...
   
56:15 Is this clear, sir: Apakah ini jelas,
my relationship to you Tuan: hubungan saya dengan Anda
   
56:21 is based on the thought didasarkan pada pikiran yang
which I have about you, saya miliki tentang Anda,
   
56:28 the image that I have imaji yang telah saya buat
created about you? tentang Anda?
   
56:32 The relationship is not with you, Hubungannya bukan dengan Anda,
with the image which I have, dengan imaji yang saya miliki,
   
56:39 therefore there is no relationship. oleh karena itu tidak ada
  hubungan.
   
56:41 SR: Yes, it's very clear. SR: Ya, jelas sekali.
   
56:44 JU: JU: Saya ingin memahami ini.
I would like to understand this.  
   
56:48 K: My God, do you realise, Pupul? K: Ya Tuhan,
  apakah Anda mewaspadainya, Pupul?
   
56:52 Pupulji, Pupulji, apakah Anda mewaspadai
do you realise what we are saying? apa yang kita bicarakan?
   
56:56 That's a tremendous... Itu luar biasa...
I don't think I capture it. saya rasa saya tidak menangkapnya.
   
57:00 PJ: I think it is clear. PJ: Menurut saya sudah jelas.
   
57:01 Q: Very clear. T: Sangat jelas.
   
57:03 K: No, sir, it's clear K: Tidak, Tuan, sudah jelas, tapi
but I don't think we see saya rasa kita tidak melihat
   
57:05 the immense significance of it. makna yang luar biasa dari
  hal ini.
   
57:08 Q: ...the immensity of it, T:...yang luar biasanya dari ini,
yes, sir. ya, Tuan.
   
57:11 BK: What I do not understand, sir, BK: Yang saya kurang paham Tuan,
is how does the programming... bagaimana pemrogramannya...
   
57:15 K: Oh, no... Programming K: Oh, tidak... Pemrograman
comes in the sense that...Sir, dalam arti bahwa... Tuan,
   
57:19 the computer is programmed. komputer diprogram.
It will believe in God, Itu akan percaya pada Tuhan,
   
57:23 it will believe in the Vedas, it will ia akan percaya pada Veda, ia
believe in this, that,the other thing. akan percaya pada ini, itu, hal lain.
   
57:26 It will say there is God, Ia akan mengatakan ada Tuhan,
it will say there is no God, ia akan mengatakan tidak ada Tuhan,
   
57:29 it will say anything that has been ia akan mengatakan apapun yang
told to it. That is the programming. telah diberitahu padanya.
   
57:32   Itulah pemrogramannya.
   
57:34 My brain has also been programmed Otak saya juga telah diprogram
that way: I'm a Hindu, I'm a Buddhist, seperti itu:
   
57:37   saya seorang Hindu,
  saya seorang Buddhis,
   
57:38 I'm a Christian, I believe in God, Saya seorang Kristen, saya percaya
I don't believe, you follow? pada Tuhan, saya tidak percaya,
   
57:41   Anda mengikuti?
   
57:42 BK: Yes. BK: Ya.
   
57:43 K: So, let's leave that for K: Jadi, mari kita tinggalkan
the moment. itu untuk saat ini.
   
57:45 We are saying, is that correct Kita katakan, apakah itu benar bahwa
that there is no other, tidak ada yang lain,
   
57:56 and therefore there is no dan karena itu tidak ada hubungan
relationship with the other. dengan yang lain.
   
58:00 AP: Sir, I question this. AP: Tuan,
  saya mempertanyakan ini.
   
58:01 K: Wait, sir, just a minute, K: Tunggu Tuan, sebentar,
let me finish, biarkan saya selesaikan,
   
58:03 you'll question Anda boleh mempertanyakan sebanyak
as much as you like. yang Anda suka.
   
58:06 I'm just examining it, please, Saya hanya menyelidikinya, tolong,
I may be wrong-you follow? saya mungkin salah-Anda ikuti?
   
58:11 I don't think I am wrong. Saya tidak berpikir saya salah.
I am going to stick to this. Saya akan tetap berpegang pada ini.
   
58:17 Prove to me that I'm wrong, Buktikan kepada saya bahwa
then I'll change. saya salah, lalu saya akan ubah.
   
58:22 My brain-the brain, which is the Otak saya, yang merupakan
common brain of humanity-right? otak umum umat manusia-betul?
   
58:30 -it's not my brain, -itu bukan otak saya,
it's the common brain of humanity, itu otak umum umat manusia,
   
58:36 the common brain which has existed otak umum yang telah ada
for five, ten million years, selama lima, sepuluh juta tahun,
   
58:41 has, through experience, telah, melalui pengalaman,
knowledge, etc. etc., pengetahuan, dll.,
   
58:45 that brain has established for otak itu
itself an image about the world  
   
58:48   telah membangun bagi dirinya sendiri
  sebuah imaji tentang dunia
   
58:55 and the image about my wife. Right? dan imaji tentang istri saya. Betul?
   
59:01 The wife is only a means of my Istri hanyalah sarana kesenangan
pleasure, my loneliness, my, etc., saya, kesepian saya, dll.,
   
59:10 she doesn't exist as dia tidak ada sepanjang
far as I am concerned. urusan saya.
   
59:14 As far as I am concerned, Sepanjang yang menyangkut
  diri saya,
   
59:16 she exists as an image in me dia ada sebagai imaji dalam diri saya
which thought has created. yang telah diciptakan pikiran.
   
59:22 Therefore there is no relationship. Karena itu tidak ada hubungan.
   
59:25 If I admit that-not admit it- Jika saya mengakuinya
  -tidak mengakuinya-
   
59:28 but actually see it tapi benar-benar melihatnya dan
and change the whole movement, mengubah seluruh gerakan,
   
59:32 then perhaps we'll maka mungkin kita
know what love is. akan tahu apa cinta itu.
   
59:36 Then I have a relationship. No, then Kemudian saya mempunyai
relationship is totally different. suatu hubungan.
   
59:39   Bukan, hubungan lalu
  sama sekali berbeda.
   
59:45 AP: Sir, AP: Tuan,
I question this position... saya mempertanyakan posisi ini...
   
59:48 K: Ah, no, no, it's not a position. K: Ah, tidak, tidak,
  itu bukan posisi.
   
59:50 AP: No, sir, this statement. AP: Tidak Tuan, pernyataan ini.
   
59:52 K: Ah, ah, ah... K: Ah, ah, ah...
   
59:55 AP: No, sir, you have stated something AP: Tidak Tuan,
  Anda sudah menyatakan sesuatu
   
1:00:00 as though it is seolah-olah itu adalah
a description of a fact. deskripsi suatu fakta.
   
1:00:06 K: It's a description to K: Itu adalah deskripsi untuk
communicate a fact to me. mengkomunikasikan fakta kepada saya.
   
1:00:10 AP: That's right. Now, I say... AP: Benar.
  Sekarang, saya katakan...
   
1:00:12 K: Ah, no, wait. Question the fact, K: Ah, tidak, tunggu. Pertanyakan
not the description. faktanya, bukan deskripsinya.
   
1:00:17 AP: No, I am questioning the fact. AP: Tidak, saya
  mempertanyakan faktanya.
   
1:00:19 I say the fact is that the Menurut saya, faktanya adalah dunia
world is full of so many people, ini penuh dengan begitu banyak orang,
   
1:00:24 they are divided mereka terbagi menjadi
into nationalities, bangsa-bangsa,
   
1:00:26 they have divided themselves mereka telah membagi diri
into various things. menjadi beraneka ragam hal.
   
1:00:30 I cannot permit an Saya tidak bisa membenarkan penyeder-
over-simplification of a situation hanaan berlebihan dari suatu situasi
   
1:00:35 in which the problem itself is reduced di mana masalah itu sendiri
to what is happening within me,  
   
1:00:40   direduksi menjadi apa yang
  terjadi dalam diri saya,
   
1:00:47 because I say something karena saya mengatakan, sesuatu
is happening outside, sedang terjadi di luar,
   
1:00:50 something is happening within me, sesuatu terjadi dalam diri saya,
   
1:00:52 and there is an interaction, dan ada interaksi, dan
and that is the problem. itulah masalahnya.
   
1:00:59 K: You are saying, the world, K: Anda mengatakan, dunia,
that is, not the nature, bukan alam,
   
1:01:04 not the beauty of the bukan keindahan bumi
earth and all that... dan semua itu...
   
1:01:07 AP: No, man. AP: Tidak, manusia.
   
1:01:08 K: Man. You are saying, K: Manusia. Anda mengatakan,
as far as I understand, sejauh yang saya mengerti,
   
1:01:14 that there is interaction between bahwa ada interaksi antara
the psychological world and my world dunia psikologis dan dunia saya
   
1:01:24 -right? -Benar? -
-this is what you're implying. ini adalah apa yang Anda maksud.
   
1:01:25 I say there is only one world, Saya mengatakan hanya ada
my psychological world. satu dunia, dunia psikologis saya.
   
1:01:29 AP: Sir, AP: Tuan,
your psychological world... dunia psikologis Anda...
   
1:01:31 K: It's not over-simplification, K: Itu bukan penyederhanaan
on the contrary. yang berlebihan, sebaliknya.
   
1:01:36 Q: If I may say, T: Jika saya boleh berkata,
   
1:01:39 you said that my relationship Anda mengatakan bahwa
with my wife is my idea or whatever. hubungan saya dengan istri saya
   
1:01:43   adalah ide saya atau apa pun.
   
1:01:46 But how does that image come? Tapi bagaiman imaji itu datang?
   
1:01:49 For the coming of the image Sebab kedatangan imaji,
there should be that individual, harus ada individu itu,
   
1:01:52 there is a point of ada titik pemicu imaji itu.
triggering of the image.  
   
1:01:54 K: Ah, ah, no, sir. Look, sir... K: Ah, ah, tidak, Tuan.
  Lihat, Tuan...
   
1:01:56 Q: I'm sorry, there's a point T: Maaf, ada titik yang memicu
of triggering that image. imaji itu.
   
1:01:59 You see wife out there, Anda lihat, istri di luar sana, saya
I have created an image of her. telah membuat imaji dirinya.
   
1:02:05 For the creation of the image Untuk penciptaan imaji, dia harus
she has to be there as an object. berada di sana sebagai objek.
   
1:02:08 K: No. K: Tidak.
   
1:02:09 Q: T: Tetapi
But something has to trigger that. sesuatu harus memicu itu.
   
1:02:11 K: Sir, look, my wife, K: Tuan, lihat, istri saya, saya
I have married her, she is there. telah menikahinya, dia ada di sana.
   
1:02:18 I have a sexual relationship with her. Saya sudah mempunyai
  hubungan seksual dengannya.
   
1:02:21 That sexual relationship is recorded. Hubungan seksual itu direkam.
   
1:02:25 Q: Yes, sir. T: Ya, Tuan.
   
1:02:27 K: Recorded, it is a sensory K: Tercatat, itu adalah reaksi
reaction, sensual reaction, recorded. sensorik, reaksi sensual, terekam.
   
1:02:35 So I have created-that becomes Jadi saya telah menciptakan-
the centre of my senses. itu menjadi pusat dari indera saya.
   
1:02:43 I am right in this. Saya benar dalam hal ini.
   
1:02:45 Q: If I may, sir, T: Jika boleh Tuan, sebelum saya
before I meet my wife... bertemu dengan istri saya...
   
1:02:49 K: There is the-sir, sir, sir, K: Di situ ada, Tuan, ikuti
follow it up-from the animal, dari hewan,
   
1:02:54 the procreation instinct is there, naluri prokreasi ada di sana,
that is the biological instinct. itu adalah naluri biologis.
   
1:03:03 Q: Yes, sir, before the recording T: Ya Tuan, sebelum rekaman
takes place, there is a meeting- berlangsung, ada pertemuan-
   
1:03:08 I am coming to that point-there is a Saya sedang menuju ke titik itu-
meeting of an unknown individual...  
   
1:03:09   ada pertemuan dari suatu individu,
  yang tidak dikenal...
   
1:03:12 K: Ah, a woman. K: Ah, seorang wanita.
   
1:03:14 Q: A woman, yes, woman. T: Seorang wanita, ya, wanita.
   
1:03:15 K: K: Jangan menyebutnya
Don't call it unknown individual. individu yang tidak dikenal.
   
1:03:18 Q: Woman, and... T: Wanita, dan...
   
1:03:22 K: With a name and a form. K: Dengan suatu nama dan
Carry on. suatu bentuk. Lanjutkan.
   
