Krishnamurti Subtitles

Tetap berada dengan arus kesedihan

Madras (Chennai) - 15 January 1981

Seminar 2



0:18 Krishnamurti (K):
Tuan, akankah kita lanjutkan
  
0:20 apa yang kita tinggalkan
kemarin,
  
0:22 atau benar-benar memulai
baru suatu topik?
  
0:27 Pupul Jayakar (PJ):
Saya kira Upadhyayaji mempunyai,
  
0:34 saya pikir, suatu pertanyaan yang
memiliki relevansi dengan,
  
0:39 tidak hanya dengan apa yang
kita perbincangkan kemarin
  
0:42 tetapi untuk keseluruhan ajaran
seutuhnya.
  
0:48 K: Baiklah...
 
0:49 PJ: Dan jika dia bisa menyatakan
pertanyaannya...
  
0:52 K: Baiklah, Tuan.
 
0:53 PJ:...kita bisa membahasnya
karena relevan.
  
1:04 Achyut Patwardhan:
Dia bisa membacanya.
  
1:05 PJ: Ya dia bisa membacanya.
 
1:21 Jagannath Upadhyaya (JU):
(Dalam bahasa Hindi 2 menit).
  
3:25 PJ: Anda ingin saya menerjemahkan
apa yang Anda katakan?
  
3:28 JU: Ya.
 
3:30 PJ: Pak Panditji bilang
bahwa di Varanasi,
  
3:34 Anda telah berbicara selama
bertahun-tahun
  
3:37 dan dua tipe orang telah mendengarkan
apa yang Anda katakan.
  
3:46 Satu kelompok yang
mendengarkan Anda,
  
3:50 kedua kelompok orang yang datang
untuk mendengarkan adalah serius,
  
3:58 adalah orang-orang terpelajar dan
niatnya adalah untuk memahami.
  
4:07 Salah satu dari kelompok
orang ini
  
4:11 adalah mereka yang
telah berkomitmen
  
4:14 untuk revolusi total
dalam semua tingkatan.
  
4:17 Yang lainnya, mempertahankan
status quo, tiada perubahan,
  
4:20 yakni, ke seluruh aliran tradisi
yang mengalir saat ini
  
4:26 dan status quo aliran
tradisi itu.
  
4:32 Dia mengatakan,
kedua tipe orang ini pergi
  
4:38 dari mendengarkan Anda
dengan puas,
  
4:42 mereka merasa
telah mendapatkan jawaban
  
4:45 untuk apa yang menjadi pertanyaan
mereka. Sekarang...
  
4:56 JU: (Hindi selama 4 menit 25 detik).
 
9:21 PJ: Dia berkata,
Krishnaji, dalam ajaran Anda,
  
9:28 Anda mengatakan, ketika semua pikir-
an, semua aktivitas terpusat-diri,
  
9:38 gerak batin sebagai si 'aku'
telah berakhir,
  
9:44 secara total, benar-benar telah
berakhir dalam kesadaran.
  
9:48 K: Siapa yang mengatakan ini?
 
9:49 PJ: Anda.
 
9:50 K: Ya.
 
9:51 PJ: Kemudian Anda berbicara tentang
suatu keadaan benediksi
  
9:58 suatu keadaan yang merupakan
kebahagiaan tanpa akhir
  
10:06 -izinkan saya mengungkapkannya-
 
10:09 suka cita tanpa akhir, yang
adalah kebahagiaan yang mendalam...
  
10:14 T: Keindahan dan cinta.
 
10:15 PJ:…yang adalah indah dan yang
merupakan cinta tiada berbatas.
  
10:22 Sekarang, orang yang
mendengarkan Anda,
  
10:26 orang yang mendengarkan
Anda
  
10:29 dengan pikiran yang berakar pada
status quo, mendengarkan, dan ..
  
10:40 menempatkan pikirannya pada apa yang
Anda katakan tentang yang abadi itu,
  
10:48 dia kembali ke miliknya
sendiri...
  
10:50 K: Tradisi.
 
10:52 PJ: semua ajaran agung
 
10:53 yang juga mengemukakan
 
10:55 suatu keadaan kebahagiaan abadi,
kesuka-citaan. cinta.
  
11:01 Dan kemudian dia berpendapat,
itu saja yang penting,
  
11:08 suatu transformasi masyarakat
saat ini tidak diperlukan,
  
11:13 Anda dapat membuat sedikit
perubahan di sana-sini,
  
11:20 tapi itu bersifat sementara,
tidak penting,
  
11:23 dan karena itu mereka dapat tetap
saja seperti itu.
  
11:27 Tiada transformasi dalam diri maupun
transformasi dalam masyarakat
  
11:32 Saya pikir itu penting.
 
11:34 K: Ya, jadi apa pertanyaannya?
 
11:36 PJ: Dia kemudian melanjutkan dengan
mengatakan, jika Anda mengatakan-
  
11:40 yang Anda isyaratkan dalam
arti tertentu...
  
11:43 Achyut Patwardhan (AP):
Tidak, Anda mengatakannya.
  
11:44 PJ: Anda mengatakannya, jika Anda
bilang bahwa ketika semua pikiran,
  
11:50 semua aktivitas berpusat-diri
telah berakhir,
  
11:53 maka ada kontak langsung dengan
sungai besar kesedihan ini,
  
12:01 bukan kesedihan manusia individual,
tapi sungai kesedihan.
  
12:07 Dengan kontak langsung
dengan sungai kesedihan ini,
  
12:12 dari sini akan muncul karuna,
welas asih,
  
12:16 keindahan dan cinta,
yang akan menuntut transformasi...
  
12:23 K: Dalam masyarakat.
 
12:25 PJ: ...di sini dan sekarang.
 
12:26 K: Ya, tepat.
 
12:27 PJ: Dan ini akan mengakhiri penekanan
pada kebahagiaan abadi,
  
12:39 yang pada akhirnya adalah ilusi.
 
12:41 K: Benar sekali.
 
12:43 PJ: Ini adalah ...
 
12:54 JU: (Hindi 1 menit 20 detik).
 
14:14 PJ: Panditji mengatakan bahwa
dia adalah orang
  
14:17 yang mengedepankan transformasi
total
  
14:20 dari manusia dan masyarakat.
Dia mengambil sikap itu
  
14:25 dan pada posisi manusia, dia adalah
posisi manusia dan dia berkata...
  
14:32 K: Saya tidak begitu mengerti
'posisi manusia'.
  
14:34 PJ: Posisi manusia adalah,
dia peduli dengan manusia.
  
14:37 K: Dengan kemanusiaan.
 
14:38 PJ: Kemanusiaan. Dia berkata,
karena dia telah mendengar Anda,
  
14:43 dia berkata baik dalam ajaran maupun
dalam keberadaannya hari ini,
  
14:55 ada tempat dalam ajaran Anda
untuk konsep kekekalan ini ...
  
15:05 K: Ah, ah-berlebihan.
(bananas).
  
15:08 PJ: Keadaan kekal dari...
 
15:10 tidak, saya tidak akan katakan
berlebihan, tapi
  
15:12 keadaan kebahagiaan yang abadi,
berkat
  
15:15 K: Ya.
 
15:16 PJ: Bahwa itu tidak
mempunyai tempat.
  
15:19 Radha Burnier (RB): Tiada yang abadi,
maupun dunia yang abadi.
  
15:23 Ide itu...
 
15:24 K: Tuan, pertanyaannya apa?
 
15:26 AP: Tuan, kalau boleh saya bilang,
pertanyaannya benar-benar muncul dari
  
15:31 pemahaman antara waktu dan
tiada-waktu.
  
15:38 Kaum tradisionalis telah mengambil
pendirian atas fakta waktu
  
15:46 dan karena itu dia mengatakan
apa pun yang Anda katakan
  
15:51 harus dijalani dalam waktu,
oleh karena itu prosesnya bertahap,
  
15:55 dan pada akhirnya harus mengarah
pada kebahagiaan,
  
15:57 yang berada di luar waktu
atau tiada-waktu, dst.
  
16:01 Apa yang dikatakan
Pandit Jagannath Upadhyaya adalah,
  
16:06 bahwa sejauh yang dia mengerti,
 
16:09 menurut Anda tidak ada ruang untuk
tahapan dan waktu yang akan datang.
  
16:21 K: Ya, Tuan.
 
16:22 RB: Tidak,
menurut saya lebih dari itu.
  
16:24 Apa, sejauh yang saya dapat pahami,
maksudnya adalah,
  
16:28 bahwa, yang tiada-waktu bukanlah yang
abadi, yang tidak pernah berakhir.
  
16:42 K: Jadi apa yang mendasar...?
 
16:44 PJ: Pertanyaannya Tuan, adalah klari-
fikasi tentang apa ajaran Tuan itu,
  
16:49 karena hari ini semakin banyak orang
yang mendengarkan Anda, membaca Anda
  
16:54 dan jika kontradiksi ini...
 
16:58 K: Yang kontradiksi, di mana?
 
16:59 PJ: Kontradiksinya adalah orang
yang membela status quo,
  
17:03 mengambil ajaran Anda dan
memasukkannya ke dalam ...
  
17:06 K: Tentu.
 
17:08 PJ: Jadi dia bilang kontradiksi itu
butuh klarifikasi.
  
17:13 Ajaran Anda itu mengedepankan
apa?
  
17:17 K:Akan kita ambil satu per satu?
 
17:19 AP: Pak, bolehkah saya berbicara
kepada Upadhyayaji ...
  
17:22 K: Apa?
 
17:23 AP: Bolehkah saya diizinkan untuk
berbicara kepadanya
  
17:25 sebelum kita mulai membedah
pertanyaan ini,
  
17:27 bahwa dia sedikit tidak adil
terhadap bukan kelompoknya.
  
17:33 Bagaimanapun, kedua posisi tersebut
harus dinyatakan
  
17:38 secara adil, dalam konteks
masing-masing.
  
17:41 Anda tidak bisa begitu saja memburuk-
kan satu, dan kemudian mencela itu.
  
17:45 Jadi, jika Anda harus mengetengahkan
posisi Vedantist,
  
17:49 posisi Vedantist mengatakan bahwa
unsur tahapan tidak bisa dihindari.
  
17:59 Mereka tidak membela status quo,
mereka juga untuk perubahan.
  
18:02 K: Saya mengerti Pak, saya
mengerti itu. Lalu apa yang lainnya?
  
18:07 AP: Sedangkan dia bilang Anda
membela perubahan seketika.
  
18:10 K: Ya. Apakah itu pertanyaannya?
 
18:13 AP: Radhaji, koreksi saya jika
menurut Anda saya salah tafsir.
  
18:16 RB: Vedantis tidak menerima
evolusi...
  
18:20 RB: ... jadi Anda tidak bisa
mengatakan seperti itu.
  
18:24 JU: (Hindi 1 mnt 20 dtk).
 
19:49 PJ: Yang dia katakan adalah, dia
seorang siswa, dia sedang belajar,
  
19:55 dan dalam proses belajar ini dia
melihat suatu kontradiksi,
  
19:59 dan kontradiksinya adalah,
 
20:01 ketika Anda mengemukakannya,
ketika Anda berbicara tentang,
  
20:04 Anda bahkan mungkin tidak
mengemukakannya,
  
20:05 ketika Anda berbicara tentang
keadaan yang berada di luar...
  
20:09 K: Hentikan itu.
 
20:10 PJ: Tidak, dia tidak bisa. Dia bilang
Anda tidak menghentikan itu,
  
20:12 itu amat jelas setiap kali
Anda berbicara,
  
20:17 ketika Anda mengedepankan keadaan
yang berada di luar,
  
20:20 yang adalah kebahagiaan,
yang adalah dll.
  
20:23 K: Berlebihan!
 
