Krishnamurti Subtitles

Kebaikan hanya mekar dalam kebebasan

San Diego - 17 February 1972

Conversation with Eugene Shallert 1



0:02 Krishnamurti in Dialogue Krishnamurti dalam dialog
with Father Eugene Schallert. dengan Pastor Eugene Schallert.
   
0:07 J. Krishnamurti was born in South J. Krishnamurti lahir di India Selatan dan
India and educated in England. dididik di Inggris.
   
0:12 For the past 40 years he has been Selama 40 tahun dia telah
speaking in the United States, berbicara di Amerika Serikat,
   
0:16 Europe, India, Australia Eropa, India, Australia dan
and other parts of the world. di belahan dunia lainnya.
   
0:21 From the outset of his life's work Sejak awal pekerjaan hidupnya,
he repudiated all connections dia menolak semua hubungan
   
0:24 with organised dengan agama dan
religions and ideologies ideologi terorganisir
   
0:27 and said that his only concern dan berkata bahwa satu-satunya
  keprihatinannya
   
0:29 was to set man absolutely, adalah untuk secara absolut
unconditionally free. membebaskan manusia dari keterkondisian.
   
0:33 He is the author of many books, Dia penulis banyak buku,
among them di antaranya
   
0:36 The Awakening of Intelligence, The Awakening of Intelligence,
The Urgency of Change The Urgency of Change,
   
0:40 Freedom From the Known, Freedom from the Known,
and The Flight of the Eagle. dan The Flight of the Eagle.
   
0:45 In dialogue with Krishnamurti Yang berdialog dengan Krishnamurti
is the Rev. Eugene J. Schallert adalah Pastor Eugene J. Schallert
   
0:49 of the Society of Jesuits, dari Serikat Yesus,
the Director of the Center Direktur Pusat Riset
   
0:52 for Sociological Research at Sosiologi Universitas San Francisco
the University of San Francisco  
   
0:56 where Father Schallert is an di mana Pastor Schallert menjadi
Associate Professor of Sociology. Profesor Muda Sosiologi.
   
1:02 S: I think we should perhaps start S: Saya pikir sebaiknya kita mulai
by exploring with each other dengan menyelidiki bersama
   
1:09 the discovery of that which is most suatu penemuan tentang hal yang amat
real in the world in which we live nyata di dunia yang kita tinggali ini
   
1:18 and how we learn to see dan bagaimana kita belajar memandang
that which is most real. hal yang sangat nyata tersebut.
   
1:24 K: Sir, would you consider K: Pak, apakah menurut Anda,
   
1:31 that to see very clearly dalam memandang dengan sangat jelas
   
1:35 the whole complex seluruh kompleksitas persoalan manusia,
human problem  
   
1:39 not only politically, tidak hanya yang politis,
religiously, socially religius, sosial,
   
1:44 but also tapi juga moralitas batin,
the inward morality,  
   
1:51 a sense of otherness suatu rasa yang-lain
– if we can use that word – -kalau boleh kita memakai kata itu-
   
1:58 mustn't one have total freedom? tidakkah seseorang harus
  memiliki kebebasan menyeluruh?
   
2:06 S: Yes, I don't see S: Ya, menurut saya, tak mungkin
how one can possibly explore seseorang bisa menyelidiki
   
2:10 anything of relevance apa pun yang relevan
to the world in which we live dengan dunia yang kita tinggali ini
   
2:14 in the absence of a recognition or tanpa pengakuan atau kesadaran
an awareness of his own inner freedom. akan kebebasan batinnya sendiri.
   
2:20 To feel that we are limited, Merasakan bahwa kita terbatas
or constricted in our approach atau terkungkung dalam pendekatan kita
   
2:29 to social, economic, terhadap persoalan-persoalan sosial,
political, moral problems ekonomi, politik, moral
   
2:32 – particularly our -khususnya persoalan-
religious problems – persoalan religius kita-
   
2:34 that we can't explore these bahwa kita tidak dapat
from some other base menyelidikinya dari basis selain
   
2:37 than the real base basis yang riil,
which is the base of being free. yaitu basis kebebasan.
   
2:43 K: But most religions and K: Tapi, kebanyakan agama dan
most cultures kebanyakan kebudayaan,
   
2:47 whether Asiatic, India or Europe entah Asia, India atau Eropa
and therefore America, dan dengan demikian Amerika,
   
2:53 they conditioned mereka mengkondisikan
the mind a great deal. batin banyak sekali.
   
2:58 And you notice it, Dan Anda memperhatikannya,
as one travels around, saat seseorang berkeliling,
   
3:04 how, in each country, bagaimana, di tiap negeri,
in each culture, di tiap kebudayaan,
   
3:10 they have taken tremendous pain mereka telah berupaya
to shape the mind. sangat keras membentuk batin.
   
3:16 S: I suppose this is the function S: Saya kira ini adalah fungsi
of culture, to shape the mind, kebudayaan, membentuk batin,
   
3:19 – not very effective – but it is -tidak terlalu efektif- tapi,
the function of culture to provide fungsi kebudayaan adalah menyediakan,
   
3:24 in a sense a buffer between dalam arti tertentu, penyangga
the overwhelming dimensions di antara dimensi-dimensi luar biasa
   
3:28 of human existence, which then would dari eksistensi manusia, yang kemudian
transcend and encompass all existence, melampaui dan mencakup semua eksistensi
   
3:35 and which becomes an overwhelming dan yang menjadi pengalaman
experience for a person. luar biasa bagi seseorang.
   
3:39 Cultures do, in a sense, soften, or Budaya, dalam arti tertentu, melembutkan
attempt to make culture manageable, atau mencoba membuat dapat dikelola
   
3:45 or doable atau dapat dilaksanakan
in some way or another. dengan suatu cara atau lainnya.
   
3:47 K: Yes, but I was thinking really: K: Tapi, sebenarnya menurut saya,
when one considers saat seseorang merenungkan
   
3:53 how the world is divided bagaimana dunia ini dibelah-belah
politically, religiously, socially, secara politik, religius, sosial,
   
4:00 morally, and especially moral, dan khususnya di bidang religius
in the religious field  
   
4:05 which should be yang seharusnya merupakan
the unifying factor of all cultures, faktor pemersatu semua kebudayaan,
   
4:12 there one sees di situ seseorang melihat bagaimana
how religions have separated man: agama telah memisahkan manusia:
   
4:20 the Catholic, the Protestant, Katolik, Protestan,
the Hindu, the Muslim, Hindu, Muslim,
   
4:23 and they're all saying, dan mereka semua mengatakan,
'We're all seeking one thing.' "Kita semua mencari satu hal."
   
4:28 S: Even within the framework S: Bahkan di dalam kerangka
of any given religion agama apa pun,
   
4:31 there is a great tendency for people ada tendensi besar orang untuk
to divide one subgroup membelah-belah satu subkelompok
   
4:35 against another subgroup and melawan subkelompok lainnya
this seems to be indigenous to... dan tampaknya wajar...
   
4:40 K: Therefore freedom is K: Maka, kebebasan
the negation adalah penyangkalan
   
4:48 of being conditioned terhadap pengkondisian
by any culture, oleh kebudayaan apa pun,
   
4:53 by any religious division oleh pembelah-belahan religius
or political division. atau pembelah-belahan politis apa pun.
   
4:58 S: I would think that ultimate freedom S: Saya pikir kebebasan tertinggi adalah
is the negation of such a condition. penyangkalan terhadap kondisi sedemikian.
   
5:03 The struggle for freedom Perjuangan untuk kebebasan,
   
5:05 is precisely the attempt persisnya, adalah usaha
to break through or undercut menerobos atau melemahkan
   
5:10 or get at that which underlies atau mendapatkan hal yang mendasari
these various conditioning processes. proses pengkondisian yang beragam ini.
   
5:14 The conditioning processes Proses pengkondisian itu sendiri
themselves  
   
5:17 go on in each human being, or berlangsung dalam tiap manusia
in each flower, or in each animal atau dalam tiap bunga atau tiap hewan
   
5:24 and the task in the pursuit dan tugas dalam mengejar
of freedom is precisely kebebasan ini, persisnya, adalah
   
5:28 to break through menerobos ke dalam kebenaran yang pokok.
to that which is ultimately the real.  
   
5:34 K: I'm just wondering K: Saya hanya ingin tahu, apa
what we mean by conditioning. yang kita maksud dengan pengkondisian.
   
5:38 S: Conditioning in cultures, S: Pengkondisian dalam kebudayaan,
throughout history sepanjang sejarah
   
5:42 and across space dan melintasi ruang,
is quite varied, as you know. Anda tahu, cukup beragam.
   
5:48 Conditioning, for example, in Pengkondisian, misalnya, di
the Western world of today, dunia Barat sekarang ini,
   
5:53 has been achieved primarily telah dicapai terutama
through the process melalui suatu proses
   
5:56 of the enlightenment of pencerahan dari proses-
rational-logical processes proses yang logis-rasional
   
6:01 which I suppose yang saya anggap produktif.
are productive.  
   
6:03 Without rational processes Tanpa proses-proses rasional,
we wouldn't have kita tidak akan
   
6:06 television cameras to talk on. menyalakan kamera televisi.
The same time Pada saat bersamaan,
   
6:08 with television cameras dengan kamera televisi,
we may not see anything. mungkin kita tak melihat apa pun.
   
6:11 So I suspect that what we Jadi, saya menduga bahwa apa
are dealing with, in our world, yang kita hadapi, di dunia ini,
   
6:16 as a primary conditioning agency, sebagai agen utama pengkondisian,
is the whole world adalah keseluruhan dunia
   
6:20 of the kinds of thoughts dari beragam pikiran
or categories or concepts atau kategori atau konsep
   
6:25 or constructs atau konstruk -saya
– I call them fantasies – menyebutnya fantasi-
   
6:27 that people deal with yang dihadapi orang dan, entah
and somehow they think are real. bagaimana, mereka pikir itu nyata.
   
6:31 K: Yes, sir, but don't these K: Ya, Pak. Tapi, bukankah
conditionings separate man? pengkondisian ini memisahkan manusia?
   
6:38 S: Unquestionably yes. They S: Tak diragukan lagi. Ini memisahkan
separate man both within himself manusia, baik di dalam dirinya
   
6:41 K: …and outwardly. K: ... maupun secara lahiriah.
S: Yes. S: Ya.
   
6:44 K: So, if we are concerned K: Jadi, kalau kita prihatin akan
with peace, with ending war, perdamaian, berakhirnya perang,
   
6:52 with living in a world akan kehidupan di dunia
in which this terrible violence, di mana kekerasan mengerikan ini,
   
7:00 the separation, the brutality pemisahan, kebrutalan,
etc., is to end, dan sebagainya harus berakhir,
   
7:07 it seems to me that it is the function menurut saya, itu adalah fungsi
of any serious religious man siapa pun yang religius dan serius
   
7:14 because I feel religion is karena saya rasa religi adalah
the only factor that unifies man. satu-satunya faktor pemersatu manusia.
   
7:20 S: Yes. S: Ya.
   
7:21 K: Not politics, economics, etc. K: Bukan politik, ekonomi, dan
but the religious factor. sebagainya, melainkan faktor religius.
   
7:28 And instead of Dan alih-alih mempersatukan manusia,
bringing man together,  
   
7:33 religions have separated man. agama telah memisahkan manusia.
   
7:37 S: I'm not sure that that's S: Saya tidak yakin itu benar.
quite right. I think that religion Saya pikir, agama
   
7:41 has been defined by cultures telah didefinisikan oleh kebudayaan
as a unifying force between men. sebagai kekuatan pemersatu manusia.
   
