Krishnamurti Subtitles

Terluka dan melukai orang lain

San Diego - 25 February 1974

Conversation with A.W. Anderson 11



0:37 Krishnamurti in Dialogue Dialog Krishnamurti
with Dr. Allan W. Anderson dengan Dr. Allan W. Anderson
   
0:41 J. Krishnamurti was J. Krishnamurti lahir
born in South India di India Selatan...
   
0:44 and educated in England. dan dididik di Inggris.
   
0:46 For the past 40 years Selama 40 tahun terakhir...
   
0:48 he has been speaking ia telah berceramah
in the United States, di Amerika Serikat,...
   
0:50 Europe, India, Australia, Eropa, India, Australia,
and other parts of the world. dan di bagian-bagian lain di dunia.
   
0:54 From the outset of his life's work Sejak awal pekerjaannya...
   
0:56 he repudiated all connections ia telah menanggalkan semua
  hubungannya...
   
0:58 with organised dengan agama-agama resmi
religions and ideologies dan ideologi-ideologi...
   
1:01 and said that his only concern was dan berkata bahwa satu-satunya
  keperduliannya adalah...
   
1:03 to set man absolutely untuk membuat manusia secara mutlak
unconditionally free. bebas tanpa syarat.
   
1:07 He is the author of many books, Ia adalah penulis dari banyak
  buku-buku,...
   
1:09 among them The Awakening diantaranya
of Intelligence, The Awakening of Intelligence,...
   
1:12 The Urgency of Change, The Urgency of Change,
Freedom From the Known, Freedom From the Known,...
   
1:15 and The Flight of the Eagle. dan The Flight of the Eagle.
   
1:18 This is one of a series Ini adalah salah satu dari
of dialogues between serangkaian dialog antara...
   
1:21 Krishnamurti and Dr. Krishnamurti dan
Allan W. Anderson, Dr. Allan W. Anderson,...
   
1:24 who is professor of yang adalah profesor
religious studies dalam bidang studi-studi keagamaan...
   
1:26 at San Diego State University di San Diego State University...
   
1:27 where he teaches Indian di mana ia mengajar
and Chinese scriptures kitab-kitab suci India dan China...
   
1:30 and the oracular tradition. dan tradisi kepercayaan
  dewa-dewanya.
   
1:32 Dr. Anderson, a published poet, Dr. Anderson, seorang penyair,...
   
1:35 received his degree menerima gelarnya
from Columbia University dari Columbia University...
   
1:38 and the Union Theological Seminary. dan Union Theological Seminary.
   
1:40 He has been honoured with Ia telah dianugerahi Teaching Award
the distinguished Teaching Award yang terhormat...
   
1:43 from the California dari California State University.
State University.  
   
1:48 A: Mr. Krishnamurti, A: Tn. Krishnamurti,...
   
1:51 during our conversations selama percakapan kita satu hal
one thing has emerged for me, telah muncul dihadapan saya,...
   
1:58 with, I'd say, yang, saya sebut sebuah kekuatan
an arresting force. yang menarik perhatian.
   
2:01 That is, on the one hand, Artinya, di satu sisi,...
   
2:03 we have been talking kita telah berbicara tentang
about thought and knowledge pikiran dan pengetahuan...
   
2:06 in terms of a dysfunctional berkenaan dengan suatu hubungan
relationship to it, disfungsional padanya,...
   
2:09 but never once have you said namun tidak pernah sekali pun
  Anda mengatakan...
   
2:11 that we should bahwa kita harus menyingkirkan
get rid of thought, pikiran,...
   
2:13 and you have never said that dan Anda tak pernah mengatakan
knowledge as such, in itself, bahwa pengetahuan itu sendiri,
   
2:19 has something profoundly mempunyai sesuatu yang amat
the matter with it. mendalam terkait dengannya.
   
2:22 Therefore the relationship Oleh karena itu hubungan
between antara...
   
2:25 intelligence and thought arises, kecerdasan dan pikiran timbul,
   
2:29 and the question of dan pertanyaan apakah yang...
what seems to be that which  
   
2:35 maintains a creative relationship mempertahankan hubungan kreatif
between antara...
   
2:39 intelligence and thought, kecerdasan dan pikiran,
   
2:41 perhaps some primordial activity mungkin oleh karena adanya
which abides. suatu kegiatan purba.
   
2:47 And in thinking on this Dan dalam berpikir mengenai hal ini,
I wondered whether saya bertanya-tanya apakah...
   
2:51 you would agree that perhaps Anda akan setuju bahwa
  barangkali...
   
2:56 in the history dalam sejarah keberadaan
of human existence umat manusia,
   
3:01 the concept of God konsep Tuhan dihasilkan dari...
has been generated out of  
   
3:08 a relationship sebuah hubungan dari kegiatan
to this abiding activity, purbakala ini,
   
3:12 which concept has been di mana konsepnya telah
very badly abused. amat disalahgunakan.
   
3:16 And it raises the whole question Dan menimbulkan seluruh
  permasalahan...
   
3:18 of the phenomenon dari fenomena agama itu
of religion itself. sendiri.
   
3:21 I wondered if we might discuss Saya pikir dapat kita mendiskusi-
that today? K: Yes, sir. kannya hari ini? K:Ya, Tuan.
   
3:27 You know, Anda tahu,
   
3:30 a word like 'religion', Sebuah kata seperti 'agama',
   
3:34 'love', or 'God', has cinta', atau 'Tuhan',
almost lost all its meaning. sudah kehilangan semua maknanya.
   
3:43 They have abused Mereka telah menyalahgunakan
these words so enormously, kata-kata ini dengan sangat hebat,
   
3:49 and religion has become dan agama telah menjadi takhayul
a vast superstition, yang amat luas,
   
3:54 a great propaganda, sebuah propaganda besar,
   
3:58 incredible beliefs kepercayaan dan takhayul
and superstitions, yang hebat,
   
4:02 worship of images pemujaan dari citra-citra
made by the hand or by the mind. yg dihasilkan dari karya atau batin.
   
4:09 So when we talk about religion, Sehingga ketika kita bicara
I would like, if I may, ttg agama, saya ingin bila diijinkan,
   
4:16 to be quite clear untuk menjadi jelas bahwa
that we are both of us kita berdua...
   
4:22 using the word 'religion' menggunakan kata 'religion'
  (religi)...
   
4:26 in the real sense of that word, dalam arti sebenarnya
  dari kata itu,
   
4:29 not either in the Christian, tidak, baik Kristiani,
or the Hindu, or the Muslim, atau Hindu, atau Muslim,
   
4:34 or the Buddhist, or all the atau Budhis,
stupid things that are going on atau kebodohan yang berlanjut...
   
4:39 in this country di negara ini atas nama agama.
in the name of religion.  
   
4:42 I think the word 'religion' Saya pikir kata 'religi'...
   
4:47 means berarti menggabungkan semua energy
gathering together all energy, bersama-sama,
   
4:56 at all levels - physical, pada semua tingkat - fisik,
moral, spiritual - at all levels, moral, spiritual - semua tingkat,
   
5:02 gathering all this energy menggabungkan semua
  energi ini...
   
5:07 which will bring about yang akan menimbulkan
a great attention. suatu perhatian yang besar.
   
5:15 And in that attention Dan di dalam perhatian tersebut
there is no frontier, tidak ada pembatasan,
   
5:19 and then from there move. dan dari situ bergerak.
   
5:24 To me that is Bagi saya itulah
the meaning of that word: arti dari kata tersebut:
   
5:32 the gathering of total energy penggabungan
  dari seluruh energi...
   
5:35 to understand what thought untuk memahami apa yang pikiran
cannot possibly capture. tidak mungkin dapat menangkapnya.
   
5:48 Thought is never new, Pikiran tidak pernah baru,
never free, tidak pernah bebas,
   
5:53 and therefore it is always conditioned dan karenanya selalu terkondisi
and fragmentary, and so on dan terfragmentasi dan seterusnya...
   
5:56 - which we discussed. - yang telah kita diskusikan.
   
6:00 So religion is not a thing Jadi religi bukan sesuatu
put together by thought, yang dihimpun oleh pikiran,
   
6:08 or by fear, or by the pursuit atau oleh rasa takut, atau oleh peng-
of satisfaction and pleasure, ejaran kepuasan dan kesenangan,
   
6:17 but something totally tapi sesuatu yang secara total
beyond all this, di luar semua ini,
   
6:22 which isn't romanticism, yang bukan romantika,
   
6:28 speculative belief, kepercayaan yang spekulatif,
or sentimentality. atau yang sentimental.
   
6:35 And I think, Dan saya pikir,
if we could keep to that, bila kita dapat pertahankan itu,
   
6:39 to the meaning of that word, pada arti dari kata itu,
   
6:41 putting aside menyingkirkan semua omong
all the superstitious nonsense kosong takhayul...
   
6:46 that is going on in the world yang sedang berlangsung di dunia ini
in the name of religion, atas nama agama,
   
6:49 which has become really yang telah benar-benar menjadi
quite a circus suatu sirkus...
   
6:51 however beautiful it is. betapapun indahnya itu.
   
6:55 Then, I think, Maka saya pikir
we could from there start, kita bisa memulainya dari sana,
   
7:02 if you will, If you agree jika Anda berkenan, jika Anda setuju
to the meaning of that word. dengan arti kata tersebut.
   
7:06 A: I have been thinking as A: Saya telah berpikir, ketika
you have been speaking that Anda sedang berbicara, bahwa...
   
7:10 in the biblical tradition dalam tradisi kitab suci,
there are actual statements ada pernyataan-pernyataan nyata...
   
7:18 from the prophets, dari para nabi,
   
7:20 which seem to point yang merujuk pada
to what you are saying. apa yang Anda katakan.
   
7:23 Such things come to mind as Hal-hal demikian muncul dalam
  pemikiran ketika...
   
7:26 Isaiah's Yesaya mengambil peran Ilahi,
taking the part of the divine  
   
7:30 when he says, 'My thoughts ketika dia berkata,
are not your thoughts, 'Pikiran saya bukan pikiran Anda,
   
7:33 my ways are not your ways, jalan saya bukan jalan Anda,
   
7:34 as high as the heavens seperti tingginya langit
are above the earth, di atas bumi,
   
7:36 so are my thoughts seperti itulah pikiran saya
and your thoughts', dan pikiran Anda',
   
7:38 so stop thinking about me jadi berhentilah berpikir
  perihal saya...
   
7:40 in that sense. dalam makna termaksud.
K: Yes, quite. K: Ya, tepat sekali.
   
7:41 A: And don't try A: Dan jangan coba
to find a means to me mencari jalan ke saya...
   
7:43 that you have contrived, yang sudah Anda rancang,
   
7:45 since my ways karena jalanku
are higher than your ways. lebih tinggi dari jalanmu.
   
7:48 And then I was thinking Dan kemudian saya berpikir
while you were speaking ketika Anda sedang berbicara...
   
