Krishnamurti Subtitles

Religi, otoritas dan pendidikan

San Diego - 27 February 1974

Conversation with A.W. Anderson 15



0:38 Krishnamurti in dialogue Dialog Krishnamurti
with Dr. Allan W. Anderson dengan Dr. Allan W. Anderson
   
0:43 J. Krishnamurti J. Krishnamurti lahir
was born in South India di India Selatan...
   
0:46 and educated in England. dan dididik di Inggris.
   
0:48 For the past 40 years Selama 40 tahun terakhir,
   
0:49 he has been speaking ia telah berceramah
in the United States, di Amerika Serikat,
   
0:52 Europe, India, Australia, Eropa, India, Australia,
and other parts of the world. dan di bagian-bagian lain di dunia.
   
0:56 From the outset of Sejak awal pekerjaannya,
his life's work  
   
0:58 he repudiated all connections ia telah
  menanggalkan semua hubungannya
   
1:00 with organised dengan agama-agama terorganisir
religions and ideologies dan ideologi-ideologi,
   
1:02 and said that his only concern dan berkata bahwa satu-satunya
  keperduliannya adalah...
   
1:04 was to set man untuk membuat manusia secara mutlak
absolutely unconditionally free. bebas tanpa syarat.
   
1:09 He is the author of many books, Ia adalah penulis
  dari banyak buku-buku,
   
1:11 among them diantaranya
The Awakening of Intelligence, The Awakening of Intelligence,
   
1:13 The Urgency of Change, The Urgency of Change,
Freedom From the Known, Freedom From the Known,
   
1:17 and The Flight of the Eagle. dan The Flight of the Eagle.
   
1:20 This is one of a series Ini adalah salah satu dari
of dialogues between serangkaian dialog antara...
   
1:23 Krishnamurti and Krishnamurti dan
Dr. Allan W. Anderson, Dr. Allan W. Anderson,
   
1:25 who is professor yang adalah profesor
of religious studies dalam bidang studi-studi religius...
   
1:27 at San Diego State University di San Diego State University,
   
1:29 where he teaches Indian di mana ia mengajar
and Chinese scriptures kitab-kitab suci India dan China,
   
1:32 and the oracular tradition. dan tradisi kepercayaan
  dewa-dewanya.
   
1:34 Dr. Anderson, a published poet, Dr. Anderson, seorang penyair,
   
1:37 received his degree menerima gelarnya
from Columbia University dari Columbia University...
   
1:39 and the Union Theological dan Union Theological Seminary.
Seminary.  
   
1:42 He has been honoured with Ia telah dianugerahi
the distinguished Teaching Award Teaching Award yang terhormat...
   
1:45 from the dari California State University.
California State Universities.  
   
1:51 A: Mr. Krishnamurti, A: Tuan Krishnamurti,
   
1:55 we were talking kita terakhir
last time together bicarakan bersama...
   
1:58 about death in the tentang kematian dalam
context of living and love. konteks kehidupan dan cinta.
   
2:06 And Dan tepat saat kita
just as we came to datang pada...
   
2:08 the close of what pada akhir dari apa yang kita
we were discussing, sedang diskusikan,
   
2:13 we thought it would be good kita pikir akan baik bila
to pursue kita kejar...
   
2:17 a further enquiry penyelidikan lebih jauh ke
into education, dalam pendidikan,
   
2:22 what really goes on apa yang sesungguhnya terjadi
between teacher and student antara guru dan murid,
   
2:26 when they look together, ketika mereka menmpelajari bersama,
and what are the traps dan apa perangkap-perangkapnya,
   
2:30 that immediately yang segera terkuak dan
appear and shock. mengagetkan.
   
2:36 You mentioned Anda menyabut rasa takut
the terror of death, yang amat besar akan kematian,
   
2:42 not simply externally, tidak sekadar yang luar,
   
2:44 but internally tapi yang di dalam, yang terkait
in relation to thought. hubungannya dengan pikiran.
   
2:47 And perhaps Dan mungkin,
it would be a splendid thing adalah suatu hal yang baik sekali,
   
2:52 if we just continued that jika kita melanjutkan saja itu
and went deeper into it. dan masuk lebih dalam.
   
3:05 K: Sir, I would like to ask, K:Tuan, saya ingin bertanya,
   
3:08 why we are educated at all. mengapa kita
  sejatinya harus dididik.
   
3:14 What is the meaning of this education Apa arti pendidikan yang
that people receive? orang terima?
   
3:21 Apparently they don't understand Tampaknya mereka tidak memahami
a thing of life, sesuatu tentang kehidupan,
   
3:27 they don't mereka tidak memahami rasa takut,
understand fear, pleasure, kesenangan,
   
3:31 the whole thing keseluruhan
that we have discussed, yang telah kita diskusikan,
   
3:35 and the ultimate fear of death, dan rasa takut utama
  dari kematian,
   
3:37 and the terror of not being. dan rasa takut yang besar
  dari tidak menjadi seseorang.
   
3:43 Is it that we have become Apakah karena kita
so utterly materialistic menjadi demikian materialistis,
   
3:53 that we are only concerned bahwa kita hanya peduli
with good jobs, money, dengan pekerjaan yang baik, uang,
   
4:02 pleasure and superficial amusements, kesenangan dan penghiburan
entertainments, dangkal, pertunjukan hiburan,
   
4:08 whether they be apakah itu religius atau
religious or football. sepakbola.
   
4:12 Is it that our whole nature Apakah itu karena keseluruhan
and structure has become sifat dan struktur kita...
   
4:19 so utterly meaningless? adalah demikian tiada artinya?
   
4:23 And when we are educated to that Dan ketika kita dididik
  pada itu,
   
4:27 to suddenly face untuk tiba-tiba menghadapi sesuatu
something real is terrifying. yang nyata adalah sangat menakutkan.
   
4:35 As we were saying yesterday, Seperti kita bicarakan kemarin,
   
4:44 we are not educated kita tidak terdidik untuk melihat
to look at ourselves, pada diri kita sendiri.
   
4:50 we are not educated kita tidak terdidik
to understand the whole untuk memahami keseluruhan...
   
4:55 business of living, masalah kehidupan,
   
5:00 we are not educated to look kita tidak terdidik
  untuk memperhatikan...
   
5:04 and see what happens dan melihat apa yang terjadi
if we face death. ketika kita menghadapi kematian.
   
5:10 So I was wondering, as we Maka saya bertanya-tanya,
came along this morning, selagi kita berjumpa pagi ini,
   
5:19 religion - which we were Religi - yang bagaimanapun
going to discuss anyhow - akan kita diskusikan -
   
5:25 has become merely telah menjadi sekadar,
   
5:30 not only a divisive process, tdak hanya sebuah proses pemisahan,
but also utterly meaningless. tapi juga sama sekali tiada artinya.
   
5:41 Maybe 2,000 years as Christianity, Mungkin, 2000 tahun sebagai
  Kekristenan,
   
5:44 or 3,000, 5,000 as Hinduism, atau, 3.000, 5.000 tahun sebagai
Buddhism, and so on, Hinduisme, Buddhisme, dan seterusnya,
   
5:49 it has lost its substance! telah kehilangan hakekatnya!
   
5:54 And we never enquire Dan kita tidak pernah
into what is religion, menyelidiki apa agama itu,
   
6:02 what is education, apakah pendidikan itu, apakah
what is living, what is dying, kehidupan itu, apakah kematian itu,
   
6:07 the whole business of it. keseluruhan masalah itu.
   
6:09 We never ask, Kita tidak pernah menanyakan,
what is it all about! perihal apakah semua itu!
   
6:16 And when we do ask, Dan ketika kita menanyakannya,
   
6:18 we say, well, kita berkata, baiklah, kehidupan
life has very little meaning. memiliki arti yang kecil.
   
6:23 And it has very little meaning Dan kehidupan mempunyai arti yang
as we live, kecil selagi kita hidup,
   
6:27 and so we escape dan kita melarikan diri ke dalam
into all kinds of fantastic, segala macam hal yang hebat,
   
6:32 romantic nonsense, omong kosong romantis,
which has no reason, yang tidak masuk akal,
   
6:38 which we can't discuss, yang tidak dapat kita diskusikan,
or logically enquire, atau secara logis diselidiki,
   
6:44 but it is mere escape tapi itu hanya pelarian semata...
   
6:47 from this utter emptiness dari kekosongan kehidupan
of the life that one leads. yang orang jalani.
   
6:56 I don't know if Saya tidak tahu
you saw the other day apakah Anda tempo hari melihat...
   
6:59 a group of people sekelompok orang memuja
adoring a human being, seseorang,
   
7:04 and doing dan melakukan hal-hal yang
the most fantastic things, sangat hebat,
   
7:10 and that's what dan itulah
they call religion, yang mereka sebut agama,
   
7:12 that's what they call God. itulah apa yang mereka sebut
  Tuhan.
   
7:16 They seem to have lost Mereka terlihat kehilangan
all reason. semua akal sehat.
   
7:20 Reason apparently Akal sehat tampaknya tidak ada
has no meaning any more, either. artinya lagi.
   
7:26 A: I did see a documentary A:Saya melihat
that was sebuah film documenter yang...
   
7:28 actually put on by this station, sebenarnya disajikan stasiun tv,
in which di mana...
   
7:33 the whole meeting operation seluruh operasi pertemuan telah
was being portrayed dipertunjukkan...
   
7:42 between the public antara publik dan pribadi ini,
and this individual,  
   
7:45 in this young 15-year-old guru, seorang guru berusia 15 tahun,
Maharaji. Maharaji.
   
7:51 And it was extraordinary. Dan itu sangat luar biasa.
K: Disgusting. K:Menjijikkan.
   
7:56 A: Amazing. In many respects A:Mengherankan.
revolting. Dalam banyak aspek memuakkan.
   
7:59 K: And that is K:Dan itu adalah
what they call religion. apa yang mereka sebut agama.
   
8:10 So, shall we begin Jadi, akankah kita mulai
with religion and go on? dengan agama dan melanjutkannya?
   
8:14 A: Yes, I think that would A:Ya, saya pikir itu akan
be a splendid thing to do. sangat menarik untuk dilakukan.
   
8:17 K: All right, sir. K:Baiklah, Tuan.
   
8:19 Man has always wanted, Manusia selalu ingin,
or tried to find out, atau coba mencari tahu,
   
8:26 something beyond sesuatu yang
the everyday living, di luar kehidupan sehari-hari,
   
8:32 everyday routine, rutinitas sehari-hari,
everyday pleasures, kesenangan sehari-hari,
   
8:36 every activity of thought, semua kegiatan pikiran, dia menging-
he wanted something much more. inkan sesuatu yang jauh lebih banyak.
   
