Krishnamurti Subtitles

What creates division?

Madras (Chennai) - 4 January 1983

Seminar 1



0:19 Pupul Jayakar: I suggest Pupul Jayakar: Saya sarankan agar
that Dr. Sudarshan starts. Dr. Sudarshan memulai.
   
0:27 Dr. George Sudarshan: We were Dr. George Sudarshan: Kami ber-
talking this morning, Pupulji and I. bicara pagi ini, Pupulji dan saya.
   
0:31 K: Louder, sir. K: Lebih keras, Tuan.
   
0:36 One of those blessed things. Salah satu hal yang diberkati.
   
0:41 GS: This morning, Pupulji asked what GS: Pagi ini Pupulji menanyakan topik
would be a good topic to talk about. apa yang bagus untuk dibicarakan.
   
0:46 I said, a friend of mine Saya berkata, seorang
always asks the question, teman saya selalu menanyakan,
   
0:51 If there is no division, Jika tidak ada pembagian,
if all is one, jika semua adalah satu,
   
0:57 how could one become two? bagaimana mungkin satu
  menjadi dua?
   
1:00 And if one has somehow broken into Dan jika satu entah bagaimana
two, what is it that we should do? terbagi menjadi dua,
   
1:03   apakah yang harus kita lakukan?
   
1:05 Is it possible to do anything Mungkinkah melakukan sesuatu untuk
to make that two into 'one'? membuat dua itu menjadi 'satu'?
   
1:10 I meant it more as a joke, Saya maksudkan itu lebih
  sebagai lelucon,
   
1:12 but Pupulji thought it would be namun Pupulji berpikir, adalah bagus
a desirable thing to ask Krishnaji, jika itu ditanyakan pada Krishnaji,
   
1:16 because if something has to be done, sebab jika ada sesuatu yang
let's find out what he has to say. harus dilakukan,
   
1:20   mari kita cari tahu
  apa yang dia katakan.
   
1:23 How do we fragment our perception? Bagaimana kita memecah
  persepsi kita?
   
1:26 Why don't we perceive as a whole? Mengapa kita tidak mempersepsikan
  sebagai suatu keutuhan?
   
1:28 That being the truth, how could Karena itu adalah benar
we perceive any other way? demikian adanya,
   
1:29   bagaimana kita bisa melihatnya
  dengan cara lain?
   
1:33 Since we think we perceive Karena kami pikir kami
not as a whole but in fragments, mempersepsikan
   
1:35   tidak sebagai suatu keutuhan,
  tetapi dalam fragmen,
   
1:37 what shall we do about it? apa yang harus kita lakukan?
   
1:39 Is there something that we can do Apakah ada sesuatu yang
  bisa kita lakukan
   
1:41 or are we forever destined atau apakah kita selamanya ditakdir-
to be in fragmentation? kan untuk berada dalam fragmentasi?
   
1:48 K: Would somebody answer K: Akankah ada yang menjawab
that question, sir? You start. pertanyaan itu, Tuan? Anda mulai.
   
1:57 Is this your question, sir? Apakah ini pertanyaan Anda, Tuan?
   
2:00 That there is one or whole, Bahwa ada yang satu
  atau keutuhan itu,
   
2:03 and we human beings dan kita manusia telah
have broken that oneness? menghancurkan kesatuan itu?
   
2:10 GS: Let's put it this way. GS: Mari kita
  mengatakannya begini.
   
2:11 It appears that we are unhappy Tampaknya kami tidak bahagia
because we are not the whole. karena kami bukan keutuhan itu.
   
2:23 We're unhappy, have anticipation, Kami tidak bahagia, memiliki
anxieties, expectations, antisipasi, kecemasan, harapan,
   
2:28 we have disappointments, kami memiliki kekecewaan,
   
2:30 because there is something karena ada sesuatu yang
that is not ourselves. bukan diri kami sendiri.
   
2:37 The greatest happiness is Kebahagiaan terbesar adalah
when we get to know somebody, saat kami mengenal seseorang,
   
2:40 so that they become one with us, sehingga mereka menjadi
  satu dengan kami,
   
2:42 not necessarily become us, tidak harus menjadi kami, tetapi
but we become part of them. kami menjadi bagian dari mereka.
   
2:48 And the greatest unhappiness is Dan ketidakbahagiaan
  terbesar adalah,
   
2:50 when two people who are very close ketika dua orang yang sangat
no longer are so close. dekat tidak lagi begitu dekat.
   
2:54 We say, we have separated, Kami berkata, kami telah
we are not together, berpisah, kami tidak bersama,
   
2:58 we don't see eye to eye, kami tidak sepaham,
we are not of one mind. kami tidak sepemikiran.
   
3:05 When we are unhappy, we think Saat kami tidak bahagia,
what can remove the unhappiness kami memikirkan
   
3:07   apa yang bisa menyingkirkan
  ketidakbahagiaan,
   
3:12 is for us to become whole. adalah agar kami menjadi utuh.
   
3:23 K: I'm a layman. K: Saya orang awam.
Let the experts speak, first. Biarkan para ahli berbicara duluan.
   
3:45 Q: I'm not answering the question. T: Saya tidak menjawab
Neither am I an expert, pertanyaan itu.Saya juga bukan ahli,
   
3:48 but the problem is, as I look at it, tapi masalahnya,
  seperti saya melihatnya,
   
3:59 K: Louder, sir. K: Lebih keras, Tuan.
   
4:02 Q: If I compare myself as a human T: Jika saya membandingkan
being with an animal, for example, diri saya sebagai manusia
   
4:05   dengan hewan, misalnya,
   
4:08 I find there is not this division saya menemukan tidak ada pembagian
between the inner and the outer. antara bagian dalam dan bagian luar.
   
4:17 It is a peculiarly human capacity Ini adalah kemampuan khas manusia
to have this inner space. untuk memiliki ruang batin ini.
   
4:25 From my external behaviour, others Dari perilaku eksternal saya,
may not be able to understand me.  
   
4:27   orang lain mungkin tidak dapat
  memahami saya.
   
4:31 There is something which I think Ada sesuatu yang menurut saya adalah
is myself inside - inner space. diri saya, di dalam - ruang batin.
   
4:40 K: They can't hear, sir. K: Mereka tidak bisa mendengar,
Very much louder. Tuan. Lebih keras.
   
4:44 GS: Think that you're lecturing GS: Pikirkan bahwa Anda mengajar
to a big class. Freshmen. di kelas besar. Mahasiswa baru.
   
4:51 Q: I will repeat again. Q: Saya ulangi lagi.
   
4:53 The division between Pembagian antara dalam dan luar...
the inner and the outer...  
   
5:00 The division between Pembagian antara dalam dan luar,
the inner and the outer  
   
5:04 is not there in the case of animals, kemungkinan besar tidak ada
most probably, dalam kasus hewan,
   
5:08 because we understand karena kami memahami
animal behaviour from outside. perilaku hewan dari luar.
   
5:14 In the case of man, outwardly, Dalam kasus manusia, secara lahiriah,
the person who looks at me, orang yang menatap saya,
   
5:20 possibly cannot understand mungkin tidak bisa mengerti
what I am inside. apa yang ada di dalam diri saya.
   
5:22 There is something Ada sesuatu yang
which I call 'inner space', mind, saya sebut 'ruang batin', batin,
   
5:25 which outwardly yang secara lahiriah tidak
people cannot understand. bisa dipahami orang.
   
5:27 This is essentially because Ini pada dasarnya karena
of reason, rationality of man. pemikiran, rasionalitas manusia.
   
5:35 It is rationality, generally called Ini adalah rasionalitas,
self-consciousness, traditionally. umumnya disebut kesadaran diri,
   
5:38   secara tradisional.
   
5:40 The rationality, this thought Rasionalitas, pikiran ini
   
5:44 is the reason why I have created adalah sebab mengapa saya men-
this inner and outer space ciptakan ruang dalam dan luar ini,
   
5:50 there is no inner space tidak ada ruang batin dalam
in the case of material objects. hal benda material.
   
5:55 Mechanically, Secara mekanis, kita
we understand material objects. memahami objek material.
   
5:58 In the case of animals, Dalam kasus hewan,
though there is consciousness, meskipun ada kesadaran,
   
6:01 there is no inner space, tidak ada ruang batin,
   
6:03 an animal is not capable of having seekor hewan tidak mampu memiliki
this so-called self-consciousness, apa yang disebut kesadaran diri ini,
   
6:07 while in the case of man, sementara dalam kasus manusia,
because of this thought, karena pikiran ini,
   
6:12 which divides this total thing into yang membagi hal total ini menjadi
inner and outer, present and future, dalam dan luar, kini dan masa depan,
   
6:19 it is this that creates adalah ini yang menciptakan
the division. pembagian itu.
   
6:21 GS: We have a biologist among us GS: Di antara kita ada
  seorang ahli biologi,
   
6:24 who will be able to tell us whether yang dapat memberitahu kita
animals have this problem or not. apakah
   
6:25   hewan mempunyai
  masalah ini atau tidak.
   
6:29 Q: I don't think that we are T: Saya tidak berpikir bahwa
in a position, right now, to say.  
   
6:30   kita dalam posisi untuk berpendapat,
  sekarang ini.
   
6:31 I don't think we've measured whether Saya tidak berpikir kita
an animal has an inner space or not. telah mengukur apakah
   
6:34   hewan memiliki ruang batin
  atau tidak.
   
6:37 I don't even know if we are Saya bahkan tidak tahu apakah
capable at the moment, kita mampu saat ini,
   
6:39 of measuring such a thing. mengukur hal seperti itu.
   
6:42 One can easily assume Orang dapat dengan mudah berasumsi
   
6:43 that an animal does bahwa hewan memiliki atau
or does not have an inner space. tidak memiliki ruang batin.
   
6:52 My point is, I don't know Maksud saya, saya tidak tahu apakah
if the distinction is a valid one. pembedaan itu adalah tepat.
   
6:58 K: But are we answering K: Tapi apakah kita
Dr. Sudarshan? menjawab Dr. Sudarshan?
   
7:04 Are we answering his question? Apakah kita menjawab
  pertanyaannya?
   
7:12 As far as I understand, Sejauh yang saya pahami,
his question is pertanyaannya adalah,
   
7:19 why is there fragmentation in us mengapa ada fragmentasi
which causes so much misery, dalam diri kita
   
7:23   yang menyebabkan begitu
  banyak kesengsaraan,
   
7:28 and are we ever whole? dan apakah kita pernah utuh?
   
7:32 In that wholeness, there is certain Dalam keutuhan itu,
quality of joy, happiness and so on, ada suatu kualitas tertentu
   
7:37   dari suka cita,
  kebahagiaan dan seterusnya,
   
7:41 and the Dr. asks, why this dan Dr. bertanya,
fragmentation takes place. mengapa fragmentasi ini terjadi.
   
7:48 That's right, sir? Benar, Tuan?
GS: Yes. GS: Ya.
   
7:53 Dr. Sundaram: If we can think Dr. Sundaram: Jika kita bisa
of the parallel of light. mengacu pada cahaya yang paralel.
   
7:59 Light is scattered when Cahaya tersebar saat
it is passed through a prism. dilewatkan prisma.
   
8:04 Some unity is there and it gets Suatu kesatuan ada di situ
fragmented, due to some factors, dan itu terfragmentasi,
   
8:08   karena faktor-faktor tertentu,
   
8:10 because it passes karena melewati media tertentu.
through some medium.  
   
8:14 When you ask the question, Ketika Anda mengajukan pertanyaan,
there was a unity, ada suatu kesatuan,
   
8:17 why should it be fragmented at all, mengapa itu harus difragmentasi,
what is the method of re-uniting it, apa metode penyatuannya,
   
8:22 or gathering it up atau mengumpulkannya menjadi
into that pristine unity again, kesatuan yang murni lagi,
   
8:26 we have already pre-supposed kita telah mengandaikan
that there is and has been a unity. sebelumnya,
   
8:27   bahwa ada dan telah ada
  suatu kesatuan.
   
8:31 Perhaps, if there has been Mungkin, jika ada keragaman yang
a diversity brought about later, ditimbulkan kemudian,
   
8:35 which is foreign yang asing bagi sifat
to that nature of the unity, kesatuan itu,
   
8:38 then what is that foreign element lalu apa elemen asing itu
   
8:39 that has entered yang telah memasuki
into that original purity, kemurnian asli itu,
   
8:44 somehow, we must be able bagaimanapun, kita harus bisa
to say, by discussion. menentukannya, dengan diskusi.
   
8:47 K: But, sir, why do we assume K: Tapi Tuan, kenapa kita
that there is wholeness? menganggap keutuhan itu ada?
   
8:53 Why do we take it for granted Mengapa kita menerima itu
  begitu saja,
   
8:56 that there is some state bahwa ada suatu
of mind or heart, keadaan batin atau hati,
   
9:00 in which there is a sense di mana ada suatu rasa keutuhan,
of wholeness, completeness, kelengkapan,
   
9:05 a non-fragmentary state? suatu keadaan non-fragmentaris?
   
9:12 GS: I was giving some suggestions, GS: Saya berikan beberapa
that partly we feel happier petunjuk,
   
9:14   bahwa, sebagian,
  kami merasa lebih bahagia
   
9:18 when those two things ketika dua hal itu yang adalah dua,
which are two, have become one. menjadi satu.
   
9:22 When two people get together, Saat dua orang berkumpul,
two ideas get together - dua gagasan bertemu -
   
9:26 I am a scientist trying to put ideas Saya adalah seorang ilmuwan yang
together and making into one. mencoba menggabungkan ide-ide
   
9:29   dan menjadikannya satu.
   
9:31 When you unify two theories, Saat Anda menyatukan dua teori,
when you unify two people, saat Anda menyatukan dua orang,
   
9:35 when you see some connections where ketika Anda melihat beberapa koneksi
no connections were seen by others, di mana orang lain tidak melihatnya,
   
9:40 it appears to me bagi saya nampaknya
that I feel happier. saya merasa lebih bahagia.
   
9:43 Others say they also feel happier. Orang lain mengatakan
  mereka juga merasa lebih bahagia.
   
9:46 In our common language, Dalam bahasa umum kita,
when we talk, saat kita berbicara,
   
9:49 unhappiness is in friends parting, ketidakbahagiaan ada pada perpisahan
in mates parting, teman, pada perpisahan pasangan,
   
9:55 in things which were mine dalam hal-hal yang adalah milik saya
disappearing from me. menghilang dari saya.
   
9:59 And happiness is when one is Dan kebahagiaan adalah saat seseorang
no longer going to ask the question, tidak lagi mengajukan pertanyaan,
   
10:05 'Is it inner or outer, is it mine 'Apakah itu batiniah atau lahiriah,
or somebody else's idea?' itu ide saya atau ide orang lain?'
   
10:09 The best discussion is one Diskusi terbaik adalah
   
10:10 where you don't know di mana Anda tidak tahu
where the ideas came from. dari mana ide itu berasal.
   
10:13 The best scenery is that Pemandangan terbaik adalah
where you don't see di mana Anda tidak melihat
   
10:16 individual houses and bushes rumah dan semak-semak dan burung
and birds and plants. dan tanaman secara individual.
   
10:21 The best dress is one Gaun terbaik adalah yang
where you can't say Anda tidak bisa katakan
   
10:24 what colour somebody was wearing. warna apa yang dikenakan
  seseorang.
   
10:26 It is the harmony of a perception Ini adalah kandungan harmoni
which contains - it's colourful, suatu persepsi - penuh warna,
   
10:32 but which is not separated out tetapi tidak dipisahkan
into individual things. menjadi hal-hal secara individual.
   
10:35 So, empirically it appears that Jadi, secara empiris sepertinya
gathering together is very good. berkumpul bersama itu sangat bagus.
   
10:41 For example, everybody is happy Misalnya, semua orang senang bahwa
that professor Ravindra has come. profesor Ravindra telah datang.
   
10:45 Until now, we were afraid Sampai sekarang,
that he wasn't with us. kami takut dia tidak bersama kita.
   
10:48 Now, he's with us Sekarang, dia bersama kita dan
and there is a happiness. ada kebahagiaan.
   
10:50 You can see it on the faces Anda bisa melihatnya
of everybody here. di wajah semua orang di sini.
   
10:53 SP: You can add one more. SP: Anda bisa tambah satu lagi.
K: One more. K: Satu lagi.
   
10:58 Lot of collection of professors. Banyak koleksi profesor.
So, we better withdraw. Jadi, kami lebih baik mundur.
   
11:08 Sir, are you asking Tuan, apakah Anda bertanya
what is the cause of this division, apakah penyebab pembagian ini,
   
11:14 not stating tidak menyatakan
that there is a wholeness? bahwa ada keutuhan?
   
11:19 GS: It's both a hypothesis GS: Ini adalah suatu hipotesis
and a question. sekaligus suatu pertanyaan.
   
11:23 Hypothesis is that, Hipotesisnya adalah, karena kita
since we seem to be happier tampaknya lebih bahagia
   
11:27 when those whom are separate ketika mereka yang
come together, terpisah berkumpul,
   
11:31 maybe this is a continuing process, mungkin ini adalah suatu proses
  yang berkelanjutan,
   
11:34 that when there is bahwa ketika tidak ada lagi
nothing more to be united, yang harus dipersatukan,
   
11:37 that when there is only bahwa ketika hanya ada satu
one perception, that is happiness. persepsi, itulah kebahagiaan.
   
11:41 If that is so, Jika demikian,
   
11:43 and it seems to be empirically dan tampaknya
a very reasonable thing to say,  
   
11:44   secara empiris adalah hal yang
  sangat masuk akal untuk dikatakan,
   
11:48 how come that we are not kenapa kita tidak sepanjang waktu
in that state all the time? dalam keadaan itu?
   
11:51 How come that we see Kenapa kita melihat hal-hal
things as different? seperti berbeda?
   
11:54 Secondly, since we seem Kedua, karena kita sepertinya
to live in a world hidup dalam suatu dunia
   
11:59 in which much of the time dalam mana hal-hal, sebagian besar
things are not together, waktu, tidak bersama,
   
12:04 what can we do about it? apa yang bisa kita lakukan?
   
12:05 Is it possible, by thought, Apakah mungkin, dengan pikiran,
by feeling, by functioning, dengan perasaan, dengan berfungsi,
   
12:10 by some means, dengan cara tertentu, untuk
to avoid this breakage? menghindari pemisahan ini?
   
12:13 Can we see things together, Bisakah kita melihat
  semuanya bersama,
   
12:15 can we mend bisakah kita memperbaiki
our broken life together? kehidupan rusak kita bersama?
   
12:21 Radhika Herzberger: Radhika Herzberger: Bukankah
Is not the feeling of unity itself perasaan persatuan itu sendiri
   
12:26 sometimes divisive? terkadang
  bersifat memecah belah?
   
12:29 For instance, the unity Misalnya, kesatuan yang lahir
that comes from united belief dari kesatuan keyakinan,
   
12:34 gives us a sense of security memberi kita rasa aman dan
and a certain wholeness, keutuhan tertentu,
   
12:40 but when you put tetapi ketika Anda menghadapkan satu
one group against another, kelompok terhadap kelompok lainnya,
   
12:44 that feeling can itself perasaan itu sendiri dapat
lead to divisiveness. menyebabkan perpecahan.
   
12:48 Also, unity that comes from ritual Juga, kesatuan yang
  bersumber dari ritual
   
12:52 may fulfil a certain need dapat memenuhi kebutuhan
in the individual, tertentu dalam diri individu,
   
12:55 give a certain pattern memberi pola dan
and order to life, ketertiban hidup tertentu,
   
12:58 but can also be tetapi juga bisa memecah belah,
divisive, fragmented, terfragmentasi,
   
13:01 when pitted against another group. saat dihadapkan melawan
  kelompok lain.
   
13:16 K: Sir, if I may ask, K: Tuan, kalau saya boleh tanya,
what is the cause of this division? apa penyebab dari pembagian ini?
   
13:24 Why is there this contradiction, Mengapa ada kontradiksi ini,
this separateness? keterpisahan ini?
   