1:03:24 Q: And before this process, whatever T: Dan sebelum proses ini,
the process, is set in motion, apa pun prosesnya, dimulai,
   
1:03:31 there has to be a physical object. harus ada objek fisik.
   
1:03:34 K: There is, the woman is there. K: Ada, wanita itu di sana.
   
1:03:36 Q: And that's... what's that? T: Dan itu...apa itu?
   
1:03:39 K: What? I don't follow. K: Apa? Saya tidak mengikuti.
   
1:03:43 Q: My point is, sir, T: Maksud saya, Tuan, Anda sekarang
you have now taken away the object. telah menyisihkan objek itu.
   
1:03:47 K: I have not. K: Saya tidak.
   
1:03:48 PJ: No, he has not taken away... PJ: Tidak, dia tidak
  menyisihkan...
   
1:03:49 Q: Before the process is set in... T: Sebelum proses berlangsung...
   
1:03:50 K: Sir, look, sir, there is that K: Tuan, lihat, ada wanita itu-mari
woman-let's face simple facts, sir- kita hadapi fakta sederhana, Tuan-
   
1:03:55 there is that woman and man, ada wanita dan pria itu,
   
1:03:59 the woman, the man wanita itu, pria itu, tertarik secara
is attracted sexually, sensorily. seksual, secara sensorik.
   
1:04:09 Q: Yes, sir, this precisely implies, T: Ya, Tuan, ini secara tepat
  menyiratkan,
   
1:04:11 if you can go into it very jika Anda bisa mendalaminya
scientifically, dengan sangat ilmiah,
   
1:04:14 attraction implies two things... daya tarik menyiratkan dua hal...
   
1:04:16 K: What? K: Apa?
   
1:04:18 Q: Attraction implies an object. T: Atraksi menyiratkan suatu objek.
   
1:04:20 K: I said, sir, there is a K: Saya bilang, Tuan,
woman and there is a man. ada perempuan dan ada pria.
   
1:04:23 PJ: If I may say so, PJ:Jika saya boleh berkata demikian,
I don't think Krishnaji... saya kira Krishnaji tidak...
   
1:04:26 Q: I am not questioning, sir... T: Saya tidak bertanya, Tuan...
   
1:04:27 PJ: No, but I don't PJ: Tidak, tapi saya tidak
think that there is a... berpikir adanya...
   
1:04:29 I don't think the question that six Saya tidak berpikir bahwa
human beings exist is being questioned pertanyaan
   
1:04:32   keberadaan enam manusia
  sedang dipertanyakan
   
1:04:37 Q: No, T: Tidak,
but that's the point of discussion tapi itu adalah inti dari diskusi
   
1:04:39 because it says the whole karena dikatakan bahwa semuanya
thing is a process of... adalah suatu proses...
   
1:04:42 Q: No, no, T: Tidak, tidak,
that is not being questioned. itu tidak dipertanyakan.
   
1:04:44 PJ: See, it's not that the PJ: Lihat, bukan enam manusia itu
six human beings are being yang sedang
   
1:04:46 -saying that there are -mengatakan bahwa tidak ada
no six human beings, enam manusia,
   
1:04:50 but the degeneration is not tetapi degenerasi bukanlah fakta
the fact of six human beings, dari enam manusia,
   
1:04:55 the degeneration is degenerasi adalah apa
what is taking place... yang sedang terjadi...
   
1:04:58 K: Taking place here. K: Berlangsung di sini.
   
1:05:00 KV: My idea of what you are... KV: Ide saya tentang siapa
  Anda...
   
1:05:02 SP: The process of recording SP: Proses merekam dan
and responding from that recording. menanggapi dari rekaman itu.
   
1:05:06 AP: To which I said that AP:Terhadapa apa saya katakan ini
this is an oversimplification because terlalu menyederhanakan karena
   
1:05:12 there is an interaction ada interaksi antar individu...
between individuals...  
   
1:05:15 K: Between two human-woman and man. K: Antara dua manusia
  -perempuan dan pria.
   
1:05:18 AP: No, between woman and man, AP: Tidak, antara wanita dan pria,
between Russians and Americans... antara Rusia dan Amerika...
   
1:05:21 K: Stick to for the moment, K: Tetaplah, untuk saat ini,
woman and man. pada wanita dan pria.
   
1:05:25 AP: All right, sir. AP: Baik Tuan.
   
1:05:26 Sir, the trouble is that the moment Tuan, masalahnya adalah saat Anda
you reduce it to two individuals, membatasi menjadi dua individu,
   
1:05:32 instead of to a group bukannya
of individuals... kepada sekelompok individu...
   
1:05:35 K: I am going to... later on, K: Saya akan... nanti,
I can... the whole world is... saya bisa... seluruh dunia adalah...
   
1:05:40 I can come to that, Saya bisa sampai pada titik itu,
but begin with that, sir. tapi mulai dengan ini, Tuan.
   
1:05:45 AP: Sir, I feel that the moment AP: Tuan, saya merasa begitu Anda
you use the word interaction... menggunakan kata interaksi...
   
1:05:52 K: I am not using the word, K: Saya tidak menggunakan kata itu,
you are using the word. Anda yang menggunakan kata itu.
   
1:05:58 Q: Yes, yes... T: Ya, ya...
   
1:06:00 PJ: Achyutji, PJ: Achyutji, saya ingin menanyakan
I would like to ask you one thing. Anda satu hal.
   
1:06:03 Anyone who has observed Siapapun yang telah mengamati
the mind in operation pikiran dalam beroperasi
   
1:06:08 sees the validity of what he says. melihat validitas
  dari apa yang dia katakan.
   
1:06:14 I am not going beyond that, Saya tidak akan melampaui itu,
I am saying the validity of this, saya mengatakan validitas dari ini,
   
1:06:18 that you may be bahwa Anda mungkin secara
physically a human being, fisik adalah manusia,
   
1:06:25 but you in terms of me exist tetapi Anda dalam kaitan dengan saya,
as an image in my mind, ada sebagai imaji dalam pikiran saya,
   
1:06:31 and my relationship is to that dan hubungan saya adalah dengan ima-
image in my mind, in my brain. ji itu di batin saya, di otak saya.
   
1:06:38 AP: My point is... AP: Maksud saya adalah...
   
1:06:39 K: K: Oleh karena itu tidak
Therefore there is no interaction. ada interaksi.
   
1:06:41 Therefore there is no Oleh karena itu, tidak ada 'Anda'
'you' I interact with. yang berinteraksi dengan saya.
   
1:06:45 AP: You see, that is where... I have AP: Soalnya, disitulah...saya meng-
a difficulty at the starting point. alami kesulitan pada titik awalnya.
   
1:06:52 I say that unless you accept the Saya mengatakan bahwa, kecuali Anda
existence of the other individual menerima keberadaan individu lain
   
1:06:57 as valid an entity as yourself, sebagai entitas yang valid seperti
there is no relationship. Anda, tidak ada hubungan.
   
1:07:02 K: I said that. K: Saya mengatakan itu.
   
1:07:04 KV: KV: Bukan itu yang dia
It's not what he is questioning. pertanyakan.
   
1:07:05 K: Yes, you explain it, madame. K: Ya, Anda jelaskanlah, Nyonya.
Fight him, go on, madame. Lawan dia, lanjutkan, Nyonya.
   
1:07:08 AP: Please do, please do, AP:Silahkan lakukan, silahkan,
because what I say is, karena yang saya katakan adalah,
   
1:07:10 that if you were to say that me, my bahwa jika Anda mengatakan
image, my reaction to that image, bahwa saya,
   
1:07:14   imaji saya, reaksi saya
  terhadap imaji itu,
   
1:07:18 the moment you do this, saat Anda melakukan ini,
you are by implication devaluing Anda berimplikasi mendevaluasi
   
1:07:30 or negating what arises as atau meniadakan apa yang muncul
a challenge from the other, sebagai tantangan dari pihak lain,
   
1:07:36 because what arises as a karena apa yang muncul sebagai
challenge from the other tantangan dari pihak yang lain
   
1:07:40 is as great a reality as adalah realitas
my own urges or responses. yang sama pentingnya
   
1:07:43   seperti dorongan atau
  tanggapan saya sendiri.
   
1:07:48 My urges and responses are no more Dorongan dan tanggapan saya
valid than that of the other person. tidak lebih valid
   
1:07:51   dari pada punya pihak
  orang lain.
   
1:07:54 Q: I suppose, sir, T: Saya kira, Tuan, itu adalah poin
that is a very valid point because yang sangat valid karena
   
1:07:56 you are taking away Anda menyingkirkan
   
1:07:59 the object which sets something objek yang menggerakkan sesuatu,
in motion, which is a reality. yang merupakan suatu kenyataan.
   
1:08:04 GN: Achyutji, GN: Achyutji,
I think there is a difference... menurut saya ada perbedaan...
   
1:08:10 AP: Any of you can answer. AP: Kalian semua bisa menjawab.
She can also answer. Dia juga bisa menjawab.
   
1:08:13 GN: Now, the main thing is, GN:Sekarang, yang utama adalah, jika
if I understand it right, saya memahaminya dengan benar,
   
1:08:18 the brain creates its own image otak menciptakan imajinya sendiri
and is related to that image, dan terkait dengan imaji itu,
   
1:08:25 and that makes for dan itu membuat banyak kesulitan
a great deal of difficulty  
   
1:08:30 and prevents real relationship. dan mencegah hubungan yang nyata.
   
1:08:32 That is the point. In fact, when the Itulah intinya. Faktanya, ketika otak
brain is related to its own image, terkaitkan dengan imajinya sendiri,
   
1:08:38 all the problems are caused semua masalah disebabkan dari itu
and there is no interaction. dan tidak ada interaksi.
   
1:08:44 And if there has to be an Dan jika harus ada interaksi
interaction-am I right?... -apakah saya benar?...
   
1:08:46 K: Yes, sir. K: Ya Tuan.
   
1:08:48 GN: ...right kind of relationship, GN:...jenis hubungan yang benar,
unless this ceases, kecuali jika ini berhenti,
   
1:08:51 the other is interpreted according pihak yang lain ditafsirkan menurut
to my convenience and comfort and... kemudahan dan kenyamanan saya dan...
   
1:08:55 K: Of course, K: Tentu saja, demikian
it's so simple, what... sangat sederhananya, apa...
   
1:08:57 AP: But the moment you use AP: Tapi saat Anda menggunakan
the word programming... kata pemrograman...
   
1:09:00 K: Ah, I've moved away from that. K:
  Ah, saya sudah tinggalkan itu.
   
1:09:03 AP: You have moved away from it, AP: Anda sudah tinggalkan itu Tuan,
sir, but what happens to you, tapi apa yang terjadi pada Anda,
   
1:09:06 because you talked of the brain. karena Anda berbicara
  tentang otak.
   
1:09:09 No, I say, it is the movement Tidak, menurut saya, itu
  adalah gerak
   
1:09:13 arising with the image yang timbul dengan imaji yang khas
sui generis in the brain (sui generis) di otak
   
1:09:17 or is it a response to a atau apakah ini merupakan tanggapan
challenge from outside? terhadap tantangan dari luar?
   
1:09:20 I say it's a response to Menurut saya ini adalah tanggapan
a challenge from outside. terhadap tantangan dari luar.
   
1:09:24 K: Yes. K: Ya.
   
1:09:25 PJ: Achyutji, what are you saying? PJ: Achyutji,
  Anda berbicara apa?
   
1:09:27 The response is in the brain. Tanggapannya ada di otak.
How can it be...? Bagaimana bisa...?
   
1:09:33 K: Sir, sir, may I just... K: Tuan, Tuan,
little...? bolehkah saya... sedikit...?
   
1:09:38 The centre of the brain is all Pusat dari otak adalah semua
the reactions; sensory reactions. reaksi; reaksi sensorik.
   
1:09:47 I see a woman... Saya melihat seorang wanita...
   
1:09:49 AP: Can be anybody. AP: Bisa siapa saja.
   
1:09:50 K: No, no, no. I see a woman, K:Tidak. Saya melihat seorang wanita,
all the sensory responses awaken. semua tanggapan sensorik terbangun.
   
1:09:55 Then the brain creates the image Kemudian otak menciptakan imaji
   
1:10:01 - the woman and the man sleeping - wanita dan pria yang tidur
and all the sex, all that business. dan semua seks, semua bisnis itu.
   
1:10:04 AP: Food also. AP: Makanan juga.
   
1:10:08 K: Food, food, all right. K: Makanan, makanan, oke.
Oh, for God's sake. Oh, demi Tuhan.
   