20:24 PJ:... dia bilang,
kontradiksi itu yang dia lihat.
  
20:28 Itu adalah kontradiksinya,
karena jika...
  
20:33 K: Itu.
 
20:34 PJ:...Anda tidak bisa...ya, dan sebab
itu dia katakan aliran kesedihan
  
20:41 dan welas asih yang muncul dengan
kontak langsung dengan itu
  
20:46 adalah satu-satunya realitas...
 
20:48 K: Itu satu-satunya...
 
20:49 PJ:... dalam ajaran Anda
seperti dia melihatnya...
  
20:50 K: Benar sekali.
 
20:51 PJ:...dan oleh karena itu mengapa
kontradiksi ini?
  
20:54 K: Saya tidak begitu mengerti ketika
Anda mengatakan 'kontradiksi'.
  
20:58 PJ: Karena Anda mengedepankan 'itu',
'yang lain'.
  
21:01 SP: Yang lain.
 
21:02 K: Ah, ah. Saya tidak melihat
kontradiksinya.
  
21:06 Saya ingin kontradiksi itu
dijelaskan kepada saya.
  
21:12 AP: Tuan, yang saya rasakan
adalah ...
  
21:13 K: Tidak, maukah Anda menjelaskan
kepada saya apa kontradiksinya?
  
21:18 AP: Apa yang saya lihat adalah dia
ikut bersama Anda sampai pada titik
  
21:23 bahwa tidak ada yang namanya
kesedihan pribadi...
  
21:27 K: Saya paham, Tuan.
 
21:28 AP: ...karena kesedihan pribadi
mengemukakan penderita pribadi.
  
21:33 K: Ya, Tuan.
 
21:34 AP: Jadi ada substansi bahwa
keberadaan manusia adalah duka.
  
21:39 K: Ya, saya paham itu.
 
21:40 AP: Dari persepsi ini,
ada munculnya welas asih ...
  
21:44 K: Saya mengerti.
 
21:45 AP: ... yang menjadi cinta,
yang menjadi ...
  
21:47 K: Ya, lanjutkan, lanjutkan.
 
21:51 AP: Dia macet ketika Anda
mengatakan ...
  
21:55 K: 'Yang lain'.
 
21:57 AP:...bahwa persepsi kesedihan adalah
kelahiran kasih sayang.
  
22:03 K: Ah, ah, ah, ah, ah ..
sebentar, sebentar.
  
22:07 PJ:Bukan, bukan, bukan, Achyutji.
Dia melihat kontradiksi
  
22:12 di Krishnaji dalam membuat pernyataan
apapun tentang itu ...
  
22:18 K: Ah, sekarang saya mengerti.
Sekarang saya paham.
  
22:21 PJ:Karena Krishnaji membuat pernya-
taan apapun tentang 'yang lain' ...
  
22:25 K: Tidak berguna.
 
22:26 PJ:...pikiran memungutnya, dan mema-
sukkannya ke dalam kerangka acuannya.
  
22:31 K: Saya mengerti, saya mengerti,
saya paham.
  
22:32 AP: Tuan, saya ingin mengemukakan
satu hal lagi, Tuan,
  
22:35 bahwa ketika profesor
menerima posisi tersebut
  
22:41 bahwa substansi keberadaan
manusia adalah kesedihan
  
22:45 -bukan kesedihan pribadi tapi
kesedihan manusia-
  
22:50 sekali lagi pengondisian Marxisme
atau berjuang untuk ketidakadilan,
  
22:56 melayani orang miskin dan semua
kesusahan yang tiada habisnya
  
23:02 masuk ke dalam gambaran itu.
 
23:03 K: Ya, benar.
 
23:04 AP: Saat Anda mengeluarkannya,
maka itu tampak seolah-olah
  
23:08 Anda melarikan diri dari landasan ke-
sedihan seperti yang kita melihatnya.
  
23:14 K: Tuan, bisakah kita ...
 
23:16 JU: (Hindi).
 
23:22 PJ: Dia bilang Anda tidak
membahas ini karena
  
23:24 Anda akan pergi ke arah lain.
 
23:28 AP: Ini komentar saya ...
 
23:30 K: Anda benar sekali, Tuan.
Anda benar sekali.
  
23:37 Pertama-tama, Tuan, saya secara pri-
badi tidak melihat kontradiksi itu.
  
23:42 Saya mungkin salah, tunduk pada ko-
reksi, tetapi satu hal sangat jelas,
  
23:53 bahwa ada sungai kesedihan
yang sangat besar ini.
  
24:00 Itu benar adanya.
Achyutji, saya ingin ...
  
24:03 AP: Ya, Tuan.
 
24:05 K: Itu benar demikian.
 
24:07 Bisakah kesedihan itu diakhiri?
 
24:10 Dan jika itu berakhir,
apa akibatnya bagi masyarakat?
  
24:18 Itu adalah masalah sebenarnya.
Apakah itu benar?
  
24:23 AP: Mengakhiri kesedihan...
 
24:25 PJ: Sungai, aliran kesedihan.
 
24:27 AP: Pengakhiran arus kesedihan...
 
24:30 PJ: Bisakah itu berakhir?
 
24:31 AP: ...mestinya bisa...
 
24:32 PJ: Tidak, tidak,
pertama-tama pertanyaannya...
  
24:34 Bisakah aliran kesedihan itu
berakhir?
  
24:37 Dan jika ada pengakhirannya, apa
pengaruhnya terhadap masyarakat?
  
24:47 K: Anda lihat,
 
24:48 jika Anda...boleh saya lanjutkan?
Maaf, lanjutkan Tuan, maaf.
  
24:53 JU: (Hindi 1 menit).
 
25:54 PJ: Anda lihat, Tuan, katanya ada
arus kesedihan yang sangat besar.
  
25:59 K: Setuju.
 
26:00 PJ: Tidak ada yang bisa
mengemukakan
  
26:02 kapan kesedihan ini akan
berakhir secara total.
  
26:06 K: Saya mengemukakan itu.
 
26:10 AP: Itu yang saya pikirkan.
 
26:12 K: Saya tidak mengemukakan-ah,
mari kita perjelas.
  
26:18 PJ:Tidak, tidak, begini, biarkan saya
selesaikan apa yang dia katakan.
  
26:20 K: Maaf.
 
26:21 PJ: Ada aliran kesedihan.
 
26:23 Tidak ada yang bisa mengatakan
pada hari dan waktu apa,
  
26:28 pada titik manakah kesedihan itu
akan berakhir sepenuhnya.
  
26:31 Mungkin ada gerakan
untuk mengakhiri kesedihan...
  
26:38 K:Tidak ... ya ... Mari (Avanti).
 
26:39 PJ: Suatu gerakan untuk
mengakhiri kesedihan
  
26:41 tetapi tidak ada
yang bisa memastikan
  
26:43 kapan kesedihan umat manusia itu
bisa berakhir.
  
26:48 Ini yang dia katakan. Lalu Anda
berkata, Anda memastikannya.
  
26:53 K: Saya tidak memastikannya.
 
26:54 PJ: Lalu?
 
26:55 K:Mari, ketika Anda katakan 'posit',
apa yang Anda maksud dengan kata itu?
  
27:00 PJ: 'Posit' artinya saya nyatakan itu
sebagai fakta.
  
27:08 AP: Tuan, kalau boleh saya
bilang begitu ...
  
27:10 K: Katakan apa saja yang
Anda suka, Tuan. (Tawa)
  
27:12 AP: Tidak Tuan,
karena bagaimanapun juga,
  
27:13 ketika saya membuat
pernyataan tentang Anda,
  
27:15 Saya harus sangat berhati-hati,
apakah pernyataan itu-
  
27:18 karena saya tidak menyatakan apa
yang harus saya katakan
  
27:21 tetapi saya mengatakan apa yang saya
mengerti dari apa yang Anda katakan.
  
27:25 Kita tahu bahwa hidup secara
tidak terpisahkan
  
27:31 dibangun di dalam kerangka
kesedihan.
  
27:37 Kesedihan adalah kerangka utama
keberadaan kita.
  
27:39 K: Ya, Tuan, kami sudah
mengatakan semua itu, teruskan.
  
27:42 AP: Tetapi Anda mengatakan bahwa
akhir dari kesedihan bisa dicapai.
  
27:52 K: Ya, ada pengakhiran
dari kesedihan.
  
27:54 AP: Ada akhir terhadap
kesedihan...
  
27:56 K: Ya, Tuan, teruskan.
 
27:57 AP: Nah, pernyataan ini
bukan suatu pernyataan
  
28:01 tentang kesedihan manusia
 
28:04 yang berakhir dalam waktu,
pada tanggal berapa.
  
28:07 Yang tidak memiliki masa depan,
tidak memiliki masa lalu.
  
28:09 Ini adalah pernyataan bahwa
keadaan ini,
  
28:12 dirinya sendiri dapat berakhir,
sekarang, seketika.
  
28:16 K: Saya kurang ...
tentang apa semua ini?
  
28:18 P:Tuan, katanya ada kontradiksi
dalam ajaran Anda ...
  
28:22 K: Saya mengerti.
 
28:23 PJ: ... dengan mengemukakan ...
 
28:25 ... 'the other' ('yang lain'),
Anda telah bawa ...
  
28:27 K: Saya mengerti, Anda telah
menyatakan semua itu.
  
28:28 PJ: Sekarang dia bertanya,
kenapa kontradiksi ini?
  
28:33 K: Saya tidak berpikir itu
adalah kontradiksi.
  
28:34 PJ: Tidak, oleh karena itu
pembahasan ini.
  
28:36 K: Tidak, tapi mari kita mulai?
 
28:37 PJ: Ya.
 
28:39 K: Bolehkah saya mulai, Tuan?
 
28:40 Banyak: Ya.
 
28:43 K: Saya pikir kita semua setuju
 
28:45 bahwa umat manusia berada
dalam arus kesedihan-
  
28:51 kemanusiaan. Dan kemanusiaan itu ada-
lah masing-masing dari kita-benar? -
  
28:59 kemanusiaan
tidak terpisah dari saya.
  
29:03 Saya manusia, bukan perwakilan dari
kemanusiaan, saya kemanusiaan.
  
29:10 Otak saya, struktur psikologis saya
adalah kemanusiaan.
  
29:17 Oleh karena itu bukan ada saya
dan aliran kesedihan.
  
29:21 Mari kita jelas tentang hal itu.
 
29:23 AP: Ya.
 
29:36 PJ: Anda mengatakan bahwa tidak ada
aliran kesedihan terlepas dari ...
  
29:40 K: Dari manusia.
 
29:44 AP: Demikianlah...
 
29:46 K: Tidak, mari agar kita jelas,
 
29:47 bahwa kita memahami satu sama lain
dengan sangat jelas tentang hal ini.
  
29:50 Radhaji, saya mengatakan ini ...
 
29:53 PJ: Anda lihat,
Jagannath Upadhyayaji mengacukan
  
29:57 bahwa ada aliran kesedihan ...
 
29:58 K: Aha ...
 
30:00 PJ: ... yang independen dari kesedih-
an saat beroperasi dalam kesadaran.
  
30:07 K: Tidak, tidak, tidak.
 
30:11 Saya ingin, jika boleh, maafkan saya,
saya ingin membuat ini sangat jelas.
  
30:18 Otak telah berkembang
seiring waktu.
  
30:25 Otak itu bukan otak saya,
itu otak umat manusia, genetik,
  
30:34 di mana waktu terlibat. Saya tidak
tahu apakah Anda mengikuti ini.
  
30:39 Di mana prinsip hereditas terlibat,
yaitu waktu.
  
30:44 Itu adalah bagian dari otak.
 
30:49 Artinya, otak bukan milik saya,
melainkan otak umat manusia.
  