13:38 If I may suggest, Jika saya boleh sarankan,
   
13:39 wouldn't it be better bukankah lebih baik untuk
to start not with hypotheses, memulai tidak dengan hipotesis,
   
13:44 but with actually tapi dengan apa yang
what's going on, sebenarnya sedang terjadi,
   
13:49 which is, you are a professor, yang adalah,
  Anda seorang profesor,
   
13:52 scientist, probably very ilmuwan, mungkin sangat
well-known, and I'm not. terkenal, dan saya tidak.
   
13:59 I'm just an ordinary layman. Saya hanya seorang awam biasa.
   
14:06 Why is there this division, of you, Mengapa ada
  pembagian ini, dari Anda,
   
14:10 with such mind, all the rest of it, dengan pikiran seperti itu,
  semua yang lainnya,
   
14:14 and I, a villager, dan saya, seorang penduduk desa,
living in some squalid little hut? tinggal di gubuk kecil yang kumuh?
   
14:24 Why is there not only environmental Mengapa tidak hanya ada perbedaan
but physical differences, lingkungan tetapi juga fisik,
   
14:30 different opportunities, peluang berbeda, kapasitas
different capacities? Right, sir? berbeda? Benar, Tuan?
   
14:36 Why is there this division at all, Mengapa mesti ada pembagian ini,
among human beings? di antara manusia?
   
14:42 Could we start from there? Bisakah kita mulai dari situ?
   
14:45 Rather than from a hypothesis Daripada mulai dari hipotesis
that we're all one, bahwa kita semua adalah satu,
   
14:50 and at some periods of our life dan pada periode-periode
  tertentu kehidupan kita,
   
14:53 we become extraordinarily happy, kita menjadi sangat bahagia,
when we are together. saat kita bersama.
   
14:59 That's perhaps, Itu mungkin,
a very rare occasion, kejadian yang sangat langka,
   
15:04 a passing event, which passes by, peristiwa yang lewat, yang lewat,
like ships at night. seperti kapal-kapal di malam hari.
   
15:11 Could we start with this? Bisakah kita mulai dengan ini?
   
15:14 Why is there this division Mengapa ada pembagian antara
between you, me and another? Anda, saya, dan orang lain?
   
15:22 Would you admit? Maukah Anda mengakuinya?
GS: Yes. GS: Ya.
   
15:26 K: What causes this division? K: Apa yang menyebabkan
  pembagian, divisi, ini?
   
15:30 What is division? Divisi itu apa itu?
   
15:40 Is time a factor of division? Apakah waktu merupakan
  faktor pembagian, divisi?
   
15:45 Time itself means to divide. Waktu itu sendiri artinya membagi.
Etymologically. Secara etimologis.
   
15:52 Time means to divide, disperse. Waktu berarti membagi,
  memencarkan.
   
16:01 Yes! Ya!
   
16:05 Is time a factor of this division? Apakah waktu menjadi faktor
  dari pembagian ini?
   
16:09 You have studied for many years. Anda telah belajar selama
And I have not. bertahun-tahun. Dan saya tidak.
   
16:16 You have evolved in a certain Anda telah berkembang
direction, and I've not. ke arah tertentu, dan saya tidak.
   
16:22 So, are we divided in knowledge, Jadi, apakah kita terbagi
  dalam pengetahuan,
   
16:29 are we divided in our experiences, apakah kita terbagi dalam
  pengalaman kita,
   
16:36 in our reputation? dalam reputasi kita? Anda ikuti?
You follow?  
   
16:40 This whole process of division Seluruh proses pembagian ini,
taking place in the human mind, yang terjadi dalam batin manusia,
   
16:45 human heart, hati manusia,
   
16:47 what is the cause of it? apa penyebabnya?
   
16:51 I'm submitting Saya ketengahkan bahwa
that it may be time is a factor. mungkin waktu adalah faktor.
   
16:59 Time is, inherently, Waktu, pada dasarnya,
a divisive process. adalah proses yang memecah belah.
   
17:08 PJ: Isn't time, also, PJ: Bukankah waktu juga merupakan
a connecting process? proses menghubungkan?
   
17:13 K: No. Somebody answer. K: Tidak. Seseorang menjawab.
Can never be. Tidak pernah bisa.
   
17:19 PJ: I'm asking PJ: Saya bertanya dalam
in one particular sense, satu arti tertentu,
   
17:23 that time may be bahwa waktu mungkin
a dividing process merupakan proses pemisah,
   
17:29 but if you did not have time tetapi jika Anda tidak
to connect one to the other, punya unsur waktu
   
17:32   untuk menghubungkan satu dengan
  yang lain,
   
17:34 the sense of the fragment rasa fragmen tidak akan muncul.
would not arise.  
   
17:41 It's time which connects Adalah waktu yang menghubungkan
one to the other. satu dengan yang lain.
   
17:48 Therefore, the very connection Karenanya, adalah hubungan tersebut
makes you realise yang membuat Anda sadar
   
17:52 that there is fragmentation. bahwa ada fragmentasi.
   
17:55 K: Aayiye! Oh, I forgot. K: Aayiye! Oh saya lupa.
Come and sit here, please. Silahkan duduk di sini.
   
18:01 You all know her. Anda semua kenal dia.
   
18:04 The big lady from across the river. Wanita besar dari
  seberang sungai.
   
18:13 Can time bring about unity, Dapatkah waktu membawa persatuan,
you're asking. Anda bertanya.
   
18:19 PJ: Time makes us realise PJ: Waktu membuat kami sadar
that we are fragmented. bahwa kami terfragmentasi.
   
18:24 Time makes us realise Waktu membuat kita sadar
that we are fragmentary. bahwa kita terpisah-pisah.
   
18:28 K: No, no, no. K: Tidak, tidak, tidak.
I'm asking, if I may, Saya bertanya, jika saya boleh,
   
18:32 is time one of the factors apakah waktu salah satu faktor
of this division? dari pembagian ini?
   
18:37 Time, which is inherently Waktu, yang pada dasarnya merupakan
a divisive process. proses yang memecah belah.
   
18:42 Right? I don't know Benar? Saya tidak tahu apakah
if you agree to that. Anda setuju dengan itu.
   
18:45 PJ: But, sir, why do we talk PJ: Tapi Tuan, kenapa kita mesti
of division at all? membicarakan tentang pembagian?
   
18:52 K: Because we are. K: Karena kita demikian adanya.
PJ: No, PJ: Tidak,
   
18:54 but we talk of division because tetapi kita berbicara
we have some concept of a whole. tentang pembagan...
   
18:56   karena kita memiliki suatu konsep
  dari suatu keutuhan.
   
19:00 K: No. K: Tidak. SP: Boleh saya
SP: Let me say, I feel different. katakan, saya merasa berbeda.
   
19:04 K: Avanti. K: Avanti (Lanjutkan).
It's getting very hot. Go on. Ini semakin panas. Teruskan.
   
19:08 SP: Sir, to put it very simply. SP: Tuan, sederhananya, saya
I'm not talking of time. tidak berbicara tentang waktu.
   
19:12 I'm saying, I feel different Saya berkata, saya merasa
because I experience. berbeda karena saya mengalaminya.
   
19:16 I experience unhappiness, Saya mengalami ketidakbahagiaan,
I experience happiness. saya mengalami kebahagiaan.
   
19:20 As an experiencer, Sebagai orang yang mengalami, saya
I feel I'm a different entity. merasa saya adalah diri yang berbeda.
   
19:23 Therefore, the very process Oleh karena itu, proses
of experiencing divides. mengalami itu bersifat membelah.
   
19:26 It creates the 'me' Itu menciptakan si 'aku' sebagai
as against the other. lawan terhadap yang lain.
   
19:30 Even though you may experience the Meskipun Anda mungkin mengalami
same thing, I am also experiencing. hal yang sama, saya juga mengalami.
   
19:35 PJ: But the factor which connects PJ: Tapi faktor yang menghubungkan
you to your unhappiness Anda dengan ketidakbahagiaan Anda
   
19:44 is a factor of time. adalah faktor waktu. Itu adalah
It is the connecting link. tautan penghubungnya.
   
19:57 K: What creates division? K: Apa yang menciptakan
  pembagian?
   
20:00 PJ: What creates division is time. PJ: Yang menciptakan pembagian
  adalah waktu.
   
20:07 K: Wait, wait, wait. K: Tunggu, tunggu, tunggu.
Slowly, slowly, slowly, my lady. Perlahan-lahan Nyonya.
   
20:12 Would you say time, the etymological Apakah Anda maksudkan waktu,
meaning, as well as an actuality,  
   
20:14   dalam makna etimologis nya, serta
  juga sebagai suatu aktualitas,
   
20:19 time is one waktu adalah salah satu
of the causes of division? penyebab pembagian?
   
20:25 PJ: Yes. PJ: Ya.
K: Would you agree to that? K: Apakah Anda setuju dengan itu?
   
20:29 GS: I'd like to disagree a little. GS:Saya ingin sedikit tidak setuju.
K: Delighted, sir! K: Senang sekali,Tuan!
   
20:41 I'm using the word 'time' Saya menggunakan kata 'waktu'
in its root meaning. dalam arti dasarnya.
   
20:47 GS: I realise that. GS: Saya menyadari itu.
I would like to say that, Saya ingin mengatakan bahwa,
   
20:50 I would like a little sharper saya ingin definisi waktu
definition of the time. yang lebih tajam.
   
20:55 There are two different Ada dua pengertian yang
notions of time. berbeda tentang waktu.
   
20:58 Professor Sundaram made this Profesor Sundaram membuat contoh
example of light being dispersed. tentang penyebaran cahaya ini.
   
21:03 But if the only thing that happens Tetapi jika satu-satunya hal yang
is the light being dispersed, terjadi adalah tersebarnya cahaya,
   
21:06 we can put them together kita dapat menyatukannya
by simply inverting another prism dengan hanya membalik prisma lain
   
21:09 and putting it back, dan meletakkannya kembali,
and they will go back. dan mereka akan kembali.
   
21:11 So, the separation is really Jadi, pemisahan itu sebenarnya
only an apparent separation. hanya pemisahan yang semu.
   
21:15 However, there are situations Namun, ada situasi di mana
in which once they are separated, setelah mereka dipisahkan,
   
21:18 they cannot be put together, mereka tidak bisa disatukan,
like Humpty Dumpty. seperti Humpty Dumpty.
   
21:23 And situations in which Dan situasi di mana mereka
they could be put back together. bisa disatukan kembali.
   
21:26 Similarly, the functioning in time Begitu pula dengan fungsi
  dalam waktu
   
21:29 involves two different melibatkan dua jenis waktu
kinds of time. yang berbeda.
   
21:33 One is the disordered time, Satu, adalah waktu yang tidak ter-
time of entropy, time of events, atur, waktu entropi, waktu kejadian,
   
21:38 times which creates separation. waktu yang menciptakan
  separasi.
   
21:41 There is another kind of time Ada jenis waktu lain,
   
21:43 which doesn't create unity, but yang tidak menciptakan persatuan,
which is the functioning of unity. tetapi berfungsinya kesatuan.
   
21:48 Because unity is not Karena persatuan bukanlah keadaan
a state of stasis, stasis, tiada aktivitas,
   
21:53 it is not a situation ini bukanlah suatu situasi
of featurelessness, tanpa sifat,
   
21:56 but a functioning of fullness, tetapi berfungsinya dari kepurnaan,
a dynamic coherence. bersifat suatu perpaduan dinamis.
   
22:05 If you have to have that Jika Anda harus memiliki koherensi,
particular dynamic coherence, perpaduan, dinamis tertentu,
   
22:07 there is a measure ada suatu ukuran dalam mana
in which things are taking place, hal-hal berlangsung,
   
22:11 which is not an external time. yang bukan merupakan
  waktu eksternal.
   
22:13 If a person is absorbed Jika seseorang asyik dalam
in a dance performance, suatu kinerja tari,
   
22:18 he must see movement, dia harus melihat gerakan,
   
22:20 but he is not aware tapi dia tidak sadar bahwa itu sudah
it's already been 45 minutes berlangsung selama 45 menit...
   
22:23 and she's still dancing. dan dia masih menari.
   
22:25 If you start thinking, obviously Jika Anda mulai berpikir, jelas
the time has created a divisiveness. waktu telah menciptakan perpecahan.
   
22:31 We must distinguish between the time Kita harus membedakan antara waktu
which is of the part of the movement yang merupakan bagian dari gerakan...
   
22:36 which is the experience yang merupakan pengalaman
of the richness of the unity, dari kekayaan dari kesatuan,
   
22:41 and the time which Krishnaji dan waktu yang dibicarakan
talks about, I believe, oleh Krishnaji, saya yakin,
   
22:45 which creates divisiveness yang menciptakan perpecahan
of sections of parts. dari bagian-bagian.
   
22:49 If the parts are like lotus petals, Jika bagian-bagiannya sama seperti
all pieces of the same thing, kelopak-kelopak bunga teratai,
   
22:52   semua bagian dari hal
  yang sama,
   
22:54 then they are not really separate maka mereka tidak benar-benar
  terpisah,
   
22:56 but fulfilling tetapi memenuhi kesatuan
the unity of the whole. dari keseluruhannya.
   
23:04 K: I am separated from my wife. K: Saya terpisahkan dari
  istri saya.
   
23:11 The reparation is never complete. Perbaikannya
  tidak pernah lengkap.
   
23:20 So, that which is repaired Jadi, yang diperbaiki selalu
is always breakable. rapuh.
   
23:27 My wife and I have separated. Istri saya dan saya telah
  berpisah.
   
23:33 Why is there this separation? Mengapa ada pemisahan ini?
   
23:34 That's what I'm asking, Itulah yang saya tanyakan, bukan
not all your marvellous theories. semua teori Anda yang luar biasa.
   
23:39 I'm not being sarcastic. Saya tidak sedang menyindir.
GS: No, I realise that. GS: Tidak, saya menyadari hal itu
   
23:43 K: Why have I separated from my wife K: Mengapa saya berpisah dari istri
and she has broken with me? saya dan dia telah putus dengan saya?
   
23:51 That is the human problem. Itu adalah masalah manusia.
   
23:58 And you're talking about the two Dan Anda bicara tentang yang dua sa-
meeting together, making a whole. ling bertemu, membuat suatu keutuhan.
   
24:05 Do we ever meet together, Apakah kita pernah
perhaps sexually, I don't mean that. saling bertemu,
   
24:06   barangkali secara seksual,
  saya tidak bermaksud demikian
   
24:10 Do we ever meet together, Apakah kita pernah saling bertemu,
or is there always division? ataukah selalu ada pembagian?
   
24:21 We may tolerate each other. Kita mungkin saling mentolerir.
   
24:24 You follow? Anda ikuti? Kita bisa jadi
We may tolerate each other. saling mentolerir.
   
24:29 I consider that toleration Saya anggap bahwa toleransi adalah
is a form of indifference. suatu bentuk ketidakpedulian.
   
24:35 GS: I agree. GS: Saya setuju.
   
24:36 K: So, I'm asking, K: Jadi saya bertanya, saya
I have separated from my wife sudah berpisah dari istri saya,
   
24:46 and this separation brings all kinds dan perpisahan ini mendatangkan
of anxieties and loneliness. semua jenis kecemasan dan kesepian.
   
24:52 And you want me Dan Anda ingin saya
to repair that separation, memperbaiki pemisahan itu,
   
24:57 'repair' in the ordinary 'memperbaiki' dalam arti biasa
sense of that word. dari kata itu.
   
25:02 To bring two broken pieces together Untuk menyatukan dua patahan
with some glue or something dengan lem atau sesuatu,
   
25:09 and perhaps that glue is much dan mungkin lem itu jauh lebih kuat
stronger than the original thing. dari yang asli.
   
25:16 But I'm just asking. Tapi saya hanya bertanya.
The division has taken place. Pembagian telah terjadi.
   
25:23 And there has always Dan pembagian itu selalu ada.
been a division.  
   
25:28 Me, my wife. Saya, istri saya.
   
25:34 Me, and the heavens, Saya, dan surga,
you know, all the business. Anda tahu, semua urusan itu.
   
25:40 So, why? Jadi, karena apa?
   
25:43 Not we have ever united. Bukan kita pernah bersatu.
We were never united. Kita tidak pernah bersatu.
   
25:50 You are a scientist. Anda seorang ilmuwan. Jika saya
If I am your wife, I'm a cook. istri Anda, saya seorang juru masak.
   
25:55 I hope not. Saya harap tidak.
Please, forgive me. Tolong maafkan saya.
   
25:58 And what? Dan apa?
   
26:04 I bear your children, Saya melahirkan anak-anak Anda,
I cook, I look after them. saya memasak, saya menjaga mereka.
   
26:07 You go off to your laboratory, Anda pergi ke laboratorium,
have a thundering good time there. bersenang-senang di sana.
   
26:13 You come home... Anda pulang... dan cekcok.
and chamailler.  
   
26:20 That is, squabble. Artinya, pertengkaran.
   
26:24 That's our relationship, that's Itulah hubungan kita,
what is taking place in the world. itulah yang terjadi di dunia.
   
26:28 That's actuality. Itulah kenyataannya.
   
26:31 I'm asking Saya bertanya
what is the root of this, apakah akar dari ini,
   
26:37 constant separation, and constant pemisahan konstan, dan upaya
attempt to come together. terus-menerus untuk bersatu.
   
26:48 Asit Chandmal: Asit Chandmal:
Sir, could I ask a question? Tuan, bolehkah saya bertanya?
   
26:50 You've distinguished between Anda telah membedakan
two different types of time. antara dua jenis waktu.
   
26:54 You said there is a time, Anda bilang ada suatu waktu,
   
26:55 which Krishnaji talks about, yang dibicarakan oleh Krishnaji,
which is separation, conflict, yang adalah perpisahan, konflik,
   
26:59 and the other time which is unity, dan ada waktu lainnya,
  yaitu persatuan,
   
27:01 but it's not static, it's dynamic, tapi tidak bersifat statis,
there is movement. namun dinamis, ada gerak.
   
27:05 Would I be right in saying Apakah saya benar jika mengatakan,
that, in Krishnaji's terms, bahwa, dalam istilah Krishnaji,
   
27:10 movement is time only gerak adalah waktu hanya saat
when it's movement from, to? gerak itu adalah dari, ke?
   
27:15 If there is only movement, Jika hanya ada gerak,
there is no time. waktu tidak ada.
   
27:19 GS: I would agree with that. GS: Saya setuju dengan itu.
   
27:21 If we define time in that particular Jika kita mendefinisikan waktu
context, in which there is from, to, dalam konteks khusus itu,
   
27:25   di mana ada dari, ke
   
27:28 perception of the difference, rather persepsi dari perbedaan,
than perception of the motion, bukan persepsi gerak,
   
27:33 that time is a sectioning, bahwa waktu itu adalah pembagian,
it's a separation. itu adalah pemiisahan.
   
27:38 Krishnaji, I would like to agree Krishnaji, saya ingin menyetujui
with everything that you say, semua apa yang Anda katakan,
   
27:41 but I very rarely find tetapi saya sangat jarang menemukan
a chance to do it. kesempatan untuk melakukannya.
   
27:44 It's always a pleasure Adalah selalu menyenangkan untuk
to disagree with you. tidak setuju dengan Anda.
   
27:49 One point I would like Satu hal yang ingin saya
to make, respectfully, sampaikan, dengan hormat,
   
27:52 is that I don't think adalah, saya tidak berpikir bahwa
your caricature karikatur Anda,
   
27:55 of always being in fragmentation yakni selalu terfragmentasi atau
or it being a very rare thing, itu adalah hal yang sangat langka,
   
28:00 is really my experience. adalah benar-benar
  pengalaman saya.
   
28:03 The feeling of unity, the feeling Perasaan bersatu, perasaan...
   
28:06 of overwhelming fulfilment pemenuhan yang luar biasa dan
and motion without separation gerak tanpa pemisahan,
   
28:11 is not so rare. adalah kejadian yang
  tidak jarang.
   
28:13 If it was so rare, one would not Jika itu amat langka, orang tak akan
pray for it, wish for it, berdoa untuk itu, mengharapkannya,
   
28:18 one would not hanker for it. orang tidak akan
  mendambakannya.
   
28:22 My wife would be very unhappy Istri saya akan sangat tidak senang
with the caricature that you make. dengan karikatur yang Anda buat.
   
28:28 She did bear my children, Dia memang melahirkan
I hope. anak-anak saya, saya harap.
   
