Krishnamurti Subtitles

Kematian, kehidupan dan cinta tidak terpisahkan

San Diego - 26 February 1974

Conversation with A.W. Anderson 14



0:38 Krishnamurti in Dialogue Dialog Krishnamurti
with Dr. Allan W. Anderson dengan Dr. Allan W. Anderson
   
0:43 J. Krishnamurti was J. Krishnamurti lahir
born in South India di India Selatan
   
0:46 and educated in England. dan dididik di Inggris.
   
0:48 For the past 40 years Selama 40 tahun terakhir...
   
0:49 he has been speaking ia telah berceramah
in the United States, di Amerika Serikat,
   
0:52 Europe, India, Australia, Eropa, India, Australia,
and other parts of the world. dan di bagian-bagian lain di dunia.
   
0:56 From the outset of his life's work Sejak awal pekerjaannya...
   
0:58 he repudiated all connections ia telah
  menanggalkan semua hubungannya...
   
1:00 with organised dengan agama-agama
religions and ideologies terorganisir dan ideologi-ideologi...
   
1:02 and said that his only concern dan berkata bahwa satu-satunya kepeduliannya adalah...
   
1:04 was to set man absolutely untuk membuat manusia secara mutlak
unconditionally free. bebas tanpa syarat.
   
1:09 He is the author of many books, Ia adalah penulis dari banyak buku-buku,
   
1:10 among them The Awakening diantaranya The Awakening of Intelligence,
of Intelligence,  
   
1:13 The Urgency of Change, The Urgency of Change,
  Freedom From the Known,
   
1:15 Freedom From the Known, dan The Flight of the Eagle.
and The Flight of the Eagle.  
   
1:20 This is one of a series Ini adalah salah satu
of dialogues between dari serangkaian dialog antara...
   
1:23 Krishnamurti and Dr. Krishnamurti
Allan W. Anderson, dan Dr. Allan W. Anderson,
   
1:25 who is professor of yang adalah profesor
religious studies dalam bidang studi-studi religius...
   
1:27 at San Diego State University di San Diego State University...
   
1:29 where he teaches Indian di mana ia mengajar
and Chinese scriptures kitab-kitab suci India dan China...
   
1:32 and the oracular tradition. dan tradisi kepercayaan
  dewa-dewanya.
   
1:34 Dr. Anderson, a published poet, Dr. Anderson, seorang penyair,
   
1:36 received his degree menerima gelarnya
from Columbia University dari Columbia University...
   
1:39 and the Union Theological Seminary. dan Union Theological Seminary.
   
1:41 He has been honoured with the Ia telah dianugerahi
distinguished Teaching Award Teaching Award yang terhormat...
   
1:45 from the California dari
State University. California State University.
   
1:49 A: Mr. Krishnamurti, in A: Mr. Krishnamurti,
our last conversation dalam dialog kita terakhir...
   
1:53 we were beginning to talk about kita memulai dengan
consciousness membicarakan tentang kesadaran...
   
1:58 and its relation to death dan hubungannya dnegan kematian
in the context of living dalam konteks kehidupan...
   
2:03 as a total movement. sebagai suatu gerakan total.
K: Yes. K: Ya.
   
2:06 A: And we even A:Dan kita bahkan...
   
2:07 touched on the word menyentuh kata 'reinkarnasi'
'reincarnation' toward the end, menjelang akhir,
   
2:10 when we had to draw our ketika kita harus membawa dialog
conversation to its conclusion. kita kepada kesimpulannya.
   
2:15 I do hope that we can begin Saya berharap kita dapat mulai
to continue there. melanjutkannya dari situ.
   
2:21 K: You see, K: Anda lihat, salah
one of the factors in death is satu faktor dari kematian adalah...
   
2:29 the mind is so frightened. batin yang begitu ketakutan.
   
2:33 We are so frightened Kita begitu takutnya akan
of that very word kata tersebut...
   
2:37 and nobody talks about it. dan tidak seorang pun
  membicarakannya.
   
2:42 I mean Maksud saya, itu bukanlah
it isn't a daily conversation. suatu percakapan sehari hari.
   
2:46 It is something to be avoided, Itu sesuatu yang harus dihindari,
   
2:48 something that is inevitable, sesuatu yang takterelakkan,
   
2:50 for God's sake, keep it demi Tuhan,
as far away as possible. jauhkan itu sejauh mungkin.
   
2:54 A: We even paint corpses A:Kita bahkan merias mayat
to make them look untuk membuat mereka terlihat...
   
2:56 as if they are not dead. seakan-akan mereka tidak mati.
K: That's the most absurd thing. K:Itu hal yang paling tak masuk akal.
   
3:00 Now, what we are discussing, Sekarang, apa yang kita diskusikan,
sir, is, isn't it, Tuan, adalah, bukankah mengenai,
   
3:06 the understanding of death, pemahaman tentang kematian,
   
3:10 its relation to living, hubungannya dengan kehidupan,
   
3:14 and this thing called love. dan apa yang disebut cinta.
   
3:19 One cannot possibly understand Orang tidak mungkin
the immensity dapat memahami keagungan...
   
3:23 - and it is immense, - dan ini adalah agung,
this thing called death - apa yang disebut kematian -
   
3:29 unless there is kecuali ada kebebasan
a real freedom from fear. yang nyata dari rasa takut.
   
3:35 That's why we talked sometime ago Itu mengapa kita membicarakannya
  beberapa waktu yang lalu...
   
3:39 about the problem of fear. tentang masalah rasa takut.
   
3:42 Unless the mind frees itself Kecuali batin membebaskan
from fear, dirinya dari rasa takut,
   
3:50 there is no possibility tidak ada kemungkinan
of understanding akan pemahaman...
   
3:53 the extraordinary beauty, keindahan, tenaga, yang luar biasa,
strength,  
   
3:57 and the vitality of death. dan vitalitas dari kematian.
   
4:02 A: That's a very, very A:itu cara yang sangat, sangat
remarkable way to put it: luarbiasa untuk menyampaikannya.
   
4:05 the vitality of death. vitalitas dari kematian.
   
4:08 And yet, normally, Dan lagi, biasanya,
we regard it as the total kita menganggap itu sebagai...
   
4:12 negation of life. negasi total dari kehidupan.
K: The negation of life. K: Negasi kehidupan.
   
4:14 That's right. Itu benar.
   
4:15 So, if we are enquiring Jadi, jika kita menyelidiki ke
into this question of death, dalam persoalan tentang kematian,
   
4:21 fear must be completely rasa takut harus benar-benar
non-existent in us. tidak ada dalam diri kita.
   
4:28 Then I can proceed. Lalu saya dapat lanjutkan.
   
4:29 Then I can find out Lalu saya dapat
what death means. mencari tahu apa arti kematian.
   
4:35 We have touched a little bit Kita telah menyentuh
on reincarnation, sedikit tentang reinkarnasi,
   
4:39 the belief that is maintained Kepercayaan yang telah
throughout the East, dipertahankan di seluruh Dunia Timur,
   
4:45 which has no reality yang tidak ada kenyataannya
in daily life. dalam kehidupan sehari-hari.
   
4:50 It is like going to church Itu seperti pergi ke gereja
every Sunday setiap hari Minggu...
   
4:53 and being mischievous dan menjadi
for the rest of the six days. jahat di sisa enam hari.
   
5:00 So - you follow? - a person Jadi - Anda mengikuti? -
who is really serious, orang yang benar-benar serius,
   
5:04 really attentive, sungguh penuh perhatian mauk
goes into this question of death, ke dalam persoalan tentang kematian,
   
5:07 he must understand dia harus memahami apa
what it means, the quality of it, artinya, kualitasnya,
   
5:12 not the ending of it. bukan pengakhirannya.
   
5:15 That's what we are going Itulah apa yang akan kita
to a little bit discuss. diskusikan sedikit.
   
5:21 The ancient Egyptians, Orang Mesir kuno,
   
5:26 the pharaohs, and all the para firaun, dan semua...
   
5:29 first dynasty dari dinasti pertama sampai ke-18,
till the 18th, and so on, dan seterusnya,
   
5:32 they prepared for death. mereka menyiapkan kematian.
   
5:40 They said, we will cross that river Mereka berkata,
with all our goods, kita akan menyebrangi sungai itu,
   
5:43   dengan semua barang-barang kita,
   
5:45 with all our chariots, dengan semua kereta kuda,
with all our belongings, dengan semua kepemilikan,
   
5:48 with all our property, dengan semua properti,
   
5:51 and therefore their caves, dan karenanya gua-gua mereka,
their tombs were filled kuburan-kuburan mereka terisi...
   
5:54 with all the things dengan semua barang dari
of their daily life kehidupan sehari-hari mereka...
   
5:57 - corn, you know all that. - jagung, Anda tahu semua itu.
   
6:00 So, living was only a Jadi, hidup hanya
means to an ending, dying. sebuah cara menuju akhir, mati.
   
6:10 That's one way of looking at it. Itu satu cara memandangnya.
   
6:14 The other is reincarnation, Cara lain adalah reinkarnasi,
   
6:17 which is the Indian, yang adalah cara
Asiatic outlook. memandang orang India, Asia.
   
6:21 And there is this whole idea Dan kemudian ada
of resurrection, semua ide dari kebangkitan,
   
6:24 of the Christians. dari orang Kristen.
   
6:26 Reborn, carried by Gabriel Angel,etc., Lahir kembali, dibawa oleh malaikat
to heaven, Jibril, dan sebagainya, ke surga,
   
6:31 and you will be rewarded. dan Anda akan diberi anugerah.
   
6:36 Now, what is the fact? Sekarang, apakah kenyataannya?
   
6:40 These are all theories, Ini semua adalah teori,
   
6:41 suppositions, pengandaian,
beliefs, and non-facts. kepercayaan dan bukan fakta.
   
6:47 I mean, supposed to be born, Saya maksud, andaikan lahir kembali,
Jesus comes out of the grave, Jesus bangkit dari kubur,
   
6:53 resurrected physically. dibangkitkan secara fisik. Itu
That is just a belief. adalah hanya sebuah kepercayaan.
   
6:58 There were no cameras then, Lalu tidak ada kamera,
   
7:02 there were no ten people tidak ada sepuluh orang
to say, yes, I saw it. yang bilang, ya, saya melihatnya.
   
7:07 It is only somebody imagined. Itu hanya se-
  seorang mengkhayalkannya.
   
7:13 We will go into that Kita akan masuk
a little bit later. ke situ sebentar lagi.
   
7:17 So, there is this living Jadi, ada kehidupan ini dan
and preparing for death bersiap untuk mati...
   
7:23 as the ancient Egyptians did. seperti oang Mesir kuno
  melakukannya.
   
7:26 Then there is the reincarnation. Lalu ada reinkarnasi.
   
7:28 Then there is resurrection. Lalu ada kebangkitan.
   
7:30 Now, if one isn't frightened Nah, jika seseorang tidak takut,
- you follow, sir? - deeply, mendalam,- Anda ikuti,Tuan? -
   
7:37 then what is death? lalu apakah kematian?
   