30:57 Itu satu poin.
 
30:59 Kedua: kesadaran saya adalah
kesadaran manusia.
  
31:07 Mungkin ada embel-embel tetapi itu
adalah kesadaran umat manusia,
  
31:12 karena mereka menderita,
mereka gelisah,
  
31:14 mereka bangga, angkuh, kejam,
tidak ramah, gelisah
  
31:22 -ini adalah landasan bersama manusia,
yang ada dalam kesadaran manusia.
  
31:29 Jadi sama sekali tidak ada individu,
bagi saya. Benar? Benar?
  
31:40 Dan arus kesedihan adalah
kemanusiaan.
  
31:44 Itu bukanlah sesuatu
di luar sana.
  
31:47 PJ:Tidak, tapi di mana pengakhiran
itu? Di mana pengakhiran itu terjadi?
  
31:52 K: Saya sedang menuju ke situ.
 
31:54 Jadi jika kita mulai dengan
prinsip itu, pada realitas itu,
  
31:57 Ini bukan suatu pendapat, ini bukan
pernyataan dari seseorang gila,
  
32:03 ini logis, memang begitu. Benar?
 
32:08 T:Tuan, tadi Anda bilang bahwa
ada kekerasan di luar sana,
  
32:12 penderitaan di luar sana ...
 
32:13 K: Saya tidak mengatakan itu.
 
32:16 T:Tapi bukankah fakta bahwa ada
 
32:18 kekerasan seperti yang kita lihat
di luar sana?
  
32:20 K: Di luar sana,
juga di dalam sini.
  
32:23 T: Persepsi seseorang yang
memukuli anak adalah ...
  
32:26 K: Anak adalah ...
 
32:27 T: Saya melihatnya,
saya mempersepsikannya.
  
32:29 K: Ya Tuan.
 
32:30 T: Dan persepsi itu, menurut saya,
adalah momen kasihan atau ...
  
32:35 K: Ya Tuan, ya Tuan. Iya?
 
32:37 T:Bagaimana Anda mengatakannya, Tuan,
seseorang memukuli seorang anak,
  
32:40 Saya yang melihat itu,
saya juga adalah kesedihan itu.
  
32:44 K: Tentu saja.
 
32:46 T: Saya melihatnya sebagai ...
 
32:48 K: Ya, Tuan, Anda terlewat...
 
32:49 T: ... sebagai suatu entitas ...
 
32:51 K: Tuan, tunggu dulu Tuan,
pertama-tama,
  
32:54 jangan langsung mengambil
suatu detail.
  
32:59 Saya menganggap itu sebagai detail
-maafkan saya,
  
33:01 Saya akan kembali ke pokok
masalah itu nanti, bolehkah?
  
33:04 T: Ya, Tuan.
 
33:06 Saya sekadar memberitahu
Anda ...
  
33:07 K: Saya tidak menghindari
pertanyaan Anda ...
  
33:09 T: Tapi saya hanya
mengambil contoh spesifik ...
  
33:11 K: Ya, Tuan, sebelum Anda
mengambil kejadian tertentu,
  
33:15 mari kita buat medannya
jelas-benar?
  
33:18 T: Ya, Tuan.
 
33:19 K: Kemudian dari situ kita
bisa ke spesifik.
  
33:22 Dasarnya adalah, tidak
ada individu.
  
33:31 Dasarnya adalah,
individu telah diprogram.
  
33:39 T: Kita membuat asumsi-asumsi.
 
33:41 K: Tidak, Tuan, saya telah membuat
semuanya dengan sangat jelas,
  
33:45 tidak ada asumsi sama sekali di
pihak saya. Tolong pak.
  
33:51 Saya berkata, kemanapun Anda pergi di
dunia ini, manusia menderita. Benar?
  
33:59 T: Ya, Tuan, itu fakta.
 
34:01 K: Itu saja.
Fakta adalah kesadaran manusia.
  
34:11 T: Bukankah kita
menjauh dari fakta, Tuan?
  
34:15 Bahwa ada penderitaan,
yang adalah fakta ...
  
34:18 K: Yang umum bagi seluruh
umat manusia.
  
34:20 T: Ya, umum bagi seluruh
umat manusia ...
  
34:22 K: Demikianlah.
 
34:23 T: Dan saya melihat itu.
 
34:24 K: Tunggu, Tuan, tunggu.
Umum bagi seluruh umat manusia ...
  
34:27 T: Ya.
 
34:28 K: Penderitaan, kesenangan,
ketakutan, kecemasan,
  
34:34 kesombongan, kekejaman, lebih lagi,
dll. dll.
  
34:40 semua itu umum bagi manusia,
kemanusiaan-umum bagi Anda,
  
34:45 umum bagi orang Amerika, umum bagi
orang Rusia, umum bagi orang China:
  
34:48 umum. Benar?
 
34:49 T: Ya, Tuan.
 
34:50 K: Itu bukan asumsi.
 
34:52 T: Itu fakta.
 
34:53 K: Itu fakta. Jadi, kesadaran manusia
adalah semua itu,
  
35:03 secara psikologis-jika Anda tidak
menyukai kata kesadaran,
  
35:06 struktur psikologis manusia adalah
semua itu. Benar?
  
35:12 T: Ya, Tuan.
 
35:15 K: Dari mana individualitas
masuk ke dalam ini?
  
35:21 PJ: Individualitas masuk karena
saya mengandaikan itu
  
35:24 itu mungkin kesadaran umat
manusia,
  
35:28 tapi saya tidak kejam,
saya tidak ...
  
35:31 K: Ah, tapi Anda adalah,
Anda adalah hanya ...
  
35:32 PJ: Anda lihat, di sinilah ...
 
35:34 K: Tidak, tunggu, Anda mungkin
tidak kejam, Anda mungkin cemas,
  
35:37 Anda mungkin takut,
Anda mungkin angkuh, itu saja ...
  
35:42 Tuan, Anda lihat,
Anda mengambil satu bagian
  
35:45 dan berkata, saya bukan itu.
 
35:48 RB: Mungkin saat itu saya
tidak seperti itu.
  
35:50 K: Pada saat itu.
 
35:52 T: Anda lihat, Tuan, masalahnya seka-
rang kita bergerak ke generalisasi.
  
35:56 K: Apa?
 
35:57 T: Kita sedang bergerak ke
dunia keumuman
  
35:59 K: Tidak, tidak,
saya tidak pindah.
  
36:01 T: Saat kita mengatakan bahwa
seluruh umat manusia menderita ...
  
36:05 K: Tuan, tentu saja, apa
yang Anda-
  
36:08 Itu bukan generalisasi,
itu fakta.
  
36:12 T: Tuan, intinya adalah, ada anak
yang dipukul, saya mengamatinya ...
  
36:15 K: Ah tidak, jangan ... Tuan ...
 
36:16 T: ... dan segera saya ingin
melakukan sesuatu terhadap itu.
  
36:18 Jadi karena itu ...
 
36:20 AP: Itu sebuah contoh.
 
36:22 T: Ya, yang adalah...
 
36:25 PJ: Tapi itu juga tidak...
 
36:32 Anda lihat, akan ada ...
Saya pikir kita berbicara di ...
  
36:35 Anda tidak dapat menyangkal fakta
bahwa ini adalah fakta
  
36:39 T:Fakta kesedihan saya mengerti,
 
36:41 Saya juga melihatnya sebagai hal yang
spesifik tepat di depan mata saya.
  
36:44 PJ: Ya jadi kalau ada
yang spesifik ...
  
36:46 T: Jadi saya yang mempersepsikan
kesedihan itu ...
  
36:48 AP: Permisi, apakah Anda berbeda
dengan apa yang Anda persepsikan?
  
36:51 Apakah Anda tidak juga menderita?
 
36:52 T: Pertanyaan itu muncul sedikit
belakangan karena ...
  
36:54 AP: Tidak, apakah Anda bukan bagian
dari penderitaan ini?
  
36:56 T: Saya berbeda
dari penderitaan itu ...
  
36:57 AP: Bagaimana?
 
36:58 T: ...terutama karena saat
anak itu dipukuli
  
37:00 Saya ingin melakukan sesuatu
terhadap itu.
  
37:02 AP: Lupakan anak itu...
Baru saja kita bilang,
  
37:05 satu pernyataan telah dibuat,
 
37:07 bahwa substansi keberadaan
manusia adalah kesedihan.
  
37:10 PJ: Anda tidak bisa
melepaskan diri dari itu.
  
37:12 AP: Sekarang, Anda sudah
mengatakan ya, itu begitu,
  
37:13 Anda mengatakan ya, itu begitu.
 
37:14 T: Ya, ada kesedihan.
 
37:16 AP: Anda bilang, itu begitu.
 
37:17 T: Saya melihat kesedihan itu, karena
itu saya menyebutnya substansi.
  
37:19 AP: Tidak, tidak, Anda berkata
bahwa itu begitu.
  
37:21 Saya berkata, apakah Anda terpisah
dari kesedihan itu
  
37:23 atau apakah Anda
bagian-tak-terpisahkan dari itu?
  
37:25 T: Jelas saya terpisah dari kesedihan
itu karena saya melihat kesedihan.
  
37:28 PJ: Tapi kesedihan juga bekerja
dalam diri saya.
  
37:30 T: Pada titik persepsi, saya adalah
orang yang melihat kesedihan itu ...
  
37:35 K: Pak, pelan-pelan pak. Jangan ambil
contoh. Apa yang Anda coba katakan?
  
37:39 T: Saya mencoba mengatakan
bahwa ada aliran kesedihan ...
  
37:42 K: Titik.
 
37:43 T: ...ada kekerasan.
 
37:44 K: Semua itu.
 
37:45 T: Saya melihatnya sebagai
sesuatu di luar sana.
  
37:48 K: Tunggu...
 
37:49 PJ: Di luar diri Anda sendiri.
 
37:50 T: Di luar diri Anda, karena saya
mempersepsikannya.
  
37:52 K: Ah, tunggu, Tuan. Di luar diri
Anda, mari kita berpegang pada itu,
  
37:57 yang berada di luar diri saya.
Apa artinya? Apakah Anda?
  
38:03 Anda adalah bagian dari
arus itu.
  
38:07 T: Justru karena saya
mempersepsikan aliran itu.
  
38:09 K: Ah, tidak, tidak. Anda lihat,
Anda melihat siapa Anda...
  
38:13 PJ: Anda lihat, fakta yang memisahkan
saya dari anak itu,
  
38:21 keadaan kesadaran di dalam diri saya
yang menggiring ke persepsi itu
  
38:27 juga merupakan kondisi kesadaran
yang di dalam situasi lain,
  
38:34 bertindak dengan cara kekerasan,
mungkin ...
  
38:37 T: Ya, Tuan.
Sekarang, jika saya boleh,
  
38:40 maksud saya, jika saya boleh
masuk lebih dalam,
  
38:44 Saya melihat suatu tindakan tertentu
terjadi di depan saya.
  
38:47 Jika saya boleh mengambil kejadian
itu-contoh seorang anak dipukuli ...
  
38:50 K: Oh, demi Tuhan... Ya, Tuan,
saya mengerti, Tuan. (Tawa)
  
38:53 T: Ya, Tuan. Dan persepsinya akan
memunculkan tindakan lain...
  
38:59 Persepsi fakta seorang anak
sedang dipukuli
  
39:02 menimbulkan tindakan lain.
 
39:04 K: Ya.
 
39:06 T: Jadi ada dua tindakan.
 
39:08 K: Kita tidak berbicara
tentang tindakan.
  
39:11 PJ: Tapi Anda lihat,
 
39:12 masalah muncul karena kita melihat
diri kita sebagai sebuah fragmen,
  
39:18 kita melihat diri kita sedang melihat
anak itu dipukuli ...
  
