Krishnamurti Subtitles

What is intelligence?

Madras (Chennai) - 5 January 1983

Seminar 2



0:19 K: We are going to discuss, K: Kita pagi hari ini akan
this morning, what is intelligence. mendiskusikan,
   
0:21   apakah 'intelligence',
  kecerdasan itu.
   
0:31 The root meaning of that word, Arti dasar dari kata itu,
etymologically, intelligence, secara etimologis,
   
0:41 is to gather information, adalah untuk
  mengumpulkan informasi,
   
0:45 to collect various untuk mengumpulkan berbagai
forms of conclusions, bentuk kesimpulan,
   
0:53 and also, it means 'interlegere', dan juga, itu berarti 'interlegere',
to read between, untuk membaca yang tersirat,
   
1:01 not only what is printed in the book tidak hanya apa yang
but also, read between the lines tercetak di dalam buku,
   
1:04   tetapi juga membaca
  yang tersirat...
   
1:08 or between two people atau antara dua orang...
   
1:11 who are trying to express yang mencoba mengekspresikan diri
themselves in certain ways. dengan cara tertentu.
   
1:18 So, as far as one can understand, Jadi, sejauh yang bisa dipahami,
that word is to collect information,  
   
1:24   kata itu artinya adalah
  untuk mengumpulkan informasi,
   
1:28 to gather various forms of data, untuk mengumpulkan berbagai
  bentuk data,
   
1:35 to interpret, to convey untuk menafsirkan, untuk menyam-
a significance of any subject paikan signifikansi subjek apa pun,
   
1:44 and also, to read between two people dan juga, untuk membaca antara...
who are talking not quite openly,  
   
1:48   dua orang yang berbicara tidak
  cukup terbuka,
   
1:54 not quite in total communication. tidak cukup
  dalam komunikasi total.
   
2:01 So, the word 'intelligence' Jadi, kata 'intelligence'
implies all that, (kecerdasan ) menyiratkan semua itu,
   
2:08 according to a good dictionary. menurut kamus yang bagus.
   
2:11 So, perhaps, we are going Jadi, mungkin, kita akan
to discuss what is intelligence, membahas apa kecerdasan itu,
   
2:17 what is its place in daily life di mana tempatnya dalam kehidupan
and where does it dwell? sehari-hari dan di mana ia berada?
   
2:24 What is its abode, in the human Apa tempat tinggalnya, di dalam hati
heart, in the human mind manusia, di dalam pikiran manusia,
   
2:31 or elsewhere? atau di tempat lain?
Right, sir? Benar, Tuan?
   
2:39 Achyut Patwardhan: I suggest Achyut Patwardhan: Saya menyarankan
we should start from the intellect. kita harus mulai dari intelek.
   
2:45 Because there is Karena ada kesalahpahaman
a common misunderstanding yang umum,
   
2:50 that there is some kind of a kinship bahwa ada semacam hubungan kekera-
between intellect and intelligence, batan antara intelek dan kecerdasan,
   
2:56 that intelligence is only bahwa kecerdasan hanyalah
a refined form of the intellect. bentuk intelek yang halus.
   
3:00 Whereas, the intellect may Padahal, intelek dapat mencegah
prevent you from being intelligent, Anda menjadi cerdas,
   
3:08 from having intelligence. dari memiliki kecerdasan.
   
3:10 K: According to dictionary K: Menurut kamus arti
meaning of 'intellect' dari 'intelek'
   
3:13 is capacity to discern, adalah kapasitas untuk
  membedakan,
   
3:17 capacity to reason, kapasitas untuk bernalar,
capacity to investigate, kapasitas untuk menyelidiki,
   
3:23 capacity to analyse, kapasitas untuk menganalisis,
draw a conclusion from analysis, menarik kesimpulan dari analisis,
   
3:31 to choose, to understand. memilih, memahami.
   
3:34 All those words are implied Semua kata itu tersirat
in 'intellect'. dalam 'intelek'.
   
3:42 AP: The intellect is AP: Intelek adalah alat
a very valuable tool yang sangat berharga,
   
3:45 because with the intellect karena dengan intelek kita
we have fought superstition, telah melawan takhayul,
   
3:49 credulity, tradition, belief. mudah tertipu, tradisi,
  kepercayaan.
   
3:52 So, the intellect is Jadi, intelek adalah kemampuan
a very prestigious faculty yang sangat bergengsi,
   
3:58 because these karena asosiasi rasional
rationalist associations tersebut...
   
4:00 and all the people who believe dan semua orang yang percaya...
   
4:03 that reason is a very safe bahwa kemampuan berpikir itu sangat
and a necessary aid aman dan bantuan yang diperlukan...
   
4:10 to prevent man from falling untuk mencegah manusia jatuh ke
in the trap of superstition, dalam perangkap takhayul,
   
4:15 they stick to the intellect. mereka tetap berpegang
  pada intelek.
   
4:18 But a point comes, like causality, Tapi suatu hal datang,
  seperti kausalitas,
   
4:23 that you cannot just permit yourself bahwa Anda tidak bisa begitu saja
  mengizinkan diri sendiri...
   
4:30 to be imprisoned untuk dipenjara di sirkuit
in the circuit of that reason. kemampuan berpikir itu.
   
4:35 I would like you to throw some light Saya ingin Anda menjelaskan
on the limit of the intellect. tentang batas intelek.
   
4:43 K: Intellect? K: Intelek?
   
4:50 AP: The actual 'what is' today, AP: 'Apa' yang sebenarnya ada hari
among the intellectuals, ini, di antara para intelektual,
   
4:55 among the so-called intellectuals di antara apa yang disebut
in all the universities, everywhere para intelektual...
   
4:57   di semua universitas,
  di mana pun,
   
4:59 - I am taking the cross-section of Saya mengambil penampang dari masya-
society that lives by the intellect, rakat yang hidup dengan intelek,
   
5:05 that lives by its learning. yang hidup dengan
  'learning' (pendidikan) nya.
   
5:09 K: When you use 'learning', K: Saat Anda menggunakan
  'pendidikan',
   
5:11 again we come sekali lagi kita sampai pada per-
to a totally different question. tanyaan yang sama sekali berbeda.
   
5:14 Perhaps Dr. Sudarshan who is Mungkin Dr. Sudarshan yang
a scientist, all the rest of it, merupakan seorang ilmuwan,
   
5:21 he will explain perhaps dia mungkin akan menjelaskan
what is the intellect. intelek itu apa.
   
5:24 George Sudarshan: George Sudarshan: Tidak,
No, I won't explain, saya tidak akan menjelaskan,
   
5:25 but I saw Prof. Weber smiling. tapi saya melihat
  Prof. Weber tersenyum.
   
5:29 She also makes a living Dia juga mencari nafkah dengan
using intellect. menggunakan intelek.
   
5:32 I would like her to say something. Saya ingin dia mengatakan sesuatu.
K: Then there are all of you. K: Kalau begitu ada kalian semua.
   
5:41 Renée Weber: Renée Weber: Apa pertanyaannya?
What is the question?  
   
5:44 GS: Achyutji wanted to know GS: Achyutji ingin tahu apa
what is the role of the intellect, peran intelek,
   
5:47 the role of the intellectual, and peran intelektual,
the limits of being intellectual? dan batasan menjadi intelektual?
   
5:55 AP: I personally feel that AP: Saya pribadi merasa bahwa kita
we cannot enter upon this subject tidak bisa memasuki topik ini,
   
5:59 until we have a clear understanding sampai kita memiliki pemahaman yang
of the limits of the intellect, jelas tentang batas-batas intelek,
   
6:05 that it only goes up to this point, bahwa itu hanya sampai pada
not beyond that point, titik ini, tidak melampaui titik itu,
   
6:09 this helps us to it because the ini membantu kita untuk itu, karena
intellect is connected with thought. intelek terkait dengan pikiran.
   
6:15 RW: All right. RW: Baiklah.
   
6:22 It's become clearer, certainly to Ini menjadi lebih jelas, tentunya
people in the field of philosophy, bagi orang-orang di bidang filsafat,
   
6:29 that the intellect is, bahwa intelek, per definisi,
by definition, limited. terbatas.
   
6:33 That is accepted Itu diterima oleh
by modern philosophers para filsuf modern,
   
6:37 and that its peculiar strength dan itu adalah
  kekuatannya yang khas.
   
6:48 K: To discern. K: Untuk membedakan.
RW: Yes. It classifies. RW: Ya. Itu mengklasifikasikan.
   
6:51 It tries to be clear, logical, knows Ia mencoba untuk
it operates in space and in time, menjadi jelas, logis,
   
6:54   tahu ia beroperasi dalam
  ruang dan waktu,
   
6:58 since Kant and philosophers sejak Kant dan filsuf semacam itu,
of that sort, that is accepted, yang diakui,
   
7:03 and it is not assumed that dan tidak diasumsikan bahwa intelek
the intellect can do more than that. dapat melakukan lebih dari itu.
   
7:08 I think the intellect is properly Saya pikir intelek telah...
classified as a limited instrument  
   
7:10   dengan tepat diklasifikasikan
  sebagai instrumen terbatas,
   
7:15 that cannot know the real. yang tidak bisa mengetahui yang
  sebenarnya, yang asli.
   
7:17 That's true in philosophy Itu demikian dalam filsafat
for 300 years. selama 300 tahun.
   
7:20 AP: Would Bertrand Russell AP: Akankah Bertrand Russell
subscribe to that view? menganut pandangan itu?
   
7:23 RW: Yes. For them, there is RW: Ya. Bagi mereka, tidak ada
nothing to know beyond that, yang perlu diketahui di luar itu,
   
7:28 and in any case, we do not have dan bagaimanapun, kita tidak punya
the instrument to know reality. instrumen untuk mengetahui realitas.
   
7:33 GS: This is very much like GS: Ini sangat mirip dengan
the case of a liberator, kasus seorang pembebas,
   
7:38 a person who is trying seseorang yang mencoba untuk
to remove you from tyranny, mengeluarkan Anda dari tirani,
   
7:42 coming over and taking datang dan mengambil alih
over a popular revolution, suatu revolusi populer,
   
7:44 then becoming the dictator himself. kemudian menjadi diktatornya
  sendiri.
   
7:47 The intellect, in some sense, Intelek, dalam arti tertentu, telah
having liberated us from things, membebaskan kita dari banyak hal,
   
7:51 has imposed its own telah memberlakukan
benign dictatorship. kediktatoran jinaknya sendiri.
   
7:56 Pupul Jayakar: May I interrupt, Pupul Jayakar: Bolehkah saya
and say one thing? menyela, dan mengatakan satu hal?
   
8:01 K: Pupulji, would you wait? K: Pupulji, dapatkah Anda menunggu?
This lady began. Wanita ini yang memulai.
   
8:06 Q: It seems, in my profession T: Sepertinya, dalam profesi saya
which is also university teaching, yang juga mengajar di universitas,
   
8:12 that there is an occupational bahwa ada bahaya-kerja
hazard of words and of thought, dari kata-kata dan pikiran,
   
8:18 just like black lung disease is seperti penyakit paru-paru hitam
an occupational hazard for miners. adalah bahaya kerja para penambang.
   
8:24 And it seems, also, Dan sepertinya, juga,
   
8:25 that although we articulate bahwa meskipun kita menyatakan
that we have this limit, bahwa kita memiliki batas ini,
   
8:32 that isn't what we live in practice, bukan itu yang kita jalani dalam
that there's a difference praktik, bahwa ada perbedaan...
   
8:36 between even our intellectual bahkan antara pemahaman intelektual
understanding of what we're saying kita tentang apa yang kita katakan...
   
8:41 and what we are actually dan apa yang sebenarnya
living in our lives. kita jalani dalam hidup kita.
   
8:46 GS: Even intellectuals occasionally GS: Bahkan kaum intelektual kadang-
transcend limitations of intellect. kadang melampaui batasan intelek.
   
8:52 RW: No. The opposite. RW: Tidak. Sebaliknya.
   
8:54 I think that even when Saya pikir, bahkan ketika kita
we say we are transcending, mengatakan kita melampaui batas,
   
8:57 and we are moving dan kita bergerak
in that direction verbally, ke arah itu secara lisan,
   
9:02 that quite often we are bahwa cukup sering kita benar-
really deluding ourselves, benar menipu diri sendiri,
   
9:06 and it's not transcending. dan itu tidak melampaui.
It's a new delusion. Itu adalah khayalan baru.
   
9:16 K: Pupulji was talking. K: Pupulji sedang berbicara.
   
9:21 PJ: Just before this discussion PJ: Tepat sebelum
started, I asked both Dr. Sudarshan diskusi ini dimulai,
   
9:24   saya menanyakan baik kepada
  Dr. Sudarshan...
   
9:28 and my son-in-law, dan menantu laki-laki saya,
Hans Herzberger, Hans Herzberger,
   
9:31 a question as to suatu pertanyaan tentang apa yang
what did Gödel really say? sebenarnya Gödel katakan?
   
9:38 Gödel who was one Gödel yang merupakan
of the great scientists. salah satu ilmuwan hebat.
   
9:42 And they told me Dan mereka mengatakan kepada saya
- correct me if I'm wrong - - perbaiki saya jika saya salah -
   
9:48 that knowledge is never complete. bahwa pengetahuan itu tidak
No knowledge is ever complete. pernah lengkap.
   
9:50   Tidak ada pengetahuan yang
  pernah lengkap.
   
9:55 GS: Computable propositions GS: Dalil-dalil yang dapat dihitung
or deductive propositions atau dalil-dalil deduktif...
   
9:59 do not ever exhaust a system. tidak pernah menguras habis sistem.
PJ: So, it's never complete. PJ: Jadi tidak pernah lengkap.
   
10:03 K: Would you put it K: Apakah Anda mau menjelaskannya
for a layman? untuk orang awam?
   
10:07 GS: Gödel proved a theorem, that GS: Gödel membuktikan
if you have any mathematical logic sebuah teorema,
   
10:10   bahwa jika Anda memiliki suatu
  logika matematika apa pun,
   
10:13 which can be arithmetised, yang bisa dihitung,
   
10:14 in which things can be listed di mana hal-hal dapat didaftarkan
and a category can be made, dan suatu kategori dapat dibuat,
   
10:20 then you can always show maka Anda selalu dapat menunjukkan
that there are certain propositions bahwa ada dalil-dalil tertentu,
   
10:23 which can be stated yang dapat dinyatakan
within the scheme dalam skema itu,
   
10:25 which can neither be proved yang tidak dapat dibuktikan atau
nor disapproved within the system. ditolak dalam sistem itu.
   
10:29 There could be no clearer evidence Tidak mungkin ada
of the fact that the system is open, bukti yang lebih jelas...
   
10:31   dari fakta bahwa sistem
  tersebut terbuka,
   
10:33 since the human mind is able karena pikiran manusia mampu
to construct a system, membangun sebuah sistem,
   
10:37 it is quite clear that the human adalah cukup jelas bahwa pikiran
mind is not necessarily restricted manusia tidak perlu terbatasi...
   
10:41 by the same restrictions dengan batasan yang sama seperti
as a propositional calculation. suatu perhitungan proposisional.
   
10:44 K: You invent a system K: Anda menciptakan suatu sistem
and that system is open dan sistem itu terbuka,
   
10:49 therefore the inventor has also oleh karena itu penemunya juga memi-
the capacity to be open. liki kapasitas untuk menjadi terbuka.
   
10:55 GS: And Dr. Herzberger GS: Dan Dr. Herzberger
further pointed out lebih lanjut menunjukkan,
   
11:00 that what this means in philosophy bahwa apa yang dimaksud dalam
is simply to recognise filsafat hanyalah untuk mengakui,
   
11:04 that therefore the human mind bahwa oleh karena itu pikiran
could not be arithmetised manusia tidak dapat dihitung,
   
11:09 and therefore could not dan karena itu tidak bisa
be mechanical, bersifat mekanis,
   
11:12 like an ordinary mechanical seperti sistem mekanikal biasa.
system is.  
   
11:15 PJ: He's here. Hans, why don't PJ:Dia di sini. Hans, kenapa Anda ti-
you come for half an hour? dak datang untuk selama setengah jam?
   
11:21 He has got to go at 11, Dia harus pergi pada jam 11, tetapi
but you can come till then. Anda bisa datang sampai waktu itu.
   
11:31 He's got to go for his daughter's Dia harus pergi untuk mata putrinya.
eye. But till then, come. Tapi sampai waktu itu, datanglah.
   
11:49 K: Gödel. K: Gödel.
   
11:51 GS: Words have been GS: Kata-kata telah dimasukkan
put into your mouth. ke dalam mulut Anda.
   
11:54 You could deny them. Anda bisa menyangkalnya.
   
11:57 You heard what Pupulji has said? Anda mendengar apa yang
PJ: No, you explained what he said. dikatakan Pupulji?
   
11:59   PJ: Tidak, Anda menjelaskan
  apa yang dia katakan.
   
12:06 GS: You said that GS: Anda mengatakan apa yang
what Gödel's theorem implies disiratkan oleh teorema Gödel...
   
12:08 for contemporary philosophy untuk filsafat kontemporer
and generally, dan umumnya,
   
12:13 is that the mind is probably adalah bahwa pikiran mungkin
not mechanical tidak mekanis,
   
12:17 because the mind can karena pikiran dapat
conceive of a system menyusun suatu sistem,
   
12:19 which transcends yang melampaui
that particular proposition. dalil tertentu itu.
   
12:22 Hans Herzberger: Yes, Hans Herzberger: Ya, ini adalah
it is a disputed point poin yang diperdebatkan,
   
12:25 but this is one interpretation, tapi ini adalah satu
  interpretasi,
   
12:30 that the mind cannot bahwa pikiran tidak bisa menjadi
be a closed system suatu sistem tertutup,
   
12:32 or a mechanical system or atau suatu sistem mekanis atau suatu
a formal system or a computer. sistem formal atau suatu komputer.
   
12:37 K: Is this merely a theory K: Apakah ini sekedar teori atau
or factual in daily life? faktual dalam kehidupan sehari-hari?
   
12:41 Sunanda Patwardhan: Sunanda Patwardhan:
How have they come to this, Bagaimana mereka bisa sampai ke ini,
   
12:43 that there is a possibility that bahwa ada kemungkinan pikiran
the mind is not a closed system? bukanlah suatu sistem yang tertutup?
   
12:47 HH: It's merely a theorem. HH: Itu hanya teorema.
There's a mathematical fact Ada fakta matematis,
   
12:52 but the interpretation of that tetapi interpretasi itu
is merely a theory, hypothesis hanyalah teori, hipotesis,
   
12:56 and very much disputed. dan sangat diperdebatkan.
K: So, what are we discussing? K: Jadi, apa yang kita bicarakan?
   