7:47 There's not an awful lot Tak banyak bukti dalam sejarah
of evidence in history  
   
7:49 that it has ever achieved bahwa hal ini, fungsi ini pernah terwujud.
this particular function.  
   
7:53 This may also be a function Mungkin ini juga merupakan fungsi
of the limiting dimensions dari dimensi yang membatasi
   
7:57 of any given religion, or dari agama tertentu, atau
the inability of religious people ketidakmampuan orang-orang beragama
   
8:01 to transcend untuk mentransendensikan
their own religious concepts konsep-konsep religius mereka
   
8:05 or their own religious atau legenda religius mereka
legends or myths or dogmas, atau mitos-mitos atau dogma,
   
8:07 whatever you want seperti apa pun Anda menyebutnya.
to call them.  
   
8:09 There is in fact Faktanya, terdapat dasar yang lebih
a deeper base for unity. mendalam untuk persatuan.
   
8:16 K: One can't get to the deeper K: Seseorang tidak bisa lebih mendalam
unless one is free from the outer. kalau tidak bebas dari yang luar.
   
8:22 My mind Batin saya tidak akan menjangkau
won't go very, very deeply sangat, sangat dalam
   
8:26 unless there is a freedom kalau tidak ada kebebasan
from belief, from dogma. dari kepercayaan, dari dogma.
   
8:30 S: I think that's true in a sense. S: Saya pikir itu benar dalam arti
There must be within man a sense tertentu. Haruslah ada dalam diri manusia
   
8:38 – consciousness, experience, -kesadaran, pengalaman,
something – sesuatu-
   
8:42 a sense of his inner freedom before suatu rasa kebebasan batin
he can be appropriately religious, sebelum dia bisa betul-betul religius,
   
8:48 before he can allow religious sebelum dia bisa mengizinkan kategori
categories as analytical categories, agama sebagai kategori analitis
   
8:52 to have any meaning for him. yang memiliki arti baginya.
   
8:54 Somehow he must be human Bagaimanapun, dia haruslah manusiawi
and free before he can ever think dan bebas sebelum dia bisa berpikir
   
8:58 of being religious. What dirinya adalah religius. Yang telah
has happened is just the opposite. terjadi justru sebaliknya.
   
9:02 K: Yes, yes. Therefore we are saying, K: Ya, ya. Karena itu, kita berkata,
seeing what the world is now melihat seperti apa dunia ini sekarang
   
9:06 actually, not conceptually, secara aktual, bukan konseptual,
but the actual fact of separation, melainkan fakta aktual dari pemisahan,
   
9:15 wars, the terrible violence that peperangan, kekerasan mengerikan
is pervading the world right through, yang melanda dunia,
   
9:23 I feel it is the religious mind Saya merasa, batin
that can bring yang religiuslah yang bisa membawa
   
9:28 real unity to human beings. persatuan sejati bagi umat manusia.
   
9:31 S: I would say rather it's the S: Menurut saya, lebih tepat batin manusia
human mind, or the seeing mind, atau batin-yang-memandang,
   
9:36 that may be susceptible yang mungkin peka akan
to some exhilaration, if you will, kegembiraan besar, jika Anda setuju,
   
9:42 not in the sense of stimulus tidak dalam arti suatu rangsang, tapi
but some exhilaration relative kegembiraan besar yang berhubungan
   
9:45 to the phenomenon dengan fenomena
of being itself, kodrat dirinya sendiri,
   
9:48 that can bring people together or yang bisa mengumpulkan orang
achieve an end to the conflicts... untuk mencapai pengakhiran konflik...
   
9:53 K: Could we approach it by asking K: Bisakah kita dekati itu dengan
what separates man ? bertanya, apa yang memisahkan manusia?
   
9:59 What divides human beings? Apa yang membelah-belah umat manusia?
   
10:05 S: I think ultimately, man-ness. S: Pada pokoknya saya pikir, ke-orang-an.
K: Meanness? K: Kepicikan?
   
10:08 S: Man-ness. S: Ke-orang-an.
   
10:09 K: What do you mean K: Apa yang Anda maksud
by that, man-ness? dengan ke-orang-an?
   
10:12 S: What I mean by that is our S: Yang saya maksud dengan itu adalah
tendency to think about ourselves kecenderungan kita untuk menganggap kita
   
10:16 as men, or human, sebagai orang atau manusia,
rather than as being, ketimbang sebagai keberadaan,
   
10:20 separates us from the world memisahkan kita dari dunia yang kita huni
in which we live  
   
10:24 – from the tree, the flower, the -dari pohon, bunga, matahari
sunset, the sea, the lake, the river, terbenam, laut, danau, sungai,
   
10:28 the animal, the bird, the fish, hewan, burung, ikan,
and each other, ultimately. dan satu sama lain pada pokoknya.
   
10:34 K: That is, from each other. K: Artinya, dari satu sama lain.
S: Yes, ultimately from each other. S: Ya, pokoknya dari satu sama lain.
   
10:37 K: From each other. And that is K: Dari satu sama lain. Dan itu
given strength by, or through, diperkuat oleh, atau melalui,
   
10:48 these separative religions. agama-agama yang separatif ini.
   
10:52 I want to get at something, sir, Saya ingin mendapatkan
which is, sesuatu, Pak, yaitu,
   
10:58 is reality or truth apakah realitas atau kebenaran
   
11:04 to be approached untuk didekati melalui agama tertentu
through any particular religion  
   
11:08 or is it approachable atau itu bisa didekati
or perceivable only atau bisa dipahami hanya
   
11:16 when the organized religious ketika kepercayaan dan propaganda
belief and propaganda, dogma, agama yang terorganisir, dogma,
   
11:22 and all conceptual way of living, dan seluruh cara hidup konseptual,
completely goes? secara lengkap selesai?
   
11:27 S: I am not so sure it is appropriate S: Saya tidak yakin apakah cocok
to say that it should completely go menyebut itu harus secara lengkap selesai
   
11:31 for a lot of other karena ada banyak
reasons that are posterior to alasan lain yang mendahului
   
11:35 the phenomenon of being pertama-tama fenomena
human in the first place, menjadi manusia, atau
   
11:40 or being, simply, pertama-tama
in the first place. sederhananya, keberadaan.
   
11:41 If we're going to get at Jika kita hendak memahami
the question of truth, pertanyaan tentang kebenaran,
   
11:45 which is the question yakni pertanyaan tentang
of understanding or seeing, pemahaman atau melihat,
   
11:49 we have to first of all pertama-tama, kita harus sampai
get at the question of being, pada pertanyaan tentang keberadaan
   
11:53 and the whole inner dynamics dan seluruh dinamika batin
and evolutionary characters of being. dan karakter keberadaan yang berevolusi.
   
11:58 If we can't get at that level, Jika pada permulaannya, kita
in the beginning, tidak bisa mencapai level itu,
   
12:02 we really won't get at kita benar-benar tak akan
whatever value paham nilai apa pun di dalam
   
12:06 the 'teachings' of the "ajaran" yang ditawarkan
various religions offer men. berbagai agama bagi manusia.
   
12:12 If those teachings Jika ajaran-ajaran itu tidak
are not relevant to existence, relevan dengan eksistensi,
   
12:14 to being, to seeing, dengan keberadaan, dengan melihat,
to understanding, to loving, dengan memahami, dengan mencintai,
   
12:18 or to an end of conflict, atau dengan pengakhiran konflik,
in the negative sense, dalam artian negatif,
   
12:21 then those teachings are really not maka ajaran-ajaran itu betul-betul
relevant for man, they're unimportant. tak relevan bagi manusia, tidak penting.
   
12:28 K: I agree. But the fact remains, K: Saya setuju. Tapi faktanya
sir, just look at it, tetap saja, Pak, lihat saja,
   
12:32 the fact remains, if one faktanya tetap saja, jika seseorang
is born a Hindu or a Muslim terlahir sebagai Hindu atau Muslim
   
12:38 and he is conditioned by that, dan dia dikondisikan oleh itu,
in that culture dalam kultur itu
   
12:42 in that behavioural pattern, dalam pola perilaku itu,
and conditioned dan dikondisikan
   
12:48 by a series of beliefs, oleh serangkaian kepercayaan,
imposed, carefully cultivated dipaksa, dibudidayakan dengan cermat
   
12:56 by the various religious orders, oleh berbagai ordo religius,
sanctions, books, etc., sanksi-sanksi, buku-buku, dan sebagainya,
   
13:04 and another is conditioned dan yang lainnya dikondisikan
by Christianity, oleh Kristianitas,
   
13:10 there is no meeting point, di situ tidak ada titik temu,
except conceptually. selain secara konseptual.
   
13:15 S: Krishnaji, do you mean that in S: Krishnaji, apakah maksud Anda,
order for a man to be free, simply, dalam rangka manusia menjadi bebas,
   
13:22 he will have to rid himself dia harus melepaskan dirinya sendiri
of whatever religious – dari agama apapun-
   
13:27 and particularly religious – dan terutama agamanya-
but also political and cultural juga dari doktrin politik dan kultural
   
13:32 and social doctrines or dogmas dan sosial atau dogma
or myths that he has associated atau mitos yang sudah terkait dengannya
   
13:35 with himself as dengan dirinya sebagai
a religious person? orang yang religius?
   
13:38 K: That's right. K: Itu benar.
Because you see, after all, Karena Anda tahu, bagaimanapun juga,
   
13:40 what is important in living apa yang penting dalam hidup
is unity, adalah kesatuan,
   
13:47 harmony keselarasan
between human beings. di antara umat manusia.
   
13:52 That can only come about Itu hanya bisa terjadi
if there is harmony in each one. apabila ada harmoni di dalam tiap orang.
   
13:57 And that harmony is not possible Dan harmoni itu tidak mungkin
if there is any form of division jika ada bentuk pemecah-mecahan
   
14:03 inside and outside di dalam dan di luar
– externally or internally. -eksternal atau internal.
   
14:08 Externally, if there is Eksternal, jika di situ ada
political division pemecah-mecahan secara politik,
   
14:13 geographical division, pembagi-bagian secara geografis,
national division, pembelah-belahan kebangsaan,
   
14:16 obviously tak pelak lagi,
there must be conflict. di situ ada konflik.
   
14:19 And if there is Dan jika di situ ada
inward division pemecah-mecahan secara batin,
   
14:22 obviously it must breed tak pelak lagi, hal itu membiakkan
a great conflict, konflik yang dahsyat,
   
14:28 which expresses itself in violence, yang mengungkapkan diri dalam kekerasan,
brutality, aggressiveness, etc. kekejaman, sifat agresif, dsb.
   
14:35 So, human beings Jadi, umat manusia
are brought up in this way. dibesarkan dalam cara ini.
   
14:39 A Hindu, a Muslim Hindu, Muslim berlawanan
are at each other all the time, satu sama lain sepanjang waktu,
   
14:44 or the Arab and the Jew, atau Arab dan Jahudi,
   
14:46 or the American, the Russian atau orang Amerika, orang Rusia
– you follow? – this outwardly. -pahamkah Anda?- ini secara lahiriah.
   
14:49 S: I think what we are dealing with S: Saya pikir, apa yang kita hadapi
here is not so much di sini justru bukanlah
   
14:53 the imposition of harmony on pemberlakuan harmoni terhadap
the human being from without umat manusia dari luar
   
14:57 or the imposition of disharmony ataupun pemberlakuan ketidakselarasan
on the human being. terhadap umat manusia.
   
15:01 My hands are perfectly harmonious Tangan saya selaras sempurna
with each other, fingers move together satu sama lain, jari-jari bergerak bersama
   
15:05 and my eyes move with my hands. dan mata saya bergerak
  bersama dengan tangan.
   