8:44 I don't know whether Saya tidak tahu
you have been to India, apakah Anda pernah ke India,
   
8:48 if you have been jika Anda pernah pergi ke
to villages. desa-desa.
   
8:51 They put a little stone Mereka menaruh
under a tree, sebuah batu kecil di bawah pohon,
   
8:56 put some marking on it, memberi tanda tertentu,
the next day they have flowers, hari berikutnya mereka taruh bunga,
   
9:03 and for all the people dan bagi semua orang
that are there yang ada disana,
   
9:05 it has become divinity, itu menjadi sakral,
   
9:07 it has become something itu menjadi sesuatu
religious. yang religius.
   
9:12 That same principle is continued Prinsip yang sama berlanjut
in the cathedrals. dalam katredal-katredal.
   
9:19 Exactly the same thing, Persis hal yang sama, Misa...
Mass  
   
9:22 and all the rituals in India, dan semua ritual di india,
all that, it begins there: semua itu, itu dimulai di situ:
   
9:28 the desire for human beings keinginan manusia untuk
to find something more menemukan sesuatu yang lebih...
   
9:34 than what dari apa yang pikiran
thought has put together. telah himpun.
   
9:40 Not being able to find it, Tidak mampu menemukannya,
they romanticise it, mereka membuatnya romantis,
   
9:44 they create symbols, mereka menciptakan
  simbol-simbol, tanda-tanda,
   
9:46 or somebody who has got a atau seseorang yang mempunyai sedikit
little bit of this, they worship. tanda-tanda ini, mereka memujanya.
   
9:52 And round that Dan seputar itu mereka
they do all kinds of rituals, melakukan berbagai macam ritual,
   
9:57 Indian puja, puja India,
all that business goes on. dan semua urusan ini berlanjut.
   
10:00 And that is called religion. Dan itu yang disebut agama.
   
10:04 Which has absolutely Yang sama sekali tidak ada
nothing to do with behaviour, hubungannya dengan perilaku,
   
10:10 with our daily life. dengan kehidupan kita
  sehari-hari.
   
10:15 So, seeing all this, both Jadi, melihat ini semua, baik
in the West and the East, yang di Barat dan yang di Timur,
   
10:20 in the world of Islam, dalam dunia Islam,
   
10:22 in the world of Buddhism, dalam dunia Budhisme, dan
and all this, semua ini,
   
10:25 it is the same principle adalah prinsip yang sama
going on: terus berlangsung:
   
10:28 worshipping an image pemujaan suatu gambaran yang
which they have created, mereka telah ciptakan,
   
10:35 whether it is the Buddha, baik itu Buddha,
or Jesus, or Christ, atau Yesus, atau Kristus,
   
10:38 it is the human mind adalah batin manusia yang telah
that has created the image. menciptakan gambaran itu.
   
10:43 A: Oh yes, certainly. A:Oh ya, tentu saja.
   
10:45 K: And they worship K:Dan mereka memuja gambaran yang
the image which is their own. adalah milik mereka sendiri.
   
10:50 In other words, they are Dengan kata lain,
worshipping themselves. mereka memuja diri mereka sendiri.
   
10:54 A: And the division, the A: Dan pemisahan, keretakan,
split, grows wider. K: Wider. tumbuh meluas. K: Meluas.
   
10:59 So when one asks Jadi jika orang bertanya
what is religion, apakah agama,
   
11:05 obviously, one must negate pastinya,
- in the sense orang harus menegasi - dalam arti...
   
11:11 not brutally cut off - tidak secara membabi-buta memutus -
understand all this. memahami semua ini.
   
11:15 And so negate all the religions! Dan dengan demikian menegasi
  semua agama!
   
11:23 Negate the religion of India, Menegasi agama dari India,
   
11:28 and the multiple gods dan semua dewa-dewa
and goddesses, dan dewi-dewi,
   
11:33 and here the religion dan di sini agama dari Kristen,
of Christianity,  
   
11:37 which is an image yang adalah sebuah gambaran
which they have created, yang telah mereka ciptakan,
   
11:42 which is idolatry. yang adalah pemujaan idola.
   
11:44 They might not like to Mereka mungkin tak suka menyebut itu
call it idolatry, but it is. pemujaan idola, tapi itu kenyataan.
   
11:48 It is an idolatry of the mind. Itu adalah
  sebuah pemujaan dari batin.
   
11:52 The mind has created the ideal Batin yang telah menciptakan
  sesuatu yang ideal...
   
11:56 and the mind, through the hand, dan batin, melalui tangan,
created the statue, menciptakan patungnya.
   
12:01 the cross, and so on. salib, dan seterusnya.
   
12:03 So, if one really Jadi, jika seseorang benar-benar
puts all that aside, mengesampingkan itu semua,
   
12:11 the belief, the superstition, kepercayaan, takhyul, pemujaan orang,
the worship of the person,  
   
12:18 the worship of an idea, Pemujaan dari sebuah ide,
and the rituals, and the tradition dan upacara2, dan tradisi
   
12:24 - all that - semua itu -
if one can do it, jika seseorang dapat melakukannya,
   
12:30 and one must do it to find out. dan seseorang harus melakukannya
  untuk menemukannya.
   
12:34 A: Exactly. A: Persis
   
12:36 There is a point of terror here Ada sebuah titik teror di sini,
   
12:40 that is many, many faceted, yang mempunyai banyak,
  banyak aspek,
   
12:44 it has so many different mirrors itu memiliki begitu banyak
  cermin-cermin berbeda,
   
12:48 that it holds up to yang mempertunjukkan
one's own dysfunction. ketidak-mampuan seseorang.
   
12:54 To reach Untuk mencapai...
   
12:56 the point where titik di mana...
   
13:01 he makes this negation dia membuat negasi ini
in order to find out, agar dapat menemukannya,
   
13:04 he thinks very often dia seringkali berpikir
that he must bahwa dia harus...
   
13:12 assume something in advance mengasumsikan
  sesuatu terlebih dahulu...
   
13:14 in order to make the negation. agar dapat membuat negasi.
K: Oh, of course. K: Oh, tentu saja.
   
13:17 A: And therefore he balks at that, A:Dan karenanya dia menolak keras
and he won't do it. itu, dan dia tidak mau melakukannya.
   
13:21 K: No, because, sir, K:Bukan, karena Tuan,
the brain needs security, otak membutuhkan rasa aman,
   
13:26 otherwise it can't function. bila tidak, otak tak dapat berfungsi.
A: That's right. A:Itu benar.
   
13:28 K: So it finds security K:Jadi ia menemukan keamanan
in a belief, in an image, dalam kepercayaan, dalam gambaran,
   
13:35 in rituals, in the propaganda dalam upacara, dalam propaganda
of 2,000 or 5,000 years. dari 2.000 atau 5.000 tahun.
   
13:42 And there, there is a sense Dan di situ, di situ ada
of safety, comfort, security, perasaan aman, nyaman, keamanan,
   
13:49 well-being, kesejahteraan,
the image of somebody gambaran dari seseorang...
   
13:52 greater than me, yang lebih besar dari
  diri saya,
   
13:56 who is looking after me, yang menjaga diri saya, yang
inwardly he is responsible bertanggung jawab secara batiniah...
   
14:00 - all that. - semua itu.
So when you are asking Jadi jika Anda meminta...
   
14:03 a human being to negate all that, seorang manusia untuk
  menegasi semua itu,
   
14:06 he is faced with an dia berhadapan dengan sebuah
immense sense of danger, perasaan dari bahaya besar,
   
14:12 he becomes panicked! dia menjadi panic.
   
14:16 A: Exactly. A: Tentu saja.
   
14:18 K: So to see all that, K:Jadi,
  untuk melihat semua itu,
   
14:22 to see the absurdity of untuk melihat kekonyolan
all the present religions, dari semua agama-agama sekarang,
   
14:29 the utter meaninglessness ketiada-artian
of it all, yang sangat dari itu semua,
   
14:32 and to face dan untuk menghadapi kenyataan
being totally insecure, ketidak-amanan yang mutlak,
   
14:44 and not be frightened. dan tidak merasa takut.
   
14:48 A: I sense a trick that one A:Saya merasakan
can play on himself right here. sebuah penipuan-diri yang orang...
   
14:51   dapat mainkan pada dirinya
  sendiri, tepat di sini.
   
14:53 Again, Sekali lagi, saya
I am very grateful to you sangat bersyukur pada Anda...
   
14:57 that we are exploring together bahwa kita mendalami
  bersama sama...
   
14:58 this pathology patologi ini
in its various facets. dalam berbagai aspeknya.
   
15:04 One can begin with the notion Seseorang
  dapat memulai dengan gagasan...
   
15:06 that he is going to make bahwa dia akan membuat
this negation negasi ini...
   
15:11 in order to attain untuk mencapai ke
to something better. sesuatu yang lebih baik.
   
15:14 K: Oh no, K:Oh tidak, itu bukan negasi.
that's not negation.  
   
15:15 A: And that's not negation at all. A:Dan itu sama sekali
  bukan negasi.
   
15:17 K: No. Negation is K: Bukan.
to deny what is false Negasi adalah menolak yang palsu,
   
15:21 not knowing what is, bukan mengetahui apa adanya,
what is truth. apakah kebenaran.
   
15:25 To see the false in the false, Melihat yang palsu dalam
  kepalsuan,
   
15:29 and to see dan melihat
the truth in the false, kebenaran dalam kepalsuan,
   
15:34 and it is the truth dan adalah kebenaran yang
that denies the false. meniadakan kepalsuan.
   
15:38 You don't deny the false, Anda tidak menolak kepalsuan,
but you see what is false, tapi Anda melihat apa yang palsu,
   
15:44 and the very seeing of dan jelas melihat apa yang palsu
what is false is the truth. adalah kebenaran.
   
15:48 I don't know... Saya tidak tahu…
A: Yes, of course. A: Ya, tentu saja.
   
15:50 K: And that denies, K:Dan itu menyangkal,
that sweeps away all this. itu menghapus semua ini.
   
15:56 I don't know if Saya tidak tahu apakah saya
I am making myself clear. membuat diri saya jelas.
   
15:58 A: Well, I had a very A: Baik, saya memiliki
interesting experience pengalaman yang sangat menarik...
   
16:01 in class yesterday. ddalam kelas kemarin.
   
16:03 I had given the class Saya telah memberikan kelas
an assignment. sebuah tugas.
   
16:07 - I think I mentioned - Saya pikir saya
yesterday mengatakannya kemarin,
   
16:11 that I had given bahwa saya telah memberikan
an assignment sebuah tugas...
   
16:14 to go and look at the tree. untuk pergi dan melihat pohon.
   
16:15 So in fact, I am making a report Jadi kenyataannya,
  saya membuat sebuah laporan...
   
16:17 as to what happened apa yg terjadi
after they came back. setelah mereka kembali.
   