13:01 PJ: Look at the implications PJ: Lihat implikasinya.
of that.  
   
13:05 If that is scientifically so, Jika secara ilmiah demikian,
and accepted, dan diterima,
   
13:13 then the human mind is open-ended. maka pikiran manusia terbuka.
   
13:21 We are talking of it Kita membicarakannya sebagai
as a closed circuit. suatu sirkuit tertutup.
   
13:27 K: What do you mean K: Apa yang Anda maksud
by the mind? dengan batin?
   
13:29 Asit Chandmal: Can I question Asit Chandmal:Dapatkah saya memperta-
this a little more? nyakan ini sedikit lebih banyak lagi?
   
13:32 As I understand it, what Gödel said, Seperti yang saya pahami,
in very simple terms, apa yang dikatakan Gödel,
   
13:34   secara sangat sederhana,
   
13:36 is that if you have adalah jika Anda memiliki
a number of propositions, sejumlah dalil,
   
13:39 then if you can prove lalu jika Anda dapat membuktikan
everything within that system semuanya dalam sistem itu,
   
13:43 then the propositions maka dalil-dalil tersebut
contradict each other saling bertentangan...
   
13:46 and if you don't have any dan jika Anda tidak memiliki
contradictions within the proposition kontradiksi dalam dalil itu,
   
13:49 then there are things maka ada hal-hal yang tidak dapat
which the system cannot prove. dibuktikan oleh sistem itu.
   
13:53 The system can't be both complete Sistemnya tidak bisa lengkap dan
and without contradiction. sekaligus tanpa kontradiksi.
   
14:03 That, essentially, is what he said. Itu, pada dasarnya, adalah yang dia
You have propositions. katakan. Anda memiliki dalil-dalil.
   
14:07 You find you can't prove something, Anda menemukan tidak dapat
so you add more propositions, membuktikan sesuatu,
   
14:09   jadi Anda menambahkan lebih
  banyak dalil-dalil,
   
14:11 and the later propositions start dan dalil-dalil berikutnya mulai ber-
contradicting the earlier ones. lawanan dengan dalil sebelumnya.
   
14:18 AP: Contemporary Indian philosophy, AP: Filsafat India kontemporer,
as far as I understand, sejauh yang saya pahami,
   
14:22 has not gone belum melampaui
beyond Bertrand Russell. Bertrand Russell.
   
14:26 Professor, please, correct me. Profesor, tolong, perbaiki saya.
   
14:28 PJ: Would you accept PJ: Apakah Anda menerima apa
what he has said? yang dia katakan?
   
14:33 HH: Certainly I would accept HH: Pastinya saya terima apa
what he said. yang dia katakan.
   
14:35 Another way of putting it Cara lain untuk
  mengutarakannya...
   
14:38 is the truths of arithmetic adalah kebenaran-kebenaran aritmatika
which we can understand and grasp, yang bisa kita pahami dan raih,
   
14:42 can't be captured tidak bisa ditangkap dalam
in a formal system. sistem formal.
   
14:46 K: That's all. K: Itu saja.
   
14:47 Radha Burnier: Radha Burnier:
I think this is correct Saya rasa ini benar
   
14:50 and that is the reason dan itulah alasannya mengapa
why every philosophical system setiap sistem filosofis...
   
14:54 is able endlessly to pick holes mampu tanpa henti untuk mengorek
in the other systems lubang-lubang di sistem-sistem lain,
   
14:58 because each one of them karena mereka masing-masing memiliki
has some contradictions kontradiksi-kontradiksi tertentu,
   
15:02 and each one is dan masing-masing adalah sistem
a well-worked out system. yang sudah dipikirkan dengan baik.
   
15:06 PJ: But if you once say PJ: Tapi begitu Anda bilang bahwa
that it can never be complete, itu tidak pernah bisa lengkap,
   
15:14 then the very incompleteness of it maka ketidaklengkapan itu
makes it open-ended, membuatnya terbuka,
   
15:20 therefore it is not oleh karena itu ini bukan
a closed circuit. sirkuit tertutup.
   
15:27 It can probably be put Itu mungkin bisa dimasukkan ke
in a more scientific language. dalam bahasa yang lebih ilmiah.
   
15:30 The very fact that you say Fakta yang Anda katakan bahwa
knowledge is limited pengetahuan itu terbatas,
   
15:37 which is a closed circuit. merupakan suatu sirkuit tertutup.
   
15:40 The moment you say knowledge Begitu Anda mengatakan
is always limited, never complete bahwa pengetahuan...
   
15:42   selalu terbatas, tidak pernah
  lengkap...
   
15:49 - not 'limited', never complete. - tidak 'terbatas', tidak pernah
K: No, use that word. lengkap. K:Tidak, gunakan kata itu.
   
15:53 PJ: Then the very incompleteness PJ:Lalu keadaan sangat tidak leng-
of it leaves an open door. kapnya itu menyisakan pintu terbuka.
   
15:59 K: Yes, yes, yes. K: Ya, ya, ya.
PJ: Leaves the door open. PJ: Membiarkan pintu terbuka.
   
16:02 AC: I wouldn't infer that AC: Saya tidak akan
from Gödel. menyimpulkan itu dari Gödel.
   
16:06 As long as there is no contradiction Selama tidak ada kontradiksi
in your assumptions of knowledge, dalam asumsi pengetahuan Anda,
   
16:10 there are several things you know, ada beberapa hal yang Anda ketahui,
which you can't prove. yang tidak dapat Anda buktikan.
   
16:13 That's all it says. Hanya itu yang dikatakan.
   
16:17 PJ: I just want PJ: Saya hanya ingin yang
this particular thing. khusus ini.
   
16:19 If a thing is not complete, Jika sesuatu tidak lengkap,
   
16:23 then the incompleteness of it kemudian ketidaklengkapannya
leaves an open door. menyisakan pintu terbuka.
   
16:28 AC: Open door to what? AC: Pintu terbuka ke apa? PJ:Pintu
PJ: Open door to the unknown. terbuka ke yang tidak diketahui.
   
16:33 AC: Not to the unknown, AC: Bukan ke yang tidak diketahui,
to the unprovable. ke yang tidak dapat dibuktikan.
   
16:37 GS: That is the very GS: Itu adalah perbedaan
important distinction. yang sangat penting.
   
16:40 The problem is arithmetical Masalahnya adalah, sistem
systems are not closed, aritmatika tidaklah tertutup,
   
16:44 in that their propositions bahwa dalam dalil mereka yang
which you know to be true, Anda ketahui adalah benar,
   
16:47 you cannot prove within that system. Anda tidak dapat membuktikannya
  dalam sistem itu.
   
16:49 You can expand the system Anda dapat memperluas sistem
to encompass this one, untuk mencakup yang satu ini,
   
16:52 but then new things are true tapi kemudian hal-hal baru
  adalah benar,
   
16:55 which cannot be proved yang tidak dapat dibuktikan
within the system. di dalam sistem.
   
16:58 But it is always the known Tetapi selalu yang diketahui, yang
which is not provable. dikenal, yang tidak dapat dibuktikan.
   
17:04 PJ: It is the known PJ: Yang dikenal itu yang
which is not provable? tidak bisa dibuktikan?
   
17:07 GS: So, it is known but not so GS: Jadi, itu diketahui...
that you can drive it home  
   
17:09   tapi tidak sedemikian rupa
  bahwa Anda bisa meyakinkan...
   
17:13 to somebody who does kepada orang yang tidak ingin
not want to know it. mengetahuinya.
   
17:18 AP: I'd like to bring the discussion AP: Saya ingin membawa diskusi
to a more pedestrian level. ke tingkat orang biasa.
   
17:26 Pedestrian level of universities' Pengajaran filsafat dari universitas
philosophical teaching, tingkat orang biasa,
   
17:31 in our Indian universities. di universitas-universitas
  India kita.
   
17:33 They do not begin today to question Mereka tidak memulai untuk memper-
the limits of the intellect. tanyakan batas-batas dari intelek.
   
17:41 Any approach to intelligence Pendekatan apa pun ke intelijensi
is not possible, tidaklah mungkin,
   
17:45 unless it performs the highest kecuali ia menjalankan fungsi
function it is capable of, tertinggi yang mampu dilakukannya,
   
17:50 that is, to see its limitation. yaitu,
  untuk melihat keterbatasannya.
   
17:53 I would like you to help us Saya ingin Anda membantu kami
to see the limit of intellect. untuk melihat batas intelek.
   
18:00 The intellect must first see Intelek harus terlebih
  dulu melihat,
   
18:01 that this cannot be got bahwa ini tidak dapat diperoleh
through the intellect. melalui intelek.
   
18:04 If you say everything can be Jika Anda mengatakan semuanya
got by the intellect... bisa didapat oleh intelek ...
   
18:08 K: Would you admit, K: Apakah Anda akan mengakui,
however reasoned, bagaimanapun dipikirkannya,
   
18:15 a reason has always a limit. pemikiran selalu ada batasnya.
Would you admit to that? Apakah Anda akan mengakuinya?
   
18:20 AP: Yes, I will. AP: Ya, saya terima.
K: Right? K: Benar?
   
18:23 Then you have shown it Maka Anda telah mempertunjukkannya,
but it can go on expanding. tetapi itu bisa terus berkembang.
   
18:27 AP: No, the intellect itself AP: Tidak, intelek itu sendiri harus
has to realise its own limitation. menyadari keterbatasannya sendiri.
   
18:35 This is the discipline of the mind, Ini adalah disiplin dari batin, yang
which the universities discourage. tidak dianjurkan oleh universitas.
   
18:40 K: Sir, before we get K: Tuan, sebelum kita
too bogged down, terlalu terbuntu,
   
18:44 I'd like to ask, Saya ingin bertanya,
   
18:47 what's the difference apa perbedaan antara
between the mind and the brain? batin dan otak?
   
18:55 What is the quality of the mind Bagaimanakah kualitas
  dari batin...
   
19:01 and what is the function dan apakah fungsi dari otak?
of the brain?  
   
19:03 You understand my question? Anda paham pertanyaan saya?
   
19:06 If we could be little bit clear Jika kita bisa agak jernih
about that matter. tentang masalah itu.
   
19:10 What is the mind? Apa batin itu?
   
19:13 We have used Kita telah sering menggunakan
the word 'mind' so much. kata 'mind' ('batin').
   
19:18 The meaning of that word, Arti kata itu, menurut kamus,
according to the dictionary, again, sekali lagi,
   
19:21 mind is that which is batin adalah apa yang mampu
capable of reason and so on. bernalar dan sebagainya.
   
19:31 Right? Betul?
I would like to discuss this. Saya ingin membahas ini.
   
19:35 You may want to discuss Anda mungkin ingin
something else, mendiskusikan hal lain,
   
19:40 one is free to discuss seseorang bebas mendiskusikan
what one wants. apa yang diinginkannya.
   
19:45 When you are using the word Saat Anda menggunakan
mind, mind, mind, intellect, kata batin, batin, batin, intelek,
   
19:50 what's the difference between mind, apa perbedaan antara batin,
the intellect and the brain? intelek dan otak?
   
19:58 GS: The last one is very easy GS: Yang terakhir sangat
to say. Brain is a piece of tissue. mudah untuk diungkapkan.
   
20:00   Otak adalah sepotong jaringan.
   
20:02 Very specialised, and very skilled, Jaringan yang sangat ter-
but rather non-adaptable tissue. spesialisasi, dan sangat terampil,
   
20:04   tetapi agak tidak dapat
  beradaptasi.
   
20:10 GS: Which we, by common consent, GS:Yang kita, dengan persetujuan ber-
associate with certain processes. sama, kaitkan dengan proses tertentu.
   
20:16 K: Sensory responses. K: Respons-respons sensorik.
GS: And information processing. GS: Dan pemrosesan informasi.
   
20:20 GS: So, it's probably GS: Jadi, mungkin seperti
like a computer. suatu komputer.
   
20:26 The English word 'mind' Kata bahasa Inggris
is really a very amorphous word, 'mind' ( batin )...
   
20:27   sebenarnya adalah kata yang
  sangat tidak berbentuk,
   
20:29 it's a portmanteau word. itu kata yang mengandung
  berbagai makna.
   
20:31 K: I know, that's why I want K: Saya tahu, itulah mengapa
to pin it down a little bit. saya ingin agak memantapkannya.
   
20:35 GS: We use the computer part, GS: Kita gunakan bagian komputer,
the deductive, the precise, yang deduktif, yang saksama,
   
20:43 the legal part of functioning, bagian yang sesuai dengan fungsinya,
we call it 'mind'. kita menyebutnya 'batin'.
   
20:47 We talk about Kita berbicara tentang
the discrimination part, bagian diskriminasi nya,
   
20:49 which appreciates what has been yang menghargai apa yang telah
proved, what has not been proved, dibuktikan, apa yang belum terbukti,
   
20:53 whether the method is fast or slow, apakah metodenya cepat atau lambat,
whether it's acceptable or not, apakah itu dapat diterima atau tidak,
   
20:58 what would be called discrimination, apa yang akan disebut diskriminasi,
also, within mind. membeda-bedakan, juga, dalam batin.
   
21:02 Then the processes of intuition Kemudian proses intuisi,
   
21:05 or the transition between the known atau transisi antara yang dikenal
and the expressed known dan pengungkapkannya,
   
21:10 and the unexpressed felt, dan rasa yang tak terekspresikan, yang dikenal yang tak terekspresikan.
unexpressed known.  
   
21:14 That connection also Hubungan itu juga disebut
is called 'mind'. 'batin'.
   
21:18 In normal English usage Dalam penggunaan bahasa
  Inggris normal,
   
21:20 anything that's not connected segala sesuatu yang tidak ber-
with sensory perception, hubungan dengan persepsi sensorik,
   
21:23 is called 'mind'. disebut 'batin'.
   
21:26 K: Then what is the relationship K: Lalu apa hubungan antara
between thought, brain, mind? pikiran, otak, batin?
   
21:37 Are we off? Apakah kita sedang tidak hadir?
   
21:38 You look rather worried Anda terlihat agak khawatir
and displeased. dan tidak senang.
   
21:45 PJ: We have discussed this way... PJ: Kita telah membahas begini...
K: I'm not discussing, just asking.  
   
21:49   K: Saya tidak sedang berdiskusi,
  hanya bertanya.
   
21:52 PJ: He has raised one more issue PJ: Dia mengangkat satu masalah lagi
which I think is very important. yang menurut saya sangat penting.
   
21:57 Because he has described Karena dia telah menggambarkan
that part of the brain, bagian itu dari otak,
   
22:07 which is held within limits. yang terkurung dalam
  batas-batas.
   
22:10 K: Sensory responses. K: Tanggapan-tanggapan sensorik.
   
22:12 PJ: Is there that PJ: Apakah ada di otak
in the brain or the mind atau batin...
   
22:18 which is not confined within this? yang tidak terbatasi, terkurung,
  di dalam ini?
   
22:22 But I still think that the question Tapi saya tetap berpikir
I wanted to ask and go through bahwa pertanyaan...
   
22:27   yang ingin saya ajukan
  dan hayati...
   
22:31 has certain very important memiliki suatu implikasi sangat pen-
implications on what you are saying. ting pada apa yang Anda katakan.
   
22:37 GS: The implications GS: Implikasi-implikasi dari
of what you're saying. apa yang Anda katakan.
   
22:40 K: What am I saying? K: Apa yang saya katakan?
PJ: Asit, would you describe it? PJ: Asit, mau dijelaskan?
   
22:48 AC: This theorem called Gödel's AC: Teorema ini yang disebut
Theorem, in this century, Teorema Gödel, dalam abad ini,
   
22:52 is supposed to be the greatest dianggap argumen terbesar
argument of the human mind, dari batin manusia,
   
22:55 at least, in mathematical logic setidaknya,
  dalam logika matematika...
   
22:59 - it's a very, very complex, - ini adalah hal yang sangat,
very rigorously argued thing sangat kompleks,
   
23:01   diperdebatkan dengan
  sangat ketat,
   
23:03 in which it proves that a system yang membuktikan bahwa suatu
can either be complete sistem bisa lengkap,
   
23:08 but with contradictions, tetapi dengan kontradiksi,
   
23:10 or it has no contradictions, atau ia tidak mempunyai kontradiksi,
but it's incomplete. tetapi tidak lengkap.
   
23:13 Pupul maasi's interpretation Tafsir Pupul dari itu
of it is worth following up, sir, patut ditindaklanjuti Tuan,
   
23:17 because it rigorously, karena dengan cermat, secara
mathematically proves matematis membuktikan...
   
23:21 what you are saying. apa yang Anda katakan.
   
23:24 You are saying Anda mengatakan,
   
23:25 that a mind which is free bahwa batin yang bebas dari
of contradiction is infinite. kontradiksi adalah tidak terbatas.
   
23:29 It also knows a lot of things, Ia juga mengetahui banyak hal,
but cannot communicate it to us,  
   
23:31   namun tidak bisa
  mengkomunikasikannya kepada kita,
   
23:34 or prove it to us. atau buktikannya kepada kita.
   
23:36 K: Yes, yes. K: Ya, ya.
   
23:40 AC: Mathematically, AC: Secara matematis,
what you're saying apa yang Anda katakan...
   
23:42 has been proved in this century. telah dibuktikan di abad ini.
   
23:44 SP: But what is this knowing? SP: Tapi apakah hal mengetahui ini?
AC: Exactly. Wait, wait. AC: Tepat. Tunggu tunggu.
   
23:47 So, the only thing one can do Jadi, satu-satunya hal yang
is to be free of contradiction. dapat dilakukan orang...
   
23:49   adalah menjadi bebas
  dari kontradiksi.
   
23:52 If one is free of contradiction, Jika orang bebas dari kontradiksi,
then the system is open-ended. maka sistemnya terbuka.
   
23:58 You know a great deal of things, Anda tahu banyak hal,
   
23:59 so you can never prove it jadi Anda tidak akan pernah bisa mem-
or communicate it. buktikan atau mengkomunikasikannya.
   
24:02 What happens to us is also Apa yang terjadi pada kami adalah
what you are saying. juga apa yang Anda katakan.
   
24:05 We are operating Kami beroperasi dalam sistem yang
in limited, complete systems, terbatas, lengkap,
   
24:08 full of contradictions, penuh kontradiksi, yang
which is outside of Gödel's theorem, berada di luar teorema Gödel,
   
24:12 that you can create bahwa Anda dapat membuat
a complete system sistem yang lengkap,
   
24:14 which proves everything yang membuktikan segala sesuatu di
within itself dalam sistemnya sendiri,
   
24:16 but it is contradicting itself. tetapi ia bertentangan dengan
  dirinya sendiri.
   