7:40 What is it that dies, Apa yang mati,
apart from the organism? selain dari organisme?
   
7:46 The organism may continue, Organisme bisa berlanjut,
   
7:49 if you look after it jika Anda merawatnya secara hati-hati,
very carefully,  
   
7:51 for eighty, or ninety, selama delapan puluh, atau
or one hundred years. sembilan puluh, atau seratus tahun.
   
7:56 If you have no disease, Jika Anda tidak memiliki penyakit,
if you have no accidents, tidak mengalami kecelakaan,
   
7:59 if there is a way of living jika ada cara
sanely, healthily, hidup yang waras, sehat,
   
8:06 perhaps you will last one mungkin Anda akan bertahan seratus
hundred years or 110 years. tahun atau seratus sepuluh tahun.
   
8:09 And then what? Dan lalu apa?
   
8:13 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
   
8:14 You will live Anda akan hidup seratus tahun,
one hundred years, for what? untuk apa?
   
8:18 For this kind of life? Untuk kehidupan semacam ini?
   
8:21 Fighting, quarrelling, Bertarung, berdebat,
bickering, bitterness, pertengkaran, kepahitan,
   
8:25 anger, jealousy, futility, kemarahan, kecemburuan, kesia-siaan,
a meaningless existence. keberadaan tanpa arti.
   
8:31 It is a meaningless existence Ini keberadaan tanpa arti seperti
as we are living now. yang kita jalani sekarang.
   
8:36 A: And in terms of A:Dan dalam kaitan dengan
our previous remarks, pernyataan kita sebelumnya,
   
8:38 this is all the content ini semua adalah isinya...
   
8:39 of our consciousness. dari kesadaraan kita.
K: Our consciousness. That's right. K:Kesadaran kita. Itu benar.
   
8:44 So, what is it that dies? Jadi apa yang mati?
   
8:47 And what is it Dan apakah yang ditakuti orang?
one is frightened of?  
   
8:52 You follow? What is it, Anda mengikuti? Apakah itu,
one is frightened of in death? yang orang takuti dalam kematian?
   
8:56 Losing the known? Kehilangan yang diketahui?
   
8:59 Losing my wife? Losing my house? Kehilangan istri saya?
  Kehilangan rumah saya?
   
9:02 Losing all the things Kehilangan semua
I have acquired? yang telah saya dapatkan?
   
9:06 Losing this content Kehilangan isi ini dari
of consciousness? kesadaran?
   
9:11 You follow? Anda mengikuti?
   
9:14 So, can the content of consciousness Jadi, dapatkah isi dari
be totally emptied? kesadaran dikosongkan secara total?
   
9:27 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
   
9:28 A: Yes, I do. A: Ya, saya mengikutinya
K: Which is the living. K: Yang adalah kehidupan.
   
9:33 The dying is the living, Kematian adalah kehidupan,
   
9:37 when the content ketika isi
is totally emptied. secara total dikosongkan.
   
9:47 That means no attachment. Itu artinya
  tidak ada kemelekatan.
   
9:54 It isn't a brutal cutting off, Itu bukan suatu
  pemotongan yang brutal,
   
9:57 but the understanding tapi pemahaman akan
of attachment, kemelekatan,
   
10:00 the understanding of dependency, pemahaman akan ketergantungan,
   
10:03 the understanding of acquisition, pemahaman akan perolehan,
   
10:06 power, position, anxiety - all that. kekuasaan, posisi, kecemasan
  - semua itu.
   
10:10 The emptying of that Pengosongan itu adalah
is the real death. kematian yang sesungguhnya.
   
10:18 And therefore Dan karenanya
the emptying of consciousness pengosongan kesadaran...
   
10:24 means the consciousness, berarti kesadaran,
   
10:26 which has created yang telah membentuk
its own limitation pembatasan dirinya sendiri...
   
10:30 by its content, comes to an end. oleh isinya, berakhir.
   
10:33 I wonder if I have... Saya bertanya-tanya apakah saya
A: Yes, you have. telah...A: Ya, Anda sudah.
   
10:38 I was following you Saya mengikuti
very carefully, Anda dengan amat seksama,
   
10:44 and it occurred to me dan terpikir oleh saya
that there is bahwa ada...
   
10:51 a radical relation suatu hubungan radikal
between birth and death, antara kelahiran dan kematian,
   
10:56 that the two, bahwa keduanya,
   
10:59 when they are looked upon ketika mereka dianggap sebagai
as moments in a total cycle, saat-saat dalam suatu siklus total,
   
11:04 are not grasped tidak dianut
at the depth level pada tingkat yang mendalam...
   
11:07 that you are beginning yang Anda mulai akan bicarakan.
to speak about.  
   
11:09 K: Yes, sir. K: Ya Tuan.
A: Am I correct? A: Apakah saya benar?
   
11:10 K: Correct. K: Benar.
A: Good, please do go on. A:Baiklah, silahkan lanjutkan.
   
11:13 K: So, death becomes a living K:Jadi, kematian
  menjadi suatu kehidupan...
   
11:20 when ketika isi dari kesadaran,
the content of consciousness,  
   
11:24 which makes its own frontier, yang membuat perbatasannya sendiri,
its own limitation, keterbatasannya sendiri,
   
11:28 comes to an end. berakhir.
   
11:36 And this is not a theory, Dan ini bukan sebuah teori,
   
11:38 not a speculative intellectual bukan
grasp, pemahaman spekulatif intelektual,
   
11:44 but the actual tetapi suatu persepsi
perception of attachment. yang nyata dari kemelekatan.
   
11:49 I am taking that as an example. Saya mengambil itu sebagai
  contoh.
   
11:52 Being attached to something Melekat pada sesuatu...
   
11:54 - property, man, woman, - property, pria, wanita, buku
the book I have written, yang saya tulis,
   
12:00 or the knowledge atau pengetahuan
I have acquired. yang telah saya dapatkan.
   
12:03 The attachment. Kemelekatan.
   
12:05 And the battle to be detached. Dan pertempuran agar terlepas.
   
12:09 Because attachment brings pain. Karena kemelekatan membawa
  rasa sakit.
   
12:12 Therefore I say to myself, Karenanya saya berkata pada diri saya
I must be detached. sendiri, saya harus melepaskannya.
   
12:15 And the battle begins. Dan pertempuran dimulai.
   
12:19 And the whole content of Dan seluruh isi
my consciousness is this dari kesadaran saya adalah ini...
   
12:26 - the battle which we described - pertempuran yang
previously. kita gambarkan sebelumnya.
   
12:28 Now, can that content Sekarang, dapatkah isi itu dikosong-
be emptied - empty itself? kan - mengosongkan dirinya sendiri?
   
12:35 Not emptied Bukan dikosongkan
by an act of perception, oleh tindakan dari persepsi,
   
12:39 you understand? Anda memahami?
- empty itself. - mengosongkan dirinya sendiri.
   
12:43 Which means: can this Yang artinya:
whole content be observed dapatkah seluruh isi ini diamati...
   
12:51 with its unconscious content? serta isi ketidaksadaran nya?
   
12:55 You follow, sir? Anda mengikutinya, Tuan?
A: Yes, I do. I'm thinking... A:Ya, saya mengikuti. Saya berpikir….
   
13:00 K: I can be consciously aware K: Saya dapat dengan sadar
  mewaspadai...
   
13:02 of the content akan isi dari kesadaran saya...
of my consciousness  
   
13:06 - my house, my property, my wife, - rumah saya, properti saya, istri
my children, my job, saya, anak-anak saya, pekerjaan saya,
   
13:11 the things I have acquired, hal-hal yang telah saya peroleh,
the things I have learned. hal-hal yg telah saya pelajari.
   
13:14 I can be consciously aware Saya dapat dengan
of all that. sadar mewaspadai semuanya itu.
   
13:16 But also there is a deeper Tapi juga ada
  yang lebih dalam...
   
13:19 content in the very recesses dari isi batin saya yang
of my mind, tersembunyi,
   
13:26 which is racial, yang bersifat
collective, acquired, rasis, kolektif, perolehan,
   
13:35 the things that unconsciously hal-hal
  yang secara tidak sadar...
   
13:38 I have gathered, the influences, saya kumpulkan,
the pressures, the strains pengaruh, tekanan, ketegangan...
   
13:42 of living in a world dari kehidupan
that is corrupt. dalam dunia yang korup.
   
13:45 All that has seeped in, Semua itu telah meresap,
all that has gathered in there. semua itu telah terkumpul di sana.
   
13:50 A: Both personal and impersonal. A:Baik pribadi
  maupun non pribadi.
   
13:52 K: Impersonal, yes, that's right. K: Non pribadi, ya ,
  itu benar.
   
13:54 A: This includes then A: Ini lalu termasuk...
   
13:56 what the depth psychologists apa yang
are calling para psikoanalis sebut...
   
13:58 'collective unconscious'. 'ketidaksadaran kolektif'. K:Saya ti-
K: I don't know what they call it. dak tahu apa yang mereka sebut itu.
   
14:00 A: As well as A:Maupun kesadaran personal.
the personal consciousness.  
   
14:03 K: Collective as well as... K: Kolektif maupu…
So there is that. Jadi ada itu.
   
14:06 Now, can all that be exposed? Sekarang,
  dapatkah semua itu dibuka?
   
14:11 Because this is very important. Karena ini sangat penting.
   
14:14 If the mind really wants to understand, Jika batin sungguh ingin memahami,
grasp the full meaning of death, menangkap arti lengkap dari kematian,
   
14:24 the vastness of it, the great keluasan nya,
quality of a mind that says, batin yang agung yang berkata,
   
14:28 yes, that's empty! ya itu kosong!
- you follow? - Anda mengikuti?
   
14:30 It gives a tremendous vitality, Itu memberikan vitalitas,
energy. energi yang amat besar.
   
14:35 So, my question is: Jadi pertanyaan saya adalah:
   
14:37 can the mind be aware totally dapatkan batin waspada sepenuhnya
of all the content, akan keseluruhan isinya,
   
14:46 hidden as well as the open, yang tersembunyi
  maupun yang terbuka,
   
14:49 the collective, yang kolektif,
the personal, the racial, yang pribadi, yang rasis,
   
14:54 the transitory? yang tidak kekal?
   
14:56 You follow? The whole of that. Anda mengikuti? Keseluruhannya.
   
15:00 Now, we say it is possible Sekarang, kita berkata
through analysis. itu mungkin melalui analisa.
   
15:07 A: Yes, we do. A:Ya, benar.
   
15:08 K: I said analysis is paralysis. K:Saya katakan
  analisa adalah kelumpuhan.
   
15:13 Because every analysis Karena setiap analisa
must be perfect, complete. harus sempurna, lengkap.
   
15:22 And you are frightened Dan Anda takut itu mungkin
that it might not be complete. tidak lengkap.
   
15:26 And if you have not completed it, Dan jika Anda tidak menuntaskannya,
you carry it over Anda meneruskannya...
   
15:30 as a memory, which will then sebagai suatu memori, yang
analyse the next incident. akan menganalisa kejadian berikutnya.
   
15:36 So each analysis brings Jadi setiap analisa membawa
its own incompleteness. ketidak tuntasannya sendiri.
   