7:50 concerning mengenai
this act of attention, tindakan perhatian ini,
   
7:53 this gathering together of penghimpunan semua energy
all energies of the whole man, dari manusia yang utuh,
   
7:59 the very simple, 'Be still yang amat sederhana, 'Berdiam dirilah
and know that I am God'. dan paham bahwa saya adalah Tuhan'.
   
8:05 Be still. Berdiam diri.
   
8:08 It's amazing when one thinks Adalah menakjubkan ketika seseorang
of the history of religion, memikirkan sejarah agama,
   
8:11 how little attention bagaimana sangat sedikitnya
has been paid to that perhatian akan hal tersebut...
   
8:14 as compared with ritual. dibandingkan dengan ritual.
   
8:15 K: But I think, K: Tapi Saya pikir,
   
8:20 when we lost touch with nature, ketika kita kehilangan
  sentuhan dengan alam,
   
8:27 with the universe, dengan alam semesta,
   
8:31 with the clouds, lakes, birds, dengan awan-awan, danau-danau
  burung-burung,
   
8:33 when we lost touch with all that, ketika kita kehilangan
  sentuhan dengan semua itu,
   
8:35 then the priests came in. kemudian para pandita masuk.
   
8:39 Then all the superstition, Kemudian semua takhyul,
   
8:42 fears, exploitation rasa takut, eksploitasi
- all that began. - semua itu mulai.
   
8:48 The priest became the mediator Pandita menjadi perantara...
   
8:54 between the human antara manusia dan
and the so-called divine. apa yang disebuat ilahi.
   
9:01 And I believe, if you Dan saya percaya,
have read the Rig Veda jika Anda sudah membaca Rig Veda.
   
9:14 - I was told about it, because - Saya diberitahu tentang ini,
I don't read all this - karena saya tidak membaca semua ini -
   
9:16 that there, in the first Veda, bahwa di situ, di Veda pertama,
   
9:19 there is no mention of God sama sekali tidak ada disebut
at all. tentang Tuhan.
   
9:25 There is only this worship Hanya ada pemujaan
of something immense, tentang sesuatu yang maha-luas,
   
9:32 expressed in nature, diekspresikan dalam alam,
   
9:34 in the earth, in the clouds, dalam bumi, awan, pepohonan,
in the trees,  
   
9:37 in the beauty of vision. dalam keindahan visi.
   
9:40 But that being very, Namun karena hal tersebut adalah
very simple, sangat, sangat sederhana,
   
9:46 the priests said, para pandita
that is too simple. berkata, itu terlalu sederhana.
   
9:51 A: Let's mix it up. A: Mari kita kacaukan.
   
9:52 K: Let's mix it up, K: Mari kita kacaukan,
let's confuse it a little bit. mari kita rancukan sedikit.
   
9:56 And then it began. Dan kemudian dimulailah.
   
9:58 I believe this is traceable Saya percaya ini bisa dilacak...
   
10:01 from the ancient Vedas dari Vedas kuno hingga
to the present time, ke saat ini,
   
10:06 where the priest di mana pandita
became the interpreter, menjadi penerjemah,
   
10:11 the mediator, the explainer, perantara, pemberi keterangan,
the exploiter, si pengeksploitasi,
   
10:20 the man who said, orang yg mengatakan
this is right, this is wrong, ini yang benar, ini yang salah,
   
10:23 you must believe this Anda harus percaya ini
or you will go to perdition, atau Anda akan mengalami kehancuran,
   
10:26 and so on, so on, so on. dan seterusnya, dan seterusnya.
   
10:28 He generated fear, Dia membangkitkan rasa takut,
   
10:34 not the adoration of beauty, bukan kekaguman akan keindahan,
   
10:39 not the adoration of life bukan kekaguman akan
  kehidupan...
   
10:45 lived totally, wholly, hidup secara total,
without conflict, penuh, tanpa konflik,
   
10:51 but something placed outside there, tetapi sesuatu yang terletak di luar
beyond and above, sana, di luar dan diatas,
   
11:00 what he considered to be God yang dia anggap sebagai Tuhan
and made propaganda for that. dan membuat propaganda untuk itu.
   
11:07 So I feel, if we could Jadi saya rasa, Jika kita dapat
from the beginning memulai dari awal...
   
11:14 use the word 'religion' menggunakan kata 'religi'
in the simplest way, dalam cara yang paling sederhana,
   
11:21 that is, yakni,
the gathering of all energy, penghimpunan semua energi,
   
11:24 so that there is total attention, sehingga ada perhatian penuh,
   
11:29 and in that quality of attention dan dalam
  kualitas perhatian demikian...
   
11:32 the immeasurable comes into being. yang tak terukur mewujud.
   
11:39 Because, Karena,
as we said the other day, seperti kita katakan tempo hari,
   
11:42 the measurable is the mechanical. yang dapat diukur adalah
  yang mekanis.
   
11:49 Which the West has cultivated, Yang dunia Barat telah
made marvellous, mengembangkannya, dibuat hebat,
   
11:57 technologically, physically secara teknologi, fisikal,
   
12:00 - medicine, science, biology, - obat-obatan, ilmu pengetahuan,
and so on, so on - biologi, dan seterusnya..
   
12:05 which has made the world Yang telah
so superficial, membuat dunia begitu dangkal,
   
12:10 mechanical, worldly, mekanikal,
materialistic. duniawi, materialistik.
   
12:15 And that is spreading Dan itu menyebar ke
all over the world. seluruh dunia.
   
12:20 And in reaction to that, Dan sebagai reaksi
  terhadap itu,
   
12:27 - this materialistic attitude - - sikap materialistik ini -
   
12:30 there are all these ada semua takhyul ini,
superstitious,  
   
12:33 nonsensical, unreasoned agama yang tidak
religions that are going on. masuk akal yang terus berlanjut.
   
12:41 I don't know if you saw Saya tidak tahu apakah
the other day Anda tempo hari melihat...
   
12:43 the absurdity of these gurus kekonyolan guru-guru ini
coming from India yang datang dari india...
   
12:47 and teaching the West dan mengajar dunia Barat
how to meditate, cara bermeditasi,
   
12:50 how to hold breath, bagaimana menahan nafas, mereka
they say, 'I am God, worship me', berkata,'Saya Tuhan, pujalah saya',
   
12:54 and falling at their feet, dan menjatuhkan diri
you know, ke kaki mereka, kamu tahu,
   
12:56 it has become so absurd itu telah
  menjadi demikian konyol...
   
13:02 and childish, dan kekanak-kanakan,
so utterly immature. sangat tidak dewasa.
   
13:06 All that indicates the degradation Semua itu menunjukkan
of the word 'religion' turunnya nilai dari kata 'religi'...
   
13:13 and the human mind dan batin manusia yang dapat menerima bentuk...
that can accept this kind of  
   
13:17 circus and idiocy. sirkus dan kebodohan ini.
   
13:24 A: I was thinking of a A: Saya teringat
remark of Sri Aurobindo ucapan Sri Aurobindo...
   
13:29 in a study that he made dalam sebuah studi yang
  dibuatnya...
   
13:31 on the Veda, where he traced tentang Veda, di mana dia menelusuri
its decline in this sentence. kemundurannya dalam kalimat ini.
   
13:36 He said, it issues, as language, Dia katakan, itu diutarakan, sebagai
from sages, bahasa, dari orang-orang bijak,
   
13:41 then it falls to the priests, Kemudian itu jatuh pada
  para pandita,
   
13:44 and then after the priests dan setelah para pandita
it falls to the scholars, itu jatuh ke kaum intelektual,
   
13:46 or the academicians. atau para akademisi.
   
13:48 But in that study there was Tetapi dalam studi tersebut tidak
no statement that I found ada pernyataan yang saya temui...
   
13:53 as to how it ever fell bagaimana itu pernah jatuh
to the priests. ke tangan para pandita.
   
13:57 And I was wondering whether... Dan saya bertanya-tanya…
   
13:59 K: I think it is fairly simple, sir. K:Saya pikir itu cukup
A: Yes, please. sederhana, Tuan. A: Ya silahakan.
   
14:03 K: I think it is fairly simple, K: Saya pikir
  itu cukup sederhana,
   
14:04 how the priests got hold bagaimana para pandita memperoleh
of the whole business. seluruh persoalan tersebut.
   
14:09 Because man is so concerned Karena manusia sangat
with his own menaruh perhatian pada...
   
14:16 petty little affairs, urusan-urusannya yang picik,
   
14:19 petty little desires, and ambitions, keinginan-keinginan dan ambisi-ambisi
superficiality, yang picik, kedangkalan,
   
14:23 he wants dia menginginkan sesuatu
something a little more: sedikit lebih banyak:
   
14:28 he wants a little more romantic, dia menginginkan sedikit lebih banyak
a little more sentimental, romantika, lebih sentimental,
   
14:35 more something other than the sesuatu lebih dari pada...
   
14:36 daily beastly routine of living. rutinitas kehidupan
  sehari-hari yang menjijikkan.
   
14:40 So he looks somewhere, Lalu dia mencari-cari,
and the priests say, dan pandita berkata,
   
14:42 'Hey, come over here, 'Hey, kemarilah,
I've got the goods'. saya punya apa yang Anda cari'.
   
14:47 I think it is very simple, Saya pikir adalah sangat sederhana,
how the priests have come in. bagaimana pandita telah masuk.
   
14:53 You see it in India, Anda melihatnya di India,
you see it in the West. Anda melihatnya di dunia Barat.
   
14:57 You see it Anda melihatnya di mana-mana,
everywhere where man di mana orang...
   
15:02 begins to be concerned mulai khawatir dengan
with daily living, kehidupannya sehari-hari,
   
15:08 the daily operation Berlangsungnya pencarian nafkah
of bread and butter, sehari-hari,
   
15:12 house and all the rest of it, rumah dan semuanya itu,
   
15:14 he demands dia menuntut sesuatu yang
something more than that. lebih dari itu.
   
15:19 He says, after all, I'll die, Dia katakan, pada akhirnya,
  saya akan mati,-
   
15:21 but Tetapi,
there must be something more. sesuatu yang lebih mesti ada.
   
15:24 A: So fundamentally A:Jadi secara fundamental
it's a matter of hal ini adalah suatu masalah...
   
15:27 securing for himself some... pengamanan untuk dirinya….
   
15:32 K: ...heavenly grace. K: ---rahmat surgawi.
A: ...some heavenly grace A:…suatu rahmat surgawi...
   
15:34 that will preserve him yang akan
  memempertahankan dirinya...
   
15:35 against falling into terhadap kejatuhan ke
this mournful round dalam lingkaran duka cita...
   
15:39 of coming to be and passing away. dari kelahiran dan kematian.
   