1:10:14 AP: More important. AP: Lebih penting.
   
1:10:15 K: I hope not south Indian food or K: Saya harap bukan makanan
north Indian food or anything else. India Selatan
   
1:10:17   atau makanan India Utara
  atau yang lainnya.
   
1:10:19 Let's get on with it, sir. Mari kita lanjutkan, Tuan.
Where am I? Dimana saya?
   
1:10:25 The sensory responses Tanggapan sensorik disimpan
is stored in the brain. di otak.
   
1:10:32 The brain then reacts as thought, Otak kemudian bereaksi sebagai
through the senses, pikiran, melalui indera,
   
1:10:38 memory and all the rest of it, memori dan semua lainnya, lalu sensa-
then this sensation meets a woman si ini bertemu dengan seorang wanita
   
1:10:44 and all the responses, dan semua tanggapan,
biological responses take place. tanggapan biologis berlangsung.
   
1:10:50 Then the image is created. Kemudian imaji diciptakan.
   
1:10:55 The image then becomes Imaji kemudian menjadi yang paling
all-important, not the woman. penting, bukan wanita itu.
   
1:10:58 The woman may be necessary for my Wanita itu mungkin diperlukan
pleasure, for my etc. etc. etc.,  
   
1:11:00   untuk kesenangan saya,
  untuk lain-lainnya saya.
   
1:11:04 but there is no relationship tetapi tidak ada hubungan dengannya
with her except physically. kecuali secara fisik.
   
1:11:12 That's simple enough. Itu cukup sederhana.
   
1:11:13 PJ: Then the question... PJ: Lalu pertanyaannya...
   
1:11:14 AP: There is a certain fear lurking AP: Ada rasa takut tertentu
in my mind, which I must express...  
   
1:11:18   yang mengintai di pikiran saya,
  yang harus saya ungkapkan...
   
1:11:23 ...that is this a process ...yakni, apakah ini proses
of refined self-centredness? pemusatan-diri yang diperhalus?
   
1:11:30 K: It is, I am saying that. K: Ya memang,
  saya mengatakan itu.
   
1:11:34 KV: That is logical. KV: Itu logis.
   
1:11:35 AP: But if it is a process AP: Tetapi jika itu adalah proses
of refined self-centredness pemusatan-diri yang halus
   
1:11:39 it immediately raises before hal itu segera memunculkan
me the nightmare of the Muslims mimpi buruk kaum Muslimin,
   
1:11:43 who have denied existence yang telah sama sekali
to the woman altogether, menyangkal keberadaan wanita,
   
1:11:48 it is a man's prerogative. itu adalah hak prerogatif pria.
   
1:11:50 K: No, no, no,... K: Tidak, tidak, tidak,...
come off it, no Muslim can do that, hentikan itu,
   
1:11:51   tidak ada orang Muslim bisa
  melakukan itu,
   
1:11:54 he is a cuckoo if he does that. dia seorang gila jika dia
  melakukan itu.
   
1:11:57 The woman must be kept in the Wanita harus disimpan di
background but I have the image of it. latar belakang
   
1:11:59   tetapi saya memiliki imaji
  darinya.
   
1:12:01 What are we talking about! Apa yang kita bicarakan!
   
1:12:04 BK: Can we take one more step? BK: Bisakah kita mengambil satu
Can there be a mental relationship? langkah lagi?
   
1:12:06   Bisakah ada suatu hubungan
  mental?
   
1:12:10 K: What do you mean, mental? K: Apa yang Anda maksudkan,
  mental?
   
1:12:11 BK: Image. Images can be refined, BK: Imaji. Imaji dapat
modified, manipulated, as time moves, diperhalus,
   
1:12:14   dimodifikasi, dimanipulasi,
  seiring berjalannya waktu,
   
1:12:20 so there can.. sehingga bisa..
   
1:12:21 K: The brain is doing that all the K: Otak melakukan itu sepanjang
time. We are moving away from... waktu. Kita bergerak pindah dari...
   
1:12:25 PJ: No, but I think that if we PJ: Tidak, tapi menurut saya, kalau
can keep to the central point, kita bisa bertahan di titik pusat,
   
1:12:28 the real question then arises, pertanyaan hakiki kemudian
and I would like to ask Krishnaji: muncul,
   
1:12:30   dan saya ingin bertanya
  kepada Krishnaji:
   
1:12:34 what is the action apa tindakan
   
1:12:36 or what is the challenge atau apa tantangannya
or what is that which triggers... atau apa yang memicu...
   
1:12:43 ...the ending of ...pengakhiran dari mesin
this image-making machinery pembuat imaji ini
   
1:12:48 so that direct contact is possible? sehingga kontak langsung
  dimungkinkan?
   
1:12:51 SR: Yes. SR: Ya.
   
1:12:53 K: What is that? K: Apa itu?
   
1:12:54 AP: I'll... AP: Saya akan...Saya akan pergi
I'll go with you the whole way. dengan Anda sepanjang jalan.
   
1:12:56 K: Wait, wait, K: Tunggu, tunggu,
let me understand it. biarkan saya memahaminya.
   
1:12:58 PJ: I say, instead of moving, PJ: Saya katakan,
I say the central fact being so, alih-alih bergerak,
   
1:12:59   saya katakan faktanya memang
  begitu
   
1:13:02 and I think this is pretty dan saya pikir ini cukup jelas
obvious that it is so, bahwa memang begitu,
   
1:13:06 what is the trap we are apa jebakannya,
caught in is, di dalam mana kita terperangkap,
   
1:13:11 we say it is so, but we continue kita katakan demikian,
in the same... tetapi kita terus melanjutkan...
   
1:13:15 K: That is the real question. K: Itu pertanyaan yang
  sebenarnya.
   
1:13:17 PJ: Therefore... PJ: Oleh karena itu...
   
1:13:18 K: Why is the brain so K: Mengapa otak berfungsi secara
mechanically functioning this way? mekanis seperti begini?
   
1:13:23 PJ: No, then I ask you, what is the PJ: Tidak, kemudian saya bertanya
action, what is the challenge, what is pada Anda tindakannya apa,
   
1:13:28   apa tantangannya,
  apa yang...
   
1:13:32 K: Yes, yes...? K: Ya, ya...?
   
1:13:33 PJ: ...that which will end this... PJ:...yang akan mengakhiri ini...
   
1:13:35 K: Break it. K: Menghancurkan itu.
   
1:13:37 PJ: ...so that there PJ:...supaya ada kontak langsung?
is direct contact?  
   
1:13:39 K: That's all. K: Itu adalah semuanya.
   
1:13:40 RB: Direct contact with what? RB: Kontak langsung dengan apa?
   
1:13:42 PJ: Direct contact with 'what is'. PJ: Kontak langsung dengan
  'apa adanya'.
   
1:13:44 K: Wait, let's get the question clear. K: Tunggu,
  mari kita perjelas pertanyaannya.
   
1:13:47 The brain has been accustomed to Otak telah terbiasa dengan
this sensory, imaginary movement- gerak sensorik, imajiner ini-
   
1:13:56 imagery movement, not imagination gerak pencitraan, bukan
movement-imagery movement. gerak imajinasi-gerak pencitraan.
   
1:14:04 Now Pupulji asks, Sekarang Pupulji bertanya,
what will break this chain. apa yang akan memutus rantai ini.
   
1:14:09 That's the question-right, sir? Itu pertanyaannya-benar, Tuan?
   
1:14:11 PJ: This is the basic question. PJ: Ini pertanyaan dasarnya.
   
1:14:13 K: All right, that's very simple, K: Baiklah, itu sangat sederhana,
I'll answer it now. saya akan menjawabnya sekarang.
   
1:14:16 Go on, discuss it a little bit. Teruskan, diskusikan ini sedikit
  lebih lanjut.
   
1:14:21 PJ: Because this is... PJ: Karena ini adalah...
   
1:14:25 K: What do you say, sir? K: Tuan berkata apa?
   
1:14:31 JU: (Hindi for 1 minute). JU: (Hindi untuk 1 menit).
   
1:15:36 PJ: You see what he is saying, sir. PJ: Anda lihat apa yang
He says, if we accept this as so... dia katakan, Tuan.
   
1:15:37   Dia berkata, jika kita menerima ini
  seperti demikian halnya...
   
1:15:41 K: Ah, I don't accept it, K: Ah, saya tidak menerimanya,
I don't accept it. saya tidak menerimanya.
   
1:15:43 PJ: Please see this. The implications PJ:Mohon lihat ini. Implikasinya ada-
are that everything that arises, lah bahwa segala sesuatu yang muncul,
   
1:15:52 arises out of ourselves, itu muncul dari diri kita sendiri,
out of the self... dari diri...
   
1:15:55 K: That's all. K: Itulah.
   
1:15:57 PJ: Out of the self. Nothing PJ: Keluar dari diri sendiri. Tidak
arises out of the outer challenge. ada yang muncul dari tantangan luar.
   
1:16:04 K: I said that. K: Saya mengatakan itu.
There is no outer and inner, Tidak ada luar dan dalam,
   
1:16:11 there is only the brain responding to hanya ada otak yang menanggapi
certain reactions, which is logical. reaksi tertentu, yang adalah logis.
   
1:16:17 PJ: Did you hear? PJ: Sudah Anda dengar?
There is no outer and inner. Tidak ada luar dan dalam.
   
1:16:21 SP: There is only the brain. SP: Yang ada hanya otak.
   
1:16:24 JU: (Hindi for 1 minute). JU: (Hindi untuk menit).
   
1:17:27 PJ: (Hindi). PJ: (Hindi).
   
1:17:29 JU and Other: (Hindi). JU dan Lainnya: (Hindi).
   
1:17:37 PJ: In my mind, PJ: Menurut saya dua kutub itu
the two poles are fixed. sudah ditentukan.
   
1:17:46 JU, PK & KP: (Hindi for 2mins plus): JU, PK & KP:
  (Hindi untuk 2 menit lebih):
   
1:19:59 PJ: If I may say so, the question PJ: Kalau boleh saya katakan begini,
he poses is: what are you to us? pertanyaan yang dia ajukan adalah:
   
1:20:04   Anda itu apa bagi kami?
   
1:20:08 You have stated this. Anda telah menyatakan ini.
   
1:20:10 K: What? K: Apa?
   
1:20:12 PJ: You have made a statement, PJ: Anda sudah membuat pernyataan,
I listen. I listen. saya dengar. Saya mendengar.
   
1:20:19 What you have said is not part Apa yang Anda katakan bukanlah
of that movement of my brain. bagian dari gerakan otak saya.
   
1:20:24 K: What? K: Apa?
   
1:20:25 PJ: PJ: Tidak ada tantangan luar...
That there is no outer challenge...  
   
1:20:31 K: No... K: Tidak...
   
1:20:32 PJ: ...that the image is born out of PJ:...bahwa imaji itu lahir dari
   
1:20:35 the image-making machinery mesin pembuat imaji dari
of the brain itself; otak itu sendiri;
   
1:20:40 that the self projects bahwa si diri memproyeksikan
its images of the other, citranya tentang orang lain,
   
1:20:44 and then all that which you have dan kemudian semua yang Anda katakan,
said, is not part of my brain. bukanlah bagian dari otak saya.
   
1:20:51 K: Why? K: Mengapa?
   
1:20:53 PJ It's not. PJ: Itu bukan.
It's something new to me. Itu sesuatu yang baru bagi saya.
   
1:20:55 K: No, no, no...! K: Tidak, tidak, tidak...!
   
1:20:57 BK: Sir, he says that he's BK: Tuan, dia bilang bahwa dia
programmed differently... diprogram berbeda...
   
1:20:59 K: Ah, ah, ah. No, no, no. K: Ah, ah, ah. Tidak, tidak, tidak.
What are we talking about. Apa yang kita bicarakan.
   
1:21:09 PJ: Sir, the question is, PJ: Tuan, pertanyaannya adalah,
   
1:21:12 what is your relationship to me or apa hubungan Anda
to Jagannath Upadhyayaji or to X?  
   
1:21:16   dengan saya atau dengan
  Jagannath Upadhyayaji atau dengan X?
   
1:21:20 Are you not a challenge to me, and Apakah Anda bukan tantangan
therefore is it not something...? bagi saya,
   
1:21:25   dan karena itu,
  apakah itu bukan sesuatu...?
   
1:21:28 K: Now, what do we mean by you? K: Sekarang, apa yang kita maksud
  dengan Anda?
   