24:20 So, all of us are living Jadi, kita semua hidup dalam sistem
in limited, complete systems, yang lengkap, terbatas,
   
24:24 full of contradiction. penuh dengan kontradiksi.
   
24:25 And you are living in an unlimited Dan Anda hidup dalam keadaan tidak
state without any contradiction. terbatas, tanpa suatu kontradiksi.
   
24:34 K: What do you want to discuss? K: Apa yang ingin Anda diskusikan?
   
24:36 AC: If that is so, AC: Kalau demikian adanya,
   
24:38 the only thing that matters is satu-satunya hal yang penting adalah
to be free of contradiction. bebas dari kontradiksi.
   
24:41 K: What is contradiction? K: Apakah kontradiksi itu?
Let's start... Mari kita mulai...
   
24:45 PJ: Then it is also breaking through PJ: Kemudian ini juga menerobos
one of the statements of Krishnaji, salah satu pernyataan Krishnaji,
   
24:51 that the brain can only move bahwa otak hanya dapat bergerak
within a certain circuit. dalam suatu sirkuit tertentu.
   
25:00 Because it is not complete, Karena ia tidak lengkap,
   
25:06 the very incompleteness of it, justru keadaan yang tidak
is the doorway. lengkap itulah merupakan pintunya.
   
25:12 AC: As long as it is free AC: Asalkan itu bebas dari
of contradiction. kontradiksi.
   
25:16 K: That's all. Would you agree K: Sekianlah. Anda setuju dengan
to all that, sir? I am a layman. semua itu, Tuan? Saya orang awam.
   
25:20 GS: I agree with all the things. GS: Saya setuju dengan
  semua itu.
   
25:22 But in the process, we have Namun dalam proses itu, kita telah
been complete and limited. tuntas dan terbatas.
   
25:25 Let's be incomplete Marilah kita menjadi tidak
but unlimited. lengkap tetapi tidak terbatas.
   
25:32 Earlier you said intelligence Sebelumnya Anda mengatakan kecerdasan
- not intellect - intelligence - bukan intelek - kecerdasan...
   
25:36 means to read between the lines. -intelligence-berarti
  membaca yang tersirat.
   
25:38 K: That's the dictionary meaning K: Itu arti kamus - 'interlegere' -
- 'interlegere' - in Latin. dalam bahasa Latin.
   
25:44 GS: So, all these statements GS: Jadi, semua pernyataan tentang
about proof are within the system. pembuktian ini ada di dalam sistem.
   
25:50 Your major premise, your Premis utama Anda, premis minor
minor premise, your conclusion Anda, kesimpulan Anda,
   
25:53 or if you are atau jika Anda sedikit
a little more complete, lebih lengkap,
   
25:55 a major premise, an illustration, suatu premis utama, suatu
  ilustrasi,
   
25:57 a minor premise, a conclusion, suatu premis minor, suatu kesimpulan,
a verification of the conclusion. suatu verifikasi dari kesimpulan.
   
26:01 But these are still Tapi ini masih dalam hal-hal yang
within well-defined things. didefinisikan dengan baik.
   
26:04 These days, somebody will construct Hari-hari ini, seseorang akan
a computer to do the job for you. merancangkan...
   
26:07   sebuah komputer untuk
  melakukan pekerjaan untuk Anda.
   
26:10 Or you hire graduate students or Atau Anda mempekerjakan
research assistants to do the job, mahasiswa pascasarjana atau...
   
26:12   asisten peneliti untuk
  melakukan pekerjaan itu,
   
26:14 and they can be relied on. dan mereka bisa diandalkan.
   
26:18 But the real purpose of Tapi tujuan sebenarnya dari
the human mind, brain, body, soul batin manusia, otak, tubuh, jiwa...
   
26:25 is to be able to go beyond adalah untuk mampu melampaui apa
that which is expressed. yang diungkapkan.
   
26:30 To be able to comprehend - again, Untuk dapat memahami - lagi, 'mema-
'comprehend' somehow means limit. hami' entah bagaimana berarti batas.
   
26:38 But to be part of, or to go on to, Tetapi menjadi bagian dari, atau
not to comprehend melanjutkan, bukan untuk memahami...
   
26:45 that which is not expressed apa yang tidak diungkapkan
but which is known. tetapi apa yang diketahui.
   
26:49 'Known' in the sense 'Dikenal' dalam arti Adam
in which Adam knew Eve. mengenal Hawa.
   
26:52 Somehow or other, become, Entah bagaimana, menjadi,
to grow by being with it. tumbuh dengan bersamanya.
   
26:58 Pupulji mentioned earlier Sebelumnya Pupulji telah menyinggung
about causality in that context. tentang kausalitas dalam konteks itu.
   
27:02 Again, if you look Sekali lagi, jika Anda melihat
at the purpose of causality, tujuan dari kausalitas,
   
27:06 in natural philosophy in science, dalam filsafat alam, dalam sains,
   
27:08 it has never really been tidak pernah seperti yang
as it is public advertised, diiklankan secara publik,
   
27:15 to connect everything together. untuk menghubungkan
  bersama semuanya.
   
27:16 This is simply a prelude to be able Ini hanyalah awal untuk dapat meng-
to consider them as one, anggap mereka sebagai satu kesatuan,
   
27:22 and then find out dan kemudian cari tahu apa yang
what is not connected with it. tidak berhubungan dengannya.
   
27:25 It is always the gap between Sela antara hal-hal yang selalu
the things which is important. merupakan yang penting,
   
27:29 the gap which can be transcended, celah yang bisa dilampaui,
but not by reason. tetapi tidak dengan pikiran.
   
27:33 You must get between the lines. Anda harus masuk ke dalam yang
You see a line drawing. tersirat dari baris kata-kata.
   
27:38 If you are concentrating Jika Anda berkonsentrasi
on the lines, pada baris-baris,
   
27:40 you will never see the drawing. Anda tidak akan pernah
  melihat gambarnya.
   
27:42 When you can see not the lines but Jika Anda dapat melihat bukan
the picture, then you have seen it. baris-barisnya, tetapi gambarnya,
   
27:45   maka Anda telah melihatnya.
   
27:48 What is it, sir, in us, Ada apa, Tuan, di dalam diri kita,
which makes us see it? yang membuat kita melihatnya?
   
27:52 You don't see the lines, and we ask Anda tidak melihat garis-garisnya,
which line will show the picture? dan kami bertanya,
   
27:57   garis mana yang akan menampilkan
  gambar itu?
   
27:59 K: Could we discuss, sir, K: Bisakah kita berdiskusi,
  Tuan,
   
28:02 whether the contradictions apakah kontradiksi dalam
in the human mind, brain, body, batin manusia, otak, tubuh,
   
28:07 whatever word one likes to use, kata apapun yang suka
  digunakan,
   
28:12 could we discuss whether dapatkah kita membahas apakah
there is an end to contradiction ada akhir dari kontradiksi...
   
28:17 in human relationship? dalam hubungan manusia?
Begin there. Mulailah dari sana.
   
28:20 In human endeavour, Dalam usaha manusia,
in human struggle. dalam perjuangan manusia.
   
28:25 Would you agree to that? Apakah Anda setuju?
   
28:31 PJ: That, yes. PJ: Itu, ya setuju.
   
28:33 Because contradiction is, Karena kontradiksi,
it exists within me. itu ada di dalam diri saya.
   
28:37 But when you start with a statement, Tapi saat Anda mulai dengan
  suatu pernyataan,
   
28:43 that all knowledge is limited bahwa semua pengetahuan terbatas dan
and I'm continually moving in limit, saya terus bergerak dalam batas,
   
28:50 this mind of mine Batin saya ini tidak akan
can never see that. pernah bisa melihat itu.
   
28:55 K: What? K: Apa?
   
28:57 PJ: Can never actually PJ: Tidak pernah secara aktual
- it may prove it - - ia mungkin membuktikannya -
   
29:01 but the seeing of it, tetapi melihatnya, dalam
in actuality, is impossible. kenyataannya, tidak mungkin.
   
29:06 It can see contradiction. Ia bisa melihat kontradiksi.
   
29:14 AC: It is contradiction. AC: Ia adalah kontradiksi.
   
29:18 K: Could we discuss why we K:Bisakah kita membahas mengapa kita,
human beings live in contradictions? manusia, hidup dalam kontradiksi?
   
29:26 Not Gödel's theories, Bukan teori Gödel,
and go through all that. dan bahas semua itu.
   
29:31 Just to find out if a human being Sekadar untuk mencari tahu apakah
can live without contradictions. manusia bisa hidup tanpa kontradiksi.
   
29:38 Then, perhaps, we can Kemudian, mungkin,
go much further. kita bisa melangkah lebih jauh.
   
29:42 Right, sir? Benar, Tuan?
Is that possible? Apakah itu mungkin?
   
29:46 What is contradiction? Apakah kontradiksi itu?
   
29:54 PJ: In very simple language, PJ: Dalam bahasa yang sangat
the process of becoming. sederhana, proses menjadi.
   
29:59 K: Contradiction. K: Kontradiksi.
See the meaning of the word. Lihat arti kata tersebut.
   
30:07 GS: Obviously, you are going GS: Jelas, Anda akan
to do the etymology. menggunakan etimologi.
   
30:09 K: Go on, sir. I don't have K: Lanjutkan, Tuan. Saya tidak harus
to do it. You know it. melakukannya. Anda tahu itu.
   
30:13 GS: Contradiction GS: Kontradiksi artinya
means the statement pernyataan...
   
30:16 and the state do not coincide. dan keadaan tidak sejalan.
   
30:20 K: Contradict, dicere K: Menyanggah, dicere (Latin)
- to say, contra that. - untuk mengatakan, kontra itu.
   
30:26 GS: The problem is therefore GS: Oleh karena itu, masalahnya
not in the state of things bukan pada keadaan-keadaan,
   
30:30 but in the statement tetapi dalam pernyataan dari
of the state of things. keadaan.
   
30:33 K: Don't complicate it K: Tolong, jangan
for me, please. merumitkan saya.
   
30:37 AC: To say one thing and do another. AC: Mengatakan satu hal dan
K: That's all. Contradicere. melakukan hal lain.
   
30:38   K: Itulah. Bertentangan.
   
30:42 To say something Mengatakan sesuatu dan
and do something else. melakukan sesuatu yang lain.
   
30:48 To think something Memikirkan sesuatu dan
and act totally differently. bertindak sangat berbeda.
   
30:54 SP: To want and not to want SP: Mau dan tidak mau pada
at the same time. saat bersamaan.
   
30:57 K: No, just go slowly K: Bukan, silakan
into it, please. dalami secara perlahan.
   
31:05 PJ: I think the greatest PJ: Saya pikir
contradiction kontradiksi terbesar...
   
31:07 is the movement adalah gerakan dari yang
from the actual to the illusion. sebenarnya ke ilusi.
   
31:20 To move from what exists, Untuk berpindah dari apa yang ada,
to what I would like to exist. ke apa yang saya inginkan untuk ada.
   
31:29 That is the greatest contradiction Itu adalah kontradiksi terbesar
in the human mind, for me. dalam batin manusia, bagi saya.
   
31:33 K: Pupulji, we all know K: Pupulji, kita semua tahu suatu
what a contradiction is. kontradiksi itu apa.
   
31:38 We don't have to - Kita tidak harus -
   
31:40 I want, I don't want. Saya mau, saya tidak mau.
I desire, I don't desire. Saya ingin, saya tidak menginginkan.
   
31:46 There is in one, the whole living Ada dalam satu, seluruh kehidupan
is a process of contradiction. adalah suatu proses kontradiksi.
   
31:52 Contradiction means to do something Kontradiksi artinya melakukan sesuatu
and think something else. dan memikirkan sesuatu yang lain.
   
32:00 I am, but I would like Saya begini, tapi saya ingin
to be something else, menjadi sesuatu yang lain,
   
32:04 so, there is contradiction. jadi, ada kontradiksi.
   
32:07 On that, lots of philosophies Padanya, banyak filsafat yang
are based. Right? mendasarinya. Benar?
   
32:14 Duality is based. Advaita, Dvaita, Beralaskan dualitas. Advaita,
I don't know whatever that may be. Dvaita, saya tidak tahu apa pun itu.
   
32:21 I question whether Saya mempertanyakan apakah
there is duality at all. dualitas benar ada.
   
32:28 GS: But we always keep asking you. GS: Tapi kami selalu bertanya
K: Darling, wait! pada Anda. K: Sayang, tunggu!
   
32:35 Right, sir? Benar, Tuan?
   
32:38 I know there is darkness and light, saya tahu ada kegelapan dan
man and woman, terang, pria dan wanita,
   
32:44 tall and short and so on. tinggi dan pendek dan
  sebagainya.
   
32:49 What is duality? Apakah dualitas itu? Sesuatu yang
Something opposite to what is. berlawanan dengan yang ada.
   
32:55 I'm putting it Saya menyusunnya dalam
in my own simple language. bahasa saya yang sederhana.
   
32:59 'What is' cannot be understood, 'Apa adanya' tidak bisa
  dipahami,
   
33:06 cannot be resolved, tidak bisa diselesaikan,
   
33:10 so thought invents the opposite. jadi pikiran menciptakan
  lawannya.
   
33:17 Then the conflict arises, Lalu konflik muncul, ada
there's a contradiction. kontradiksi.
   
33:21 If I could dissolve the problem Jika saya bisa mengakhiri masalah
of something, without the opposite, dari sesuatu, tanpa lawannya,
   
33:30 there is no contradiction. kontradiksi tiada.
Am I making myself clear? Apakah saya membuat diri saya jelas?
   
33:38 I'm violent. Saya keras. Saya telah
I've invented non-violence. menemukan non-kekerasan.
   
33:45 If there was no such an ideal Jika tidak ada yang ideal atau
or opposite, there is only what is. yang berlawanan,
   
33:49   yang ada hanya apa adanya.
   
33:54 I am unhappy. Saya tidak bahagia.
   
33:57 I am unhappy Saya tidak bahagia dan
and I want to be happy. saya ingin bahagia.
   
34:03 There's a contradiction, Ada kontradiksi, dengan
immediately. seketika.
   
34:06 But if I understood Tetapi jika saya memahami hakikat
the nature of unhappiness, dari ketidakbahagiaan,
   
34:10 looking at it, living with it, melihatnya, hidup dengan itu,
   
34:13 letting it move, seeing what it is membiarkannya bergerak,
- the story of it, melihat apa itu - kisahnya,
   
34:18 then I may accept the whole story maka saya dapat menerima
and live with unhappiness keseluruhan kisah...
   
34:22   dan hidup dengan
  ketidakbahagiaan,
   
34:23 or, with the understanding atau, dengan pemahaman tentang
of the causation, I'm out of it. penyebabnya, saya berada di luar itu.
   
34:30 There is no - to me - Tidak ada - bagi saya - lawan
psychological opposite. psikologisnya.
   
34:37 Subject to going into contradiction Tunduk pada kontradiksi dan
and the investigation. penyelidikannya.
   
34:47 PJ: There's no PJ: Tidak ada
psychological opposite. lawan psikologisnya.
   
34:50 K: At all. K: Sama sekali.
   
35:01 Ravi Ravindra: I wish to seek Ravi Ravindra: Saya ingin mencari
some clarification on this. klarifikasi tentang ini.
   
35:10 Not merely a linguistic game, Bukan hanya suatu permainan
but it seems to me linguistik, tapi menurut saya,
   
35:20 you've already assumed a conclusion. Anda sudah mengambil kesimpulan.
K: I've not assumed it. K: Saya tidak mengasumsikan itu.
   
35:23 RR: Let me say how I see it. RR: Izinkan saya mengatakan
  bagaimana saya melihatnya.
   
35:27 Supposing one said Seandainya orang berkata bahwa
that reality are, what are, are. realitas adalah, apa adalah, adalah.
   
35:36 Why does one say 'what is'? Mengapa orang mengatakan 'apa
The moment one says what is, adanya'? Saat mengatakan apa adanya,
   
35:41 then one immediately says lalu orang langsung mengatakan
there's unity adanya kesatuan....
   
35:44 and change from it dan perubahan darinya adalah
is duality and contradiction. dualitas dan kontradiksi.
   
35:47 K: No, sir. I don't think... K: Tidak, Tuan.
  Saya tidak berpikir...
   
35:51 RR: Maybe I've not have understood RR: Mungkin saya belum mengerti
what you're saying. apa yang Anda katakan.
   
35:54 K: I'm not contradicting you. K: Saya tidak menentang Anda.
Perhaps explaining. Mungkin menjelaskan.
   
36:02 I am envious. Saya sirik. Betul?
Right?  
   
36:07 Envy is comparison, Sirik adalah pembandingan,
measurement. Right? pengukuran. Betul?
   
36:14 I'm envious. Then, I have Saya sirik. Lalu, saya telah
been told from childhood diberitahu sejak kecil...
   
36:19 or because I read atau karena saya membaca buku
some stupid religious book agama tertentu yang bodoh,
   
36:24 which says, 'Don't be covetous'. yang mengatakan,
  'Jangan sirik'.
   
36:29 So, the book I accept, Jadi, buku saya terima,
the condition and so on I accept, syarat dan sebagainya saya terima,
   
36:35 and then I have a battle, dan lalu saya bertempur,
struggle, strive berjuang, berusaha...
   
36:37 between envy and antara iri hati dan
'I should not be envious'. 'Saya seharusnya tidak iri'.
   
36:45 I am saying, I may be mistaken, Saya berkata, saya mungkin salah,
subject to all your corrections, tunduk pada semua koreksi Anda,
   
36:49 that the 'must not be' bahwa 'seharusnya tidak' hanyalah
is merely a non-reality. suatu non-realitas.
   
36:59 Right? Benar? 'seharusnya tidak',
The 'must not', the 'should not'. 'tidak boleh'.
   
37:06 RR: It seems an ethical reality. RR: Itu sepertinya suatu
K: No, no. kenyataan etis. K: Tidak, tidak.
   
37:11 Ethical reality is only Realitas etis hanyalah
'I am envious'. 'Saya sirik'.
   
37:17 To be ethical, there must be Agar etis, harus ada kebebasan
freedom from envy. dari kesirikan.
   
37:24 Right? I cannot be free Benar? Saya tidak bisa bebas jika
if I pursue the opposite. saya mengejar yang sebaliknya.
   
37:32 I don't know, I may be wrong. Saya tidak tahu, saya
  mungkin salah.
   
37:34 RR: If I may just stay with this, RR: Jika saya boleh
  sekadar tetap dengan ini,
   
37:37 because it will help me understand. karena akan membantu saya
I see I am envious. mengerti. Saya melihat saya sirik.
   