15:08 There may be conflict in my mind, Bisa jadi ada konflik dalam batin saya
or between my mind and my feelings, atau antara batin dengan perasaan saya
   
15:14 as insofar I have internalized certain sebab sejauh ini, saya menginternalisasi
concepts which then are in conflict. konsep tertentu yang nantinya berkonflik.
   
15:19 K: That's right. K: Itu betul.
   
15:20 S: What I must discover S: Apa yang harus saya temukan
if I am to be free agar saya bebas...
   
15:24 is that there is in fact adalah adanya fakta
harmony within me. harmoni di dalam saya.
   
15:28 And If I am to be one with you Dan jika ingin menjadi satu dengan Anda
I must discover from my hand saya harus menemukannya dari tangan saya
   
15:33 'Hand, tell me what it's like "Tangan, katakan pada saya seperti apa
to be a part of something.' menjadi bagian dari sesuatu."
   
15:37 Because my hand is already Karena tangan saya sudah eksis
harmoniously existing with my arm secara harmonis dengan lengan saya
   
15:41 and with my body, dan dengan tubuh saya,
and with you. dan dengan Anda.
   
15:44 But then my mind sets up Tapi kemudian batin saya membentuk
these strange dualities. dualitas yang asing ini.
   
15:47 K: So, that's the problem, sir. K: Itulah masalahnya, Pak.
   
15:49 Are these dualities Apakah dualitas ini
created artificially, first of all – terbentuk secara artifisial, pertama-tama-
   
15:57 because you are a Protestant, karena Anda seorang Protestan,
I am a Catholic, saya seorang Katolik,
   
16:00 or I am a communist atau saya seorang komunis
and you are a capitalist – dan Anda seorang kapitalis-
   
16:03 are they created artificially apakah mereka terbentuk secara artifisial
   
16:07 because each society sebab tiap masyarakat
has its own vested interest, mempunyai kepentingan pribadi,
   
16:13 each group has its own setiap kelompok mempunyai
particular form of security? bentuk keamanan tertentu?
   
16:24 Or is the division created Atau pemecah-mecahan tercipta
in oneself dalam diri seseorang
   
16:32 by the me and the not me? oleh si-aku dan si-bukan-aku?
   
16:37 You understand what I mean? Anda paham maksud saya?
S: I understand what you mean. S: Saya paham.
   
16:39 K: The me is my ego, my selfishness, K: Si-aku adalah ego, egoisme saya,
my ambitions, greed, envy ambisi saya, keserakahan, iri
   
16:44 and that excludes, separates you dan itu mengecualikan, memisahkan
from entering into that field. Anda dari memasuki bidang itu.
   
16:54 S: I think that really the more S: Saya pikir itu benar, semakin
one is conscious of his selfishness, orang sadar akan egoismenya,
   
17:00 his greed, his ambition, or, keserakahannya, ambisinya,
on the other side of the fence, atau di sisi lain,
   
17:04 his security, or even his peace, keamanannya, atau bahkan kedamaiannya
in a superficial sense, dalam artian dangkal,
   
17:09 the more unconscious he is semakin dia tidak menyadari
of the inner self who is in fact batinnya yang, pada faktanya,
   
17:14 already one with you – however telah bersatu dengan Anda -biarpun
much I may be unaware of that. saya amat tidak menyadari hal itu.
   
17:18 K: Wait, just a minute, sir, K: Tunggu. Sebentar, Pak.
that becomes a dangerous thing. Itu menjadi hal yang berbahaya.
   
17:23 Because the Hindus Sebab umat Hindu
have maintained, telah mempertahankan,
   
17:26 as most religions have, seperti halnya kebanyakan agama,
that in you there is harmony, bahwa di dalam Anda, ada harmoni,
   
17:32 there is God, there is reality. ada Tuhan, ada realitas.
In you. Di dalam Anda.
   
17:35 And all that you have to do Dan semua yang harus Anda lakukan
is peel off adalah mengelupas
   
17:40 the layers of corruption, lapisan-lapisan korupsi,
the layers of hypocrisy, lapisan-lapisan kemunafikan,
   
17:44 the layers of stupidity, and lapisan-lapisan kebodohan, dan
gradually come to that point lambat laun sampai pada titik itu,
   
17:49 where you are di mana Anda telah
established in harmony – terpancang dengan selaras-
   
17:53 because you've already got it. karena Anda telah mendapatkannya.
   
17:56 S: The Hindus don't have a monopoly S: Umat Hindu tidak mempunyai
on that particular way of thinking. monopoli atas cara berpikir tertentu itu.
   
18:00 We Catholics have the same problem. Kami Katolik punya problem serupa.
K: Same problem, of course. K: Problem serupa, tentu saja.
   
18:05 S: We are confronted S: Kita dihadapkan
with a discovery pada sebuah penemuan
   
18:08 with the discovery of seeing, pada penemuan tentang memandang,
of understanding, of loving, tentang memahami, tentang mencintai,
   
18:12 of trusting – all these tentang mempercayai - semua
primary sorts of words jenis kata-kata utama ini
   
18:15 we're confronted with kita diperhadapkan dengan
the discovering of these things. penemuan akan hal-hal ini.
   
18:18 And peeling back layers, I don't think Dan mengelupas lapisan itu, saya
is the way of discovering them. kira, bukanlah cara menemukannya.
   
18:24 Whether it be layers of corruption, Entah itu lapisan-lapisan korupsi,
of goodness or evil, whatever, kebaikan atau kejahatan, apapun,
   
18:30 that is not the way itu bukan cara untuk
of discovering them. menemukan mereka.
   
18:32 One does not abstract from or pretend Seseorang tak memisahkan diri dari atau
away his sense of evil within himself berlagak rasa jahat tiada dalam dirinya...
   
18:39 in order to find himself. agar menemukan dirinya.
   
18:42 What is required is a penetrating, Yang diperlukan adalah batin yang
empathetic, open, free mind. menembus, berempati, terbuka, bebas.
   
18:47 K: Yes, sir, but how does one K: Ya, Pak. Tapi, bagaimana seseorang
come to it? How does one, mencapai itu? Bagaimana seseorang,
   
18:55 with all the mischief dengan seluruh kerusakan
that one is brought up in di dalam mana, orang itu dibesarkan
   
19:00 or one lives in, atau yang dihidupi orang itu,
   
19:03 is it possible to put all that aside mungkinkah mengesampingkan semua
without effort? itu tanpa daya-upaya?
   
19:10 Because the moment there is effort Karena pada momen adanya
there is distortion. daya-upaya, di situ ada distorsi.
   
19:14 S: I am sure that is true. S: Saya yakin itu benar.
Without effort, that is, activity, Tanpa daya-upaya, yaitu, aktivitas,
   
19:20 behaviour, too much conversation, perilaku, terlampau banyak percakapan,
but certainly tapi tentu saja,
   
19:25 not without the expenditure bukan tanpa pengeluaran
of enormous amounts of energy. dari sejumlah besar energi.
   
19:28 K: Ah! That energy can only come K: Ah! Energi hanya bisa muncul
if there is no effort. jika di situ tidak ada daya-upaya
   
19:33 S: Precisely... S: Persis...
   
19:35 K: If there is no friction K: Jika di situ tidak ada gesekan,
then you have abundance of energy! maka Anda mempunyai energi berlimpah!
   
19:40 S: Precisely. Friction destroys, S: Persis. Gesekan merusak,
it dissipates energy. hal itu menghamburkan energi.
   
19:44 K: Friction exists K: Gesekan timbul
when there is separation ketika ada pemisah-misahan
   
19:46 between what is right di antara apa yang benar
and what is wrong, dan apa yang salah,
   
19:50 between what is called evil di antara apa yang disebut jahat
and what's called good. dan apa yang disebut baik.
   
19:53 If I am trying to be good Jika saya mencoba menjadi baik,
then I create friction. maka saya menciptakan gesekan.
   
20:00 So the problem is, really, how Jadi permasalahan sesungguhnya,
to have this abundance of energy bagaimana memiliki energi berlimpah ini...
   
20:07 which will come yang akan muncul
without any conflict? jika tak ada konflik apa pun?
   
20:17 And one needs that tremendous energy Dan orang membutuhkan energi dahsyat
to discover what truth is. itu untuk menemukan apa itu kebenaran.
   
20:23 S: Or goodness is. If we S: Atau apa itu kebaikan. Jika kita
deal with goodness in the sense bicara tentang kebaikan dalam arti
   
20:27 that you use it there yang Anda gunakan di situ
– one tries to be good – -orang mencoba menjadi baik-
   
20:30 we're dealing with codes, kita berurusan dengan undang-
with law… undang, dengan hukum...
   
20:34 K: No, no, I don't mean that! K: Bukan itu maksud saya!
S: Moral goodness in some sense. S: Kebaikan moral dalam beberapa hal.
   
20:37 K: Goodness only flowers in freedom. K: Kebaikan mekar dalam kebebasan.
It doesn't flower within the law Tidak mekar di dalam hukum
   
20:42 of any religious sanctions dari sanksi religius apa pun
or any religious beliefs. atau kepercayaan agama apa pun.
   
20:46 S: Or political or economic. S: Atau politik atau ekonomi.
There's no question about this. Hal ini tidak diragukan.
   
20:50 Then if we're going to discover Maka, jika kita hendak menemukan
the inner meaning of freedom, makna batin dari kebebasan,
   
20:57 and of goodness, and of being, dari kebaikan, dan dari keberadaan,
we have to say to ourselves kita harus mengatakan pada diri kita
   
21:02 the reason alasan kita belum menemukannya atau
we have not discovered this  
   
21:06 or one of the reasons why salah satu alasan kenapa
we have not discovered this kita belum menemukannya
   
21:08 is because we have within adalah karena di dalam diri kita,
ourselves this strange tendency kita punya tendensi aneh ini...
   
21:12 to start with the surface of things untuk memulai dari hal-hal permukaan
and never to end. dan tidak pernah sampai ke tujuan.
   
21:15 We stop there, Kita berhenti di situ,
where we started. di mana kita memulai.
   
21:19 K: Sir, could we come to this: K: Pak, bisakah kita sampai pada ini:
   
21:22 suppose you and I know nothing, misalkan Anda dan saya tidak tahu apa-apa,
   
21:30 no religion... tidak punya agama...
S: We have no conception... S: Kita tidak punya konsepsi...
   
21:34 K: …no conceptual idea at all. K: ... sama sekali tak punya
  gagasan konseptual.
   
21:39 I have no belief, no dogma, Saya tidak punya kepercayaan,
nothing! tidak dogma, tidak apa pun!
   
21:45 And I want to find out Dan saya ingin menemukan bagaimana
how to live rightly, how to be good – hidup yang benar, bagaimana menjadi baik-
   
21:52 not how to be good – be good. bukan bagaimana menjadi baik -baik.
S: Be good. Yes, yes, yes. S: Baik. Ya, ya, ya.
   
21:57 K: To do that, I have to enquire, K: Untuk melakukannya, saya menyelidiki,
I have to observe. Right? harus mengobservasi. Benar?
   
22:07 I can only observe... Saya hanya bisa mengobservasi...
   
22:11 observation is only possible observasi hanya termungkinkan
when there is no division. jika di situ tidak ada pemecah-mecahan.
   
22:16 S: Observation is that which S: Observasi adalah
eliminates the divisions. menyingkirkan pemecah-mecahan.
   
22:18 K: Yes, when the mind is capable K: Ya, ketika batin mampu
of observing without division mengamati tanpa pemecah-mecahan
   
22:25 then I perceive, maka saya mencerap,
then there is perception. maka di situ ada pencerapan.
   