39:21 ...tapi kita tidak melihat kesadaran
yang sama itu
  
39:23 bersikap kasar
 
39:26 terhadap orang lain, dan menyebabkan
rasa sakit pada orang lain.
  
39:30 T: Apakah ada dua proses...?
 
39:32 K: Tuan, tuan, kemanusiaan
adalah bagian dari anak itu,
  
39:38 bagian dari tindakan memukuli anak.
 
39:41 T: Mengapa kita pindah ke itu...?
 
39:43 K: Saya akan ke situ, Tuan.
 
39:46 Kita adalah bagian dari semua ini
-perang, memukul...
  
39:50 T: Itu asumsi, Tuan,
 
39:52 sebelum fakta melihat sesuatu
seperti anak kecil...
  
39:55 K:Saya tidak Tuan, maukah Anda mele-
pas anak Tuan, melepas persepsi Anda?
  
40:02 PJ: Tapi kalau boleh saya
bilang begini, Tuan,
  
40:04 lalu tarik mundur persepsi itu dan
lihat siapa yang melihat.
  
40:11 T: Saya tidak tahu, saya kuatir ini
memasuki dunia yang berbeda.
  
40:16 PJ: Tidak, karena jelas itu
pertanyaannya:
  
40:18 siapa yang melihat
anak itu dipukuli? Siapa?
  
40:21 T: Tidak, maksud saya adalah,
 
40:23 tidak dapatkah kita membuat
sesuatu yang benar-benar
  
40:25 konkret dan sespesifik mungkin
 
40:27 dan mulai...
 
40:28 K: Saya membuatnya sespesifik...
kita akan ke situ, Tuan. Yang mana...
  
40:34 T: Mengapa kita harus sampai
pada itu, Tuan?
  
40:35 Mengapa kita tidak bisa mulai
dari itu?
  
40:37 K: Apa?
 
40:38 T: Dengan observasi.
 
40:40 K: Baiklah, baiklah.
Anda mengamati perang.
  
40:44 T: Ya, Tuan.
 
40:47 K: Benar? Salah satu penyebab perang
adalah nasionalisme.
  
40:59 Mari Tuan, bergeraklah.
 
41:02 T: Anda lihat, Tuan, sekarang
masalahnya adalah, bahasa.
  
41:04 K: Apa? Tidak tidak...
 
41:05 T: Kata-kata...
 
41:07 K: Nasionalisme,
yang adalah separatisme ...
  
41:09 T: Anda lihat, Tuan,
Anda mengatakan perang,
  
41:11 dan kemudian Anda melanjutkan
ke nasionalisme
  
41:14 K: Saya tidak mengatakan itu.
 
41:16 T: Tidak, tidak, Anda mengatakan
perang disebabkan
  
41:17 oleh nasionalisme, atau apa pun...
 
41:19 K: Tidak, salah satu dari...
Tuan, tolong...
  
41:21 T: Salah satu penyebab...
 
41:22 K: Tidak, saya katakan perang adalah
bagian dari kemanusiaan, perang ...
  
41:33 T: Muncul pertanyaan, Tuan ...
 
41:34 K: Apa?
 
41:35 T: ...perang itu apa?
 
41:36 K: Membunuh orang yang lain,
pembunuhan terorganisir ...
  
41:41 T:Itulah mengapa saya memberikan
contoh spesifik...
  
41:44 K: Tuan, Iran dan Irak...
 
41:48 AP: Iran dan Irak.
 
41:51 T: Ya.
 
41:52 K: Itu sangat spesifik.
 
41:53 T: Itu sangat spesifik, Tuan,
mari kita teruskan itu.
  
41:55 K: Tunggu, saya bertahan. Ada
dua orang ini yang saling membunuh,
  
42:07 itu adalah perang rasial,
Shiites melawan 'ites lain tertentu,
  
42:13 ini adalah perang ekonomi,
benar? Ini perang ..
  
42:19 ..Anda tahu semuanya, saya
tidak harus membahas semua itu.
  
42:22 Ada perang yang sedang
terjadi. Benar?
  
42:26 Ada Perang Dunia Kedua,
ada Perang Dunia Pertama,
  
42:31 telah terjadi lima ribu perang
selama lima ribu tahun terakhir,
  
42:36 secara historis. Artinya, perang ada-
lah bagian dari kemanusiaan. Benar?
  
42:46 T: Ya, Tuan.
 
42:47 K: Manusia telah menciptakan
perang ini ...
  
42:51 T: Ya, Tuan.
 
42:53 K: ...karena sebab-sebab nasional,
ras, agama, ekonomi,
  
43:00 telah membawa ini-benar?
Dan kami katakan...
  
43:03 bahwa kesedihan yang ditimbulkan
melalui perang, sebagai contoh,
  
43:09 adalah penyebabnya, adalah arus
kesedihan umat manusia. Benar?
  
43:16 Itu saja yang kami katakan.
 
43:19 RB: Tuan, saya kira kita harus
kembali ke apa...
  
43:22 AP:Dia ingin mengatakan sesuatu.
 
43:25 K: Ya, Tuan, silahkan.
 
43:32 JU: (Hindi 46 detik).
 
44:18 PJ: Dia bilang Anda mengatakan
sesuatu yang paling penting,
  
44:25 yakni, tidak ada yang namanya
kesedihan individu.
  
44:34 Duka individu itu adalah duka
umat manusia.
  
44:38 K: Saya sudah mengatakan ini.
 
44:40 PJ: Sekarang katanya,
hal itu harus diselidiki...
  
44:44 K: Diselidiki.
 
44:46 PJ: Itu harus diselidiki...
 
44:48 PJ:Karena kecuali Anda mengerti itu,
bukan sebagai teori
  
44:53 K:Ya,
itulah yang saya inginkan...
  
44:55 PJ: ...tapi sebagai yang aktual.
 
45:01 JU: (Hindi 1 menit).
 
46:05 PJ: Maksud saya,
saya kurang tahu apa...
  
46:08 tetapi dia mengatakan,
seseorang melihat aliran kesedihan,
  
46:12 aliran umat manusia,
 
46:15 seseorang melihat bahwa itu
memiliki arah, itu bergerak...
  
46:23 K: Itu bergerak, itu saja,
jangan katakan arah.
  
46:25 PJ: Ya. Dia telah menggunakan
kata arah, tetapi itu bergerak.
  
46:28 K: Bergerak.
 
46:29 PJ: Bergerak. Sekarang...
 
46:31 K: Ah, tidak, yang bergerak tidak
pernah memiliki arah.
  
46:34 RB: Dia tidak mengatakan arah.
 
46:35 PJ: Dia menggunakan kata arah.
 
46:37 K: Saya ingin memperjelas ini.
 
46:38 PJ: Dia menarik kembali
pernyataannya.
  
46:39 K:Jangan, jangan, jangan,
itu sangat penting.
  
46:45 Saat itu memiliki arah,
arah itu menciptakan waktu.
  
46:57 Terjemahkan itu.
 
47:00 PJ: Saat itu memiliki arah, arus ini,
waktu terlahir.
  
47:07 K:Ah, ah ...hanya ...Saya mengatakan-
nya, saya harus menyelidiki sendiri.
  
47:11 Berbagai pembicara dengan JU:
(percakapan Hindu)
  
47:36 PJ: Anda lihat, katanya, Anda
harus mendengarkan seluruhnya.
  
47:38 K: Saya mendengarkan semuanya.
 
47:40 PJ: Di sungai yang mengalir,
itu mungkin terlihat sebagai aliran
  
47:47 tapi aliran itu terdiri atas tetesan-
tetesan individual. Inilah yang...
  
47:54 K: Ah, ah, saya mengerti, ah, ah.
 
47:56 PJ: Anda lihat ...
 
47:58 K: Lihat, Pupulji ...
 
47:59 PJ: Tidak, dia bilang ...
 
48:01 K: Saya mengerti, saya mengerti.
 
48:02 PJ: Dan itu artinya...
 
48:04 ketika energi matahari jatuh pada
aliran itu dan menariknya,
  
48:12 ia menarik tetesan-tetesan
individual, bukan seluruh aliran.
  
48:15 Anda melihat apa yang tersirat
di dalamnya?
  
48:18 K: Saya memahaminya.
 
48:19 PJ: Tidak, ini hal yang sangat
menarik.
  
48:22 Jadi, apakah itu berarti bahwa ketika
muncul pengakhiran kesedihan,
  
48:29 itu muncul di tetesan individual
atau di seluruh arus?
  
48:35 SP: Seluruh aliran,
itu pertanyaannya.
  
48:37 K: Apa ini? Apa ini?
 
48:40 PJ: Soalnya,
katanya saat energi...
  
48:44 K: Tunggu, hati-hati,
jangan gunakan kata energi.
  
48:46 PJ: Dia menggunakan kata
matahari.
  
48:48 SP: Sinar.
 
48:49 PJ: Saat sinar jatuh di
atasnya ...
  
48:51 K: Pada apa?
 
48:53 PJ: Matahari.
Cahaya matahari jatuh di atasnya...
  
48:54 K: Pada apa?
 
48:55 PJ:Di aliran air yang mengalir,
 
48:59 yang terdiri dari tetesan-tetesan
individual , sinar itu menariknya...
  
49:03 Tapi dengarkan saja, Tuan.
 
49:05 K:Saya tahu, saya paham, saya paham.
Misalnya sungai, ia memiliki sumber.
  
49:14 Sungai Rhine memiliki sumber, Gangga
memiliki sumber. Dari sana ia mulai.
  
49:21 Sumbernya adalah kesedihan, bukan
tetesan duka. Telanlah pil itu.
  
49:33 AP: Tuan, tolong ulangi,
saya kurang paham.
  
49:38 K: Tenang saja,
saya sedang menyelidiki,
  
49:41 Saya tarik kembali apa pun yang
saya telah katakan.
  
49:47 Saya pikir saya benar. Seperti
sungai, Gangga, punya sumber-benar? -
  
49:54 seperti halnya semua sungai besar
di dunia:
  
49:57 Mississippi, Rhine, Rhone, Volga,
dan sebagainya,
  
50:03 mereka punya sumber.
Itu bukan setetes...
  
50:09 AP: Itu bukan setetes.
 
50:11 K: ...jika air berasal dari
sumbernya. Benar?
  
50:17 Apakah kesedihan kita
mempunyai sumber?
  
50:22 Bukan tetes-tetes individual yang
membentuk aliran-
  
50:27 Anda mengikuti apa yang saya
katakan? Tapi
  
50:30 apakah sumber keberadaan kita
kesedihan?
  
50:39 T: (Suara tidak terdengar)
 
50:41 K: Sebentar Tuan, biarkan saya
selesaikan.
  
50:47 Karena bagi saya individualitas
tidak ada.
  
50:56 Tubuh saya mungkin tinggi, gelap,
terang, merah muda, apa pun warnanya:
  
51:03 perangkap genetik tertentu
yang diwariskan.
  
51:10 Pada dasarnya tidak ada
apa yang namanya individu.
  
51:15 Jika Anda menerima itu
sebagai fakta,
  
51:18 Anda lalu tidak bisa mengatakan
 
51:20 bahwa sumber terdiri dari
tetesan-tetesan individual.
  
51:26 BK: Tuan, tadi Anda bilang bahwa
sumbernya adalah duka itu.
  
51:28 K: Saya katakan, boleh jadi.
 
51:31 BK: Boleh jadi...
 
51:32 K: Tunggu, hati-hati Tuan.
 
51:33 BK: Kalau kita terjemahkan
dalam bahasa manusia,
  
51:35 itu benar-benar berarti bahwa
manusia dikutuk ...
  
51:40 K: Terlahir dari kesedihan.
 
