Krishnamurti Subtitles

Religi, otoritas dan pendidikan

San Diego - 27 February 1974

Conversation with A.W. Anderson 15



0:38 Dialog Krishnamurti
dengan Dr. Allan W. Anderson
  
0:43 J. Krishnamurti lahir
di India Selatan...
  
0:46 dan dididik di Inggris.
 
0:48 Selama 40 tahun terakhir,
 
0:49 ia telah berceramah
di Amerika Serikat,
  
0:52 Eropa, India, Australia,
dan di bagian-bagian lain di dunia.
  
0:56 Sejak awal pekerjaannya,
 
0:58 ia telah
menanggalkan semua hubungannya
  
1:00 dengan agama-agama terorganisir
dan ideologi-ideologi,
  
1:02 dan berkata bahwa satu-satunya
keperduliannya adalah...
  
1:04 untuk membuat manusia secara mutlak
bebas tanpa syarat.
  
1:09 Ia adalah penulis
dari banyak buku-buku,
  
1:11 diantaranya
The Awakening of Intelligence,
  
1:13 The Urgency of Change,
Freedom From the Known,
  
1:17 dan The Flight of the Eagle.
 
1:20 Ini adalah salah satu dari
serangkaian dialog antara...
  
1:23 Krishnamurti dan
Dr. Allan W. Anderson,
  
1:25 yang adalah profesor
dalam bidang studi-studi religius...
  
1:27 di San Diego State University,
 
1:29 di mana ia mengajar
kitab-kitab suci India dan China,
  
1:32 dan tradisi kepercayaan
dewa-dewanya.
  
1:34 Dr. Anderson, seorang penyair,
 
1:37 menerima gelarnya
dari Columbia University...
  
1:39 dan Union Theological Seminary.
 
1:42 Ia telah dianugerahi
Teaching Award yang terhormat...
  
1:45 dari California State University.
 
1:51 A: Tuan Krishnamurti,
 
1:55 kita terakhir
bicarakan bersama...
  
1:58 tentang kematian dalam
konteks kehidupan dan cinta.
  
2:06 Dan tepat saat kita
datang pada...
  
2:08 pada akhir dari apa yang kita
sedang diskusikan,
  
2:13 kita pikir akan baik bila
kita kejar...
  
2:17 penyelidikan lebih jauh ke
dalam pendidikan,
  
2:22 apa yang sesungguhnya terjadi
antara guru dan murid,
  
2:26 ketika mereka menmpelajari bersama,
dan apa perangkap-perangkapnya,
  
2:30 yang segera terkuak dan
mengagetkan.
  
2:36 Anda menyabut rasa takut
yang amat besar akan kematian,
  
2:42 tidak sekadar yang luar,
 
2:44 tapi yang di dalam, yang terkait
hubungannya dengan pikiran.
  
2:47 Dan mungkin,
adalah suatu hal yang baik sekali,
  
2:52 jika kita melanjutkan saja itu
dan masuk lebih dalam.
  
3:05 K:Tuan, saya ingin bertanya,
 
3:08 mengapa kita
sejatinya harus dididik.
  
3:14 Apa arti pendidikan yang
orang terima?
  
3:21 Tampaknya mereka tidak memahami
sesuatu tentang kehidupan,
  
3:27 mereka tidak memahami rasa takut,
kesenangan,
  
3:31 keseluruhan
yang telah kita diskusikan,
  
3:35 dan rasa takut utama
dari kematian,
  
3:37 dan rasa takut yang besar
dari tidak menjadi seseorang.
  
3:43 Apakah karena kita
menjadi demikian materialistis,
  
3:53 bahwa kita hanya peduli
dengan pekerjaan yang baik, uang,
  
4:02 kesenangan dan penghiburan
dangkal, pertunjukan hiburan,
  
4:08 apakah itu religius atau
sepakbola.
  
4:12 Apakah itu karena keseluruhan
sifat dan struktur kita...
  
4:19 adalah demikian tiada artinya?
 
4:23 Dan ketika kita dididik
pada itu,
  
4:27 untuk tiba-tiba menghadapi sesuatu
yang nyata adalah sangat menakutkan.
  
4:35 Seperti kita bicarakan kemarin,
 
4:44 kita tidak terdidik untuk melihat
pada diri kita sendiri.
  
4:50 kita tidak terdidik
untuk memahami keseluruhan...
  
4:55 masalah kehidupan,
 
5:00 kita tidak terdidik
untuk memperhatikan...
  
5:04 dan melihat apa yang terjadi
ketika kita menghadapi kematian.
  
5:10 Maka saya bertanya-tanya,
selagi kita berjumpa pagi ini,
  
5:19 Religi - yang bagaimanapun
akan kita diskusikan -
  
5:25 telah menjadi sekadar,
 
5:30 tdak hanya sebuah proses pemisahan,
tapi juga sama sekali tiada artinya.
  
5:41 Mungkin, 2000 tahun sebagai
Kekristenan,
  
5:44 atau, 3.000, 5.000 tahun sebagai
Hinduisme, Buddhisme, dan seterusnya,
  
5:49 telah kehilangan hakekatnya!
 
5:54 Dan kita tidak pernah
menyelidiki apa agama itu,
  
6:02 apakah pendidikan itu, apakah
kehidupan itu, apakah kematian itu,
  
6:07 keseluruhan masalah itu.
 
6:09 Kita tidak pernah menanyakan,
perihal apakah semua itu!
  
6:16 Dan ketika kita menanyakannya,
 
6:18 kita berkata, baiklah, kehidupan
memiliki arti yang kecil.
  
6:23 Dan kehidupan mempunyai arti yang
kecil selagi kita hidup,
  
6:27 dan kita melarikan diri ke dalam
segala macam hal yang hebat,
  
6:32 omong kosong romantis,
yang tidak masuk akal,
  
6:38 yang tidak dapat kita diskusikan,
atau secara logis diselidiki,
  
6:44 tapi itu hanya pelarian semata...
 
6:47 dari kekosongan kehidupan
yang orang jalani.
  
6:56 Saya tidak tahu
apakah Anda tempo hari melihat...
  
6:59 sekelompok orang memuja
seseorang,
  
7:04 dan melakukan hal-hal yang
sangat hebat,
  
7:10 dan itulah
yang mereka sebut agama,
  
7:12 itulah apa yang mereka sebut
Tuhan.
  
7:16 Mereka terlihat kehilangan
semua akal sehat.
  
7:20 Akal sehat tampaknya tidak ada
artinya lagi.
  
7:26 A:Saya melihat
sebuah film documenter yang...
  
7:28 sebenarnya disajikan stasiun tv,
di mana...
  
7:33 seluruh operasi pertemuan telah
dipertunjukkan...
  
7:42 antara publik dan pribadi ini,
 
7:45 seorang guru berusia 15 tahun,
Maharaji.
  
7:51 Dan itu sangat luar biasa.
K:Menjijikkan.
  
7:56 A:Mengherankan.
Dalam banyak aspek memuakkan.
  
7:59 K:Dan itu adalah
apa yang mereka sebut agama.
  
8:10 Jadi, akankah kita mulai
dengan agama dan melanjutkannya?
  
8:14 A:Ya, saya pikir itu akan
sangat menarik untuk dilakukan.
  
8:17 K:Baiklah, Tuan.
 
8:19 Manusia selalu ingin,
atau coba mencari tahu,
  
8:26 sesuatu yang
di luar kehidupan sehari-hari,
  
8:32 rutinitas sehari-hari,
kesenangan sehari-hari,
  
8:36 semua kegiatan pikiran, dia menging-
inkan sesuatu yang jauh lebih banyak.
  
8:44 Saya tidak tahu
apakah Anda pernah ke India,
  
8:48 jika Anda pernah pergi ke
desa-desa.
  