1:21:32 PJ: Krishnaji. Is Krishnaji's PJ:Krishnaji. Apakah pernyataan
statement or what he has been saying.. Krishnaji atau apa yang dia katakan,
   
1:21:38 ...which I'm listening to, not a yang saya dengarkan, bukan
challenge to this very brain itself? tantangan bagi otak ini sendiri?
   
1:21:44 K: It is. K: Memang begitu.
   
1:21:45 PJ: If it is so... PJ: Kalau begitu...
   
1:21:47 K: Wait, I know what K: Tunggu, saya tahu apa
you're going to say, yes. yang akan Anda katakan, ya.
   
1:21:49 PJ: If it is so, PJ: Kalau demikian halnya,
   
1:21:51 then there is a movement which is maka ada gerakan lain selain
other than the movement of the brain. gerakan otak.
   
1:21:56 K: Wait, wait. K makes a statement. K: Tunggu, tunggu.
  K membuat pernyataan.
   
1:22:09 It's a challenge to you only Ini adalah tantangan bagi Anda hanya
when you can respond to it, jika Anda dapat menanggapinya,
   
1:22:15 otherwise it's not a challenge. kalau tidak,
Right? itu bukan tantangan. Benar?
   
1:22:22 PJ: I don't get that. PJ: Saya tidak mengerti itu.
   
1:22:24 AP: That is certain. AP: Itu sudah pasti.
   
1:22:25 You see, somebody walking on the Begini, seseorang yang berjalan di
road makes no impression on me, jalan tidak membuat kesan pada saya,
   
1:22:30 there is no record, tidak ada catatan, oleh karena
therefore is no response. itu tidak ada tanggapan.
   
1:22:32 PJ: I am listening to him. PJ:Saya sedang mendengarkan dia.
   
1:22:33 AP: No, listen, AP: Tidak, dengar,
   
1:22:34 there is a possibility ada kemungkinan sesuatu terjadi
of something happening  
   
1:22:39 and my not responding in any way. dan saya tidak menanggapi
  dengan cara apa pun.
   
1:22:42 There is another, that he says Ada yang lain, yang dia katakan
something and immediately it evokes... sesuatu, dan segera membangkitkan...
   
1:22:49 K: A reaction. K: Suatu reaksi.
   
1:22:50 AP: ...a reaction. AP:...suatu reaksi.
   
1:22:51 K: Now, I want to challenge K: Sekarang, saya ingin menantang
you all. Right? That's my life. Anda semua. Benar? Itulah hidup saya.
   
1:23:00 I want to challenge you. How do Saya ingin menantang Anda. Bagaimana
you respond to the challenge? Anda menanggapi tantangan itu?
   
1:23:03 Either as a Buddhist, Baik sebagai Budhis, sebagai Kristen,
as a Christian, as a Hindu, Muslim sebagai Hindu, Muslim
   
1:23:09 or as a politician, atau sebagai politisi,
as a blah, blah, blah. sebagai bla, bla, bla.
   
1:23:13 So, Jadi, bagaimana Anda
how do you respond to a challenge? menanggapi tantangan?
   
1:23:20 Either you respond at the same Entah Anda merespons dengan inten-
intensity as the challenge sitas yang sama seperti tantangan
   
1:23:25 or you don't respond at all. atau Anda tidak menanggapi
Hai capito? I was speaking Italian. sama sekali.
   
1:23:30   Hai Capito (Anda paham)?
  Saya berbicara bahasa Italia.
   
1:23:44 You pose a challenge to me. Anda mengajukan
  tantangan pada saya.
   
1:23:48 I either understand the challenge, Atau saya memahami tantangannya,
   
1:23:51 respond to it as intensely menanggapi itu sekuat
as your challenge, tantangan Anda,
   
1:23:55 or it doesn't affect me at all. atau itu tidak mempengaruhi
  saya sama sekali.
   
1:24:00 To meet a challenge you and I Untuk menghadapi tantangan, Anda dan
must face each other-right?- saya harus saling berhadapan-benar?
   
1:24:06 not bodily, but face each other. bukan badaniah,
  tapi saling berhadapan.
   
1:24:10 PJ: You see, PJ: Ya, lalu dia melangkah lebih
then he goes further and says: jauh dan berkata:
   
1:24:15 If you are a challenge, Jika Anda adalah suatu
  tantangan,
   
1:24:18 then why are you denying that there lalu mengapa Anda menyangkal bahwa
can be a challenge from the outer? mungkin ada tantangan dari luar?
   
1:24:25 K: Ah, entirely different. K: Ah, sangat berbeda.
   
1:24:29 PJ: This is the question. PJ: Ini pertanyaannya.
You say... Anda bilang...
   
1:24:33 K: I've got it, K: Saya mengerti, saya menangkapnya,
I've got it, I've got it. saya mengerti.
   
1:24:39 JU: ( Translated) Can you make this JU: (Diterjemahkan)
clear with the help of an example? Dapatkah Anda membuat ini jelas
   
1:24:45   dengan bantuan sebuah
  contoh?
   
1:24:51 K: The outside challenge is the K:Tantangan dari luar adalah tantang-
challenge which thought has created. an yang diciptakan oleh pikiran.
   
1:25:01 I don't know if I make that clear. Saya tidak tahu apakah saya telah
  membuatnya jelas.
   
1:25:03 SP: Yes, sir. SP: Ya Tuan.
   
1:25:05 K: Right? Achyutji? K: Benar? Achyutji? Anda
You're not sure. tidak yakin.
   
1:25:08 AP: Not sure. AP: Tidak yakin.
   
1:25:10 K: Let's begin again. The K:Mari kita mulai lagi. Orang komunis
communist challenges the believer. menantang orang berkepercayaan.
   
1:25:25 The communist is a believer, Orang komunis adalah
  seorang berkepercayaan,
   
1:25:31 and therefore dan karena itu dia menantang
he is challenging another belief, kepercayaan lain,
   
1:25:34 so it becomes a protection, jadi itu menjadi suatu perlindungan,
a reaction against another belief. reaksi terhadap kepercayaan lain.
   
1:25:38 That's not a challenge. Itu bukan tantangan.
   
1:25:40 AP: That's not a challenge. AP: Itu bukan tantangan.
   
1:25:41 K: No, that's not a challenge. K: Tidak, itu bukan tantangan.
   
1:25:43 AP: I agree, there's no AP: Saya setuju, tidak ada kesulitan
difficulty in agreeing to this. untuk menyetujui ini.
   
1:25:45 K: Now, this man has no belief, K: Sekarang, orang ini tidak memiliki
no-all that. kepercayaan, tidak-semua itu.
   
1:25:52 AP: No stance. AP: Tidak ada sikap.
   
1:25:54 K: K: Dan dari titik itu dia
And from that point he challenges, menantang,
   
1:26:00 which is entirely different from yang sama sekali berbeda dengan
the challenge from the outside, tantangan dari luar,
   
1:26:03 from the communist. I don't dari komunis. Saya tidak tahu apakah
know if I made that clear. saya sudah membuaynya jelas.
   
1:26:07 PJ: What is this challenge PJ: Apakah tantangan ini,
of what you call.. yang Anda sebut...
   
1:26:10 which is the challenge yang merupakan tantangan
of the no-centre? dari non-pusat (no-centre)?
   
1:26:13 K: That is the difference. K: Itulah perbedaannya.
   
1:26:14 PJ: The challenge of the no-centre. PJ: Tantangan dari non-pusat.
   
1:26:16 K: If you challenge me, K: Jika Anda menantang saya,
   
1:26:19 because you are challenging my karena Anda menantang reputasi saya,
reputation, my blah, blah, blah, bla, bla, bla,
   
1:26:23 then I react to it lalu saya bereaksi terhadapnya
   
1:26:27 because I am protecting karena saya melindungi citra yang
the image which I have about myself, saya miliki tentang diri saya,
   
1:26:33 and you are challenging out dan Anda menantang dari citra
of your image about you, etc. Anda tentang Anda, dll.
   
1:26:39 It's a challenge between two Ini adalah tantangan antara dua imaji
images thought has created. Right? yang telah diciptakan pikiran. Benar?
   
1:26:45 But if you challenge me, which is Tetapi jika Anda menantang saya,
the challenge of absoluteness yang adalah tantangan kemutlakan
   
1:26:53 vous avez compris? vous avez compris (Anda paham)?
   
1:26:55 I mean, you understand? Maksud saya, Anda paham?
-it's entirely different. -itu sama sekali berbeda.
   
1:27:02 If Mr Upadhyaya challenges me, Jika Tuan Upadhyaya menantang saya,
and I am a Buddhist or a Hindu, dan saya seorang Buddhis atau Hindu,
   
1:27:16 his challenge tantangannya adalah proses bertahan,
is a process of defending, membela diri,
   
1:27:21 contradicting and attacking-right? menentang dan menyerang-benar?
   
1:27:28 and when he challenges me, if I am dan ketika dia menantang saya, jika
a Hindu, Buddhist, whatever it is, saya seorang Hindu, Budhis, apapun,
   
1:27:34 it is the same process going on. itu adalah proses yang sama yang
This is not a challenge! sedang terjadi. Ini bukan tantangan!
   
1:27:40 A challenge is from Suatu tantangan berasal dari sesuatu
something totally different. yang sama sekali berbeda.
   
1:27:47 It's a challenge to a politician Ini tantangan bagi seorang politisi
who is absorbed in nationalism, yang asyik dengan nasionalisme,
   
1:27:53 to say rot, nationalism is the bisa dikatakan busuk, nasionalisme
very destruction of humanity. adalah kehancuran umat manusia.
   
1:27:58 He says, 'Buzz off'. Dia berkata, 'Pergi sana,'.
To him it's not a challenge Baginya itu bukan tantangan,
   
1:28:02 because he is merely living in a karena dia hanya tinggal di dalam
fortress and refuses any attack. benteng dan menolak serangan apapun.
   
1:28:13 I don't know if I've Saya tidak tahu apakah saya
made my point clear. telah membuat jelas maksud saya.
   
1:28:15 PJ: Sir, PJ: Tuan,
I think we need to go back to... saya kira kita perlu kembali ke...
   
1:28:19 K: Corruption. K: Kerusakan.
   
1:28:20 PJ: No. Yes. ...we started PJ: Tidak. Ya.... kami mulai karena
because you know, we're getting... Anda tahu, kami mendapatkan...
   
1:28:25 K: I'm willing to go K: Saya bersedia kembali
back to corruption. ke kerusakan.
   
1:28:28 KV: How do you break this chain... KV: Bagaimana Anda
  memutuskan rantai ini...
   
1:28:32 K: I'll answer that. K: Saya akan menjawabnya.
   
1:28:34 SP: Sir, my brain responds to the P: Tuan, otak saya merespon
image-making machinery of the other mesin pembuat imaji yang lain
   
1:28:41 in the same way as the challenge dengan cara yang sama seperti
created by a person like you.  
   
1:28:43   tantangan yang diciptakan oleh
  orang seperti Anda.
   
1:28:47 Does it respond in the same way? Apakah itu merespons dengan
  cara yang sama?
   
1:28:50 K: Yes, yes. K: Ya, ya.
   
1:28:51 SP: That is the difficulty also. SP: Kesulitannya juga begitu.
   
1:28:53 PJ: No, no, the whole point PJ: Tidak, tidak, intinya adalah
is that one can answer. seseorang bisa menjawab.
   
1:28:56 If an image is formed then Jika suatu imaji terbentuk maka itu
it is part of the same thing, adalah bagian dari hal yang sama,
   
1:29:00 but the thing which I really tapi hal yang saya benar-benar,
Krishnaji, Krishnaji,
   
1:29:08 how is it that this movement... bagaimana bisa gerakan ini...
   
1:29:13 K: To end. K: Untuk mengakhiri.
That's what you have been saying. Itulah yang Anda katakan.
   
1:29:15 How is this cycle of-just a minute, Bagaimana siklus ini - sebentar,
let's be clear- cycle of experience, agar jelas - siklus pengalaman,
   
1:29:25 knowledge, memory, thought, action, pengetahuan,
  memori, pikiran, tindakan,
   
1:29:33 action again coming tindakan, kembali lagi ke
back to knowledge: pengetahuan:
   
1:29:36 this is the circle ini adalah lingkaran di dalam mana
in which you are caught-right, sir? Anda tertangkap-benar, Tuan?
   
1:29:42 SR: Clear, sir. SR: Jelas Tuan.
   