51:41 BK: Ya, dikutuk juga.
 
51:43 K: Tidak, tidak, tidak, tidak.
Saya tidak mengutuknya.
  
51:47 BK: Jadi tidak ada...
 
51:48 K: Saya tidak mengutuk.
Saya katakan itu fakta.
  
51:51 Anda tidak bisa mengutuk fakta.
 
51:54 BK: Tapi kalau kita beri nilai,
penilaian...
  
51:55 K: Ah, maka
Anda selesailah sudah.
  
51:57 BK:Ya benar. Tapi tidak ada...
 
51:59 apakah itu juga berarti bahwa
ada yang namanya dosa asal,
  
52:03 karena kesedihan itu?
 
52:05 K: Ah...
tidak, tidak, tidak, tidak,
  
52:06 itu adalah gagasan Kristen
tentang dosa asal,
  
52:09 dan setelah menciptakan ide itu, Anda
harus memiliki seorang juru selamat.
  
52:14 BK: Tentu saja.
 
52:16 K:Dan Anda harus memiliki semua per-
mandian, semua sirkus sekitar itu.
  
52:20 Tapi saya tidak mengakui apapun.
 
52:23 BK: Harus ada solusi untuk
menyelesaikan ...
  
52:24 K: Tunggu, Tuan.
 
52:26 Ya Tuhan, Anda bahkan tidak
mendengarkan, tiada satu dari Anda.
  
52:28 BK: Maaf.
 
52:29 K: Maaf. Apakah demikian? Apakah
fakta bahwa kita bukanlah individu?
  
52:46 Apa itu fakta?
 
52:49 T: Berapa banyak dari kita
di sini, Tuan,
  
52:50 yang benar-benar bisa
mengatakan itu?
  
52:52 K: Apa, Tuan?
 
52:53 T: Berapa banyak dari kita
di sini,
  
52:54 -berbicara untuk saya sendiri-
berapa banyak dari kita dapat...
  
52:57 Kita bisa melihat aspek
teoritisnya.
  
52:59 K: Ah, saya bukan-teori, bagi saya
teori adalah racun.
  
53:02 T: Saya paham itu, Tuan,
tapi untuk diri saya sendiri.
  
53:06 Sekarang, saya paham,
saya melihat konsep teoretis
  
53:11 dari aliran bukan-diri,
 
53:14 individu. Berapa banyak dari kami di
sini, saat kami mendengarkan Anda,
  
53:19 kami mendengarkan dengan
juga yakin akan fakta
  
53:23 bahwa kita juga sadar akan diri kita,
dan apapun yang kita dengarkan,
  
53:27 kami mendengarkan dan
menerima melalui itu.
  
53:33 K: Saya mengerti itu, Tuan.
 
53:35 T: Apakah-kembali ke semula-
apakah
  
53:39 mungkin dalam diskusi
seperti ini, mendapatkan,
  
53:46 untuk kita, untuk diriku sendiri,
 
53:48 untuk lebih dekat ke semacam
pemahaman tentang diri...
  
53:54 K: Sebentar Tuan, Apakah Anda menga-
takan ini: ketika kita mendengar,
  
54:06 kita membuat abstraksi darinya,
itu menjadi teori,
  
54:13 itu menjadi ide yang harus
dikejar dan seterusnya.
  
54:17 Tetapi tanpa membuat abstraksi
darinya, dapatkah Anda mendengarkan?
  
54:26 Anda sudah paham? Anda seorang penga-
cara, saya datang kepada Anda.
  
54:30 Saya katakan,
tolong dengarkan saya,
  
54:33 Saya akan memberitahu Anda
seluruh kebenaran,
  
54:35 bahwa saya melakukan
pembunuhan,
  
54:37 bahwa saya adalah ini,
saya adalah itu,
  
54:38 dan Anda mendengarkan saya.
Benar?
  
54:43 Anda tidak membuat teori tentang
itu. Benar, Tuan? Benar?
  
54:51 Sekarang, dengan cara yang sama,
dapatkah Anda mendengarkan fakta,
  
54:57 pada sesuatu tanpa abstraksi?
 
55:02 Tampaknya itu hal yang paling sulit.
Bisakah kita melanjutkan?
  
55:11 PJ: Tidak Tuan, saya ingin bertanya
tentang hal ini.
  
55:15 Ada aliran kesedihan.
Anda bilang...
  
55:20 K: Mengapa itu pun kita terima?
 
55:22 PJ: Tidak, tapi saya mempertanya-
kannya, saya tidak menerimanya,
  
55:25 Saya tidak tiba dalam keadaan me-
nerimanya. Jadi mari kita katakan ...
  
55:30 K:Bolehkah saya mengatakan sesuatu?
Saya ingin mulai dengan baru, bersih.
  
55:34 Saya bukan seorang Vedantis, Budhis,
Hindu, Tibet, ini, itu, saya bukan.
  
55:40 Saya hapus semua itu, dan saya
katakan saya memperhatikan,
  
55:45 saya mengamati apa yang
terjadi di sekitar saya,
  
55:48 saya mengamati apa yang terjadi
di dalam diri saya.
  
55:50 Tunggu sebentar. Saya mengamati
bahwa 'saya' adalah itu.
  
56:00 PJ: Saya perhatikan apa, Tuan?
Saya mengamati ...
  
56:02 K: Tunggu, tunggu, tunggu. Saya
mengamati perang sedang berlangsung.
  
56:07 Saya mengambil itu sebagai
contoh-benar? -
  
56:10 saya mengamati bagaimana perang itu
dilakukan, mengapa itu dilakukan,
  
56:14 Saya amati itu, membacanya, tahu,
selidiki, memikirkan dan melihatnya.
  
56:21 Sekarang, apakah saya seorang
Hindu melawan Muslim?
  
56:34 Jika ya, saya adalah hasilnya...
Saya akan menghasilkan perang.
  
56:38 Saya akan maju selangkah
demi selangkah.
  
56:40 Jadi 'Aku' adalah hasil dari waktu.
Benar?
  
56:47 PJ:Tuan, lompatan Anda adalah...
 
56:49 K: Ah, saya membuatnya
sangat sederhana.
  
56:51 Tunggu, saya tidak...
Saya membuatnya sangat sederhana.
  
56:53 Saya, adalah hasil pemikiran,
pengalaman,
  
56:59 pengetahuan
disimpan dalam memori.
  
57:03 Artinya, saya adalah hasil dari
ribuan generasi.
  
57:10 PJ: Ya, itu saya mengerti.
 
57:11 K: Nah, itu fakta.
 
57:14 Benar? Saya telah menemukan itu
sebagai fakta, bukan teori. Benar?
  
57:22 Saya telah menemukan itu.
 
57:23 PJ: Ya, tapi ...
 
57:24 K: Tunggu sebentar, tunggu,
tunggu.
  
57:27 S: Bolehkah saya menginterupsi Anda,
Tuan, pada saat itu, maaf...
  
57:29 K: Apa?
 
57:30 S: Bolehkah saya menginterupsi Anda,
Tuan, pada saat itu?
  
57:31 K: Ya Tuan.
 
57:32 S: Ketika saya mengatakan bahwa
saya, sebagai fakta,
  
57:35 bahwa saya tahu, bahwa saya telah
menjalani seluruh umat manusia ...
  
57:40 K: Tentu saja Tuan,
itu sangat sederhana.
  
57:41 S: ...dan seterusnya.
Saya melihat itu,
  
57:43 dan ketika saya bertanya siapa yang
melihat, itu adalah saya ...
  
57:46 K: Ah, tunggu, saya datang ke itu,
saya akan datang ke itu.
  
57:49 S: Dan saya melihatnya melalui
orang tua saya...
  
57:50 K: Apakah saya melihatnya
sebagai ide,
  
57:57 atau fakta yang terjadi dalam
diri saya,
  
58:04 di dalam sel otak ini? Anda mengerti
apa yang saya...?
  
58:12 Bagi saya abstraksi adalah
racun.
  
58:15 S: Saya melihat itu, Pak.
 
58:19 K: Karena itu saya sama sekali tidak
bergerak ke arah itu.
  
58:23 Saya hanya peduli dengan apa yang
terjadi di sekitar saya
  
58:27 dan di dalam diri saya.
Benar?
  
58:31 Dalam diri saya adalah apa yang
terjadi di luar sana.
  
58:35 Saya adalah itu-kekhawatiran,
kecemasan, kesengsaraan, kebingungan,
  
58:44 ketidakpastian,
keinginan akan keamanan,
  
58:47 dunia psikologis yang telah dibangun
oleh pikiran, adalah umat manusia.
  
58:58 Ya Tuhan,
ini demikian sederhananya.
  
59:00 PJ: Tolong Tuan...
 
59:01 ...Jika sesederhana itu,
kita akan amat bahagia.
  
59:12 Tuan, bagaimana pentingnya itu?
 
59:17 Pentingnya adalah gerak kesedihan
selagi itu muncul dalam diriku,
  
59:22 gerak kekerasan selagi itu
muncul dalam diri saya.
  
59:24 K: Ya, baiklah,
di dalam diri Anda.
  
59:26 PJ: Bagaimana pentingnya itu?
Saya sangat ingin menanyakan itu,
  
59:29 sepenting apakah gerakan itu
merupakan bagian...
  
59:35 K: Dari itu.
 
59:36 PJ: ...adalah satu dengan
gerakan...
  
59:38 ... atau apakah kesedihan? Maksud
saya, bagi saya itu adalah kesedihan.
  
59:41 K: Ah, kesedihan.
 
59:42 PJ: Saya tidak tahu apa-apa
tentang gerakan itu.
  
59:44 K: Saya amat setuju. Jadi, Anda
prihatin dengan kesedihan.
  
59:49 Saya prihatin,
saudara laki-laki saya meninggal,
  
59:52 saya meneteskan air mata.
Benar?
  
59:55 Sebentar. Dan saya mengamati tetangga
saya yang suaminya telah pergi-
  
1:00:02 air mata, kesepian, putus asa,
kesengsaraan, yang saya alami.
  
1:00:09 Jadi saya mengenali benang merah
antara itu dan saya.
  
1:00:14 P: Bagaimana pentingnya itu?
 
1:00:15 K: Tunggu, saya akan ke situ.
 
1:00:21 Ini penting karena saat saya
melihat ini adalah faktor umum,
  
1:00:26 ada kekuatan yang luar biasa.
 
1:00:30 PJ: Kekuatan luar biasa?
 
1:00:31 K: Kekuatan.
 
1:00:38 Apakah Anda memahami itu, Tuan? Saya
sedang mempertanyakan-Anda ikuti?
  
1:00:43 Saya tidak akan mengetengahkan
apapun dari teori.
  
1:00:46 Saya berkata ketika Anda prihatin
dengan kesedihan picik Anda,
  
1:00:55 Anda melemah
 
1:00:58 -Saya tidak tahu apakah
Anda mengikuti-
  
1:00:59 Anda kehilangan energi yang
luar biasa
  
1:01:03 yang datang dari persepsi
seluruh kesedihan.
  
1:01:09 AP: (Hindi)
 
1:01:35 PJ: Saya baru saja memikirkan
sesuatu,
  
1:01:35 saya harus bertanya kepadanya,
Achyutji mengatakan...
  
1:01:38 K: Ah, Anda lihat, tidak, ah,
biarkan saya selesaikan.
  
1:01:41 Dukacita individual ini merupakan
dukacita yang terfragmentasi.
  
1:01:55 Karenanya, yang terfragmentasi itu
 
1:01:58 tidak memiliki energi yang luar biasa
dari yang utuh.
  
1:02:02 PJ: Sekarang, saya akan
mengajukan pertanyaan...
  
1:02:04 K: Anda... pertama-tama lihat itu,
lalu ajukan pertanyaan.
  