15:42 Thinking of the past Memikirkan
on the one hand, masa lalu di satu sisi,
   
15:45 anticipating the future mengantisipasi
on the other, masa depan di sisi lainnya,
   
15:47 you're saying Anda mengatakan dia
he falls out of the present now. sudah ke luar dari saat kini.
   
15:50 K: Yes, that's right. K: Ya, itu betul.
A: I understand. A: Saya mengerti
   
15:54 K: So, if we could keep to that K: Jadi, bila kita
  bisa mempertahankan...
   
15:57 meaning of that word 'religion', arti dari kata 'religi' itu,
   
16:01 then from there lalu dari sana
the question arises: pertanyaan muncul:
   
16:07 can the mind dapatkah batin...
   
16:12 be so attentive berada dalam perhatian sedemikian
in the total sense rupa, dalam arti menyeluruh...
   
16:18 that the unnameable sehingga yang tak dikenal
comes into being? mewujudkan dirinya?
   
16:25 You see, personally, Anda lihat, secara pribadi,
   
16:30 I have never read saya tidak pernah membaca
any of these things: hal-hal ini:
   
16:32 Vedas, Bhagavad-Gita, Vedas, Bhagavad-Gita,
Upanishads, the Bible, Upanishads, Alkitab,
   
16:34 all the rest of it, semuanya itu,
or any philosophy. atau filsafat apapun.
   
16:40 But I questioned everything. Tapi saya
  mempertanyakan segalanya.
   
16:44 A: Yes. A: Ya
   
16:47 K: Not questioned only, K: Tidak hanya mempertanyakan,
but observed. tetapi mengamati.
   
16:51 And one sees Dan seseorang
the absolute necessity melihat kebutuhan mutlak...
   
16:58 of a mind akan suatu batin
that is completely quiet. yang betul betul diam.
   
17:07 Because it's only out of quietness Karena hanya dari keheningan...
   
17:10 you perceive what is happening. Anda melihat apa yang terjadi.
   
17:15 If I am chattering, Jika saya ngoceh,
I won't listen to you. saya tidak akan mendengarkan Anda.
   
17:22 If my mind is constantly Jika batin saya
rattling away, terus-menerus bergerak,
   
17:25 what you are saying apa yang Anda katakan
I won't pay attention. saya tidak akan perhatikan.
   
17:29 To pay attention means to be quiet. Menaruh perhatian artinya
  dalam keadaan diam.
   
17:35 A: There have been some priests, A: Ada pandita-pandita tertentu,
apparently rupanya...
   
17:39 - who usually ended up - yang karenanya, biasanya
in a great deal of trouble for it - berakhir dengan banyak masalah -
   
17:42 there have been some priests, ada pandita-pandita tertentu,
   
17:44 who had, it seems, yang kelihatannya memahami
a grasp of this. hal ini.
   
17:48 I was thinking of Saya terpikir akan
Meister Eckhart's remark that pernyataan Meister Eckhart, bahwa...
   
17:52 whoever is able to siapapun yang mampu
read the book of nature, membaca Kitab Alam,
   
17:55 doesn't need tidak membutuhkan
any scriptures at all. naskah-naskah suci apa pun.
   
17:57 K: At all, that's just it, sir. K: Apa pun, demikianlah, Tuan.
   
17:58 A: Of course, he ended A: Tentunya, dia
up in very great trouble. berakhir dalam masalah amat besar.
   
18:03 Yes, he had a bad time Ya, dia mengalami masa
toward the end of his life, yang buruk di akhir hidupnya,
   
18:05 and after he died dan setelah meninggal
the church denounced him. gereja mencelanya.
   
18:09 K: Of course, of course. K: Tentu saja, tentu saja.
   
18:11 Organised belief as church Kepercayaan yang diorganisir seperti
and all the rest of it, gereja dan semua yang lainnya,
   
18:15 is too obvious! itu teramat nyata!
   
18:19 It isn't subtle, Itu kasar,
it hasn't got the quality tidak mempunyai kualitas...
   
18:23 of real depth akan kedalaman dan
and real spirituality. spiritualitas yang sesungguhnya.
   
18:26 You know what it is. Anda tahu tentang apa ini.
A: Yes, I do. A: Ya
   
18:28 K: So, I'm asking: K: Jadi, saya bertanya:
   
18:33 what is the quality of a mind, apakah kualitas dari batin,
   
18:36 - therefore heart and brain - - karenanya,
  perasaan dan pikiran -
   
18:39 what is the quality of a mind apakah kualitas dari
  suatu batin...
   
18:44 that can perceive something yang dapat
  mempersepsikan sesuatu
   
18:48 beyond the measurement of thought? di luar pengukuran pikiran?
   
18:56 What is the quality of a mind? Apakah
  kualitas dari suatu batin?
   
18:59 Because that quality Karena kualitas itu
is the religious mind. adalah batin yang religious.
   
19:06 That quality of a mind Kualitas dari
that is capable, suatu batin yang mampu,
   
19:12 that has this feeling of being sacred yang mempunyai rasa
in itself, kesucian ini dalam dirinya,
   
19:18 and therefore is capable dan karenanya
of seeing something mampu melihat sesuatu...
   
19:21 immeasurably sacred. kesucian yang tak terukur.
   
19:27 A: The word 'devotion' seems A: Kata 'pemujaan'
to imply this, agaknya mengisyaratkan ini,
   
19:30 when it is grasped ketika di pahami
in its proper sense. dalam artinya yang tepat.
   
19:34 To use your earlier phrase Menggunakan frasa Anda
  yang terdahulu...
   
19:36 'gathering together toward 'melakukan penghimpunan menuju suatu
a one-pointed, attentive..'. titik-tunggal, perhatian penuh...'
   
19:47 K: Would you say K: Apakah Anda mengatakan perhatian
attention is one-pointed? bersifat titik-tunggal?
   
19:50 A: No, I didn't mean to imply A:Tidak, saya tidak
focus when I said one-pointed. bermaksud mengartikan...
   
19:52   fokus ketika saya
  mengatakan titik-tunggal.
   
19:54 K: Yes, that's what I wondered. K: Ya, itu yang saya pertanyakan.
A: I meant, rather, A: Yang saya maksud, sebaliknya,...
   
19:57 integrated into itself as menyatukan ke dalam dirinya
  sebagai...
   
20:02 utterly quiet and unconcerned keheningan total dan
about taking thought tidak peduli terhadap pikiran...
   
20:12 for what is ahead baik yang di depan
or what is behind. maupun yang di belakang.
   
20:16 Simply being there. Hanya berada di situ.
   
20:19 The word 'there' isn't good either, Kata 'di situ' tidak
  tepat juga,
   
20:21 because it suggests that karena itu mengesankan bahwa...
   
20:23 there is a 'where' and 'here', adanya suatu 'di situ' dan 'di-sini'
and all the rest of it. dan seterusnya.
   
20:28 It is very difficult to find, Sangat sulit untuk menemukan,
it seems to me, language nampaknya bagi saya, bahasa...
   
20:33 to do justice yang tepat,
to what you are saying, bagi apa yang Anda sampaikan,
   
20:37 precisely because when we speak, justru karena
  ketika kita berbicara,
   
20:40 utterance is in time ucapan adalah dalam waktu
and it is progressive, dan progresif.
   
20:44 it has a quality, Dia mempunyai kualitas,
doesn't it, more like music bukankan demikian, seperti musik...
   
20:47 than we see in graphic art. daripada apa yang
  kita lihat dalam seni grafis.
   
20:49 You can stand before a picture, Kita bisa berdiri di
  depan lukisan,
   
20:52 whereas to hear music sedangkan mendengarkan musik
and grasp its theme dan menangkap temanya...
   
20:56 you virtually have to wait Anda sebenarnya harus
  menunggu...
   
20:58 until you get to the end hingga Anda mencapai bagian akhir
and gather it all up. dan menghimpun semuanya.
   
21:01 K: Quite. K: Benar.
A: And with language A: Dan dengan bahasa...
   
21:02 you have the same difficulty. Anda memiliki
  kesulitan yang sama.
   
21:05 K: No, I think, sir, don't you, K: Tidak, saya pikir, Tuan,
  apakah Anda tidak,
   
21:10 when we are enquiring ketika kita
into this problem: mendalami masalah ini:...
   
21:15 what is the nature and apakah sifat
the structure of a mind, dan struktur suatu batin,
   
21:23 and therefore hadir batin yang berkualitas
the quality of a mind,  
   
21:27 that is not only sacred yang tidak hanya keramat dan
and holy in itself, suci dalam dirinya,
   
21:33 but is capable of tapi mampu melihat sesuatu
seeing something immense? yang agung?
   
21:43 As we were talking, Ketika kita tempo hari membicarakan
the other day, about suffering, tentang penderitaan,
   
21:50 personal kesedihan personal dan dunia,
and the sorrow of the world,  
   
21:54 it isn't that we must suffer, tidak berarti
  kita harus menderita,
   
22:00 suffering is there. penderitaan ada di situ.
   
22:03 Every human being Setiap umat manusia pernah
has a dreadful time with it. mengalami yang menakutkan dengan itu.
   
22:08 And there is Dan ada penderitaan dunia.
the suffering of the world.  
   
22:11 And it isn't Dan itu tidak berarti
that one must go through it, orang harus mengalaminya,
   
22:15 but as it is there, tetapi karena sudah ada di situ,
one must understand it orang harus memahaminya...
   
22:19 and go beyond it. dan melampauinya.
   
22:21 And that's one of the qualities Dan itulah salah satu kualitas dari
of a religious mind, suatu batin yang religious,
   
22:27 in the sense dalam makna yang
we are using that word, kita gunakan untuk kata itu,
   
22:29 that is incapable of suffering. yang tidak
  mampu untuk menderita.
   
22:37 It has gone beyond it. Ia telah melampauinya.
   
22:40 Which doesn't mean Yang tidak berarti bahwa
that it becomes callous. ia menjadi tidak berperasaan,
   
22:47 On the contrary, Sebaliknya,
it is a passionate mind. itu suatu batin yang bergairah.
   
22:57 A: One of the things A: Salah satu hal
that I have thought much about yang saya banyak pikirkan...
   
23:01 during our conversations selama pembicaraan kita adalah
is language itself. bahasa itu sendiri.
   
23:06 On the one hand, we say Di satu sisi,
  kita mengatakan...
   
23:08 such a mind, as you suatu batin seperti
have been describing, yang telah Anda gambarkan,
   
23:12 is one adalah suatu batin
that is present to suffering. yang terbuka pada penderitaan.
   
23:18 It does nothing to push it away, Tidak ada apapun yang dilakukannya
  untuk menyingkirkan derita,
   
23:24 on the one hand, di satu sisi,
   
23:26 and yet, it is somehow dan meski demikian, entah
able to contain it, bagaimana ia dapat menampungnya,
   
23:34 not put it in a vase or barrel tidak menaruhnya
  dalam vas atau tong...
   