1:29:44 PJ: Causation, it is really, PJ: Hubungan sebab dan akibat,
  ini benar-benar,
   
1:29:46 it's really asking that how ini benar-benar menanyakan
is the stream of causation... bagaimana aliran sebab-akibat...
   
1:29:50 K: I'm going to go into it but I want K: Saya akan mendalaminya,
first to be clear on this matter. tapi saya ingin
   
1:29:52   pertama-tama menjadi jelas
  tentang masalah ini.
   
1:29:57 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
1:30:11 PJ: This process goes PJ: Proses ini berjalan,
you have taken it to action, Anda telah membawanya ke tindakan,
   
1:30:16 challenge, sensation, perception, tantangan, sensasi, persepsi, dll
etc-action. -tindakan.
   
1:30:21 K: Learn from that action, K: Belajar dari tindakan itu,
back again knowledge. kembali lagi pengetahuan.
   
1:30:25 PJ: No, yes. Therefore you PJ: Tidak, ya. Oleh karena itu Anda
learn from that action. belajar dari tindakan itu.
   
1:30:27 Does that learning of that action Apakah belajar tentang tindakan itu
return and get stored to...? kembali dan disimpan ke...?
   
1:30:32 K: Of course, of course. K: Tentu, tentu saja.
   
1:30:34 K: Obviously, obviously, K: Jelas sekali,
this is what we are doing. inilah yang kita lakukan.
   
1:30:39 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
1:30:54 K: I understand. K: Saya mengerti.
   
1:30:56 PJ: It acts. In between PJ: Itu bertindak. Di antara itu,
many causes have flown in. banyak penyebab telah masuk.
   
1:31:03 K: I agree, now, wait a minute, K: Setuju, sekarang tunggu sebentar.
Listen, Pupulji, it's fairly clear. Dengar Pupulji, itu cukup jelas.
   
1:31:09 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
1:31:19 PJ: The whole thing which comes PJ: Semuanya yang kembali
back and is stored again... dan disimpan lagi...
   
1:31:23 K: Not 'comes back'. K: Bukan 'kembali'.
   
1:31:25 GN: May I say something? GN: Bolehkah saya mengatakan
  sesuatu?
   
1:31:26 You have been saying that Anda telah mengatakan bahwa program
the programme works this way: tersebut bekerja seperti ini:
   
1:31:31 experience, knowledge, pengalaman, pengetahuan, memori,
memory, thought, action, pikiran, tindakan,
   
1:31:37 action further strenthening experience tindakan lebih lanjut memperkuat
the whole cycle is repeated. pengalaman, seluruh siklus diulang.
   
1:31:42 K: That's all, that's all I'm saying. K: Itu saja,
  itu saja yang saya katakan.
   
1:31:44 GN: What I'm suggesting is, GN: Yang saya sarankan adalah, apapun alirannya..
whatever the flux..  
   
1:31:48 K: Is within that. K: Adalah di dalam itu.
   
1:31:50 GN: GN: Itu termasuk dalam
That is included in this curriculum. kurikulum ini.
   
1:31:56 K: Curriculum, you're perfectly right! K: Kurikulum, Anda benar sekali!
   
1:32:05 JU: (Hindi 48 seconds). JU: (Hindi 48 detik).
   
1:32:35 PJ: (Hindi) PJ: (Hindi)
   
1:32:36 JU: (Hindi - 45 secs) JU: (Hindi -45 detik)
   
1:33:22 PJ: You see, these are... PJ: Anda lihat, ini adalah...
   
1:33:24 K: Wait, Pupulji... K: Tunggu, Pupulji...
   
1:33:25 SR: What I understand, SR: Yang saya pahami,
   
1:33:28 the whole thinking process of seluruh proses berpikir Upadhyayaji
Upadhyayaji is just one fixed: hanyalah satu hal yang pasti:
   
1:33:37 there is an inner ada yang dalam dan ada yang luar
and there is an outer  
   
1:33:41 which you have already fixed there, yang telah Anda pastikan demikian,
and you are just repeating this. dan Anda hanya mengulangi ini.
   
1:33:46 So if we think it, just about this, Jadi jika kita memikirkannya, hal ini
then it is easier to understand. saja, maka lebih mudah dipahami.
   
1:33:55 GN: I don't know, I just want GN: Saya tidak tahu, saya hanya
to say one or two things. ingin mengatakan satu atau dua hal.
   
1:33:57 You are not denying the Anda tidak menyangkal
reality of the outer world, realitas dunia luar,
   
1:34:04 K: There it is, how can... K: Itu dia, bagaimana bisa...
   
1:34:06 GN: Plus there is nature, GN: Ditambah ada alam,
the other human beings... manusia lain...
   
1:34:09 K: And war. K: Dan perang.
   
1:34:10 GN: ...they are things, GN:... mereka adalah benda,
all this is real. semua ini nyata.
   
1:34:12 K: And war is real. K: Dan perang adalah nyata.
   
1:34:13 GN: War, everything is real. GN: Perang, semuanya nyata.
   
1:34:15 K: Nationality... K: Kebangsaan...
   
1:34:16 GN: So the other person is real. GN: Jadi orang lain itu nyata.
   
1:34:17 But what you are implying is that Tetapi apa yang Anda maksudkan adalah
because of this image-making process karena proses pembuatan imaji ini
   
1:34:23 and this circuitry which is dan siklus ini yang berulang
repeating itself all the time, sepanjang waktu,
   
1:34:28 there is really no contact, but sebenarnya tidak ada kontak,
only contact with our own images.  
   
1:34:30   tetapi kontak hanya dengan
  imaji-imaji kita sendiri.
   
1:34:33 K: And, yes, yes. K: Dan, ya, ya.
   
1:34:35 GN: GN: Dan ini memastikan
And this makes for no contact, (a), tiadanya kontak, (a),
   
1:34:41 and (b), it also makes dan (b), itu juga membuat
a lot of mischief. banyak keonaran.
   
1:34:43 K: That's all. K: Itu dia.
   
1:34:45 PJ: Basically, PJ: Pada dasarnya, apakah Anda tidak
don't you see what it implies melihat bahwa apa yang diisyaratkan
   
1:34:48 is that at no point adalah tiadanya kebebasan sejati
is there real freedom. pada titik mana pun.
   
1:34:54 K: There is no freedom. K: Tidak ada kebebasan.
   
1:34:56 PJ: Because we're caught in this, PJ: Karena kita terjebak dalam hal
there is no freedom. ini, maka tidak ada kebebasan.
   
1:34:59 GN: But what I'm trying to say is GN: Tapi yang ingin saya
  katakan adalah
   
1:35:02 that this does not deny the bahwa ini tidak menyangkal
existence of the outer world... keberadaan dunia luar...
   
1:35:05 ...that we must see, otherwise yang harus kita lihat, jika tidak,
we go through me and the society. kita melalui saya dan masyarakat.
   
1:35:08 K: Ah, ah, ah... K: Ah, ah, ah...
   
1:35:09 KV: You can't deny. KV: Anda tidak bisa menyangkal.
   
1:35:10 K: I'm not denying... K: Saya tidak menyangkal...
   
1:35:12 GN: I want to get GN: Saya ingin mendapatkan
clarification on this. klarifikasi tentang ini.
   
1:35:13 K: Oh, of course, I'm not denying, K: Oh, tentu saja, saya tidak me-
we're not denying that. nyangkal, kami tidak menyangkal itu.
   
1:35:15 GN: We're not denying the GN: Kami tidak menyangkal
outer world as an illusion. dunia luar sebagai ilusi.
   
1:35:17 K: Uh? K: Uh?
   
1:35:19 We are not denying the reality of Kami tidak menyangkal realitas dari
the outer world as an illusion, dunia luar sebagai suatu ilusi,
   
1:35:23 we are not denying the kami tidak menyangkal
reality of the outer world. realitas dunia luar.
   
1:35:26 K: Not at all. K: Sama sekali tidak.
   
1:35:27 AP: You are not denying the reality AP: Anda tidak menyangkal realitas
of the outer world as things, dunia luar sebagai benda,
   
1:35:31 but you are denying the reality tetapi Anda menyangkal realitas
of the outer world as persons. dunia luar sebagai pribadi.
   
1:35:35 PJ: No. PJ: Tidak.
   
1:35:36 K: Ah, no, you have gone K: Ah, tidak, Anda telah
off to something else. melenceng ke sesuatu lain.
   
1:35:39 PJ: You are denying the reality PJ: Anda menyangkal realitas
   
1:35:42 of the images my mind has made imaji-imaji yang dibuat batin saya
of the outer world. tentang dunia luar.
   
1:35:48 K: Yes, sir. K: Ya Tuan. Achyutji, marilah,
Achyutji, come on, sir. Tuan.
   
1:35:53 JU: (Hindi - 48 secs) JU: (Hindi - 48 detik)
   
1:36:42 PJ: (Hindi 38 seconds) PJ: (Hindi 38 detik)
   
1:37:20 K: Sir, all that I am saying is, K: Tuan, semua yang saya
  katakan adalah,
   
1:37:25 knowledge as we exist now, pengetahuan seperti yang kita ada
psychological knowledge, sekarang, pengetahuan psikologis,
   
1:37:30 is the corruption of the mind, adalah kerusakan dari batin, otak.
brain.  
   
1:37:33 And he says, please, I understand Dan dia berkata, mohon, saya
this process, very well, mengerti proses ini, sangat baik,
   
1:37:43 which is experience and all that. yang merupakan pengalaman
  dan semua itu.
   
1:37:45 How is that chain to be broken, Bagaimana memutuskan rantai itu, itu
that is the central issue. Right? adalah masalah utama. Benar?
   
1:37:51 AP: AP:
I think that is the central issue. Saya kira itu masalah sentralnya.
   
1:37:53 K: Central, which is-no, K: Sentral, yaitu-tidak,
   
1:37:55 which is corrupting the brain and yang merusak otak dan karena
therefore corrupting the world. itu merusak dunia.
   
1:37:59 AP: That is right. AP: Itu benar.
   
1:38:00 K: Corrupting the rivers, corrupting K: Merusak sungai, merusak langit,
the skies, corrupting relation... merusak hubungan,
   
1:38:05 it's corrupting everything-right. itu merusak segalanya-benar?
   
1:38:08 Now, how is this chain of whatever Nah, bagaimana rantai ini, apapun
you call it, to be broken. Anda sebut itu, diputuskan.
   
1:38:17 Why do you ask that question? Mengapa Anda mengajukan
  pertanyaan itu?
   
1:38:26 BK: Sir, BK: Tuan, lalu pertanyaan Achyutji
Achyutji's question then is... adalah...
   
1:38:28 K: Ah, no, I'm asking a question: K: Ah, tidak,
Why do you want to break this chain? saya mengajukan pertanyaan:
   
1:38:29   Mengapa Anda ingin memutuskan
  rantai ini?
   
1:38:35 That's a logical question, Itu adalah pertanyaan yang logis,
a valid question. Why? pertanyaan yang absah. Mengapa?
   
1:38:40 Satyendra (S): Because basically Satyendra (S): Karena pada dasarnya
there seems to be conflict and pain. ada konflik dan rasa sakit.
   
1:38:44 Because basically there is a feeling Karena pada dasarnya ada perasaan
of conflict within oneself... konflik dalam diri sendiri...
   
1:38:49 K: Of? K: Dari?
   
1:38:50 S: A feeling of pain. S: Perasaan sakit.
   
1:38:52 K: Which is... K: Yang adalah...
   
1:38:54 S: a feeling of pain. S: suatu rasa sakit.
   
1:38:55 K: Hang on, sir, K: Tunggu, Tuan,
this is an important question, ini pertanyaan penting,
   
1:38:56 just go into it a little bit more. dalami sedikit lagi.
   
1:38:59 Has the breaking of the Apakah memutuskan rantai
chain a cause, a motive? mempunyai penyebab, motif?
   
1:39:10 If it has, Jika ya, Anda kembali ke
you are back in the same chain. rantai yang sama.
   
1:39:12 That's all my point. Right, sir? Itu maksud saya semuanya.
  Benar, Tuan?
   
1:39:20 Q: Agreed. T: Setuju.
   
1:39:21 K: Ah, no, not agree, just see... K: Ah, tidak, bukan setuju, lihat
I mean, to me... saja...maksud saya, bagi saya...
   
1:39:24 AP: I see, sir, I say... AP: Saya paham, Tuan,
  saya bilang...
   
1:39:26 K: No, sir, on the contrary, K: Tidak Tuan, sebaliknya, hanya-
just-  
   
1:39:40 if it's causing me pleasure, jika itu membuat saya senang,
I say, 'Please, leave me alone.' saya berkata,
   
1:39:42   saya berkata,
  'Mohon, tinggalkan saya sendirian.'
   