1:02:08 PJ: Tuan, saya harus menanyakan ini
kepada Anda untuk melihat itu.
  
1:02:14 Untuk melihat...
 
1:02:17 K: Tunggu, tunggu,
biarkan dia menerjemahkan, Tuan...
  
1:02:28 ...Anda lihat,
apa yang merupakan fragmen
  
1:02:33 -sebuah fragmen adalah fragmen,
apapun fungsinya,
  
1:02:37 itu masih dalam radius kecil dan
karena itu kesedihannya melemah.
  
1:02:50 Ini benar-benar terjadi, saya tidak
tahu apakah Anda menyadarinya.
  
1:02:54 Jika saya menderita karena
saudara laki-laki saya meninggal,
  
1:02:57 Saya semakin terlibat, dengan semakin
banyak air mata, semakin banyak...
  
1:03:02 AP: Saya terkuras.
 
1:03:05 K: Ya, gunakan kata itu.
Saya menghabiskan,
  
1:03:09 tapi kenyataannya, saya adalah bagian
dari arus yang sangat besar ini.
  
1:03:14 Ah, lihat, Tuan, apa artinya.
 
1:03:20 T: Bolehkah kami bertanya, Tuan?
 
1:03:21 K: Ah, tidak, tidak, tidak.
 
1:03:27 BK: Tuan, kalau alur pemikiran ini
sudah lengkap,
  
1:03:30 Saya ingin kembali ke apa yang
Anda katakan sebelumnya
  
1:03:34 tentang berteori dan bagaimana otak
kita melanggengkan dirinya sendiri.
  
1:03:42 K: Abstraksi.
 
1:03:43 BK: Ya.
 
1:03:44 PJ: Tapi ini tidak lengkap.
 
1:03:45 Karena kita belum... Benarkah?
Apakah kita sudah memahaminya?
  
1:03:49 Kalau kita belum memahaminya,
maka belum lengkap.
  
1:03:53 K: Apa intinya?
 
1:03:55 PJ: Dan Tuan, apakah ini-
 
1:04:06 Anda lihat, ketika
saudara laki-laki saya meninggal
  
1:04:10 dan saya mengamati batin saya,
 
1:04:12 Saya melihat gerakan kesedihan.
 
1:04:14 K: Bukan gerakannya,
saya dalam kesedihan.
  
1:04:16 PJ: Saya dalam kesedihan.
 
1:04:17 K: Ya.
 
1:04:19 PJ: Tapi perasaan duka
umat manusia itu ...
  
1:04:23 K: Ah, Anda tidak tahu apa-apa
tentang itu.
  
1:04:24 PJ: Saya tidak tahu apa-apa
tentang itu.
  
1:04:25 K: Oleh karenanya berhenti
di situ.
  
1:04:28 Maksud saya, saya tidak -
kita tidak
  
1:04:30 sedang berbicara mengenai
arus kesedihan.
  
1:04:33 Saudara saya meninggal,
dan saya dalam kesedihan-benar? -
  
1:04:42 air mata, kesepian, keputusasaan, ra-
sa kehilangan yang amat besar. Benar?
  
1:04:54 Dan saya melihat ini terjadi pada
tetangga saya di kiri dan kanan.
  
1:05:01 Benar? Benar? Jadi saya melihat ini
terjadi di seluruh dunia.
  
1:05:10 Benar? Bukan hanya tetangga saya
di kiri dan kanan
  
1:05:16 tapi tetangga
dari seribu mil-benar?
  
1:05:23 Mereka mengalami penderitaan sama,
tidak pada saat saya mengalaminya,
  
1:05:28 tetapi mereka mengalami
penderitaan yang sama
  
1:05:30 seperti yang saya alami.
Benar? Benar?
  
1:05:35 Jadi saya menemukan sesuatu, yaitu,
bukan hanya saya yang menderita,
  
1:05:41 umat manusia menderita. Benar?
Apa kesulitannya?
  
1:05:57 K: Ah, itu jauh lebih pedih
bagi saya
  
1:06:01 daripada pria kecil yang menderita
di sudut kecil.
  
1:06:06 PJ: Kepedihan itu tidak muncul.
Saya tidak menangisi kesedihan dunia.
  
1:06:13 K: Tidak, karena-ikuti ini, lihat
mengapa saya tidak melihat dunia-
  
1:06:18 karena saya sangat peduli
dengan diri saya sendiri,
  
1:06:22 yang saya prihatinkan sepanjang
hidup saya: saya pergi ke kantor,
  
1:06:27 prihatin dengan diri saya sendiri;
Saya ke kuil, diri saya sendiri;
  
1:06:31 hubungan saya dengan orang lain
adalah diri saya sendiri;
  
1:06:35 jadi saya telah mereduksi seluruh
hidup ini menjadi sebuah sudut kecil
  
1:06:42 yang saya sebut diri
saya sendiri.
  
1:06:47 Dan tetangga saya melakukan hal sama,
dia melakukan hal yang sama,
  
1:06:51 semua orang melakukan hal yang sama.
Ini fakta. Benar, Tuan?
  
1:06:57 PJ: Ya, ini kita lihat,
ini mungkin untuk dilihat.
  
1:07:00 K: Bukan, ini memang begitu.
 
1:07:01 PJ: Ya, begitulah.
 
1:07:03 K: Jadi, demikian saya katakan, lalu
saya temukan itu adalah suatu aliran,
  
1:07:09 itu adalah hal yang telah berlangsung
dari generasi ke generasi.
  
1:07:19 JU: (Hindi 1 menit 40 detik).
 
1:09:00 PJ: Dia pertama-tama menanyakan itu,
dan tolong koreksi jika saya salah.
  
1:09:08 Apakah yang khusus dan aliran...
 
1:09:13 K: Apakah mereka sama.
 
1:09:14 PJ: Apakah mereka satu?
 
1:09:15 K: Ya.
 
1:09:17 PJ: Dia bilang...
 
1:09:19 K: Tidak ada yang khusus.
 
1:09:20 PJ:Bukan, saya hanya mengatakan ini.
Yang khusus adalah nyata...
  
1:09:29 K: Apa?
 
1:09:30 PJ: Yang khusus itu bisa dialami,
izinkan saya katakan demikian.
  
1:09:34 K: Ah ha, ah ha - Ah!
 
1:09:36 PJ: Dengarkan, Tuan,
yang khusus bisa dialami, arus...
  
1:09:44 K: Tidak bisa.
 
1:09:46 PJ: Bahkan ketika kami mengatakan,
kami melihat aliran itu,
  
1:09:50 kami melihatnya sebagai detail
yang digabungkan.
  
1:09:53 K: Tidak.
 
1:09:54 PJ: Anda paham apa yang
saya katakan?
  
1:09:55 K: Saya mengerti, saya mengerti,
saya paham.
  
1:09:57 PJ: Apakah saya benar...?
 
1:09:59 JU: (Hindi 37 detik).
 
1:10:36 PJ: Dia bilang selama ada diri,
yang khusus harus ada.
  
1:10:43 K: Sebentar, Pupul,
 
1:10:44 Saya paham semua ini, jika
Anda memberi saya sedikit waktu.
  
1:10:47 Saya mengerti itu, Tuan.
 
1:10:49 Tunggu sebentar, Tuan. Saya lanjutkan
fakta ini - saudara saya meninggal,
  
1:10:58 Saya meneteskan air mata, saya
putus asa - Anda paham, Tuan?
  
1:11:04 Ini fakta, ini bukan teori.
 
1:11:10 Dan saya lihat tetangga saya mengala-
mi hal yang sama seperti saya-benar?
  
1:11:18 dan tetangga kanan dan kiri dan
depan, belakang, ribuan mil,
  
1:11:23 para tetangga, mereka mengalami hal
yang sama. Lalu apa yang terjadi?
  
1:11:29 Entah saya begitu terperangkap
dalam kesedihan kecil saya
  
1:11:35 atau saya mempersepsikan kesedihan
manusia yang luar biasa ini.
  
1:11:40 Benar? Benar? Tunggu...
 
1:11:44 JU: (Hindi).
 
1:11:47 PJ: Dia berkata, bahkan ketika Anda
melihat ini dalam ribuan mil,
  
1:11:50 Anda melihatnya sebagai terpisah.
 
1:11:52 K: Tidak.
 
1:11:53 PJ:Tidak, terus saya tanya Anda,
faktornya apa,
  
1:11:59 apa instrumennya,
apa kecerdasannya...
  
1:12:02 K:Itulah, saya sedang ke situ,
demi Tuhan, beri saya kesempatan!
  
1:12:06 Saya sedang ke itu.
 
1:12:10 Benar, Tuan?
Lihat apa yang terjadi pada saya.
  
1:12:14 T: Jika saya boleh mengajukan
pertanyaan ...
  
1:12:15 K:Tuan, tunggu sebentar.
Lihat apa yang terjadi
  
1:12:17 pada batin saya, pada otak saya.
 
1:12:21 Otak saya prihatin dengan kehilangan
saudaranya sendiri. Benar?
  
1:12:28 Benar, Tuan? Dan otak,
mata-penglihatan, pendengaran,
  
1:12:36 melihat penderitaan luar biasa ini di
tetangga saya ribuan mil. Benar?
  
1:12:46 Bagaimana cara melihatnya?
Itulah poin yang Anda tuju.
  
1:12:52 Anda paham, Tuan?
Bagaimana ia melihat fakta
  
1:12:59 bahwa tetangga saya adalah saya,
 
1:13:03 yang mengalami penderitaan
luar biasa-benar?
  
1:13:10 dan tetangga di seluruh dunia adalah
tetangga saya. Ini bukan teori.
  
1:13:18 Saya mengenalinya, saya melihatnya.
Saya berjalan di jalan,
  
1:13:23 ada seorang pria menangis karena dia
telah kehilangan putranya-benar?
  
1:13:27 Saya melihat faktanya,
bukan teori.
  
1:13:32 JU: (Hindi disela setelah 14 detik).
 
1:13:47 RB: Tidak, tapi kita harus sampai
pada pertanyaan ini:
  
1:13:48 bagaimana kita melihat?
 
1:13:49 K: Saya datang ke itu.
 
1:13:50 RB: Dia sedang melanjutkan
sesuatu yang lain.
  
1:13:55 PJ: Dia berbicara tentang
melihat.
  
1:13:57 JU: (Hindi 1 menit 53 detik)
 
1:15:51 PJ: Dia berkata
ketika Krishnaji berbicara
  
1:15:56 tentang ribuan mil,
tentang melihat orang sekarat
  
1:16:01 dan rasa duka yang dilihatnya sebagai
duka, bukan duka individual.
  
1:16:09 K: Ya, dan saya lebih banyak
menangis untuk itu daripada ini.
  
1:16:12 PJ: Ya ya...
 
1:16:13 K: Ah, pahami itu!
 
1:16:14 PJ: Tuan, dengar Tuan.
 
1:16:15 Dia bilang, dia bisa melakukannya
karena dia telah
  
1:16:19 menegasikan diri sepenuhnya,
 
1:16:22 sepanjang waktu secara total,
tidak ada gerak
  
1:16:25 yang terfragmentasi dalam
dirinya.
  
1:16:29 Saat saya dalam hal itu..
saat saudara saya meninggal,
  
1:16:36 Saya tidak bisa melihat dengan
mata yang sama.
  
1:16:39 K: Tidak, tentu saja tidak.
 
1:16:40 PJ: Saya berdiri di tepi sungai ..
 
1:16:44 ..tidak, dia berdiri di tepi sungai
dan mengamati,
  
1:16:48 Saya mengambang di sungai.
 
1:16:51 K: Ya. Apa yang terjadi, Pupul?
Langsung saja ke aktualitas dari itu.
  