22:29 S: In any seeing that is more than S: Dalam memandang yang melebihi hal
conceptual or categorical seeing, memandang secara konseptual, kategorial,
   
22:34 or observing mental constructs, atau dalam mengobservasi konstruk mental,
   
22:38 in any seeing that takes place, dalam memandang hal itu berlangsung,
a truth is encountered. sebuah kebenaran ditemukan.
   
22:43 And being and truth and goodness Dan keberadaan dan kebenaran dan
are all the same thing. kebaikan semuanya adalah hal yang sama.
   
22:47 K: Of course. K: Tentu.
   
22:48 S: So the question then is: S: Jadi pertanyaan berikut adalah: mengapa
why do I have to think about truth saya harus berpikir tentang kebenaran...
   
22:52 as though it were associated with seolah hal itu berkaitan dengan
the logical consistency of categories? konsistensi logis dari berbagai kategori?
   
22:58 Rather than think about truth Ketimbang berpikir tentang kebenaran
as though it were associated seolah itu berkaitan
   
23:00 with my being itself. dengan keberadaan saya sendiri.
   
23:03 If I have to always Jika saya harus selalu
partialize my world membagi-bagi dunia saya
   
23:08 – we spoke of the dualities – like -kita berbicara tentang dualitas- seperti
we do or did in the Catholic religion, yang kami lakukan dalam agama Katolik,
   
23:15 the duality of body and soul. dualitas antara tubuh dan jiwa.
K: And devil, good and… K: Dan setan, baik dan...
   
23:19 S: And good and evil incarnate S: Dan baik dan jahat menjelma
in one form or another. dalam satu atau lain bentuk.
   
23:22 If we have to always think that way Jika selalu berpikir seperti itu maka
then we shall never find… kita takkan pernah menemukan...
   
23:25 K: Obviously. K: Tak pelak lagi.
S: …what it means to… S: ... apa artinya...
   
23:27 K: …be good. K: ... menjadi baik.
S: To be good, yes, yes, S: Menjadi baik, ya, ya,
   
23:30 or to be truthful, atau menjadi jujur,
or to be at all. atau menjadi apapun.
   
23:33 I think this is the problem, Saya pikir inilah masalahnya,
and, as you suggested, dan seperti Anda katakan,
   
23:36 there are so many centuries telah berabad-abad lamanya
of cultural conditioning pengkondisian kultural terjadi
   
23:40 from all perspectives, dari segala perspektif,
that it is difficult. sehingga itu sulit.
   
23:44 K: I mean, human beings K: Maksud saya, umat manusia dibesarkan
are brought up  
   
23:46 in this dualistic way of living, dalam cara hidup yang dualistik ini,
obviously. tak pelak lagi.
   
23:50 S: Yes, and maybe we could do this S: Mungkin kita bisa lakukan ini
better if we could not consider lebih baik jika tak perlu mempertimbangkan
   
23:57 the obvious dualities dualitas yang mudah dilihat
of good and evil, antara baik dan buruk,
   
24:01 of the sacred and the profane, antara yang kudus dan yang duniawi,
   
24:06 of right and wrong, antara benar dan salah,
of truth and falsehood, antara jujur dan dusta,
   
24:11 none of these dualities tak satu pun dari dualitas ini,
but somehow come to grips tapi entah bagaimana, mengatasi
   
24:15 with the duality dualitas yang paling menyusahkan kita:
that bedevils us the most:  
   
24:17 the duality of you and me, dualitas antara Anda dan saya,
of man and woman. antara laki-laki dan perempuan.
   
24:22 K: Yes, duality of me and you. K: Ya, dualitas antara saya dan Anda.
Now, what is the root of that? Sekarang, apa akarnya itu?
   
24:27 What is the source of Apakah sumber dari pemecah-mecahan
this division as me and you, sebagai saya dan Anda,
   
24:33 we and they, politically kita dan mereka, secara politis
– you follow? -pahamkah Anda?
   
24:37 S: There cannot be any source of this S: Tak mungkin ada suatu sumber untuk ini
in us because we are one, dalam diri kita karena kita adalah satu,
   
24:42 like the fingers of my hand are one. seperti jari-jari tangan
We aren't aware of it. adalah satu. Tak disadari.
   
24:44 K: Ah, wait. No. K: Ah, tunggu. Tidak. Saat Anda
When you say 'We are one', katakan, "Kita adalah satu,"
   
24:48 that's an assumption. itu adalah asumsi. Saya tidak tahu
I don't know I am one. saya adalah satu.
   
24:54 Actually, the division exists. Sebenarnya, pemecah-mecahan itu eksis.
   
24:58 Only when the division ceases, Hanya saat pemecah-mecahan berakhir,
then I can say... barulah saya bisa berkata...
   
25:03 ... I don't have to say, 'I am one' ! ... Saya tak perlu berkata, "Saya satu!"
There is a unity. Ada suatu kesatuan.
   
25:06 S: When you say, 'I am,' S: Saat berkata
you are saying, 'I am one.' "Saya," Anda maksud, "Saya satu."
   
25:09 K: Ah, no! K: Ah, tidak!
S: Adding 'one' is redundant to 'I am' S: Menambahkan kata "satu" itu mubazir.
   
25:12 K: No, I want to go a little bit K: Bukan, saya ingin menukik sedikit
into this because ke dalam hal ini karena
   
25:15 there is only hanya ada -sebagai manusia yang hidup-
– as human beings live –  
   
25:19 there is me and you, ada saya dan Anda,
   
25:21 my god and your god, my country and tuhanku dan tuhan Anda, negeriku dan
your country, my doctrine, you follow? negeri Anda, doktrinku, pahamkah Anda?
   
25:26 This me and you, me and you. Saya dan Anda, saya dan Anda.
   
25:30 Now, the me Sekarang, si-aku adalah
is the conditioned entity. entitas yang terkondisi.
   
25:35 S: Yes. The me S: Ya. Si-aku adalah
is the conditioned entity. entitas yang terkondisi.
   
25:38 K: Let's go step by step. K: Mari bergerak selangkah demi selangkah.
The me is the conditioning, Si-aku adalah pengkondisian itu,
   
25:42 the conditioned entity entitas yang terkondisi
brought about, nurtured, dihasilkan, diasuh,
   
25:47 through the culture, oleh kebudayaan,
through society, through religion, masyarakat, agama,
   
25:50 through conceptual, penghidupan konseptual, ideologis.
ideological living.  
   
25:55 The me that is selfish, Si-aku yang egois,
   
25:56 the me that gets angry, violent, si-aku yang pemarah, kejam,
me that says, 'I love you', aku yang menyebut, "Saya cinta kamu,"
   
26:01 'I don't love' "Saya tidak mencintai"
– all that is me. -semua itu adalah aku.
   
26:05 That me Aku itu adalah
is the root of separation. akar dari pemisahan.
   
26:10 S: Unquestionably. In fact, the very S: Tidak diragukan. Faktanya,
terminology you use betrays terminologi yang Anda gunakan menyingkap
   
26:16 the substance of your idea. substansi gagasan Anda.
The word 'me' is an objective pronoun. Kata "aku" adalah kata ganti objektif.
   
26:21 Once I have made of myself Begitu saya menjadikan diri saya
something out there to look at, sesuatu di luar sana untuk dilihat,
   
26:26 I shall never see anything saya tak akan pernah memandang
which is real apa pun yang nyata
   
26:29 because I am not out there karena saya tidak di luar sana
to look at. untuk melihat.
   
26:32 Once I make freedom Begitu saya menjadikan kebebasan
something out there to pursue, sesuatu di luar sana untuk dikejar,
   
26:36 then I shall never maka saya tidak akan pernah
achieve freedom. mencapai kebebasan.
   
26:38 Once I make freedom something out Begitu saya jadikan kebebasan
there that someone will give me sesuatu yang akan diberi seseorang,
   
26:41 then I shall never maka saya tidak akan pernah
achieve freedom. mencapai kebebasan.
   
26:43 K: No, no. All authority, all that K: Tidak, tidak. Semua otoritas
can be pushed aside. bisa disingkirkan.
   
26:46 There is me and you. Ada saya dan Anda. Sepanjang
As long as this division exists pengkotak-kotakan ini eksis,
   
26:51 there must be conflict di situ pastilah ada konflik
between you and me. antara Anda dengan saya.
   
26:54 S: Unquestionably. S:Tak diragukan lagi.
   
26:55 K: And there is not only conflict K: Dan bukan hanya ada konflik
between you and me antara Anda dengan saya,
   
26:58 but there is conflict namun ada konflik di dalam saya.
within me.  
   
27:01 S: Once you have objectified yourself, S: Begitu Anda menentukan diri sendiri,
there must be conflict within you. timbul konflik dalam diri Anda.
   
27:04 K: So, I want to find out K: Jadi, saya ingin mengetahui
   
27:10 whether this me can end, apakah si-aku ini bisa berakhir, maka...
so that...  
   
27:17 ... Me end! That's good enough to say. Si-aku berakhir! Itu cukup bagus
Not 'so that'. untuk dikatakan. Tak ada "maka".
   
27:21 S: Yes, because there is obviously S: Ya, karena jelaslah tak ada "maka"
no 'so that' if the me ends. jika si-aku berakhir.
   
27:26 K: Now, the me. K: Sekarang, si-aku.
   
27:28 Is it possible to completely Mungkinkah untuk secara komplet
empty the mind of the me? mengosongkan batin dari si-aku?
   
27:35 Not only at the conscious level Bukan hanya pada tingkat kesadaran,
but deep, tapi mendalam,
   
27:41 at the deep unconscious roots pada kedalaman akar ketidaksadaran
of one's being. dari keberadaan seseorang.
   
27:47 S: I think it's not only possible S: Saya pikir, itu tak hanya
but it's the price mungkin, tapi itu harga
   
27:49 that we must pay for being, yang harus kita bayar untuk keberadaan,
or being good, or being true atau kebaikan, atau kebenaran...
   
27:54 or being at all, living. atau apapun, hidup. Untuk hidup,
To live, the price we must pay harga yang harus kita bayar
   
28:01 is to rid ourselves of me, adalah membebaskan diri dari si-aku,
me-ness. ke-aku-an.
   
28:03 K: Is there a process, a system, K: Adakah suatu proses, sistem,
a method, to end the me? metode, untuk mengakhiri si-aku?
   
28:10 S: No, I don't think there S: Tidak, saya pikir tidak ada
is a process or a method. proses atau metode.
   
28:13 K: Therefore there is no process, K: Oleh sebab itu, tidak ada proses,
it must be done instantly! harus dilakukan secara instan!
   
28:17 Now, Sekarang, tentang ini,
this we must be very clear, kita harus sangat jernih,
   
28:20 because all the religions karena semua agama
have maintained processes. telah mempertahankan proses.
   
28:27 The whole evolutionary system, Keseluruhan sistem evolusioner,
psychologically, is a process. secara psikologis, adalah proses.
   
28:33 If you say Jika Anda katakan -dan bagi saya
– and to me that is a reality – itu adalah suatu realitas-
   
28:37 that it cannot possibly be bahwa itu tidak mungkin
a process, merupakan suatu proses,
   
28:43 which means a matter of time, yang berarti persoalan waktu,
degree, gradualness, tingkatan, tahapan,
   
28:48 then there is only one problem, maka hanya ada satu permasalahan,
which is to end it instantly. yakni mengakhirinya secara instan.
   
28:56 S: Yes, to destroy the monster S: Ya, menghancurkan monster
at one step. dalam satu langkah.
   