1:39:47 AP: No... AP: Tidak...
   
1:39:48 K: Now, just a minute, sir, K:Nah, sebentar Tuan, biar saya sele-
let me finish, you'll have your turn. saikan, Anda akan mendapat giliran.
   
1:39:52 So I must be very clear in myself, Jadi saya harus sangat jelas
  dalam diri saya,
   
1:39:57 - I can't persuade you - Saya tidak bisa membujuk Anda
to be clear- in myself untuk menjadi jelas- dalam diri saya,
   
1:39:59 that I have no direction bahwa saya tidak memiliki arah
or motive or hope out of this. atau motif atau harapan dari ini.
   
1:40:08 Right? I must be absolutely clear. Benar? Saya harus benar-benar jelas.
Are we? Apakah kita?
   
1:40:15 Q: I'm not sure. T: Saya tidak yakin.
   
1:40:17 K: Then what are we playing at? K: Lalu apa yang kita lakukan?
   
1:40:20 Q: Suppose there... Sorry, sir... Q: Misalkan di
  sana... Maaf Tuan...
   
1:40:22 K: Ah, ha, ha, ha... K: Ah, ha, ha, ha...
   
1:40:24 Look, sir, you're a lawyer, Lihat, Tuan, Anda seorang pengacara,
I come to you, saya datang kepada Anda,
   
1:40:27 you want all the facts from me Anda ingin semua fakta dari saya se-
as your client, the truth-right?- bagai klien Anda, kebenaran- betul? -
   
1:40:38 and you say, 'What's your motive?' dan Anda juga berkata, 'Apa motif
also. It's the same thing here. Anda?'. Di sini sama saja.
   
1:40:46 Q: May I ask a question? T: Bolehkah saya mengajukan
  pertanyaan?
   
1:40:47 K: Sir... K: Tuan...
   
1:40:49 S: Because in many ways it's S: Karena dalam banyak hal
central to the-it's central, itu sentral pada,
   
1:40:53 and people keep asking the question dan orang terus mengajukan pertanya-
: How it is that one can break, an: Bagaimana orang dapat memutus,
   
1:40:59 and I can see the answer also dan saya juga dapat melihat jawaban-
in some way that you give. nya mirip dengan cara Anda berikan.
   
1:41:02 But can I ask this question: is Tetapi dapatkah saya mengajukan
it possible, given each one of us, pertanyaan ini:
   
1:41:04   apakah memungkinkan, mengingat
  masing-masing dari kita,
   
1:41:10 given the brains that we have, mengingat otak yang kita miliki,
given the brain that I have... mengingat otak yang saya miliki...
   
1:41:14 K: Ah, ah, ah, I don't agree. K: Ah, ah, ah, saya tidak
  setuju.
   
1:41:18 No! You see, you have already Tidak! Anda tahu, Anda sudah mulai
started on the wrong foot. dengan langkah yang salah.
   
1:41:21 S: Right, but I am conscious S: Benar, tapi saya sadar akan
of myself, as it is, diri saya, apa adanya,
   
1:41:24 may I only ask a bolehkah saya mengajukan
question in this way: pertanyaan dengan cara ini:
   
1:41:29 is it basically a way apakah pada dasarnya
of looking at things... cara memandang sesuatu...
   
1:41:36 K: mm, mm, mm mm.. K: mm, mm, mm mm ..
   
1:41:37 S: No, it is not. S: Tidak, bukan demikian.
   
1:41:38 K: This is a fact. K: Ini suatu fakta.
   
1:41:40 S: It is not, S: Bukan demikian, apakah ini masalah
is it a matter of reason? No, no... kemampuan berpikir? Tidak tidak...
   
1:41:46 It's not certainty. It is not a Ini bukan kepastian.
matter of logic, Ini bukan masalah logika,
   
1:41:51 K: It is not a matter of logic, K: Ini bukan masalah logika,
it's not a matter of analysis... ini bukan masalah analisis...
   
1:41:54 S: It is not a matter of analysis. S: Ini bukan soal analisis.
   
1:41:55 K: It's not a matter of- K: Ini bukan masalah-
   
1:41:57 wait a minute, sir, don't brush it off Tunggu sebentar, Tuan, jangan menga-
so quickly . You see... baikannya begitu cepat. Anda lihat...
   
1:42:01 S: It's not a matter of logic. S: Ini bukan masalah logika.
   
1:42:03 K: No.. K: Tidak ..
   
1:42:06 K: It's a matter of plain K: Ini masalah pengamatan biasa
observation of what's going on. dari apa yang terjadi.
   
1:42:14 S: Without the image. S: Tanpa imaji.
Without the mind forming an image. Tanpa pikiran membentuk imaji.
   
1:42:19 K: No, sir, no. K: Bukan, Tuan, bukan.
   
1:42:20 S: No? S: Bukan?
   
1:42:22 K: The point is this: the brain is the K: Intinya begini: otak adalah
centre of all the sensory responses. pusat dari semua respons sensorik.
   
1:42:31 Right? The sensory responses Betul? Respons-respons sensorik
   
1:42:34 which has created memory, yang telah menciptakan memori,
the experience, thought, all that, pengalaman, pikiran, semua itu,
   
1:42:39 thought, pikiran, tindakan, dan ia
action and it's caught in that. terperangkap di dalamnya.
   
1:42:44 And the brain being caught in that, Dan otak terperangkap di dalamnya,
which is-I won't go into it- yang-saya tidak akan mendalaminya-
   
1:42:50 which is partial, yang adalah parsial,
it's never complete-right?- tidak pernah lengkap-betul? -
   
1:42:56 and therefore it is polluting dan karena itu mencemari semua yang
everything it does: my relationship, dilakukannya: hubungan saya,
   
1:43:03 my-everything it does. segalanya yang dilakukannya.
   
1:43:06 If you admit that once, as a fact, Jika Anda sekali mengakuinya, sebagai fakta, bukan sebagai teori, bukan sebagai...
not as a theory, not as...  
   
1:43:09   sebagai fakta, bukan
  sebagai teori, bukan sebagai...
   
1:43:11 Right? Then how is that Betul? Lalu bagaimana
circle to be broken? lingkaran itu dipatahkan?
   
1:43:19 That is the whole point, Itulah seluruh intinya,
which we're all asking. yang kita semua tanyakan.
   
1:43:25 PJ: Sir, maybe it might throw PJ: Tuan, mungkin menjadi
some light if I ask you a question, lebih jelas kalau saya bertanya,
   
1:43:32 and that is: dan itu adalah:
practically every teaching... praktis setiap ajaran...
   
1:43:38 which has been concerned with yang terkait
the mediative processes, dengan proses mediasi,
   
1:43:44 has regarded the senses menganggap indra sebagai
as an obstruction.. penghalang ..
   
1:43:50 K: Mm, yes, yes. K: Mm, ya, ya.
   
1:43:51 PJ: ...to the ending of, PJ:...untuk pengakhiran,
or the breaking of (inaudible)... atau pemutusan (tidak terdengar)...
   
1:43:57 PJ: Sir, I am asking you what role, PJ: Tuan, saya tanyakan
what role... peran apa, peran apa...
   
1:44:03 K: R-O-L-E? K: R-O-L-E? (peran)
   
1:44:04 PJ: R-O-L-E, do you give to the senses PJ: R-O-L-E, peran apakah Anda
in freeing the mind. You see... No... berikan pada indera
   
1:44:10   dalam membebaskan batin.
  Anda lihat...Tidak...
   
1:44:16 K: Ah, ah, ah... K: Ah, ah, ah...
   
1:44:17 PJ: You see, I understand, PJ: Anda tahu, saya paham,
I'm maybe putting it wrongly... saya mungkin salah mengatakannya...
   
1:44:21 K: Yes. K: Ya.
   
1:44:22 PJ: ...but what role do you PJ:...tapi peran apa yang Anda
give the senses? Full stop. berikan pada indra? Titik.
   
1:44:25 K: That's all, full stop. K: Itu cukup, titik.
   
1:44:26 RB: I think, Pupulji, RB: Menurut saya Pupulji,
you are not correct in saying Anda tidak benar dalam mengatakan
   
1:44:28 that all of them have regarded bahwa mereka semua menganggap
the senses as obstructive indra sebagai penghalang
   
1:44:34 because when they said senses sebab ketika mereka mengatakan indra,
they included the mind. batin mereka masukkan ke dalamnya.
   
1:44:38 PJ: No, PJ: Tidak, tapi mereka juga
but they also regarded the senses. memperhatikan indra.
   
1:44:41 RB: No, but they never separated RB: Tidak, tetapi mereka tidak pernah
the mind from the senses. memisahkan batin dari indera.
   
1:44:44 PJ: Maybe they did not separate. After PJ: Mungkin mereka tidak
all, all austerities, all tapas, memisahkan.
   
1:44:46   Bagaimanapun, semua pertapaan,
  semua tapas,
   
1:44:54 all yogic practices were-as I have semua praktik yoga adalah -seperti
understood, I may have been wrong- yang saya pahami, saya mungkin salah-
   
1:45:01 were to see that that movement of adalah untuk memastikan bahwa
the sense out towards object.. gerak indra keluar ke arah objek...
   
1:45:07 was destroyed. telah dimusnahkan.
   
1:45:10 K: No, I wouldn't- K: Tidak, saya tidak akan-
   
1:45:15 K: I don't know what the K: Saya tidak tahu apa yang
ancients have said... dikatakan orang dahulu...
   
1:45:18 PJ: Now, what do you say? PJ: Sekarang,
  bagaimana menurut Anda?
   
1:45:20 KV: I think that perhaps KV: Saya pikir,
our understanding of, mungkin pemahaman kita tentang,
   
1:45:23 at least some movements in- setidaknya beberapa gerakan di-
   
1:45:27 this is a purely historical ini adalah murni interpretasi sejarah
interpretation that I... yang saya,
   
1:45:29 not in terms of our discussion, tidak dalam hal diskusi kita,
   
1:45:32 that at least in what is bahwa setidaknya dalam apa yang
broadly called the Hindu or, secara luas disebut Hindu atau,
   
1:45:39 I wouldn't say even Hindu but I saya bahkan tidak akan mengatakan
would say ancient Indian thought Hindu, tetapi saya akan mengatakan
   
1:45:41   pemikiran India kuno,
   
1:45:44 the senses are not to be denied. indra tidak bisa disangkal.
   
1:45:48 KV: That is very crucial to the KV: Itu sangat penting untuk seluruh
whole culture and where he began, budaya dan di mana dia memulai,
   
1:45:55 that the first thing is bahwa yang pertama-tama adalah
the sensory perception. persepsi sensorik.
   
1:45:58 If you go back to this image that Jika Anda kembali ke imaji ini yang
we have spoken about several times telah kita bicarakan beberapa kali
   
1:46:03 of the Kathopanishad... that no mengenai Kathopanishad...bahwa tidak
chariots move without horses, ada kereta yang bergerak tanpa kuda,
   
1:46:13 horses are primary. kuda adalah yang utama.
   
1:46:15 AP: Senses are primary. AP: Indra adalah yang utama.
   
1:46:17 KV: Senses are primary, therefore KV: Indra adalah yang utama, karena-
they are not to be destroyed. nya indra tidak untuk dimusnahkan.
   
1:46:21 PJ: Then what is their role? PJ: Lalu apa peran mereka?
   
1:46:22 KV: They are to be understood, KV: Mereka harus dipahami,
controlled... dikendalikan...
   
1:46:25 K: Ah, ah, ah... K: Ah, ah, ah...
   
1:46:26 SP: Not controlled but understood. SP: Tidak dikontrol tapi
  dimengerti.
   
1:46:30 KV: I am sorry for that, KV: Saya minta maaf untuk itu, te-
but they are not to be destroyed, tapi mereka tidak untuk dihancurkan,
   
1:46:35 I mean, they are primary. Maksud saya, mereka yang utama.
They are like the factors, he says, Mereka seperti unsur, ia berkata,
   
1:46:38 of the outer reality. dari realitas luar.
He is not denying the outer. Dia tidak menyangkal yang di luar..
   
1:46:43 PJ: No, PJ: Tidak,
that is what I am trying to get at. itu yang saya coba gapai.
   
1:46:45 I am saying: Saya berkata: apa peran indra?
what is the role of the senses?  
   
1:46:50 KV: Ah, that is fine, that is fine. KV: Ah, itu bagus, itu bagus.
   