15:41 A: Oh, certainly, yes. A:Oh, tentu saja, ya. K:Karenanya
K: Therefore it is a total paralysis. itu adalah suatu kelumpuhan total.
   
15:48 A: In following what you are saying A:Dalam mengikuti
  apa yang Anda katakan...
   
15:50 I'm very taken with what Saya amat terpesona pada apa
we usually regard as death, yang biasanya kita anggap kematian,
   
15:58 which has a yang memiliki suatu...
   
16:00 very clear relationship to hubungan yang jelas dengan apa
what you've said about the yang Anda katakan tentang...
   
16:03 endless series of analytical acts. seri-seri tindakan analitis yang
K: Acts. Yes, sir. tiada akhirnya. K: Tindakan. Ya Tuan.
   
16:07 A: We regard death as terminus A:Kita menganggap kematian sebagai
in terms of a line. titik akhir dari sebuah garis.
   
16:12 K: Quite, K:Benar sekali,
because we think laterally. karena kita berpikir secara lateral.
   
16:15 A: We think laterally, exactly. A: Kita berpikir secara lateral,
But what you're saying is: persis. Tapi yg Anda katakan adalah:
   
16:19 on the contrary, we must kebalikannya, kita harus
regard this vertically. K: Yes. menganggapnya secara vertikal. K: Ya
   
16:25 A: And in the regarding A:Dan dalam menganggap
of it vertically itu secara vertikal...
   
16:29 we no longer see kita tidak lagi melihat...
   
16:31 - please check me - tolong beritahu bila saya salah -
if I am off here -  
   
16:33 we no longer see death kita tidak
  lagi melihat kematian...
   
16:37 as simply a moment of termination sebagai sekedar
to a certain sebuah saat akhir pada...
   
16:47 trajectory of repetition. sebuah lintasan pengulangan.
   
16:51 But there is a total Tapi ada
qualitative change here, perubahan kualitatif total disini,
   
16:58 which is not yang bukan penghentian
the cessation of something dari sesuatu...
   
17:04 that we have to regret yang harus kita sesali...
   
17:07 as though we had lost seakan-akan kita sudah kehilangan
something valuable. sesuatu yang berharga.
   
17:08 K: Yes, I am leaving K:Ya, saya meninggalkan istri saya
my wife and children. A: Right. dan anak-anak. A: Benar
   
17:11 K: And my property, my K:Dan properti saya,
blasted bank account. akun bank saya yang tersia-sia.
   
17:18 A: Yes, yes. A: Ya, ya.
K: You see, sir, K: Anda lihat, Tuan,
   
17:21 if one can go very deeply jika orang
into this: bisa sangat mendalami ini:
   
17:25 there is this content, isi ini, yang
which is my consciousness, merupakan kesadaran saya,
   
17:32 acquired, inherited, diperoleh, mewarisi,
imposed, influenced, memaksakan, mempengaruhi,
   
17:37 propaganda, attachment, propaganda,
detachment, kemelekatan, pelepasan,
   
17:39 anxiety, fear, pleasure kecemasan, rasa takut, rasa senang,
- all that, - semua itu,
   
17:43 and also the hidden things. dan juga yang tersembunyi.
   
17:46 I'm asking myself, Saya bertanya pada diri sendiri,
since analysis is really paralysis,  
   
17:48   karena analisa
  sesungguhnya adalah kelumpuhan,
   
17:54 - not an intellectual supposition - bukan sebuah pengandaian
  intelektual...
   
17:56 but, actually, tapi, sesungguhnya, itu
it is not a complete act, bukan suatu tindakan yang tuntas,
   
18:01 analysis can never produce analisa tidak akan pernah meng-
a complete act. hasilkan suatu tindakan yang tuntas.
   
18:05 The very word 'analysis' means Arti kata analisa
  sesungguhnya adalah...
   
18:07 to break up, untuk memisahkan, Anda
you know, the breaking up. tahu, pemisahan.
   
18:11 A: To loosen up. A:Untuk melonggarkan.
K: Loosen up, break it up. K:Melonggarkan, memisahkan.
   
18:13 Therefore I reject that totally. Karenanya
  secara total saya menolaknya.
   
18:19 I won't analyse, because I see Saya tidak akan menganalisa,
  karena saya melihat...
   
18:22 the stupidity, kebodohannya,
the paralytic process of it. kelumpuhan dari proses tersebut.
   
18:28 Then what am I to do? Lalu apa yang akan saya lakukan?
You are following? Anda mengikuti?
   
18:31 Because that's the tradition, Karena itu adalah tradisinya,
introspective, introspeksi,
   
18:37 or analysis by myself atau analisa oleh saya sendiri atau
or by a professional, oleh seorang professional,
   
18:46 which is now the fashion, yang sekarang ini sedang trend,
and so on, so on, so on. dan seterusnya, seterusnya.
   
18:49 So if the mind Jadi jika batin
sees the truth of it, melihat kebenarannya,
   
18:53 and therefore dan karenanya analisa runtuh,
analysis falls away,  
   
18:56 then what is the mind lalu apa yang batin
to do with the content? akan lakukan dangan isinya?
   
19:01 You... Anda…
   
19:04 A: Yes, I do see that. A:Ya, saya melihat itu.
   
19:07 K: We know what the content is. K:Kita tahu isinya itu apa.
   
19:09 We don't have to Kita tidak perlu
eternally describe. menggambarkannya tiada hentinya.
   
19:12 Now, what is it to do? Sekarang, apa yang harus
It has to be emptied. dilakukan? Itu harus dikosongkan.
   
19:18 Otherwise Jika tidak,
it is mere continuity. itu hanya sekedar kelanjutan.
   
19:21 A: No, there is no use analysing A:Tidak, tidak ada guna meng-
what is already there, analisa apa yang sudah ada di situ,
   
19:25 because that will not change karena, itu tidak akan berubah...
   
19:27 what is there in any way, apa yang ada di situ dengan
shape or form. cara apa pun, bentuk atau format.
   
19:30 That seems to be very, Itu terlihat
very plain. sangat, sangat jelas.
   
19:36 Perhaps you would Mungkin Anda mau
for a moment explain untuk sejenak menjelaskan...
   
19:45 why mengapa kita sepenuhnya menolak
we simply refuse to see that. untuk melihat itu.
   
19:51 We do believe Kita percaya bahwa
that an analytical enquiry penyelidikan secara analisa...
   
19:55 is ordered to a revelation. diarahkan untuk suatu pengungkapan.
We do believe that. K: No, sir. Kita percaya itu. K:Tidak Tuan.
   
19:59 You can see it in a minute. Anda dapat
  melihatnya dalam sekejap.
   
20:00 Analysis implies the analyser Analisa menyiratkan si penganalisa
and the analysed. A: Yes. dan yang dianalisa. A:Ya.
   
20:06 K: The analyser is the analysed. K:Penganalisa
  adalah yang dianalisa.
   
20:12 A: Yes, we are back to A:Ya kita kembali pada
the observer and the observed. si pengamat dan yang diamati.
   
20:15 K: Obviously! K:Tentu saja!
I am analysing my anger. Saya menganalisa kemarahan saya.
   
20:17 Who is the analyser? Siapa yang menganalisa?
   
20:19 Part of the fragment, Bagian dari fragmen,
which is anger. yaitu kemarahan.
   
20:25 So, the analyser Jadi, penganalisa
pretends to be different berandai-andai dirinya berbeda...
   
20:30 from the analysed. dari yang dianalisa.
   
20:32 But when I see the truth that Tapi ketika saya...
the analyser is the analysed,  
   
20:33   melihat kebenaran bahwa
  penganalisa adalah yang di analisa,
   
20:37 then a totally different maka tindakan
action takes place. yang total berbeda terjadi.
   
20:42 Then there is no conflict Lalu di situ tidak ada konflik...
   
20:43 between the analyser antara penganalisa dan
and the analysed. yang dianalisa.
   
20:45 There is instant action, Ada tindakan seketika,
a perception, sebuah persepsi,
   
20:49 which is the ending yang adalah berakhirnya dan
and going beyond the 'what is'. melampuinya 'apa adanya'.
   
20:54 A: The reason I asked for A:Alasan saya minta penjelasan
the explanation was because adalah karena...
   
20:58 of the concern raised earlier masalah yang sebelumnya diangkat
about knowledge. tentang pengetahuan.
   
21:01 K: Yes. After all, K:Ya. Lagipula,
the observer is knowledge. pengamat adalah pengetahuan.
   
21:06 A: Yes, I was concerned that A: Ya, saya prihatin bahwa...
   
21:12 study, in its proper form belajar,
  dalam bentuk yang tepat...
   
21:16 was not regarded - in the tidak dianggap - dalam
context of our discussion - konteks diskusi kita -
   
21:22 as unprofitable as such. sebagai tidak menguntungkan.
K: No, no, of course not. K:Tidak, tidak, tentu saja tidak.
   
21:24 A: We don't mean that. A:Kita tidak bermaksud demikian
K: We didn't even discuss it. K:Kita bahkan tidak mendiskusikannya.
   
21:27 That's so obvious. Itu sangat jelas.
A: Exactly. Yes, fine, do go. A: Persis. Ya , baik, lanjutkan.
   
21:29 Well, yes, it is obvious Baiklah, ya, itu sangat jelas
in terms of our discussion, dalam diskusi kita,
   
21:33 but the thing tapi hal yang menjadi
that concerns me is that perhatian saya adalah, bahwa...
   
21:35 so ingrained is the notion that... begitu dalam
  tertanamnya gagasan bahwa…
   
21:39 For instance, in the Sebagai contoh, dalam cerita
story I told you about, yang saya paparkan pada Anda perihal,
   
21:42 when I came to hear you ketika saya datang mendengarkan
years ago, Anda bertahun-tahun lalu,
   
21:44 I began doing analysis saya mulai menganalisa saat
while I was listening to your words, sedang mendengarkan kata-kata Anda,
   
21:49 and consequently I could dan konsekuensinya saya hampir tidak
hardly end up with anything pernah mendapatkan apa pun...
   
21:53 qualitatively different secara kualitas berbeda dari
from what I came in with. apa yang saya bawa.
   
21:57 But you see, Tapi Anda lihat,
I didn't see that at the time. saya tidak memahaminya waktu itu.
   
22:00 And in our videotaping Dan dalam perekaman video
our conversations here, dialog kita di sini,
   
22:04 this will be listened to, ini akan didengarkan,
   
22:06 and when we say 'yes' about dan ketika kita berkata 'ya'
knowledge, this is obvious tentang pengetahuan, ini jelas...
   
22:10 - in the context of our conversation -dalam
it is. konteks dialog kita itu jelas.
   
22:12 But then I'm thinking of... Tapi kemudian
  saya memikir tentang…
   
22:14 K: Not only in the context K:Tidak hanya
of our conversation,... dalam konteks dialog kita…
   
22:16 ...it is so. …itu memang seperti itu.
A: It is as such. A:Seperti itu.
   