28:59 K: Instantly! K: Secara instan!
S: Yes. S: Ya.
   
29:02 Unquestionably that must be done. Tak diragukan, itu yang harus dilakukan.
We must destroy me-ness. Kita harus menghancurkan ke-aku-an.
   
29:07 K: No, destroy... I wouldn't use. K: Saya tak akan memakai
The ending of the me, "menghancurkan". Mengakhiri si-aku,
   
29:11 with all the accumulation, dengan semua akumulasinya,
with all the experiences, dengan semua pengalamannya,
   
29:15 what it has accumulated, apa pun yang sudah diakumulasinya,
consciously and unconsciously, secara sadar dan tidak-sadar,
   
29:19 can that whole content bisakah seluruh konten tersebut dibuang?
be thrown out?  
   
29:24 Not by effort, by me. Tidak dengan daya-upaya, oleh si-aku.
   
29:27 If I say: 'By me I'll throw it out' Jika saya bilang, "Oleh si-aku,
it is still the me. saya buang," itu masih si-aku.
   
29:30 S: Yes. S: Ya.
   
29:31 K: Or if I throw it out by exertion K: Atau saya buang dengan tenaga
of will, it is still the me. kehendak, itu masih si-aku.
   
29:35 The me remains. Si-aku masih di situ.
   
29:38 S: It is not – clearly in my mind, S: Itu bukan -jelas dlm batin saya,
it is not an act, itu bukan suatu tindakan,
   
29:42 or an activity of the mind, ataupun aktivitas batin,
nor an activity of the will, bukan juga aktivitas kehendak,
   
29:46 nor an activity of the feelings, bukan juga aktivitas perasaan,
nor an activity of the body, bukan juga aktivitas tubuh,
   
29:50 which will help me to see me yang akan membantu saya memandang saya
– no, pardon me – -bukan, maafkan saya-
   
29:55 will help me to see. akan membantu saya memandang.
K: See, yes. K: Memandang, ya.
   
29:59 S: And since we, in this world, S: Dan karena kita, di dunia ini,
are so wrapped up with doing, begitu terbungkus dengan melakukan,
   
30:03 with having, with acting, dengan memiliki, dengan bertindak,
we really don't understand kita benar-benar tidak mengerti
   
30:07 reflectively and profoundly secara reflektif dan mendalam, apa
what takes place before we act yang berlangsung sebelum kita bertindak
   
30:13 or before we possess. atau sebelum kita memiliki.
   
30:14 And I think that Dan saya pikir, kita wajib
it is incumbent upon us  
   
30:17 to reflect backwards merenung ke belakang
and see that there is seeing dan melihat bahwa ada tindakan melihat
   
30:22 before seeing takes place sebelum tindakan memandang berlangsung...
   
30:25 – in the two senses -dalam dua pengertian dari
of the word seeing – kata "seeing" -
   
30:27 just as there is loving before seperti halnya ada cinta sebelum
one becomes aware of loving, seseorang menjadi sadar akan cinta,
   
30:32 and certainly dan tentunya, sama
just as there is being seperti adanya keberadaan
   
30:35 before one becomes sebelum seseorang menjadi
aware of being. sadar tentang keberadaan.
   
30:37 K: Yes, sir, but I… K: Ya, Pak. Tapi, saya...
   
30:40 S: Is the question reflecting S: Apakah pertanyaan yang merenung
backwards ke belakang
   
30:42 deep, inwardly, deeply enough? dalam, batiniah, cukup mendalam?
   
30:45 K: Now just a minute, sir, K: Sebentar, Pak,
that's the difficulty, because the me itulah kesulitannya karena si-aku
   
30:49 is at a conscious level and at ada pada tingkatan sadar dan pada tingkat
the deeper levels of consciousness. yang lebih dalam dari kesadaran.
   
30:57 Can the conscious mind examine Bisakah batin sadar memeriksa
the unconscious me and expose it? ketidaksadaran si-aku dan menyingkapnya?
   
31:11 Or the content of consciousness Ataukah konten kesadaran
is the me! adalah si-aku!
   
31:18 S: No, the self transcends S: Bukan, si-diri melampaui
the content of consciousness. konten yang ada dalam kesadaran.
   
31:22 But the me may well be Tapi, si-aku mungkin adalah
the content of consciousness. konten yang ada dalam kesadaran.
   
31:25 But the me is not the I, Tapi si-aku bukanlah saya,
the me is not the self. si-aku bukanlah si-diri.
   
31:28 K: Wait, wait. I included K: Sebentar. Saya memasukkan si-diri,
in the me, the self, the ego, si-ego, ke dalam si-aku,
   
31:34 the whole conceptual keseluruhan ide konseptual
ideation about myself, tentang diri saya,
   
31:41 the higher self si-diri yang lebih tinggi
the lower self, the soul: si-diri yang lebih rendah, si-jiwa:
   
31:44 all that is the content semuanya itu adalah konten
of my consciousness dalam kesadaran saya
   
31:49 which makes the I, which makes yang menciptakan si-saya, si-ego
the ego, which is the me. yang adalah si-aku.
   
31:54 S: It certainly makes the me, yes. S: Pastinya itulah yang membuat si-aku.
I unquestionably agree with that, Tak diragukan lagi saya setuju hal itu,
   
31:58 that it makes that objective self itulah yang menciptakan diri objektif
that I can examine and analyze yang bisa saya periksa dan analisis
   
32:02 and look at, compare, that I dan saya lihat, perbandingkan, bahwa
can be violent with others about. saya bisa jadi kejam pada orang lain.
   
32:07 It's explanatory, if you will, or Itu sudah jelas, demikianlah, atau
the summation of the whole thing penjumlahan dari keseluruhan hal
   
32:12 which you put in the word 'me', yang Anda masukkan dalam kata "aku",
is explanatory of a history adalah penjelasan dari sejarah
   
32:16 of a whole multiplicity seluruh keserbaragaman hubungan
of present relationships -hubungan yang sekarang,
   
32:21 but it's still akan tetapi masih
not getting at the reality. belum sampai pada kenyataan.
   
32:23 K: No, the reality cannot be got at, K: Kenyataan itu tidak bisa didapat,
or it cannot flower atau tidak bisa mekar
   
32:29 if the me is there. apabila si-aku ada di situ.
   
32:32 S: Whenever, as I said before, S: Kapanpun, seperti saya katakan
whenever I insist upon viewing sebelumnya, kapanpun saya bersikeras
   
32:37 you as me, then memandang Anda sebagai saya,
the reality cannot flower maka kenyataan tidak bisa mekar
   
32:42 and freedom will not be. dan kebebasan tidak akan ada.
   
32:43 K: So, can the content K: Nah, bisakah konten kesadaran
of my consciousness, which is the me, saya yang adalah si-aku,
   
32:49 which is my ego, myself, yang adalah ego saya, diri saya,
my ideations, my thoughts, gagasan saya, pikiran saya,
   
32:53 my ambitions, my greeds – ambisi saya, keserakahan saya -semua
all that is the me – my nation, itu adalah si-aku- kebangsaan saya,
   
32:59 my desire for security, my desire hasrat akan keamanan, kesenangan,
for pleasure, my desire for sex, hasrat saya akan seks,
   
33:04 my desire to do this hasrat saya melakukan ini dan itu-
and to do that –  
   
33:06 all that is the content kesemuanya itu adalah konten
of my consciousness. dalam kesadaran saya.
   
33:11 As long as that content remains, Selama konten itu tetap ada,
there must be separation pastilah di situ ada pemisah-misahan
   
33:17 between you and me, antara Anda dan saya,
between good and bad, antara baik dan buruk,
   
33:21 and the whole division dan keseluruhan pengkotak-
takes place. kotakan pun berlangsung.
   
33:24 Now, we're saying, Nah, kita mengatakan,
the emptying of that content pengosongan konten tersebut
   
33:30 is not a process of time. bukanlah proses waktu.
   
33:32 S: Nor is it subject S: Juga tidak tunduk pada metodologi.
to methodology.  
   
33:34 K: Methodology. K: Metodologi. Lalu apa
Then, what is one to do? yang dilakukan seseorang?
   
33:38 Let's look at it a little, Mari kita melihatnya sejenak,
   
33:41 take time a little bit over this, luangkan waktu sedikit untuk ini,
because this is quite important karena hal ini cukup penting
   
33:44 because most people say: karena kebanyakan orang mengatakan:
'You must practice – you follow? – "Anda harus berlatih -pahamkah Anda?-
   
33:52 you must strive, you must make Anda harus berjuang, Anda harus
a tremendous effort, berdaya-upaya luar biasa,
   
33:55 live disciplined, control, hidup disiplin, mengontrol, mengekang."
suppress'.  
   
33:59 S: I am very familiar S: Saya sangat akrab dengan itu semua.
with all of that.  
   
34:01 K: That's all out! K: Semua itu keliru!
   
34:04 S: That has not been helpful. S: Hal itu tidak membantu.
   
34:06 K: Not at all. K: Tidak sama sekali.
S: No, no. S: Tidak.
   
34:08 K: So, how is the content K: Jadi, bagaimana konten itu dikosongkan
to be emptied  
   
34:11 with one stroke, as it were? dengan satu pukulan, seperti itu?
   
34:15 S: I would say – and maybe S: Saya akan mengatakan -mungkin
we could pursue this together – kita bisa mendiskusikan ini bersama-
   
34:19 the content cannot be emptied konten itu tidak bisa dikosongkan
by a negative action dengan suatu tindakan negatif
   
34:25 of repudiation of the content. yang menyangkal konten.
K: No, no. Obviously. K: Tidak. Jelas tidak.
   
34:28 S: So that is a blind alley, S: Itu adalah jalan buntu, mestinya kita
we must not approach it that way. tak mendekatinya secara demikian.
   
34:32 K: Obviously. By denying it, K: Jelas. Dengan menyangkalnya,
you are putting it under the carpet. Anda menyembunyikan persoalan.
   
34:35 I mean, it is like locking it up. Maksud saya, itu seperti
It is still there. menguncinya. Itu masih ada di situ.
   
34:38 S: It's a pretence. S: Itu adalah kepura-puraan.
K: That's just it, sir. K: Begitulah, Pak.
   
34:43 One has to see this. One has to be Seseorang harus melihat ini. Seseorang
tremendously honest in this. harus sangat jujur dalam hal ini.
   
34:50 Otherwise one plays tricks upon Jika tidak seseorang akan memainkan trik
oneself, one deceives oneself. pada diri sendiri, menipu diri sendiri.
   
34:55 I see clearly, logically, that the me Saya melihat dengan jelas dan logis,
is the mischief in the world. si-aku adalah si-perusak di dunia ini.
   
35:03 S: Well, I don't see that so logically S: Saya tak melihatnya sedemikian logis
as simply intuitively. hanya secara intuitif.
   
35:07 K: All right. K: Baiklah.
   
35:09 S: It's not the result S: Itu bukan hasil
of a discursive act. tindakan diskursif.
   
35:11 K: No, no. K: Bukan, bukan.
S: It's not a dialectical… S: Bukan dialektika.
   
35:12 K: No, of course not. Not analytical, K: Bukan analitik, dialektik,
dialectic – you see it. -Anda melihat itu.
   
35:15 You see a selfish human being, Anda lihat manusia yang egois,
whether it's politically high or low, baik tinggi maupun rendah secara politis,
   
35:20 you see human beings, selfish, Anda melihat manusia, egois,
   
35:23 and how destructive they are. dan betapa merusaknya mereka.
   
35:29 Now the question is, Sekarang pertanyaannya adalah,
can this content be emptied, bisakah konten ini dikosongkan,
   
35:36 so that the mind sehingga batin betul-betul kosong
is really empty  
   
35:40 and active and dan aktif dan, oleh karena itu,
therefore capable of perception? mampu mempersepsi?
   