28:32 Even though I am now Meskipun sekarang secara fisik
physically away from her, saya jauh darinya,
   
28:35 she is 10,000 miles away. dia 10.000 mil jauhnya.
   
28:36 I really don't miss her, Saya benar-benar tidak merindukannya,
because I constantly think of her, karena saya terus memikirkannya,
   
28:44 and of the fact that we are one, dan fakta bahwa kita adalah satu,
even though we are so far apart. meski kita demikian berjauhan.
   
28:49 When we were physically close, Saat kita dekat secara fisik,
maybe we are not so close, mungkin kita tidak terlalu dekat,
   
28:52 because we may disagree karena kita mungkin tidak sepakat
about certain things. tentang hal-hal tertentu.
   
28:54 But there are many times when Tapi ada kalanya perbedaan
the difference between her and me, antara dia dan saya,
   
28:58 is less than the difference adalah kurang dari perbedaan
between me and me. antara saya dan saya.
   
29:04 To the extent that I am able to see Sejauh saya dapat melihat orang lain
another as an aspect of myself, sebagai suatu aspek diri saya,
   
29:08 or myself as an aspect atau diri saya sendiri sebagai
of another person, suatu aspek dari orang lain,
   
29:11 it seems to me that menurut saya
the differences are simply... perbedaannya hanyalah...
   
29:15 ...what shall I say? ...apa yang harus saya katakan? Se-
Simply a source of joy. derhananya, suatu sumber kegembiraan.
   
29:23 K: Hold on, sir. K: Tunggu, Tuan.
   
29:24 First of all, Pertama-tama, saya tidak
I'm not making caricature of life. membuat karikatur dari kehidupan.
   
29:31 I'm stating the fact that Saya menyatakan fakta bahwa kita
we two are separate, basically. berdua terpisah, pada dasarnya.
   
29:38 All this is imagining. Semua ini hanya imajinasi.
Actually, we are separate. Sebenarnya, kita terpisah.
   
29:43 GS: Are we separate? I always GS:Apakah kita terpisah? Saya selalu
talk differently from you but... berbicara berbeda dari Anda tetapi...
   
29:46 K: Wait, sir! At first I'll start, K: Tunggu,Tuan! Pada awalnya saya
if I may, from facts. akan mulai, jika boleh, dari fakta.
   
29:53 That is, I am married. Artinya, saya sudah menikah.
   
29:57 My wife has her own movements, Istri saya memiliki
her own desires, her own ambitions, gerakannya sendiri,
   
30:00   keinginannya sendiri,
  ambisinya sendiri,
   
30:03 and I have my own. dan saya mempunyai sendiri juga.
Right? Right? Benar? Benar?
   
30:07 There is the division. Di situlah pembagiannya.
   
30:12 Actually. She goes Secara aktual.
off to the office, Dia pergi ke kantor,
   
30:15 and I go off to my office. dan saya pergi ke kantor saya.
   
30:20 Q: Sir, the sound has gone. T: Tuan, suaranya sudah hilang.
   
30:23 K: She thinks differently from me. K: Dia berpikir secara berbeda
  dari saya.
   
30:27 She might like me. Dia mungkin menyukai saya.
She might love me. Dia mungkin mencintai saya.
   
30:30 But she's thinking differently, Tapi dia berpikir secara
  berbeda,
   
30:33 different attitude, opinions, sikap, pendapat, penilaian yang
judgments. So am I. berbeda. Begitu pula saya.
   
30:39 I'm tremendously ambitious. Saya sangat ambisius.
   
30:42 I want to be the Prime Minister Saya ingin menjadi Perdana Menteri
or whatever it is. atau apapun itu.
   
30:46 And she wants to be Dan dia ingin sukses dalam
a success in her life, right? hidupnya, benar?
   
30:49 There is a division, right away. Ada pembagian,
  langsung dari awal.
   
30:59 That's all I'm talking about. Itulah yang saya bicarakan.
   
31:01 GS: But this is not very different GS: Tapi ini tidak jauh berbeda...
   
31:03 from one person's dari keinginan seseorang
desire for oneself. untuk dirinya sendiri.
   
31:08 One time you want to be correct, Suatu saat Anda ingin menjadi benar,
and be content with everything, dan puas dengan segalanya,
   
31:13 another time you get ambitious, Kali lain Anda menjadi ambisius,
you want to be the Prime Minister. Anda ingin menjadi Perdana Menteri.
   
31:17 Then you say, no, Prime Minister Lalu Anda berkata, tidak, Perdana
is not good enough for me, Menteri tidak cukup baik untuk saya,
   
31:19 one must become the absolute, seseorang harus menjadi batin yang
greatest mind in the world. absolut dan terhebat di dunia.
   
31:24 Or the greatest cook in the world. Atau juru masak terhebat di dunia.
K: Carpenter, preferably. K: Tukan kayu, lebih disukai.
   
31:28 GS: There was a very famous GS: Ada seorang tukang kayu yang
carpenter who was very successful. sangat terkenal, yang sangat sukses.
   
31:33 K: Oh, no, no. K: Oh, tidak, tidak.
He was not very successful. Dia tidak terlalu sukses.
   
31:40 The Church made him successful. Gereja membuatnya sukses.
   
31:49 GS: But what I mean is that it's GS: Tapi yang saya maksud adalah ini
not only a matter of two people. bukanlah hanya masalah dua orang.
   
31:53 It is a matter of one person being Ini masalah satu orang menjadi
many. That is really the problem. banyak. Itulah masalahnya.
   
31:58 K: Same thing, sir. Whether you say K: Hal yang sama, Tuan.
many or one or ten thousand,  
   
32:00   Apakah Anda mengatakan banyak
  atau satu atau sepuluh ribu,
   
32:03 that is the problem. itulah masalahnya.
   
32:09 Q: Can I clarify questions, here, T: Dapatkah saya mengklarifikasi
please? I am confused. persoalannya di sini? Saya bingung.
   
32:13 Are we asking why we are separate, Apakah kita bertanya
  mengapa kita terpisah,
   
32:17 or are we asking atau apakah kita bertanya
whether we are separate. apakah kita terpisah.
   
32:22 K: We're asking both. K: Kita memoertanyakan keduanya.
We are separate. Kita terpisah.
   
32:25 Why are we separate Mengapa kita terpisah, apa yang
what causes the separation? menyebabkan perpisahan?
   
32:36 That's what Dr. Sudarshan said, Itulah yang dikatakan Dr. Sudarshan,
that's the first question, itu pertanyaan pertama,
   
32:39 why is there division, kenapa ada pembagian,
   
32:42 when there is a perception ketika ada persepsi dari
of a wholeness suatu keutuhan
   
32:47 in which one feels completely happy? dalam mana seseorang merasa
  bahagia secara lengkap?
   
32:53 Is that it? Itukah?
   
32:57 So, we're asking Jadi, kita bertanya,
   
32:59 what is the root of this separation, apa akar dari pemisahan ini,
and can that separation ever end? dan dapatkah pemisahan itu berakhir?
   
33:08 What is the causation of it? Apa penyebabnya?
   
33:10 If there's a cause, Jika ada penyebabnya,
there's an end to it. pasti ada pengakhirannya.
   
33:15 That's his question. Itulah pertanyaannya.
   
33:25 Sir, this has been a problem Tuan, ini telah menjadi masalah bagi
for most human beings, hasn't it? kebanyakan manusia, bukan?
   
33:30 GS: Yes. GS: Ya.
   
33:35 K: Why there is such squabble K: Mengapa ada
  pertengkaran seperti itu,
   
33:41 between nations, antar bangsa,
between people. Right? antar manusia. Benar?
   
33:46 Why is there this terrible, Mengapa ada pembagian yang
destructive division mengerikan dan merusak ini,
   
33:51 going on in the world and in me terjadi di dunia
and in my relationship with my wife?  
   
33:52   dan di dalam diri saya, dan dalam
  hubungan saya dengan istri saya?
   
34:07 That lady, Mrs. Radhaji, Ibu itu, Ny. Radhaji, dia
she's a Theosophist, I'm not. seorang Teosofis, saya bukan.
   
34:14 You're a Catholic, I'm not, Anda seorang Katolik,
  saya bukan,
   
34:17 I'm a Buddhist, or a Hindu, Saya seorang Budhis, atau Hindu,
or some idiotic group. atau kelompok idiot tertentu.
   
34:22 You're a scientist, so there it is! Anda seorang ilmuwan, itulah!
Right away, this terrible division. Langsung, pembagian mengerikan ini.
   
34:34 Then, can this division end? Lalu, bisakah pembagian ini
That's my question. berakhir? Itulah pertanyaan saya.
   
34:42 GS: I thought you were going GS: Saya pikir Anda akan
to give the answer. memberikan jawabannya.
   
34:44 K: Oh, yes, presently. K: Oh, ya, segera.
   
34:48 AC: Sir, there is division AC: Tuan, ada pembagian kalau Anda
if you're a Hindu or a Catholic, adalah Hindu atau Katolik,
   
34:52 but there is no division if you're namun tiada pembagian jika Anda seo-
a scientist and a carpenter. rang ilmuwan dan seorang tukang kayu.
   
34:56 K: Which means in doing excellent K:Artinya, dalam melakukan pekerjaan
work, there is no division. yang sangat baik tidak ada pembagian.
   
35:06 Excellency in anything expels Unggul dalam segala hal menghalau
division, doesn't think of division. pembagian, tidak memikirkan nya.
   
35:15 Right? Benar?
   
35:18 When he is working in his Saat dia bekerja di laboratoriumnya
laboratory at his highest capacity, dengan kapasitas tertingginya,
   
35:23 and you are working with your dan Anda bekerja dengan komputer
computers at the highest capacity, Anda pada kapasitas tertinggi,
   
35:27 you are working, you don't think Anda sedang bekerja, Anda tak berpi-
Dr. Sudarshan is different from you. kir Dr. Sudarshan berbeda dari Anda.
   
35:32 You are labouring. Anda sedang bekerja. Dalam
In labour, there is no division. bekerja, tidak ada pembagian.
   
35:37 But, he's a scientist. Tapi, dia seorang ilmuwan.
I'm a carpenter. Right? Saya seorang tukang kayu. Benar?
   
35:43 The world respects him, Dunia menghormati dia, mereka
they treat me with dirt, memperlakukan saya dengan kotoran,
   
35:47 throw me out when it suits them. melempar saya ke luar jika itu cocok
There is the division. bagi mereka. Di situ pembagiannya.
   
35:52 Not in labour, but in status. Bukan dalam pekerjaan,
  tapi dalam status.
   
35:57 When I'm functioning in excellence Saat saya berfungsi dalam keunggulan
and he's functioning in excellence, dan dia berfungsi dalam keunggulan,
   
36:05 there is no division. tidak ada pembagian.
   
36:07 But status divides us, Tapi status memisahkan kita,
   
36:14 which is the invention of thought, yang merupakan penemuan pikiran,
as power, position, sebagai kekuasaan, posisi,
   
36:18 money, reputation, free passage, uang, reputasi, jalan bebas lintas,
and everything he has, dan semua yang dia miliki,
   
36:22 and I, poor devil, I'm working dan saya, orang malang, saya
in a dirty little shop. bekerja di toko kecil yang kotor.
   
36:29 AC: If he's functioning AC: Jika dia berfungsi dengan
in excellence, sangat baik,
   
36:34 he is not divided, though others dia tidak terbelah, meskipun
may be divided from him. orang lain mungkin terpisah darinya.
   
36:38 K: That's just it! Others divide K: Itu dia! Orang lain memisahkan
themselves from me - from him. diri dari saya - dari dia.
   
36:43 AC: So, the question is, AC: Jadi, persoalannya adalah,
functioning in excellence. berfungsi dalam keunggulan.
   
36:48 What is excellence, what is Apakah keunggulan itu, apa
functioning in excellence? yang berfungsi dalam keunggulan?
   
36:55 K: He'll tell you. K: Dia akan memberitahu Anda.
That's very simple. Itu sangat sederhana.
   
37:01 AC: But then is that the question? AC: Tapi apakah itu
  pertanyaannya?
   
37:03 K: That's a very K: Itu pertanyaan yang
interesting question. sangat menarik.
   
37:06 Let's finish that. Right, sir? Mari kita selesaikan itu.
  Benar, Tuan?
   
37:09 GS: I agree with it. GS: Saya setuju dengan itu.
   
37:11 K: When you say, 'function in K:Ketika Anda mengatakan, 'berfungsi
excellence', what does that mean? dalam keunggulan', apa artinya itu?
   
37:20 GS: That's a very GS: Itu pertanyaan yang
difficult question. sangat sulit.
   
37:23 But you know it by the fruit. Tapi Anda tahu itu dari buahnya.
   
37:25 If you don't think about whether Jika Anda tidak memikirkan apakah
you're functioning in excellence, Anda berfungsi dalam keunggulan,
   
37:28 when you have no comparison, ketika Anda tidak memiliki
  perbandingan,
   
37:30 then you're functioning maka Anda berfungsi
in excellence. dalam keunggulan.
   
37:33 But I could rephrase Tapi saya bisa mengubah pertanyaan
my question to say, saya dengan mengatakan,
   
37:38 how come that I'm not always kenapa saya tidak selalu
functioning in excellence? berfungsi dalam keunggulan?
   
37:42 How come we are not all Kenapa kita semuanya tidak
functioning in excellence? berfungsi dalam keunggulan?
   
37:45 If the highest is the best, why are Jika yang tertinggi adalah
we choosing the next one down? yang terbaik,
   
37:48   mengapa kita memilih yang
  lebih rendah?
   
37:56 K: I'm putting an oar into this, K: Saya menyela ke dalam ini,
I may be altogether wrong saya mungkin sama sekali salah,
   
38:01 if you're functioning excellently jika Anda berfungsi dengan unggul
in the field of knowledge, dalam bidang pengetahuan,
   
38:09 which you are, yang adalah Anda,
   
38:11 is that excellence? apakah itu keunggulan?
   
38:19 Hai capito, signore? Apakah Anda paham, Tuan?
   
38:24 GS: A little bit. GS: Sedikit.
   
38:26 K: If I'm functioning K: Jika saya berfungsi dalam
in the field of knowledge, bidang ilmu,
   
38:32 which I always am, yang selalu saya lakukan,
   
38:35 is that excellence? apakah itu keunggulan?
   
38:39 That is always limited. Itu selalu terbatas.
   
38:47 Let me finish - Biarkan saya selesaikan -
   
38:50 GS: I think I'm beginning GS: Saya pikir saya mulai
to get the drift of the question. memahami pertanyaannya.
   
38:53 It's always tricky. I have Itu selalu rumit. Saya harus mendeng-
to listen to you, so carefully. arkan Anda, dengan sangat hati-hati.
   
38:57 If you are in excellence, Jika Anda unggul,
in the field of knowledge, dalam bidang pengetahuan,
   
39:00 are you in excellence? apakah Anda dalam keunggulan?
   
39:02 K: You are not excellent. K: Anda tidak luar biasa.
GS: No. I agree. GS: Tidak. Saya setuju.
   
39:06 K: You agree? Anda setuju?
GS: I agree. I agree. GS: Saya setuju. Saya setuju.
   
39:11 K: Come? K: Ayo? Anda tidak bisa, Tuan.
You couldn't, sir.  
   
39:17 GS: If you say so. GS: Jika Anda berkata begitu.
K: Not if I say so. K: Tidak jika saya berkata begitu.
   
39:27 K: No, no, no, no. K: Tidak, tidak, tidak, tidak.
   
39:29 As long as you are functioning Selama Anda berfungsi
- not you - - bukan Anda -
   
39:33 as long as I am functioning selama saya berfungsi dalam
within the field of knowledge, bidang pengetahuan,
   
39:37 however extensive, however wide, betapapun luasnya,
however deep - knowledge, betapapun mendalamnya,
   
39:42 in that function, based on dalam fungsi itu, beralaskan
knowledge, there is no excellence. pengetahuan, tidak ada keunggulan.
   
39:49 Because excel - the very word - Karena unggul - kata itu sendiri -
is to reach the very highest. adalah mencapai yang tertinggi.
   
40:01 K: I haven't finished, sir. K:Saya belum selesai, Tuan. Boleh sa-
May I finish what I am saying? ya selesaikan apa yang saya katakan?
   
40:05 Forgive me, if you don't mind? Maafkan saya,
  jika Anda tidak keberatan?
   
40:11 I want to make this point Saya ingin membuat ini dengan sangat
very clear, to myself, too. jelas, untuk saya sendiri juga.
   
40:15 I've made a statement, Saya sudah membuat pernyataan,
I must examine it. saya harus memeriksanya.
   
40:21 Knowledge is always limited. Pengetahuan selalu terbatas.
   
40:25 There is no complete knowledge Tidak ada pengetahuan lengkap
about anything. tentang apa pun.
   
40:29 Right? Of course. Baik? Tentu saja. Tidak tidak.
No, no. Don't quibble. Jangan berdalih.
   
40:34 GS: Not quibble, GS: Tidak berdalih,
but only just to make clear. tapi hanya untuk memperjelas.
   
40:38 I'd like to ask Professor Ravindra Saya ingin meminta Profesor Ravindra
to come to my aid. untuk membantu saya.
   
40:41 When I talk about Ketika saya berbicara tentang
functioning in excellence berfungsi dalam keunggulan...
   
40:46 in the field of knowledge, dalam bidang ilmu,
   
40:48 the emphasis is on the word penekanannya adalah pada kata
'functioning' in excellence 'berfungsi' dalam keunggulan,
   
40:52 not 'knowledge', bukan 'pengetahuan',
   
40:53 because I have the impression that karena saya mendapat kesan bahwa Anda
you'd like us to examine knowledge ingin kami memeriksa pengetahuan...
   
41:00 as knowledge of something, sebagai pengetahuan tentang
rather than in being. sesuatu, daripada keberadaan.
   
41:04 K: No, wait a minute. K: Tidak, tunggu sebentar.
   
41:06 GS: I make my living by thinking GS: Saya mencari nafkah
  dengan berpikir...
   
41:10 and creating ideas dan menciptakan ide dan
and putting them together. menggabungkannya.
   
41:13 I'm fortunate to be paid Saya beruntung dibayar untuk
for something that I like. sesuatu yang saya sukai.
   
41:17 K: That's a different matter. K: Itu masalah yang berbeda.
   
41:19 GS: But in that particular GS: Tapi dalam pola fungsi
mode of functioning, tertentu itu,
   
41:21 if I'm sitting with my pad of paper, jika saya duduk dengan
  buku catatan saya,
   
41:24 scribbling something, or listening menulis sesuatu, atau mendengarkan
to somebody, or struggling... seseorang, atau berjuang...
   
41:28 like Jacob fighting with the angel, seperti Yakub berkelahi dengan
then saying, malaikat, lalu berkata,
   
41:31 'Until you bless me, 'Sampai Anda memberkati saya, saya
I won't let you go', tidak akan membiarkan Anda pergi',
   
41:33 you struggle with the thing Anda bergumul dengan hal itu
and then something happens. dan kemudian sesuatu terjadi.
   
41:37 That's what I mean by functioning Itulah yang saya maksud
in excellence, in knowledge. dengan berfungsi...
   
41:39   dalam keunggulan, dalam
  pengetahuan.
   
41:43 I'm not sure Saya tidak yakin apakah saya
whether I have communicated, telah menyampaikan,
   
41:47 but I don't want to be tapi saya tidak ingin salah paham
misunderstanding your words. dengan kata-kata Anda.
   
41:51 When I say functioning in knowledge, Ketika saya mengatakan berfungsi
it's not acquiring knowledge... dalam pengetahuan,
   
41:53   itu bukan mendapatkan
  pengetahuan...
   
41:56 K: You're a scientist. K: Anda seorang ilmuwan.
   
41:59 Scientific knowledge has been Pengetahuan ilmiah telah
accumulated for 200 years. terkumpul selama 200 tahun.
   
42:08 GS: That's only one aspect of it. GS: Itu hanya salah satu aspeknya.
K: Wait. Good enough. K: Tunggu. Cukup baik.
   
42:11 I can invent others. Saya bisa menemukan lainnya.
   