8:51 Mereka menaruh
sebuah batu kecil di bawah pohon,
  
8:56 memberi tanda tertentu,
hari berikutnya mereka taruh bunga,
  
9:03 dan bagi semua orang
yang ada disana,
  
9:05 itu menjadi sakral,
 
9:07 itu menjadi sesuatu
yang religius.
  
9:12 Prinsip yang sama berlanjut
dalam katredal-katredal.
  
9:19 Persis hal yang sama, Misa...
 
9:22 dan semua ritual di india,
semua itu, itu dimulai di situ:
  
9:28 keinginan manusia untuk
menemukan sesuatu yang lebih...
  
9:34 dari apa yang pikiran
telah himpun.
  
9:40 Tidak mampu menemukannya,
mereka membuatnya romantis,
  
9:44 mereka menciptakan
simbol-simbol, tanda-tanda,
  
9:46 atau seseorang yang mempunyai sedikit
tanda-tanda ini, mereka memujanya.
  
9:52 Dan seputar itu mereka
melakukan berbagai macam ritual,
  
9:57 puja India,
dan semua urusan ini berlanjut.
  
10:00 Dan itu yang disebut agama.
 
10:04 Yang sama sekali tidak ada
hubungannya dengan perilaku,
  
10:10 dengan kehidupan kita
sehari-hari.
  
10:15 Jadi, melihat ini semua, baik
yang di Barat dan yang di Timur,
  
10:20 dalam dunia Islam,
 
10:22 dalam dunia Budhisme, dan
semua ini,
  
10:25 adalah prinsip yang sama
terus berlangsung:
  
10:28 pemujaan suatu gambaran yang
mereka telah ciptakan,
  
10:35 baik itu Buddha,
atau Yesus, atau Kristus,
  
10:38 adalah batin manusia yang telah
menciptakan gambaran itu.
  
10:43 A:Oh ya, tentu saja.
 
10:45 K:Dan mereka memuja gambaran yang
adalah milik mereka sendiri.
  
10:50 Dengan kata lain,
mereka memuja diri mereka sendiri.
  
10:54 A: Dan pemisahan, keretakan,
tumbuh meluas. K: Meluas.
  
10:59 Jadi jika orang bertanya
apakah agama,
  
11:05 pastinya,
orang harus menegasi - dalam arti...
  
11:11 tidak secara membabi-buta memutus -
memahami semua ini.
  
11:15 Dan dengan demikian menegasi
semua agama!
  
11:23 Menegasi agama dari India,
 
11:28 dan semua dewa-dewa
dan dewi-dewi,
  
11:33 dan di sini agama dari Kristen,
 
11:37 yang adalah sebuah gambaran
yang telah mereka ciptakan,
  
11:42 yang adalah pemujaan idola.
 
11:44 Mereka mungkin tak suka menyebut itu
pemujaan idola, tapi itu kenyataan.
  
11:48 Itu adalah
sebuah pemujaan dari batin.
  
11:52 Batin yang telah menciptakan
sesuatu yang ideal...
  
11:56 dan batin, melalui tangan,
menciptakan patungnya.
  
12:01 salib, dan seterusnya.
 
12:03 Jadi, jika seseorang benar-benar
mengesampingkan itu semua,
  
12:11 kepercayaan, takhyul, pemujaan orang,
 
12:18 Pemujaan dari sebuah ide,
dan upacara2, dan tradisi
  
12:24 semua itu -
jika seseorang dapat melakukannya,
  
12:30 dan seseorang harus melakukannya
untuk menemukannya.
  
12:34 A: Persis
 
12:36 Ada sebuah titik teror di sini,
 
12:40 yang mempunyai banyak,
banyak aspek,
  
12:44 itu memiliki begitu banyak
cermin-cermin berbeda,
  
12:48 yang mempertunjukkan
ketidak-mampuan seseorang.
  
12:54 Untuk mencapai...
 
12:56 titik di mana...
 
13:01 dia membuat negasi ini
agar dapat menemukannya,
  
13:04 dia seringkali berpikir
bahwa dia harus...
  
13:12 mengasumsikan
sesuatu terlebih dahulu...
  
13:14 agar dapat membuat negasi.
K: Oh, tentu saja.
  
13:17 A:Dan karenanya dia menolak keras
itu, dan dia tidak mau melakukannya.
  
13:21 K:Bukan, karena Tuan,
otak membutuhkan rasa aman,
  
13:26 bila tidak, otak tak dapat berfungsi.
A:Itu benar.
  
13:28 K:Jadi ia menemukan keamanan
dalam kepercayaan, dalam gambaran,
  
13:35 dalam upacara, dalam propaganda
dari 2.000 atau 5.000 tahun.
  
13:42 Dan di situ, di situ ada
perasaan aman, nyaman, keamanan,
  
13:49 kesejahteraan,
gambaran dari seseorang...
  
13:52 yang lebih besar dari
diri saya,
  
13:56 yang menjaga diri saya, yang
bertanggung jawab secara batiniah...
  
14:00 - semua itu.
Jadi jika Anda meminta...
  
14:03 seorang manusia untuk
menegasi semua itu,
  
14:06 dia berhadapan dengan sebuah
perasaan dari bahaya besar,
  
14:12 dia menjadi panic.
 
14:16 A: Tentu saja.
 
14:18 K:Jadi,
untuk melihat semua itu,
  
14:22 untuk melihat kekonyolan
dari semua agama-agama sekarang,
  
14:29 ketiada-artian
yang sangat dari itu semua,
  
14:32 dan untuk menghadapi kenyataan
ketidak-amanan yang mutlak,
  
14:44 dan tidak merasa takut.
 
14:48 A:Saya merasakan
sebuah penipuan-diri yang orang...
  
14:51 dapat mainkan pada dirinya
sendiri, tepat di sini.
  
14:53 Sekali lagi, saya
sangat bersyukur pada Anda...
  
14:57 bahwa kita mendalami
bersama sama...
  
14:58 patologi ini
dalam berbagai aspeknya.
  
15:04 Seseorang
dapat memulai dengan gagasan...
  
15:06 bahwa dia akan membuat
negasi ini...
  
15:11 untuk mencapai ke
sesuatu yang lebih baik.
  
15:14 K:Oh tidak, itu bukan negasi.
 
15:15 A:Dan itu sama sekali
bukan negasi.
  
15:17 K: Bukan.
Negasi adalah menolak yang palsu,
  
15:21 bukan mengetahui apa adanya,
apakah kebenaran.
  
15:25 Melihat yang palsu dalam
kepalsuan,
  
15:29 dan melihat
kebenaran dalam kepalsuan,
  
15:34 dan adalah kebenaran yang
meniadakan kepalsuan.
  
15:38 Anda tidak menolak kepalsuan,
tapi Anda melihat apa yang palsu,
  
15:44 dan jelas melihat apa yang palsu
adalah kebenaran.
  
15:48 Saya tidak tahu…
A: Ya, tentu saja.
  
15:50 K:Dan itu menyangkal,
itu menghapus semua ini.
  
15:56 Saya tidak tahu apakah saya
membuat diri saya jelas.
  
15:58 A: Baik, saya memiliki
pengalaman yang sangat menarik...
  
16:01 ddalam kelas kemarin.
 
16:03 Saya telah memberikan kelas
sebuah tugas.
  
16:07 - Saya pikir saya
mengatakannya kemarin,
  
16:11 bahwa saya telah memberikan
sebuah tugas...
  
16:14 untuk pergi dan melihat pohon.
 
16:15 Jadi kenyataannya,
saya membuat sebuah laporan...
  
16:17 apa yg terjadi
setelah mereka kembali.
  