1:16:55 Saudara saya meninggal, itu
sangat mengejutkan.
  
1:17:01 Saya butuh satu atau dua minggu,
 
1:17:03 tergantung goncangannya,
untuk mengatasinya.
  
1:17:06 Ketika goncangan selesai,
saya mengamati.
  
1:17:09 Saya melihat hal ini terjadi
di sekitar saya. Ini fakta.
  
1:17:15 Ini bukan K, seseorang yang bebas
dari diri dan semua itu. Ini terjadi!
  
1:17:22 PJ: Tidak, tapi Anda masih harus
memberitahu saya
  
1:17:24 dengan maya apa saya melihatnya.
 
1:17:26 K: Saya datang...
kita semua selalu kembali ke titik,
  
1:17:29 Anda tidak memberi ...
 
1:17:33 Mary Zimbalist (MZ): Boleh saya
sampaikan secara singkat,
  
1:17:36 terhadap apa yang Pupul katakan.
 
1:17:38 Fakta keberadaan dalam arus
kesedihan yang intens ini,
  
1:17:44 begitu intens sehingga itu tidak
terlalu khusus,
  
1:17:49 rasa sakit dari duka itu
 
1:17:51 demikian kuatnya, sehingga seseorang
menjadi bagian dari universalitas,
  
1:17:56 bukan kehilangan atau
kematian individu
  
1:17:58 atau apa pun yang menyebabkan
kesedihan.
  
1:18:01 Seseorang dapat
mempersepsikan, tanpa,
  
1:18:04 dengan cara tertentu yang
luar biasa, bertransformasi,
  
1:18:07 orang pada saat itu, saya tegas
sarankan, melihat luar biasanya itu,
  
1:18:16 dan menjadi bagian dari kebesaran itu
dan tidak sekadar
  
1:18:18 terkurung dalam kesedihan
sendiri.
  
1:18:23 K: Mariaji, mereka tidak akan
menerima semua ini,
  
1:18:26 mari kita sederhana saja
dan faktual.
  
1:18:33 Apakah saya begitu tertutup
 
1:18:36 sehingga saya tidak melihat
apa pun kecuali saya
  
1:18:40 dan sesuatu di luar diri saya?
Itu yang pertama dibangun-betul? -
  
1:18:46 Dalam membahas ini, apakah saya,
 
1:18:49 pikiran saya, perasaan saya,
petaka-petaka saya
  
1:18:53 melihat bayi itu dipukul dan kejam,
dan semuanya itu,
  
1:18:58 Apakah saya begitu tertutup,
 
1:19:01 sehingga saya menolak untuk melihat
apa yang terjadi di luar saya?
  
1:19:11 Tidak, ini jelas tidak.
 
1:19:13 PJ: Jelas begitu. (.. percakapan
latar belakang tidak terdengar)
  
1:19:20 RB: Krishnaji sedang melanjutkan.
 
1:19:25 K: Jadi, saya ingin kembali ke
poin ini: kesedihan,
  
1:19:32 ketika ada kesedihan saudara saya
sedang sekarat - hanya ada kesedihan.
  
1:19:39 Benar? Saya tidak mengatakan
itu suatu aliran kesedihan,
  
1:19:43 ada sesuatu yang membara
dalam diri saya.
  
1:19:46 PJ: Ya, itu kita semua tahu.
 
1:19:50 K:Dan saya melihat hal ini terjadi di
kiri dan kanan, kita semua tahu itu.
  
1:19:54 Benar? Mari kita bergerak dari situ.
Dan itu terjadi pada semua manusia.
  
1:20:01 Saya bisa melihatnya juga,
secara teoritis...
  
1:20:05 PJ: Secara teoritis...
 
1:20:06 K:Tunggu, tunggu. Mengapa saya tidak
bisa melihatnya sebagai fakta,
  
1:20:13 ketika saya menderita
 
1:20:16 dan karenanya, dunia menderita,
mengapa kita tidak melihatnya?
  
1:20:19 Itulah poin di mana kita tiba,
bukan? Tidak?
  
1:20:24 T: Ya, Tuan.
 
1:20:29 PJ: Tapi ini adalah...
 
1:20:39 Kesedihan orang lain, bahwa
gairah itu,
  
1:20:45 intensitas itu yang lahir dalam
diri saya
  
1:20:48 ketika kesedihan muncul
dalam diri saya,
  
1:20:52 tidak muncul ketika saya melihat
kesedihan orang lain.
  
1:20:56 K: Baiklah, saat Anda menderita,
 
1:21:04 Anda telah menutup telinga dan mata
Anda terhadap segala sesuatu lainnya.
  
1:21:07 Benar? Benar?
 
1:21:11 PJ: Meski Anda tidak menutup
telinga dan mata Anda...
  
1:21:14 K: Tunggu tunggu,
sebenarnya Anda melakukannya.
  
1:21:16 Saat adik saya meninggal,
semuanya tertutup. Benar?
  
1:21:22 PJ: Ya, saya mengerti.
 
1:21:25 K: Dan ini adalah seluruh intinya,
Pupul.
  
1:21:33 Jika batin tetap ada,
jika otak berkata ya,
  
1:21:36 saya tidak akan bergerak
dari itu,
  
1:21:41 saya tidak akan mencari kenyamanan:
tidak ada gerakan, benar?
  
1:21:52 Mengatakan saya adalah individu,
 
1:21:53 saya menderita, saya adalah ini,
saudara saya
  
1:21:55 -pertahankan saja...
Lanjutkan.
  
1:22:05 Kita tidak melakukan itu. Kita
berbicara tentang anak saya adalah...
  
1:22:11 Ini benar-benar terjadi pada K.
Saudaranya meninggal,
  
1:22:17 dan semua orang di sekitarnya
mengatakan berbagai hal,
  
1:22:19 dia tiba-tiba
melakukannya
  
1:22:21 -mempertahankan itu.
 
1:22:26 Dia tidak mencari kenyamanan,
dia tidak...semua omong kosong itu.
  
1:22:31 Jadi apa yang terjadi pada batin se-
perti itu? Itulah seluruh poin saya.
  
1:22:38 JU: Krishnaji...
 
1:22:39 K: Ah, apakah dia paham?
 
1:22:43 AP: Ya, Tuan.
 
1:22:44 PJ: (Hindi).
 
1:23:15 K:Ah, Anda lihat, ketika itu terjadi,
Anda telah menolak segalanya.
  
1:23:21 Oh, mari...!
 
1:23:23 PJ: Sebentar.
 
1:23:31 JU: (pembicaraan 2 setengah menit
dalam bahasa Hindi antara JU dan PJ)
  
1:26:00 K: Itu seluruh poinnya, Pupul.
 
1:26:03 Jika Anda menetap dalam kesedihan,
Anda telah menyangkal segalanya,
  
1:26:09 itulah keindahannya,
Anda tidak melihatnya.
  
1:26:11 PJ:Dia katakan, jika Anda tetap dalam
kesedihan, Anda menyangkal segalanya.
  
1:26:13 JU: (Hindi).
 
1:26:31 RB: Dia bilang memang begitu,
tapi hanya untuk Krishnaji.
  
1:26:33 K: Oh, tidak...
 
1:26:34 JU: (Hindi).
 
1:26:38 K: Swamiji, panditji...paditji
 
1:26:42 JU: (Hindi).
 
1:26:53 K: Panditji, persetan Krishnaji.
Buang dia. Ini adalah fakta.
  
1:27:08 AP: Kebenaran tidak spesifik
untuk orang tertentu.
  
1:27:13 K: Kita tidak pernah menetap
dengan apapun sepenuhnya.
  
1:27:20 Jika otak menetap dengan rasa takut
sepenuhnya, semuanya hilang.
  
1:27:30 Tapi kita tidak, kita selalu mencari,
bergerak, bertanya, mempertanyakan.
  
1:27:42 T:Tuan, saya mau ajukan pertanyaan
yang sama, seperti yang kemarin,
  
1:27:45 K: Apa, Tuan?
 
1:27:46 T: Pertanyaan yang sama yang
saya ajukan kemarin
  
1:27:48 mungkin tepat, pada titik itu,
yang adalah,
  
1:27:50 bagaimana cara mendekati,
menetap lebih dekat dengan itu...
  
1:27:54 K: Saya bilang jangan
kabur Tuan, mohon.
  
1:27:57 Saudara saya meninggal. Saya
menangis, melakukan segala macam hal,
  
1:28:07 dan tiba-tiba menyadari bahwa tidak
ada jawaban dalam apa pun-benar? -
  
1:28:16 reinkarnasi, pergi ke para dewa,
melakukan ini, melakukan itu,
  
1:28:22 tidak ada yang tertinggal kecuali
satu hal itu. Benar, Tuan?
  
1:28:26 Benar, Tuan?
Apakah Anda sudah melakukannya?
  
1:28:30 T: Ya.
 
1:28:32 K:Lalu, apa yang terjadi pada otak
yang telah bergemerincing,
  
1:28:37 membuat keributan tentang kesedihan
Anda, mengejar ekornya sendiri,
  
1:28:44 dan ketika pengejaran itu berhenti,
apa yang terjadi?
  
1:28:51 T: Selalu ada gangguan lain.
 
1:28:56 K: Tidak, tidak ada-saya katakan,
Tuan, Anda semua-
  
1:29:00 tidak ada gangguan saat Anda
mengamati sesuatu secara total,
  
1:29:04 yakni, mengamati secara total adalah
tidak membiarkan pikiran untuk
  
1:29:08 menipu apa yang dipersepsikan
sepenuhnya. Cukup sederhana.
  
1:29:17 JU: (Hindi).
 
1:29:40 K: Apa yang dia katakan? Apakah
Anda akan menerjemahkan?
  
1:29:46 RB: Saya kurang mengerti
pertanyaannya.
  
1:29:49 JU: (Hindi 2 menit 40 detik).
 
1:32:33 PJ: Dia kembali ke pertanyaan
yang semula, Tuan, yaitu,
  
1:32:38 Anda telah sampai pada titik
kesedihan ini.
  
1:32:43 Dalam pembicaraan-pembicaraan
yang telah Anda lakukan,
  
1:32:48 Anda kemudian mengatakan bahwa
ketika ini dipahami sepenuhnya...
  
1:32:55 K: Kapan? Apa?
 
1:32:56 RB: Kesedihan atau apapun.
 
1:32:58 PJ: Saat kesedihan dipahami
sepenuhnya.
  
1:33:00 K: Tidak, tidak ada pemahaman
kesedihan.
  
1:33:03 RB: Jika Anda melihatnya
secara total.
  
1:33:05 K: Ah, ah, ah. Bel tidak berbunyi.
 
1:33:11 PJ: Ketika ada pengakhiran semua
dualitas manusia.
  
1:33:16 K: Tidak, tunggu sebentar.
Ini semua teori.
  
1:33:21 PJ: Tidak, tapi apapun itu, biarkan
saya sampaikan apa yang dia katakan,
  
1:33:25 maka Anda dapat mengatakan...
 
1:33:28 Dia mengatakan ketika semua dualitas
telah berakhir,
  
1:33:32 ketika Anda mengatakan,
bukan dia...
  
1:33:33 K: Saya tidak tahu apa pun
tentang semua itu.
  
1:33:35 PJ:Dia tidak bilang, dia bilang Anda
pernah bicara di pembicaraan lain,
  
1:33:41 ketika semuanya telah berakhir...
 
1:33:43 K: Ketika kesedihan telah berakhir-
 
1:33:46 saya akan memberi tahu Anda
apa yang terjadi,
  
1:33:48 ketika kesedihan telah sepenuhnya
berakhir, maka muncullah belas kasih.
  
1:33:58 PJ: Tidak, itu dia tidak...
 