42:14 There are several aspects Ada beberapa aspek dari ilmu,
of science,  
   
42:19 but science means to know, tapi sains berarti mengetahui,
knowledge. Right? pengetahuan. Benar?
   
42:25 Accept the word. Terima kata itu.
Just let me flow a bit. Biarkan saya mengalir sedikit.
   
42:34 You're a scientist. Anda seorang ilmuwan.
   
42:35 You have studied science, Anda telah mempelajari sains,
   
42:37 experimented, bereksperimen, Anda memiliki
you have hypothetical theories, teori-teori hipotetis,
   
42:42 then you've attempted, lalu Anda sudah mencoba,
   
42:43 learn to see the falseness belajar untuk melihat kepalsuan
and the truth of it. dan kebenarannya.
   
42:46 You're always moving Anda selalu bergerak
in that direction, ke arah itu,
   
42:49 accumulating, discarding, but the menghimpun, membuang, tetapi
process of accumulation is going on, proses akumulasi sedang berlangsung,
   
42:55 which is called knowledge. yang disebut pengetahuan.
   
42:58 I'm saying when you are functioning Saya katakan, saat Anda berfungsi
within that field of knowledge dalam bidang pengetahuan itu,
   
43:04 which has been acquired yang telah diperoleh selama
over 200 years, 200 tahun,
   
43:08 I say that is not excellence. saya katakan itu bukan
  keunggulan.
   
43:12 Excellence is something Keunggulan adalah sesuatu
beyond knowledge. yang melampaui pengetahuan.
   
43:20 Right? Benar?
GS: I hear you. GS: Saya mendengar Anda.
   
43:23 Q: May I ask, sir? T:Bolehkah saya bertanya, Tuan?
   
43:25 When you talk about excellence Saat Anda berbicara
  tentang keunggulan,
   
43:27 being something beyond sesuatu keberadaan di luar
all the experimentation, semua eksperimen,
   
43:32 are you talking about intuition? apakah Anda berbicara
  tentang intuisi?
   
43:37 K: Ah, no! No, no. K: Ah, tidak! Tidak tidak.
   
43:39 I'm a little frightened Saya sedikit takut dengan
of that word. Sorry! kata itu. Maaf!
   
43:42 I don't accept that word. Saya tidak menerima kata itu.
   
43:46 Q: But when you've got it all, T: Tapi jika Anda sudah
  mendapatkan semuanya,
   
43:52 the something extra... sesuatu yang ekstra...
K: No, no. K: Tidak, tidak.
   
43:56 My question is, Pertanyaan saya adalah,
   
44:00 my brain is functioning otak saya berfungsi
within knowledge, dalam pengetahuan,
   
44:04 always in the field of the known. selalu dalam bidang yang
Right? diketahui. Benar?
   
44:11 The known is always limited. Yang diketahui selalu terbatas.
   
44:15 You can add, you can expand, Anda dapat menambahkan, Anda dapat
you can... Uh? memperluas, Anda dapat... Uh?
   
44:19 The known is always limited. Yang diketahui selalu terbatas.
So my thought is also limited. Jadi pikiran saya juga terbatas.
   
44:29 Right? Benar?
   
44:32 And as long Dan selama saya
as I'm functioning there, berfungsi di sana,
   
44:34 at different levels, different pada level berbeda, dimensi
dimensions, different depth, berbeda, kedalaman berbeda,
   
44:41 it is still in that field. itu masih dalam bidang itu.
   
44:48 AC: You're distinguishing between AC: Anda membedakan antara
excellence in something keunggulan dalam sesuatu...
   
44:51 and excellence. dan keunggulan.
K: Yes, that's all. K: Ya itu saja.
   
44:54 AC: As long as it's excellence in AC: Selama itu keunggulan dalam
something, it's obviously limited. sesuatu, itu jelas terbatas.
   
45:00 PJ: May I say one thing more? PJ: Bolehkah saya
  mengatakan satu hal lagi?
   
45:04 The scientist, working Ilmuwan, bekerja dengan sangat
in excellence in a situation, baik dalam suatu situasi,
   
45:11 the division between pembagian antara keunggulan
the excellence in that working, dalam pekerjaan itu,
   
45:17 and the excellence dan keunggulan dari keadaan yang
of an undivided state within, tidak terbagi di dalam,
   
45:23 are they together at that moment? apakah mereka bersama
  pada saat itu?
   
45:29 Basically, it is that. Pada dasarnya, memang begitu.
   
45:32 There may be tremendous excellence Mungkin ada keunggulan luar
in the working without, biasa dalam bekerja di luar,
   
45:37 but the within and without namun yang di dalam dan yang di luar
must be one process of excellence. harus menjadi satu proses keunggulan.
   
45:49 That is the real problem in life, Itulah masalah nyata
  dalam hidup,
   
45:51 not the working of excellence bukan bekerja dengan keunggulan
outside, or skill outside, di luar, atau keterampilan di luar,
   
45:56 but that inner processes are rarely tetapi proses batin itu jarang ada
held in that quality of excellence. dalam kualitas keunggulan itu.
   
46:07 K: Would you consider, K: Apakah Anda akan pertimbangkan,
if I may ask, Dr, jika saya boleh bertanya, Dr,
   
46:13 would you consider akankah Anda pertimbangkan, pikiran
thought can ever be excellent? dapat pernah menjadi sempurna?
   
46:32 Go slowly. Pelahan-pelahan saja.
   
46:33 GS: I know, I am supposed GS: Saya tahu, saya seharusnya
to answer, 'No'! menjawab, 'Tidak'!
   
46:36 K: No! K: Tidak!
   
46:41 That's being clever. Itu jawaban pintar.
   
46:42 GS: I'm very serious, Krishnaji, GS: Saya sangat serius, Krishnaji,
   
46:45 even though I appear to be meskipun saya tampak sedikit ceria,
a little playful, I'm very serious. saya sangat serius.
   
46:49 K: So, am I. K: Saya juga demikian.
I like to laugh. Saya suka tertawa.
   
46:52 GS: Any time you can think GS: Kapan pun Anda merasa unggul,
that you are excellent,  
   
46:56 any time you think kapan pun Anda memikirkan
about anything, tentang apa pun,
   
46:59 any time you can identify kapan pun Anda dapat meng-
a de-limited functioning, identifikasi fungsi yang terbatasi,
   
47:05 which we call thought, yang kita sebut pikiran,
   
47:07 which has risen yang telah timbul dan
and is seen as separate, terlihat sebagai terpisah,
   
47:10 clearly you are not in excellence jelas Anda tidak dalam keunggulan
or not in unity. atau tidak dalam kesatuan.
   
47:15 But I find it difficult to - Tetapi saya merasa sulit untuk -
How shall I say this? Bagaimana saya harus mengatakan ini?
   
47:22 When I function at the... Saat saya berfungsi di ...
K: Sir, be simple with me. K:Tuan, sederhana saja dengan saya.
   
47:26 GS: All right. I have been GS: Baiklah.
happy with nothing. Saya senang dengan tanpa apa-apa.
   
47:30 I have been happy because Saya senang karena saya
I have discovered something, telah menemukan sesuatu,
   
47:33 or because I performed a ritual, atau karena saya melakukan
or somebody was very good to me, suatu ritual,
   
47:36   atau seseorang sangat baik
  kepada saya,
   
47:38 or because I said something atau karena saya mengatakan sesuatu
which I didn't know before. yang tidak saya ketahui sebelumnya.
   
47:45 K: Is happiness... K: Apakah kebahagiaan...apakah
has happiness a cause? kebahagiaan mempunyai suatu penyebab?
   
47:51 GS: No. That's what I want to say. GS:Tidak. Itu yang mau saya katakan.
That's what you want to say, also? Itu juga yang ingin Anda katakan?
   
47:56 K: No. You are caught. K: Tidak. Anda terperangkap.
You are caught! Anda terperangkap!
   
47:59 You are caught. Anda terperangkap.
You are trapped. Anda terjebak.
   
48:04 GS: All right, I don't mind. GS: Baiklah,
  saya tidak keberatan.
   
48:08 K: Because - sir, K: Karena -Tuan,
we're not fighting, please. kita tidak sedang berkelahi.
   
48:16 Thought can never be complete. Pikiran tidak pernah
  bisa lengkap.
   
48:22 Thought is always limited, Pikiran selalu terbatas,
as knowledge is always limited. karena pengetahuan selalu terbatas.
   
48:29 Thought is the response Pikiran adalah respons
of knowledge. dari pengetahuan.
   
48:32 I don't have to go into it. Saya tidak perlu membahasnya.
   
48:35 And as long as I'm functioning Dan selama saya berfungsi dengan
with thought, which is knowledge, pikiran, yaitu pengetahuan,
   
48:41 it's not excellence, itu bukan keunggulan,
it's always limited. itu selalu terbatas.
   
48:49 That's the scientific problem, Itulah masalah ilmiah,
your problem. masalah Anda.
   
48:54 You are discovering, discovering, Anda menemukan, menemukan,
discovering. Right? menemukan. Benar?
   
49:00 And what, at the end of it? Dan apa, pada ujung akhirnya?
   
49:02 Not as knowledge, Bukan sebagai pengetahuan, tapi
but in human relationship. dalam hubungan antar-manusia.
   
49:12 I don't want to complicate it - Saya tidak ingin memperumitnya -
Is thought and desire, love? Apakah pikiran dan keinginan, cinta?
   
49:24 I love my wife - Saya cinta istri saya -
   
49:28 the thought, the picture of it, pikirannya, gambarannya,
the imagination, imajinasinya,
   
49:31 the structure I have built struktur yang telah saya bangun
about her, over 20 years. tentang dia, selama 20 tahun.
   
49:39 Right? Benar?
That is what is separating. Itulah yang memisahkan.
   
49:47 Which is time. Yang adalah waktu.
   
49:55 If you ask me, or if I ask you, Jika Anda bertanya kepada saya,
  atau jika saya bertanya kepada Anda,
   
49:58 is it possible not to create apakah mungkin tidak membuat
an image about my wife? suatu imaji tentang istri saya?
   
50:05 Not gather, retain, hold, Tidak mengumpulkan, menyimpan,
whatever insults, all that, menahan, hinaan apapun, semua itu,
   
50:16 so that I have no image sehingga saya tidak memiliki
about her, and she has no image. imaji tentang dia,
   
50:19   dan dia tidak memiliki imaji.
   
50:21 Then, there is no division. Lalu, pembagian tidak ada.
   
50:26 You answer me that question. Anda jawab saya pertanyaan itu.
   
50:29 Is it possible in our relationship? Apakah itu mungkin dalam
  hubungan kita?
   
50:33 GS: It happens. GS: Itu terjadi.
   
50:37 I do not know Saya tidak tahu bagaimana
how to bring it about. mewujudkannya.
   
50:40 K: That's a different matter. K: Itu masalah yang berbeda.
   
50:42 I don't want it to happen, Saya tidak ingin itu terjadi,
occasionally. sesekali.
   
50:45 GS: No, but it happens often. GS: Tidak, tapi itu sering terjadi.
K: No, no! It can't. K: Tidak, tidak! Tidak bisa.
   
50:48 If it happens often, Jika sering terjadi,
it has a continuity. itu memiliki kontinuitas.
   
50:56 Right? Benar?
   
50:59 The happening is a remembrance. Yang terjadi adalah ingatan.
   
51:06 GS: Nothing like the real thing. GS: Tidak seperti yang asli.
K: Yes, sir! K: Ya,Tuan!
   
51:19 Radhikaji, come and sit here. Radhikaji, datang dan duduklah
Be comfortable. di sini. Silahkan agar nyaman.
   
51:24 And talk. Come on. Dan bicara. Ayolah.
   
51:26 AP: That still leaves the problem of AP: Itu masih menyisakan masalah
fragmentation with which we started. fragmentasi dengan apa kita mulai.
   
51:30 Why is it that we find Mengapa kita menemukan diri kita
ourselves fragmented, terfragmentasi,
   
51:36 and is it possible for us dan apakah mungkin bagi kita...
to end this self-created division?  
   
51:41   untuk mengakhiri pembagian yang
  kita ciptakan sendiri ini?
   
51:47 GS: Achyutji, Krishnaji has shifted GS: Achyutji, Krishnaji telah
a gear on the thing mengubah haluannya...
   
51:51 by pointing out dengan menunjukkan,
   
51:53 that if thought ceases, bahwa jika pikiran berhenti,
if the images, the memories, jika imaji-imaji, memori,
   
52:01 the whole sequence seluruh urutan proses
of mental processes cease mental berhenti,
   
52:06 then there is no division. maka pembagian tiada.
   
52:08 We could re-formulate Kami dapat merumuskan kembali per-
the question by saying, tanyaan tersebut dengan mengatakan,
   
52:11 how come we have thoughts? kenapa kita mempunyai pikiran?
K: Aha. That's right. K: Aha. Betul sekali.
   
52:17 Go on, discuss it, sir. Teruskan, diskusikan itu, Tuan.
   
52:20 Ravi Ravindra: May I ask a question? Ravi Ravindra: Bolehkah saya
K: Not me, sir. I'm not a chairman. mengajukan pertanyaan?
   
52:22   K: Bukan saya, Tuan.
  Saya bukan ketua.
   
52:31 RR: Are we right now, engaged RR: Apakah kita saat ini, terlibat
in anything other than thought? dalam hal lain selain pikiran?
   
52:51 PJ: When I was listening to what PJ: Ketika saya mendengarkan apa
the Dr. and Krishnaji were saying, yang dikatakan Dr. dan Krishnaji,
   
52:59 listening was taking place. mendengar sedang berlangsung.
There was no thought. Tidak ada pikiran.
   
53:05 Why should you take thought Mengapa Anda harus menganggap pikiran
as a pre-requisite to comprehension? sebagai prasyarat untuk pemahaman?
   
53:11 I was listening to them. Saya mendengar mereka.
I comprehended. Saya memahami.
   
53:16 But there was no thought. Tapi tidak ada pikiran.
   
53:20 RR: Either we have difficulty RR: Entah kita mengalami kesulitan
about words here... tentang kata-kata di sini...
   
53:26 For example, unless there is Misalnya, kecuali ada...
   
53:28 some sort of a structure semacam struktur pada
to the sentences, kalimat-kalimat,
   
53:32 unless there is a logic to this, kecuali ada logika untuk ini,
unless I know the language, kecuali saya tahu bahasanya,
   
53:37 I don't know saya tidak tahu apa yang
what the hell's going on. sedang terjadi.
   
53:39 PJ: I know the language. PJ: Saya tahu bahasanya.
RR: But all that is thought. RR: Tapi semua itu adalah pikirkan.
   
53:44 PJ: Thought is the formation PJ: Pikiran adalah formasi dari
of verbal formations within me. formasi verbal di dalam diri saya.
   
53:54 Does that listening lead Apakah mendengarkan itu mengarah
to verbal formations within me? pada formasi verbal dalam diri saya?
   
54:03 Radha Burnier: But in an inquiry, Radha Burnier: Tapi dalam suatu
there can be thought. penyelidikan, pikiran bisa ada.
   
54:09 PJ: But when one is listening PJ: Tapi ketika seseorang
to two people having a dialogue, mendengarkan dua orang berdialog,
   
54:17 then the listening need not maka mendengarkan tidak perlu
create thought within me. menciptakan pikiran dalam diri saya.
   
54:21 RB: No. Listening need RB: Tidak. Mendengarkan tidak perlu
not create thought. menciptakan pikiran.
   
54:24 When Dr. Ravindra spoke, perhaps Ketika Dr. Ravindra bicara, mungkin
was he referring only to listening? yang dia maksud hanya mendengarkan?
   
54:30 PJ: No, he said, PJ: Tidak, dia berkata,
are we not all...? bukankah kita semua...?
   
54:34 K: So many Drs here, my God! K: Begitu banyak Dokter-Dokter
  di sini, ya Tuhan!
   
54:36 GS: Mostly doctors, GS: Sebagian besar dokter,
very few patients. sangat sedikit pasien.
   
54:39 RR: That's part of the problem, RR: Itu sebagian dari masalahnya,
too many doctors! terlalu banyak dokter!
   
54:45 K: Sorry. This is a side joke. K: Maaf. Ini lelucon sampingan.
   
54:49 I said there were so many Drs here, Saya bilang begitu banyak
he said very few patients. Dokter di sini,
   
54:52   dia bilang pasien sangat sedikit.
   
54:56 RR: I was trying to place myself RR: Saya mencoba menempatkan
in the role of the patient! diri saya dalam peran sebagai pasien!
   
55:05 I have no difficulty in accepting Saya tidak kesulitan menerima
that I'm fragmented, bahwa saya terfragmentasi,
   
55:08 not accepting merely tidak menerima hanya sekadar
as a chess move, sebagai langkah catur,
   
55:12 but, at least sometimes, tapi, setidaknya terkadang, saya cu-
I'm quite clear that I'm fragmented. kup jelas bahwa saya terfragmentasi.
   
55:20 K: Sir, what we have discussed, K: Tuan, apa yang sudah kita
up to now, bahas sampai sekarang,
   
55:29 Dr. Sudarshan and I have said to his Dr. Sudarshan dan saya
various questions and responses, telah berbicara...
   
55:32   atas berbagai pertanyaan dan
  tanggapannya,
   
55:36 that thought is bahwa pikiran adalah
a factor of division, faktor pembagian,
   
55:41 in my relationship dalam hubungan saya dengan
with my wife. istri saya.
   
55:45 I like to begin very near. Saya suka memulai dari
  dekat sekali.
   
55:49 To go very far, Untuk melangkah sangat jauh,
I must begin very near. saya harus mulai sangat dekat.
   
55:52 Very near is my wife, my world, Sangat dekat adalah istri saya,
the little world I live in. dunia saya,
   
55:55   dunia kecil tempat saya tinggal.
   
55:59 And that little world is broken up, Dan dunia kecil itu
  tercerai berai,
   
56:03 as me, my wife, me and my children, sebagai saya, istri saya,
me and my nation, me and God,  
   
56:05   saya dan anak-anak saya, saya
  dan bangsa saya, saya dan Tuhan,
   
56:10 me and you know all that, saya dan Anda tahu semua itu,
puja and all the rest of it. puja (sembah) dan seterusnya.
   
56:14 And that division is caused by time, Dan pembagian itu disebabkan
  oleh waktu,
   
56:21 time being a movement, waktu adalah suatu gerak,
as well as thought is a movement. begitu juga pikiran adalah gerak.
   
56:26 We've gone so far. Kita sudah melangkah sejauh ini.
   
56:29 The division exists Pembagian ada selama
as long as I have an image, saya memiliki imaji,
   
56:34 as I'm building up images selagi saya membangun citra sepanjang
all the time between me and my wife, waktu antara saya dan istri saya,
   
56:39 between me and you, antara saya dan Anda, saya dan orang
me and the German, and so on. Right? Jerman, dan seterusnya. Benar?
   
56:47 We have reached that point, Kita telah mencapai titik itu,
to which we both agree. yang kita berdua setujui.
   
56:52 GS: I wanted to add as an aside... GS: Saya ingin menambahkan
  sebagai tambahan...
   
57:00 In traditional, classical Dalam gagasan klasik tradisional
notions of rasas, tentang rasas (Hindu, estetika),
   
57:03 shringaara is not only shringaara (salah satu dari 9 rasas)
when two people are together. tidak hanya ketika dua orang bersama.
   
57:06 There is vipralabdha shringaara, Ada vipralabdha shringaara,
that is when people are apart. yaitu saat orang terpisah.
   
57:12 It is very important to appreciate Sangat penting untuk menghargai
the togetherness to be far apart. kebersamaan saat berjauhan.
   
57:17 I'm sure you are allergic to Saya yakin anda alergi dengan
discussions of advaita and so on... pembahasan advaita dan sebagainya...
   
57:21 K: Not allergic. K: Tidak alergi.
   
57:25 Don't quote at me, that's all. Jangan mengutip saya, itu saja.
   
57:28 GS: All right, I won't quote. GS: Baiklah,
  saya tidak akan mengutip.
   
57:31 Even when you are with the beloved, Bahkan saat Anda bersama
  terkasih,
   
57:33 the most enjoyable, momen yang paling
delicious moments, menyenangkan dan nyaman,
   
57:37 are not when you are tiada hadir,
absolutely together saat Anda mutlak bersama,
   
57:39 but when you are holding tapi saat Anda memegangi
her face just in front of you. wajahnya tepat di depan Anda.
   