23:38 and contain it in that sense, dan menyimpannya
  dalam arti itu,
   
23:41 and yet the very word itself dan meski demikian,
  kata itu sendiri...
   
23:43 'to suffer' means to 'to suffer' ('menderita') artinya
under-carry. 'to under-carry'.
   
23:49 And it seems close to Dan itu agaknya dekat dengan
under-stand. 'to understand' (memahami).
   
23:53 Over and over again Berulang kali dalam
in our conversations pembicaraan-pembicaraan kita...
   
23:55 I have been thinking about saya memikirkan perihal...
   
23:59 the customary way in cara lazim dalam kita
which we use language, menggunakan bahasa,
   
24:03 as a use that deprives us sebagai suatu penggunaan...
of really seeing the glory  
   
24:07   menghalangi kita untuk
  benar-benar melihat keagungan...
   
24:12 of what the word points dari apa yang kata itu tunjukkan,
to itself, in itself. dalam dirinya.
   
24:17 I was thinking Saya sedang berpikir perihal
about the word 'religion' kata 'religi'...
   
24:19 when we were speaking earlier. ketika kita berbicara
  sebelumnya.
   
24:22 Scholars differ as to Para cendekiawan berbeda pendapat
where that came from: dari mana asalnya:
   
24:25 on the one hand some say satu sisi beberapa orang
that it means to bind. mengatakan artinya mengikat,
   
24:29 K: Bind - ligare. A: The Church Fathers K: Mengikat - ligare A:Para
spoke about that. Bapa Gereja membicarakannya.
   
24:32 And then others say, no, Dan yang lain bilang bukan, bukan ,
no, it means the numinous, itu artinya panggilan Ilahi,
   
24:37 or the splendour, Atau Kemegahan,
   
24:40 that cannot be yang tidak bisa dihabiskan
exhausted by thought. oleh pikiran,
   
24:45 It seems to me that, yang tampak bagi saya bahwa, tidakkah
wouldn't you say, that Anda akan mengatakan, bahwa...
   
24:51 there is another sense to 'bind' ada arti lain dari kata
  'mengikat'...
   
24:53 that is not a negative one, yang konotasinya tidak
  negatif,
   
24:56 in the sense that if one is dalam hal seseorang
making this act of attention, melakukan tindakan perhatian,
   
25:03 one isn't bound seseorang tidak
as with cords of ropes. terikat dalam tali temali.
   
25:06 But one is there, or here. Tetapi seseorang
  ada di sana atau di sini.
   
25:11 K: Sir, now again, let's be clear. K: Tuan, marilah sekarang ini
  kita perjelas.
   
25:15 When we use the word 'attention', Ketika kita menggunakan
  kata 'perhatian'...
   
25:19 there is a difference between ada perbedaan dalam
concentration and attention. arti konsentrasi dan perhatian.
   
25:25 Concentration is exclusion. Konsentrasi adalah
  pengecualian.
   
25:30 I concentrate. Saya berkonsenstrasi,
   
25:34 That is, bring all my yaitu membawa semua
thinking to a certain point, pikiran saya ke suatu titik,
   
25:42 and therefore it is excluding, dan karenanya itu
  bersifat menyingkirkan,
   
25:47 building a barrier, membangun suatu pembatas,
so that it can focus agar dapat fokus...
   
25:52 its whole concentration on that. seluruh konsentrasi padanya.
   
25:56 Whereas attention Sedangkan perhatian...
   
26:00 is something entirely different adalah sesuatu yang sepenuhnya
from concentration. berbeda dari konsentrasi.
   
26:03 In that there is no exclusion. Didalamnya
  tidak ada penyingkiran.
   
26:06 In that there is no resistance. Di dalamnya tidak ada penolakan.
In that there is no effort. Tidak ada daya upaya.
   
26:12 And therefore Sehingga tidak ada garis perbatasan,
no frontier, no limits. tidak ada batasan.
   
26:20 A: How would you A:Bagaimana Anda akan...
   
26:23 feel about the word menanggapi kata 'penerimaan'
'receptive' in this respect? dalam hal ini?
   
26:27 K: Again, K:Lagi-lagi,
who is it that is to receive? siapa yang menerima?
   
26:35 A: Already we have made a division. A:Kita sudah membuat suatu pemisahan.
K: A division. K: Sebuah pemisahan
   
26:37 A: With that word. A: Dengan kata itu .
K: Yes. K: Ya
   
26:40 I think the word 'attention' Saya pikir kata 'perhatian' sesung-
is really a very good word. guhnya sebuah kata yang tepat.
   
26:46 Because it not only Karena itu tidak hanya
understands concentration, memahami konsentrasi,
   
26:51 not only sees tidak hanya melihat dualitas
the duality of reception dari penerimaan...
   
26:55 - the receiver and the received - -penerima dan yang diterima-
   
26:58 and also it sees dan juga melihat
the nature of duality sifat dari dualisme...
   
27:02 and dan konflik
the conflict of the opposites, dari yang berlawanan,
   
27:07 and attention means dan perhatian berarti...
   
27:10 not only tidak hanya otak
the brain giving its energy, memberikan energinya,
   
27:16 but also the mind, the heart, tapi juga batin, perasaan, syaraf,
the nerves, the total entity, seluruh entitas,
   
27:21 the total human mind giving seluruh batin manusia memberikan
all its energy to perceive. semua energinya untuk melihat.
   
27:29 I think that is the meaning Saya pikir itulah arti dari kata itu,
of that word, for me at least, setidaknya bagi saya,
   
27:35 to be attentive, attend. untuk berperhatian, hadir.
   
27:40 Not concentrate - attend. Bukan konsentrasi - hadir.
   
27:45 That means listen, see, Artinya mendengar, melihat,
   
27:50 give your heart to it, berikan seluruh perasaan,
give your mind to it, berikan seluruh batin padanya,
   
27:54 give your whole being to attend, berikan seluruh keberadaan Anda
  untuk hadir.
   
27:59 otherwise you can't attend. kalau tidak
  Anda tidak bisa hadir.
   
28:01 If I am thinking about Jika saya memikirkan
something else I can't attend. suatu hal lain saya tidak bisa hadir.
   
28:06 If I am hearing my own voice, Jika saya mendengarkan suara
I can't attend. saya sendiri, saya tidak bisa hadir.
   
28:13 A: There is a metaphorical use A: Ada sebuah metafora
of the word 'waiting' penggunaan kata 'menunggu'...
   
28:17 in scripture. dalam naskah.
   
28:19 It's interesting that, Adalah menarik bahwa,
in English too, dalam bahasa Inggris juga,
   
28:21 we use the word 'attendant' kita menggunakan kata
  'pembantu'...
   
28:26 in terms of one who waits on. dalam arti
  seseorang yang menunggu.
   
28:30 I'm trying to penetrate Saya berusaha mendalami suatu
the notion of waiting gagasan menunggu...
   
28:38 and patience dan kesabaran
in relation to this. terkait dengan hal ini.
   
28:41 K: I think, sir, K: Saya pikir, Tuan,
waiting again means menunggu lagi-lagi artinya...
   
28:46 'one 'seseorang
who is waiting for something'. yang menunggu untuk sesuatu'.
   
28:50 Again, Sekali lagi,
there is a duality in that. ada dualisme di situ.
   
28:53 And when you wait Dan ketika Anda menunggu,
you are expecting. Anda berharap.
   
29:01 Again a duality. Sekali lagi suatu dualisme.
   
29:04 One who is waiting, Orang yang menunggu,
about to receive. akan menerima.
   
29:11 So, if we could for the moment Jadi, jika kita dapat untuk saat ini
hold ourselves to that word berpegang pada kata itu...
   
29:20 'attention', 'perhatian',
   
29:22 then we should enquire, lalu
  kita seharusnya menyelidiki,
   
29:26 what is the quality of a mind apa kualitas suatu batin...
   
29:29 that is so attentive yang demikian berperhatian...
   
29:32 that it has understood, lives, acts sehingga ia
  paham, hidup, bertindak...
   
29:41 in relationship and responsibility dalam hubungan dan
as behaviour, tanggung jawab sebagai perilaku,
   
29:47 and has no fear psychologically dan tidak punya
  rasa takut psikologis...
   
29:52 in that we talked about, dalam hal yang
  telah kita bicarakan,
   
29:54 and therefore understands dan karenanya
the movement of pleasure. memahami gerak kesenangan.
   
29:59 Then we come to the point, Kemudian kita sampai pada titik,
what is such a mind? batin seperti apakah itu?
   
30:04 I think it would be Saya pikir adalah bermanfaat bila
worthwhile if we could discuss kita bisa mendiskusikan...
   
30:09 the nature of hurt. sifat dari terluka.
   
30:13 A: Of hurt? Yes. A: Terluka? Ya
   
30:15 K: Why human beings are hurt? K: Mengapa
  umat manusia terluka?
   
30:22 All people are hurt. Semua orang terluka.
   
30:25 A: You mean both the physical A: Maksud Anda baik fisik
and the psychological? maupun psikologis?
   
30:27 K: Psychological especially. K: Psikologis khususnya.
   
30:29 A: Especially A: Khususnya yang psikologis,
the psychological one, yes. ya.
   
30:31 K: Physically we can tolerate it. K: Yang fisikal
  kita bisa mentolerirnya.
   
30:34 We can bear up with a pain Kita bisa bertahan terhadap
and say, suatu rasa sakit dan berkata,
   
30:37 I won't let it interfere Saya tidak akan membiarkan ini
with my thinking. mempengaruhi pikiran saya.
   
30:40 I won't let it corrode Saya tidak akan membiarkannya me-
my psychological quality of mind. rusak kualitas batin psikologis saya.
   
30:47 The mind can watch over that. Batin dapat mengawasi itu.
   
30:49 But the psychological hurts Tetapi luka psikologis
are much more jauh lebih...
   
30:53 important and difficult to penting dan sulit digeluti
grapple with and understand. dan dipahami.
   
30:57 I think it is necessary because Saya pikir adalah perlu
  karena...
   
31:01 a mind that is hurt suatu batin yang terluka bukan
is not an innocent mind. suatu batin yang polos.
   
31:10 The very word 'innocent' Akar kata 'innocent' (polos)
comes from berasal dari...
   
31:14 'innocere', not to hurt. 'innocere', tidak melukai.
   
31:16 A mind that is Suatu batin
incapable of being hurt. yang tidak dapat terluka.
   
31:20 And there is Dan ada suatu keindahan yang
a great beauty in that. agung di dalamnya.
   
31:22 A: Yes, there is. A: Ya, ada.
It's a marvellous word. Itu sebuah kata yang menakjubkan.
   
31:29 We have usually used it to Kita biasanya memakainya untuk meng-
indicate a lack of something. indikasikan ada sesuatu yang kurang.
   
31:33 K: I know. A: Yes, and there K:Saya tahu. A:Ya, dan itu dijungkir
it's turned upside down again. balikkan lagi.
   