22:18 K: Life is that. K:Kehidupan adalah demikian. A:Per-
A: Exactly, I couldn't agree, sis, saya tidak dapat menyetujuinya,
   
22:21 but immediately I flashed back tapi saya
  langsung terkilas balik...
   
22:23 to my own behaviour, pada tingkah laku saya,
   
22:26 and I know that dan saya tahu bahwa
I was not alone in that, saya tidak sendirian dalam hal itu,
   
22:31 because I listened karena saya telah mendengarkan
to other conversations pembicaraan-pembicaraan lain...
   
22:33 regarding it at the time. tentang hal ini pada saat itu.
   
22:35 But, yes, I see what you mean Tapi, ya, saya melihat apa
now about analysis as such. yang Anda sekarang maksudkan...
   
22:38   tentang analisa seperti itu.
   
22:40 It seems to me very clear. Bagi saya itu terlihat sangat jelas.
K: Analysis implies, sir, K:Analisa menyiratkan, Tuan,
   
22:42 the analyser and the analysed. penganalisa dan yang dianalisa.
   
22:44 A: Precisely. A:Persis.
K: The analyser is the analysed. K:Penganalisa adalah yang dianalisa.
   
22:47 And also analysis Dan juga analisa
implies time, duration. menyiratkan waktu, durasi.
   
22:50 I must take time to unearth, Saya membutuhkan waktu untuk
to uncover, menggali, membuka,
   
22:57 and it will take me dan itu akan mengambil
rest of my life. seluruh sisa kehidupan saya.
   
23:00 A: This is a confusion A:Ini adalah kebingungan yang kita
we have about death too, miliki juga tentang kematian,
   
23:03 death's relation to time. hubungan kematian dengan waktu.
   
23:04 K: That's right. I'm coming to that. K:Itu benar.
  Saya akan sampai kesitu.
   
23:06 A: Yes, of course, A: Ya, tentu saja,
yes, please do, please. ya, silahkan, silahkan.
   
23:09 K: So, the mind, perceiving, K:Jadi, batin, memahami,
discards analysis completely. membuang analisa sepenuhnya.
   
23:17 Not because it's not profitable, Bukan karena itu tidak
  menguntungkan,
   
23:22 not because it doesn't get me bukan karena itu tidak membawa saya
where I want, ke mana saya menginginkannya,
   
23:25 but I see the impossibility tapi saya
  melihat kemustahilan...
   
23:29 of emptying the consciousness dari mengosongkan kesadaran
of its content, dari isinya,
   
23:33 if the mind approaches jika batin mendekatinya
through that channel: melalui jalur itu:
   
23:40 analyser, time, penganalisa, waktu,
and the utter futility dan kesia-siaan mutlak...
   
23:45 - at the end of 40 years -pada akhir 40 tahun saya
I am still analysing. masih menganalisa.
   
23:50 A: And the content A:Dan isi dari kesadaran saya...
of my consciousness  
   
23:52 has not qualitatively changed secara kualitatif tidak berubah
at all. K: Changed at all. sama sekali. K:Sama sekali.
   
23:54 A: No, it's becoming intensified A:Tidak, itu menjadi
in its corruption. diperkuat dalam korupsinya.
   
23:58 K: That's right. That's right. K: Itu benar. Itu benar.
   
24:02 But the mind Tapi batin harus melihat isinya,
must see its content,  
   
24:07 must be totally aware of it, harus waspada sepenuhnya akan itu,
not fragments of it. bukan fragmen-fragmen darinya.
   
24:14 How is that to be done? Bagaimana itu harus dilakukan?
   
24:17 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
A: Yes, I do. A:Ya. Saya mengikuti.
   
24:19 K: Because that's very important K:Karena itu sangat penting
in relation to death. sehubungan dengan kematian.
   
24:25 Because the content of my Karena isi dari kesadaran saya
consciousness is consciousness. adalah kesadaran.
   
24:32 That consciousness is me, Kesadaran itu adalah saya,
   
24:35 my ego, my saying, ego saya, ucapan saya,
'I and you, we and they', 'Saya dan Anda, kita dan mereka',
   
24:45 whether they the communists, apakah mereka komunis, Katolik,
they the Catholics,  
   
24:48 they the Protestants, mereka Protestan,
or they the Hindus - they and we. atau Hindu - mereka dan kita.
   
24:54 So, Jadi, adalah sangat penting
it is very important to find out untuk mencari tahu
   
24:59 whether it is possible apakah mungkin
to empty consciousness untuk mengosongkan kesadaran
   
25:03 of its content. dari isinya.
   
25:04 Which means the dying to the me. Yang artinya matinya si aku.
   
25:12 You follow? Anda mengikuti?
   
25:14 A: Yes, I do. A:Ya, saya mengikuti.
K: Because that is the me. K:Karena itu adalah si aku.
   
25:19 A: This is A:Inilah di mana teror dimulai.
where the terror starts.  
   
25:21 K: That's where the terror starts. K:Itu di mana teror dimulai.
   
25:22 A: Precisely. A: Persis.
There's the intuition that, if I die Ada intuisi bahwa, jika saya mati...
   
25:25 to the content of this consciousness, pada isi dari kesadaran ini, bahwa
that I am wiped out. saya akan musnah.
   
25:29 K: Yes. K: Ya
   
25:31 I, who have worked, Saya, yang telah bekerja,
   
25:34 who have lived a righteous life yang telah hidup dengan baik
- or unrighteous life - - atau hidup tidak baik -
   
25:37 who have done so much, yang telah melakukan begitu banyak,
mischief or good, kenakalan atau kebaikan,
   
25:43 I have struggled saya telah bergulat
to better myself, untuk memperbaiki diri saya,
   
25:47 I've been so kind, so gentle, saya demikian baiknya,
  santun,
   
25:49 so angry, so bitter demikian marahnya, sakit hati
- you follow? - - Anda mengikuti? -
   
25:52 and when you say dan ketika Anda mengatakan
empty your consciousness, kosongkan kesadaran Anda,
   
25:57 it means you are asking me itu artinya Anda meminta saya
to die to all that! untuk mati akan semua itu!
   
26:01 So, you are touching Jadi, Anda telah menyentuh tepat
at the very root of fear. pada akar dari rasa takut.
   
26:10 A: Yes, exactly. K: At the root A:Ya, persis. K:Pada akar dari
of terror of not being. teror tiada keberadaan.
   
26:20 Oh yes, that's it, sir. Oh ya, itulah, Tuan.
   
26:23 And Dan saya ingin
I want to immortalise that me. mengabadikan si aku itu.
   
26:32 I do it through books, Saya melakukannya melalui
  buku-buku,
   
26:35 writing a book, and say, menulis buku, dan berkata,
famous book. buku yang terkenal.
   
26:39 Or I paint. Atau saya melukis.
   
26:43 Or through paint, through works, Atau melalui melukis, kerja,
through good acts, tindakan yang baik,
   
26:47 through building this or that, melalui membangun ini atau itu,
I immortalise myself. saya mengabadikan diri saya.
   
26:55 A: This has very pernicious effects A:Ini memiliki efek amat tidak baik
within the family, dalam keluarga,
   
26:59 because we must have a son karena kita harus
in order to... punya anak laki-laki agar supaya…
   
27:03 K: ...carry on. K:…melanjutkannya. A:...mengabadikan
A: ...immortalise the name in time. namanya pada waktunya.
   
27:06 K: Therefore the family K:Karenanya keluarga menjadi
becomes a danger. A: Exactly. sebuah ancaman. A:Tepat sekali.
   
27:15 K: So, K: Jadi, lihat apa
look what we have done, sir: yang telah kita lakukan, Tuan:
   
27:18 the ancient Egyptians Orang Mesir kuno
immortalised themselves, mengabadikan diri mereka,
   
27:23 made their life immortal membuat kehidupan mereka abadi
by thinking, carrying on. dengan berpikir, teruskan.
   
27:27 A: Perpetuity. A:Keberlangsungan.
K: Perpetuity. K:Keberlangsungan.
   
27:31 And the robbers Dan perampok datang
come and tear it all to pieces. dan menghancurkan itu semua.
   
27:37 Tutankhamen Tutankhamen sekarang hanya
is merely a mask now, sebuah topeng,
   
27:41 a golden mask with a mummy, sebuah topeng emas dengan
and so on. sebuah mumi, dan seterusnya.
   
27:45 So, man has sought immortality Jadi, manusia telah
through works, mencari keabadian lewat karya,
   
27:50 through every way to find melalui setiap cara
that which is immortal, untuk menemukan apa yang abadi,
   
27:58 that is, beyond mortality. yaitu, di luar kefanaan.
   
28:03 Right? Betul?
   
28:05 A: It's a very remarkable thing A:Adalah sesuatu yang luar biasa
that the word 'immortal' bahwa kata 'keabadian'...
   
28:08 is a negative. adalah negatif.
K: Yes, not mortal. K:Ya, tidak fana.
   
28:10 A: Yes, it's not saying what it is. A:Ya, itu tidak mengatakan
  hakekatnya apa.
   
28:17 K: We are going to find out what it is. K: Kita akan mencari tahu apakah itu.
A: Good. A: Baiklah.
   
28:21 K: You follow, sir? K: Anda mengikuti, Tuan? Ini adalah
This is a very, very serious thing. hal yang sangat, sangat serius.
   
28:23 It isn't a plaything between Ini bukan sebuah permainan antara
two people enjoying a discussion, dua orang yang menikmati diskusi,
   
28:27 It is tremendously important! Ini adalah hal yang teramat
  penting!
   
28:31 A: Yes, I was laughing A:Ya, saya mentertawakan
at the irony of it. ironi darinya.
   
28:36 That, inherent in the structure Bahwa, melekat
of that word, pada struktur dari kata itu,
   
28:40 there is a warning, ada sebuah peringatan,
   
28:42 and we just go right dan kita begitu saja
through the red light. menerobos lampu merah.
   
28:44 K: Right. K:Benar.
A: Yes, please do go on. A:Ya, silahkan lanjutkan.
   
28:47 K: So, what is immortality? K:Jadi, apakah itu keabadian?
   
28:52 Not the book. Bukan menurut buku.
A: Oh no. A: Oh, tentu tidak.
   
28:55 K: Not the painting K:Bukan lukisan yang telah
which I have done, saya buat,
   
28:57 not, going to the moon bukan, pergi ke bulan...
   
28:59 and putting some dan menancapkan
idiotic flag up there. bendera tolol di sana.
   
29:03 Not, living a righteous life, Bukan, menjalani kehidupan
  yang berbudi,
   
29:07 - or not living a righteous life. - atau tidak menjalani kehidupan
  yang berbudi...
   
29:09 So, what is immortality? Jadi, apakah itu keabadian?
   
29:15 The cathedrals are beautiful, Katredal-katredal adalah indah,
marvellous cathedrals, menakjubkan,
   
29:20 in stone; an earthquake comes terbuat dari batu,
- gone. sebuah gempa datang, - lenyap.
   
29:25 You carve out of marble a Anda ukir dari marmer sesuatu
marvellous thing of Michelangelo, yang menakjubkan dari Michelangelo,
   
29:32 an earthquake, fire sebuah gempa, kebakaran
- destroyed. - hancur.
   