57:42 So, it is necessary Jadi, perlu ada sedikit
to have a slight difference. perbedaan.
   
57:45 K: That's all K: Semua itu adalah
the process of thought. proses pikiran.
   
57:49 GS: Krishnaji, I have a wife. GS: Krishnaji, saya punya istri.
K: I haven't. K: Saya tidak.
   
57:52 GS: What I'm saying is, GS: Yang saya katakan adalah,
I do know what I'm talking about. saya tahu apa yang saya bicarakan.
   
57:55 K: I'm sure. K: Saya yakin.
   
57:57 GS: It's not a thought, GS: Ini bukan pikiran,
it is experience. ini pengalaman.
   
58:05 K: You're a doctor, scientist. K: Anda seorang dokter,
  ilmuwan.
   
58:12 What is experience Apa pengalaman tanpa
without the experiencer? si pengalam?
   
58:19 There is no experience Tidak ada pengalaman
without the experiencer. tanpa si pengalam.
   
58:23 GS: I'm in trouble again. Please, GS: Saya dalam masalah lagi.
say something, get me out of this.  
   
58:24   Tolong, katakan sesuatu,
  keluarkan saya dari masalah ini
   
58:27 RR: May I also take a step RR:Bolehkah saya juga mengambil lang-
a little further back? kah sedikit lebih jauh ke belakang?
   
58:34 And maybe confess to you Dan mungkin mengaku pada
a heretical thought, Anda suatu pemikiran sesat,
   
58:39 that I'm not that troubled bahwa saya tidak terlalu terganggu
by what you call 'division', dengan apa yang Anda sebut 'divisi',
   
58:44 maybe there is differentiation. mungkin ada diferensiasi.
   
58:46 K: But that was the origin K: Tapi itulah asal mula
of our discussion, where we began, diskusi kita, di mana kita memulai,
   
58:50 why is there this division mengapa ada pembagian
between the Catholic and Protestant, antara Katolik dan Protestan,
   
58:55 Buddhist and Muslim, Budhis dan Muslim,
Hindu and so on, so on? Hindu dan sebagainya?
   
58:59 RR: But, sir, you always think, RR: Tapi Tuan, Anda selalu berpikir,
whenever I hear you, setiap kali saya mendengar Anda,
   
59:04 you always go to the Catholics, Anda selalu pergi ke Katolik,
Protestants and Hindus. Protestan dan Hindu.
   
59:10 There can be differentiation. Bisa ada diferensiasi.
Things are different... Hal-hal berbeda...
   
59:14 K: We're all different. K: Kita semua berbeda.
We're all different. Difference. Kita semua berbeda. Perbedaan.
   
59:20 And he says that difference, Dan dia mengatakan,
  perbedaan itu,
   
59:23 in that difference dalam perbedaan itu
there is no unity. tidak ada kesatuan.
   
59:31 When you have Saat Anda merasa suatu
a feeling of wholeness, rasa keutuhan,
   
59:35 there is a certain quality of joy, ada suatu kualitas tertentu dari rasa
all the rest of it. kegembiraan, serta semua lainnya.
   
59:41 And as long as differences exist Dan selama ada perbedaan, gunakan
use whatever word you like, kata apa pun yang Anda suka,
   
59:49 different colours and so on, warna-warna berbeda
  dan sebagainya,
   
59:51 there must be - all the rest of it. harus ada - dan seterusnya.
   
59:55 That's what we started with. Itulah awal dari kita memulai.
   
1:00:00 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:00:01 RR: I'm sorry RR: Saya menyesal bahwa dia
that he agreed to this. menyetujui ini.
   
1:00:03 GS: Actually, I did not. GS: Sebenarnya saya tidak.
He is slightly misquoting me. Dia sedikit salah mengutip saya.
   
1:00:07 K: I'm not quoting. K: Saya tidak mengutip.
It's what I understood. Itu yang saya pahami.
   
1:00:12 GS: Okay, misrepresenting. GS: Oke, salah menyajikan.
K: Ah, no! K: Ah, tidak!
   
1:00:17 GS: Stating, contrary to facts. GS: Menyatakan,
  bertentangan dengan fakta.
   
1:00:22 The point we started the discussion Inti diskusi kami,
with, just before you came, sebelum Anda datang,
   
1:00:27 was an observation that it appears adalah pengamatan, bahwa dalam
that in separation, not differences, keterpisahan, bukan dalam perbedaan,
   
1:00:34 in separation is unhappiness, dalam keterpisahan adalah
and in togetherness is happiness. ketidakbahagiaan,
   
1:00:37   dan dalam kebersamaan
  adalah kebahagiaan.
   
1:00:39 K: That's all I'm saying. K: Hanya itu saja yang
  saya katakan.
   
1:00:41 GS: He made a distinction between GS: Dia membedakan
'difference' versus 'separation'. 'perbedaan' dengan 'keterpisahan'.
   
1:00:46 Differentiation he did not Diferensiasi tidak dia anggap
consider to be a bad thing, sebagai hal yang buruk,
   
1:00:48 and I tend to agree. dan saya cenderung setuju.
   
1:00:52 Q: You also used T: Anda juga menggunakan
the word 'fragmentation'. kata 'fragmentasi'.
   
1:00:59 AP: Ravindra, he used AP: Ravindra, dia menggunakan
the word 'fragmentation', kata 'fragmentasi',
   
1:01:04 that's a very important word itu adalah kata yang sangat
in delimiting the discussion, penting dalam membatasi diskusi,
   
1:01:09 that why is there fragmentation? itulah mengapa ada fragmentasi?
   
1:01:13 This was the question. Inilah persoalannya.
   
1:01:14 Then Krishnaji said, Kemudian Krishnaji berkata,
'Can it be traced to thought?' 'Bisakah itu dilacak ke pikiran?'
   
1:01:21 That is where we are. And we have Disitulah kita berada. Dan kita belum
not come to any conclusion. sampai pada kesimpulan apa pun.
   
1:01:25 We are examining Kita sedang menyelidiki...
   
1:01:27 whether fragmentation apakah fragmentasi dapat
can be traced to thought alone ditelusuri ke pikiran saja,
   
1:01:34 or are there any other causes. atau apakah ada
  penyebab-penyebab lain.
   
1:01:39 Because he also said, that which Karena dia juga berkata, apa yang
has a cause must have an end. memiliki sebab pasti ada akhirnya.
   
1:01:43 If we have said that thought Jika kita telah mengatakan bahwa
is the cause of fragmentation, pikiran adalah penyebab fragmentasi,
   
1:01:47 we have come to the end of it. kita telah sampai pada akhirnya.
   
1:01:49 But we haven't, Tapi kita belum melakukannya,
we're still examining kita masih sedang menyelidikinya...
   
1:01:52 whether there are causes of apakah ada penyebab-
fragmentation, other than thought. penyebab fragmentasi, selain pikiran.
   
1:01:57 K: Linguistic, climatic, food, K: Linguistik, iklim, makanan,
clothes, environment, pakaian, lingkungan,
   
1:02:04 so-called culture, I read the Bible, apa yang disebut budaya, saya membaca
and you read the Gita, Alkitab, dan Anda membaca Gita,
   
1:02:10 he reads the Koran, dia membaca Alquran,
and somebody reads Marx. dan seseorang membaca Marx.
   
1:02:15 So, sir, we've come to a point, Tuan, kita telah sampai pada suatu
we're going off all the time. titik, senantiasa kita tinggalkan.
   
1:02:18 Agreed? Sepakat?
AP: It's a very interesting point. AP: Itu poin yang sangat menarik.
   
1:02:20 I think we should Saya pikir kita harus
pursue it a little. mengejarnya sedikit.
   
1:02:25 GS: In addition to thought being GS: Selain pikiran dianggap sebagai
the cause of the thing, also images, penyebab, juga imaji-imaji,
   
1:02:30 whenever there is a comparison, setiap kali ada pembandingan,
or anticipation not being satisfied. atau antisipasi tidak terpuaskan.
   
1:02:36 I expect that Sunandaji Saya berharap Sunandaji
would make something. akan membuat sesuatu.
   
1:02:40 I expect one taste Saya mengharapkan satu rasa
and the taste is slightly different. dan rasanya sedikit berbeda.
   
1:02:44 But if I'm not anticipating it... Tetapi jika saya
  tidak mengantisipasinya...
   
1:02:46 So, in addition to thought, there is Jadi, selain soal pikiran,
also the question of comparison. ada juga soal pembandingan.
   
1:02:51 I would like to distinguish between Saya ingin membedakan antara
these two mental activities. dua aktivitas mental ini.
   
1:02:56 AP: You are calling them types, AP: Anda menyebut mereka tipe,
but I think in conclusion. tapi saya berpikir dalam kesimpulan.
   
1:03:01 K: Comparison, K: Pembandingan, Achyutji,
Achyutji, he's saying, dia berkata,
   
1:03:04 is one of the factors merupakan salah satu faktor
of fragmentation dari fragmentasi,
   
1:03:10 which is measurement. yang adalah pengukuran.
Measurement is time. Pengukuran adalah waktu.
   
1:03:17 GS: We probably will not GS: Kami mungkin tidak akan
quite agree with you. setuju dengan Anda.
   
1:03:21 Time is measurement, Waktu adalah pengukuran,
but measurement is not time. tetapi pengukuran bukanlah waktu.
   
1:03:24 K: Go into it, go into it. K: Masuklah, masuklah ke dalamnya.
I'm open to correction. Saya terbuka untuk dikoreksi.
   
1:03:32 GS: We talked about GS: Kita berbicara tentang
two different kinds of time dua jenis waktu yang berbeda...
   
1:03:34 and I tried to illustrate it by dan saya coba menggambarkannya deng-
following Prof. Sundaram's example an mengikuti contoh Prof. Sundaram...
   
1:03:38 of light being dispersed - actually, tentang cahaya yang tersebar -
that's a very unfortunate word -  
   
1:03:40   sebenarnya, itu kata yang
  amat tidak tepat -
   
1:03:43 light being displayed as different cahaya ditampilkan sebagai warna-
colours, the peacock colours. warna berbeda, warna-warna merak.
   
1:03:48 If you put another prism Jika Anda meletakkan
at the other side, prisma lain di sisi lain,
   
1:03:51 the whole thing is re-combined, seluruhnya digabungkan kembali,
   
1:03:53 so you see these two as two jadi Anda melihat keduanya sebagai
different aspects of the same thing. dua aspek berbeda dari hal yang sama.
   
1:03:56 It has not been dispersed at all. Itu sama sekali tidak tersebar.
It has only been displayed. Itu hanya ditampilkan.
   
1:04:00 If you look at an object, Jika Anda melihat sebuah objek,
a piece of sculpture, face on, sebuah patung, berhadapan,
   
1:04:05 then look at it from another side, lalu melihat dari sisi lain, Anda
you see a different picture, melihat gambar yang berbeda,
   
1:04:08 but you've not lost the original. tapi Anda tidak kehilangan
  aslinya.
   
1:04:10 But there is Tetapi ada jenis penyebaran
another kind of dispersal yang lain,
   
1:04:14 which cannot be put together, yang tidak bisa disatukan,
   
1:04:17 like Humpty Dumpty, who could seperti Humpty Dumpty, yang
not be put back together. tidak bisa disatukan kembali.
   
1:04:20 If there is an evolution, Jika ada suatu evolusi,
a process, a happening, proses, kejadian,
   
1:04:25 which has lost something because yang kehilangan sesuatu karena Anda
you cannot recover the original, tidak dapat memulihkan aslinya,
   
1:04:30 that particular thing produces hal khusus itu menghasilkan
a different order of evolution. tatanan evolusi yang berbeda.
   
1:04:34 I would consider Saya akan mempertimbangkan
the second kind of development jenis perkembangan yang kedua...
   
1:04:38 to be the time adalah waktu yang
that Krishnaji is talking about, dibicarakan oleh Krishnaji,
   
1:04:41 obviously he doesn't jelas dia tidak ingin
want to abolish time, menghapus waktu,
   
1:04:43 like Joshua, who held up his hand, seperti Joshua, yang
prevented the planets from moving. mengangkat tangannya,
   
1:04:45   mencegah planet-planet
  bergerak.
   
1:04:49 We want to have a time which is Kita ingin memiliki waktu yang
a component of a dynamic evolution, merupakan komponen evolusi dinamis,
   
1:04:56 but we do not want a time tetapi kita tidak menginginkan waktu
which is the cause of dissolution, yang adalah penyebab pembubaran,
   
1:05:02 not necessarily total, tidak perlu pembubaran total
cataclysmic dissolution, yang dahsyat,
   
1:05:06 but dissolution tetapi pembubaran sebagai
as entropy production, hasil produksi entropi,
   
1:05:09 as disorder, as losing something. sebagai kekacauan,
  seperti kehilangan sesuatu.
   
1:05:16 Prof. Ravindra, or somebody else, Prof. Ravindra, atau seorang lain,
brought it up mengungkitnya,
   
1:05:18 the fact that in time is not fakta bahwa dalam waktu belum
necessarily a dissolution, tentu suatu kebubaran,
   
1:05:25 not necessarily a comparison, belum tentu suatu pembandingan,
   
1:05:27 but an unfolding, a transformation, tetapi sebuah terungkapan,
  suatu transformasi,
   
1:05:31 but a reversible transformation, tetapi transformasi yang dapat diba-
you could put it back together. lik, Anda bisa menyatukannya kembali.
   
1:05:36 So, we must distinguish Jadi, kita harus
between these two, membedakan keduanya,
   
1:05:38 and I assume that when dan saya berasumsi bahwa ketika
Krishnaji talks about time, Krishnaji berbicara tentang waktu,
   
1:05:42 he's talking about dia berbicara tentang
the second kind of time. jenis waktu yang kedua.
   
1:05:44 K: Yes, sir. K: Ya Tuan.
   
1:05:45 GS: There is a simple GS: Ada lagu Malayalam sederhana,
Malayalam song,  
   
1:05:46 which starts, 'Samayamaam rathatil'. yang dimulai dengan,
  'Samayamaam rathatil'.
   
1:05:52 Consider time as simply a chariot, Memandang waktu
  hanya sebagai kereta,
   
1:05:54 by means of which you go dengan cara mana Anda pergi
from place to place dari satu tempat ke tempat lain,
   
1:05:57 but nothing has happened, tetapi tidak ada yang terjadi,
you simply see things, Anda hanya melihat hal-hal,
   
1:06:00 you perceive the fullness of things Anda merasakan kepurnaan
  dari segala sesuatu...
   
1:06:02 by seeing the various dengan melihat berbagai
aspects of them. aspek dari itu.
   
1:06:05 So, if you have a cycle of events, Jadi, jika Anda memiliki
if you have a complicated rhythm, suatu siklus peristiwa,
   
1:06:07   jika Anda memiliki ritme
  yang rumit,
   
1:06:09 and the rhythm is expressed in time, dan ritme diekspresikan
  dalam waktu,
   
1:06:12 that time is not a dissolution, waktu itu bukanlah pembubaran,
it is a disordering time. itu adalah waktu yang kacau.
   
1:06:16 But if, in the process of time, Tetapi jika, dalam proses waktu,
something has been lost, ada sesuatu yang hilang,
   
1:06:20 which cannot be gained back again, yang tidak dapat
  diperoleh kembali,
   
1:06:22 that is a dissolving, dissolution, itu adalah waktu pelarutan,
disordering time, pembubaran, kekacauan,
   
1:06:27 a time which is bad. waktu yang buruk.
   
1:06:29 In the second kind of time, Di jenis waktu yang kedua,
   
1:06:30 there is a comparison between ada pembandingan
the starting and the ending, antara awal dan akhir,
   
1:06:38 ending is separate from the start. akhir terpisah dari awal.
   
1:06:40 The ending is less Akhir itu kurang dari awal.
than the beginning.  
   
1:06:43 In that case, of course, Dalam hal itu, tentu saja
something has happened. sesuatu telah terjadi.
   
1:06:47 Whenever we talk about this time, Setiap kali kita berbicara tentang
there is a measurement of the order, waktu ini, ada ukuran urutannya,
   
1:06:52 then you say the order has decreased lalu Anda mengatakan
from one situation to the other one. ketertiban telah menurun...
   
1:06:55   dari satu situasi ke
  situasi lainnya.
   
1:06:57 There is a comparison, Ada pembandingan, konfigurasi,
configuration,  
   
1:06:59 you look at the watch and say, Anda melihat arloji dan berkata,
'My God, time has passed!' 'Ya Tuhan, waktu telah berlalu!'
   
1:07:02 because you're comparing karena Anda membandingkan
two configurations. dua konfigurasi.
   
1:07:04 And when you say, Dan saat Anda berkata, 'Sudah
'It has been too long or too short', terlalu lama atau terlalu pendek',
   
1:07:08 we are comparing one anticipation kita membandingkan satu antisipasi
with another anticipation. dengan antisipasi lainnya.
   
1:07:11 But if you're enjoying something, Tetapi jika Anda menikmati sesuatu,
then there is no sense of time. maka tidak ada rasa akan waktu.
   
1:07:16 You know something is unfolding, Anda tahu ada sesuatu
  yang sedang terhampar,
   
1:07:18 but there's no comparison tetapi tidak ada pembandingan
or anticipation. atau antisipasi.
   
1:07:25 Q: Could I ask a question? I would T: Bisakah saya
like to bring it back to two points. mengajukan pertanyaan?
   
1:07:26   Saya ingin mengembalikannya
  ke dua poin.
   
1:07:29 One is what Achyut raised, Satu adalah yang diajukan Achyut,
the question of fragmentation, pertanyaan tentang fragmentasi,
   
1:07:35 and the other, Krishnaji agreed, dan yang lainnya,
  Krishnaji setuju,
   
1:07:38 when Prof. Sudarshan said ketika Prof. Sudarshan berkata,
   
1:07:41 that the reason there is bahwa alasan adanya fragmentasi
fragmentation and division, dan pembagian,
   
1:07:46 is that we think at all. adalah yang kita pikirkan.
   
1:07:52 Krishnaji has also stressed that Krishnaji juga menekankan bahwa
we observe things the way they are, kita seyogianya mengamati...
   
1:07:56   segala sesuatu sebagaimana
  apa adanya,
   
1:07:58 observing now mengamati sekarang apa
what is happening, yang sedang terjadi,
   
1:08:02 I would say that there is Saya mau katakan, bahwa ada kewas-
an awareness of separateness here, padaan adanya keterpisahan di sini,
   
1:08:09 simply because we think, hanya karena kita berpikir, kita
we classify, we categorise. klasifikasikan, kita kategorikan.
   
1:08:16 I would like to echo Saya ingin mengulangi
Ravi Ravindra's question, pertanyaan Ravi Ravindra,
   
1:08:20 what are we doing right now? apa yang sedang kita
  lakukan sekarang ini?
   
1:08:24 Which is supposed Yang seharusnya menjadi
to be a laboratory. suatu laboratorium.
   
1:08:27 I imagine we were invited Saya membayangkan kita diundang,
   
1:08:30 because, being the Drs, karena, sebagai dokter-dokter, kami
we are good symptoms of the disease. contoh bagus dari gejala penyakitnya.
   
1:08:44 K: Take it up, it's your court, sir. K: Ambil, ini forum Anda, Tuan.
RR: I give it back to you, sir. RR: Saya kembalikan ke Anda, Tuan.
   
1:08:52 K: We reached a point, K: Kita mencapai suatu titik,
as far as I understand, sejauh yang saya pahami,
   
1:08:56 we both agree, kita berdua setuju, kita sama-
both see the same thing. sama melihat hal yang sama.
   
1:09:02 When we see the same thing Ketika kita melihat hal yang sama
together, there is no division. bersama-sama, tidak ada pembagian.
   
1:09:09 Not agree. Tidak bersetuju.
   
1:09:17 We rarely see the same thing Kita jarang melihat hal yang sama
together, because we're divided, bersama, karena kita terpecah,
   
1:09:21 our thought is, perhaps, pikiran kita, mungkin, adalah
the major cause of the division. penyebab utama pembagian.
   
1:09:27 And also, you said comparison, Dan juga, Anda mengatakan
which is measurement. perbandingan, yaitu pengukuran.
   