31:36 K: And the Christians have made K:Dan orang Kristen telah membuat se-
such an absurd thing of it. suatu yang amat menggelikan darinya.
   
31:39 A: Yes, I understand that. A: Ya, saya memahaminya.
   
31:42 K: So, I think we ought to, K:Maka, saya pikir kita harus,
in discussing religion, dalam mendiskusikan religi,
   
31:48 we ought to enquire kita seharusnya menggali sangat,
very, very deeply sangat dalam...
   
31:51 the nature of hurt, sifat dari rasa terluka,
   
31:53 because a mind that is not hurt karena batin yang tidak terluka
is an innocent mind. adalah batin yang polos.
   
31:59 And you need Dan Anda membutuhkan kualitas
this quality of innocency kepolosan ini...
   
32:06 to be so totally attentive. untuk menjadi berperhatian
  secara total.
   
32:15 A: If I have been following A: Jika saya benar mengikuti Anda,
you correctly, I think maybe saya pikir barangkali...
   
32:20 you would say that Anda ingin mengatakan bahwa...
   
32:22 one becomes hurt Seseorang menjadi terluka...
   
32:24 when he starts thinking about ketika dia mulai berpikir tentang
thinking that he is hurt. pemikiran dia terluka.
   
32:30 K: Look, sir, it's much K: Lihat, Tuan, adalah lebih dalam
deeper than that, isn't it? dari itu, bukankah demikian?
   
32:34 From childhood Dari masa kanak-kanak...
   
32:38 the parents compare the child para orang tua membandingkan
with another child. anak dengan anak lainnya.
   
32:44 A: That's when that thought arises. A:Itu adalah ketika pemikiran itu
K: There it is. timbul. K:Itulah
   
32:48 When you compare, you are hurting. Ketika Anda membandingkan,
A: Yes. Anda terluka. A: Ya
   
32:52 K: No, but we do it. K:Tidak, tapi kita melakukannnya.
A: Oh yes, of course we do it. A:Oh ya, tentunya kita melakukannya.
   
32:57 K: Therefore, is it possible K:Karenanya, apakah mungkin...
   
32:59 to educate a child mendidik seorang anak tanpa
without comparison, membandingkan,
   
33:04 without imitation? tanpa meniru?
   
33:08 And therefore never Dengan demikian
get hurt in that way. tidak akan terluka dengan cara itu.
   
33:15 And one is hurt Dan seseorang terluka...
   
33:17 because one has built karena seseorang telah membangun
an image about oneself. suatu citra tentang dirinya.
   
33:21 The image, Citra tersebut,
   
33:23 which one has built about oneself, yang telah dibangun tentang dirinya,
is a form of resistance, adalah sebuah bentuk penolakan,
   
33:28 a wall between you and me. sebuah dinding
  antara Anda dan saya.
   
33:32 And when you touch that wall Dan ketika Anda
  menyentuh dinding tersebut...
   
33:36 at its tender point, I get hurt. pada titiknya yang peka,
  saya terluka.
   
33:40 So not to compare in education, Jadi tidak membandingkan
  dalam pendidikan,
   
33:47 not to have tidak memiliki citra mengenai
an image about oneself. diri sendiri.
   
33:53 That's one of the most Itu adalah hal yang
important things in life paling penting dalam kehidupan,
   
33:58 not to have tidak memiliki
an image about oneself. citra mengenai diri sendiri.
   
34:01 If you have, you are Jika anda memilikinya,
inevitably going to be hurt. Anda tidak terhindarkan akan terluka.
   
34:08 Suppose one has an image Misalkan seseorang memiliki citra
that one is very good, bahwa ia seorang yang baik,
   
34:13 or that one should be atau seseorang yang seharusnya
a great success, amat berhasil,
   
34:15 or that one atau seseorang yang
has great capacities, gifts berkemampuan besar, berbakat...
   
34:19 - you know, the images - Anda tahu,
that one builds - citra-citra yang orang bangun -
   
34:22 inevitably you are going tidak terhindarkan Anda akan
to come and prick it. datangi dan menusuknya.
   
34:26 Inevitably accidents Tidak terhindarkan, kecelakaan
and incidents happen, dan peristiwa terjadi,
   
34:31 that's going to break that, yang akan menghancurkan itu,
   
34:32 and one gets hurt. dan seseorang terluka.
   
34:36 A: Doesn't this raise A:Apakah ini tidak menimbulkan
the question of name? pertanyaan tentang nama?
   
34:39 K: Oh yes. K: Oh Ya.
A: The use of name. A: Penggunaan sebuah nama.
   
34:41 K: Name, form. K:Nama, bentuk.
   
34:44 A: The child is given a name, A:Anak diberi sebuah nama,
   
34:46 the child identifies himself si anak mengidentifikasikan dirinya
with the name. dengan nama itu.
   
34:48 K: Yes, the child can K: Ya, anak dapat
identify itself, mengidentifikasi dirinya,
   
34:52 but, without the image, tapi tanpa citra,
just a name cuma sebuah nama.
   
34:57 - Brown, Mr. Brown - - Brown, Mr. Brown -
   
35:00 there is nothing to it! tidak ada apa-apa
  padanya!
   
35:01 But the moment he builds Tapi pada saat dia membangun se-
an image that Mr. Brown is buah citra bahwa Mr. Brown adalah...
   
35:07 socially, morally different, secara sosial, secara moral berbeda,
superior, or inferior, hebat atau rendah diri,
   
35:12 ancient, or comes kuno atau datang
from a very old family, dari keluarga amat tua,
   
35:17 belongs to a certain bagian dari kelas sosial
higher class, aristocracy. tinggi tingkat tertentu, ningrat.
   
35:23 The moment that begins, Saat momen itu dimulai,
   
35:25 and when that is encouraged dan ketika itu disemangati dan
and sustained by thought dipertahankan oleh pikiran...
   
35:30 - snobbism, you know the - gila hormat, Anda
whole of it, how it is - tahu semua itu, bagaimana itu -
   
35:33 then you are inevitably maka Anda
going to be hurt. secara pasti akan terluka.
   
35:39 A: What you are saying, A:Apa yang Anda katakan, saya
I take it, is that mengartikannya, adalah bahwa...
   
35:40 there is a radical confusion adanya
here kebingungan radikal di sini...
   
35:44 involved in the imagining yang menyangkut dalam mengimajinasi-
oneself to be his name. kan dirinya dengan namanya.
   
35:51 K: Yes. Identification with K:Ya. Identifikasi
the name, with the body, dengan nama, dengan badan,
   
35:54 with the idea that you are dengan ide bahwa secara sosial
socially different, Anda berbeda
   
36:00 that your parents, bahwa orangtua, atau kakek-nenek Anda
your grandparents were lords, adalah orang-orang bangsawan,
   
36:03 or this, or that. atau ini atau itu.
   
36:04 You know, the whole snobbism Anda tahu, seluruh keangkuhan
of England, and all that, di Inggris, dan semuanya itu,
   
36:10 and the different kind of dan berbagai jenis
snobbism in this country. keangkuhan lainnya di negara ini.
   
36:14 A: We speak in language A:Kita berbicara dalam bahasa yang
of preserving our name. K: Yes. mempertahankan nama kita. K: Ya
   
36:17 And in India it is the Brahmin, Dan di india, adalah
the non-Brahmin, kaum Brahmana, bukan-Brahmana,
   
36:20 the whole business of that. seluruh urusan itu.
   
36:23 So, through education, Jadi, melalui pendidikan,
through tradition, melalui tradisi,
   
36:29 through propaganda we have melalui propaganda kita telah
built an image about ourselves. membuat citra tentang diri kita.
   
36:36 A: Is there a relation here A:Apakah
  ada hubungannya disini...
   
36:37 in terms of religion, dalam kaitan dengan religi,
would you say, apakah Anda akan mengatakan,
   
36:40 to the refusal, for instance, terhadap penolakan, sebagai contoh,
in the Hebraic tradition dalam tradisi Hebraic...
   
36:46 to pronounce the name of God. untuk mengucapkan nama Tuhan.
   
36:50 K: The word is not the thing K:Walau bagaimanapun
anyhow. kata bukan bendanya.
   
36:53 So you can pronounce it Jadi Anda dapat mengucapkannya
or not pronounce it. atau tidak mengucapkannya.
   
36:56 If you know Jika Anda tahu kata tidak
the word is never the thing, pernah bendanya,
   
37:00 the description penggambaran tidak pernah
is never the described, yang digambarkan,
   
37:02 then it doesn't matter. maka
  hal itu tidak masalah.
   
37:05 A: No. One of the reasons A:Tidak.
I've always been Salah satu alasan saya selalu,
   
37:07 over the years deeply drawn bertahun-tahun
  secara mendalam tertarik...
   
37:10 to the study of the roots of words pada mempelajari akar kata
is simply because secara sederhana karena...
   
37:16 for the most part they point sebagian besar mereka merujuk
to something very concrete. pada sesuatu yang amat nyata.
   
37:21 It's either a thing, Adalah baik berupa suatu benda
or it's a gesture, atau suatu gerak- isyarat,
   
37:28 more often than not lebih sering dari pada tidak,
it's some act. merupakan tindakan tertentu.
   
37:31 K: Quite, quite. K:Benar, benar
A: Some act. A:Tindakan tertentu.
   
37:35 When I used the phrase Ketika saya menggunakan frasa 'ber-
'thinking about thinking' before, pikir perihal berpikir' sebelumnya,
   
37:38 I should have been saya seharusnya lebih hati-hati
more careful of my words menggunakan kata-kata saya...
   
37:41 and referred to dan merujuk pada
mulling over the image, pertimbangan tentang citra,
   
37:44 which would have been yang akan merupakan cara
a much better way yang jauh lebih baik...
   
37:46 to put it, wouldn't it? untuk menyatakannya,
K: Yes, yes. bukankan demikian? K:Ya, ya
   
37:47 A: Yes, yes. A:Ya, ya.
K: So, can a child K:Jadi, dapatkah seorang anak...
   
37:55 be educated never to get hurt? dididik agar
  tidak pernah terluka?
   
38:03 And I have heard professors, Dan saya telah mendengar para
scholars say, professor, para sarjana berkata,
   
38:07 a child must be hurt in seorang anak harus dilukai
order to live in the world. agar dapat hidup di dunia.
   
38:14 And when I asked him, Ketika saya tanya padanya,
'Do you want your child to be hurt?' 'Apakah Anda mau anak Anda terluka?'
   
38:20 he kept absolutely quiet. dia terdiam seribu bahasa.
   
38:23 He was just talking Dia bicara
theoretically. hanya secara teoritis.
   
38:27 Now, unfortunately, Sekarang,
through education, sayangnya melalui pendidikan,
   
38:32 through social structure melalui struktur sosial...
   