1:34:01 begini, Anda harus kembali ke per-
tanyaan aslinya. Saya tidak ingin...
  
1:34:06 tapi dia kembali ke awalnya...
 
1:34:11 Saya pikir, dia mungkin akan
membahasnya besok.
  
1:34:13 AP: Tuan, saya mengerti
maksudnya.
  
1:34:13 K: Apa, Tuan?
 
1:34:13 AP: Saya mengerti maksudnya.
 
1:34:15 K: Apa itu, maukah Anda memberi
tahu saya?
  
1:34:16 AP: Ya Tuan, saya kasih tahu. Saya
akan memberitahumu dalam satu menit.
  
1:34:23 K: Ah, ambil satu jam.
 
1:34:26 AP:Tuan, dia katakan bahwa persepsi
keberadaan manusia adalah kesedihan
  
1:34:40 menimbulkan kasih sayang.
 
1:34:44 K: Ah, ah...
 
1:34:45 AP: Tunggu. Saya hanya mencoba-
dalam tanda petik.
  
1:34:50 Tolong beri saya...Saya
terjemahkan apa yang dia katakan.
  
1:34:54 Saya mengatakan bukan,
persepsi fakta
  
1:35:01 bahwa keberadaan manusia adalah ke-
sedihan, adalah akhir dari kesedihan
  
1:35:06 dan tanpa akhir dari kesedihan,
tidak ada belas kasihan.
  
1:35:10 Itu adalah posisi Anda,
seperti yang saya pahami.
  
1:35:13 K: Posisi saya adalah,
saya akan membuatnya sangat jelas-
  
1:35:16 bukan posisi,
apa yang bagi saya...
  
1:35:20 AP: Tidak, tapi saya
menggunakan kata posisi agar
  
1:35:22 saya tidak salah
merepresentasikan dia.
  
1:35:24 K: Tidak ada aliran kesedihan,
umat manusia, umat manusia.
  
1:35:27 AP: Persepsi dari arus bukanlah
welas asih,
  
1:35:30 pengakhiran dari kesedihan adalah
kelahiran welas asih.
  
1:35:33 K: Ya, itu saja.
 
1:35:34 AP: Ini adalah posisi Anda.
 
1:35:35 K: Ya.
 
1:35:40 JU: (Hindi)
 
1:35:59 AP: (Hindi)
 
1:36:02 T: Setelah kesedihan,
kebahagiaan datang.
  
1:36:04 K: Ah, ah, ah.
Saya tidak pernah berkata, Tuan,
  
1:36:07 maafkan saya, saya berkata akhir
dari kesedihan
  
1:36:13 adalah awal dari welas asih,
 
1:36:19 bukan kebahagiaan,
bukan semua lainnya itu.
  
1:36:23 JU: (Hindi).
 
1:36:44 SP: Dia keberatan dengan pembicaraan
tentang 'yang lain'.
  
1:36:48 K: Ah, baiklah, saya tidak akan
bicara tentang 'yang lain'.
  
1:36:53 Anda paham, Tuan?
 
1:36:55 Saya tidak akan bicara,
tu tidak penting. Saya setuju.
  
1:37:00 Benar?
Apa yang Anda keberatan?
  
1:37:07 PJ: Anda lihat, Anda harus menjawab
pertanyaan itu saat dia mulai.
  
1:37:11 Dia berkata bahwa orang datang untuk
mendengarkan ceramah-ceramah Anda
  
1:37:14 dan di akhir ceramah
 
1:37:17 Anda berkata, 'Lalu ada berkat',
'lalu ada suatu keadaan'...
  
1:37:23 K: Ya, ya, ya, saya telah
mengatakan itu.
  
1:37:25 PJ: Sekarang, dia bilang...
 
1:37:27 K: Menangkap saya.
 
1:37:28 PJ:...membuat mereka pergi dengan pe-
rasaan bahwa itu adalah hal final...
  
1:37:32 K:Bukan, bukan, yang membuat
mereka pergi adalah...
  
1:37:34 SP: Apa yang membuat
mereka pergi?
  
1:37:36 K: ...bagi mereka bahwa,
X, adalah teori,
  
1:37:42 yang mereka terima dari buku
sebagai teori-benar? -
  
1:37:46 dan mengatakan bahwa kedua-duanya
cocok satu sama lain. Itu saja.
  
1:37:50 AP: Tuan, saya maju selangkah
lebih lanjut...
  
1:37:52 K: Saya juga.
 
1:37:54 AP: ...dengan mengatakan bahwa
profesor yang terpelajar
  
1:37:58 telah mendengar fakta
 
1:38:02 bahwa substansi keberadaan manusia
adalah kesedihan
  
1:38:06 dan mempersepsikan ini adalah
welas asih.
  
1:38:10 Ini juga adalah suatu teori,
 
1:38:13 dan dia mencari pembenarannya
ketika Anda mengatakan ini.
  
1:38:17 Dan itu juga memberinya kepuasan,
 
1:38:20 dan saya katakan, kepuasan ini
dan kepuasan itu
  
1:38:23 berada pada tingkat yang sama,
 
1:38:24 selama kita tidak bersedia
menghadapi...
  
1:38:27 K: Saya sangat setuju, Tuan.
Saya tidak terlalu kasar.
  
1:38:33 T: Dia ada di sini, oleh
karena itu...
  
1:38:35 K: Ya, Tuan.
 
1:38:36 AP: Saya hanya...
 
1:38:38 K: Saya paham, Tuan.
 
1:38:45 PJ: Tuan, sudah waktu.
 
1:38:48 K: Tuan, saya ingin
menanyakan sesuatu.
  
1:38:51 Apakah kita membahas ini
sebagai teori,
  
1:38:55 sebagai sesuatu untuk dipelajari,
untuk diinformasikan,
  
1:39:05 atau apakah ini suatu fakta
dalam hidup kita? -Anda ikuti, Tuan?
  
1:39:13 Yang mana, pada level apa kita
membahas semua ini?
  
1:39:21 Jika kita tidak jelas tentang itu,
kita akan menjadi berantakan.
  
1:39:25 Bagi saya, saya berbicara pada
level terendah-benar, Tuan? -
  
1:39:34 yang mana adalah korupsi kita-benar?
-degenerasi kita,
  
1:39:46 dan semua itu, dihasilkan oleh
pengetahuan,
  
1:39:55 itu saja, karena kita selalu hidup
di masa lalu.
  
1:40:05 Benar? Itulah hidup kita.
 
1:40:09 Masa lalu adalah pengetahuan,
dan terus berputar-putar.
  
1:40:16 Saya tidak menuduh siapa pun,
mohon.
  
1:40:23 Pembicara berkata,
 
1:40:25 K mengatakan, kesedihan adalah hal
yang tiada akhirnya,
  
1:40:32 yang manusia telah hidup
bersamanya-benar?-
  
1:40:36 apakah itu tetangga saya, atau anak
Anda yang dipukuli, dan sebagainya,
  
1:40:43 ada kesedihan yang tak berujung.
Benar? Dan bisakah itu berakhir?
  
1:40:51 Tidak secara teoritis, bukan-
Bisakah itu berakhir? Anda datang,
  
1:41:01 Tuan itu, atau
salah satu dari Anda, datang
  
1:41:02 dan mengatakan pada saya,
itu bisa berakhir.
  
1:41:09 Saya memperlakukannya entah
sebagai teori,
  
1:41:14 atau semacam pernyataan bodoh
yang tidak memiliki nilai, atau,
  
1:41:20 saya katakan, tunjukkan kepada saya,
tunjukkan jalan ke sana-Anda paham? -
  
1:41:25 bukan bagaimananya, tunjukkan saya
bagaimana itu bisa berakhir. Benar?
  
1:41:32 Hanya itu yang saya minati.
 
1:41:36 Tuan itu berkata,
saya akan tunjukkan kepada Anda.
  
1:41:41 Kita tidak pernah sampai
pada titik itu.
  
1:41:48 Dia berkata pada saya,
saya akan tunjukkan pada Anda.
  
1:41:58 Apakah saya bersedia mendengarkan
dia begitu sepenuhnya,
  
1:42:01 mengatakan, Swami, katakan pada saya,
tunjukkan pada saya.
  
1:42:07 Saya-Anda mengikuti, Tuan? -
 
1:42:09 Saya bersedia mendengarkan dia
 
1:42:12 begitu sepenuhnya, karena
saya ingin mengakhiri hal ini.
  
1:42:21 Jadi dia berkata kepada saya,
kesedihan adalah arus,
  
1:42:25 tetaplah bersama arus itu.
 
1:42:28 Jangan keluar darinya atau di
atasnya, dan di bawahnya,
  
1:42:32 tetaplah bersama arus tanpa
gerakan apa pun,
  
1:42:40 karena setiap gerakan adalah
penyebab kesedihan.
  
1:42:45 Saya tidak tahu apakah Anda
melihatnya. Benar? Benar, Tuan?
  
1:42:54 Jadi dia berkata pada saya,
tetaplah dengan itu.
  
1:43:01 Jangan mengintelektualisasi,
jangan menjadi emosional,
  
1:43:04 jangan menjadi teoretis,
 
1:43:06 jangan mencari kenyamanan,
tetaplah dengan hal itu.
  
1:43:12 Dan itu adalah yang paling sulit.
 
1:43:15 Benar, Tuan? Oleh karena itu kita
bermain-main dengannya.
  
1:43:23 Dan dia telah
memberitahu saya itu,
  
1:43:26 sepuluh tahun.
Dan dia juga memberitahu saya
  
1:43:29 jika Anda melampaui ini, ada keindah-
an tertentu, di luar dari dunia ini.
  
1:43:36 Saya mendengarkan 'di luar dari
dunia ini'-Anda ikuti?
  
1:43:44 Tuan, saya masih bertahan,
itu bukan suatu kontradiksi.
  
1:43:56 Benar, Tuan?
Saya tidak tahu kenapa,
  
1:43:57 jika saya boleh dengan sangat hormat
mengatakan, mengapa itu kontradiksi?
  
1:44:10 Tuan, maukah Anda, jika Anda
menemukan sesuatu yang sangat asli,
  
1:44:20 yang tidak ada dalam buku, tiada
Weda, tidak- semua yang telah hilang,
  
1:44:25 Anda telah menemukan sesuatu
yang bersifat luar biasa,
  
1:44:29 tidakkah Anda akan
membicarakannya,
  
1:44:33 tahu mereka akan lakukan persis apa
yang telah mereka lakukan sebelumnya,
  
1:44:38 meraih itu dan mengabaikan ini?
 
1:44:42 Benar, Tuan?
Apakah Anda tidak akan melakukannya?
  
1:44:47 AP: (Hindi ke JU)
 
1:45:07 K: Apa, Tuan?
 
1:45:08 AP: Hanya sekadar memberi
terjemahan.
  
1:45:14 K: Dia akan melakukannya, Tuan,
 
1:45:18 karena ini adalah bagian dari semua-
nya. Ini bukan di sana dan di sini.
  
1:45:27 Ini bagian dari-eh, Tuan, ini adalah
suatu bagian dari pohon-benar, Tuan?
  
1:45:35 Pohon adalah akar-akarnya,
tersembunyi, dan akar,
  
1:45:41 ketika Anda melihat keindahan suatu
akar, Anda membicarakannya,
  
1:45:45 bukan karena Anda melarikan diri,
bertentangan,
  
1:45:48 Anda berkata bahwa pohon adalah akar-
nya, batangnya, daunnya, bunganya,
  
1:45:52 keindahan dari seluruhnya.
 
1:46:09 Tuan, tolong, saya tidak memaksakan
pemikiran saya pada siapa pun,
  
1:46:14 saya sekadar hanya salah satu
tamu di sini, saya hanya lewat.