1:09:34 I am not, you are. Saya tidak, Anda ya.
   
1:09:37 You are beautiful, Anda cantik, saya tidak cantik,
I'm not, and so on. dan seterusnya.
   
1:09:40 Constant comparison Pembandingan yang konstan,
which is measurement, yang adalah pengukuran,
   
1:09:43 I am short, you're tall, Saya pendek, Anda tinggi,
   
1:09:47 I must be better and so on. Saya harus lebih baik,
  dan seterusnya.
   
1:09:50 Is not comparison a part of time? Bukankah perbandingan itu
  bagian dari waktu?
   
1:10:01 'I am not, I will be', 'Saya tidak, saya akan',
   
1:10:07 which is comparison. yang merupakan perbandingan.
   
1:10:12 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:10:12 GS: Yes. I understand now GS: Ya. Sekarang saya mengerti apa
what you meant by comparison. yang Anda maksud dengan perbandingan.
   
1:10:16 K: Measurement is time. K: Pengukuran adalah waktu.
   
1:10:22 The whole scientific, technological Seluruh dunia ilmiah dan
world is measurement. teknologi adalah pengukuran.
   
1:10:26 If you have no measurement, Jika tidak ada pengukuran,
there will be no technology. tidak akan ada teknologi.
   
1:10:31 It started with the Greeks, Ini dimulai dengan orang Yunani,
I won't go into it. saya tidak akan membahasnya.
   
1:10:34 So, if you admit measurement, Jadi, jika Anda mengakui
which is time, which is comparison, pengukuran,
   
1:10:38   yang adalah waktu,
  yang adalah pembandingan,
   
1:10:43 which is thought, yang adalah pikiran,
   
1:10:47 all those are divisive factors. semua itu adalah faktor
  pemecah belah.
   
1:10:55 Then the question arises, Kemudian muncul pertanyaan,
   
1:10:56 which you put really yang benar-benar telah Anda ajukan
and we've gone away from it, dan kita telah menjauh darinya,
   
1:11:00 can thought end? bisakah pikiran berakhir?
GS: Can thought end? GS: Bisakah pikiran berakhir?
   
1:11:05 K: Has time a stop? K: Apakah waktu mempunyai
  suatu penghentian?
   
1:11:09 To quote Shakespeare, a little bit. Untuk mengutip Shakespeare, sedikit.
I'm not a scholar. Saya bukan seorang sarjana.
   
1:11:13 Can time have a stop? K: Apakah waktu mempunyai
  suatu penghentian?
   
1:11:25 While you are Sementara Anda sedang
accumulating knowledge, mengumpulkan pengetahuan,
   
1:11:28 as a scientist or carpenter sebagai seorang ilmuwan
  atau tukang kayu,
   
1:11:30 I prefer carpenter, saya lebih suka tukang kayu,
or you prefer scientist. atau Anda lebih suka ilmuwan.
   
1:11:33 I am a carpenter. Saya seorang tukang kayu.
   
1:11:34 As long as I'm an apprentice, Selama saya seorang pemagang,
and learning, learning, learning, dan belajar, belajar, belajar,
   
1:11:42 till I reach a certain stage, sampai saya mencapai
where I think I've got most of it. tahap tertentu,
   
1:11:44   di mana saya pikir saya sudah men-
  dapatkan sebagian besar ilmunya.
   
1:11:47 That's the same as yours. Itu sama dengan seperti
Right? milik Abnda. Betul?
   
1:11:52 That has taken me time, Itu membutuhkan waktu bagi saya,
and it has taken you time. dan Anda juga membutuhkan waktu.
   
1:11:56 You have measured, Anda telah mengukur,
I have measured. saya telah mengukur.
   
1:11:59 I was an apprentice, Saya dulu pemagang,
now I'm a master carpenter. sekarang saya ahli tukang kayu.
   
1:12:04 So, I am saying, time and thought Jadi, saya katakan, waktu dan pikiran
are similar. Both are movements. itu serupa. Keduanya adalah gerakan.
   
1:12:13 And that is the factor of division. Dan itu adalah faktor pembagian.
   
1:12:18 Whatever is limited, and knowledge Apapun yang terbatas,
is limited, must create division.  
   
1:12:20   dan pengetahuan adalah terbatas,
  pasti menciptakan pembagian.
   
1:12:27 As long as I'm living in the known, Selama saya hidup
  di ranah yang dikenal,
   
1:12:31 I'm going to keep on Saya akan terus membagi,
dividing, fragmenting. memecah-belah.
   
1:12:38 Now, is it possible Sekarang, apakah mungkin
to be free of the known? untuk bebas dari yang dikenal?
   
1:12:49 Not hypothetically, Tidak secara hipotetis,
   
1:12:53 not as a theory, not as a question bukan sebagai teori,
to be bandied about, bukan sebagai persoalan...
   
1:12:56   untuk dibicarakan tanpa dasar,
   
1:12:58 but if one puts tetapi jika orang mengajukan
that question seriously, pertanyaan itu dengan serius,
   
1:13:03 is there an ending to time? apakah ada akhir dari waktu?
   
1:13:07 Not the time of... Bukan waktu dari... Anda paham?
you understand?  
   
1:13:16 RR: Sir, I have an observation RR: Tuan, saya ada suatu
and a question. observasi dan pertanyaan.
   
1:13:24 If I am understanding you rightly... Jika saya memahami Anda
  dengan benar...
   
1:13:27 K: You're not understanding me. K: Anda tidak memahami saya.
   
1:13:29 You're understanding what has been Anda memahami apa yang telah dika-
stated, which may be false or right. takan, yang mungkin salah atau benar.
   
1:13:36 RR: The question RR: Pertanyaan tentang
about ending of time, akhir dari waktu,
   
1:13:43 seems to be intimately connected tampaknya terkait erat dengan
with the quality of attention. kualitas perhatian.
   
1:13:50 K: Then we have to enquire K:Lalu kita harus menanyakan apa itu
what is attention, so we go off. perhatian, jadi kita menghindar.
   
1:13:55 First, if I may put the question, Pertama, jika saya boleh
can thought end? mengajukan pertanyaan,
   
1:13:58   dapatkah pikiran berakhir?
   
1:14:03 Surely, as a scientist, Tentunya, sebagai ilmuwan,
as an engineer, sebagai insinyur,
   
1:14:09 from the bullock cart to the jet, dari kereta lembu jantan ke jet,
that is time. itulah waktu.
   
1:14:15 But to discover the jet, Tapi untuk menemukan jet itu,
   
1:14:21 you had to put away all the Anda harus menyingkirkan semua
engineering, pistons, and all that, mesin, piston, dan semua itu,
   
1:14:29 and be open to something that may... dan terbuka terhadap
You know, science, all that. sesuatu yang mungkin...
   
1:14:33   Anda tahu, sains, semua itu.
   
1:14:42 Put it in your own language, Nyatakan dalam bahasa Anda sendiri,
they will all understand. mereka semua akan mengerti.
   
1:14:44 GS: But there are still questions. GS: Tapi tetap masih ada
K: Oh, yes! pertanyaan-pertanyaan. K: Oh ya!
   
1:14:47 GS: I'm tempted to ask GS: Saya tergoda untuk mengajukan
a supplementary question... pertanyaan tambahan...
   
1:14:54 I'm going to go one step Saya akan maju selangkah
beyond this one... lebih jauh dari yang ini...
   
1:14:59 Then the question arises, Kemudian pertanyaan muncul,
   
1:15:00 since it appears sometimes karena tampak kadang-kadang
that time has come to an end, bahwa waktu telah berakhir,
   
1:15:05 and then, like allergies, dan kemudian,
it comes back again, seperti alergi, ia kembali lagi,
   
1:15:09 why does it come back again? kenapa ia kembali lagi?
   
1:15:13 I don't know how to say it, because Saya tidak tahu bagaimana
Krishnaji could ask the question, mengatakannya,
   
1:15:14   karena Krishnaji dapat
  mengajukan pertanyaan,
   
1:15:21 'Your statement that sometimes 'Pernyataan Anda bahwa terkadang hal
it happens is a memory, a thought, itu terjadi adalah memori, pikiran,
   
1:15:25 therefore, oleh karena itu,
that's not your experience, itu bukan pengalaman Anda,
   
1:15:28 it's hearsay, itu desas-desus,
inadmissible evidence'. bukti yang tidak dapat diterima'.
   
1:15:31 But, talking in ordinary language, Tapi, berbicara dalam bahasa biasa,
it appears, somehow or the other, tampaknya, entah bagaimana,
   
1:15:36 that there are times bahwa ada saat-saat
time has ceased. waktu telah berhenti.
   
1:15:40 Two days ago, a friend of mine Dua hari yang lalu, seorang teman
came to see me and said, saya datang menemui saya dan berkata,
   
1:15:44 'Do your morning devotions with me 'Lakukan kebaktian pagi Anda dengan
because I am feeling disturbed'. saya, karena saya merasa kacau'.
   
1:15:49 He's a psychiatrist, so, Dia seorang psikiater, jadi,
he's naturally disturbed. dia secara alami terganggu.
   
1:15:54 I did, and we both felt that nothing Saya lakukan, dan kami
could ever go wrong with the world. berdua merasa bahwa,
   
1:15:57   tidak ada yang bisa salah
  dengan dunia ini.
   
1:16:00 But Radhika has just said Tapi Radhika baru saja mengatakan
about rituals dividing people, tentang ritual memecah belah orang,
   
1:16:05 but this ritual united. tapi ritual ini mempersatukan.
   
1:16:08 It was early morning, Saat itu dini hari,
the sun was rising, matahari sedang terbit,
   
1:16:11 and nothing could possibly dan tidak ada yang mungkin salah
go wrong with the world. dengan dunia.
   
1:16:14 But yesterday, I had to travel Tapi kemarin, saya harus bepergian
by second class train, dengan kereta kelas dua,
   
1:16:17 it was strenuous, itu berat, sulit.
it was difficult.  
   
1:16:20 K: Everything went wrong. K: Semuanya salah.
GS: It was hot, and... mosquitoes. GS: Panas, dan... nyamuk.
   
1:16:23 Some things go wrong. Ada yang salah.
   
1:16:25 They're both qualities Keduanya adalah kualitas
of experience, pengalaman,
   
1:16:28 I'm glad I did all these things. Saya senang saya melakukan
  semua hal ini.
   
1:16:31 But, now, nothing could go wrong, Tapi, sekarang,
I'm with Krishnaji and all of you, tidak ada yang bisa salah,
   
1:16:33   saya bersama Krishnaji dan
  Anda semua,
   
1:16:35 But I know, after a while, I'll have Tapi saya tahu,
a little headache, or cough. setelah beberapa saat,
   
1:16:37   saya akan sedikit pusing,
  atau batuk.
   
1:16:42 How come, from this unfragmented Bagaimana bisa, dari keadaan
state, where time has ceased, tidak terfragmentasi ini,
   
1:16:46   dimana waktu telah berhenti,
   
1:16:47 time comes back again. waktu datang kembali.
   
1:16:52 Before that, I'd like an expression Sebelumnya, saya menginginkan
of agreement or disagreement. ekspresi setuju atau tidak setuju.
   
1:16:58 K: Sir, I heard Giscard D'estaing K: Tuan, saya
when he was the Prime Minister, mendengar Giscard D'estaing...
   
1:17:03   ketika dia menjadi
  Perdana Menteri,
   
1:17:08 telling the French people, memberi tahu orang-orang Prancis,
'La France est stable'. 'Perancis stabil'.
   
1:17:18 'France is stable, 'Prancis stabil, kokoh,
firm, steady, strong. stabil, kuat.
   
1:17:22 Go for your holidays happily'. Pergilah berlibur dengan
  bahagia '.
   
1:17:26 Next day, there was Keesokan harinya,
a colossal strike. terjadi pemogokan besar-besaran.
   
1:17:41 RH: What you're trying to say RH: Apa yang ingin
  Anda katakan,
   
1:17:43 is that feelings of unity adalah bahwa perasaan
have nothing to do with real unity. persatuan...
   
1:17:45   tidak ada hubungannya dengan
  persatuan yang sesungguhnya.
   
1:17:47 K: Yes, of course! K: Ya tentu saja!
   
1:17:49 AC: I want to ask AC: Saya ingin menanyakan
this question, again. pertanyaan ini lagi.
   
1:17:54 A scientist looking at data, Seorang ilmuwan melihat data,
   
1:17:57 before he formulates a hypothesis sebelum dia merumuskan hipotesis,
he's just looking at data. dia hanya melihat data.
   
1:18:02 Or a botanist looking at a new tree, Atau seorang ahli botani
  melihat pohon baru,
   
1:18:04 or looking at a woman atau melihat seorang wanita
for the first time. untuk pertama kalinya.
   
1:18:07 There is a looking, Ada tindakan memandang,
and then it becomes knowledge. lalu itu menjadi pengetahuan.
   
1:18:15 K: Go on, sir. K: Lanjutkan, Tuan.
I don't quite understand. Saya tidak begitu paham.
   
1:18:19 AC: There is a looking, AC: Ada tindakan melihat,
there is a timeless state. ada suatu keadaan tiada waktu.
   
1:18:23 There is a looking without thought. Ada tindakan melihat
  tanpa pikiran.
   
1:18:25 But then it becomes knowledge. Tapi kemudian itu menjadi
That state ends. pengetahuan. Keadaan itu berakhir.
   
1:18:31 K: Only when thought K: Hanya ketika pikiran menciptakan
creates the image in the looking. imaji selagi pengamatan.
   
1:18:39 GS: I'm agreeing with you. GS: Saya setuju dengan Anda.
I'm surprised, myself. Saya sendiri terkejut.
   
1:18:45 AC: But I am questioning that. AC: Tapi saya
  mempertanyakan itu.
   
1:18:47 If there is a looking Jika ada suatu pengamatan,
   
1:18:49 in which the image can enter, di mana imaji bisa masuk, dan
and create knowledge and memory, menciptakan pengetahuan dan memori,
   
1:18:53 has that been looking at all? apakah itu memang merupakan
  suatu pengamatan?
   
1:18:55 K: Of course. That is the point. K: Tentu saja. Itulah intinya.
   
1:18:59 PJ: Sir, doesn't the clue, PJ: Tuan, bukankah petunjuknya,
forgive me for asking, maafkan saya karena bertanya,
   
1:19:03 doesn't the clue seem bukankah petunjuknya muncul
to rise in that instant? dalam saat itu?
   
1:19:12 PJ: In that instant. PJ: Saat itu juga. Instan.
Instant.  
   
1:19:19 Before anything happens, Sebelum sesuatu terjadi,
before thought arises, sebelum pikiran muncul,
   
1:19:25 before what he calls... sebelum apa yang dia sebut...
   
1:19:27 that instant, just before it arises. istan itu,
  sekejap sebelum ia muncul.
   
1:19:31 I feel that the clue Saya merasa bahwa petunjuk untuk
to all fragmentation, or the other, semua fragmentasi, atau yang lainnya,
   
1:19:38 rests in that, in that instant. bersandar pada itu,
  pada instan itu.
   
1:19:45 Is it possible to negate everything Apakah mungkin untuk
  meniadakan segalanya,
   
1:19:53 which comes in the way yang datang secara instan itu,
of that instant  
   
1:19:58 being a direct, whole perception? yang merupakan suatu persepsi
  langsung dan utuh?
   
1:20:02 K: Pupulji, the question arises, K: Pupulji, muncul pertanyaan,
who is the entity that negates? siapakah entitas yang meniadakan?
   
1:20:15 Be careful, you're back Hati-hati, Anda kembali pada
in the same old thing. hal yang lama, yang sama.
   
1:20:19 PJ: Why do you say that, sir? PJ: Kenapa Anda mengatakan begitu,
Perception negates. Tuan? Persepsi meniadakan.
   
1:20:23 K: Don't negate, I'm saying. K: Jangan meniadakan, kata saya.
PJ: Then what do you do? PJ: Lalu apa yang Anda lakukan?
   
1:20:30 K: Answer that question, sir. K: Jawab pertanyaan itu, Tuan.
GS: I think I know the answer. GS: Saya rasa saya tahu jawabannya.
   
1:20:39 GS: As long as someone negated, GS: Selama seseorang
  menegasikan, meniadakan,
   
1:20:42 that person is standing behind orang itu berdiri di belakang
to be able to wipe it off. untuk bisa menghapusnya.
   
1:20:49 If you can say there was Jika Anda bisa mengatakan ada
perception without a perceiver. persepsi tanpa si perseptor.
   
1:20:57 Now, I know, you mean exactly Sekarang, saya tahu, maksud Anda per-
the same thing as what I say, sis sama dengan yang saya katakan,
   
1:21:02 namely, that there was no perceiver. yaitu, bahwa tidak ada
  si perseptor.
   
1:21:04 If you said Jika Anda mengatakan si perseptor
the perceiver was removed, telah disingkirkan,
   
1:21:07 then there was an active agent lalu ada suatu agen aktif yang
who removed that perceiver. menghapus si perseptor itu.
   
1:21:11 K: Yes, sir. Yes, sir. K: Ya Tuan. Ya Tuan.
   
1:21:12 PJ: I'm not sensitive PJ: Saya tidak peka
to any kind of complexities. terhadap segala jenis kerumitan.
   
1:21:18 If you keep on at this, then it Jika Anda terus begini, maka ia akan
just refuses to dissolve this. tetap menolak untuk menyelesaikannya.
   
1:21:26 GS: Krishnaji is asking me GS: Krishnaji meminta saya untuk
to make a pedagogic point, membuat poin pedagogis,
   
1:21:32 namely, that we must shift emphasis yaitu, kita harus menggeser penekan-
from the negation of the perceiver an pada negasi dari si perseptor...
   
1:21:39 to the statement ke pernyataan
of perception by itself. persepsi itu sendiri.
   
1:21:44 K: That's it. K: Itu dia.
   
1:21:45 GS: Therefore, as long as one says, GS:Karena itu,
'I must not be the perceiver', selama orang berkata,
   
1:21:49   'Saya tidak boleh menjadi
  si perseptor',
   
1:21:50 there is that 'I' who is waiting... ada 'aku' yang menunggu... PJ: Tidak,
PJ: No, I'm not talking of that. saya tidak membicarakan itu.
   
1:21:58 In the very fact Dalam kenyataan
of listening, observing, mendengarkan, mengamati,
   
1:22:04 before anything comes in to being, sebelum sesuatu muncul,
there is a certain space. ada suatu ruang tertentu.
   
1:22:10 I don't say anything Saya tidak mengatakan apa-apa tentang
about 'I negate'. There is space. 'Saya meniadakan'. Ada ruangan.
   
1:22:16 The clue to whether there is Petunjuk apakah ada sesuatu
something whole or fragmentary, yang utuh atau terfragmentasi,
   
1:22:23 rests in that. bertumpu pada itu.
   
1:22:26 And I am here, Dan saya di sini,
putting it before you. meletakkannya di hadapan Anda.
   
1:22:30 K: Would you say K: Apakah menurut Anda
perception is only possible persepsi itu hanya mungkin,
   
1:22:36 when the brain is still? saat otak diam?
Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:22:44 GS: I don't know about the brain. GS: Saya tidak tahu tentang otak.
When there is stillness. Saat ada keheningan.
   
1:22:50 K: I don't like to use that word. K: Saya tidak suka
  menggunakan kata itu.
   
1:22:53 When the whole Ketika seluruh
physical organism is still. organisme fisik diam.
   
1:23:01 That means there are Artinya tidak ada respons
no sensory responses. sensorik.
   
1:23:08 PJ: Now, please... PJ: Sekarang tolong...
   
1:23:11 No sensory responses, Tidak ada respons sensorik,
but the sensory flow is there. tetapi aliran sensorik ada di sana.
   
1:23:21 The sensory responses are Respon sensorik
different from the sensory flow. berbeda dari aliran sensorik.
   
1:23:27 GS: Again, let me act GS: Sekali lagi, izinkan saya
as teacher, for a minute. bertindak sebagai guru, sebentar.
   
1:23:32 If I understand it right, Jika saya memahaminya dengan benar,
the statement is pernyataan itu adalah...
   
1:23:34 when there is no separation bila tidak ada pemisahan antara
between the stimulus and response. stimulus dan respon.
   