37:46 K: Stay there! Stay there. K: Tetaplah berada di situ!
  Tetap di situ.
   
37:54 Radha Burnier: Sir, it sounds as if Radha Burnier: Tuan, kedengarannya
there are the 'I' and the opposites. ada 'saya' dan lawan-lawannya.
   
38:00 But the opposites are the 'I'. Tapi lawan-lawannya
  adalah 'saya'.
   
38:05 K: Therefore, there is only K: Karena itu, hanya ada
- if one opposite... - jika satu lawannya...
   
38:12 Is the opposite born Apakah lawannya itu lahir dari
from its own opposite? lawannya sendiri?
   
38:17 Wait, wait, wait. Right, sir? Tunggu, tunggu, tunggu. Benar,
Would you agree to that? Tuan? Apakah Anda setuju?
   
38:22 GS: I would like to hear GS: Saya ingin mendengar
the next sentence. kalimat berikutnya.
   
38:25 K: You're all so damn clever, K: Kalian semua sangat pintar,
that's what's the matter. itulah masalahnya.
   
38:32 Would you admit that any opposite Apakah Anda akan mengakui
- let's take good and evil. bahwa setiap lawan dari apa pun-
   
38:36   mari kita ambil baik
  dan jahat.
   
38:40 If evil is the opposite of the good, Jika kejahatan berlawanan
  dengan kebaikan,
   
38:45 then the good still maka kebaikan masih
contains the evil. mengandung kejahatan.
   
38:57 Somebody agree with me, Seseorang setuju dengan
for God's sake. saya? Demi Tuhan.
   
39:01 GS: I completely agree with you. GS: Saya setuju sepenuhnya
K: You mean it? dengan Anda. K: Anda serius?
   
39:05 GS: Yes, I completely agree. GS: Ya, saya setuju sepenuhnya.
K: If you really mean it, K: Jika Anda sungguh-sungguh,
   
39:08 then there is only envy, maka hanya ada rasa sirik,
nothing else. tidak ada yang lain.
   
39:17 Right? Then the problem arises, Benar? Kemudian masalahnya muncul,
is it possible to be free, apakah mungkin untuk bebas.
   
39:27 K: But to be free of it, which K: Tetapi untuk bebas darinya, yang
is totally different from being... sama sekali berbeda dari menjadi...
   
39:33 GS: I speak for myself and Ravindra, GS: Saya berbicara untuk
saying that we are concerned diri saya sendiri dan Ravindra,
   
39:37   mengatakan bahwa kami
  prihatin,
   
39:40 that at that time we are not bahwa pada saat itu kami bahkan
even concerned about our envy. tidak peduli dengan rasa sirik kami.
   
39:44 You say, 'Be there. Be with envy. Anda berkata, 'Beradalah di situ.
Therefore, you are free of envy'. Beradalah dengan sirik.
   
39:47   Karena itu, Anda bebas dari
  rasa sirik '.
   
39:48 K: No, no, no. No! K: Tidak, tidak, tidak. Tidak!
   
39:55 Then the whole problem arises, can Lalu seluruh masalah muncul, dapat-
you look at envy without the idea, kah Anda memandang sirik tanpa ide,
   
40:02 the constant repetition of parents pengulangan terus-menerus dari
- 'Don't be envious'? orangtua - 'Jangan iri'?
   
40:08 Can I be free to look at envy, Dapatkah saya bebas untuk
a word, associated with the past melihat sirik,
   
40:12   yang adalah sebuah kata,
  terkait dengan masa lalu,
   
40:16 so that the past doesn't interfere agar masa lalu tidak mengganggu
with my observation? pengamatan saya?
   
40:21 All that's implied! Semua itu tersirat!
   
40:23 Not just, 'Stay with it'. Bukan hanya, 'Tetaplah dengan itu'.
That means nothing. Itu tidak ada artinya.
   
40:27 RR: That is the crucial point. RR: Itu poin yang krusial.
   
40:29 If we can stay with this, I'd feel Jika kita bisa tetap dengan ini,
all this has been worthwhile. saya akan merasa semua ini berharga.
   
40:36 Otherwise, we just talk words. Jika tidak, kita hanya
  berbicara dengan kata-kata.
   
40:40 It never seems Sepertinya tidak pernah
to have clarification. ada klarifikasi.
   
40:43 Can we stay with this staying? Bisakah kita tetap berada
  dengan menetap ini?
   
40:45 K: Ask them, sir. I'm willing K: Tanya mereka, Tuan. Saya bersedia
to go through all this business. menjalani semua bisnis ini.
   
40:50 RR: Can we stay with the staying? RR: Bisakah kita tetap dengan
Please, agree. menetap ini? Tolong, setujui.
   
40:54 George agrees. George setuju.
GS: I agree with you. GS: Saya setuju dengan Anda.
   
40:56 PJ: What is meant PJ: Apa yang dimaksud dengan
by staying with the staying? tetap dengan menetap ini?
   
41:00 K: I said that. K: Saya katakan itu.
   
41:01 PJ: When he says, PJ: Ketika dia bilang, dapatkah
can we stay with the staying. kita tetap dengan menetap ini.
   
41:06 K: I said that. K: Saya mengatakan itu. Dia
He's repeating what I said. mengulang apa yang saya katakan.
   
41:10 PJ: But I'm asking him PJ: Tapi saya tanya pada dia apa
what is meant by that. yang dimaksud dengan itu.
   
41:13 RR: What is the nature RR: Apa sifat dari menetap ini?
of this staying?  
   
41:18 Because it seems everything Karena sepertinya semuanya sudah
is resolved in this staying. diselesaikan dalam menetap ini.
   
41:23 Insight is in this staying, Wawasan ada di dalam menetap ini,
understanding is in this staying, pemahaman ada di dalam menetap ini,
   
41:27 intelligence is in this staying, kecerdasan ada dalam menetap ini,
as far as I can understand it. sejauh yang saya bisa pahami.
   
41:31 PJ: If I may ask Krishnaji. PJ: Jika saya boleh bertanya
  pada Krishnaji.
   
41:39 In my mind, there is Dalam batin saya,
a rising of jealousy. ada kebangkitan kecemburuan.
   
41:44 Rising of jealousy. Bangkitnya kecemburuan.
   
41:55 You seem to imply Anda sepertinya menyiratkan,
   
41:59 that there is an interval bahwa ada waktu jeda
after that, setelah itu,
   
42:04 when you say ketika Anda mengatakan
'staying with jealousy', 'menetap dengan cemburu',
   
42:07 can I remain with jealousy, bisakah saya tetap dengan cemburu,
not move from jealousy? tidak menggeser dari cemburu?
   
42:11 K: Would you kindly, K: Maukah Anda,
   
42:13 as you pay so much karena Anda begitu besar menaruh
attention to Gödel, perhatian pada Gödel,
   
42:20 also, pay a little attention juga, menaruh sedikit perhatian
to what I'm saying? pada apa yang saya katakan?
   
42:23 I'm not Mr. Gödel. Saya bukan Tuan Gödel.
I'm just an ordinary layman. Saya hanya orang awam biasa.
   
42:27 PJ: You did say, Krishnaji. PJ: Anda memang katakan,
K: Wait, wait. Krishnaji. K: Tunggu, tunggu.
   
42:31 Give equal attention, equal thought, Berikan perhatian yang sama,
  pemikiran yang sama,
   
42:35 equal discussion diskusi yang sama seperti yang
as you do with Gödel, Anda lakukan dengan Gödel,
   
42:40 with this poor chap dengan pria malang dari
from Madanapalle. Madanapalle ini.
   
42:47 PJ: Sure, sir. PJ: Tentu, Tuan.
   
42:51 K: Or Timbuktu K: Atau Timbuktu akan
would be just as good. sama baiknya.
   
42:59 I hate the words, 'I am saying', Saya benci kata-kata, 'Saya
but you will understand, berkata', tetapi Anda akan mengerti,
   
43:02 I'm saying that there is Saya mengatakan bahwa tidak
no psychological opposite. ada lawan psikologisnya.
   
43:11 The psychological opposite Lawan psikologis adalah ilusi,
is an illusion, it has no reality. ia tidak memiliki realitas.
   
43:17 PJ: I would say, yes. PJ: Saya akan menjawab ya.
K: You would agree? K: Anda setuju?
   
43:22 PJ: Yes. PJ: Ya.
K: Yes. K: Ya.
   
43:25 Then there is only the arising Maka hanya ada timbulnya...
   
43:28 of that sensation sensasi yang kita sebut 'iri'.
which we call 'envy'.  
   
43:34 That reaction of measurement Reaksi pengukuran itu...
   
43:39 - you live in Delhi - Anda hidup di Delhi
and I live in Madanapalle. dan saya hidup di Madanapalle.
   
43:43 So, there is that measurement Jadi, ada ukuran yang
which is comparison. merupakan perbandingan.
   
43:50 Now, is it possible for me Sekarang, mungkinkah
to be free of measurement, saya bebas dari pengukuran,
   
43:57 which is the very nature of envy? yang mana adalah hakikat
  dari iri hati?
   
44:04 Help me out, go on, sir. Bantu saya, teruskan, Tuan.
GS: I was going to say, GS: Saya akan mengatakan,
   
44:10 the trouble that Pupul has masalah yang Pupul miliki adalah
is the trouble we all have. masalah yang kita semua miliki.
   
44:13 It's not clear Tidak jelas dari pernyataan
from your statement to us. Anda kepada kami.
   
44:16 Is it a statement about that Apakah ini suatu pernyataan
which has already happened, tentang apa yang telah terjadi,
   
44:21 to those for whom it has happened, kepada mereka yang hal ini
  telah terjadi,
   
44:24 or is it an instruction to those atau itu suatu instruksi bagi
  mereka...
   
44:26 for whom it has not happened yang hal itu tidak terjadi,
to help them? untuk membantu mereka?
   
44:30 K: No, it has happened K: Tidak, hal itu sudah
  terjadi...
   
44:31 and it is happening for all of us, dan hal itu terjadi pada kita
measurement. semua, pengukuran.
   
44:36 K: I see you K: Saya melihat Anda...
   
44:40 as a great scientist or a great man, sebagai ilmuwan hebat atau orang
and I am envious of you. hebat, dan saya iri pada Anda.
   
44:46 It is happening all through life. Itu terjadi sepanjang hidup.
GS: But you don't mean it.  
   
44:48   GS: Tapi Anda tidak bermaksud
  demikian.
   
44:56 K: I'm not envious of you, sir. K: Saya tidak iri pada
  Anda, Tuan.
   
44:59 You can have Anda dapat memiliki semua
all the glory in the world. kemuliaan di dunia.
   
45:04 I'm a poor chap from that village. Saya orang miskin dari desa itu.
   
45:10 Or rather, just the hyphen between Atau lebih tepat, hanya tanda peng-
the philosopher and the sage. hubung antara filsuf dan orang bijak.
   
45:17 Right, sir? Benar, Tuan?
   
45:25 No, seriously. I compare. Serius, saya membandingkan. Seluruh
My whole life is comparison. hidup saya adalah pembandingan.
   
45:34 In school it begins. Itu dimulai di sekolah. Lebih
More marks than - etc., banyak berciri daripada - dll.,
   
45:38 in college, in university. di perguruan tinggi,
  di universitas.
   
45:42 Apparently, all living has become Nyatanya, semua kehidupan sudah
a measurement, which means envy. menjadi suatu ukuran,
   
45:46   yang artinya, iri hati.
   
45:51 We agree to that definition. Kita setuju dengan definisi itu.
   
45:54 Then we have invented the idea Kemudian kita menemukan ide
of becoming non-envious, untuk tidak iri,
   
46:04 becoming, having no measurement. menjadi, tidak memiliki ukuran.
   
46:08 Then we struggle Kemudian kita berjuang dengan
with having no measurement. tidak memiliki pengukuran.
   
46:11 But the speaker is saying Tapi pembicara mengatakan,
   
46:16 there is no psychological opposite, tidak ada lawan-psikologisnya,
only envy, hanya iri hati,
   
46:23 and I say, 'Stay with it'. dan saya berkata,
  'Tetaplah dengan itu'.
   
46:26 Now, what does one mean Sekarang, apa yang dimaksud dengan
by 'staying with it'? 'tetap bersamanya'?
   
46:32 'Staying with it' means the word 'Tetap bersamanya' berarti,
'envy' has an enormous significance.  
   
46:35   kata 'iri hati' memiliki arti yang
  sangat besar.
   
46:41 Right? Benar?
   
46:45 I am always comparing. Saya selalu membandingkan.
   
46:48 To stay with it means understand Untuk tetap bersamanya berarti
the nature of measurement, memahami hakikat pengukuran,
   
46:55 the nature of becoming something, hakikat dari menjadi sesuatu,
   
46:58 from what you are, dari siapa Anda,
to something else. ke sesuatu yang lain.
   
47:02 Right? Benar?
   
47:04 So, can one be free Jadi, bisakah seseorang terbebas
of the word 'envy'? dari kata 'iri'?
   
47:12 The moment you use the word 'envy', Begitu Anda menggunakan
  kata 'iri',
   
47:15 you've already Anda telah membawanya
taken it into the past. ke masa lalu.
   
47:22 Therefore, Oleh karena itu,
you're still contradicting. Anda masih berkontradiksi.
   
47:29 That's it. Got it! Itu dia. Paham!
Yes, sir. Ya, Tuan.
   
47:38 Just a minute. If you understand, Tunggu sebentar. Jika Anda mengerti,
catch it really quickly. tangkap itu dengan sangat cepat.
   
47:51 You've got a quick brain. Anda mempunyai otak yang cepat.
   
47:56 The moment I use the word 'envy', Saat saya menggunakan
  kata 'iri',
   
48:01 I've already translated Saya sudah menerjemahkan
the feeling from the past, perasaan itu dari masa lalu,
   
48:07 which is contradiction. yang merupakan kontradiksi.
   
48:15 GS: The contradiction is, in fact, GS:Kontradiksi itu sebenarnya adalah
in retaining the past. dalam mempertahankan masa lalu.
   
48:24 K: And so, can I look at that K: Jadi, dapatkah saya melihat
reaction without the word? reaksi itu tanpa kata?
   
48:32 You asked me what it means to stay. Anda bertanya kepada saya
  apa artinya menetap.
   
48:35 Without the word, without escaping, Tanpa kata,
  tanpa melarikan diri,
   
48:40 suppressing it, all that. tanpa menekannya, semua itu.
You understand? Anda paham?
   
48:44 Just to be totally aware of it, Hanya untuk sekadar mewaspadai
without any choice. sepenuhnya, tanpa pilihan apa pun.
   
48:57 That's what I mean Itulah yang saya maksud dengan
by 'staying with it', 'tetap bersamanya',
   
49:03 in which there is no choice. di mana tidak ada pilihan.
   
49:10 An awareness that... Suatu kewaspadaan bahwa...
   
49:14 when you translate that feeling, ketika Anda menerjemahkan
which is 'new', perasaan itu, yang adalah 'baru',
   
49:21 and put it back dan mengembalikannya ke
into the background of the past, latar belakang masa lalu,
   
49:27 you've already created the duality Anda telah menciptakan dualitas
and therefore contradiction. dan karenanya kontradiksi.
   
49:38 And so, can you do that? Jadi, bisakah Anda
  melakukan itu?
   
49:47 Sir, I have a precious diamond, Tuan, saya memiliki berlian
  yang berharga,
   
49:52 a thing that is sparkling, sesuatu yang berkilau,
extraordinarily beautiful. luar biasa indah.
   
49:57 I look at it. I don't say, Saya lihat padanya.
'I must have it, how beautiful',  
   
49:58   Saya tidak mengatakan, 'Saya harus
  memilikinya, betapa indahnya',
   
50:02 I look at it. Saya lihat padanya. Itu merupakan
It's a marvellous thing, sesuatu yang luar biasa,
   
50:08 without saying, 'I must have it, tanpa mengatakan, 'Saya harus memili-
I mustn't', all the rest of it. kinya, saya tidak boleh', semua itu.
   
50:15 What do you say, sir? Pandangan Anda bagaimana, Tuan?
   
50:17 GS: Earlier, when you talked GS: Sebelumnya, ketika Anda
about measurement, berbicara tentang pengukuran,
   
50:19 we thought you are talking kami pikir Anda sedang berbicara
about the future, tentang masa depan,
   
50:23 'I am envious now, 'Saya iri sekarang,
   
50:25 I would like to create an image Saya ingin membuat imaji
of myself not being envious'. tentang diri saya yang tidak iri '.
   
50:30 But you're now saying that it is not Tapi Anda sekarang mengatakan bahwa
the future which is dangerous, bukan masa depan yang berbahaya,
   
50:33 but the past. tapi masa lalu.
K: Yes. K: Ya.
   
50:35 GS: The moment you say, 'I am GS: Saat Anda berkata,
envious, or I have been envious', 'Saya iri, atau saya pernah iri',
   
50:39 by naming it, by keeping it apart dengan menamainya,
from me, I have created an object, dengan memisahkannya dari diri saya,
   
50:43   saya telah menciptakan
  sebuah objek,
   
50:45 and I'm staying there instead of dan saya tinggal di sana alih-alih
going on wherever I should be going. pergi ke mana pun saya harus pergi.
   
50:50 K: That is the contradiction. K: Itu kontradiksinya.
GS: That's the contradiction. GS: Itu kontradiksinya.
   
50:57 PJ: May I ask? PJ: Bolehkah saya bertanya?
   
50:59 RR: Can we pursue this? RR: Bisakah kita meneruskan ini?
K: Oh, pursue it. K: Oh, teruskan.
   
51:10 K: Not change. K: Tidak merubah.
RR: I'm not thinking of change. RR:Saya tidak memikir untuk merubah.
   
51:13 I'm just a little concerned Saya hanya sedikit prihatin
that there are certain words bahwa ada kata-kata tertentu...
   
51:18 that are not allowed in here, yang tidak diperbolehkan di sini,
so I'm trying to use some others.  
   
51:20   jadi saya coba gunakan
  kata-kata yang lain.
   
51:30 A quality of attention, Suatu kualitas perhatian,
in which time does not play a part. dalam mana waktu tidak berperan.
   
51:35 K: Past is the time. K: Masa lalu adalah waktu.
RR: Either past or future. RR: Baik masa lalu atau masa depan.
   
51:44 Rightly or wrongly, practically Benar atau salah, secara praktis
all classical disciplines say semua disiplin klasik berkata,
   
51:49 that this quality of attention bahwa kualitas perhatian ini
can be developed. dapat dikembangkan.
   
51:54 K: Ah! The moment... K: Ah! Saat...
You got it? Anda paham?
   
51:59 GS: I got it but it is a problem GS:Saya menangkapnya tetapi itu ada-
which we all have. lah masalah yang kita semua miliki.
   