16:20 One young woman Seorang wanita muda menggambarkan
described what happened to her, apa yang terjadi pada dirinya,
   
16:27 and she described it dan dia menggambarkan
in such a way that itu dalam cara sedemikian rupa...
   
16:31 the class was convinced yang membuat kelas teryakinkan...
   
16:33 that there was no blockage bahwa tidak ada halangan...
   
16:38 of her looking dalam dia melihat,
between herself and this tree. antara dirinya dan pohon ini.
   
16:41 She was calmly ecstatic Dia tenang dengan kegembiraan
in her report. luarbiasa dalam laporannya.
   
16:50 That sounds like a curious Itu terdengar seperti sebuah deretan
juxtaposition of words, kata-kata dengan rasa ingin tahu,
   
16:53 but it seems to me to be correct. tapi bagi saya itu terlihat
  tepat.
   
16:57 But then I asked her a question. Tapi lalu saya mengajukan
  sebuah pertanyaan.
   
17:02 And I said, Dan saya berkata,
   
17:04 were you thinking of yourself apakah Anda memikirkan dirimu
as looking at this tree? sebagai yang melihat pohon ini?
   
17:13 And she hesitated Dan dia ragu...
   
17:15 - she had already gone - dia telah...
   
17:17 through this whole statement, melewati
  seluruh pernyataan ini,
   
17:18 which was yang telah dilakukan dengan
very beautifully undertaken - sangat indah -
   
17:21 and I come along dan saya datang,
   
17:23 playing the role of the serpent memainkan peran ular
in the garden di dalam taman,
   
17:26 and I said, might dan saya berkata, apakah
it not have been the case tidak mungkin kejadiannya adalah...
   
17:29 that, any time bahwa, setiap kali Anda
when you were doing this, melakukan ini,
   
17:32 that you thought of yourself Anda memikirkan diri Anda...
   
17:34 looking at the tree? sedang melihat sebuah pohon?
K: As the observer. K:Sebagai seorang pengamat.
   
17:36 A: And with this hesitation, A:Dan dengan keraguan ini,
   
17:39 she began to fall more and dia mulai semakin keluar dari
more out of her own act. kepura-puraannya.
   
17:47 We had a look at that, Kita telah melihat itu,
   
17:50 she and I and the class, dia dan saya dan kelas,
   
17:53 we all had a look at kita semua telah melihat
what she was doing. pada apa yang dia sedang lakukan.
   
17:56 Finally she turned around Akhirnya dia
and said, berbalik dan berkata,
   
17:58 the reason that I stopped alasan saya berhenti,
   
18:00 was not because of what went on bukan karena apa yang terjadi
between me and the tree antara saya dan pohon itu...
   
18:03 - I am very clear about that - - saya sangat jelas tentang itu -
   
18:04 it's because I am in class now, itu karena
  saya sekarang di kelas,
   
18:07 and I am thinking that dan saya pikir saya harus
I ought to say the right thing, mengatakan hal yang benar,
   
18:10 and so I have ruined dan dengan demikian
the whole thing! saya telah mengacaukan semuanya!
   
18:14 It was a revelation Itu adalah suatu pengungkapan,
not only to her, tidak hanya untuk dia,
   
18:16 but you could see tapi Anda dapat melihat...
   
18:18 with respect to the sehubungan dengan semua wajah
faces all around the room di sekeliling ruangan,
   
18:21 that we are all involved bahwa kita semua
in this nonsense. terlibat dalam omong kosong ini.
   
18:24 K: Yes, sir. K: Ya, Tuan.
   
18:25 A: And her shock that she A:Dan kekagetannya bahwa dia bisa
could so betray this relationship begitu mengkhianati hubungan ini...
   
18:34 that she had had yang dia lakukan dalam melaksanakan
in doing her exercise, pekerjaannya,
   
18:37 in just a couple of words, dalam hanya beberapa kata,
   
18:40 was almost... hampir…
K: Very revealing. K:Sangat terungkap.
   
18:44 A: Yes, extremely revealing, A:Ya, sangat terungkapkan,
but at the same time tapi pada saat yang sama...
   
18:48 desperately hard to believe sangat sulit
  untuk dapat dipercaya,
   
18:49 that anybody would do bahwa seseorang akan melakukan
such a thing to himself. hal seperti ini pada dirinya.
   
18:51 K: Quite, quite. K:Tepat, tepat.
A: Yes. Please, do go on. A: Ya. Silahkan lanjutkan.
   
18:55 K: So, sir, that's it. K: Jadi, Tuan, itulah.
   
18:56 Negation can only take place Negasi hanya dapat terjadi
when the mind sees the false. ketika batin melihat yang palsu.
   
19:04 The very perception Persepsi aktual dari kepalsuan...
of the false  
   
19:06 is the negation of the false. adalah negasi dari yang palsu.
   
19:10 And when you see the religions, Dan ketika Anda melihat
  agama-agama,
   
19:14 based on miracles, yang berlandaskan keajaiban,
   
19:16 based on personal worship, berlandaskan pemujaan pribadi,
   
19:18 based on fear that you, yourself, berlandaskan rasa takut
  yang adalah Anda, diri Anda,
   
19:22 your own life is so kehidupan Anda yang begitu buruk,
shoddy, empty, meaningless, kosong, tanpa arti,
   
19:26 and it is so transient, dan itu begitu sementara,
   
19:30 you will be gone in a few years, Anda akan pergi
  dalam beberapa tahun,
   
19:33 and then the mind creates dan kemudian batin
the image which is eternal, menciptakan gambaran yang abadi,
   
19:37 which is marvellous, yang menakjubkan,
   
19:39 which is the beautiful, yang adalah si indah, surga,
the heaven,  
   
19:44 and identifies with it dan mengidentifikasikan dirinya
and worships it. dengan itu dan memujanya.
   
19:50 Because it needs Karena ia membutuhkan...
   
19:54 a sense of security, deeply, sebuah perasaan aman,
  secara mendalam,
   
19:59 and it has created dan itu telah menciptakan semua
all this superficial yang dangkal ini,
   
20:04 nonsense, a circus - it is a circus. omong kosong ini - itu sebuah sirkus.
A: Oh yes. A:Ya benar.
   
20:08 K: So can the mind K: Jadi dapatkah batin
observe this phenomenon mengamati fenomena ini...
   
20:18 and see its own demand dan melihat tuntutannya
for security, untuk rasa aman,
   
20:22 comfort, safety, permanency, kenyamanan, keamanan,
  kekekalan,
   
20:27 and deny all that? dan menolak semua itu?
   
20:30 Deny, in the sense, Menolak dalam arti,
see how the brain, thought, melihat bagaimana otak, pikiran,
   
20:36 creates menciptakan rasa kekekalan,
the sense of permanency,  
   
20:41 eternity, or whatever keabadian, atau apapun
you like to call it. Anda suka menyebutnya.
   
20:45 And to see all that. Dan melihat semua itu.
   
20:51 Therefore one has to go Karenanya orang
much more deeply harus masuk jauh lebih dalam...
   
20:54 into the question of thought, ke dalam persoalan pikiran,
   
20:58 because, karena
both in the West and the East, baik di dunia Barat dan Timur,
   
21:03 thought has become the pikiran telah menjadi sebuah gerakan
most important movement in life. teramat penting dalam kehidupan.
   
21:10 Right, sir? Betul, Tuan?
A: Oh yes. A: Oh ya.
   
21:13 K: Thought K: Pikiran,
   
21:15 which has created this marvellous yang telah menciptakan dunia
world of technology, teknologi yang menakjubkan ini,
   
21:20 marvellous world of dunia ilmu pengetahuan
science and all that, yang menakjubkan dan semua itu,
   
21:24 and thought which has created dan pikiran yang telah
the religions, menciptakan agama-agama,
   
21:33 all the marvellous chants, dan semua nyanyian yang
  mengagumkan,
   
21:36 both the Gregorian and baik nyanyian-nyanyian Gregorian
the Sanskrit chants, dan Sansekerta,
   
21:40 thought which has built pikiran yang telah membangun
beautiful cathedrals, katedral-katedral yang indah,
   
21:46 thought which has made pikiran yang telah membuat gambaran-
images of the saviours, gambaran para juru selamat,
   
21:52 the masters, the gurus, para master, para guru,
the Father - image. gambaran sang Bapak.
   
22:00 Unless one really Hanya jika orang
understands thought, benar-benar memahami pikiran,
   
22:06 what is thinking, berpikir itu apa,
   
22:10 we will still play the same game kita masih tetap memainkan permainan
in a different field. yang sama dalam bidang yang berbeda.
   
22:17 A: Exactly, exactly. A:Persis, persis.
   
22:19 K: Look what is happening K:Lihat apa yang tengah terjadi
in this country. dalam negara ini.
   
22:22 These gurus come, from India, Guru-guru ini datang,
  dari India,
   
22:28 they shave their head, mereka mencukur kepala mereka,
put on the Indian dress, pakai baju orang India,
   
22:32 a little tuft of hair kuncung rambut kecil
hanging down, yang menggantung,
   
22:35 and repeat endlessly dan mengulang-ulang tanpa akhir
what somebody has said. apa yang seseorang telah katakan.
   
22:40 A new guru. Seorang guru baru.
   
22:42 They have had old gurus, Mereka sudah memiliki guru-guru
the priests. sebelumnya, para pendeta.
   
22:44 A: Oh yes. A:Oh ya.
K: The Catholic, the Protestant, K:Katolik, Protestan,
   
22:46 and they have denied them, dan mereka telah menolaknya,
but accept the others! tapi menerima yang lain-lain!
   
22:50 You follow? Anda mengikuti?
A: Yes. A: Ya.
   
22:52 K: The others are as dead K:Yang lain-lain sama matinya
as the old ones, dengan yang sebelumnya,
   
22:55 because they are just karena mereka
repeating tradition: hanya sekadar mengulang tradisi:
   
22:59 traditionally repeating Secara tradisi mengulang
how to sit, how to shave, bagaimana cara duduk, cara mencukur,
   
23:03 how to meditate, how to bagaimana cara bermeditasi, bagaimana
hold your head, breathe. cara menegakkan kepala, bernafas.
   
23:06 And finally you obey Dan akhirnya Anda mematuhi
what the old guru says, apa yang guru tua Anda katakan,
   
23:10 or the young guru says. atau guru muda Anda katakan.
   
23:13 Which is exactly what took place Yang adalah tepat apa
  yang terjadi...
   
23:17 in the Catholic world, di dunia Katolik, di
in the Protestant world. dunia Kristen.
   
23:19 They deny that Mereka menolak itu
and yet accept the other. tetapi menerima yang lainnya.
   