16:20 Seorang wanita muda menggambarkan
apa yang terjadi pada dirinya,
  
16:27 dan dia menggambarkan
itu dalam cara sedemikian rupa...
  
16:31 yang membuat kelas teryakinkan...
 
16:33 bahwa tidak ada halangan...
 
16:38 dalam dia melihat,
antara dirinya dan pohon ini.
  
16:41 Dia tenang dengan kegembiraan
luarbiasa dalam laporannya.
  
16:50 Itu terdengar seperti sebuah deretan
kata-kata dengan rasa ingin tahu,
  
16:53 tapi bagi saya itu terlihat
tepat.
  
16:57 Tapi lalu saya mengajukan
sebuah pertanyaan.
  
17:02 Dan saya berkata,
 
17:04 apakah Anda memikirkan dirimu
sebagai yang melihat pohon ini?
  
17:13 Dan dia ragu...
 
17:15 - dia telah...
 
17:17 melewati
seluruh pernyataan ini,
  
17:18 yang telah dilakukan dengan
sangat indah -
  
17:21 dan saya datang,
 
17:23 memainkan peran ular
di dalam taman,
  
17:26 dan saya berkata, apakah
tidak mungkin kejadiannya adalah...
  
17:29 bahwa, setiap kali Anda
melakukan ini,
  
17:32 Anda memikirkan diri Anda...
 
17:34 sedang melihat sebuah pohon?
K:Sebagai seorang pengamat.
  
17:36 A:Dan dengan keraguan ini,
 
17:39 dia mulai semakin keluar dari
kepura-puraannya.
  
17:47 Kita telah melihat itu,
 
17:50 dia dan saya dan kelas,
 
17:53 kita semua telah melihat
pada apa yang dia sedang lakukan.
  
17:56 Akhirnya dia
berbalik dan berkata,
  
17:58 alasan saya berhenti,
 
18:00 bukan karena apa yang terjadi
antara saya dan pohon itu...
  
18:03 - saya sangat jelas tentang itu -
 
18:04 itu karena
saya sekarang di kelas,
  
18:07 dan saya pikir saya harus
mengatakan hal yang benar,
  
18:10 dan dengan demikian
saya telah mengacaukan semuanya!
  
18:14 Itu adalah suatu pengungkapan,
tidak hanya untuk dia,
  
18:16 tapi Anda dapat melihat...
 
18:18 sehubungan dengan semua wajah
di sekeliling ruangan,
  
18:21 bahwa kita semua
terlibat dalam omong kosong ini.
  
18:24 K: Ya, Tuan.
 
18:25 A:Dan kekagetannya bahwa dia bisa
begitu mengkhianati hubungan ini...
  
18:34 yang dia lakukan dalam melaksanakan
pekerjaannya,
  
18:37 dalam hanya beberapa kata,
 
18:40 hampir…
K:Sangat terungkap.
  
18:44 A:Ya, sangat terungkapkan,
tapi pada saat yang sama...
  
18:48 sangat sulit
untuk dapat dipercaya,
  
18:49 bahwa seseorang akan melakukan
hal seperti ini pada dirinya.
  
18:51 K:Tepat, tepat.
A: Ya. Silahkan lanjutkan.
  
18:55 K: Jadi, Tuan, itulah.
 
18:56 Negasi hanya dapat terjadi
ketika batin melihat yang palsu.
  
19:04 Persepsi aktual dari kepalsuan...
 
19:06 adalah negasi dari yang palsu.
 
19:10 Dan ketika Anda melihat
agama-agama,
  
19:14 yang berlandaskan keajaiban,
 
19:16 berlandaskan pemujaan pribadi,
 
19:18 berlandaskan rasa takut
yang adalah Anda, diri Anda,
  
19:22 kehidupan Anda yang begitu buruk,
kosong, tanpa arti,
  
19:26 dan itu begitu sementara,
 
19:30 Anda akan pergi
dalam beberapa tahun,
  
19:33 dan kemudian batin
menciptakan gambaran yang abadi,
  
19:37 yang menakjubkan,
 
19:39 yang adalah si indah, surga,
 
19:44 dan mengidentifikasikan dirinya
dengan itu dan memujanya.
  
19:50 Karena ia membutuhkan...
 
19:54 sebuah perasaan aman,
secara mendalam,
  
19:59 dan itu telah menciptakan semua
yang dangkal ini,
  
20:04 omong kosong ini - itu sebuah sirkus.
A:Ya benar.
  
20:08 K: Jadi dapatkah batin
mengamati fenomena ini...
  
20:18 dan melihat tuntutannya
untuk rasa aman,
  
20:22 kenyamanan, keamanan,
kekekalan,
  
20:27 dan menolak semua itu?
 
20:30 Menolak dalam arti,
melihat bagaimana otak, pikiran,
  
20:36 menciptakan rasa kekekalan,
 
20:41 keabadian, atau apapun
Anda suka menyebutnya.
  
20:45 Dan melihat semua itu.
 
20:51 Karenanya orang
harus masuk jauh lebih dalam...
  
20:54 ke dalam persoalan pikiran,
 
20:58 karena
baik di dunia Barat dan Timur,
  
21:03 pikiran telah menjadi sebuah gerakan
teramat penting dalam kehidupan.
  
21:10 Betul, Tuan?
A: Oh ya.
  
21:13 K: Pikiran,
 
21:15 yang telah menciptakan dunia
teknologi yang menakjubkan ini,
  
21:20 dunia ilmu pengetahuan
yang menakjubkan dan semua itu,
  
21:24 dan pikiran yang telah
menciptakan agama-agama,
  
21:33 dan semua nyanyian yang
mengagumkan,
  
21:36 baik nyanyian-nyanyian Gregorian
dan Sansekerta,
  
21:40 pikiran yang telah membangun
katedral-katedral yang indah,
  
21:46 pikiran yang telah membuat gambaran-
gambaran para juru selamat,
  
21:52 para master, para guru,
gambaran sang Bapak.
  
22:00 Hanya jika orang
benar-benar memahami pikiran,
  
22:06 berpikir itu apa,
 
22:10 kita masih tetap memainkan permainan
yang sama dalam bidang yang berbeda.
  
22:17 A:Persis, persis.
 
22:19 K:Lihat apa yang tengah terjadi
dalam negara ini.
  
22:22 Guru-guru ini datang,
dari India,
  
22:28 mereka mencukur kepala mereka,
pakai baju orang India,
  
22:32 kuncung rambut kecil
yang menggantung,
  
22:35 dan mengulang-ulang tanpa akhir
apa yang seseorang telah katakan.
  
22:40 Seorang guru baru.
 
22:42 Mereka sudah memiliki guru-guru
sebelumnya, para pendeta.
  
22:44 A:Oh ya.
K:Katolik, Protestan,
  
22:46 dan mereka telah menolaknya,
tapi menerima yang lain-lain!
  
22:50 Anda mengikuti?
A: Ya.
  
22:52 K:Yang lain-lain sama matinya
dengan yang sebelumnya,
  
22:55 karena mereka
hanya sekadar mengulang tradisi:
  
22:59 Secara tradisi mengulang
bagaimana cara duduk, cara mencukur,
  
23:03 bagaimana cara bermeditasi, bagaimana
cara menegakkan kepala, bernafas.
  
23:06 Dan akhirnya Anda mematuhi
apa yang guru tua Anda katakan,
  
23:10 atau guru muda Anda katakan.
 
23:13 Yang adalah tepat apa
yang terjadi...
  
23:17 di dunia Katolik, di
dunia Kristen.
  
23:19 Mereka menolak itu
tetapi menerima yang lainnya.
  