52:04 You would not want me to quote, Anda tidak ingin saya mengutip,
but in Patanjali - I won't quote.  
   
52:06   tetapi di Patanjali -
  saya tidak akan mengutip.
   
52:10 The very first 'sutra' 'Sutra' yang paling pertama
makes a certain statement membuat pernyataan tertentu....
   
52:16 as to what yoga is. tentang apa itu yoga.
   
52:18 The question is, can you get there? Pertanyaannya adalah,
Or are you already there? bisakah Anda sampai di sana?
   
52:19   Atau apakah Anda sudah di sana?
   
52:21 If you're already there, Jika Anda sudah berada di sana,
you don't need the book. Anda tidak membutuhkan bukunya.
   
52:23 If you can't get there, Jika Anda tidak bisa ke sana,
then you need the book, maka Anda membutuhkan bukunya,
   
52:27 but you're not getting there, tetapi Anda tidak sampai di sana,
you only have the book. Anda hanya memiliki bukunya.
   
52:29 In the same sense, here, Dalam pengertian yang sama,
  di sini,
   
52:30 the statement seems to be, pernyataan itu sepertinya,
'Don't have a past'. 'Tidak punya masa lalu'.
   
52:35 If you have a past, then you're Jika Anda memiliki masa lalu,
keeping on looking at it, maka Anda terus akan melihatnya,
   
52:39 and instead of going, dan alih-alih pergi,
you are staying there, Anda tinggal di sana,
   
52:41 'I'm still far from the destination, 'Saya masih jauh dari tujuan,
I want to go somewhere, I'm here'.  
   
52:43   saya ingin pergi ke suatu tempat,
  saya di sini.'
   
52:48 But our question is that a lot Tapi pertanyaan kami adalah, banyak
of good people here, all of us, orang baik di sini, kami semua,
   
52:54 we seem to be not wanting kita sepertinya tidak ingin iri,
to be envious,  
   
52:59 and when we are envious, we're dan saat kita iri, kita tidak
unhappy. We don't think it is right. bahagia. Kami pikir itu tidak benar.
   
53:04 We don't always get out of it. Kami tidak selalu keluar
Sometimes we do, mostly we don't. dari situ.
   
53:06   Terkadang kami melakukannya,
  sebagian besar tidak.
   
53:11 Is it that we are forever Apakah kami selamanya ditakdirkan
destined to be here? untuk berada di sini?
   
53:14 K: No, I think we are slack. K: Tidak, saya pikir kita kendur.
GS: We are slack. GS: Kami lamban.
   
53:18 RR: Precisely. RR: Tepat sekali.
Now we're getting somewhere. Sekarang kita pergi ke suatu tempat.
   
53:36 He's repeating the same thing. Dia mengulangi hal yang sama.
   
53:46 K: No, sir. No, sir. K: Tidak, Tuan. Tidak Tuan.
Just a minute, sir. Tunggu sebentar, Tuan.
   
53:50 Dr. Sudarshan makes a statement, Dr. Sudarshan membuat pernyataan,
'Stay with it'. 'Tetaplah bersamanya'.
   
53:56 He explains what it means. Right? Dia menjelaskan apa artinya.
Did you actually listen to him? Benar?
   
54:00   Apakah Anda benar-benar
  mendengarkan dia?
   
54:07 RR: I think so. RR: Saya kira begitu.
This is always the problem. Ini selalu masalahnya.
   
54:11 K: He is making a statement, K: Dia membuat pernyataan,
   
54:17 'Stay with it'. 'Tetaplah dengannya'.
He explained what it means. Dia menjelaskan apa artinya.
   
54:23 Have I listened to him, Apakah saya mendengarkan dia,
so that what he is saying sehingga apa yang dia katakan...
   
54:29 - not the words - - bukan kata-katanya -
the reality of what he is saying. realitas dari apa yang dikatakannya.
   
54:33 You understand? Anda paham?
   
54:35 Have I seen the truth of it, Apakah saya lihat kebenarannya, atau
or whatever words you like to use, kata apa pun yang Anda suka pakai,
   
54:39 or I'm discussing in my mind, ataukah saya berdiskusi dalam
'I wonder if he's right, batin saya,
   
54:42   'Saya bertanya-tanya apakah
  dia benar,
   
54:47 Do you listen? Apakah Anda mendengarkan?
   
54:59 RR: Krishnaji, the difficulty RR: Krishnaji, tampaknya kesu-
seems to be, whatever you say, litannya, apapun yang Anda katakan,
   
55:05 I listen sometimes. Saya kadang-kadang mendengarkan.
K: No, no. Now! K: Tidak, tidak. Sekarang!
   
55:11 I'm asking you, sir, have you Saya bertanya kepada Anda, Tuan,
listened to what Dr. Sudarshan says?  
   
55:13   apakah Anda sudah mendengarkan apa
  yang dikatakan Dr. Sudarshan?
   
55:21 He says something. Dia mengatakan sesuatu.
Is your heart in it? Apakah ada kepekaan Anda di dalamnya?
   
55:27 Or only the mind Ataukah hanya batin yang
that is listening, the idea, mendengarkan, idenya,
   
55:32 listening is forming the idea. mendengarkan membentuk ide.
   
55:37 And the idea is not Dan idenya bukanlah apa yang
what he is saying! dia katakan!
   
55:42 AC: Sir, I think that's AC: Tuan, menurut saya itu
a very unfair question. pertanyaan yang sangat tidak adil.
   
55:46 K: What is unfair? K: Apa yang tidak adil?
AC: Your question, AC: Pertanyaan Anda,
   
55:48 because any answer to that karena jawaban apa pun
has to be wrong. pasti salah.
   
55:52 Any answer to that question Setiap jawaban atas
is wrong. pertanyaan itu salah.
   
55:55 K: Why? K: Mengapa?
AC: It is based on memory. AC: Ini didasarkan pada memori.
   
55:57 K: No. Asit, just a minute. K: Tidak. Asit, tunggu sebentar.
AC: Yes. Yes, sir! AC: Ya. Ya Tuan!
   
56:04 Is listening based on memory? Apakah mendengarkan berdasarkan me-
That's all I am saying. mori? Itu saja yang saya katakan.
   
56:10 You say all listening Anda mengatakan semua mendengarkan
is based on memory. didasarkan pada memori.
   
56:13 AC: No, I said when you ask him AC: Tidak, saya berkata ketika Anda
a question, 'Have you listened?' mengajukan pertanyaan kepadanya,
   
56:15   'Apakah Anda mendengarkan?'
   
56:18 any answer he gives jawaban apapun yang dia
has to be wrong, sir. berikan pasti salah, Tuan.
   
56:20 K: No! K: Tidak!
   
56:24 He made a statement - 'X', Dia membuat pernyataan - 'X',
   
56:28 and he explains it, dan dia menjelaskannya dengan
very carefully. sangat hati-hati.
   
56:35 To him it is a reality, Baginya itu adalah kenyataan,
   
56:38 which means I must be yang berarti saya harus berada
at the same level, di level yang sama,
   
56:43 at the same time, pada saat yang sama,
with the same intensity. dengan intensitas yang sama.
   
56:49 Otherwise it's just words. Kalau tidak,
  itu hanya kata-kata.
   
56:55 The word then is merely an idea. Lalu kata itu hanyalah
  sebuah gagasan.
   
56:59 Now, can I meet him? Sekarang, bisakah saya bertemu
That's my question. dengannya? Itu pertanyaan saya.
   
57:02 AC: No, sir, your question is, AC: Tidak Tuan, pertanyaan Anda ada-
did you meet him? lah, apakah Anda bertemu dengan dia?
   
57:06 K: I did. K: Benar, saya lakukan.
AC: How do you know? AC: Bagaimana Anda tahu?
   
57:10 K: What he said is true. K: Apa yang dia katakan
Therefore, it's not mine or his. itu benar.
   
57:12   Oleh karenanya, itu bukan
  milik saya atau milik dia.
   
57:14 AC: No, when you ask that question, AC:Tidak, ketika Anda mengajukan per-
it is already in the past tense. tanyaan itu, itu sudah di waktu lalu.
   
57:19 K: Don't quibble over it, Asit. K: Jangan berdalih, Asit.
AC: No, it's important, sir. AC: Tidak, ini penting Tuan.
   
57:23 Because then you're Karena dengan begitu Anda
immediately out of it, again. langsung keluar dari itu, lagi.
   
57:27 K: No. Would you - K: Tidak. Maukah Anda -
   
57:33 You made a statement, just now. Anda baru saja membuat
  pernyataan.
   
57:37 Can a human being live Bisakah manusia hidup tanpa
without contradiction? Right? kontradiksi? Benar?
   
57:44 How do I receive that question? Bagaimana saya menerima
  pertanyaan itu?
   
57:54 How do I approach that question? Bagaimana saya mendekati
  pertanyaan itu?
   
58:01 Right, sir? Benar, Tuan?
   
58:03 I don't want to talk all the time, Saya tidak ingin berbicara sepanjang
somebody jump in, help me out. waktu, seseorang masuk, bantu saya.
   
58:10 That's my question, Itulah pertanyaan saya, yang pada
which is basically his question, dasarnya adalah pertanyaan dia,
   
58:14 how do I approach a question? bagaimana cara saya
  mendekati suatu pertanyaan?
   
58:21 PJ: May I say something, sir? PJ: Bolehkah saya mengatakan
  sesuatu Tuan?
   
58:24 The basic contradiction, then, Kontradiksi dasar, lalu,
is not greed or becoming  
   
58:27   bukanlah keserakahan atau
  keinginan menjadi sesuatu,
   
58:31 but the way the mind tetapi cara batin mendengarkan
listens or sees. atau melihat.
   
58:41 That's the contradiction. Itulah kontradiksinya.
There is a contradiction there, Ada kontradiksi disana,
   
58:44 because when you bring in karena ketika Anda membawa kese-
greed or envy or anything, rakahan atau iri hati atau apapun,
   
58:49 the attention moves to greed perhatian bergerak ke
or envy, and not to this state. keserakahan atau iri hati,
   
58:54   dan tidak ke keadaan ini.
   
58:58 K: Forgive me, Pupulji. K: Maafkan saya, Pupulji. Sudahkah
Have you answered my question? Anda menjawab pertanyaan saya?
   
59:02 He made a statement, Dia membuat pernyataan, Gödel dan
Gödel and you all made a statement, Anda semua membuat pernyataan,
   
59:06 'Human beings live 'Manusia hidup dalam
in contradiction'. Right? kontradiksi'. Benar?
   
59:11 Our minds and all that, Batin kita dan semua itu,
live in contradiction. hidup dalam kontradiksi.
   
59:15 Contradiction exists Kontradiksi terjadi jika ada
when there is a division. Right? pembagian. Benar?
   
59:20 Where there is a division, Di mana ada pembagian,
time exists. waktu ada.
   
59:24 The very nature of time is to divide Hakikat waktu adalah untuk membelah
and disperse and all the rest of it. dan membubarkan serta semua lainnya.
   
59:30 Right, sir? Benar, Tuan?
   
59:33 Now, I listen to that, Sekarang, saya mendengarkan itu,
   
59:39 and I say, is there dan saya berkata, apakah ada
a contradiction in me? kontradiksi dalam diri saya?
   
59:44 Just a minute, follow it. Tunggu sebentar, ikuti.
And I see there is. Dan saya melihat ada.
   
59:49 Right? And he goes on to tell me Benar? Dan dia selanjutnya memberi
what is the nature of contradiction tahu saya apa sifat kontradiksi...
   
59:57 and I'm watching in myself dan saya mengamati dalam
the movement of contradiction. diri saya gerak kontradiksi.
   
1:00:03 Are you following Apakah Anda mengikuti apa yang
what I'm saying? I hope you are. saya katakan? Saya harap demikian.
   
1:00:05 I'm watching it. I'm not Saya sedang mengamatinya. Saya tidak
denying it, not accepting it, menyangkalnya, tidak menerimanya,
   
1:00:08 I'm watching the nature Saya mengamati sifat kontradiksi.
of contradiction.  
   
1:00:11 I realise contradiction only exists Saya memahami kontradiksi hanya ada
when there is an opposite. jika ada suatu oposisi.
   
1:00:18 The opposite is created, Oposisi itu diciptakan, seperti yang
as we said, by the past, kami katakan, oleh masa lalu,
   
1:00:23 dividing time as the past, membagi waktu sebagai masa lalu,
present and future, sekarang dan masa depan,
   
1:00:27 dividing time as the fact membagi waktu sebagai fakta dan
and contradiction to that fact. kontradiksi terhadap fakta tersebut.
   
1:00:35 I see all that, instantly. Saya melihat semua itu,
  secara instan.
   
1:00:44 Immediately, Seketika, saya melihat
I see how extraordinary that is. betapa luar biasanya hal itu.
   
1:00:50 Right, sir? I may be wrong, Benar, Tuan? Saya mungkin salah,
I may be in a state of illusion. saya mungkin dalam keadaan ilusi.
   
1:00:58 If I may mention, Napoleon, Jika boleh saya sebutkan, Napoleon,
when he was fighting the Austrians ketika dia melawan Austria...
   
1:01:07 - I used to read as a boy, -saya, selagi anak muda, biasa memba-
for fun - his battles, ca untuk kesenangan - pertempurannya,
   
1:01:13 he told the General his order, dia beritahu perintahnya
  kepada Jedralnya,
   
1:01:19 and the General had to be dan Jenderal harus bersamanya
with him right to the last word. sampai kata terakhir.
   
1:01:26 Right? Otherwise - Benar? Jika tidak -
   
1:01:30 the General had to meet Napoleon Jenderal harus bertemu Napoleon pada
at the same level, at the same time, level yang sama, pada saat yang sama,
   
1:01:35 with the same passion. dengan gairah yang sama.
   
1:01:40 Then the message was not Napoleon's Maka pesan itu bukan milik Napoleon
- it was a message. - itu adalah pesan.
   
1:01:53 PJ: Sir, this I understand. PJ: Tuan, ini saya mengerti.
K: Ah, ah, ah. No! K: Ah, ah, ah. Tidak!
   
1:01:59 PJ: No, please listen, sir. PJ: Tidak, tolong dengarkan, Tuan.
This I understand. Ini saya mengerti.
   
1:02:04 When you say, 'Can you look Ketika Anda berkata, 'Bisakah Anda
at jealousy without the word?' melihat cemburu tanpa kata?'
   
1:02:08 Please listen to what I'm saying. Tolong dengarkan apa yang saya
K: That's all explanations. katakan. K: Semua itu penjelasan.
   
1:02:14 AC: Sir, if I were to ask you, AC: Tuan, jika saya bertanya,
'Are you listening?', 'Apakah Anda mendengarkan?',
   
1:02:21 would you answer that question? maukah Anda menjawab
K: Yes. pertanyaan itu? K: Ya.
   
1:02:27 RR: Sir, then I wish RR: Tuan, kalau begitu saya
to take it from here. mau ambil dari sini.
   
1:02:33 K: Including myself. K: Termasuk saya sendiri.
   
1:02:35 RR:...have been conversing RR: ...telah berbicara dengan Anda,
with you, arguing with you berdebat dengan Anda
   
1:02:40 and in my case, I would even say dan dalam kasus saya, saya katakan,
fighting with you, bahkan berkelahi dengan Anda,
   
1:02:45 for many years. selama bertahun-tahun.
K: Why? K: Mengapa?
   
1:02:52 RR: Shall I tell you honestly? RR: Akan saya beritahu Anda dengan
I think I'm in love with you. jujur? Saya pikir saya sayang Anda.
   
1:02:56 K: What? K: Apa?
RR: I'm in love with you. RR: Saya sayang pada Anda.
   
1:03:02 And you frustrate me Dan Anda membuat saya
to the nth degree. frustrasi sampai tingkat ke-n.
   
1:03:11 But I can't get away. Tapi saya tidak bisa kabur.
   
1:03:14 This is why I am listening to you. Inilah kenapa saya mendengarkan Anda.
K: Fall in love with somebody else. K: Cintalah orang lain.
   
1:03:24 RR: But I still really wish RR: Tapi saya masih sangat ingin
to come to this question. sampai pada pertanyaan ini.
   
1:03:29 Every time I have been with you, Setiap kali saya bersama Anda,
somebody, including myself, seseorang, termasuk saya,
   
1:03:35 raises more or less mengajukan pertanyaan
the same question. yang kurang lebih sama.
   
1:03:40 You say you listen to us, Anda mengatakan Anda mendengarkan
and I accept it. kami, dan saya menerimanya.
   
1:03:46 But I don't really Tapi saya tidak benar-benar
have the impression mendapat kesan,
   
1:03:48 that you understand my difficulty. bahwa Anda memahami
  kesulitan saya.
   
1:03:50 K: Oh, yes, sir. K: Oh, ya, Tuan.
What is the difficulty? Apa kesulitannya?
   
1:03:57 I'm asking most seriously, sir, Saya bertanya dengan sangat
I'm not trying to quibble over it. serius, Tuan,
   
1:03:58   saya tidak mencoba berdalih
  tentang itu.
   
1:04:01 What is my difficulty? Apa kesulitan saya? Anda berkata
You say to me, 'Stay with it'. kepada saya, 'Tetaplah dengan itu'.
   
1:04:10 I don't quite understand the meaning Saya tidak begitu paham artinya,
of that, or the implications of it, atau implikasinya,
   
1:04:15 so you have explained to me. jadi Anda telah menjelaskan ke saya.
Don't escape, don't put it in, etc. Jangan kabur, jangan disimpan, dll.
   
1:04:22 And I find it terribly difficult Dan saya merasa sangat sulit
to do that. Right? untuk melakukan itu. Benar?
   
1:04:27 And I say, why? Dan saya katakan, mengapa?
Why is it difficult? Kenapa sulit?
   
1:04:34 Go on, sir. Teruskan, Tuan.
RR: In my case, RR: Dalam kasus saya,
   
1:04:36 the mind is like a monkey, pikiran itu seperti monyet,
it's running around. ia berlarian.
   
1:04:42 GS: I think I can say something GS:Saya rasa saya bisa mengatakan se-
which I have just understood. suatu yang baru saja saya pahami.
   
1:04:46 I've also had the same problem Saya juga punya masalah
  yang sama,
   
1:04:49 of the continuing, frustrating tentang hubungan cinta yang ber-
love affair with Krishnaji. kelanjutan dan membuat frustasi...
   
1:04:51   dengan Krishnaji.
   
1:04:53 K: For God's sake! K: Demi Tuhan!
   
1:04:58 GS: What he said seems to be GS: Apa yang dia
a very peculiar answer between lines katakan sepertinya...
   