1:23:43 I wouldn't want to say the brain Saya tidak ingin mengatakan
is still, then the person is dead. otak itu diam, maka orang itu mati.
   
1:23:49 You're receiving signals, Anda menerima sinyal,
and reacting to it, dan menanggapinya,
   
1:23:52 you're shifting your toes Anda menggeser jari-jari kaki
and scratching your nose, dan menggaruk hidung Anda,
   
1:23:56 but it is simply not seen tetapi tidak dilihat
as separate things, sebagai hal yang terpisah,
   
1:24:00 no stimulus and no response to it. tidak ada rangsangan dan
  tidak ada respon untuk itu.
   
1:24:03 There is a homeostasis, Ada homeostasis,
   
1:24:05 a functioning without fragments berfungsi tanpa fragmen dalam
in the external world. dunia luar.
   
1:24:10 PJ: Yes, that is... PJ: Ya itu adalah...
   
1:24:14 GS: But Pupulji is saying, GS: Tapi Pupulji berkata,
   
1:24:18 could we not focus attention tidak bisakah kita memusatkan
on the moment of total perception? perhatian pada saat persepsi total?
   
1:24:23 Is that where the clue lies, Apakah di situ letak petunjuknya,
as to what goes wrong afterwards? dari apa yang salah setelahnya?
   
1:24:29 PJ: Out of that, whether PJ: Dari itu, baik yang ter-
the fragmentary or the other, fragmentasi atau yang lainnya,
   
1:24:34 both are potentially there. keduanya berpotensi
  ada di situ.
   
1:24:39 GS: This is a question GS: Ini adalah pertanyaan yang
which we all want to get answered. kita semua ingin terjawab.
   
1:24:44 K: What is the question, sir? K: Apa pertanyaannya Tuan?
   
1:24:48 GS: In the moment GS: Pada saat persepsi total,
of total perception  
   
1:24:55 must be the clue whether harus menjadi petunjuk apakah Anda
you fragment afterwards or not. memecah setelahnya atau tidak.
   
1:25:00 K: That means an insight, without K: Itu berarti suatu wawasan, tanpa
analytically splitting that word, secara analitis memecah kata itu,
   
1:25:11 where there is insight, perception, di mana ada wawasan, persepsi,
death and all the rest of it, kematian, dan sebagainya,
   
1:25:20 why does it disappear and fall back mengapa itu menghilang dan
into the old... jatuh kembali ke yang lama...
   
1:25:25 Now, before answering Sekarang, sebelum menjawab
that question... pertanyaan itu...
   
1:25:32 Sir, our existence, Tuan, keberadaan kita, saya sedang
I'm talking of our life, berbicara tentang hidup kita,
   
1:25:38 is a tide going out, adalah gelombang pasang surut.
a tide coming in. Right? Benar?
   
1:25:46 Tide that can go very far, Gelombang bisa pergi sangat
tide can come right up, jauh, bisa langsung datang,
   
1:25:51 at great speed or very slowly. dengan kecepatan tinggi
  atau sangat lambat,
   
1:25:56 That is, action, reaction, yaitu, aksi, reaksi,
reward and punishment. ganjaran dan hukuman.
   
1:26:04 Same movement, Gerakan yang sama,
I'm putting it differently. saya katakan secara berbeda.
   
1:26:07 Now, perception only takes place Sekarang, persepsi hanya terjadi -
- I'm positing, I may change it - katakanlah, saya dapat mengubahnya -
   
1:26:16 perception only takes place when persepsi hanya terjadi ketika gerakan
this movement, out and in, stops. ini, keluar dan masuk, berhenti.
   
1:26:28 Right? Benar?
   
1:26:34 First, let's be clear Pertama-tama, agar jelas
about what I'm saying. tentang apa yang saya katakan.
   
1:26:38 PJ: If I may make one... PJ: Kalau boleh buat satu...
   
1:26:42 Before we even come Sebelum kita sampai
to the point you pose, pada titik yang Anda ajukan,
   
1:26:49 can there be a slowing down mungkinkah ada perlambatan
of the inner processes of time? proses batin dari waktu?
   
1:27:01 K: I wouldn't say 'slowing down'. K: Saya tidak akan mengatakan
  'perlambatan'.
   
1:27:06 When you say 'slow', Ketika Anda mengatakan 'lambat',
that requires measurement, time... itu membutuhkan pengukuran, waktu...
   
1:27:10 I wouldn't use that word. Saya tidak akan
  menggunakan kata itu.
   
1:27:12 PJ: But we can't take leaps PJ: Tapi kami tidak bisa
the way you take leaps. mengambil lompatan-lompatan,
   
1:27:14   seperti Anda mengambil
  lompatan-lompatan.
   
1:27:16 K: Just a minute, Pupulji. K: Sebentar, Pupulji.
   
1:27:20 Our life is a tide Hidup kita adalah suatu
going out and coming in. pasang surut.
   
1:27:26 Right, sir? Benar, Tuan?
Would you agree to that? Apakah Anda setuju?
   
1:27:32 GS: A supplementary remark, GS: Suatu komentar tambahan,
   
1:27:34 I was talking to a friend saya berbicara dengan seorang
who has been practising yoga. teman yang telah berlatih yoga.
   
1:27:38 He's a chemist, so he's safe. Dia seorang ahli kimia,
  jadi dia aman.
   
1:27:43 He was saying that he was puzzled Dia mengatakan
by statements in traditional texts, bahwa dia bingung...
   
1:27:46   dengan pernyataan-pernyataan
  dalam teks-teks tradisional,
   
1:27:48 he said, 'I can develop...' dia berkata,
  'Saya bisa mengembangkan...'
   
1:27:53 that is, perceiving the physical yaitu, memahami
extension of the person perluasan fisik dari orang...
   
1:27:56 to be not just the body tidak hanya tubuh tetapi terhubung
but connected with the universe. dengan alam semesta.
   
1:28:01 He said, 'I have done all those Dia berkata, 'Saya telah melakukan
and they all function, semua itu dan semuanya berfungsi,
   
1:28:04 but I cannot move a blade of grass tapi saya tidak bisa menggerakkan
  sehelai rumput...
   
1:28:07 in a fashion which dengan cara yang tidak
anyone else cannot. bisa dilakukan orang lain.
   
1:28:11 So, the question of in and out Jadi, persoalan keluar masuk
could be a situation bisa jadi suatu situasi...
   
1:28:15 in which you make yourself di mana Anda membuat diri Anda
smaller than the smallest, lebih kecil dari yang terkecil,
   
1:28:19 and bigger than the biggest, dan lebih besar dari
  yang terbesar,
   
1:28:20 so that you really sehingga Anda benar-benar
don't see a separation tidak melihat pemisahan...
   
1:28:22 between you and the world. antara Anda dan dunia.
   
1:28:23 You see the tides, the ebb and flow, Anda melihat pasang surut, tapi
but not what is you and not you. tidak siapa Anda dan bukan Anda.
   
1:28:29 K: No, that is me. K: Tidak, itu saya.
GS: Ah, right. Okay. GS: Ah, benar. Baik.
   
1:28:35 K: Right? Right, sir? K: Benar? Benar, Tuan?
GS: Yes. GS: Ya.
   
1:28:48 K: Not me, sir, K: Bukan saya Tuan, saya tidak
I don't want to hold the fort. ingin mempertahankan benteng.
   
1:28:51 Q: Isn't this ebb T: Bukankah
and flow intimately pasang surut ini erat...
   
1:28:55 connected with a sense of future? terhubung dengan
  rasa masa depan?
   
1:28:58 K: Of course, K: Tentu saja, ini
it's the whole reaction. adalah reaksi keseluruhan.
   
1:29:01 Q: With the sense of my own future? T: Dengan rasa masa depan
  saya sendiri?
   
1:29:07 K: Pupulji asked, if I remember K: Pupulji bertanya, jika saya
rightly, subject to correction, benar mengingatnya,
   
1:29:10   terbuka untuk dikoreksi,
   
1:29:13 only in perception there is hanya dalam persepsi tidak ada
no time, if I understood. waktu, jika saya memahaminya.
   
1:29:20 And I said, perception can only take Dan saya katakan,
place when this ebb and flow stops. persepsi hanya bisa terjadi...
   
1:29:24   ketika pasang surut ini
  berhenti.
   
1:29:40 Q: That in that perception T: Bahwa dalam persepsi itu
must lie the clue pasti ada petunjuknya...
   
1:29:48 to both how and why pada bagaimana dan mengapa...
   
1:29:51 do we immediately after that kita segera setelah itu
become fragmented again. menjadi terfragmentasi lagi.
   
1:29:54 K: I think I can answer K: Saya rasa saya bisa
that question. menjawab pertanyaan itu.
   
1:29:57 PJ: I said this. In that instant PJ: Saya mengatakan ini.
  Pada saat itu,
   
1:30:01 prior to manifestation of anything, sebelum manifestasi apa pun,
arising of anything, yang timbul dari apa pun,
   
1:30:06 there is the potential of both, ada potensi dari keduanya,
   
1:30:09 potential of the fragmentary, potensi dari yang terpecah-pecah,
and potential of the total. dan potensi yang total.
   
1:30:19 And I still stick to my point that Dan saya tetap berpegang
even this ebb and flow is a concept. pada poin saya bahwa...
   
1:30:22   pasang surut ini
  adalah suatu konsep.
   
1:30:26 K: No, no! It's not a concept. K: Tidak, tidak!
  Ini bukan suatu konsep.
   
1:30:28 PJ: I am saying unless one can first PJ: Saya katakan kecuali orang
  terlebih dulu bisa...
   
1:30:31 slow down the movement memperlambat pergerakan
of thought and time within one. pikiran dan waktu dalam diri.
   
1:30:36 K: I don't want to slow it down. K: Saya tidak ingin
  memperlambatnya.
   
1:30:41 GS: You know that he will never GS:Anda tahu, dia tidak akan per-
agree to a process which is gradual, nah menyetujui proses yang bertahap,
   
1:30:47 either it is, or it isn't. baik itu demikian, atau tidak demi-
But your point is very important. kian. Tapi poin Anda sangat penting.
   
1:30:53 K: I catch it very well. K: Saya menangkapnya
  dengan sangat baik.
   
1:30:57 GS: Please tell us. GS: Tolong beritahu kami.
K: No, sir, just a little. K: Tidak, Tuan, hanya sedikit saja.
   
1:31:01 I was discussing this question Saya mendiskusikan persoalan ini
with Dr. Bohm, dengan Dr. Bohm,
   
1:31:05 and another professor dan profesor lain perihal
of that quality, kualitas itu,
   
1:31:11 and I said - dan saya berkata - tunduk
subject to your correction. Please. pada koreksi Anda. Silahkan.
   
1:31:15 I said when there is Saya berkata ketika ada persepsi
such perception, seperti itu,
   
1:31:22 the cells in the brain change also, sel-sel di otak juga berubah,
   
1:31:29 so that there is no falling back. sehingga tidak ada
  mundur kembali.
   
1:31:36 The falling back is when the whole - Mundurnya kembali adalah ketika...
do you understand what I'm saying?  
   
1:31:39   keseluruhan - apakah Anda paham
  apa yang saya katakan?
   
1:31:46 GS: Now our question is GS: Sekarang pertanyaan
how come our cells don't do this? kami adalah...
   
1:31:47   mengapa sel-sel kami tidak
  melakukan ini?
   
1:31:51 We always come back to... Kami selalu kembali ke...
K: Yes, sir, I'm saying, K: Ya, Tuan, saya katakan,
   
1:31:55 we always come back because kita selalu kembali karena tidak
there is no fundamental change. ada perubahan mendasar.
   
1:32:05 That is... Itu adalah...
   
1:32:09 ...not a slow process of change, ...bukan proses perubahan yang
but immediate change. lambat, tetapi perubahan seketika.
   
1:32:17 'Immediacy' - 'Seketika' -
not in the sense of time. bukan dalam arti waktu.
   
1:32:23 GS: Cataclysmic change. GS: Perubahan dahsyat.
K: No! That's too drastic. K: Tidak! Itu terlalu drastis.
   
1:32:29 GS: Total transformation. GS: Transformasi total.
   
1:32:31 K: Not transformation. K: Bukan transformasi. Bukan dari
Not from one form to another form. satu bentuk ke bentuk lainnya.
   
1:32:36 GS: From form to formlessness, GS: Dari bentuk ke tanpa-bentuk,
creative formlessness. tanpa-bentuk yang kreatif.
   
1:32:41 K: Not creative. K:Bukan kreatif.
I wouldn't use all those big words.  
   
1:32:42   Saya tidak akan menggunakan
  kata-kata besar itu.
   
1:32:46 PJ: Sir, let me ask you one thing. PJ: Tuan, izinkan saya
  menanyakan satu hal.
   
1:32:49 This state of perception Keadaan persepsi ini...
   
1:32:54 in which obviously dalam mana pikiran jelas
thought plays no place, tidak mempunyai tempat,
   
1:32:58 thought has no place, pikiran tidak memiliki tempat,
   
1:33:01 which is the direct contact yang merupakan kontak langsung
with the brain cells themselves, dengan sel otak itu sendiri,
   
1:33:06 if they're going to mutate, jika mereka akan bermutasi,
   
1:33:12 has to come into being. harus terwujud.
   
1:33:16 Now, you don't tell us Sekarang, Anda tidak memberi tahu
how it comes into being. kami bagaimana hal itu terjadi.
   
1:33:19 K: I'm showing it to you. K:Saya tunjukkannya kepada Anda. Saya
I'm showing it to you, clearly. tunjukkan kepada Anda, dengan jelas.
   
1:33:30 That when there is an insight, Bahwa ketika ada pandangan
when there is pure perception, terang, ketika ada persepsi murni,
   
1:33:35 the whole conditioning has gone seluruh pengkondisian telah berubah
into fundamental change. menjadi perubahan mendasar.
   
1:33:48 K: You can never K: Anda tidak akan pernah bisa
become violent again. menjadi kejam lagi.
   
1:33:51 PJ: Please let me - PJ: Tolong izinkan saya -
   
1:33:59 K: Aha! K: Aha! Saya tahu bagaimana
I know how you're going to catch me. Anda akan menangkap saya.
   
1:34:02 I understand this trick. Saya mengerti trik ini.
   
1:34:15 What are you saying, secretly? Apa yang Anda akan katakan,
  secara tersembunyi?
   
1:34:22 PJ: Sir, every insight, PJ: Tuan, setiap wawasan,
   
1:34:31 K: You follow? K: Anda mengikuti?
They accept the two... Mereka menerima yang dua...
   
1:34:36 And, after they accept it, Dan, setelah mereka menerimanya,
I say, 'My God, is it so?' saya berkata, 'Ya Tuhan, benarkah?'
   
1:34:41 PJ: They may accept it, but their PJ: Mereka mungkin menerimanya,
brain cells haven't changed. tapi sel otak mereka belum berubah.
   
1:34:44 K: Of course, it's just a theory. K: Tentu, itu hanya suatu teori.
   
1:34:49 PJ: So, every insight must have PJ: Jadi, setiap wawasan pasti ada
some operation on the brain cells. operasi tertentu pada sel otak.
   
1:34:57 K: Just a minute. K: Sebentar.
I'm taking one thing. Saya mengambil satu hal.
   
1:35:00 If you have an insight into violence Jika Anda memiliki wawasan
- most human beings are violent - ke dalam kekerasan...
   
1:35:03   - kebanyakan manusia
  adalah kejam -
   
1:35:08 'insight' in the way I'm using it, 'wawasan' seperti saya
  menggunakannya,
   
1:35:12 which is my meaning, yang adalah maksud saya,
   
1:35:14 not my meaning, the meaning, bukan pengartian saya, maknanya,
the significance of it, arti sebenarnya,
   
1:35:19 there's a radical change ada perubahan radikal
in the brain cells. di sel-sel otak.
   
1:35:24 You're never violent again. Anda tidak pernah
  melakukan kekerasan lagi.
   
1:35:31 No, no. Don't accept it! Tidak tidak. Jangan terima itu!
Just look, Hanya lihat saja,
   
1:35:35 look at it first, lihat padanya dulu,
before you deny it. sebelum Anda menyangkalnya.
   
1:35:38 PJ: You can't deny it, because... PJ: Anda tidak bisa
  menyangkalnya, karena...
   
1:35:42 K: You can deny it, you deny it K:Anda bisa menyangkalnya, Anda meno-
when you become violent! laknya saat Anda melakukan kekerasan!
   
1:35:47 PJ: I deny it when I know PJ: Saya menyangkalnya ketika
the nature of insight. saya mengetahui hakikat wawasan.
   
1:35:52 K: I'll tell you K: Saya akan memberi tahu Anda
what the nature of insight is. apa sifat wawasan itu.
   
1:35:57 Insight, Wawasan, di mana tidak
in which there is no remembrance, ada memori,
   
1:36:03 no time, no interference of thought. tidak ada waktu,
  tidak ada gangguan dari pikiran.
   
1:36:13 When there is no interference Ketika tidak ada gangguan
of thought, no time, dari pikiran, tidak ada waktu,
   
1:36:18 your whole conditioning seluruh pengkondisian Anda
is broken down. runtuh.
   
1:36:23 It's not a series of insights. Ini bukan serangkaian dari
  wawasan-wawasan.
   
1:36:27 It's not series of insight. Ini bukan rentetan wawasan.
   
1:36:31 Then you are allowing time Maka Anda memperkenankan
and all the rest of it. waktu dan semuanya itu.
   
1:36:36 To have insight, a profound Untuk memiliki wawasan, yang
- you understand all that? mendalam - Anda memahami semua itu?
   
1:36:41 PJ: But, sir, last night PJ: Tapi Tuan,
when we were discussing, tadi malam saat kita berdiskusi,
   
1:36:46 we came to a very kita sampai pada momen
profound moment, yang sangat mendalam,
   
1:36:49 when many of us felt ketika banyak dari kita
  merasakan...
   
1:36:52 we had a direct comprehension kita memiliki pemahaman langsung
of what was being said. dari apa yang sedang dikatakan.
   
1:36:59 Now, I would say that is insight. Sekarang, saya akan mengatakan
  itu adalah wawasan.
   
1:37:03 K: Aha! I wouldn't call K:Aha! Saya tidak akan menyebut itu
that insight. Question it! adalah wawasan. Pertanyakan itu!
   
1:37:06 PJ: Then we are lost, PJ: Kalau begitu kita tersesat,
because we don't know what it is. karena kita tidak tahu apa itu.
   
1:37:09 K: I wouldn't call that insight. K: Saya tidak akan menyebut itu
PJ: Why? wawasan. PJ: Kenapa?
   
1:37:12 K: No, don't let's enter into this. K: Tidak, jangan masuk ke dalam ini.
PJ: But let us know why. PJ: Tapi beritahu kami alasannya.
   
1:37:18 K: I wouldn't like to discuss it, K: Saya tidak suka membahasnya,
as these people weren't there.  
   
1:37:20   karena orang-orang ini
  tidak berada di situ.
   
1:37:23 PJ: Take any other discussion. PJ: Ambillah diskusi lainnya.
   
1:37:26 K: I'm taking a simple, daily fact, K: Saya mengambil fakta sehari-hari
which is violence. yang sederhana, yaitu kekerasan.
   
1:37:32 Man is violent and so on. Manusia itu kejam dan
  seterusnya.
   
1:37:37 An insight into violence, Wawasan tentang kekerasan, sepe-
completely ends all violence. nuhnya mengakhiri semua kekerasan.
   
1:37:45 RB: Would you say that...? RB: Apakah Anda akan mengatakan
Q: Please. bahwa...? T: Mohon.
   
1:37:58 Does an insight into violence Apakah wawasan tentang kekerasan
end not only violence...? tidak hanya mengakhiri kekerasan...?
   
1:38:06 K: Violence means comparison, K: Kekerasan berarti pembandingan,
imitation, conformity, all that. imitasi, kesesuaian, semua itu.
   
1:38:11 Violence is not just anger and hate. Kekerasan bukan hanya kemarahan dan
RB: No, I understand. kebencian. RB: Tidak, saya mengerti.
   
1:38:18 But does then violence Tapi apakah kekerasan termasuk
include indifference, greed..? ketidakpedulian, keserakahan...?
   