23:24 Karena mereka
menginginkan rasa aman,
  
23:27 Mereka ingin seseorang memberitahu
mereka apa yang harus dilakukan,
  
23:30 apa yang harus dipikirkan,
 
23:32 tidak pernah
bagaimana cara berpikir.
  
23:36 A: Tidak.
Ini menimbulkan sebuah pertanyaan,
  
23:42 saya harap
kita dapat mendalaminya bersama,
  
23:43 terkait dengan kata 'pengalaman'.
 
23:46 K:Oh ya, itu kata yang lain.
 
23:48 A:Adalah menakjubkan bagaimana se-
ringnya dalam waktu sekarang ini,
  
23:55 kata ini muncul
untuk mewakili sesuatu yang...
  
24:02 sangat saya butuhkan,
 
24:04 yang entah bagaimana berada
di luar diri saya.
  
24:07 Saya membutuhkan pengalaman
dari suatu kebangkitan.
  
24:13 Itu bukahlah sebuah kebangkitan
yang saya butuhkan, nyatanya,
  
24:16 adalah suatu pengalaman
dari kebangkitan ini.
  
24:21 Seluruh ide tentang agama
sebagai pengalaman,
  
24:26 membutuhkan pemikiran
yang sangat hati-hati,
  
24:30 penetrasi yang amat hati-hati.
K:Tepat sekali.
  
24:34 Tuan, jika saya boleh bertanya,
mengapa kita menuntut pengalaman?
  
24:43 Mengapa keinginan yang sangat
kuat ini untuk pengalaman?
  
24:52 Kita memiliki
pengalaman seksual,
  
24:55 pengalaman dari segala macam,
bukankan demikian?
  
24:58 A:Ya.
K:Selagi kita hidup.
  
25:01 Hinaan-hinaan, sanjungan,
kejadian-kejadian, insiden-insiden,
  
25:06 pengaruh-pengaruh, apa yang
orang katakan, tidak katakan,
  
25:10 kita membaca buku,
dan seterusnya.
  
25:12 Kita setiap waktu mendapat
pengalaman.
  
25:16 Kita bosan dengan itu!
 
25:20 Dan kita berkata,
kita akan pergi kepada seseorang...
  
25:23 yang akan memberikan kita
pengalaman Ilahi.
  
25:27 A:Ya, itu persis seperti
yang diklaim.
  
25:30 K: Ya. Sekarang,
 
25:33 Apa yang terlibat
di dalam itu?
  
25:38 Apa yang terlibat dalam
tuntutan kita akan pengalaman...
  
25:45 dan mengalami tuntutan itu?
 
25:54 Saya mengalami apa...
 
25:57 guru itu, atau master,
atau seseorang, katakan kepada saya.
  
26:01 Bagaimana saya tahu itu benar?
 
26:07 Dan saya berkata saya mengenalinya,
bukankah begitu, Tuan?
  
26:12 Lihat, saya mengalami sesuatu,
 
26:17 dan saya hanya dapat tahu
bahwa saya telah mengalaminya,
  
26:22 ketika saya sudah mengenalinya.
 
26:27 Betul?
A:Betul
  
26:29 K: Pengenalan berarti
saya telah mengetahuinya.
  
26:34 A:Mengenal.
K:Mengenal.
  
26:37 A: Ya.
 
26:38 K: Jadi, saya mengalami
apa yang sudah saya ketahui,
  
26:44 karenanya itu bukan hal baru.
 
26:48 Saya tidak tahu jika saya...
A:Ya, Anda telah membuat diri Anda...
  
26:50 sangat, sangat jelas.
 
26:51 K:Jadi, semua yang mereka lakukan
adalah penipuan diri.
  
27:00 A:Itu sesungguhnya mengejar nafsu.
K:Oh, demi Tuhan, ya.
  
27:05 A:Ya, pendorong untuk itu
sangat luar biasa.
  
27:08 Saya telah melihat itu
di banyak, banyak pelajar,
  
27:11 yang melakukan hidup kesederhanaan
yang luar biasa, sungguh.
  
27:15 K: Saya tahu semua ini.
 
27:17 A:Kita kadang berpikir
anak muda zaman sekarang ini...
  
27:20 sangat longgar
dalam tingkah lakunya.
  
27:23 Sebagian ya -
tapi apa yang amat baru tentang itu,
  
27:27 yang sudah berlangsung
sejak lama, lama sekali.
  
27:30 Saya pikir
apa yang jarang terlihat,
  
27:33 bahwa anak-anak muda
zaman sekarang,
  
27:36 adalah luar biasa serius
tentang mendapatkan sesuatu...
  
27:42 yang orang tertentu miliki,
yang mereka tidak punya,
  
27:45 dan jika orang tertentu
menyatakan memilikinya,
  
27:47 secara naif, mereka
langsung menuju menemuinya.
  
27:49 Dan mereka akan menempuh
dengan banyak gerobak,
  
27:52 mereka akan berdiri di kepala
mereka tanpa batas waktu...
  
27:55 sebab itu adalah urutannya.
 
27:57 K: Oh ya,
saya sudah melihat semua itu.
  
27:58 A:Yang disebut
sebuah pengalaman sejatinya.
  
28:03 K:Itulah mengapa orang
harus sangat berhati-hati,
  
28:05 seperti yang Anda tunjukkan, Tuan,
untuk mendalami kata ini.
  
28:11 Dan untuk
melihat mengapa batin,
  
28:15 mengapa umat manusia menginginkan
pengalaman lebih banyak lagi,
  
28:20 ketika seluruh kehidupannya adalah
sebuah pengalaman yang luas,
  
28:24 dengan apa dia demikian
bosannya.
  
28:28 Dia berpikir ini adalah
sebuah pengalaman baru,
  
28:34 namun untuk mengalami
yang baru,
  
28:38 bagaimana mungkin batin mengenalnya
itu sebagai sesuatu yang baru,
  
28:42 kecuali
itu sudah diketahui sebelumnya?
  
28:46 Saya tidak tahu jika saya...
A: Ya, ya.
  
28:47 Dan ada sesuatu
yang sangat luar biasa disini,
  
28:49 dalam kaitan
yang Anda katakan sebelumnya,
  
28:51 dalam
pembicaraan kita sebelumnya:
  
28:55 dalam pengenalan dari
apa yang disebut dengan baru,
  
29:01 hubungannya dengan
pikiran lama, gambaran lama,
  
29:05 membagun gagasan...
 
29:06 bahwa ada sesuatu yang
berangsur dalam transisi.
  
29:11 Bahwa sesungguhnya
ada semacam hubungan yang nyata...
  
29:15 dengan di mana saya sekarang
dan di mana saya sebelumnya.
  
29:18 Sekarang saya
menjadi guru berikutnya,
  
29:21 yang akan keluar
dan mengajarkan orang...
  
29:23 bagaimana, secara bertahap,
untuk melakukan disiplin ini.
  
29:27 K: Ya, Tuan.
A:Dan itu tidak pernah berhenti.
  
29:29 Tidak. Saya benar melihatnya.
Itu menakjubkan.
  
29:33 Mengemudi mobil pagi ini
saya memikirkan tentang...
  
29:38 segala urusan tentang
puji-pujian...
  
29:40 yang Anda utarakan,
keindahan dari itu semua,
  
29:44 dan karena ini terkait
dengan pengalaman,
  
29:48 saya pikir mungkin kita bisa
menyelidiki sisi keindahannya,
  
29:52 di mana jebakan diri ini berada.
 
30:00 Dan tentu saja,
saya berpikir tentang Sansekerta...
  
30:03 dan keindahan dari seruan
yang dilantunkan...
  
30:09 kepada Upanishadic Isa:
 
30:13 Poornamada, poornam idam...
 
30:17 poornat poornamudachyate...
 
30:20 poornasya poornam,
 
30:23 dan itu berlanjut.
 