1:05:00   suatu jawaban yang sangat aneh yang
  tersirat di antara garis-garis...
   
1:05:04 with regard to the question, berkenaan dengan pertanyaan,
'How do we get there?'. 'Bagaimana kita sampai di sana?'.
   
1:05:09 Also, for the first time, I think Juga, untuk pertama kalinya, saya
I understand what he meant by, rasa saya paham apa yang dia maksud,
   
1:05:13 'Don't listen to anybody', 'Jangan dengarkan siapa pun',
and then keep on talking. dan kemudian terus berbicara.
   
1:05:17 I've always worried about it Saya selalu khawatir tentang itu -
- why does he keep on saying, mengapa dia terus berkata,
   
1:05:21 'Listen to me. 'Dengarkan saya.
Don't listen to anybody'. Jangan dengarkan siapa pun '.
   
1:05:24 The point is that Intinya adalah, mendengarkan
the listening must be a process haruslah sebuah proses
   
1:05:29 which begins in listening yang dimulai dengan
but ends in not listening. mendengarkan...
   
1:05:30   tetapi berakhir dengan
  tidak mendengarkan.
   
1:05:32 You have to be there. Anda harus berada di situ.
   
1:05:34 In a sense, it is an instruction, Dalam arti tertentu, itu adalah in-
even though he likes to say, struksi, meski dia suka mengatakan,
   
1:05:38 'Asit, there is no process'. 'Asit, tidak ada proses'.
The process is indescribable. Prosesnya tidak bisa dilukiskan.
   
1:05:44 Secondly, when it is listened Kedua, ketika didengarkan
with that total attention, dengan perhatian total itu,
   
1:05:49 there is no one who speaks. tidak ada orang yang berbicara.
   
1:05:51 It is the truth. It is, Ini adalah kebenaran. Benar,
and you are in it, you are at it,  
   
1:05:54   dan Anda berada di dalamnya,
  Anda sedang melakukannya,
   
1:05:56 you are with it, it is around you, Anda bersamanya, itu ada di
it is surrounding you, sekitar Anda, itu mengelilingi Anda,
   
1:05:59 and therefore, there is no one dan oleh karena itu, tidak ada seo-
to whom you are listening. rang pun yang Anda dengarkan.
   
1:06:02 You're not, therefore, Oleh karena itu, Anda tidak akan
going to do something, melakukan sesuatu,
   
1:06:05 'Yes, I understand now, 'Ya, saya mengerti sekarang,
therefore, I am going to...' oleh karena itu, saya akan...'
   
1:06:07 It's not 'going to do something', Itu tidak 'akan melakukan sesuatu',
you have seen it. Anda telah melihatnya.
   
1:06:11 Now, you may say Sekarang, Anda mungkin berkata
'No, I haven't seen it'. 'Tidak, saya belum melihatnya'.
   
1:06:16 But attention is the only process Tetapi perhatian adalah satu-satunya
that you can do. proses yang dapat Anda lakukan.
   
1:06:20 And it's not a process, because Dan ini bukan proses, karena ini
it is not a step-by-step thing. bukan hal selangkah demi selangkah.
   
1:06:24 And it should not become Dan itu seharusnya tidak menjadi
part of one's knowledge, bagian dari pengetahuan seseorang,
   
1:06:27 it is not something ini bukanlah sesuatu yang dikatakan
that Krishnaji has told us, oleh Krishnaji kepada kita,
   
1:06:30 or something that we have asked him, atau sesuatu yang telah kita
or that we have understood. tanyakan padanya,
   
1:06:33   atau yang telah kita pahami.
   
1:06:35 It is something. Itu adalah sesuatu.
   
1:06:40 Now, of course, the moment Sekarang, tentu saja, momen
of clarity is rapidly fading, kejelasan dengan cepat memudar,
   
1:06:48 but the point is that it is not tetapi intinya adalah bahwa ini
a process in the ordinary sense. bukanlah proses dalam arti biasa.
   
1:06:53 Therefore, one has to read Oleh karena itu, seseorang harus
between the lines. membaca yang tersirat.
   
1:06:57 And it is the sound, the words Dan itu adalah suaranya, kata-
- not even the idea. katanya - bahkan bukan idenya.
   
1:07:03 Let me say 'shabda', Izinkan saya mengatakan 'shabda',
he doesn't like Sanskrit words, dia tidak suka kata-kata Sansekerta,
   
1:07:06 but the sound, the reverberating tapi suaranya, suara yang bergema.
sound. It covers you up. Itu melingkupi Anda.
   
1:07:12 It becomes so complete that there's Itu menjadi demikian
no seeing it as different from you, lengkapnya...
   
1:07:14   sehingga tiada pandangan hal itu
  berbeda dari Anda,
   
1:07:18 no question of it being tidak mungkin itu merupakan
a step-by-step thing. hal selangkah demi selangkah.
   
1:07:22 But it is something Tetapi itu adalah sesuatu
that just is at that moment. yang baru pada saat itu.
   
1:07:29 RR: George, you know and I know, RR: George,
you can use all the right words. Anda tahu dan saya tahu,
   
1:07:30   Anda dapat menggunakan
  semua kata yang tepat.
   
1:07:32 I can use all the right words. Saya bisa menggunakan semua
I can give lectures on Krishnamurti. kata yang tepat.
   
1:07:34   Saya bisa memberi ceramah
  tentang Krishnamurti.
   
1:07:37 That doesn't help. The fact is, Itu tidak membantu. Faktanya adalah,
if you don't know this jika Anda tidak mengetahui hal ini,
   
1:07:42 - let me speak about myself - - biarkan saya berbicara
  tentang diri saya -
   
1:07:44 I don't feel that I have this Saya tidak merasa memiliki wawasan
radical insight, or this perception. radikal, atau persepsi ini.
   
1:07:50 I may occasionally have Saya terkadang boleh jadi
a taste of something merasakan sesuatu,
   
1:07:53 but then it's not there. tapi kemudian tidak ada.
   
1:07:57 The words are all very nice, Kata-katanya sangat bagus,
I can read many books. saya bisa membaca banyak buku.
   
1:08:02 But there is only - Tapi hanya ada -
in this audience here, pada para hadirin ini di sini,
   
1:08:06 there is only one cat with the meat. dagingnya hanya ada
  pada satu kucing.
   
1:08:15 Sorry, this is a wrong metaphor Maaf, ini adalah metafora yang salah
in a vegetarian assembly. dalam suatu kumpulan para vegetarian.
   
1:08:23 GS: You could make it GS: Anda bisa menjadikannya
the cat with the cream. kucing dengan krim.
   
1:08:30 RR: But, he denies RR: Tapi, dia menyangkal kalau
that he is different. dirinya berbeda.
   
1:08:36 Krishnaji, I'm sorry I'm being Krishnaji, saya minta maaf karena sa-
so passionate about this. ya demikian bersemangat tentang ini.
   
1:08:39 K: Sir, the question really is, K: Tuan, pertanyaan sebenarnya,
if I may repeat, kalau boleh saya ulangi,
   
1:08:45 do we ever meet apakah kita pernah bertemu
at the same level, pada level yang sama,
   
1:08:48 at the same time, pada saat yang sama, dengan
with the same intensity intensitas yang sama---
   
1:08:52 - ever? Right, sir? - pernah? Benar, Tuan?
That's all my question. Itu saja pertanyaan saya.
   
1:08:57 If I met you at the Jika saya bertemu Anda di -
- then there's no problem. maka tidak ada masalah.
   
1:09:01 GS: Please don't go away from there. GS: Tolong jangan pergi
  dari sana.
   
1:09:06 Once we have met, please don't Begitu kita bertemu, tolong jangan
go away from there, I said. pergi dari sana, kata saya.
   
1:09:15 K: Sir, what are you talking about! K: Tuan, apa yang Anda
  bicarakan!
   
1:09:21 What is that state when Apa keadaan itu ketika
- you accept the words, -Anda menerima kata-kata,
   
1:09:26 at the same level, at the same time, pada level yang sama, pada saat yang
with the same intensity? sama, dengan intensitas yang sama?
   
1:09:32 Don't use the word 'attention'. Jangan gunakan kata
  'perhatian'.
   
1:09:43 Don't use the worn-out words, Jangan gunakan kata-kata yang usang,
but find out what is that state. tetapi cari tahu apa keadaan itu.
   
1:10:07 Would you agree that state is Apakah Anda setuju bahwa keadaan itu
- I hate these words! - adalah - Saya benci kata-kata ini! -
   
1:10:15 is love? adalah cinta?
   
1:10:26 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:10:28 Then words are not necessary. Maka kata-kata tidak perlu.
   
1:10:34 Napoleon's message to the General, Pesan Napoleon kepada Jenderal,
the General was the message, Jenderal adalah pesannya,
   
1:10:43 he was carrying out dia menjalankan perintah-
the orders of Napoleon. perintah Napoleon.
   
1:10:46 I wonder if you understand. Saya ingin tahu apakah
  Anda paham.
   
1:10:51 What are you smiling at? Apa yang membuat Anda tersenyum?
AC: To carry your analysis further, AC: Untuk melanjutkan analisis Anda,
   
1:10:55 after he receives Napoleon's setelah dia menerima pesan Napoleon
message and carries it out, dan melaksanakannya,
   
1:10:58 he still remains a General dia tetap seorang Jenderal dan
and Napoleon remains Napoleon, Napoleon tetap Napoleon,
   
1:11:01 and he has to keep going back dan dia harus terus kembali ke
to Napoleon for messages. Napoleon untuk menerima pesan-pesan.
   
1:11:04 K: No, no, no. K: Tidak, tidak, tidak.
AC: That's the difference. AC: Itu bedanya.
   
1:11:07 K: No. I understand. K: Tidak. Saya mengerti.
Of course, he is the General, Tentu saja, dia adalah Jenderalnya,
   
1:11:15 but in that relationship tapi dalam hubungan itu, saat
when we meet at the same level, kita bertemu di level yang sama,
   
1:11:20 there is no General and Napoleon. tidak ada Jenderal dan Napoleon.
   
1:11:24 AC: Yes, at that moment. AC: Ya saat itu.
K: Ah, ah! Now, wait, K: Ah, ah! Sekarang tunggu,
   
1:11:29 Why do you say at that moment? Mengapa Anda mengatakan
Because the General has to salute, pada saat itu?
   
1:11:30   Karena Jenderal harus memberi
  hormat,
   
1:11:33 but those are all functions. tapi itu semua adalah fungsi.
   
1:11:38 AC: There is that level of intensity AC: Ada tingkat intensitas itu,
   
1:11:40 meeting at the same level, bertemu di tingkat yang sama,
at the same time. pada waktu yang sama.
   
1:11:45 And then, there is Dan kemudian,
a moving away from it. ada menjauh menjauh darinya.
   
1:11:49 K: All right. Why does this K: Baiklah. Mengapa
moving away take place? gerak menjauh ini terjadi?
   
1:11:56 Tell me. Why? Katakan padaku. Mengapa?
AC: I really don't know. AC: Saya benar-benar tidak tahu.
   
1:12:00 No, sir, I really don't know. Tidak, Tuan, saya benar-benar tidak
I thought a lot about it. tahu. Saya banyak memikirkannya.
   
1:12:04 K: Why do I move away from something K: Mengapa saya menjauh
  dari sesuatu,
   
1:12:07 which I have seen to be yang saya luar biasa indahnya?
extraordinarily beautiful?  
   
1:12:13 Why do I move away? Mengapa saya pindah?
   
1:12:20 Is it attraction, temptation? Apakah itu ketertarikan,
  godaan?
   
1:12:24 - I'm using professional words - - Saya menggunakan
  kata-kata profesional -
   
1:12:27 attraction, daya tarik,
   
1:12:33 temptation, godaan,
   
1:12:36 and I can't maintain that. dan saya tidak bisa
I move away. mempertahankannya. Saya menjauh.
   
1:12:41 I've created a contradiction, Saya telah membuat
right away. kontradiksi, seketika.
   
1:12:44 AC: No, sir, it's not AC: Tidak, Tuan, masalahnya
so complicated. tidak begitu rumit.
   
1:12:47 To find out why you move away, Untuk mengetahui mengapa
  Anda menjauh,
   
1:12:49 you also have to find out Anda juga harus mencari tahu
how you came to that point. bagaimana Anda sampai pada titik itu.
   
1:12:52 K: You don't come to it. K: Anda tidak datang ke itu.
AC: You do, sir. AC: Anda datang ke itu, Tuan.
   
1:12:54 K: Darling, you don't come to it. K: Sayang, Anda tidak datang ke itu.
AC: Please, listen. AC: Tolong dengarkan.
   
1:12:57 You do come to it, sir. Anda benar-benar datang ke itu,
Please, listen. Tuan. Tolong dengarkan.
   
1:13:01 K: You don't cultivate love. K: Anda tidak menumbuhkan cinta.
AC: Not cultivate, sir. AC: Tidak menumbuhkan, Tuan.
   
1:13:06 K: Move towards it. K: Bergerak ke itu.
AC: No, sir. AC: Tidak, Tuan.
   
1:13:11 When I talk to you, I'm not Saat saya bicara dengan Anda, saya
at the same level, etc., etc. tidak pada level yang sama, dll.
   
1:13:15 But in discussion with you, Tetapi dalam diskusi dengan
a point comes when Anda, ada saatnya...
   
1:13:19 - I might be in illusion - -saya boleh jadi dalam keadaan ilusi-
K: Doesn't matter. K: Tidak masalah.
   
1:13:22 AC: I'm at the same level, at the AC: Saya berada di level
same time, with the same intensity. yang sama,
   
1:13:23   pada saat yang sama,
  dengan intensitas yang sama.
   
1:13:25 Then, physically I move away Kemudian, secara fisik saya
and this falls down. menjauh dan ini rontok.
   
1:13:29 K: Why? K: Mengapa?
   
1:13:31 AC: Because you had AC: Karena Anda telah
brought it to that level. membawanya ke level itu.
   
1:13:36 K: Or, K: Atau,
   
1:13:40 you, yourself, have come Anda, diri Anda sendiri, telah menca-
to that level. Not 'yourself'. pai tingkat itu. Bukan 'diri Anda'.
   
1:13:45 Sir, now, just a minute. Tuan, sekarang, tunggu sebentar.
Let's go into this a little bit. Mari kita dalami ini sedikit.
   
1:13:50 Can you cultivate love? Bisakah Anda memupuk cinta?
AC: No. AC: Tidak.
   
1:13:54 You can cultivate charity. Anda bisa menumbuhkan amal.
You can cultivate goodness. Anda bisa memupuk kebaikan.
   
1:14:01 You can cultivate every Anda dapat mengembangkan
other thing, except that. setiap hal lainnya, kecuali itu.
   
1:14:08 If you once see Jika Anda sekali pernah
  melihatnya,
   
1:14:10 that it cannot be cultivated, bahwa itu tidak dapat dikembangkan,
under any circumstances, dalam keadaan apapun,
   
1:14:15 what is left? apa yang tersisa?
   
1:14:23 That's what we went through, Itulah yang kita alami
the other day. tempo hari.
   
1:14:27 Once I see Begitu saya melihat...
   
1:14:28 that human problems cannot be bahwa masalah manusia tidak dapat di-
solved within the field of known, selesaikan dalam bidang yang dikenal,
   
1:14:37 cannot be solved. tidak bisa diselesaikan.
   
1:14:41 If you really grasp that, Jika Anda benar-benar memahami itu,
you've already moved out of it. Anda sudah keluar darinya.
   
1:14:50 You don't say, 'How am I to move?' Anda tidak berkata, 'Bagaimana saya
You have moved. harus bertindak?' Anda telah keluar.
   
1:14:55 In the same way, Dengan jalan yang sama,
love is not cultivable. cinta tidak bisa dikembangkan.
   
1:15:05 The moment you see that, Saat Anda melihatnya,
you've already moved away. Anda sudah pindah.
   
1:15:12 Love is not pleasure, not desire, Cinta bukanlah kesenangan, bukan
love is not - all the rest of it. keinginan, cinta bukanlah - semuanya.
   
1:15:23 Right, sir? Benar, Tuan?
   
1:15:29 What do you mean 'move away'? Apa maksud Anda 'menjauh'?
   
1:15:34 AC: Move away from that AC: Menyingkirlah dari keadaan
state of meeting you... bertemu dengan Anda...
   
1:15:39 K: The moment you say, K: Saat Anda mengatakan,
'move away'... 'menyingkir'...
   
1:15:41 AC: Not 'move away', AC: Bukan 'menyingkir',
that state ends. keadaan itu berakhir.
   
1:15:44 K: No! The moment you say, K: Tidak! Saat Anda berkata,
'That state ends', 'Keadaan itu berakhir',
   
1:15:49 you have created a conflict. Anda telah membuat konflik.
AC: Yes, of course. AC: Ya tentu saja.
   
1:15:54 You have, sir. Anda sudah lakukan, Tuan.
You have created a conflict. Anda telah membuat konflik.
   
1:15:57 K: So, you've not really understood K: Jadi, Anda belum benar-benar
the nature of conflict. memahami sifat konflik.
   
1:16:03 AC: I wouldn't say that, because AC:Saya tidak akan bilang begitu, ka-
in that state there is no conflict. rena dalam keadaan itu konflik tiada.
   
1:16:06 You don't have to understand it. Anda tidak harus memahaminya.
K: There is no conflict. K: Tidak ada konflik.
   
1:16:10 AC: The moment you move away, AC: Saat Anda menyingkir,
there is conflict. ada konflik.
   
1:16:13 And you do move away. Dan Anda betul menyingkir.
   
1:16:16 And then one meets you Dan kemudian seorang bertemu Anda
after some time setelah beberapa waktu,
   
1:16:20 and it occasionally comes back dan sesekali kembali ke titik itu,
to that point, then moves away. lalu menyingkir.
   
1:16:23 Would you accept that? Maukah Anda menerimanya?
   
1:16:47 RW: It's confusing and it sounds RW: Ini membingungkan dan terdengar
like a contradiction to me. seperti kontradiksi bagi saya.
   
1:16:55 In the example of Napoleon Dalam contoh Napoleon
and the General, dan Jenderal,
   
1:17:00 you said there was a meeting Anda mengatakan ada pertemuan
at the same time, pada saat yang sama,
   
1:17:04 at the same level, pada level yang sama,
with the same intensity. dengan intensitas yang sama.
   
1:17:09 And then you said, that's love. Dan kemudian Anda berkata,
  itu cinta.
   
1:17:12 K: No, no, not between K: Tidak, tidak,
the General and... tidak antara Jenderal dan...
   
1:17:17 Later, I said, Kemudian, saya berkata,
   
1:17:21 when you meet somebody ketika Anda bertemu
  seseorang...
   