35:46 S: Probably the content S: Kemungkinan konten tersebut
cannot be simply emptied. tidak bisa dikosongkan begitu saja.
   
35:51 I think that the content Saya pikir konten itu bisa
can be put in a perspective diletakkan ke dalam perspektif
   
35:54 or can be seen for its inadequacy, atau bisa dilihat kekurangannya
or its inappropriateness, atau ketidaksesuaiannya,
   
36:03 by a very energetic act dengan tindakan memandang
of simply seeing. yang sangat energik.
   
36:06 That's what I said Itu yang saya katakan di bagian awal,
in the beginning  
   
36:08 that so long as I look at the truths sepanjang saya lihat kebenaran
of any given religion, dari agama apa pun,
   
36:13 I am not finding truth itself. saya tidak bertemu kebenaran itu sendiri.
And the way I discover Dan cara saya menemukan
   
36:18 the relative value of the truths nilai kebenaran yang relatif
of any given religion dari agama tertentu
   
36:21 is precisely by seeing truth itself, adalah memandang secara persis kebenaran
in itself, not as an object. di dalamnya, bukan sebagai objek.
   
36:26 K: No, I cannot, K: Tidak, saya tidak bisa, batin
the mind cannot perceive truth tidak bisa mencerap kebenaran
   
36:32 if there is division. jika di situ ada pemecah-mecahan.
That I must stick to. Itu harus saya pegang.
   
36:35 S: Once you have S: Begitu ada pemecah-
division of any kind… mecahan apa pun...
   
36:37 K: That's finished. K: Selesailah.
   
36:39 S: …then you're in the categorical S: Anda di level kategoris,
level, and then you will not see. Anda tak bisa melihat.
   
36:41 K: Therefore my question is whether K: Karenanya, pertanyaan saya,
the mind can empty its content. bisakah batin mengosongkan kontennya.
   
36:49 This is really – you follow? Ini sungguh-sungguh -pahamkah Anda?
   
36:51 S: I follow what you are saying S: Saya paham dan saya pikir
and I think  
   
36:53 you are devising Anda sedang merancang
a new methodology. metodologi baru.
   
36:55 K: Ah, no, no! I am not K: Ah, tidak! Saya tidak sedang
devising a methodology. merancang metodologi.
   
36:58 I don't believe in methods. Saya tidak mempercayai metode.
   
37:00 I think they are the most Menurut saya, itu hal
mechanical, destructive things. yang paling mekanis, merusak.
   
37:05 S: But then, after having said that, S: Tapi, setelah mengatakan demikian,
then you come back and say Anda kembali lagi dan mengatakan
   
37:08 but if the mind is to… tetapi jika batin hendak me-...,
if the self is really to see jika si-diri betul-betul hendak memandang,
   
37:15 it must empty itself of content. ia haruslah mengosongkan kontennya.
Isn't this a method? Bukankah ini metode?
   
37:18 K: No, no. K: Tidak, tidak.
S: But why, sir, is it not a method? S: Tapi mengapa, bukankah itu metode?
   
37:20 K: I'll show you, sir. K: Saya akan tunjukkan pada Anda, Pak.
It is not a method because we said Bukan suatu metode lantaran kita katakan,
   
37:26 as long as there is division sepanjang ada pemecah-mecahan,
there must be conflict. pastilah di situ ada konflik.
   
37:30 That is so, politically, Hal itu memang demikian
religiously. secara politis, secara religius.
   
37:33 And we say, division exists Dan kita katakan, pemecah-
because of the me. mecahan eksis lantaran si-aku.
   
37:39 Me is the content Si-aku adalah konten
of my consciousness. dalam kesadaran saya.
   
37:42 And that the emptying of the mind Dan bahwa suatu pengosongan batin
brings unity. membawa penyatuan.
   
37:52 I see this, not logically Saya melihat ini, tidak secara logis,
but as fact, not conceptually. tapi sebagai fakta, bukan konseptual.
   
37:57 I see this in the world Saya melihat hal ini berlangsung
taking place and I say, di dunia dan saya mengatakan,
   
38:01 'How absurd, "Betapa absurdnya,
how cruel all this is.' betapa kejamnya semua ini."
   
38:03 And the perception of that Dan wawasan tentang hal itu
empties the mind. mengosongkan batin.
   
38:09 The very perceiving Pemahaman itu sendiri adalah
is the act of emptying. tindakan pengosongan.
   
38:14 S: What you're suggesting S: Anda mengatakan
is that the perception bahwa suatu wawasan
   
38:17 of the inappropriateness of tentang ketidaksesuaian
the content of consciousness dalam konten kesadaran
   
38:21 or of the me, the perception atau dalam si-aku, suatu wawasan
of the inadequacy of this tentang ketidakcukupan di dalamnya
   
38:26 or the truthlessness of the me atau kepalsuan dalam si-aku
is in itself the discovery of being. merupakan penemuan keberadaan.
   
38:32 K: That's right. That's right. K: Itu benar. Itu benar.
S: I think we should pursue that. S: Kita harus ikuti itu.
   
38:35 K: We should. K: Kita harus.
   
38:37 S: Because I wonder if the perception S: Karena saya bertanya-tanya apakah
is in fact that negative persepsi itu sebenarnya negatif
   
38:40 or might in fact be very positive. atau mungkin sebenarnya sangat positif.
   
38:43 That it's rather in the simple seeing Hal ini lebih mudah dipandang
of the being of things, dari keberadaan benda-benda,
   
38:49 – it wouldn't have to be me or you, -tidak harus saya atau Anda,
in the objective sense, dalam artian objektif,
   
38:53 it could be this table bisa meja ini
or my hand – atau tangan saya-
   
38:57 that I discover the inadequacy saya menemukan ketidakcukupan
of the content of consciousness dalam konten kesadaran
   
39:03 or of these objective sorts of things atau dalam hal-hal objektif
like me or you. seperti saya atau Anda.
   
39:07 So it may be a rather profound Jadi, ini mungkin saja tampilan
   
39:13 display of intellectual, intelektual yang agak mendalam
or rather, personal energy atau energi pribadi
   
39:18 that simply makes itself by yang membuat dirinya, dengan alasan
reason of the display visible to me. tampilan, terlihat oleh saya.
   
39:26 It's dissipating and at the same time Itu sia-sia dan pada saat bersamaan,
it's easy to deal with concepts – mudah untuk menangani konsep
   
39:30 we've agreed on that – -kita sudah menyetujui hal itu-
it's easy to create concepts. mudah untuk membuat konsep.
   
39:34 It's easier, I maintain, Lebih mudah, saya pertahankan,
to see simply. untuk memandang secara sederhana.
   
39:39 K: Of course. K: Tentu saja.
S: Prior to concepts. S: Sebelum konsep.
   
39:41 K: Seeing. K: Memandang.
S: Just simply seeing. S: Hanya sekedar memandang.
   
39:44 K: Sir, K: Pak,
   
39:47 I cannot… saya tidak bisa...
There is no perception Tidak ada persepsi
   
39:49 if that perception jika persepsi itu melalui sebuah citra.
is through an image.  
   
39:54 S: There is no perception if the S: Tidak ada persepsi jika persepsi itu
perception is through an image. melalui sebuah citra.
   
39:58 I think that is very true. Saya pikir itu sangat benar.
   
39:59 K: Now, the mind has images. K: Sekarang, batin mempunyai gambar.
   
40:03 S: The mind is bedevilled S: Batin terganggu oleh gambar-gambar.
with images.  
   
40:05 K: That's just it. It has images. K: Itulah. Batin memiliki gambar-gambar.
I have an image of you Saya memiliki gambaran tentang Anda
   
40:10 and you have an image of me. dan Anda memiliki gambaran tentang saya.
   
40:14 These images are built Gambaran-gambaran ini dibangun
through contact, through relationship, melalui kontak, melalui hubungan,
   
40:20 through your saying this, melalui perkataan Anda,
your hurting me, Anda melukai saya,
   
40:23 you know, it's built, it is there! Anda tahu, itu dibangun, itu ada di situ!
Which is memory. Yang adalah memori.
   
40:29 The brain cells themselves Sel-sel otak itu sendiri
are the residue of memory merupakan residu memori
   
40:34 which is the image formation. yang adalah formasi gambar. Benar?
Right?  
   
40:39 Now, the question then is: Maka, pertanyaannya adalah:
   
40:47 memory, which is knowledge, memori, yang adalah pengetahuan,
is necessary to function – diperlukan untuk berfungsi
   
40:53 technically, to walk home, -secara teknis, untuk pulang ke rumah,
or drive home, I need memory. mengemudi ke rumah, saya perlu memori.
   
41:00 Therefore memory Oleh sebab itu, memori diposisikan
has a place as knowledge. sebagai pengetahuan.
   
41:04 And knowledge as image Dan pengetahuan sebagai citra
has no place tidak punya tempat
   
41:11 in relationship dalam hubungan antarmanusia.
between human beings.  
   
41:15 S: I still think that we are S: Saya masih berpikir bahwa kita
avoiding the issue at hand. menghindari masalah yang ada.
   
41:19 Because I think what you have said Saya pikir apa yang Anda katakan relatif
relative to the question of memory terhadap pertanyaan tentang memori
   
41:24 is, as you have suggested, sebagaimana Anda sarankan,
terribly important sangatlah penting,
   
41:26 but I don't think that memory, tapi menurut saya, memori itu,
   
41:30 or the repudiation of memory atau penyangkalan memori oleh kesadaran,
by consciousness,  
   
41:33 or the repudiation atau penyangkalan
of the content of consciousness terhadap konten kesadaran
   
41:35 is the solution of the problem. bukanlah solusi permasalahan. Saya pikir,
I think what we have to do is say yang perlu kita lakukan adalah mengatakan
   
41:40 how is it, Krishnaji, that you – bagaimana Anda, Krishnaji
   
41:44 I'm not talking methodology now – -saya tak bicara metodologi sekarang-
but I know that you have seen. tapi saya tahu Anda telah melihat.
   
41:47 How is it that you saw, Bagaimana Anda melihat,
or that you see? atau memandang?
   
41:52 And don't tell me Dan jangan katakan
what you eliminated apa yang Anda eliminasi
   
41:55 in order to describe to me untuk menjelaskan bagaimana
how you see. Anda melihat.
   
41:57 K: I'll tell you how I saw. K: Saya akan katakan bagaimana
You simply see! saya memandang. Anda lihatlah!
   
42:00 S: Yes, now, suppose S: Ya, sekarang, misalkan Anda
you wanted to say to someone ingin mengatakan pada seseorang
   
42:03 who had no such experience, yang tidak memiliki pengalaman,
'You simply see'. "Anda sekadar memandang."
   
42:06 Because I say the same thing Karena saya mengatakan hal yang
myself all the time, sama setiap saat,
   
42:09 'Well, you simply see' "Anda sekadar memandang saja,"
   
42:11 and people say, dan orang-orang berkata,
'You simply see, how?' "Anda sekadar memandang, bagaimana?"
   
42:14 And we must, Dan kita harus, jika kita
if we are to be teachers, akan menjadi guru,
   
42:18 deal with this: menghadapi ini: "Izinkan saya
'Let me take you by the hand memegang tangan Anda
   
42:21 and I will show you dan saya perlihatkan
how to see.' bagaimana memandang."
   
42:23 K: I'll show you. K: Akan saya tunjukkan pada Anda.
I think that's fairly simple. Menurut saya, ini cukup sederhana.
   