30:27 Dan saya berkata
pada diri saya sendiri,
  
30:31 jika orang menghayati
kata-kata termaksud,
  
30:38 akan ada gema dari seluruh
proses itu,
  
30:41 melalui seluruh irama agung itu,
 
30:43 dan lagi di dalamnya...
 
30:47 terkandung
 
30:49 kesempatan untuk jatuh ke dalam...
 
30:54 suatu kegembiraan luar biasa.
K: Ya, Tuan.
  
30:56 A:Dan rasa terkantuk-kantuk
mengambil alih.
  
31:00 Tapi itu dalam keadaan yang
amat sama saja!
  
31:02 Dan saya berkata
pada diri saya sendiri,
  
31:06 mungkin Tuan Krishnamurti akan menga-
takan sebuah kata tentang hubungan...
  
31:11 dari keindahan dengan ini,
 
31:13 dalam hubungan seseorang
dengan keindahan,
  
31:19 jika hubungan ini
tidak dilihat seperti apa adanya.
  
31:23 Karena di situ ada suatu pembiusan
hadir yang dapat saya hasilkan.
  
31:27 Ini tidak dalam kata-kata itu!
 
31:34 Tetapi kita pikir bahwa bahasa
pasti disalahkan,
  
31:39 pasti ada sesuatu
unsur hipnotis yang amat jahat...
  
31:42 tentang ini,
kami pikir demikian.
  
31:44 Dan
kemudian kelompok keagamaan...
  
31:46 ingin memisahkan diri mereka
secara total dari ini semua.
  
31:49 Kita memiliki sebuah jaman di Eropa,
ketika kaum Protestan dan Calvin,
  
31:53 tidak mengijinkan
sebuah organ, tidak ada musik,
  
31:56 karena musik bersifat menggoda.
 
31:59 Saya bukan si penggoda-diri,
itu kesalahan musik!
  
32:02 K:Itulah, Tuan.
A:Mari kita tengoknya.
  
32:10 K:Seperti yang kita katakan
tempo hari, Tuan,
  
32:13 keindahan...
 
32:18 hanya bisa ada bila
ada ketidakhadiran total...
  
32:22 dari si diri.
 
32:26 Selengkapnya dikosongkannya
kesadaran...
  
32:31 dari isinya,
yang adalah sang si 'aku'..
  
32:35 Lalu ada keindahan,
yaitu sesuatu...
  
32:38 yang sepenuhnya berbeda dari gambar-
gambar,puji-pujian - semua itu.
  
32:45 Dan mungkin kebanyakan
dari orang-orang muda ini,
  
32:49 dan juga orang-orang dewasa,
mencari keindahan dalam arti itu:
  
32:54 melalui
jebakan-jebakan dari gereja,
  
32:59 melalui puji-pujian,
 
33:02 melalui membaca
Kitab Perjanjian Lama...
  
33:06 dengan semua keindahan kata-kata
dan gambaran,
  
33:11 dan itu memberikan mereka
perasaan kepuasan yg mendalam.
  
33:18 Dengan kata lain,
apa yang mereka cari...
  
33:21 sesungguhnya pemuasan diri
melalui keindahan,
  
33:28 keindahan kata-kata,
keindahan puji-pujian,
  
33:30 keindahan dari jubah-jubah
dan dupa, dan cahaya...
  
33:40 yang datang dalam
aneka warna yang menakjubkan...
  
33:44 - Anda telah melihat semua ini
dalam katedral-katedral,
  
33:47 Notre dame de Chartres, dan semua
tempat-tempat ini - menakjubkan.
  
33:51 Dan itu memberikan mereka
sebuah rasa kesucian,
  
33:55 rasa bahagia, lega:
 
34:00 akhirnya ada sebuah tempat, di mana
saya dapat pergi dan bermeditasi,
  
34:05 menjadi tenang,
terhubung dengan sesuatu.
  
34:12 Dan ketika Anda datang dan ber-
kata, mari lihat, semua itu sampah,
  
34:17 itu tidak berarti apa-apa!
 
34:19 Apa yang memiliki arti...
 
34:20 adalah bagaimana Anda
menjalani kehidupan sehari-hari.
  
34:23 A:Ya. K:Lalu mereka melempar
batu bata ke Anda.
  
34:26 A:Tentu saja, itu seperti
menyingkirkan makanan...
  
34:28 dari seekor anjing yang kelaparan.
K:Persis.
  
34:33 Jadi, ini keseluruhan intinya,
Tuan:
  
34:38 pengalaman
adalah sebuah jebakan,
  
34:47 dan semua orang menginginkan
pengalaman yang aneh ini,
  
34:51 yang para guru berpikir
mereka memilikinya.
  
34:56 A:Yang selalu disebut
pengetahuan.
  
34:59 Menarik, bukankah demikian?
K:Sangat, sangat.
  
35:02 A:Itu selalu disebut
pengetahuan.
  
35:07 Ya. Saya sedang memikirkan perihal
pembicaraan-pembicaraan sebelumnya...
  
35:12 tentang transformasi-diri ini...
 
35:14 yang tidak tergantung
pada pengetahuan.
  
35:16 K:Tentu saja tidak.
A:Tidak bergantung pada waktu. K: Tidak
  
35:18 A:dan benar-benar
membutuhkan tanggung jawab.
  
35:24 K:Dan juga, Tuan,
kita tidak ingin bekerja.
  
35:31 Kita bekerja dengan sangat keras
untuk mendapatkan nafkah hidup.
  
35:36 Lihat apa yang kita lakukan:
 
35:38 tahun demi tahun,
tahun demi tahun,
  
35:40 hari demi hari,
hari demi hari,
  
35:42 kebrutalan,
keburukan dari semua itu.
  
35:47 Tapi di sini, batiniah, secara
psikologis, kita tidak mau bekerja.
  
35:52 Kita terlalu malas.
Biarkan orang lain yang bekerja,
  
35:56 mungkin dia sudah bekerja,
 
35:57 dan mungkin dia akan
memberikan saya sesuatu.
  
36:00 Tapi saya tidak berkata
saya akan mencari tahu,
  
36:03 menolak semua itu dan
mencari tahu.
  
36:07 A:Bukan, asumsi nya adalah
bahwa urusan para pendeta...
  
36:10 untuk bekerja
agar dapat mengetahuinya,
  
36:13 sehingga saya
terbebas dari tugas itu,
  
36:16 atau jika saya tidak datang ke dunia
ini dengan cukup kemampuan mental,
  
36:19 maka semua yang saya butuhkan
hanya mengikuti arahannya,
  
36:24 dan itu salah dia
jika dia mengacaukannya.
  
36:26 K:Ya, dan kita
tidak pernah mempertanyakan...
  
36:29 orang yang berkata, 'Saya tahu,
saya telah mengalaminya',
  
36:34 Anda tahu apa?
A: Persis.
  
36:37 K:Apa yang Anda telah alami?
 
36:40 Apa yang Anda ketahui?
 
36:43 Ketika Anda berkata, 'Saya tahu',
 
36:45 Anda hanya tahu sesuatu
yang sudah mati, yang telah tiada,
  
36:49 yang telah selesai,
yang adalah masa lalu.
  
36:51 Anda tidak dapat mengetahui
sesuatu yang hidup.
  
36:56 Anda mengikuti, Tuan?
A: Ya.
  
36:58 K:Sesuatu yang hidup Anda tidak
pernah tahu, itu bergerak.
  
37:02 Itu tidak pernah sama.
 
37:05 Dan karenanya saya tidak pernah dapat
berkata saya mengenal istri saya,
  
37:12 atau suami saya, anak-anak saya,
 
37:13 karena mereka adalah
manusia-manusia yang hidup.
  