23:24 Because they want security, Karena mereka
  menginginkan rasa aman,
   
23:27 they want somebody to tell them Mereka ingin seseorang memberitahu
what to do, what to think, mereka apa yang harus dilakukan,
   
23:30   apa yang harus dipikirkan,
   
23:32 never how to think. tidak pernah
  bagaimana cara berpikir.
   
23:36 A: No. A: Tidak.
This raises a question Ini menimbulkan sebuah pertanyaan,
   
23:42 I hope we can explore together, saya harap
  kita dapat mendalaminya bersama,
   
23:43 that concerns terkait dengan kata 'pengalaman'.
the word 'experience'.  
   
23:46 K: Oh yes, it's another word. K:Oh ya, itu kata yang lain.
   
23:48 A: It's amazing how often A:Adalah menakjubkan bagaimana se-
in these times ringnya dalam waktu sekarang ini,
   
23:55 this word crops up to kata ini muncul
represent something that untuk mewakili sesuatu yang...
   
24:02 I desperately need, sangat saya butuhkan,
   
24:04 which somehow yang entah bagaimana berada
lies outside myself. di luar diri saya.
   
24:07 I need the experience Saya membutuhkan pengalaman
of an awakening. dari suatu kebangkitan.
   
24:13 It isn't an awakening Itu bukahlah sebuah kebangkitan
that I need, apparently, yang saya butuhkan, nyatanya,
   
24:16 it's an adalah suatu pengalaman
experience of this awakening. dari kebangkitan ini.
   
24:21 The whole idea of Seluruh ide tentang agama
religion as experience sebagai pengalaman,
   
24:26 needs membutuhkan pemikiran
very careful thought, yang sangat hati-hati,
   
24:30 very careful penetration. penetrasi yang amat hati-hati.
K: Quite right. K:Tepat sekali.
   
24:34 Sir, if I may ask, Tuan, jika saya boleh bertanya,
why do we demand experience? mengapa kita menuntut pengalaman?
   
24:43 Why is this Mengapa keinginan yang sangat
craving for experience? kuat ini untuk pengalaman?
   
24:52 We have sexual experience, Kita memiliki
  pengalaman seksual,
   
24:55 experiences of every kind, pengalaman dari segala macam,
don't we? bukankan demikian?
   
24:58 A: Yes. A:Ya.
K: As we live. K:Selagi kita hidup.
   
25:01 Insults, flattery, Hinaan-hinaan, sanjungan,
happenings, incidents, kejadian-kejadian, insiden-insiden,
   
25:06 influences, pengaruh-pengaruh, apa yang
what people say, don't say, orang katakan, tidak katakan,
   
25:10 we read a book, and so on. kita membaca buku,
  dan seterusnya.
   
25:12 We are experiencing Kita setiap waktu mendapat
all the time. pengalaman.
   
25:16 We are bored with that! Kita bosan dengan itu!
   
25:20 And we say Dan kita berkata,
we'll go to somebody kita akan pergi kepada seseorang...
   
25:23 who will give me yang akan memberikan kita
the experience of God. pengalaman Ilahi.
   
25:27 A: Yes, that's precisely A:Ya, itu persis seperti
what is claimed. yang diklaim.
   
25:30 K: Yes. Now, K: Ya. Sekarang,
   
25:33 what is involved in that? Apa yang terlibat
  di dalam itu?
   
25:38 What is involved Apa yang terlibat dalam
in our demand of experience tuntutan kita akan pengalaman...
   
25:45 and the experiencing dan mengalami tuntutan itu?
of that demand?  
   
25:54 I experience what Saya mengalami apa...
   
25:57 that guru, or master, guru itu, atau master,
or somebody tells me. atau seseorang, katakan kepada saya.
   
26:01 How do I know it is real? Bagaimana saya tahu itu benar?
   
26:07 And I say I recognise it, Dan saya berkata saya mengenalinya,
don't I, sir? bukankah begitu, Tuan?
   
26:12 Look, I experience something, Lihat, saya mengalami sesuatu,
   
26:17 and I can only know dan saya hanya dapat tahu
that I have experienced it, bahwa saya telah mengalaminya,
   
26:22 when I have recognised it. ketika saya sudah mengenalinya.
   
26:27 Right? Betul?
A: Right. A:Betul
   
26:29 K: Recognition implies K: Pengenalan berarti
I have already known. saya telah mengetahuinya.
   
26:34 A: Re-cognise. A:Mengenal.
K: Re-cognise. K:Mengenal.
   
26:37 A: Yes. A: Ya.
   
26:38 K: So, I am experiencing K: Jadi, saya mengalami
what I have already known, apa yang sudah saya ketahui,
   
26:44 therefore it is nothing new. karenanya itu bukan hal baru.
   
26:48 I don't know if I am... Saya tidak tahu jika saya...
A: Yes, you are making yourself A:Ya, Anda telah membuat diri Anda...
   
26:50 very, very clear. sangat, sangat jelas.
   
26:51 K: So all they are doing K:Jadi, semua yang mereka lakukan
is a self-deception. adalah penipuan diri.
   
27:00 A: It is actually lusted after. A:Itu sesungguhnya mengejar nafsu.
K: Oh, good lord, yes. K:Oh, demi Tuhan, ya.
   
27:05 A: Yes, the drive for it A:Ya, pendorong untuk itu
is extraordinary. sangat luar biasa.
   
27:08 I have seen it Saya telah melihat itu
in many, many students, di banyak, banyak pelajar,
   
27:11 who will go to yang melakukan hidup kesederhanaan
extraordinary austerities, really. yang luar biasa, sungguh.
   
27:15 K: I know all this. K: Saya tahu semua ini.
   
27:17 A: We sometimes think A:Kita kadang berpikir
that young people today anak muda zaman sekarang ini...
   
27:20 are very loose sangat longgar
in their behaviour. dalam tingkah lakunya.
   
27:23 Some are - but what Sebagian ya -
is so new about that, tapi apa yang amat baru tentang itu,
   
27:27 that has been going on yang sudah berlangsung
since time out of mind. sejak lama, lama sekali.
   
27:30 I think that Saya pikir
what is rarely seen apa yang jarang terlihat,
   
27:33 is that many young persons bahwa anak-anak muda
today zaman sekarang,
   
27:36 are extremely serious adalah luar biasa serius
about acquiring something tentang mendapatkan sesuatu...
   
27:42 that someone possesses yang orang tertentu miliki,
that they don't have, yang mereka tidak punya,
   
27:45 and if someone claims dan jika orang tertentu
to have it, menyatakan memilikinya,
   
27:47 naively, secara naif, mereka
they are on their way. langsung menuju menemuinya.
   
27:49 And they'll go through Dan mereka akan menempuh
any number of cartwheels, dengan banyak gerobak,
   
27:52 they'll stand on mereka akan berdiri di kepala
their head indefinitely mereka tanpa batas waktu...
   
27:55 for that that lines up. sebab itu adalah urutannya.
   
27:57 K: Oh yes, I have seen all that. K: Oh ya,
  saya sudah melihat semua itu.
   
27:58 A: Which is called A:Yang disebut
an experience as such. sebuah pengalaman sejatinya.
   
28:03 K: That's why K:Itulah mengapa orang
one has to be very careful, harus sangat berhati-hati,
   
28:05 as you pointed out, sir, seperti yang Anda tunjukkan, Tuan,
to explore this word. untuk mendalami kata ini.
   
28:11 And to see why the mind, Dan untuk
  melihat mengapa batin,
   
28:15 why a human being mengapa umat manusia menginginkan
demands more experience, pengalaman lebih banyak lagi,
   
28:20 when his whole life ketika seluruh kehidupannya adalah
is a vast experience, sebuah pengalaman yang luas,
   
28:24 with which he is so bored. dengan apa dia demikian
  bosannya.
   
28:28 He thinks Dia berpikir ini adalah
this is a new experience, sebuah pengalaman baru,
   
28:34 but to experience the new, namun untuk mengalami
  yang baru,
   
28:38 how can the mind bagaimana mungkin batin mengenalnya
recognise it as the new, itu sebagai sesuatu yang baru,
   
28:42 unless kecuali
it has already known it? itu sudah diketahui sebelumnya?
   
28:46 I don't know if I'm... Saya tidak tahu jika saya...
A: Yes, yes. A: Ya, ya.
   
28:47 And there is something Dan ada sesuatu
very remarkable here, yang sangat luar biasa disini,
   
28:49 in terms of what dalam kaitan
you said earlier, yang Anda katakan sebelumnya,
   
28:51 in other previous conversations: dalam
  pembicaraan kita sebelumnya:
   
28:55 in the recognition dalam pengenalan dari
of what is called the new, apa yang disebut dengan baru,
   
29:01 the linkage with old thought, hubungannya dengan
old image, pikiran lama, gambaran lama,
   
29:05 establishes the notion membagun gagasan...
   
29:06 that there is something bahwa ada sesuatu yang
gradual in the transition. berangsur dalam transisi.
   
29:11 That there really is some Bahwa sesungguhnya
kind of genuine link here ada semacam hubungan yang nyata...
   
29:15 with where I am now dengan di mana saya sekarang
and where I was before. dan di mana saya sebelumnya.
   
29:18 Now I become the next guru, Sekarang saya
  menjadi guru berikutnya,
   
29:21 who goes out and teaches yang akan keluar
the person dan mengajarkan orang...
   
29:23 how, gradually, bagaimana, secara bertahap,
to undertake this discipline. untuk melakukan disiplin ini.
   
29:27 K: Yes, sir. K: Ya, Tuan.
A: And it never stops. A:Dan itu tidak pernah berhenti.
   
29:29 No, I do see that. Tidak. Saya benar melihatnya.
It's amazing. Itu menakjubkan.
   
29:33 Driving down in the car Mengemudi mobil pagi ini
this morning I was thinking about saya memikirkan tentang...
   
29:38 the whole business of chant segala urusan tentang
  puji-pujian...
   
29:40 that you mentioned, yang Anda utarakan,
the beauty of it all, keindahan dari itu semua,
   
29:44 and since this is related dan karena ini terkait
to experience as such, dengan pengalaman,
   
29:48 I thought maybe we could saya pikir mungkin kita bisa
examine the aesthetics, menyelidiki sisi keindahannya,
   
29:52 where this self-trapping di mana jebakan diri ini berada.
lies in it.  
   
30:00 And of course, Dan tentu saja,
I thought of Sanskrit saya berpikir tentang Sansekerta...
   
30:03 and that beautiful invocation dan keindahan dari seruan
that is chanted yang dilantunkan...
   
30:09 to the Upanishadic Isa: kepada Upanishadic Isa:
   
30:13 Poornamada, poornam idam Poornamada, poornam idam...
   
30:17 poornat poornamudachyate poornat poornamudachyate...
   
30:20 poornasya poornam, poornasya poornam,
   
30:23 and it goes on. dan itu berlanjut.
   