29:35 Some lunatic comes along Orang gila tertentu datang dengan
with a hammer and breaks it up. palu dan menghancurkannya.
   
29:40 So, it is in none of those. Jadi, bukan seperti itu.
   
29:45 Right? Benar?
A: Right. A: Benar
   
29:47 K: Because that is capable K:Sebab itu bisa dihancurkan.
of being destroyed.  
   
29:54 Every statue becomes Setiap patung
a dead thing, menjadi sebuah benda mati,
   
29:59 every poem, every painting. setiap sajak, setiap lukisan.
   
30:03 So, then one asks, Lalu, orang bertanya,
what is immortality? apakah keabadian?
   
30:06 It's not in the building Itu bukan di dalam bangunan
- just see it, sir - - lihatlah itu, Tuan -
   
30:10 It's not in the cathedral. Itu bukan di dalam katredal.
   
30:12 It's not in the Saviour, Itu bukan dalam si Penyelamat,
which you have invented, yang Anda sudah ciptakan,
   
30:17 which thought has invented. yang pikiran telah ciptakan.
   
30:19 Not in the gods that man has Tidak dalam dewa-dewa yang manusia
created out of his own image. telah ciptakan dari citra dirinya.
   
30:25 Then what is immortality? Lalu apakah keabadian itu?
   
30:29 Because that is related to Karena itu terkait
consciousness and to death. dengan kesadaran dan kematian.
   
30:37 Unless I find that out, Hanya jika saya menemukannya,
death is a terror. kematian adalah teror.
   
30:41 A: Of course, of course. A:Tentu saja, tentu saja.
   
30:45 K: I have tried to immortalise K:Saya telah
myself, mencoba membuat diri saya abadi,
   
30:48 become immortal by the thought menjadi abadi oleh pikiran...
   
30:52 that there is a Brahman, bahwa ada Brahman, ada Tuhan,
there is a God,  
   
30:54 there is eternality, ada kekekalan,
there is a nameless one, ada yang tidak bernama,
   
30:59 and I will do everything dan saya akan lakukan
to approach him. apapun untuk mendekati itu.
   
31:04 Therefore Karenanya saya akan menjalani
I'll lead a righteous life. kehidupan yang benar.
   
31:07 Therefore I will pray, Karenanya saya akan sembahyang,
I will beg, I will obey. saya akan meminta, saya akan patuh,
   
31:10 I will live a life of poverty, Saya akan menjalani hidup
chastity, kemiskinan, kesucian,
   
31:15 and so on, so on, so on, dan seterusnya, dan seterusnya,
   
31:18 in order to have agar supaya kenyataan keabadian
that immortal reality with me. ada pada saya.
   
31:24 But I know all that Tapi saya tahu semua hal itu
is born of thought. lahir dari pemikiran.
   
31:30 Right, sir? A: Yes, as soon as... Betul, Tuan? A: Ya, segera...
K: Wait a minute, sir, K:Tunggu sebentar, Tuan,
   
31:32 see what happens. lihat apa yang terjadi.
   
31:34 So I see Jadi saya melihat
thought and its products pikiran dan produknya...
   
31:38 are adalah anak-anak
the children of barren women. dari wanita yg mandul.
   
31:42 A: Precisely. A: Persis.
   
31:45 K: See what's taken place. K:Lihat apa yang telah terjadi.
Then what is immortality? Lalu apakah keabadian?
   
31:57 The beauty in the church Keindahan di dalam gereja
- not I built the church - - bukan saya yang membangun gereja -
   
32:03 the beauty in the cathedral, Keindahan dalam katedral,
the beauty in the poem, keindahan dalam puisi,
   
32:06 the beauty in the sculpture. keindahan dalam patung.
   
32:10 The beauty, Keindahan,
not the object of beauty. bukan obyek dari keindahan.
   
32:15 I wonder... Saya bertanya-tanya…
   
32:16 A: The beauty itself. A:Keindahan itu sendiri.
K: Itself. K:Itu sendiri.
   
32:19 That is immortal. Itulah keabadian.
   
32:22 And I cannot grasp that, Dan saya tidak dapat memahaminya,
the mind cannot grasp it, batin tidak dapat memahaminya,
   
32:28 because beauty is not in karena keindahan
the field of consciousness. tidak berada di area kesadaran.
   
32:39 A: You see, what you have said, A:Anda lihat, apa yang Anda
again, telah katakan, sekali lagi,
   
32:41 stands it all on its head. semuanya jungkir balik.
   
32:44 We think when something dies Kita pikir ketika sesuatu mati...
   
32:47 that we have cherished, yang sangat kita sayangi,
that is beautiful, yang indah,
   
32:49 that beauty dies, in some sense, keindahan itu mati,
  dalam makna tertentu,
   
32:54 with that which has passed away. bersamaan dengan yang telah
K: Passed away, yes. meninggal. K:Meninggal, ya.
   
33:00 A: Actually it's the feeling A:Sesungguhnya itu adalah perasaan
of being bereft of that beauty kehilangan akan keindahan itu...
   
33:08 that I regarded as my privilege yang saya anggap sebagai hak istimewa
to have personal access to. untuk memiliki akses pribadi kesitu.
   
33:14 The belief that that has perished, Kepercayaan bahwa itu telah musnah,
not simply being lost, tidak hanya sekedar hilang,
   
33:19 because what is lost sebab apa yang hilang, berhubung
is by its nature hakekatnya,
   
33:25 predisposed to be found. cenderung untuk ditemukan.
   
33:27 But to perish is to be Tapi musnah adalah sama sekali
wiped out utterly, isn't it? terhapus, bukankah demikian?
   
33:32 And so the belief is deep. Dan karenanya kepercayaan itu dalam.
K: Oh, very, very. K:Oh, sangat, sangat.
   
33:36 A: Extremely deep with respect A:Sangat dalam terkait dengan
to what we mean by perish. apa yang kita maksud dengan musnah.
   
33:40 In fact, the word isn't used Kenyataannya, kata itu tidak amat
very often, it's frightening, sering digunakan, itu menakutkan,
   
33:43 it's a very frightening word. Itu sebuah kata
  yang sangat menakutkan.
   
33:44 We always talk about Kita selalu membicarakan
losing things, tentang kehilangan sesuatu,
   
33:45 hardly ever do we say hampir tidak pernah
something perishes. kita berkata sesuatu musnah.
   
33:48 Now back to what I mentioned Sekarang kembali kepada apa yang
about standing it on its head. saya sebut tentang jungkir balik.
   
33:53 The image came to my mind Gambaran datang kepada saya
as a metaphor sebagai sebuah metafora.
   
34:00 - I hope not one of those images - Saya berharap tidak salah satu dari
we've been talking about. gambaran yang telah kita bicarakan.
   
34:03 That beauty, Keindahan itu,
   
34:08 rather than being imprisoned dari pada terpenjara
and therefore taken down dan karenanya dibawa...
   
34:14 to the utter depths of nullity, ke kedalaman yang tiada artinya
when the thing perishes, sama sekali, ketika itu musnah,
   
34:19 has simply let it go. telah begitu saja dilepaskan.
   
34:24 In some sense beauty has let Dalam arti tertentu, keindahan
this expression go. telah membiarkan ekspresi ini pergi.
   
34:30 That is upside down from Ini adalah terbalik
what is usually thought. dari yang biasanya dipikirkan.
   
34:33 K: I know, I know. K:Saya tahu, saya tahu.
   
34:35 A: And it has probably let it A:Dan itu mungkin membiarkannya
go precisely on time. pergi secara tepat waktu.
   
34:41 K: That's right. K:Itu benar. A:Itu adalah apa
A: That's what's so marvellous. yang demikian menakjubkan darinya.
   
34:44 Yes, yes. Ya, ya.
   
34:45 K: So, immortality, we have said, K:Jadi, keabadian,
  telah kita sebut,
   
34:50 is within the field of time. adalah dalam bidang waktu.
   
34:55 A: In the one field. A: Dalam satu bidang itu.
   
34:58 K: Right? K:Benar?
A: Yes. A:Ya.
   
34:59 K: The field of time. A: Yes. K:Bidang waktu.
  A:Ya.
   
35:01 K: And death is also then K:Dan lalu,
in the field of time. kematian juga dalam bidang waktu.
   
35:06 Because I have created, Karena saya telah menciptakan,
   
35:10 through thought, melalui pikiran,
the things of time. hal-hal dari waktu.
   
35:15 And death is the ending Dan kematian
  adalah pengakhirannya...
   
35:19 or the beginning atau awal dari
of a state which is timeless. keadaan yang tanpa waktu.
   
35:25 Of that I am frightened. Yang padanya saya takut.
   
35:29 So, I want everything Jadi, saya ingin semuanya diawetkan
preserved in the field of time. dalam bidang waktu.
   
35:39 You follow, sir? Anda mengikutinya, Tuan?
A: Yes, yes, we think it could... A:Ya, ya, kita pikir itu bisa…
   
35:42 K: And that is K:Dan itulah
what we call immortal yang kita sebut keabadian...
   
35:46 - the statue, the poem, - patung, puisi, gereja, katedral.
the church, the cathedral.  
   
35:51 And I see also Dan saya juga melihat semua itu
all that is corruptible, dapat rusak,
   
35:55 destroyed by one accident, dihancurkan oleh satu kejadian,
   
36:01 or by an earthquake atau oleh gempa bumi
- everything is gone. - semua jadi lenyap.
   
36:06 So, immortality is not Jadi, keabadian
within the field of time. tidak dalam wilayah waktu.
   
36:17 And time is thought Dan waktu adalah pikiran
- of course. - tentu saja.
   
36:22 A: Of course, yes, that follows. A:Tentu saja, ya, itu mengikuti.
K: Of course. K:Tentu saja.
   
36:25 So, Jadi,
anything that thought creates apa pun yang diciptakan pikiran...
   
36:29 must be within the field of time. tentunya berada
  dalam wilayah waktu.
   
36:36 And yet thought is trying Dan meski demikian, pikiran
to seek immortality, mencoba untuk mencari keabadian,
   
36:40 which is, immortality of itself yang adalah keabadian itu sendiri-dan
- and the things it has created. hal-hal yang telah diciptakannya.
   
36:50 You... Anda…
A: Yes. A:Ya.
   
36:51 K: So, then the problem is, K:Lalu masalahnya adalah,
can the mind see all this, dapatkah batin melihat semua ini.
   
37:02 - see it! - melihatnya!
Not imagine that it is seeing it. Bukan membayangkan melihatnya.
   
37:07 A: No, actually see it. A:TIdak, benar-benar melihatnya.
K: Actually see it. K:Benar-benar melihatnya.
   
37:13 A: Yes, the remark I made before, A:Ya, ucapan
  yang saya buat sebelumnya,
   
37:16 when you began saying ketika Anda mulai mengatakan
the field of time wilayah waktu...
   