37:16 Tapi orang-orang ini datang,
 
37:19 khususnya dari India,
 
37:21 dan mereka berkata, saya tahu,
saya mengalaminya,
  
37:25 saya memiliki pengetahuan, saya
akan memberikannya kepada Anda.
  
37:28 Dan saya katakan betapa
lancangnya.
  
37:32 Anda mengikutinya, Tuan?
A: Ya.
  
37:33 K:Betapa amat tiada pedulinya,
 
37:36 'Anda tahu dan saya tidak tahu'.
 
37:39 'Dan apa yang Anda tahu?'
 
37:44 A:Adalah menakjubkan
apa yang sedang terjadi...
  
37:46 dalam hubungan antara pria...
 
37:50 dan perempuan,
 
37:52 dalam hubungan ini,
 
37:54 karena mitos yang lengkap
telah berkembang tentang ini.
  
37:56 Sebagai contoh, ahli seks
berkata,
  
37:59 perempuan adalah misteri,
 
38:04 dan ini tidak pernah dipahami
dalam kaitan...
  
38:08 kesegaran kehidupan,
 
38:11 yang mencakup semuanya,
tidak hanya perempuan.
  
38:14 Sekarang kita memiliki ide
bahwa perempuan adalah misteri.
  
38:18 Jadi kita membicarakan tentang
sesuatu menyangkut suatu inti,
  
38:21 yang sama sekali tidak ada hubungan
dengan keberadaan.
  
38:25 Bukankan demikian?
K:Tepat sekali, Tuan.
  
38:26 A: Ya, ya. Mengherankan!
 
38:30 Dan seperti Anda katakan, kita
sesungguhnya diajarkan ini,
  
38:35 semua ini ada di dalam buku,
 
38:36 semua ini dalam pembicaraan
yang berlangsung di ruang kelas.
  
38:40 K:Jadi itulah mengapa, Tuan,
saya rasa,
  
38:43 pendidikan menghancurkan manusia
- seperti sekarang ini.
  
38:49 Ini menjadi sebuah tragedi.
 
38:52 Jika saya mempunyai seorang anak
- yang tidak saya miliki, syukurlah!
  
38:57 di mana saya akan mendidiknya?
 
38:59 Apa yang akan
saya lakukan padanya?
  
39:05 Membuat dia seperti orang lainnya
dari kelompoknya?
  
39:08 Seperti orang lainnya
dari masyarakat?
  
39:13 Memori yang diajarkan,
menerima, patuh.
  
39:18 Anda mengikuti, Tuan?
Semua itu yang sedang terjadi.
  
39:23 Dan ketika Anda dihadapkan dengan
itu, seperti banyak orang saat ini,
  
39:28 mereka dihadapkan pada
masalah ini.
  
39:30 A:Mereka demikian, ya.
Tidak disangkal lagi.
  
39:34 K:Jadi kita berkata,
mari kita bangun sebuah sekolah,
  
39:39 yang sudah ada di India,
 
39:40 yang akan saya lakukan juga
di California, di Ojai.
  
39:43 Kita akan melakukannya.
Mari kita bangun sebuah sekolah...
  
39:45 di mana kita berpikir secara
berbeda sama sekali,
  
39:47 di mana kita mengajarkan
secara berbeda.
  
39:53 Tidak sekadar rutinitas,
rutinitas, untuk menerima,
  
39:58 atau menolak, bereaksi
- Anda tahu - semua itu.
  
40:01 Jadi dari situ timbul, Tuan,
pertanyaan lain:
  
40:05 mengapa pikiran mematuhi?
 
40:14 Saya mematuhi hukum
sebuah Negara,
  
40:20 Saya mematuhi
berkendaraan di sebelah kiri
  
40:23 atau di sebelah kanan jalan.
 
40:25 Saya patuhi apa
yang dokter katakan - patuh…
  
40:29 ...saya memperhatikan apa
yang dia katakan pada saya,
  
40:32 secara pribadi saya tidak
dekat-dekat dengan dokter-dokter.
  
40:35 Jika saya melakukannya,
saya akan sangat memperhatikan,
  
40:37 saya dengarkan dengan seksama
apa yang mereka katakan,
  
40:38 saya waspada.
 
40:39 Saya tidak serta merta
menerima ini atau itu.
  
40:44 Tapi secara politis, dalam sebuah,
yang disebut, dunia demokrasi,
  
40:51 mereka tidak akan menerima
seorang tiran.
  
40:55 A: Tidak, tidak,
mereka tidak akan…
  
40:56 … menerima seorang tiran. K:Mereka
berkata, otoritas:tidak, kebebasan.
  
41:00 Tapi secara spiritual, batiniah,
 
41:03 mereka menerima semua orang
yang bukan siapa-siapa,
  
41:10 khususnya bila mereka itu
datang dari India.
  
41:13 A: Oh ya.
 
41:14 K: Suatu hari saya
menyalakan siaran BBC London,
  
41:17 dan di situ ada seorang yang
mewawancarai...
  
41:21 sekelompok orang tertentu.
 
41:24 Dan si pria dan
si perempuan berkata,
  
41:27 'Kita mematuhi seluruhnya
apa yang guru kita katakan'.
  
41:33 Dan pewawancara berkata,
 
41:36 'Akankah dia memberitahu
Anda untuk menikah?'
  
41:38 'Jika dia menyuruh saya,
saya akan menikah'.
  
41:42 'Jika dia menyuruh saya, saya
harus melaparkan diri,
  
41:43 saya akan melaparkan diri,
puasa.'
  
41:46 Hanya sekadar seorang budak.
Anda paham, Tuan?
  
41:50 Dan meski demikian, orang
yang sama...
  
41:53 akan keberatan pada
politik tirani.
  
41:56 A: Menggelikan. Ya.
 
41:58 K: Di sana dia menerima tirani
dari seorang guru picik...
  
42:04 dengan ide-idenya yang keren,
 
42:08 dan dia akan menolak tirani
politis atau suatu kediktatoran.
  
42:14 Jadi, mengapa batin memecah
kehidupan...
  
42:21 ke dalam penerimaan otoritas
pada satu jalan, dalam satu arah,
  
42:26 dan menolaknya di sisi lain?
 
42:29 Dan apa yang penting
dari otoritas?
  
42:38 Kata 'authority' ('otoritas'),
seperti yang Anda ketahui,
  
42:40 berarti 'seseorang
yang mengawali'
  
42:44 A: Author, ya.
K: 'Author', ya, tentu saja.
  
42:48 Dan para pendeta,
guru, pemimpin, pengkotbah,
  
42:58 apa yang mereka telah awali?
 
43:02 Mereka mengulang tradisi,
bukankah demikian?
  
43:05 A: Oh ya, persis.
 
43:08 K: Dan tradisi,
apakah itu dari tradisi Zen,
  
43:11 tradisi Tiongkok, atau Hindu adalah
hal yang sudah mati!
  
43:18 Dan orang-orang ini melanggengkan
hal yang sudah mati.
  
43:25 Suatu hari saya
melihat seorang pria,
  
43:27 dia menjelaskan
bagaimana cara bermeditasi,
  
43:29 letakan tangan Anda di sini,
dan tutuplah mata Anda.
  
43:31 A:Ya,
itu adalah yang saya lihat.
  
43:32 K:Dan lakukan ini, itu...
saya berkata, astaga.
  
43:35 A: itu mengerikan.
 
43:38 K:Dan orang-orang menerimanya.
 
43:41 A:Dan hal yang sama,
ada seorang perempuan,
  
43:44 yang kehabisan uang,
 
43:47 dia tidak ada tempat
untuk tidur...
  
43:49 dan secara histeris dia
berkata,
  
43:52 'Saya antri, ada banyak orang
di depan saya.
  