30:27 And I said to myself, Dan saya berkata
  pada diri saya sendiri,
   
30:31 if one would attend jika orang menghayati
to those words, kata-kata termaksud,
   
30:38 there is the echo of the abiding akan ada gema dari seluruh
through the whole thing, proses itu,
   
30:41 through that melalui seluruh irama agung itu,
whole glorious cadence,  
   
30:43 and yet within it dan lagi di dalamnya...
   
30:47 there's terkandung
   
30:49 the radical occasion to fall into kesempatan untuk jatuh ke dalam...
   
30:54 a euphoria. suatu kegembiraan luar biasa.
K: Yes, sir. K: Ya, Tuan.
   
30:56 A: And somnolence takes over. A:Dan rasa terkantuk-kantuk
  mengambil alih.
   
31:00 But it is Tapi itu dalam keadaan yang
within the very same! amat sama saja!
   
31:02 And I said to myself, Dan saya berkata
  pada diri saya sendiri,
   
31:06 maybe Mr. Krishnamurti would mungkin Tuan Krishnamurti akan menga-
say a word about the relation takan sebuah kata tentang hubungan...
   
31:11 of beauty to this dari keindahan dengan ini,
   
31:13 in terms of one's own dalam hubungan seseorang
relation to the beautiful, dengan keindahan,
   
31:19 when that relation is jika hubungan ini
not seen for what it is. tidak dilihat seperti apa adanya.
   
31:23 Since there is a narcosis present Karena di situ ada suatu pembiusan
that I can generate. hadir yang dapat saya hasilkan.
   
31:27 It isn't in those words! Ini tidak dalam kata-kata itu!
   
31:34 And yet we think that the Tetapi kita pikir bahwa bahasa
language must be at fault, pasti disalahkan,
   
31:39 there must be something pasti ada sesuatu
demonically hypnotic unsur hipnotis yang amat jahat...
   
31:42 about this, we do. tentang ini,
  kami pikir demikian.
   
31:44 And then religious groups Dan
  kemudian kelompok keagamaan...
   
31:46 will separate themselves totally ingin memisahkan diri mereka
from all this. secara total dari ini semua.
   
31:49 We had a period in Europe, Kita memiliki sebuah jaman di Eropa,
when Protestants, Calvinists, ketika kaum Protestan dan Calvin,
   
31:53 wouldn't allow an organ, tidak mengijinkan
no music, sebuah organ, tidak ada musik,
   
31:56 because music is seductive. karena musik bersifat menggoda.
   
31:59 I am not the self-seducer, Saya bukan si penggoda-diri,
it is the music's fault! itu kesalahan musik!
   
32:02 K: That's just it, sir. K:Itulah, Tuan.
A: Let's look at it. A:Mari kita tengoknya.
   
32:10 K: As we were saying K:Seperti yang kita katakan
the other day, sir, tempo hari, Tuan,
   
32:13 beauty keindahan...
   
32:18 can only be when there hanya bisa ada bila
is the total abandonment ada ketidakhadiran total...
   
32:22 of the self. dari si diri.
   
32:26 Complete Selengkapnya dikosongkannya
emptying the consciousness kesadaran...
   
32:31 of its content, dari isinya,
which is the 'me'. yang adalah sang si 'aku'..
   
32:35 Then there is a beauty, Lalu ada keindahan,
which is something yaitu sesuatu...
   
32:38 entirely different from the yang sepenuhnya berbeda dari gambar-
pictures, chants - all that. gambar,puji-pujian - semua itu.
   
32:45 And probably most of these Dan mungkin kebanyakan
young people, dari orang-orang muda ini,
   
32:49 and also the older people, dan juga orang-orang dewasa,
seek beauty in that sense: mencari keindahan dalam arti itu:
   
32:54 through melalui
the trappings of the church, jebakan-jebakan dari gereja,
   
32:59 through chants, melalui puji-pujian,
   
33:02 through reading melalui membaca
the Old Testament Kitab Perjanjian Lama...
   
33:06 with all its beautiful words dengan semua keindahan kata-kata
and images, dan gambaran,
   
33:11 and that gives them dan itu memberikan mereka
a sense of deep satisfaction. perasaan kepuasan yg mendalam.
   
33:18 In other words, Dengan kata lain,
what they are seeking apa yang mereka cari...
   
33:21 is really gratification sesungguhnya pemuasan diri
through beauty, melalui keindahan,
   
33:28 beauty of words, keindahan kata-kata,
beauty of chant, keindahan puji-pujian,
   
33:30 beauty of all the robes, keindahan dari jubah-jubah
and the incense, and the light dan dupa, dan cahaya...
   
33:40 coming through those yang datang dalam
marvellous pieces of colour aneka warna yang menakjubkan...
   
33:44 - you have seen it all - Anda telah melihat semua ini
in cathedrals, dalam katedral-katedral,
   
33:47 Notre Dame de Chartres, and Notre dame de Chartres, dan semua
all these places - marvellous. tempat-tempat ini - menakjubkan.
   
33:51 And it gives them Dan itu memberikan mereka
a sense of sacredness, sebuah rasa kesucian,
   
33:55 sense of feeling happy, rasa bahagia, lega:
relieved:  
   
34:00 at last there is a place, akhirnya ada sebuah tempat, di mana
where I can go and meditate, saya dapat pergi dan bermeditasi,
   
34:05 be quiet, get into menjadi tenang,
contact with something. terhubung dengan sesuatu.
   
34:12 And when you come along and say, Dan ketika Anda datang dan ber-
look, that's all rubbish, kata, mari lihat, semua itu sampah,
   
34:17 it has no meaning! itu tidak berarti apa-apa!
   
34:19 What has meaning is how Apa yang memiliki arti...
you live in your daily life.  
   
34:20   adalah bagaimana Anda
  menjalani kehidupan sehari-hari.
   
34:23 A: Yes. A:Ya. K:Lalu mereka melempar
K: Then they throw a brick at you. batu bata ke Anda.
   
34:26 A: Of course, it is A:Tentu saja, itu seperti
like taking food away menyingkirkan makanan...
   
34:28 from a starving dog. dari seekor anjing yang kelaparan.
K: Exactly. K:Persis.
   
34:33 So, this is the whole point, Jadi, ini keseluruhan intinya,
sir: Tuan:
   
34:38 experience is a trap, pengalaman
  adalah sebuah jebakan,
   
34:47 and all the people want dan semua orang menginginkan
this strange experience, pengalaman yang aneh ini,
   
34:51 which the gurus think they have. yang para guru berpikir
  mereka memilikinya.
   
34:56 A: Which is always called A:Yang selalu disebut
the knowledge. pengetahuan.
   
34:59 Interesting, isn't it? Menarik, bukankah demikian?
K: Very, very. K:Sangat, sangat.
   
35:02 A: It is always called A:Itu selalu disebut
the knowledge. pengetahuan.
   
35:07 Yes. I was thinking Ya. Saya sedang memikirkan perihal
about previous conversations pembicaraan-pembicaraan sebelumnya...
   
35:12 about this self-transformation tentang transformasi-diri ini...
   
35:14 that is not yang tidak tergantung
dependent on knowledge. pada pengetahuan.
   
35:16 K: Of course not. K:Tentu saja tidak.
A: Not dependent on time. K: No. A:Tidak bergantung pada waktu. K: Tidak
   
35:18 A: And eminently A:dan benar-benar
requires responsibility. membutuhkan tanggung jawab.
   
35:24 K: And also, sir, K:Dan juga, Tuan,
we don't want to work. kita tidak ingin bekerja.
   
35:31 We work very strenuously Kita bekerja dengan sangat keras
in earning a livelihood. untuk mendapatkan nafkah hidup.
   
35:36 Look what we do: Lihat apa yang kita lakukan:
   
35:38 year after year, year after year, tahun demi tahun,
  tahun demi tahun,
   
35:40 day after day, day after day, hari demi hari,
  hari demi hari,
   
35:42 the brutality, kebrutalan,
the ugliness of all that. keburukan dari semua itu.
   
35:47 But here, inwardly, psychologically, Tapi di sini, batiniah, secara
we don't want to work. psikologis, kita tidak mau bekerja.
   
35:52 We are too lazy. Kita terlalu malas.
Let the other fellow work, Biarkan orang lain yang bekerja,
   
35:56 perhaps he has worked, mungkin dia sudah bekerja,
   
35:57 and perhaps he will give me dan mungkin dia akan
something. memberikan saya sesuatu.
   
36:00 But I don't say Tapi saya tidak berkata
I am going to find out, saya akan mencari tahu,
   
36:03 deny the whole thing menolak semua itu dan
and find out. mencari tahu.
   
36:07 A: No, the assumption is A:Bukan, asumsi nya adalah
that the priest's business is bahwa urusan para pendeta...
   
36:10 to have worked in order to know, untuk bekerja
  agar dapat mengetahuinya,
   
36:13 so that I am relieved sehingga saya
of that task, terbebas dari tugas itu,
   
36:16 or if I didn't come into the atau jika saya tidak datang ke dunia
world with enough marbles, ini dengan cukup kemampuan mental,
   
36:19 then all I need do is simply maka semua yang saya butuhkan
follow his instructions, hanya mengikuti arahannya,
   
36:24 and it's his fault dan itu salah dia
if he gets it messed up. jika dia mengacaukannya.
   
36:26 K: Yes, and we never ask K:Ya, dan kita
  tidak pernah mempertanyakan...
   
36:29 the man who says, orang yang berkata, 'Saya tahu,
'I know, I have experienced' saya telah mengalaminya',
   
36:34 what do you know? Anda tahu apa?
A: Exactly. A: Persis.
   
36:37 K: What have you experienced? K:Apa yang Anda telah alami?
   
36:40 What do you know? Apa yang Anda ketahui?
   
36:43 When you say, 'I know' Ketika Anda berkata, 'Saya tahu',
   
36:45 you only know something Anda hanya tahu sesuatu
which is dead, which is gone, yang sudah mati, yang telah tiada,
   
36:49 which is finished, yang telah selesai,
which is the past. yang adalah masa lalu.
   
36:51 You can't know Anda tidak dapat mengetahui
something that is living. sesuatu yang hidup.
   
36:56 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
A: Yes. A: Ya.
   
36:58 K: A living thing you can K:Sesuatu yang hidup Anda tidak
never know, it's moving. pernah tahu, itu bergerak.
   
37:02 It is never the same. Itu tidak pernah sama.
   
37:05 And so I can never say Dan karenanya saya tidak pernah dapat
I know my wife, berkata saya mengenal istri saya,
   
37:12 or my husband, my children, atau suami saya, anak-anak saya,
   
37:13 because they are karena mereka adalah
living human beings. manusia-manusia yang hidup.
   