38:35 and the nature of our society dan sifat dari masyarakat kita
in which we live, dalam mana kita hidup,
   
38:38 we have been hurt, kita telah terluka, kita
we have images about ourselves, memiliki citra tentang diri kita,
   
38:43 which are going to be hurt, yang mana akan terluka,
   
38:46 and is it possible dan apakah mungkin tidak
not to create images at all? menciptakan citra sama sekali?
   
38:53 I don't know if I am making Saya tidak tahu apakah saya
myself clear. A: You are. membuat diri saya jelas. A:Jelas.
   
38:55 K: That is, suppose I have K:Anggap saya mempunyai citra
an image about myself, perihal diri saya,
   
39:01 which I haven't fortunately, yang untungnya saya
  tidak punya,
   
39:04 if I have an image, jika saya punya sebuah citra,
is it possible to wipe it away, apakah mungkin menghapusnya,
   
39:13 to understand it untuk memahaminya
and therefore dissolve it, dan karenanya mengakhirinya,
   
39:16 and never to create dan tidak pernah
a new image about myself? membuat sebuah citra diri baru?
   
39:22 You understand? Anda memahaminya?
Living in a society, being educated, Hidup dalam masyarakat, terdidik,
   
39:26 I have built an image, saya telah membangun
inevitably. suatu citra, tidak terhindarkan.
   
39:30 Now, can that image Sekarang,
be wiped away? apakah citra itu bisa dihapus?
   
39:36 A: Wouldn't it disappear with this A:Bukankan itu akan lenyap
  dengan...
   
39:38 complete act of attention? dengan tindakan tuntas dari
  perhatian?
   
39:39 K: That's what I'm coming to, K:Hal itu yang sedang saya datangi,
gradually. secara bertahap.
   
39:41 It would totally disappear. Citra itu akan lenyap
  selamanya.
   
39:44 But I must understand Tapi saya harus memahami
how this image is born. bagaimana citra ini lahir.
   
39:50 I can't just say, Saya tidak dapat dengan sekedar ber-
'Well, I'll wipe it out'. kata, 'Baik, saya akan menghapusnya'.
   
39:55 A: Yes, we have to... A:Ya, kita harus...
   
39:56 K: Use attention K:Menggunakan perhatian
as a means of wiping it out sebagai sarana penghapusannya...
   
40:00 - it doesn't work that way. - hal itu tidak bekerja
  seperti demikian jalannya.
   
40:03 In understanding the image, Dalam memahami citra,
in understanding the hurts, dalam memahami luka-luka,
   
40:06 in understanding the education, dalam memahami pendidikan,
   
40:09 in which one has been brought up dalam mana seseorang
  telah dibesarkan...
   
40:11 in the family, in the society dalam keluarga,
- all that, dalam masyarakat, semua itu,
   
40:14 in the understanding of that, dalam memahami hal itu,
   
40:16 out of that understanding ke luar dari pemahaman
comes the attention, datang perhatian,
   
40:19 not the attention first bukan perhatian dulu dan
and then wipe it out. kemudian menghapusnya.
   
40:24 You can't attend if you're hurt. Anda tidak dapat hadir
  jika Anda terluka.
   
40:29 If I am hurt, how can I attend? Jika Saya terluka,
  bagaimana saya bisa hadir?
   
40:35 Because that hurt Karena luka itu
is going to keep me, akan mengendalikan saya,
   
40:37 consciously or unconsciously, baik secara sadar maupun
  tidak sadar,
   
40:40 from this total attention. dari kesadaran penuh ini.
   
40:45 A: The amazing thing, if I'm A:Hal yang menakjubkan, jika saya
understanding you correctly, memahami Anda secara benar,
   
40:48 is that, even in the study adalah bahwa, bahkan dalam studi
of the dysfunctional history tentang sejarah yang gagal...
   
40:56 - provided I bring total attention - asalkan saya membawa
to that - kesadaran penuh pada hal itu -
   
41:00 there's going to be akan ada sesuatu
a non-temporal yang tidak sementara sifatnya...
   
41:02 relationship between... dalam hubungan antara….
K: Absolutely, that's right. K:Tepat, itu benar.
   
41:04 A: ...the act of attention A:...tindakan perhatian
and the healing that takes place. dan penyembuhan yang terjadi.
   
41:07 While I'm attending Ketika saya sedang hadir...
   
41:09 the thing is leaving. hal itu pergi.
K: The thing is leaving, K: Hal itu pergi,
   
41:11 yes, that's it. ya, demikianlah.
A: We've got A:Kita telah memiliki...
   
41:12 'thinging' along here throughout. 'hal itu' selama ini.
   
41:15 Yes, exactly. Ya, tepat.
   
41:17 K: So, there are two K:Jadi, ada
questions involved: dua pertanyaan terlibat:...
   
41:26 can the hurts be healed, dapatkah luka disembuhkan, se-
so that not a mark is left, hingga tidak ada bekas yang tersisa,
   
41:34 and can future hurts dan dapatkah di kemudian hari
be prevented completely, luka-luka secara total dicegah,
   
41:42 without any resistance. You follow? tanpa ada hambatan apa pun.
  Anda mengikuti?
   
41:47 Those are two problems. Itu adalah dua masalah.
   
41:49 And they can be understood Dan itu hanya dapat dimengerti,
only and resolved, dan diatasi,
   
41:53 when I give attention ketika saya memberikan perhatian pada
to the understanding of my hurts. pemahaman luka saya.
   
42:02 When I look at it, Ketika saya mengamatinya,
   
42:04 not translate it, tidak menerjemahkannya,
not wish to wipe them away, tidak berharap menghapusnya,
   
42:07 just to look at it hanya mengamatinya saja...
   
42:09 - as we went into that - selagi kita
question of perception - mendalami persoalan persepsi itu -
   
42:12 just to see my hurts. hanya melihat luka saya.
   
42:16 The hurts I have received: Luka yang telah saya terima:
the insults, the negligence, penghinaan, pelalaian,...
   
42:21 the casual word, the gesture kata sambil lalu, gerak-
  gerik...
   
42:30 - all those hurt. - semua luka itu.
   
42:32 And the language one uses, Dan bahasa yang seseorang gunakan,
specially in this country. khususnya di negara ini.
   
42:39 A: Oh yes, yes. A: Oh ya, ya.
   
42:42 There seems to be a Kelihatannya
relationship between ada hubungan antara...
   
42:44 what you are saying apa yang Anda katakan...
   
42:46 and one of the meanings dan salah satu dari arti kata
of the word 'salvation'. 'salvation' ('keselamatan').
   
42:55 K: 'Salvare' K: 'Salvare'
- to save. - menyelamatkan.
   
42:56 A: To save. A: Menyelamatkan
K: To save. K: Menyelamatkan
   
42:58 A: To make whole. A: Membuat utuh.
K: To make whole. K: Membuat utuh.
   
43:01 How can you be whole, Bagaimana Anda bisa menjadi utuh,
sir, if you are hurt? Tuan, Jika Anda terluka?
   
43:05 A: Impossible. A: Tidak mungkin
   
43:06 K: Therefore it is K: Maka adalah sangat
tremendously important penting...
   
43:08 to understand this question. untuk memahami pertanyaan ini.
   
43:09 A: Yes, it is. A: Ya, demikianlah.
   
43:11 But I am thinking of a child Tetapi saya memikirkan seorang anak
who comes to school, yang pergi ke sekolah,
   
43:13 who has already got yang sudah
a freight car mendapatkan beban...
   
43:15 filled with hurts. terisi dengan luka.
K: I know - hurts. K: Saya tahu - luka.
   
43:17 A: We are not dealing with a A:Kita tidak berurusan dengan anak
little one in the crib now, kecil di dalam box bayi sekarang,
   
43:20 but we're already... tetapi kita sudah…
K: We are already hurt. K:Kita sudah terluka.
   
43:24 A: Already hurt. A:Sudah terluka. Dan merasa terluka
And hurt because it's hurt. karena itu terluka.
   
43:28 And it multiplies endlessly. Dan berkembang tanpa henti.
K: Of course. K:Tentu saja.
   
43:31 From that hurt he's violent. Dari terluka itu,
  dia menjadi keras.
   
43:33 From that hurt he is frightened Dari terluka itu dia menjadi takut
and therefore withdrawing. dan karenanya menarik diri.
   
43:39 From that hurt, Dari terluka itu, dia akan
he will do neurotic things. melakukan hal-hal neurotik.
   
43:43 From that hurt he will accept Dari terluka itu
  dia akan menerima...
   
43:45 anything apapun yang
that gives him safety - God, memberi dia keamanan - Tuhan,
   
43:50 his idea of God is a god ide dia tentang Tuhan adalah tuhan
who will never hurt. yang tidak pernah melukai.
   
44:00 A: Sometimes a distinction A:Kadang-kadang perbedaan
is made between dibuat antara...
   
44:03 ourselves and animals antara kita dan hewan
with respect to this problem. dalam kaitan masalah ini.
   
44:06 An animal, for instance, Seekor hewan, sebagai contoh,
that has been badly hurt yang telah sangat terluka...
   
44:13 will be disposed toward everyone akan menjauhi setiap orang...
   
44:18 in terms of emergency and attack. dalam keadaan darurat dan serangan.
K: Attack. K: Serangan.
   
44:22 A: But over a period of time A:Namun selewat
  jangka waktu tertentu...
   
44:25 - it might take 3-4 years - - mungkin butuh 3-4 tahun -
   
44:27 if the animal is loved and... jika hewan itu dicintai dan….
   
44:31 K: So, sir, you see, K:Jadi, Tuan, Anda lihat,
you said - loved. Anda mengatakan - dicintai.
   
44:35 We haven't got that thing. Kita tidak mempunyai itu.
   
44:40 A: No. K: And parents haven't A: Tidak. K:Dan orang tua tidak
got love for their children. mempunyai cinta untuk anaknya.
   
44:44 They may talk about love. Mereka boleh saja
  berbicara tentang cinta.
   
44:48 Because the moment they compare Sebab begitu mereka
the younger to the older membandingkan...
   
44:52   yang lebih muda terhadap
  yang lebih tua...
   
44:54 they have hurt the child. mereka telah melukai sang anak.
   
44:59 'Your father was so clever, 'Ayah Anda demikian pintarnya,
you are such a stupid boy'. Anda adalah anak demikian bodohnya.
   
45:05 There you have begun. Di situlah Anda memulainya.
   
45:07 In schools, when they Di sekolah-sekolah, ketika
give you marks, mereka memberi Anda nilai-nilai,
   
45:09 it is a hurt - not marks - itu suatu luka - bukan nilai-nilai -
it is a deliberate hurt! itu suatu luka yang disengaja!
   
45:18 And that is stored, and Dan itu disimpan,
from that there is violence, dan dari situ ada kekerasan,
   
45:22 there is every kind ada semua jenis agresi,
of aggression,  
   
45:23 you know, all that takes place. Anda tahu, semua itu terjadi.
   