37:18 and I said the one field, dan saya berkata
  wilayah yang satu itu,
   
37:21 I didn't mean saya tidak maksudkan
that the field of time, bahwa wilayah waktu itu,
   
37:24 as you've described it, seperti yang Anda telah gambarkan,
is the one field, adalah wilayah waktu itu,
   
37:25 but that we could be tapi bahwa kita dapat begitu
so appallingly... mengerikannya…
   
37:28 K: ...blind. K:...buta.
A: ...mistaken and blind... A:...salah dan buta...
   
37:30 K: Ignorant. K:Bebal.
   
37:31 A: ...that the field of time A:...bahwa wilayah waktu
is another fragment and... adalah suatu fragmen lain dan...
   
37:36 K: That's right. K:Itu benar.
A: ...it's the only field. A:...itu adalah satu-satunya wilayah.
   
37:38 And what really struck me was: Dan yang benar-benar menerpa
  saya adalah:
   
37:45 this misuse of thought penyalahgunaan pikiran ini...
   
37:48 generates the most appalling menghasilkan
avarice. ketamakan yang mengerikan.
   
37:51 K: Yes, sir. K:Ya, Tuan.
   
37:57 A: I'm walling myself up A:Saya mendindingi diri saya
in stone. dengan batu.
   
38:02 Yes, please. Ya silakan.
   
38:03 K: So, K:Jadi,
   
38:09 the mind, perceiving all this, batin, menyadari ini semua,
if it is alert, jika ia siaga,
   
38:13 if it has been watchful jika ia waspada setiap waktu...
all the time  
   
38:16 that we have been discussing, yang telah kita diskusikan,
   
38:19 must inevitably see tentunya pasti melihat...
   
38:21 the whole content exposed, seluruh isi yang terkuak,
   
38:27 without any effort. tanpa usaha apapun.
   
38:29 It's like reading a map. Itu seperti membaca sebuah peta.
   
38:31 You spread it out and look. Anda membentangkannya
  dan melihat.
   
38:35 But if you want to go Tapi jika Anda ingin menuju
in a direction, ke suatu arah,
   
38:38 then you don't look maka Anda tidak melihat
at the whole map. pada seluruh peta.
   
38:43 Then you say, I want to go Lalu Anda berkata,
from here to there, saya mau pergi dari sini ke sana,
   
38:45 the direction is there, arahnya adalah di sana,
so many miles, sekian mil,,
   
38:47 and... dan...
you don't look at the rest. Anda tidak melihat pada sisanya.
   
38:51 What we are asking is, Yang kita minta adalah,
no direction but just look. tanpa arah tapi hanya melihatnya.
   
38:58 Look at the content Melihat pada isi
of your consciousness, dari kesadaran Anda,
   
39:03 without direction, tanpa arah , tanpa pilihan.
without choice.  
   
39:09 Be aware of it Mewaspadai akan itu...
   
39:11 without tanpa usaha
any exertion of discernment. mencari tahu apa pun.
   
39:18 Be choicelessly aware Waspada tanpa pilihan akan
of this extraordinary map. betapa luar biasanya peta ini.
   
39:26 Then that choiceless awareness Lalu kewaspadaan tanpa
  pilihan itu...
   
39:29 gives you that tremendous energy memberikan Anda
  energi yang amat besar...
   
39:31 to go beyond it. untuk ke luar dari itu.
   
39:34 But you need energy Tapi Anda butuh energi
to go beyond it. untuk ke luar dari itu.
   
39:39 A: This leads me A:Ini membawa saya...
   
39:41 to the notion of reincarnation pada gagasan reinkarnasi...
   
39:46 that we began to touch yang kita mulai sentuh
on a little earlier: sebelumnya:
   
39:49 I see the demonic root in that. saya melihat akar jahat dari itu.
K: Yes, sir. K:Ya, Tuan.
   
39:54 You see, reincarnate next life. Anda lihat,
  berinkarnasi kehidupan berikutnya.
   
39:59 Nobody says, incarnate now. Tidak ada yang berkata, berinkarnasi
A: Yes, exactly. sekarang. A:Ya, persis.
   
40:04 K: You follow, sir? K:Anda mengikutinya, Tuan?
A: Yes, I do, I do. A:Ya, saya mengikutinya.
   
40:06 K: You can only incarnate now, K:Anda hanya dapat berinkarnasi
when you die to the content. sekarang, saat Anda mati pada isinya.
   
40:13 You can be reborn, Anda dapat lahir kembali,
regenerated totally, ber-regenerasi secara total,
   
40:17 if you die to the content. jika Anda mati pada isinya.
   
40:19 A: Yes. Yes. Yes. A:Ya. Ya. Ya.
   
40:23 And there is a terrible truth Dan ada kebenaran yang
  mengerikan...
   
40:29 on the dark side, di sisi gelap, sisi iblis...
the demonic side  
   
40:32 to this pada doktrin reinkarnasi ini,
doctrine of reincarnation,  
   
40:36 because, karena,
if that content of consciousness jika isi dari kesadaran itu...
   
40:38 is not emptied out, tidak dikosongkan,
   
40:41 then it must prevail! maka itu pasti menguasai!
K: So what happens? K:Jadi apa yang terjadi?
   
40:45 A: Then it really does, yes! A:Lalu itu sungguh menguasai, ya!
K: It prevails. K:Itu menguasai.
   
40:48 So what happens? Lalu apa yang terjadi?
   
40:52 I do not know, as a human being, Saya tidak tahu, sebagai umat
how to empty this thing. manusia, bagaimana mengosongkan ini.
   
40:57 I'm not even interested, Saya bahkan tidak tertarik,
I'm only frightened. saya hanya takut.
   
41:01 A: Only scared to death. A:Hanya takut setengah mati.
K: Scared to death. K:Takut setengah mati.
   
41:03 And I preserve something, Dan saya mempertahankan sesuatu,
   
41:05 and I die, am burned, dan saya mati, saya dibakar,
or buried under ground. atau dikubur dalam tanah.
   
41:10 The content goes on. Isinya berlanjut.
   
41:15 As we said, the content of me Seperti yang kita katakan,
is your content also, isi dari saya adalah isi Anda juga,
   
41:22 it's not so very different. Itu tidak terlalu berbeda.
A: No, no, no. A: Tidak, tidak, tidak.
   
41:27 K: Slightly modified, K: Sedikit termodifikasi,
slightly exaggerated, sedikit berlebihan,
   
41:30 given certain tendencies, dengan kecenderungan tertentu,
which depend on yang tergantung pada...
   
41:33 your conditioning of environment, keterkondisian Anda dari lingkungan,
and so on, so on, dan seterusnya, dan seterusnya,
   
41:35 but it is essentially tapi esensinya
same consciousness. adalah kesadaran yang sama.
   
41:41 Unless a human being Kecuali seorang umat manusia
empties that consciousness, mengosongkan kesadaran itu,
   
41:45 that consciousness goes on kesadaran itu
like a river, berlanjut seperti sebuah sungai,
   
41:51 collecting, accumulating mengumpulkan, menambahkan
- all that's going on. - semua itu yang terjadi.
   
41:55 And out of that river Dan keluar dari sungai itu
comes the expression muncul ekspresi...
   
42:01 or the manifestation atau manifestasi dari seseorang
of the one that is lost. yang telah sesat.
   
42:06 When the mediums, Ketika medium, pemanggilan arwah,
seances, all those say semua itu bilang,
   
42:13 your brother, your uncle, saudaramu, pamanmu, istrimu
your wife is here, ada di sini,
   
42:16 what has happened is they apa yang terjadi adalah,
have manifested themselves mereka mewujudkan diri mereka,
   
42:21 out of that stream which is ke luar dari arus itu yang merupa-
the continuous consciousness kan kesadaran yang berkelanjutan...
   
42:27 of struggle, pain, unhappiness, dari pergulatan, kesakitan, ketidak-
misery - all that. bahagiaan, kesedihan - semua itu.
   
42:36 And a man who has observed Dan manusia
  yang sudah mengamati...
   
42:41 and has looked at the dan telah melihat pada kesadaran,
consciousness, and empties it, dan mengosongkannya,
   
42:45 he doesn't belong to dia sama sekali tidak terkait
that stream at all. pada arus itu.
   
42:52 Then he is living Lalu dia hidup setiap saat
each moment anew, secara baru,
   
42:58 because he is dying each moment. karena dia mati setiap saat.
You understand, sir? Anda memahaminya Tuan?
   
43:02 A: Oh yes, I do, yes, I do. A: Oh ya, saya mengerti.
   
43:04 K: There is no accumulation K:Tidak ada akumulasi dari diri,
of the me  
   
43:07 which has to be expressed. yang perlu diekspresikan.
   
43:09 He is dying every minute, Dia mati setiap menit,
   
43:13 living every minute, hidup setiap menit
and dying every minute. dan mati setiap menit.
   
43:16 And therefore in that there is Dan karenanya di dalam itu ada,
   
43:20 - what shall I say? - -apa yang harus saya katakan? -
there is no content. tidak ada isi di situ.
   
43:22 You follow, sir? Anda mengikutinya, Tuan?
A: Yes. A: Ya.
   
43:26 K: It is like K: itu seperti suatu energy luar
a tremendous energy in action. biasa dalam tindakan.
   
43:30 A: This gives a totally different A:Ini memberi pemahaman yang
  berbeda sama sekali...
   
43:33 understanding of what we mean by dari apa yang
  kita maksudkan dengan...
   
43:39 the phrase 'in the afterlife'. frasa " hidup setelah kematian".
   
43:44 On the one hand, there is Di satu sisi,
this continuity in disordered ada keberlangsungan dari kekacauan...
   
43:51 content of consciousness... isi dari kesadaran…
K: It is totally disordered. K: Itu total kacau.
   
43:53 A: ...which is not A:…yang kualitatif secara radikal
radically affected tidak terpengaruh,
   
43:59 qualitatively sehubungan dengan sifatnya,
with respect to its nature,  
   
44:01 simply because somebody has sekadar karena seseorang berhenti
stopped breathing for good. No. bernafas untuk selamanya. Tidak.
   
44:05 It's on its way. Itu sedang dalam perjalanannya.
K: On its way. K:Dalam perjalanannya.
   
44:07 A: And therefore A:Dan karenanya,
   
44:10 the attempt that is often made usaha yang seringkali dibuat
on the part of persons oleh orang-orang...
   
44:19 to contact untuk menghubungi arus
this stream of consciousness kesadaran ini...
   
44:22 after the death of a person, setelah kematian seseorang,
   
44:24 when made within the same ketika dibuat dalam kualitas
quality of consciousness, yang sama dari kesadaran,
   
44:31 attains nothing but tidak mendapatkan apa-apa
a reinforcement... selain sebuah penguatan…
   
44:34 K: Yes, that's right. K: Ya, itu benar. A:…dalam
A: ...within their own personal life. kehidupan pribadi mereka sendiri.
   
44:37 And it does a terrible thing Dan itu mengakibatkan suatu
  hal yang mengerikan...
   
44:38 to their content of consciousness pada isi dari kesadaran mereka...
   
44:40 which has gone on, yang telah terus berlanjut, karena
since it also feeds that some more. itu juga memberi makan lebih lagi.
   
44:44 K: That's right. K: Itu benar.
   
44:46 A: Yes, I do see that. Ya, saya melihatnya.
   