42:30 First of all, one has to see Pertama sekali, orang harus
what the world is, memandang apakah dunia ini,
   
42:35 see what is around you. memandang sekitar Anda.
   
42:39 See. Don't take sides. Memandang. Jangan berpihak.
   
42:42 S: Yes. I think our terminology S: Ya. Saya pikir terminologi kita
may get in the way here. agak menghalangi di sini.
   
42:47 Suppose rather than say, 'One must Daripada mengatakan, "Orang harus
start by seeing what the world is' mulai dengan memandang apa dunia ini"
   
42:51 we were able to start by saying, kita bisa memulai dengan mengatakan,
'One must see the world.' "Orang harus memandang dunia."
   
42:56 Not concerned Tidak merisaukan sifat atau kategori.
with natures or categories.  
   
42:58 K: No, no. See the world. K: Tidak. Pandang dunia.
S: Yes, no whats. S: Tanpa apa.
   
43:00 K: See the world. K: Pandang dunia
S: See the world. S:Pandang dunia
   
43:02 K: Same thing – see the world. K: Hal serupa -pandang dunia.
S: Yes. S: Ya.
   
43:03 K: See the world as it is. K: Pandang dunia seperti adanya.
   
43:05 Don't translate it Jangan menerjemahkannya
in terms of your concepts. berkenaan dengan konsep Anda.
   
43:10 S: Now, again, could I say, S: Sekarang, lagi, bisakah saya katakan,
'See the world as it is is-ing?' "Pandang dunia sebagaimana adanya?"
   
43:15 K: Yes, put it… K: Ya, katakan...
   
43:17 S: Does that help? S: Apa itu membantu?
I mean, we are trying to… Kita sedang mencoba...
   
43:19 K: See the world as it is. K: Pandang dunia apa adanya.
You cannot see the world as it is Anda tak bisa memandang dunia apa adanya
   
43:23 if you interpret it in your jika Anda menafsirkannya dalam
terminology, in your categories, terminologi Anda, kategori Anda,
   
43:30 in your temperament, temperamen Anda, prasangka Anda.
in your prejudices. See it as it is, Pandang apa adanya,
   
43:35 violent, brutal, whatever it is. kejam, brutal, apa pun itu.
S: Or good or beautiful. S: Atau baik atau indah.
   
43:40 K: Whatever it is. Can you look at it K: Apa pun itu. Bisakah Anda melihatnya
that way? Which means secara demikian? Yang artinya
   
43:44 can you look at a tree bisakah Anda melihat pohon tanpa
without the image of the tree – gambaran tentang pohon
   
43:50 botanical and all the naming – -secara botanikal dan semua penamaan-
just look at the tree? sekadar melihat pohon?
   
43:55 S: And once you have discovered S: Dan begitu Anda menemukan
– and it's not easy -dan tidak mudah
   
44:00 in our world to discover – di dunia kita untuk menemukan-
the simple experience pengalaman sederhana
   
44:05 of seeing the tree without thinking memandang pohon tanpa memikirkan
tree-ness, or its nature, ke-pohon-an, atau sifatnya,
   
44:10 or, as you say, its botany atau, seperti Anda katakan, botani
and things of that kind, dan hal-hal sejenisnya,
   
44:13 then what would you suggest is the kemudian apa yang Anda sarankan
next step in the pursuit of seeing? dalam langkah berikutnya dari memandang?
   
44:18 K: Then seeing myself as I am. K: Lalu memandang diri saya apa adanya.
   
44:24 S: Underneath the content S: Yang ada di bawah konten
of your consciousness. kesadaran Anda.
   
44:26 K: Seeing all, not underneath. K: Pandang semua, bukan yang tersembunyi.
I haven't begun yet. I see what I am. Saya belum mulai. Saya pandang diriku.
   
44:31 Therefore self-knowing. There Artinya, mengenal-diri. Harus ada
must be an observation of myself pengamatan terhadap diri sendiri
   
44:39 as I am, without saying: how apa adanya, tanpa mengatakan: betapa
terrible, how ugly, how beautiful, buruk, betapa jelek, betapa cantik,
   
44:44 how sentimental. Just to be aware, betapa sentimental. Sekadar waspada
of all the movement of myself terhadap semua gerak diri sendiri,
   
44:54 conscious yang sadar maupun bawah sadar.
as well as unconscious.  
   
44:58 I begin with the tree. Saya awali dengan pohon itu.
Not a process. I see that. Bukan proses. Saya memandangnya.
   
45:04 And also I must see, this way, Dan juga saya harus memandang,
myself. dengan cara ini, diri sendiri.
   
45:09 The hypocrisy, the tricks I play Kemunafikan, trik yang saya mainkan
– you follow? – the whole of that. -Anda ikuti?- keseluruhannya itu.
   
45:14 Watchfulness, without any choice Penuh perhatian, tanpa memilih
– just watch. -sekadar perhatian.
   
45:20 Know myself. Mengenal diri sendiri.
Knowing myself all the time. Mengenal diri sendiri sepanjang waktu.
   
45:24 S: But in a non-analytical S: Namun, dengan cara non-analitis.
fashion.  
   
45:27 K: Of course. But the mind K: Tentu. Tapi batin telah
is trained to be analytical. dilatih untuk analitis.
   
45:35 So I have to pursue that. Jadi, saya harus mengikuti itu.
Why am I analytical? Mengapa saya analitis?
   
45:39 Watch it. Perhatikan itu.
See the futility of it. Pandang kesia-siaannya.
   
45:43 It takes time, analysis, Itu membutuhkan waktu, analisis,
   
45:46 and you can never really analyze, Anda tak pernah bisa sungguh menganalisis,
by a professional or by yourself, oleh profesional atau diri sendiri,
   
45:52 so see the futility of it, jadi pandanglah kesia-siaannya,
the absurdity of it, the danger of it. absurditasnya, bahayanya.
   
45:56 So, what are you doing? Nah, apa yang Anda lakukan?
   
45:58 You are seeing things as they are, Anda memandang sesuatu apa adanya,
actually what is taking place. sebenar-benarnya yang berlangsung.
   
46:07 S: My tendency would be to say S: Saya cenderung mengatakan
that when we discuss this bahwa ketika kita mendiskusikan ini,
   
46:12 we may use these words like, kita dapat menggunakan kata-kata ini,
'Seeing the self in its fullness "Memandang diri dalam kepenuhannya
   
46:19 with all of its negative dengan seluruh polaritas
and positive polarities.' negatif dan positifnya."
   
46:22 Seeing the self in its fullness Memandang diri dalam kepenuhannya
and then realizing the futility of… lalu menyadari kesia-siaan dari...
   
46:27 analytically looking at secara analitis melihat
certain dimensions of the self pada dimensi tertentu dari diri
   
46:32 and then saying, lalu mengatakan, "Tetapi,
'But I still must see.' saya masih harus memandang."
   
46:34 K: Of course. K: Tentu.
   
46:35 S: Because at this point I have not S: Di titik ini, saya belum memandang.
yet seen. Because all I have seen Semua yang saya lihat
   
46:38 are the analytical categories adalah kategori analitis yang pernah
I've used to take myself apart saya gunakan untuk memisahkan diri,
   
46:41 somehow or other, dengan suatu cara atau lainnya,
in little pieces. dalam potongan kecil.
   
46:44 K: That's why I said – can you look K: Itu sebab saya katakan -bisakah Anda
at the tree without the knowledge? melihat pohon tanpa pengetahuan?
   
46:48 S: Without the prior conditioning. S: Tanpa pengkondisian terdahulu.
K: Prior conditioning. K: Pengkondisian terdahulu.
   
46:51 Can you look? Can you look at Bisa Anda lihat? Bisakah Anda melihat
a flower, and without any word? bunga, dan tanpa sepatah katapun?
   
46:59 S: I can see how one must S: Saya bisa paham bagaimana
be able to look at the self. seseorang harus mampu melihat diri.
   
47:05 I must be able to look Saya harus mampu melihat
at you, Krishnamurti, pada Anda, Krishnamurti,
   
47:09 and not use the word dan tidak menggunakan kata "Krishnamurti."
'Krishnamurti'.  
   
47:11 Otherwise I will not see you. Jika tidak, saya tak memandang Anda.
K: That's right. K: Ya.
   
47:13 S: This is true. S: Ini benar.
   
47:14 Now, after I have learned, Sekarang, setelah saya mempelajari,
through thinking melalui pemikiran
   
47:18 to say, 'I must see you untuk berkata, "Saya harus memandang Anda
and not even use the word', then... dan tidak menggunakan kata," kemudian...
   
47:25 K: The word, the form, K: Kata, bentuk, gambaran,
the image,  
   
47:28 the content of that image, konten dari gambaran,
and all the rest of it. dan semuanya itu.
   
47:32 S: Yes. Whatever the word S: Ya. Apapun yg ditandai oleh
denotes, I must not use. kata, tidak boleh saya pakai.
   
47:34 K: Sir, that requires K: Pak, itu membutuhkan
tremendous watchfulness. pengamatan yang besar sekali.
   
47:38 S: Yes. It requires… S: Ya. Itu butuh...
   
47:41 K: Watchfulness in the sense, K: Pengamatan dalam artian, bukan koreksi,
not correction,  
   
47:44 not saying, 'I must, I must not' bukan berkata, "Saya harus,
– watching. saya tidak harus" -mengamati.
   
47:51 S: When you use the word 'watching' S: Ketika Anda gunakan
– and again kata 'mengamati' -dan lagi,
   
47:54 because we are teaching, karena kita mengajar,
we must be careful of our words… kita harus hati-hati berkata...
   
47:57 K: Being aware – doesn't matter K: Menyadari -tidak masalah
what word you use. kata apa yang Anda gunakan.
   
48:01 S: Watching has the connotation of S: Mengamati mempunyai konotasi
observation, and observation has observasi, dan observasi mempunyai
   
48:06 the connotation of putting konotasi meletakkan sesuatu
something out there to look at di luar untuk dilihat,
   
48:09 under a microscope, di bawah mikroskop,
as a scientist would do. seperti yang dilakukan ilmuwan.
   
48:11 And I think this is what Saya pikir ini bukan
we don't want to teach. yang ingin kita ajar.
   
48:13 K: No, of course, of course. K: Bukan, tentu, tentu.
   
48:15 S: So now, if you could use again, S: Sekarang, jika Anda bisa pakai lagi,
Krishnaji, the word 'watching'… Krishnaji, kata 'mengamati'...
   
48:21 K: Instead of watching, being K: Sebagai ganti mengamati,
aware, choicelessly aware. menyadari, sadar-tanpa-memilih.
   
48:25 S: Choicelessly aware. S: Sadar-tanpa-memilih.
Fine. All right. Baik. Baiklah.
   
48:27 K: That's right. K: Itu baik.
S: This we must do. S: Ini harus kita lakukan.
   
48:29 K: Yes. Choicelessly aware of... K: Ya. Sadar-tanpa-memilih tentang...
   
48:41 ... of this dualistic, analytical, ... yang dualistik, analitik,
conceptual way of living. cara hidup konseptual ini.
   
48:47 Be aware of it. Sadari hal itu.
Don't correct it, Jangan mengoreksinya,
   
48:51 don't say:'This is right' jangan katakan: "Ini benar"
– be aware of it. -sadari saja hal itu.
   
48:54 And, sir, we are aware of this, Dan, Pak, kita menyadari hal ini,
so intensely, when there is a crisis. dengan sangat intens, ketika ada krisis.
   
49:04 S: We have another problem S: Kita punya permasalahan lain
that precedes this one by an inch. yang mendahului yg satu ini dekat sekali.
   