45:25 So, a mind cannot be Jadi, batin tidak dapat
made whole or is whole dibuat utuh atau utuh...
   
45:34 unless this is understood kecuali hal ini dipahami sangat,
very, very deeply. sangat mendalam.
   
45:42 A: The question that A:Pertanyaan yang sebelumnya
I had in mind before saya ingat ...
   
45:46 regarding perihal yang telah kita
what we have been saying bicarakan...
   
45:49 is that this animal, tentang hewan ini, jika dicintai,
if loved, will, akan,
   
45:53 - provided we are not dealing - asalkan kita tidak berurusan
with brain damage or something - dengan kerusakan otak atau sesuatu -
   
45:56 will, in time, love in return. dengan berlangsungnya waktu,
  cinta akan kembali.
   
46:03 But the thought is that Namun pemikirannya adalah bahwa
with the human person dengan manusia...
   
46:06 love cannot be in that cinta,dalam arti demikian,
sense coerced. tidak dapat dipaksakan.
   
46:11 It isn't that one would Bukannya seseorang akan memaksa
coerce the animal to love, hewan untuk mencintai,
   
46:14 but that the animal, tapi hewan itu, karena polos,
because innocent,  
   
46:16 does in time simply respond, accept. dengan jalannya waktu akan merespon,
K: Accept, of course. menerima. K:Menerima, tentu saja.
   
46:22 A: But then a human person A:Tapi seorang manusia
is doing something melakukan sesuatu...
   
46:26 we don't think the animal is. yang kita tidak pikir hewan
K: No. melakukannya. K:Tidak
   
46:28 The human being is being hurt Manusia terluka dan
and is hurting all the time. sepanjang waktu melukai.
   
46:32 A: Exactly. Exactly. A:Persis, Persis
   
46:35 While he is mulling Sambil ia merenungkan
over his hurt, then he is tentang lukanya, kemudian ia...
   
46:40 likely to misinterpret mungkin salah mengartikan
the very act of generosity of love kemuliaan dari cinta...
   
46:45 that is made toward him. yang ditujukan terhadap dia.
   
46:46 So we are involved in Maka kita terlibat dalam hal
something very frightful here: yang amat mengerikan di sini:
   
46:50 by the time the child comes saat si anak masuk sekolah,
into school, seven years old... umur 7 tahun….
   
46:53 K: ...he is already K:…dia sudah terkondisi,
gone, finished, tortured. selesai, tersiksa.
   
46:56 There is the tragedy of it, Itulah tragedinya, Tuan,
sir, that is what I mean. itulah yang saya maksudkan.
   
46:59 A: Yes, I know. A:Ya saya tahu.
   
47:02 And when you ask the question, Dan ketika anda bertanya,
as you have: seperti telah Anda lakukan:
   
47:05 is there a way to educate the child, adakah cara mendidik anak
so that the child... sehingga anak…..
   
47:11 K: ...is never hurt. K:...tidak pernah terluka.
   
47:17 That is part of education, Itu adalah bagian dari pendidikan,
that is part of culture. itulah bagian dari budaya.
   
47:22 Civilisation is hurting. Peradaban melukai.
   
47:29 Sir, look, Tuan, lihat,
   
47:32 you see this everywhere Anda melihat ini di mana-mana
all over the world, di seluruh dunia,
   
47:37 this constant comparison, Pembandingan terus menerus ini,
constant imitation, imitasi terus menerus,
   
47:41 constant saying, you are that, ucapan terus menerus, Anda
I must be like you. adalah itu, saya harus seperti Anda
   
47:49 I must be like Krishna, saya harus seperti Krishna,
like Buddha, seperti Buddha,
   
47:52 like Jesus seperti Jesus
- you follow? - Anda mengikuti?
   
47:53 That's a hurt. Itu adalah sebuah luka.
   
47:58 Religions have hurt people. Agama telah melukai orang.
   
48:02 A: The child is born A:Seorang anak lahir dari
to a hurt parent, orang tua yang terluka,
   
48:05 sent to a school where it dikirim ke sekolah di mana dia
is taught by a hurt teacher. diajari oleh guru yang terluka.
   
48:10 Now you are asking: is there a way Sekarang Anda bertanya:
to educate this child, Apakah ada cara mendidik anak,
   
48:17 so that the child recovers. sehingga anak ini dapat baik kembali.
K: I say it is possible, sir. K: Saya katakan itu mungkin, Tuan.
   
48:21 A: Yes, please. A: Ya, silahkan
   
48:22 K: That is, K:Itu ketika guru menyadari,
when the teacher realises,  
   
48:26 when the educator realises ketika pendidik menyadari...
   
48:28 he is hurt dia terluka dan anak terluka,
and the child is hurt,  
   
48:32 he is aware of his hurt dia waspada akan terlukanya
  pada dirinya...
   
48:35 and he is aware also dan dia waspada pula
of the child's hurt, luka yang dimiliki anak,
   
48:37 then the relationship changes. lalu hubungan berubah.
   
48:41 Then he will, Kemudian dia dalam
in the very act of teaching, melakukan pengajarannya,
   
48:45 mathematics, whatever it is, matematika, apapun itu,
   
48:47 he is not only freeing himself dia tidak hanya
from his hurt, membebaskan dirinya dari lukanya,
   
48:52 but also helping the child tapi juga membantu anak
to be free of his hurt. bebas dari lukanya.
   
48:56 After all, that is education: Betapa pun, itulah pendidikan:
   
48:59 to see that I, untuk melihat bahwa saya,
who am the teacher, yang adalah seorang guru,
   
49:03 I am hurt, I have gone Saya terluka, saya telah melewati
through agonies of hurt penderitaan mendalam dari luka.
   
49:07 and I want to help that child dan saya ingin menolong
not to be hurt, anak itu untuk tidak terluka,
   
49:12 and he has come to dan dia datang ke sekolah
the school being hurt. dalam keadaan terluka.
   
49:15 So I say, 'All right, Jadi saya katakan, 'Baiklah, kita
we both are hurt, my friends, berdua terluka, teman-temanku,
   
49:21 let us see, let's help mari kita lihat, mari kita saling
each other to wipe it out'. menolong menghapusnya.
   
49:28 That is the act of love. Itulah tindakan cinta.
   
49:38 A: Comparing the human A:Membandingkan organisme
organism with the animal, manusia dengan hewan,
   
49:45 I return to the question, saya kembali ke pertanyaan,
whether it is the case apakah demikian halnya...
   
49:52 that this relationship dalam hubungan ini dengan
to another human being seorang manusia...
   
49:59 must bring about this healing. harus mewujudkan penyembuhan ini.
K: Obviously, sir, K: Tentunya, Tuan.
   
50:03 if relationship exists, we jika hubungan ada, kita mengatakan
said relationship can only exist hubungan hanya dapat ada...
   
50:07 when there is no image ketika tidak ada citra
between you and me. antara Anda dan saya.
   
50:10 A: Let us say A:Katakanlah bahwa ada
that there is a teacher, seorang guru,
   
50:12 who has come to grips yang di dalam dirinya telah
with this in himself, mengatasi hal ini,
   
50:17 very, very deeply, sangat, sangat dalam, seperti
has, as you put it, yang Anda utarakan,
   
50:21 gone into the question telah mendalami persoalan, makin
deeper, deeper and deeper, dalam, lebih dalam dan lebih dalam,
   
50:26 has come to a place where telah tiba pada suatu tempat
  di mana...
   
50:29 he no longer is hurt-bound. dia tidak lagi dapat terluka.
   
50:36 The child that he meets, Anak yang dia temui,
or the young atau siswa muda yang dia temui...
   
50:39 student that he meets, yang dia jumpai, atau malahan
or even a student his own age, seorang siswa seumur dia,
   
50:44 because we have adult education, karena kita memiliki pendidikan
  orang dewasa,
   
50:49 is a person who is hurt-bound, adalah orang yang dapat terluka
and will he not... dan akankah dia tidak….
   
50:54 K: ...transmit that hurt K:...meneruskan luka itu ke
to another? orang lain?
   
50:56 A: No, will he not, A:Bukan, bukankah,
because he is hurt-bound, karena dia bisa terluka,
   
51:01 be prone to misinterpret cenderung salah menterjemahkan
the activity of the one aktifitas dari orang...
   
51:05 who is not hurt-bound? yang tidak dapat terluka?
   
51:08 K: But there is no person K:Tapi tidak ada orang yang
who is not hurt-bound, tidak bisa terluka,
   
51:14 except very, very few. kecuali,
  sangat, sangat sedikit.
   
51:21 Look, sir, lots of things Lihat, Tuan, banyak hal
have happened to me telah terjadi pada diri saya...
   
51:24 personally, secara pribadi,
I have never been hurt. saya tidak pernah terluka.
   
51:28 I say this in all humility, Saya katakan ini dengan kerendahan
in the real sense, hati, dalam arti sesungguhnya,
   
51:34 I don't know saya tidak tahu
what it means to be hurt. apa artinya terluka,
   
51:38 Things have happened to me, Banyak hal terjadi pada saya,
   
51:39 people have done orang telah melakukan
every kind of thing to me: setiap jenis hal pada diri saya:
   
51:43 praised me, flattered me, memuja saya, menendang
kicked me around, everything. saya ke mana-mana, semuanya.
   
51:49 It is possible. Itu mungkin.
   
51:51 And as a teacher, Dan sebagai seorang guru,
as an educator, to see the child, pendidik, melihat anak,
   
52:00 and it is my responsibility dan tanggung jawab saya
as an educator sebagai seorang pendidik...
   
52:04 to see he is never hurt, untuk menjaga dia agar
  tidak pernah terluka,
   
52:07 not just teach tidak hanya sekedar mengajar
some beastly subject. subjek yang menjijikkan.
   
52:11 This is far more important. Ini jauh lebih penting.
   
52:15 A: I think I have some grasp A:Saya pikir saya agak menangkap
of what you are talking about. apa yang Anda bicarakan.
   
52:19 I don't think I could ever Saya pikir saya tidak akan pernah da-
in my wildest dreams say lam mimpi terliar saya mengatakan...
   
52:25 that I have never been hurt. bahwa saya
  tidak pernah terluka.
   
52:27 Though I do have difficulty, Walaupun saya punya kesulitan,
and have since a child, dan memilikinya sejak kecil,
   
52:33 I have even been taken to task Saya pernah dimarahi untuk itu
for it - of dwelling on it. - untuk merenungkannya -
   
52:38 I remember a colleague of mine Saya ingat rekan saya pernah berkata
once saying to me with kepada saya dengan...
   
52:42 some testiness when we agak tidak sabar ketika kita ber-
were discussing a situation, diskusi tentang sebuah situasi,
   
52:46 in which there was ketika ada konflik di fakultas.
conflict in the faculty:  
   
52:49 'Well, the trouble with you 'Nah, masalah dengan Anda adalah,
is, you see, you can't hate'. Anda tidak bisa membenci'.
   