44:48 K: A person came to see me, K:Seseorang datang pada saya,
and his wife was dead. dan istrinya sudah meninggal.
   
44:55 And he really thought Dan dia sungguh mengira
he loved her. bahwa ia mencintainya.
   
44:59 So he said, Jadi dia berkata,
I must see my wife again. saya harus temui istri saya lagi.
   
45:03 Can you help me? Dapatkah Anda menolong saya?
   
45:05 I said, Saya berkata, istri yang mana
which wife do you want to see? yang Anda mau temui?
   
45:08 The one that cooked? Yang memasak?
   
45:11 The one that bore the children? Yang melahirkan anak-anak?
   
45:13 The one that gave you sex? Yang memberi Anda seks?
   
45:16 The one that quarrelled Yang bertengkar dengan Anda?
with you?  
   
45:19 The one that dominated you, Yang mendominasi Anda,
frightened you? menakutkan bagi Anda?
   
45:25 He said, I don't want Dia berkata, saya tidak ingin
to meet any of those. bertemu dengan satupun dari yang itu.
   
45:28 I want to meet the good of her. Saya ingin bertemu dengan
  kebaikan dari dia.
   
45:35 You follow, sir? Anda mengikutinya , Tuan?
A: Yes, yes, yes, yes. A: Ya, ya, ya, ya.
   
45:37 K: The image of the good K: Gambaran dari yang baik
he has built out of her. yang telah ia bangun dari istrinya.
   
45:43 None of the ugly things, Tidak satupun yang buruk,
   
45:46 or what he considered ugly things, atau yang dia anggap buruk,
but the idea of the good tapi ide tentang yang baik,
   
45:50 which he had culled out of her, yang telah dia sisihkan
  dari istrinya,
   
45:54 and that is the image dan itu adalah gambaran
he wants to meet. yang dia ingin temui.
   
45:56 I said, don't be infantile. Saya katakan,
  jangan kekanak-kanakan..
   
46:01 You are so utterly immature. Anda sangat tidak dewasa.
   
46:03 When you have slept with her, Ketika Anda telah tidur dengan dia,
and got angry with her, dan marah kepadanya,
   
46:07 all that you don't want, semua itu tidak Anda inginkan,
you want just Anda hanya ingin...
   
46:09 the image which you have gambaran yang Anda punya
about her goodness. tentang kebaikan dia.
   
46:12 I said... And you know, Saya katakan… Dan Anda tahu,
sir, he began to cry, Tuan, dia mulai menangis,
   
46:17 really cry for the first time. benar-benar menangis
  untuk pertama kalinya.
   
46:19 He said afterwards, Sesudahnya ia berkata, saya telah
I have cried when she died, menangis ketika dia meninggal,
   
46:24 but the tears were of self-pity, tapi airmata itu adalah dari kasian-
my loneliness, my sense of diri, kesepian saya, rasa...
   
46:32 - you follow? - -Anda mengikuti?
lack of things. kekurangan.
   
46:34 Now Sekarang saya menangis
I have cried because I see karena saya melihat...
   
46:38 what I have done. apa yang telah saya lakukan.
   
46:40 You understand, sir? Anda paham, Tuan?
   
46:43 A: Yes, I do. A: Ya, saya memahaminya.
   
46:50 K: So, to understand death K: Jadi, untuk memahami kematian,
there must be no fear. harus tidak ada rasa takut.
   
46:57 The fear exists Rasa takut ada
and the terror of it exists only dan teror dari itu ada hanya...
   
47:02 when the content ketika isinya tidak dipahami.
is not understood.  
   
47:07 And the content is the 'me'. Dan isinya adalah si 'aku'.
   
47:15 And the 'me' is the chair Dan si 'aku' adalah tempat duduk...
- you follow, sir? - Anda mengikuti, Tuan?
   
47:19 A: Oh yes. A: Oh ya.
K: The thing I am attached to. K: Benda yang saya melekat padanya.
   
47:22 It is so stupid! Itu demikian bodohnya!
   
47:25 And I am frightened of that, Dan saya takut pada itu,
   
47:29 the bank account, akun bank, keluarga,
the family - you follow? - Anda mengikuti?
   
47:34 A: Oh yes, yes, I do. A: Oh ya, ya, saya mengikuti.
   
47:36 K: So unless one is really, K: Jadi, hanya jika orang sungguh-
deeply serious in this matter, sungguh, serius mendalami hal ini,
   
47:44 you can't incarnate now Anda tidak dapat
  berinkarnasi sekarang...
   
47:50 in the deep sense of that word, dalam arti yang mendalam
  dari kata itu,
   
47:52 and therefore immortality dan karenanya
is in the book, keabadian ada di dalam buku,
   
47:56 in the statue, in the cathedral, dalam patung, di dalam katedral,
   
47:58 in the things di dalam hal-hal yang
I have put together, telah saya himpun,
   
48:01 the things I have put together hal-hal yang telah saya himpun
by thought. melalui pikiran.
   
48:05 That's all the field of time. Itu semua dalam bidang waktu.
A: Right. A: Benar.
   
48:08 It just occurred to me Baru saja
  terlintas pada diri saya,
   
48:11 what a terrible thing alangkah mengerikan apa yang
we have been doing sudah kita lakukan...
   
48:15 so often over and over begitu sering berulang-ulang
again to Plato kali terhadap Plato...
   
48:21 by this perennial attempt at melalui usaha terus menerus meng-
academic analysis of the text, gunakan analisa akademik dari teks,
   
48:27 when he plainly said that the ketika dia dengan jelas mengatakan
business of the philosopher, bahwa keprihatinan ahli filsafat,
   
48:32 by which he didn't mean dengan apa dia tidak maksudkan
the analyser in this mad way si penganalisa dengan cara gila ini,
   
48:36 that we have been yang telah kita amati
observing it goes on, terus berlanjut,
   
48:40 the business of the philosopher, keprihatinan ahli filsafat,
   
48:42 namely yakni seseorang
the one who is concerned with yang prihatin dengan...
   
48:45 a radical change and rebirth, dengan suatu perubahan radikal
  dan kelahiran kembali,
   
48:48 which he associates yang dia asosiasikan dengan
with wisdom, kebijaksanaan,
   
48:51 the business of the philosopher keprihatinan dari ahli filsafat
is to practise dying, adalah melatih kematian,
   
48:56 to practise dying. melatih kematian.
K: Not practice. K: Bukan melatih.
   
49:00 A: I don't think he meant A: Saya tidak pikir dia maksudkan
routine, repetition: sebagai rutinitas, pengulangan:
   
49:04 die, die, die, die, die. mati, mati, mati, mati.
   
49:07 I think he puts it Saya pikir
with an 'ing', dia meletakan itu dengan 'ing',
   
49:12 because he doesn't want karena dia tidak ingin keluar
to fall out of act. dari bertindak.
   
49:18 I know I use this phrase Saya tahu saya senantiasa
all the time, menggunakan frasa ini,
   
49:20 but it came to me early tapi itu datang pada saya
in our conversations, di awal pembicaraan kita,
   
49:22 and it seems to say, for me, dan tampaknya itu menyampaikan, bagi
what I want to say. saya, apa yang saya ingin katakan.
   
49:27 I have to say Saya harus katakan
I learned it from you, saya belajar itu dari Anda,
   
49:30 - though I don't want - meski saya tidak ingin mengatakan
to put the words in your mouth. bahwa Anda yang mengatakannya.
   
49:33 But it's possible Tapi adalah mungkin untuk
to fall out of act into the terror tergelincir ke dalam teror...
   
49:42 and the demonic stream of time, dan arus jahat dari waktu,
   
49:45 but when one is in act, tapi ketika
  orang dalam tindakan,
   
49:47 the whole thing seluruhnya adalah dalam gerak
is an ongoing move. berkelanjutan.
   
49:50 K: So, sir, time has a stop. K: Jadi, Tuan, waktu ada hentinya.
A: Precisely. A: Persis.
   
49:54 K: See the beauty of it, sir. K: Lihat keindahannya, Tuan.
   
49:56 And it is that beauty Dan adalah keindahan itu
which is immortal, yang abadi,
   
50:00 not the things bukan hal-hal
which thought has created. yang diciptakan pikiran.
   
50:04 A: Right. A: Benar
   
50:07 K: So, living is dying. K: Jadi, hidup adalah mati.
   
50:12 A: Right. A: Benar
   
50:13 K: And love is essentially K: dan cinta
dying to the me. intinya adalah matinya si aku.
   
50:20 Not the things which thought Bukan hal-hal yang pikrian telah
has said: this is love, katakan: ini adalah cinta,
   
50:28 love-sex, love-pleasure. cinta-seks, cinta-kesenangan.
You follow? All that. Anda mengikuti? Semua itu,
   
50:31 A: Yes. A: Ya.
   
50:32 K: It is: K: Itu adalah:
the dying to time is love. mati terhadap waktu adalah cinta.
   
50:39 So, living, love, and death Jadi, hidup, cinta,
are one thing, dan kematian adalah satu,
   
50:48 not divisive, not separated, tidak terbagi, tidak terpisah,
not divorced, tidak tercerai,
   
50:51 not in the field of time, tidak dalam bidang waktu,
   
50:54 but it is completely a living, tapi itu sepenuhnya sebuah hal yang
moving thing, indivisible. hidup, yang bergerak, tidak terpisah.
   
50:59 And that is immortal. Dan itu abadi.
A: Yes. A: Ya.
   
51:07 K: So, K:Jadi,
   
51:10 Now, most of us are Sekarang, kebanyakan kita
educated wrongly. dididik secara salah.
   
51:16 A: How true that is! A: Betapa benarnya itu!
   
51:19 K: From childhood we are K:Dari masa kanak-kanak kita
never taught to be serious. tidak pernah diajarkan untuk serius.
   
51:26 From childhood we are taught Dari masa kanak-kanak kita diajarkan
the cultivation of thought, untuk mengembangkan pikiran,
   
51:35 cultivation of thought mengembangkan pikiran,
   
51:37 and the expression dan ekspresi
and the marvels of thought. dan betapa hebatnya pikiran.
   
51:43 All our philosophies, books, Semua filsafat kita, buku-buku,
everything is based on that. semua berdasarkan itu.
   
51:51 And when you say, Dan ketika Anda berkata,
die to all that, matilah pada itu semua,
   
51:57 you really awaken Anda sesungguhnya membangunkan
the terror of not knowing. teror dari ketidaktahuan.
   
52:05 This, Ini, memberi saya keamanan
gives me security in knowing. dalam mengetahui.
   
52:10 A: Yes. A: Ya.
   
52:11 K: Then knowledge becomes K: Lalu pengetahuan
the field of my safety. menjadi bidang keamanan saya.
   
52:18 And you ask me, give all that up, Dan Anda meminta saya, lepaskan
die to all that. semua itu, matilah pada semua itu.
   
52:23 And I say you are insane. Dan saya berkata Anda gila.
   
52:25 How can I die to that, Bagaimana saya dapat mati pada itu,
that's part of me. itu bagian dari saya.
   