49:09 I think the other problem is: Saya pikir permasalahan lain itu adalah:
what kinds of questions jenis pertanyaan-pertanyaan apa
   
49:14 can I ask myself yang bisa saya tanyakan
in order to be aware of you dalam rangka sadar akan Anda
   
49:21 and not use the categories, dengan tidak menggunakan kategori,
or to be aware of the fact atau sadar akan fakta
   
49:24 that, in being aware of you, yang, dalam rangka menyadari Anda,
I am using the categories saya menggunakan kategori
   
49:26 and the stereotypes dan stereotipe dan semua
and all these other funny images gambaran lucu lainnya
   
49:29 that I use all the time. yang saya gunakan sepanjang waktu.
Is there some way in which Adakah cara di mana
   
49:33 I can address myself to you, saya bisa membahasakan diri pada Anda,
using certain kinds of words, menggunakan semacam kata tertentu,
   
49:39 not ideas, words that bukan ide, kata yang tidak
don't relate to ideas at all, berhubungan dengan ide sepenuhnya,
   
49:44 using certain kinds of words menggunakan kata-kata tertentu
that don't relate to ideas, yang tidak berkaitan dengan ide,
   
49:47 that somehow they will teach me yang, entah bagaimana, akan mengajari saya
– or teach you or whomsoever – -atau mengajari Anda atau siapa pun-
   
49:51 that there is bahwasanya ada sesuatu
something more important, yang lebih penting
   
49:54 of more significance in you yang lebih signifikan di dalam Anda
than your name, or your nature, ketimbang nama Anda, atau sifat Anda,
   
49:59 or your content, your consciousness, atau konten Anda, kesadaran Anda,
or your good or your evil? atau kebaikan atau kejahatan Anda?
   
50:03 What words would you use Kata-kata apa yang akan Anda gunakan
if you were to teach jika Anda akan mengajar
   
50:07 a young person, or an old person orang muda atau orang dewasa
– we all have the problem – -kita semua mempunyai masalah-
   
50:10 what words would you use in kata-kata apa yang akan Anda gunakan
order to make it understandable dalam rangka membuatnya dapat dimengerti
   
50:15 in a non-rational or, better, dengan cara non-rasional atau,
in a pre-rational way lebih tepat, dengan cara pra-rasional
   
50:20 that you are more bahwa Anda lebih dari
than your name connotes? yang dikonotasikan oleh nama Anda?
   
50:25 K: I would use that word, K: Saya akan menggunakan kata itu,
I think: be choicelessly aware. saya pikir: sadar-tanpa-memilih.
   
50:30 S: Choiceless. S: Tanpa-memilih.
   
50:31 K: To be choicelessly aware. K: Menjadi sadar-tanpa-memilih.
Because to choose, as we do, Karena memilih, seperti yang kita lakukan,
   
50:38 is one of our great conflicts. merupakan salah satu konflik yang dahsyat.
   
50:42 S: And we, for some strange reason, S: Dan kita, dengan beberapa alasan aneh,
associate choice with freedom membaurkan memilih dengan kemerdekaan
   
50:46 which is the antithesis yang adalah antitesis kemerdekaan.
of freedom.  
   
50:48 K: It's absurd, of course! K: Itu absurd, tentunya!
S: It's absurd, yes. S: Itu absurd, ya.
   
50:52 But now, so then Tapi, untuk menjadi sadar secara bebas.
to be freely aware.  
   
50:55 K: Yes. Freely, choicelessly. K: Secara bebas, tanpa-memilih.
   
50:57 S: In the sense of choicelessness, S: Tanpa-memilih, sadar secara bebas.
freely aware.  
   
51:00 S: Now, suppose that someone S: Nah, seandainya seseorang
would want to say ingin mengatakan
   
51:03 'But, sir, I don't understand "Tapi, Pak, saya tidak mengerti sepenuhnya
completely what you mean apa yang Anda maksud
   
51:09 by choicelessly aware, dengan sadar-tanpa-memilih,
can you show me what you mean?' bisakah Anda tunjukkan apa maksud Anda?
   
51:13 K: I'll show you. First of all, K: Akan saya tunjukkan. Pertama sekali,
   
51:17 choice implies duality. memilih menyiratkan dualitas.
   
51:23 S: Choice implies duality, yes. S: Memilih menyiratkan dualitas, ya.
   
51:25 K: But there is choice: K: Tapi ada yang namanya memilih:
I choose that carpet saya memilih karpet
   
51:28 better than the other carpet. yang lebih bagus dari karpet lainnya.
At that level choice must exist. Pada tingkatan itu, memilih harus ada.
   
51:33 But when there is Tapi, apabila di situ ada
an awareness of yourself, suatu kesadaran diri,
   
51:39 choice implies duality, memilih menyiratkan dualitas,
choice implies effort. memilih menyiratkan daya-upaya.
   
51:46 S: Choice implies a highly developed S: Memilih menyiratkan kesadaran yang
consciousness of limitation. telah jauh berkembang dari keterbatasan.
   
51:51 K: Yes, yes. Choice K: Ya, ya. Memilih
implies also conformity. menyiratkan juga suatu kompromi.
   
51:57 S: Choice implies conformity S: Memilih menyiratkan kompromi
– cultural conditioning. -pengkondisian kultural.
   
52:01 K: Conformity. K: Kompromi. Kompromi
Conformity means imitation. berarti imitasi.
   
52:03 S: Yes. S: Ya.
   
52:04 K: Imitation means more conflict, K: Imitasi artinya lebih berkonflik,
trying to live up to something. mencoba hidup sesuai dengan sesuatu.
   
52:09 So there must be an understanding Jadi, harus ada suatu pemahaman
of that word, tentang kata itu,
   
52:14 not only verbally but inwardly, tidak hanya secara verbal,
the meaning of it, tapi juga artinya secara batin,
   
52:17 the significance of it. signifikansinya. Yaitu, saya memahami
That is, I understand  
   
52:21 the full significance of choice, signifikansi sepenuhnya dari memilih,
the entire choice. keseluruhan memilih.
   
52:26 S: May I attempt S: Bolehkah saya coba menerjemahkan ini?
to translate this now?  
   
52:28 K: Yes. K: Ya.
S: Would you say S: Bisakah dikatakan
   
52:30 that choiceless awareness means bahwa sadar-tanpa-memilih berarti
that I am somehow or other saya, dengan suatu cara atau lainnya,
   
52:35 conscious of your presence menyadari kehadiran Anda
to the within of me ke dalam batin saya
   
52:42 and I don't need the choice? dan saya tidak membutuhkan pilihan?
The choice is irrelevant, Pilihan tidak relevan,
   
52:45 the choice is abstract, the choice pilihan adalah abstrak, pilihan
has to do with the categories berhubungan dengan kategori-kategori
   
52:49 when I don't feel, having seen you, ketika saya tak merasa, setelah memandang
that I must choose you, Anda, bahwa saya harus memilih Anda,
   
52:55 or choose to like you, atau memilih menyukai Anda,
or choose to love you, atau mengasihi Anda,
   
52:57 that no choice is involved. bahwa tiada pemilihan terlibat.
   
52:59 Then would you say I have Bisakah Anda katakan saya mempunyai
choiceless awareness of you? sadar-tanpa-memilih akan Anda?
   
53:02 K: Yes, but you see, sir, K: Ya, tapi pahamkah Anda,
   
53:07 Is there in love, choice? adakah memilih di dalam mengasihi?
   
53:14 I love. Is there choice? Saya mengasihi. Adakah memilih di situ?
   
53:17 S: There is no choice in love. S: Tidak ada memilih di dalam kasih.
   
53:19 K: No, that's just it. Choice K: Tidak ada, itulah. Memilih
is a process of the intellect. adalah suatu proses intelek.
   
53:26 I explain this as much as we Saya menerangkan ini sebisa kita,
can, discuss it, go into it, mendiskusikannya, mempelajarinya,
   
53:30 but I see the significance of it. namun saya melihat signifikansinya.
   
53:33 Now, to be aware. Sekarang, menjadi sadar.
What does that mean, to be aware? Apakah artinya itu, menjadi sadar?
   
53:37 To be aware of things about you, Untuk menyadari hal-hal
outwardly, tentang Anda, dari luar,
   
53:41 and also to be aware inwardly, dan juga menyadari yang di dalam,
what is happening, your motives. apa yang terjadi, motif Anda.
   
53:45 – to be aware, again choicelessly: -menjadi sadar, tanpa-memilih:
watch, look, listen, memperhatikan, melihat, mendengar
   
53:53 so that you are watching sehingga Anda memperhatikan
without any movement of thought. tanpa gerak pikiran apa pun.
   
54:02 The thought is the image, Pikiran adalah gambaran,
thought is the word. pikiran adalah kata.
   
54:06 To watch without... Memperhatikan tanpa...
   
54:11 ...without thought coming ... tanpa munculnya pikiran
and pushing you in any direction. yang mendorong Anda ke segala arah.
   
54:16 Just to watch. Sekadar memperhatikan.
   
54:19 S: I think you used a better S: Anda memakai kata yang lebih baik
word before, when you said… sebelumnya, ketika mengatakan...
   
54:22 K: Aware. K: Sadar.
S: To be aware. S: Menyadari.
   
54:24 K: Yes, sir. K: Ya, Pak.
S: Because it is S: Karena itu
   
54:25 an act of existence adalah tindakan eksistensi
rather than an act of the mind ketimbang tindakan batin
   
54:28 or the feeling. atau perasaan.
K: Of course, of course. K: Tentu, tentu.
   
54:30 S: So then we have to… I have S: Maka, kita harus... saya harus,
to somehow or other become dengan suatu cara atau lainnya, menjadi,
   
54:34 eventually, and therefore be akhirnya, dan karenanya,
aware, in a pre-cognitive sense menjadi sadar, dalam arti pra-kognitif
   
54:41 of your presence. tentang kehadiran Anda.
K: Be aware. That's right. K: Sadar. Betul.
   
54:43 S: And this antecedes choice. S: Dan ini mendahului pilihan.
K: Yes. K: Ya.
   
54:45 S: And it makes choice S: Dan itu membuat
unnecessary. memilih tidak perlu.
   
54:48 K: There is no choice K: Tidak ada memilih
– be aware. There is no choice. -sadar. Tidak memilih.
   
54:50 S: Be aware. S: Menyadari.
Choiceless awareness. Sadar-tanpa-memilih.
   
54:52 K: Now, from there, K: Nah, dari situ, ada
there is an awareness of the me. suatu kesadaran akan si-aku.
   
55:02 Awareness, how hypocritical Kesadaran, betapa munafiknya -Anda tahu-
– you know –  
   
55:07 the whole of the movement keseluruhan gerakan
of the me and the you. si-aku dan si-Anda.
   
55:11 S: Sir, you're moving backwards S: Pak, Anda bergerak mundur
now, we've already… sekarang, kita sudah...
   
55:14 K: Purposely. I know. I moved K: Sengaja. Saya tahu. Saya pindah
so that we relate it to. sehingga kita menghubungkannya.
   
55:17 So that there is this quality Sehingga di situ, ada kualitas batin
of mind that is free from the me yang bebas dari si-aku
   
55:25 and therefore no separation. dan karenanya, tidak ada pemisahan.
I don't say, 'We are one' Saya tidak katakan, "Kita adalah satu,"
   
55:31 but we discover the unity as a tapi kita menemukan kesatuan itu
living thing, not a conceptual thing, sebagai hal hidup, bukan hal konseptual,
   
55:38 when there is ketika di situ ada
this sense of choiceless attention. rasa perhatian-tanpa-memilih.
   
55:44 S: Yes. S: Ya.