1:46:51 PJ: You see, maybe my interpretation PJ: Anda lihat, mungkin interpretasi
of the Indian position is incorrect, saya tentang posisi India salah,
   
1:46:56 I'll withdraw it, but... Saya akan membatalkannya,
  tapi...
   
1:46:58 K: I'll tell you. The senses-if K: Saya akan memberi tahu Anda.
thought, which creates desire- Indra-
   
1:47:02   -jika pikiran,
  yang menciptakan keinginan-
   
1:47:08 I don't know if I'm saya tidak tahu apakah saya
making myself clear- membuat diri saya jelas,
   
1:47:11 if the senses without the jika indra tanpa
interference of thought gangguan dari pikiran
   
1:47:17 with its image about the senses, dengan imajinya tentang indra,
then the senses have very little maka indra memiliki
   
1:47:21 importance. arti yang amat kecil..
   
1:47:25 PJ: PJ: Indra mempunyai arti
Senses have very little importance. yang amat kecil.
   
1:47:27 K: Importance. Wait a minute, let K:Arti pentingnya. Tunggu sebentar,
me explain a little more, biar saya jelaskan sedikit lagi,
   
1:47:35 go slowly, slowly, slowly. dengan perlahan, perlahan, perlahan.
I am exploring myself. Saya menjelajahi diri saya sendiri.
   
1:47:39 I am clear about it, Saya jelas tentang itu,
but the expression, tetapi ekspresi nya,
   
1:47:42 and to put it into dan memasukkannya ke
language a little bit. dalam bahasa.
   
1:47:46 The senses have their place-right? Indra memiliki tempatnya, benar?
-I am not- -Saya tidak-
   
1:47:51 If you put a pin, I must react; Jika Anda menusuk jarum,
  saya harus bereaksi;
   
1:47:54 if I see a beautiful jika saya melihat pohon yang indah,
tree, I mean, it is beauty. maksud saya, itu keindahan
   
1:47:59 The beauty of a tree is astonishing. Keindahan pohon
If I see a woman, if I am inclined, sangat mencengangkan.
   
1:48:03   Jika saya melihat seorang wanita,
  jika saya tertarik,
   
1:48:07 sensory, sensual responses, I- respons sensorik, sensual, saya-
   
1:48:14 Now, where does desire interfere Sekarang, di manakah keinginan
with senses? That is the whole point, mengganggu indera? Itulah intinya,
   
1:48:21 not whether the senses are important bukan apakah indra itu penting atau
or unimportant-where desire begins. tidak penting-di mana hasrat dimulai.
   
1:48:31 If one understands that, sensory... Jika orang mengerti itu, indrawi...
you say, yes, Anda berkata, ya,
   
1:48:36 why such colossal importance to it, mengapa begitu luar biasa penting
or not importance. untuk itu, atau tidak penting.
   
1:48:46 What? Have I slipped out of it? Apa? Apakah saya sudah
Right? No, I haven't slipped... terpeleset ke luar? Benar?
   
1:48:51   Benar?
  Tidak, saya tidak terpeleset...
   
1:48:57 RB: It sounds as if RB: Kedengarannya seperti
   
1:48:59 a little bit that you are Anda sedkit berkontradiksi
contradicting yourself because... karena...
   
1:49:03 K: Uh? You are...? K: Uh? Anda...?
   
1:49:07 RB: It sounds as if you're RB: Kedengarannya Anda bertentangan
contradicting yourself because... dengan diri Anda sendiri karena...
   
1:49:11 K: No, no, I'll show it to you. K: Tidak, tidak, saya akan
  tunjukkan kepada Anda.
   
1:49:13 RB: No, sir, may I? Because RB:Tidak Tuan, bolehkah saya?
you have said, not just now,  
   
1:49:14   Sebab Anda telah mengatakan,
  bukan baru sekarang,
   
1:49:18 but you have said that if you can tetapi Anda telah mengatakan
observe with all your senses... bahwa jika Anda dapat mengamati
   
1:49:22   dengan semua indra Anda...
   
1:49:24 K: That's it. K: Itu dia.
   
1:49:25 RB: That's it, therefore you can't RB: Ya, oleh karena itu Anda tidak
deny importance to the senses. dapat menyangkal pentingnya indera.
   
1:49:28 K: No, I don't... I did not deny, K: Tidak, saya tidak... Saya tidak
you have misunderstood then. menyangkal, Anda telah salah paham.
   
1:49:32 Q: Desires. T: Hasrat-hasrat.
   
1:49:34 K: No, I said-careful-I said if one K: Tidak, saya berkata, hati-hati,
responds to that tree, saya berkata jika orang menanggapi
   
1:49:37   pohon itu,
   
1:49:40 look at it, with that sunlight on it melihat padanya, dengan matahari
after the rain, it is full of beauty. menyinarinya setelah hujan,
   
1:49:42   itu penuh keindahan.
   
1:49:45 RB: Yes. RB: Ya.
   
1:49:46 K: I respond, K: Saya menanggapi,
   
1:49:47 I mean, when there is total maksud saya,
response to that beauty, to that, ketika ada tanggapan total
   
1:49:50   terhadap keindahan itu,
  terhadap itu,
   
1:49:52 there is no me, tidak ada aku, tidak ada pikiran,
there is no thought,  
   
1:49:54 there is no centre from tidak ada pusat
which it is responding. dari mana ia merespons.
   
1:49:57 RB: Yes. RB: Ya.
   
1:49:59 Mary Zimbalist (MZ): Mary Zimbalist (MZ):
And no desires. Dan tidak ada hasrat.
   
1:50:00 K: That is beauty, not the painting, K: Itu keindahan, bukan lukisannya, bukan puisi, bukan...
not the poem, not the ...  
   
1:50:06 The total response of Tanggapan total dari semua
all your senses to that. indra Anda pada itu.
   
1:50:13 We can't, we don't, because thought Kita tidak bisa, kita tidak lakukan,
creates the image karena pikiran menciptakan citra,
   
1:50:22 from which desire arises. dari mana keinginan muncul.
   
1:50:26 Then that desire Kemudian keinginan itu berwujud
becomes-all the rest of it. -semuanya itu.
   
1:50:33 K: There is no contradiction. K: Tidak ada kontradiksi.
   
1:50:35 PJ: If I may ask Upadhyayaji, how PJ: Jika saya boleh bertanya
would the Buddhists regard the senses? kepada Upadhyayaji,
   
1:50:38   bagaimana umat Budhhis
  memandang indra?
   
1:50:44 I would be very interested to know Saya akan sangat tertarik
  untuk mengetahui
   
1:50:46 what is the place of the senses apa tempat indera bagi umat Buddhis
for Buddhists-or Rinpocheji. -atau Rinpocheji.
   
1:50:52 K: Buddhist or a Vedantist or a K: Buddhis atau Vedantis atau
Christian or... Go on, sir, Kristen atau... Lanjutkan, Tuan,
   
1:50:57 go on, I was only joking, sir. lanjutkan,
  saya hanya bercanda, Tuan.
   
1:51:00 AP: (Hindi) AP: (Hindi)
   
1:51:12 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
1:51:32 PJ: Without the observer PJ: Tanpa pengamat tidak mungkin
there can be no observation. ada observasi.
   
1:51:39 According to Vedanta, without the Menurut Vedanta, tanpa pengamat
observer there can be no observation. tidak akan ada pengamatan.
   
1:51:44 K: Ah, that's nonsense... I mean... K: Ah, itu tidak masuk akal...
  maksud saya...
   
1:51:58 JU: (Hindi 1 min 18 secs). JU: (Hindi 1 mnt 18 dtk).
   
1:53:16 AP: In Vedanta. AP: Di Vedanta.
   
1:53:18 PJ: (To KV): You translate that. PJ: (Kepada KV):
  Anda terjemahkan itu.
   
1:53:29 K: Madame, please. K: Nyonya, tolong.
   
1:53:32 KV: I think it is quite clear, sir, KV: Menurut saya cukup jelas,
  Tuan,
   
1:53:35 but, in that he is making the Vedantic namun, dalam hal itu dia mendudukkan
position in terms of the observer, Vedantik terkait dengan pengamat,
   
1:53:43 the observed. yang diamati.
   
1:53:45 There cannot be any observation Tidak mungkin ada pengamatan
unless there is the observer. kecuali ada pengamat.
   
1:53:51 This is the first proposition. Ini adalah proposisi pertama.
   
1:53:52 The second proposition is Proposisi kedua adalah,
   
1:53:54 that out of the observer bahwa yang keluar dari
and that which is observed, pengamat dan yang diamati,
   
1:54:02 it produces-here he itu menghasilkan-di sini
uses the word darshan, dia menggunakan kata darshan,
   
1:54:09 AP: That which is. AP: Yang adalah apa adanya,
   
1:54:11 but Darshan as, he's using it tapi Darshan, seperti yang dia guna-
as a definitional term here, kan di sini, adalah sebagai definisi,
   
1:54:15 he's not using it as emphasis, dia tidak memakai itu
  sebagai penekanan,
   
1:54:17 it is within the framework of Vedanta adalah dalam kerangka Vedanta dia
that he has used that word darshan... menggunakan kata darshan itu...
   
1:54:23 GN: Seeing. GN: Melihat.
   
1:54:24 KV: and that therefore the darshan and KV: dan karena itu darshan dan atma
atma (soul) then become indivisible. (jiwa) lalu menjadi tak terpisahkan.
   
1:54:32 PJ: And the Buddhist? PJ: Dan Buddhis?
   
1:54:36 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
1:54:52 SP: There is only seeing SP: Hanya ada melihat jika
when the seer is not. yang melihat tiada.
   
1:54:54 K: What? K: Apa?
   
1:54:55 SP: There is seeing only SP: Ada hanya melihat kalau
when the seer is not. yang melihat tiada.
   
1:54:57 K: Of course! K: Tentu saja!
   
1:55:05 JU: (Hindi). JU: (Hindi).
   
1:55:14 SP: There is no difference SP: Tidak ada perbedaan antara
between seer and seeing. yang melihat dan melihat.
   
1:55:17 K: The observer is the observed. K: Pengamat adalah yang diamati.
   
1:55:19 SP: The observer is the observed, SP: Pengamat adalah yang diamati,
that's right, sir. itu benar, Tuan.
   
1:55:21 K: Right, sir? K: Benar, Tuan?
   
1:55:22 PJ: That's it. PJ: Itu dia.
   
1:55:25 K: Now, may I, sir? Now, K: Sekarang, saya boleh, Tuan?
just look, what is happening here. Sekarang,
   
1:55:26   lihat saja, apa yang terjadi
  di sini.
   
1:55:30 We stick to the Vedantist attitude Kita melekat pada sikap Vedantis
and the Buddhist attitude. dan sikap Buddhis.
   
1:55:36 We don't move out of that Kita sama sekali tidak keluar dari
field at all. Right, sir? bidang itu. Benar, Tuan?
   
1:55:42 I am not criticising him or Saya tidak mengkritik dia atau
anything. Now, let's come back. apapun. Sekarang, kita kembali.
   
1:55:51 Now, this is the whole point. Sekarang,
  inilah seluruh intinya.
   
1:55:55 The brain is caught in this Otak terjebak dalam gerakan ini,
movement, this movement is time; gerakan ini adalah waktu;
   
1:56:05 this movement is the movement gerakan ini adalah gerakan
of thought. Right, sir? pikiran. Benar, Tuan?
   
1:56:15 And you are asking, how is that Dan Anda bertanya, bagaimana rantai
chain which is built by thought, yang dibangun oleh pikiran itu,
   
1:56:24 and thought-please see-thought dan pikiran-tolong lihat-pikiran
being limited itself, yang terbatas sifatnya,
   
1:56:31 because it's born of knowledge, karena ia lahir dari pengetahuan, dan
and knowledge is incomplete always, pengetahuan selalu tidak lengkap,
   
1:56:35 never it can be complete, tidak pernah bisa lengkap, oleh
therefore thought is incomplete, karena itu pikiran tidak lengkap,
   
1:56:39 therefore the chain created by sebab itu, rantai yang diciptakan
thought is incomplete. Right, sir? oleh pikiran
   
1:56:43   tidaklah lengkap.
  Benar, Tuan?
   
1:56:48 Q: Yes. T: Ya.
   
1:56:49 K: Just a minute, let me finish. K: Tunggu sebentar,
  biarkan saya selesaikan.
   
1:56:51 PJ: The chain created by PJ: Rantai yang diciptakan
thought is incomplete. oleh pikiran adalah tidak lengkap.
   