43:55 tapi saya harus memiliki
pengetahuan ini,
  
43:58 saya harus
memiliki pengetahuan ini'.
  
44:00 Kehisterisan ini,
keputus-asaan ini.
  
44:04 K:Itulah mengapa, Tuan,
apa yang ada dibalik...
  
44:07 penerimaan atas otoritas ini?
 
44:11 Anda memahaminya, Tuan?
 
44:12 Otoritas dari hukum,
otoritas dari polisi,
  
44:17 otoritas dari para pendeta,
otoritas dari para guru ini,
  
44:23 apa yang ada
dibalik penerimaan otoritas?
  
44:31 Apakah itu takut?
 
44:34 Rasa takut akan berjalan salah
secara spiritual,
  
44:41 dari tidak melakukan
dengan benar agar supaya...
  
44:43 mendapatkan pencerahan,
 
44:45 pengetahuan,
dan kesadaran super,
  
44:49 apapun itu,
apakah itu rasa takut?
  
44:52 Atau apakah itu
suatu rasa keputus-asaan?
  
45:00 Suatu rasa kesepian
yang lengkap,
  
45:05 ketidaktahuan yang lengkap?
 
45:09 Saya menggunakan kata
'ketidaktahuan'...
  
45:10 dalam arti yang lebih dalam dari
kata ini… A:Ya, ya saya mengikutinya.
  
45:12 K:...yang membuat saya berkata,
baiklah, ada seorang pria di sana...
  
45:14 yang berkata dia tahu,
saya akan menerimanya.
  
45:17 Saya tidak menggunakan pikiran.
Anda mengikutinya, Tuan?
  
45:20 Saya tidak berkata,
apa yang Anda ketahui?
  
45:23 Apa yang Anda bawa pada kami,
 
45:26 tradisi Anda dari india?
Siapa yang peduli!
  
45:31 Anda membawa sesuatu yang telah mati,
tidak ada yang orisinil
  
45:35 - Anda mengikuti, Tuan? -
Tidak ada nyata,
  
45:38 tapi pengulangan, pengulangan
pengulangan, pengulangan...
  
45:41 yang telah dilakukan
orang-orang lain,
  
45:42 yang di India, mereka sendiri
telah membuangnya.
  
45:47 A:Ya. Saya terpikir
tentang puisi Tennysong,
  
45:50 - meskipun dalam konteks yang
berbeda -
  
45:53 ketika dia menulis: 'Kata-kata mereka
tidak untuk dipertanyakan,
  
45:55 melainkan untuk dilakukan dan mati'.
K:Ya, itu adalah hal guru.
  
46:00 Jadi apa yang ada
di balik penerimaan otoritas?
  
46:04 A:Adalah menarik bahwa
kata 'authority' ('otoritas')...
  
46:07 secara radikal terhubung
dengan diri - auto, diri.
  
46:18 Ada rasa kehampaan yang
menganga ini...
  
46:21 melalui pemisahan itu.
 
46:25 K:Ya Tuan, itulah.
A:Melalui pemisahan itu.
  
46:29 Dan itu serta merta membuka
'rasa lapar', bukankan demikian?
  
46:34 Dan proyeksi dari makanan saya,
saya kejar seperti kesetanan.
  
46:41 K:Ketika Anda melihat ini,
anda ingin menangis.
  
46:43 Anda mengikuti, Tuan?
A: Ya.
  
46:47 K:Semua kaum muda
datang pada guru-guru ini,
  
46:50 mecukur rambutnya,
memakai baju India,
  
46:53 menari di jalan-jalan.
 
46:56 Segala hal luar biasa
yang mereka lakukan!
  
46:59 Semua beralaskan tradisi,
yang telah mati.
  
47:04 Semua tradisi telah mati.
Anda mengikuti?
  
47:09 Dan ketika Anda melihat itu,
Anda berkata, apa yang telah terjadi?
  
47:18 Maka saya melangkah mundur dan
bertanya: mengapa kita menerima?
  
47:27 Mengapa kita dipengaruhi
oleh orang-orang ini?
  
47:30 Mengapa kita dipengaruhi ketika
ada pengulangan terus menerus...
  
47:35 dalam iklan,
'Beli ini, beli ini, beli ini?
  
47:38 Halnya sama seperti itu.
 
47:40 Anda mengikuti, Tuan?
A: Ya.
  
47:43 K:Mengapa kita menerima?
 
47:47 Anak menerima,
saya dapat memahaminya.
  
47:51 Anak malang,
dia tidak tahu apa-apa,
  
47:53 Dia membutuhkan keamanan,
seorang ibu, kepedulian,
  
47:57 ia membutuhkan proteksi,
ia membutuhkan...
  
48:00 duduk tenang di pangkuan Anda,
- Anda mengikuti? -
  
48:03 kasih sayang, kebaikan,
kelembutan. Dia membutuhkan itu.
  
48:07 Apakah mereka pikir
guru memberikan semua ini?
  
48:13 Melalui kata-kata mereka,
upacara-upacara mereka,
  
48:15 melalui pengulangan mereka, melalui
disiplin mereka yang menggelikan.
  
48:20 Anda mengikuti?
Sebuah perasaan...
  
48:25 diterima, seperti saya menerima
ibu saya ketika masih anak-anak,
  
48:30 saya menerima untuk menjadi
nyaman, agar merasakan...
  
48:34 akhirnya sesuatu merawat saya.
 
48:39 A:Ini terkait dengan apa yang
Anda katakan sebelumnya,
  
48:43 kita memeriksa rasa takut,
reaksi dari si bayi...
  
48:48 adalah reaksi yang
tanpa perantara apa pun,
  
48:53 dari kecerdasannya sendiri.
 
48:54 Dengan sederhana dia mengenali
bahwa dia mempunyai kebutuhan,
  
49:00 dan ini bukan keinginan
yang dikhayalkan,
  
49:06 ini suatu kebutuhan yang
mendasar.
  
49:08 Dia butuh diberi makan,
 
49:12 dia butuh dipegang dengan
kasih sayang. K:Tentu saja, Tuan.
  
49:19 A:Transisi dari itu hingga
titik di mana seseorang,
  
49:23 selagi ia beranjak dewasa,
mulai berpikir,
  
49:27 bahwa sumber dari
kebutuhan itu,
  
49:37 adalah gambaran
yang ditempatkan antara...
  
49:44 perasaan dari bahaya dan
tindakan seketika.
  
49:52 Jadi, jika saya memahami Anda
dengan tepat,
  
49:54 di sini ada pembelokkan dari...
 
50:00 kemurnian radikal dari tindakan.
K: Itu benar, Tuan.
  
50:05 A: Dan saya telah melakukan itu
pada diri saya.
  
50:08 Itu bukan karena apa pun
yang telah dikatakan pada saya,
  
50:11 yang secara aktual memaksa
saya untuk melakukannya.
  
50:14 meskipun...
- yang Anda katakan adalah benar -
  
50:16 kita secara terus menerus
diundang,
  
50:22 Itu seperti bujukan yang
datang ke kita...
  
50:26 melalui seluruh kebudayaan,
dalam semua kebudayaan,
  
50:30 untuk memulai hal itu..
 
50:32 K: Jadi, Tuan,
itu yang hendak saya tangkap.
  
50:35 Mengapa kita menerima otoritas?
 
50:43 Dalam dunia demokratis, politis
kita menghindari diktator apapun.
  
50:50 Tapi secara religius,
mereka semua itu para diktator.
  
51:00 Dan mengapa kita menerimanya?
 
51:05 Mengapa kita menerima
para pendeta...
  
51:08 sebagai perantara untuk sesuatu
yang dia katakan diketahuinya?
  