52:54 And it was looked upon Dan itu dilihat
as a disorder sebagai kekacauan...
   
52:59 in terms of being unable to dalam hal ketidakmampuan
make a focus towards the enemy untuk fokus terhadap musuh...
   
53:04 in such a way as sedemikian rupa seperti...
   
53:07 to devote untuk mencurahkan
total attention to that. perhatian total terhadap itu.
   
53:10 K: Sanity is taken for insanity. K:Kewarasan
  dianggap sebagai kegilaan.
   
53:12 A: Yes, so my reply to him A:Ya, jadi jawaban saya terhadap
was simply, dia secara sederhana,
   
53:16 'Well, that's right, 'Baiklah, itu benar dan
and we might as well face it, akan kita menghadapinya,
   
53:19 and I don't intend dan saya tidak bermaksud melakukan
to do anything about that'. apapun tentang hal itu.
   
53:21 K: Quite, quite, quite. K:Benar, benar, benar.
A: But it didn't help the situation A:Tapi itu tidak membantu situasi...
   
53:23 in terms of dalam hal hubungan
the interrelationship. timbal balik.
   
53:25 K: So the question is then: K:Lalu pertanyaan adalah:
in education, dalam pendidikan...
   
53:27 can a teacher, educator, dapatkah seorang guru, pendidik,
observe his hurts, mengamati luka-lukanya,
   
53:32 become aware of them, menjadi waspada pada itu,
   
53:34 and in his relationship dan dalam hubungannya
with the student dengan murid...
   
53:39 resolve his hurt mengatasi lukanya dan
and the student's hurt? luka muridnya?
   
53:43 That's one problem. Itu satu masalah.
   
53:45 It is possible, Itu bisa,
if the teacher is really, jika guru sungguh-sungguh,
   
53:48 in the deep sense of the word, dalam arti yang mendalam dari
educator, kata tersebut, pendidik,
   
53:52 that is, cultivated. yaitu, terbina.
   
53:58 And the next question, Pertanyaan selanjutnya, Tuan,
sir, from that arises: dari situ timbul:
   
54:01 is the mind capable apakah batin
of not being hurt, dapat tidak terluka,
   
54:07 knowing it has been hurt? dengan mengetahui ia pernah terluka?
You follow? Anda mengikuti?
   
54:11 Not add more hurts. Tidak menambah luka lagi.
   
54:14 Right? Betul?
A: Yes. A: Ya
   
54:16 K: I have these two problems: K:Saya punya dua masalah ini:
   
54:18 one, being hurt satu, terluka
- that is the past - - itu masa lalu -
   
54:23 and never to be hurt again. dan tidak pernah terluka lagi.
   
54:27 Which doesn't mean Bukan berarti saya membangun
I build a wall of resistance, suatu dinding pertahanan,
   
54:29 that I withdraw, bahwa saya menyendiri,
that I go off into a monastery, bahwa saya masuk ke dalam biara,
   
54:32 or become a drug addict, atau menjadi pecandu obat,
or some silly thing like that, atau hal bodoh tertentu seperti itu,
   
54:37 but no hurt. Is that possible? tapi tidak terluka.
  Apakah itu mungkin?
   
54:41 You see the two questions? Anda melihat
  dua pertanyaan termaksud?
   
54:43 Now, what is hurt? Sekarang, apakah luka itu?
   
54:52 What is the thing that is hurt? Apakah yang terluka itu?
   
54:56 You follow? Anda mengikuti?
A: Yes. A: Ya
   
55:00 K: We said the physical hurt K:Kita mengatakan luka fisik...
   
55:01 is not the same as the tidak sama dengan luka psikologis.
psychological. A: No. A: Tidak
   
55:04 K: So we are dealing K:Jadi kita berurusan
with psychological hurt. dengan luka psikologis.
   
55:06 What is the thing that is hurt? Apakah yang terluka itu?
   
55:11 The psyche? Batin?
   
55:14 The image Citra yang saya
which I have about myself? miliki mengenai diri saya?
   
55:19 A: It is an investment A:Itu sebuah investasi yang
that I have in it. saya miliki di dalamnya.
   
55:21 K: Yes, it's my investment in myself. K:Ya, itu investasi saya dalam
A: Yes. diri saya. A: Ya.
   
55:27 I've divided myself off from myself. Saya memisahkan diri saya dari
K: Yes, in myself. diri saya. K:Ya, dalam diri saya.
   
55:31 That means, Artinya, mengapa saya harus
why should I invest in myself? investasi dalam diri saya?
   
55:35 What is myself? Apakah diri-saya itu?
   
55:38 You follow? Anda mengikuti?
A: Yes, I do. A: Ya, saya mengikuti.
   
55:40 K: In which K:Di dalam mana
I have to invest something. saya harus investasi sesuatu.
   
55:45 What is myself? Apakah diri-saya?
   
55:46 All the words, the names, Semua kata-kata, nama-nama,
the qualities, the education, nilai-nilai, pendidikan,
   
55:50 the bank account, the furniture, akun bank, perabotan,
   
55:52 the house, the hurts rumah, luka-luka
- all that is me. - semua itu adalah saya.
   
56:00 A: In an attempt to answer A:Dalam usaha untuk menjawab
the question 'what is myself', pertanyaan 'apakah diri-saya',
   
56:03 I immediately saya mau-tidak-mau segera
must resort to all this stuff. harus ke semua hal ini.
   
56:05 K: Obviously. K:Tentu saja.
A: There isn't any other way. A:Tidak ada cara lain.
   
56:08 And then I haven't got it. Dan kemudian saya tidak
  mendapatkannya.
   
56:10 Then I praise myself, Lalu, saya memuji diri, karena
because I must be so marvellous saya mestinya begitu hebat...
   
56:14 as somehow to slip out. entah bagaimana menyelinap
  ke luar.
   
56:16 K: Quite, quite. K:Benar, benar sekali. A:Saya
A: I see what you mean. melihat apa yang Anda maksudkan.
   
56:20 I was thinking Saya berpikir
just a moment back sedikit kebelakang...
   
56:24 when you were saying ketika Anda mengatakan adalah
t is possible for the teacher memungkinkan untuk pengajar...
   
56:28 to come into relationship untuk menjalin suatu hubungan
with the student, dengan muridnya,
   
56:32 so that a work of healing sehingga kegiatan penyembuhan atau
or an act of healing happens. tindakan penyembuhan berlangsung.
   
56:37 K: See, sir, this is what I would do K:Lihat, Tuan, ini yang akan
if I were in a class, saya lakukan jika saya di kelas,
   
56:39 that's the first thing itu adalah hal pertama
I would begin with, dengan apa saya akan mulai,
   
56:41 not some subject! bukan hanya sekedar
  suatu subjek!.
   
56:43 I would say, 'Look, you are hurt Saya akan katakan, 'Lihat, Anda
and I am hurt, terluka dan saya terluka,
   
56:46 we are both of us hurt'. kita berdua terluka'.
   
56:47 And point out what hurt does, Dan menunjukkan
  apa yang luka lakukan,
   
56:51 how it kills people, bagaimana ia membunuh orang, bagai-
how it destroys people, mana ia menghancurkan orang,
   
56:54 out of that there is violence, dari itu ada kekerasan,
   
56:55 out of that there is brutality, dari itu ada kebrutalan,
   
56:57 out of that dari itu
I want to hurt people. saya ingin melukai orang.
   
56:59 You follow? All that comes in. Anda mengikuti?
  Semua itu datang.
   
57:01 I would spend ten minutes Saya akan menggunakan waktu
talking about that sepuluh menit membicarakannya...
   
57:05 every day, in different ways, setiap hari, dengan cara-cara
  yang berbeda,
   
57:10 till both of us see it. sampai kita berdua melihatnya.
   
57:13 Then as an educator Lalu sebagai pendidik saya akan
I will use the right word, menggunakan kata yang tepat,
   
57:17 and the student will use dan siswa akan menggunakan
the right word, kata yang tepat,
   
57:19 there will be no gesture, tidak akan ada sikap,
there'll be no irritation, tidak akan ada kejengkelan,
   
57:21 we are both involved in it. kita berdua terlibat dalam hal ini.
   
57:27 But we don't do that. Tapi kita tidak melakukan itu.
   
57:28 The moment we come into class Begitu kita masuk ke
  dalam kelas
   
57:30 we pick up a book kita mengambil sebuah buku dan
and there it goes off. langsung memulai.
   
57:34 If I was an educator, Jika saya seorang pendidik, baik
whether with the older people dengan orang yg lebih tua...
   
57:38 or with the younger people, atau dengan orang yang
  lebih muda,
   
57:39 I would establish saya akan membangun
this relationship. hubungan ini.
   
57:44 That's my duty, that's my job, Itu tugas saya, itu pekerjaan saya,
that's my function, itu peran saya,
   
57:50 not just to transmit tidak hanya sekedar menyampaikan
some information. informasi tertentu.
   
57:58 A: Yes, A:Ya, itu benar-benar
that's really very profound. sangat mendalam.
   
58:04 I think one of the reasons Saya pikir salah satu alasan dari
that what you have said yang Anda telah katakan...
   
58:09 is so difficult for an educator adalah sangat sulit
  bagi seorang pendidik...
   
58:15 reared within dididik di dalam seluruh ruang
the whole academic... lingkup akademik...
   
58:17 K: Yes, because we are so vain! K:Ya, karena kita begitu angkuh!
A: Exactly. A: Tepat.
   
58:21 We want not only Kita tidak hanya ingin mendengar
to hear that it is possible, bahwa itu mungkin,
   
58:24 for this transformation to untuk transformasi ini terjadi,
take place, but we want it tetapi kita menginginkannya...
   
58:27 to be regarded as untuk dianggap sebagai sesuatu yang
demonstrably proved dapat dibuktikan benar...
   
58:31 and therefore not merely possible, dan karenanya tidak hanya mungkin
but predictably certain. tapi dapat diprediksi pasti.
   
58:35 K: Certain, yes. K:Pasti, ya.
   
58:36 A: And then we are back A:Lalu kita kembali ke pada
into the whole thing. seluruh awal permulaan.
   
58:38 K: We are back into K:Kita kembali ke hal lama
the old rotten stuff. yang busuk.
   
58:40 Quite right. Tepat sekali.
   
58:41 A: Next time could we take up A:Lain kali
  apakah kita bisa membahas...
   
58:43 the relationship of love to this? hubungan cinta dengan hal ini?
K: Yes. K: Ya
   
58:47 A: I would very much enjoy A:saya akan sangat menikmatinya,
that, and it would seem to me... dan itu kelihatannya untuk saya…..
   
58:52 K: ...it will all come together. K:...itu semua
  akan berkumpul bersama.
   
58:53 A: Come together, A: Datang bersama-sama,
in the gathering together. dalam berkumpul bersama.