37:16 But these fellows come along, Tapi orang-orang ini datang,
   
37:19 from India specially, khususnya dari India,
   
37:21 and they say, I know, dan mereka berkata, saya tahu,
I have experienced, saya mengalaminya,
   
37:25 I have knowledge, saya memiliki pengetahuan, saya
I will give it to you. akan memberikannya kepada Anda.
   
37:28 And I say what impudence. Dan saya katakan betapa
  lancangnya.
   
37:32 You follow, sir? Anda mengikutinya, Tuan?
A: Yes. A: Ya.
   
37:33 K: What callous indifference K:Betapa amat tiada pedulinya,
   
37:36 that you know 'Anda tahu dan saya tidak tahu'.
and I don't know.  
   
37:39 And what do you know? 'Dan apa yang Anda tahu?'
   
37:44 A: It's amazing A:Adalah menakjubkan
what has been going on apa yang sedang terjadi...
   
37:46 in the relation between men dalam hubungan antara pria...
   
37:50 and women dan perempuan,
   
37:52 with respect to this, dalam hubungan ini,
   
37:54 because a whole mythology karena mitos yang lengkap
has grown up about this. telah berkembang tentang ini.
   
37:56 For instance, our sex says, Sebagai contoh, ahli seks
  berkata,
   
37:59 woman is mysterious, perempuan adalah misteri,
   
38:04 and never is this dan ini tidak pernah dipahami
understood in terms of dalam kaitan...
   
38:08 the freshness of life, kesegaran kehidupan,
   
38:11 which includes yang mencakup semuanya,
everything, not just woman. tidak hanya perempuan.
   
38:14 Now we have an idea Sekarang kita memiliki ide
that woman is mysterious. bahwa perempuan adalah misteri.
   
38:18 So we are talking about something Jadi kita membicarakan tentang
in terms of an essence, sesuatu menyangkut suatu inti,
   
38:21 which has nothing yang sama sekali tidak ada hubungan
to do with existence. dengan keberadaan.
   
38:25 Isn't that so? Bukankan demikian?
K: That's it, sir. K:Tepat sekali, Tuan.
   
38:26 A: Yes, yes. Goodness me! A: Ya, ya. Mengherankan!
   
38:30 And as you said Dan seperti Anda katakan, kita
we are actually taught this, sesungguhnya diajarkan ini,
   
38:35 this is all in books, semua ini ada di dalam buku,
   
38:36 this is all in the conversations semua ini dalam pembicaraan
that go on in class rooms. yang berlangsung di ruang kelas.
   
38:40 K: So that why, sir, I feel, K:Jadi itulah mengapa, Tuan,
  saya rasa,
   
38:43 education is destroying people pendidikan menghancurkan manusia
- as it is now. - seperti sekarang ini.
   
38:49 It has become a tragedy. Ini menjadi sebuah tragedi.
   
38:52 If I had a son - which I Jika saya mempunyai seorang anak
haven't got, thank God! - - yang tidak saya miliki, syukurlah!
   
38:57 where am I to educate him? di mana saya akan mendidiknya?
   
38:59 What am I to do with him? Apa yang akan
  saya lakukan padanya?
   
39:05 Make him Membuat dia seperti orang lainnya
like the rest of the group? dari kelompoknya?
   
39:08 Like Seperti orang lainnya
the rest of the community? dari masyarakat?
   
39:13 Taught memories, accept, obey. Memori yang diajarkan,
  menerima, patuh.
   
39:18 You follow, sir? All the Anda mengikuti, Tuan?
things that are going on. Semua itu yang sedang terjadi.
   
39:23 And when you are faced with that, Dan ketika Anda dihadapkan dengan
as many people are now, itu, seperti banyak orang saat ini,
   
39:28 they are faced with this problem. mereka dihadapkan pada
  masalah ini.
   
39:30 A: They are, yes. A:Mereka demikian, ya.
There's no question about that. Tidak disangkal lagi.
   
39:34 K: So we say, look, K:Jadi kita berkata,
let's start a school, mari kita bangun sebuah sekolah,
   
39:39 which we have in India, yang sudah ada di India,
   
39:40 which I am going to do yang akan saya lakukan juga
in California, at Ojai. di California, di Ojai.
   
39:43 We are going to do that. Kita akan melakukannya.
Let's start a school Mari kita bangun sebuah sekolah...
   
39:45 where we think totally di mana kita berpikir secara
differently, berbeda sama sekali,
   
39:47 where we are taught differently. di mana kita mengajarkan
  secara berbeda.
   
39:53 Not just the routine, Tidak sekadar rutinitas,
routine, to accept, rutinitas, untuk menerima,
   
39:58 or to deny, react atau menolak, bereaksi
- you know - the whole thing. - Anda tahu - semua itu.
   
40:01 So from that arises, sir, Jadi dari situ timbul, Tuan,
another question: pertanyaan lain:
   
40:05 why does the mind obey? mengapa pikiran mematuhi?
   
40:14 I obey Saya mematuhi hukum
the laws of the country, sebuah Negara,
   
40:20 I obey keeping to the Saya mematuhi
left side berkendaraan di sebelah kiri
   
40:23 or the right side atau di sebelah kanan jalan.
of the road.  
   
40:25 I obey what the doctor Saya patuhi apa
tells me - obey... yang dokter katakan - patuh…
   
40:29 ...I am careful ...saya memperhatikan apa
what he tells me, yang dia katakan pada saya,
   
40:32 personally secara pribadi saya tidak
I don't go near doctors. dekat-dekat dengan dokter-dokter.
   
40:35 If I do, Jika saya melakukannya,
I am very careful, saya akan sangat memperhatikan,
   
40:37 I listen very carefully saya dengarkan dengan seksama
what they have to say, apa yang mereka katakan,
   
40:38 I am watchful. saya waspada.
   
40:39 I don't accept Saya tidak serta merta
immediately this or that. menerima ini atau itu.
   
40:44 But politically, in a Tapi secara politis, dalam sebuah,
so-called democratic world, yang disebut, dunia demokrasi,
   
40:51 they won't accept a tyrant. mereka tidak akan menerima
  seorang tiran.
   
40:55 A: No, no, they won't... A: Tidak, tidak,
  mereka tidak akan…
   
40:56 ... accept a tyrant. … menerima seorang tiran. K:Mereka
K: They say, no authority, freedom. berkata, otoritas:tidak, kebebasan.
   
41:00 But spiritually, inwardly, Tapi secara spiritual, batiniah,
   
41:03 they accept every mereka menerima semua orang
Tom, Dick, and Harry, yang bukan siapa-siapa,
   
41:10 especially when they come khususnya bila mereka itu
from India. datang dari India.
   
41:13 A: Oh yes. A: Oh ya.
   
41:14 K: The other day K: Suatu hari saya
I turned on the London BBC, menyalakan siaran BBC London,
   
41:17 and there was a man dan di situ ada seorang yang
interviewing mewawancarai...
   
41:21 a certain group of people. sekelompok orang tertentu.
   
41:24 And the boy and the girl said, Dan si pria dan
  si perempuan berkata,
   
41:27 'We obey entirely 'Kita mematuhi seluruhnya
what our guru says'. apa yang guru kita katakan'.
   
41:33 And the interviewer said, Dan pewawancara berkata,
   
41:36 'Will he tell you to marry?' 'Akankah dia memberitahu
  Anda untuk menikah?'
   
41:38 'If he tells me, I will marry'. 'Jika dia menyuruh saya,
  saya akan menikah'.
   
41:42 'If he tells me, I must 'Jika dia menyuruh saya, saya
starve, I will starve, fast'. harus melaparkan diri,
   
41:43   saya akan melaparkan diri,
  puasa.'
   
41:46 Just a slave. Hanya sekadar seorang budak.
You understand, sir? Anda paham, Tuan?
   
41:50 And yet the very same person Dan meski demikian, orang
  yang sama...
   
41:53 will object to akan keberatan pada
political tyranny. politik tirani.
   
41:56 A: Absurd. Yes. A: Menggelikan. Ya.
   
41:58 K: There he will accept K: Di sana dia menerima tirani
the tyranny of a petty little guru dari seorang guru picik...
   
42:04 with his fanciful ideas, dengan ide-idenya yang keren,
   
42:08 and he will reject politically dan dia akan menolak tirani
a tyranny or a dictatorship. politis atau suatu kediktatoran.
   
42:14 So, why does the mind Jadi, mengapa batin memecah
divide life kehidupan...
   
42:21 into accepting authority ke dalam penerimaan otoritas
in one way, in one direction, pada satu jalan, dalam satu arah,
   
42:26 and deny it in another? dan menolaknya di sisi lain?
   
42:29 And what is the Dan apa yang penting
importance of authority? dari otoritas?
   
42:38 The word 'authority', Kata 'authority' ('otoritas'),
as you know, seperti yang Anda ketahui,
   
42:40 means berarti 'seseorang
'the one who originates'. yang mengawali'
   
42:44 A: Author, yes. A: Author, ya.
K: 'Author', yes, of course. K: 'Author', ya, tentu saja.
   
42:48 And these priests, gurus, Dan para pendeta,
leaders, spiritual preachers, guru, pemimpin, pengkotbah,
   
42:58 what have they originated? apa yang mereka telah awali?
   
43:02 They are repeating tradition, Mereka mengulang tradisi,
aren't they? bukankah demikian?
   
43:05 A: Oh yes, precisely. A: Oh ya, persis.
   
43:08 K: And tradition, whether it K: Dan tradisi,
is from the Zen tradition, apakah itu dari tradisi Zen,
   
43:11 the Chinese tradition, tradisi Tiongkok, atau Hindu adalah
or Hindu, is a dead thing! hal yang sudah mati!
   
43:18 And these people are Dan orang-orang ini melanggengkan
perpetuating the dead thing. hal yang sudah mati.
   
43:25 The other day I saw a man, Suatu hari saya
  melihat seorang pria,
   
43:27 he was explaining dia menjelaskan
how to meditate, bagaimana cara bermeditasi,
   
43:29 put your hands here, letakan tangan Anda di sini,
and close your eyes. dan tutuplah mata Anda.
   
43:31 A: Yes, that's the one I saw. A:Ya,
  itu adalah yang saya lihat.
   
43:32 K: And do this, that... K:Dan lakukan ini, itu...
I said, good God. saya berkata, astaga.
   
43:35 A: It was appalling. A: itu mengerikan.
   
43:38 K: And people accept it. K:Dan orang-orang menerimanya.
   
43:41 A: And on the same thing, A:Dan hal yang sama,
there was this woman, ada seorang perempuan,
   
43:44 who had run out of money, yang kehabisan uang,
   
43:47 she had nowhere to go to sleep dia tidak ada tempat
  untuk tidur...
   
43:49 and hysterically she was saying, dan secara histeris dia
  berkata,
   
43:52 'I'm in line, I've got all 'Saya antri, ada banyak orang
these people ahead of me, di depan saya.
   