51:16 Dan itu menunjukan, Tuan,
kita berhenti berpikir.
  
51:24 Secara politis kita berpikir,
 
51:26 kita melihat betapa pentingnya
untuk menjadi bebas,
  
51:29 kebebasan berbicara,
semua bebas - sedapat mungkin.
  
51:35 Kita tidak pernah berpikir
kebebasan dibutuhkan di sini.
  
51:42 Secara spiritual kita tidak merasa
ada kebutuhan akan kebebasan.
  
51:49 Dan maka itu kita menerimanya,
 
51:51 Semua orang yang picis itu.
Ini sangat menyeramkan!
  
51:58 Saya melihat kaum terpelajar,
professor,
  
52:02 para ilmuwan,
jatuh pada semua sampah ini!
  
52:07 Karena mereka berpikir...
 
52:10 di dalam dunia ilmu pengetahuan,
dan mereka lelah berpikir,
  
52:14 dan di sini, akhirnya, saya dapat
duduk nyaman dan tidak berpikir,
  
52:18 diberitahu,
jadilah nyaman, bahagia,
  
52:21 saya akan mengerjakan
semuanya untuk Anda,
  
52:23 Anda tidak perlu melakukan
apapun,
  
52:25 Saya akan membawa Anda
ke seberang sungai.
  
52:26 Anda mengikuti?
A: Oh ya.
  
52:28 K:Dan saya sangat senang.
 
52:33 Jadi, kita menerima
di mana ada ketidaktahuan,
  
52:41 ketika pikiran tidak bekerja,
 
52:44 ketika kecerdasan
dalam keadaan tidak bekerja,
  
52:52 dan Anda membutuhkan semua itu:
 
52:56 Kebebasan, kecerdasan,
pemikiran...
  
53:01 dalam hubungan dengan
hal-hal spiritual yang nyata.
  
53:08 Bila tidak lalu apa?
 
53:10 tenru tertentu datang dan memberi-
tahu Anda apa yang harus dilakukan,
  
53:15 dan Anda mengulang apa
yang dia lakukan?
  
53:18 Anda mengikutinya, Tuan, betapa
menghancurkannya ini? A:Oh yes.
  
53:22 K:Betapa merosotkannya hal ini.
Itulah apa yang terjadi!
  
53:28 Saya tidak berpikir guru-guru ini
sadar apa yang mereka lakukan.
  
53:34 Mereka memberikan harapan
pada degenarasi.
  
53:38 A:Ya, mereka mewakili suatu
rantai yang sama.
  
53:43 K: Persis.
 
53:45 Jadi, dapatkah kita...
 
53:46 - Tuan, Ini memunculkan sebuah
pertanyaan yang amat penting -
  
53:49 mungkinkah ada suatu
pendidikan,
  
53:53 di mana sama sekali tidak ada
otoritas apapun?
  
54:02 A:Saya harus katakan
ya untuk itu,
  
54:04 dalam kaitan dengan pengalaman
yang saya miliki di kelas kemarin.
  
54:09 Itu sangat mengagetkan
para murid,
  
54:15 ketika mereka...
 
54:18 menggantungkan
sesaat kepercayaan mereka.
  
54:22 sekadar untuk melihat apakah saya
benar, ketika saya katakan,
  
54:26 'Sekarang kita harus
melakukannya bersama-sama'
  
54:28 bukan Anda melakukan apa yang
saya katakan untuk dilakukan.
  
54:31 K:Bekerja bersama.
A:Kita akan melakukannya bersama.
  
54:35 K:Berbagi bersama.
A: Benar
  
54:37 Anda akan menanyakan,
dan saya akan menanyakan,
  
54:42 dan kita akan mencoba
memahaminya...
  
54:43 selagi kita jalan
bersama - tanpa berusaha.
  
54:47 Dan saya memasuki masalah ini...
 
54:48 tentang mari kita tidak lakukan hal
yang kerdil buruk 'berusaha' ini.
  
54:51 K:Tepat sekali.
A:Itu membutuhkan waktu sedikit.
  
54:55 Itu meningkatkan kekagetan,
karena...
  
54:57 para murid yang telah...
- dengan kepuasan diri yang besar -
  
55:06 apa yang disebut 'berbakti',
 
55:10 mereka yang melakukan pekerjaannya,
yang berusaha,
  
55:14 tiba-tiba menemukan bahwa...
 
55:16 orang ini
yang memasuki ruangan...
  
55:19 dan dia memberikan arti 'mencoba'
sebagai sesuatu yang buruk.
  
55:21 Ini nampaknya...
 
55:23 secara total
menjungkir balikkan keadaan.
  
55:25 Tapi mereka menunjukkan
keberanian dalam arti, bahwa...
  
55:32 mereka
memberikan perhatian sedikit...
  
55:39 sebelum memulai tindakan perhatian
yang benar.
  
55:43 Itulah mengapa saya menggunakan
kata 'keberanian' di situ,
  
55:44 karena itu merupakan awal
ke hal itu.
  
55:47 Saya amat mengikuti Anda ketika
Anda mengangkat pertanyaan...
  
55:51 tentang hubungan keberanian
ke tindakan murni dari perhatian.
  
55:55 Tampak bagi saya bahwa itu
tidak pada tempat yangg seharusnya.
  
55:59 K:Tidak.
A:Tapi mereka bangunkan itu...
  
56:01 untuk langkah awal ini.
 
56:03 Kemudian
kita masuk ke dalam ini...
  
56:07 yang saya sebut sebelumnya...
 
56:10 menjatuhkan suatu kejutan -
di mana...
  
56:12 mereka benar-benar melihat
lubang dalam ini,
  
56:16 mereka cukup siaga
untuk berdiri di tebing jurang.
  
56:22 Dan itu menyebabkan mereka
tidak berdaya.
  
56:28 Dan saat itulah yang nampak
pada saya...
  
56:37 secara mutlak menentukan.
 
56:44 Itu hampir sama seperti...
 
56:46 seseorang melihat dalam kaitan
peristiwa, peristiwa objektif.
  
56:51 Saya ingat membaca filsuf
Spanyol Ortega,
  
56:56 yang membicarakan tentang
peristiwa...
  
56:58 Yang bergetar bolak-balik,
 
57:04 sebelum benda itu
jatuh pada dirinya sendiri.
  
57:08 Itu terjadi
dalam ruangan itu.
  
57:12 Itu seperti air yang bergerak
sampai ke bibir cangkir...
  
57:17 dan tidak dapat sampai tumpah.
K:Tepat, tepat.
  
57:21 A:Saya telah membicarakan ini
panjang lebar
  
57:25 karena saya ingin menggambarkan
pada Anda suatu situasi nyata,
  
57:29 apa yang sebenarnya terjadi.
K: Saya akan mengatakan, Tuan,
  
57:35 saya telah terhubung
dengan banyak sekolah,
  
57:38 selama 40 tahun dan lebih,
 
57:43 dan ketika seseorang
berbicara pada para murid tentang...
  
57:47 kebebasan dan otoritas,
 
57:49 dan penerimaan,
mereka benar-benar tersesat.
  
57:53 A: Ya.
 
57:56 K:Mereka mau menjadi budak.
 
58:02 Ayah saya berkata ini,
saya harus lakukan ini.
  
58:05 Atau, ayah saya berkata itu,
saya tidak akan melakukannya.
  
58:07 itu sama saja…
A:Persis.
  
58:11 Apakah Anda pikir
dalam pembicaraan kita berikutnya...
  
58:13 kita dapat selidiki saat
kebimbangan itu? K: Ya, Tuan.
  
58:21 A:Nampak bagi saya itu sangat
penting untuk pendidikan itu sendiri.
  
58:26 Baik sekali.