52:31 A: There's a very, very beautiful A:Ada suatu ungkapan Zen
  yang sangat, sangat indah...
   
52:36 Zen saying that seems yang kelihatannya berkenaan
to relate to this, dengan ini,
   
52:39 when it's understood correctly. jika dipahami secara tepat.
   
52:42 It speaks of jumping off Itu berbicara tentang meloncat
the cliff with hands free. dari tebing dengan lepas tangan.
   
52:46 Jumping off the cliff Meloncat dari tebing dengan
with hands free. lepas tangan.
   
52:51 The hands... Tangan…
   
52:53 K: ...that hold. K:...yang menahan.
A: ...that hold, A:...Yang menahan,
   
52:56 always grasping the past selalu menggenggam masa lalu...
   
52:59 or reaching out atau menjangkau masa depan,
towards the future,  
   
53:01 and we never get off dan kita tidak pernah keluar
that horizontal track. dari jalur horizontal itu.
   
53:04 It's like a Lionel train, Itu seperti sebuah kereta Lionel,
it forever goes on. itu berjalan selamanya.
   
53:08 K: So, then K: Jadi, datang pada pertanyaan:
it comes to the question:  
   
53:11 what is living in the present? apakah hidup di saat ini?
   
53:17 Death is the future. Kematian adalah masa depan.
   
53:21 And I've lived for 40 years, Dan saya telah hidup selama 40 tahun,
all the accumulated memories. semua kenangan yang terakumulasi.
   
53:27 What is the present? Apakah saat kini?
   
53:30 The present Saat kini adalah matinya isi.
is the death of the content.  
   
53:35 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
A: Yes. A: Ya.
   
53:37 K: I don't know, it has K:Saya tidak tahu,
got immense beauty in that. ada keindahan luar biasa di dalamnya.
   
53:42 Because that means no conflict Karena artinya tidak ada
  konflik...
   
53:45 - you follow, sir? - - Anda mengikuti Tuan?-
no tomorrow. tidak ada hari esok.
   
53:51 If you tell a man who loves, Jika Anda beritahu
  seseorang yang gemar,
   
53:54 who is going to enjoy yang akan menikmati,
that man or woman tomorrow, pria atau wanita itu, bahwa besok,
   
53:58 when you say there is ketika Anda berkata
no tomorrow, he says, tidak ada hari esok, dia berkata,
   
54:00 what are you talking about? Anda sedang bicara apa?
   
54:02 A: Yes, I know. A: Ya, saya tahu.
Sometimes you will say, Kadang-kadang Anda akan berkata,
   
54:04 when you have said something, ketika Anda telah mengatakan sesuatu,
it sounds absurd. itu terdengar aneh.
   
54:07 K: Of course. K: Tentu saja.
   
54:08 A: And, of course, in relation to A:Dan,
  tentunya, terkait dengan...
   
54:11 the way we have been taught cara yang kita telah diajarkan...
   
54:12 to do analysis, untuk menganalisa,
it sounds absurd. itu terdengar aneh.
   
54:14 K: Therefore, sir, can we K:Maka, Tuan, dapatkan kita
educate children, students, mendidik anak-anak, murid-murid,
   
54:21 to live totally differently? Untuk hidup
  secara berbeda sama sekali?
   
54:28 Live and understand, Hidup dan memahami,
and act with this sense of dan bertindak dengan rasa...
   
54:34 understanding the content pemahaman isi
and the beauty of it all. dan keindahan dari semua itu.
   
54:41 A: If I've understood you A:JIka saya telah memahami Anda
correctly, secara tepat,
   
54:43 there's only one answer hanya ada satu jawaban
to that question: yes, yes. pada pertanyaan itu: ya, ya.
   
54:52 I think the word here Saya pikir kata yang
wouldn't be 'absurd', tepat di sini bukanlah kata 'aneh',
   
54:54 it would be something like itu sesuatu yang seyogianya
'wild'. seperti kata 'liar'.
   
54:58 Yes, I see now what you mean Ya, saya paham sekarang
  apa yang Anda maksudkan...
   
55:03 about death and birth tentang kematian dan
  kelahiran...
   
55:08 as non-temporally related, sebagai hubungan
  tidak terkait-waktu,
   
55:13 in terms of the question dalam kaitan dengan pertanyaan,
   
55:14 that we raised about yang kita angkat sebelumnya
their relation earlier, perihal hubungan mereka,
   
55:17 because when you say karena ketika Anda
there is this incarnation... mengatakan ada inkarnasi ini…
   
55:21 K: ...now. A: ...now, upon the instant... K:…sekarang. A:…sekarang,
K: Yes, sir. pada saat itu juga… K: Ya, Tuan.
   
55:24 A: ...then... A:…lalu…
   
55:25 K: No, K: Tidak, jika Anda melihat
if you see the beauty of it, sir, keindahan dari itu, Tuan,
   
55:27 the thing takes place. hal itu terjadi.
A: Then it's happened. A:Lalu itu terjadi.
   
55:31 K: It is not the result of mentation. K:Itu bukan hasil pengolahan batin.
A: No. A: Tidak.
   
55:34 K: Not the result of immense K: Bukan hasil dari pemikiran
thinking, thinking, thinking. mendalam, memikir, memikir.
   
55:38 It is actual perception Ini adalah persepsi nyata
of 'what is'. dari 'apa adanya'.
   
55:44 A: And the amazement that A:Dan yang menakjubkan adalah bahwa
it is the same energy at root. sumber energinya adalah sama.
   
55:50 K: Yes, sir. K:Ya, Tuan.
   
55:51 A: It doesn't take A: Itu tidak mengambil
something over here sesuatu di sini,
   
55:53 that's a different energy called itu adalah sebuah energi
God. berbeda yang disebut Tuhan.
   
55:55 K: No, that's an outside agency K:Bukan, itu adalah keterlibatan
brought in here. dari luar yang dibawa masuk ke sini.
   
55:58 A: No. A:Bukan. K:Itu adalah
K: It is the same wasted energy, energi tersia-sia yang sama,
   
56:01 dissipated energy, energi terhambur,
which is no longer dissipated. yang tidak lagi terhambur.
   
56:06 A: Exactly. A: Persis.
K: Therefore it is... K:Karena itu adalah…
   
56:08 A: Exactly. A: Persis.
   
56:10 This throws a totally... Ini melontarkan
  sesuatu yang secara total,
   
56:15 I'm beginning now saya sekarang
to use the words memulai menggunakan kata-kata...
   
56:17 'absolutely' and 'totally', 'secara mutlak' dan 'secara total',
which in the Academy, you know, yang dalam Academy, Anda tahu,
   
56:20 we're advised to be kita dinasehati agar sangat
very careful of. berhati-hati.
   
56:24 K: I know. K: Saya tahu.
   
56:27 A: But I'm sorry about all that. A:Tapi saya menyesal
  tentang semua itu.
   
56:30 The fact remains Faktanya adalah itu tetap total.
that it is total.  
   
56:34 It is total. Itu total.
K: Yes. K: Yes.
   
56:36 A: There is a total change. A:Ada suatu perubahan total.
   
56:39 And the transformation of Dan transformasi dari tiap individu
each individual is a total one. adalah suatu transformasi total.
   
56:44 K: It is not within the field K:Itu tidak dalam bidang waktu
of time and knowledge. dan pengetahuan.
   
56:47 A: Is not within the field A:Itu tidak dalam bidang waktu
of time and knowledge. dan pengetahuan.
   
56:49 K: You see now the relation. K: Anda sekarang
  melihat hubungannya.
   
56:50 A: Yes, and then the profound A:Ya, dan lalu keseriusan mendalam
seriousness of it that attends dari itu yang menyertainya,
   
56:55 when one sees the rest ketika seseorang melihat
of that sentence of yours: kelanjutan dari kalimat Anda:...
   
57:00 it is the responsibility of each. itu merupakan
  tanggung-jawab masing-masing.
   
57:06 And if I may add just Dan jika saya boleh menambahkan
one other thing here, satu hal lainnya di sini,
   
57:09 because it seems to me karena bagi saya
that it is coming together: itu datang bersama-sama,
   
57:14 that it isn't bahwa itu bukan
the responsibility of one tanggung-jawab seseorang...
   
57:16 over against the other terhadap orang lain
to do something. untuk melakukan sesuatu.
   
57:19 It is to come with and to, Itu harus datang dengan sesuatu
  dan menyampaikan,
   
57:24 as the other selagi yang lain mendatangi
is coming to and with, dan menyambut,
   
57:28 and we begin together... dan kita memulainya bersama…
   
57:30 K: Yes, sir. Share together. K: Ya, Tuan. Berbagi bersama.
A: ...to have a look. A:…untuk mmenyelidikinya.
   
57:33 K: Learn together. K: Belajar bersama.
A: Just quietly having a look. A:Sekadar melihat dengan tenang.
   
57:36 And in that activity, Dan dalam kegiatan itu,
which is not planned, yang tidak direncanakan,
   
57:41 one of the amazing things satu hal yang menakjubkan
about this conversation is tentang pembicaraan ini adalah,
   
57:44 that it - to use your bahwa itu - menggunakan
beautiful word - flowers. kata-kata Anda yang indah - mekar.
   
57:50 K: It flowers, yes. K:Itu mekar, ya.
A: It doesn't require A:Itu tidak membutuhkan...
   
57:54 an imposition pemaksaan,
without of a contrivance. tanpa suatu rancangan.
   
57:59 K: No. K:Tidak.
   
58:00 A: Of a management. A:Dari sebuah pengarahan.
K: Management, quite. K:Pengarahan, tepat.
   
58:03 A: Somehow A:Entah bagaimana,
it grows out of itself. itu tumbuh dari dirinya.
   
58:07 It's this thing of Adalah hal
growing out of itself tumbuh dari dirinya sendiri ini,
   
58:10 that relates to this thing yang terkait dengan hal ini,
   
58:14 that you've been talking about yang Anda telah bicarakan
in consciousness. perihal kesadaran.
   
58:16 By pointing to the head Dengan menunjukan ke kepala
I don't mean saya tidak bermaksud...
   
58:17 consciousness is up here, no, kesadaran ada diatas sini,
  tidak,
   
58:19 but it's the 'out of itself', tapi adalah yang
  'ke luar dari dirinya'.
   
58:23 it's like that water Itu seperti air yang
that turns in on itself. masuk ke dalam dirinya sendiri.
   
58:27 K: But it remains water. K:Tapi itu tetap air.
A: It remains water. Exactly. A:Itu tetap air. Persis.
   
58:31 This has been a Ini adalah
wonderful revelation, sebuah pengungkapan yang indah,
   
58:36 the whole thing about death, keseluruhannya tentang kematian,
living and love. kehidupan dan cinta.
   
58:41 I do hope, when we have Saya sungguh berharap, ketika kita
our next conversation, melakukan pembicaraan berikutnya,
   
58:47 that we could begin bahwa kita dapat memulai...
   
58:49 to pursue this in relation untuk mendalami ini dalam hubungan-
to education even further. nya dengan pendidikan lebih lanjut.
   
58:53 K: Further, yes, sir. K:Lebih lanjut, ya, Tuan.