43:55 but I must have this knowledge, tapi saya harus memiliki
  pengetahuan ini,
   
43:58 I must have this knowledge'. saya harus
  memiliki pengetahuan ini'.
   
44:00 The hysteria of it, Kehisterisan ini,
the desperation of it. keputus-asaan ini.
   
44:04 K: That's why, sir, K:Itulah mengapa, Tuan,
what is behind apa yang ada dibalik...
   
44:07 this acceptance of authority? penerimaan atas otoritas ini?
   
44:11 You understand, sir? Anda memahaminya, Tuan?
   
44:12 The authority of law, Otoritas dari hukum,
the authority of the policeman, otoritas dari polisi,
   
44:17 the authority of the priests, otoritas dari para pendeta,
the authority of these gurus, otoritas dari para guru ini,
   
44:23 what is behind the apa yang ada
acceptance of authority? dibalik penerimaan otoritas?
   
44:31 Is it fear? Apakah itu takut?
   
44:34 Fear of going wrong Rasa takut akan berjalan salah
spiritually, secara spiritual,
   
44:41 of not doing the right thing dari tidak melakukan
in order dengan benar agar supaya...
   
44:43 to gain enlightenment, mendapatkan pencerahan,
   
44:45 knowledge, pengetahuan,
and the super-consciousness, dan kesadaran super,
   
44:49 whatever it is, is it fear? apapun itu,
  apakah itu rasa takut?
   
44:52 Or is it Atau apakah itu
a sense of despair? suatu rasa keputus-asaan?
   
45:00 A sense of utter loneliness, Suatu rasa kesepian
  yang lengkap,
   
45:05 utter ignorance? ketidaktahuan yang lengkap?
   
45:09 I am using the word 'ignorance' Saya menggunakan kata
  'ketidaktahuan'...
   
45:10 in the deeper sense of the word... dalam arti yang lebih dalam dari
A: Yes, yes, I follow. kata ini… A:Ya, ya saya mengikutinya.
   
45:12 K: ...which makes me say, K:...yang membuat saya berkata,
well, there is a man there baiklah, ada seorang pria di sana...
   
45:14 who says he knows, yang berkata dia tahu,
I'll accept him. saya akan menerimanya.
   
45:17 I don't reason. You follow, sir? Saya tidak menggunakan pikiran.
  Anda mengikutinya, Tuan?
   
45:20 I don't say, Saya tidak berkata,
what do you know? apa yang Anda ketahui?
   
45:23 What do you bring to us, Apa yang Anda bawa pada kami,
   
45:26 your own tradition tradisi Anda dari india?
from India? Who cares! Siapa yang peduli!
   
45:31 You are bringing Anda membawa sesuatu yang telah mati,
something dead, nothing original tidak ada yang orisinil
   
45:35 - you follow, sir? - - Anda mengikuti, Tuan? -
nothing real, Tidak ada nyata,
   
45:38 but repeat, tapi pengulangan, pengulangan
repeat, repeat, repeat pengulangan, pengulangan...
   
45:41 what others have done, yang telah dilakukan
  orang-orang lain,
   
45:42 which in India they themselves yang di India, mereka sendiri
are throwing out. telah membuangnya.
   
45:47 A: Yes. I was just thinking A:Ya. Saya terpikir
of Tennyson's lines tentang puisi Tennysong,
   
45:50 - though - meskipun dalam konteks yang
in a different context - berbeda -
   
45:53 when he wrote: ketika dia menulis: 'Kata-kata mereka
'Theirs not to reason why, tidak untuk dipertanyakan,
   
45:55 but to do and die'. melainkan untuk dilakukan dan mati'.
K: Yes, that's the guru's thing. K:Ya, itu adalah hal guru.
   
46:00 So what is behind Jadi apa yang ada
this acceptance of authority? di balik penerimaan otoritas?
   
46:04 A: It is interesting A:Adalah menarik bahwa
that the word 'authority' kata 'authority' ('otoritas')...
   
46:07 is radically related to the self secara radikal terhubung
- autos, the self. dengan diri - auto, diri.
   
46:18 There is this sensed Ada rasa kehampaan yang
  menganga ini...
   
46:21 gaping void, melalui pemisahan itu.
through the division.  
   
46:25 K: Yes, sir, that's just it. K:Ya Tuan, itulah.
A: Through the division. A:Melalui pemisahan itu.
   
46:29 And that immediately opens Dan itu serta merta membuka
up a hunger, doesn't it? 'rasa lapar', bukankan demikian?
   
46:34 And my projection of Dan proyeksi dari makanan saya,
my meal, I run madly to. saya kejar seperti kesetanan.
   
46:41 K: When you see this, K:Ketika Anda melihat ini,
you want to cry. anda ingin menangis.
   
46:43 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
A: Yes. A: Ya.
   
46:47 K: All these young people K:Semua kaum muda
going to these gurus, datang pada guru-guru ini,
   
46:50 shaving their head, mecukur rambutnya,
dressing in Indian dress, memakai baju India,
   
46:53 dancing in the streets. menari di jalan-jalan.
   
46:56 All the fantastic things Segala hal luar biasa
they are doing! yang mereka lakukan!
   
46:59 All on a tradition, Semua beralaskan tradisi,
which is dead. yang telah mati.
   
47:04 All tradition is dead. Semua tradisi telah mati.
You follow? Anda mengikuti?
   
47:09 And when you see that, you say, Dan ketika Anda melihat itu,
what has happened? Anda berkata, apa yang telah terjadi?
   
47:18 So I go back and ask: Maka saya melangkah mundur dan
why do we accept? bertanya: mengapa kita menerima?
   
47:27 Why are we influenced Mengapa kita dipengaruhi
by these people? oleh orang-orang ini?
   
47:30 Why are we influenced when Mengapa kita dipengaruhi ketika
there is a constant repetition ada pengulangan terus menerus...
   
47:35 in a commercial, 'Buy dalam iklan,
this, buy this, buy this'? 'Beli ini, beli ini, beli ini?
   
47:38 It is the same as that. Halnya sama seperti itu.
   
47:40 You follow, sir? Anda mengikuti, Tuan?
A: Yes. A: Ya.
   
47:43 K: Why do we accept? K:Mengapa kita menerima?
   
47:47 The child accepts, Anak menerima,
I can understand that. saya dapat memahaminya.
   
47:51 Poor thing, he doesn't Anak malang,
know anything, dia tidak tahu apa-apa,
   
47:53 it needs security, it needs Dia membutuhkan keamanan,
a mother, it needs care, seorang ibu, kepedulian,
   
47:57 it needs protection, it needs ia membutuhkan proteksi,
  ia membutuhkan...
   
48:00 to sit quietly on your lap duduk tenang di pangkuan Anda,
- you follow? - - Anda mengikuti? -
   
48:03 affection, kindness, kasih sayang, kebaikan,
gentleness. It needs that. kelembutan. Dia membutuhkan itu.
   
48:07 Is it they think Apakah mereka pikir
the guru gives him all this? guru memberikan semua ini?
   
48:13 Through their words, Melalui kata-kata mereka,
through their rituals, upacara-upacara mereka,
   
48:15 through their repetition, melalui pengulangan mereka, melalui
through their absurd disciplines. disiplin mereka yang menggelikan.
   
48:20 You follow? A sense of Anda mengikuti?
  Sebuah perasaan...
   
48:25 acceptance, as I accept diterima, seperti saya menerima
my mother when a child, ibu saya ketika masih anak-anak,
   
48:30 I accept that in order to be saya menerima untuk menjadi
comfortable, in order to feel nyaman, agar merasakan...
   
48:34 at last something akhirnya sesuatu merawat saya.
looking after me.  
   
48:39 A: This relates to what you A:Ini terkait dengan apa yang
said earlier, Anda katakan sebelumnya,
   
48:43 we looked into fear, kita memeriksa rasa takut,
the reaction of the infant reaksi dari si bayi...
   
48:48 is a reaction with no adalah reaksi yang
intermediary of any kind, tanpa perantara apa pun,
   
48:53 of his own contrivance. dari kecerdasannya sendiri.
   
48:54 He simply recognises Dengan sederhana dia mengenali
that he has a need, bahwa dia mempunyai kebutuhan,
   
49:00 and this is not dan ini bukan keinginan
an imagined want, yang dikhayalkan,
   
49:06 it is a radical need. ini suatu kebutuhan yang
  mendasar.
   
49:08 He needs to feed, Dia butuh diberi makan,
   
49:12 he needs to be dia butuh dipegang dengan
affectionately held. K: Of course, sir. kasih sayang. K:Tentu saja, Tuan.
   
49:19 A: The transition from that A:Transisi dari itu hingga
to the point where one, titik di mana seseorang,
   
49:23 as he gets older, selagi ia beranjak dewasa,
begins to think mulai berpikir,
   
49:27 that the source of that need, bahwa sumber dari
  kebutuhan itu,
   
49:37 is the image adalah gambaran
that is interposed between yang ditempatkan antara...
   
49:44 the sense of danger perasaan dari bahaya dan
and the immediate action. tindakan seketika.
   
49:52 So, if I am understanding Jadi, jika saya memahami Anda
you correctly, dengan tepat,
   
49:54 there is a deflection here from di sini ada pembelokkan dari...
   
50:00 the radical purity of act. kemurnian radikal dari tindakan.
K: That's right, sir. K: Itu benar, Tuan.
   
50:05 A: And I've done that myself. A: Dan saya telah melakukan itu
  pada diri saya.
   
50:08 It isn't because of Itu bukan karena apa pun
anything that I was told, yang telah dikatakan pada saya,
   
50:11 that actually yang secara aktual memaksa
coerced me to do it, saya untuk melakukannya.
   
50:14 even though meskipun...
- what you say is true - - yang Anda katakan adalah benar -
   
50:16 we are continually invited, kita secara terus menerus
  diundang,
   
50:22 it's a kind of siren-like call Itu seperti bujukan yang
that comes to us datang ke kita...
   
50:26 throughout the entire culture, melalui seluruh kebudayaan,
in all cultures, dalam semua kebudayaan,
   
50:30 to start that stuff. untuk memulai hal itu..
   
50:32 K: So, sir, K: Jadi, Tuan,
that's what I want to get at. itu yang hendak saya tangkap.
   
50:35 Why is it that Mengapa kita menerima otoritas?
we accept authority?  
   
50:43 In a democratic world, politically, Dalam dunia demokratis, politis
we'll shun any dictator. kita menghindari diktator apapun.
   
50:50 But yet religiously Tapi secara religius,
they are all dictators. mereka semua itu para diktator.
   
51:00 And why do we accept it? Dan mengapa kita menerimanya?
   
51:05 Why do I accept the priest Mengapa kita menerima
  para pendeta...
   
51:08 as an intermediary to something sebagai perantara untuk sesuatu
which he says he knows? yang dia katakan diketahuinya?
   