1:56:55 K: Of course. K: Tentu saja.
   
1:56:56 AP: AP: Karena pengetahuan
Because knowledge is incomplete. tidak lengkap.
   
1:56:58 KV: KV: Karena pengetahuan
Because knowledge is incomplete. tidak lengkap.
   
1:57:00 K: Knowledge has created this chain. K: Pengetahuan
Put it ten different ways. Right? telah menciptakan rantai ini.
   
1:57:02   Katakanlah dengan sepuluh
  cara berbeda. Benar?
   
1:57:10 Then you ask the question: Lalu Anda mengajukan pertanyaan:
how is the chain to break? bagaimana rantai itu putus?
   
1:57:18 Now, just a minute, careful, we Nah, hati-hati, kita harus masuk ke
must go into this a little carefully. dalam ini sedikit berhati-hati.
   
1:57:21 Who is asking this question? Siapa yang menanyakan
  pertanyaan ini?
   
1:57:30 KV: The prisoner is KV: Yang terpenjara yang
asking that question. menanyakan pertanyaan itu.
   
1:57:34 K: Ah, ha. You are that. K: Ah, ha. Anda adalah itu.
   
1:57:39 SP: Quite so. SP: Persis.
   
1:57:41 K: So who is asking the question? K: Jadi siapa yang bertanya?
   
1:57:44 Q: The same person who thought T: Orang yang sama yang berpikir
that knowledge was incomplete. bahwa pengetahuan itu tidak lengkap.
   
1:57:47 K: Ah, ah, ah, K: Ah, ah, ah,
you are missing the point. Anda tidak paham intinya.
   
1:57:49 PJ: PJ: Adalah yang itu yang
That which is itself incomplete... dirinya sendiri tidak lengkap...
   
1:57:52 SP: Is asking itself. SP: Adalah menanyakan
  dirinya sendiri.
   
1:57:53 Q: Yes. T: Ya.
   
1:57:54 SP: Is asking itself. SP: Menanyakan dirinya sendiri.
   
1:57:55 K: Wait, wait. Are you quite sure? K: Tunggu, tunggu.
  Apakah Anda amat yakin?
   
1:57:58 SP: Otherwise... SP: Jika tidak...
   
1:57:59 K: No, don't, just look at K: Tidak, jangan, lihat saja.
it. The brain is caught in this. Otak terjebak dalam hal ini.
   
1:58:07 Is the brain asking the question, Apakah otak mengajukan pertanyaan,
or desire is asking the question, atau keinginan mengajukan pertanyaan,
   
1:58:18 which says, 'I must get out of it'. yang mengatakan, 'Saya harus keluar
Am I right? dari situ'. Apakah saya benar?
   
1:58:30 Achyutji, you look doubtful. Achyutji, Anda terlihat ragu-ragu.
I don't ask the question Saya tidak mengajukan pertanyaan.
   
1:58:40 See the difference, Lihat perbedaannya, saya tidak
I don't ask the question. mengajukan pertanyaan itu.
   
1:58:44 AP: That is it. AP: Itu dia.
   
1:58:45 K: What? K: Apa?
   
1:58:46 AP: That is better, AP: Itu lebih baik,
that I understand. itu saya mengerti.
   
1:58:49 K: Ah. Wait, sir, I'm not K: Ah. Tunggu, Tuan, saya tidak
sure we understand each other. yakin kita saling memahami.
   
1:58:53 AP: Sir, when you said, AP: Tuan, ketika Anda bilang, apakah
is the brain asking that question, otak menanyakan pertanyaan itu,
   
1:58:59 or is desire asking ataukah keinginan menanyakan
that question... pertanyaan itu...
   
1:59:01 K: Which is the brain. K: Yang adalah otak.
   
1:59:02 AP: Which is the brain, AP: Yang adalah otak,
that's why I bogged, itu sebabnya saya macet,
   
1:59:06 that's why I was bogged itu sebabnya saya macet dan
and I kept quiet because... saya diam karena...
   
1:59:10 K: I don't ask the question. K: Saya tidak mengajukan
  pertanyaan itu.
   
1:59:11 AP: ...I saw that and when you AP:...saya melihat itu dan ketika
said I don't ask that question Anda mengatakan
   
1:59:12   saya tidak mengajukan
  pertanyaan itu,
   
1:59:14 but I only observe this fact. tapi saya hanya mengamati
  fakta ini.
   
1:59:16 K: No, I'm not saying... I'm not... K: Tidak, saya tidak mengatakan...
you follow? You're going ahead of me. saya tidak...
   
1:59:17   Anda mengikuti?
  Anda mendahului saya.
   
1:59:19 PJ: Don't we ask the question? PJ: Bukankah kita yang bertanya?
I asked the question. Saya mengajukan pertanyaan itu.
   
1:59:22 AP: If you see... AP: Jika Anda melihat...
   
1:59:24 K: Ah, ah... Achyutji, Achyutji, K: Ah, ah... Achyutji,
careful, be careful. 'If you see...' Achyutji, hati-hati,
   
1:59:27   hati-hatilah,
  'Jika Anda melihat...'
   
1:59:29 that's again you are externalizing-two itu lagi-lagi Anda mewujudkan
ends. There is only this chain. dua ujung. Hanya ada rantai ini.
   
1:59:34 AP: There is this chain. AP: Ada rantai ini.
   
1:59:35 K: That's all. K: Itu saja.
   
1:59:37 AP: That's all one knows. AP: Hanya itu
  yang diketahui orang.
   
1:59:39 K: No! There is only that chain. K: Tidak! Hanya ada rantai itu.
Right? Don't ask the question. Benar? Jangan mengajukan pertanyaan.
   
1:59:46 PJ: You see... PJ: Anda lihat...
   
1:59:50 K: Moment you ask the question, K: Saat Anda mengajukan pertanyaan,
you are trying to find an answer, Anda mencoba menemukan jawaban,
   
1:59:55 you're not looking at the chain. Anda tidak sedang melihat
I don't know if I'm making clear. rantainya.
   
1:59:57   Saya tidak tahu, apakah saya
  membuatnya jelas.
   
1:59:59 AP: I think that is clear. AP: Saya kira itu jelas.
   
2:00:00 K: Ah, no, you are not-you K: Ah, tidak, Anda tidak-
are the chain. Anda adalah rantainya.
   
2:00:07 Right? You are that, Benar? Anda adalah itu, Anda tidak
you can't ask any question. dapat mengajukan pertanyaan apa pun.
   
2:00:15 I am coming to the next point, which Saya tiba pada poin berikutnya,
is, what happens when you do that?  
   
2:00:16   yakni, apa yang terjadi
  jika Anda lakukan itu?
   
2:00:25 When you do that, there is no Saat Anda melakukan itu, tidak ada
movement. Right? Am I right? gerakan. Benar? Apakah saya benar?
   
2:00:38 PJ: (Hindi) (To JU): PJ: (Hindi) (To JU):
This question which is... Pertanyaan ini yang adalah...
   
2:00:42 AP: He's got it. AP: Dia telah paham.
   
2:00:46 K: The movement has created this. K: Gerakan itu telah menciptakan ini.
I don't know if you... Saya tidak tahu apakah Anda...
   
2:00:51 And when there is no movement, Dan jika tidak ada gerakan,
that ends. itu berakhir.
   
2:00:55 There is a totally different Ada dimensi yang sama sekali berbeda
dimension going on. yang sedang berlangsung.
   
2:01:07 So I have to begin by Jadi saya harus mulai dengan tidak
not asking the question, mengajukan pertanyaan,
   
2:01:12 but is the chain a fact to me-fact,.. tapi apakah rantai itu fakta
  bagi saya-fakta, ..
   
2:01:16 .. thing, I see it in operation saya melihatnya beroperasi dalam
in daily life. kehidupan sehari-hari.
   
2:01:26 And this chain is desire, desire Dan rantai ini adalah keinginan, has-
in the sense, sensory responses. rat, dalam arti tanggapan sensorik.
   
2:01:37 If all the senses respond, Jika semua indera merespon,
there is no desire. Of course. tidak ada keinginan. Tentu saja.
   
2:01:46 But only when the sensory Tetapi hanya jika respon sensorik
responses are partial, adalah parsial,
   
2:01:50 then thought comes and creates the kemudian pikiran muncul dan
image, from that image arises desire. menciptakan imaji,
   
2:01:53   dari imaji itu mucul keinginan.
   
2:02:00 Then all the-you know, Kemudian semuanya, Anda tahu,
all the stuff begins. semua hal dimulai.
   
2:02:04 So, is this a fact to me, Jadi, apakah ini fakta bagi saya,
as pain is a fact, seperti rasa sakit adalah fakta,
   
2:02:11 that this is the chain bahwa ini adalah rantai tempat
the brain works in. otak bekerja.
   
2:02:17 Whatever it does it Apa pun yang dilakukannya,
must operate in this ia harus beroperasi di dalam ini
   
2:02:20 -politically, religiously, anything-it -politis, religius, apapun-itu harus
must operate within that area. beroperasi di dalam wilayah itu.
   
2:02:29 BK: I have a question sir, BK: Saya ada pertanyaan Tuan,
which is... yaitu...
   
2:02:32 I understand very much what you Saya sangat mengerti apa
have been saying yang Anda katakan
   
2:02:36 and my own question is, really, dan pertanyaan saya sendiri
  adalah, sungguh,
   
2:02:40 how to stay more in bagaimana untuk lebih berhubungan
touch with that observation. dengan observasi itu.
   
2:02:45 PJ: How to stay more in PJ: Bagaimana untuk lebih berhubungan
touch with that observation. dengan observasi itu.
   
2:02:48 K: How to...? K: Bagaimana untuk...?
   
2:02:50 PJ: Stay in touch PJ: Tetap berhubungan dengan
with that observation. observasi itu.
   
2:02:53 Q: My conditioning T: Keterkondisian saya begitu kuat
is so strong that... sehingga...
   
2:02:55 K: Sir, sir, look, K: Tuan, Tuan, lihat,
I have physical pain, saya mempunyai sakit badaniah,
   
2:03:00 I immediately take a pill-right? Saya langsung minum pil-benar?
-go to a doctor and so on. -pergi ke dokter dan sebagainya.
   
2:03:05 The same process is operating-you Proses yang sama beroperasi-Anda iku-
follow? I wonder if I'm making... ti? Saya berpikir apakah ini jelas...
   
2:03:14 Have I made it clear, sir? The process Sudahkah jelas, Tuan?
of physical pain, doctor, pill, Proses sakit fisikal, dokter, pil,
   
2:03:23 that same movement is gerakan yang sama diambil alih oleh jiwa. untranslated
taken over by the psyche.  
   
2:03:29 The psyche says, 'What am I to do? Batin berkata,
Give me a pill, a way out.' 'Apa yang harus saya lakukan?
   
2:03:31   Beri saya pil, suatu
  jalan keluar.'
   
2:03:36 But physical pain I can deal with, Tapi sakit fisik saya bisa tangani,
you know, pill or doctor, Anda tahu, pil atau dokter,
   
2:03:42 but psychological pain, tapi sakit psikologis,
which is this, yaitu ini,
   
2:03:53 the brain says, 'That is it. otak berkata, 'Itu dia. Saya tidak
I won't move from there. It is so.' akan bergerak dari situ. Begitu.'
   
2:04:02 Moment you say, 'I want to get out Saat Anda berkata, 'Saya ingin keluar
of it,' then the problem begins. dari situ,' maka masalahnya dimulai.
   
2:04:07 I don't know if I'm... Saya tidak tahu apakah saya...
This is separate... Ini adalah terpisah...
   
2:04:10 PJ: Sir, PJ: Tuan, saya kira sekarang jam
I think it's half past eleven. setengah duabelas.
   
2:04:13 AP: Half past eleven. AP: Pukul setengah duabelas.
   
2:04:15 K: Half past eleven? Good, two hours. K: Pukul setengah duabelas?
  Bagus, dua jam.
   
2:04:24 Please, sirs, Tolong, Tuan,
I'm not a Delphic oracle. saya bukan oracle Delphic.
   
2:04:31 As we said, sceptical research, Seperti yang kami katakan,
  penelitian skeptis,
   
2:04:36 sceptical investigation, penyelidikan skeptis,
is the true spiritual process, adalah proses spiritual yang benar,
   
2:04:43 right, sir? -is true religion, if you benar Tuan? -adalah religi yang be-
can say, not all the rest of it. nar, jika Anda bisa katakan demikian,