1:17:22 at the same level, at the same time, pada level yang sama, pada saat yang
with the same intensity, sama, dengan intensitas yang sama,
   
1:17:26 that's love. itulah cinta.
   
1:17:28 Not General and Napoleon. Bukan Jenderal dan Napoleon.
   
1:17:35 RW: The reason this assumes RW: Alasan mengapa ini mengambil
some importance in my question tempat penting tertentu...
   
1:17:40   dalam pertanyaan saya...
   
1:17:46 Look, he is Napoleon, K: Lihat, dia adalah Napoleon,
I am his General. saya adalah Jenderal-nya.
   
1:17:53 He's telling me something Dia memberitahu saya sesuatu
very serious, yang sangat serius,
   
1:17:56 thousands of lives depend on it. ribuan nyawa bergantung padanya.
   
1:18:00 He is telling me Dia mengatakan kepada saya
that I must do something. bahwa saya harus melakukan sesuatu.
   
1:18:05 His message is not Pesannya bukanlah kata-kata,
the words, the feeling. perasaan.
   
1:18:09 His message is the me Pesannya adalah si diri
that's going to act. yang akan bertindak.
   
1:18:14 You understand? Anda paham?
RW: My question is, RW: Pertanyaan saya adalah,
   
1:18:17 if the message jika pesan yang dia sampaikan
that he's telling you, kepada Anda,
   
1:18:20 where you're meeting at this level di tempat Anda bertemu
  di tingkat ini...
   
1:18:33 RW: So, that example does not work. RW: Jadi contoh itu tidak tepat.
   
1:18:36 Q: That example was given T:Contoh itu diberikan berkaitan
for listening, not for love. dengan mendengarkan, bukan cinta.
   
1:18:40 The example that you gave Contoh yang Anda berikan adalah
was the example of how to listen. contoh cara mendengarkan.
   
1:18:44 K: Listen, yes. K: Dengar, ya.
Q: It was not the example of love. T: Itu bukanlah contoh cinta.
   
1:18:46 K: Of course, not, to go K: Tentu saja, bukan, berangkat
and kill a million people? dan membunuh satu juta orang?
   
1:18:49 There was no contradiction. No! Tidak ada kontradiksi. Tidak!
   
1:18:55 RW: So the total listening RW: Jadi mendengarkan secara total
between the General and Napoleon antara Jenderal dan Napoleon,
   
1:19:00 is not what you mean by love. bukanlah yang Anda maksud
K: Napoleon said, 'Listen, Old Boy'. dengan cinta.
   
1:19:01   K: Napoleon berkata,
  'Dengar, Old Boy'.
   
1:19:06 And the General has Dan Jenderal itu harus
to immediately listen! segera mendengarkan!
   
1:19:18 AC: Sir, would you accept AC: Tuan, dapatkah Anda
that in discussion menerima itu dalam diskusi,
   
1:19:22 you activate our brains Anda mengaktifkan dengan sangat
and minds, enormously, otak dan pikiran kita,
   
1:19:27 bring it to a level of great membawanya ke tingkat intensitas
intensity. You do it, yang tinggi. Anda melakukannya,
   
1:19:32 and then you do communicate dan kemudian Anda mengkomunikasikan
something. Would you accept that? sesuatu. Maukah Anda menerima itu?
   
1:19:39 GS: Krishnaji's point seems to be, GS: Maksud Krishnaji tampaknya,
at least as I understood it, setidaknya seperti yang saya pahami,
   
1:19:43 that when the General and Napoleon, bahwa ketika Jenderal dan Napoleon,
when Krishnaji and you ketika Krishnaji dan Anda...
   
1:19:48 are communicating at this level, sedang berkomunikasi pada
  level ini,
   
1:19:51 Krishnaji is not talking to you, Krishnaji tidak sedang bicara dengan
you are not listening to him, Anda, Anda tidak mendengarkan dia,
   
1:19:55 there is no sayer, no listener, tidak ada pembicara, tidak ada
there is only being one. pendengar, hanya ada satu keberadaan.
   
1:20:04 Therefore, my impression is Oleh karena itu, kesan saya adalah
that he is simply refusing even bahwa dia tidak hanya menolak...
   
1:20:09 to enter into the question, was he untuk masuk ke dalam pertanyaan,
responsible for bringing this about.  
   
1:20:12   apakah dia bertanggung jawab
  untuk mewujudkan ini.
   
1:20:15 AC: But it is a key question. AC: Tapi itu suatu pertanyaan kunci.
GS: I realise that but... GS: Saya menyadarinya tapi...
   
1:20:18 AC: The General does not reach AC: Jenderal itu tidak mencapai
that state with another General, keadaan itu dengan Jenderal lain,
   
1:20:21 only with Napoleon. hanya dengan Napoleon.
   
1:20:24 Napoleon has created that state. Napoleon telah menciptakan
  keadaan itu.
   
1:20:28 Would you accept that Apakah Anda menerima bahwa
you're doing the same thing? Anda melakukan hal yang sama?
   
1:20:31 K: Would you accept that? K: Apakah Anda menerima itu?
   
1:20:34 Be careful, here, be careful. Hati-hati, di sini, hati-hati.
   
1:20:36 GS: It is a very dangerous question. GS: Ini pertanyaan yang sangat
K: I know. berbahaya. K: Saya tahu.
   
1:20:41 Ah, no, don't hedge about. Ah, tidak, jangan mengelak.
Don't hedge about. Jangan mengelak.
   
1:20:44 GS: I do not want GS: Saya tidak mau menjawab
to answer the question pertanyaan itu...
   
1:20:46 on the grounds dengan alasan,
it will incriminate me. itu akan melibatkan saya.
   
1:20:50 Let me get ready to talk. Biarkan saya bersiap untuk berbicara.
K: Fifth amendment? K:Amandemen Kelima (Fifth Amendment)?
   
1:20:57 RR: Sir, if I can interject here, RR: Tuan, kalau saya bisa
  menyela di sini,
   
1:21:00 but not move away tetapi tidak menjauh dari
from the question, pertanyaan,
   
1:21:05 how can the General bagaimana Jenderal sendiri bisa
himself be crowned? dimahkotai?
   
1:21:08 K: For God's sake. K: Demi Tuhan.
Forget Napoleon! Lupakan Napoleon!
   
1:21:15 I said, sir - just a minute, Saya berkata, Tuan
I don't know if you heard it - - tunggu sebentar,
   
1:21:17   saya tidak tahu apakah
  Anda mendengarnya -
   
1:21:21 I used to read Napoleon's battle, Saya biasa membaca
  pertempuran Napoleon,
   
1:21:24 - how he arranged his army - - bagaimana dia menyusun tentaranya -
I was a boy. saya masih anak-anak.
   
1:21:28 So, forget Napoleon. Jadi, lupakan Napoleon.
RR: Forget about the General, then. RR: Jadi, lupakan Jenderal.
   
1:21:31 You speak about something that Anda berbicara tentang sesuatu yang
occasionally makes sense to me, terkadang masuk akal bagi saya,
   
1:21:38 about this very radical insight, tentang wawasan yang sangat
a radical change radikal ini, perubahan radikal...
   
1:21:43 which, perhaps, yang, mungkin, secara kimiawi
chemically alters the brain. mengubah otak.
   
1:21:49 K: Yes, sir. Yes, sir. K: Ya Tuan. Ya Tuan.
   
1:21:51 RR: Now, my problem is, RR: Sekarang, masalah saya, dan
and I think this is Asit's problem, menurut saya ini adalah masalah Asit,
   
1:21:56 in your presence di hadapan Anda tampaknya
we seem to experience kami mengalami...
   
1:22:03 a little bit of this intensity sedikit dari intensitas ini,
   
1:22:05 and we can meet with you dan terkadang kami dapat bertemu
sometimes at the same level. dengan Anda di level yang sama.
   
1:22:10 But then we go away. That radical Tapi kemudian kami pergi. Perubahan
chemical change has not taken place, kimiawi radikal itu belum terjadi,
   
1:22:16 does not take place. tidak terjadi.
K: Yes, sir. That's right. K: Ya Tuan. Betul sekali.
   
1:22:21 Dr. Sudarshan says, Dr. Sudarshan berkata,
'I don't want to commit myself' 'Saya tidak ingin berkomitmen',
   
1:22:24 - fifth amendment. -amandemen ke-lima.
   
1:22:28 Why? Mengapa?
   
1:22:35 GS: Can I say? GS: Bisa saya katakan?
I think I will say. Saya pikir saya akan mengatakannya.
   
1:22:41 That total attention sometimes Perhatian total itu kadang-kadang
happens without Krishnaji. terjadi tanpa Krishnaji.
   
1:22:45 In fact, when it comes Faktanya, ketika itu datang - ter-
- it sounds so ungrateful - dengar sangat tidak berterima kasih -
   
1:22:50 I do not think he has done it. Saya tidak berpikir dia telah
K: Of course, not. melakukannya. K: Tentu saja tidak.
   
1:22:54 GS: Nevertheless, I then say, GS: Namun demikian, saya lalu ber-
'I must hang around this man, kata, 'Saya harus dekat orang ini,
   
1:23:00 I must somehow hover around him, Entah bagaimana saya
because it may happen again'. harus berada di sekitarnya,
   
1:23:02   karena itu mungkin bisa
  terjadi lagi'.
   
1:23:05 So, I can say, Jadi, saya bisa katakan, dia
he's not responsible for it. tidak bertanggung jawab untuk itu.
   
1:23:11 Honestly, I have to say, Sejujurnya, saya harus mengatakan,
he's not responsible, dia tidak bertanggung jawab,
   
1:23:14 but I suspect he is. tapi saya curiga dia
  melakukannya.
   
1:23:24 K: You're not hurting me, sir. K: Anda tidak menyakiti saya,
  Tuan.
   
1:23:27 RR: Even in a quantum mechanical RR: Bahkan dalam perubahan
change of state, status mekanika kuantum,
   
1:23:31 which itself may be without time, yang pada dirinya sendiri
  mungkin tanpa waktu,
   
1:23:34 there is a preparation of state. ada suatu persiapan
  dalam kondisi.
   
1:23:37 The conditions are prepared, so that Kondisinya disiapkan, agar peru-
this timeless change may take place. bahan tanpa-waktu ini bisa terjadi.
   
1:23:42 This is not so strange in physics. Ini tidak begitu aneh
  dalam fisika.
   
1:23:45 It seems to me Menurut saya Anda adalah
you are part of those conditions, bagian dari kondisi itu,
   
1:23:48 in which somehow di mana entah bagaimana kita
we get heated up. menjadi panas, bergairah.
   
1:23:52 Our state gets prepared. Keadaan kita menjadi siap.
   
1:23:54 Maybe you're not responsible for it, Mungkin Anda tidak sepenuhnya
wholly. bertanggung jawab untuk ini.
   
1:24:00 GS: I think what seems to be GS: Saya pikir apa yang sepertinya
repeatedly said by him diucapkan berulang kali olehnya...
   
1:24:06 is, 'Please don't look adalah, 'Tolong jangan lihat
at the preparation. Look at it'. persiapannya. Lihat itu'.
   
1:24:12 If you can look at it, Jika Anda bisa melihatnya,
   
1:24:14 you can say almost anything Anda dapat mengatakan hampir
about the other thing. semua hal tentang hal lainnya.
   
1:24:17 But if you're only talking about Tetapi jika Anda hanya bicara tentang
the steps leading to the sanctum, langkah-langkah menuju tempat suci,
   
1:24:20 that's no good. itu tidak baik.
   
1:24:22 If you're at the place, Jika Anda berada di tempat itu,
and you experience it, dan Anda mengalaminya,
   
1:24:26 and you accept dan Anda menerima bahwa
that is the important thing, itu yang penting,
   
1:24:28 and at that moment there is dan pada saat itu tidak ada
no speaker, no listener, pembicara, tidak ada pendengar,
   
1:24:31 there is no process, etc., etc. tidak ada proses, dll., dll.
   
1:24:33 Then, we could say almost Kemudian, kita dapat mengatakan
anything about the rest. hampir semua tentang lain-lainnya .
   
1:24:37 But if you don't say this, Tetapi jika Anda tidak
but pay attention to all the steps, mengatakan ini,
   
1:24:39   tetapi memperhatikan semua
  langkahnya,
   
1:24:42 that's when he goes saat itulah dia mengomel melawan
into his tirade against gurus, para guru,
   
1:24:45 and about listening, dan tentang mendengarkan,
and about books. dan tentang buku.
   
1:24:49 Isn't that right, Krishnaji? Apakah benar, Krishnaji?
K: Yes, perfectly. K: Ya, sempurna.
   
1:24:53 GS: I never really understood GS: Saya tidak pernah benar-benar
this way of saying it until now. paham cara...
   
1:24:57   mengatakannya sampai sekarang.
   
1:25:01 And, I think he will also agree Dan, saya pikir dia juga
  akan setuju,
   
1:25:05 that the traditional statement bahwa pernyataan tradisional bahwa
that ignorance or fragmentation ketidaktahuan atau fragmentasi...
   
1:25:09 has no beginning but an end. tidak memiliki awal melainkan akhir.
The end is in the perception. Akhir ada di persepsi.
   
1:25:17 In the end, there are no sequences Pada akhirnya tidak ada urutan
because until it ended, karena sampai diakhiri,
   
1:25:22 it was going to end, itu akan berakhir,
but it had not ended. tetapi belum berakhir.
   
1:25:24 K: Quite right, sir. K: Tepat sekali, Tuan.
   
1:25:29 Are you accepting all this? Apakah Anda menerima semua ini?
GS: At the moment, yes, sir. GS: Saat ini, ya Tuan.
   
1:25:36 K: No, no. No, no. K: Tidak, tidak. Tidak tidak.
   
1:25:39 GS: At the moment, GS: Saat ini, saya terlalu tergerak
I'm too moved to be clever. untuk menjadi pandai.
   
1:25:43 K: I'm asking you seriously. K: Saya menanyakan Anda
Are you really accepting all this? dengan serius.
   
1:25:46   Apakah Anda benar-benar menerima
  semua ini?
   
1:25:54 GS: I'm accepting, GS: Saya menerima,
with a little barrier. dengan rintangan sedikit.
   
1:25:56 K: No, no, no. No. K: Tidak, tidak, tidak. Tidak.
   
1:25:59 Somebody comes Seseorang datang dan
and offers you something, menawarkan Anda sesuatu,
   
1:26:02 you don't take a little bit of it. Anda
  tidak mengambil sedikit pun.
   
1:26:08 He says, 'Take the whole'. Dia berkata, 'Ambil seluruhnya'.
GS: I take it. I'll take it.  
   
1:26:10   GS: Saya menerimanya.
  Saya akan mengambilnya.
   
1:26:13 K: And you say, 'No'. K: Dan Anda berkata,
That is where you are... 'Tidak'. Di situlah Anda berada...
   
1:26:17 You understand what I'm saying? Anda paham apa yang
  saya katakan?
   
1:26:24 Somebody offers you a house Seseorang menawari Anda
and there's a lovely room in it. sebuah rumah...
   
1:26:26   dan ada sebuah ruangan yang
  indah di dalamnya.
   
1:26:31 And you say, 'Please, I'll take Dan Anda berkata, 'Tolong, saya akan
the room, not the house'. mengambil kamarnya, bukan rumahnya'.
   
1:26:37 That's what you are doing! Itulah yang Anda lakukan!
   
1:26:44 GS: The real problem is GS: Masalah sebenarnya adalah
that having been there, karena sudah berada di sana,
   
1:26:47 one can't stand being away. seseorang tidak tahan untuk tidak
And it appears it happens. hadir. Dan tampaknya itu terjadi.
   
1:26:54 That's what all of us are saying. Itulah yang kita semua katakan.
   
1:26:58 The cataclysmic total, Perubahan kimiawi,
chemical change, physical transition transisi fisik yang total, dahsyat,
   
1:27:03 which ends it all, yang mengakhiri semuanya, tampaknya
seems to be not there at times. tidak ada di waktu-waktu tertentu.
   
1:27:10 We have memory of times Kami memiliki
when it has not been. memori saat-saat itu tiada.
   
1:27:14 K: Ah, that's memory, it's dead. K: Ah, itu memori, itu sudah mati.
Throw it out. Buang.
   
1:27:37 Sir, would you say Tuan, apakah
  Anda ingin mengatakan,
   
1:27:41 - I'm asking this seriously, - Saya menanyakan ini dengan
not as a joke - serius, bukan sebagai lelucon -
   
1:27:44 would you say that we apakah Anda akan mengatakan bahwa ki-
have never loved anybody? ta tidak pernah mencintai siapa pun?
   
1:28:00 So, that there are no two Jadi, tidak ada dua individu,
individuals, you understand? Anda paham?
   
1:28:13 GS: You ask your question GS: Anda mengajukan pertanyaan
like we ask - 'never loved', seperti yang kami ajukan,
   
1:28:16   'tidak pernah mencintai'
   
1:28:17 it's about the past. ini adalah tentang masa lalu.
   
1:28:19 But if you have ever loved, Tapi jika Anda pernah
  mencintai,
   
1:28:22 how can you ever say bagaimana Anda bisa mengatakan
that you 'have loved'? bahwa Anda 'pernah mencintai'?
   
1:28:27 K: All right, I ask you. K: Baiklah,
  saya menanyakan Anda.
   
1:28:32 Don't take the fifth amendment. Jangan ambil amandemen kelima.
   
1:28:37 Have you loved, do you love? Apakah Anda pernah mencintai,
  apakah Anda mencintai?
   
1:28:45 You understand, sir? Anda paham, Tuan?
   
1:28:50 That means what? Artinya apa?
   
1:28:54 Mr. Sudarshan doesn't exist. Tuan Sudarshan tidak eksis.
   
1:29:00 Right? Benar?
   
1:29:02 The opposite number doesn't exist. Angka lawannya tidak ada.
There is that quality. Ada kualitas itu.
   
1:29:06 That perfume exists, Parfum itu ada,
nothing else. tidak ada yang lain.
   
1:29:12 Can you move away from it Bisakah Anda menjauh darinya,
   
1:29:18 - ever? - pernah?
   
1:29:28 GS: When you are in that perfume, GS: Saat Anda berada dalam parfum
you cannot move away. itu, Anda tidak bisa menyingkir.
   
1:29:31 K: No! You see, you're trying K: Tidak! Anda lihat, Anda mencoba
to be clever with me. untuk menjadi cerdik dengan saya.
   
1:29:39 GS: When you ask that question GS: Ketika Anda mengajukan
the answer is, 'No, you cannot'. pertanyaan itu, jawabannya adalah,
   
1:29:40   'Tidak, Anda tidak bisa'.
   