51:16 And so it shows, sir, Dan itu menunjukan, Tuan,
we stop reasoning. kita berhenti berpikir.
   
51:24 Politically we reason, Secara politis kita berpikir,
   
51:26 we see how important kita melihat betapa pentingnya
it is to be free: untuk menjadi bebas,
   
51:29 free speech, everything free kebebasan berbicara,
- as much as possible. semua bebas - sedapat mungkin.
   
51:35 We never think freedom Kita tidak pernah berpikir
is necessary here. kebebasan dibutuhkan di sini.
   
51:42 Spiritually we don't feel Secara spiritual kita tidak merasa
the necessity of freedom. ada kebutuhan akan kebebasan.
   
51:49 And therefore we accept it, Dan maka itu kita menerimanya,
   
51:51 any Tom, Dick, and Semua orang yang picis itu.
Harry. It is horrifying! Ini sangat menyeramkan!
   
51:58 I've seen Saya melihat kaum terpelajar,
intellectuals, professors, professor,
   
52:02 scientists, para ilmuwan,
falling for all this trash! jatuh pada semua sampah ini!
   
52:07 Because they have reasoned Karena mereka berpikir...
   
52:10 in their scientific world, di dalam dunia ilmu pengetahuan,
and they are weary of reasoning, dan mereka lelah berpikir,
   
52:14 and here, at last, I can dan di sini, akhirnya, saya dapat
sit back and not reason, duduk nyaman dan tidak berpikir,
   
52:18 be told, be comfortable, diberitahu,
be happy, jadilah nyaman, bahagia,
   
52:21 I'll do all the work for you, saya akan mengerjakan
  semuanya untuk Anda,
   
52:23 you don't have to do anything, Anda tidak perlu melakukan
  apapun,
   
52:25 I'll take you over the river. Saya akan membawa Anda
  ke seberang sungai.
   
52:26 You follow? Anda mengikuti?
A: Oh yes. A: Oh ya.
   
52:28 K: And I'm delighted. K:Dan saya sangat senang.
   
52:33 So, we accept Jadi, kita menerima
where there is ignorance, di mana ada ketidaktahuan,
   
52:41 where reason doesn't function, ketika pikiran tidak bekerja,
   
52:44 where ketika kecerdasan
intelligence is in abeyance, dalam keadaan tidak bekerja,
   
52:52 and you need all that: dan Anda membutuhkan semua itu:
   
52:56 freedom, intelligence, reasoning Kebebasan, kecerdasan,
  pemikiran...
   
53:01 with regard to dalam hubungan dengan
real spiritual matters. hal-hal spiritual yang nyata.
   
53:08 Otherwise what? Bila tidak lalu apa?
   
53:10 Some guru comes along tenru tertentu datang dan memberi-
and tells you what to do, tahu Anda apa yang harus dilakukan,
   
53:15 and you repeat what he does? dan Anda mengulang apa
  yang dia lakukan?
   
53:18 You follow, sir, how Anda mengikutinya, Tuan, betapa
destructive it is? A: Oh yes. menghancurkannya ini? A:Oh yes.
   
53:22 K: How degenerate it is. K:Betapa merosotkannya hal ini.
That is what is happening! Itulah apa yang terjadi!
   
53:28 I don't think these gurus Saya tidak berpikir guru-guru ini
realise what they are doing. sadar apa yang mereka lakukan.
   
53:34 They are encouraging Mereka memberikan harapan
degeneracy. pada degenarasi.
   
53:38 A: Well, they represent A:Ya, mereka mewakili suatu
a chain of the same. rantai yang sama.
   
53:43 K: Exactly. K: Persis.
   
53:45 So, can we Jadi, dapatkah kita...
   
53:46 - sir, this brings up a - Tuan, Ini memunculkan sebuah
very important question - pertanyaan yang amat penting -
   
53:49 can there be an education, mungkinkah ada suatu
  pendidikan,
   
53:53 in which there is no di mana sama sekali tidak ada
authority whatsoever? otoritas apapun?
   
54:02 A: I must say yes to that, A:Saya harus katakan
  ya untuk itu,
   
54:04 in terms of the experience dalam kaitan dengan pengalaman
that I had in class yesterday. yang saya miliki di kelas kemarin.
   
54:09 It was a tremendous Itu sangat mengagetkan
shock to the students para murid,
   
54:15 when they ketika mereka...
   
54:18 suspended their menggantungkan
disbelief for a moment, sesaat kepercayaan mereka.
   
54:22 just to see whether I meant it, sekadar untuk melihat apakah saya
when I said, benar, ketika saya katakan,
   
54:26 'Now we must do this together ' 'Sekarang kita harus
  melakukannya bersama-sama'
   
54:28 not your doing what I say to do. bukan Anda melakukan apa yang
  saya katakan untuk dilakukan.
   
54:31 K: To work together. K:Bekerja bersama.
A: We will do this together. A:Kita akan melakukannya bersama.
   
54:35 K: Share it together. K:Berbagi bersama.
A: Right. A: Benar
   
54:37 You will question, Anda akan menanyakan,
and I will question, dan saya akan menanyakan,
   
54:42 and we will try to grasp dan kita akan mencoba
as we go along - without trying. memahaminya...
   
54:43   selagi kita jalan
  bersama - tanpa berusaha.
   
54:47 And I went into the business Dan saya memasuki masalah ini...
   
54:48 about let's not have this shoddy tentang mari kita tidak lakukan hal
little thing 'trying'. yang kerdil buruk 'berusaha' ini.
   
54:51 K: Quite right. K:Tepat sekali.
A: That took a little while. A:Itu membutuhkan waktu sedikit.
   
54:55 That increased the shock, because Itu meningkatkan kekagetan,
  karena...
   
54:57 the students who have been para murid yang telah...
- to their own great satisfaction - - dengan kepuasan diri yang besar -
   
55:06 what you call 'devoted', apa yang disebut 'berbakti',
   
55:10 those who do their work, mereka yang melakukan pekerjaannya,
who make effort, yang berusaha,
   
55:14 are suddenly finding out that tiba-tiba menemukan bahwa...
   
55:16 this man orang ini
has come into the room yang memasuki ruangan...
   
55:19 and he is giving 'trying' dan dia memberikan arti 'mencoba'
a bad press. sebagai sesuatu yang buruk.
   
55:21 This does seem Ini nampaknya...
   
55:23 to turn the thing secara total
completely upside down. menjungkir balikkan keadaan.
   
55:25 But they showed courage Tapi mereka menunjukkan
in the sense that keberanian dalam arti, bahwa...
   
55:32 they gave it a little attention mereka
  memberikan perhatian sedikit...
   
55:39 before beginning sebelum memulai tindakan perhatian
the true act of attention. yang benar.
   
55:43 That's why I was Itulah mengapa saya menggunakan
using 'courage' there, kata 'keberanian' di situ,
   
55:44 because it is karena itu merupakan awal
a preliminary to that. ke hal itu.
   
55:47 I've quite followed you when Saya amat mengikuti Anda ketika
you have raised the question Anda mengangkat pertanyaan...
   
55:51 about the relation of courage tentang hubungan keberanian
to the pure act of attention. ke tindakan murni dari perhatian.
   
55:55 It seems to me Tampak bagi saya bahwa itu
that is not where it belongs. tidak pada tempat yangg seharusnya.
   
55:59 K: No. K:Tidak.
A: But they did get it up A:Tapi mereka bangunkan itu...
   
56:01 for this preliminary step. untuk langkah awal ini.
   
56:03 Then we ran into this Kemudian
  kita masuk ke dalam ini...
   
56:07 what I called earlier yang saya sebut sebelumnya...
   
56:10 dropping a stitch - where menjatuhkan suatu kejutan -
they really saw this abyss, di mana...
   
56:12   mereka benar-benar melihat
  lubang dalam ini,
   
56:16 they were alert enough to mereka cukup siaga
stand over the precipice. untuk berdiri di tebing jurang.
   
56:22 And that caused them Dan itu menyebabkan mereka
to freeze. tidak berdaya.
   
56:28 And it's that moment Dan saat itulah yang nampak
that seems to me pada saya...
   
56:37 absolutely decisive. secara mutlak menentukan.
   
56:44 It is almost like Itu hampir sama seperti...
   
56:46 one sees in terms of events, seseorang melihat dalam kaitan
objective events. peristiwa, peristiwa objektif.
   
56:51 I remember reading the Saya ingat membaca filsuf
Spanish philosopher Ortega, Spanyol Ortega,
   
56:56 who spoke of events yang membicarakan tentang
  peristiwa...
   
56:58 that trembled back and forth Yang bergetar bolak-balik,
   
57:04 before the thing actually sebelum benda itu
tumbles into itself. jatuh pada dirinya sendiri.
   
57:08 That was happening Itu terjadi
in the room. dalam ruangan itu.
   
57:12 It was like water that moved Itu seperti air yang bergerak
up to the lip of the cup sampai ke bibir cangkir...
   
57:17 and couldn't quite spill over. dan tidak dapat sampai tumpah.
K: Quite, quite. K:Tepat, tepat.
   
57:21 A: I have spoken about this A:Saya telah membicarakan ini
at some length, panjang lebar
   
57:25 because I wanted to describe karena saya ingin menggambarkan
to you a real situation pada Anda suatu situasi nyata,
   
57:29 what was actually happening. apa yang sebenarnya terjadi.
K: I was going to say, sir, K: Saya akan mengatakan, Tuan,
   
57:35 I have been connected saya telah terhubung
with many schools, dengan banyak sekolah,
   
57:38 for 40 years and more, selama 40 tahun dan lebih,
   
57:43 and when one talks dan ketika seseorang
to the students about berbicara pada para murid tentang...
   
57:47 freedom and authority, kebebasan dan otoritas,
   
57:49 and acceptance, dan penerimaan,
they are completely lost. mereka benar-benar tersesat.
   
57:53 A: Yes. A: Ya.
   
57:56 K: They want to be slaves. K:Mereka mau menjadi budak.
   
58:02 My father says this, Ayah saya berkata ini,
I must do this. saya harus lakukan ini.
   
58:05 Or, my father says that, Atau, ayah saya berkata itu,
I won't do it. saya tidak akan melakukannya.
   
58:07 It is the same... itu sama saja…
A: Exactly. A:Persis.
   
58:11 Do you think in Apakah Anda pikir
our next conversation dalam pembicaraan kita berikutnya...
   
58:13 we could look at that moment kita dapat selidiki saat
of hesitation? K: Yes, sir. kebimbangan itu? K: Ya, Tuan.
   
58:21 A: It seems to me so terribly A:Nampak bagi saya itu sangat
critical for education itself. penting untuk pendidikan itu sendiri.
   
58:26 Wonderful. Baik sekali.