1:38:24 Would you say an insight Apakah menurut Anda wawasan tentang
into violence removes everything? kekerasan menghapus segalanya?
   
1:38:29 K: What is that, K: Apa itu, saya kurang paham.
I don't quite follow.  
   
1:38:32 GS: Does an insight into violence GS: Apakah wawasan tentang kekerasan
destroy not only violence, menghancurkan tidak hanya kekerasan,
   
1:38:36 but all other impediments tetapi semua hambatan
or negative things. atau hal negatif lainnya.
   
1:38:42 K: I don't know what you mean. K: Saya tidak mengerti
  maksud Anda.
   
1:38:45 GS: You said that once you have GS: Anda mengatakan bahwa begitu Anda
an insight into violence, memiliki pemahaman tentang kekerasan,
   
1:38:51 K: You know what violence is, K: Anda tahu kekerasan itu apa,
   
1:38:54 it's not just anger, bukan hanya sekadar kemarahan,
it's not just hate... bukan hanya kebencian...
   
1:38:58 AC: If you have insight into AC: Jika Anda memiliki wawasan ke
violence, you say violence ends. dalam kekerasan,
   
1:39:01   Anda mengatakan kekerasan
  berakhir.
   
1:39:02 Must there be insight Haruskah ada pemahaman tentang ke-
into anger to end anger, marahan untuk mengakhiri kemarahan,
   
1:39:05 and insight into sorrow dan wawasan tentang kesedihan
to end sorrow? untuk mengakhiri kesedihan?
   
1:39:08 But I think your statement Tapi saya pikir pernyataan Anda
has to be put differently. harus dibuat berbeda.
   
1:39:12 You can't have insight into violence Anda tidak bisa memiliki wawasan
which ends violence. tentang kekerasan...
   
1:39:15 You have insight or you don't. yang mengakhiri kekerasan.
   
1:39:15   Anda memiliki wawasan
  atau Anda tidak memilikinya.
   
1:39:17 If you have insight, Jika Anda memiliki wawasan,
there's no violence. tidak ada kekerasan.
   
1:39:19 K: That's it. That's all I'm saying. K: Itu dia.
  Itu saja yang saya katakan.
   
1:39:23 RR: Since clearly there RR: Karena jelas ada yang
is such great importance begitu penting...
   
1:39:27 attached to insight, melekat pada wawasan,
   
1:39:30 I, therefore, now wish to ask, saya, karenanya,
here I am, a man without insight, sekarang ingin bertanya,
   
1:39:32   di sinilah saya,
  seorang pria tanpa wawasan,
   
1:39:36 and I understand the words... dan saya mengerti kata-katanya...
K: I'm not sure, sir, K: Saya tidak yakin, Tuan,
   
1:39:40 when you say, 'I'm a man saat Anda berkata, 'Saya adalah orang
who doesn't know what insight is'. yang tidak tahu wawasan itu apa'..
   
1:39:45 I'm not sure you're being accurate. Saya tidak yakin Anda akurat.
   
1:39:49 GS: He's saying that he accepts GS: Dia mengatakan bahwa
  dia menerima.
   
1:40:04 K: St. Paul on his way to Damascus, K: Santo Paulus dalam perjalanan ke
had sunstroke. Damaskus, terkena sengatan matahari.
   
1:40:09 GS: But anyway it's blinding. K: Tapi bagaimana pun,
K: Sunstroke, I've had it, so... itu membutakan.
   
1:40:11   K: Sengatan matahari,
  saya sudah memilikinya, jadi...
   
1:40:16 GS: Leave St. Paul. GS:Tinggalkan St. Paul. Anda mengata-
You said that the blinding insight kan bahwa wawasan yang membutakan...
   
1:40:23 is not a case of something being bukanlah sesuatu yang dilihat
temporarily seen, or acquired, sementara, atau diperoleh,
   
1:40:28 but the fact that it has ceased... tapi fakta bahwa itu telah berhenti...
K: That's all, that's all. K: Itu saja, itu saja.
   
1:40:33 GS: He says, I've had little things, GS: Dia bilang, saya telah
  punya hal-hal kecil,
   
1:40:36 but I don't have this blinding tetapi saya tidak memiliki wawasan
insight. Please, give it. yang membutakan ini. Tolong, berikan.
   
1:40:39 RR: Also, you have really just RR: Juga, Anda benar-benar baru saja
substituted one word for another. mengganti satu kata dengan yang lain.
   
1:40:43 You said, in order to have this Anda berkata, untuk melakukan
radical change, one needs insight. perubahan radikal ini,
   
1:40:48   seseorang membutuhkan wawasan.
   
1:40:51 But what do I need in order Tapi apa yang saya butuhkan untuk
to have this radical insight? memiliki wawasan radikal ini?
   
1:40:54 K: I'll tell you. K: Saya akan memberi tahu Anda.
RR: Please. RR: Silakan.
   
1:40:58 K: We start it all over again? K: Kita memulainya dari
  awal lagi?
   
1:41:01 What time is it? Jam berapa?
SP: Eleven fifteen. SP: Sebelas lima belas.
   
1:41:06 K: All right, sir, I'll tell you. K: Baiklah, Tuan,
  saya akan memberitahu Anda.
   
1:41:09 Would you admit Apakah Anda akan mengakui
that thought is limited? bahwa pikiran itu terbatas?
   
1:41:20 Right? Knowledge is limited. Baik? Pengetahuan terbatas.
   
1:41:26 They're related, thought and... Mereka terkait, pikiran dan...
   
1:41:30 They function like the computer Mereka berfungsi seperti komputer
in the field of the known. dalam bidang yang dikenal.
   
1:41:39 Right, sir? Benar, Tuan? Tidak setuju,
Not agree, but that's a fact. tapi itu fakta.
   
1:41:48 The computer works Komputer bekerja dalam
in the field of the known, bidang yang diketahui,
   
1:41:53 that known may be yang diketahui mungkin
encyclopedic and so on, ensiklopedis dan sebagainya,
   
1:42:02 I function always saya selalu berfungsi dalam
within the field of the known. bidang yang diketahui.
   
1:42:05 There may be occasional Mungkin ada sesekali - saya tidak
- I'm not talking of that - sedang membicarakan itu -
   
1:42:08 but the fact that tapi fakta bahwa baik
both the computer and I komputer dan saya...
   
1:42:12 function within the field berfungsi dalam bidang yang
of the known. Right? diketahui. Benar?
   
1:42:17 The known is the remembrance. Yang diketahui adalah
  yang diingat.
   
1:42:22 The remembrance is the accumulated Ingatan adalah akumulasi
experiences in the past. pengalaman di masa lalu.
   
1:42:30 The past is the observer. Masa lalu adalah si pengamat.
   
1:42:38 Of course. Tentu saja.
   
1:42:39 The past says, 'Don't do this. Masa lalu berkata, 'Jangan lakukan
That's a snake, don't go near it!' ini. Itu ular, jangan mendekatinya! '
   
1:42:46 Right? So the past, which is Benar? Jadi masa lalu, yang
the accumulated experience, merupakan akumulasi pengalaman,
   
1:42:56 which is knowledge, yang merupakan pengetahuan,
which is thought. yang merupakan pikiran.
   
1:43:02 So, the past is controlling, Jadi, masa lalu mengendalikan,
shaping, modifying the present, membentuk, mengubah masa kini,
   
1:43:07 And the future goes on. Dan masa depan terus berjalan.
Right? This is all obvious. Benar? Ini semua jelas.
   
1:43:14 We're functioning like a computer, Kita berfungsi seperti komputer,
in the field of the known. dalam bidang yang diketahui.
   
1:43:20 And as long as there is action Dan selama ada tindakan
within the field of the known, dalam bidang yang diketahui,
   
1:43:25 it's going to get worse and worse, itu akan menjadi semakin buruk,
   
1:43:30 because it's fragmented, karena ia terfragmentasi,
   
1:43:32 the problems created within the masalah yang tercipta dalam
field of the known are innumerable, bidang yang diketahui...
   
1:43:35   tidak terhitung banyaknya.
   
1:43:39 and thought is trying to solve them, dan pikiran mencoba menyelesaikannya,
which is in the same field. yang berada di bidang yang sama.
   
1:43:45 Right? Am I all right, so far? Benar? Apa saya benar
Right? Agree? sejauh ini? Benar? Setuju?
   
1:43:51 GS: I have minor reservations. GS: Saya memiliki sedikit perbedaan
K: Add a little bit. pendapat. K: Tambahkan sedikit.
   
1:43:58 GS: There are thoughts which seem GS: Ada pikiran yang tampaknya
to serve to end thoughts. berfungsi untuk mengakhiri pikiran.
   
1:44:05 K: But it's still thought! K: Tapi tetap masih pikiran!
   
1:44:07 GS: I know! That is our problem. GS: Saya tahu! Itu masalah kita.
K: Yes, that's what I'm saying. K: Ya, itulah yang saya katakan.
   
1:44:13 Right, sir, so far? Benar, Tuan, sejauh ini?
   
1:44:14 GS: It doesn't GS: Ia tidak menjadi
become worse and worse, semakin buruk,
   
1:44:16 it probably becomes more habituated. itu mungkin menjadi
  lebih terbiasa.
   
1:44:18 K: Same thing. K: Hal yang sama.
Put it any way you like. Katakanlah sesuka Anda.
   
1:44:23 The problems between human beings Masalah antar-manusia
are getting worse and worse, semakin buruk,
   
1:44:29 squabbles, quarrels, misery, pertengkaran, percekcokan,
you know all that. kesengsaraan, Anda tahu semua itu.
   
1:44:36 And thought is saying, 'My God, Dan pikiran berkata, 'Ya Tuhan, saya
I must do something about this'. harus melakukan sesuatu tentang ini'.
   
1:44:40 Having created it! Setelah menciptakannya!
   
1:44:43 Right? That's all. Benar? Itu saja.
   
1:44:46 As long as we live Selama kita hidup dalam
in the field of the known, bidang yang diketahui,
   
1:44:50 we cannot solve human problems. kita tidak bisa menyelesaikan
  masalah manusia.
   
1:44:56 Human problems are created Masalah manusia diciptakan
by thought. oleh pikiran.
   
1:45:01 Of course, sir! Tentu Tuan! Ayolah. Benar?
Come on. Right?  
   
1:45:06 RR: It's difficult to disagree RR: Sulit untuk tidak setuju dengan
with you without sidetracking. Anda tanpa penyimpangan.
   
1:45:09 K: I'm not sidetracking. K: Saya tidak menyimpang.
RR: No! I'm sidetracking. RR: Tidak! Saya yang menyimpang.
   
1:45:13 K: Then, we're not meeting. K: Kalau begitu,
  kita tidak bertemu.
   
1:45:18 AC: Can I come back to this question AC:Dapatkah saya kembali ke pertanya-
of the mutation of the brain cells? an tentang mutasi sel-sel otak ini?
   
1:45:24 How do you know that Bagaimana Anda tahu bahwa
the brain cells undergo mutation? sel-sel otak mengalami mutasi?
   
1:45:29 K: I don't know. K: Saya tidak tahu.
   
1:45:33 AC: It's very important, sir. AC: Ini sangat penting Tuan.
You do know. Anda tahu.
   
1:45:36 K: Moment you know, it is not. K: Saat Anda tahu, itu bukan.
AC: Exactly! AC: Tepat!
   
1:45:42 So, why do you say it? Jadi, mengapa
  Anda mengatakannya?
   
1:45:45 GS: Perhaps, you use it GS: Mungkin, Anda menggunakannya
in a stylised sense. dalam makna gaya.
   
1:45:49 I find it very difficult to think Saya merasa sangat sulit
  untuk berpikir,
   
1:45:51 that the brain cells bahwa sel-sel otak benar-benar
are really my cells. adalah sel-sel saya.
   
1:45:55 K: The brain cells K: Sel otak mengandung memori.
contain the memory.  
   
1:45:59 GS: Sort of. They are devices. GS: Semacam. Mereka adalah perangkat.
K: Therefore, it's me. K: Oleh karenanya, itu adalah saya.
   
1:46:03 GS: What you mean is a total GS: Yang Anda maksud adalah mutasi
mutation of the whole apparatus. total dari seluruh peralatan.
   
1:46:07 K: Yes, sir. K: Ya Tuan.
   
1:46:09 GS: It could be material apparatus GS: Bisa jadi itu perangkat keras
or it could be the software. atau bisa juga software.
   
1:46:12 K: Psychological apparatus, K: Aparat psikologis,
I'm talking about. yang saya bicarakan.
   
1:46:18 GS: There is a problem GS: Ada masalah dalam
in this statement pernyataan ini,
   
1:46:21 because we're always told karena kami selalu diberi tahu,
   
1:46:24 that when you really fall in love, bahwa ketika Anda benar-benar
you have fallen in love, jatuh cinta, Anda telah jatuh cinta,
   
1:46:27 but when you know, tetapi ketika Anda tahu,
you never fall out of it. Anda tidak pernah terlepas darinya.
   
1:46:30 K: Falling in and out of love, K: Masuk dan keluar dari cinta,
I question all that. saya mempertanyakan semua itu.
   
1:46:34 It may be pure sexual attraction. Itu mungkin daya tarik seksual murni.
GS: But how are we to know? GS: Tapi bagaimana kita bisa tahu?
   
1:46:40 How do we know that we have seen? Bagaimana kita tahu bahwa
  kita telah melihat?
   
1:46:43 The answer you have to give is Jawaban yang Anda harus
when you are never out of it. berikan adalah...
   
1:46:45   ketika Anda tidak pernah
  keluar darinya.
   
1:46:48 K: That's right. K: Benar.
   
1:46:52 PJ: I think we should PJ: Saya pikir kita harus
stop for today. berhenti untuk hari ini.
   
1:46:55 K: I must finish this. K: Saya harus menyelesaikan ini.
I must finish this. Saya harus menyelesaikan ini.
   
1:46:59 If you and I both see the fact, Jika Anda dan saya sama-sama melihat
that in the known, fakta, bahwa di dalam yang diketahui,
   
1:47:06 human problems masalah manusia tidak
can never be solved. pernah bisa diselesaikan.
   
1:47:11 That's a large pill to swallow, Itu suatu pil besar untuk
but it's a fact. ditelan, tapi itu fakta.
   
1:47:16 Even Dr. agrees with me. Bahkan Dr. setuju dengan saya.
   
1:47:22 Right? Right? Benar? Benar?
Do you...? Apakah Anda...?
   
1:47:27 If you say that, you're already Jika Anda mengatakan itu, Anda
moving out of it, a little bit, sudah keluar darinya, sedikit,
   
1:47:32 that human problems can bahwa masalah manusia tidak pernah
never be solved in this field. bisa diselesaikan dalam bidang ini.
   
1:47:41 That's what we were discussing, Itulah yang kita bicarakan,
last night at the dinner table. tadi malam di meja makan.
   
1:47:50 Then you have to look around Kemudian Anda harus
  melihat sekeliling...
   
1:47:53 to find something which will answer untuk menemukan sesuatu yang akan
our human problems. menjawab masalah kemanusiaan kita.
   
1:47:59 If it isn't thought, because thought Jika itu bukan pikiran, karena
has created the problem, pikiran telah menciptakan masalahnya,
   
1:48:05 then you have to look around lalu Anda harus melihat sekeliling
to find what is there. untuk menemukan apa yang ada di sana.
   
1:48:12 And Dr. Sudarshan comes along Dan Dr. Sudarshan datang dan
and tells me, 'Old chap, memberi tahu saya, 'Orang tua,
   
1:48:21 if that is so, then you have jika demikian, maka Anda harus
to have a perception so pure, memiliki persepsi yang begitu murni,
   
1:48:26 with such profound depth dengan kedalaman yang
to that perception, begitu dalam pada persepsi itu,
   
1:48:32 which is an insight, yang adalah suatu wawasan,
   
1:48:34 that will bring about a mutation yang akan membawa mutasi
in your conditioning. dalam pengondisian Anda.
   
1:48:39 He's told me that. Dia mengatakan itu pada saya.
   
1:48:41 I say, I don't believe him. Saya berkata, saya tidak
I'm sceptical. percaya dia. Saya skeptis.
   
1:48:44 But I'm investigating, I'm probing, Tapi saya sedang menyelidiki, saya
digging into his statement. mendalami, menggali pernyataannya.
   
1:48:54 He goes away, I shan't see him Dia pergi,
- I hope I'll see him again soon - saya tidak akan melihatnya
   
1:48:56   - saya harap saya akan bertemu
  dia lagi dalam waktu dekat -,
   
1:49:00 but he's gone, so I've got tapi dia sudah pergi, jadi saya
to find out. Right, sir? harus mencari tahu. Benar, Tuan?
   
1:49:07 That's all. Itu saja.
   
1:49:10 You want to be told. Anda ingin diberi tahu.
I don't want to tell you. Saya tidak ingin memberi tahu Anda.
   
1:49:18 Therefore, you are both Oleh karena itu, Anda
the teacher and the disciple. adalah guru sekaligus murid.
   
1:49:25 That's all. Right, sir? Itu saja. Benar, Tuan?
GS: Yes. GS: Ya.
   
1:49:28 You don't want it to become another Anda tidak ingin itu menjadi pikiran
thought, another part of knowledge. lain, bagian lain dari pengetahuan.
   
1:49:34 GS: It leaves us where we are. GS: Itu meninggalkan kita di mana
Well, slightly further. kita berada. Nah, sedikit lebih jauh.
   
1:49:45 Q: It leaves us within ourselves. T: Itu meninggalkan kita di dalam
K: Ah, no! diri kita sendiri. K: Ah, tidak!
   
1:49:52 Sir, you tell me this, Tuan, beritahu saya ini,
   
1:49:56 that within the known, there is bahwa di dalam yang diketahui, tidak
no answer to the human problem. ada jawaban untuk masalah manusia.
   
1:50:03 That's a tremendous statement, Itu pernyataan yang
from you. luar biasa, dari Anda.
   
1:50:08 I receive it, partially doubtful, Saya menerimanya,
  sebagian meragukan,
   
1:50:13 partially inquisitive, sebagian ingin tahu,
partially analytical, sceptical, sebagian analitis, skeptis,
   
1:50:19 which means, yang artinya, saya sama sekali
I've not listened to you at all. tidak mendengarkan Anda.
   
1:50:26 When I listen to you, Ketika saya mendengarkan
that doesn't exist. Anda, itu tidak ada.
   
1:50:32 What you have said is true. Apa yang Anda katakan,
Right? itu betul. Benar?
   
1:50:37 Therefore, the thing Oleh karena itu,
has transformed. hal telah berubah.
   
1:50:42 Not transformed, has mutated. Tidak bertransformasi,
  telah bermutasi.
   
1:50:44 When you say something Ketika Anda mengatakan sesuatu dan
and I see the absolute truth of it, saya melihat kebenaran absolutnya,
   
1:50:48 there is a flash of light, ada kilatan cahaya,
as you've said. seperti yang Anda katakan.
   
1:50:52 But that flash of light Tapi kilatan cahaya itu
is not intermittent. tidak terputus-putus.
   
1:51:01 It isn't an occasional Ini bukan badai sesekali dari
summer thunderstorm. musim panas.
   
1:51:07 That truth, which you have Kebenaran itu, yang telah Anda
told me, is so blinding. katakan pada saya, sangat membutakan.
   
1:51:14 Right? Benar?
   
1:51:15 That means, I must be so attuned Artinya, saya harus sangat
with you. You understand? selaras dengan Anda. Anda paham?
   
1:51:24 What you say is not yours. Apa yang Anda katakan
  bukan milik Anda.
   
1:51:38 GS: So, as long as we say, - Untranslated subtitle -
  GS: Jadi, selama kita bilang,
   
1:51:40 'Please tell us', - Untranslated subtitle -
we are listening to you', 'Tolong beritahu kami',
   
1:51:43 we are not. - Untranslated subtitle -
  kita tidak.
   
1:51:49 K: That's your relationship - Untranslated subtitle -
with your students. K: Itu adalah hubungan
   
1:52:13 Right, sir, where are we, - Untranslated subtitle -
you and I? Benar, Tuan, di mana kita,
   
1:52:22 We'd better stop. - Untranslated subtitle -
  Sebaiknya kita berhenti.