1:29:43 K: I am saying, then K: Saya katakan, maka Anda
you don't know what love is. tidak tahu apa cinta itu.
   
1:29:55 You may catch the far-away Anda mungkin menangkap
scent of a jasmine. aroma melati yang jauh.
   
1:30:03 But move a step away, Tapi menjauh selangkah,
the perfume is gone. parfumnya sudah hilang.
   
1:30:07 Right? If there is love... Benar?
when there is love, Jika ada cinta...ketika ada cinta,
   
1:30:15 is there a moving away apakah pernah ada gerak
from that, ever? menjauh dari itu?
   
1:30:23 No. Tidak.
   
1:30:26 You can move away from pleasure. Anda bisa menjauh
  dari kesenangan.
   
1:30:32 Displeasure, unhappiness. Ketidaksenangan,
  ketidakbahagiaan.
   
1:30:48 GS: I am in a dilemma GS: Saya berada dalam dilema
because I... karena saya...
   
1:30:54 I feel what you say, I understand Saya merasakan apa yang
what you say. In fact... Anda katakan,
   
1:30:55   saya paham apa yang Anda katakan.
  Kenyataannya...
   
1:30:59 In that context, it becomes Dalam konteks itu, menjadi tidak
impossible to think mungkin untuk berpikir...
   
1:31:02 how you could move away from it, bagaimana Anda bisa
  menjauh darinya,
   
1:31:04 because there is no place to go, karena tidak ada tempat untuk pergi,
there is no one to go. tidak ada yang pergi.
   
1:31:07 K: No, sir. K: Tidak, Tuan.
   
1:31:11 If I understand - you say to me, Jika saya mengerti - Anda berkata ke-
love is not desire, pada saya, cinta bukanlah keinginan,
   
1:31:18 love is not pleasure, cinta bukanlah kesenangan,
   
1:31:20 there is no attachment, tidak ada kemelekatan, dominasi,
domination, all the rest of it. semua yang lainnya.
   
1:31:27 Where there is love, there is Di mana ada cinta, tidak ada yang
nothing else. You tell me that. lain. Anda katakan itu pada saya.
   
1:31:33 And you ask me, Dan Anda bertanya pada saya,
do I love somebody, like that.  
   
1:31:34   apakah saya mencintai
  seseorang, seperti itu.
   
1:31:44 By that very question, Dengan pertanyaan demikian itu,
you have awakened something Anda telah membangkitkan sesuatu...
   
1:31:50 which can never be put out. yang tidak pernah bisa padam.
   
1:31:55 You understand? Anda paham?
Never be put out. Tidak pernah padam.
   
1:32:02 By asking me, telling me Dengan bertanya pada saya,
that love is not this, this, this,  
   
1:32:03   memberitahu saya bahwa cinta
  bukanlah ini, ini, ini,
   
1:32:07 you have helped me Anda telah membantu saya
to light the light. untuk menyalakan cahaya.
   
1:32:12 I've lit it, not you. Saya yang menyalakannya,
  bukan Anda.
   
1:32:16 How can that flame Bagaimana api itu pernah
ever be put out? bisa padam?
   
1:32:22 It'll be put out if I've said Itu akan padam jika saya katakan itu
it is pleasure, love, desire, adalah kesenangan, cinta, keinginan,
   
1:32:28 comfort, attachment, kenyamanan, kemelekatan,
then, of course, I'm lost. lalu, tentu saja, saya tersesat.
   
1:32:34 If none of that Jika tidak ada yang
is included in this, termasuk dalam ini,
   
1:32:38 then I can never maka saya tidak akan pernah
move out of it. bisa keluar darinya.
   
1:32:42 Not 'I'. You understand? Bukan 'saya'. Anda paham?
   
1:33:07 RB: You started with intelligence. RB: Anda memulai dengan
  kecerdasan.
   
1:33:09 Is it the same thing Apakah itu sama dengan
as intelligence? kecerdasan?
   
1:33:12 K: What, love? Yes. K: Apa, cinta?
  Ya.
   
1:33:17 Love, compassion, Cinta, kasih sayang, adalah inti
is the essence of intelligence. dari kecerdasan.
   
1:33:23 Those are just words Itu hanya kata-kata
- I say so, but - - Saya berkata begitu, tapi -
   
1:33:41 Sir, a question arises Tuan, pertanyaan muncul
from this dari ini,
   
1:33:51 - love has no effort - cinta tidak memiliki usaha
and all the rest of it - dan lain-lainnya -
   
1:33:55 the question is, pertanyaannya adalah,
   
1:33:57 why don't I understand kenapa saya tidak paham akan hal
that thing called love yang disebut cinta...
   
1:34:03 instantly, immediately? seketika?
You understand? Anda paham?
   
1:34:09 Why? Mengapa?
   
1:34:14 You tell me something extraordinary, Anda memberi tahu saya sesuatu
  yang luar biasa,
   
1:34:20 and I miss it. dan saya tidak menangkapnya.
Why? Mengapa?
   
1:34:32 I can give various Saya bisa memberikan
- those are all - berbagai alasan - semua itu -
   
1:34:36 the basic reason, why do I persoalan dasarnya, mengapa
move away, all the rest of it. saya menyingkir, semuanya itu.
   
1:34:44 Why? Mengapa?
   
1:34:51 I can give a dozen explanations Saya bisa memberikan selusin penjelasan
- laziness, etc., but that is not - - kemalasan, dll, tetapi bukan itu -
   
1:35:02 So, is it my intellect Jadi, apakah
  itu kecerdasan saya...
   
1:35:10 has so overgrown sudah tumbuh terlalu besar
- if I can use that word - -jika saya bisa pakai kata itu -
   
1:35:17 has become so extraordinarily telah menjadi sangat luar biasa
colossal, so strong, kolosal, begitu kuatnya,
   
1:35:24 that the other thing bingga hal lain yang jauh
which is much stronger than that lebih kuat dari itu...
   
1:35:32 - has no place. - tidak mempunyai tempat.
You understand what I am saying? Anda paham apa yang saya katakan?
   
1:35:36 Not that we move away. Bukan berarti kita menyingkir.
   
1:35:42 GS: But the total attention, GS: Tapi perhatian total,
the seeing, the love, pemahaman, cinta,
   
1:35:49 shouldn't it dissolve bukankah seharusnya itu melarutkan
the intellect, too? kecerdasan juga?
   
1:35:51 The intellect functions Intelek berfungsi dengan
with a purpose. suatu tujuan.
   
1:35:54 K: But if you understand K: Tapi jika Anda mengerti,
   
1:35:57 that the intellect bahwa intelek telah
has been cultivated dikembangkan
   
1:35:59 purposely for all - education. sengaja untuk semua
  - pendidikan.
   
1:36:02 The moment it sees that, Saat ia melihat itu, yang lain ber-
the other is flowering, not in time. bunga, mekar, bukan dalam waktu.
   
1:36:09 GS: But how does the intellect GS: Lalu, bagaimana intelek
then come back? bisa kembali?
   
1:36:12 K: It has its place. K: Itu mempunyai tempatnya.
   
1:36:18 GS: How does it move to serve GS:Bagaimana ia bergerak untuk
a place which is not its own? melayani suatu tempat...
   
1:36:21   yang bukan miliknya?
   
1:36:22 K: Because - you know. K: Karena - Anda tahu.
   
1:36:25 We don't know what love is. Kita tidak tahu cinta itu apa.
That's the difficulty. Itulah kesulitannya.
   
1:36:32 I love you, I'm attached to you, Saya mencintai Anda,
I posses you, I have sex,  
   
1:36:33   saya melekat pada Anda, saya me-
  miliki Anda, saya berhubungan seks,
   
1:36:36 you know, everything goes on. Anda tahu,
  semuanya berlangsung.
   
1:36:38 And I call that 'love' Dan saya menyebutnya 'cinta'
- quarrels, squabbles, rows. - bertengkar, cekcok, ribut.
   
1:37:14 This morning I saw GS: Pagi ini saya melihat
the water lilies in bloom. bunga lili air bermekaran.
   
1:37:18 I just stood by for a while, Saya hanya berdiri sebentar,
looked at them, melihat mereka,
   
1:37:22 and I was so happy. dan saya sangat bahagia.
   
1:37:24 Then I asked myself, 'Would Lalu saya bertanya pada diri sendiri,
I want to carry this with me?' 'Apakah saya ingin membawa ini?'
   
1:37:27 I said, 'No, I don't want Saya berkata, 'Tidak, saya tidak
to carry it with me'. ingin membawanya bersama saya'.
   
1:37:29 But that moment of totally being Tapi momen kebersamaan total
with those flowers is gone. dengan bunga-bunga itu telah hilang.
   
1:37:36 Now, when I go to US, I wish Sekarang, ketika saya ke AS, saya
there would be a little lily pond berharap akan ada kolam lili kecil,
   
1:37:41 where there were lilies. dimana ada bunga lili.
   
1:37:42 The moment I have, that comes back. Saat saya memilikinya,
  itu kembali.
   
1:37:45 Then the old feeling Kemudian perasaan lama tentang
of total identification has gone. identifikasi total telah hilang.
   
1:37:49 But why does it come back? Tapi mengapa itu kembali?
   
1:37:52 Actually, I don't want a water lily! Sebenarnya, saya tidak ingin teratai!
K: You know the answer! K: Anda tahu jawabannya!
   
1:37:58 GS: I really, honestly, GS: Sejujurnya saya
don't know the answer. tidak tahu jawabannya.
   
1:38:09 K: Sir, that raises the question, K: Tuan, itu menimbulkan
  pertanyaan,
   
1:38:14 we are always recording. kita selalu merekam.
Recording. Merekam.
   
1:38:21 You see that lily in the pond. Anda melihat bunga lili itu di kolam.
It has been recorded. Itu sudah direkam.
   
1:38:31 Not to record. No effort Tidak untuk merekam. Tanpa usaha
- not to record. - tidak merekam.
   
1:38:39 GS: In a sense, GS: Dalam arti,
back to the same situation. kembali ke situasi yang sama.
   
1:38:42 K: No, no! K: Tidak, tidak!
GS: In the sense that - GS: Dalam artian bahwa -
   
1:38:46 some time ago I remember beberapa waktu yang lalu saya ingat
having heard you say, pernah mendengar Anda berkata,
   
1:38:52 'Grieve, but don't carry the 'Bersedihlah, tapi jangan bawa
impressions, don't carry the hurt. kesan-kesan, jangan bawa luka itu.
   
1:38:57 Leave the impressions behind. Tinggalkan kesan-kesannya.
Don't go back on them'. Jangan kembali pada mereka '.
   
1:39:03 Well, when it happens, Nah, ketika itu terjadi,
it is so nice. itu demikian bagusnya.
   
1:39:08 But it does not always happen. Tapi itu tidak selalu terjadi.
K: No, my question is not - K:Tidak, pertanyaan saya bukanlah -
   
1:39:12 Is it possible not to record? Apakah mungkin untuk
  tidak merekam?
   
1:39:18 Of course, you must record going to Tentu saja, Anda harus mencatat waktu
the office and all the rest of it. pergi ke kantor dan yang lainnya.
   
1:39:22 But not to record Tapi tidak merekam apapun
anything psychologically, secara psikologis,
   
1:39:31 seeing the lily, the beauty of it, melihat bunga lili, keindahannya,
the colour of it, the shape of it, warnanya, bentuknya,
   
1:39:36 the reflection of it in the water, pantulannya di dalam air,
   
1:39:40 the perfume of it. wanginya.
   
1:39:42 You can almost feel it living Anda hampir bisa merasakannya hidup
and it is recorded. dan itu direkam.
   
1:39:49 Not to record, but only see. Bukan untuk merekam,
  tapi hanya melihat.
   
1:39:54 The moment you record, Begitu Anda merekam,
the whole past begins. seluruh masa lalu dimulai.
   
1:39:59 GS: You're saying not only don't GS:Anda mengatakan tidak hanya tidak
record the things which are hurtful, merekam hal-hal yang menyakitkan,
   
1:40:03 but don't record even those tetapi jangan merekam bahkan
which are pleasurable. yang menyenangkan.
   
1:40:08 No recording at all. Tidak ada rekaman sama sekali.
   
1:40:10 Be with it, at that moment. Bersamalah dengannya, pada saat itu.
K: No, no recording. K: Tidak, tidak ada rekaman.
   
1:40:16 I do need to record the language, Saya perlu merekam bahasanya,
   
1:40:22 my profession, my skill, profesi saya, keahlian saya,
all the rest of it. semua lainnya.
   
1:40:25 But why should I record Tetapi mengapa saya harus merekam
any psychological activity, aktivitas psikologis apa pun,
   
1:40:31 any sensory perceptions and so on? persepsi sensorik apa pun
  dan sebagainya?
   
1:40:36 GS: I think I understand. GS:Saya rasa saya paham. Biarkan saya
Let me try to restate it. coba untuk merumuskannya kembali.
   
1:40:41 Intellect deals with lines, Intelek berurusan dengan kata-kata,
with things which are stated. dengan hal-hal yang dinyatakan.
   
1:40:47 Intelligence functions Intelijensi berfungsi antar-garis,
between the lines. yang tersirat.
   
1:40:50 Don't make that which is between Jangan membuat yang tersirat dalam
the lines into another line. kata-kata menjadi kata-kata lain.
   
1:40:54 So that you again say, Sehingga Anda kembali berkata, 'Nah,
'Now, let me replay it back again'. biarkan saya memutar ulang lagi'.
   
1:41:01 That is hard. Itu sulit.
K: No! K: Tidak!
   
1:41:04 GS: It's not hard? GS: Tidak sulit?
   
1:41:05 K: This is where K: Di sinilah letak
our difficulty lies. kesukaran kita.
   
1:41:17 GS: Ravi, does it make sense to you? GS: Ravi, apakah itu masuk akal
RR: Yes, I don't think it's so hard. bagi Anda?
   
1:41:20   RR: Ya, menurut saya
  itu tidak terlalu sulit.
   
1:41:23 But it doesn't last! Tapi itu tidak bertahan lama!
   
1:41:27 GS: The not-recording GS: Tiada-perekaman
does not last? tidak bertahan?
   
1:41:31 RR: I am constantly RR: Saya terus-menerus - ini
- this is part of my problem. adalah bagian dari masalah saya.
   
1:41:36 Attention is fluctuating. Perhatian berfluktuasi.
   
1:41:39 K: No, sir. No, sir. K: Tidak, Tuan. Tidak Tuan.
Attention doesn't fluctuate. Perhatian tidak berfluktuasi.
   
1:41:44 Inattention does. Kekurangan-perhatian berfluktuasi.
Ah, no, no. This is serious. Ah, tidak, tidak. Ini serius.
   
1:41:59 RR: But one is still stuck, though, RR: Tapi orang masih terpaku,
Krishnaji, either way. Krishnaji, bagaimanapun juga.
   
1:42:05 K: No, sir, no, sir. K: Tidak, Tuan, tidak, Tuan.
   
1:42:10 Look, sir, Lihat, Tuan,
   
1:42:14 he told me just now, dia baru saja memberitahu saya,
'Don't record'. 'Jangan rekam'.
   
1:42:21 There is no need Tidak perlu
for psychological recording. perekaman psikologis.
   
1:42:29 Right? He tells me that. Benar?
  Dia memberitahu saya itu.
   
1:42:32 He also tells me, 'You have Dia juga memberi tahu saya, 'Anda ha-
to record certain things'. Right? rus merekam hal-hal tertentu'. Benar?
   
1:42:42 I don't listen. Saya tidak mendengarkan.
That is my difficulty. Itulah kesulitan saya.
   
1:42:48 He has made a statement Dia telah membuat pernyataan
which is extraordinary yang luar biasa,
   
1:42:53 and I immediately dan saya
create difficulties. langsung membuat kesulitan.
   
1:43:01 'How is it possible, is it possible? 'Bagaimana mungkin, apakah mungkin?
Why do you say that?' Mengapa Anda mengatakan itu?'
   
1:43:06 I don't receive the whole thing. Saya tidak menerima
  keseluruhannya.
   
1:43:15 I don't know Saya tidak tahu apakah saya
if I'm making myself clear. cukup jelas.
   
1:43:19 I don't take the whole thing. Saya tidak mengambil
  keseluruhannya.
   
1:43:27 I never come near him, Saya tidak pernah mendekati dia,
not physically. tidak secara fisik.
   
1:43:32 I never come near Saya tidak pernah mendekat
to that statement. pada pernyataan itu.
   
1:43:41 If I did, then there is no problem. Jika saya lakukan itu, maka tiada ma-
I don't know if I am making... salah. Saya tidak tahu apakah saya...
   
1:43:50 I stay where I am Saya tetap di tempat saya dan
and he says something, dia mengatakan sesuatu,
   
1:43:54 and I say, 'How am I dan saya berkata, 'Bagaimana
to get out of this?' saya bisa keluar dari ini?'
   
1:44:00 Right? Benar?
   
1:44:02 And he says, Dan dia berkata,
'Look, come near me'. 'Mari, dekati saya.
   
1:44:11 Come near, so that you and I Mendekatlah, agar Anda dan saya
see the same thing. melihat hal yang sama.
   
1:44:19 If you remain there Jika Anda tetap di sana dan saya
and I remain here, we'll... tetap di sini, kita akan...
   
1:44:24 And he is constantly telling me, Dan dia terus-menerus memberi tahu
'Don't do that, saya, 'Jangan lakukan itu,
   
1:44:27 listen to me, come, look together'. dengarkan saya, mari,
  lihat bersama '.
   
1:44:35 Move from where you are. Bergeraklah dari tempat Anda berada.
Don't take a position. Jangan ambil suatu posisi.
   
1:44:43 One does take a position, Orang mengambil posisi,
   
1:44:44 because that's the safest, karena itulah hal yang
most secure thing. paling aman dan paling aman.
   
1:44:50 Right? Benar?
   
1:44:53 He says, 'Look, Dia berkata, 'Lihat,
this is much more secure, Old Boy, ini jauh lebih aman, Old Boy,
   
1:44:55 than what you think'. dari apa yang Anda pikir'.
   
1:44:59 But you want him to guarantee it. Tapi Anda ingin dia menjaminnya.
   
1:45:03 Right? Benar?
   
1:45:18 I think, sir, that is intelligence. Saya pikir, Tuan,
  itulah kecerdasan.
   
1:45:22 What he says is intelligence. Apa yang dia katakan
  adalah kecerdasan.
   
1:45:30 It is intelligence speaking. Ini adalah kecerdasan
  yang berbicara.
   
1:45:37 And he says, Dan dia berkata,
'Listen to the intelligence'. 'Dengarkan pada kecerdasan'.
   
1:46:06 The circus is over. Sirkus sudah berakhir.